Issuu on Google+

Lentera Edisi 01, April 2013

(karena aksara adalah penerang)

“blurrbbb.... ILUSI ITU PECAH!”


Flo Says ; Hello, Readers! Ini perjumpaan pertama kita. Sebagai pemilik ruang yang baik hati, saya wajib memperkenalkan diri. Nama saya Flop. Saya seorang perempuan. Usia saya sedang nongkrong di pertengahan dua puluh tahun yang sangat rawan godaan. Ada macam-macam godaan, dan saya membutuhkan sebuah ruang untuk menyalurkan kecenderungan saya menuruti godaan. Kini, apa kau bertanya-tanya apa saja godaan yang saya maksud? Pertama, godaan untuk menjadi rumit agar disebut otentik. Godaan ini terutama muncul karena saya adalah pemain kata-kata. Saya ingin menunjukkan kepada dunia ; hey, inilah saya yang tak mudah kau pahami. Semakin rumit - semakin pandai berkalit-semakin hebat Kedua, godaan untuk menjadi kudus agar disebut nyastra. Godaan ini adalah godaan paling berat. Jika iblis menyodorkan buah terlarang kepada Hawa, maka untuk saya ia tak perlu repot-repot memetik buah. Saya dengan sendirinya sudah mengagungkan kekudusan dalam berkata-kata agar dibilang nyastra. Malaikat, Tuhan dan Para Penghuni Langit adalah Obyek sekaligus Subyek Suatu pagi saya terbangun. Atau, tiba-tiba saya sadar bahwa selama ini saya tertidur lama sekali. Saya bertanya, dimanakah tempat kesederhanaan dan manusia dalam kata-kata? Saat itulah saya mencari.... LENTERA


Flo Hears ; BOHONG Kau tak perlu mengakui kepada siapapun dalam situasi apapun soal berapa kali kau berbohong. Saya, atau barangkali orang lain yang mendengarkan sesungguhnya tidak terlalu peduli. Bukankah kita lebih peduli kepada kebohongan yang singgah di telinga kita ketimbang yang kita sampaikan ke telinga orang lain? Saya punya beberapa daftar kebohongan yang sering sekali dikatakan seseorang, bukan hanya kepada saya, tetapi juga kepada siapa saja selain saya. Diam-diam sesungguhnya saya bertaruh kalau kebohongan diterima telinga lalu disimpan lidah untuk dibisikkan kepada telinga yang lain. Semacam kebohongan berantai. Ini daftar saya (kalau kau punya daftarmu sendiri, itu baik!) ; 1.

Setiap perempuan itu cantik.

Katakanlah kau seorang remaja perempuan. Kau menyukai seorang lelaki. Tapi ia tertarik kepada temanmu yang lebih cantik secara fisik ; berkulit mulus, berhidung bangir, berambut lurus. Cantik seperti yang digambarkan industri kosmetik lewat iklan gencar di majalah dan televisi. Segera kau iri. Bukan karena lelaki itu tertarik kepadanya, tapi karena dia cantik. Lalu kau berkata setiap perempuan cantik. Kau benar! Cantik adalah kata yang dikhususkan untuk perempuan. Tak ada lelaki yang mau disebut cantik. Kecuali, ia transgender : lelaki yang memiliki ruh perempuan. Tapi, tahukah kau, cantik adalah rupa. Cantik bukan sebuah kata. Dan, celakanya, rupa adalah yang mesti teraba indera. Maka, lupakanlah omong kosong bahwa semua perempuan itu cantik. Apalagi bualan semu bahwa kecantikan yang penting adalah kecantikan batin.

Kalau kau tak cantik, akuilah hal itu di depan cermin. Lalu hiduplah dengan baik. Menjadi cantik dan tak cantik adalah soal keberuntungan genetis. Sisanya? Ia tak berguna, selama


kau tidak bermimpi menjadi aktris. Dunia pentas menuntut kesempurnaan yang bisa tertangkap indera. Maka, kau harus cantik atau kau diludahi penontonmu.

2.

Agar menjadi sukses, kau harus punya banyak teman.

Tak perlu banyak perdebatan untuk tiba pada simpulan bahwa manusia di dunia ini terbagi dalam dua kutub besar yang berseberangan : Introvert dan Ekstrovert. Introvert yang melihat kedalam dan betah dengan kesendirian. Dan ekstrovert yang terus-terusan melihat keluar dan mendapatkan energi dalam keriuhan. Para psikolog telah bersepakat bahwa tak ada satu kepribadian yang lebih unggul dari kepribadian yang lain. Sayangnya, dunia kita saat ini adalah dunia pemasaran yang mengandalkan keterampilan berbicara. Dunia dikendalikan para ekstrovert! Dunia ini adalah dunia ekstrovert. Dan, tempat bagi para introvert adalah di sebuah sudut gelap tak terlihat dimana mereka menua dengan mengenaskan : kesepian, digerogoti penyakit mematikan yang memaksa mereka menghitung hari-hari menuju mati, kelaparan, dingin dan menggigil... dan, silahkan kau bayangkan skenario paling buruk yang mungkin terjadi bagi para introvert yang dalam pergaulan modern dilabeli pecundang!

Apa kau pernah membaca buku cara-cara untuk sukses? Salah satu poin utamanya adalah kau mesti punya banyak teman. Ini jadi masalah untuk para introvert sebab dunia ekstrovert menendangnya jauh-jauh.

Lalu, apakah dia akan gagal?


Ohya? Bayangkan kau dikelilingi seribu teman dan satupun tidak mengenali engkau yang sesungguhnya.... Bayangkan. Tugasmu cuma membayangkan.

Itulah dua kebohongan yang FLO pernah dengarkan, lalu ia catat dengan seksama. Entah kenapa tiba-tiba ia ingin bicara soal kebohongan. Ah, pasti karena April identik dengan April MOP!

Flo Sees ; SEMESTA


Lentera