Issuu on Google+


Sekapur Sirih

Bersosial Total SESAAT sebelum tulisan ini terbit tim LAZIS Sabilillah berkunjung ke rumah keluarga binaan di kawasan Jl. Kemirahan Kota Malang. Seperti halnya keluarga binaan lainnya, keluarga ini juga cukup memprihatinkan. Terutama kondisi rumahnya. Akhirnya, keluarga binaan dan yatim ini pun mendapat kesempatan rumahnya dibedah oleh LAZIS Sabilillah. Selain melaksanakan bedah rumah, LAZIS Sabilillah juga membuat program hafalan Al Qur’an. Baik untuk binaan, donatur, Sabilillah Society, maupun masyarakat umum. Inilah bentuk totalitas sosial dari tim LAZIS Sabilillah untuk umat. Khusus Majalah Komunitas Sabilillah, kami juga menambah rubrik baru yakni Kotak Amal (renungan dan motivasi) untuk makin menambah variasi rubrik di majalah tercinta ini. Akhirnya, dengan iringan bacaan basmalah, semoga sajian kami bermanfaat bagi pembaca budiman. Amien ya rabbal ‘alamiin. (*)

Syi’ar

Membangkitkan Motivasi Menghafal Al-Quran ................................................... 4

Kolom Utama

Ada Hafalan Al Qur’an, Ada Sabilillah Card

Ekonomi Islam

Beberapa Prinsip Penting dalam Usaha

Minuril Islam

Syarat Diterimanya Doa

Program Amanah

....................................................... 6

.................................................................................... 7

’’Shobat’’ Sabilillah yang Kian Diminati

Sabilillah News

........................................................ 5

............................................................. 8

......................................................... 9 Doa & Potret Kegiatan .............................................................................. 10-11 Renungan Ingin Jadi Minyak Wangi atau Minyak Goreng? ............................................... 12 Kisah Teladan Sahabat Nabi Penghafal Al Qur’an .................................................................. 13 Konsultasi Konsultasi Agama, Konsultasi Kesehatan, Konsultasi Parenting ............... 14-15 Ulasan Lembaga Pakai Program Paket, Dibimbing Hafidz Profesional ........................................... 16 Profil Santunan Terima Kasih Saya Bisa Pulang ........................................................................ 17 Laporan Keuangan Periode Bulan Januari 2013 ............................................................................. 18 Setelah Toilet & Mihrab, lalu Pengecatan

PENASEHAT

: Prof Dr KH M Tholchah Hasan, KH Mas’ud Ali, MAg

PENANGGUNG JAWAB : Prof. Dr. M. Mas’ud Said, MM PIMRED & REDPEL

: Khoirul Anwar, Mochammad Sholeh

Sidang Redaksi

: Agus Syamsuddin, Anas Basori, Sulaiman

Distribusi & Iklan

: Heru Pratikno, Yosman Ardiansyah, Mafaza

Kasunyatan Sawang Sinawang -------

Oleh Khoirul Anwar

-------

’’Pak, bagaimana mengatasi permasalahan keluarga yang de­mikian pelik. Belum tuntas masalah ekonomi, anak-anak gak mau menurut pada orang tua. Apa itu berarti Allah tidak adil pada saya Pak,’’ tanya salah satu jamaah Masjid Sabilillah suatu ketika. Saya tidak lekas menjawab pertanyaan itu. Di pikiran saya langsung terbayang pertanyaan-pertanyaan serupa dari rekan, relasi, dan sahabat-sahabat lain. Pertanyaan yang sebenarnya sudah umum dan namun pemecahannya agak rumit. Selain karena menyangkut rasa, juga persoalan mindset. Karena tak langsung menjawab, saya pun balik bertanya pada jamaah. ’’Apa masalah seperti pertanyaan ibu tadi juga ibu-ibu rasakan?’’ Ibu-ibu pun menjawab koor; ’’Samaaa.’’ *** Persoalan hidup jika dirasakan memang tak akan per­ nah habis. Setiap saat ada masalah. Seperti halnya rejeki bagi orang yang bertaqwa. Datangnya juga ti­d ak disangka-sangka. Pun begitu dengan masalah. Contohnya. Siapa yang menyangka kalau salah satu artis Raffi Achmad yang menurut pandangan mata kita bergelimang kemewahan, yang jika kita pandang dari jauh juga sangat nikmat hidupnya, tapi tak disangka-sangka ternyata mengalami kesusahan batin hingga ia terjerat narkoba. Terlepas dari persoalan pelik dan mbulet di belakang masalah yang menjeratnya, yang pasti, keindahan dan kebahagiaan yang sebelumnya bisa kita pandang jelas pada sosok Raffi, tiba-tiba lenyap. Begitulah cara orang memandang. Selalu enak ketika dilihat. Sawang sinawang. Sementara belum tentu keindahan lewat mata orang itu kasunyatan-nya benar-benar indah. Maka daging yang menurut kita enak dan nikmat, tapi bisa tidak enak dan tidak nikmat setelah sudut pandang ketidakenakan itu ditemukan. Itu juga terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang setiap saat muncul problem. Kehidupan bukanlah jalan yang lurus dan mudah dilalui, di mana kita bisa bepergian bebas tanpa halangan. Kehidupan seringkali berupa jalan-jalan sempit yang menyesatkan, di mana kita harus mencari jalan, tersesat, dan kadang kala bingung. Ibaratnya, sering rasanya kita sampai pada jalan tak berujung. Lantas kita mengeluh dan mengumpat. Bahkan kadang berani mengumpat; Allah tidak adil! Berhentikah di situ? Bagaimana mengatasinya? Kuncinya satu; yakin bahwa Allah punya rencana sendiri bagi kita. Jika kita punya keyakinan pada Sang Maha Pemilik Kehidupan, pintu pasti akan dibukakan. Mungkin bukan pintu yang selalu kita inginkan, namun pintu yang akhirnya akan terbukti, terbaik untuk kita! Kedua jangan takut dan merasa sulit dengan masalah. Dalam sebuah riwayat disebutkan, ketika Khalafaur Rasyidin Ali bin Abi Thalib memimpin perang dan pasukannya ter­ jepit, beliau langsung naik ke atas batu tertinggi. Dia berkata; ’’Bukanlah kesulitan yang membuat kita takut, tapi ketakutan yang membuat kita sulit. Karena itu jangan pernah coba untuk menyerah, dan jangan pernah menyerah untuk mencoba. Lalu, jangan katakan pada Allah aku punya masalah, tetapi katakan pada masalah, aku punya Allah Yang Maha Segalanya.” Inilah keyakinan. Ia power dalam menghadapi segala persoalan. Sehingga seberat apapun persoalan yang menimpa kita, persoalan itu akan selalu bisa terlewati. Fainna ma’al ‘usri yusron, inna ma’al ‘usri yusron. Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. (*) Bagaimana mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan? (Baca edisi yang akan datang) * Ketua Lazis Sabilillah


Syi’ar

Membangkitkan Motivasi Menghafal Al-Quran ًِ‫ وَف‬:ِ‫وٌََُْبَ ِغىْ أٌَْ ٌَ ْبدَأ يٍِْ دُزُوْسِهِ عَهَى انًَشَاٌِخ‬ ‫ل‬ ُ ‫ وَأ َو‬:ُ‫انحِفْظِ وَانّتِكْسَازِ وَانًُطَانَعَتِ بِا ْنأَ َهىِ فَانْأ َهى‬ ِ‫ فَهُىَ أَ َهىُ انعُهُ ْىو‬Oleh: ِ‫ٌِ انْعَصٌِْص‬Syafaat ‫يَا ٌَبْ َّت ِداُ بِهِ حِفْظُ انْقُسْآ‬ ًٍَِْ‫حدٌِْثَ وَانفِ ْقهَ إالَ ن‬ َ ‫وَكَاٌَ انّسََهفُ الَ ٌَعْهًَُىٌَْ ا ْن‬ Artikel yang berjudul: Asrar al-Ilaj bi istima’ ila ٌَ‫ظ انْ ُقسْآ‬ َ ِ‫حَف‬ al-Quran dalam situs pribadinya: www.kaheel7.

BELAJAR dan menghafal al-Quran selama ini identik dengan aktivitas para santri yang sedang bergelut dengan pelajaran ilmu-ilmu keislaman di pondok pesantren. Sementara para pelajar dan mahasiswa lebih sering dikaitkan dengan aktifitas belajar ilmu-ilmu umum com, sebagai berikut: dan teknologi modern. Mungkin terbilang langka ‫ع‬ َ ‫وًٌَُْكِ ُ ًُِْ أٌْ ُأخْبِ َسكَ عَصٌِْ ِصيْ انقَا ِزاُ أٌَ ا ْناِسّْتًَِا‬ mahasiswa atau siswa hafal al-Quran ataupun ‫ة‬ ِ َ‫إنىَ انْقُسْآٌِ بِشَ ْكمٍ يُّسّْتًَِسٍ ٌُ َؤ ِديْ إنىَ شٌَِادَةِ ُقدْز‬ dosen dan orang tua siswa hafal al-Quran. Padahal kalau mau berkaca pada sejarah ‫م‬ َ ْ‫ فَقَب‬،ًَ‫حدَثَ يَ ِع‬ َ ‫ وَ َهرَا يَا‬،ِ‫ا ْنئَِّْسَاٌِ عَهَى ا ْنئِ ْبدَاع‬ ilmuan-ilmuan muslim yang fenomenal dalam ٍ‫حِفْظِ انْقُسْآٌِ أَذْكُسُ أ َ ًُِْ كُُْتُ الَ أُجِ ٍْدُ كِّتَابَتَ جُ ًْهَت‬ bidang filsafat dan sains pada abad perten‫ث‬ ٍ ْ‫ بًٍَََُْا اٌََ أقُ ْىوُ بِكِّتَابَتِ بَح‬،ٍ‫بِشَ ْكمٍ صَحٍِْح‬ gahan Islam, kita pasti akan mendapatkan ْ‫ٍ فَقَط‬ ِ ٍَْ‫اللَ ٌَ ْىوٍ أَوْ ٌَىْي‬ َ‫خ‬ ِ ًًٍِ ْ‫عِه‬ segudang contoh orang-orang yang mumpuni di bidangnya, dan mereka rata-rata hafal dan Bisa saya informasikan pada para pembaca menguasai al-Quran. Ibnu Rusyd, Ibnu Sina, yang terhormat bahwa mendengarkan ayat al-Ghazali, Ar-Razi  dll, mereka adalah sosok al-Quran secara kontinyu akan menambah ilmuan yang komplit, rumus-rumus fisika, kimia, ====== astronomi dikuasai, tafsir, hadis, fiqh juga dipa- kemampuan berinovasi, sebagaimana yang terjadi pada zzdiri saya. Sebelum hafal al-Quran, hami secara mendalam. saya masih ingat, saya kesulitan menulis satu Apa rahasianya? Ternyata memang saat itu ada tradisi yang kuat bahwa hafal dan faham kalimat dengan baik dan benar, sementara saya mampu menulis karya ilmiah al-Quran itu merupakan “harga mati” (tidak ِ‫شْق‬sekarang ِ‫ فًِ انس‬dalam ‫ض‬ ٍ ْ‫َى بَع‬kurun ‫ّضَ ُكىْ عَه‬waktu ‫ّضمَ بَ ْع‬ َ satu َ‫وَانهَ ُه ف‬sampai dua hanya boleh ditawar) sebelum mereka beranjak untuk hari saja. mempelajari ilmu-ilmu lainnya. Hal ini tercermin  Untuk itu, kehadiran artikel ini dirasa penting dalam tulisan Imam An-Nawawi dalam kitabnya untuk memotivasi ٌٍِِْ‫ًِ اند‬dan ‫قِهْ ُه ف‬mengarahkan َ‫ِس ِد اهللُ بِهِ خَ ٍْسًا ٌُف‬mahaٌُ ٍَْ‫ي‬ “Al-Majmu”: siwa yang belum atau sedang menghafalkan al-Quran agar mereka bergairah untuk mengًِ‫ وَف‬:ِ‫وٌََُْبَ ِغىْ أٌَْ ٌَ ْبدَأ يٍِْ دُزُوْسِهِ عَهَى انًَشَاٌِخ‬ hafal dan harapannya, mereka kelak menjadi ‫ل‬ ُ ‫ وَأ َو‬:ُ‫انحِفْظِ وَانّتِكْسَازِ وَانًُطَانَعَتِ بِا ْنأَ َهىِ فَانْأ َهى‬ generasi Islam yang unggul dan mumpuni, ِ‫يَا ٌَبْ َّت ِداُ بِهِ حِفْظُ انْقُسْآٌِ انْعَصٌِْصِ فَهُىَ أَ َهىُ انعُهُ ْىو‬ sebagai “reinkarnasi” dari Al-Ghazali, Ar-Razi, ًٍَِْ‫حدٌِْثَ وَانفِ ْقهَ إالَ ن‬ َ ‫وَكَاٌَ انّسََهفُ الَ ٌَعْهًَُىٌَْ ا ْن‬ Ibnu Miskawaih dll. Salah satu tahapan utama ٌَ‫ظ انْ ُقسْآ‬ َ ِ‫حَف‬ dan pertama adalah menjadikan para maha“ Hal Pertama ( yang harus diperhatikan oleh siswa muslim mau menghafal dan memahami seorang penuntut ilmu ) adalah menghafal Al al-Quran.    Berikut ini motivasi dan alasan-alasan Quran, ilmu ‫ع‬ َ ‫اِسّْتًَِا‬karena ‫ِزاُ أٌَ ا ْن‬ia‫انقَا‬adalah ْ‫عَصٌِْ ِصي‬ َ‫ َسك‬yang ِ‫ٌْ ُأخْب‬terpenting, ‫وًٌَُْكِ ُ ًُِْ أ‬ ringan, realistis, praktis, tentang mengapa albahkan ‫َادَةِ ُقدْزَ ِة‬para ٌِ‫ىَ ش‬ulama ‫ٌُ َؤ ِديْ إن‬salaf ٍ‫ّسّْتًَِس‬tidak ُ‫شَ ْكمٍ ي‬akan ِ‫سْآٌِ ب‬mengaُ‫إنىَ انْق‬ Quran itu penting untuk dihafal oleh mahasiswa. jarkan hadis dan fiqh kecuali bagi siapa yang

ًِ‫ وَف‬:ِ‫ُْبَ ِغىْ أٌَْ ٌَ ْبدَأ يٍِْ دُزُوْسِهِ عَهَى انًَشَاٌِخ‬ ‫ل‬ ُ ‫ وَأ َو‬:ُ‫حِفْظِ وَانّتِكْسَازِ وَانًُطَانَعَتِ بِا ْنأَ َهىِ فَانْأ َهى‬ ْkata ُ‫ىُ انعُه‬lain, ‫“هُىَ أَ َه‬hari َ‫صٌِْصِ ف‬ini” َ‫ٌِ انْع‬bagi ‫انْقُسْآ‬seorang ُ‫ٌَبْ َّت ِداُ بِهِ حِفْظ‬ Denganِ‫ىو‬ ٍ ْ ً َ ِ ‫ن‬ ‫ال‬ َ ‫إ‬ ‫ه‬ َ ‫ق‬ ْ ِ ‫ف‬ ‫َان‬ ‫و‬ ‫ث‬ َ ْ ٌ ِ ‫د‬ ‫ح‬ َ ‫ن‬ ْ ‫ا‬ ٌ َ ‫ى‬ ْ ً ُ َ ‫ه‬ ْ ‫ع‬ ٌ َ ُ‫كَاٌَ انّسََهف‬ remaja adalah miniatur kesuksesan di َ‫ال‬ masa yang akan datang. Bila “hari ini” dalam diri ٌَ‫ظ انْ ُقسْآ‬ َ

seorang remaja telah tumbuh benih-benih kompetensi, integritas, kepemimpinan, etos kerja tinggi, kemungkinan besar 10 tahun atau ‫ع‬ َ ‫سّْتًَِا‬akan ِ‫ أٌَ ا ْنا‬datang, ُ‫يْ انقَا ِزا‬sudah ‫كَ عَصٌِْ ِص‬menjadi ‫ًْكِ ُ ًُِْ أٌْ ُأخْبِ َس‬ 15 tahun yang ًِ ‫ف‬ ‫و‬ َ :ِ ‫خ‬ ِ ٌ ‫َا‬ ‫ش‬ َ ً ‫ان‬ ‫َى‬ ‫ه‬ َ ‫ع‬ ‫ه‬ ِ ِ ‫س‬ ‫و‬ ْ ‫ز‬ ُ ُ ‫د‬ ٍ ْ ‫ي‬ ِ ‫َأ‬ ‫د‬ ‫ب‬ ْ َ ٌ ٌ َ ‫أ‬ ‫ى‬ ْ ‫ة‬ ِ ‫ز‬ ْ ‫د‬ ‫ق‬ ُ ‫ة‬ ِ ‫د‬ َ ‫َا‬ ٌ ِ ‫ش‬ ‫ى‬ َ ‫إن‬ ‫ي‬ ْ ‫د‬ ِ ‫ؤ‬ َ ٌ ُ ‫س‬ ٍ ِ ً َ ‫ّت‬ ْ ‫ّس‬ ُ ‫ي‬ ٍ‫ىَ انْقُسْآٌِوَبٌَُِْشبَ ْكِغم‬ orang sukses sesuai dengan yang dia kerjakan ‫ل‬ ُ ‫و‬ َ ‫َأ‬ ‫و‬ :ُ ‫ى‬ ‫ه‬ َ ‫ْأ‬ ‫ن‬ ‫َا‬ ‫ف‬ ‫ى‬ ِ ‫ه‬ َ ‫أ‬ َ ‫ن‬ ْ ‫ِا‬ ‫ب‬ ‫ت‬ ِ َ ‫ع‬ ‫ن‬ َ ‫َا‬ ‫ط‬ ً ُ ‫ان‬ ‫و‬ َ ‫ز‬ ِ ‫َا‬ ‫س‬ ْ ‫ك‬ ‫ّت‬ ِ ‫َان‬ ‫و‬ ‫َّْسَاٌِ عَهان‬ sekarang. ‫م‬ َ ْ‫ فَقَب‬،ًَ‫حدَث يَ ِع‬ َ ‫ وَ َهرَا يَا‬،ِ‫َىحِافْْنئِظِْبدَاع‬

‫ت انْالَقُ أُسْآجٌٍِِْدُانْكِعَّتَاصِبٌَْتَصِ فَجُهًُْهَىَتٍ أَ َهىُ انعُهُ ْى ِو‬ ُ‫ًْ كُحُِفْظ‬ ِ‫اَُ ُِبِه‬ ‫ظِ انْقُسْآٌِيَا أَ ٌَذْبْكَُّت ِدسُ أ‬ 2. Bersyukurlah, tidak banyak orang ًٍَِْ‫ث ْقهَ إالَ ن‬ َ‫ٌَ بَانٍَُّْسَهًَافُ اَالٌٌَََعْهَأقًُىْوٌَُ بِا ْنكِّت‬،ٍyang ٍِ‫حَادِبٌَْتِثَبَحْوَانف‬ ‫ْكمٍ صَحِوٍَْكَاح‬ bisa baca al-Quran ٌ َ ‫ْآ‬ ‫س‬ ‫ق‬ ُ ْ ‫ن‬ ‫ا‬ ‫ظ‬ َ ‫ط‬ ْ ‫ق‬ َ ‫ف‬ َ ٍ ِ ْ ٍ َ ‫ي‬ ْ ‫ى‬ ٌ َ ْ ‫و‬ ‫أ‬ َ ٍ ‫و‬ ‫ى‬ ْ ٌَِ‫اللَحَف‬ َ‫خ‬ ِ ًًٍِ Mensyukuri anugerah Allah adalah sebuah keniscayaan manusia sebagai hamba Allah. Allah memberikan anugerah kepada hambanya sesuai ‫ع‬ َ ‫اِسّْتًَِا‬takaran ‫ ِزاُ أٌَ ا ْن‬takdir ‫ ِصيْ انقَا‬yang ٌِْ‫كَ عَص‬dibarengi ‫ًْ أٌْ ُأخْبِ َس‬dengan ُِ ُ ِ‫وًٌَُْك‬ ikhtiar maksimal. Oleh karenanya, kadar ‫======ةِ ُقدْزَ ِة‬ َ‫ىَ انْقُسْآٌِ بِشَ ْكمٍ يُّسّْتًَِسٍ ٌُ َؤ ِديْ إنىَ شٌَِاد‬ka‫إن‬ runia yang Allah berikan kepada hambanya ‫م‬ َ ْ‫ فَقَب‬،ًَ‫حدَثَ يَ ِع‬ َ ‫ يَا‬zz ‫ وَ َهرَا‬،ِ‫ا ْنئَِّْسَاٌِ عَهَى ا ْنئِ ْبدَاع‬ berbeda-beda satu sama lain. Allah berfirman ٍ‫جُ ًْهَت‬An-Nahl:71): َ‫حِفْظِ انْقُسْآٌِ أَذْكُسُ أ َ ًُِْ كُُْتُ الَ أُجِ ٍْدُ كِّتَابَت‬ (QS.

‫ث‬ ٍ ْ‫ بًٍَََُْا اٌََ أقُ ْىوُ بِكِّتَابَ ِت بَح‬،ٍ‫بِشَ ْكمٍ صَحٍِْح‬ ِ ‫َى‬ ٍَْ‫ّضَ أَُكوْى ٌَعَىْهي‬ ٍ‫المَلَبٌََْع ْىو‬ َ ‫ّض‬ ِ َ‫وعِهَْانهًَِ ُهًٍ ف‬ ِ‫ض فًِ انسِشْق‬ ٍْ‫ٍبَعْفَقَط‬ َ‫خ‬

Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezki, ٌِْ‫ًِ اند‬anak, ‫فَقِهْ ُه ف‬kesehatan, ٌُ ‫اهللُ بِهِ خَ ٍْسًا‬ Rizki itu bisa berupa ٍِ harta, ====== ilmu dan persaudaraan. Kalau anda hari ini kemampuan zzmembaca ayat-ayat al-Quran de­ ngan baik, syukuri itu sebagai bagian dari rizki Allah. Tidak banyak orang yang bisa membaca al-Quran, hanya orang pilihanlah yang diberi ِ‫شْق‬kemampuan ِ‫ض فًِ انس‬ ٍ ْ‫ بَع‬itu. ‫ّضمَ بَ ْعّضَ ُكىْ عَهَى‬ َ َ‫وَانهَ ُه ف‬ Nabi bersabda:

ٌٍِِْ‫يٍَْ ٌُ ِس ِد اهللُ بِهِ خَ ٍْسًا ٌُفَقِهْ ُه فًِ اند‬

Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang baik, maka dia memeiliki pemahaman dalam agama ‫م‬ َ ْ‫ فَقَب‬،ًَ‫حدَثَ يَ ِع‬ َ ‫ وَ َهرَا يَا‬،ِ‫ا ْنئَِّْسَاٌِ عَهَى ا ْنئِ ْبدَاع‬ telah hafal Al Quran. “Imam Nawawi, Al Majmu’,( Pengalaman saya (penulis) mengajar mataku1.   Otak, semangat, dan kesempatan Anda liah PAI (pendidikan Agama Islam) di beberapa ‫تَ جُ ًْهَ ٍت‬Dar َ‫ كِّتَاب‬Al ُ‫جِ ٍْد‬Fikri, ُ‫تُ الَ أ‬1996 ُُْ‫أ َ)ًُِْ ك‬Cet. ُ‫ذْكُس‬Pertama, َ‫فْظِ انْقُسْآٌِ أ‬Juz ِ‫ح‬ Beirut, sekarang berada di masa keemasan ‫ث‬ ٍ hal ْ‫ بَح‬:ِ‫ت‬66.  َ‫ بًٍَََُْا اٌََ أقُ ْىوُ بِكِّتَاب‬،ٍ‫بِشَ ْكمٍ صَحٍِْح‬ : I, kampus di kota Malang, rata-rata 80% dari mereka Kalau Anda seorang mahasiswa, pasti usia belum bisa baca al-Quran padahal usia mereka Dan menurut pengamatan penulis, sejumlah ْ‫ٍ فَقَط‬ ِ ٍَْ‫اللَ ٌَ ْىوٍ أَوْ ٌَىْي‬ َ‫خ‬ ِ ًًٍِ ْ‫عِه‬ mahasiswa yang menghafal al-Quran ataupun Anda masih dalam kisaran 18-24 tahun. Usia berkisar 18-20 tahun. Belum lagi kemampuan baca yang telah hafal, memiliki tingkat kecerdasan tersebut masuk dalam kategori usia subur dan al-Quran masyarakat umum non mahasiswa, tentu dan kreatifitas lebih dibanding lainnya. Rek- produktif (golden age) dalam mencari ilmu, lebih banyak lagi. Jika kita tergolong orang yang tor Universitas Islam Negeri Maulana Malik termasuk menghafal. Terkait ini dengan usia ini, bisa baca al-Quran, maka bersyukurlah dengan ====== Ibrahim (Maliki) Malang, Bapak Prof. Dr. Imam Syekh Alwi al-Haddad –dalam bukunya “Sabilul cara yang lebih produktif. Adakalanya dengan Suprayogo, zzdalam acara wisuda 2008 pernah Iddikar” (matan kitab An-Nashaih ad-Diniyyah) memperbanyak bacaan al-Quran, meningkatkan menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun mengatakan: pemahaman kandungannya atau meneruskannya terakhir peraih predikat mahasiswa terbaik seke jenjang tahfidz (menghafalkan). ْ‫َى َغعِا ْل ْشفَترِي‬ َ َ‫َاميْاًنَ عَاماً وَأعْ َج َزهُوَأا ْلعْفَ َجخَاَزهُر افَْلفََالخَافَ ُرخَافَر‬ ِ‫َىنَعِعْشر‬ َ‫ إذَا َبلَ َغ إا ْلذفََات َبل‬Mungkin tidak akan bermanfaat apa-apa, lalu diraih oleh mahasiswa yang hafal al-Quran. َ‫ال فَخَار‬ ِ‫شْق‬Hal ِ‫ًِ انس‬ ‫ضف‬ ٍ sama ْ‫عَهَى بَع‬juga ْ‫ّضَ ُكى‬dibuktikan ‫ّضمَ بَ ْع‬ َ َ‫هَ ُه ف‬oleh ‫ وَان‬keluarga ْ‫تَاَ ِمعِنْشْبَع‬ َ ‫َاليبْ الشَبَابْ فَال سُ ْد ف‬ ‫ذَا َلمْ تَ إسُذَاْد َلمْفيتَ لَسُي ْدَاليفياللَيشَبَا‬apabila ‫إ‬ ْ‫تَدِمهِّنَنْهْ بَعْدِهِّنَه‬ ‫تشْ م‬ َ ‫تَالماَسُ ْد ِع‬ yang kemampuan baca al-Quran yang Bapak Mutammimul Ula. Kesepuluh putra pudimiliki itu tidak diamalkan secara istiqamah. Ketika usia remaja menginjak 20 tahun dan Sebagaimana pisau, ia tidak akan berarti trinya yang sedang menghafal al-Quran itu tidak memiliki kebanggaan, maka tidak akan apa-apa bila tidak digunakan untuk keperluan rata-rata menjadi pelajar dan mahasiswa terbaik ٌٍِِْ‫يٍَْ ٌُ ِس ِد اهللُ بِهِ خَ ٍْسًا ٌُفَقِهْ ُه فًِ اند‬ muncul kebanggaan lagi di sekolah mereka masing-masing. memotong. Allah memberikan ilmu hakikatnya Ketika engkau tidak mampu menguasai bukanlah sebagai tujuan (goal) tapi semata alat Oleh karena itu tidak heran bila ada testimoni yang mengejutkan dari Dr. Abdul Daim masa remaja, maka engkau tidak bisa mengua- (medium) untuk sampai pada tujuan. al-Kaheel dari Kuwait. Beliau menulis dalam sainya setelah itu selama hidupnya.  (Bersambung)

4

Sabilillah Edisi 102 / Februari 2013 / Thn: 06 Majalah Komunitas

‫ٍْ ٌُ ِس ِد‬


Kolom Utama

Ketua Dewan Pembina Yayasan Sabilillah KH. M. Tholchah Hasan pada saat tausiah halal bihalal lalu.

Beradaptasi dengan Perubahan, LAZIS Sabilillah Tak Berhenti Berinovasi

Ada Hafalan Al Qur’an, Ada Sabilillah Card ‘’BUKAN yang paling kuat yang bisa ber­­tahan hidup, bukan pula yang paling pintar. Yang paling bisa bertahan hidup ada­lah mereka yang paling bisa beradap­ tasi dengan perubahan dan selalu melakukan inovasi.’’ Begitulah Charles Darwin memberi pe­­ s­an ilmiahnya pada dunia pengetahuan. Pe­nemu teori evolusi ini pun men­ancapkan teorinya itu ke banyak sisi-sisi kehidupan. Tak hanya di ranah knowledge, tapi juga dalam organisasi dan leadership. Tesis yang dilesakkan Darwin pada du­­­ nia ilmu pengetahuan ini pun kini menjadi knowledge asset yang luar biasa ba­gi dunia akademis. Meski pun pada prin­sipnya, apa yang diutarakan Darwin ini secara implisit telah ada di dalam Al Qur’an. Allah berfirman; ‘’Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum, sebelum kaum itu mengubah diri mereka sendiri.’’(QS Ar Ra’du 11) Ayat inilah yang menjadi landasan LAZIS Sabilillah berinovasi. Baik dalam program, layanan ummat, maupun peng­ga­ langan dana ummat. LAZIS Sabilillah pada 2013 ini melakukan berbagai pengembangan dan inovasi. Inovasi ini pun tak lepas dari nasihat yang selalu disampaikan Ketua Dewan Pem­bina Yayasan Sabilillah Prof Dr KH Tholchah Hasan dalam setiap kesempatan. ‘’Jangan berhenti berinovasi. Itu yang penting,’’ pesan Kyai Tholchah setiap kali memberi nasihat. Maka, pesan itu pun diterjemahkan LAZIS Sabilillah ke dalam berbagai bentuk. Prinsipnya beradaptasi dengan perubahan zaman, sosio kultural, perkembangan teknologi, dan perubahan mindset

masyarakat. Adaptasi yang dilakukan LAZIS Sabilillah pun berbuah inovasi-inovasi. Tidak hanya untuk secara program, tapi juga layanan (services) LAZIS Sabilillah pada donatur dan mustahik. Inovasi lainnya juga melakukan redesain program agar lebih menyasar dan penuh syiar.

Program hafalan di MQS ini ada menggunakan sistem paket. Ada paket suratsurat pilihan, satu juz, 5 juz, dan 10 juz. ‘’Setoran hafalan dilakukan pada hari Sabtu atau Minggu setiap minggunya. Jadi orang bekerja pun bisa melakukan hafalan di MQS ini,’’ ujar Ustad Taufik, pelaksana harian MQS.

Program Hafalan Al Qur’an MQS Masyarakat umum, anggota Sabilillah Community, dan donatur LAZIS Sabilillah bulan ini bisa mengikuti program menghafal Al Qur’an di Sabilillah. Ya, itu setelah Madrasatul Qur’an Sabilillah (MQS) membuka kelas hafalan Al Qur’an (tahfidzul Qur’an). Program ini dibuat untuk memenuhi keinginan masyarakat yang sangat ingin menghafalkan Al Qur’an. Baik itu masyarakat umum yang sehari-hari sebagai karyawan hingga anak-anak yang ingin menghafal Al Qur’an namun tidak bisa tinggal di pondok pesantren. ‘’Keinginan seperti ini banyak dirasakan masyarakat kita. Nah di MQS ini LAZIS Sabilillah memberi solusinya,’’ ujar Direktur MQS KH Anas Bashori Lc. Hal serupa juga disampaikan Dr. Syafaat MAg, pembina hafalan Al Qur’an MQS. Dia mengatakan bahwa saat ini ada sebuah pergeseran pola pikir masyarakat modern yang juga terjadi Malang. Pola pikir itu adalah bagaimana otak kita tak hanya dipenuhi angka-angka dan rumus-rumus pengetahuan, tapi juga diisi dengan Al Qur’an. ‘’Banyak orang yang hafal rumus dan teori-teori, namun dalam hati mereka ingin di pikirannya ada hafalan Al Qur’an. Nah keinginan inilah yang akan diisi oleh MQS,’’ ujar pakar bahasa Arab dan Al Qur’an UM ini.

Sabilillah Card untuk Semua Selain program tahfidzul Qur’an, LAZIS Sabilillah juga mengeluarkan Sabilillah Card bagi donatur dan Sabilillah Community yang saat ini mencapai ribuan orang. Card yang dibuat eksklusif ini tak hanya sebagai penanda donatur, tapi juga bisa bermanfaat langsung bagi pemegangnya. Ya, LAZIS Sabilillah akan bekerja sama dengan berbagai pihak agar pemegang Sabilillah Card mendapat fasilitas khusus di tempat-tempat tertentu. Fasilitas itu bisa berupa diskon atau fasilitas lainnya. ‘’Kami telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak. Prinsipnya, para donatur dan Sabilillah Community bisa mendapat manfaat akherat dan dunia. Ini sebagai bentuk layanan kami pada masyarakat,’’ ujar Ustad Yuanda Kusuma Lc, wakil Ketua LAZIS Sabilillah. Hal serupa juga dikatakan Ustad Sulaiman, manajer operasional LAZIS Sabilillah. Menurutnya, selain mendapat manfaat langsung dari pihak-pihak yang bekerja sama dengan LAZIS Sabilillah, mereka juga bisa dengan gratis ikut programprogram LAZIS Sabilillah. ‘’Pemegang Sabilillah Card bisa ikut langsung program hafalan Al Qur’an di MQS dan program-program lain di LAZIS Sabilillah,’’ tegasnya. (*)

Majalah Komunitas Sabilillah Edisi 102 / Februari 2013 / Thn: 06

5


Ekonomi Islam

OLEH: NOOR SHODIQ ASKANDAR DEKAN FAK. EKONOMI UNISMA

Beberapa Prinsip Penting dalam Usaha

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Ahir-ahir ini saya agak bingung tentang usaha yang saya jalankan. Sepertinya usaha tidak berkembang, akan tetapi juga tidak mengalami kerugian. Padahal saya sudah mengelola usaha ini dengan segala kemampuan yang saya miliki, agar nantinya betul-betul dapat dijadikan penopang hidup keluarga saya, sehingga bisa mencukupi kebutuhan baik untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, maupun untuk pendidikan putra putrid saya. Sebelumnya terima kasih atas penjelasannya. Wassalamu’alaikum wr. wb. Aldi-Malang Pak Aldi yang saya banggakan, dalam mengelola usaha memang dibutuhkan keseriusan, keuletan dan konsistensi agar apa yang kita lakukan bisa memberikan hasil yang optimal. Dengan ini berarti kita dapat total memperhatikan perkembangan usaha yang dijalankan dan tahu apakah usaha ini punya prospek kedepan atau tidak. Jika tidak, tentu kita harus segera mencari alterna-

6

Sabilillah Edisi 102 / Februari 2013 / Thn: 06 Majalah Komunitas

tive usaha lain, akan tetapi jika prospeknya bagus, maka harus terus kita kelola dan kembangkan dengan lebih baik. Usaha tidak boleh dipandang hanya sebagai sampingan saja, karena dengan itu berarti keberlanjutannya akan menjadi kurang terjamin, meskipun sebetulnya mempunyai prospek yang baik dimasa sekarang maupun yang akan datang. Ada beberapa prinsip dalam bisnis yang dapat dijadikan sebagai landasan dalam berusaha, antara lain : Pertama, usaha harus dipandang sebagai entitas ekonomi yang akan hidup terus (going concern). Dengan prinsip ini, seorang pengusaha harus berfikir jauh kedepan dan komprehensif atas usaha yang dijalankan dan tidak berfikir usaha ini akan mati dalam jangka pendek. Usaha yang dikembangkan, bukan hanya untuk proyek tertentu, akan tetapi juga difikirkan keberlanjutannya (sustenabilitas usaha). Kedua, perlunya pemisahan atas kekayaan pribadi dan usaha (bussines entity). Prinsip ini sepertinya gampang, tapi seb-

etulnya agak sulit diterapkan terutama untuk usaha pribadi. Banyak diantara pengusaha yang tanpa terasa tidak membedakan antara kekayaan pribadi dan usaha. Misalnya pada usaha kelontongan pribadi, pengusaha sering kalau butuh uanguntuk keperluan pribadi ambil di toko, begitu juga kalau dapat uang dari hasil panen di sawah juga dimasukkan ke toko. Tentu, dengan ini akan menjadi sulit untuk mengukur keberhasilan atau ketidakberhasilan usaha. Kalau pas lagi panen, kelihatan usaha berkembang karena dipasok modal baru yang banyak. Akan tetapi saat kebutuhan pribadi besar, usaha akan surut karena dananya banyak diambil. Dengan demikian, berkembang atau surut atas usaha tidak bisa diukur, karena ketidakjelasan asset usaha dan pribadi. Ketiga, perlunya ada evaluasi atas usaha dalam jangka waktu tertentu (periodical time). Agar usaha dapat dievaluasi apakah sudah berjalan dengan baik atau belum, berkembang atau tidak, untung apa rudi dan lain seb-

againya, maka diperlukan suatu penggalan waktu yang pasti sebagai batas ukuran antar periode. Batas ukuran tersebut, misalnya dapat dilakukan mingguan, bulanan, tiga bulanan, semester atau bahkan tahunan. Misalnya standar yang ditetapkan adalah bulanan, maka setiap bulan dapat dievaluasi dan dianalisis beberapa hal. Asset meningkat apa tidak, untung apa rugi, kondisi kas lebih baik atau tidak, omset penjualan bertambah, lebih kecil atau stagnan (tetap), dan lain sebagainya. Bapak Aldy yang saya hormati, sebagian prinsip dalam bisnis ini semoga bisa menjadi awal yang baik bagi pengembangan usaha. Melalui keyakinan bahwa usaha akan hidup terus, pemisahan kekayaan pribadi dan usaha serta evaluasi yang baik dan tertib, Allah swt pasti akan memberikan jalan keluar dan hasil yang terbaik. Salah satu yang juga harus kita yakini dalam perjalanan hidup ini adalah Allah swt yang lebih tahu apa yang terbaik bagi mahluqnya. Wallohu a’lam bisshowab (*)


Syarat O l e h :

M. Anas Basori

RASULULLAH shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Maha Malu dan Maha Pemurah. Allah malu jika ada seseorang yang menengadahkan kedua tangan kepada-Nya tapi kemudian menolaknya dengan tangan hampa” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah). Hadits tersebut menggambarkan bahwa Allah senantiasa mengabulkan do’a hamba-Nya yang memohon kepada-Nya. Ada beberapa bentuk pengabulan do’a, yaitu dikabulkan di dunia, ditangguhkan sampai hari kiamat, dan sebagai penangkal kejelekan yang mungkin akan menimpa seorang hamba 1. Akan tetapi, do’a akan dikabulkan hanya jika syaratnya terpenuhi. Syarat-syarat tersebut adalah: Pertama, ikhlas. Ibnu Katsir mengatakan bahwa setiap orang yang beribadah dan berdo’a hendaknya dengan ikhlas serta tidak menyamai orang-orang musyrik dalam tata cara yang mereka lakukan. Kedua, ittiba’ kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, termasuk dalam segala bentuk ibadah. Allah berfirman:

Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(QS. Al Ahzaab 21) Ketiga, yakin bahwa do’anya akan dikabulkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berdo’alah kalian kepada Allah dalam keadaan yakin akan terkabulnya do’a itu” (HR. Tirmidzi). Jika seorang hamba berdo’a kepada Allah sementara ia tidak yakin Allah akan me­ ngabulkan do’anya, maka itu adalah sebuah kesia-siaan. Umar Ibnul Khattab pernah mengatakan, “Aku tidak membebani diriku dengan keinginan untuk terkabulnya do’a. Aku hanya ingin berharap agar tetap bisa berdo’a”. Allah berfirman

“Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu….” (QS. Mukmin: 60).

Minuril Islam

Diterimanya Doa Keempat, kekhusyukan di hadapan Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan do’a dari se­ seorang yang lalai dan tidak serius” (HR. Tirmidzi). Seringkali seseorang berdo’a setelah sholat namun tidak merasakan apa yang diucapkannya. Seorang tabi’in pernah mengatakan, “Sungguh, aku tahu kapan do’aku akan dikabulkan”. Mereka bertanya, “Bagaimana itu bisa?” Ia me­ njawab, ”Jika hatiku telah khusyuk, kemudian badanku juga ikut khusyuk, dan aku pun mengalirkan air mata. Ketika itulah aku mengatakan do’aku ini akan dikabulkan”. Imam Ahmad bin Hanbal berkata, “Tahukah kalian bagaimana seharusnya seorang muslim berdo’a?” Mereka bertanya, “Bagaimanakah itu wahai Imam?” Beliau menjawab, “Tahukah kalian bagaimana seseorang yang berada di tengah ge­ lombang lautan, sementara ia hanya memiliki sebatang kayu, dan ia pun akan tenggelam? Kemudian orang ini berdo’a dengan me­ngatakan, ‘Ya Rabbi, selamatkanlah aku! Ya Rabbi, selamatkanlah aku!’ Maka demikianlah seharusnya seorang muslim berdo’a (kepada Allah)”. Hal ini memperlihatkan bahwa sudah selayaknya seorang hamba yakin bahwa tidak ada lagi yang mampu menyelamatkannya selain Rabbnya sehingga ia akan kembali kepada-Nya dalam keadaan apapun dan berdo’a kepada-Nya karena rasa membutuhkan yang lahir dari kelemahan diri. Allah berfirman

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? amat sedikitlah kamu mengingati(Nya). (Qs. An Naml : 62) Kelima, tidak isti’jal (tergesa-gesa minta cepat terkabulnya do’a). Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan dikabulkan do’a seseorang di antara kalian sepanjang ia tidak tergesa-gesa. Ia berkata, ‘Aku telah berdo’a dan berdo’a, namun aku tidak me-

lihat terkabulnya do’aku’, sehingga ia pun tidak lagi berdo’a” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah). Orang yang tergesa-gesa dalam berdo’a kemudian meninggalkannya karena merasa tak juga dikabulkan do’anya bagaikan orang yang menanami ladangnya dengan menabur benih. Namun ketika benih itu mulai tumbuh, ia mengatakan, “Agaknya benihbenih ini tidak akan tumbuh”, dan kemudian ia meninggalkannya begitu saja. Dalam sebuah atsar disebutkan bahwa Allah bertanya kepada Jibril, “Wahai Jibril, apakah hamba-Ku berdo’a kepada-Ku?” Jibril menjawab, “Ya”. Allah bertanya lagi, “Apakah ia menghiba kepada-Ku dalam meminta?” Jibril menjawab, “Ya”. Maka Allah berfirman, “Wahai Jibril, tangguhkanlah (pengabulan) permintaan hamba-Ku, sebab Aku suka mendengar suaranya”. Keenam, hanya makan yang halal, termasuk di dalamnya adalah menghasilkan harta dari sesuatu yang halal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu baik, dan tidak akan menerima selain yang baik. Allah memerintah orang-orang mukmin seperti apa yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul” (HR. Muslim, Tirmidzi). Dalam firman-Nya, Allah memerintahkan

Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Mu’minuun 51). Ketujuh, tidak berdo’a untuk sesuatu yang berdosa. Dari Abu Said, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seorang muslim berdo’a dan tidak memohon sesuatu yang berdosa atau pemutusan kerabat ke­cuali akan dikabulkan oleh Allah salah satu dari tiga: Akan dikabulkan do’anya, atau ditunda untuk simpanan di akhirat, atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya” (HR. Ahmad 3/18. Imam Al-Mundziri mengatakannya Jayyid (bagus) Targhib 2/478)7. Kedelapan, husnudzon (berbaik sangka) kepada Allah bahwa Dia akan mengabulkan do’a kita. Kalaupun tak dikabulkan, itu karena hikmah yang Allah lebih mengetahuinya. Dalam hadis Qudsi, Allah berfirman (yang artinya), “Aku bergantung prasangka hamba-Ku kepada-Ku” (HR Bukhari). (*) Majalah Komunitas Sabilillah Edisi 102 / Februari 2013 / Thn: 06

7


Program Amanah

Tidak hanya berupa barang layak pakai, rombong PKL juga turut disumbangkan.

’’Shobat’’ Sabilillah yang Kian Diminati BANYAK jalan yang dapat kita tempuh untuk menebar kebahagiaan. Membantu saudara kita yang kurang mampu adalah salah satu di antaranya. Dalam membantu sesama ternyata tidak harus berupa uang, ada potensi lain yang dapat didayagunakan. Misalnya dengan barang bekas, seperti yang sedang digiatkan oleh LAZIS Sabilillah. Melalui program Shobat (Shodaqah Barang bermanfaAT). Setelah munculnya beberapa program penggalangan dana dan shodaqah yang selalu berupa cash money, banyak pertanyaan yang tersampaikan kepada para pengelola dan pengurus LAZIS Sabilillah. Di antaranya, “Bisakah barang-barang yang sudah usang dan tidak terpakai menjadi barang yang bermanfaat kembali dan dapat disumbangkan. Mulai dari donatur rutin, jama’ah umum, hingga ke instansi-instansi maupun perusahaan. Peruntukan bekas bermanfaat ini pun bermacam-macam. Di antaranya adalah diberikan secara langsung kepada keluargakeluarga binaan yang membutuhkan. Atau bisa jadi disampaikan kepada panti-panti asuhan binaan lembaga. Shobat (Shodaqah Barang Bermanfaat) yang dulu diawali hanya dengan menerima barang-barang layak pakai dari para pe­ ngurus dan karyawan saja. Saat ini sudah berkembang menjadi menerima berbagai banyak jenis barang. Dan tidak hanya dari lingkungan pengurus maupun karyawan saja saat sudah berkembang dan menular kepada jama’ah, masyarakat serta donator-donatur khusus dari LAZIS Sabilillah. Berawal dari keprihatinan atas keluhan masyarakat dengan barang-barang milik

8

Sabilillah Edisi 102 / Februari 2013 / Thn: 06 Majalah Komunitas

mereka yang sudah tidak terpakai (bu- membutuhkannya, dan akan menjadi bernilai kan hanya karena barang itu rusak, tapi amal jariyah bagi si pemiliknya. Untuk lebih mungkin karena modelnya sudah keting- memudahkan pemiliknya Tim LAZIS Sabigalan tren, atau kemampuannya yang sudah lillah pun siap mengambil barang ke lokasi.  berkurang), sementara ruang penyimpanan Manajer Operasional LAZIS Sabilillah yang terbatas sehingga makin menyesakkan Ustad Sulaiman menyampaikan bahwa, saat ruangan rumah, LAZIS Sabilillah mencoba ini sudah dilakukan pengambilan barang membantu memberikan solusi, yaitu de­ rata-rata sebanyak 5-8 kali dalam sebulan. ngan menghimpun barangbarang bekas pakai dari masyarakat, yang selanjutnya menyalurkan barangbarang tersebut kepada masyarakat lain yang lebih membutuhkannya.  Adapun sasaran penyalurannya lebih diutamakan untuk Membantu Lembaga Pendidikan Swasta, Panti Asuhan, Lembaga Sosial, Panti Yatim Dan Dhuafa, atau langsung dapat di­ salurkan kepada para Yatim Dan Dhuafa secara personal yang memang Tim Shobat LAZIS Sabilillah saat mengambil barang sedekah berupa benar-benar membutuhkan sepeda anak-anak dari kediaman donatur. barang tersebut.  Dengan kreatifitas dalam mengelolanya,  barang-barang bekas seperti peralatan rumah Dan menjadi harapan bersama suatu saat tangga, furniture, alat elektronik, alat kantor, nanti bisa tercapai target pengambilan barang peralatan belajar, buku, kayu, pakaian, ma- sebanyak 10 sampai 20 kali dalam sebulan. jalah, perhiasan, kendaraan, dan sebagainya. Melalui dukungan para donatur, relawan, Barang yang sebelumnya sudah tidak bernilai kalangan dunia usaha, pemerintah, lembaga bagi pemiliknya, maka oleh Lembaga Amil donor, maupun dukungan masyarakat luas, Zakat, Infaq & Shodaqah (LAZIS Sabilil- melalui program corporate social responsilah) barang-barang itu akan diolah menjadi bility, diyakini program Shobat ini akan menbarang yang sangat bermanfaat bagi yang capai keberhasilan. Insya Allah. (M@d:Red)


Sabilillah News Masjid Sabilillah Terus Tingkatkan Layanan

Setelah Toilet & Mihrab, lalu Pengecatan SEBAGAI masjid transit terbesar di Malang Raya, pelayanan dan sarana prasarana Masjid Sabilillah kian hari terus ditingkatkan. Tak hanya dari sisi layanan (services), tapi juga sarana fisik dan keindahan.

kan atap plafon masjid, 3) Rencana perubahan pagar lantai 2, dari pagar besi menjadi stainless, 4) Rencana pembuatan ruang penitipan sandal dan peminjaman mukena jama’ah putrid. 4) Rencana Penambahan kamar mandi jama’ah putri. 5) Rencana Pengecatan Quban masjid (pembuatan mozaik qubah), 6) Rencana Penggantian lampu lantai II, dan 7) Rencana renovasi pilar-pilar teras.

Masjid yang berdiri sejak tahun 1979 ini pun telah me­ ngalami berbagai peningkatan sisi serta kualitas bangunan. Tanpa mengenyampingkan sisi sejarah tentunya, perbaikan, serta perawatan selalu dilakukan oleh para pengurus takmir Masjid Sabilillah. ’’Masyarakat Malang dan luar kota yang transit di masjid ini kian banyak. Mereka tak hanya beribadah, tapi juga melepas lelah. Karena itu takmir berusaha lebih banyak memberikan service berupa sarana prasarana yang lebih memadai,’’ jelas Ustad Farkhan ST, sekretaris Takmir Masjid Sabilillah. Ya, sebagaimana kita lihat sejak 2011 lalu, pemugaran area

Proses pembenahan demi kenyamanan terus dilakukan.

parkir serta pagar masjid telah dilakukan. Prosesnya pun berlangsung hingga kini. Gapura utara dan timur juga telah berdiri tegak sebagai penyambut para jama’ah yang akan transit dan beribadah di masjid tercinta kita ini. Peningkatan layanan ini pun telah disusun selama setahun ke depan. Masjid dengan luas

sekitar 225 M2 ini telah dipasangi tiang-tiang bambu di teras lantai 2 Masjid Sabilillah. Yah, memang awal tahun ini, dicanangkan kembali proses perawatan masjid yang diantaranya telah tersusun rencana kerja selama satu tahun ke depan. Di antaranya, 1) Pengecatan luar dan dalam masjid, 2) Perbai-

’’Renovasi ini dilakukan demi peningkatan pelayanan serta perawatan bangunan –bangunan masjid. Ditargetkan pelaksanaannya selama kurang lebih satu tahun kedepan, namun memang ada beberapa progress yang sudah selesai dikerjakan diantaranya penambahan kamar mandi putra serta perbaikan mihrob jama’ah putri. Oleh karenanya kami harapkan selalu dukungan para jama’ah dan masyarakat muslim yang singgah dan beribadah di Masjid Sabilillah ini,” jelas Farhan. (*)

Tampak para pekerja sibuk melakukan pengecatan atap dan teras masjid.

Majalah Komunitas Sabilillah Edisi 102 / Februari 2013 / Thn: 06

9


Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. dan cukuplah dia Maha mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya. Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, Kemudian dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) yang Maha pemurah, Maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia. (Al Furqan: 58 - 59)

Bertempat di Auditorium KH. Masjkur Yayasan Sabilillah, Kajian Rutin Keluarga Binaan diawal tahun 2013 dilaksanakan.

Sebagai pemateri utama pada sore itu, Ketua LAZIS Sabilillah Bp. Khoirul Anwar, S.Ag memberikan pencerahan kepada 120 keluarga binaan yang hadir.

Selain diberikan materi pembinaan tentang pendidikan keluarga, dilaksanakan pula tanya jawab mengenai permasalahan keseharian masing-masing keluarga binaan.

Ust. Sulaiman turut memberikan materi serta jawaban mengenai seputar pertanyaan keluarga binaan.

10

Sabilillah Edisi 102 / Februari 2013 / Thn: 06 Majalah Komunitas

Sebagai Lembaga Pendayagunaan dan Sosial, selain memberikan bantuan secara langsung demi meningkatkan pemahaman tentang fungsi keluarga serta pendidikan agama maka setiap bulan dilaksanakanlah Kajian Keluarga Binaan yang dihadiri oleh seluruh keluarga binaan beserta anak - anak asuh

Acara diakhiri dengan doa bersama dipimpin oleh Ust. Sulaiman


Doa Bagi Orang yang Mendapatkan Kelahiran

Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. dan cukuplah dia Maha mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.

Maulid Nabi, seperti biasanya pengajian disertai pembacaan Maulid simtudhuror mengiringi peringatan Maulid Nabi di Masjid Sabilillah pada pertengahan bulan lalu: Maulidurrosul dibacakan bersama dengan dipimpin langsung oleh Habib Muhammad bin Ahmad Al Habsy

Para Jama’ah tampak sangat khusyuk mengikuti pembacaan Maulid

Dilanjutkan tausyiyah Maulid oleh Habib Muhammad bin Ahmad Al Habsyi

Sesaat setelah pembacaan Maulid Tausyiyah disampaikan oleh KH. Mas’ud Ali, M.Ag

Mengakhiri acara malam itu, setelah ditutup dengan doa, para jama’ah menikmati makan malam secara bersama diteras masjid Majalah Komunitas Sabilillah Edisi 102 / Februari 2013 / Thn: 06

11


Renungan Peringatan Maulid Nabi Remas Sabilillah bersama Habib Muhammad bin Ahmad Al Habsyi

Ingin Jadi Minyak Wangi atau Minyak Goreng? PERINGATAN Maulid Nabi Muhammad SAW yang kita lakukan setiap tahun merupakan pengingat bagi kita semua. Tujuannya agar kita semua selalu ingat dan selalu in­ trospeksi atas semua perbuatan kita seharihari. Peringatan maulid ini juga dimaksudkan agar di setiap perilaku, perbuatan, dan ucapan kita distandarkan pada seorang figur yang sangat mulia, yakni Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Di setiap peringatan yang diselenggarakan di berbagai tempat itu selalu disampaikan perilaku, sifat, dan karakter penutup para nabi dan rasul tersebut. Tentu dikandung maksud agar kita selalu ingat dan selalu membentengi diri kita agar tidak terjerumus ke dalam perilaku yang tidak terpuji dan kemaksiatan. Tujuan Allah SWT menciptakan kehidupan dan kematian adalah untuk menguji manusia siapa yang paling baik amalnya. Dan Allah menginginkan hamba-Nya menjadi baik, hingga Allah harus menakut – nakuti manusia dengan neraka dan siksa. Menakut-nakuti itu bukan karena benci, tapi karena sayang kepada manusia agar manusia menjadi sholeh. Seperti orang tua atau guru yang menakutnakuti kita dengan ancaman atau sanksi, tentunya itu sebagai bentuk kasih sayang orang tua atau guru agar kita selalu dalam kebaikan dan menjadi baik. Itu karena setan selalu ada di sisi kita dan siap menjerumuskan kita ke Sesaat tausiah maulid disampaikan oleh Habib Muhammad tampak para jamaah menyimak dengan khidmat.

12

Sabilillah Edisi 102 / Februari 2013 / Thn: 06 Majalah Komunitas

jalan kesesatan dan neraka. Kita perlu bersyukur jadi umat Muhammad SAW. Kita jadi mulia karena beliau mulia. Kita termasuk umat yang mulia dibanding umat yang lain hingga kita banyak diberi keistimewaan oleh Allah karena kita termasuk umat Rasulullah SAW. Orang yang dekat dengan Rasulullah adalah orang yang banyak bershalawat kepadanya dan orang yang selalu mencontoh sifat, perbuatan, dan kesukaan baginda Rasulullah SAW. Salah satu contoh tauladan yang belum semua bisa mencontoh adalah malu. Lebih-lebih zaman sekarang yang lebih tidak punya malu adalah seorang perempuan meski banyak juga laki-laki yang tak punya malu. Kita lihat di media televisi, bahkan di jalanjalan, mal-mal, kampung-kampung, banyak kita saksikan seorang perempuan yang membuka aurat. Bahkan yang lebih ironis, sekarang perempuan seperti tidak tabu lagi membuka aurat. Sampai-sampai ada anggapan bahwa orang yang paling modern adalah siapa yang paling berani membuka aurat. Nauzubillah min dzaalik. Ini perlu perhatian kita semua. Rasulullah SAW diutus Allah untuk memperbaiki akhlaq manusia. Dan, sebaik-baik manusia adalah ia yang paling baik akhlaqnya. Jadi ukuran manusia itu baik bukan dari

wajah, pangkat, jabatan, atau titel yang mendampinginya. Tapi siapa yang paling baik akhlaqnya ia disukai Allah dan Rasulullah. Ini bisa diumpamakan sebuah minyak wangi. Meski kecil tanpa merk, tapi harganya mahal bisa sampai Rp 50 ribu atau Rp 200 ribu. Namun sama-sama minyaknya, tapi minyak goreng; harganya hanya Rp 10 ribu satu liter. Itulah perumpamaan orang satu dengan yang lainnya. Yang menjadikan mahal dan tidak adalah dari akhlaqnya. Tak peduli ia hitam, pendek, atau pesek, asal ia baik akhlaknya ia mendapatkan derajat yang tinggi di sisi Allah SWT. Apalagi sudah tinggi, ganteng, putih, mancung, pinter, dan akhlaqnya baik, Insya Allah banyak yang mau. Itulah makna yang terkandung dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Yang berarti peringatan tidak hanya membaca sholawat, terbangan, makan-makan, dan lain-lain. Tapi peringatan maulid harus dapat menjadikan perubahan bagi kita. Baik itu perubahan perilaku, sifat, maupun perbuatan kita sehari-hari agar menjadi lebih baik dari tahun ke tahun. Dengan begitu kita termasuk golongan orang – orang yang diakui sebagai umat Rasulullah SAW yang akan mendapatkan syafaatnya di hari kiamat nanti. Amien. (*) (Disarikan dari Tausyiyah Habib Muhammad bin Ahmad al Habsy


Kisah Teladan

Sahabat Nabi Penghafal Al Qur’an AL QURAN adalah kitabullah yang diturunkan lafal dan maknanya kepada Nabi Muhammad SAW. Al Qur’an adalah kitab suci yang kekal abadi dan terpelihara serta dijaga oleh Allah SWT sampai akhir zaman. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hijr ayat 9, “Sesungguhnya, Kamilah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami yang benar-benar memeliharanya.” Rasulullah SAW memelihara Al Qur’an dengan menghafalkan setiap ayat yang diwahyukan kepadanya. Rasulullah SAW sangat mendorong sahabat dan umatnya untuk menghafal ayat-ayat suci Al Qur’an. Orang-orang yang menghafal Al Qur’an mendapat posisi yang istimewa di mata Allah SWT dan Rasulullah SAW. Me­ reka yang menjaga Al Qur’an lewat hafalan akan mendapat posisi yang terhormat dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Al Quran merupakan pedoman hidup bagi orang yang ingin bahagia di dunia dan akhirat. Menurut dia, Rasulullah SAW mendorongan umatnya untuk mencintai Al Qur’an.  Amr bin Salmah, seorang sahabat Nabi SAW, karena kemampuannya menghafal Al Qur’an, pada usia tujuh tahun telah mendapat posisi yang istimewa di kalangan masyarakatnya. Atas kepandaiannya menghafal Al Qur’an, ia selalu ditunjuk menjadi imam shalat jamaah atau shalat jenazah. Hal itu sesuai dengan hadis Nabi SAW, “Orang yang paling banyak menghafal ayat-ayat Al Qur’an lebih utama untuk menjadi imam.” Demikian pula de­ ngan Ibnu Abbas. Pada usia 10 tahun, ia telah

hafal 30 juz. (Bukhari - Fathul Bari). Ia pun kemudian menjadi ulama besar dalam tafsir karena ingatan yang sangat terjaga pada masa kanak-kanak. “Ahli tafsir terbaik adalah Ibnu Abbas,” ujar Abdullah bin Masud. Selain itu, Al Qur’an juga menjanjikan kebaikan, berkah, dan kenikmatan bagi penghafalnya. Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.” Mereka yang hafiz Al Qur’an pun akan mendapatkan penghargaan khusus dari Rasulullah SAW. Hal itu pernah terjadi ketika proses pemakaman para syuhada yang gugur di Perang Uhud. “Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, “Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur’an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR Bukhari). Nabi SAW pun lebih mempercayai orang yang memiliki hafalan Al Qur’an paling ba­

nyak sebagai pemimpin. Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surah apa yang kau hafal? “Aku hafal surah ini.. surah ini.. dan surat Al Baqarah.” “Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. ‘’Benar,’’ jawab Shahabi Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR At-Turmudzi dan An-Nasai). Selain itu, orang-orang yang hafal Al Qur’an adalah mereka yang diberi ilmu. Tak heran, jika anak-anak yang hafiz Al Qur’an mampu menoreh prestasi yang cemerlang di sekolahnya. Bahkan, ada pula hadis yang menempatkan para hafiz di posisi yang amat mulia. “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR Ahmad). Selain mendapat jaminan kemuliaan di dunia, diakhirat kelak nanti para penghafal Al Qur’an akan memiliki derajat yang lebih tinggi. Jaminannya adalah surga. Sungguh, luar biasa. Umat Muslim pun diajarkan untuk menghormati para penghafal Al Qur’an. (ROL: 2012)

Majalah Komunitas Sabilillah Edisi 102 / Februari 2013 / Thn: 06

13


Konsultasi Konsultasi Agama Konsultasi Agama Konsultasi Agama

Diasuh Oleh:

M.Ag KH. Ketua   Mas’ud Yayasan  Ali,        Sabilillah

   

Rahasia Tanda-Tanda Kematian Assalamualaikum, Abah Kyai, Saya Rahman usia saya 27 tahun di Ciliwung. Saya mau bertanya dan mohon penjelasan dari Kyai, apakah memang benar ada dasar atau hadist yang menjelaskan tentang tanda – tanda kematian manusia. seperti yang pernah saya baca di salah satu situs di internet, ada beberapa tanda - tanda kematian mulai dari 40 hari 3 hari dan 1 hari sebelum meninggal, terimakasih Kyai, mohon penjelasannya. Jawaban: KEMATIAN ADALAH KEHARUSAN TAPI TIDAK ADA YANG TAHU WAKTUNYA KECUALI ALLAH Kematian adalah hal penting. Tak kurang dari 145 ayat dalam Al Qur’an yang menyebut atau membahas masalah kematian. Tentang waktu kematian adalah rahasia Allah semata. Tidak ada yang tahu kapan, di mana dan bagaimana seseorang akan mati. Karena kematian menyangkut terpisahnya ruh dengan badan. Dan tidak ada yang tahu banyak tentang soal ruh kecuali Allah. Allah berfirman:

                    “Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: «Roh itu termasuk ٍ‫ﻣﱡﺸَﻴﱠﺪَﺓ‬ ٍ‫ﺑُﺮُﻭﺝ‬ ‫ﻓِﻲ‬ ْ‫ﻛُﻨُﺘﻢ‬ ْ‫ َﻭﻟَﻮ‬ ُ‫ﺍ ْﻟﻤَﻮْﺕ‬ ُ‫ﻳُﺪْﺭِﻛ ﱡﻜﻢ‬ ْ‫ َﺗﻜُﻮﻧُﻮﺍ‬ ‫ﺃَﻳْ َﻨﻤَﺎ‬ urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit“. (Qs. Al Isra; 85)

           

ْ‫ﻣُﻠَﺎﻗِﻴﻜُﻢ‬ ُ‫ﻓَﺈِﻧﱠﻪ‬ ُ‫ﻣِﻨْﻪ‬ َ‫ﺗَﻔِﺮﱡﻭﻥ‬ ‫ﻱ‬ ِ‫ﺍﻟﱠﺬ‬ َ‫ﺍﻟْﻤَ ْﻮﺕ‬ ‫ﺇِﻥﱠ‬ ْ‫ﻗُﻞ‬ 

       

Allah hanya memberi konfirmasi bahwa kematian itu ada dan kerena itu mengingat‫ﺃﺑﻲ‬ ‫ﻋﻠﻰ‬ ‫ﻭﺳﻠﻢ‬ ‫ﻋﻠﻴﻪ‬ ‫ﺍﷲ‬ ‫ﺻﻠﻰ‬ ‫ﺍﷲ‬ ‫ﺭﺳﻮﻝ‬ ‫ﺩﺧﻞ‬  kan manusia bahwa kematian dapat datang ‫ﺇﻥ‬ } : ‫ﻗﺎﻝ‬ ‫ﺛﻢ‬ ‫ﻭﺃﻏﻤﻀﻪ‬ ‫ﺑﺼﺮﻩ‬ ‫َﺺ‬ ‫ﺷﺨ‬ َ  ‫ﻭﻗﺪ‬ ‫ﺳﻠﻤﺔ‬  kepada kita sewaktu-waktu dan tidak akan dapat dihindari. Allah berfirman: ‫ﺍﻟﺒﺼﺮ‬ ‫ﺗﺒﻌﻪ‬ ‫ﻗﺒﺾ‬ ‫ﺇﺫﺍ‬ ‫ﺍﻟﺮﻭﺡ‬ 

ٍ‫ﻣﱡﺸَﻴﱠﺪَﺓ‬ ٍ‫ﺑُﺮُﻭﺝ‬ ‫ﻓِﻲ‬ ْ‫ﻛُﻨُﺘﻢ‬ ْ‫ َﻭﻟَﻮ‬ ُ‫ﺍْﻟﻤَﻮْﺕ‬ ُ‫ﻳُ ْﺪﺭِﻛ ﱡﻜﻢ‬ ْ‫َﺗﻜُﻮﻧُﻮﺍ‬ ‫ﺃَﻳَْﻨﻤَﺎ‬

‫ﺑﺎﻟﺴﺎﻕ‬ ‫ﺍﻟﺴﺎﻕ‬ ْ‫ﻭﺍﻟﺘ ﱠﻔﺖ‬

Artinya: Di manapun kamu berada, kema-

ْ‫ﻣُﻠَﺎﻗِﻴﻜُﻢ‬ ُ‫ﻓَﺈِﻧﱠﻪ‬ ُ‫ﻣِﻨْﻪ‬ َ‫ﺗَﻔِﺮﱡﻭﻥ‬ ‫ﻱ‬ ِ‫ﺍﻟﱠﺬ‬ َ‫ﺍﻟْﻤَ ْﻮﺕ‬ ‫ﺇِﻥﱠ‬ ْ‫ﻗُﻞ‬ 

ٍ‫ﻣﱡﺸَﻴﱠﺪَﺓ‬ ٍ‫ﺑُﺮُﻭﺝ‬ ‫ﻓِﻲ‬ ْ‫ﻛُﻨُﺘﻢ‬ ْ‫ﻭَﻟَﻮ‬ ُ‫ﺍ ْﻟﻤَﻮْﺕ‬ 

           

ْ‫ﻣُﻠَﺎﻗِﻴﻜُﻢ‬ ُ‫ﻓَﺈِﻧﱠﻪ‬ ُ‫ﻣِﻨْﻪ‬ َ‫ﺗَﻔِﺮﱡﻭﻥ‬ ‫ﻱ‬ ِ‫ﺍﻟﱠﺬ‬ 

       

‫ﺃﺑﻲ‬ ‫ﻋﻠﻰ‬ ‫ﻭﺳﻠﻢ‬ ‫ﻋﻠﻴﻪ‬ ‫ﺍﷲ‬ ‫ﺻﻠﻰ‬ ‫ﺇﻥ‬ } : ‫ﻗﺎﻝ‬ ‫ﺛﻢ‬ ‫ﻭﺃﻏﻤﻀﻪ‬ ‫ﺼﺮﻩ‬ ‫ﺍﻟﺒﺼﺮ‬ ‫ﺗﺒﻌﻪ‬ ‫ﻗﺒﺾ‬ ‫ﺇﺫﺍ‬ ‫ﺍﻟﺮﻭﺡ‬  kemudian berkata, «Sesungguhnya roh itu

tian akan mendapatkan kamu, kendatipun ٍ‫ﻣﱡﺸَﻴﱠﺪَﺓ‬ ٍ‫ﺑُﺮُﻭﺝ‬ ‫ﻓِﻲ‬ ْ‫ﻛُﻨُﺘﻢ‬ ْ‫ﻭَﻟَﻮ‬ ُ‫ﺍ ْﻟﻤَﻮْﺕ‬ ُ‫ﻳُﺪْﺭِﻛ ﱡﻜﻢ‬ ْ‫ َﺗﻜُﻮﻧُﻮﺍ‬ ‫ﺃَﻳْ َﻨﻤَﺎ‬apabila tertahan [maksudnya meninggal] kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh(QS An Nisa 4:78) maka ia diikuti oleh mata.»

ْ‫ﻣُﻠَﺎﻗِﻴﻜُﻢ‬ ُ‫ﻓَﺈِﻧﱠﻪ‬ ُ‫ﻣِﻨْﻪ‬ َ‫ﺗَﻔِﺮﱡﻭﻥ‬ ‫ﻱ‬ ِ‫ﺍﻟﱠﺬ‬ َ‫ﺍﻟْﻤَ ْﻮﺕ‬ ‫ﺇِﻥﱠ‬ ْ‫ﻗُﻞ‬ 

2. Bertautnya betis. Allah berfirman:

‫ﺑﺎﻟﺴﺎﻕ‬ ‫ﺍﻟﺴﺎﻕ‬ ْ‫ﻭﺍﻟﺘ ﱠﻔﺖ‬

Artinya: Katakanlah, «Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia Artinya: Dan bertaut betis (kiri) dan betis pasti menemui kamu. (Al Jum›ah 62:8) (ksnsnz) (QS Al Qiyamah 75:29). ‫ﺃﺑﻲ‬ ‫ﻋﻠﻰ‬ ‫ﻭﺳﻠﻢ‬ ‫ﻋﻠﻴﻪ‬ ‫ﺍﷲ‬ ‫ﺻﻠﻰ‬ ‫ﺍﷲ‬ ‫ﺭﺳﻮﻝ‬ ‫ﺩﺧﻞ‬ 

‫ﺇﻥ‬ } : TANDA-TANDA ‫ﻗﺎﻝ‬ ‫ﺛﻢ‬ ‫ﻭﺃﻏﻤﻀﻪ‬ ‫ﺑﺼﺮﻩ‬ ‫َﺺ‬ ‫ َﺷﺨ‬ ‫ﻭﻗﺪ‬ ‫ﺳﻠﻤﺔ‬  KEMATIAN ‫ﺍﻟﺒﺼﺮ‬ ‫ﺗﺒﻌﻪ‬ ‫ﻗﺒﺾ‬ ‫ﺇﺫﺍ‬ ‫ﺍﻟﺮﻭﺡ‬ 

Dari 145 ayat Al Quran yang menyebut tentang kematian, tidak ada satupun yang               membahas tentang tanda-tanda orang yang akan mati apalagi tanda itu dimulai sejak 40 hari sebelumnya.        

‫ﺑﺎﻟﺴﺎﻕ‬ ‫ﺍﻟﺴﺎﻕ‬ ْ‫ﻭﺍﻟﺘ ﱠﻔﺖ‬

Adapun dalil Quran dan hadits yang menyinggung tanda-tanda orang yang akan meninggal adalah ٍ‫ﻣﱡﺸَﱠﻴﺪَﺓ‬ ٍ‫ُﺑﺮُﻭﺝ‬ ‫ِﻲ‬ ‫ﻓ‬ ْ‫ﻛُﻨُﺘﻢ‬ ْ‫ﻟَﻮ‬saat ‫ َﻭ‬ ُ‫ﻮْﺕ‬seseorang َ‫ﺍ ْﻟﻤ‬ ُ‫ﻳُﺪْﺭِﻛ ﱡﻜﻢ‬ ْ‫ﻧُﻮﺍ‬dalam ‫ َﺗﻜُﻮ‬ ‫ﺃَﻳْ َﻨﻤَﺎ‬ kondisi sekarat (sakaratul maut) atau di ambang kematian. Haditsnya adalah sebagai berikut:

ْ‫ﻣُﻠَﺎﻗِﻴﻜُﻢ‬ ُ‫ﻓَﺈِﻧﱠﻪ‬ ُ‫ﻣِﻨْﻪ‬ َ‫ﺗَﻔِﺮﱡﻭﻥ‬ ‫ﻱ‬ ِ‫ﺍﻟﱠﺬ‬ َ‫ﺍﻟْﻤَ ْﻮﺕ‬ ‫ﺇِﻥﱠ‬ ْ‫ﻗُﻞ‬ 

1. Terpejamnya mata:

‫ﺃﺑﻲ‬ ‫ﻋﻠﻰ‬ ‫ﻭﺳﻠﻢ‬ ‫ﻋﻠﻴﻪ‬ ‫ﺍﷲ‬ ‫ﺻﻠﻰ‬ ‫ﺍﷲ‬ ‫ﺭﺳﻮﻝ‬ ‫ﺩﺧﻞ‬  ‫ﺇﻥ‬ } : ‫ﻗﺎﻝ‬ ‫ﺛﻢ‬ ‫ﻭﺃﻏﻤﻀﻪ‬ ‫ﺑﺼﺮﻩ‬ ‫ﺷﺨَﺺ‬ َ  ‫ﻭﻗﺪ‬ ‫ﺳﻠﻤﺔ‬  ‫ﺍﻟﺒﺼﺮ‬ ‫ﺗﺒﻌﻪ‬ ‫ﻗﺒﺾ‬ ‫ﺇﺫﺍ‬ ‫ﺍﻟﺮﻭﺡ‬  Artinya: Rasulullah memasuki rumah Abu Salmah dan menutup mata Abu Salmah

KESIMPULAN

Artikel tentang tanda-tanda kematian yang ada di internet adalah tidak berdasar dan tidak ada dalil yang mendukung baik dari Al Quran dan Hadits Nabi. Padahal, hanya kedua sumber itulah yang patut dan bisa dijadikan rujukan untuk masalah yang ghaib. Kalau ada pendapat yang menyangkut masalah ghaib yang tidak bersumber dari Quran dan hadits Nabi, maka pendapat itu kemungkinan didapat dari hasil mimpi atau bisikan jin atau setan. Yang semuanya cenderung menyesatkan dan tak layak dipercaya. Seorang muslim yang ingin memperbaiki dirinya hendaknya mencukupkan diri pada nasihat langsung dari Quran dan Hadits sahih atau dari pendapat ulama yang berdasarkan pada kedua sumber utama Islam tersebut.

‫ﺑﺎﻟﺴﺎﻕ‬ ‫ﺍﻟﺴﺎﻕ‬ ْ‫ﻭﺍﻟﺘ ﱠﻔﺖ‬

Redaksi menerima pertanyaan dari jamaah, donatur, muzaki dan sahabat Sabilillah yang berkaitan dengan permasalahan -permasalahan keagamaan atau ibadah, kesehatan maupun psikologis parenting. Pertanyaan bisa dikirim melalui nomor-nomor SMS centre yang ada, melalui web http://sabilillahmalang.org, akun FB dan email: lazissabilillah@gmail.com atau diserahkan secara langsung ke kantor masjid Sabilillah setiap hari pada jam kerja.

‫ﺃﺑﻲ‬ ‫ﻋﻠﻰ‬ ‫ﻭﺳﻠﻢ‬ ‫ﻋﻠﻴﻪ‬ ‫ﺍﷲ‬ ‫ﺻﻠﻰ‬ ‫ﺍﷲ‬ ‫ﺭﺳﻮﻝ‬ ‫ﺩﺧﻞ‬  Sabilillah : ‫ﻗﺎﻝ‬ ‫ﺛﻢ‬ ‫ﻭﺃﻏﻤﻀﻪ‬ ‫ﺑﺼﺮﻩ‬ ‫َﺺ‬ ‫ َﺷﺨ‬ ‫ﻭﻗﺪ‬ ‫ﺳﻠﻤﺔ‬  102 / Februari 2013 / Thn: 06 14‫ﺇﻥ‬ } Edisi ‫ﺍﻟﺒﺼﺮ‬ ‫ﺗﺒﻌﻪ‬ ‫ﻗﺒﺾ‬ ‫ﺇﺫﺍ‬ ‫ﺍﻟﺮﻭﺡ‬  Majalah Komunitas


Konsultasi

Diasuh Oleh: dr. Fitri Ayu Rahmawati Dokter Sabilillah Medical Sevice

Muncul Bercak Putih di Wajah Setelah Selesai Berenang DOKTER, namaku shinta. Umur ku 16 tahun. Di wajah ku banyak bercak putih kayak panu. Bercak putih muncul setelah aku selesai berenang dari jam 8-10 pagi. Beberapa hari setelah itu aku diantar mama periksa ke dokter kulit. Dokter itu tanya ke aku apa ada riwayat asma di keluarga? Lalu mama menjelaskan kalau memang ada riwayat asma di keluarga. Lalu dokter itu mengatakan bahwa penyakit kulit yaitu bercak putih yang ada di wajah ku salah satunya adalah karena adanya riwayat asma di keluarga. Hal itu dapat menyerang kulit yang dapat menyebabkan bercak putih, bisa juga menyerang sehingga dapat mengakibatkan seseorang mudah bersih (kebetulan seperti yang dialami kakak saya yang sering bersin sampai lebih dari 8x setelah bangun tidur, saat malam hari, atau saat terkena sedikit debu). Setelah itu dokter memberikan obat berbentuk salep yang harus dioles tipistipis pada bercak di wajah 2x sehari dan dokter juga menyarankan untuk menggunakan tabir surya serta jangan sampai terpapar panas matahari secara langsung. Dokter mengatakan bahwa bercak tersebut susah hilang dan kalau hilang pun akan membutuhkan waktu 2-3 bulan. Namun sudah 1 bulan saya pakai salep itu, bercak putih bukan hilang malah ber­ tambah banyak? Pertanyaan ku, apakah benar tentang penyakit ku itu yang diakibatkan karena riwayat asma atau karena hal

lain? Lalu bagaimana caranya supaya bercak putih di wajah ku bisa hilang/tidak semakin bertambah/tidak muncul lagi setelah nantinya hilang? Jawaban: Dear Shinta, bercak putih di wajah bisa bermacam2. Apakah dokter tsb mendiagnosa Shinta Pityriasis Alba? jika ya, memang penyakit ini berkaitan erat dengan riwayat alergi di dalam keluarga, biasanya memang di picu oleh pajanan terhadap sinar matahari dan juga sering sekali terjadi pada anak2 dan remaja, penyakit ini bersifat self limiting disease atau dapat sembuh sendiri apabila pasien menghindari sinar matahari langsung dan sebaiknya jika berenang di bawah jam 7 pagi dan jangan terlalu lama, setelah itu harus langsung mencuci muka dengan air bersih dan sabun yang ringan. Saran saya Shinta kembali kontrol ke dokter sebelumnya dan menayakan secara langsung, karena tidak disebutkan jenis obatnya apa.. Jawaban ini dimaksudkan hanya untuk membantu anda mengetahui lebih jauh me­ ngenai kondisi medis anda dan bukan untuk menggantikan konsultasi dokter secara tatap muka langsung. Kami tetap menyarankan anda untuk berkonsultasi secara langsung dengan dokter anda untuk pemeriksaan fisik yang lebih lengkap dan pengobatan yang tepat jika keluhan anda memang membutuhkan penanganan dokter secara langsung.

Psikologi Parenting Diasuh Oleh:

Mohammad Mahpur Dosen Psikologi Parenting UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Menghadapi Orang Tua Di Awal Pensiun BAPAK yang terhormat, saya pemuda berusia 27 tahun dan akan segera melangsungkan perkawinan. Ada sedikit permasalahan dengan orang tua saya. Saat ini Ayah saya sudah pensiun dan menikmati masa-masa tuanya. Beliau berusia kurang lebih 64 tahun. Sejak beberapa bulan belakangan ia selalu bercerita tentang bagaimana ia bekerja dan menjadi mandor dibeberapa tempat diluar pulau Jawa dahulu. Walaupun ceritanya penuh dengan pengalaman dan semangat namun yang menjadikan tidak menarik adalah cerita itu disampaikan berulang-ulang baik kepada teman-teman saya yang datang kerumah, kepada calon mertua saya sampai kepada te­ tangga-tetangga sekitar. Yang lama kelamaan menjadikan beberapa orang menjadi merasa terganggu dan sebal. Yang saya takutkan ini akan menjadi permasalahan dengan mertua dan calon istri saya. Kira-kira bagaimana saya harus mensikapinya ya Pak. Atas bantuan bapak saya sampaikan terima kasih banyak. (Muchtar – Arjosari, 089801xxxx) Terima kasih mas Muchtar, Saat usia semakin bertambah dan tiba waktu pensiun, energi fisik dan pikiran yang semula tercurah pada pekerjaan bergeser menjadi memori (kenangan) masa lalu. Karena aktifitas fisik turun, memori menguasai dan mewarnai kisah-kisah kehidupan. Keadaan ini wajar dan dapat dimaklumi. Memasuki pensiun seseorang sedang menghadapi masa transisi. Dia berusaha mencari penguatan jati dirinya untuk melakukan penyesuaian diri dengan hidup barunya. Salah satu cara meng­

ekspresikannya dengan mengemas kedalam cerita masa lalu. Cerita itu dapat bermakna impresif (terkesan), meyakinkan dan kaya. Sebagai bagian dari keluarga, perlu kiranya kenyataan itu dipahami. Gejala itu tetap sehat selama tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa orang tua anda merasa kehilangan pekerjaan terus-menerus, menyesal mengapa harus segera pensiun, dan terjadi perubahan emosi yang menyebabkan terganggunya hubungan sosial, sakit, tidak percaya diri dan tanda-tanda lain yang tidak biasa terjadi tetapi sangat menggangunya. Sebagai anak, menerimanya adalah sikap bijak karena pada dasarnya manusia itu pemilik cerita atas kisah hidupnya. Tidak ada salahnya menebar cerita pengalaman masa lalu. Mendengarnya dengan baik dan memberi umpan balik yang positif justru mengasah cerita itu menjadi bagian dari berbagi pengalaman. Hal ini merangsang pikiran orang tua menjadi lebih kritis. Anda juga bisa mengolah cerita masa lalu itu menjadi bahan diskusi bersama orang tua. Umpan balik tersebut memiliki dampak menghidupkan pemikiran bersama dan kualitas interaksi tidak monoton. Justru respon positif ini menjadi bahan dialog yang membantu orang tua Anda mendapatkan dunia sosialnya setelah pensiun. Karena bagaimanapun orang tua Anda membutuhkan sosialisasi menjalani masa-masa pensiun. Saya menyarankan, menerima dengan pikiran terbuka atas perubahan tersebut adalah sebuah keniscayaan. Tempatkan diri Anda sebagai bagian dari teman yang membantu menghadapi masa pensiun semakin matang. (Bersambung)

Majalah Komunitas Sabilillah Edisi 102 / Februari 2013 / Thn: 06

15


Ulasan Lembaga

Madrasatul Qur’an Sabilillah (MQS) Buka Bimbingan Hafalan Al Qur’an

Pakai Program Paket, Dibimbing Hafidz Profesional MEMBACA Al-Quran merupakan perbuatan yang mulia. Terlebih jika seseorang mau menghafal, memahami, serta me­ ngamalkan Al-Quran dalam segala aspek kehidupan seharai-hari.

lajarinya lewat Madrasatul Quran Sabilillah (MQS) yang juga divisi LAZIS Sabilillah yang bergerak di bidang pembinaan umat, khususnya membaca, menghafal, dan memahami Al Qur’an.

Al-Quran merupakan kitab pedoman bagi seluruh umat manusia, sehingga Allah akan senantiasa memuliakan serta meninggikan derajat orang-orang yang senantiasa mempelajari Al-Quran (membaca, menghafal dan memahami) dan mengamalkannya. Sampai saat ini, banyak orang yang ingin bisa membaca, menghafal, memahami Al-Quran. Hanya saja mereka masih banyak kekurangan motivasi terlebih motivasi eksternal, sehingga perlu adanya dukungan dari berbagai pihak.

MQS diharapkan dapat membantu para donatur LAZIS, jamaah masjid, dan warga Kota Malang untuk lebih mudah mendapatkan sarana pendidikan Islam dan membantu para anak-anak, remaja, dan orang dewasa untuk tetap mendapatkan ilmu pengetahuan agama tanpa harus meninggalkan aktifitas sekolah maupun kerja.

Mencermati hal ini, LAZIS Sabilillah ingin ikut berperan aktif guna mendukung mereka agar tetap semangat dalam membaca, menghafal, Al-Quran, serta mempe-

16

Sabilillah Edisi 102 / Februari 2013 / Thn: 06 Majalah Komunitas

Hingga tiga tahun terakhir, program MQS yang telah dijalankan adalah Bimbingan Baca Alqur’an (BBQ) khusus dewasa. Tercatat sebanyak 250 orang yang telah mengikuti BBQ di Masjid Sabilillah ini. Pada bulan Pebruari 2013 ini kembali MQS membuka program baru dan kelas baru, yaitu Bimbingan Tahfidzul Quran (Hafalan

Al-Qur’an) bagi orang tua dan anak-anak dengan sistem privat satu kali pertemuan per minggu. Adapun Program awal yang telah dibuka ada 4 paket tahfidz yaitu Paket Tahfidz Ayat Pilihan, Paket Tahfidz 1 juz (juz ‘amma), Paket Tahfidz 5 juz (juz 1-5), Paket Tahfidz 10 juz (juz 1-10). Metode yang di gunakan adalah T4 (Tahfidz, Tashih, Takrir, Tahsin) secara Individu dan klasikal. Tujuan program tahfidz adalah mengakomodir keinginan mulia masyarakat untuk menjadi hafidz Al-Quran, mensyiarkan AlQuran pada berbagai lapisan masyarakat, Mencetak calon pengajar Al-Quran yang berkualitas, Mendorong masyarakat muslim untuk ikut menjaga dan melestarikan Al-Quran. Sasaran untuk program tahfidz adalah siswa SD, SMP, SMA, mahasiswa, pegawai, karyawan, dan masyarakat umum. “Mari Menghafal Sambil Bekerja” “Mari Menghafal Sambil Sekolah”. (*)


Profil Santunan

Terima Kasih Saya Bisa Pulang B EBERAPA bulan yang lalu September 2012 kami kedatangan musafir yang bernama Helmy Bafadal yang akrab dengan panggilan HELMY. Ia berasal dari Kota Lombok yang ingin mengadu nasib di Kota Malang. Memang cobaan yang diberikan oleh Allah kepada hambanya bermacammacam salah satu diantaranya adalah apa yang dialaminya. Salah satu tas yang dititipkannya dibawa lari oleh temannya. Diantaranya berisi dompet, uang, KTP dan SIM serta beberapa dokumendokumen penting lainnya.

Helmy bercerita bahwa dulu ia pernah bekerja sebagai sopir angkot di Lombok merasakan kerasnya hidup didaerah dengan penghasilan prosentase antara ia dan pemilik kendaraan yang tak sepadan membuat anak semata wayang ini ingin merubah nasib diperantauan yakni Kota Malang. “Awalnya Saya memang diajak dan ditawari untuk ikut bersama teman sekampung saya yang sudah pernah kesini Pak”. Tutur Helmy.

Selang beberapa hari, setelah berpamitan kepada ibunya ia berangkat bersama temannya “Awalnya naik bus Pariwisata sampai ke pelabuhan Bali, dari Bali menyeberang lagi pak ke Banyuwangi. Setelah dari Banyuwangi kami transit di Surabaya, distasiun kereta di Surabaya entah apa namanya. Dari situ kami melanjutkan perjalanan ke Stasiun Kota Malang”, nah sesampainya di Kota Malang inilah pak, saya seperti sekarang ini”. Tambahnya lagi. Yah setelah distasiun itu ia dan temannya beristirahat dilokasi area stasiun sambil menunggu pagi. Ia sedikit terkejut ketika ia dibangunkan oleh petugas stasiun keesokan harinya. Dan ia baru tersadar kalau salah satu tas bawaanya telah tiada. Setelah melapor ke petugas stasiun setempat akhirnya ia disarankan untuk menemui pengurus LAZIS Sabilillah di Masjid Sabilillah untuk meminta bantuan agar bisa pulang kembali ke daerah asalnya. Ada sedikit hal yang menarik

ketika LAZIS Sabilillah menawarkan untuk membelikan tiket pulang ke daerah asal, ia menyampaikan bahwa sebenarnya ia ingin bekerja dulu untuk mengumpulkan uang dengan hasil jerih payahnya sendiri. Karena ia merasa bahwa ia pernah berjanji pada ibunya untuk bisa pulang dengan membawa hasil. Tanpa banyak pertimbangan akhirnya untuk sementara waktu lembaga memberikan kesempatan padanya untuk membantu di Masjid Sabilillah dalam pelayanan kepada jama’ah. Alhamdulillah dalam beberapa hari ternyata ia semangat sekali membantu di Masjid dalam pelayanan pada jama’ah, diantaranya ikut membantu membersihkan tempat wudhu, kamar mandi dan banyak lainnya. Sesuai dengan konsekuensi yang dijanjikan oleh lembaga akhirnya tim LAZIS Sabilillah pun mengantarkan dan membelikan tiket serta memberikan sedikit uang saku sebagai bekal pulang ke daerah asalnya. Begitu banyak pengalaman dan pelajaran hidup setelah beberapa hari membantu di Masjid Sabilillah tutur Helmy, “ saya tidak akan melupakan bapak – bapak dan teman REMAS Sabilillah yang telah membimbing saya dan membantu saya baik dari segi moril maupun materil“. “Saya akan mengingat ini semua sebagai pelajaran hidup saya pak? “ terimakasih untuk semuanya, semoga amal bapak – bapak semua diterima oleh Allah SWT sebagai amalan yang sholih. Amin.

Helmy Bafadal sesaat setelah menerima tiket bis malam yang akan mengantarnya pulang ke Lombok.

Majalah Komunitas Sabilillah Edisi 102 / Februari 2013 / Thn: 06

17


Laporan Keuangan SUMBER PENERIMAAN DANA LEMBAGA AMIL ZAKAT, INFAQ & SHADAQAH SABILILLAH PERIODE JANUARI 2013 SUMBER PENERIMAAN Donatur Warko Rekening Bank Kotak Amal Dakwah Masjid Kotak Amal Yatim Penitipan Anak MQS Penerimaan Lain-lain

64,051,037 35,037,700 2,941,000 5,000,000 1,461,000 13,190,000 4,000,000 2,070,000 351,337

REKAPITULASI PEMANFAATAN DANA LEMBAGA AMIL ZAKAT, INFAQ & SHADAQAH SABILILLAH PERIODE BULAN JANUARI 2013 PENGELUARAN 37,728,949 Program Peduli Pendidikan Beasiswa Duafa’ 2,400,000 Prasarana Sekolah Dhuafa’ 500,000 Beasiswa Yatim 3,000,000 Bantuan Sekolah Yatim 500,000 Insidentil Yatim 300,000 Private gratis 240,000 Perpustakaan 300,000 Program Pengajian & Pembinaan SDM Pembinaan guru TPQ 300,000 Pembinaan Musolla 550,000 Bimbingan Baca Al-Qur’an Dewasa Pendidikan dan Pelatihan 50,000 Program Bantuan Prasarana Tempat Ibadah Listrik Masjid Sabilillah 1,580,000 Operasional Musolla Binaan 500,000 Prasarana Lain-lain 250,000 Publikasi dan Sosialisasi Buletin Dakwah 6,500,000 Program Santunan Insentif Guru TPQ 1,000,000

Fakir miskin 200,000 Lansia 1,650,000 Sosial 65,000 Santunan Gharim 500,000 Fisabilillah 500,000 Ibnu Sabil 320,000 Operasional Cetak (Brosur,Leaflet,kartu,kotak) 40,000 Operasional Kantor 330,500 Transportasi 630,000 Telpon 98,500 Perawatan Aset Tetap 227,000 Konsumsi 50,000 Jamsostek 1,108,500 Internet 390,900 Amilin 6,025,000 Volunteer 1,515,700 Biaya operasional lain-lain 73,000 Biaya Lain-lain 212,249 MQS 1,360,000 Investasi ke Penitipan Anak Sabilillah 4,462,600

DONATUR LAZIS SABILILLAH BULAN JANUARI 2013 No Nama Rp 1 Rek BTN Syariah infaq 171 2 Rek BTN Syariah Zakat 171 3 Rek Syariah Mandiri infaq 497 4 Rek BNI Syariah yatim 733 5 Rek BNI Syariah infaq 898 6 Rek Syariah Mandiri Zakat 1,961 7 Rek BNI Syariah Zakat 5,663 8 Rek Mandiri (Infaq) 7,827 9 Ayla Azzura M. 10,000 10 Indri 10,000 11 Rizky Agita 10,000 12 Aini 20,000 13 Andri 20,000 14 Anis 20,000 15 Hadi Safari 20,000 16 Hamba Allah (FTR) 20,000 17 Ike Rahmawati 20,000 18 Ir. Irsyat Iffano, MT 20,000 19 Joko 20,000 20 M. Hanafi 20,000 21 Sugeng Hari M. (Erik) 20,000 22 Susanto 20,000 23 Sutrisna Wati 20,000 24 Widhi Handoko 20,000 25 Yosman 20,000 26 Yulivieta Nurfanti,SE.,MM. 20,000 27 Dwi H. Purnomo 25,000 28 Endang Sulaeni 25,000 29 Fisma Faradila 25,000 30 Ika N. (Suhariyanti) 25,000 31 Indra Kurniawan 25,000 32 Lukman 25,000 33 M. Muwidha 25,000 34 Mbk. Mujiati 25,000 35 N. Yusuf 25,000 36 Soenarto 25,000 37 Soleh Gatot 25,000

18

Sabilillah Edisi 102 / Februari 2013 / Thn: 06 Majalah Komunitas

38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75

Sri Soewarni Sugeng(Ibu) Yunita Anang Djumala Ate Rushendi Diah Didik Supardi,Ir Edi Soepomo Ismiani M. Nanang Sulton Mafazah Makali (Bp) Mira Evi Pardiana Moeadi,H Nur Wahyudi Sahid,H Santi Sofian Arief Sulaiman Tatik Pamudji Moch Iksan,H Moch. Antik Hamba Allah (RK) Tutik Mahaleni Hamba Allah (ADF) Endang Purwati Imsama Nur S Agus Satriadi Hamba Allah (ANK) Anis 2 CV.Wiratama Dwi Retna Dwi Suryanto Edra Eko Erik Kurniawan Erna Kasiono

25,000 25,000 25,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 32,000 35,000 35,000 35,000 35,000 39,000 40,000 40,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000

76 Hamba Allah (FRD) 50,000 77 Gatot Kisworo 50,000 78 H. Jhonny Hidayat 50,000 79 H. Prambodo 50,000 80 H. Riswandy 50,000 81 Hilman 50,000 82 Hj. Dewi ZN. 50,000 83 Hj. Lilik M 50,000 84 Erfiet/Rr. A .Soviantari 50,000 85 Liliya Indra Cahyani 50,000 86 M.M. Abd Wahid H 50,000 87 Maulana Ibrahim 50,000 88 Mien 50,000 89 Moch. Soleh 50,000 90 Ninuk 50,000 91 Hamba Allah (NXDR) 50,000 92 Nur Aini Hanifah 50,000 93 Rek Bank Muamalat-Yatim 50,000 94 Rek Bank Muamalat-Zakat 50,000 95 Reza 50,000 96 Riana 50,000 97 Riza 50,000 98 Slamet Riyadi,H 50,000 99 Soewardi, BA 50,000 100 Sri Mastuti 50,000 101 Subardi (ibu) 50,000 102 Supardi 50,000 103 Taufik Hidayah 50,000 104 Taufikurrahman 50,000 105 Hamba Allah (TI) 50,000 106 Woja,Hj 50,000 107 Zamzami (Ibu) 50,000 108 Amien L Chaziem 55,000 109 Mbk. Nung 60,000 110 Nadya Nafis K 60,000 111 Wiwik 70,000 112 Ana Erna Neng W. 75,000 113 H. Buwono 75,000 114 Ida 75,000 115 Karbi 75,000 116 Kunyati 75,000 117 Moch. Zainal W. 75,000 118 Sri Sunarjati 75,000 119 Sri Utami 75,000 120 Sugeng 75,000 121 Susilo 75,000 122 Wardoyo 75,000 123 Wawik - Indra Dwi W. 75,000 124 Hamba Allah (SLYN) 76,000 125 Hamba Allah (ANK2) 80,000 126 Bayu Santoso 80,000 127 Erna Febru Aries 90,700 128 A. Rizal Amri 100,000 129 Ardhita Permana I.H. 100,000 130 Atik Asfi 100,000 131 Azmy Khairany 100,000 132 Badar 100,000 133 Dewi A Ambarwati 100,000 134 Dian Indra Cahyono 100,000 135 Dr.HM. Mujab Mashudi 100,000 136 Dr.Moch.Bahrudin 100,000 137 Drs.H.Hariadi 100,000 138 Efendi 100,000 139 Ellis 100,000 140 Faizal Reza 100,000 141 Fera Thatjahningsih 100,000 142 Gurnito (Ibu) 100,000 143 H. Misbahul Anam 100,000 144 H. Agus 100,000 145 Hamba Allah (NYMK) 100,000 146 Hanie Afie 100,000 147 Haris Fajar 100,000 148 Imam Ghozali 100,000 149 Khoirul Anwar 100,000 150 Kurniawati 100,000 151 Lembah Adriani 100,000 152 M. Abdullah/Jaka Sukma H. 100,000 153 M. Nouval Tsani Agil 100,000 154 Mudjoko 100,000 155 Ngatmi 100,000 156 Nunik Kartiko 100,000 157 Nusi Tristiawati 100,000 158 Ratriana 100,000 159 Rek Bank Muamalat-Yatim 100,000 160 Rek Bank Muamalat-Zakat 100,000 161 Rizky Lintarta 100,000 162 Rozali 100,000 163 Sofiah / M. Wahib 100,000 164 Sri Hendrastuti 100,000

165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244

Hamba Allah (SWDD) 100,000 Suparto 100,000 Umi Sholikhah/Dika 100,000 Wiwied Agus 100,000 Yudi/Kartika 100,000 Ikha F. Himmah 120,000 Alfa Rizky 150,000 Ana Chio 150,000 Bambang Budi Wiryawan 150,000 Dewi Nurul Hidayah 150,000 Dwijo (Hj) 150,000 H. Muchlis 150,000 Irpangesti Asmaningtyas 150,000 Jujuk RB,dr 150,000 Lasiman 150,000 Mudjiono & Dwi PA 150,000 Nonot Harnowo 150,000 Rudi - Gantini 150,000 Ruqoyah 150,000 Suko Wiyono 150,000 Wulan 150,000 Rek Mandiri-Yatim 160,886 Rek Mandiri (Zakat) 172,530 Ivone Saraswati 175,000 Abd. Irsyad Adzim 200,000 Abdurrahman Baragbah 200,000 Aditya 200,000 Ahadun 200,000 Dian Wahyuni 200,000 Djarno Teguh Prasetyo 200,000 Erna (Mayang Collection) 200,000 H. Zainul Fadli,M.Kes 200,000 Indra Eko 200,000 Mardiana 200,000 Novanita R.(Nita Collection) 200,000 Prof.Dr.H.M. Mas’ud Said 200,000 Ratna Ika Putri 200,000 Rumah Dannis 200,000 Sari W, - Andy Yuseno 200,000 Sasi 200,000 Setiasih Fajar 200,000 Hamba Allah (SLP) 200,000 Wiwin 200,000 Penjualan Barbeku 225,000 Ratih Indah A 225,000 Bramatyo 250,000 H. Mulyono Hartono 250,000 Rosyad,SH 250,000 Soewito 250,000 Sri Budaya 250,000 Deddy Anang 300,000 Ida Kartini 300,000 Hamba Allah (JS) 300,000 Anita Rahmawati & M. Irfan 310,000 Hamba Allah 325,000 Arifin 500,000 Bayu Permana 500,000 Junanto Kurniawan 500,000 Nurul Hidayah 500,000 Prof.Dr.Hj.Utami Widiati,MA 500,000 Rizky Novi Yohana 500,000 Yuli Supriono 500,000 Agung Cahyono 550,000 Hamba Allah (NV) 600,000 Mudjianto 600,000 H. Didik Supriyatno 650,000 Slamet Hariyanto 700,000 Kuswohadi 1,000,000 Kel. Robert 1,000,000 Supardino (Supinah) 1,000,000 Noeroel 1,100,000 Lita Herwanti 1,200,000 Masjid - Infaq 1,461,000 Wiono 1,500,000 R. Nugroho Sekeluarga 1,750,000 Setioretno 1,750,000 Hamba Allah (MNDR) 1,875,000 Warko Infaq 2,941,000 Sukotjo 4,500,000 Masjid - Yatim 13,190,000

245 Supardi 246 Heppy 247 Sulastri 1 Printer 248 Endah 249 Joko Printer 250 Hartati

Sepeda Bekas sepeda 2 Keyboard dan Komputer dan 2 magic com Baju layak pakai


Pelindung: Dewan Pembina Yayasan Sabilillah, Ketua III Yayasan Sabilillah, Dewan Penasehat: Drs. H. Mas’ud Ali, M.Ag, Prof. DR. H. Ibrahim Bafadlal, Komisi Fatwa: KH. Drs. Abdul Madjid Ridwan, KH. Drs. Marzuki Mustamar, Lc, H. Anas Basori, Ketua LAZIS: Choirul Anwar, SAg. MSi, Wakil Ketua: Yuanda Kusuma, Lc, Manager Oprasional: Ust. Sulaiman AP, ST, Pengawas: Dra. Hj. Siti Munfaqiroh, MSi, Hj. Enggar Nursasi, SE, MM, Sekretaris: Mochammad Sholeh, AP, Bendahara Umum: H. Mulyono Hartono, Bendahara Harian: Mafazah, SE.Ak, Networking dan Kerjasama: H. Sutrisno, H. Rahmat Hidayat, Heru Patikno, ST, Fundrising: HM. Tukiran S., Nurul Wihandayani, Dra. Hj. Azizah, Manager Pendistribusian dan Pendayagunaan: Marketing Komunikasi: Yosman A. Ssos, Andy Daeng, Rizky Noorhamidinah Ssos, Faiz DZ Roini, Abdullah.


ur’an fal Al Q a h g n e Ingin m il sekolah? samb atau ryawan a K a d An aha? pengus al Al Qur’an haf in meng Tapi ing ATIR !

JANG

W AN KHA 1

• • •

• •

Fasilitas

Peserta

dali Kartu ken uan d n a p u Buk ID Card Sertifikat

PROGRAM TAHFIDZ

Materi Tahfidz: Surat Yasin, Ar-Rahman, Al-Waqi’ah, dan AlMulk Target Waktu: 45 hari (30 hari menghafal dan 15 hari melancarkan, dengan asumsi seperempat sampai setengah halaman perhari) Jumlah Pertemuan: 6 kali/minggu (seminggu sekali untuk setoran dan tashih) Metode Menghafal: T4 (Tahfidz, Tashih, Takrir, Tahsin) secara Individu dan klasikal

Materi Tahfidz: Juz 30 Jumlah halaman yang dihafal: 20 halaman/10 lembar Target Waktu: 60 hari (40 hari menghafal dan 20 hari melancarkan, dengan asumsi setengah halaman (7 baris) perhari. Jumlah Pertemuan: 6 kali/minggu (seminggu sekali untuk setoran dan tashih) Metode Menghafal: T4 (Tahfidz, Tashih, Takrir, Tahsin) secara Individu dan klasikal

Paket Tahfidz 5 juz (juz 1-5) • • •

LEMBAGA AMIL ZAKAT, INFAQ & SHODAQOH

( Hafalan Qur’an)

Paket Tahfidz 1 juz (juz ‘amma) • • •

3

menggelar

Paket Tahfidz Ayat Pilihan •

2

MADRASATUL QUR’AN SABILILLAH

Materi Tahfidz: juz 1-5 Jumlah halaman yang dihafal: 100 (20x5) halaman/50 (5x10) lembar Target Waktu: 300 (60x5) hari, dengan rincian 200 (40x5) hari

• •

menghafal dan 100 (20x5) hari melancarkan, dengan asumsi setengah halaman (7 baris) perhari. Jumlah Pertemuan: 6 kali/minggu (seminggu sekali untuk setoran dan tashih) Metode Menghafal: T4 (Tahfidz, Tashih, Takrir, Tahsin) secara Individu dan klasikal

4 Paket Tahfidz 10 juz (juz 1-10) • • • • •

Materi Tahfidz: juz 1-10 Jumlah halaman yang dihafal: 100 (20x5) halaman/50 (5x10) lembar Target Waktu: 300 (60x5) hari, dengan rincian 200 (40x5) hari menghafal dan 100 (20x5) hari melancarkan, dengan asumsi setengah halaman (7 baris) perhari. Jumlah Pertemuan: 6 kali/minggu (seminggu sekali untuk setoran dan tashih) Metode Menghafal: T4 (Tahfidz, Tashih, Takrir, Tahsin) secara Individu dan klasikal

Waktu : Hari Sabtu atau Minggu Pukul : Bisa dipilih berdasarkan kelompok Perkelompok : 10-15 orang Tempat : Masjid Sabilillah

Daftarkan Diri Anda atau Putra Putri Anda

Informasi dan Pendaftaran: Kantor Masjid Sabilillah Jl. A. Yani No 15 Malang, Tlp. 491677, 9128128


Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah edisi : Februari 2013