Page 1

Kolom Utama

Program Amanah

Tabungan Demi Masadepan

Renungan

Indahnya Ber-Qurban

Sabilillah News

Sumur Artesis Sabilillah Siap Menyembur

EMPAT RESEP HIDUP DAMAI 


Zakat: Zakat: 711 711 001 001 0374 0374 Infaq: 711 001 0373 Infaq: 711 001 0373 Yatim: Yatim: 711 711 001 001 0375 0375


Berkah di Belakang Kemudi Taksi

SELALU MOHON DUKUNGAN Assalamu’alaikum… Sahabat Sabilillah, yang selalu dirahmati Allah SWT. Terlebih dahulu redaksi mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, dikarenakan pada edisi kali ini terbitan menjadi lambat dan molor setidaknya sampai 2 minggu lebih. Memang sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban kami selaku penerbit untuk segera menyampaikan laporan dan program-program yang ada dan telah dikerjakan oleh lembaga karena semua bisa terlaksana atas dukungan semua pihak khususnya para Muzaki dan Sahabat Sabilillah yang selalu setia. Pada edisi ini, Tausiyah KH. Tholchah Hasan menjadi liputan dan ulasan utama kami. Dari banyak hal yang beliau sampaikan pada acara halal bi halal Yayasan Sabilillah beberapa waktu lalu, redaksi menyimpulkan beberapa hal yang dapat menjadi landasan dan ilmu kita untuk melalukan kegiatan sehari-hari. Dilain rubric kegiatan dan program yang telah terlaksana menjadi laporan-laporan kegiatan yang harus tersampaikan kepada seluruh pembaca sekalian. Selain demi pertanggung jawaban lembaga juga demi permohonan dukungan yang juga kami selalu minta kepada seluruh jama’ah dan sahabat Sabilillah. Menjelang datangnya Idhul qurban juga telah kami siapkan list harga hewan qurban yang setiap tahun kami sediakan bagi para muqorrib yang akan berqurban di Masjid Sabilillah. Melalui kolom renungan, kami juga berharap memberikan pengingat bagi kita semua bahwa betapa manfaatnya berqurban. Pada halaman berikutnya masih banyak ulasan yang kami sajikan, mulai dari Sumur Artesis yang sudah mulai menyemburkan air demi masyarakat dan jama’ah hingga program tabungan yang telah digagas oleh lembaga dan kini membawa banyak manfaat bagi seluruh keluarga binaan. Kami sadar semua masih harus mendapatkan saran dan kritikan hingga tercapai kebaikan dan peningkatan, semua membutuhkan dukungan. Terima kasih atas kepercayaan sahabat Sabilillah hingga saat ini. Wassasalam..

Syi’ar Membangkitkan Motivasi Menghafal Al-Quran (Bagian 7 Habis) Sejarah Haji Dan Umrah (Bagian 6) ................................................... 4 Kolom Utama Empat Resep Hidup Damai ................................................................. 5 Ekonomi Islam Profesionalisme Usaha Dalam Islam ................................................... 6 Minuril Islam Kitab Zikir, Doa, Taubat & Istighfar ...................................................... 7 Program Amanah Tabungan Demi Masa Depan .................................................................... 8 Ulasan Lembaga Kepercayaan Masyarakat Pada LAZIS Sabilillah Makin Meningkat .......... 9 Potret Kegiatan ......................................................................... 10-11 Kisah Teladan Pemberian Terbaik .............................................................................. 12 Renungan Indahnya Ber-Qurban ........................................................................... 13 Konsultasi Konsultasi Agama, Kesehatan ..................................................... 14-15 Sabilillah News Sumur Artesis Sabilillah Siap Menyembur ............................................ 16 Profil Santunan Bakti Sosial di Malang Selatan ........................................................... 17 Laporan Keuangan Periode Bulan Agustus 2013 ................................................................... 18 Doa ................................................................................................... 19

PENASEHAT

: Prof Dr KH M Tholchah Hasan, KH Mas’ud Ali, MAg

PENANGGUNG JAWAB : Prof. Dr. M. Mas’ud Said, MM PIMRED & REDPEL

: Khoirul Anwar, Mochammad Sholeh

Sidang Redaksi

: Agus Syamsuddin, Anas Basori, Sulaiman

Distribusi & Iklan

: Heru Pratikno, Yosman Ardiansyah, Mafaza

Oleh: Prof Dr Imam Suprayogo UDAH biasa, setiap ke Jakarta, perjalanan dari airport Sukarno Hatta ke tempat yang saya tuju menggunakan taksi bandara. Demikian pula beberapa hari yang lalu, saya ke kantor DPD memenuhi undangan rapat, saya naik taksi. Ketika itu saya mendapatkan sesuatu yang agak baru dari sopir taksi ini. Di sepanjang perjalanan, setelah saya ajak berbicara, dia mengungkapkan rasa syukurnya yang amat mendalam, sekalipun hanya menjadi sopir taksi.  Dia mengaku, bahwa pekerjaan sopir taksi tidak ada sesuatu yang dibanggakan. Semua orang bisa menjadi sopir asalkan memiliki kemauan, ketrampilan, dan kejujuran. Siapapun berbekalkan ketiga hal itu saja, bisa menjadi sopir taksi. Kejujuran, kata dia, adalah sangat penting. Sebab, perusahaan tidak akan mau mempekerjakan orang yang ketahuan tidak jujur.  Sopir taksi ini mengaku, bahwa sudah belasan tahun menekuni pekerjaannya itu. Akan tetapi, selama itu tidak pernah berpikir akan pindah atau mencari pekerjaan lain. Menjadi sopir taksi sudah merupakan kesenangannya. Ada beberapa hal yang dia menjadi betah menekuni pekerjaan itu. Di antaranya, pertama, sopir taksi tidak akan pernah korupsi. Sebab, menurutnya, menjadi sopir taksi tidak ada yang bisa dikorupsi. Dengan begitu, ia merasa, bahwa rizki yang digunakan untuk menghidupi diri dan keluarganya selalu terjaga kehalalannya.  Kedua, dengan menjadi sopir taksi dia berkesempatan ketemu dengan banyak orang dengan berbagai karakternya. Selama menjadi sopir, dia mengaku mendapatkan banyak pengetahuan dari orang-orang yang dilayani. Menurutnya, sekalipun ada saja penumpang yang acuh, tetapi juga sebaliknya, banyak di antara mereka yang mengajak bicara tentang berbagai pengalaman hidup yang sangat bermanfaat baginya. Ia mengaku, sambil mengemudi sekaligus bisa belajar banyak dari para penumpangnya.  Diakui bahwa, memang bekerja sebagai sopir taksi menguras tenaga. Ia harus bekerja melebihi waktu yang sewajarnya. Kadang dalam sehari semalam, ia harus bekerja hingga belasan jam. Namun menurut pengakuannya, semua itu bisa dilaksanakan dengan enak tatkala didasari oleh rasa ikhlas. Pekerjaan apa saja menurut sopir taksi, manakala ditunaikan dengan ikhlas, gembira, sepenuh hati, maka kelelahan itu tidak akan pernah dirasakan. Orang yang segera capek, menurut pendapatnya, hanya manakala kegiatannya itu dijalani dengan tidak ikhlas.  Penghasilan sebagai sopir taksi, menurut pengakuannya tidak banyak. Tetapi, dirasakan sudah cukup untuk menghidupi anak dan isterinya. Sekalipun isterinya tidak bekerja dan hanya sebagai ibu rumah tangga, anak-anaknya juga bisa sekolah. Dia merasakan, ada berkah dalam kehidupannya, sekalipun hanya bekerja sebagai sopir taksi. Hingga sekarang ini, ia sudah bekerja belasan tahun, namun tidak berkeinginan mencari pekerjaan lain. Dia sudah sangat menyenangi dengan kehidupannya sehari-hari.  Mendengarkan penuturan sopir taksi di sepanjang jalan, saya membayangkan bahwa banyak orang yang hidupnya secara kasat mata telah sukses. Mereka memiliki status sosial yang tinggi, jabatan, dan penghasilan yang melimpah, tetapi tidak menunjukkan rasa syukurnya. Orang yang tampak sukses seperti itu sehari-hari hanya mengeluh dan merasa kekurangan. Mereka telah memiliki segala-galanya, tetapi miskin rasa syukur.  Sebaliknya, sopir taksi yang saya maksudkan ini, penghasilannya jelas tidak seberapa, dan harus bekerja keras sepanjang hari, tetapi rasa syukurnya luar biasa. Dalam perjalanan itu, terbetik dalam pikiran saya, bahwa jumlah orang seperti ini tidak banyak. Orang yang jumlahnya sedikit itu selalu bersyukur, sehingga hidupnya bahagia dan berkah, sekalipun misalnya, sebatas hanya sebagai sopir taksi. Walllahu a’lam.

S


Membangkitkan Motivasi Menghafal Al-Quran (Bagian 7 - Habis)

19. Jangan tunda, hidup ini selalu dipenuhi dengan kata “ternyata” dan “tiba-tiba” Waktu ini kadang menyerupai fatamorgana. Dari jauh kelihatan indah, seakan kita masih memiliki kesempatan 1000 tahun yang tiap detiknya bisa diisi dengan 1000 aktifitas luar biasa. Namun, ternyata waktu yang kita miliki begitu singkat dan sesak dengan berbagai kesibukan harian yang teknis. Fatamorgana di atas akan meninabobokkan setiap orang, terlebih jika ingin melakukan kegiatan besar yang positif. Itulah ujian tiap orang yang ingin sukses. Saat menghafal al-Quran, mahasiswa kadang begitu santai dalam melangkah. Alasan mereka, nanti saja kalau perkuliahan agak sedikit longgar, tugas kuliah terselesaikan semua, atau nanti saja kalau liburan panjang datang, akan menghafal sebanyak-banyaknya bila mungkin akan “bertapa” demi menyelesaikan hafalan. Sikap “taswif” (menunda-nunda) ini merupakan penyakit menular yang sangat ganas, serta penyebab utama dari setiap kegagalan menghafal. Harus disadari, bahwa waktu kita secara matematis masih terbentang luas, sebenarnya hanyalah waktu bayangan bukan waktu yang sebenarnya. Misalnya; pada hari Minggu besok saya tidak ada kegiatan mulai pagi sampai malam sehingga jadwal menghafal hari Sabtu ini ditunda dulu lantaran agak sibuk. Marilah ditelaah contoh kasus penundaan di atas. Manusia oleh Allah tidak

diberi kemampuan untuk mengetahui takdir di esok hari. Kita semestinya tidak mengandalkan waktu yang belum muncul di hari ini. Ada banyak kemungkinan yang akan terjadi di esok hari, diantaranya: a. Memang betul longgar, tetapi tiba-tiba ada teman sakit yang butuh pertolongan kita b.  Memang betul longgar, tetapi tiba-tiba tubuh kita meriang/ sakit c. Memang betul longgar, tetapi tiba-tiba ada kabar kurang baik dari keluarga yang membuat kita susah d. Pada pagi hari tiba-tiba ingin berolah raga atau main musik e. Pada pagi hari, tiba-tiba ingin masak bersama teman atau mencuci baju f. Pada siang hari, tiba-tiba ada acara televisi yang sangat bagus g. Pada siang hari, tiba-tiba teman akrab lama datang h. Pada siang hari, tiba-tiba ingin posting facebook atau menjawab email i. Pada sore hari, tiba-tiba ingin bersih-bersih ruangan dan taman j. Pada sore hari, tiba-tiba HP/ komputer kita bermasalah yang butuh penanganan segera k. Pada sore hari, tiba-tiba motor kita ditilang oleh polisi l. Pada sore hari, tiba-tiba tetangga kita meninggal dunia m. Pada sore hari tiba-tiba ingin cari makan yang enak n. Pada sore hari tiba-tiba muncul rasa malas atas terkantuk ingin tidur Dan masih ada ratusan

hampa belaka. Yakinlah setelah mimpi itu terwujud, tentu harihari kita begitu indah bersama al-Quran bagaikan mimpi yang membuai angan dan memanjakan khayalan. Oleh : Syafaat

kemungkinan lain yang menggagalkan kita untuk melakukan kegiatan di hari itu. Masihkah kita suka menunda? 20. Mimpikan kebaikan agar jadi kenyataan, nyatakan kebaikan agar jadi mimpi indah Hampir setiap orang memiliki “mimpi” dan cita-cita untuk menjadi sesuatu atau memiliki sesuatu. Namun, kondisi fisik, psikologis, sosial kerapkali menenggelamkan mimpi itu. Sebetulnya orang yang memiliki “mimpi sukses” itu tergolong orang yang hebat, sebab tidak semua orang punya mimpi. Mimpi itu termasuk ingin hafal al-Quran. Anugerah Allah yang berupa “mimpi untuk hafal al-Quran” jangan pernah disia-siakan. Lakukan penguatan “mimpi” tersebut agar menjadi motivasi kuat dengan banyak membaca kisah-kisah para pengahafal al-Quran serta hikmahhikmah menghafal. Dengan demikian, motivasi menjadi kuat dan bisa menggerakkan anggota tubuh untuk meralisasikannya menjadi kenyataan. Disini diperlukan metode dan strategi, supaya mimpi itu tidak dibelokkan menjadi angan-angan

21. Awali dari diri sendiri, kalau kita mendambakan sebuah keluarga “Qur’ani” Kita tentu tergiur dengan kesuksesan keluarga bapak Mutammimul Ula yang kesepuluh anaknya hafal al-Quran, atau ingin meniru Abdurrahman Farih dan Husein Thababai yang mana di usia balita mereka sudah hafal al-Quran. Kita juga ingin rumah selalu bergaung suara al-Quran dari mulut anak-anak. Hanya saja, semua harus dimulai dari diri kita (suami, istri, bapak, ibu). Bagaimana mungkin anak-anak akan mengikuti jejak orangtuanya, sementara orangtua tak memberi contoh pada mereka. Orangtua yang hafal al-Quran akan dengan mudah mengenalkan dan membiasakan hafalan pada putra-putrinya di manapun mereka berada. Mungkin setiap berangkat sekolah, anak dituntun untuk menghafal surat-surat pendek. Pasti tanpa terasa dalam kurun waktu satu tahun saja, anak akan hafal lebih dari satu juz. Hal ini sulit terrealisasi bila orangtua belum mulai menghafal sejak sekarang. Memang, orangtua yang punya hafalan itu mendatangkan efek domino yang luas, bukan semata untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain terutama keluarga dekatnya.

Sejarah Haji Dan Umrah (Bagian 6) PADA bulan April 628 (Dzulqa`dah 6 Hijri) Rasulullah saw. bermimpi menunaikan umrah (kunjungan) ke Makkah dan mengajak para sahabat untuk mewujudkan mimpi tersebut. Rasulullah pun dengan disertai 1.500 sahabat berangkat menuju Makkah, mengenakan pakaian ihram dan membawa hewan-hewan qurban. Kaum musyrikin Quraisy mengerahkan pasukan untuk menghalang-halangi sehingga rombongan dari Madinah tertahan di Hudaibi-

4

Sabilillah Edisi 108 / September 2013 / Thn: 06 Majalah Komunitas

Dikutip dari Drs. H. Irfan Anshory yah, 20 km di sebelah barat laut Makkah. Kaum Quraisy mengutus Suhail ibn Amr untuk berunding dengan Rasulullah. Suhail mengusulkan, antara lain, kesepakatan genjatan senjata dan kaum Muslimin harus menunda umrah dengan kembali ke Madinah, tetapi tahun depan diberikan kebebasan melakukan umrah dan tinggal selama tiga hari di Makkah. Rasulullah menyetujui perjanjian

ini meskipun para sahabat banyak yang kecewa, namun tidak ada yang berani menentang keputusan Junjungan mereka. Sepintas lalu isi perjanjian kelihatannya merugikan kaum Muslimin, tetapi secara politis sangat menguntungkan. “Perjanjian Hudaibiyah” merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah Islam sebab untuk pertama kalinya kaum Quraisy di Makkah mengakui kedaulatan kaum Muslimin di Madinah. (bersambung)


EMPAT RESEP HIDUP DAMAI  Tausyiyah KH. Tholchah Hasan

pada acara Halal bi Halal Yayasan Sabilillah Hidup damai adalah dambaan setiap manusia. Baik itu damai di lingkungan keluarga, bermasyarakat, atau bernegara. Semuanya butuh kedamaian. Namun untuk menemukan dan mendatangkan kedamaian itu tidak semudah menggerakkan tangan ketika akan memanggil orang yang sedang lewat. Lantas bagaimana cara hidup damai itu dihadirkan? Melalui ringkasan tausiyahnya, Ketua Dewan Pembina Yayasan Sabilillah Prof Dr KH Tholhah Hasan memberi ’’jamunya’’ pada pembaca setia semua. TEMA merajut hati berkarya bagi umat adalah tema yang sangat relevan pada masa sekarang. Merajut hati artinya bisa membangun atau membuat bangunan kebersamaan di antara sesama muslim bahkan antar agama untuk mewujudkan hasil kebersamaan yaitu keadilan dan kesejahteraan. Yayasan Sabilillah mengambil tema tersebut dengan tekad besar agar supaya peranan Masjid Sabilillah melalui berbagai macam kegiatannya itu dapat merajut, dapat bersatu merajut hati umat Islam pada umumnya, dan bangsa pada umumnya. Dalam hadits Imam Muslim itu ada kalimat pendek yang disampaikan Rasululluh Muhammad SAW;  Al mukminun ilfun ma’ruf. Orang mukmin itu punya karakter ilfun ma’ruf, yaitu menyukai kepada temannya dan

disukai oleh temannya. Kalau orang itu sudah saling menyukai, merajutnya gampang. Oleh karena itulah maka kita berusaha jadi orang-orang mukmin yang terus berusaha dapat menyukai orang lain, sesama muslim, sesama mukmin dan juga disukai. Kalau hanya menyukai  tidak disukai juga tidak enak. Disukai tapi tidak menyukai, juga tidak baik. Suasana yang rukun, damai, sejuk, itu menjadi cita-cita Sabilillah ini. Msjid Sabilillah harus bisa menjadikan pusat pembinaan umat Islam yang punya karakter damai, sejuk, dan rukun. Sekarang ketiga itu (damai, sejuk, rukun), menjadi barang mahal di dunia ini, termasuk di Indosesia. Sebab untuk mencari satu kedamaian itu ternyata tidak cukup hanya pinter, orang bisa cerdas, tapi kadang- kadang  tidak bisa membuat

kedamaian. Begitu juga dengan kesejukan dan kerukunan. Maka dari itu saya mewanti-wanti pada pengurus- pengurus masjid dan para khotib, kalau khutbah itu jangan membakar emosi. Saya kalau mendengar khutbah di Jakarta itu khutbahnya panjang, tapi isinya hanya menghujat. Jadi orang yang asalnya tenang-tenang itu, keluar dari masjid lalu menjadi ingin bentrok. Padahal nabi dulu kebalikannya itu. Orang yang asalnya ingin bentrok, lalu masuk masjid dan keluar dari masjid jadi senyum. Maka dari  itulah marilah masjid-masjid yang ada kita jadikan satu pusat pengembangan karakter mukmin yang ilfun ma’ruf tadi itu. Tapi ternyata juga tidak gampang, padahal dalam Islam ada satu pakem, ada aturan yang dibakukan, sikap yang harus dilakukan antara kita dengan teman-teman kita itu ada

empat pakemnya. Ini yang menyampaikan adalah seorang guru besar ilmu tasawuf Syeh Yahya Muadz Arrozi.  Kalau kita ingin hidup di masyarakat bisa damai, sikap kita harus mengikuti empat pakem. Empat pakem itu adalah; 1.      Kalau kita tidak bisa memuji orang lain, minimal jangan mencela. Sekarang ini paling banyak orang yang suka mencela, jarang sekali ada demo memuji. 2.      Kalau tidak bisa menyenangkan ya jangan menyusahkan. Kalau bisa kita suka menyenangkan orang lain, tapi kalau tidak bisa, minimal jangan sampai kita menyusahkan. Dan apa saja yang kita lakukan itu kita niatkan untuk bisa menyenangkan orang lain. 3.      Kalau tidak bisa memberi manfaat atau menguntungkan pada orang lain, minimal jangan merugikan orang lain. 4.      Kalau kamu tidak dapat memberi kemudahan bagi orang lain, jangan memberikan kesulitan. Orang yang mempunyai empat macam perilaku berdasarkan empat pakem tadi, ia akan gampang merajut hati dengan sesama dan di dalam menghadapi masalah apapun ada semangat kebersamaan. Kebersamaan berarti tidak ada yang dominan, dipikir bersama  dan tidak  ada yang memaksakan pendapat. Orang yang hatinya lembah, hatinya mudah memaafkan, hatinya tidak mokong , itu karomahnya akan keluar. Itu pasti. Wal ‘aafina aninnaas adalah salah satu kelompok orang muttaqin yang suka memaafkan. (bersambung) Majalah Komunitas Sabilillah Edisi 108 / September 2013 / Thn: 06

5


PROFESIONALISME USAHA DALAM ISLAM I

SLAM mengajarkan, dalam melakukan pekerjaan apapun harus dilakukan dengan baik, tidak melanggar aturan hukum dan norma agama serta dilakukan secara konsisten. Pekerjaan yang baik itu adalah pekerjaan yang dilakukan secara berulang / terus menerus (al hadits: muttafaqun alaih). Hal lain yang tidak kalah pentingnya, pekerjaan tersebut juga dilakukan secara professional yang dapat dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat kelak kepada Allah swt., dzat yang maha agung. Profesional dalam banyak pendapat diartikan sebagai melakukan pekerjaan dengan sungguh, sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada, dengan tidak melanggar ketentuan perundang-undangan dan peraturan lainnya yang berlaku. Disamping itu, professional juga dipersamakan dengan sesuatu yang dilakukan oleh orang yang benar faham atas apa yang dilakukannya. Rasulullah saw., memberikan peringatan “jika sesuatu diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka berarti tinggal menunggu saat-saat kehancurannya” Profesionalisme usaha dalam Islam Islam mengkaji profesionalisme dengan lebih komprehensif tidak hanya dari orang dan cara melakukannya, akan tetapi sampai pada kemampuannya dalam menjaga kepercayaan. Hal ini sebagaimana diutarakan oleh Karebet dalam tulisan “Menjadi Muslim yang Profesional”, di Majalah Modal (2003) bahwa profesionalisme dicirikan

6

oleh tiga hal :

asset, pikiran dengan selalu meyakini bahwa Kafa’ah (ahli Allah swt., jualah yang dalam bidang pekernanti akan memberijaan yang dilakukan : kan keputusan terbaicukup ilmunya, cukup knya. Karena itu dalam ketrampilanya serta bekerja seseorang mengerti atas apa melakukan dengan yang dikerjakannya) sungguh-sungguh Setiap usaha jika dengan tetap tidak dijalankan oleh fihak melupakan kewajiban yang berkompeten sebagai mahluq terOLEH: pasti akan memberihadap sang Kholiq. NOOR SHODIQ kan hasil yang jauh Hakekatnya manusia ASKANDAR lebih baik. Pengadalah berusaha gunaan sumberdaya dan Allah swt adalah DEKAN FAK. EKONOMI secara optimal, kepenentu keberhasilan UNISMA seimbangan antara atau ketidakberhasipemberian manfaat lan. dan tingkat kepuasan Kewajiban untuk konsumen, keberimbangan antara melakukan usaha telah difirmankan keuntungan yang ingin diraih den- oleh Allah swt. “Jika telah ditunaigan keberlanjutan usaha adalah kan sholat jum’at, maka menyebagian dari tindakan yang dilakukan barlah kalian ke muka bumi dan secara professional. Hal ini karena carilah karunia Allah swt.”. Begitu pengetahuan dan ketrampilan yang juga hadits Rasulullah, telah memsesuai, diamping dapat memberi- berikan banyak garis agar manusia kan semangat yang lebih dalam melakukan usaha : “Tidaklah sesbekerja, pada sisi lain setiap tin- eorang makan makanan yang lebih dakan yang dilakukan akan selalu baik daripada hasil ketrampilan didasarkan pada perhitungan yang tangannya sendiri, Nabi Daud a.s. matang antara tingkat manfaat yang makan dari hasil kerja sendiri (HR. akan diperoleh dengan risiko yang Bukhori)”. Hadits lainnya “Barang mungkin diambil. siapa yang mencari harta dunia secara halal, dan menghindarkan Himmatul ‘amal (memliki diri dari meminta-minta, juga dalam semangat dan etos kerja yang rangka memenuhi kebutuhan ketinggi) luarganya, serta untuk menjaga Bekerja bagi seorang muslim perasaan (tidak menyulitkan) tetadalah sebuah keniscayaan, angganya, maka dia akan bertemu sehingga harus dilakukan secara dengan Allah(di akhirat) dengan sungguh-sungguh (al kasb) dengan wajah yang berseri seri seperti mengerahkan segala kemampuan bulan purnama” (HR. Baihaqi)

Sabilillah Edisi 108 / September 2013 / Thn: 06 Majalah Komunitas

Amanah (bertanggung jawab dan terpercaya dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Sifat amanah saat ini seakan menjadi barang yang langka, barang yang aneh sehingga sering ditinggalkan bahkan dengan sengaja disia-siakan. Keahlian, ketrampilan, etos kerja yang tinggi tidak cukup apabila tidak dibarengi dengan sifat amanah. Kepercayaan merupakan salah satu kunci utama dalam berusaha agar dapat memperoleh keberhasilan. Ketika kepercayaan sudah dapat dimunculkan, maka semua akan dapat terikat dalam hubungan kerja yang berdimensi jangka panjang dengan pendekatan yang saling menguntungkan. Rasulullah memerintahkan setiap muslim untuk dapat selalu menjaga amanat yang telah diperoleh. “Tunaikanlah amanat terhadap orang yang mengamanatimu dan jangnlah berkhianat terhadap orang yang telah menghianatimu (HR. Ahmad dan Abu Daud) Tidak berima, orang yang tidak memegang amanat dan tidak ada agama yang tidak menepati janji (HR. Adailami) Tanda orang munafik itu ada tiga macam : jika bicara ia dusta, jika berjanji diingkari dan jika diberi kepercayaan maka ia berkhianat (HR. Ahmad) Sikap amanah mutlak harus dimiliki pribadi muslim, dengan selalu menyadari bahwa segala aktivitas yang dilakukan selalu diketahui oleh Allah dan harus dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.


1. Anjuran untuk ingat (berzikir) kepada Allah Taala; Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari. (Shahih Muslim No.4832) 2. Tentang nama-nama Allah Taala dan keutamaan orang yang menghafalnya Hadis riwayat Abu Hurairah ra: Nabi saw. bersabda: Allah itu memiliki sembilan puluh sembilan nama yang bagus. Barang siapa yang mampu menghafalnya, maka dia akan masuk surga. Sesungguhnya Allah itu ganjil dan Dia menyukai yang ganjil. (Shahih Muslim No.4835) 3. Berteguh hati dalam berdoa dan tidak berdoa dengan ucapan: Jika Engkau berkenan • Hadis riwayat Anas ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Apabila seorang di antara kamu berdoa maka hendaklah dia berteguh hati dalam berdoa serta jangan pula dia berdoa dengan mengucapkan: Ya Allah! Jika Engkau sudi maka berilah aku. Sesungguhnya Allah tidak ada yang memaksanya. (Shahih Muslim No.4837) • Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila seorang di antara kamu berdoa, maka janganlah dia berkata: Ya Allah! Ampunilah aku jika Engkau sudi. Tetapi bersungguh-sungguhlah dia dalam memohon dan mohonlah perkaraperkara yang besar dan mulia (surga atau pengampunan), karena Allah tidak ada sesuatu pun yang besar bagi-Nya dari apa yang telah dianugrahkan. (Shahih Muslim No.4838) 4. Larangan mengharapkan kematian karena musibah yang menimpa • Hadis riwayat Anas ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Janganlah seorang di antara kamu mengharapkan kematian karena musibah yang menimpanya dan apabila dia memang harus mengharapkan,

sebaiknya dia berkata: Ya Allah! Hidupkanlah aku selama kehidupan itu yang terbaik bagiku, dan matikanlah aku jika kematian itu yang terbaik bagiku. (Shahih Muslim No.4840) • Hadis riwayat Khabbab ra.: Dari Qais bin Abu Hazim ia berkata: Saya datang menemui Khabbab yang sedang menderita tujuh luka bakar di perutnya, lalu dia berkata: Seandainya Rasulullah saw. tidak melarang kita untuk memohon kematian niscaya aku telah memohonnya. (Shahih Muslim No.4842) • Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Janganlah seorang di antara kamu mengharapkan kematian dan jangan pula memohonnya sebelum kematian itu datang menjemputnya. Sesungguhnya apabila seorang di antara kamu meninggal dunia maka terputuslah amal perbuatannya dan sesungguhnya usia seorang mukmin itu akan menambah kebajikan (bagi dirinya). (Shahih Muslim No.4843)] 5. Barang siapa yang suka bertemu Allah, maka Allah akan suka bertemu dengannya dan barang siapa yang tidak suka bertemu Allah, maka Allah tidak akan suka bertemu dengannya • Hadis riwayat Ubadah bin Shamit ra.: Bahwa Nabi saw. bersabda: Barang siapa menyukai pertemuan dengan Allah, maka Allah akan menyukai pertemuan dengannya, dan barang siapa yang tidak menyukai pertemuan dengan Allah, maka Allah tidak akan menyukai pertemuan dengannya. (Shahih Muslim No.4844) • Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang menyukai pertemuan dengan Allah, maka Allah akan menyukai pertemuan dengannya. Dan barang siapa yang tidak menyukai pertemuan dengan Allah, maka Allah tidak akan menyukai pertemuan dengannya. Aku bertanya: Wahai baginda, bagaimana dengan kebencian terhadap kematian karena semua kita membenci kematian? Beliau menjawab: Bukan begitu, tetapi seorang mukmin apabila diberi kabar gembira dengan rahmat Allah, keridaan dan surga-Nya, maka dia akan senang bertemu dengan Allah dan Allah akan senang bertemu dengannya. Dan sesungguhnya orang kafir apabila diberitahukan tentang siksaan serta kemurkaan Allah, maka dia akan membenci pertemuan dengan Allah sehingga Allah pun akan membenci pertemuan dengannya. (Shahih Muslim No.4845) • Hadis riwayat Abu Musa ra.: Nabi saw. bersabda: Barang siapa yang

menyukai pertemuan dengan Allah, maka Allah menyukai pertemuan dengannya. Dan barang siapa yang tidak menyukai pertemuan dengan Allah, maka Allah tidak akan menyukai pertemuan dengannya. (Shahih Muslim No.4848) 6. Makruh berdoa agar segera diturunkan siksaan di dunia • Hadis riwayat Anas ra.: Bahwa Rasulullah saw. menjenguk seorang lelaki kaum muslimin yang telah lemah sekali sehingga (keadaannya) seperti anak burung. Rasulullah saw. bertanya kepada lelaki itu: Apakah kamu pernah berdoa memohon sesuatu? Lelaki itu menjawab: Ya, aku berdoa: Ya Allah! Apa yang hendak Engkau siksa aku di akhirat, maka laksanakanlah segera di dunia. Lalu Rasulullah saw. bersabda: Maha Suci Allah! Kamu tidak akan kuat atau tidak akan mampu menanggungnya. Kenapa kamu tidak berdoa dengan: Ya Allah! Berikan kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta jagalah kami dari siksa neraka. Ia (Anas) berkata: Kemudian Rasulullah saw. berdoa kepada Allah untuknya sehingga Allah pun menyembuhkannya. (Shahih Muslim No.4853) 7. Keutamaan majelis zikir •             Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Dari Nabi saw., beliau bersabda: Sesungguhnya Allah Yang Maha Memberkahi lagi Maha Tinggi memiliki banyak malaikat yang selalu mengadakan perjalanan yang jumlahnya melebihi malaikat pencatat amal, mereka senantiasa mencari majelis-majelis zikir. Apabila mereka mendapati satu majelis zikir, maka mereka akan ikut duduk bersama mereka dan mengelilingi dengan sayap-sayapnya hingga memenuhi jarak antara mereka dengan langit dunia. Apabila para peserta majelis telah berpencar mereka naik menuju ke langit. Beliau melanjutkan: Lalu Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung menanyakan mereka padahal Dia lebih mengetahui daripada mereka: Dari manakah kamu sekalian? Mereka menjawab: Kami datang dari tempat hamba-hamba-Mu di dunia yang sedang mensucikan, mengagungkan, membesarkan, memuji dan memohon kepada Engkau. Allah bertanya lagi: Apa yang mereka mohonkan kepada Aku? Para malaikat itu menjawab: Mereka memohon surga-Mu. Allah bertanya lagi: Apakah mereka sudah pernah melihat surga-Ku? Para malaikat itu menjawab: Belum wahai Tuhan kami. (bersambung) Majalah Komunitas Sabilillah Edisi 108 / September 2013 / Thn: 06

7


Tabungan

Demi Masa Depan MENABUNG bagi beberapa orang adalah hal yang sangat ringan, tinggal menyisihkan saja dari berapa rupiah jumlah uang yang sudah diterima dan digunakan untuk uang jajan atau untuk sisa uang kebutuhan lainnya yang ternyata tidak jadi terpakai. Atau sejak awal kita menerima dan memperoleh uang kita sudah berniat diri dengan jumlah sekian ini, aku akan menabung. Namun, bisakah kita bayangkan jika menabung itu dilakukan oleh sebagian adek-adek kita atau dari keluarga yang pendapatannya tidak tentu dalam satu bulan. Suatu hal yang sedikit mustahil tentunya, bahkan akan timbul pertanyaan “lantas apa yang bisa ditabung, jika untuk kebutuhan sekolah dan kebutuhan hidup sehari-hari saja sudah sulit”. Melalui Program Tabungan Untuk Masa Depan Pendidikan, LAZIS Sabilillah hingga saat ini telah terkumpul sejumlah 45 juta lebih dari hampir 100 orang anak. “Bisa dipastikan, semua anak asuh lembaga kita, perbulannya bisa menyisihkan uang untuk tabungan sebesar 50 ribu hingga 70 ribu minim sekali 10 ribu”. Sofian Arief Koordinator Pendayagunaan LAZIS Sabilillah menjelaskan. “Sedangkan untuk orang tua, yang mana biasanya ada diantara mereka yang membutuhkan modal untuk keberlanjutan atau membuka usaha, bisa kita berikan bantuan modal usaha yang secara produktif terus bergulir juga dari tabungan mereka sendiri yang sudah dikumpulkan bersamasama. Atau paling tidak kita bersinergi dengan Koperasi Masjid Sabilillah, yang juga melakukan pendampingan usaha kepada keluarga-keluarga kita”. Lanjut

8

Proses penyampaian tabungan dilakukan bersamaan pada saat pemberian santunan bulanan

Sofian. Bukan tidak mungkin, jika suatu saat dari keluarga binaan yang ada, diberikan pembinaan dan pendampingan mulai dari sekolah anak-anaknya, hingga usaha dan ibadahnya. Semakin sejahtera, semakin berdaya dan meningkat dari criteria mustahik berubah menjadi muzaki. Program menabung untuk masa depan ini, urai Ust. Sulaiman “Sudah lama kita gulirkan. Bahkan sejak tahun 2008 tabungan itu sudah kita sinergikan dengan Koperasi Masjid Sabilillah. Pencatatannya dilakukan sesuai dengan masuknya uang tabungan, dengan buku catatan masing-masing anak asuh dan terdata dengan rapi.” Memang secara pasti, jumlah

Sabilillah Edisi 108 / September 2013 / Thn: 06 Majalah Komunitas

yang ada mungkin tidak begitu besar untuk sekian banyak anak. Namun, yang menjadi kebanggan adalah adanya kesadaran dan kemauan untuk terus menambah jumlah saldo dalam tabungan yang ada tersebut. “Kalau dari lembaga sendiri peranak akan mendapatkan jatah tabungan sebesar 10ribu rupiah perbulan untuk langsung ditabung, namun kadang kala dan hingga saat ini dari 170 anak asuh hampir 70 % sudah mulai sadar dan mau menabung lebih dari jatah 10 ribu yang ada, bahkan ada beberapa orang tua yang awalnya mempunyai tabungan dirumah atau dikoperasi lain dialihkan dan ditabung di Koperasi Masjid Sabilillah ini, besarannya macam-macam dari 25 ribu perbulan hingga ada yang

50 ribu rupiah per tiga minggu. Sungguh satu program dan pendidikan yang membanggakan.” Lanjut ust. Sulaiman. Berbekal dengan kemandirian dan kemauan dalam melakukan menabung, harapan besarnya adalah segala cita-cita keluarga dan anak asuh LAZIS Sabilillah dapat segera terwujud. Pun juga demikian dengan adanya keberhasilan satu program pendayagunaan tidak lantas menjadi semakin ringan beban tim pendayagunaan LAZIS Sabilillah. Namun akan semakin tinggi pula tanggung jawab dan pengwasan dalam pembinaan setiap keluarga yang ada. Karena tak lain dan tak bukan demi bersama, dengan menabung Insya Allah akan bisa merubah masa depan mereka. (MAD*)


KEPERCAYAAN MASYARAKAT PADA LAZIS SABILILLAH MAKIN MENINGKAT Tiap Tahun Naik Hingga 50 Persen PENERIMAAN zakat Fitrah lewat LAZIS Sabilillah Malang dua tahun terakhir melonjak tinggi. Pada penerimaan tonase tahun 2011 dan 2012 rata-rata 4,5 ton, tahun ini meningkat menjadi 6 ton lebih dari 2.800 pembayar zakat fitrah.

ditanya mereka menerima informasi dan melihat sosialisasi tentang LAZIS Sabilillah melalui media-media iklan di jalan dan televisi. Sedang 75 persennya adalah warga Kota Malang yang bisa dikatakan muzaki setia LAZIS Sabilillah.

Mendekati bulan Ramadhan, memang berbagai lembaga ZIS, atau organisasi dan yayasan-yayasan Islam yang bergerak dalam bidang sosial selalu mengunggulkan program penerimaan zakat dan shodaqah. Jika dicermati, pada bulan itu layaknya ketika seorang muslim akan menunaikan ibadah haji, Ramadhan menjadi bulan khusus bagi muslimin untuk menunaikan zakat mal dan kewajiban zakat fitrah.

Melihat antusiasme masyarakat dan jama’ah dari tahun ke tahun yang hadir dan datang untuk menunaikan ZIS-nya melalui lembaga menjadikan semangat serta target pencapaian baik dari segi penerimaan maupun penyaluran juga turut naik.

Pembayaran zakat juga menjadi salah satu ibadah yang diidolakan. Pada bulan itu, penunaian shodaqah adalah salah satu inti ibadah, selain sholat dan puasa. Maka berbagai cara sosialisasi dan program dicanangkan demi menarik minat dan ketertarikan para muzakki dan masyarakat muslim di Kota Malang. Tercatat dari 2.000 muzaki yang ada 25 persennya adalah warga pendatang dan jama’ah transit yang seringkali jika

’Untuk dua tahun terakhir Alhamdulillah dari sejumlah hampir 3.000 muzaki, sekitar Rp 290 juta masuk dan dipercayakan guna pelaksanaan dan pengembangan program-program yang ada. Yang mana sebagian besar juga telah ditasharufkan secara langsung guna targettarget asnaf yang masuk dalam berbagai program,’’ jelas Ustad Sulaiman, manajer operasional LAZIS Sabilillah. “Kami tidak merasa sebagai lembaga yang terbaik, namun dari segi pelaksanaan dan tahapan penyaluran kami berusaha untuk selalu menjadi yang terbaik. Karena sesuai dengan yang telah digariskan dalam Al Qur’an zakat dikhu-

suskan bagi 8 asnaf tersebut. Yang mana didalam LAZIS Sabilillah, kami mempunyai program-program pendayagunaan dan santunan,’’ tambahnya. Seperti halnya pada setiap malam menjelang Idul Fitri, setidaknya hanya pada tahun ini saja LAZIS Sabilillah, yang berkantor di Masjid Sabilillah, ini diserbu sebanyak 2.500 mustahik dari berbagai kalangan untuk mendapatkan jatah pembagian beras sebanyak 3 kg, ditambah lagi dengan dibukanya secara langsung pengajuan penyaluran zakat fitrah, maal dan shodaqah kepada lembaga-lembaga sosial, panti asuhan, rumah-rumah singgah, pondok pesantren maupun sekolah-sekolah umum dan panitia-panitia ZIS di tingkat musholla-musholla. Dari sekian banyaknya jumlah penerimaan secara bertahap sejak H-4 menjelang Idul Fitri telah dilaksanakan penyaluran, khususnya kepada lembagalembaga sosial dan panitia – panitia ZIS ditingkatan musholla. Dan selanjutnya hasil penerimaan zakat khususnya zakat fitrah akan terbagi habis setelah jam penerimaan pukul 00.00 WIB malam menjelang Idul Fitri berakhir. (MAD*) Ibu Rokiyah salah satu penerima beras fitrah dan zakat maal dimalam idul fitri lalu

Majalah Komunitas Sabilillah Edisi 108 / September 2013 / Thn: 06

9


Pembagian santunan beras fitrah dilakukan dengan tertib dibantu oleh remaja Masjid Sabilillah

Kesibukan lain. Didalam kantor tampak crew LAZIS Sabilillah menerima para pembayar zakat

Ibu-Ibu. Tampak hadir pula para undangan dari warga dan elemen pendukung lainnya dari Yayasan Sabilillah

10

Sabilillah Edisi 108 / September 2013 / Thn: 06 Majalah Komunitas

Satu persatu mustahik berbaris bergantian menerima beras fitrah

Bulan Syawal, beberapa rangkaian kegiatan program terlaksana dengan lancar dan semarak. Diantaranya Proses penerimaan Zakat Fitrah dimalam lebaran bersamaan dengan pemberian santunan beras fitrah kepada 1500 mustahik yang datang di Sabilillah. Serta beberapa kegiatan lainnya. Berikut Dokumentasi detailnya:

Acara Halal bi Halal Yayasan Sabilillah diramaikan oleh pembacaan Sholawat Nabi oleh Remaja Masjid Sabilillah

Suasana ramah tamah sesaat setelah acara halal bi halal selesai.

Satu persatu seara bergantian peserta undangan halal bi halal bersalam-salaman kepada Ketua Dewan Pembina Yayasan Sabilillah. KH. Tholchah Hasan


Selain melaksanakan kegiatan dan program di sekitar Masjid Sabilillah. Lembaga juga bekerjasama dengan tim KKN Universitas Muhammadiyah Malang untuk menyelenggarakan acara bakti sosial di wilayah Kabupaten Malang. Berikut pula dokumentasinya:

Ramah tamah dan makan siang Kyai di Kantor Masjid Sabilillah

Bakti sosial pengobatan gratis dilaksanakan oleh tim 23 UMM dibantu oleh tim Puskesmas setempat

Tim Bakti sosial sesaat setelah menyampaikan bantuan kepada salah satu warga korban banjir diwilayah Bajul Mati.

Tampak petugas puskesmas Desa Hargokuncaran turut memeriksa peserta pengobatan gratis

Antrian untuk mengambil obat. Satu persatu warga peserta pengobatan gratis menunggu giliran untuk menerima obat

Majalah Komunitas Sabilillah Edisi 108 / September 2013 / Thn: 06

11


S

UATU ketika, hiduplah seorang petani bersama keluarganya. Mereka menetap di sebuah kerajaan yang besar, dengan raja yang adil dan bijaksana. Beruntunglah siapa saja yang tinggal disana. Tanahnya subur, keadaannya pun aman dan sentosa. Semuanya hidup berdampingan, tanpa pernah mengenal perang ataupun bencana. Setiap pagi, sang petani selalu pergi ke sawah. Tak lupa ia membawa bajak dan kerbau peliharaannya. Walaupun sudah tua, namun bajak dan kerbau itu selalu setia menemaninya bekerja. Sisi-sisi kayu dan garu bajak itu tampak mengelupas, begitupun kerbau yang sering tampak letih jika bekerja terlalu lama. "Inilah hartaku yang paling berharga", demikian gumam petani itu dalam hati, sembari melayangkan pandangannya ke arah bajak dan kerbaunya. Tak seperti biasa, tiba-tiba ada serombongan pasukan yang datang menghampiri petani itu. Tampak pemimpin pasukan yang maju, lalu berkata, "Berikan bajak dan kerbaumu kepada kami. "Ini perintah Raja!". Suara itu terdengar begitu keras, mengagetkan petani itu yang tampak masih kebingungan. Petani itu lalu menjawab, "Untuk apa, sang Raja menginginkan bajak dan kerbauku? "Ini adalah hartaku yang paling berharga, bagaimana aku bisa bekerja tanpa itu semua. Petani itu tampak menghiba, memohon agar diberikan kesempatan

12

untuk tetap bekerja. "Tolonglah, kasihani anak dan istriku...berilah kesempatan sampai besok. Aku akan membicarakan dengan keluargaku..." Namun, pemimpi pasukan berkata lagi, "Kami hanya menjalankan perintah dari Baginda. Terserah, apakah kau mau menjalankannya atau tidak. Namun, ingatlah, kekuasaannya sangat kuat. "Petani semacam kau tak akan mampu melawan perintahnya." Akhirnya, pasukan itu berbalik arah, dan kembali ke arah istana. Di malam hari, petani pun menceritakan kejadian itu dengan keluarganya. Mereka tampak bingung dengan keadaan ini. Hati bertanya-tanya, "Apakah baginda sudah mulai kehilangan kebijaksanaannya? Kenapa baginda tampak tak melindungi rakyatnya dengan mengambil bajak dan kerbau kita? Gundah, dan resah melingkupi keluarga itu. Namun, akhirnya, mereka hanya bisa pasrah dan memilih untuk menyerahkan kedua benda itu kepada raja. Keesokan pagi, sang petani tampak pasrah. Bersama dengan bajak dan kerbaunya, ia melangkah menuju arah istana. Petani itu ingin memberikan langsung hartanya yang paling berharga itu kepada Raja. Tibalah ia di halaman Istana, dan langsung di terima Raja. "Baginda, hamba hanya bisa pasrah. Walaupun hamba merasa sayang dengan harta itu, namun hamba ingin membaktikan diri kepada Baginda. Duli Paduka, terimalah

Sabilillah Edisi 108 / September 2013 / Thn: 06 Majalah Komunitas

pemberian ini...." Baginda Raja tersenyum. Sambil menepuk kedua tangannya, ia tampak memanggil pengawal. "Pengawal, buka selubung itu!! Tiba-tiba,terkuaklah selubung di dekat taman. Ternyata, disana ada sebuah bajak yang baru dan kerbau yang gemuk. Kayu-kayu bajak itu tampak kokoh, dengan urat-urat kayu yang mengkilap. Begitupun kerbau, hewan itu begitu gemuk, dengan kedua kaki yang tegap. Sang Petani tampak kebingungan. Baginda mulai berbicara, "Sesungguhnya, aku telah mengenal dirimu sejak lama. Dan aku tahu kau adalah petani yang rajin dan baik. Namun, aku ingin mengujimu dengan hal ini. Ternyata, kau memang benarbenar hamba yang baik. Engkau rela memberikan hartamu yang paling berharga untukku. Maka, terimalah hadiah dariku. Engkau layak menerimanya...." Petani itu pun bersyukur dan ia pun kembali pulang dengan hadiah yang sangat besar, buah kebaikan dan baktinya pada sang Raja. *** Teman, bisa jadi, tak banyak orang yang bisa berlaku seperti petani tadi. Hanya sedikit orang yang mau memberikan harta yang terbaik yang dimilikinya kepada yang lain. Namun, petani tersebut adalah satu dari orang-orang yang sedikit itu. Dan ia, memberikan sedikit pelajaran buat kita. Sesungguhnya, Allah sering

meminta kita memberikan terbaik yang kita punya untuk-Nya. Allah, sering memerintahkan kita untuk mau menyampaikan yang paling berharga, hanya ditujukan pada-Nya. Bukan, bukan karena Allah butuh semua itu, dan juga bukan karena Allah kekurangan. Namun karena sesungguhnya Allah Maha Kaya, dan Allah sedang menguji setiap hamba-Nya. Allah sedang menguji, apakah hamba-Nya adalah bagian dari orang-orang yang beriman dan mau bersyukur. Allah sedang menguji, apakah ada dari hambahamba-Nya yang mau menafkahkan harta di jalan-Nya. Dan Allah, pasti akan memberikan balasan atas upaya itu dengan pemberian yang tak akan kita bayangkan. Imbalan dan pahala yang akan kita terima, sesungguhya akan mampu membuat kita paham, bahwa Allah memang Maha Pemberi Kemuliaan. Dan teman, mari kita berikan yang terbaik yang kita punya kepada-Nya. Marilah kita tujukan waktu, kerja dan usaha kita yang terbaik hanya kepada-Nya. Karena sesungguhnya memang, kita tak akan pernah menyadari balasan apa yang akan kita terima atas semua itu. Allah selalu punya banyak cara-cara rahasia untuk memberikan kemuliaan bagi hamba-Nya. Dan Dia akan selalu memberikan pengganti yang lebih baik untuk semua yang ikhlas kita berikan pada-Nya. Sumber dari milis Daarut Tauhiid


SAHABAT, barangkali surat Al-Kautsar diatas adalah surah yang paling sering kita baca dialam shalat. Meskipun pendek tentu maknanya sangat tinggi, sayang maknanya itu belum kita selami sesering membacanya Pada saat ini, menjelang ied qurban surah tersebut banyak dijadikan rujukan pada tausiyah para ustasdustasd kita. Mungkin ada baiknya pada saat ini kita sempatkan untuk melakukan refleksi diri dalam menyelami dan mempraktekkan pesan dan kesan dari surah tersebut diatas, dengan melakukan “ibadah qurban�. Keutamaan ibadah ini seperti yang disabdakan Rasulullah SAW. : "Sabaik-baik amal bani adam bagi Allah di hari iedul adha adalah menyembelih qurban. Di hari kiamat hewan-hewan qurban tersebut menyertai bani adam dengan tanduk-tanduknya, tulang-tulang dan bulunya, darah hewan tersebut diterima oleh Allah sebelum menetes kebumi dan akan membersihkan mereka yang melakukannya" (H.R. Tirmizi, Ibnu Majah). Sahabat, asal dari qurban ini adalah berlandaskan cinta, cinta Ibrahim kepada Tuhannya, cinta Ismail kepada Tuhannya, cinta Hajar kepada Tuhannya, dan cinta mereka bersama dalam keluarga yang ideal berdasarkan cinta kepada Allah. Mereka ikhlas berkurban karena ingin lebih dekat lagi dengan kekasih-Nya Yang Agung. Bukankah qurban itu sendiri berarti dekat, sehingga makin sering seseorang berkurban

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus. ( QS. Al-Kautsar 1-3 ) maka makin dekatlah ia kepada Allah. Berkurban mencerminkan juga tingkat keimanan seorang hamba kepada Khaliknya, semakin sulit & berat proses yang dilalui dalam merealisasikan qurban yang dilakukannya semakin kuatlah imannya. Sesungguhnya Istri, suami, anak, harta benda, tidak akan selamanya menyertai kita, yang menyertai kita selamanya adalah apa yang telah kita qurban-kan. Sahabat, dalam sejarah peradaban manusia dari saman ke saman, kita memiliki catatan yang menakjubkan terhadap orang-orang yang suka berkurban untuk kepentingan orang banyak, sebutlah Nabi Ibrahim sendiri yang setiap saat disebut-sebut orang setiap menyebut kata qurban, Nabi Muhammad dan para sahabat,

termasuk orang-orang yang cinta dalam berkuban tetap menjadi teladan kita. Dalam sejarah Indonesia kita mengenal Panglima Besar Jenderal Sudirman. Orang-orang non muslim yang banyak disebut-sebut orang adalah seperti Mahatna Gandhi, Bunda Theresia. Semuanya punya catatan emas dalam sejarah dunia. Sementara orang-orang yang lebih suka meng-kurbankan orang lain, juga punya catatan yang masyhur, tetapi dikenal karena kejahatan dan kebegisannya, sebut saja misalnya; Hitler, Moussolini, firaun, Bush, dan seterusnya. Sahabat, tidak halangan bagi kita untuk berkurban selain karena energi negative yang disesakkan oleh setan dan rekan-rekannya, qurban bukan ibadah bagi orang kaya, ia adalah nikmat dari Allah yang diperuntukkan kepada setiap individu yang ingin dekat dan dekat kepada-Nya. Ukuran kemampuan tidak berdasarkan kepada nisab, namun kepada kebutuhan per individu, yaitu apabila seseorang setelah memenuhi kebutuhan sehari-harinya masih memiliki dana lebih dan mencukupi untuk membeli hewan qurban, khususnya di hari raya iedul adha dan tiga hari sesudah iedul adha (hari tasyriq). Rumusan sederhananya adalah apabila jumlah harta yang kita miliki dikurangi senilai harga kambing masih tersisa untuk kebutuhan empat hari, maka seharusnya kita sudah dianggap mampu berkurban. Sahabat, semoga dapat menjadi pembelajaran buat kita

Majalah Komunitas Sabilillah Edisi 108 / September 2013 / Thn: 06

13


Diasuh Oleh:

KH. Mas’ud Ali, M.Ag Ketua Yayasan Sabilillah

Konsultasi Agama Konsultasi Agama Konsultasi Agama

Ibu Menyusui, Qodlo’ Puasa Atau Membayar Fidyah

Pertanyaan:

Assalamualaikum, saya Wati, adalah seorang ibu yang menyusui. Pada bulan Ramadhan kemarin 20 hari terakhir saya tidak berpuasa karena keadaan tidak memungkinkan. Badan saya lemas dan produksi ASI sangat sedikit sedangkan saya harus tetap menyusui bayi saya. Mohon penjelasan dari Yai bagaimana cara membayar fidyah serta ketentuan-ketentuannya dan apakah setelah membayar fidyah saya tidak wajib mengqodlo’ puasa atau tetap wajib mengqodlo’. Mohon penjelasan, terima kasih. Wassalam. Jawaban : Dalam Al Qur’an disyari’atkan bahwa orang yang berhalangan puasa Ramadhan karena sakit maka dia wajib menggantinya

(mengqodlo’nya) di hari yang lain (di luar Ramadhan), sedangkan orang yang berhalangan puasa Ramadhan karena tidak kuat puasa, baik di bulan Ramadhan maupun pada hari yang lain maka dia wajib membayar fidyah.

...Maka barangsiapa diantara kamu sakit atau dalam perjalanan (kemudian tidak berpuasa) maka (wajiblah baginya berpuasa)

sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada harihari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (kemudian tidak berpuasa) membayar fidyah (yaitu) memberi makan seorang miskin... (Al Baqarah 184). Mengacu pada ayat tersebut maka anda wajib mengqodlo” puasa dan tidak perlu membayar fidyah. Hal ini dijelaskan dalam Kitab Al Muhadzab karya Al Imam Abi Ishaq Asy Syaairozi juz I halaman 328,

Dan apabila perempuan yang hamil atau menyusui takut puasa bisa membaha yakan diri mereka lalu mereka tidak berpuasa, maka mereka wajib puasa qodho’ bukan membayar kafarat (fidyah), seperti orang yang sakit.

Hukum Shalat Sunah Tahiyatul Masjid Pada Saat Adzan Dikumandangkan Pertanyaan: Kyai, saya ingin bertanya, apakah boleh kita mengerjakan sholat tahiyatul masjid sedangan saat itu bersamaan dengan muadzin mengumandangkan adzan? Bagaimana hukumnya? Terima kasih, Wassalamualaikum. Jawaban : Kalau yang anda tanyakan bolehkah melaksanakan shalat sunah tahiyatul masjid bersamaan dengan adzan, maka jawabannya boleh saja, tidak ada larangan untuk itu. Kalau anda tanyakan hukumnya maka hukumnya adalah “ khilaful aula “ (menyalahi keutamaan). Banyak hadits Nabi saw. yang memerintahkan untuk mendengarkan adzan dan menjawabnya dengan baik, misalnya hadits yang diriwayatkan dari Maimunah RA :

Bahwasanya Rasulullah saw. berdiri diantara jamaah laki dan wanita, beliau bersabda : “Wahai para wanita, apabila kamu mendengar adzan (ketika itu muadzinnya orang Habsyi) dan iqamahnya maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan (oleh muadzin), maka sungguh kalian

memperoleh pahala setiap huruf sejuta derajat”. Sayidina Umar berkata : “Itu untuk wanita, bagaimana untuk pria?” Maka Rasulullah saw menjawab : “ Dua kali lipat hai Umar”. HR. At Tabrani. Yang afdhol, kalau sedang berlangsung adzan jangan shalat sunah tahiyatul masjid dulu, dengarkan adzan dan jawablah sebagaimana ucapan muadzin dan selesai adzan sunah membaca shalawat Nabi. Kecuali kalau adzan baru dikumandangkan, sementara anda sudah dalam keadaan shalat, maka tidak apa-apa.

Redaksi menerima pertanyaan dari jamaah, donatur, muzaki dan sahabat Sabilillah yang berkaitan dengan permasalahan -permasalahan keagamaan atau ibadah, kesehatan maupun psikologis parenting. Pertanyaan bisa dikirim melalui nomor-nomor SMS centre yang ada, melalui web http://sabilillahmalang.org, akun FB dan email: lazissabilillah@gmail.com atau diserahkan secara langsung ke kantor masjid Sabilillah setiap hari pada jam kerja.

14

Sabilillah Edisi 108 / September 2013 / Thn: 06 Majalah Komunitas


diasuh oleh: Tim Dokter Sabilillah Medical Service

Uluhati Kadang Terasa Sakit Pertanyaan : ASSALAMUALAIKUM… saya Ajeng, umur saya 19 tahun, pekerjaan mahasiswa.. perut saya kembung, nyeri pada ulu hati dan ulu hati keras, setelah di periksa ke dokter ternyata saya menderita maag.. sudah dua minggu saya meminum obat dari dokter, alhamdullilah perut saya tidak kembung lagi, tetapi ulu hati saya kadang – kadang masih terasa sakit dan keras, di tambah lagi buang air besar seperti diere dan berlendir. . . apakah gejala itu wajar bagi penderita maag dok? dan buang air besar berlendir apakah berbahaya atau tidak? Ajeng (Dinoyo)

Jawaban : Sakit maag adalah istilah umum untuk sakit di ulu hati. Dalam istilah medis, sakit maag diistilahkan sebagai dispepsia. Sebagian besar penyebab sakit maag adalah karena meningkatnya keasaman lambung. Asam lambung memiliki pH yang sangat rendah dan bisa mengiritasi permukaan dalam dari lambung. Ketika iritasi itu terjadi, maka timbullah rasa nyeri di lambung, bisa berupa rasa tertusuk-tusuk, bisa pula nyeri tekan. Berikut adalah gejala lain yang sering muncul pada saat sakit maag. 1. Rasa mual pada perut seringkali timbul dan selalu ingin muntah. 2. Ulu hati (Perut bagian atas)

sering terasa nyeri dan pedih serta diselingi dengan nafas sesak dan perut kembung. 3. Kurangnya nafsu makan ketika rasa mual itu datang, wajah menjadi pucat dan sering sendawa karena perut menjadi kembung. 4. Kepala terasa pusing, sulit untuk tidur serta suhu badan naik dan keluar keringat dingin 5. Sering bersendawa 6. Gangguan buang air besar seperti diare. BAB yang terganggu biasanya tidaklah berbahaya karena itu adalah karena gangguan pergerakan usus yang terjadi karena imbas dari lambung. Berikut adalah beberapa saran

untuk mencegah timbulnya sakit maag anda. Makan teratur Hin­dari makanan pedas, berminyak, dan kecut, kopi dan teh Hindari stress Hin­ dari menjadi perokok  pasif. Apalagi perokok aktif. Hin­dari makanan dan minuman yang banyak mengandung gas dan juga yang terlalu banyak serat , antara lain: · Sayur-sayuran tertentu seperti sawi dan kol · Buah-buahan tertentu seperti nangka dan pisang ambon · Makanan berserat tinggi tertentu seperti kedondong dan buah yang dikeringkan Minuman yang mengandung banyak gas (seperti minuman bersoda)

Penyebab Dan Pencegahan Penyakit Asam Urat DALAM dunia kesehatan kita sudah sering mendengar sebuah penyakit yang di namakan penyakit asam urat. Berbicara penyakit Asam Urat, kita banyak mendengar adanya pengertian yang salah kaprah di masyarakat kita, yaitu jika seseorang mengalami ngilu sendi berarti ia terkena sakit asam urat. Pengertian ini perlu diperbaiki sebab tidak semua sakit nyeri sendi atau sendi bengkak disebabkan oleh asam urat. Sebenarnya ada banyak jenis penyakit rematik, untuk memastikannya perlu ada pemeriksaan laboratorium. Asam urat sebenarnya adalah asam dalam bentuk kristal yang merupakan hasil akhir dari proses metabolisme purin. Secara alami, purin diproduksi oleh tubuh kita dan dapat dijumpai pada semua makanan yang berasal dari sel hidup, baik makanan nabati (buah buahan, sayuran, kacang kacangan) mau pun makanan hewani (jeroan, daging, ikan sarden). Jadi asam urat merupakan hasil metabolisme tubuh yang kadarnya tidak boleh terlalu banyak. Mengenal Penyakit Asam Urat. Setiap orang memproduksi

asam urat sendiri dalam tubuhnya, karena ini adalah hasil metabolisme yang normal. Jika kemudian asam urat menjadi sebuah penyakit, pemicunya adalah makanan dan juga senyawa lain yang mengandung kadar purin tinggi. Tubuh menyediakan 85 % senyawa purin untuk kebutuhan harian, sehingga sebenarnya kebutuhan purin dari makanan hanya diperlukan sekitar 15 %. Jika seseorang terlalu sering mengkonsumsi makanan, khususnya produk hewani yang kadar purin-nya sangat tinggi, maka ia memiliki kecenderungan sakit asam urat akibat kadar purin dalam tubuhnya meningkat

melewati ambang batas normal. Salah satu makanan yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh adalah jeroan. Konsumsi jeroan mengakibatkan kerja enzim hipoksantin yang mengolah purin menjadi lebih berat, akibatnya sisa asam urat di dalam darah meningkat dan kemudian mengumpul di sekitar sendi dan menimbulkan rasa sakit. Penyebab Penyakit Asam Urat. Asam urat tergolong penyakit gout primer dan sekunder. Penyakit gout primer biasanya tidak diketahui penyebabnya dengan pasti namun diduga berkaitan den-

gan faktor genetik dan hormonal yang menyebabkan gangguan metabolisme sehingga meningkatkan produksi asam urat dalam tubuh; atau dapat juga disebabkan oleh kurangnya pengeluaran asam urat dari dalam tubuh. Sementara penyakit gout sekunder disebabkan antara lain olehnya naiknya produksi asam urat karena konsumsi makanan berkadar purin tinggi yang berlebihan. Meningkatnya produksi asam urat  juga dapat diakibatkan oleh penyakit darah seperti polisitemia, penyakit sumsum tulang, dll atau karena konsumsi obat atau suplemen tertentu seperti obat-obat kanker, vitamin B12 dan alkohol. Penyebab lainnya adalah obesitas, penyakit kulit seperti psoriasis serta kadar trigliserida yang tinggi. Penderita diabetes juga sering menderita asam urat di saat yang sama, hal ini disebabkan oleh tingginya kadar hasil buangan metabolisme lemak yang kemudian menyebabkan kadar asam urat dalam tubuh juga ikut meninggi. Kadar asam urat normal pada perempuan 2,6 – 6 mg/dl sedangkan pada pria sekitar 3,5 – 7 mg/dl. (bersambung)

Majalah Komunitas Sabilillah Edisi 108 / September 2013 / Thn: 06

15


Sumur Artesis Sabilillah Siap Menyembur SEJAK dua bulan yang lalu, ada suara dan pemandangan berbeda di halaman Masjid Sabilillah. Terletak persis di bawah menara masjid sebelah utara, tiang pancang setinggi 6 meter tampak terpasang berderet menjulang. Di antara itu terdapat pula beberapa mesin diesel besar yang juga menyala bergantian. Ya, saat ini Masjid Sabilillah telah memulai program pengeboran sumur artesis. Sumur ini akan bermanfaat banyak bagi jama’ah serta masyarakat Kota Malang. ’’Seperti yang telah diketahui bersama, sumur artesis yang dimiliki oleh masjid di Kota Malang, saat ini hanya ada di Masjid Jami’ Kota Malang dan memang terbukti banyak sekali manfaat dan antusias warga masyarakat Malang raya terhadap sumur ini,” kata Ustad Akhmad Farkhan, sekretaris Takmir Masjid Sabilillah. Seperti rencana awal, pengeboran yang menghabiskan dana sekitar Rp 175 juta ini akan selesai dalam kurun waktu 3-4 bulan. ’’Biasanya pengeboran paling lama memakan waktu 4 bulan dengan kedalaman 250 sampai 300 meter, namun bisa jadi pada kedalaman 190 atau 200 meter saja sudah muncul sumber mata airnya dengan perkiraan waktu pengeboran hanya sampai 2 setengah bulan saja,” lanjut Farkhan.

16

Sabilillah Edisi 108 / September 2013 / Thn: 06 Majalah Komunitas

Dukungan jama’ah sangat tinggi terhadap program ini. Terbukti ketika awal-awal pengeboran, takmir Masjid Sabilillah berinisiatif untuk menggalang dana pengeboran sumur artesis lewat pengumuman setiap sholat Jum’at, bahwa masjid Sabilillah memberikan kesempatan kepada semua jama’ah yang ingin mendukung adanya program pengeboran sumur ini bisa menitipkan shodaqah jariyahnya lewat Takmir Masjid Sabilillah. Lebih lanjut Farkhan menyampaikan; ’’Bahwa memang tidak sedikit dana yang dibutuhkan. Namun, ketika banyak jama’ah yang turut serta berpartisipasi lewat shodaqah jariyah sumur, maka manfaat dari sumur artesis ini pun Insya Allah juga akan semakin luas.” Saat ini, 3 bulan sudah perjalanan proses pengeboran sumur artesis. ’’Alhamdulillah, hasil pengeboran sudah bisa diketahui, jika diukur bisa mencapai debit 5 liter per detik. Yang mana nantinya, setelah mendapatkan olah hasil lab mengenai kejernihan, kebersihan dan masuk standard air sehat siap minum maka akan dikemas dan dipasarkan. Sehingga produktifitasnya bisa kembali mengalir kepada masjid dan jama’ah yang membutuhkan,’’ tambah Farkhan. (MAD)


Bakti Sosial di Malang Selatan SEPERTI yang sudah pernah dilakukan oleh LAZIS Sabilillah bekerja sama dengan salah satu unit kegiatan mahasiswa perguruan tinggi di Kota Malang. Menjelang awal bulan ramadhan kemarin, LAZIS Sabilillah kembali melaksanakan gelaran bakti sosial selama bulan ramadhan. Bertempat di wilayah Kabupaten Malang, tepatnya di Desa Hargokuncaran, Kecamatan Sumber Manjing Wetan. Program yang terlaksana selama dalam bulan ramadhan tersebut bekerjasama dengan Mahasiswa KKN kelompok 23 Universitas Muhammadiyah Malang. Acara yang dimotori oleh anak-anak muda tersebut berjalan semarak, dimulai dari dilak sanakannya pemberian bantuan untuk prasarana tempat-tempat ibadah (musholla dan langgar) diwilayah desa Hargokuncaran hingga melakukan bersih-bersih rumah warga yang terdampak banjir di wilayah pesisir Bajul Mati yang juga masih masuk wilayah Kabupaten Malang. Sejak beberapa minggu terakhir dibulan Juni curah hujan memang cukup tinggi terlebih lagi diwilayah Malang Selatan. Yang mana dulu masih sering terjadi tanah longsor. Ada beberapa rumah warga yang menjadi target bakti social yang khususnya terendam air dan Lumpur. Tim pembersihan melakukan kegiatan sejak pukul 08.00 wib pagi, hingga menjelang ashar. Dengan tim yang dibagi menjadi 2 kelompok mahasiswa yang berjumlah sekitar 20’an orang ini bergerak. Selama kegiatan bakti social tim juga

Tim 23, melakukan pembersihan dirumah salah satu warga terdampak banjir

melakukan berbagai banyak hal, diantaranya memberikan bimbingan baca Al Qur’an, membuka perpustakaan dengan buku-buku layak pakai dan melaksanakan pengobatan gratis bagi seluruh warga desa Hargokuncaran. “Alhamdulillah, kami dapat melaksanakan kegiatan social diwilayah Kecamatan Sumber Manjing Wetan secara runtut dan menyeluruh.

Memang harapan awalnya adalah pengenalan kehidupan social pada masyarakat diwilayah sekitar basis KKN namun, akhirnya menjadi lebih kearah membawa manfaat baik semua lapisan masyarakat dibeberapa wilayah” ujar salah seorang anggota tim 23. Seperti pada hari berikutnya, pengobatan gratis yang sedianya disiapkan untuk warga Desa Harjokuncaran menjadi semakin ramai hingga antrian pasien berderet didepan Puskesmas Hargokuncaran, yang memang ternyata tidak hanya warga desa Hagokuncaran saja yang berobat namun juga beberapa warga masyarakat dari desa-desa tetangga. Hingga menjelang sore hari setidaknya sudah 500’an pasiean yang mendapatkan perawatan serta pengobatan gratis. “Acara ini selain kami melibatkan seluruh kelompok 23 kami juga mendapatkan bantuak serta dukungan dari tim kesehatan puskesmas Hargokuncaran, hingga pelaksanaan pengobatan dapat terlasana dengan sukses dan lancer” tutur Faiza, salah satu panitia pengobatan gratis. “Selain itu, kami juga merasa bangga karena mendapatkan kesempatan untuk dipercaya sebagai perpanjangan tangan oleh LAZIS Sabilillah, yang mana mengemban amanah untuk dapat menyalurkan berbagai program dan bantuan melalui kegiatan – kegiatan bakti social ini, terima kasih kami juga kami sampaikan kepada seluruh donator serta muzaki LAZIS Sabilillah yang selalu setia dan mempercayakan ZISnya guna kegiatankegiatan social seperti ini.” (Red*)

Majalah Komunitas Sabilillah Edisi 108 / September 2013 / Thn: 06

17


SUMBER PENERIMAAN DANA LEMBAGA AMIL ZAKAT, INFAQ & SHADAQAH SABILILLAH PERIODE AGUSTUS 2013 SUMBER PENERIMAAN Donatur Warko Rekening Bank Kotak Amal fakir Miskin Masjid Kotak Amal Yatim MQS Penitipan Anak Penerimaan Lain-lain

221,025,728 172,073,500 3,334,300 25,760,357 1,955,000 11,475,000 1,900,000 4,000,000 527,571

REKAPITULASI PEMANFAATAN DANA LEMBAGA AMIL ZAKAT, INFAQ & SHADAQAH SABILILLAH PERIODE BULAN AGUSTUS 2013 PENGELUARAN 109,554,541 Program Peduli Pendidikan Beasiswa Duafa’ 3,000,000 Bantuan Pras. Sekolah Dhuafa’ 550,000 Beasiswa Yatim 4,200,000 Bantuan Prasarana Sekolah Yatim 550,000 Perpustakaan 300,000 Program Pengajian & Pembinaan SDM Pembinaan guru TPQ 900,000 Baca Al-Qur’an Dewasa 4,080,000 Pengajian lewat Radio 2,000,000 Pendidikan dan Pelatihan 70,500 Program Bantuan Prasarana Tempat Ibadah Operasional Musolla Binaan 500,000 Bantuan Program Masjid Sabilillah 1,000,000 Publikasi dan Sosialisasi Publikasi & Sosialisasi 685,000 Buletin Dakwah 7,800,000 Program Kesehatan dan Gizi Nutrisi Kajian Keluarga 1,900,000 Program Santunan Insentif Guru TPQ 3,025,000 Fakir miskin 12,100,000

Lansia 5,350,000 Sosial 5,000,000 Santunan Gharim 500,000 Fisabilillah 7,140,000 Ibnu Sabil 300,000 Insidentil Yatim 5,250,000 Operasional Transportasi 615,000 Operasional Vee 70,000 Biaya Perawatan Aset Tetap 110,000 Konsumsi 400,000 Jamsostek 1,108,500 Internet 165,000 Amilin 6,025,000 Volunteer 1,710,000 Biaya operasional lain-lain 438,000 THR 400,000 Biaya Lain-lain 360,941 Bayar Hutang infaq jangka pendek 20,000,000 Pembelian Aset Tetap 2,250,000 Investasi ke Penitipan Anak 3,701,600 Program Bedah Rumah Yatim 6,000,000

DONATUR LAZIS SABILILLAH BULAN AGUSTUS 2013 No. Nama 1 Endang Retnowati 2 Herman 3 Arif W 4 Asyik Musyaffa’ 5 Ayu Aisya 6 Dedi 7 Erry 8 Eva 9 Fajar Suryono 10 Hasto 11 M. Taufiq Rahman 12 Nanto 13 Nur Dewi Lestari 14 Prawato 15 Roby 16 Roely 17 Rudy Haryono 18 Sabihudin 19 Sarossa Hari Utama 20 Sopa Ike Paci 21 Sri Puji Utami 22 Tatuk H 23 Yanto purnomo 24 Yudi Siswoyo 25 Adib 26 Ahmad Agus Rifai 27 Arif Gunawan 28 Budiharjo 29 Chusnul Rodiyah 30 Elok 31 M. Saleh 32 M. Takiuddin 33 M. Yudo Asmoro 34 Mulyakin 35 Nur Isnahwijianingsih 36 Remigius K.H. 37 Sekar Ayu Kinasih 38 Widhi Handoko 39 Yosman 40 dr. Agoes Budijono

Rp 5,000 5,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 20,000 20,000 20,000 20,000 20,000 20,000 20,000 20,000 20,000 20,000 20,000 20,000 20,000 20,000 20,000 25,000

41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81

Soenarto Abas Agus Himan Akmal Anang Djumala Andi Marla Anita Ayu Ali Bayu Yanuar Arianto Ir. Syamsul Isdian Mafazah Shodiq efendi Sofian Arief Sri Endah Siti Rusmiyati Abdul Azis Said Cipta Ramadhani Danis Susilawan Debi Hariawan Yulian T. Doni Dwi Trihartiningrum Exsan Setiawan Fauzan Joezza Julian ari wibowo Kilmi Ilman M. Ibrahim Soeharsono Subandiro Suwarno Syawalludin Tony Prasetyo Zamhuri Adi Pranoto Brian Diana Dwi Suryanto Eko Ujang KD. Fitri Hari Aprianto Harianto

25,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 35,000 40,000 40,000 40,000 40,000 40,000 40,000 40,000 40,000 40,000 40,000 40,000 40,000 40,000 40,000 40,000 40,000 40,000 40,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000

82 Haza Ibnu Rasyad 50,000 83 Hj. Dewi ZN. 50,000 84 Hj. Nur Hasanah 50,000 85 Lulu’atul Munawarah 50,000 86 M. Sofyan 50,000 87 Mia Andirawati 50,000 88 Mien 50,000 89 Riana 50,000 90 Soewardi, BA 50,000 91 Sri Mastuti 50,000 92 Syaifuddin 50,000 93 Tantri 50,000 94 Tarlan Santoso (Alm) 50,000 95 Taufik Hidayah 50,000 96 Tomy Marwanto 50,000 97 Wahyu Bendo 50,000 98 Yanuar Rahman 50,000 99 Yur Usman 50,000 100 Zainul Arifin 50,000 101 Ate Rushendi 60,000 102 Didik Supardi,Ir 60,000 103 Ferry 60,000 104 Hendrawan Cahyono 60,000 105 Ismed 60,000 106 Moch. Soleh 60,000 107 Poundra Windyanto 60,000 108 A. Aditya Aruna A. 70,000 109 Dicki 70,000 110 Listyawati 70,000 111 Taufiq 70,000 112 Triwinarsih 70,000 113 Wishnu H. 70,000 114 Yusri Fajar 70,000 115 Chandra 75,000 116 H. Buwono 75,000 117 Sugeng 75,000 118 Sugianto 75,000 119 Wardoyo 75,000 120 Wawik /Indra 75,000 121 Agung 80,000 122 Bayu Santoso 80,000 123 Budi Rianto 80,000 124 Dwi Jatmiko 80,000 125 Purwanto 80,000 126 Sulaiman 80,000 127 Surwaji 80,000 128 Sudarianto 97,000 129 A. Rizal Amri 100,000 130 Abdul Qodir Al-Jaelani 100,000 131 Agustin Sulistyo 100,000 132 Aldino Andriansyah 100,000 133 Hamba Allah (YMH) 100,000 134 Azmy Khairany 100,000 135 Basuki Rahmat 100,000 136 Cyntia Putri (TF) 100,000 137 dimas angga 100,000 138 Dwi Yudo 100,000 139 Feris 100,000 140 Galuh 100,000 141 H. Misbahul Anam 100,000 142 Hamba Allah (SWDD) 100,000 143 Ikromi Mudhar 100,000 144 Iriani Indah (TF) 100,000 145 Khusnul 100,000 146 Lembah Adriani 100,000 147 Listia Amalia 100,000 148 Lukman 100,000 149 M. Fahmi Iskandar 100,000 150 M. Novi Kurniawan 100,000 151 Mardiana 100,000 152 N. Nusi 100,000 153 Nadya Nafis K 100,000 154 Panji Sapto Hadi 100,000 155 Pradipta Chandra Wibawa 100,000 156 Prof. Edi Widjajanto 100,000 157 Ratriana 100,000 158 Riswanda Adillah Albana 100,000 159 Roali Mustofa 100,000 160 Roudlotul Silvia Ridwan 100,000 161 Rusgi 100,000 162 Suhartini,HJ 100,000 163 Sunarmi 100,000 164 Thoha 100,000 165 Titik Puji Lestari (TF) 100,000 166 Tony Dharmawan 100,000

167 Untung Sutriadi 168 Usman 169 Uswatun (Ibu) 170 Vira 171 Winarti 172 wiwiet Agus 173 Hamba Allah (WLN) 174 Yoga Adinata 175 Zuraidah (TF) 176 Eka januar Firdaus 177 Fery Kurniawan 178 M. Yogi Krismanto 179 Rudy H. Suwondo 180 Bambang Suharto 181 Inawan Pamungkas 182 Ikha F. Himmah 183 A. Yani Ibrahim 184 Bhineka Santono 185 Falizul Rizal 186 Tri Agustin 187 Hari 188 Aditya Pratama 189 Alfa Rizky 190 Alm. Ibu Sriami 191 Bp. Muchlis 192 Diah Hertanti 193 Dwijo (Hj) 194 Hamba Allah (NYMK) 195 Lilis Sulistiati 196 Mudjiono - Dwi PA 197 Nurul Yuidiana 198 Rahmat Taufiq 199 Ridwan Rahmat (Ny) 200 Sri Purnamawati 201 Suroto 202 Syaifudin Anwar 203 Herani Kurnianawati 204 Siti Elik 205 Jati 206 Lina 207 Soewito 208 Ansori 209 Arif winardi 210 Badar 211 Drs.H.Hariadi 212 Dwiyan Zakariya 213 H. Awwaluddin 214 Hari Rusmantoro 215 Hj. Setia Suswati 216 HM. Hesni Sulaiman 217 M. Faiq Ubaidillah 218 Mahfud - Endang Rowati 219 Mustakim 220 N. Diva Mahendra 221 Novelia 222 Nyoman Jaya 223 Sudirman 224 Teguh Murdi K. 225 Tri Herawati 226 Unggul 227 Yeny 228 Yusniar Wardhani 229 Hj. Sriwahyuningsih 230 Novi 231 Yani 232 Yuda 233 Arif budianto 234 Widiana 235 Agus Wardana seklrg 236 Eko Yuwono 237 Ellys Indah Fajar 238 Noer Indrawan 239 Ratih Indah A 240 Ali Usman 241 Arif 242 Gatot/Novi 243 Adik Priyoko 244 Agus Sunardjati 245 Carrisa 246 Dinie Wulansari 247 Dwi Harmoko 248 Finyal 249 Marsya 250 Hamba Allah 251 Ivone Saraswati

100,000 100,000 100,000 100,000 100,000 100,000 100,000 100,000 100,000 110,000 110,000 110,000 110,000 120,000 120,000 125,000 140,000 140,000 140,000 140,000 145,000 150,000 150,000 150,000 150,000 150,000 150,000 150,000 150,000 150,000 150,000 150,000 150,000 150,000 150,000 158,357 160,000 160,000 170,000 170,000 175,000 200,000 200,000 200,000 200,000 200,000 200,000 200,000 200,000 200,000 200,000 200,000 200,000 200,000 200,000 200,000 200,000 200,000 200,000 200,000 200,000 200,000 207,000 220,000 220,000 220,000 240,000 240,000 250,000 250,000 250,000 250,000 250,000 290,000 290,000 295,000 300,000 300,000 300,000 300,000 300,000 300,000 300,000 300,000 300,000

MOHON MAAF. Dikarenakan keterbatasan tempat maka ada beberapa nama muzaki yang tidak tercantum. Laporan detail bisa dilihat pada laman website kami. Terima kasih.


DOA MOHON UNTUK TIDAK DIBEBANI MELEBIHI KEMAMPUAN

“Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir.”

Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)". (Al Imran: 26-27)

Pelindung: Dewan Pembina Yayasan Sabilillah, Ketua III Yayasan Sabilillah, Dewan Penasehat: Drs. H. Mas’ud Ali, M.Ag, Prof. DR. H. Ibrahim Bafadlal, Komisi Fatwa: KH. Drs. Abdul Madjid Ridwan, KH. Drs. Marzuki Mustamar, Lc, H. Anas Basori, Ketua LAZIS: Choirul Anwar, SAg. MSi, Wakil Ketua: Yuanda Kusuma, Lc, Manager Oprasional: Ust. Sulaiman AP, ST, Pengawas: Dra. Hj. Siti Munfaqiroh, MSi, Hj. Enggar Nursasi, SE, MM, Sekretaris: Mochammad Sholeh, AP, Bendahara Umum: H. Mulyono Hartono, Bendahara Harian: Mafazah, SE.Ak, Networking dan Kerjasama: H. Sutrisno, H. Rahmat Hidayat, Heru Patikno, ST, Fundrising: HM. Tukiran S., Nurul Wihandayani, Dra. Hj. Azizah, Manager Pendistribusian dan Pendayagunaan: Marketing Komunikasi: Yosman A. Ssos, Andy Daeng, Rizky Noorhamidinah Ssos, Faiz DZ Roini, Abdullah.


Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah edisi : September 2013  
Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you