Page 23

Alam semesta diatur oleh hukum-hukum yang cermat—”ketetapan tentang langit dan bumi”.—YEREMIA 33:25

Oxford, Inggris, menyatakan bahwa nabi-nabi tersebut ”tidak perlu berhenti percaya bahwa dewadewa [dalam mitos] mengendalikan alam semesta mereka . . . , karena alasan yang sederhana, yaitu bahwa mereka memang tidak pernah percaya kepada dewa-dewa. Mereka tidak termakan takhayul tersebut karena mereka percaya kepada Satu Allah yang Benar, Pencipta langit dan bumi”. Bagaimana kepercayaan itu melindungi mereka dari takhayul? Antara lain, Allah yang benar menyingkapkan kepada mereka bahwa Dia mengatur alam semesta melalui hukum-hukum, atau ketetapan-ketetapan, yang cermat. Misalnya, lebih dari 3.500 tahun yang lalu, Allah Yehuwa bertanya kepada hamba-Nya Ayub, ”Sudahkah engkau mengetahui ketetapan bagi langit?” (Ayub 38:33) Pada abad ketujuh SM, nabi Yeremia menulis mengenai ”ketetapan tentang langit dan bumi”. —Yeremia 33:25. Maka, semua yang hidup pada zaman dahulu dan beriman pada tulisan para nabi dalam Alkitab dapat mengetahui bahwa alam semesta diatur, bukan oleh dewa-dewa mitos yang bertemperamen buruk, melainkan oleh hukum-hukum yang dapat dipelajari dan dipahami manusia. Alhasil, orangorang yang takut akan Allah itu tidak membungkuk di depan benda-benda ciptaan, seperti matahari, bulan, atau bintang-bintang, dan mereka juga tidak memiliki sikap yang dipengaruhi takhayul terhadap benda-benda langit tersebut. (Ulangan 4:15-19) Sebaliknya, mereka melihat hasil karya Allah sebagai objek penelitian yang menyingkapkan hikmat, kuasa, serta sifat-sifat-Nya yang lain. —Mazmur 8:3-9; Amsal 3:19, 20.

Selaras dengan pandangan banyak ilmuwan dewasa ini, orang-orang Ibrani zaman dahulu juga percaya bahwa alam semesta memiliki awal. ”Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi,” kata Kejadian 1:1. Selain itu, sekitar 3.500 tahun yang lalu, Allah menyingkapkan kepada hamba-Nya Ayub bahwa bumi ini ’menggantung pada ketiadaan’, atau menggantung di ruang angkasa. (Ayub 26:7) Dan akhirnya, lebih dari 2.500 tahun yang lalu, nabi Yesaya menulis bahwa bumi berbentuk lingkaran atau bola.—Yesaya 40:22.1 Ya, Alkitab memang selaras dengan kebenaran sains tentang alam. Malah, kedua bidang yang dipelajari itu tidak hanya sekadar sejalan—keduanya dengan indah saling melengkapi. Mengabaikan salah satunya berarti tidak membuka satu pintu menuju pengetahuan tentang Allah.—Mazmur 119:105; Yesaya 40:26. 1 Untuk pembahasan lebih mendalam tentang keberadaan Allah dan keakuratan Alkitab, silakan baca brosur Benarkah Kehidupan Diciptakan? dan buku Apakah Ada Pencipta yang Mempedulikan Anda? yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.

PERNAHKAH ANDA BERTANYA-TANYA?

˘ Apa yang bisa diceritakan karya ciptaan tentang Allah?—Roma 1:20. ˘ Kebenaran apa saja tentang Allah yang tidak terjangkau oleh sains?—2 Timotius 3:16. ˘ Mengapa para nabi Allah zaman dahulu tidak memiliki pandangan yang bersifat takhayul tentang ciptaan?—Yeremia 33:25.

Sedarlah! Februari 2011

23

SEDARLAH  
SEDARLAH  

JURNAL INI DITERBITKAN untuk memberikan penyuluhan kepada seluruh keluarga. Majalah ini memperlihatkan cara menanggulangi problem-problem de...

Advertisement