Issuu on Google+

±

±

CMYK

± Terbit Sejak 1974 Sirkulasi: (0721) 788999 Layanan Umum: (0721) 783693 Iklan: (0721) 774111 SMS: 0815 4098 5000 Redaksi (0721) 773888 SMS: 0812 7200 999

minggu, 15 september 2013

T E R U J I T E P ERC AYA

www.lampost.co

24 Hal.

No. 12906

i TAHUN XXXIX

Rp3.000

±

± Ridho Ficardo Ketua DPD Partai Demokrat Lampung n Lampung Post.DOK

Wawancara dengan Kepala BKD Provinsi Lampung Syarif Anwar... Hlm. 10

Agustina mengkreasikan jilbab paris segi empat dengan bagian leher membentuk syal... Hlm. 17

n Lampung Post.DOK

n Lampung Post.DOK

LIGA PRIMER

Van Persie dan Rooney Menangkan MU

n LAMPUNG POST/IKHSAN DWI NUR SATRIO

BAHASA LAMPUNG. Sejumlah warga mengobrol di depan rumah adat menggunakan bahasa Lampung di Banjarnegeri, Gunungalip, Tanggamus, Jumat (13-9). Bahasa Lampung kini hanya terdengar di ruang-ruang sempit dan di daerah-daerah saja.

±

‘Pah, Bubahasa Lampung’ BAHASA Lampung kini hanya terdengar di ruang-ruang sempit. Salah satu ruang sempit itu adalah Desa Bawang, Kecamatan Punduhpidada, Kabupaten Pesawaran. “Nyak kak khua pulu tahun dija. Jadi, kak pandai bubahasa Lampung (Saya sudah 20 tahun di sini. Jadi, sudah bisa berbahasa Lampung).” Kalimat itu diucapkan Nuryan­to (43), orang Jawa yang tinggal di Desa Bawang, Punduhpidada, Pesawaran, Rabu (11-9), di pasar setempat. Meski berusaha menekan dan menebalkan intonasi pada lafal huruf l dan memfasihkan huruf r ­dengan serak, logat Jawanya masih kentara. Desa Bawang mungkin tinggal “sendirian”. Ia mampu menguasakan warganya menjadi “Lampung”. Setidaknya dari sisi bahasa. Meski sudah dihuni pendatang dari Jawa, Sunda, dan aneka suku lain, bahasa Lampung masih lestari. Bukan cuma di upacara adat, di pasar, di rumah, di kebun, dan di pos ronda, semua orang berbicara Lampung. “Siapa pun yang datang ke sini, yang perlu diingat adalah di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Kami tak memaksakan me­ reka (suku lain, red) harus berbicara dengan bahasa Lampung, tapi semua itu muncul dari

±

kesadaran mereka sendiri,” kata Saadi Idris, kepala Desa Bawang, kepada Lampung Post. Nuryanto adalah satu di antara pendatang di Desa Bawang. “Saya tinggal di sini sejak 1980. Saya belajar ngomong Lampung. Setiap orang Lampung, di kebon, di pasar, di mana saja. Saya sudah enggak mikir sukunya apa, kalau sudah di sini ya orang Lampung aja.” Saat desa ini dimekarkan, Bangunrejo, desa pemekaran yang dominan bersuku Jawa, tetap menggunakan bahasa Lampung.

J

ika tidak berbahasa Lampung lebih baik jangan datang ke sini.

Selamatkan Bahasa Lampung “Assalamualaikum, tabik-tabik, nuppang tabik jama sai ramik, sai wat diluwah sai wat dilom, sikam haga nuppang cawa, mehap pai pun.” Muhammad Ikhsan gelar Raja Asal Marga mengucapkan kalimat pembuka yang mirip syair itu saat diminta komentarnya soal pelestarian bahasa Lampung. Wajahnya serius, nadanya kadang meninggi tanda kesal, lalu melirih pasrah. “Kita lahir, besar, hidup dan cari makan di Lampung, sudah seharusnya kita menjunjung budaya kita. Termasuk juga para pendatang. Itu bagian dari rasa syukur dan terima kasih kepada tanah yang telah menghidupinya selama ini. Kalau tidak mau belajar dan memakai, ya pergi saja

OASI S

FOKUS... Hlm. 14

kanan pemain asal Belanda itu masih dapat diantisipasi kiper Palace. Kebuntuan tuan rumah baru terpecahkan saat babak pertama memasuki injury time. Aksi Ashley Young yang berpeluang mencetak gol dihentikan Kagisho Digkacoi yang berbuah hadiah penalti dan kartu merah bagi gelandang Palace itu. Van Persie yang maju sebagai eksekutor dengan mudah mengecoh Julian Speroni untuk membawa MU memimpin 1-0. Rooney menggandakan keunggulan MU pada menit ke80. Tendangan bebas Rooney dari jarak 25 yard melawati pagar hidup pemain Palace dan meluncur ke pojok kanan bawah gawang tanpa bisa dihalau Speroni. Hasil positif juga dipetik Arsenal yang mengalahkan tuan rumah Sunderland 3-1. Begitu juga dengan Tottenham Hotspur yang menang 2-0 atas tamunya Norwich City. Di laga lain, tim sekota MU, Manchester City, harus puas bermain imbang tanpa gol di kandang Stoke City. (O1)

n REUTERS/DARREN STAPLES

DILANGGAR. Pemain Manchester United, Patrice Evra (kaus merah), terjatuh usai dilanggar dari belakang pemain Crystal Palace, Mile Jedinak, pada lanjutan Liga Primer di Stadion Old Trafford, Manchester, Sabtu (14-9). MU memetik kemenangan dua gol tanpa balas.

HAJI 2013

Nuklir dan Leukemia ANAK-ANAK yang tinggal di dekat pembangkit listrik tena­ ga nuklir tidak memiliki peningkatan risiko mengembangkan leukemia. Demikian temuan studi para ahli Jerman dan Inggris yang dipublikasikan di The British Journal of Cancer. Para peneliti menganalisis data 10 ribu anak balita (berusia di bawah 5 tahun) yang didiagnosis kanker leukemia antara 1962 dan 2007. Para ahli tersebut memperkuat analisis mereka dengan bantuan data dari National Registry of Childhood Tumours. Lokasi dan tempat balita lahir dan tinggal dicatat dengan cermat. Selain itu, peneliti juga membandingkan informasi dengan data pada lebih dari 16 ribu anak-anak dengan kanker yang berbeda. Hasilnya, studi tersebut menemukan ada peningkat­ an risiko perkembangan leukemia di antara anak-anak yang tinggal di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir. (MI/U1)

±

dari Lampung,” kata Wakil Ketua Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Kota Bandar Lampung ini terpancing emosi. Di kantor MPAL yang menyatu dengan Stadion Pahoman, ia memberlakukan siapa pun yang masuk harus berbicara dengan bahasa Lampung. “Jika tidak berbahasa Lampung lebih baik jangan datang ke sini,” kata dia. Tetapi, Muhamad Ikhsan kini tampaknya menjadi minoritas. Faktanya, penggunaan bahasa Lampung dalam keseharian tak tampak lagi. Bahkan, di keluarga bersuku Lampung, bahasa ibu itu tak dipakai untuk komunikasi dalam rumah. Sustiyanti, peneliti bahasa Lampung dari Kantor Bahasa Provinsi Lampung, pernah melakukan penelitian terkait upaya masyarakat dalam mempertahankan bahasa Lampung sebagai bagian dari komunikasi di kehidupan mereka. Hasilnya, kata dia, bahasa Lampung hanya bisa dilihat di daerahdaerah saja. Sedangkan di kota, termasuk Kota Bandar Lampung, pemakaian bahasa Lampung sudah sangat sulit ditemui. Di sisi lain, orang tua terkesan melupakan amanat tak tersurat untuk mewariskan bahasa Lampung kepada anak-anak mereka. Dalam penelitian yang dilakukan di Kota Bandar Lampung itu, Sustiyanti mengambil sampel 50 responden yang beragam dengan mayoritas responden adalah orang Lampung. “Bahasa Lampung sudah harus mendapat perhatian serius dan penanganan yang riil dari pemerintah. Karena hasil penelitian menunjukkan penggunaan bahasa Lampung sudah sangat kurang,” ujar dia. (MEZA SWASTIKA/M1)

MANCHESTER (Lampost): Manchester United membukukan kemenang­ an kedua di musim ini dengan menundukkan Crystal Pa­ lace 2-0 pada lanjutan Liga Primer di Stadion Old Trafford, Sabtu (14-9) malam. Dua gol kemenangan MU dicetak Robin van Persie dan Wayne Rooney. Dengan kemenangan itu, Setan Merah untuk sementara naik ke posisi kedua klasemen dengan mengumpulkan tujuh poin. Sedangkan The Eagles turun ke urutan 17 dengan tiga poin. Meski tampil di depan pendukungnya, tim besutan David Moyes sempat kesulitan membongkar pertahanan Palace. Serangan-serangan yang dibangun kerap kandas di tembok pertahanan lawan. Bahkan peluang emas yang dimiliki Van Persie pun belum menghasilkan gol. Sepakan setengah voli kaki

CMYK

BPHI Siap Rawat Jemaah Terkendala Kesehatan MADINAH (Lampost): Pemerintah menyediakan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Madinah untuk melayani pemeriksaan kesehatan jemaah calon haji (calhaj) Indonesia. Setelah kedatangan 5.600 calhaj, fasilitas kesehatan itu bersiap melayani jemaah yang terkendala kesehatannya. Jemaah haji reguler asal Indonesia akan berada di Madinah selama delapan hari. Mereka akan melaksanakan ibadah salat arbain, yaitu 40 waktu salat wajib di Masjid Nabawi. Sementara itu, cuaca di Madinah berawan dengan suhu rata-rata 42 derajat Celsius.

Untuk BPHI terus bersiap menerima pelayanan kesehatan jemaah. Hingga kemarin (14-9), setidaknya ada 15 jemaah yang mendapat perawatan seperlunya di BPHI. Mereka rata-rata mendapat perawatan karena kelelahan dan cuaca panas di Madinah. Sementara itu, untuk kegiatan puncak haji nanti, panitia menyediakan makanan dengan kotak. Seperti dilansir di situs kemenag.go.id, Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Cepi Surapriatna mengatakan hal itu bertujuan memudahkan pe-

±

layanan terhadap jemaah haji. ”Setelah mempertimbangkan banyak hal, kami meniadakan prasmanan. Menteri Agama juga sudah setuju. Menteri tidak keberatan jika selama di Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina), jemaah diberikan nasi kotak, tetapi harus dijamin makanan itu tidak basi,” ujar Cepi kemarin. Namun, Cepi mengingatkan kepada jemaah agar jangan menyimpan makan­an kotak itu. Pasalnya, dengan kondisi cuaca di Arafah dan Mina yang sangat panas, makanan akan cepat basi. ”Kalau makan makanan basi, jemaah

bisa kena diare. Kalau sudah terganggu diare, pasti akan mengganggu aktivitas ibadah, terlebih lagi saat melaksanakan wukuf di Arafah,” kata Cepi. Mengenai virus corona yang dikhawatirkan menyerang calhaj, Cepi meminta petugas haji waspada. ”Jangan terlalu takut, tetapi juga jangan menyepelekan. Petugas harus memberi contoh pola hidup bersih dan sehat demi mencegah terjangkitnya virus. Kalau petugasnya saja sembrono terhadap pola hidup bersih dan sehat, ya bagaimana bisa memotivasi jemaah kita,” ujarnya. (U1)

±

±

±


CMYK

±

CMYK

±

BANDAR

MINGGU, 15 september 2013 LAMPUNG POST

±

Rizaldi Adrian (Praktisi ekonomi)

LAMPUNG

“Jika tidak kompeten, kita bukannya menjadi leader, melainkan justru akan menjadi follower di negara sendiri.”

2

BURAS

±

±

Rakyat Harus Melindungi Polisi! “SEBAGAI balas budi atas perlindungan polisi kepada rakyat, kini saat polisi teran­ cam pembunuhan oleh pen­ jahat bersenjata api menjadi keharusan bagi rakyat untuk ganti memberi perlindungan kepada polisi!” ujar Umar. “Di hari pemakaman jena­ zah Bripka Sukardi, korban penembakan di depan KPK, Briptu Ruslan ditembak pen­ jahat di Cimanggis! Motor Ruslan, Kawasaki Ninja 250 cc senilai lebih Rp50 juta, dirampas kawanan penja­ hat!” “Bagaimana cara rakyat melindungi polisi?” timpal Amir. “Kalau polisi yang di­ lengkapi rompi antipeluru jebol, apalagi rakyat yang tak pakai pelindung antipeluru penjahat?” “Tentunya bukan rakyat mengadang peluru penja­ hat dengan tubuhnya!” tegas Umar. “Melainkan dengan tradisi perlawanan rakyat ‘se­ mesta’, yang di dunia dikenal sebagai trade mark Indonesia, yakni amuk massa! Hingga kini, amuk massa masih di­ takuti penjahat mana pun! Bersenjata api apa pun, laras panjang, pendek, atau ganda, para penjahat takut pada amuk massa—ancaman hu­ kuman yang mereka hadapi vonis mati dibakar hiduphidup dengan dikalungi ban mobil!” “Kekejaman penjahat yang menembakkan tiga peluru ke tubuh Bripka Sukardi meski telah tersungkur oleh tem­ bakan pertama mereka, bisa menyulut amarah rakyat

±

H. Bambang Eka Wijaya untuk membalas sebanding perbuatan biadab itu!” tukas Amir. “Sukar dihindari, jika rakyat sudah marah, tanpa diarahkan pun perlawanan mereka terhadap penjahat bisa bangkit serentak dengan gerakan amuk massa sebagai aktualisasi naluri kebuasan kerumunan!” “Mungkin begitulah cara rakyat melindungi polisi dari ancaman penjahat bersenjata api!” timpal Umar. “Tentu itu alternatif terakhir, jika aparat penegak hukum gagal meng­ atasi ancaman penembakan terhadap polisi! Eksekusi oleh massa seperti itu pernah jadi tren dalam masyarakat, sam­ pai polisi mulai bisa meya­ kinkan masyarakat bahwa aparat keamanan mampu mengatasi situasi!” “Tapi kini kondisinya cen­ derung menjurus chaos kem­ bali, dan sejauh ini polisi belum menunjukkan tandatanda mampu menggulung penjahat yang menyerang mereka!” tegas Amir. “Jadi, kita lihat saja bagaimana cara rakyat menjalankan perannya melin­dungi polisi!” ***

Add on: facebook.com/buraslampost

n LAMPUNG POST/IKHSAN DWI NUR SATRIO

GELAR ADAT. Sultan Pangeran Selalau Dengian Paksi Yang Dipertuan Agung XXII Kerajaan Islam Paksi Pak Skala Brak Lampung, Kombes Edwardsyah Pernong, memberikan gelar adat Agum Lampung kepada Wakil Pemimpin Umum Lampung Post Djadjat Sudradjat di Rumah Adat Raja Skala Brak, Sukarame, Bandar Lampung, Sabtu (14-9).

Ribuan Warga Terserang ISPA dan Diare TANJUNGKARANG PUSAT (Lampost): Ribuan warga Lampung terserang penyakit infeksi saluran napas akut (ISPA) dan gastroenteritis atau diare selama Juli—Agustus 2013.

Follow on: @buraslampost

Di Rumah Sakit Urip Sumoharjo (RSUS) pada Juli—Agustus 2013 tercatat ada 1.354 pasien ISPA yang rawat jalan dan 136 pasien rawat inap. Sementara diare, pada kurun waktu itu ada 282 pasien rawat jalan dan 237 pasien dirawat inap. “Penderita ISPA ini rata-rata anak 1 sampai 12 tahun. Kebanyakan berasal dari Bandar Lampung,” kata Humas RSUS Slamet Sukarno di Bandar Lampung, Sabtu (14-9). Di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) tercatat pada Juni—Juli ada 148 pasien yang dirawat karena terserang diare. “Kalau yang Agustus belum ada da­ tanya. Sementara ISPA, tidak ada pasien yang dirawat,” kata Kepala Subbagian Penyusunan Program Laporan RSUDAM Zaim kemarin.

SEMINAR

Pemuda Harus Siap Hadapi Pasar Bebas

±

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Pemuda Lampung harus menyiapkan diri dan meningkatkan kompetensi agar bisa bersaing pada pasar bebas ASEAN 2015 mendatang. Praktisi ekonomi, Rizaldi Adrian, mengatakan dalam pasar bebas arus investasi dan tenaga kerja akan bersaing secara bebas. Tenaga kerja dan investor di suatu negara bisa dengan mudah menjadi investor atau bekerja di negara lainnya. “Jika tidak kompeten, bukannya menjadi leader, melainkan justru akan menjadi follower di negara sendiri. Makanya kita harus bersiap dengan ilmu dan keterampilan untuk menghadapi pasar bebas 2015 mendatang,” kata Rizaldi saat menjadi pembicara dalam diskusi publik ekonomi bertajuk Identifikasi Potensi Ekonomi Lokal yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung di Pondok Kelapa, Sabtu (14-9). Persoalan lain yang harus diselesaikan, menurut Rizal, ada­ lah pengangguran. Jumlah pengangguran terus bertambah karena lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding den­ gan jumlah pencari kerja. Seharusnya lebih banyak dibuka lapang­an pekerjaan baru karena sumber daya manusia berusia produktif juga banyak di negara ini. Sementara itu, dosen Fakultas Ekonomi Unila, Ayi Ahadiyat, mengatakan Lampung memerlukan penambahan infrastruk­ tur untuk mengembangkan potensi ekonomi. Ia menyebut­ kan 60% aktivitas dan perputaran ekonomi berada di Pulau Jawa, 20% di Pulau Sumatera, serta selebihnya tersebar di Pulau Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. (IMA/K3)

Rentan Serang Anak Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pengen­ dalian dan Pencegahan Penyakit dan Penye­ hatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandar Lampung Azwar, saat ini banyak warga yang terserang ISPA karena sekarang Lampung berada pada musim kemarau. Debu semakin banyak bertebaran dan se­ ring mengganggu pernapasan. Yang banyak terserang penyakit ini, kata Azwar, adalah anak-anak karena debu berada di sekeli­ ling tempat anak bermain. “ISPA biasanya terjadi karena terhirup debu yang kotor. Ya anak-anak jelas lebih sensitif terhadap penyakit ini karena memang musimnya lagi begini,” ujarnya. Sementara diare, kata dia, terjadi akibat kuman atau bakteri yang ada di makanan dan minuman lalu ikut terbawa masuk ke dalam tubuh. Pada umumnya penderita diare akan diberikan oralit. Jika terjadi pada anak, orang tua harus memberi perhatian se­

rius dan segera membawanya ke rumah sakit untuk diberi pertolongan. Anakanak, ujar dia, lebih sensitif dan rentan pada kuman atau bakteri karena belum ada perlindungan dari dalam dirinya sendiri. “Jadi kalau terus-menerus diare, harus segera diinfus agar tidak dehidrasi. Sedangkan orang dewasa biasanya lebih mampu mengendalikan sendiri penyakit diare,” kata dia. Untuk mengantisipasi dua penyakit ini, Azwar mengimbau masyarakat untuk me­ nerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Makanan dan minuman, khususnya untuk anak, tidak boleh sembarangan dan harus bersih. Orang tua yang akan memberi makan dan anak-anak yang hendak makan harus mencuci tangan dengan sabun agar kuman di tangan tidak terbawa masuk bersama makanan. Sementara untuk mencegah ISPA, masyarakat sebisa mungkin menghindari debu dan menggunakan masker apabila terpaksa melewati tempat berdebu. (CR4/K3)

±

DJARUM BLACK DYNO ATTRACTION 2013

Mobil Ceper Ramaikan Kontes Modifikasi

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Puluhan mo­ bil modifikasi mulai dari jenis sedan sampai kelas MPV ikut serta dalam kontes modifikasi Djarum Black Dyno Attraction Roadshow 2013 di lapangan Saburai, Bandar Lampung, Sabtu (14-9). Berdasarkan pemantauan Lampung Post, sejumlah kendaraan memilih untuk memodi­ fikasi kendarannya lebih rendah alias ceper. Interior kendaraan juga banyak yang diubah dari aslinya. Brand Manager Djarum Black Raymond Portier mengatakan penggemar modifikasi

mobil di Bandar Lampung berkembang pesat dibandingkan tahun-tahun sebelum­ nya. Wajah-wajah baru peserta juga banyak bermunculan pada kompetisi bergengsi ini. “Hasil ubahan dan modifikasinya juga tidak kalah dengan modifikasi di Pulau Jawa,” kata Raymond dalam rilisnya kemarin. Dia berharap hadirnya Djarum Black Dyno Attraction Roadshow 2013 ini bisa mewa­ dahi para penggemar modifikasi di Bandar Lampung. “Kembalinya Djarum Black Dyno Attraction Roadshow tahun ini diharapkan bisa memuaskan para penggemar modifikasi

di sini,” ujarnya. Djarum Black Dyno Attraction Roadshow di Bandar Lampung merupakan seri ketiga dari lima seri sepanjang 2013. Seri pembuka digelar di Malang pada 30 Maret dan seri kedua di Semarang pada 1 Juni. Kompetisi modifikasi ini mempertanding­ kan 25 kategori. Pemenang dari kompetisi modifikasi ini berhak atas gelar The Best Car Show dan hadiah uang tunai Rp3 juta. Semen­ tara 1st Runner-up Best Car Show mendapat Rp2 juta dan 2nd Runner-up Best Car Show Rp1 juta. (SAG/K3)

±

advertorial

Sore ini Calhaj Lampung Tiba di Madinah

n

LAMPUNG POST/IKHSAN DWI NUR SATRIO

KLOTER I DIBERANGKATkan. Jemaah calon haji (calhaj) mengurus kelengkapan keberangkatan di Asrama Haji, Rajabasa, Bandar Lampung, Sabtu (14-9). Hari ini, sekitar pukul 13.00, sebanyak 450 calhaj kloter I Lampung akan diterbangkan ke Madinah dari Bandara Halim Perdanakusuma.

±

CMYK

BANDAR LAMPUNG—Sebanyak 450 je­ maah calon haji (calhaj) Lampung yang tergabung pada kelompok penerbangan (kloter) pertama Lampung diterbang­ kan ke Madinah hari ini (15-9). Calhaj berangkat dari Asrama Haji Rajabasa ke Bandara Radin Inten II pukul 06.15, dan sekitar pukul 07.00 akan diterbangkan ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pada pukul 13.00, jemaah Lampung yang tergabung dalam kloter 7 JKG akan diberangkatkan ke Tanah Suci dan diperkirakan tiba di Madinah sekitar pukul 18.15 WITA. Kabid Haji dan Umrah Kanwil Kemen­ terian Agama Lampung Seraden Nihan

±

mengatakan 450 calhaj yang berangkat hari ini terdiri dari 82 calhaj asal Ban­ dar Lampung dan 368 calhaj asal Pring­ sewu, termasuk petugas haji daerah. “Semuanya berangkat karena telah melalui proses pemeriksaan kesehatan terakhir oleh petugas kesehatan dari KKP Panjang di Asrama Haji Rajabasa,” kata Seraden di Bandar Lampung, Sabtu (14-9). Sementara itu, Kepala Kanwil Keme­ nag Lampung Abdurrahman mengim­ bau keluarga jemaah calon haji untuk melepas keberangkatan di rumah saja. Sebab, jika terlalu banyak pengantar, dikhawatirkan mengganggu kelancaran pengguna lalu lintas di Jalan Soekarno-

Hatta. “Pengantar juga tidak diizinkan masuk asrama haji karena itu merupa­ kan daerah steril, jadi pengantar cukup satu mobil,” kata dia. Untuk diketahui, calhaj kloter per­ tama Lampung akan berada di Madi­ nah untuk melaksanakan salat arbain selama 40 waktu atau 7 hari. Setelah itu, calhaj baru diberangkatkan ke Mekah. Pada musim haji 2013 ini, Pemprov Lampung memberangkatkan 5.018 jemaah. Dari calhaj tersebut, usia ter­ muda 18 tahun bernama Muhammad Shodrul asal Kotagajah, Lampung Te­ ng­ah. Sedangkan calhaj tertua bernama Halimah dari Kabupaten Tulangbawang berusia 100 tahun. (CR1/K10)

CMYK

±


CMYK

±

CMYK

± AKBP Trisna (Kapolres Mesuji)

DAERAH minggu, 15 September 2013 LAMPUNG POST

Tujuh Hari Sosialisasi, 15 Senpi Diserahkan

Baru Tiga Kecamatan Lunas PBB LIWA—Hingga pertengahan September ini, penyerapan pajak bumi dan bangunan (PBB) di Kabupaten Lampung Barat masih tergolong rendah. Dari total 26 kecamatan di wilayah Lampung Barat dan daerah otonomi baru (DOB) Pesisir Barat, baru terdapat tiga kecamatan yang lunas. Bahkan satu kecamatan belum sama sekali menyetor pajak, sedangkan batas akhir pelunasan pada 30 September. Kepala Dinas PPKAD Lampung Barat Adi Utama, melalui Kabid Pendapatan Saprul Elhadi, di ruang kerjanya, Jumat (13-9), mengatakan berdasar pada hasil rekpitulasi data terakhir penerimaan PBB untuk Kabupaten Lampung Barat dan Pesisir Barat, baru tiga kecamatan—Bandarnegeri Suoh, Belalau, dan Pagardewa—yang dinyatakan lunas PBB. Sedangkan 22 kecamatan lain baru mencapai 42% dari target, bahkan satu kecamatan, yakni Bengkunat, masih nol persen. Saprul mengatakan jika hingga tenggat penyetoran pajak pada 30 September masih terdapat kecamatan yang belum lunas, diberikan perpanjangan waktu pelunasan hingga 30 November dengan konsekuensi akan dikenakan denda 2%/ bulan. “Kalau sampai November juga belum lunas, kami akan ajukan perpanjangan waktu pelunasan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Kotabumi.” (CK1/D3)

Pisah Sambut Kapolres Tanggamus

±

Kami melakukan sosialisasi dengan menyebarkan brosur, penyuluhan, serta membagikan koran yang berisikan pemberitaan larangan memiliki senpi.

3

L i n ta s

±

KOTAAGUNG—Polres Tanggamus menggelar pisah sambut antara Kapolres lama AKBP A. Djoko Widiyanto dan Kapolres baru AKBP Adrie Effendi. Acara ini dilaksanakan di halaman Polres Tanggamus yang kemudian dilanjutkan di Aula Arguna, Jumat (13-9). Dalam sambutannya, mantan Kapolres Tanggamus AKBP A. Djoko Widiyanto mengatakan setelah menjabat kurang lebih dua tahun, banyak sekali suka duka yang dialami saat bertugas di Bumi Beguai Jejama ini. Dia pun mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh jajaran Polres Tanggamus yang telah banyak membantunya selama ini. “Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Polres Tanggamus yang selama ini telah banyak membantu saya saat mengemban tugas sebagai kapolres. Mungkin banyak sekali kekurangan, bahkan melukai, tapi itu semua semata-mata demi menjalankan tugas,” katanya. Sementara itu, Kapolres Tanggamus AKBP Adrie Effendi mengatakan jabatan sebagai kapolres merupakan suatu amanah yang besar yang harus diemban. Tanpa adanya bantuan dari para jajaran anggota Polres Tanggamus, tentunya tanggung jawab ini akan terasa berat dirasakan. “Jadi saya mohon kepada seluruh anggota staf Polres Tanggamus dapat membimbing dan membantu saya dalam melaksanakan tugas sebagai kapolres Tanggamus,” ujar dia. (CK2/D3)

Senpi tersebut didapat dari Register 45 wilayah Margajaya sebanyak tujuh pucuk pistol dan satu senapan locok, dari Kecamatan Mesuji Timur sebanyak tiga pucuk pistol, Kecamatan Way Serdang satu pucuk senapan locok jenis penabur, Kecamatan Tanjungraya dua pucuk pistol, dan di Kecamatan Simpangpematang satu pucuk pistol. Kesemua senpi tersebut hasil rakitan. Kapolres Mesuji AKBP Trisna menjelaskan sosialisasi ini akan dilakukan selama 14 hari terhitung dari 9 September kemarin. “Sosialisasi kami lakukan kepada seluruh masyarakat di Mesuji dan diawali di Register 45. Kami melakukan sosialisasi dengan menyebarkan brosur, penyuluhan serta membagikan koran yang berisikan pemberitaan larangan memiliki senpi,” kata Trisna, Sabtu (14-9). Setelah dua pekan waktu soslialisasi, tambah Trisna, akan dilanjutkan dengan upaya penegakan hukum. “Mereka yang menyerahkan senpi dengan sukarela akan diberikan toleransi. Tapi bagi mereka yang tertangkap razia setelah masa sosialisasi habis, akan ditindak secara hukum yang berlaku. Masa sosialisasi merupakan masa keringanan bagi mereka para pemilik senpi,” kata Kapolres. Polres Mesuji akan mulai secara utuh beroperasi pada November mendatang. Selain itu, tahun ini juga Polres Mesuji akan mengusulkan Polsek Mesuji Timur bisa definitif dan tahun depan akan mendirikan Polsek Rawajitu Utara. “Itu akan kami lakukan dalam upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Bagi pemilik senpi, segera menyerahkan dengan kesadaran sendiri selama sosialisasi. Lebih dari itu, kami akan tangkap dan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Kapolres. Saat dimintai tanggapan atas upaya Kapolres Mesuji tersebut, masyarakat mendukung penuh

n LAMPUNG POST/CK6

SERAHKAN SENPI. Seorang warga menyerahkan senjata api (senpi) rakitan jenis senapan locok kepada Polres Mesuji secara sukarela. Sosialisasi larangan memiliki senpi gencar dilakukan Polres Mesuji selama 14 hari, terhitung sejak 9 September lalu, dalam upaya menekan angka kejahatan di kabupaten tersebut. langkah kepolisian dalam memberantas peredaran senpi di Mesuji yang sudah berlangsung sangat lama. “Semoga polisi benar-benar memiliki keseriusan memberantas peredaran senpi di Mesuji. Kami akan mendukung penuh upaya yang sudah dan akan dilakukan polisi untuk mencapai tujuan itu. Kami sudah lelah dengan aksi-aksi kejahatan dengan menggunakan senpi yang kerap menimbulkan korban jiwa,” kata Iwan, warga Kecamatan Simpangpematang, Kabupaten Mesuji. Senin (9-9) lalu, delapan pucuk senpi rakitan milik perambah di wilayah Margajaya, kawasan hutan Register 45 Sungaibuaya, diserahkan kepada Kapolres Mesuji AKBP Trisna di sebuah langgar di wilayah itu. Trubus, seorang korlap di wilayah itu yang menyerahkan langsung senpi kepada Kapolres, menjelaskan mereka tidak berniat menjadi per-

ampok atau melakukan aksi kriminal. Alasan memiliki senpi hanya untuk menjaga diri. “Adanya senpi di sini tentu ada sebab. Kami memiliki ini karena banyaknya aksi pemalakan dan mereka membawa senpi semua. Kami juga tidak berniat merampok atau berbuat aksi kriminal lain, kami di sini hanya ingin bertani. Selama ini kami sangat tertekan karena aksi pemalakan yang sangat meresahkan, kami mohon polisi bisa peduli juga kepada kami,” kata Trubus. Dia melanjutkan masyarakat di wilayahnya sepakat bekerja sama dengan polisi dalam penertiban senpi selama polisi bisa memberikan rasa nyaman. “Kami sepakat menyerahkan ini (senpi) kepada polisi dan kami juga akan membantu polisi dalam menjaga keamanan di sini. Kami juga berharap polisi juga bisa memberikan rasa nyaman kepada kami,” ujar pria bertubuh gempal tersebut.(CK6/D3)

Sujadi Lepas 368 Jemaah Pringsewu n LAMPUNG POST/CK4

TEKEN RAPBDP. Bupati Way Kanan Bustami Zainudin menandatangani nota kesepakatan pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBDP) 2013 Kabupaten Way Kanan usai rapat paripurna di gedung DPRD setempat, Jumat (13-9).

PEREKONOMIAN

Butuh Modal Hidupkan Terminal Agrobisnis KALIANDA (Lampost): Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Lampung Lana Rekyanti menyatakan untuk membeli hasil bumi dari para petani di terminal agrobisnis membutuhkan modal Rp700 juta. “Kini kami belum punya modal untuk menghidupkan terminal agrobisnis yang akan dipakai membeli hasil bumi yang dijual para petani. Kami baru akan mengusulkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014 dengan besaran Rp700 juta itu sebagai penyertaan modal,” ujar Lana Rekyanti saat peringatan Hari Koperasi ke-66 tingkat provinsi di Kalianda, Lampung Selatan, Jumat (13-9). Menurut Lanai, pihaknya terus berupaya mengefektikan terminal agrobisnis dan tahun ini sedang dibangun balai grosir, pos kesehatan hewan (poskeswan), pabrik es, dan casturit. “Jadi, kami sedang berbenah di terminal agrobisnis yang ada di Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. Masak iya, terminal agrobisnis seperti itu saja. Apalagi, di situ juga kami akan membudidayakan tanaman pisang seluas 3 hektare,” katanya. Lebih lanjut, Lana Rekyanti menjelaskan kawasan budi daya tanaman pisang di lingkungan terminal agrobisnis sebagai pusat percontohan. “Pada masa pascapanen nanti benar-benar bisa dimanfaatkan mulai dari portasi, grading hingga packaging-nya. Selain itu, kami juga akan melayani para petani untuk menyalurkan hasil produksi dengan produsen dan mitra pembelinya.” Lana menambahkan terminal agrobisnis harus dapat berfungsi sebagai ajang jual beli hingga tingkat konsumen, ajang edukasi, dan konseling bagi petani. “Oleh karena itu, di terminal agrobisnis tersebut akan ditempatkan Balai Koordinasi Penyuluh (Bakorluh). Jadi, ketika ada petani yang akan berkonsutasi ada tempatnya, yakni di Bakorluh,” kata dia. (TOR/D3)

±

CMYK

±

MESUJI (Lampost) : Tujuh hari sosialisasi kepada masyarakat mengenai larangan memiliki senjata api (senpi), Polres Mesuji mendapatkan 15 senjata api yang secara sukarela diberikan masyarakat, delapan di antaranya milik perambah.

IBADAH HAJI

±

±

PRINGSEWU (Lampost): Sebanyak 368 jemaah calon haji (calhaj) Kabupaten Pringsewu diberangkatkan menuju Tanah Suci. Prosesi penglepasan jemaah dilaksanakan Bupati Pringsewu Sujadi di Pendopo, Sabtu (14-9). Turut hadir dalam penglepasan jemaah Wakil Bupati Handitya Narapati S.Z.P., Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Sekretaris Kabupaten Idrus Effendi, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Rionardo, dan Kapolres Tanggamus AKBP Adrie Effendi. Selain itu, jajaran Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu Johan Yusuf, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pringsewu Hambali, Ketua TP-PKK Pringsewu Ny. Nurrohmah Sujadi dan Wakil Ny. Dea Ameira Handitya, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Pringsewu Ny. Aslaini Idrus. Sementara itu, ribuan keluarga jemaah juga turut hadir sekaligus mengiringi para tamu Allah yang akan berangkat menuju Mekah. Bupati berharap para jemaah senantiasa menjaga kebersamaan dan kekompakan sesama anggota rombongan, serta menjaga kesehatan selama melaksanakan ibadah haji, baik saat pemberangkatan, di Tanah Suci, maupun saat perjalanan kembali ke Tanah Air nanti. “Mencermati penyelenggaraan ibadah haji beberapa tahun terakhir, kesempatan seseorang menunaikan ibadah haji sangatlah terbatas. Jumlah umat Islam yang bermaksud menunaikan ibadah haji jauh lebih besar daripada kuota yang diberikan. Dengan demikian, masih banyak saudara kita yang

meskipun mampu dan memenuhi syarat, dan bahkan telah mendaftar, belum berkesempatan menunaikan rukun Islam yang kelima tersebut,” katanya. Bupati melanjutkan untuk menunaikan ibadah haji, setidaknya diperlukan tiga prasyarat, yakni niat, kemampuan baik jasmani, rohani, maupun materi, serta adanya kesempatan. Sebab, kini yang dibutuhkan tidak hanya kemauan dan kemampuan, tetapi juga kesempatan. “Kami sangat memahami mengapa antrean haji begitu panjang, salah satunya karena ibadah haji merupakan ibadah yang sangat istimewa di sisi Allah swt. karena begitu banyak keutamaan–keutamaan sehingga umat Islam sangat berharap dapat melaksanakannya,” ujarnya. Untuk itu, kata Bupati, kepada para jemaah yang tahun ini sudah mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah haji agar

dapat memanfaatkannya dengan sebaik–baiknya. Dalam kesempatan tersebut, Sujadi juga menyampaikan beberapa pesan kepada para jemaah agar melaksanakan ibadah haji sesuai dengan tuntunan yang telah diberikan dalam manasik haji secara tulus dan ikhlas dan semata–mata hanya mengharap rida Allah, melaksanakan seluruh rukun haji dengan sempurna, dan juga menghormati serta menaati segala peraturan maupun ketentuan undang-undang yang berlaku di Kerajaan Arab Saudi selama menjalankan ibadah baik di Mekah maupun Madinah. “Semoga para jemaah haji Kabupaten Pringsewu semuanya selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji, dan nantinya dapat meraih predikat haji mabrur,” ujarnya. (WID/D3)

n LAMPUNG POST/WIDODO

LEPAS JEMAAH. Bupati dan Wakil Bupati Pringsewu, Sujadi (kedua dari kiri) dan Handitya Narapati S.Z.P (kiri), unsur Muspida serta jajaran Forkopimda setempat melepas keberangkatan jemaah calon haji dari daerahnya ke Tanah Suci, Sabtu (14-9). Tahun ini 368 calhaj Kabupaten Pringsewu berkesempatan menunaikan rukun Islam kelima itu.

±

±

ALIH FUNGSI HUTAN

Warga Pesisir Beri Tenggat Satu Bulan KRUI (Lampost): Warga empat kecamatan di Pesisir Barat akan kembali menyampaikan aspirasi mereka dengan jumlah massa lebih banyak lagi apabila tuntutan mereka agar Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Lambar) segera mengembalikan tanah adat yang kini berstatus hutan produksi terbatas (HPT) tidak dilakukan dan menetapkan peraturan daerah (perda) tentang tanah adat tersebut. Mereka pun memberi tenggat satu bulan sejak aksi mereka Selasa lalu kepada Pemkab Lambar untuk segera menerbitkan perda dimaksud. Koordinator lapangan aksi tersebut, Nazlul, melalui pesan pendek (SMS) kepada Lampung Post, mengatakan warga akan datang dengan massa yang lebih banyak jika dalam satu bulan pemerintah belum mengeluarkan dan menerapkan perda tersebut. “Untuk sementara kami menunggu tindak lanjut dari pemerintah daerah untuk menetapkan perda. Apabila dalam waktu dekat ini tidak ada tanggapan serius, kami mungkin membawa massa lebih banyak lagi untuk mendesak pemerintah daerah,” kata dia, Sabtu (14-9). Menurut Nazlul, warga menetapkan tenggat satu bulan untuk Pemkab menerapkan perda tentang tanah adat sejak aksi ratusan warga dari empat kecamatan—Bengkunatbelimbing, Bengkunat, Ngambur, dan Pesisir Selatan— mendatangi kantor DPRD Lampung Barat, Selasa (10-9). Permasalahan agraria di Kabupaten Pesisir Barat memang banyak terjadi dan hingga kini belum selesai. Mulai dari tuntutan warga agar pemerintah menurunkan status HPT yang notabene merupakan hutan negara menjadi hutan marga atau milik warga. Selain itu, persoalan pengelolaan kebun sawit antara warga petani plasma dan PT KCMU yang bergerak di bidang perkebunan sawit di Kecamatan Bengkunatbelimbing, Bengkunat, Ngambur, dan Pesisir Selatan, serta hak pengelolaan ratusan hektare daratan hutan dan perairan laut oleh konglomerat Tomi Winata di Pengekahan, (CK3/CK1/D3)

CMYK

±

±


minggu, 15 september 2013

PARIWARA

LAMPUNG POST

4

pariwara AC ********* MURAH ********* JUAL SPARE PART & AC RUMAH MERK PANASONIC, SHARP, LG, TERIMA : SERVICE (MINGGU BK), HUB.7505900, 085769683444, 087899331919 Agen AC RESMI PABRIK LANGSUNG. TERMURAH !!! Jika lebih mahal diganti selisihnya. Panasonic, LG, Sharp. Terima cuci, repair(Agen resmi) TIMMY ELECTRINDO Tlp 242222, 7444470 Service AC...AC...AC...perbaikan penjualan, rental AC, Mysticool, segala jenis hub. Anugrah Teknik Mandiri 7199155,087899310100 Winda AC jual AC/Secd, serv/cuci AC, kulkas, dispenser, PS ms cuci dll, 257556, 085279542465, 08127921648 & 0721-7174866. Minggu Buka

AIRLINES TIKET Tiket murah garuda, sriwijaya, merpati, lion, air asia, sky aviation tiket diantar hub.GEMA TNT (0721) 486100, 7467967 SMS booking 081274777959

ahli gigi Rama Dental ahli bikin gigi, psng behel gigi Jl P. Antasari 18/dpn bioskop Sinar Bdl. JL. Urip Sumoharjo Simpang Tiga Pejajaran hub.087899516746

biro jasa CAHAYA IBU, PRT/BB Sitter khusus daerah lampung & tenaga infal khusus hari raya min 10 hari alamat: Jln.Soekarno Hatta No.13 Rajabasa Hub.087884136418, 085279162372

KURSUS STIR MOBIL Belajar mobil ADILA diantar jemput 360rb/paket, drop Bandara 95rb. Hub.07219369661, 081379640519

ALAT KESEHATAN Dijl Cpt alat terapi kshtn Hapy Dream dri Korea,scand/Ng, Hub: 085369376668 & 08127765044, Akim

BUS WISATA Sewa bus wisata darmaduta seat 32 Keselamatan penumpang tujuan kami, please call me 08154019822 www.busdarmaduta.com

ELEKTRONIK DIGITAL PARABOLA Digital parabola system distribusi sales dan service sedia indovision, top TV, dll. Hub. 475331, 0811722855

FURNITURE Minimalis Produksi, interior + furnitur,spesialis furnitur minimalis modern, Jl.Flamboyan Raya No.14 Tjg Seneng 0721-9085166

indekost Wisma Rahmayani trm kost di kampung baru unila & rmh kontrakan di Way Halim & Way Halim Permai hub. 0852.7963.4666, 0812.7204.966, 0896.3680.0800 Trima Kost Mggn, Blnn, Jl Griya Fantasi 2C/8 WHP Hub. 702498, 0812.727.7590 Terima kost pria di Kampung Baru Unila. Hub. 0852.6973.3699, 0857.6993.0153.

INTERIOR Nadia Interior, Mendesain/ Membuat kitchen set, kmr set, lemari pajangan, counter, bar, counter bank, meja kantor, r. karaoke. Phone 0811792863

kehilangan STNK BE 3364 NT, Noka. MH33C1005CK947235, Nosin. 3C1-948486, An. Sumadi STNK BE 8359 NE, Noka. MH1JB211X2K027371, Nosin. JB21E1027543, An. Sumadi STNK BE 3822 NV, Noka. MH1JF5130CK624943, Nosin. JF51E3584620, An. Desti

OBAT TELAT BULAN anda telat bln & lncr haid..?? kini ada solusi cpt & tpt ckp 1xpakai dlm wkt 3 jam d’jamin

PELATIHAN & PRIVAT HIPNOTIS.

SEDOT WC, LIMBAH DAN ATASI MAM-

lgsg lncr 100% tuntas aman tnp efek

G A R A N S I B I M B I N G A N MA H I R .

PET, STNBY 24 JAM 0721-7905006 /

smpg, OBAT BERGARANSI smpai tuntas

HUB.0857.68627777

0853.77669976.

hp.082169071222 PIJAT TRADISIONAL Shinta pijat urat Jl.St. Agung dua jalur W.Halim No.59 (dkt SMA Sriwijaya) 081369372811, 0721-7543674 siap panggil 24 jam Iin Massage & lulur siap panggil. Hubungi. 0812.7990.1117, 0853.7726.6697, 0858.3279.9928, 0813.6991.1105

kolam renang Dunia Kolam Renang: Pembtn, prwtn, perbaikan, ob at-2 an, peralatan Jl. Hayam Wuruk 198 E Kedamaian tlp. 0721- 7444567

KURSUS TEHNISI HP Nvu ponsel service & kursus hp Jln. ZA Pagar Alam No.2 gdg meneng, bk kls mahir psti bs smua merk hp grnsi uang kembali Hub.0856.6977.7966

MESIN -mesin MESIN CETAK

kesehatan Grosir/eceran herbal termurah, psn antar, xamton propolis dll. Hub. 0852.69728466

hub. 082178790789

Privat Sahabat Edukasi : guru dtg kerumah semua pljrn TK, SD, SMP, SMA, Umum & mengaji 5 org gratis 1 hub.0721-7511559, 081279199569 Privat Siklus Guru dtg kermh semua pelajaran SD,SMP,SMA Hub:07217481330, 0857-68003557

pljrn TK, SD, SMP, SMA, umum, mengaji, guru dtg ke rmh, professional & sabar, siap UN, semester. hub. 07213667558, 0813 69 277 269

PENGINAPAN

7992-4000 Spesialis Atasi Mampet Sal. Air, Wastafel, WC dll, tanpa bongkar garansi, bisa kuras sumur. Hub.

SEDOT WC Sedot WC penuh & mampet sal air, bisa krs sumur luar & dlm kota hub.082180803233, 085783667003 Sedot tinja/wc pakai mbl tangki

PONDOK PALAPA, HARGA MULAI DARI

& atasi mampet slrn tnp bkr, dlm &

85 RBU, DI PUSAT KOTA, FAS : AC, TV,

luar kota, bs sewa toilet portable.

KM PRIBADI, BREAKFAST, PARKIR LUAS,

07217400060, 085377528233

JL. P.E.M NUR 7623158, 7188333, 087899764477, 085380151888

PELUANG USAHA

Jl.Pemuda No.94 Tj Karang seberang

Enggo: 085766755571 kami akan

Ramayana.

melayani anda dengan baik.

MESIN FOTO COPY

Sedot wc & atasi mampet stndby 24 jam hub.0721-7971-222, 0821-

082180803233.

Privat Bintang Education smua

belum memiliki website, segera hub.

DANA TUNAI

SALON Jaya Muda terima sambung rambut mulai 150rb perkepala dll, Jl. Narada

SERVICE “CENTRAL SERVICE” kompor gas semua merk,garansi 1 th. Hb.0823.7511.8477

SUMUR BOR

Dana 1M-500M,proyek,krjsama,take

sales/rental/service mesin foto

o ve r, s y r t m d h , p r s c p t, N o B I

Untung Sumur Bor, menerima

copy dan prlkpn, jual Toner digital

c k n g, t r m a g e n . 0 8 1 3 1 8 1 2 7 2

Cuma 70.000/kg.hb. 0721-7144481,

jasa pembuatan sumur bor pakai

85,082113082182,08211308218

085269405389

mesin utk slrh lampung hrg nego

4, 081288680807,082113082185,

hub.082178224555, 085769957841

CV. Mitra Abadi jual, sewa, perbaikan, suku cdg, tinta, foto copy,

musik peralatan musik ADI Musik: jl/tkr tmb: i5(4) i4(5) i3(5,5) Pa50(7) Pa80 Pa500, PSR900, KN1400, 2400,2600,X50,CORA,Blazer,Beta 3 ,PV16ch,8ch,CS800,AD3600,Behr. 20 ch, a/esis,DOD, AXL. Ph.268983, 081369139529.

082113082184

RUPA - RUPA ATASI KEBOCORAN MENGATASI KEBOCORAN, Rembes, Retak/Pecah pd bangn Anda, sprti: K.Mandi, Dak, Talang, Karpus, Basement, Terowongan, Bak Limbah, dpt kami atasi dg Grouting/Injeksi Beton, Couting, Waterpro-ning, Renov bangnn. Specialis Pengctn Crant Container/Tower Telkom, Gypsum, Polis Marmer. HELDINA 0813.79918592, 0721-7520154

LOWONGAN

jgbaya I hub.085267962200

PT Buana Citra Abadi copy machie

0812. 7909898

MGB06000039, An. SAFEI

Westafel dll, tanpa bongkar garansi

privat

& computer langsung Lincah Store

BS4P00BC150596, Nosin. 54P151054,

K T 6 K 0 0 5 1 2 6 , No s i n . Z S 1 5 0 F -

Ahli Atasi Mampet Saluran Air, WC,

Anda memiliki perusahaan namun

msn Analog & Digital. Hub. 7505050,

STNK BE 6373 ER, Noka. MFFZ825-

PENDIDIKAN

Dua mesin cetak offset toko 910

STNK BE 4397 NV, Noka. MHAn. Winda Iriyani

ATASI MAMPET

PELATIHAN

Dibutuhkan segera : Tehnisi Listrik yg berpengalaman & waitres antar lgs ke Tanaka Karaoke Jl. Yos Sudarso No. 272 – 0721482304

Dibutuhkan cpt sopir utk kryawan toko, punya SIM A umum, bertempat tgl disekitar Teluk Betung hub.089631412799

Dibthkan lls SMU/sdrjt u/ diddk & dijdkan guru TK/Paud Hub: Mitra Husada Jl. P. Antasari 45 Telp.07217389481,085768322244

S1, lancar B.Inggris & bisa mengajar calistung. Kirim lmr ke Widna English School Jl.W Seputih No.4 Pahoman 254184, 0857.6979.9897 plg lmbt 26 Sept’13.

PT. PLANET NATAR, membthkn tenaga penagih khusus & tenaga sales usia, pdkn & target tdk dibatasi hub.081540982345,08127966834

Dibutuhkan segera: Tehnisi Listrik yang berpengalaman. Antar langsung ke Tanaka Karaoke Jl. Yos Sudarso No. 272 tlp.0721-482304.

Bth cpt PRT, baby sitter, pegawai toko, dan restoran u/ jkt batam, gj 1 jt s/d 3 jt, lsg kerja hub.081225085900

Dbthkn pramu & kasir P&W Mx 25th pndkn SMU, Maintanance pria Mx 25 th pndkn SMK/SMU ALL jurusan, lmrn lgkp dtg lsg Jl.Tembesu No 8 Campang Raya-BDL

Kheisya pembuatan sumur bor, mesin, ser vis pompa air, jual ze t p u m p / p o m p a s u b m a r s i b e l 0858.4099950/0853.78524554.

LAMPUNG BARAT hotel Hotel Krui, Kab Pess Brt, baru, lks blkg SD Pasar Krui, bersih, syariah, discromb, “menginap sambil beramal” hub.0728-51632, 0813.8009.9255

LOWONGAN KERJA Kami Perusahaan Jasa Pembangunan dan Perawatan Tower Sellular membutuhkan.

Karyawan ~ Laki – laki, STM Listrik (Umur max 25 thn) ~ S1/D3 Teknik Sipil (Umur max 25 thn) ~ Memiliki SIM A dan bisa nyetir. Hubungi HP. 085279958671

PROPERTI ALUMINIUM Maju Makmur jual canopi, besi, stenlis, kusen, folding gate, krey Jl.P.Morotai No.69. Hb. 7471238, 773500 Spesialis kusen, jndla, partisi, pntu almnium, folding gate, rolling door, rak alm dll, mrh ber garansi. Hub. Toko MITRA Jl. Samratulangi 33 A tlp.7477282, 081379200333

bahan bangunan MARMER CV Aneka Marmer Dist marmer & granit lokal import. Trm pasang lantai, dinding, meja, tangga dll. Ruko P. Antasari 153 i dpn Giant. Hb.0812.72224222

PAGAR PANEL BETON CV.SAMPOERNA KARYA (Bentuk Pagar Sistem Join nat/Laki,Perempuan hub.08117216900, 085369958999

GUDANG DISEWAKAN Diswkn Gudang di desa Panggungan Jl.Raya Trans Sumatera KM 55,Gunung Sugih LT/LB 15000/3744 M2. Hub: 08129000681

KEBUN DIJUAL Dijual kebun, luas ± 9.437 M (SHM), Subang Lamsel seharga 20 rb/m, nego 20/m nego hub.0721-7465323

RumaH dijual Rmh Perum BKP Blok R No.111 RT 025 type 36, 2 lantai hub.0823.7622.7350, 0853.6686.9998 Dijual 2unit rmh @T/B=128/80M, SHM, 3KT, 2KM, parkir 2 bml,Jl. Aster No. 5 Rawa Laut Enggal 100% baru Hp: 082372194569 Jual CPT RMH BTN 3 WHP BDL Jl. Damar TD I/22. SHM, LT/LB 120/90 M, 3 KT, 1 KM, 390 jt, ng, hub.081366586663

RENTAL & SERVICE

– FORKLIFT – WHEEL LOADER – EXAVATOR – GENSET

dijual cpt 2 rumah,LT/LB 361/108 & LT/LB 213/216, Jl. W. Monginsidi Gg.Murai 26 T.Betung,garasi luas,SHM. Hub:0821-81050309,0721-273348 Jual rmh LT 1530 m2, LB 425 m2, Jl. St. Badarudin dpn SMPN 7 Gdg Air Bdl, hrg 2 M. Hub. 0812.7202460. Dijual rumah SHm LT/LB 110/110 m2, 5KT, Jl. WR. Supratman dekat Polda Lpg. Hub. 0812.7272.8422 Dijual rumah lokasi RT 14 A RW 05 Branti Raya Kec.Natar, LT 399 m2m, LB 6 x 9, kond. Bagus. Hub. 0853.69840411-0856.09094227 nego Dijual rmh Kelapa 3 Asri Gedong Air type 38/90, 2 KT, 1 KM nego hub. 0813.1688.3134

dikontrakkan Rumah baru renov di villa citra 2 , 3KT + 3AC 1 KP 3KM-Water Heater hub. 08154061111

Terima sewa bedeng /rumah. Hubungi. 0821.8502006, 0721-7171006

RUKO Dijual cepat, ruko 3 lantai, SHM, JLn. Negara Yukumjaya (Dpn RS YMC) Lamteng hub.081366600073

DIKONTRAKAN Dikontrakan ruko 2 lantai, berikut rumah tempat tinggal dibelakangnya, jl. P. M Noor No. 28B, fas list, telp, pam. Hub. 0721848266/481196, 08127953091/08127915140

TanaH dijual Tnh LT. 2635 m2 di Jl. P.Singkep’ Gg. Teratai kel.Sukabumi skrme blkg, Perum Permata Biru H. 300rb/m. 08115203762, 0816698172 Jual tanah, SHM 600 m, jl. Tirtayasa blkg rm dua family 300 mtr, harga Rp.400 Jt. Hub.0811722018

Tnh KEBUN 2.1 HA, 2 Km dr Ir.Sutami Palputih simpang arah Kp Bringin kebun PTPN BERGEN isi jati,kelapa,coklat, sirsak, alpukat,durian,pinang,sdh panen & ada DEPOSIT SILIKA rp.75rb/ mtr hub.0811722018 Dijual tanah bukit-datar, bs u/ Villa & tnh keruk, batu hitam, Jl.Sukarno Hatta (diatas terowongan PJKAPanjang Pinggir jln Rp. 8 mlyr, LS 1 Ha, hub.08128191372,0721-252190 Tnh 750m2,SHM,Jl Kebersihan (dkt Villa Lamban Gunung) Kel.Kelapa 3 Kaliawi,blkg bts kali 250 rb/m 085367053258 Tnh 4500m:2,1 Ha;2,2 Ha;1,1 Ha,semua tepi Jl. Ry Trans Sumatra Kalianda, cocok u/ SPBU Hub: 085369480372 Jual tnh, SHM, 2.000 M2+bangunan diatasnya 322 m2, lstrk PLN, air pompa, Jl.Lintas Sumatra km 52 G.Royong G.Sugih 08197901059, 081928061029

Tanah luas 392 M2, Bersertifikat di JL.Nunyai Raja Basa berminat hub. HP.0812.7264.905, 0721.7403700 Jual tanah, SHM, 22X74 M, Buluk karto Sidoarjo Pringsewu, Rp.275 jt (nego) hub.081931835247

tanah DIJUAL/DIKONTRAKAN Dijual/dikontrakan sebidang tanah SHM, berikut bangunan diatasnya seluas 388m2, fas lengkap list, pam, telephone, Jl. MS. Batubara No. 137 (depan Macan Putih) Kupang Teba BDL. Hub. (0721) 484266, 481196, 08127935091, 0812793140

TANAH KAVLING Dijual cepat Kav. Komplek Perumahan cck u/ villa atau hunian, view laut, di Tanjung Karang Timur Ls 1000 m2. Minat. 0813.17733669, 0817.6692.277

PALLET PLASTIK SECOND Jual pallet plastic second dengan berbagai ukuran & keperluan industry. Hub. 0821.13115073, 0858.80787124, 0878.08896425

Hubungi

ALOK

0813-85931888 0721-3560288

Dibutuhkan cpt Guru B. Inggris D3/

Cara Merawat Gigi yang Berlubang Besar agar Tidak Sakit Lagi mbal tapi harus diobati dulu, SAKIT gigi ataau gigi ngilu terjadi mungkin perlu pelapis atap terutama bila gigi kita berlubang, saraf gigi. walaupun bisa juga timbul karena sebab lain. Lubang gigi terjadi secara bertahap dari yang kecil sam- 4. Akhirnya pulpa (saraf ) gigi meradang, dan gigi sakit denpai besar sekali, karena sekali gigi gan rasa berdenyut yang cuberlubang tidak bisa menutup kup hebat dan terus-menerus. lagi. Apalagi saat kita berbaring/ tidur. Bila ke dokter gigi, masih Setiap tahap lubang ini memberi bisa ditambal, tetapi saraf gigi keluhan berbeda, dari mulai cuma harus dimatikan dulu, lalu dirangilu saja sampai sakit kalau kena wat, diawetkan dan akhirnya rangsang tertentu sampai sakit ditambal. berdenyut, terus menerus dsb. Merawat Gigi yang Berlubang 5. Bila dibiarkan, lama-lama gigi mati dan “lucunya” gigi jadi Besar tidak ada rasa sakit lagi, padahal Tahap-tahap, gejala dan pengopenyakitnya jalan terus. Bila ke batannya gigi keropos, berlubang, dokter gigi, kadang-kadang rusak: masih diobati dan dirawat endodontik lalu diawetkan dan 1. Bila lubang masih kecil, biditambal. Sementara itu jarinasanya tidak tampak sebagai gan gigi makin habis terkikis selubang serupa bintik hitam hingga sering terlihat gigi yang pada permukaan, biasanya warnanya hitam karena lubang belum menyebabkan rasa yang sudah begitu besar. sakit gigi. Namun, ini adalah awal dari suatu karies (lubang 6. Bila dibiarkan lagi , proses ini gigi). Kalau segera ke dokter berakhir dengan infeksi gigi dan gigi, mungkin bisa langsung bisa juga disertai abses yang ditambal. bernanah dengan pembeng-

kakan gusi sampai pipi. 2. Pada saat lubang menjadi tambah besar dan dalam dan 7. Biasanya gigi sudah mulai goymasih pada lapisan email, ang, karena sudah kehilangan mulai timbul rasa ngilu terhjaringan tulang pendukungnya. adap rangsang manis.Kalau Indikasi perawatan gigi sepke dokter gigi, biasanya masih erti biasanya harus direlakan bisa ditambal, kadang-kadang dicabut. perlu diobati dulu sekali. 8. Kalau luka pencabutan sudah 3. Kalau tidak dirawat, proses sembuh, bisa dibuatkan gigi tersebut pada tahap dua akan palsu. berlanjut dan lubang akan jadi makin besar serta mencapai Satu-satunya cara untuk mengatasi lapisan tulang gigi (dentin). gigi berlubang adalah dengan menGigi mulai sakit terhadap rang- gobati, merawat, dan akhirnya mesang dingin, dan akhirnya juga nambalnya kalau masih mungkin. Katerhadap rangsang panas. Bila lau sudah terlambat terpaksa dicabut ! ke dokter gigi, masih bisa dita- (INT)


minggu, 15 september 2013

LAMPUNG POST

PARIWARA 5

otomotif mobil DIsewaKAN Alvan Rent Car menyewakan Avanza, Xenia, Innova, Sedan. Hub. 0853.66908998, 0852.67268999. APRI RENT CAR, sewakan sedan pengantin, innova, avanza, xenia, hub. 081379897400, 081279456659, 082375292647 JONI NIAGA RENT CAR: Inova, Kijang Capsul, Avanza, Xenia, APV, Altis, ALphard. Hub. 7403700, 7692086, 0812.7264905 ****** OONK RENTAL CAR ****** Sewakan Sedan Pengantin, Innova, Avanza, Xenia. Hub: 0721-7471813, 0811.799813 n

mobil dijual DAIHATSU Grand Max 1.3 mb’08, Biru Mtl, BE, pjk br, mulus, siap pakai, AC dgn, hrg 79 jt ng cash/krdt hub.081272861318, 08127912801 LUXIO 15X M/T’12, hitam met hub. 0858.8530.4345, 0857.1085.9313 XENIA 1.0 DLX Li Family VVti 2007 & 2008, hitam met hub. 0858.8530.4345, 0857.1085.9313 XENIA 1,3 DLX Xi Family VVti 2008, hitam met hub. 0858.8530.4345, 0857.1085.9313

Xenia’2007 Li Famili, tv, sound komplit tangan pertama hub.0821.8539.1999.

HONDA CRV 05 AT/2.0,jok klt,TV,Var,Ex Dox,BE Kdy,KM 69 rb,mls,Hub. 081369040485 TP. CRV 2.0 AT Th.2006. Silver Stone. BE (Kodya). Harga 165 (nego). Hub. 081271119803 (SMS & telepon). Honda City IDSI Th’2004 Manual, Gold Met, Plat B, mobil bagus & terawat. Hub. 0812.7221250.

Panther New Hi Grade th’98 kodya, pajak panjang juni, Ban baru semua, radial, central lock ac double blower hrg 87 jt ng, hub.085269794627

Mitsubishi Kuda Diesel, BE kdy’99, hijau mtl, AC,PW,PS,VR,RT,CD,TV, mulus SPKI hrg 75 jt ng cash/krdt hub.081272861318, 08127912801

Nissan March’2011, hitam, pjk panjang,terawat, pakai sendiri harga nego hub.0811722709

SUZUKI APV GL Arena, abu2 met 2011, hub. 0858.8530.4345, 0857.1085.9313 Suzuki Jimni th 2002 BE Kodya & Suzuki Siera th 1983 BE Kodya Hub

Kuda Super Exced’01, solar, merah, ACDB, PS ,PR, RT, Be Kodya, Orisinil 78 jt nego hub.0821.8539.0876

: 0812-72244455

Panther Higrade 2.3 th 1996, biru mtl, BE, pjk br, mulus SPKI, hr 65 jt ng hub.081272861318, 08127912801

Mitshubisi Lancer Evo 3 GLXi, wrn hijau’96, over kredit 20 jt, hub. 0852.7980.5927.

25 jt hub. 0852.7980.5927.

Panther Grand Sporty 2.3 th 1993, BE kdy, pjk baru, ACDB/PW/ PS/RTCD/VR, mulus SPKI, istimewa HRG 49 JT NG, hub.081272861318, 08127912801

TRUCK COLD DIESEL CANTER 2008. Dinding plat, lantai kayu, siap kerja, nego. Hub. 08127930001 / O81379895088.

isuzu

NISSAN

TIMOR Timor Dohc, wrn hijau’97, over kredit

TIMOR’98 SOHC, Pribadi, B, AC, CL, RT, remote, PS, Hitam, Rp 37 Jt . Hub. 0821.11469913.

TOYOTA Hilux DC Type G’10 akhir, tgn 1 dr baru, KF V-Cool, servis rutin

Panter Master 1992, BE, pjk baru, mulus, siap pakai, AC dingin hrg 45 jt ng , hub.081272861318, 08127912801

NISSAN MARCH ’20011 AT, pjk pjg, terawat sekali, pakai sendiri, harga nego. Hubungi 0811.722709

toyota, bbm irit, acc.toyota(turbo

Panther New Hi Grede, wrn hijau’2000, 87 jt, hub. 0852.7980.5927.

Nissan X-Trail, warna silver, 2004, hrg nego, hub. 0813.7949.2222.

BU Kjg LSX’03,BE,hju met, kond.

timer, spion kcl,tnduk dpn), 260Jt. Hb.081379264444

Istmw, Hub: 081279899917

Toyota Yaris 06’ type S, matic, htm, tgn 1,KM 75 rban,BE Kodya Hub : 081329247755, 081802152000 Toyota Altis 1.8 G, 01 manual, silver, tgn 2, sangat istimewa, VR 18 chrom, ban tebal, tape double din pionner TV+Subwoofer+Powes, siap pakai hrg 115 jt nego hub.085769829838 Kijang Inova tipe G, full orisinil TV, tangan I ban baru 0821.8539.1999 Rush S’08, BE, silver, kondisi istimewa, pemakai wanita, nego hub.082178224555, 085769957841 Rush S’2008 a/t, plat B, pajak panjang, silver met, mobil bgs & terawat hub.0812.722.1250 MB kjg spr Rover’ 94, BE, ACDB, PS, rmt, DVD, VR, BR, S.pakai,mls L/D, H 50 Jt/Ng. 08127937256, 0721-7553110 Avanza 07, tgn per tama, KM 89.000,orisinil,biru metalik,bagus,BU Hub : 081230309215 Jl cpt Innova G 05, silver,sound lkp,TV,pjk & ban baru,pemakai,Ng Hub: 085269425978, 082174003147


CMYK

±

minggu, 15 September 2013 LAMPUNG POST

CMYK

±

±

6

Agung Janji Mundur jika Jajarannya Korupsi

±

±

BUKITKEMUNING (Lampost): Pasangan calon bupati-calon wakil bupati Lampung Utara nomor urut 1, Agung Ilmu Mangku Negara-Paryadi (Abdi), siap mundur jika terdapat jajarannya melakukan korupsi. Janji itu terungkap saat kampanye terakhir Abdi di lapangan Dwikora, Bukitkemuning. Selain itu, Abdi juga berjanji akan mengaspal seluruh jalan raya di daerah itu. Selain akan memperbaiki struktur birokrasi yang dirasanya kini tidak berpihak pada rakyat. Agung menjelaskan kini pembangunan Lampung Utara jalan di tempat, tidak perubahan sedikit pun ke arah kebaikan. Hal itu terlihat dengan perkembangan tiap kecamatan yang berada di pelosok ibu kota, khususnya daerah pemilihan 4 Tanjungraja dan Bukitkemuning, memiliki potensi yang bagus. Pemerintah dapat mengembangkannya menjadi aset daerah yang menghasilkan pendapatan daerah.

argaan dekat dan uang semata. Tidak perlu menyuruh masyarakat menyapu, hanya di bawah saja dibersihkan, tetapi harus juga menyentuh pucuk pimpinannya. Lalu masalah kesehatan bagi rakyat, bila teknis dapat dipersingkat ke napa harus diperlama. Dengan hanya menggunakan KTP, masyarakat dapat gratis berobat di puskesmas dan RSUD. Terkait pendidikan, pihaknya juga akan mengikuti jejak kabupaten pecahan Lampung Utara, yakni, Way Kanan dan Lampung Barat, dengan programnya sekolah gratis.

S

Ingin Berubah Tak kalah pentingnya di bidang pertanian, yang dirasa sangat kurang memadai, padahal mayoritas masyarakat Lampung Utara berprofesi sebagai petani. Selanjutnya setiap agama akan diperhatikan dengan memberikan berbagai bantuan. “Bagi umat muslim, karena penduduk mayoritas beragama Islam, kami akan mengadakan pertemuan majelis taklim di Islamic Center setiap dua bulan sekali, dari awal dilantik. Tetapi itu semua percuma, andai kita tidak menang dalam pilkada, jangan ragu dan bimbang bila ingin ada perubahan. Pilihlah calon yang diusung oleh Koalisi Perubahan (Koper) ini,” kata Agung. Agung yang menargetkan satu putaran menang menyarankan pada masyarakat untuk mengawal proses pemilihan. “Jangan sampai sejarah terulang, yang menang dikalahkan, harus bangkit, jangan sampai ada seperti demikian terulang kembali. Kalau ingin perubahan jangan lupa nomor 1. Jangan ditukar hanya bersifat sepele, hanya dihargai dengan uang recehan pecahan Rp100 ribu atau Rp50 ribuan. Tetapi kehidupan akan berjalan selama 5 tahun ke depan, akan dikemanakan anak-cucu kita kelak,” kata dia. (CK5/YUD/U1)

atu kata bagi Lampura, perubahan penegakan hukum harus diibaratkan sebagai mata silet, tidak memandang ke atas dan bawah sama, dengan menyinergikan pemerintahan dan aparat keamanan.

±

“Pendapatan asli daerah yang seharusnya dibangunkan kepada masyarakat tiap tahunnya. Kenapa pembangunan hanya dilakukan ketika pilkada saja. Ke mana dana pembangunan empat tahun lalu, habislah uang rakyat, pemimpin semakin kaya, rakyat semakin miskin,” kata Agung. Kemudian keamanan merupakan agenda perubahan pertama dalam kepemimpinannya kelak, di samping enam misi lainnya. “Kami siap memberikan rasa aman ke depan, bukan hanya omong belaka. Satu kata bagi Lampura, perubahan penegakan hukum harus diibaratkan sebagai mata silet, tidak memandang ke atas dan bawah sama, dengan menyinergikan pemerintahan dan aparat keamanan.” Kemudian, kewibawaan pemerintah harus diutamakan dengan meletakan orang yang tepat pada ahlinya. Bukan hanya melihat ada hubungan kekelu-

n ANTARA/WAHYU PUTRO A

RASIONAL PILIH CAPRES. (Kiri ke kanan) Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo, Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo, Sekjen Bappilu Partai Hanura Ahmad Rofiq, Wasekjen PAN Teguh Juwarno, dan Direktur Lembaga Penelitian Indonesia (LPI) Boni Hargens saat diskusi memilih presiden di Jakarta, Sabtu (14-9).

ORIENTASI

Caleg NasDem Jadi Pionir Perubahan BENGKULU (Lampost): Ketua Partai Nasional Demokrat Surya Paloh mengatakan calon anggota legislatif (caleg) dari partainya adalah pionir atau pengusung perubahan yang siap memenangkan Pemilu 2014. “Caleg NasDem adalah pengusung roh perubahan yang sudah ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia,” katanya saat orientasi atau pembekalan kepada 339 caleg tingkat provinsi dan kabupaten/ kota Provinsi Bengkulu, Sabtu (14-9). Surya mengungkapkan caleg NasDem yang akan bertarung pada Pemilu 2014 adalah generasi pembaru. Jika masyarakat yang saat ini belum mendapatkan kesejahteraan, keamanan, dan rasa keadilan, bisa memercayakan perubahan kepada caleg NasDem. “Tapi kalau sekarang sudah merasakan kehidupan yang baik, keadilan, keamanan, dan kesejahteraan tidak usah memilih NasDem,” kata dia. Begitu pula dengan caleg yang berniat menjadi kepercayaan masyarakat yang memberikan dukungan hanya untuk kepentingan

pribadi, kelompok, bahkan Partai NasDem sendiri, menurutnya, tidak perlu dipilih. “Saya berdoa agar partai ini tidak menang kalau caleg hanya berniat untuk duduk di kursi DPRD, memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi dan golongan,” ujarnya. Semangat perubahan terhadap kondisi yang saat ini dialami bangsa, menurutnya, menjadi alasan NasDem maju pada Pemilu 2014. Target tiga besar nasional, kata Surya, tidak muluk-muluk dengan bersama-sama memberikan waktu dan tenaga untuk partai, menyiapkan semangat pengorbanan secara totalitas. “Sehingga mampu membawa semangat perubahan bangsa karena kondisi bangsa yang semakin hari hanya berdaulat semu tidak bisa dibiarkan lagi,” ujarnya. Dia mengatakan tidak heran dengan kondisi Bengkulu, termasuk daerah tertinggal di wilayah Sumatra, sebab banyak daerah lain juga masih tertinggal. Jika NasDem tidak mendapat mandat pada 2014, Surya mengatakan akan sulit untuk bangkit lagi. (ANT/U1)

±

CMYK

Pemilih Lambar 318.253 LIWA (Lampost): Jumlah mata pilih di Lampung Barat yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif DPR, DPD, DPRD 2014 mendatang tercatat 318.253 orang. Jumlah itu lebih sedikit dari daftar mata pilih sementara (DPSHP) yang mencapai 323.163 orang. Sekretaris KPU Lampung Barat Maidar, kemarin (14-9), mengatakan penetapan jumlah mata pilih itu sesuai berita acara nomor 270/26/KPU Kab.008.435579/ IX/2013 pada 12 September 2013. Penetapannya dengan pleno KPU setempat. “Dari 318.253 DPT itu, sebanyak 167.970 pemilih lelaki dan 150.283 pemilih perempuan,” kata Maidar. Ia melanjutkan jumlah mata pilih dalam DPT itu berkurang 4.910 dari jumlah di DPSHP, yakni 323.163 mata pilih. “Itu tersebar di 858 TPS, 26 kecamatan, di Lambar dan Pesisir Barat,” katanya. Pengurangan jumlah mata pilih tersebut disebabkan terdapatnya mata pilih ganda saat petugas melakukan pendataan di lapangan. “Memang dari DPS ke DPSHP itu mengalami penambahan jumlah, kemudian saat DPSHP di-cross check ulang ditemukan ada pemilih ganda, yang secara otomatis dihapus, sehingga total DPT lebih sedikit dari DPSHP,” ujar dia. Maidar juga menegaskan jika hasil akhir dari DPT pemilu Lambar itu sudah dicek ulang dan disinkronkan dengan data yang dimiliki oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat. “Jadi tidak benar kalau ada asumsi KPU menambah atau mengurangi jumlah mata pilih karena kami sudah sinkronkan dengan Panwas,” katanya. (CK1/U1)

±

Ridho Didukung Masyarakat dan Diterima Tokoh BANDAR LAMPUNG—Tokoh-tokoh adat marga Pepadun dan Saibatin se-Lampung menghadiri silaturahmi dan halalbihalal. Acara itu digelar di Lamban Gedung Kuning Istana Kerajaan Islam Paksi Pak Skala Brak, Sukarame, Bandar Lampung, kemarin (14-9). Pada acara itu, Ridho didaulat menyampaikan sambutan mewakili Majelis Penyimbang Adat Pepadun di hadapan tokoh adat lainnya. Hal itu membuktikan pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Lampung, RidhoBachtiar, dinilai layak memimpin Lampung. Selain mendapat dukungan dari masyarakat Lampung, Ridho Berbakti juga diterima di hati para tokoh-tokoh Lampung, baik tokoh masyarakat, adat, agama dan tokoh lainnya. Ridho mengatakan sudah saatnya masyarakat adat Lampung menghidupkan kembali dan membangun lebih baik lagi nilai-nilai budaya Lampung dalam sendi-sendi kehidupan kita. “Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif Kesultanan Kerajaan Paksi Pak Skala Brak, dalam hal ini Sultan Skala Brak Ke-23 Kombes Pol. Pangeran Edwardsyah Pernong dan Perdana Menteri Skala Brak Brigjen Pol. Ike Edwin M. Bunyamin, untuk mengadakan acara silaturahmi dan halalbihalal

±

PENDATAAN

±

±

n TIM RIDHO BERBAKTI/DOK.

GELAR ADAT. Ridho Ficardo gelar Suttan Rajo Adat dari Kota Alam Marga Nunyai berbicara dengan Bupati Lampung Mukhlis Basri pada halalbihalal tokoh adat di Lamban Gedung Kuning, Sukarame, Bandar Lampung, Sabtu (14-9). tokoh-tokoh adat Lampung,” kata Ridho kemarin. Selain tokoh adat dari penyimbang adat seluruh Lampung, hadir pula Kapolda Lampung, Bupati Lampung Barat, dan Bupati Lampung Selatan. Sementara masyarakat setempat berharap Ridho mampu memenangkan pertarungan perebutan kursi nomor satu di Lampung. Menurut Ahmad, salah satu masyarakat Sukarame yang tidak jauh dari Lamban Kuning, mengatakan dirinya mendukung pencalonan putra pengusaha ternama M. Toha itu. “Kalau yang jadi pemimpin muda, berintelektual, berintegritas seperti ini saya rasa Lampung akan lebih maju,” ujarnya.

Tim Pemenangan Tim pemenangan Ridho Berbakti terus berinteraksi dengan warga di Lampung. Tak hanya di pelosok, tim juga menggelar berbagai kegiatan sekaligus sosialisasi pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo-Bachtiar Basri, di Kota Bandar Lampung. Salah satunya Tim Garuda yang menggelar lomba gaple dan catur memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan di Perumahan Bukit Kemiling Permai (BKP), Kemiling, Sabtu (14-9) malam. “Kami mempersilakan siapa juga ikut lomba dengan mendaftar di tempat,” kata Andik, salah seorang anggota tim yang menjadi panitia. (U10)

CMYK

±


CMYK CMYK

± ±

minggu, 15 september 2013 LAMPUNG POST

CMYK CMYK

± ±

OLAHRAGA 7

Dua Pebiliar Lampung ke 16 Besar

SEPAK BOLA NASIONAL

±

Persebaya Juarai Divisi Utama LI SOLO (Lampost): Persebaya memastikan diri lolos ke Indonesia Super League (ISL) sebagai juara Divisi Utama PT Liga Indonesia (LI). Pada final, Bajul Ijo menghentikan perlawanan Perseru Serui 2-0. Persik Kediri juga lolos ke ISL setelah pada perebutan tempat ketiga menundukkan Persikabo 6-2. Meski kalah, Persikabo masih berpeluang menyusul jejak tiga klub di atasnya melalui jalur play-off melawan tim peringkat ke-17 ISL pada 22 September mendatang. Persebaya tampil dominan pada laga yang digelar di Satadion Manahan Solo, Sabtu (14-9) malam. Meski demikian, tim asal Surabaya itu baru bisa membuka keunggulan pada menit ke-29 lewat kerja sama du pemain asingnya. Srdan Lopicic yang menusuk dari sisi kiri pertahanan Perserui melepaskan umpan matang ke kotak penalti. Bola dengan jitu diteruskan sundulan striker Jean Paul Boumsong untuk membobol gawang Teguh Amiruddin. Boumsong benar-benar menjadi bintang kemenangan bagi Persebaya. Memasuki menit ke-56, kembali sundulan Boumsong menggandakan keunggulan Persebaya dengan memanfaatkan umpan sepak pojok Uston Nawawi. Di laga sebelumnya, Oliver Makor menjadi bintang Persik dengan mencetak hattrick dari enam gol yang dilesakkan ke gawang Persikabo. Tiga gol tambahan dicetak Faris Aditama, Agus Susanto, dan Khusnul Yuli. Sedangkan dua gol hiburan tim asal Kota Hujan masing-masing dari bunuh diri bek Persik Mohammadou El Hadji dan penalti Cristiano Lopes. (MI/O1)

±

Wakil Indonesia Terhenti di Semifinal CHANGZHOU (Lampost): Indonesia harus gigit jari dari ajang turnamen bulu tangkis China Masters. Langkah dua wakil Merah Putih di ganda campuran itu terhenti di semifinal. Ganda campuran Riky Widianto/Puspita Richi Dili yang diunggulkan di posisi ke­ enam harus mengubur impian menggondol gelar juara setelah ditaklukkan pasangan nonunggulan asal Korea Selatan, Yeon Seong Yoo/Hye Won Eom, dua set langsung 21-23 dan 17-21 di Changzhou, Sabtu (14-9). Riky/Richi langsung tertinggal cukup jauh 3-8 di set pertama. Namun, perlahan tapi pasti pasangan peringkat 12 dunia itu mampu mengejar dan menyamakan skor di angka 12-12. Pertandingan makin sengit hingga laga sempat berimbang 20-20. Sayang, Riky/Richi harus menyerah dari perlawanan Yeon/Hye pada set pertama ini dengan skor cukup tipis yaitu, 21-23. Memasuki set kedua, Yeon/Hye langsung unggul 14-17. Riky/Richi sempat mendekati poin lawannya, tetapi usaha mereka gagal karena kalah kembali pada set kedua ini dengan skor 17-21. Kekalahan ini membuat Indonesia pulang tanpa gelar sama sekali pada ajang yang berhadiah 250 ribu dolar ini. Pasalnya, wakil Indonesia di semifinal habis setelah sebelumnya Markis Kido/Pia Zebadiah yang diunggulkan di urutan keempat ditaklukkan pasangan tuan rumah unggulan kedua Nan Zhang/Yunlei Zhao lewat skor 16-21 dan 14-21. (O1)

n DOKUMENTASI SIWO PWI LAMPUNG

SMES. Rusiat, tunggal pertama kategori usia 35 tahun PWI Cabang Lampung, melancarkan smes ke arah lawannya, Yordan Zico dari Sulawesi Tengah, pada penyisihan cabang bulu tangkis Porwanas XI di Gedung Olahraga Hapindo Banjarmasin, Sabtu (14-9). Sayang, Lampung harus menyerah 1-2 dari Sulteng.

Kedua pebiliar yang maju ke 16 besar adalah Yopi A.L. dan Yulius. Dari tiga babak yang dilalui, kedua wakil itu belum terkalahkan. Pada pertandingan yang digelar di Galaxi Biliar Banjarmasin, Sabtu (14-9), Yopi tak perlu menge­luarkan terlalu banyak keringat karena dua kali menang WO dari Herman M. asal Sulawesi Barat di babak pertama dan Junaidi asal Sumatera Barat di babak kedua. Sedangkan di babak ketiga Yopi membuat kejuatan besar dengan menumbangkan pemegang emas Porwanas lalu asal tuan rumah Kalimantan Selatan, Usnan, dengan skor 4-0. Keberhasilan Yopi diikuti Yulius Hadi yang menang telak atas lawan-lawannya dalam tiga babak yang dilakoni. Pada babak pertama menang 4-1 atas Yulano R. dari Kalteng, kemudian di babak kedua mengalahkan Legiono T. dari Aceh 4-0, dan mengatasi perlawanan Sulawesi Tenggara dengan skor 4-1. Sekjen PWI Lampung Adi Kur niawa n me n g at a ka n pe­l uang pebiliar Lampung meraih medali sangat terbuka lebar. “Saya optimistis Yofi dan Yulius dapat memberikan hasil yang terbaik untuk Lampung dengan merebut emas. Karena itu, kami minta dukungan masyarakat Lampung untuk keberhasilan kedua atlet tersebut,” katanya.

Kemenangan juga dipetik dua tim beregu putra tenis lapangan. Tim beregu putra kelompok usia 35—45 tahun menang 3-0 atas Riau di lapang­an tenis Korem Banjarmasin, serta tim beregu putra kelompok usia 45 tahun ke atas yang menang 2-0 atas Bangka Belitung di lapangan tenis Dharma Praja. Kapten Edi Sunarso menga­ takan hasil itu membuka peluang Lampung meraih emas. “Namun, kami tetap perlu waspada dengan tim-tim ung-

K

eberhasilan maju ke 16 besar membuka cabang biliar menyumbang medali bagi kontingen PWI Lampung.

gulan lainnya, seperti Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng) yang menjadi lawan terberat,” ujar dia. Hasil positif juga diraih tim bulu tangkis beregu putra kategori usia 45 tahun ke atas. Kemenangan diraih dengan menundukkan Kalimantan Tengah 3-0 di gedung bulu tangkis Hapindo Banjarmasin kemarin. Sayang, keberhasilan tim usia 45 tahun ke atas tidak diikuti kategori usia di bawah 35 tahun. Walau telah melewati perjuangan berat, tim Lampung menyerah 1-2 dari Sulawesi Tenggara. (LUG/U1)

±

MOTOGP SAN MARINO

Marquez Rebut ‘Pole Position’ MISANO (Lampost): Marc Marquez menyempurnakan dominasi di latihan bebas dengan merebut pole position pada sesi kualifikasi di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Sabtu (14-9) malam. Pembalap Repsol Honda itu diikuti dua Yamaha, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi, pada balapan hari ini. Pimpinan klasemen pembalap itu mencatat waktu tercepat 1 menit 32,915 detik. Catatan waktu itu sekaligus mematahkan rekor yang dipegang Casey Stoner dengan waktu 1 menit 33,138 detik yang ditorehkan pada 2011. Dua pembalap Yamaha mampu mematahkan dominasi Honda dengan menempati start kedua dan ketiga. Lorenzo memulai startnya dari posisi kedua setelah mencatat waktu 1 menit

33,428 detik. Sedangkan Rossi di posisi ketiga usai menorehkan waktu 1 menit 33,573 detik. Dani Pedrosa yang dalam tiga sesi latihan bebas selalu berada di belakang Marquez, harus puas menempati urutan keempat. Catatan waktunya 0,811 detik lebih lambat dari rekan setimnya itu. Posisi kelima ada Cal Crutchlow yang terus mengalami kemajuan dalam mencatat waktu balapnya dengan 1 menit 34.014 detik. Pembalap Aspar Aprilia, Aleix Espargaro, berada di posisi keenam diikuti Stefan Bradl. Alvaro Bautista yang pada sesi latihan bebas keempat berada di posisi ketiga, kini harus puas memulai balapan dari posisi kedelapan. Sedangkan dua pembalap Ducati, Andrea Dovizioso dan Nicky Hayden, menutup posisi 10 besar. (O1)

n REUTERS/MAX ROSSI

START TERDEPAN. Pembalap Repsol Marc Marquez mengacungkan dua jarinya saat menyelesaikan latihan bebas MotoGP San Marino di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Sabtu (14-9) malam. Pembalap Spanyol itu akan start pertama pada balapan hari ini.

VARIA SPORT

±

±

BANJARMASIN (Lampost): Tim PWI Cabang Lampung meloloskan dua pebiliar di nomor double elimination winners ke 16 besar pada Porwanas XI. Peluang untuk merebut medali pun cukup terbuka.

CHINA MASTERS

±

± ±

CMYK

Ryan Kuasai Etape II Tour de Siak

Sumsel Siap Gelar ISG III

Sepak Takraw ke Kejuaraan Dunia

SIAK—Pembalap pelatnas Ryan Arieehan merebut etape II kejuaraan balap sepeda Tour de Siak 2013 yang digelar di Kabupaten Siak Sri Indrapura, Riau, Sabtu (14-9), dengan waktu 3 jam 35 menit 48 detik. Posisi kedua ditempati rekan satu Pelatnas yang memperkuat CCN Brunei Darussalam, Hari Fitriato, dengan selisih waktu tak sampai satu detik. Posisi ketiga pembalap Australia, Eddy Holland, dari tim Eddy Holands Bicycle Service. Ryan mengaku puas dengan hasil kemarin karena ia juga dinobatkan sebagai pembalap terbaik kategori general individual classification dengan total catatan waktu sejak etape pertama 6 jam 8 menit 24 detik. Peraih emas pada SEA Games 2009 dan 2011 itu berhak memakai kaus kuning pada etape ketiga, hari ini (15-9). Dalam kategori intermediate sprint putaran kedua, ia juga menempati juara pertama, diikuti Kritsada Changpad dari Thailand dan Robin Manulang dari Dodol Piknik Garut. “Tapi masih ada etape tiga dan akan berusaha lebih baik. Trek hari ini sangat berat di jembatan, selain menanjak, anginnya sangat kencang,” katanya. (MI/O1)

PALEMBANG—Provinsi Sumatera Selatan dinilai siap menggelar Islamic Solidarity Games (ISG) III yang akan diikuti 44 negera Islam di dunia. Hal itu disampaikan Wakil Presiden Islamic Solidarity Sport Federation (ISSF) Al Hajri dalam keterangan pers di Palembang, Sabtu (14-9). Al Hajri menyebutkan perhelatan ISG III itu diawali dengan laga bola basket di Palembang Sport Convention Center besok dan pertandingan sepak bola yang dimulai Selasa (17-9). “Sumsel siap menggelar ISG dan Minggu sudah mulai dipertandingkan cabang olahraga bola basket disusul sepak bola pada 17 September,” ujarnya. Al Hajri juga mengapresiasi persiapan yang dilakukan Sumsel menghadapi ISG III ini. Paling tidak hal itu terlihat perubahan yang signifikan di Kompleks Jakabaring Sport City (JSC) setelah dinyatakan Sumsel sebagai tuan rumah. “Waktu saya datang pertama, yakni Ramadan, kemudian dilanjutkan bulan lalu, terdapat perubahan yang sangat luar biasa di Jakabaring dan sekitarnya, sehingga sangat yakin bahwa perhelatan olahraga ini akan sukses,” ujarnya. (MTVN/O1)

MAKASSAR—Timnas sepak takraw Indonesia yang diproyeksikan ke SEA Games Myanmar akan diturunkan pada kejuaraan dunia King’s Cup di Bangkok, Thailand, 16—22 September 2013. Ketua Bidang Pelatihan dan Pertandingan PB PTSI Saleh Gottang mengatakan keikutsertaan timnas pada kejuaraan itu demi mematangkan kemampuan atlet sehingga lebih siap ketika tampil di SEA Games. “Tim rencananya bertolak ke Bangkok, Sabtu (14-9). Keterlibatan atlet di kejuaraan dunia penting untuk melihat sejauh mana potensi setiap atlet. Apalagi ini menjadi ajang seleksi sebelum penentuan tim inti SEA Games,” katanya di Makassar, Sabtu (14-9). Ketua Harian Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PTSI) Sulsel itu juga menjelaskan keterlibatan timnas di King’s Cup 2013 juga bertujuan memantau kualitas pemain lawan, khususnya tim Thailand yang selama ini menjadi pesaing berat. Hasil dari kejuaraan tersebut selanjutnya akan menjadi evaluasi agar lebih siap saat bertemu di SEA Games 2013. (ANT/O1)

±

CMYK

±

±


CMYK

±

OLAHRAGA minggu, 15 September 2013 LAMPUNG POST

CMYK

± Simon Mignolet

Kami memiliki skuat bagus saat ini dan akan sangat berguna dalam perjalanan kami musim ini. Tentu kami percaya diri setelah melihat klasemen. Semoga kami dapat terus melanjutkan performa ini.

8 LIGA PRIMER

Sturridge-Rodgers Terbaik pada Agustus

±

LIVERPOOL (Lampost): Liverpool tampil apik pada awal musim Liga Primer dengan meraih tiga kemenangan dari tiga laga awal. Pelatih dan pemain pun diganjar yang terbaik bulan lalu. Prestasi itu membuahkan penghargaan bagi striker Daniel Sturridge dan pelatih Brendan Rodgers. Ke­duanya terpilih sebagai Bar­ clays Player of The Month dan Barclays Manager of The Month pada Agustus. Sturridge mencetak tiga gol bagi Liverpool dalam tiga laga awal. Ini merupakan piala per­ tama bagi pemain berusia 24 tahun tersebut sepanjang kariernya di Liga Primer. Sementara bagi Rodgers ini merupakan piala yang kedua. Ia pernah mendapatkan penghargaan serupa pada Januari 2012 saat masih menangani Swansea City. Sementara itu, kiper The Reds Simon Mignolet memuji langkah transfer yang dilakukan klub barunya itu setelah menggaet beberapa pemain menjelang ditutupnya bursa transfer musim pa­ nas kemarin. Liverpool sukses menda­ tangkan Mamadou Sakho, Tiago Ilori, dan Victor Moses. Tambahan pemain baru tersebut tentunya bakal membuat skuat Liverpool makin mengilap setelah tampil sempurna dengan meraih rekor 100 persen kemenangan dari tiga laga awal. “Kami memi­ liki skuat bagus saat ini dan akan sangat berguna dalam perjalanan kami musim ini. Tentu kami percaya diri set­ elah melihat klasemen. Semoga kami dapat terus melanjutkan performa ini,” kata kiper berusia 25 tahun ini. (MTVN/O1)

n REUTERS/PHIL NOBLE

Daniel Sturridge

±

PELATIH

Timnas Rusia Akhir Karier Capello MOSKWA—Piala Dunia 2014 akan menjadi turnamen terakhir yang diikuti Fabio Capello sebelum gantung sepatu. Pelatih legen­ daris asal Italia itu menegaskan akan mengakhi­ri karier luar biasanya sebagai pelatih bersama Timnas Rusia usai perge­ laran empat tahunan itu di Brasil. Capello yang memulai karier kepelatihan­nya di AC Milan dikenal sebagai pelatih yang keras dengan pribadinya yang tegas dan tak suka basa-basi. Zlatan Ibrahimo­vic yang pernah jadi anak asuhnya di Juventus bahkan menjulukinya sebagai Demon Coach. Bersama Rossoneri, tangan dinginnya mampu memben­ tuk tim terbaik yang pernah ada, The Dream Team yang sulit dika­ lahkan, amat kuat dan mampu memenangkan segalanya. Ber­ poros pada trio Belanda (Frank Rijkaard-Ruud Gullit-Marco van Basten), ia mampu mempersembahkan empat gelar scudetto, tiga Piala Super

±

±

±

CMYK

Peluang

±

Indonesia

Belum Tertutup SIDOARJO (Lampost): Tim Nasional Indonesia gagal mempertahankan rekor sempurna setelah takluk dari Vietnam 1-2 pada laga ketiga penyisihan Grup B Piala AFF U-19 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (14-9) malam. Meski kalah, peluang Garu­ da Muda lolos ke semifinal masih terbuka lebar. Pasalnya, di laga lain Malaysia mampu menumbangkan Thailand 2-1. Dengan hasil ini, belum ada tim yang aman lolos dari fase grup, sementara Indonesia hanya tergeser satu peringkat ke posisi runner-up dengan poin 6, terpaut tiga angka dari Vietnam. Sedangkan tim Negeri Jiran yang akan menjadi lawan terakhir Indonesia naik ke pe­ ringkat empat dengan koleksi poin 4 sama seperti Myanmar. Hanya saja, Harimau Malaya kalah agregat dari Myanmar yang di pertandingan lain menghancurkan juru kunci Brunei Darussalam 6-0. Thailand yang akan menjadi lawan Indonesia di pertanding­ an berikutnya, Senin (16-9), kini masih tertahan di peringkat lima. Tim Gajah Putih baru mengo­leksi tiga angka hasil sekali menang atas Brunei yang merupakan lumbung gol Grup B. Meskipun demikian, pelatih timnas Indra Sjafrie memi­ liki pekerjaan rumah yang tak ­ringan jelang laga keempat be­ sok. Seperti yang dikeluhkan­ nya di laga kontra Myanmar, Maldini Pali dkk. masih sering kehilangan bola sehingga gagal menguasai lapangan tengah. Indonesia memang mampu unggul cepat lewat tendangan jarak jauh Evan Dimas saat kick-off belum genap satu me­ nit, memanfaatkan kesalahan

mengoper bola bek-bek Viet­ nam. Tendangan pemain ber­ nomor punggung 6 itu sempat membentur mistar, memantul ke tanah dan ditangkap kiper, tetapi wasit menilai tendangan itu sudah terlebih dahulu me­ lewati garis gawang. Sayangnya setelah gol, In­ donesia justru lebih banyak diserang anak-anak asuhan Graechen Guillume. Buntutnya pada menit ke-31, Pham Duc Huy sukses menyarangkan bola di jala Rafi Murdianto lewat sundulan.

D

ua laga sisa harus dimenangkan Garuda muda untuk bisa merebut tiket ke semifinal.

Empat menit kemudian, Rafi kembali harus memungut bola dari gawangnya setelah dijebol Nguyen van Toan. Gol ini merupakan hukuman atas kesalahan mengantisipasi bola yang dilakukan para pemain bertahan Merah Putih se ­ hingga kulit bundar justru jatuh di kaki lawan. Di babak kedua, tuan ru­ mah memiliki peluang emas. Seperti ketika Dinan Yahdian tinggal berhadapan dengan kiper Lee Van Troung, ten­ dangannya masih bisa ditepis sehingga kedudukan 1-2 bagi keunggulan Vietnam bertahan hingga peuit panjang berbu­ nyi. (MI/O1)

Italia, serta masing-masing satu trofi Liga Champions dan Piala Super Eropa. Tiga klub lain yang pernah ia latih, yakni AS Roma, Juventus, dan Real Madrid, juga diberinya gelar. Ketiganya pernah dibawanya jadi yang terbaik di liga masing-masing. Sayang, kariernya kurang bersinar saat menangani Timnas Inggris yang hanya dibawanya ke 16 besar Piala Dunia sebelum mengundurkan diri dan me­ mutuskan jadi pelatih Timnas Rusia. Di sinilah Capello merasa yakin untuk mengakhiri karier sebagai pelatih. Spekulasi yang menyebutkan dirinya bakal menggantikan Cesare Prandelli di Timnas Italia juga sudah dibantahnya. “Tidak, karier saya akan berakhir bersama Timnas Rusia,” ujar Capello pada Fox Sport. Kepastian tersebut akan terjadi selepas ia membawa Negeri Tirai Besi berjuang di Piala Dunia 2014. Rusia kini masih bercokol di pun­ cak Grup F kualifikasi Piala Dunia zona Eropa. Jika lolos, bersiaplah mengucapkan arrivederci untuk 23 tahun yang luar biasa dari Don Fabio! (O1)

±

n ANTARA/M. RISYAL HIDAYAT n AP/PETER MORRISON

Fabio Capello

±

±

LEPASKAN DIRI. Pemain Timnas Indonesia, Ilham Udin Armaiyn (kaus merah), berusaha melewati hadangan pemain Vietnam, Lee Van Son (2), dalam lanjutan laga Piala AFF U-19 Grup B di Gelora Delta Sidoarjo, Jatim, Sabtu (14-9) malam. Meski kalah 1-2, peluang Garuda muda ke semifinal masih terbuka.

CMYK

±


±

±

CMYK

CMYK

±

HIBURAN Minggu, 15 September 2013 LAMPUNG POST

9

Gading-Gisel

±

±

Akhirnya, Mereka Menikah P

ASANGAN Gading Marten dan Giselle Anastasia (Gisel) mengikat janji sehidup-semati Sabtu (14-9). Keduanya menikah di Tirtha Luhur, kawasan Uluwatu, Bali. Pernikahan mereka tak akan dihadiri banyak tamu karena bisa dibilang acara sakral tersebut hanya dihadiri keluarga besar dan tamu undangan terbatas saja. Rencana pernikahan mereka memang sudah digembar-gemborkan sejak lama. Bali juga sudah dilontarkan pasangan tersebut jauh-jauh hari sebagai tempat menikah. Pada Jumat (13-9), keluarga besar Gading sudah berangkat dari Jakarta ke Bali. Gading dan Gisel berhubungan kurang lebih 1,5 tahun lamanya. Mereka juga terpaut usia cukup jauh karena Gading lebih tua sembilan tahun dari Gisel. Rencananya, keduanya juga akan menggelar resepsi di Jakarta. (S2)

±

±

n MI

info film

Rhoma Irama

Ketegaran Maia, Didikan Ahmad Dhani

‘Soekarno’

Keluarga Ancam Tempuh Jalur Hukum KELUARGA Soekarno pun melayangkan somasi kepada pihak Multivision karena tetap memproduksi, bahkan mulai mempromosikan film Soekarno: Indonesia Merdeka. Menurut Rachmawati Soekarnoputri, pihaknya sudah melayangkan somasi sejak 12 September 2013 agar tidak menayangkan film tersebut. “Sejak awal untuk pemeran Soekarno, cerita, dan skenario itu saya dilibatkan. Cerita itu hak prerogatif saya. Ini masuk akal. Secara kalau peran Soekarno salah, Hanung hanya mendirect, bagaimana gestur dia kan belum ketemu sama Soekarno. Hanung kan enggak tahu gestur Soekarno seperti apa,” kata Rachma di kampus UBK, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (13-9). Tidak lama kemudian, lanjut Rachma, Hanung memperkenalkan dirinya dengan Raam Punjabi. Lalu terjadi kesepakatan join pembuatan film dengan pihak Multivision pada 17 Oktober 2013. “Dalam perjalanan penulisan skenario ada tiga revisi, dan saya ada tim sendiri untuk

±

O nl i n e ha r i i n i

mengoreksi, jangan sampai tim Hanung itu banyak penyimpangan. Dari awal ada tendensi penyesatan dalam cerita,” paparnya. “Dan yang paling sulit pemilihan casting, saya sudah banyak casting, sangat sulit. Ada beberapa yang di-casting, saya tidak setuju, dan Hanung pun sama tidak ada yang cocok. Dan ada salah satu yang cocok, karena dia sempat terlibat dalam pergelaran,” kata dia. (S2)

LAMPOST.co

Sail Komodo Lestarikan Pariwisata Indonesia L A BUA N BA JO (lampost.co): Sail Komodo 2013 tidak hanya menjadikan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai destinasi pariwisata dunia, tetapi juga gerbang utama dalam melestarikan pariwisata di Indonesia. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika

±

RHOMA Irama memberikan acungan jempol untuk ketegaran Maia Estianty dalam mendampingi anaknya, AQJ, di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta. Menurutnya, hal tersebut merupakan ajaran Ahmad Dhani saat masih hidup bersama. “ S aya r a s a M a i a luar biasa, sama dengan Dhani. Didikan Dhani juga, tangguh dan tegar,” ujar Rhoma ditemui di RSPI, Jakarta. “Insya Allah, Insya Allah,” sahut Dhani. Kedatangan Raja Dangdut tersebut ke RSPI merupakan sebuah bentuk dukungan yang diberikannya untuk Maia dan Dhani. Menurutnya, mantan suami-istri tersebut harus bersabar dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan.

meresmikan acara puncak Sail Komodo 2013 di Pantai Pede, Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Sabtu (14-9). “Saya berharap Sail Komodo menjadi salah satu model percepatan pembangunan di Nusa Tenggara Timur,” kata Kepala Negara. (MTVN/L3)

CMYK

Pengeboran Migas Keluarkan Lumpur, Warga Cemas BOJONEGORO (Lampost.co): Pengeboran pipa eksplorasi migas di Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluarkan lumpur. Kondisi tersebut membuat warga sekitar pengeboran cemas, karena munculnya lumpur tersebut dekat dengan permukiman warga. Warga khawatir kejadian ini akan seperti semburan lumpur Lapindo

±

di Sidoarjo. Munculnya lumpur ini berada terjadi di Desa Kali Anyar, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Menurut warga setempat, meski sumber keluarnya lumpur ini relatif kecil, terdapat dua titik sumber. Sehingga jika tak segera diatasi, luberan lumpur akan terus meluas.

Akibat kemunculan lumpur yang secara tiba-tiba ini, warga Kali Anyar yang bermukim di sekitar lokasi pengeboran pipa merasa cemas. Sebab kemunculan lumpur yang berada di dekat pemukiman tersebut sebagian luberannya telah menggenang di halaman dan pekarangan rumah warga. (MTVn/L3)

“Kami cuma berikan support, supaya sabar, besarkan hatinya (AQJ). Tapi babenya (Dhani) ini, sudah sangat luar biasa. Karena jika kita sabar, Allah akan berselawat dan berikan rahmat. Saya rasa babenya (Dhani), sudah sabar, Dul juga sudah gitu,” kata Rhoma. Sementara, satu lagi korban tewas dalam kecelakaan yang dialami AQJ. Robby (32), yang menjalani perawatan di RS Meilia Cibubur, Jakarta Timur, menghembuskan napas terakhir pada, Sabtu (14-9) subuh. “Ada gumpalan darah di paru-parunya,” kata teman Robi, Miftah, saat dikonfirmasi kemarin. Robby merupakan penegmudi Daihatsu Gran Max. Ia meninggal di RS Meilia, Cibubur, setelah banyak cairan darah di jantung dan paruparunya. Tewasnya Robby membuat korban meninggal menjadi tujuh orang. (S2)

±

BACAAN FAVORIT

1 2 3

Risiko kanker rahim dapat dikurangi dengan olahraga, diet, dan minum kopi (lifestyle) Penyanyi Britney Spears akan merilis single terbarunya yang bertajuk Work Bitch pada pekan depan. (seleb) Chrysler Indonesia akan hadir di Indonesia Internasional Motor Show 2013 di Hall B3, JiEXPO Kemayoran. (otomotif)

CMYK

±


CMYK

±

CMYK

±

±

wawancara mINGGU, 15 september 2013 LAMPUNG POST

10

KPK Awasi Seleksi CPNSD

refleksi

±

DJADJAT SUDRADJAT

Guncangan “KEJAHATAN tak menyatu dengan alam, tetapi dipelajari.” (Ashley Montagu, antropolog).                         *** MONTAGU pastilah ingin mengatakan kebajikan tetaplah yang utama, yang “menyatu dengan alam”. Kejahatan datang kemudian, dari sebuah proses (belajar). Ia “akibat”, bukan “sebab”. Karena itu, ia tak boleh menjadi arus utama. Ia “akibat” yang harus terus dikawal dan   dilempangkan. “Awal kejahatan adalah kebajikan yang berlebihan,” kata Menander, sang dramawan Yunani. Karena itu, dalam konteks hari ini,  semakin mengukuhkan tesis “kejahatan” adalah “akibat”. Kebaikan haruslah di-manage agar yang becik tak menjadi destruktif.  Tapi, sekali lagi, kejahatan tak memulai”. Ia tak berada di awal. Dengan tesis   “kejahatan tak memulai,” ini berarti ia harus bisa diatasi, meski sebagai “akibat” ia tak mungkin bersih sama sekali. Juga terhadap para penembak polisi, yang terjadi berkali-kali di negeri ini. Sebab, ketika polisi ditembak mati, di depan orang ramai, ini bukti paling tinggi betapa kejahatan tengah mendapat ruang kebe basannya yang paling tinggi. Ia jadi jemawa! Ia jadi teror! Dengan tesis “kejahatan tak memulai”, saya ingin mengulangi apa yang pernah dikatakan Francis Fukuyama, bahwa guncangan besar (the great disruption) memang terjadi setelah revolusi industri yang diperluas dengan kapitalisme dan penemuan teknologi tinggi. Akibatnya patologi sosial  meningkat: kriminalitas tinggi, ikatan sosial memudar, perceraian meningkat, dan kehancuran kehidupan rumah tangga tak terelakan. Fukuyama menyebut itu “guncangan yang kreatif”. Sebab, manusia terguncang dengan berbagai perubahan demi perbaikan

±

hidupnya.  Fukuyama  memang tak cemas. Karena guncangan besar ini akan sampai pada penataan sosial kembali. Dari disordering menjadi reordering of the society. Masyarakat akan mengatur dirinya tanpa peran lembaga-lembaga formal. Dengan mengambil contoh guncangan besar pada 1960-an dan 1970-an di Amerika Serikat, kata   Fukuyama, kini tertib sosial mulai terlihat di negeri itu. Sebuah proses yang tak memusat, tak tergantung   pemerintah, korporasi, atau lembaga agama. Kini, kata Fukuyama, di Amerika, kejahatan makin turun, ikatan pernikahan dipandang makin perlu, kepercayaan antarmasyarakat kian tinggi,  kriminalitas tak meningkat. Per­ ubahan ini bukan karena peran negara makin kuat, melainkan kesadaran manusia untuk bekerja sama dan memperbaiki diri sesungguhnya sesuatu yang bersifat alamiah.  Inilah kesadaran tentang nilai sosial yang digerakkan oleh individu-individu secara spontan. Tetapi, di Indonesia kejahatan tengah merajalela (kriminalitas, korupsi, penyalahgunaan narkotika),   Demokrasi dan liberalisme ekonomi dan politik tengah jadi “primadona”, uang menjadi kekuatan setengah dewa. Ia bisa membeli apa saja, termasuk politik. Kesenjangan sosial-ekonomi kian tinggi. Ini yang menjadikan angka kejahatan naik dan konflik sosial seperti tak pernah sudah. Kapan tertib sosial dimulai? Agaknya Indonesia masih membutuhkan peran negara yang amat besar, amat kuat, sebelum peran masyarakat tumbuh kembali. Sebab, modal sosial: semangat gotong royong telah dihancurkan begitu rupa oleh negara. Karena itu, perlu penegak hukum yang tegas dan adil. Perlu contoh laku para pemimpin yang sepadan antara yang dilisankan dan yang dilakukan. Kita butuh contoh lebih banyak model kepemimpinan Jokowi-Ahok yang memelopori penataan sosial –dengan penuh nyali tapi manusiawi—di alam demokrasi yang penuh anomali dan aksi destruksi ini. ***

Member of Media Group Direktur Utama: Raphael Udik Yunianto Pemimpin Umum: Bambang Eka Wijaya. Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Gaudensius Suhardi. Wakil Pemimpin Redaksi: Iskandar Zulkarnain Pemimpin Perusahaan: Prianto A. Suryono. Dewan Redaksi Media Group: Saur M. Hutabarat (Ketua), Bambang Eka Wijaya, Djadjat Sudradjat, Elman Saragih, Laurens Tato, Lestari Moerdijat, Rahni Lowhur Schad, Suryopratomo, Toeti Adhitama, Usman Kansong. Redaktur Pelaksana: Iskak Susanto. Kepala Divisi Percetakan: Kresna Murti. Sekretaris Redaksi: M. Natsir. Asisten Redaktur Pelaksana: D. Widodo, Umar Bakti

±

Redaktur: Hesma Eryani, Lukman Hakim, Muharam Chandra Lugina, Musta’an Basran, Nova Lidarni, Sri Agustina, Sudarmono, Trihadi Joko, Wiwik Hastuti, Zulkarnain Zubairi. Asisten Redaktur: Abdul Gofur, Aris Susanto, Isnovan Djamaludin, Iyar Jarkasih, Fadli Ramdan, Rinda Mulyani, Rizki Elinda Sary, Sri Wahyuni, Sony Elwina Asrap, Susilowati, Vera Aglisa. Liputan Bandar Lampung: Agus Hermanto, Ahmad Amri, Delima Napitupulu, Fathul Mu’in, Ricky P. Marly, Meza Swastika, Karlina April Sita, Surya Bakara, Wandi Barboy. LAMPOST.CO Redaktur: Kristianto Asisten Redaktur: Adian Saputra, Sulaiman. Content enrichment Bahasa: Wiji Sukamto (Asisten Redaktur), Chairil, Kurniawan, Aldianta. Foto: Hendrivan Gumay (Asisten Redaktur), Ikhsan Dwi Satrio, Zainuddin. Dokumentasi dan Perpustakaan: Syaifulloh (Asisten Redaktur), Yuli Apriyanti. Desain Grafis redaktur: DP. Raharjo, Dedi Kuspendi. Asisten Redaktur: Sugeng Riyadi, Sumaryono. Biro Wilayah Utara (Lampung Utara, Way Kanan, Lampung Barat): Mat Saleh (Kabiro), Aripsah, Buchairi Aidi, Eliyah, Hari Supriyono, Hendri Rosadi, Yudhi Hardiyanto. Biro Wilayah Tengah (Lampung Tengah, Metro, Lampung Timur): Chairuddin (Kabiro), Agus Chandra, Agus Susanto, Andika Suhendra, Djoni Hartawan Jaya, Ikhwanuddin, M. Lutfi, M. Wahyuning Pamungkas, Sudirman, Suprayogi. Biro Wilayah Timur (Tulangbawang, Mesuji, Tulangbawang Barat): Juan Santoso Situmeang (Kabiro), Merwan, M. Guntur Taruna, Rian Pranata.

±

Biro Wilayah Barat (Tanggamus, Pringsewu, Pesawaran): Sayuti (Kabiro), Abu Umarly, Erlian, Mif Sulaiman, Widodo, Heru Zulkarnain. Biro Wilayah Selatan (Lampung Selatan): Herwansyah (Kabiro), Aan Kridolaksono, Juwantoro, Usdiman Genti. Kepala Departemen Marcomm: Amiruddin Sormin Senior Account Manager Jakarta: Pinta R Damanik. Senior Account Manager Lampung: Syarifudin Account Manager Lampung: Edy Haryanto. Manager Sirkulasi: Indra Sutaryoto. Manager Keuangan & Akunting: Rosmawati Harahap. Harga: Eceran per eksemplar Rp3.000 Langganan per bulan Rp75.000 (luar kota + ongkos kirim). Alamat Redaksi dan Pemasaran: Jl. Soekarno Hatta No.108, Rajabasa, Bandar Lampung, Telp: (0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi). Faks: (0721) 783578 (redaksi), 783598 (usaha). http://www.lampungpost.com e-mail: redaksi@lampungpost.co.id, redaksilampost@yahoo.com. Kantor Pembantu Sirkulasi dan Iklan: Gedung PWI: Jl. A.Yani No.7 Bandar Lampung, Telp: (0721) 255149, 264074. Jakarta: Gedung Media Indonesia, Kompleks Delta Kedoya, Jl. Pilar Raya Kav. A-D, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Telp: (021) 5812088 (hunting), 5812107, Faks: (021) 5812113. Kalianda: Jl. Soekarno-Hatta No. 31, Kalianda, Telp/Fax: (0727) 323130. Pringsewu: Jl. Ki Hajar Dewantara No.1093, Telp/Fax: (0729) 22900. Kotaagung: Jl. Ir. H. Juanda, Telp/Fax: (0722) 21708. Metro: Jl. Diponegoro No. 22 Telp/Fax: (0725) 47275. Menggala: Jl. Gunung Sakti No.271 Telp/Fax: (0726) 21305. Kotabumi: Jl. Pemasyarakatan Telp/Fax: (0724) 26290. Liwa: Jl. Raden Intan No. 69. Telp/Fax: (0728) 21281. Penerbit: PT Masa Kini Mandiri. SIUPP: SK Menpen RI No.150/Menpen/ SIUPP/A.7/1986 15 April 1986. Percetakan: PT Masa Kini Mandiri, Jl. Soekarno - Hatta No. 108, Rajabasa, Bandar Lampung Isi di Luar Tanggung Jawab Percetakan. DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK, ­WARTAWAN LAMPUNG POST DILENGKAPI KARTU PERS DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA ATAU M ­ EMINTA IMBALAN DENGAN ALASAN APA PUN.

CMYK

±

PENERIMAAN calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) dibuka lagi setelah dihentikan (moratorium) pada 2010. Tahun ini, Lampung mendapat jatah 940 formasi. Ribuan orang mendaftar dan berusaha dengan berbagai cara agar diterima. Profesi sebagai abdi negara atau pegawai negeri sipil masih menjadi incaran kaum muda. Kepastian hasil, minimnya risiko, dan incaran karier moncer dengan fasilitas aduhai tampaknya menjadi daya tarik utama. Tak heran, orang berjubel setiap pendaf­ taran dibuka. Tahun ini, saat dibuka pendaftaran CPNSD, Lampung dipastikan akan ada persaingan ketat. Namun, banyak pihak yang curiga, bahkan mengikuti seleksi dengan apatis karena praktik percaloan dan suap dinilai masih kental. Bagaimana antisipasi pihak peme­ rintah? Berikut wawancara wartawan Lampung Post Karlina Aprimasyita dengan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Lampung Syarif Anwar. Moratorium dibuka, Lampung bisa menerima pegawai baru tahun ini. Bagaimana persiapannya? Ya, BKD Provinsi Lampung telah membuka pendaftaran CPNSD mulai tanggal 6—25 September. Sebelum dibuka, kami terlebih dulu memanggil pimpinan kabupaten/kota yang mendapat kuota CPNSD 2013. Pertemuan itu dilakukan untuk memaparkan hal-hal yang wajib disiapkan serta langkahlangkah dan tahapan penerimaan, termasuk koordinasi mengenai tempat pelaksanaan tes. Setelah pertemuan itu, kami langsung ekspos ke media terkait persyarat­an, jadwal, dan hal-hal lain berhubungan dengan penerimaan tersebut. Peng­ umuman juga akan berisi jabatan yang dibutuhkan, jumlahnya, penempatan, dan kualifikasi. Jadi, secara umum, persiapannya sudah baik dan sudah jalan prosesnya.

Syarif Anwar

Kepala BKD Provinsi Lampung Tahun ini dalam persyaratan tidak disertakan kartu kuning, SKCK, maupun surat sehat. Mengapa? Jadi begini. Tidak ada kartu ku­ ning untuk penerimaan CPNSD 2013 di Lampung. Kami ada dua sistem penerimaan CPNS tahun ini. Ada yang menggunakan sistem computer assisted test (CAT) dan sistem sistem lembar jawaban komputer (LJK). Sistem CAT, jangankan kartu ku­ ning, bahkan disyaratkan TOEF, buta warna, tuli, dan narkoba. Karena pada sistem CAT menggunakan sistem komputerisasi yang begitu si pelamar mengisi persyaratan melalui komputer ia dinyatakan lulus dan masuk ke seleksi selanjutnya. Bahkan sistem CAT ini nantinya para peserta yang mengikuti tes CPNS tersebut menerima soal secara online dan juga dijawab secara online. Jawabannya juga langsung masuk server atau database pusat. Dengan sistem CAT ini, setiap peserta tes CPNS akan langsung mengetahui skor atau nilai hasil ujian mereka se­ telah mereka selesai mengerjakan soalsoal tes tersebut. Sistem tes seperti ini juga tidak bisa direkayasa sebab sistem komputer yang akan langsung meme­ riksa jawaban tiap peserta. Itu yang akan dilaksanakan 29 September.

Ada bedanya dengan ­sebelumnya? Iya. Tahun ini memang berbeda bila kita bandingkan saat penerimaan di tahun 2010. Dengan harapan akan terpilih abdi negara yang lebih kompeten dan layak menjadi pegawai negeri sipil. Nanti tes ini dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan kriteria kebutuhan (tenaga guru, kesehatan, dan teknis) serta tingkat pendidikan (S-1, D-3, dan D-1). Selain itu, kalau dulu tidak ada panitia khusus, sekarang ada panitia seleksi CPNS nasional. Bagaimana teknis pelaksanaan tesnya? Pada rekrutmen PNS tahun ini, akan dilaksanakan serentak seluruh Indonesia pada 3 November 2013, baik untuk pelamar umum maupun tenaga honorer kategori 2 (K2). Tidak semua kabupaten/kota di Lampung dapat formasi. Padahal, katanya permintaannya banyak. Apa penyebabnya? Hal itu disebabkan terdapat beberapa daerah yang mengalokasikan APBDnya lebih dari 60% untuk belanja pegawai karena terlalu besar persentasenya sehingga tidak mendapat­kan formasi. Daerah itu seperti Lampung Selatan, Lampung Utara, Bandar Lampung, Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Tulangbawang Barat. Sedangkan kabupaten yang mendapatkan formasi karena ada perimbangan belanja daerahnya yang mengalokasikan APBD di bawah 60% mendapatkan formasi CPNSD penuh. Yaitu tenaga guru, tenaga medis, dan tenaga teknis.

Apakah Lampung sudah pakai CAT? Lampung tahun ini belum. Sebab, kami memang belum siap secara teknologi dan sumber daya manusianya. Mudah-mudahan tahun berikutnya. Jadi, sistem kita sekarang? Kami masih menggunakan sistem LJK. Kartu kuning, SKCK, dan lainnya baru dilampirkan jika sudah dinyatakan lulus tahap pertama. Tes CPNS melalui sistem LJK baik honorer K2 maupun umum akan digelar serentak pada 3 November 2013. Yang mendaftar untuk Lampung khusus yang mempunyai KTP Lampung? Tidak. Seluruh WNI di mana saja boleh mendaftar. Jadi nanti jangan heran bila melihat formasi yang mendaftar dari ujung Indonesia ke ujung Indonesia lainnya. Itu risiko.

Bisa disebutkan formasinya secara perinci? Dari semua kabupaten/kota di Lampung, hanya 8 daerah ditambah formasi Provinsi Lampung yang izin prinsipnya disetujui pusat. Yakni, Kota Metro (30), Pesawaran (35), Tanggamus (40), Way Kanan (35), Tulangbawang (30), Lampung Barat (50), Mesuji (220), Pesisir Barat (400), dan Pemerintah Provinsi Lampung mendapatkan jatah 100 formasi.

Untuk mendaftar ada biayanya? Tidak. Ini gratis. Biaya hanya untuk kepentingan pribadi pelamar, seperti pembelian amplop, fotokopi, dll. Sedangkan biaya yang diperlukan BKD berasal dari urunan dari masingmasing kabupaten/kota.

±

Apa pembeda pelamar umum dan pelamar K2? Perbedaannya, pada pelamar umum, kami yang mengadakan soal. Tetapi untuk pelamar honorer K2, mulai dari soal, LJK hingga penomoran, pusat yang menyediakan. Kami di sini hanya memperbanyak nomor sesuai nomor registrasi yang dikeluarkan oleh BKN.

±

Apa jaminan Anda bahwa penerimaan CPNSD tahun ini benar-benar jujur? Tahun ini akan dipantau Badan Intelijen Nasional (BIN), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Peng­ awasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), ICW, serta Ombudsman. Hal ini untuk mendukung seleksi CPNS yang bersih, jujur, transparan, dan akuntabel. Instansi pemantau penerimaan CPNS tersebut masuk SK Pemantau Nasional untuk menghindari kecurang­an. Mengingat, kecurangan penerimaan CPNS akan dipidana selagi bisa dibuktikan. Ada yang ingin Anda sampaikan kepada masyarakat? Belajarlah dan berkompetisi dengan positif. Kita tidak mengharapkan pelaksanaan penerimaan CPNSD di Provinsi Lampung tercoreng oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang menjanjikan untuk bisa meloloskan menjadi PNS, seperti yang terjadi beberapa tahun lalu. Kami mengharapkan CPNSD yang diterima adalah orang-orang profesional yang mampu menjadi aparatur yang tangguh, cerdas, dan punya moral baik. n

±

BIODATA Nama : Dr. H. Syarif Anwar, M.P. Kelahiran : Terbanggibesar, 3 Maret 1959 Istri : Nurhayati, S.T. Anak : 1. Deswan Wiratama Subing 2. Dian Revita Sari 3. Dwi Jayanti Trilestari 4. Dandye Nursaputra Subing Pendidikan : - APDN Tanjungkarang (1983) - UBL Lampung (1989) - Pascasarjana IPB Bogor (2009) Riwayat Pekerjaan : 1.Sekretaris Kabupaten Lampung Tengah (2010-2011) 2.Asisten I Bidang Pemerintahan Provinsi Lampung (2013) 3.Kepala Bidang Diklat ( 2012–sekarang) 4.Kepala BKD Provinsi Lampung (2013–sekarang)

CMYK

±


CMYK

±

CMYK

±

±

ILMU mINGGU, 15 sEPTEMBER 2013

LAMPUNG POST

TEKNOLOGI 11

±

±

Limbah Ikan

Atasi Bakteri

Daging Ayam

RISET mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan bahwa kitosan, produk samping (limbah) dari pengolahan industri perikanan, dapat mengatasi adanya bakteri pada daging ayam. “Penelitian kami mengkaji pengaruh kitosan dalam bentuk larutan dengan konsentrasi tertentu ter­ hadap laju mortalitas (ke­ matian) bakteri Staphylococcus aureus, E. Coli, dan Salmonella dengan sampel daging ayam bagian paha dan dada,” kata Rizal Eko Kurniawan, juru bicara mahasiswa peneliti itu, melalui Humas IPB di Bogor, Jawa Barat, dikutip dari Antaranews.com. Rizal Eko Kurniawan melakukan penelitian tersebut bersama seja­ watnya, Metrizal Abdi Taufik dan Fitriah Idris. Ia menjelaskan kitosan merupakan produk tu­ runan dari polimer kitin, yaitu produk samping atau limbah dari pengo­ lahan industri perikanan, khususnya udang dan rajungan. Penelitian itu mengacu pada Bacteriological Analytical Manual, Food and Drug Administration, AOAC Internasional. Da­

±

ging ayam merupakan salah satu bahan pa­ngan ya n g s a n g a t p o p u l e r di masyarakat ka­r ena memiliki kandungan sumber protein hewani yang baik. Namun, dari segi keamanan pangan, katanya, mikroba pato­ gen, seperti Salmonella, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli dapat menyebabkan terjadinya kontaminasi pada da­ ging ayam selama proses mempersiapkan daging. “Cemaran mikroba dalam bahan pangan asal hewan serta olahan­ nya menjadi masalah yang menjadi perhatian utama dari konsumen,” katanya. Menurut dia, ide peng­ gunaan kitosan ini me­ rupakan hasil Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P) yang dikembangkan dan dimanfaatkan kembali agar penelitian terkait kitosan ini dapat ber­ manfaat. (M2)

Bakteri Air Laut Hasilkan Enzim Antikanker PENELITI dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Peng­ olahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BP4B­ KP) Kementerian Ke­ lautan dan Perikanan (KKP) Ekowati Chasa­ nah mendapati bakteri air laut bisa menjadi enzim antikanker. “Hasil penelitian kami menunjukkan bakteri yang berasal dari isolasi air laut bisa menghasilkan en­ zim antikanker,” ujar Ekowati dalam acara seminar bioteknologi yang diselenggarakan Lembaga Eijkman di

Jakarta, seperti dilansir dari Antaranews.com. Enzim yang bernama L-glutaminase diketa­ hui bisa memecah glu­ tamin. Glutamin diper­ lukan oleh sel kanker agar berkembang biak. “Dengan adanya enzim L-glutaminase, perkembangbiakkan sel kanker bisa di­ tekan,” ujarnya. Ekowati menambah­ kan pihaknya terus melakukan penelitian s e h i n g g a n a nt i nya enzim tersebut bisa dijadikan obat anti­ kanker. Menurut dia, tidak hanya obat an­ tikanker yang bisa di­

±

hasilkan dari kekayaan laut Tanah Air, produk kesehatan juga dapat dihasilkan dari keka­ yaan alam Indonesia. “Potensinya besar, cuma belum diman­ faatkan karena banyak lebih memilih jalan pin­ tas dengan mengim­ por,” kata dia. Seminar yang merupakan kerja sama Lembaga Eijkman dengan University of California Santa Cruz, Universitas Diponegoro, dan Universitas Hasa­ nuddin itu diharapkan bisa menjadi wadah untuk menjembatani penelitian ilmu dasar dan kelautan. (M2)

±

±

±

CMYK

±

CMYK

±


± ±

CMYK CMYK

± ±

CMYK CMYK

± ±

DUNIA mINGGU, 15 september 2013 LAMPUNG POST

n Cerita Anak

±

ANAK 12

Perginya Luki

±

Oleh: Rudy Dwi Kurniawan

S

EJAK pagi Luki si burung dara kecil murung di dalam kamar. Ia heran mengapa ibu tak kunjung berhenti memarahinya. Satu kesalahan saja bisa membuat ibu tak berhenti bicara kepada Luki. Di dalam hati Luki merasa sedih karena Ibu tak menyayanginya lagi. “Luki...Ibu kan sedang bicara kok kamu malah di dalam kamar saja?” “Sudahlah Bu. Luki kan sudah mengerti akan kesalahannya. Dia tak mungkin akan terbang jauh lagi seperti kemarin,” Bapak membela. “Dari mana Bapak tahu. Ibu kan hanya menasihatinya saja agar dia .... blablabla.” Luki tak bisa lagi mendengar kata-kata Ibu. Sebersit ide muncul di benaknya. Ia ingin terbebas dari semua omelan Ibu. Bosan rasanya selalu diomeli setiap hari pikir Luki. Dengan segenap keberanian Ia pun terbang kabur lewat jendela rumah. “Aku ingin berbuat sesukaku tanpa ada yang mencegah, termasuk Ibu,” desah Luki seraya terbang menjauh dari rumah. Kini setengah hari sudah ia terbang jauh dari rumah. Sayapnya terasa pegal. Ingin segera ia terbang rendah mencari dahan untuk bertengger. Namun.... WUSHHH.... “Astaga...apa itu?” Luki heran melihat sekelebat bayangan terbang cepat. Ketika matanya menatap ke atas ia melihat seekor burung elang terbang menukik menuju ke arahnya. Luki berhasil berkelit tetapi tak begitu mulus. Ia tersungkur ke tanah. Dengan sisa tenaga Luki merayap menuju bongkahan kayu. Di balik kayu itu Luki bersembunyi. Hmm...lega sekarang bebas dari elang yang akan memangsanya. Namun, ada bunyi mendesis yang semakin mendekat ke arah Luki. Aduh apa lagi ya itu? “Wah anak burung dara...pasti dagingmu lezat,” ucap ular mendesis dan merayap ke arah Luki. Dengan gesit ular itu terus mengejar Luki. Ular menerjang secepat kilat. “Ahh...tolooong!!!” Luki teriak sekuat tenaga. Namun, tak satu pun binatang yang mendengar teriakkannya. Untung Luki bisa menghindari terjangan ular lalu terbang. “Mudah-mudahan di pohon ini tak ada lagi gangguan,” kata Luki saat hinggap di pohon beringin. Harapan Luki memang terkabul. Namun, tak berapa lama hujan pun turun dan membuatnya kedinginan. Ah andaikan ia di rumah pasti kini ia sedang menikmati minuman hangat buatan ibu. Dan...bisa tidur di kamarnya yang nyaman. “Ibu...Bapak...Luki ingin pulang,” kata Luki terisak. Perkataan ibu ternyata benar. Terbang terlalu jauh memang mengkhawatirkan. Sebab, banyak bahaya yang akan dihadapi. Luki merasa bersalah karena menganggap kata-kata ibu itu sebagai omelan. Padahal itu adalah nasihat yang baik bukti rasa cinta Ibu kepada Luki. “Setelah hujan reda...aku akan pulang dan meminta maaf pada Ibu,” ucap Luki penuh penyesalan. n

±

±

n sahabat kita

Nabila

Penyayang Kucing NABILA Widya Rahma Putri, nama panjang teman kita yang satu ini. Dia biasa dipanggil Nabila. Nabila pintar main pianika lo. Itu lo, alat musik tiup yang mengeluarkan nada-nada indah. Kalau kamu sudah duduk di bangku sekolah dasar, biasanya sudah dikenalkan dengan jenisjenis alat musik. Sudah tahu semua kan alat musik harmonika? Hehe. Gadis mungil kelahiran Bandar Lampung, 10 September 2002 ini punya hewan peliharaan yang lucu lo. Apa hayo? Hihihi, mudah sekali menebaknya. Yups, Nabila punya tiga ekor kucing peliharaan. Kucingnya gemukgemuk lo. Wah, pasti Nabila rajin merawat kucing kesayangannya. Tapi, kalau sudah bermain kucing jangan lupa mencuci tangan pakai sabun ya. Hatihati juga dengan bulu kucing, nanti batuk.   Sekarang Nabila sudah kelas VI di SDN 2 Haduyang, Natar, Lampung Selatan. Nabila bercita-cita ingin menjadi dokter agar bisa mengobati orang sakit. Wah, cita-citanya mulia sekali ya. Semoga kelak cita-cita Nabila tercapai ya! Yang mau kenal sama Nabila boleh kok main ke rumah Nabila di Jalan Setia Budi No. 1052 Haduyang, Natar, Lampung Selatan. 

±

KETENTUAN: - Masukkan gambar kalian ke sehelai amplop yang sudah ditempeli kupon Mari Mewarnai Lampung Post. - Sertakan juga data diri secara lengkap (nama, alamat, sekolah, tanggal lahir, dan nomor telepon) termasuk foto ukuran 3R terbaru. - Kirim ke bagian promosi Lampung Post Jalan Soekarno-Hatta No. 108 Bandar Lampung paling lambat 4 hari dari tanggal terbit - Disediakan bingkisan untuk tiga p­ emenang berupa : a. Orikids b. Komik Kreative c. Kotak pensil creative d. Oil Pastel Pascola (Standard).

± ±

CMYK CMYK

±

(KAK DIAN/M2)

± ±

CMYK CMYK

± ±


±

±

CMYK

CMYK

±

REPORTER

mINGGU, 15 SEPTEMBER 2013 LAMPUNG POST

CILIK 13

Kopiku

±

±

Kopi Organik dari Tanggamus!

Reporter cilik Lampung Post: Eriska Dwi Oktaviana, Nazmy Reflika Pahlevi (SDN 1 Gisting Bawah), Eka Putrizini, dan Radiyan (SDN 4 Kuripan) Reporter cilik mewawancarai Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanggamus F.B. Kariyono, di perkebunan kopi Sumberrejo, Tanggamus, Jumat (13-9).

LIHAT teman-teman, ini adalah para petani kopi dari Tanggamus. Tapi, mereka bukan petani kopi biasa lo. Para petani dari Kecamatan Sumberrejo ini bertekad mengembangkan perkebunan kopi organik.

±

P

ara petani ini dibina oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan, juga bekerja sama dengan PT Nestle. Mau tahu proses penanaman dan pengolahan kopi organik? Yuk, baca wawancara lengkap kami dengan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanggamus F.B. Karjiyono, Kepala Bidang Perkebunan Akhmad Yani, dan petani kopi organik Pak Sasmito. Tanggamus terkenal sebagai daerah penghasil kopi. Itu wilayahnya di kecamatan mana saja Pak? Wilayahnya merata, hampir setiap desa atau pekon punya kebun kopi. Yang paling banyak itu di Kecamatan Pulaupanggung, Airnaningan, Ulubelu, Talangpadang, dan di sini di Sumberrejo ini. Berapa luas kebun kopi di daerah Tanggamus? Lebih kurang 40 ribu hektare. Jenis kopinya apa saja Pak? Semuanya jenis robusta. Kopi-kopi Tanggamus ini dijual ke mana saja? Itu terserah petani, bebas mau dijual ke mana saja boleh. Biasanya para petani menjual ke pedagang pengumpul di Gisting atau Talangpadang. Banyak juga yang menjual ke perusahaan Nestle. Petani menjual kopinya ke kelompok dan baru dibeli oleh Nestle.

±

Oh begitu. Semua kopi yang dibutuhkan Nestle dipasok dari Tanggamus. Dalam setahun, petani kopi kami menjual sampai 15 ribu ton ke perusahaan kopi kemasan itu.

Wah, semoga petani-petani kopi di Tanggamus sukses semua ya Pak! Amin. Itu harapan kami juga, karena itu pembinaan kepada petani tidak boleh berhenti, harus selalu didampingi, dimotivasi dan dibantu teknologinya. (M2)

±

Kenapa PT Nestle banyak mengambil kopi dari Tanggamus? Ya, mungkin kualitas kopinya sesuai dengan yang mereka inginkan. Menjual kopi ke perusahaan itu, apalagi untuk diekspor tidak mudah. Banyak persyaratan yang harus dipenuhi, misalnya kandungan bahan kimia pada kopi tidak boleh banyak, kandungan air biji kopi maksimal 12, serta biji kopi tidak boleh pecahpecah. Bagaimana sih Pak, proses pengolahan kopi ini? Nah, mulai dari proses tanam dulu ya. Petani di Tanggamus ini sudah mulai menggunakan sistem tanam organik. Pupuk yang digunakan pupuk organik, mulai dari kotoran hewan sampai sampah-sampah tanaman. Selain itu, juga mengurangi penggunaan pestisida. Kalau ada hama dilakukan pemberantasan secara alami. Kenapa begitu Pak? Agar kualitas kopinya bagus, memenuhi standar kualitas perusahaan dan bisa diekspor ke luar negeri. Kopi ini panen berapa kali dalam setahun? Dua kali setahun, biasanya pada Mei dan Juni. Oh iya, Bapak teruskan tentang proses pengolahan kopi. Kopi yang sudah matang dipetik, lalu dijemur sekitar satu minggu. Setelah itu digiling untuk dibuang kulit buah dan kulit arinya. Nah, setelah itu baru dijual ke petani.

± Reporter cilik melihat petugas menimbang berat kadar air biji kopi.

Reporter cilik berbincang dengan para petani kopi organik dari Sumberrejo, Tanggamus.

±

CMYK

±

CMYK

±


CMYK

±

CMYK

±

±

fokus mINGGU, 15 september 2013 LAMPUNG POST

14

Sifat Orang Lampung Terbuka

HETEROGENITAS penduduk Lampung mempersatukan warganya menggunakan bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Faktor ini alamiah dan tanpa interes.

L

ulus kuliah di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Sustiyanti be­ gitu girang saat lamarannya menjadi pegawai di Kantor Bahasa Provinsi Lampung tahun 2000. Bukan cuma soal status kariernya, perem­ puan asal Pemalang, Jawa Tengah, ini sedang gandrung meneliti budaya daerah. Ia membayangkan khazanah ba­ hasa yang akan didapatnya ketika berada di Lampung nanti. Apalagi, re­ ferensinya menyebut suku Lampung adalah salah satu dari enam suku di Indonesia yang memiliki aksara, bahkan angka sendiri. “Waktu itu saya terpikir akan mem­ pelajari budaya dan bahasa baru,” ujar Sustiyanti, Kamis (12-9). Tapi, realita yang dilihat Susti­ yanti ketika menjejakkan kaki di Lampung langsung buyar. “Ternyata bukan bahasa Lampung yang di­ pakai masyarakatnya sehari-hari, tapi bahasa Indonesia,” kata dia mengenang. Berkiprah di Lampung, ia melaku­ kan penelitian. Sustiyanti menyebut tingginya tingkat heterogenitas dan arus kuat media yang menekan dari berbagai sisi membuat bahasa Lampung ditinggalkan, apalagi oleh kaum muda. “Media juga punya andil ter­ hadap pengaruhnya untuk remaja meninggalkan bahasa ibunya. Lihat saja sekarang bahasa-bahasa gaul yang diserap remaja dari berbagai media semakin membuat pemaka­ ian bahasa Lampung ditinggalkan,” ujarnya. Padahal, adat istiadat adalah wujud eksistensi sebuah suku, termasuk Lam­ pung. Ketua Pusat Bahasa dan Lembaga Penelitian Unila Admi Syarif menyebut petatah-petitih sebagai indikator betapa ketika itu peradaban suku Lampung sudah sangat tinggi dan hebat. “Anda bayangkan, Lampung adalah satu dari enam suku di Indonesia yang memiliki aksara dan angka sendiri. Dulu, 12 ta­ hun saya di Jepang, saya dan istri pakai bahasa Lampung, karena itu identitas kami,” kata Admi Syarif yang memiliki adek (gelar, red) Raja Asal dari Megow­ pak Tulangbawang.

Meskipun demikian, Admi Syarif tak lantas menyalahkan sikap ter­ buka orang Lampung terhadap masyarakat pendatang yang akhir­ nya menciptakan kemajemukan di dalam masyarakat. Bahkan, Profesor Yamazaki, antropolog asal Jepang, lanjut dia, mengatakan sikap terbuka masyarakat Lampung adalah ciri yang membuat transmigrasi berhasil di Lampung. “Lihat saja filosofi-filosofi orang Lampung itu. Mulai dari piil pesenggiri, nemui nyimah, nengah nyappur, semua itu menunjukkan sikap-sikap keterbukaan masyarakat Lampung terhadap pendatang.” Saat ini, katanya, jangan lagi berbi­ cara tentang suku, tetapi bagaimana merawatnya sebagai sebuah kebang­ gaan. Ia mencontohkan Unila yang se­ tiap tahun mendatangkan mahasiswa

dari luar negeri untuk mempelajari budaya Lampung. “Anda pikir, kenapa Universitas Gadjah Mada bisa dikenal dunia? Bukan karena fakultas kedokterannya atau fakultas regulernya, melainkan karena sastra Jawanya. Keunikan ini yang paling mungkin dipelajari oleh orang asing. Lantas kita yang ada di sini kenapa justru meninggalkannya. Ingat, Lampung bukan hanya kaya dengan budaya dan adat istiadat­ nya saja, melainkan juga tanaman­tanaman khasnya.” Upaya Strategis Posisi pemerintah sangat strategis dalam pelestarian bahasa Lampung. Namun, beberapa potensi itu justru terabaikan. Mata pelajaran Bahasa Lampung, misalnya, tidak lagi tercan­ tum dalam kurikulum 2013. Demikian

halnya Unila yang seharusnya men­ jadi pelopor pendidikan bahasa Lam­ pung justru menghapuskan program diploma 3 bahasa Lampungnya. Menanggapi ini, Admi Syarif me­ nilai semua itu harus dimulai dengan kesamaan komitmen untuk meles­ tarikan budaya Lampung. Dalam kurikulum 2013 yang meniadakan mata pelajaran Bahasa Lampung, pemerintah bisa menyisipkannya sebagai modul sisipan, meski bukan sebagai muatan lokal. Sedangkan terkait dengan diha­ pusnya program diploma 3 bahasa Lampung, ia tak bisa berkomentar. Ia justru kembali memberi contoh UGM yang bisa mendunia karena sastra Jawanya. “Semuanya kembali pada komitmen semua pihak.” Demikian pula, lembaga-lembaga adat yang seharusnya menjadi pen­

jaga justru terkesan bergeming. Se­ baliknya, mereka justru mengobral gelar kepada siapa pun, bahkan hanya untuk kepentingan politis demi me­ raup dukungan semata. Menanggapi ini, Wakil Ketua MPAL Kota Bandar Lampung Muhamad Ikhsan beralasan lembaga-lembaga adat bukan tak ingin bergerak dalam hal pelestarian. Hanya, ruang gerak mereka seperti terbatasi. “Kami tidak punya anggaran sen­ diri. Kami ini hanya berada di bawah dinas, padahal banyak programprogram, seperti membuat nama jalan dengan aksara Lampung atau mendorong pemerintah membuat peraturan tentang pelestarian budaya Lampung. Tetapi lihat saja sekarang, kami hanya dipakai saat ada gawigawi adat,” kata dia. (MEZA SWASTIKA/DIAN WAHYU/M1)

“Stay Tune’ di ‘Manjau Debingi’ DINGIN yang menusuk dari mesin penyejuk udara di ru­ ang siar 1 RRI Tanjungkarang tak mengganggu ha­ngatnya Susi Ratu Pubian me­ nyapa pendengar­ nya. Melalui program 1 pada gelombang 90,9 FM, Susi tetap ceriwis memandu program Nemui Nyimah siang itu. Sesekali ia menjawab pang­ gilan telepon dari penggemar yang me -request lagu pop Lampung. Meski hanya sedikit berbincang de­ ngan si penelepon, Susi Ratu Pubian terus menjejali si pene­lepon dengan bahasa Lampung yang ringan. Tetapi, jawaban dari ujung telepon kadang menggunakan ba­ hasa Indonesia. Nyaris tak ada satu kalimat pun yang tak diucapkan Susi dengan bahasa Lampung, kecuali kata-kata yang tak memiliki padanan dalam bahasa Lampung. Semangatnya tetap sama seperti 13 tahun yang lalu saat ia pertama kali menjadi pe­

Susi Ratu Pubian me­nyapa pendengarnya.

±

CMYK

±

nyiar RRI khusus program Nemui Nyimah. Ia bersama sejumlah pe­ nyiar lain tetap konsisten membawa program khusus berbahasa Lampung yang hanya ada satu-satunya di RRI. “Pagi, dari jam 9 sampai jam 11 acara Nemui Nyimah. Malam dari jam 9 sampai jam 10 acara Manjau Debingi. Kalau Nemui Nyimah lagu yang diputar bisa pop, dang­ dut, atau remix berbahasa Lampung, kalau Manjau Debingi khusus lagu klasik Lam­ pung,” ujar Susi yang punya nama asli Susilawati. Penikmatnya pun beragam. Tak hanya orang Lampung, orang Jawa, Sunda, Bali, dan Se­ mendo pun kerap berinteraksi di program khusus ini. Mereka bahkan meminta diputarkan lagu bersyair Lampung. Menjadi penyiar radio ada­ lah mimpi buat Susilawati. Sejak masih sekolah dasar di akhir ‘80-an ia sudah mengi­ dolakan Jamil Samidin, pe­ nyiar RRI yang khusus mem­ bawakan program-program berbahasa Lampung. Pada 2000, ia akhirnya resmi men­ jadi penyiar RRI, ia bahkan rela tak dibayar. Susi tak khawatir jika dise­ but kampungan karena sikap­ nya yang konsisten membawa­ kan acara-acara berbahasa

Lampung. “Penggemar saya banyak, di hampir semua daerah di Lampung.” Ia bahkan dipanggil oleh penggemarnya dengan sebut­ an Minan—bibi dalam bahasa Lampung—karena setiap si­ aran ia kerap mengajarkan penelepon maupun penden­ garnya untuk terus berbahasa Lampung. “Ada pendengar orang Jawa yang sudah bisa berbahasa Lampung. Saat menelepon, dia ngomong Lam­ pung, tapi logat Jawanya masih kentara,” kata Susi. Selain Susi Ratu Pubian, ada lagi Sutan Purnama. Ia bukan penyiar tetap RRI, tetapi pe­ gawai di Dinas PU Peng­airan. Namun, karena kecintaannya terhadap bahasa Lampung, akhirnya RRI memberikan ru­ ang kepadanya untuk mengek­ spresikan kecintaannya terh­ adap Lampung. Mereka bertahan dan tetap konsisten untuk melestarikan penggunaan bahasa Lampung di tengah gempuran siaransiaran radio besar yang lebih modern. “Penggemar kami ada. Kalau acara ini tidak ada pendengar­ nya, tidak mungkin program ini bisa bertahan dari tahun 1980 sampai sekarang. Itu bukan waktu yang sebentar untuk suatu acara di radio,” kata Sutan. (MEZA SWASTIKA/M1)

CMYK

±


±

minggu, 15 september 2013

LAMPUNG POST

CMYK

±

±

PARIWARA 15

±

±

±

±

±

±

±

CMYK

±

±


CMYK

±

CMYK

±

±

lentera mINGGU, 15 sEPTEMBER 2013 LAMPUNG POST

16

Sekolah Anjal Septian Cahyadi

±

PENDIDIKAN itu seharusnya memang tanpa batas dan tak bersekat. Apalagi untuk anak-anak yang tidak mampu dan anak-anak jalanan. Itu kondisi ideal yang sedang digeluti Septian Cahyadi. DI rumah kecil di Jalan Yos Sudarso Gang Cendana 2 RT 5, Bumiwaras, Telukbetung, mereka menyelami dunia pendidikan yang tak bi­ asanya terlihat. Puluh­an siswa asyik menyimak guru yang tekun

±

menuntun menemukan ilmu.  Me­ reka guru yang sebenarnya; meng­ abdi dan tak digaji. Bukan PNS, apalagi di bawah yayasan. Septian Cahyadi, guru itu. Ia bersama sejumlah teman-teman­

nya tergerak untuk mendirikan sebuah ruang belajar yang mampu menembus batas. Mereka meng­ khususkan pendidikan itu untuk anak-anak putus sekolah dan anak jalanan. Namanya Rumah Belajar (Rum­ bel) begitu mereka menyebut ru­ mah itu.  Tempatnya, satu ruang yang direlakan untuk dipakai oleh salah satu pengajarnya, Anisa An­ astasya. Mahasiswa Teknik Geofisika Unila ini berinisiasi dengan men­ didik anak-anak putus sekolah dan anak-anak jalan dimulai den­ gan keinginan yang berawal dari pentingnya sesuatu yang punya makna untuk masyarakat. Se­ suatu dalam hal ini diterjemah­ kan Septian sebagai pendidikan. Selama ini pendidikan memang menjadi perhatian serius peme­ rintah. Bahkan, pendidikan gratis dieksploitasi untuk kepentingan poli­ tis, tapi tak ada yang per­ nah mau berkeci­ mpung le­ bih dalam dan mema­ hami apa arti pen­ didikan itu sendiri. Menurut Septian, saat ini sudah ada 62 siswa yang aktif mengikuti program belajar-meng­ ajar. “Pendidikan tak hanya untuk anak-anak usia sekolah, bahkan orang tua pun perlu mendapat pendidikan pemahaman. Hal sep­ erti ini yang kerap luput dari pe­ merintah. Mereka selalu menjual isu pendidikan yang berlebihan, tapi tak pernah hendak menye­ laminya lebih dalam,” ujar Se­ ptian.

Tantangan Saat menggagas pendidikan un­ tuk kalangan terpinggirkan ini, langkah Septian dan beberapa temannya tak mulus begitu saja. Berbagai penolakan, khususnya dari para orang tua yang marah karena anak-anaknya harus membagi waktu dari yang se­ mula hanya mencari uang kini harus belajar, adalah tantan­ gan yang harus dihadapinya. Tapi ia tak putus asa. Hal-hal kecil yang menyentuh hati para orang tua akan pentingnya pendidikan anak ia lakukan. Termasuk me­ mahami kondisi orang tua agar mereka mau menerima kehadiran ia dan teman-temannya. “Inilah tantangannya, tak ada upaya yang selalu berjalan mulus, selalu ada reaksi tapi kami anggap itu seba­ gai tantangan.” Berjalan satu tahun ke bela­ kang, lambat laun upaya mereka membuahkan hasil. Perlahanlahan anak-anak jalanan dan pu­ tus sekolah itu mulai mau belajar bersama mereka. Mereka yang semula hanya melulu mencari uang dengan mengemis, termasuk melakukan tindakan-tindakan seperti mencuri dan ngelem (mabuk menghirup lem aibon), kini perlahan mulai ditinggalkan. “Sebenarnya anak-anak itu me­ nyimpan potensi di dalam diri me­ reka. Ini kita lihat setelah setahun lebih dalam dua semester kami mendidik mereka melalui hal-hal yang ringan tapi mampu meng­ asah bakat dan potensi mereka.” Sejak itu pula para orang tua ini mulai terbuka matanya ketika me­ lihat keberhasilan Rumah Belajar. Mereka yang semula menolak kini justru ikut mendukung bahkan ikut mendorong anak-anaknya un­

±

tuk ikut belajar bersama Septian. Kendala-kendala seperti pendana­ an dan buku belajar sebagai bahan ajar tak menjadikan Septian ter­ hambat. Ia menggalang teman-te­ man sesama kuliahnya termasuk teman yang sudah bekerja untuk membantu kegiatannya.  “Ada yang membantu uang, ada pula yang membantu memberikan bu­ ku-buku pelajaran. Masalah su­ dah terpecahkan semua,” kata dia. Tak terasa satu tahun sudah ia dan sembilan mahasiswa itu le­ wati dengan anak-anak.  Rumah Belajar itu kini memasuki semes­ ter ketiga. Semua dari mahasiswa yang pernah mengikuti pelatihan di Forum Indonesia Muda di ber­ bagai daerah. Pendidikan yang diberikan Sep­ tian mulai terlihat. Anak-anak itu sudah mulai menunjukkan ek­ sistensi mereka dengan tingkat kepercayaan terhadap kemam­ puan masing-masing yang tinggi. Mulai pukul 14.00 hingga asar men­ jelang kegiatan belajar-mengajar dimulai. Diakhiri dengan salat asar berjamaah di masjid yang tak jauh dari rumah belajar.  Selain mengajar materi pelajar­ an sekolah, mereka juga meng­ ajar soft skill dan leadership yang mereka dapatkan di Forum In­ donesia Muda.  Ada kurikulum baru tentang pendidikan ke­ luarga dan pendidikan karakter. Meski sudah relatif berhasil, Sep­ tian mengaku masih ingin me­ nambah kemampuan anak-anak ini. Ia mengaku belum terlalu puas dengan capaian ini.  “Jus­ tru ini menjadi contoh untuk melakukan pendidik­an kembali di bebe­rapa daerah dengan ka­ tegori anak-anak seperti ini.” (DIAN WAHYU/MEZA SWASTIKA/M1)

±

Hendra Putra, Untuk Menjadi yang Terbaik  LELAKI 35 tahun itu selalu terlihat rapi.  Namanya Hendra Putra. Ia adalah guru yang masuk lima besar kepala SMA berprestasi tingkat nasional. Atas prestasinya itu, ia menjadi salah satu undangan kehormatan pada upacara HUT ke-68 RI di Istana Negara, Jakarta. “Walaupun hanya juara lima, saya bangga mewakili Lam­ pung,” kata Kepala SMA Darma Bangsa, Bandar Lampung, ini. Membantu membina siswa, membina guru dan staf sekolah, melaksanakan program pemerintah dan yayasan secara mak­ simal, itulah titik unggul yang dinilai dari Hendra.  “Bekerja fokus dan membantu orang lain supaya bermanfaat. Katanya itu yang dinilai dari saya sehingga tim juri menjadikan saya kepala SMA berprestasi di tingkat Provinsi Lampung 2013 dan menjadi wakil Lampung. Di nasional, saya peringkat lima.”   Prestasinya di bidang pendidikan memang tak diragukan. Sejak kecil, kata dia, Hendra punya semangat untuk men­ jadi yang terbaik di antara temannya. Sifat itu sudah menjadi bawaan sewaktu kuliah, bahkan setelah berprofesi menjadi guru hingga kepala sekolah. “Sejak kecil saya memang selalu ingin menjadi yang terbaik disetiap lingkungan saya berada.” Di sekolah, ia menerapkan keseimbangan kemampuan aka­ demik dan karakter siswa.  Itu dilakukannya dengan pembi­ naan karakter yang disisipkan dalam materi pelajaran, kegia­ tan ekstrakurikuler, dan melalui pendekatan wali kelas.  “Setiap wali kelas wajib hadir tiap pagi 07.15 duduk di kelas selama lima belas menit dan melakukan pembinaan. Ini yang tidak dilakukan di banyak sekolah,” kata Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran Fisika Kota Bandar Lampung ini.

±

Prihatin Guru Daerah Mendapati persaingan dan dunia pendidikan modern saat ini, Hendra teringat masa sekolahnya di kampung halaman. Saat sekolah di SMA Negeri 1 Krui, ia menganggap gurunya masih kurang. Jika ada guru yang tidak hadir, guru lain diper­ bantukan untuk mengajar. Padahal, sang guru pengganti bu­ kan guru bidang studi yang diampu guru aslinya. “Misalnya guru Matematika juga mengajar Fisika, guru Kimia mengajar Biologi. Itu biasa sekali dulu di sana. Padahal, itu seko­

±

CMYK

lah negeri dan tempatnya juga bukan di pelosok banget. La, ba­ gaimana dengan sekolah yang di udik? Nah, dari situ saya ingin menjadi seorang guru,” kata bapak tiga anak ini. Jalan Hendra menuju prestasi di bidang yang ditekuninya bukan upaya mudah. Sejak kecil dia sudah dilatih untuk be­ kerja keras.  Usai pulang sekolah ia mesti membantu orang tuanya di sawah. “Entah itu mencangkul, tanam padi, panen, atau lainnya, harus bantu orang tua tiap hari,” kata lelaki kelahiran Bumi Waras, Krui, Pesisir Barat, 3 Juni 1968 ini.  Namun, aktivitas yang melelahkan ototnya itu tak membuat­ nya lelah. Setiap malam, ia tetap belajar hingga larut. Setiap dua minggu sekali saat sekolah libur, Hendra dan keempat saudaranya mengambil getah damar.  Getah dari batang po­ hon damar itu dibentuk lempeng segitiga dengan ketebalan sekitar 5 cm. Setelah terkumpul beberapa, damar itu dijual ke penampung dan uangnya untuk biaya sekolah. “Sejak SMP sampai SMA Hendra tak lagi meminta uang ja­ jan dari orang tua. Orang tua saya sudah mengajarkan hidup mandiri dan tanggung jawab sejak kecil. Hidup susah dan kekurangan sudah biasa. Makanya, semangat berubah kami besar,” kata anak pasangan Mahmuddin dan Maila ini. Kehidupan pahit, semangat, dan rasa empati di masa kecilnya ia terapkan di sekolahnya meng­ abdi. Di sekolah ia program siswa-siswinya yang kebanyakan orang kaya untuk mengenal ke­ hidupan warga golongan bawah. Mereka ditem­ patkan selama enam hari di perkampungan (home stay). Ada yang hidup dengan petani, pandai besi, berkebun, pembuat genting, dan pembuat bata, dan sebagainya.  Mereka diminta untuk mengikuti kegiat­ an di luar sekolah untuk melatih karakter dan empati siswa di luar sekolah. “Itu su­ dah dilakukan dan ini tahun ketiga. Sep­ erti di Desa Kalirejo, Lampung Te­ngah, dan di Yogyakarta,” kata alumnus Ma­ gister Teknologi Pendidikan Unila ini. (DIA WAHYU KUSUMA/M1)

±

±

CMYK

±


±

±

CMYK

CMYK

±

HIJAB mINGGU, 15 SEPTEMBER 2013 LAMPUNG POST

17

±

±

Gaya Syal yang Simpel A

GUSTINA memberi nama hijab ini dengan sebutan hijab syal. Dia mengkreasikan jilbab paris segi empat dengan bagian leher membentuk syal. Jilbab ini memang untuk santai. Tentu saja kreasi yang sederhana ini memudahkan Agustina saat ke kampung atau hangout bersama teman-temannya. Tak perlu lama, dan tanpa aksesori. Mulanya jilbab dibentuk segi empat, ditaruh ke belakang, posisi kanan lebih panjang dari kiri. Kain yang panjang dililitkan di belakang leher sampai bertemu ujung jilbab. Lalu kain bagian luar ditaruh ke belakang kuping dan disematkan dengan jarum pentul. Mudahkan bukan? (IKHSAN/M2)

Foto : Ikhsan Dwi Nur Satrio

±

±

‘Syaluum Top’ Bisa Seksi, Bisa Syari INGIN bergaya dengan syaluum top? Bisa kok. Busana ini memang long dress yang memamerkan keseksian paha dan kaki. Namun, bagi kamu-kamu yang menggunakan hijab bisa menyiasatinya dengan menggunakan legging jins. Tidak percaya? Lihat saja padu padan yang dipakai Intan Purnama Nursadi. Anggota Hijabers Lampung ini memadukan dress katun ini dengan legging warna merah. Celana ketat ini menutupi belahan dress yang memanjang dari paha ke kaki. Intan juga menambahkan aksesori sabuk warna tosca untuk meramaikan dress polos berwarna hitam ini. Bahkan, Intan menggunakan pashmina kotak berwarna-warni agar lebih harmonis. Baju ini sangat cocok bagi kamukamu yang yang ingin tampil seksi tetapi sesuai syari. (IKHSAN/M2)

±

±

Foto : Ikhsan Dwi Nur Satrio

±

CMYK

±

CMYK

±


CMYK

±

CMYK

±

±

KELUARGA mINGGU, 15 sEPTEMBER 2013 LAMPUNG POST

18

±

±

n LAMPUNG POST/IKHSAN DWI NUR SATRIO

IBU muda itu mengambil sebingkai foto, tiba-tiba sepasang tangan mungil dengan tak sabar menarik bingkai besar itu. “E.. eh.. sabar Nak, ntar ibu taruh di atas meja dulu,” ujar Septiani Wulandari kepada anaknya.

±

Jauh di Mata, Mesra di Hati S

eperti sebuah rindu yang m e m b u n c a h , ­t a n g a n mungil Annisa Noveri­ na Setiawan (5,5 tahun) terus saja menarik foto itu. Di sa na ta mpa k waja h i bu da n ayahnya. “Ini ayah aku,” kata Annisa sambil melihat foto ukuran 16R yang tergela k d i meja tamu. ­Beberapa kali, Annisa melaku­ kan ini jika sudah kangen be­ rat dengan ayahnya. “Kadang ­A nnisa cukup melihat foto ayah­ nya di dinding saja,” ujar Wulan, sang ibu. Menur ut Wu lan, i n i sudah sebulan Annisa ditinggal ayah­ nya tugas pendidikan di Jakarta. Sebelu mnya, suam i nya yang beker ja di bank mi l i k peme­ rintah ini bertugas di Madura, Jawa T i mu r. Namu n, karena mendapat tugas pendidikan di Jakarta, Wulan memilih tinggal sementara di Lampung bersama orang tuanya. “ B i a r k e t e mu n y a e n g g a k jauh, kalau Jakarta-Madura kan

jauh, kalau Jakarta-Lampung masih dekat,” kata Wulan saat ditemui, Jumat (13-9), di Way Halim P ­ ermai. Menur ut i bu muda i ni, d ia sudah biasa berhubungan jarak jauh dengan suami mengingat suaminya yang kerap mendapat tugas ke luar kota. Waktu tinggal di Madura, Wulan dan anaknya juga sering ditinggal melaksana­ kan tugas. Menu r ut Wu lan, d i zaman sekarang, hubungan jarak jauh bisa semakin mesra. Jika dulu hubungan jarak jauh berisiko merenggangkan hubungan ka­ rena sulitnya berkomunikasi, kini hal itu tidak terjadi. Kemajuan teknologi memudah­ kan berkomunikasi setiap saat. Bahkan, Annisa sudah terbiasa saling telepon dengan ayahnya sampai berjam-jam. Wulan juga meng i zi n kan Nisa berkomu­ nikasi lewat  BBM (BlackBerry Messanger) miliknya.     Jarak jauh juga tidak meng­ hambat kedekatan mereka. Wu­

±

±

CMYK

±

lan selalu menceritakan kegiat­ an harian anak kepada suami, misalnya tentang kegiatan Nisa di sekolah, ada PR apa hari ini, gambar apa di sekolah, atau Nisa lagi senang main apa saat itu. Pada jam istirahat sore dan malam, inilah waktunya Wulan curhat tentang kegiatan harian­ nya kepada sang suami. “Saling bertanya, saling jujur, da n terbu ka. A l ha mdu l i l la h tidak pernah berantem sama suami,” kata wanita alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Lampung ini.

Pertemuan Fisik itu Penting Dosen psikolog Universitas Mu­ hammadiyah Lampung (UML), Renyep Proborini, mengatakan memang tidak mudah membina hubungan jarak jauh bagi ke­ luarga. Kuncinya adalah pada komunikasi yang intens. Komunikasi ini menjadi peng­ ganti pertemuan fisik dan emosi yang bersifat sementara. Namun, kata Renyep, pasangan perlu membuat kesepakatan untuk mengadakan pertemuan rutin, m i s a l ny a sek a l i d a l a m du a ­m inggu atau sekali dalam sebu­ lan jika memungkinkan. “Pertemuan secara fisik itu pent i ng, da n t ida k bi sa ter­ gantikan dengan telepon. Ba­ gaimanapun, komunikasi lewat telpon tetap ada keterbatasan­ nya. Jad i , usa ha kan la h per­ temuan fisik secara rutin agar

istri bertemu suami, dan anak bertemu dengan ayahnya,” ujar Rini. Selain itu, R ini juga meng­ ingatkan bagi pasangan yang mel a k u k a n hu bu nga n ja ra k jauh supaya lebih meningkatkan perhatian kepada pasangannya. Harus disadari, ujarnya, long distance juga memiliki risiko. Ji k a s a l a h s at u p a s a n g a n merasa kebutuhan (baik materi, perhatian, dan kasih sayang) tidak terpenuhi, rawan muncul­ nya orang ketiga dalam rumah tangga. “Terkadang pasangan tergoda untuk mendapatkan perhatian dari orang lain, karena itu jaga diri, perkuat iman, serta ingat istri dan anak di rumah. Karena ada kecenderungan saat keluar dari rumah seseorang merasa lebih bebas,” kata wakil dekan Fakultas Psikologi UML ini. Menurut Rini, benteng yang paling kuat untuk mengenda­ l i kan d i r i ada la h n i la i-n i la i agama dan komitmen yang kuat dengan pasangan. “Jika ingin macam-macam di luar rumah ingat Tuhan, bahwa ada yang selalu mengawasi k ita. Ingat istri dan anak di rumah, me­ reka membutuhkan kita sebagai teladan. Saat keluar dari rumah pakai kacamata kuda saja, lihat yang lurus-lurus dan lakukan yang baik-baik saja,” ujar lulusan magister Universiti Malaysia ini.

±

±

(DIAN WAHYU KUSUMA/M2)

CMYK

±


±

CMYK

±

CMYK

±

FOTO mINGGU, 15 sEPTEMBER 2013 LAMPUNG POST

19

±

±

Malam

di Bandar Lampung S INAR dan cahaya menjadi unsur pembeda utama antara siang dan malam. Wajah Kota Bandar Lampung, misalnya, di benderang matahari tampak seperti biasa, relatif sama dengan daerah lain di Lampung. Namun, saat gelap malam membekap, pancaran lampu-lampu yang dirancang sedemikian rupa, kota ini terlihat berbeda. Infrastruktur yang relatif lebih baik di kota ini diimbangi dengan tatanan estetika di beberapa sudut. Dan, cahaya lampu-lampu menjadi peneguh kemegahan suatu kota. Kini yang terbaru adalah Bandar Lam-

±

pung terlihat semakin terang ketika langit sudah gelap. Ya, jika kita melintas di pusat kota, kita akan disajikan pemandangan baru. Banyak benang terang berwarnawarni menghiasi tugu-tugu kita. Seperti jaring raksasa mereka hinggap. Daerah tersebut terlihat jauh lebih hidup dibanding sebelumnya. Tugu Juang, Tugu Adipura, hingga pelataran depan Masjid Alfurqon pun menjelma menjadi tempat nongkrong anak muda pada malam hari. Bahkan, pohon pun kini dipenuhi light stick berwarnawarni sehingga kesan angker tidak kita rasakan lagi. (M1)

±

TEKS DAN FOTO: LAMPUNG POST/IKHSAN

±

±

±

CMYK

±

CMYK

±


CMYK

±

CMYK

±

±

apresiasi mINGGU, 15 sEPTEMBER 2013

LAMPUNG POST

20

Jerat Konsumsi

kronika Arkeolog Temukan Dinding Selatan Benteng Rotterdam MAKASSAR—Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya Makassar bersama Jurusan Arkeologi Universitas Hasanuddin (Unhas) menemukan struktur dinding selatan Benteng Rotterdam. Asmunandar, arkeolog dari Unhas, Jumat (13-9), menga­ takan dalam penggalian sehari, tim menemukan struktur fondasi benteng selatan yang diperkirakan berhubungan dengan benteng lain dalam lingkungannya. (ANT/P2)

Dongeng Pak Raden di Balai Kota Jakarta JAKARTA—Pendongeng Suyadi atau yang lebih dikenal dengan nama Pak Raden meramaikan Gedung Blok G, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (13-9), dengan dongengnya. “Saya mau ceritakan sebuah dongeng. Mohon maaf kalau agak senonoh,” seloroh Pak Raden dari kursi rodanya. (ANT/P2)

Erasmus Huis Gelar Pertunjukan Wayang Boneka Belanda JAKARTA—Pusat Kebudayaan Belanda di Jakarta, Erasmus Huis, menggelar pertunjukan wayang boneka Belanda oleh The Little Magic Theatre, Sabtu (14-9). Wakil Direktur Erasmus Huis Emma Kay mengungkapkan The Little Magic Theatre datang ke Indonesia atas undangan Festival Wayang Internasional Jawa Barat. Berkaitan dengan festival tersebut, mereka juga tampil di Erasmus Huis, Jalan H.R. Rasuna Said Kav. S-3, kemarin. (ANT/P2)

Diplomasi Cinta ‘Habibie-Ainun’ di China BEIJING—Buku roman Habibie dan Ainun versi Mandarin pada Selasa (10-9) malam diluncurkan di Beijing sebagai di­ plomasi cinta menumbuhkan saling pemahaman sekaligus mempererat hubungan Indonesia-China. “Dengan buku ini masyarakat China akan semakin menge­ tahui sosok Habibie sebagai salah satu putra terbaik Indonesia bersama Ibu Hasri Ainun,” kata Deng Junbing, pe­nerjemah buku Habibie dan Ainun versi Mandarin. (ANT/P2)

Rumah Bung Karno Ditangani Pekerja Rehabilitasi 1985 BENGKULU—Perbaikan rumah yang ditempati Bung Karno saat pengasingan di Bengkulu kurun 1938 hingga 1942 masih menggunakan jasa pekerja yang memugar benda cagar budaya itu pada 1985. “Pekerjanya masih orang yang sama saat memugar pada 1985, mereka masih sehat dan kami harapkan lebih lancar karena sudah ‘mengenal’ rumah ini,” kata Koordinator Juru Pelihara Benda Cagar Budaya (BCB) Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi wilayah Provinsi Bengkulu Sugraha­ nudin di Bengkulu, Kamis (12-9). (ANT/P2)

galeri Seandainya Aku Cantik Mau Cantik? Tip Menjadi Wanita Idaman Sepanjang Masa Butsainnah as-Sayyid al-Iraqi Almahira September-2013 MAU cantik? Siapa pun Anda berhak men­ jadi cantik karena cantik adalah pilihan. Banyak perempuan yang dianugerahi kecantikan fisik secara alami. Namun, me­ reka enggan menjaga dan merawat tubuh sehingga kecantikan mereka pudar atau tertutup oleh penampilan yang buruk. Sebaliknya, wanita yang berparas tidak cantik akan terli­ hat lebih menarik dan memesona jika rajin merawat tubuh, pandai memadupadankan busana, dan selalu menghiasi dirinya dengan akhlak mulia. Buku ini mengajak Anda untuk lebih memahami selukbeluk dunia kecantikan mulai dari cara tradisional hingga modern. Dilengkapi pula dengan tip-tip sederhana yang bisa Anda lakukan sendiri. Dengan merujuk kepada para ahli kecantikan, buku ini menjadi tepat untuk panduan kecantikan Anda. Semoga Anda menjadi lebih bijak dalam memperlakukan tubuh Anda. n

Cepat Berbahasa Arab Kilat Pintar Bahasa Arab M. Saleh, Laksana September-2013 204 hlm. SUDAH mencoba berbagai metode, tapi tetap saja tidak bisa berbahasa Arab? Atau, Anda tak kunjung pintar, padahal sudah berbulan-bulan mengikuti kursus bahasa Arab? Pengin mahir bahasa Arab secepat kilat? Tenang, dan jangan khawatir. Segera, ganti cara Anda bela­ jar bahasa Arab dengan metode dan trik mendadak pintar ba­ hasa Arab yang disajikan di dalam buku ini. Bersama buku ini, Anda bisa belajar bahasa Arab sendiri di rumah tanpa kursus, bahkan tidak perlu mendatangkan guru privat. Ya, buku ini sengaja disusun dan disajikan dengan sangat sistematis agar mudah dipahami serta jauh dari kesan rumit dan ruwet. Setiap kata dilengkapi dengan cara bacanya sehingga buku ini sangat tepat menjadi panduan belajar bahasa Arab bagi siapa pun, bahkan dari nol sekalipun. Selain itu, buku ini dilengkapi de­ ngan sejumlah kosakata pembantu percakapan, serta bahasa alay di berbagai tempat dan kebutuhan. Plusnya lagi, buku ini memuat profil sejumlah universitas terkenal di Timur Tengah, objek wisata religi dan tempattempat bersejarah di Arab Saudi, budaya dan makanan khas Arab Saudi, dan lain sebagainya sehingga pengetahuan Anda seputar Arab dan Timur Tengah semakin matang, dan sangat berguna jika besok Anda jalan-jalan atau menempuh studi di sana. Selamat belajar! n

±

CMYK

SESEORANG, menjelang tengah malam, mengirim SMS— mungkin mem-forward—seperti begini: ”siaran iklan televisi saat ini dipenuhi dengan tayangan-tayangan yang siasia, seperti iklan air minum— dan disebutkannya beberapa merek—atau cuma gula—dan disebutkannya beberapa merek—, promosi untuk ihwal yang sesungguhnya telah jadi kebutuhan umum. Dan mungkin sebentar lagi produk oksigen kemas diiklankan”. n ANTARA/NYOMAN BUDHIANA

Entah apa motif SMS itu. Mungkin iseng karena tak bisa segera tidur padahal ingin terlelap. Semacam wa­ cana pengantar tidur yang diharap mengusik, meski saya langsung tahu apa yang diabaikannya. Setidaknya dia melupakan: yang diiklankan itu bukan jenis produksi (air minum, gula, pakai­ an, obat sakit kepala, dan seterusnya), tapi merek dagang (dari) jenis produk tertentu—misalnya, nTarjua buat kopi instan jempol, atau nTaraje bagi jam tangan canggih, nTardulu untuk baju jadi berkualitas, dan seterusnya. Ekspresi produk sama tapi yang memproduksinya berbeda, lantas pem­ beli digiring untuk membeli produk yang sama tapi berbeda sebab dipro­ duksi secara berbeda, dengan bahan berkualitas lain oleh X sehingga hasil­ nya berbeda. Branding si yang mem­ produksi menyebabkannya memiliki corak keunggulan produksi. Karena itu, aneka iklan brand dari produk sejenis merajalela—dengan media apa saja. Senantiasa digalakkan meski beriklan itu mahal, tapi kuasa menciptakan mitos brand dari produk yang disike­ sankan telah dibuat secara eksklusif. Lagi pula biaya beriklan, bea branding itu disihitung sebagai biaya produksi, yang selalu dibebankan ke konsumen—hingga harga jual produk meningkat. Iklan yang gencar seban­ ding keuntungan, sejajar fakta produk X, yang sama itu, punya harga lebih mahal. Keuntungan besar akibat pro­ paganda—meski awalnya bermakna biaya produksinya lebih tinggi—itu disamarkan oleh ikon eksklusif brand yang membuat produk jadi berkuali­ tas. Sekaligus sihir yang membuat konsumen jadi bocah yang didongengi (iklan), terbius dan membayar produk yang ditawarkan serta bea dongeng bualan si produser. Konyol sekali. ***

PERGELARAN GWK. Seorang seniman membawakan tari garuda dalam pentas kolaborasi cak rina di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), Badung, Bali, Jumat (23-8). Pergelaran itu sebagai pertunjukan seni budaya yang mengawali pembangunan kembali patung GWK setinggi 126 meter dengan taman budaya seluas 60 ha di Bali selatan yang sempat terhenti selama 16 tahun.

n ANT/AGUS BEBENG

PEKAN SENI BUDAYA JABAR. Peserta Pekan Seni Budaya Jawa Barat beraksi di pelataran Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Sabtu (7-9). Acara ini diharapakan mampu menjadi upaya pengembangan dan pelestarian, sekaligus sebagai ruang kreasi para seniman di Jabar. DALAM bisnis farmasi itu terkait dengan fakta harga obat paten lebih tinggi dari obat generik. Ajaibnya selisih itu dirasionalisasi ilusi ada bea riset—padahal obat generik pun beriset, dan jadi murah sebab tak melakukan branding iklan. Retorik memiliki tradisi riset ilmiah untuk menyembunyikan biaya iklan tersem­ bunyi dalam perang propaganda—jorjoran memenangkan opini iklanistik bagi jenis produk yang sama. Bea iklan—dan keuntungan iklan si pemilik media tempat beriklan— disembunyikan oleh kesan ilusif: ada banyak brand berkualitas dari (jenis) produk yang sama sehingga konsumen seperti bebas memilih produk. Pilihan yang sebenarnya amat tergantung daya beli, dan terutama ilusi kualitas yang disarankan iklan yang dicerna konsumen. Realisasi membeli yang seperti bebas memilih di tengah aneka brand—iklan yang menyugestikan—, yang menyiratkan konsumen punya hak memilih mutlak. Padahal pi­ lihan itu bias dibatasi infomasi yang mengeksklusifkan produk sendiri serta mengsubrodinankan yang lain. Semua cuma pengandaian yang di­ sugestikan benar, faktual dan sudah ter­ validisasi—macam: sekali teguk pil I sakit perut sembuh, pelayanan yang sangat prima dari maskapai U, dan seterusnya. Bahkan jual kibul itu terkadang terlalu gencar dan nyaris dengan nalar irasional, meski hanya bagi satu jenis produk yang sangat umum. Sehingga kualitas beras

yang sama bisa dikesankan beda oleh si A dengan menekankan keutamaan Toko nTartut sehingga membeli beras di sana menyebabkan pembeli ditandai bercitra jempolan setara si pintar memilih beras eksklusif. Ilusi-ilusi macam itu terus dicipta­ kan, beriringan dengan upaya sadar meningkatkan kapasitas produksi. Bahkan, ilusi propaganda diaplikasi­ kan terlebih dulu di depan realisasi peningkatan produk, dan semakin digencakan seiring realisasi pening­ katan produk—agar mitos brand ter­ jaga. Rekayasa psikologi wajib ketika si produsen menciptakan pasar baru dengan memompakan kesan citra diri konsumen paling mutakhir. Sesuai dengan tuntutan ekspresi terkini cuma dengan membeli produk tertentu. Ke­ butuhan mendesak penguasaan pasar yang relatif gratis karena semua biaya promosi akan ditanggung pembeli. Momen Lebaran pun kehilangan kekhidmatan aspel religiositas saat semua produsen serentak beriklan me­nyarankan bahwa brand (mereka) paling camhhih di antara limpahan produk sejenis. Mungkin karena itu, ada teman yang meski percaya dan fanatik ke mitos brand produk pakaian tertentu—selalu beli dan mengenakan­ nya—, berusaha mereduksinya dengan sadar mencopot label brand produk. ”Aku beli kualitas, tak sudi mengiklan­ kan,” katanya. Saya tersenyum—brand itu terkadang menaikkan harga diri. ***

TADI saya menerima SMS. Saya tertawa mengenangkannya. Padahal, kini pokok persoalannya bergeser: kenapa masih menggantungkan identitas eksistensi pada kualitas dengan berpegang ke mitos dan ikon produk berkualitas dari sugesti brand hasil beriklan? Entah bagaimana saya ingat Mahatma Gandhi yang cuma berkolor itu—dengan kain yang ditenun sendiri—, karena itu saya percaya: ia telah sanggup memsibe­ baskan diri dari sihir sembabat akan sama terhormatnya dengan si penja­ jah hanya dengan selalu berpakaian ala si penjajah—dengan mengenakan produk yang dikenakan penjajah. Penjajahan telah hilang, minderitas terjajah—oleh Gandhi malah diton­ jolkan sebagai sistem nilai alternatif sebanding—tetap membayang. Bah­ kan itu dikekalkan secara kreatif oleh tim marketing dengan mitos brand, si pemicu berbelanja mesimanifesta­ sikan dahaga kebanggaan berikon. Celakanya, kesadaran akan sihir nan manipulatif dari iklan itu, yang menge­ jar target penjualan produk yang di­ iklankan itu tak pernah dikritisi oleh si penyedia media beriklan. Jadi, tak aneh bila mendadak ada iklan hotel yang menjual view dan udara pegunungan, tidak peduli itu alamiah ada dan tidak perlu dibeli dengan bermalam. Konyol. Tapi itulah alasan absurd orang belanja. n Beni Setia, pengarang

buku

Historisasi Jihad Orientalis Plus PERBINCANGAN bertema jihad selalu menarik perhatian. Dasawarsa terakhir, sejak tragedi 11 September, perbincangannya memasuki babak baru. Sejak itu pula Islam dipersangkakan sebagai agama teror. Terma jihad kemudian menjadi istilah tendensius-berkonotasi negatif. Mendengar kata “jihad”, akan terbayang aksi pengeboman. Jihad lantas berasosiasi dengan laku kekerasan atas nama Islam. Selama dasawarsa yang mencemaskan dan menjadikan jihad kerap dikaitkan dengan tin­ dakan destruktif, justru membuat banyak pihak beramai-ramai menelisik konsep jihad. Termasuk di antaranya seorang orientalis Inggris, Richard Bonney. Anggapan bahwa orientalis selalu dinilai negatif oleh kalangan muslim kiranya terbantah bila merujuk hasil kajian Bonney. Bonney mencoba meluruskan paham jihad yang kadung terdistorsi maknanya di kalangan orientalis. Untuk itulah, saya menyebutnya sebagai orientalis plus. Dikatakan plus karena Bonney juga memberikan kontribusi upaya deradikalisasi jihad. Pembacaan Bonney perihal jihad lebih difokus­ kan pada kaca mata sejarah. Dipetakan semenjak Nabi Muhammad saw. hingga era kontemporer. Hasilnya, konsep jihad terus mengalami perubahan konseptual dari abad ke-7 sampai abad ke-21 yang sejalan dengan perubahan sosial-keagamaan yang dihadapi umat Islam. Di masa kenabian, jihad merupakan bentuk perjuangan mempertahankan agama, harta, dan jiwa dari tindakan destruktif yang dilakukan kaum musyrikin. Dilandasi semangat membela diri, bu­ kan menyerang (defensif). Namun, di pengujung masa Khulafa ar-Rasyidin yang ditandai dengan munculnya kelompok Khawarij pascatahkim, penafsiran konsep jihad mulai direduksi dan dipolitisasi guna menyerang kelompok muslim lain yang berbeda afiliasi politik. Khawarij tercatat se­

±

bagai kelompok yang pertama kali meng­ gunakan pendekatan teror untuk menyele­ saikan masalah poli­ tik antara Ali dan Muawiyah (hlm. 211). Begitu pun di pihak Syiah ekstrem turut melaksanakan aksi teror dalam rangka merebut kembali kursi kekhalifah­ an Ali dari tangan Mu’awiyah. Semua Data Buku Ketika Nonmuslim aksi teror tersebut Membaca Alquran: dijustifikasi dengan Pandangan Richard Bonney menggunakan ayattentang Jihad ayat jihad. Irwan Masduqi Pergeseran kon­ Bunyan, Yogyakarta Juni, 2013 sep jihad semakin 236 hlm. mengerucut. Ketika pasukan Mongol berhasil menguasai wilayah Islam, Ibnu Taimiyah justru menyerukan jihad melawan penguasa Mongol walau secara lahiriah mereka adalah muslim. Ibnu Taimiyah menganggap sah berjihad melawan pe­ nguasa muslim yang tidak menerapkan syariat Islam sebagai undang-undang negara. Dalam tataran ini, aspek politik dan keagamaan berpadu membentuk pola jihad ofensif yang bercorak politis (hlm. 213). Di era modern, konsep jihad Maududi dan Sayyid Quthb bisa dilihat dalam reinterpretasi konsep jihad sebagai ideologi revolusioner untuk menumbang­ kan sistem tidak islami lalu menggantinya dengan sistem islami. Sedangkan Hassan al-Banna lebih memaknai jihad sebagai spirit untuk merestorasi kondisi umat Islam yang terbelakang di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya.

Di era kontemporer, umat Islam dihadapkan oleh situasi geopolitik internasional yang tidak menguntung­ kan. Dalam konteks demikian, jihad kemudian dipakai segelintir kalangan ekstremis muslim untuk melakukan aksi teror. Bonney melihat aksi tersebut sebagai respons atas situasi geopolitik yang dihegemoni oleh intervensi Barat terhadap negara-negara muslim. Untuk mengatasi kondisi yang dapat menyebabkan semakin parahnya hubungan Islam dan Barat de­ ngan merebaknya aksi terorisme, Bonney mencoba memahami konsep jihad di dalam Alquran secara lebih bijak dalam rangka deradikalisasi. Untuk itu, Booney termasuk dalam barisan pihak yang tidak sepakat adanya teori nasikh-mansukh yang kerap masih dipakai oleh sebagian penafsir Alquran. Bonney menganggap mustahil Alquran dengan di dalamnya mengandung ratusan ayat yang mendor­ ong perdamaian dan rekonsiliasi kemudian diganti atau dihapus dengan ayat perintah berperang dan mengangkat senjata. Oleh karena itu, Bonney men­ dorong pen­tingnya menginterpretasi ayat jihad secara holistik serta memperhatikan kontekstualitas (asbabun nuzul) alias melek sejarah. Bonney juga mensinyalir kebijakan-kebijakan politik Barat turut memicu radikalisme di dunia muslim. Dengan kata lain, negaranegara Barat seharusnya mau berkaca diri. Sayangnya, perbincangan seputar jihad selalu tak jauh dari tema terorisme dan perang. Dengan demikian, jihad menjadi sempit makna. Bonney juga terjebak pula di dalamnya. Padahal Nabi Mu­ hammad saw. bersabda bahwa berbakti kepada orang tua dan bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah juga berkategori jihad. Maka, senya­ tanya jihad tidak melulu soal memanggul senjata dan bertempur di medan perang. Jihad mempunyai pemaknaan luas. Muhammad Itsbatun Najih, aktivis Forum Studi Arab dan Islam (FSAI), Yogyakarta.

CMYK

±


CMYK

±

CMYK

±

±

sastra mINGGU, 15 sEPTEMBER 2013 LAMPUNG POST

21

CERPEN ARIS KURNIAWAN

±

Penyeret Gerobak dan Seekor Anjing SABAN pulang kerja, pukul 11 malam, aku melihat perempuan itu menyeret gerobak dari arah utara. Begitu aku keluar dari gerbang kantor, perempuan itu tiba di hadap­ anku. Tentu saja dia muncul sambil terus menyeret gerobaknya tanpa mengacuhkanku. Gerobak yang diseret perempuan itu panjangnya sekitar dua sampai tiga meter de­ ngan beban buntalan-buntalan plas­ tik hitam entah apa isinya, bertum­ puk-tumpuk memenuhi gerobak. Dan, lihatlah, di sela-sela buntalan plastik hitam—terselip seperti sisa makanan di antara gigi—seekor anjing berbulu putih kusam nyaris luput dari perhatian. Dari gerakannya menyeret-nyeret gerobak roda dua itu tentu beban­ nya sangat berat. Jika lebih cermat lagi akan tampak sepasang betisnya membengkak dan ditumbuhi vari­ ses. Kadang secara refleks aku ingin membantu mendorong gerobak itu supaya mengurangi bebannya. Namun, segera saja kubatalkan niat itu. Aku khawatir tindakanku justru membuatnya curiga, kemudian menghajarku. Bukankah ia terlihat kurang waras? Wajahnya sekilas kutangkap mengingatkanku pada seseorang yang pernah begitu dekat, en­ tah siapa aku lupa. Wajah yang acap menunduk saat menyeret ge­ robak itu tidak terlihat menderita. Tidak pula bahagia. Ekspresi wajah perempuan itu seakan meng­atasi kedua emosi itu. Kurasa wajah itu menyiratkan semacam kete­ gangan, agak sedikit menyerupai ­kemarahan. Sesekali ia bersiul, mengomel. Kalau terdengar suara klakson atau teriakan orang yang meledeknya, ia akan bersiul atau memekik-mekik menirukan suara orang yang meledeknya—yang di telingaku terdengar seperti lolongan suara anjing— kemudian tertawa. Tapi, sekali lagi, bukan tawa dari ekspresi kebahagiaan atau kesedihan. Entahlah, aku sulit merumuskan ekspresi jenis apa. Ia akan berhenti jika melihat sampah yang mung­ kin dianggapnya berharga, teronggok atau berserak di tepi jalan dan trotoar. Dipungutnya, lalu dimasuk­ kan ke buntalan-buntalan plastik hitam. Begitu hitam. Itulah sebabnya beban yang diangkutnya semakin hari semakin menggunung. Ia seret gerobaknya melewati kolong jembatan rel kereta api, berbelok ke kanan melintasi lorong antara stasiun dan permukiman padat. Tepat di tikungan perempuan itu kembali berhenti sejenak, memeriksa tong sampah depan rumah makan padang. Ia lanjut­ kan menyeret gerobak, naik ke trotoar depan sebuah kantor bank seberang masjid raya. Ia ikat gerobaknya dengan tambang yang ujung lainnya dililitkan ke tiang listrik. Lalu menggelar tikar plastik dan tidur. Anjing yang terselip di sela buntalan hitam meloncat turun dan menemaninya tidur. Di sanalah rupanya perem­ puan itu beristirahat.

±

** Sebenarnya tidak selalu pukul 11 malam aku mengakhiri pekerjaan untuk kemudian pulang. Kadang pukul sembilan, sepuluh, malah tak jarang tepat tengah malam. Pekerjaanku memang tidak dibatasi jadwal tertentu. Namun biasanya pukul delapan sudah kelar. Hanya saja aku enggan pulang cepat-cepat. Sebagai lajang—yang pernah patah hati parah—toh tak ada yang kutemui di kamar sewaan selain kesenyapan. Aku tetap di kantor menghabiskan waktu dengan main games, atau sekadar berselancar di dunia maya. Sekalipun begitu, saban pulang aku mesti ber­ papasan dengan perempuan penyeret gerobak. Seakan ia menunggu aku pulang pukul berapa pun untuk memperlihatkan gerobak dan ekspresi wajahnya yang tak dapat kurumuskan itu. Aku berpikir mungkin ini sebuah kebetulan be­ laka yang sudah sepantasnya diabaikan. Namun, pikiranku yang lain menyergah bahwa ini kesenga­ jaan. Kalau sebuah kesengajaan, lalu apa maksud­ nya? Pertanyaan ini yang membuatku penasaran. Maka suatu kesempatan, sejak sore sampai menje­ lang subuh, aku nongkrong di warung kopi depan kantor. Menunggu perempuan penyeret gerobak itu lewat. Sampai beberapa kali melakukan pekerjaan menggelikan ini, yang kudapat adalah kesia-siaan. Perempuan penyeret gerobak itu tak juga muncul batang hidungnya. Tentu saja hal ini membuatku makin penasaran. Apalagi setelah mendengar keterangan beberapa orang yang biasa nongkrong

±

±

CMYK

bur dalam-dalam, terus berkelebatan. Aku bertekat menemukan perempuan penyeret gerobak itu. Harihari berikutnya tak ada yang kukerjakan selain berupaya mencari dan ter­ us mencari untuk menemu­ kan perempuan penyeret gerobak dan anjingnya itu. Aku tak menggubris nasihat beberapa kawan yang memintaku melupa­ kan perempuan penyeret gerobak itu. “Jangan korbankan masa depanmu. Perem­ puan penyeret gerobak tak pernah ada. Ia hanya ilusi, Kawan. Kasihanilah dirimu, kamu dibutuhkan dirimu sendiri.” “Ayolah, Kawan. Sebelum semua terlambat, sudahi kegiatan bodohmu. Ha­ bis nanti waktumu untuk mengurusi ilusi yang tidak jelas. Lagi pula apa sih me­ nariknya perempuan pe­ nyeret gerobak dan anjing­ nya itu? Bukankah gajimu cukup untuk menyewa perempuan kapan pun?” ** Berbilang hari sampai ber­ bulan-bulan kemudian aku terus mencari dan menung­ gu perempuan penyeret gerobak itu. Aku mening­ galkan pekerjaanku, bahkan aku tak peduli lagi dengan keadaanku sendiri. Kemeja putihku tampak kekuningan oleh debu dan asap knalpot. n FERIAL Sedikit pun tak kuhiraukan keadaan wajah dan seluruh tubuhku. Mungkin amat dekil lantaran tidak pernah tersentuh air, rambut awut-awutan, dan gigiku pun kuning mirip jagung rebus. Aku berjalan memasuki gang-gang sempit sambil mengawasi setiap penyeret gerobak yang berpapasan. Aku selalu menanyakan hal yang sama setiap bertemu mereka. Namun, mereka kini mulai tidak mengacuhkan pertanyaanku. Karena kesal aku pernah menggampar mereka. Mereka pun berlari menjauh sambil menyeret-nyeret ge­ robaknya. Ada pula yang balas menggampar se­ hingga terjadilah gampar-gamparan. Ketika terjadi gampar-gamparan, teman-teman penyeret gerobak yang kugampar berdatangan dan mengeroyokku sampai tubuhku babak belur. Mereka baru mening­ galkanku yang jatuh terkapar dengan tubuh penuh bekas pukulan. Tetapi kejadian semacam itu tidak membuatku kapok. Aku terus bertanya dan menggampar me­ reka yang tak mengacuhkan pertanyaanku seh­ ingga orang-orang segera menyingkir apabila me­ lihat aku lewat. Aku terus berjalan sambil memu­ nguti barang-barang yang mengonggok di jalan. Mengorek-ngorek tong sampah. Memasukannya ke plastik hitam. Aku menggendong palstik hitam yang makin lama makin penuh dan bertambah berat. Maka aku pun mencuri gerobak entah milik siapa yang terparkir di dekat tong sampah. Saban hari aku terus berkeliling dengan beban yang makin berat. Meski bebanku terus memberat, tapi aku terus memasukan barang-barang yang kutemukan di jalan atau tong sampah. Kadang aku harus berebut dengan para penyeret gerobak lain. Bahkan dengan seekor anjing. Aku kemudian berdamai dengan anjing berbulu putih kusam yang kutemukan mengorek-ngorek tulang di tong sampah depan rumah makan padang. Aku berkawan dengan anjing itu yang kemudian mengikutiku ke mana pun aku berjalan. Ia meringkuk di sela-sela buntalan plastik hitam di dalam gerobakku. Suatu malam ketika aku berjalan melintasi sebuah kantor, aku melihat seorang perempuan muncul dari gerbang kantor. Mungkin karyawan kantor itu yang mau pulang. Ia memandang­ku de­n gan wajah iba. Namun, tentu saja aku tak memedulikannya. Saban malam aku melintasi kan­ tor itu dan melihat ia keluar dari gerbang kantor seakan ia sengaja menungguku melintas di gerang kantor itu pukul berapa pun lewat di sana. Setiap melihatku menyeret-nyeret gerobak kulihat ia se­ cara refleks ingin mendorong gerobakku supaya bebanku berkurang. Namun, itu tak pernah jadi ia lakukan. Entah mengapa. Mungkin ia takut aku mencurigainya dan kemudian menghajarnya. Gondangdia, 12 Juli 2013

di depan kantor. Mereka bilang tak pernah lagi melihat orang yang kumaksud. Apakah perempuan penyeret gerobak itu ilusiku belaka. Atau ia memang luput dari perhatian me­r eka. Rasanya tidak mungkin. Karena jauh sebelum kusadari kejadian rutin ini, setiap aku melewati trotoar depan kantor bank sepulang menonton film atau minum-minum di pub seka­ dar mengusir kesepian, aku melihat perempuan penyeret gerobak itu ada di sana. Pernah kulihat ia tengah memberi makan, mengelus-ngelus leher anjing kesayangan, sambil berbicara dalam into­ nasi seorang ibu yang memberi nasihat kepada anaknya. Sekarang aku ingat, wajah itu mirip sekali dengan Anindita. Calon istriku yang ming­ gat semalam menjelang pernikah­an. Tujuh tahun silam. Mungkinkah ia Anindita? “Banyak sekali orang yang menarik gerobak le­ wat sini. Mereka adalah pemulung dari kampung. Yang mana yang kamu maksud?” kata ibu penjual rokok dengan nada mencurigaiku. Jawaban hampir serupa kudapatkan dari satpam yang bertugas jaga di pos depan kantor. Dipenuhi semangat memecahkan teka-teki, suatu sore menjelang magrib aku menyusuri jalan ke utara, arah dari mana perempuan penyeret ge­robak itu muncul. Sampai satu kiloan berjalan, aku tak me­ nemukan perempuan dengan gerobak dan anjingnya. Mengurai sedikit kelelahan aku duduk di kursi depan minimarket sambil menyesap minuman dingin. Mengorek informasi dari orang-orang yang ada di sana. Jawaban mereka tak ada yang memuaskanku. Barangkali ini memang ilusiku belaka. Lalu aku meyakin-yakinkan diri bahwa ia betulbetul ilusi. Namun, makin aku meyakin-yakinkan diri, semakin aku tidak yakin. Bagaimana mungkin ia ilusi jika setiap malam aku dapat melihatnya begitu nyata melintas di depanku, menyeret-nyeret gerobak yang itu-itu juga. Aku menyesal mengapa tidak terpikir untuk memotretnya. Padahal kamera poket selalu ada di tasku. Di kota ini memang makin banyak gerobak berse­ liweran di jalan-jalan, berbaur dengan sepeda motor, mobil, dan kendaraan-kendaraan lain. Lalu lintas jadi macet dan semrawut. Kadang di dalam gerobak tidak hanya berisi sampah, melainkan juga manusia. Mereka adalah anak dan istri penyeret gerobak. Tapi mengapa sekarang aku tidak me­nemukan satu pun mereka? Apakah sengaja mereka ngumpet karena tahu aku sedang mencari mereka untuk bertanya siapa perempuan penyeret gerobak bersama seekor anjingnya itu? Bahkan tak kutemukan pula di tro­ toar depan kantor bank seberang masjid tempat ia biasanya beristirahat. Kini kegiatanku hanya melamun. Wajah Anin­ dita dan kejadian menyedihkan yang ingin kuku­

±

±

Sajak-Sajak Masduri Persimpangan Waktu Sejarah mencatat gerak waktu Catatan pinggir kelahiran kata-kata Wujud dari gerak diri yang mengabadi Sebuah andai setiap napas Kejadian yang digarap setiap pemenang Surabaya, 24 Juli 2013

Catatan Malam Aku menulismu dalam catatan terang Meski gelap sejak sore tadi menyelimuti diri Bersetubuh dengan narasi panjang impian Aku bukanlah pendusta yang berkeliaran tanpa pikiran Banyak hal yang ingin digarap sepanjang halaman Namun kantuk sesekali menggelapkan asa Tak kuasa tubuh tunduk pada bantal-bantal keterasingan Dari yang nyata menjadi maya A k u menu l i s catata n sebaga i ga m bara n ­keinginan Yang terus beranjak dari otak ke hati Badan terasa kurus kerontang menahan keras suara kelopak mata Sakit kepala menyertai langkah napas Mengajakku berteduh meski sejenak terlelap Mu n g k i n de n g a n b e g i t u e s ok k e m b a l i ­bergairah Menggerakkan segenap asa langit impian Sebab terlanjur besar keinginan Aku tetaplah aku Sampaikan kapan pun berlari Menuju keagungan impian Membangun asa Sebuah Menara Kehidupan Masduri, Surabaya, 14 Juli 2013

±

Narasi Ramadan Ramadan lalu sepertinya baru kemarin Tetapi kini Ramadan datang kembali Satu tahun terbentang catatan sejarah Narasi pertemuan Ramadan ke Ramadan Aku seperti tertunduk malu Menatap lekat-lekat wajah langit Kesaksian impian yang selalu kujamah setiap hari Tetapi kini setahun berlalu Banyak dusta dibangun di atas api Membakar segenap imaji dalam diri Meski begitu waktu tetaplah waktu Jalan sejarah yang menandai kehidupan Masih banyak jalan sejarah yang mesti di­ petakan Jalan panjang kehidupan dari narasi kampung kelahiran Aku masih terus akan berdiri tegak Menatap langit dengan sejuta bintang, awan, dan matahari Di sana masih sangat jelas atap-atap masa depan Meski begitu tempat tetaplah tempat Kesaksian jalan hidup yang dijumpai Masih banyak tempat sejarah yang mesti singgahi Seluas mata memadang dalam lautan lepas Ada ba nya k cer ita ya ng mest i ter u s d i­ bangun Sebab mata memandang dunia begitu luas Di sana masih sangat jelas ruang-ruang masa depan Jelajah waktu dan tempat Adalah kehidupan yang nyata Lebih nyata dari seribu narasi yang diceri­ takan Karena yang ada terus mencipta dari ruang dan waktu berbeda Surabaya, 10 Juli 2013

Masduri, penggagas Laskar Ambisius (LA) IAIN Sunan Ampel Surabaya. Lahir di Jadung, Dungkek, Sumenep, Madura. T u l isannya tersebar di berbagai media lokal dan nasional. Puisinya Kalau Mereka terpilih sebagai juara I dalam lomba cipta puisi yang diadakan oleh Anjangsana Komunitas Srambi Sastra (AKSS) Ciputat (2012). Menulis antologi puisi Festival Bulan Purnama Majapahit Trowulan (2010), Dialog Tanean Lanjeng (2012), dan Presiden untuk Presidenku (2012).

CMYK

±

±


±

±

CMYK

CMYK

±

komunitas mINGGU, 15 sEPTEMBER 2013

LAMPUNG POST

±

22

Berprestasi melalui

±

Olah Kata

PERMAINAN ini sederhana, hanya menyusun huruf menjadi kata. Tapi, kerap para pemain mengernyitkan dahi dan berpikir lama untuk menyusun sebuah kata.

Y

ups, kata-kata itu harus disusun dalam bahasa Inggris. Scrabble merupakan permainan kata yang  digemari pelajar dan anak muda untuk menambah penguasaan kosakata bahasa Inggris mereka. Fadlan Satria, ketua Lampung Scrabble Community (LSC), mengatakan olah kata bahasa Inggris ini dimainkan dua orang. Dalam perlombaan scrabble masing-masing pemain dihitung poinnya. Pemain yang mendapatkan poin tertinggi, dialah yang menjadi pemenangnya. Menurut Fadlan, scrabble mirip dengan permainan catur, bedanya jika catur mengasah manajemen waktu dan kemampuan strategi pemain, scrabble

mengasah penguasaan vocabulary (kosakata bahasa Inggris), matematika, dan pengaturan huruf.  Untuk hiburan, scrabble bisa dimainkan oleh empat orang. Komunitas ini sudah ada sejak 2000 lalu. Anggotanya mulai dari pelajar hingga mahasiswa. Ada 60 anggota yang aktif di komunitas ini. Kegiatan rutin komunitas ini satu bulan sekali, seperti pembekalan materi dari seniornya tentang strategi, waktu, kosakata, matematika (poin), manajemen rak (pengaturan huruf).  “Semakin banyak berlatih, kosakatanya juga akan bertambah,” kata alumnus SMA Negeri 5 Bandar Lampung ini.

n LAMPUNG POST/DOK.

Komunitas ini juga mempromosikan scrabble ke sekolah-sekolah di kabupaten/kota di Lampung. Sudah 20 sekolah di Lampung yang mereka promosikan.  “Lampung termasuk berkembang tentang permainan scrabble ini,” kata mahasiswa agribisnis Unila ini saat ditemui Selasa (9-9) di Universitas Lampung.  Dua tahun sekali, para  pencinta scrabble menggelar pertandingan tingkat dunia, Scrabble Championship Tournament. Pertandingan ini dilakukan di berbagai negara. Fadlan pernah mengikuti pertandingan scrabble di Malaysia pada 2011 lalu. Ketika itu dia

masih duduk di bangku SMA. “Rencananya Desember nanti akan berangkat ke Republik Ceko. Pemilihan di tingkat nasional diseleksi oleh Indonesia Scabble Foundation di Jakarta,” ujar Fadlan. Pertandingan di turnamen ini tidak hanya mengasah kemampuan bahasa Inggris pasif para pesertanya, tapi juga kemampuan bahasa Inggris aktif. Para peserta tidak hanya berpikir keras menyusun kata-kata yang tepat dalam bahasa Inggris, tapi mereka juga berinteraksi dengan lawan dan juri. (DIAN WAHYU KUSUMA/M2)

±

±

±

±

±

CMYK

±

CMYK

±


± ±

CMYK CMYK

± ±

CMYK CMYK

± ±

PERJALANAN mINGGU, 15 sEPTEMBER 2013 LAMPUNG POST

23

Menikmati ‘Denyut’ Dermaga Kotaagung K

± ±

GELOMBANG tinggi menghempas, perahuperahu terombang-ambing. Namun, aktivitas warga di Dermaga II Kotaagung, Tanggamus, tetap berjalan. Sementara pemancing, penikmat suasana, penyantai justru menikmati pemandangan.

± ±

awasan Teluk Semaka, Kotaagung, Tanggamus, Jumat (13-9) siang. Matahari merambat dan mulai merebah ke barat. Angin bukan lagi berdesir, tetapi menyapu laut dan membawa serta lapisan air ke pinggir. Laksana karpet putih, permukaan tirta samudera itu itu digulung setinggi dua—tiga meter menjadi alun. Byurrrr...., di tepian, ia menerabas apa saja yang ditemukan dan pecah. Alun itu seperti kafilah tak terbatas jumlah. Satu pecah di pantai, di belakangnya menyusul. Terus, terus, dan terus. Sementara, orang-orang yang berada di sampan, perahu, tongkang, dan di pinggir laut yang sedang beraktivitas mencari makan meningkahi dengan aneka cara berkelit. “Woooi, gelombangnya lagi tinggi. Hati-hati,” teriak salah satu pemancing di pinggiran pantai. Di pantai samping dermaga ponton, perahu-perahu warga yang memuat aneka hasil bumi dari Pulau Tabuan dan Pulau Pisang seperti menari di atas air. Tarian jung-jung dengan muatan kelapa, pisang, sayuran, juga padi itu membuat penumpangnya yang sedang menurunkan muatan berkompromi. Mereka mengikuti irama perahu yang digoyang ombak. Beberapa kuli panggul segera membelasak pantai menuju perahu yang tak bisa sandar sampai ke pinggir. Berikutnya, para pemanggul itu seperti mengantre mendapat beban dalam karung plastik, lalu berjalan menuju daratan. “Setiap hari, hasil bumi dari seberang selalu bongkar di sini. Ini ombaknya lagi gede, jadi agak repot,” kata salah seorang warga sambil memperhatikan barang-barang yang diturunkan. Alam yang sedang kurang bersahabat memang menyulitkan orang-orang beraktivitas. Namun, belasan orang justru menikmati suasana dari atas dermaga yang menjorok ke laut seakan berada di tengah. Angin kencang yang menyergap dinikmati serasa salju di tengah terik. Gelombang yang mengempas dan membuih adalah pemandangan yang dinamis. Dan, suara gemuruh yang sahut-menyahut dinikmati sebagai orkestra alam yang tak butuh konduktor. Dari atas dermaga, menengok ke arah pantai, puluhan perahu nelayan warna-warni, bendera dan umbul-umbulnya berkibar he-

± ±

± ±

bat diterabas angin. Meski telah terparkir di pasir pantai, angin kencang yang mengantar air laut mendekatinya seolah mengundang perahu-perahu itu bermain. Tak pelak, saat suasana seperti itu, justru banyak warga yang menikmati sore di dermaga ini. Dermaga yang konon sudah ada sejak zaman Belanda dan tertua di Lampung ini adalah tempat yang cukup istimewa untuk bersantai. Di tengah orang bersantai menikmati pemandangan, pantai itu menjadi saksi bisu perjuangan masyarakat Kotaagung mencari nafkah. Para nelayan dan para petani dari pulau-pulau yang kerap menyeberang membawa hasil panen mereka. Di pinggir pantai tampak satu kapal tongkang besar yang sedang bersiap untuk berlayar. Rencananya kapal itu akan membawa bahan-bahan bangunan beton ke seberang pulau. Aktivitas sore itu cukup padat. “Kalau sore begini biasa ombak besar, nanti habis magrib tenang lagi,” ujar salah satu pemancing. Beberapa pengunjung menjadikan suasana sore sebagai hiburan keluarga. Tampak, ibu-ibu merayu anak-anak mereka agar mau makan. Beberapa remaja memarkirkan sepeda motornya di dermaga dan duduk disana. Dan, para pemancing yang tetap asyik dengan hobinya walau tak ada ikan yang bisa dibawa pulang hari itu. Dermaga II Kotaagung ini telah menjadi oasis bagi penduduk sekitar. (RINDA MULYANI/M1)

± ±

± ±

Foto : Ikhsan Dwi Nur Satrio

± ±

CMYK CMYK

± ±

CMYK CMYK

± ±


±

±

CMYK

CMYK

±

DESAIN mINGGU, 15 SEPTEMBER 2013 LAMPUNG POST

24

Menata ‘Galeri’

±

±

Dalam Rumah MEMAJANG hiasan dinding, seperti lukisan, foto, maupun pernik lainnya, tak selamanya mempermanis atau menambah nilai estetis pada dinding rumah. Jika dilakukan sembarangan, justru akan menimbulkan kesan semrawut dan bertumpuk.

±

±

D

esainer interior, Dewi Anjani, mengatakan pemilik rumah mewah kerap beranggapan memajang lukisan mahal atau karya fotografi yang berlebihan bisa meningkatkan prestise penghuninya. Namun, jika tidak ditata secara tepat malah akan menimbulkan kesan sumpek. Untuk itu, desainer interior yang sering bekerja sama dengan para pengembang rumah di Bandar Lampung ini memberikan trik menata “galeri” indah di dalam rumah. Menurut Dewi, beberapa ruang dalam rumah yang layak dipajangi benda-benda seni adalah ruang keluarga, ruang tamu, dan ruang makan. Selain itu, ruang privat seperti kamar tidur dan kamar mandi juga bisa diberi hiasan dinding. “Selama ini kamar mandi  identik dengan ruang pembersihan yang terkesan kotor, tetapi kini stigma itu sudah berubah. Kamar mandi tidak lagi sekadar ruang bersih-bersih, tapi juga berfungsi sebagai ruang relaksasi. Nah, penambahan hiasan di dinding kamar mandi bisa menambah rasa relaksasi,” kata Dewi Adjani saat dihubungi tiga hari lalu. Menurut dia, luas dinding menjadi faktor penting dalam penataan lukisan maupun karya fotografi. Hiasan dinding juga sebaiknya tidak terlalu besar agar tidak terkesan monoton dan menjadi fokus utama di dinding tersebut. Warna dinding juga berpengaruh terhadap hiasan dinding, warna-warna yang mencolok bisa disiasati dengan hiasan dinding yang berwarna lembut sehingga bisa meredam warna tembok. Selain itu, faktor pencahayaan ruangan juga tak kalah penting, terkadang untuk memaksimalkan “galeri” di dinding rumah perlu juga menambahkan lampu galeri yang menyorot langsung ke arah lukisan ataupun karya fotografi agar lebih hidup. “Yang penting dipahami adalah memajang lukisan itu tak harus lukisan yang mahal, lukisan biasa pun akan terlihat menarik jika disesuaikan dengan warna ruangan dan penempatan yang sesuai,” kata jebolan Akademi Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini. Karena itu, meski memiliki rumah kecil atau tinggal di perumahan jangan lantas menganggap dinding rumah yang kecil tidak bisa untuk memajang hiasan dinding. Asalkan mampu menempatkan hiasan itu dengan tepat, dinding rumah akan terlihat manis. (MEZA SWASTIKA/M2)

±

±

CMYK

±

±

Foto: LAMPUNG POST/DOK.

CMYK

±


Lampungpost edisi 15 september 20`3