Page 19

BISNIS

rabu, 25 juni 2014 LAMPUNG POST

KORPORASI

Djan Faridz (Menteri Perumahan Rakyat) “Karena mereka selalu mengelak, nyerah saya. Makanya, dengan sangat menyesal saya laporkan ke polisi.”

19

Tiphone Akuisisi Perusahaan Telekomunikasi PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. akan mengakuisisi perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan perangkat telekomunikasi, distribusi pulsa telepon seluler, pengadaan konten seluler, dan reparasi telepon seluler pada triwulan keempat tahun ini. Direktur Tiphone Mobile Indonesia Meijaty Jawidjaja mengatakan akuisisi rencananya dilakukan pada perusahaan yang inline dengan Tiphone. Saat ini, ujar dia, Tiphone sedang mengkaji nilai akuisisi perusahaan lokal yang bergerak di bidang perdagangan perangkat telekomunikasi, distribusi pulsa telepon seluler, pengadaan konten seluler, dan reparasi telepon seluler. “Akuisisi itu belum akan memberikan kontribusi bagi pendapatan Tiphone Mobile Indonesia. Pelaksanaannya di akhir tahun,” ujar Meijaty, di Jakarta, Selasa (24/6). Meijaty menargetkan pendapatan Tiphone Mobile Indonesia sebesar Rp15,6 triliun pada

tahun ini atau naik 48,57% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang hanya Rp10,5 triliun. Pencapaian itu akan dikontribusikan dari penjualan voucer seluler senilai Rp8,5 triliun, lalu penjualan telepon seluler Rp7 triliun. Adapun, Tiphone Mobile Indonesia membukukan pendapatan sebesar Rp3 triliun pada triwulan pertama tahun ini atau meningkat 52% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur Utama Tiphone Mobile Indonesia Tan Lie Pin menuturkan penjualan voucer seluler mencapai Rp1,89 triliun atau berkontribusi sebesar 63,2% dari pendapatan perseroan pada triwulan pertama tahun ini. Sementara pendapatan dari penjualan produk ponsel mencapai Rp1,103 triliun. Pencapaian pada penjualan produk ponsel, katanya, dikontribusikan dari pengembangan gerai ponsel pintar (smartphone) melalui kemitraan dengan merek asing. (MI/E2)

n ANTARA/RIVAN AWAL LINGGA

Bukit Randu Tawarkan Paket Ramadan MENYAMBUT Ramadan, Hotel dan Restoran Bukit Randu menawarkan aneka paket untuk berbuka puasa sekaligus fasilitas untuk berbuka puasa bersama. Paket keluarga yang dikemas dengan harga lebih ekonomis dan menarik ini sengaja diusung untuk memberikan makna pada Ramadan, kata Sales dan Marketing Manager Bukit Randu Raban, dalam siaran persnya, kemarin (24/6). Paket tersebut antara lain menyajikan Paket Buka Bersama (Kurma) 1, 2, dan 3, yaitu paket untuk keluarga (6 orang). Pada Paket Kurma 1, menu yang ditawarkan antara lain takjil (teh manis, kurma, puding, kolak, dan buah irisan) dengan menu utama gurame bakar, ayam goreng mentega, capcai goreng, tahu dan tempe penyet, lalapan, dan nasi putih. Paket ini dibanderol Rp375 ribu. Paket Kurma 2 dengan harga Rp475 ribu menyajikan menu takjil (teh manis, kurma, puding, kolak, dan buah irisan) dengan menu utama gurame saus mangga, ayam bakar kebumen, cumi goreng tepung, sapo tahu, tahu dan tempe goreng, lalapan, sambal cobek, dan nasi putih. Paket Kurma 3 senilai Rp575 ribu dengan mengusung menu takjil (teh manis, kurma, puding, kolak, dan buah irisan) dan menu utama sup buntut, ayam goreng kalasan, udang goreng mentega, brokoli cah seafood, tahu dan tempe penyet, lalapan, sambal cobek, dan nasi putih serta aneka jus. Bagi penikmat makanan khas Jepang, menurut Raban, Restoran Suki juga menyajikan dua paket menu andalan, yaitu Paket Pasha Ramadan seharga Rp450 ribu, juga untuk 6 orang dengan menu shabu-shabu sudah termasuk takjil. Menu shabu-shabu berupa kangkung, sawi putih, poocay, selada, cikua, tofu, mi ikan, sanwich tofu, bakso udang, bakso ikan, bakso cumi, ikan salmon, lumpia ikan goreng, pangsit udang goreng, dan nasi putih. Ada juga Paket Bento Ramadan seharga Rp65 ribu per orang dengan menu Jepang, chicken teriyaki, ebi tempura, dan nasi putih, juga sudah termasuk takjil. (SAG/E2)

PENJUALAN BUNGA MENINGKAT. Penjual merapikan bunga tabur yang siap dijual kepada warga yang ingin berziarah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegalalur, Jakarta Barat, Selasa (24/6). Jelang Ramadan, penjualan bunga tabur meningkat tiga kali lipat dari hari biasa.

Pengembang Minta Klarifikasi Dinilai tak memiliki iktikad baik untuk memenuhi aturan hunian berimbang, Kemenpera laporkan 58 pengembang ke Kejaksaan Agung dan kepolisian. Sri Agustina

M

ENTERI Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz melaporkan 58 pengembang besar yang mencakup 191 proyek ke polisi terkait dengan sikap para pengembang yang tak patuh aturan hunian berimbang. Para pengembang pun meminta klarifikasi tentang hal ini. Laporan tersebut sudah dilayangkan pada Selasa (17/6) lalu. Sebelum melapor ke Mabes Polri, Djan melaporkan para pengembang tersebut ke Kejaksaan Agung setelah mendapatkan inventarisasi data pengembang yang tak melaksanakan hunian berimbang dari lembaga penyurvei independen PT Surveyor Indonesia. Menurut Djan, jika ada iktikad baik dari pengembang, diharapkan pihak pengembang segera mengirim surat ke Kemenpera yang isinya

menyatakan kesanggupan melaksanakan hunian berimbang. Pihak kementeriannya pun akan mencabut laporan soal dugaan pelanggaran kepada pengembang yang bersangkutan. “ Ka r e n a m e r e k a s e l a l u mengelak. Nyerah saya, makanya dengan sangat menyesal saya laporkan ke polisi. Saya tetap pesan ke Kapolri, tolong kalau mereka menyatakan siap untuk membangun, bikin surat ke saya, nanti kami bikin surat,” kata Kemenpera. Pada Selasa (24/6) sore, para pengembang di bawah Real Estate Indonesia (REI) berkumpul di Hotel Kempinski, Jakarta, untuk melakukan klarifikasi. Mereka mengaku belum mendapat surat pemberitahuan atau pemanggilan dari kepolisian. “Sampai sekarang pengembang itu belum mendapat surat. Tapi saya enggak tahu, setahu kami REI belum di-

laporkan oleh pengembang bahwa mereka sudah dapat panggilan apa tidak,” kata Ketua Umum REI Eddy Hussy dalam konferensi pers. Menurut Eddy, dalam membangun perumahan, pengembang sudah mendapatkan izin dari pemda. Dia mengakui juga sudah sesuai dengan rencana tata ruang wilayah.

S

ampai sekarang pengembang itu belum mendapat surat. Tapi saya enggak tahu, setahu kami REI belum dilaporkan oleh pengembang bahwa mereka sudah dapat panggilan apa tidak. “Maka kalau ada sesuatu yang menurut Kemenpera ada yang kurang sesuai dengan permen (peraturan menteri) yang diterbitkan, tentunya ada satu koordinasi bagaimana memecahkannya,” kata Eddy. Dari pihak pengembang mengaku akan mengklarifikasi mengenai hal ini kepada Kemenpera. “Kami enggak perlu lapor sini lapor sana. Orang

bilang kami nakal, belum tentu nakal,” katanya. Seperti diketahui, aturan hunian berimbang mengatur pengembang membangun 3 unit rumah sederhana tapak, 2 rumah menengah tapak, saat membangun 1 rumah mewah tapak. Ketentuan ini dikecualikan bagi pengembang yang keseluruhannya membangun rumah sederhana. Rumah mewah adalah yang harganya lebih dari 4 kali harga rumah sederhana, rumah menengah yang harganya 1-4 kali rumah sederhana, sedangkan rumah sederhana merupakan rumah yang harganya diatur pemerintah. Untuk membangun rusun (bukan rumah tapak), pengembang diwajibkan mengalokasikan 20% luas bangunan untuk rumah susun sederhana dalam membangun rumah susun komersial. Ketentuan hunian berimbang dalam UU No. 1 Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman ditetapkan pada 12 Januari 2011 dan UU No. 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun ditetapkan pada 10 November 2011. (E2)

sriagustina@lampungpost.co.id

n ANTARA/RENO ESNIR

PENGANGKATAN DEPUTI GUBERNUR BI. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowadojo (kanan) bersama Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara (tengah) dan Menteri Keuangan Chatib Basri (kiri) usai menghadiri rapat sidang paripurna ke-29 di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (24/6).

Software Bajakan Rugikan Produsen Rp17,3 Triliun SEPANJANG 2013, sekitar 84% perangkat lunak (software) yang terpasang di Indonesia diduga ilegal alias bajakan sehingga merugikan produsen software sebesar 1,46 miliar dolar AS atau Rp17,3 triliun. “Kerugian bisnis bagi produsen software asli akibat penggunaan software tidak berlisensi itu mencapai 1,46 miliar dolar AS. Kebanyakan orang tidak tahu apa yang dipasang ke dalam sistem komputer mereka. Itulah yang harus diubah,” kata Presiden dan CEO The Software Alliance (BSA), Victoria Espinel, di Jakarta, Selasa (24/6). Espinel menjabarkan jika angka kerugian tersebut diperoleh dari survei BSA Global Software yang dilakukan setiap dua tahun oleh lembaga riset pasar International Data Corporation (IDC). Tahun ini, BSA telah mewawancarai peng-

guna komputer di 34 pasar, termasuk hampir 22 ribu konsumen dan perusahaan pengguna komputer pribadi (PC) serta lebih dari 2.000 manajer teknologi informasi di Tanah Air. Dia menambahkan 16% pemasangan software yang legal itu memilih tidak menggunakan software bajakan demi menghindari ancaman keamanan dari malware. Di antara risiko-risiko yang terkait dengan software tidak berlisensi, 64% pengguna komputer di dunia paling mencemaskan terbukanya akses masuk secara gelap bagi para peretas. Sementara 59% lainnya mencemaskan risiko kehilangan data. “Namun, tidak sampai separuh dari mereka yang mengaku sangat yakin bahwa software yang digunakan di perusahaan mereka memang asli dan berlisensi dengan benar,” ujarnya. (MI/E2)

Alfamart Adakan Khitanan Gratis MENGUSUNG program kepedulian, PT Sumber Alfaria Tbk. (SAT) sebagai pengelola Alfamart dan Alfamidi kembali menyelenggarakan khitanan gratis di rumah Albi Kimaja 4 Kedaton, Bandar Lampung, kemarin (24/6). Khitanan gratis diikuti 35 anak dari keluarga prasejahtera di Bandar Lampung dan merupakan rangkaiam program sunatan massal bagi 1.000 anak Indonesia. Menurut Priyono, selaku branch manager Alamart, kegiatan khitanan gratis merupakan agenda rutin sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan. “Momen libur sekolah dipilih agar peserta memiliki waktu yang cukup untuk masa

penyembuhan tanpa harus mengganggu aktivitas sekolah,” kata dia. Priyono mengatakan pelaksanaan khitanan dilaksanakan menyebar di berbagai kota yang terdapat jaringan toko Alfamart agar kehadirannya dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, tidak sekadar melayani pemenuhan kebituhan pokok. “Khitanan gratis dilaksanakan di 23 kota, yakni Jakarta, Tangerang, Bandung, Cirebon, Semarang, Cilacap, Lampung, Cimahi, Malang, Klaten, Bali, Lombok, Palembang, Jambi, Makassar, Banjarmasin, Karawang, Pekanbaru, Medan, Sidoharjo, Bekasi, Bogor, dan Jember,” kata Priyono. Marketing Alfamart Sam-

bar mengatakan 35 anak yang mengikuti khitanan massal ini berasal dari keluarga prasejahtera di sekitar toko Alfamart 4 yang berada di Jalan Kimaja. “Khitanan massal ini sudah ketiga kalinya diadakan, yang pertama diadakan di rumah Albi Golib Pringsewu, Alfamart Ahmadyani Metro, dan Alfamart Kimaja 4. Selain sunatan massal, Alfamart juga memiliki kegiatan sosial yang lain, seperti donor darah, pembagian kacamata secara gratis, dan santunan untuk panti sosial,” ujar Samba. Samba mengharapkan dengan adanya khitanan massal dapat membantu warga sekitar yang ingin mengkhitan anak tapi belum memiliki biaya. (*5/E1)

n LAMPUNG POST/TIYAS ANISA

KHITANAN MASSAL. Alfamart menyelenggarakan khitanan gratis di rumah Albi Kimaja 4, Kedaton, Bandar Lampung, kemarin (24/6). Sebanyak 35 anak dari keluarga prasejahtera di Bandar Lampung mengikuti khitanan gratis yang secara nasional merupakan program sunatan massal bagi 1.000 anak Indonesia.

:: LAMPUNG POST :: Rabu, 25 Juni 2014  
:: LAMPUNG POST :: Rabu, 25 Juni 2014  
Advertisement