Page 1

±

±

CMYK

Geliat

± 16 Halaman l Edisi IV/5 Juni - 11 Juni 2013

l

16 5 Juni 2013

±

±

6 l Politisi perempuan jangan hanya tebar pesona

Caleg PDIP Berdomisili di DP PDIP Bandar Lampung telah mendaftarkan 50 calon anggota legislatif (caleg) ke KPU setempat. Mayoritas caleg berdomisili di daerah pemilihan (DP) sebagai cara ampuh untuk mendulang suara. Sekretaris DPC PDIP Kota Bandar Lampung Wiyadi mengatakan strategi itu diharapkan mampu meraup suara yang

signifikan dalam Pemilu Legislatif 9 April 2014. “Mayoritas caleg yang kami usung di DP yang domisilinya di situ. Sebab, kalau kami impor, masyarakat pasti tidak kenal,” kata Wiyadi. Menurut Wiyadi, caleg yang berdomisili di DP biasanya sudah memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat di sekitarnya. Selain itu, mereka juga diharapkan sudah mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat untuk dicarikan solusinya. “Itu alasan kenapa PDIP Bandar Lampung mengusung caleg yang tinggal di DP-nya. Itu untuk memenuhi target kami 12 kursi,” ujar ketua Komisi A DPRD Bandar Lampung itu. (MG3/U-1)

Caleg Golkar Tanda Tangani Pakta Integritas

Pertarungan Generasi di Pilgub Lampung

SEBANYAK 50 calon anggota legislatif (caleg) Partai Golkar Lampung Selatan menandatangani pakta integritas yang berisi lima poin. Mereka sepakat satu suara mendukung Golkar pada pemilihan gubernur, pemilihan legislatif, dan pemilihan presiden. Penandatanganan pakta integritas dipimpin Ketua DPD II Golkar Lampung Selatan Reza Pahlevi dan Sekretaris DPD Golkar Lampung Ismet Roni di Restoran Rumah Kayu, Bandar Lampung. Ketua DPD II Golkar Lampung Selatan Reza Pahlevi mengatakan pakta integritas itu berisi lima poin, di antaranya adalah siap bekerja keras memenangkan Golkar di Pemilihan Legislatif 2014. Kemudian, siap memenangkan Aburizal Bakrie sebagai presiden dan siap memenangkan Alzier Dianis Thabranie sebagai gubernur Lampung. “Itulah pakta integritas yang harus dimiliki semua kader Golkar Lamsel. Yang memiliki komitmen tersebut akan kami daftarkan ke KPU sebagai caleg,” kata Reza. (WAN/U-1)

GONG Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung telah ditabuh Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah setempat, pertengahan Mei lalu. Tahun pertama lembaga itu menerima pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dari jalur perseorangan alias independen. Dan seterusnya, hingga saatnya hari H pilgub.

S

ejak awal 2013, tokoh yang ingin maju dalam arena pilgub terus bermunculan. Dari kalangan birokrat, politisi, praktisi, maupun pensiunan mulai menyatakan siap maju menggapai kursi BE-1 itu. Dari kemunculan itu, terjadi persaingan dua kelompok generasi tua dan muda dengan batasan umur 50 tahun. Di Partai Amanat Nasional (PAN) misalnya, Abdurrachman Sarbini dari generasi tua dan Zainudin Hasan dari yang muda. Kemudian, Partai Demokrat memunculkan Zulkifli Anwar dari kalangan tua dan Ridho Ficardo dari yang muda. Selain itu, di PDI Perjuangan muncul Herman H.N., M.S. Joko Umar Said, dan Berlian Tihang dari tokoh tua, sementara dari kalangan muda muncul Mukhlis Basri, Koman Koheri, Ferdinan Sampurnajaya. Selain itu, ada juga pasangan calon yang menggabungkan tokoh tua dan muda, yakni Amalsyah Tarmizi dengan Gunadi Ibrahim yang telah mendaftarkan diri sebagai calon indenpenden. Namun, dari kesemuanya itu rakyat tidak melihat usia dari para calon, tapi kapabilitas dan kompetensi mereka dalam memimpin daerah. Menurut pengamat politik Universitas Lampung (Unila) Dedy Hermawan, agenda politik itu semestinya tidak hanya milik para elite politik, tetapi juga milik 7 juta lebih masyarakat Lampung. “Semangat calon baru, kepemimpinan baru, dan pe-

±

±

±

CMYK

7 l Jangan sekedar jual ‘seks’ dalam berpolitik

T E R U J I T E P E R C AYA

±

±

rubahan harus menjadi landasan pelaksanaan agenda politik itu,” kata dia, dalam satu tulisan di Lampung Post, Maret lalu. Pengamat politik Unila lainnya, Roby Cahyadi mengatakan Provinsi Lampung membutuhkan

sosok gubernur dan wakil gubernur yang cerdas. Modal dasar tersebut diyakini dapat mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki Lampung untuk kesejahteraan masyarakat. “Calon gubernur alternatif yang

memiliki kriteria tersebut layak didukung dan dipilih di pilgub mendatang. Dengan kecerdasannya, gubernur dan wakil gubernur ini bisa mengelola SDM dan SDA dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Roby. (CR-2/U-1)

±

±


±

±

CMYK

Jeda

±

Laporan Utama

l

14 5 Juni 2013

l

3 5 Juni 2013

±

±

‘Gong’ Pilgub Berdentang, Parpol Buka Pendaftaran

Pemilu Perdana dengan Tiga Partai SETELAH 1971, pelaksanaan pemilu yang periodik dan teratur mulai terlaksana. Pemilu ketiga diselenggarakan enam tahun lebih setelah Pemilu 1971, yakni 1977. Perbedaan nyata dengan pemilu-pemilu sebelumnya adalah sejak Pemilu 1977 pesertanya jauh lebih sedikit, dua parpol dan satu Golkar. Ini terjadi setelah sebelumnya pemerintah bersama-sama dengan DPR berusaha menyederhanakan jumlah partai dengan membuat UU No. 3/1975 tentang Partai Politik dan Golkar. Kedua partai itu adalah Partai Persatuan Pembangunan atau PPP dan Partai Demokrasi Indonesia atau PDI, serta satu Golongan Karya atau Golkar. Jadi, dalam lima kali pemilu, yaitu Pemilu 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997, pesertanya hanya tiga. Hasilnya pun sama, Golkar selalu menjadi pemenang, sedangkan PPP dan PDI menjadi pelengkap atau sekadar ornamen. Golkar bahkan sudah menjadi pemenang sejak Pemilu 1971. Keadaan ini secara langsung dan tidak langsung membuat kekuasaan eksekutif dan legislatif berada di bawah kontrol Golkar. Pendukung utama Golkar adalah birokrasi sipil dan militer. Pada Pemi-

±

PERTENGAHAN Mei 2013, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung “menabuh gong” tanda dimulainya Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung. Di kantor KPU Lampung, komisioner menyosialisasikan tata cara pencalonan, baik dari parpol maupun independen, kepada partai politik, calon, dan seluruh masyarakat Lampung.

lu 1977, 2 Mei 1977, cara pembagian kursi masih dilakukan seperti dalam Pemilu 1971, yakni mengikuti sistem proporsional di daerah pemilihan. Dari 70.378.750 pemilih, suara yang sah mencapai 63.998.344 suara atau 90,93%. Dari suara yang sah itu Golkar meraih 39.750.096 suara atau 62,11%. Namun, perolehan kursinya menurun menjadi 232 kursi atau kehilangan 4 kursi dibandingkan Pemilu 1971. Pada Pemilu 1977, suara PPP naik di berbagai daerah, di DKI Jakarta dan Aceh, mengalahkan Golkar. Secara nasional PPP berhasil meraih 18.743.491 suara, 99 kursi atau naik 2,17%, atau bertambah lima kursi dibanding gabungan kursi empat partai Islam dalam Pemilu 1971. Kenaikan suara PPP terjadi di banyak basis-basis eks Masyumi. Ini seiring dengan tampilnya tokoh utama Masyumi mendukung PPP. Namun, kenaikan suara PPP di basis-basis Masyumi diikuti pula oleh penurunan suara dan kursi di basis-basis NU sehingga kenaikan suara secara nasional tidak begitu besar. PPP berhasil menaikkan 17 kursi dari Sumatera, Jakarta, Jawa Barat, dan Kalimantan, tetapi kehilangan 12 kursi di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Secara nasional tambahan kursi hanya lima. PDI juga merosot perolehan kursinya dibanding gabungan kursi partai-partai yang berfusi sebelumnya, yakni hanya memperoleh 29 kursi atau berkurang 1 kursi di banding gabungan suara PNI, Parkindo, dan Partai Katolik. (U-1)

K

No.

Partai

Suara

%

Kursi

% (1971)

Ket

1.

Golkar

39.750.096

62,11

232

62,80

- 0,69

2.

PPP

18.743.491

29,29

99

27,12

+ 2,17

3.

PDI

5.504.757

8,60

29

10,08

- 1,48

100,00

360

100,00

Jumlah: 63.998.344

etua KPU Lampung Nanang Trenggono mengatakan pihaknya telah menerbitkan petunjuk teknis (juknis) pencalonan yang akan dijadikan pedoman parpol dan calon kepala daerah dalam Pilgub 2013. Juknis itu di antaranya calon independen harus menyerahkan 383 ribu dukungan kartu tanda penduduk (KTP) atau 4% jumlah penduduk Lampung. “Dukungan KTP yang diserahkan akan diverifikasi,” kata Nanang. Sementara untuk jalur parpol, cagub harus didukung parpol atau koalisi parpol yang memiliki 15% suara pada Pemilu 2009 atau minimal 12 kursi di DPRD Lampung. “Itu di antaranya poin-poin yang akan disampaikan. Masyarakat harus tahu tahapan pilgub sudah hampir masuk pendaftaran calon,” ujar dia. Dengan berdentangnya “gong pilgub” itu, mulainya sejumlah spekulasi mewacana terkait siapa pasangan calon gubenur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) yang bakal maju. Yang jelas dua pasangan calon independen atau jalur perseorangan langsung mendaftarkan diri, yakni Amalsyah Tarmizi-Gunadi Ibrahim dan Muhammad Rodhy SalawiLukman Hakim menyetor berkas ke

KPU. Namun, sayang berkas pasangan M. Rodhy-Lukman ditolak KPU karena tidak lengkap. Spekulasi kemudian beralih pada pasangan cagub-cawagub yang bakal diusung parpol atau dukungan parpol. KPU masih mempersilakan parpol untuk saling berkomunikasi dengan mitra paprolnya dan membuka penjaringan calon kemudian. Buka Pendaftaran Betul saja, kemudian sejumlah parpol pun membuka penjaringan. Parpol yang membuka pendaftaran, yakni Hanura, PAN, PDIP, dan Demokrat. “Ya, mulai Senin besok Hanura membuka pendaftaran calon,” kata Ketua DPD Hanura Lampung Albertus Haryono. Namun, kebijakan di Hanura, calon yang akan diusung ditentukan langsung oleh Ketua Umum DPP Wiranto. Memang DPD Hanura Lampung mengusulkan dua nama calon ke DPP Hanura, yakni mantan Danrem 043/Gatam Amalsyah Tarmizi dan pengusaha asal Lampung Selatan Zainudin Hasan. Namun, Amalsyah ternyata mencalonkan dari jalur perseorangan. Di PAN Lampung juga membuka pendaftaran cagub pekan ini dan tahapan itu sudah disetujui DPP.

BE 1 “Tidak ada calon tunggal di PAN sehingga semua calon punya peluang sama,” kata Ketua DPW PAN Lampung Abdurrachman Sarbini (Mance), yang juga akan maju sebagai cagub. Sekretaris DPD PDIP Lampung Dedi Afrizal menjelaskan berdasarkan mekanisme partai, pendaftaran calon berlaku bagi kader maupun nonkader. “Semuanya harus mendaftar dulu di partai,” ujar dia. Di partai lain, Demokrat Lampung juga membuka pendaftaran calon. Calon yang mendaftar dan mengikuti semua proses akan diteruskan kepada Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk dipilih. “Setelah verifikasi berkas, calon menyampaikan visi-misi dan diteruskan ke SBY untuk dipilih yang terbaik,” kata Sekretaris DPD Demokrat Lampung Fajrun Najah Ahmad. Sementara itu, tiga partai lain tidak membuka pendaftaran calon, yaitu Golkar, Gerindra, dan PKS. Bahkan, PPP telah mengusulkan Alzier Dianis Thabranie dan Berlian Tihang ke DPP partai itu. “Kami tak membuka penjaringan terbuka, tetapi tim tetap berjalan untuk penjajakan koalisi,” kata Ketua DPW PKS Lampung Gufron Azis Fuadi.

Koalisi dan Potensi Dari parpol yang bakal ikut dalam pilgub itu, diketahui hanya perahu Partai Demokrat yang bisa mengangkut sendiri calonnya. Namun, di partai ini pun bermunculan sejumlah tokoh yang mempunyai kans untuk itu, seperti Ketua DPD Ridho Ficardo, Zulkifli Anwar, dan Hartarto Lohjaya. Untuk koalisi, banyak spekulasi yang muncul, misalnya yang paling anyar adalah koalisi PDI Perjuangan-Demokrat dengan mengusung pasangan Joko Umar Said-Hartarto Lohjaya (Johar). Ada juga wacana koalisi PDI Perjuangan-PKS yang mengusung Herman H.N.-Gufron Aziz (ketua DPW PKS, red). Kemudian juga, koalisi GolkarPDIP yakni Alzier-Joko, kemudian sejumlah partai guram plus Hanura dengan PDI Perjuangan (BerlianFerdinand). Namun, ada juga wacana yang menyebut koalisi muda dari PDI perjuangan dengan Demokrat yakni Mukhlis Basri-Ridho Ficardo. Menurut Mukhlis, partainya harus berkoalisi dengan partai lainnya untuk memenuhi syarat pencalonan sehingga pasangannya bisa dari ketua partai tertentu. “Ada sejumlah tokoh muda yang berpeluang menang bersama saya,” kata dia. (CR-2/U-1)

±

±

±

±

CMYK

±

±


±

CMYK

Pilar

±

±

Perempuan

l

10 5 Juni 2013

l

7 5 Juni 2013

±

±

Kemenangan bagi Kaum Marhaen

Jangan Sekadar Jual ‘Seks’ dalam Berpolitik

SETELAH dibukanya kehidupan kepartaian politik oleh Presiden Habibie, untuk menyongsong Pemilu 1999, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) didirikan.

L

ahirnya PDIP dapat dikaitkan dengan peristiwa 27 Juli 1996. Hasil dari peristiwa itu tampilnya Megawati Soekarnoputri di kancah perpolitikan nasional. Walaupun sebelum peristiwa ini Megawati tercatat sebagai ketua umum Partai Demokrasi Indonesia dan anggota Komisi I DPR, setelah peristiwa inilah namanya dikenal di seluruh Indonesia. Dalam pemilu ini, PDIP memperoleh peringkat pertama untuk suara DPR dengan 151 kursi. Walaupun begitu, PDIP gagal membawa Megawati ke kursi kepresidenan karena kalah voting dalam Sidang Umum MPR 1999 dari Abdurrahman Wahid dan Megawati menduduki kursi wakil presiden. Setelah Abdurrahman Wahid turun dari jabatan presiden pada 2001, PDIP berhasil menempatkan Megawati ke kursi presiden. Namun, dari periode ke periode pemilu yang digelar, suara partai berideologi Marhaenisme itu terus turun. Untuk itulah, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati terus mengajak kadernya untuk memenangkan partai sebagai wujud kemenangan kaum Marhaen. Pada Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan akhir tahun lalu, partai ini bertekad memenangkan Pemilu 2014. Upaya untuk dilandasi dengan 17 rekomendasi rakernas yang merupakan hasil sidang dan pembahasan intensif. Rekomendasi itu, di antaranya berbunyi keprihatinan atas menurunnya kualitas penegakan hukum dan keadilan yang diikuti merosotnya kinerja pemberantasan korupsi akibat melemahnya kapasitas kepemimpinan na-

±

KONTRIBUSI perempuan dalam perpolitikan di Indonesia perlu ditingkatkan sesuai dengan kemajuan zaman. Namun, hal itu harus diimbangi dengan agenda politik yang jelas, agar mereka tidak sekadar menjual ‘seks’ alias isu kesetaraan gender.

sional. Kemudian, partai itu juga dengan tegas menyebut korupsi adalah kejahatan luar biasa yang telah dan tengah merusak kedaulatan dan kepribadian bangsa. “Sehingga menghambat perjuangan untuk menyejahterakan rakyat,” kata dia. PDI Perjuangan juga bertekad mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan meningkatkan pemberdayakan kekuatan ekonomi rakyat dan membangun kemandirian ekonomi nasional. Tidak hanya itu saja, Presiden ke-5 RI itu juga meminta kepada DPP PDI Perjuangan agar benarbenar menyeleksi kader perempuan sebagai syarat 30% kuota kader calon anggota legislatif perempuan setiap partai menghadapi Pemilu 2014. “DPP harus serius dan mendahulukan tes psikologi bagi kader perempuan. Ini bukan diskriminasi, tetapi kami ingin benar-benar berkualitas serta sesuai persyaratan 30% kuota perempuan,” kata dia. (U-1)

Wakil Ketua DPD Gusti Kanjeng Ratu Hemas mengatakan perempuanperempuan di DPR harus lebih kontributif. “Karena demokrasi akan lebih bermakna jika ada dukungan terhadap persamaan peran perempuan,” ujar dia. Tantangan yang kerap dihadapi perempuan dalam berpolitik, menurut Hemas, adalah keharusan mengubah posisi untuk masuk di ranah publik. “Sejak dahulu kala, tradisi kita mengharuskan perempuan untuk lebih banyak berada di rumah. Untuk itu, kita harus berani melakukan perubahan untuk keluar dari tradisi demi mewujudkan pembangunan sosial.” Sejalan dengan hal itu, anggota DPR Eva Kusuma Sundari menambahkan perempuan yang ingin terjun di dunia politik harus menyadari perannya sebagai wakil rakyat. Kuota 30% dalam pencalonan legislatif, menurut Eva, sering disia-siakan karena anggota legislatif perempuan biasanya lepas tangan setelah mereka menempati posisi di DPR. Menurut Eva, menarik dukungan dengan mengandalkan posisi sebagai perempuan bukan hal yang dapat dibenarkan. “Agar tidak sekadar menjual seks, perempuan yang ingin berpolitik harus memiliki skill dan keunggulan komparatif,” ujar dia. Politikus wanita lain, Yenny Wahid, menjabarkan berbagai tantangan

Ketua

Megawati Soekarnoputri (sejak 1999) Sekretaris Jenderal Tjahjo Kumolo Bendahara Umum Olly Dondokambey Didirikan 1999 Kantor Pusat Lenteng Agung, Jakarta Selatan Ideologi Marhaenisme Situs Web http://www.pdiperjuangan.or.id/

Gusti Kanjeng Ratu Hemas

lain yang dihadapi perempuan dalam dunia politik. Direktur Wahid Institute tersebut mengatakan perempuan harus dapat menyeimbangkan peran dalam karier dan keluarga. “Waktu adalah komoditas terpenting bagi perempuan yang berkarier karena tingkat mobilitas mereka sangat tinggi,” ujar putri mendiang mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu. Dia melanjutkan stigma masyarakat bahwa tidak boleh agresif juga harus diubah. Untuk mengatasi tantangan tersebut, kata dia, ada baiknya perempuan membuat aliansi dengan banyak pihak, termasuk laki-laki. Selain itu, perempuan sebaiknya tidak memicu persaingan dengan sesama perempuan dalam berpolitik. Kendala dalam peningkatan kontribusi perempuan dalam politik itu, salah satunya pola rekrutmen. Executive Director The Habibie Center Rahimah Abdulrahim mengatakan bangsa ini memerlukan reformasi sistem perekrutan anggota perempuan dalam partai politik. Karena, selama ini keberadaan perempuan dalam sistem perpolitikan kita, hanya sekadar memenuhi kuota saja. “Seperti yang saya lihat, banyak partai yang hanya merekrut anggota perempuan untuk memenuhi kuota 30%. Jumlah itu memang penting, tetapi alangkah baiknya kalau 30% itu yang mengisi adalah orang-orang yang berkualitas, memahami isu dan dapat berkontribusi secara positif terhadap isu-isu tersebut, serta kebijakan-kebijakan yang diangkat,” ujar dia. (ANT/U-1)

±

Eva Kusuma Sundari

Yenny Wahid

Rahimah Abdulrahim

±

±

±

CMYK

±

±


±

±

CMYK

Orator

±

Orator

l

8 5 Juni 2013

l

9 5 Juni 2013

±

±

PKS Songsong Tiga Besar

Tawarkan Perubahan BIODATA

Zamzani Yasin

PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) sedang membidik posisi tiga besar di Pemilu 2014. Partai ideologis itu terus bekerja dan terus berbenah dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

±

Nama Istri : Hj. Ebah Aslamiah dengan kebaikan,” kata dia. Untuk pemilu legislatif, PKS juga sudah mendaftarkan 85 calegnya untuk DPRD Provinsi Lampung untuk mewakili rakyat di legislatif. “Insya Allah, caleg yang kami daftarkan yang terbaik dan memiliki komitmen yang tinggi kepada rakyat,” ujarnya. Secara nasional, PKS membuat target optimistis untuk menembus peringkat tiga besar agar bisa memengaruhi kebijakan prorakyat. Sementara untuk Provinsi Lampung, PKS menargetkan bisa meraih 14 kursi. Sementara untuk Pilgub Lampung, PKS belum memutuskan dengan siapa akan berkoalisi dan siapa calon yang akan diusung. Namun, partai berlambang bulan sabit kembar itu masih menimang-nimang calon yang memiliki komitmen besar terhadap pembangunan Lampung. “Untuk pilgub pasti kami akan berkoalisi karena kursi kami tidak cukup mengusung calon. Namun, dengan siapa PKS berkoalisi, kita lihat nanti, mudah-mudahan yang terbaik untuk Lampung,” kata dia. (FATHUL MU’IN/U-1)

Pengalaman Organisasi 1. Bendahara PBNU Provinsi Lampung 2. Ketua DPD PNBK Provinsi Lampung 3. Wakil Ketua Organda Lampung 4. Ketua Organda Pelabuhan Panjang 5. Bendahara Asosiasi Pelayaran Indonesia 6. Wakil Ketua DPW Gapeksi 7. Penasehat Paku Banten Provinsi Lampung 8. Wakil Ketua Satkar Ulama Indonesia Provinsi Lampung

Kelahiran Yogyakarta, 1 September 1966 Istri Eti Setiawati Anak: 1. Mushab Robbani 4. Muhammad Ja’far 2. Sumayah Muthiah 5. M. Abdan Syakuro 3. Umar Abdul Azis 6. Aisyah Risa Sabrina

K

etua Umum DPW Partai Nasdem Lampung Zamzani Yasin menyatakan partainya siap berkompetisi dalam Pemilu 2014 mendatang. Namun, kompetisi itu harus berlangsung secara sehat dan tanpa melukai satu sama lain. Untuk itu, partainya mengusung gerakan perubahan untuk bangsa dan Provinsi Lampung yang lebih baik. ”NasDem siap berkompetisi secara sehat. Partai kami juga sudah menyiapkan sejumlah langkah-langkah pemenangan menghadapi Pemilu 2014,” kata Zamzani. Menurut dia, partainya akan mengusung semangat perubahan dengan cara-cara yang santun dan bermartabat. Meskipun partai baru, NasDem memiliki sejumlah potensi yang luar biasa untuk bisa memenangkan pemilu. Mulai dari sudah membentuk kepengurusan di tingkat provinsi dan tingkat kampung hingga sudah mendaftarkan calon anggota legislatif yang berkualitas dan memiliki semangat perubahan. “Kekuatan partai kami ada di struktur dan tokoh-tokoh yang memiliki semangat perubahan yang kuat. Untuk itu, sudah hampir 100% pengurus sudah terbentuk di semua kampung di Lam-

pung,” ujarnya. Zamzani juga mengatakan saat ini masyarakat sudah jenuh dan bosan dengan partai politik karena belum mampu memperbaiki kondisi bangsa, khususnya kondisi perekonomian masyarakat. Hal itu disebabkan terjadinya krisis kepercayaan sehingga ia menegaskan NasDem yang menjadi satu-satunya partai baru akan menawarkan semangat dan gerakan perubahan secara nyata dan menyeluruh kepada masyarakat. Arti keberadaan partainya juga tidak dimaksudkan hanya menambah jumlah partai yang sudah ada, juga bukan hanya ikut peserta pemilu. Bahkan, bukan dengan mimpi yang hanya lolos parliamentary threshold 3,5%, melainkan benarbenar ingin ikut ambil bagian dalam mengubah kondisi bangsa ke arah lebih baik. “Semangat perubahan itu akan dimulai oleh kader-kader NasDem di semua tingkatan. Kemudian kami mengajak masyarakat membangun Provinsi Lampung dan Indonesia secara bersama-sama,” kata Zamzani. Menurut dia, perubahan tidak akan datang dengan tiba-tiba, tetapi dengan semangat kebersamaan. Setiap caleg NasDem juga harus berani mengubah sikap kepura-puraan yang selama ini telah merongrong kewibawaan negara. Caranya, dengan ketulusan dan kejujuran hati. “Ini yang dibutuhkan bangsa ini,” ujarnya.

±

(FATHUL MU’IN/U-1)

Gufron Azis Fuadi

BIODATA

K

alender politik Indonesia menyebut 2013 sebagai tahun politik. Dalam satu tahun ke depan, suhu perebutan kekuasaan akan sangat panas karena gesekan antarelite partai untuk mendapat simpati rakyat. Termasuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung juga menjadi agenda politik PKS untuk menentukan pemimpin berkualitas. Namun, PKS lebih memilih fokus dalam bekerja melakukan pelayanan dan membina kelompok masyarakat untuk bisa lebih baik dan maju. Dengan begitu, diharapkan nantinya ikut ambil bagian bersama PKS memenangkan Pemilu 2014, kemudian membangun bangsa ketimbang larut dalam hiruk pikuk perebutan perahu dan penjajakan koalisi di Pilgub Lampung. “Fokus PKS adalah tetap bekerja dan melayani masyarakat. Semua kader-kader kami sedang melakukan itu, baik di sekitar tempat tinggalnya maupun di tempat kerjanya,” kata Ketua DPW PKS Lampung Gufron Azis Fuadi. Menurut Gufron, PKS secara resmi mengusung tagline baru: “Cinta, Kerja, dan Harmoni”. Adanya kata cinta dalam tagline PKS kali ini sejalan dengan misi yang dibawa oleh Presiden PKS Anis Matta, dengan dia membawa politik cinta ke dalam ranah demokrasi. “Cinta harus dibawa ke dalam dunia politik karena tanpa cinta politik akan terasa keras dan menghalalkan segala cara,” kata Gufron Azis Fuadi. Menurut dia, politik menjadi permainan yang sangat berbahaya dan bisa mejungkirbalikkan kebenaran dan keadilan. Ketika politik semakin keras dan kejam, cinta harus hadir di dalamnya. Ketika kekuasaan semakin mendominasi makna politik, cinta harus melembutkannya. “Dengan tagline baru ini, PKS akan membawa semangat dan ruh perjuangan baru untuk mewujudkan target pencapaian tiga besar di Pemilu 2014 mendatang,” kata anggota Komisi III DPRD Lampung itu. Namun, kata Gufron, PKS merupakan partai politik yang tidak hanya bekerja saat akan ada pemilu dan pemilukada. Seluruh kader PKS tetap bekerja dengan segala profesinya untuk memperbaiki kondisi bangsa dan kondisi masyarakat. “Ada atau tidak ada pemilu, PKS tetap bekerja. PKS ingin mewarnai semua lapisan masyarakat

Tanggal Lahir : 16 Juli 1948

PARTAI NasDem menjadi satu-satunya partai baru peserta Pemilu 2014. Partai besutan Surya Paloh itu bertekad menawarkan perubahan kepada masyarakat Indonesia.

Pendidikan: - SD Negeri Pelita Gadingrejo (1979) - SMP Negeri Gadingrejo (1982) - SMA Negeri Pringsewu (1985) - S-1 FISIP Unila (1990) Pekerjaan: Anggota DPRD Lampung Fraksi PKS

±

±

±

CMYK

±

±


±

±

CMYK

Perempuan

±

Analisis

l

6 5 Juni 2013

l

11 5 Juni 2013

±

±

Politisi Perempuan Jangan Hanya Tebar Pesona Optimisme itu diungkapkan Ketua Perempuan Parlemen Provinsi Lampung Yasminie Asyik, Selasa (28-5). Menurut anggota Komisi II DPRD Lampung itu, perempuan memiliki peranan besar dalam politik. Tetapi, kesempatan perempuan cenderung lebih kecil untuk bisa menjadi utama dalam politik. Dia mengatakan persaingan dan ego laki-laki menjadi penghambat karier politik perempuan. Untuk itu, dia berharap perempuan harus melawan dengan unjuk kemampuan dan merebut tempat terbaik. “Saya kurang sepaham jika perempuan hanya pelengkap. Perempuan harus punya harga diri, punya skill, ilmu, jangan hanya tebar pesona,” kata politisi partai Demokrat kepada Lampung Post, Selasa (28-5). Dia mengungkapkan kecenderungan perempuan menjadi pelengkap sangat besar. Saat ini, lelaki masih kurang menghargai perempuan. Meski KPU telah menetapkan keterwakilan kuota 30% perempuan. Pada kenyataannya, lanjut dia, saat ini hampir di seluruh partai tidak diterapkan kesamaan gender. Dia mengilustrasikan perempuan tidak diprioritaskan menempati nomor urut awal. “Nomor urut 1, 2, 3 memang untuk kepartaian, tapi mengapa melulu perempuan selalu nomor 3,” ujarnya. Karena itu, lanjut mantan Ketua Divisi Pemberdayaan Perempuan DPD Partai Demokrat Lampung, pihaknya berharap adanya kesetaraan antara calon anggota legislatif (caleg) perempuan dan laki-laki. Bahkan, Kementerian Perempuan juga sudah mengusulkan sistem kepemiluan dengan sistem zigzag sehingga tidak melulu perempuan berada di nomor akhir. “Saya kurang sepaham jika perempuan hanya menjadi kambing hitam, bahkan hanya untuk mengumpulkan setoran ke partai. Perempuan harus punya harga diri, jangan hanya tebar pesona kecantikan,” kata dia. Untuk mendapatkan tempat terbaik, lanjut Yasminie, politikus perempuan harus meningkatkan kemampuan diri termasuk kemampuan diploma-

±

SETELAH reformasi bergulir, wacana pentingnya pemimpin muda selalu mengemuka di setiap hajat politik, baik pemilu legislatif, pemilihan presiden, maupun pemilihan umum kepala daerah. Dalam Pemilihan Gubernur Lampung mendatang, diskursus tentang pemimpin muda juga mulai muncul.

tik. Apalagi untuk perempuan yang berada di pedalaman, wajib membekali diri dengan mengasah ilmu pengetahuan dan keterampilan sehingga wanita dapat bersaing dan tidak dianggap remeh. “Kembangkan potensi diri sehingga perempuan tidak dianggap remeh,” kata Yasminie. Dia menegaskan keberadaan politisi perempuan sangat penting di parlemen. Pasalnya, keterwakilan perempuan mewakili seluruh perempuan di segala struktur. Beberapa hal yang diperjuangkan, yakni mengutamakan perundangan untuk perlindungan hak perempuan. Perlindungan diberikan antara lain kepada karyawan swasta dengan pemberian jam kerja yang disesuaikan pada status perempuan. “Kami juga sebagai legislator berfungsi dalam penyusunan anggaran. Untuk itu, politisi perempuan berharap adanya alokasi anggaran khusus bagi kebutuhan perempuan,” ujarnya. Ketua Divisi Kepegawaian DPD Partai Demokrat ini mengimbau perempuan Lampung untuk tidak takut terjun ke dunia politik. Meski dunia politik diakuinya keras, dia yakin perempuan dapat survive dan menjadi yang terbaik dalam politik. (VERA AGLISA/U-1) Nama Lahir Ayah Ibu Anak

M

eskipun isu pemimpin muda selalu menjadi pembicaraan, sampai sekarang belum ada kesepakatan tentang kelompok umur yang disebut pemuda. Ada yang berpendapat di bawah 50 tahun, tapi ada juga yang beranggapan selama masih usia produktif di bawah 55 tahun. Di atas usia 55 tahun dianggap tidak bisa disebut muda karena lazimnya telah memasuki masa pensiun. Ada juga yang berpandangan pemimpin muda adalah pemimpin yang masih energik tanpa memandang batas usia. Semua kategorisasi itu bisa benar dan bisa juga tidak, tinggal dari mana melihatnya. Namun, lazimnya kategorisasi pemimpin muda dalam kisaran 40—50 tahun. Life begin at fourty. Banyak tokoh yang memulai kariernya di kelompok usia itu. Soekarno menjadi presiden di usia 44 tahun, Soeharto di usia 46 tahun. John F. Kennedy terpilih sebagai presiden AS juga di usia 46 tahun, sementara Barack Obama di usia 48 tahun. Memiliki pemimpin berusia muda memang terasa berbeda, terlebih jika selama ini kita dipimpin orang-orang lanjut usia. Sekadar contoh ringan, betapa eloknya melihat Obama berlari-lari kecil sebelum naik ke pesawat kepresidenan Air Force One. Lihat saat ia bermain basket. Lihat juga lambaian tangannya saat berkampanye; tampak natural dan penuh energi. Ketika Obama berlari-lari kecil menuju pesawat, sebenarnya ia hendak mengirim pesan kepada publik bahwa ia dalam kondisi sehat: “Tak ada yang perlu dikhawatirkan, saya cukup sehat untuk

: Yasminie Asyik, S.H. : Palembang, 12 Maret 1966 : M. Asyik Syarief : Imulya Asyik : 1. Tania Putrika Pradina 2. M. Fajar Aldila

Pendidikan : S-1 Fakultas Hukum Unila Partai Politik: Partai Demokrat

BIODATA

POLITISI perempuan bisa menyaingi politisi laki-laki jika mampu mengembangkan potensi diri. Bahkan dengan kualitas diri terbaik, perempuan tidak hanya menjadi pelengkap partai politik.

Menanti Datangnya Pemimpin Muda

Organisasi : 1. Wakil Ketua Perkumpulan Wanita Tani Lampung 2. Wakil Ketua Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) Lampung 3. Ketua Perempuan Parlemen (KPP) Provinsi Lampung DPRD

±

±

CMYK

±

menjadi pemimpin kalian...” Namun, pemimpin tua belum tentu tidak energik. Ronald Reagan menjadi presiden AS saat sudah berusia 70 tahun. Hampir seluruh kebijakan ekonomi dan militernya sangat energik hingga muncul istilah reaganomics. Di bawah kepemimpinan mantan bintang film itu, martabat dan kepercayaan diri bangsa Amerika kembali pulih setelah memudar saat dipimpin Jimmy Carter. Reagan pula yang berhasil memenangkan perang dingin tanpa harus menembakkan sebutir pun peluru. Seakan menyadari pentingnya pemimpin muda, dalam lima tahun terakhir sejumlah partai politik di Indonesia cenderung memilih ketua umum dari kader yang berusia muda. Namun, mereka sebenarnya tidak benar-benar berfungsi sebagai ketua. Sebab, lazimnya parpol di Indonesia memiliki struktur yang ruwet di tingkat DPP. Di atas ketua umum masih ada struktural partai yang biasanya ditempati orang-orang sepuh. Ada yang memakai nama majelis tinggi, majelis kehormatan, dewan pertimbangan, dewan pembina, dewan syuro, dan seterusnya. Seperti dilepas kepalanya tetapi masih ditarik ekornya. Pilgub Lampung Dalam perspektif pemimpin berusia muda itulah, hasil pemilihan bupati di sejumlah daerah di Lampung mengukir prestasi tersendiri. Kepala daerah yang terpilih masih berusia muda, sebut saja di Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus, Way Kanan, Lampung Barat, dan Mesuji. Ada semacam kebutuhan untuk memiliki pemimpin berusia muda dan gejala itu sangat

±

baik bagi kemajuan daerah. Namun, masih harus dibuktikan apakah kecenderungan itu juga akan menjadi kenyataan dalam pemilihan gubernur Lampung mendatang. Nama-nama yang beredar dalam bursa Pilgub Lampung merupakan kombinasi calon muda dan calon yang tidak muda lagi. Sejauh ini calon yang muncul, antara lain Wakil Gubernur Lampung M.S. Joko Umar Said, Ketua DPD I Golkar Lampung M. Alzier Dianis Thabranie, dan Wali Kota Bandar Lampung Herman H.N. Selanjutnya, Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri, Bupati Way Kanan Bustami Zainudin, Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza, mantan Bupati Tulangbawang Abdurrrachman Sarbini, Ketua DPD Gerindra Lampung Gunadi Ibrahim, dan Ketua DPD Demokrat Lampung Ridho Ficardo. Lalu, mantan Danrem 043 Gatam Kolonel Amalsyah Tarmizi, mantan Bupati Lampung Selatan Zulkifli Anwar, anggota DPRD Lampung Hartarto Lojaya, anggota DPR asal Lampung Riswan Tony D.K., pengusaha asal Lampung Selatan Zainudin Hasan, Ketua DPW PKS Lampung Gufron Azis Fuadi, guru besar Fakultas Hukum Universitas Lampung Sunarto, dan sejumlah nama lain. Kelak, masyarakat Lampung yang akan menentukan siapa yang terbaik dan yang akan terpilih sebagai pasangan gubernur-wakil gubernur. Pemimpin muda dan yang tak muda lagi sama baiknya sepanjang mampu meningkatkan kesejahteraan dan kerukunan warga Lampung. Pemimpin yang selalu datang di kala rakyatnya sedang dilanda kesulitan. Juga pemimpin adil yang berani melindungi kepentingan dan keselamatan rakyatnya. (D.WIDODO)

±

±


±

±

CMYK

Interupsi

±

Geliat

l

2 5 Juni 2013

l

15 5 Juni 2013

±

±

Joko Optimistis Rebut PDIP

Menabur Benih

Wakil Gubernur Lampung M.S. Joko Umar Said optimistis maju sebagai calon gubernur dari PDI Perjuangan. Optimisme itu disampaikannya saat mendaftar sebagai cagub di kantor DPD PDIP Lampung, beberap awaktu lalu. Joko Umar Said yakin mendapat

‘Uang’ “S

indeks :

±

LAPORAN UTAMA Bersaing Itu Wajar, Tetapi...

4

GAGAS Calon Independen

5

ORATOR Tawarkan Perubahan

9

PILAR Kemenangan Bagi Kaum Marhaen

LUBER Tugas Wewenang KPU Provinsi

10

12

JEDA Pemilu Perdana

14

Geliat Caleg PDI Perjuangan Berdomisili di DP

15

UARA rakyat adalah suara Tuhan”, begitu sebuah pernyataan tentang dunia perpolitikan yang diambil dari negara yang katanya “mbahnya” Demokrasi, yakni Yunani. Karena demokrasi itu begitu diagungkan, disejajarkan prosesnya dengan “doa” dan hasilnya sejajar “takdir”. Padahal, para politikus yang mengikuti pesta demokrasi itu dari berbagai kalangan dunia hitam. Mulai dari pengijon hingga leasing, mulai dari “mucikari” hingga “pelacur”. Mereka mencari sasaran rakyat yang suaranya adalah “doa” untuk dijadikan jaminan agar takdir jatuh ke mereka. Suara rakyat itu dibeli dengan sistem “tebas muda”, yakni saat buah masih muda, pengijon sudah memberi panjar ke pemilik kebun sehingga saat panen tiba, para pengijon sudah menyiapkan wadah untuk memetik buah. Kalaupun buah dijual pemilik kebun ke pasar, dengan sangat terpaksa pengijon pun menyita apa pun miliknya. Banyak cerita yang terjadi seperti itu. Misalnya saat kampanye, para calon yang ingin rakyat memilihnya berlagak seperti pengijon. Dalam kumpulan masyarakat, dia memberi apa yang dibutuhkan. Untuk masjid, dibelikannya karpet, speaker sampai alat musik terbang. Saat itu dia berkata, “Saya memberi ini dengan ikhlas, agar warga dapat terbantu aktivitasnya.” Dan rakyat pun manggutmanggut senang karena mendapat bantuan. Namun, apa yang terjadi di kemudian hari. Saat panen suara di pemilihan, ternyata sang calon tidak mendapat hasil signifikan. Rakyat memberi suaranya secara cuma-cuma kepada calon lainnya. Dengan murkanya, calon pengijon pun menyita kembali apa yang telah diberikannya. Bahkan termasuk hadiah-hadian juara mawalan, sebab hadiah diperoleh dari alat musik terbang yang diberikannya. Maka, atas “doa” rakyat, sang calon kemudian mendapat “takdir” menjadi soerang pengijon. Dan ini banyak terjadi di

dukungan PDIP karena dalam Pilgub 2009 lalu dia diusung partai itu bersama Sjachroedin Z.P. “Prioritas mendaftar di PDIP. Dulu saya maju dari partai ini sehingga wajar saya mendaftar lagi,” kata dia. Untuk cawagub pendampingnya, Joko menyerahkan sep-

enuhnya ke DPP PDIP. Ia mengaku sudah bertemu dengan kader Partai Demokrat, Hartarto Lojaya, tetapi belum ada pembicaraan spesifik. “Saya pernah bertemu Hartarto, tapi tidak secara khusus membahas pencalonan,” kata Joko. (CR-2/U-1)

Amalsyah Jadi Cagub Independen

Mustaan

Wartawan Lampung Post

Mantan Danrem 043/Garuda Hitam Lampung Kol. Amalsyah maju menjadi calon gubernur Lampung dari jalur independen. Dia berpasangan dengan Gunadi Ibrahim sebagai calon wakil gubernurnya. Mereka membuka peluang bagi partai politik untuk mendukungnya pada Pemilihan Gubernur Lampung 2013. “Kami sangat terbuka, karena jika terpilih, kami butuh juga wakil di legislatif yang mendukung kebijakan. Jadi, kalau mau bergabung, ya konsisten untuk tidak mengusung calon lain,” kata Amalsyah saat bersilaturahmi ke kantor Lampung Post, beberapa waktu lalu. Amalsyah menegaskan partai yang berniat mendukung harus konsiten dengan tidak mengusung pasangan calon lain. Menurut dia, sebelum memutuskan maju dari jalur independen, terdapat beberapa petinggi partai yang menjalin komunikasi dengannya. Dia mengakui pilihannya menjadi calon independen lebih aman dan dukungan bisa lebih solid. Sementara jika dari jalur partai, ujar dia, sering muncul ketidakpastian dan tentu saja biaya politik jauh lebih besar. “Kalau partai, itu penuh ketidakpastian. Sekarang bilangnya mau mengusung, tiba-tiba berubah balik jadi mendukung yang lain,” kata dia. Mengenai statusnya sebagai TNI, Amalsyah memastikan dia sudah tidak lagi menjadi anggota TNI aktif. Artinya, dia tidak lagi aktif sebagai pejabat struktural dan fungsional di tubuh TNI. “Saya juga sudah lapor pangdam dan mulai bulan depan saya tidak akan menggunakan fasilitas dan gaji saya sebagai TNI,” kata dia.

pemilihan legislatif maupun pemilihan kepala daerah di berbagai daerah. Ada lagi calon yang memohon “doa” rakyat untuk ditakdirkan menjadi “pelacur”. Sang calon bersolek agar terlihat bersih, bagus dipandang mata, dan merayu agar dibeli rakyat dengan suara. Dengan mengumpulkan modal enah dari mana, calon terlihat peduli dengan kondisi masyarakat. Dia membagikan segala kebutuhan, rakyat yang kurang sehat diberikannya suplemen dan alat mandi. Setiap ada keramaian, dia selalu tampil dengan kemolekan hatinya yang dibungkus dengan segala bantuan. “Secara cuma-cuma saya berikan ini agar rakyat menjadi sehat sejahtera. Tapi ingat pada waktunya nanti ingat saya.” Begitu sang calon menjual murah kepabilitasnya kepada rakyat agar dibeli pada hari pemilihan. *** Walau “ditakdirkan” terpilih, para pengijon dan pelacur itu bisa dipastikan akan menunjukkan siapa sebenarnya mereka. Berapa pun kepentingan rakyat akan ditekan demi mengembalikan modalnya. Merasa bisa mengklaim atas nama rakyat yang memilihnya, pengijon menggerogoti amanah rakyat. APBN atau APBD yang menjadi satu-satunya tumpuan rakyat untuk merasakan pembangunan dipotong demi kepentingan para legislator atau kepala daerah. Tak peduli kualitas pembangun, yang penting ada fee dari setiap kegiatan yang dilakukan dari anggaran rakyat itu. Mereka menjadi penguasa yang curang. Kalau sudah begitu, tunggu saja “batu” yang bakal memberi mereka sandungan. n

Herman Tetap dari Jalur Partai CALON gubernur Lampung Herman H.N. menegaskan tetap menggunakan jalur partai dalam Pemilihan Gubernur Lampung mendatang. Wali Kota Bandar Lampung itu memastikan tidak akan mengikuti pilgub melalui jalur independen. “Enggaklah, saya tidak ikut jalur independen. Saya tetap akan maju pilgub dari jalur partai politik,” ujar Herman. Namun, Herman belum berani membeberkan partai yang akan mengusungnya pada pilgub mendatang, termasuk PDIP yang menjadi partai pengusungnya pada Pemilihan Wali Kota Bandar Lampung 2010. “Ya, belum tentu, tapi ya saya akan ikuti terus perkembangannya. Keputusannya kan ada di Ketua Umum PDI Perjuangan Bu Megawati,” kata Herman. (MG3/U-1)

±

Berlian Tihang Minta Dukungan NU BERLIAN Tihang, calon gubernur Lampung, telah meminta restu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama, untuk mendukungnya pada pemilihan gubernur (pilgub) setempat. Hal itu terkuak dalam pertemuan Berlian Tihang dengan pimpinan serta pengurus wilayah NU Lampung. Secara lugas, Berlian menyatakan niatnya untuk maju pada bursa Pilgub Lampung. “Saya mohon doa dan dukungan dari saudara-saudara NU.

Bila ada rida Allah swt. dan dukungan masyarakat, saya ingin menggantikan dan meneruskan program pembangunan Pak Sjachroedin ke depan,” ujarnya, di kantor NU Lampung. Dalam pertemuan itu, Berlian menyatakan tekad untuk membangun Lampung lebih aman, nyaman, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu, kata dia, sesuai slogan yang mencirikan tekadnya, “Lampung Kita Surga Kita”. (CR-2/U-1)

(CR-2/U-1)

±

±

CMYK

±

±

±

Halaman voting juni minggu 1  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you