Page 12

HUMANIORA RABU, 25 JUNI 2014 LAMPUNG POST

Suharto (Kepala SMAN 7 Bandar Lampung) “Tugas kami mendidik anak bangsa tanpa diskriminasi, termasuk soal seragam, kami bantu bagaimana agar semua siswa memakai seragam tersebut.”

12

Indonesia Kekurangan 1,3 Juta Kantong Darah INDONESIA masih kekurangan sekitar 1,3 juta kantong darah per tahun dengan tingkat kebutuhan mencapai 4,8 juta kantong dan baru terpenuhi 3,5 juta kantong darah. “Kondisi saat ini, kebutuhan (darah) itu meningkat 1% seluruh dunia, sedangkan ketersediaan turun 1%. Ini akan terjadi diskrepansi. Efeknya adalah ada manusia di dunia yang tidak memiliki akses dan mati sia-sia,” kata Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi Agus Purwadianto, pada seminar untuk memperingati Hari Donor Darah Sedunia, di Jakarta, Selasa (24/6). Ibu hamil dan melahirkan termasuk salah satu kelompok yang mengalami kerugian dari kekurangan kantong darah tersebut, dengan lebih dari sepertiga dari penyebab kematian ibu melahirkan adalah perdarahan. Angka Kematian Ibu (AKI) juga masih cukup tinggi, yaitu 359 per 100 ribu kelahiran (SDKI 2012) dengan pada tahun yang sama data Ditjen Gizi dan KIA Kementerian Kesehatan menunjukkan penyebab kematian ibu melahirkan 35% adalah akibat perdarahan. Permasalahan lain muncul karena ketersediaan darah saat ini tidak seluruhnya berasal dari donor sukarela, tetapi di beberapa daerah juga didominasi donor pengganti dari keluarga pasien. “Ini masih harus ditumbuhkan kesadaran ke sana (menjadi donor sukarela). Kami ingin evaluasi semua regulasi dan insentif, kami inginkan pendonor sukarela diberi penghargaan,” ujar Agus. Sebelumnya, Badan Kesehat­ an Dunia (WHO) menyerukan negara anggotanya untuk memfokuskan Hari Donor Darah Sedunia 2014 pada ketersediaan kantong darah untuk membantu ibu melahirkan karena transfusi darah adalah salah satu kunci penyelamatan nyawa pada penanganan komplikasi terkait kehamilan. (ANT/S1)

LA R A S B A H A SA

Kampanye Hitam Teguh Kariadi *

n LAMPUNG POST/EVA PARDIANA

MEMERIKSA BERKAS. Salah seorang guru SMAN 9 Bandar Lampung memeriksa berkas siswa bina lingkungan yang lolos verifikasi dalam pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2014—2015 di sekolah tersebut, Selasa (24/6). Pendaftaran ulang berlangsung pada Selasa—Kamis (24/6—26/6). Berdasarkan hasil verifikasi yang lolos Bina Lingkungan di SMAN 7 Bandar Lampung sebanyak 204 siswa, sedangkan kuota bina lingkungan hanya 160 siswa. Sisanya 44 siswa dialihkan ke SMAN 14 Bandar Lampung.

Siswa Tidak Wajib Beli Seragam Batik dan Olahraga Untuk seragam batik dan olahraga, sekolah memang menyediakan di koperasi. Namun, pengadaan kedua jenis seragam ini sifatnya hanya penawaran bukan kewajiban. Eva Pardiana

T

AHUN pelajaran baru identik dengan seragam sekolah baru. Ada beberapa jenis seragam yang dikenakan siswa dalam kegiatan belajar, di antaranya OSIS, pramuka, batik, dan olahraga. Namun, sekolah tidak mewajibkan siswa, baik itu reguler maupun Bina Lingkung­ an, untuk membeli seragam batik dan olahraga. Untuk siswa Bina Lingkung­ an Pemerintah Kota Bandar Lampung, melalui Dinas Pendidikan (Disdik), telah mengalokasikan anggaran pengadaan seragam OSIS dan pramuka. Bahkan, untuk siswa Bina Lingkungan SMA pengukuran seragam telah dilakukan pihak

Pascasarjana Unila Tambah 8 Prodi PROGRAM Pascasrajana Universitas Lampung (Unila) mendapat mandat khusus Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) untuk menambah delapan program baru tahun ini juga. Hal tersebut berlaku sesuai Surat Keputusan (SK) Ditjen Dikti No: 441/E.E2/DT/2014 tertanggal 18 juni tentang Penugasan Penyelenggaraan Penambahan Program Studi di Lingkungan Unila. Prodi pascasarja itu meliputi prodi Fisika, Ilmu Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat, Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, Keguruan Guru SD, Keguruan IPA, Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, dan Teknik Mesin. Menurut Direktur Pascasarjana Unila Sujarwo, proses pembukaan pendaftaran prodi baru ini akan berlangsung sejak satu Juli untuk semester pertama, sedangkan semester berikutnya Januari mendatang. “Kami membuka S-2 sepanjang tahun. Dengan penambahan itu berarti total prodi

Unila ada 30 untuk S-2 dan 2 prodi untuk S-3,” kata dia, saat ditemui Lampung Post di ruang kerja, akhir pekan lalu. Dari hal itu, kata dia, jika direkapitulasi rata-rata penerimaan kuota pascasarjana ada 40 orang untuk tiap prodi. Untuk menjadi mahasiswa pasca akan mengikuti dua macam tes masuk, yakni tes tertulis dan wawancara. Tes tertulis dilakukan bersama setelah kuota tiap prodi terpenuhi, sedangkan tes wawancara dilakukan untuk tiap orang di tiap ketua prodi masing-masing. Dari 30 prodi, rata-rata pendaftar per semester menjadi 1.200 orang. Diharapkan dengan penambahan prodi ini percepatan pembangunan SDM Lampung, termasuk kenaikan APK sebanyak 30% tahun ini tercapai. Selain itu, ia mengatakan ada yang khas dari penambahan prodi baru ini, yakni ditunjuknya FKIP Unila untuk menyelenggarakan program S-2 guru SD Unila. Ini menjadi pertama di Sumatera. (CR13/S3)

RALAT Sehubungan dengan pemberitaan di Lampung Post edisi Selasa (14/6) pada halaman 12 yang berjudul Disdik Larang Pungut Biaya Siswa Bina Lingkungan, tertulis nama Kepala SMPN 1 Bandar Lampung Edy Supriyono sebagai narasumber. Seharusnya Edy Supriyono sebagai kepala SMPN 4 Bandar Lampung. Demikian kekeliruan ini kami perbaiki. Kepada pihak-pihak terkait, kami mohon maaf. Terima kasih.

sekolah bersamaan dengan pendaftaran ulang yang berlangsung 24—26 Juni. “Ketentuannya sudah jelas, kadis (kepala Dinas Pendidik­ an Kota Bandar Lampung, red) memerintahkan sekolah mengukur baju siswa. Lalu, datanya dikirimkan ke Disdik,” kata Kepala Sekolah SMAN 7 Bandar Lampung Suharto, di kantornya, Selasa (24/6). Sementara untuk seragam batik dan olahraga, sekolah memang menyediakan di koperasi. Namun, pengadaan kedua jenis seragam ini sifatnya hanya penawaran, bukan kewajiban. “Bagi siswa yang mampu silakan membeli. Kalaupun tidak mampu tidak masalah,” ujarnya, Selasa (24/6).

Namun, untuk siswa bina lingkungan yang tidak mampu membeli, pihak sekolah memberikan solusi. Alumni yang baru saja lulus ditawarkan untuk menyumbangkan seragam yang masih layak pakai. Ini dilakukan agar tidak terlihat perbedaan antara yang mampu dengan yang tidak mampu. Suharto menambahkan setelah masuk sebagai siswa SMAN 7 Bandar Lampung, nantinya tidak diperbolehkan ada perlakuan yang berbeda antara siswa bina lingkungan dan reguler. “Tugas kami mendidik anak bangsa tanpa diskriminasi, termasuk soal seragam, kami bantu bagaimana agar semua siswa pakai seragam,” ujarnya. Berdasarkan hasil verifikasi, SMAN 7 Bandar Lampung menerima 204 siswa bina lingkungan. Kuota bina lingkungan sekolah hanya 160 siswa, 44 siswa lainnya dialihkan ke SMAN 14 yang belum terpenuhi kuota bina lingkungannya. Hal yang sama diungkapkan Wakil

Kepala Kurikulum SMAN 9 Bandar Lampung Sri Purwiyatni. Menurutnya, seragam batik dan olahraga penting sebagai identitas sekolah, khususnya ketika menghadiri kegiatan antarsekolah. Untuk itu, pihaknya juga memberikan solusi kepada siswa yang tidak mampu agar tetap bisa memiliki seragam. Sejak tahun lalu, SMAN 9 Bandar Lampung telah mengumpulkan seragam layak pakai dari siswanya yang telah lulus. Seragam yang terkumpul ini akan disalurkan kepada siswa yang tidak mampu. “Sekolah tetap menyediakan, tapi tidak memaksa,” kata dia. SMAN 9 Bandar Lampung menerima 191 siswa melalui jalur bina lingkungan, sedang­ kan kuota bina lingkungan ha­n ya 174 siswa. “Sisanya didistribusikan ke SMAN 14 Bandar Lampung dan SMAN 5 Bandar Lampung,” kata Sri, Selasa (24/6). (S1)

evapardiana@lampungpost.co.id

GSV Nasyid Gebrak Lampung SUARA emas kelima pemuda itu memenuhi seisi ruangan. Penonton dibuat terhenyak dengan penampilan mereka. Selain kostum yang terlihat “mewah”, suara emas mereka juga begitu memukau. Masing-masing dari mereka saling melempar senyum ke penonton yang didominasi kaum hawa itu. Syair-syair yang mereka lantunkan terasa damai dan menyejukkan hati. Itulah penampilan dari pemuda-pemuda muslim yang tergabung dalam Grup Nasyid Gema Senandung Vikri (GSV) dengan koordinator Adhi Ikhsan S. Mendoza.

Dalam rangka kembali mensyiarkan musik nasyid di Bumi Lampung, Kampoeng Nasyid Entertainment (KNE) menggelar agenda Fiesta Nasyid Indonesia yang mencakup kegiatan ajang pencarian bakat nasyid got talent, talk show, dan konser nasyid nasional bertajuk Simponi Nada dan Dakwah. Acara yang dihelat pada 7—8 Juni 2014 lalu di GSG IAIN Raden Intan Lampung ini berlangsung meriah. Acara konser GSV ini digawangi Adhi, Ari, Amin, Azam, dan Awan. Para penonton sangat puas. Ratusan penonton pun antusias mengikuti rangkaian

konser nasyid nasional yang dibuka dengan penampilan solo Azzam Dimas Prapanca. Ketua Pelaksana Arya Budiman pun menyampaikan antusias masyarakat Lampung terhadap kegiatan ini cukup baik, terbukti dari keikutsertaan peserta NGT yang cukup tinggi. Selain konser nasyid acara ini juga diisi dengan talk show nasyid yang menghadirkan 3 narasumber, yaitu tokoh nasional yang memiliki banyak kiprah dalam pengembangan musik nasyid dan religi, anggota DPR RI Almuzzammil Yusuf. (S2) n Tri Sujarwo

n ANTARA/NYOMAN BUDHIANA

TARIAN BOLLYWOOD INDIA. Sejumlah seniman India membawakan tarian bercerita The Great Indian Wedding dalam pergelaran kesenian partisipasi grup Bollywood pada Pesta Kesenian Bali ke-36 di Taman Budaya Denpasar, Selasa (24/6).

MENJELANG pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 9 Juli mendatang, semua media, baik cetak, elektronik, maupun media sosial dijadikan sarana kampanye. Kampanye di ruang publik tidak hanya dilakukan tim sukses masing-masing kandidat. Perseorangan atau mereka yang bersimpati dengan salah satu kandidat memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan berbagai isu mengenai salah satu kandidat untuk menjatuhkan kandidat lawan atau biasa disebut kampanye hitam. Bahkan, media cetak Obor Rakyat sengaja disebar di sejumlah pesantren di Jawa untuk menjatuhkan salah satu kanidat calon presiden. Tak mau kalah, kandidat yang lain juga membuat media tandingan. Saya sendiri karena tidak tertarik dengan hiruk-pikuk kampanye. Lebih memilih tidak membuka media sosial yang isinya melulu kampanye. Menelisik lebih dalam mengenai kampanye hitam, saya tertarik untuk memahaminya. Sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring besutan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kam·pa·nye berarti gerakan (tindakan) serentak (untuk melawan, mengadakan aksi, dan sebagainya. Kampanye bisa juga diartikan sebagai kegiatan yang dilaksanakan organisasi politik atau calon yang bersaing memperebutkan kedudukan dalam parlemen dan sebagainya untuk mendapat dukungan massa pemilih dalam suatu pemungutan suara. Sementara hitam bermakna warna dasar yang serupa de­ ngan warna arang. Hitam bisa juga bermakna mengandung atau memperlihatkan warna yang serupa warna arang. Misalnya dalam kata hitam bagai pantat belanga, berarti perbuatan yang sangat buruk atau bisa diartikan sebagai tabiat seseorang yang sangat buruk. Hitam di atas putih bermakna perjanjian tidak hanya dengan perkataan, tetapi juga tertulis. Kemudian, hitam dikatakan putih, putih dikatakan hitam, maknanya tidak mengatakan yang sebenarnya atau yang baik dikatakan buruk dan sebaliknya. Berdasarkan definisi tersebut di atas, bisa diambil kesimpulan kampanye hitam adalah gerakan serentak untuk menjatuhkan atau menjelek-jelekkan seseorang atau lawan politik. Tujuannya, agar sang lawan tidak disukai, tidak dipilih, dan kemudian kalah dalam pemilihan presiden mendatang. Oleh sebab itu, marilah kita bijak menyikapi berbagai pemberitaan di berbagai media yang menjatuhkan seseorang. Tujuannya, agar saat pesta demokrasi pada 9 Juli mendatang kita semua bisa menggunakan hak politik dengan baik dan benar. *)= Pemerhati bahasa di Bandar Lampung

n ANTARA/HO/HUMAS KEMEN PU

DUTA SANITASI. Ibu Negara Ani Yudhoyono (kanan) memberikan hadiah kepada para duta sanitasi 2014 yang terpilih di Istana Negara, Jakarta, Senin (23/6). Kegiatan ini dalam rangka mengampanyekan perilaku hidup sehat di bidang sanitasi serta terus meningkatkan penyediaan prasarana dan sarana sanitasi bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Awal Juli Dana Sertifikasi Cair KABAR gembira bagi para guru pendidikan dasar (dik­ das)—TK, SD, SMP, dan pengawas sekolah—di Bandar Lampung. Pasalnya, dana sertifikasi triwulan kedua, baik guru pegawai negeri sipil (PNS) maupun non-PNS, akan cair awal Juli ini. Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dikdas Dinas Pendidikan Kota (Disdik) Bandar Lampung Khairul Athar menjelaskan dana sertifikasi itu akan dibayarkan atas prestasi mengajar selama tiga bulan untuk masa bakti triwulan kedua, yakni April—Juni. Ia menyebutkan dalam triwulan kedua tersebut dana sertifikasi yang dicairkan untuk 3.692 guru. Namun, untuk triwulan kedua ini data guru yang masih direkap masih sekitar 2.000 guru. “Dapat-tidaknya dana sertifikasi berdasarkan data pedagogik, sertifikat pengajaran dan tercapainya jam mengajar selama 24 jam dalam tiga bulan terakhir. “Data yang kami dapat tidak main-main dan kredibel, karena data itu diperoleh dari para guru sendiri yang menginput tiap datanya ke pusat lewat operator sekolah,” kata dia, Selasa (24/6).

Ia mengakui pembagian dana sertifikasi guru dikdas untuk triwulan kedua ini jauh le­ bih banyak dibanding triwulan pertama. Itu karena rekapitulasi data yang diperoleh Disdik Bandar Lampung lebih banyak dan menyeluruh dibandingkan triwulan pertama. Selain itu, input data pusat pada triwulan kedua bagi guru dikdas mencakup TK, SD, SMP, dan pengawas jauh lebih banyak karena penerimaan guru PNS dan non-PNS sedang dibuka pada triwulan pertama. Sebab itu, proses sertifikasi baru bisa dicairkan pada triwulan kedua. Selain itu, proses para guru dalam mengembalikan tanda tangan yang terlambat membuat dana sertifikasi guru dikdas baru bisa diproses triwulan kedua yang dihitung dari masa dinas dan pengabdian meng­ ajar selama April—Juni 2014. Pada triwulan pertama pada 2014 membayarkan dana sertifikasi untuk 3.577 guru, yang terbagi 290 guru TK (2.316 guru SD), (845 guru SMP), dan 126 pengawas sekolah. Sedang­kan untuk triwulan kedua ada 3.692 orang guru, terbagi atas 243 guru TK, (2.087 guru SD), (1.295 guru SMP), dan 67 peng­ awas sekolah. (CR13/S1)

:: LAMPUNG POST :: Rabu, 25 Juni 2014  
:: LAMPUNG POST :: Rabu, 25 Juni 2014  
Advertisement