Issuu on Google+

SELASA 7 JUNI

1

TAHUN 2011

Warga Tolak Tower Seluler

Tukang Ojek Kena Hipnotis NAWAWI, 31, tukang ojek asal Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, mengaku dihipnotis orang tidak dikenal. Pelaku membawa kabur sepeda motor miliknya saat mangkal di simpang tiga Desa Klatakan, Kecamatan Kendit. Setelah sadar sepuluh jam kemudian, ternyata tukang ojek itu sudah berada di Kabupaten Sampang, Pulau Madura. (*)

BANYUWANGI - Warga RT 02, RW IV, Lingkungan Krajan, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, mendatangi lokasi pembangunan tower milik sebuah operator telepon seluler di daerahnya kemarin (6/6). Warga yang datang bersama para mahasiswa Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba) tersebut menolak pembangunan tower tersebut. Warga dan para mahasiswa Uniba awalnya hanya berdiri di depan lahan kosong yang akan dibangun tower seluler.

Selengkapnya baca Halaman 30

HUKUM

Notaris Haryo Segera Dilimpahkan ke PN BANYUWANGI - Setelah ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi Rabu lalu (1/6), Haryo Wirasmo dan berkas kasusnya akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Kepala Kejari Banyuwangi, Heri Jerman mengatakan, pihaknya dalam menangani berkas perkara tersebut sesuai prosedur yang ditentukan. ‘’Kami akan memproses hukum sesuai KUHAP,’’ ujarnya saat dikonfirmasi melalui ponselnya DOK. RaBa kemarin (6/6). Haryo Wirasmo Dalam waktu dekat, lanjut Heri, pihaknya sudah akan melimpahkan berkas perkara kasus tersebut ke PN Banyuwangi untuk disidangkan. ‘’Segera akan kami limpahkan ke PN Banyuwangi,’’ ujar Heri yang berada di Kejaksaan Tinggi (kejati) Jawa Timur, Surabaya, kemarin. Seperti diberitakan sebelumnya, Haryo Wirasmo, notaris yang berkantor di Jalan MH. Thamrin, Banyuwangi, ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi Rabu sore lalu n  Baca Notaris...Hal 7

Mereka hanya bergerombol di lokasi yang persis di depan SMAN 1 Banyuwangi tersebut. “Kita tidak pernah diberi tahu sama sekali,” ujar Made Sure, 60, warga setempat yang posisi rumahnya paling dekat dengan lokasi pembangunan tower. Made mengaku, dirinya selama ini tidak pernah didatangi pelaksana pembangunan tower. Padahal, untuk membangun tower harus mendapat persetujuan warga sekitar n  Baca Warga...Hal 7

TOLAK:

Demam Flying Fox LICIN - Permainan yang memacu adrenalin, seperti flying fox, ternyata mulai mendapat tempat di hati masyarakat Banyuwangi. Beberapa lokasi wisata di Banyuwangi ramai-ramai dijadikan sarana permainan itu untuk menarik kehadiran pengunjung. Tidak hanya kalangan dewasa, anak-anak pun turut menyukai permainan yang membutuhkan keberanian itu n  Baca Demam...Hal 7

UJI NYALI: Warga meluncur di Bumi Perkemahan Kalongan, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, kemarin.

Warga bersama mahasiswa mendatangi lokasi pembangunan tower di Kelurahan Kertosari kemarin.

GALIH COKRO/RaBa

AGUS BAIHAQI/RaBa

Gencarkan Sosialisasi Lomba Senam Akan Evaluasi Tempat Karaoke BANYUWANGI - Kejuaraan senam yang digagas Radar Banyuwangi (RaBa) bersama Persatuan Senam Indonesia (Persani) Banyuwangi terus dimatangkan. Demi memuluskan agenda even yang dijadwalkan akan digelar di GOR Tawang Alun 3 Juli mendatang, panitia terus meng-

galakkan sosialisasi even tersebut. Target sosialisasi kali ini difokuskan terhadap keberadaan sanggar senam di wilayah Banyuwangi Selatan. Anggota Persani dan Radar Banyuwangi melakukan sosialisasi dengan cara menyebar pamflet dan brosur di sejumlah sanggar senam di

Kecamatan Genteng kemarin (6/6). Ketua panitia lomba senam, Iwan Setiono mengatakan, kegiatan ini memiliki makna ganda bagi RaBa dan Persani Banyuwangi. Even ini merupakan bagian dari pelaksanaan ultah RaBa ke-12 n  Baca Gencarkan...Hal 7

SOSIALISASI: Pengurus Persani melakukan senam bersama di Stadion Diponegoro Minggu pagi kemarin.

KASUS IJAZAH GALIH COKRO/RaBa

BANYUWANGI - Bupati Abdullah Azwar Anas mengaku risau dengan maraknya rumah karaoke di Bumi Blambangan. Apalagi, banyak pula lokasi hiburan itu yang didirikan di wilayah kecamatan. Dari catatan yang diterima, kata Bupati Anas, wilayah Banyuwangi yang memiliki 24 kecamatan itu sudah berdiri sekitar 20 rumah karaoke. Jumlah rumah karaoke sebanyak itu termasuk paling tinggi jika dibandingkan daerah lain di Jawa Timur. “Banyuwangi seperti ini, tempat karaoke ada 20 buah,” katanya. Untuk memantau penamba-

han tempat karaoke, Bupati Anas akan memerintahkan Kantor Pelayanan Perizinan (KPP) memeriksa tempat karaoke tersebut. Bila ditemukan rumah karaoke tidak berizin, maka tempat itu harus ditutup. “Tempat karaoke harus ditertibkan,” tegasnya. Bukan hanya rumah karaoke, bupati juga akan mengawasi pendirian mini market yang sudah membeludak di Banyuwangi. Bila izinnya belum lengkap, mini market juga harus ditutup. “Kalau ada petugas yang mengizinkan, langsung akan saya mutasi,” ancamnya. (abi/bay)

Kisah Dea Putri Ayu, Penderita Hydrochepalus di Kalipahit

Awalnya Ada Goresan, Kini Kepala Membesar AGUS BAIHAQI/RaBa

KASUS IJAZAH: Ansori memberi kesaksian dalam sidang di PN Banyuwangi kemarin.

Tiga Saksi Memberatkan BANYUWANGI - Sidang lanjutan dugaan pemalsuan ijazah dengan terdakwa Kepala Desa (Kades) Sumberagung, Murwanto, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin. Agenda sidang kali ini adalah mendengarkan keterangan saksi. Dalam sidang yang dimulai sekitar pukul 12.00 tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) Hary Utomo menghadirkan empat saksi. Para saksi tersebut adalah mantan kepala sekolah (kasek) SMP Sunan Giri, Srono, Muhammadun. Nama Muhammadun adalah yang tertera dan bertanda tangan di ijazah lokal milik Murwanto yang dikeluarkan LP Ma’arif, Banyuwangi, pada 1980 lalu n  Baca Tiga...Hal 7

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Dea Putri Ayu Lestari yang masih berusia 17 bulan itu sudah merasakan penderitaan luar biasa. Anak pasangan Suroso, 35; dan Sukati, 31; warga Dusun Kutorejo, Desa Kalipahit, Kecamatan Tegaldlimo, itu harus menahan sakit karena kepalanya terus membesar. ALI NURFATONI, Tegaldlimo

PASANGAN Suroso dan Sukati tampak sibuk menenangkan anaknya yang terus menangis. Sesekali mereka menghibur dengan kata-kata ada cicak di dinding. Boneka kecil juga sempat dihadapkan pada wajah anak semata wayangnya itu. Mereka butuh waktu lama agar anaknya berhenti menangis. Air susu pun dimi-

numkan kepada Dea. Pelan-pelan, tangis bocah itu mulai berhenti. Sesekali, Sukati mengusap rambut Dea. Tidak henti-hentinya kata-kata keluar dari mulut pasangan suami istri tersebut. Kata-kata itu membuat hati miris. Setiap hari Suroso bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan pas-pasan. Mereka harus melalui hari-hari penuh cobaan. Sebab, anak anak tunggalnya itu mengalami pembesaran kepala atau hydrochepalus. Kini, ukuran kepala Dea hampir sama dengan ukuran kepala orang dewasa. Sementara itu, bocah berumur 17 bulan umumnya berbobot berkisar sembilan hingga sepuluh kilogram. Tetapi, yang dialami Dea cukup mencengangkan. ‘’Berat badan anak saya 12 kilogram,’’ ujar Sukati sambil mengusap kedua matanya yang berlinang. Meski hidup pas-pasan, keluarga tersebut terus berupaya mencari pengobatan demi kesembuhan anaknya n  Baca Awalnya...Hal 7

Bupati akan tertibkan rumah karaoke Sungguh teganya teganya teganya …oooh

PNS anyaran di Situbondo datang terlambat Dihukum nyanyi di depan temannya saja !

ALI NURFATONI/RaBa

SAKIT: Dea Putri Ayu Lestari digendong ibunya.

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


2

KRIMINALITAS CERMIN DIRI

Tindak Tegas Oknum Aparat! OPERASI bocor? Itu sudah biasa. Bahkan sering terjadi! Apalagi, terkait operasi penyakit masyarakat (pekat) di tempattempat hiburan malam dan prostitusi. Sebab, sudah bukan rahasia lagi, di situ sering ada oknum aparat yang terlibat. Tidak hanya dari oknum aparat keamanan, tetapi juga aparat pemerintahan. Antara pelaku dan aparat sepertinya telah membuat sebuah jaringan simbiosis mutualisme. Saling membutuhkan dan saling menguntungkan. Itulah fenomena yang jamak terjadi. Apalagi, di tambang tradisional yang jelas-jelas aktivitasnya memburu emas, barang berharga! Sudah pasti ada saja oknum aparat keamanan, pemerintahan, dan instansi pemangku wilayah, yang tergiur bermain mata. Naluri itu manusiawi di tengah situasi ekonomi yang tidak berpihak kepada mereka. Jangan heran bila operasi penambangan liar yang dilakukan secara gabungan antara Polisi Hutan (Polhut) Perhutani Banyuwangi Selatan dan polisi sering gagal. Pasalnya, aparat gabungan belum tiba di lokasi, para penambang sudah keburu kabur. Canggihnya alat komunikasi memudahkan mereka saling memberikan informasi. Antara oknum yang membekingi dan penambang tradisional sudah ada komitmen untuk saling membantu. Penambang dibantu rasa aman bekerja, sedangkan si oknum dibantu bagi hasil emas yang ditambang. Nah, tengara Ketua LSM Konsorsium Demokrasi Banyuwangi (Kodeba) Suparmin bahwa ada oknum aparat yang bermain, tidak berlebihan. Indikasi itu bisa dilihat dari kegagalan setiap operasi di lokasi tambang liar di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Kodeba menuding, bocornya operasi gabungan tersebut diduga kuat ada oknum aparat yang sengaja membocorkan. Sebab, diduga kuat ada kongkalikong oknum aparat tertentu dan penambang liar. Selama ini, sudah menjadi rahasia umum ada oknum aparat tertentu diduga kuat melakukan bagi hasil dengan para penambang liar. Masuk akal bila Kodeba menyarankan agar Perhutani dan perangkat lain memanfaatkan personel dari luar daerah. Alias tidak melibatkan petugas lokal dalam operasi. Bahkan bila perlu, petugas dari luar Banyuwangi diterjunkan secara diam-diam. Untuk itu, perlu komitmen bersama di semua institusi yang diduga oknum aparatnya ikut menjadi beking. Semua institusi itu harus menyiapkan strategi operasi yang betulbetul rahasia dan rapi. Namun, sebelum operasi itu dilakukan terhadap para penambang liar, alangkah baiknya setiap institusi membersihkan diri dari dalam lebih dahulu. Ketika ada laporan keterlibatan oknum aparatnya, segera lakukan pemeriksaan. Jangan hanya dibiarkan, bahkan kalangan LSM menuduh malah “diberdayakan”. Jika terbukti bermain mata dan membekingi, maka berikan tindakan tegas sebagai bukti komitmen menjaga kewibawaan institusi tersebut. Sebenarnya, masyarakat di kawasan Pesanggaran sudah tahu semua rahasia konspirasi itu. Hanya saja, mereka ragu-ragu dan takut melaporkannya. Mereka berpikir apakah ada gunanya dilaporkan? Apa mungkin ditindak tegas? Tetapi, siapa si A dan si B, warga di sekitar tambang emas tahu. Jadi, mudah sekali jika ada niat dan tekad menyelidiki dan menindak tegas anggota di setiap institusi yang terlibat. Tinggal kapan niat membersihkan diri dan menegakkan kewibawaan itu dimulai? (*)

Selasa 7 Juni 2011

Tukang Ojek Dibuang di Sampang Dihipnotis, Motor dan Uang Rp 90 Ribu Amblas

SIGIT HARIYADI/RaBa

KETIBAN SIAL: Nawawi saat melapor ke ruang SPK Polres Situbondo kemarin (6/6).

(07-12/06)

(04-2306)

> BWI: DIJUAL Suzuki Baleno tahun 2000, kondisi baik. Siap pakai. Plat P. Harga 75 juta nett. Hub. 0811352755

> BWI: DIJUAL Opel Blazer Tahun 1996, Silver, Siap Pakai. Pajak Panjang. Harga nego. Hub: 081336504436

(25-30/05)

(28/05-06/06)

> BWI: DJL Rmh Jl Kertanegara/Baluk Bgn 76M2 Tanah 200M2 Belakang Bs Ditingkat. Langsung Bs Ditempati Hrg Nego TP. Hubungi 081-803-587-755

> BWI: DIJUAL Tanah SHM & Bangunan Di Jl Raya Sumber Beras No 307 Muncar. Luas 670M2 Harga Nego Hub: 081934848787

SITUBONDO - Nahas menimpa Nawawi, 31, warga Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek itu mengaku dihipnotis orang tidak dikenal. Pelaku membawa kabur sepeda motor yang sehari-hari dia gunakan sebagai media peraup rupiah. Peristiwa itu terjadi saat Nawawi mangkal di simpang tiga Desa Klatakan, Kecamatan Kendit. Awalnya, dia didatangi seorang penumpang yang meminta diantar ke wilayah Kecamatan Besuki. Mengingat lokasi tujuan cukup jauh, penumpang itu menjanjikan imbalan sebesar Rp 50 ribu. Di tengah perjalanan, penumpang yang mengaku beralamat di Kabupaten Sampang itu meminta nomor HP Nawawi dengan alasan untuk menghubunginya lagi jika sewaktu-waktu kembali berkunjung ke Situbondo. Tanpa rasa curiga, Nawawi pun memberikan nomor HP-nya kepada penumpang tersebut. Setelah mengantar penumpang ke tempat tujuan, Nawawi segera kembali ke tempat mangkalnya. Sekitar dua jam kemudian, dia pamit pulang kepada teman-temannya sesama tukang ojek. Sebelum Nawawi sampai di rumahnya, dia dihubungi pelaku dan meminta menjemputnya di sebuah warung yang berlokasi tak jauh dari tempat mangkalnya. Seketika Nawawi bergegas kembali untuk menemui pelanggan barunya itu. Anehnya, lagi-lagi pelaku memintanya mengantar ke Besuki. Sebelum berangkat, pelaku sempat membelikan Nawawi secangkir kopi. Usai menyeruput kopi, korban pun mengantarkan

penumpangnya itu ke tempat tujuan. Saat itulah, kemungkinan Nawawi dihipnotis pelaku. Dia baru sadar sekitar sepuluh jam kemudian. Ketika siuman, Nawawi sempat bingung. Sebab, tempatnya berada terasa sangat asing. Belakangan diketahui, Nawawi dibuang pelaku di Kabupaten Sampang, Madura. Sementara itu, sepeda motor bernopol P 5914 EN miliknya telah raib dibawa kabur pelaku. Singkat kata, setelah kembali ke Situbondo, kemarin (6/6), Nawawi segera mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Situbondo untuk melaporkan kejadian yang menimpanya. Di hadapan petugas, Nawawi baru mengetahui bahwa dia dibuang di Sampang setelah diberi tahu oleh seorang pedagang bakso. Tidak hanya itu, Nawawi juga mengaku sempat dingajikan beberapa orang di Pulau Garam karena tak kunjung sadar. “Pelaku membawa sepeda motor dan uang tunai sebesar Rp 90 ribu milik saya. Untung saja ada orang yang berbaik hati dan memberi saya ongkos pulang ke Situbondo,” ujar Nawawi kepada petugas. Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Sunarto membenarkan pihaknya menerima laporan dari seseorang yang mengaku menjadi korban hipnotis itu. “Kami segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut,” tegasnya. Menurut Sunarto, kasus pencurian dengan modus menghipnotis korban merupakan modus barudiwilayahSitubondo.(sgt/aif)

Pemimpin Redaksi: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Agus Baihaqi, Abdul Aziz, Niklaas Andries, (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Mohammad Isnaeni Wardan Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: RodyaYuliani. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/ Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Merak nomor 92 Situbondo, Telp : (0338) 677058. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 18.000/mmk, berwarna depan Rp 30.000/mmk, berwarna belakang Rp 27.500/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 30.000/baris, Lowongan: Rp 45.000/baris, Sosial: Rp 12.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


3

Selasa 7 Juni 2011

Bocor Karena Oknum Aparat Perhutani dan perangkat lain lebih memanfaatkan personel dari luar daerah penambangan liar. “Jangan melibatkan petugas lokal. Kalau perlu, petugas dari luar Banyuwangi secara PESANGGARAN - Bocornya diam-diam melakukan operasi operasi penambangan liar oleh sehingga kemungkinan bocor gabungan Polisi Hutan (Polhut) kecil,” sarannya. Sementara itu, Komandan Perhutani Banyuwangi Selatan dan kepolisian mengundang kri- Regu (Danru) Polhut Perhutani Banyuwangi Setik tajam lembaga latan, Sugito, yang swadaya masyarabiasa memimpin kat (LSM). jalannya operasi Ketua LSM Kontidak menampik sorsium Demokraadanya dugaan oksi Banyuwangi num petugas ter(Kodeba) Supartentu yang memmin menuding ada bocorkan rencana oknum aparat yang operasi tersebut. bermain. Sebab, semua inMenurut aktivis formasi tentang y a n g a k ra b d i rencana operasi panggil Parmin itu, tidak pernah dissering bocornya DOK/RaBa ampaikan kepada operasi gabungan Suparmin pihak luar. “Analisis tersebut diduga kuat karena ada oknum aparat saya setelah beberapa kali melakutertentu yang sengaja membo- kan operasi, sepertinya memang corkannya. “Sebab, diduga kuat ada oknum tertentu yang memada kongkalikong oknum aparat bocorkan. Hanya saya tidak bisa tertentu dengan penambang menyebut si A atau si B,” bebernya liar,” bebernya kepada RaBa kepada koran ini kemarin. Sugito mengakui, memang sulit kemarin (6/6). Parmin menegaskan, selama menghindari bocornya inforini sudah menjadi rahasia umum masi operasi tersebut. Apalagi, bahwa ada oknum aparat terten- sebelum melakukan operasi, dia tu yang diduga kuat melakukan harus selalu melakukan koordibagi hasil dengan para penam- nasi dengan mandor lokal dan bang liar. Tak pelak, setiap kali aparat terkait, seperti kepolisian, ada operasi selalu bocor ke TNI AL dan AD. Sehingga saat telinga para penambang liar. “Bo- koordinasi dilakukan, diduga ada cornya karena ada kongkalikong oknum aparat yang sengaja membocorkannya ke para penambang tadi,” tukasnya. Untuk itu, agar operasi tidak liar di atas gunung n  Baca Bocor...Hal 7 bocor, Parmin berharap pihak

Tudingan Kodeba Terkait Operasi Tambang Emas ABDUL AZIZ/RaBa

MELINTANG: Truk terguling setelah menghantam pagar jembatan di tingkungan Glen Faloch, Glenmore kemarin pagi (6/6).

Sopir Ngantuk, Truk Terguling GLENMORE - Truk bernomor polisi (bernopol) N 8356 UZ terguling di tikungan Glen Faloch, Kecamatan Glenmore, kemarin pagi (6/6). Sebelum terguling melintang di badan jalan, truk itu sempat menghantam jembatan. Diduga, pemicunya adalah sang sopir, yaitu Kasiono, warga Jalan Wijaya Kusuma, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang. Meski tidak sampai menyebabkan korban jiwa, tapi akibat kecelakaan tersebut bagian depan truk warna kuning itu ringsek. Dua lampu di bagian depan juga pecah. Diperoleh keterangan, kecelakaan itu bermula ketika truk tanpa muatan tersebut melaju dari arah timur. Ketika sampai di tempat kejadian perkara (TKP) yang jalannya menikung, mendadak truk

oleng ke kiri jalan. Hingga akhirnya, karena terlalu ke kiri, truk itu menghantam pagar besi jembatan. Saking kerasnya benturan, truk terguling dengan posisi bagian depan melintang di badan jalan. Sementara itu, bak truk hampir terperosok ke sungai. Beruntung, saat kejadian, kondisi jalan sedang sepi. Selain tidak menelan korban jiwa, kecelakaan itu juga tidak membuat arus lalu-lintas macet. “Sesaat setelah kejadian, truk berhasil dipinggirkan,” kata Kanitlantas Genteng Aiptu Dwi Edi Sujarwo kemarin pagi. Dwi mengaku, pihaknya langsung meminta keterangan sopir dan beberapa saksi. Hasilnya, diduga kuat Kasiono kelelahan dan mengantuk. “Jadi kecelakaan tunggal dan tidak ada korban,” tandasnya. (azi/irw)

ALI NURFATONI/RaBa

Rem Blong, Grandong Terjungkal KALIBARU-Sebuah kendaraan rakitan atau grandong terjungkal di parit depan Kantor Kepala Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, kemarin (6/6). Diduga remnya blong. Beruntung, tidak korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Misnanto, pengemudi grandong bersama seorang temannya selamat. Namun, mereka merasakan sakit ringan pada kedua tangannya. Diperoleh keterangan, peristiwa itu bermula ketika pengemudi grandong bermaksud melintasi rel kereta api. Saat itu, perlintasan sedang sepi. Kereta api juga belum waktunya lewat, sehingga Misnanto melaju santai. Namun tanpa diduga sebelumnya oleh Misnanto, mendadak rem blong, sehingga terjadilah kecelakaan itu. “Sebetulnya grandong ini akan dibawa ke tukang servis,” ung-

ABDUL AZIZ/RaBa

REM BLONG: Grandong milik Misnanto saat akan dievakuasi dari lokasi kecelakaan kemarin (6/6).

kap Misnanto, kemarin. Sesaat kemudian, kendaraan rakitan itu berhasil

dievakuasi. Lalu dibawa ke tukang servis dengan cara didorong. (azi/irw)

Cuaca Panas, Tak Mau Surut

Butuh Bak Pembuangan Sampah

MESKI cuaca panas, air tetap menggenangi lubang di perempatan lampu merah Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, kemarin. Genang air di sudut jalan itu kadang membuat pengguna jalan mengalami kesulitan saat melintas dari arah selatan. Kapan diperbaiki? (ton/irw)

LOKASI tempat pembuangan sampah akhir di Pasar Muncar masih belum ada. Itu terlihat di sejumlah titik pasar Dusun Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, kemarin siang (6/6). Tak ayal, tampak jelas pemandangan para pemulung sedang mengambil sampah di pasar tersebut. Bagaimana ini? (ton/irw) ALI NURFATONI/RaBa


4

PENDIDIKAN

Selasa 7 Juni 2011

Optimalkan Program PLS YAPIP FOR RaBa

SAMBUTAN: Pembina YAPIP., Drs. KH. Syaifudin Zuhri, saat memberi kata sambutan.

YAPIP Bustanul Makmur Lepas 600 Siswa GENTENG - Mengakhiri tahun pelajaran 2010-2011, Yayasan Pendidikan Islam Pesantren (YAPIP) Bustanul Makmur Genteng menggelar silaturrahmi dengan para siswa kelas akhir di sekolah di bawah naungan yayasan tersebut. Ke giatan dalam rangka pelepasan dan penyerahan siswa kelas akhir bersama 600 siswa dan wali murid dari semua unit di bawahnya itu meliputi PAUD, TK Khadijah 36, MI/SDI Kebunrejo, SMP Bustanul Makmur (Rintisan Sekolah bertaraf Internasional), MTs Kebunrejo, SMP Maarif dan Madrasah Aliyah Kebunrejo Genteng. Acara yang digelar di STAI Ibrahimy itu menandai tuntasnya tugas unit

dalam mengantarkan peserta didik dalam menempuh studinya. Pembina Yayasan Drs KH Saifuddin Zuhri Djnuaidi dalam sambutannya mengatakan, pendidikan tidak semata untuk menjadikan anak pandai, masuk sekolah-sekolah negeri atau sekolah yang difavoritkan. ‘’Tapi, harus mempertimbangkan pendidikan karakter. Karena anak sesungguhnya adalah aset berharga bagi orang tua dunia dan akhirat,”ujarnya Sedangkan Drs H Moh Hasyim MM, selaku wali siswa yang juga Ketua STAI Ibrahimy Genteng berharap setiap unit sekolah di bawah naungan YPIP Bustanul Makmur bersama-sama berupaya meningkatkan layanan pendidikannya

dengan tidak menghilangkan unsur-unsur pesantren. ‘’Dua hal ini harus saling bersinergi. Sehingga bukan hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara intelektual. Namun juga cerdas spiritual dan emosionalnya,” tandasnya. (azi/adv)

BANYUWANGI - Dinas Pendidikan Banyuwangi melalui Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olahraga Drs Achmad Khoirullah mengoptimalkan program kerjanya pada masyarakat Banyuwangi. Program Pendidikan Luar Sekolah (PLS) terbagi menjadi 6 program. Di antaranya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang terbagi menjadi formal dan non formal, Kesetaraan yang meliputi kejar paket A, B dan C, Keaksaraan yaitu penuntasan buta aksara, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Kursus yang terbagi menjadi Kewira Usaha Desa dan Kewira Usaha Kota, serta Pemberdayaan Pengurus Pengutamaan Gender. ’’Semua program ini telah dilaksanakan dan bermanfaat untuk masyarakat,’’ kata Drs Achmad Khoirullah, Kabid PLS Pemuda dan Olahraga Dispendikpora Banyuwangi. Khorullah menambahkan, Pendidikan Luar Sekolah mewajibkan seluruh

IWAN/RaBa

Achmad Khoirullah

masyarakat Banyuwangi paling rendah memiliki ijazah SMA. Penjaringannya bisa melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Di Banyuwangi, saat ini sudah berdiri 64 PKBM. ’’Warga bisa mengikuti program kejar paket A, B dan C sekaligus

dibekali dengan keterampilan,’’ jelasnya. Program yang sangat dinanti masyarakat Banyuwangi. Yakni penuntasan buta aksara. Saat ini, di Banyuwangi ada sekitar 10 ribu orang masih buta aksara. Dengan dana bantuan dari provinsi dan pusat, PLS melalui PKBM berusaha mengurangi jumlah buta aksara tersebut, karena pada tahun 2012 di Banyuwangi siap bebas buta aksara. ’’Bagi yang telah bisa membaca mendapatkan ijazah SUKMA,’’ kata Khoirullah. Khorullah menjelaskan, ijazah SUKMA berarti Surat Keterangan Melek Aksara. Program PLS terus menindaklanjuti program SUKMA. Yakni dengan Taman Bacaan Masyarakat (TMB). Untuk itu, Khoirullah menghimbau kepada para camat agar di tiap kecamatan ada TBM. ’’Agar warga kejar paket A, B dan C serta pemegang ijazah SUKMA bisa menambah ilmunya di Taman Bacaan Masyarakat,’’ pungkasnya. (adv)


5

BALJEBOL

Selasa 7 Juni 2011

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

LUMAJANG

Pohon Perhutani Dirusak

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

RUGI BESAR: Pohon-pohon milik Perhutani di petak 14 RPH Paces tinggal menyisakan tonggak setelah dibabat orang tak dikenal.

JEMBER – Ratusan pohon milik Perhutani KPH Jember di Silo dibabat orang tak dikenal. Ratusan pohon yang dibabat itu terdiri dari jati, sengon, dan mahoni, yang terletak di petak 14 RPH Pace, Kecamatan Silo, Jember. Perusakan itu diperkirakan terjadi pada malam hari. Pohon-pohon jati yang dirusak rata-rata berusia tujuh sampai delapan tahun dengan diameter sekitar 15-17 cm. Lokasi kawasan yang dirusak sejatinya berdekatan dengan rumah Junaedi, ketua LMDH Pace. Jumlah pelaku pembabatan diperkirakan lebih dari 10 orang. Menurut Pak Su, pekerja tanaman kopi, mengaku bahwa pohon-pohon itu dibabat pada malam hari. “Ini sudah seminggu, Mas,” katanya kemarin. Tapi, dia tidak tahu jumlah pohon yang dibabat. Kapolsek Silo AKP M Zaenuri mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan kasus ini dari pihak Perhutani. Seorang yang diduga pelaku pembabatan sudah diamankan bersama tujuh batang kayu yang sudah berbentuk blandar. Pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terkait pembabatan tanaman milik Perhutani. “Termasuk, meminta keterangan saksi dari petugas Perhutani, yakni dari RPH Pace,” kata Zaenuri. (jum/har/jpnn)

Hakim Pengadilan Agama Dibacok JEMBER – KH Ahmad Tabroni, hakim Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Jember kemarin (6/6) harus dilarikan ke RSD dr Soebandi Jember. Pengasuh Ponpes Abul Abbas, Dusun Curahsuko, Desa Kaliwining, Rambipuji, itu menderita luka bacok di bahu kirinya. Kini Tabroni mendapatkan perawatan intensif dari tim medis RSD dr Soebandi Jember. Penganiayaan berat itu dilakukan tersangka Mustofa yang tak lain masih keponakan korban. Diduga kuat, aksi pembacokan itu terkait dengan sengketa tanah TK dan MI yang dikelola Tabroni. Kini Mustofa diamankan di Mapolsek Rambipuji untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mahmud, tetangga korban yang menjenguk di RSD dr Soebandi, mengaku tidak tahu persis penyebab terjadinya pembacokan. Tetapi, dia menjelaskan, kedua keluarga sudah cukup lama berseteru. Itu terkait dengan seng-

keta lahan yang diatasnya berdiri TK dan MI yang kini dikelola oleh Yayasan Abul Abbas yang diasuh oleh korban. ”Saya belum tahu persis. Saya juga tidak tahu kejadiannya. Setahu kedua keluarga bersengketa soal tanah berikut bangunannya,” kata Mahmud. Lahan dan bangunan diatasnya itu, menurut dia, adalah peninggalan orang tua Annisatus Syadiyah, istri korban. Nah, pengelolaan tanah dan bangunan tersebut menjadi sengketa diantara para pewarisnya. Salah satunya, antara keluarga korban dengan orang tua tersangka. Mahmud menyatakan, rumah korban dengan pelaku sebenarnya hanya berjarak sekitar 100 meter. Meski dekat, kedua keluarga sudah lama tidak akur. ”Sepertinya sudah lama tidak baikan,” ungkapnya. Imam Solmet, rekan korban yang juga menjenguk ke RSD dr Soebandi menuturkan, pembacokan itu terkiat dengan status lahan. ”Ada pihak keluarga yang

minta diwakafkan. Sebagian minta dihibahkan,” kata pria yang tinggal di Desa Klompangan, Ajung, ini. Dia mengaku tahu soal sengketa warisan itu dari beberapa sumber yang dikenalnya di lingkungan keluarga korban. ”Yang saya tahu, seandainya semua sepakat diwakafkan, maka tidak ada masalah,” katanya. Sementara itu, menurut sumber terpercaya koran ini yang berada di RSD dr Soebandi korban, saat itu korban hendak berangkat kerja. ”Korban memang sempat melihat murid-murid yang sedang bersih-bersih. Setelah itu korban membuka pintu mobil. Saat membuka pintu mobil itu dibacok pelaku dengan celurit,” ungkapnya. Sumber yang enggan disebutkan namanya di koran itu menjelaskan, tersangka tiga kali berusaha menebas korban. ”Memang tiga kali tebasan, tetapi hanya yang terakhir mengenai

bahu kiri,” katanya. Kejadian itu, lanjut dia, terjadi di pekarangan korban. Peristiwa itu juga sempat disaksikan banyak santri. Sehingga, sebelum aksi berlanjut, beberapa santri yang melihat kejadian itu langsung berusaha mengamankan tersangka. Akibat tebasan senjata tajam itu, korban menderita luka tusukan sedalam sekitar 2 cm dan lebar 2 cm. Setelah mendapatkan perawatan di IGD RSD dr Soebandi. Kapolsek Rambipuji AKP Nurhadi membenarkan kasus penganiayaan yang dilakukan tersangka terhadap salah seorang hakim PA Jember itu dipicu masalah internal keluarga terkait tanah waris. ”Sejumlah saksi dan tersangka sendiri hari ini (kemarin, Red) sudah dimintai keterangan,” katanya. Mustofa bakal dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. (aro/har/jpnn)

ADVERTORIAL

SYAMSURI

HUT KE-77 : Yusron Wahid melantik pengurus GP Ansor Situbondo 2011 – 2014, malam kemarin.

Ansor Situbondo Dilantik SITUBONDO – Kepengurusan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Situbondo periode 2010-2014 resmi dilantik malam kemarin (5/6). Pelantikan yang ditempatkan di halaman Masjid Nurul Anshor tersebut dilakukan Ketua Umum GP Ansor Yusron Wahid. Acara pelantikan sekaligus sebagai malam puncak peringatan hari lahir GP Ansor ke-77. “Sebelumnya kita sudah menggelar sejumlah kegiatan. Yaitu lomba bola voli putra dan putri, serta lomba hadrah,” terang Ketua GP Ansor Situbondo Badrus Shaleh. Sementara itu, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto mengungkapkan, kepengurusan GP Ansor kali ini sebagai bentuk perwujudan tanda-tanda Situbondo akan ada kemajuan aspek penanganan kemiskinan dan pengangguran. Sehingga Situbondo akan keluar dari predikat kabupaten/ kota tertinggal. Bupati berharap, pengurus GP Ansor yang baru dilantik bisa ikut mencari solusi dan mendukung program program riil untuk masyarakat. “Nantinya bisa memiliki persepsi yang sama memberantas kemiskinan dengan mempercepat pertumbuhan ekonomi diiringi percepatan pembangunan infrastruktur,” imbuhnya. Percepatan ekonomi di Situbondo tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Itu harus diimbangi dengan mencari program-program di pusat maupun provinsi. “Teman-teman GP Ansor mempunyai perbedaan latar belakang sosial mencolok dengan berbagai macam warna. Tapi persamaan persepsi dan rasa kebersamaannya luar biasa,” terang bupati. Sementara itu, Ketua Umum GP Ansor Yusron Wahid mengatakan, lembaga yang dipimpinnya akan menjadi organisasi yang barokah. Sebab, usianya sudah mencapai 77 tahun dan terus eksis. Itu, merupakan salah satu bukti GP Ansor bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Dia berharap agar GP Ansor Situbondo tidak meminta-minta sumbangan tanpa ada kegiatan yang jelas. Apalagi tema harlah kali ini ‘Memperkokoh Kebinekaan dan Membebaskan Kemiskinan’. “Makanya, GP Ansor harus tampil terdepan,” ujarnya. Kata dia, tidak ada alasan bagi GP Ansor untuk tidak ikut memperkokoh NKRI. “NU dan GP Ansor bukan kos di Indonesia. Tapi, pemegang saham dalam NKRI tercinta ini. Yang namanya pemegang saham tentu juga harus dilibatkan dalam mengambil keputusan. Tidak boleh ditinggal,” tandasnya. Acara pelantikan pengurus GP Ansor malam kemarin dihadiri kalangan habaib, alim ulama, Wakil Bupati Rachmad, Sekretaris Daerah Hadi Wijono, sejumlah Kepala SKPD, serta jajaran camat dan tokoh masyarakat. (pri/adv)

ADVERTORIAL

PUNCAK ACARA: Bupati bersama muspida memukul kentongan tanda peringatan HKG di Desa Taman Sari Kecamatan Licin kemarin.

BANYUWANGI •MENDUT REGENCY•

•TANAH L 425M2•

•GROSIR•

DIJUAL TANAH luas 425 m2, bentuk bagus (nganthong), SHM, lokasi Karangrejo Banyuwangi, Harga 100jt Nego, Hub 081 755 1017, 081 35358 1017. BU Cpt!!!

GROSIR Bj Baby merk Tokosen, Sprei Katun, Sprei Sandy, bs krm.Djl 7 meja + 20 Krs Ex.Café Rp.4,5 Jt (ng).DikntrknToko Jl.Pemuda Uk. 12x18 m TP cck u Showroom /Kntr . Jual Jazz 2005 silver IDSI body Fit trm Psnn coklat StikKrkterhub.081336761176/0817857653545.

•MENDUT REGENCY•

PKK Berikan Paket Bantuan BANYUWANGI – Puncak peringatan hari kesatuan gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-39 dan bulan bakti gotong royong masyarakat (BBRM) VIII diselenggarakan dengan meriah kemarin. Lapangan Desa Taman Sari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, mendapat kesempatan menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan yang digelar oleh PKK se-Banyuwangi tersebut. Kegiatan yang mendapat perhatian warga setempat dihadiri sejumlah pejabat penting daerah. Di antaranya Bupati

Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Ketua Tim Penggerak PKK Banyuwangi Ipuk Festiadani, Sekretaris Daerah Sukandi, dan beberapa pejabat muspida lainnya. Acara tersebut diisi berragam kegiatan. Antara lain pemberian bantuan kepada penjual sayur, tokoh penggerak PKK, dan pameran produk andalan UKM. Puncak HKG PKK ke-39 dan BBRM VIII ditandai pemukulan kentogan yang dilakukan bersama oleh Bupati Banyuwangi, ketua PKK muspida, berikut jajaran muspida lain-

nya. Kegiatan ini juga ditandai pelepasan benih ikan nila yang dilakukan di kolam wisata perkemahan Kalongan di Desa Taman Sari, Kecamatan Licin Di samping itu, momentum peringatan HKG PKK ke-39 dimanfaatkan tim penggerak PKK untuk melakukan aktivitas sosial lainnya. Salah satunya dengan pemberian paket makan ikan gratis kepada masyarakat. Selain itu sejumlah paket bantuan lainnya juga diberikan dalam acara seremoni tersebut. Dalam sambutannya, Ketua Tim Penggerak PKK Banyuwa-

ngi Ipuk Festiadani mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat. Semangat kebersamaan, kekeluargaan serta kegotongroyongan menjadi landasan dalam penguatan integritas sosial masyarakat. Lebih lanjut, Ipuk menegaskan, bahwa PKK bukan ormas maupun partai politik. Dalam kegiatannya, wadah ini tidak berafilliasi terhadap kekuatan politik manapun. “PKK murni untuk pengabdian dan kemajuan masyarakat,” katanya. (nic/adv)

•SUKOWIDI• DJL Cepat Rumah, SHM Lt 148,LB135,Jl Yos Sudarso 144 Sukowidi Bwi.Hrg Rp 250juta Nego. Hub Ihsan 081575072177

•JL KEPITING• DJLRmh & Tnh L 825M2, SHM. Baik Utk Toko & Bengkel. Jl Kepiting Dekat Jembatan Menghadap Ketimur Hub 087865173063

•TANAH KAPLING• DJL 2 Tnh Kapling Gandeng SHM, L. 10x40M2, Hrg NEGO. Dan1 Tnh Kapling.Lok Pinggir Jln L. 10x20 M2 Harga NEGO, SHM, Cck u/ Investasi, lok.JL.Sutawijaya (Dpn Prm Istana Brawijaya). TP. Hub; 0333-8930348.

•DS KAPURAN•

•RUMAH - WARNET•

•PROMO DAIHATSU•

DIJUALRumah Bangunan Plus Warnet 30Unit Komputer Lok Jl Agus Salim No 9A Bwi “ Jessy Internet” Lt 10x30 Lb 10x20, 1Kt, 2Km, Strategis Tiga Kota Samping Kampus Untag Bwi. Hrg 221 Jt Nego Hub: 08563834220/0333-7769914

•RUMAH CANTIK• DIJUALRumah Cantik beserta isinya Lt. 112 Lb. 84 2 kt Perum Persada blok A3 Karangrejo Banyuwangi. Hub. Andi 082113000070

•PERUM PERMATA GIRI• DIJUAL Rumah Siap Huni Di Perum Permata Giri Blok BC No. 05 Bwi Full Bangunan Hrg 65 Jt Ng Hub. 082143597979

BANYUWANGI •TOUR & TRAVEL• PT. MAS WANGI, rute LMJG-JMBR-BWIDPS & Paket.Nymn, AC. Dpn SPBU Mangir. Ph: 0333 7700661 www.baliratugroup.com

•RESTORAN TEPI PANTAI• DIKONTRAKKAN Restoran tepi pantai lok di Ds Ketapang Bwi. L 300m2 kaps 15 meja. Hub 08179678080

•RUMAH KHITAN•

BANYUWANGI

•PERUM GRAHA CAMAR•

LEPAS IKAN NILA: Anggota dan pengurus PKK serta muspida melepas bibit ikan nila kemarin.

•TANAH L 600M2 • DJL Tanah Cepat Jl Raya Kembiritan Genteng Seluas 600M2 (SHM) 250Jt 082143223366

DIJUALRumah Luas Tanah 400M2, Luas Bangunan 160M2. Alamat Jl Raya Situbondo Gang Tomang Ds Kapuran Hub: Hp 081390751953

DIJUAL Rmh SHM Murah Perum Graha Camar Lt. 95 M2 2 Kt Jl. Barong No. 22 Bwi Hub. 088803674141

REWARD: Ketua PKK Ipuk Festiadani memberikan penghargaan ke sejumlah relawan termasuk mantan ketua penggerak PKK Erna Samsul Hadi.

SITUBONDO

DIJUAL Rumah di Mendut Regency Blok L 25 Letak Pojok Jl. Kembar harga nego Hub. 081331335868/7758898

DJL Rumah Bekas Berkualitas Di Perumahan Mendut Regency Banyuwangi. Hub 081-934876969 FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

BANYUWANGI

MILIKIXenia VVT-i UM10Jt, Terios UM 17Jt, Gran Max UM 7Jt, Luxio Disc 15Jt. Sirion Bng 0%. Bs Kredit 5Th + Hadiah Menarik. Hub Sgr HADI 0333.7728.456/ 0815.5970.5555/081.233.432.555

•PRIMA MOBIL• CRV’09, Avanza 05,07, Xenia 05,07, Kjg Lgx 97,02, Inova 05 (Solar Bensin) Panther 99,00,03 Taruna 02,04, Adventura 97, Pu Zebra 05,06 PU T120SS 09, PU L300 09, PU Futura 09. Cash/Kredit DP 10% Bunga Murah Hub: 0811301676/0333-411655

H. BAMBANG S. Ahli Sunat Laser utk Sgl umur dr Bayi hg Dws,D/a: Complek ruko Jl. Kepiting 5 A sobo Bwi Telp. 0333-422950.

•TERIMA KOST PUTRI• LOKASI Jl Brawijaya Gang Garuda No 38 Banyuwangi. Belakang dr. Didit Specialis Jantung. Hubungi 085691143558

•PERTOKOAN• DIJUAL Pertokoan 2 Stand Di Yos Cafe, SHM, Pinggir Jl Raya Yosomulyo, Jajag. Hub: 082132761858

•KARAOKE• JUAL Karaoke Hyundai Bs 5000 Lagu Bs dtmbh lagu baru, Speaker PSB Amerika, Suara berkelas.0333-7722222

•PRIMA MOBIL•

•TOUR & TRAVEL•

R-STOCK(NewCar) T-Avanza, Inova, Yaris Daihatsu Xenia, Terios,Luxio,Honda(All New) Jazz, Crv Freed, Mits PU L300, PUT120ss, Suzuki APV Arena, APVLuxury, Swift, Nissan G-Livina, March. Cash/Kredit Hadiah Lgs Tv/ Lemari Es Hub: 085258665239/0333411655

PT ROSANA paket murah start Juanda, Thailand (BKK+PTTY) 4H/3M Rp 4,5 jt. Jkt 3H/2M Rp 3 jt. Hub081357098501(Berto)

•DIJUAL SEGERA• L 300 Stesen Adiputro, Abu-abu Metalik, Original Th 2000, Kondisi Baik. Harga 70Jt Nego. Hub: 081934884336

BANYUWANGI •KURSUSAN• KURSUS Desain Grafis & Percetakan, Corel Draw, Offsit, Sablon Segala Media. Call 082 143.22.33.66 (845582)

BANYUWANGI •STNK - BPKB•

SEMARAK: Peringatan HKG mendapat perhatian dan masyarakat Desa Taman Sari, Licin. BANTUAN: Bupati Anas memberikan bantuan bagi rumah tangga miskin.

HLG STNK Nopol P 5746 DM an Suliman Dawuhan Botolinggo Bondowosi HLGSTNK Nopol P 3148 VJ an Dimas Christian Jajang Penatu 10 Rt 02/01 Kmpg Mlayu HLG STNK Nopol P 5606 YK an Krisna Setiawan Rt 02/005 Tamanagung Cluring HLG STNK Nopol P 2751 VM an Siti Juwariyah Jl Dr Soetomo Gg Jaya Rt 03/03 HlG STNK Nopol P 6758 WG an: Edi BudiyonoDsn Gng Sari RT/Rw. 03/02 Bwi HlG STNK Nopol P 5744 TZ an Sudarmi Curahtangi Rt 02/01 Setail Genteng

BANYUWANGI •BUTUH SEGERA• DIBUTUHKAN Sekretaris & Mechanical U/ Comissionong Mitsui Paiton Kirim CV buminataindah@yahoo.co.id

•CHECHER & ADMIN• DCR Checker Gudang Wanita berpglmn Min SMU dan ADMIN Penjualan berpglmn bs komputer. Kirim lmrn ke Jl.Yos Suadrso No 40 Bwi. (Gudang Semen 3 Roda Indocement)

BANYUWANGI •KONTRAK/SEWA• DIKONTRAKKAN/Disewakan Rumah Ruko , di Jl. Letjen Sutoyo No. 42 Tukang Kayu Hub. 08123487638


6

Selasa 7 Juni 2011

Okupansi Mahkota Plengkung Melonjak

PERUMAHAN

Subsidi UM Rp 5 Juta BANYUWANGI - Hunian keluarga di Perumahan Sobo Kartika semakin diminati masyarakat. Tempat tinggal yang hanya tiga menit dari pusat keramaian dan mall Ramayana itu kini menyisakan tidak kurang dari 20 unit. Owner Sobo Kartika, Aswandi C. Pamuntjak mengatakan, Sobo Kartika merupakan salah satu alternatif hunian bagi sebuah keluarga. Hunian itu menawarkan suasana tenang dengan hawa sejuk. Salah satu keuntungan memiliki rumah di situ adalah fasilitas umum yang tidak jauh dari lokasi hunian. Karena sangat dekat dengan gedung sekolah, pusat perbelanjaan, ruko, pos polisi, dan tentu jalan raya. “Ini sebuah kelebihan yang dimiliki Sobo Kartika,” ungkap Ketua Real Estate Indonesia Banyuwangi itu. Pamuntjak menjelaskan, posisi perumahan Sobo Kartika yang dekat dengan fasilitas umum itu juga ditunjang dengan kemudahan untuk memilikinya. Ada dua tipe yang ditawarkan. “Yaitu tipe 36 dan 45 dengan desain minimalis,” sebutnya. Namun, pengembang juga memberikan tipe khusus, lanjut dia, jika ada yang menginginkan tampil beda. Tipe 70 dan 90 siap dibangun jika ada pemesan. “Ada pemesan, langsung dibangun,” jaminnya. Untuk tipe 36, pihaknya memberikan subsidi uang muka (UM) untuk pegawai negeri sipil. Subsidi juga diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Nilai subsidi hingga Rp 5 juta. Angsurannya selama 15 tahun. “Kami menjalin kerjasama dengan BTN Syariah,” jelasnya. (ikl/*/irw)

ISTIMEWA

TIPE 36/84: Meski stok rumah di Sobo Kartika hampir habis, tapi masih ada kesempatan untuk memilikinya.

TOHA/RaBa

RAMAI: Rombongan tamasya menyantap hidangan di rumah makan Mahkota Plengkung, Banyuwangi.

KALIPURO - Musim liburan panjang beberapa hari lalu berpengaruh signifikan terhadap jumlah pengunjung rumah makan Mahkota Plengkung di Kelurahan Klatak, Kalipuro. Jika hari biasa, jumlah pengunjung berkisar 150 orang, maka pada musim liburan bisa mencapai 300 orang. Pemiliknya Hapidi mengakui saat hari libur lalu jumlah pengunjung meningkat dratis. Pengunjung yang datang adalah mereka yang akan berlibur atau sekadar transit menuju Pulau Bali atau daerah lain. Setiap hari bus dari Pulau Dewata yang mengangkut rombongan tamasya tidak kurang dari lima bus yang mampir. Itu belum termasuk rombongan dari Jogjakarta, Surabaya, dan daerah lain yang menuju Bali. “Okupansi (tingkat kunjungan, Red) ke rumah makan Mahkota Plengkung naik 100 persen. Musim liburan menjadi faktor kenaikan,” ungkap Hapidi. Sementara itu, tingkat hunian hotel masih belum bisa diukur. Sebab, pembangunannya baru selesai. Tetapi, ada beberapa hunian kamar yang sudah terisi. “Kami optimistis tingkat hunian akan ramai,” tegas pengusaha muda itu. (ikl/*/irw)

Spacy Ramaikan Banyuwangi BANYUWANGI - Semester pertama tahun 2011, Honda kembali me-launching produk anyarnya. Kali ini, Spacy matik melengkapi pasar matik yang semakin ketat. Di Banyuwangi, launching digelar Sabtu (28/5) lalu di Mall MOST Jalan Sri Tanjung. Supervisor Promotion PT. Mitra Pinasthika Mustika (MPM) Jember Budi Santoso mengatakan, Honda Spacy Helm In bermain di kelas middle low (menengah ke bawah). Sepeda motor itu mempunyai kapasitas mesin 110 cc. Diharapkan

bisa laris di pasaran karena mengakomodasi kebutuhan ruang yang lebih lega, dengan harga yang terjangkau. “Motor ini mengincar segmen ibu rumah tangga dan pegawai kantoran,” terang Budi kemarin. Motor berkonsep usefull for daily life itu mengaplikasikan Helm In, sehingga mampu menampung barang bawaan saat beraktivitas sehari-hari. Fitur itu merupakan salah satu fitur andalan berupa bagasi berkapasitas 18 liter. Bagasi tersebut mampu menampung helm full face yang

tidak dimiliki motor sekelasnya. Dari segi konsumsi bahan bakar, rata-rata konsumsi satu liter dapat menempuh 41 kilometer. Daya tampung bensin sebanyak 5 liter (terbesar di kelasnya). Sehingga, memiliki daya jelajah sejauh 205 kilometer dalam satu kali isi bahan bakar. “Untuk urusan fitur, Honda mulai berinovasi dengan memberikan fitur auto headlight on, yaitu lampu secara otomatis menyala saat mesin dihidupkan (mengacu pada safety riding),” ungkap Budi. (ikl/*/irw)

PEMAIN BARU: Model iklan Bunga Citra Lestari dan Ashraf Sinclair gambarkan segmen rumah tangga.

ISTIMEWA

Mengintip Usaha Kerajinan di Kecamatan Kapongan, Situbondo

Benang Bekas Disulap Jadi Perhiasan Berestetika Tinggi Rika Purnamawati, 22, warga Dusun Gudang, Desa/ Kecamatan Kapongan, patut dijadikan teladan. Tangan kreatifnya mampu menyulap barang-barang bekas menjadi aneka perhiasan menarik yang banyak digemari wisatawan asing. SIGIT HARIYADI, Kapongan SEORANG wanita muda berkulit sawo matang tampak duduk seorang diri di dipan bambu yang terletak di teras rumah berdinding kayu dengan cat warna putih. Tangannya sibuk mengutak-atik seutas benang yang diikat di sebuah bidak kayu. Rika Purnamawati, begitu nama wanita itu. Ibu dua anak itu sedang sibuk membuat gelang dan kalung.

Barang-barang tersebut dipesan oleh sebuah art shop di Bali. “Iya, selain dipasarkan di pasar lokal, kerajinan hasil produksi saya memang saya setorkan ke Bali dan Jogjakarta,” ujarnya. Menurut Rika, keterampilannya membuat kerajinan gelang dan kalung itu dia peroleh dari kakaknya. Saat itu, Rika masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Awalnya, kakanya itu iseng-iseng membuat gelang dari bahan dasar benang bekas. “Barang hasil kreasi kakak saya kemudian dia jual sendiri di bibir Pantai Kuta, Bali. Tanpa diduga, peminatnya cukup banyak. Lalu, saya diajari membuat kerajinan serupa untuk membantu kakak saya,” katanya. Singkat kata, setelah menikah, istri Wawan Hardianto, 28, itu memutuskan ikut menggeluti bisnis kerajinan berbahan baku barang-barang bekas tersebut. Keputusan itu dia ambil mengingat setiap tahun prospek pasar

SIGIT HARIYADI/RaBa

TELATEN: Rika mengerjakan gelang pesanan dari art shop di Pulau Dewata, di halaman rumahnya.

berang kerajinan semakin besar. Agar konsumen tidak bosan, ibu dari bayi kembar bernama Adit dan

Adis yang saat ini baru berusia empat tahun itu membuat terobosan baru. Agar kalung dan gelang

produksinya tampak lebih menarik, dia menghias barang kejaninannya itu dengan biji-bijian, keramik, dan lain sebagainya. Hasilnya, memang cukup ampuh untuk mendongkrak pasar. Dalam sekali order, pesanan dari luar daerah bisa mencapai sepuluh ribu unit. “Sedangkan pesanan yang datang dari wilayah Situbondo biasanya hanya 500 unit. Biasanya pemesan lokal adalah mereka yang menggelar pesta pernikahan. Gelang dan kalung hasil kreasi saya dibagikan kepada tamu undangan sebagai souvenir,” papar Rika. Banyaknya pesanan itu tentu saja membuat Rika hampir kewalahan. Sebab, dalam sehari, wanita berperawakan kurus ini hanya mampu mengerjakan 200 sampai 300 unit gelang, atau 150 unit kalung. Untuk itu, setiap pesanan dalam jumlah besar datang, Rika membaginya kepada tujuh orang tetangganya.

“Bahan-bahannya kadang dari saya, kadang dari pemesan yang didrop kepada saya,” katanya. Rika menjelaskan, meskipun bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kerajinan tersebut adalah barang bekas, tetapi hasil produksinya memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Satu unit gelang dijual kepada pemesan seharga Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu. Sedangkan satu unit kalung bisa terjual seharga Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu. Tergantung tingkat kesulitan pengerjaannya dan jenis bahan baku yang digunakan. Tidak jauh berbeda dengan pelaku usaha mikro yang lain, keterbatasan modal adalah pemicu kesulitan yang dialami Ibu muda ini untuk mengembangkan usahanya. “Saya berharap ada pihak-pihak yang peduli. Sebab, saya bercita-cita membesarkan usaha saya agar dapat mempekerjakan tetangga-tetangga saya,” harapnya. (als)


Selasa 7 Juni 2011

7

BERITA UTAMA HALAMAN SAMBUNGAN

Izin Masih dalam Proses n WARGA... Sambungan dari Hal 1

“Rumah saya termasuk paling dekat, tapi tidak pernah diminta persetujuan,” katanya. Made mengaku tahu akan ada pembangunan tower saat dirinya jalan-jalan di sekitar lokasi. Dilihat, ada beberapa orang yang bekerja membuat lubang besar yang katanya akan dibuat untuk pembangunan tower. “Saya tidak setuju dengan pendirian tower ini,” tegasnya. Warga lain, Hj. Latifah, mengaku keberatan dengan pendirian tower tersebut. Dia me-

ngaku takut dampak radiasi yang akan ditimbulkan. Selain itu, dengan pendirian bangunan ini, tower itu dikhawatirkan bisa mengancam keselamatan warga bila ada petir. “Kami tidak pernah memberi persetujuan pendirian tower ini,” ungkapnya. Saat warga datang ke lokasi pembangunan, sejumlah pekerja sedang bekerja. Mereka terlihat tidak melanjutkan pekerjaannya saat melihat warga dan mahasiswa datang ke lokasi proyek. “Tolong jangan ganggu kami,” ujar salah satu pekerja dengan nada tinggi.

Salah satu anggota polisi berpakaian preman juga sempat menanyakan izin pendirian tower tersebut. “Pelaksana pekerjaan ini PT. Sinar Rajawali Perkasa, tapi dikerjakan PT. Elang Phaksi Utama,” jawab pekerja itu sambil pergi. Sementara itu, suasana lokasi pembangunan tower yang mulanya tenang mendadak memanas saat Sekretaris RT 02 Suratmadi datang. Didampingi perangkat kelurahan setempat, Busyairi, Sekretaris RT tersebut menyatakan bahwa pembangunan tower sudah mendapat persetujuan warga. “Warga

sudah setuju,” cetus Suratmadi yang diiyakan Busyairi. Pernyataan Suratmadi itu dibantah Latifah dan para mahasiswa yang datang ke lokasi pembangunan tower tersebut. “Saya tidak pernah diberi tahu Pak RT, dan saya tidak pernah dimintai persetujuan tentang pembangunan tower ini,” sebut Latifah dengan nada tinggi. Suratmadi yang mulanya ngotot pembangunan tower sudah mendapat persetujuan warga langsung terdiam saat warga dan mahasiswa minta bukti persetujuan itu. “Mana izin pembangunan towernya

Dikelola Swadaya Masyarakat ... n DEMAM... Sambungan dari Hal 1

Permainan ini memang terbilang memberikan tantangan tersendiri bagi yang melakukannya. Meluncur dari ketinggian dengan menggantung pada seutas tali tentu butuh kesiapan

mental yang cukup. Alhasil, permainan flying fox menjadi sajian utama operator pariwisata di Bumi Blambangan saat ini. Bahkan, bukan hanya tempat wisata yang dikelola secara profesional yang menyajikan permainan ini. Bumi perkemahan Kalongan di Desa Taman-

sari, Kecamatan Licin, yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat juga menyajikan permainan tersebut. Mereka menyediakan flying fox dengan ketinggian sekitar 30 meter dan panjang lintasan untuk meluncur sejauh 150 meter. Warga setempat juga menyediakan la-

han representatif untuk aktivitas kemah di alam terbuka. “Di sini fasilitas tersebut bisa dinikmati secara murah,” ujar H Syafik Udin, Administratur Perkebunan Lidjen, yang ikut mendukung upaya pengelolaan kawasan tersebut secara swadaya oleh warga setempat. (nic/bay)

Diduga Tak Setor ke Kas Negara ... n NOTARIS... Sambungan dari Hal 1

Usai diserahkan penyidik polres karena berkas perkaranya sudah lama P-21 alias sempurna, Haryo langsung dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Haryo berurusan dengan hukum karena diduga melakukan tindak pidana korupsi terhadap setoran pajak kliennya. Pelapornya adalah mantan karyawannya sendiri, Jamal Abdul Nasir, warga Gang Jalak, Jalan Letkol Istiqlah, Banyuwangi. Selama di kejari kemarin siang, Haryo didampingi dua pengacaranya, Misnadi dan Eko Sutrisno. Saat dikonfirmasi wartawan koran ini, pengacara Misnadi SH membenarkan bahwa Haryo langsung ditahan kejari usai penyerahan tersangka oleh polisi. Meski begitu, kliennya tak gentar dan siap menghadapi kasus hukum yang membelitnya. Sebab, Haryo merasa tidak pernah melakukan pelanggaran hukum seperti yang disangkakan kepadanya. “Pak Haryo tetap bergeming karena merasa tidak melakukan. Yang membayarkan pajak itu

Jamal, termasuk yang memegang bukti pembayaran,” beber Misnadi waktu itu. Misnadi mengakui, pihaknya menghormati kewenangan kejari. Yang pasti, ujar dia, prosedur pemeriksaan perkara notaris tidak sama dengan perkara orang biasa. Ada tahapan dan ketentuan khusus, misalnya ketika penuntutan. “Harus ada izin dari lembaga notaris,” tegas pengacara yang tinggal di Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, itu. Seperti diberitakan sebelumnya, Jamal melaporkan Haryo ke Polres Banyuwangi. Dalam laporannya disebutkan, pada 30 Juli 2009 telah terjadi transaksi jual-beli sebidang tanah hak milik seharga Rp 125 juta oleh Imam Bukani, warga Dusun Krajan, Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi. Pembelinya Ami Santoso dan Nancy Wijaya, warga Dusun Maduran, Desa Rogojampi, Kecamatan Rogojampi. Keduanya menghadap Notaris/PPAT (pejabat pembuat akta tanah) Haryo Wirasmo untuk membuat akta jual-beli. Sebelum akta jual-beli dibuat, Ami atas nama Imam telah membayar PPh final pera-

lihan hak atas tanah sebesar Rp 7,04 juta kepada Haryo. Penjual juga membayar bea perolehan hak atas tanah Rp 6 juta. Kedua setoran pajak itu telah dikirim melalui rekening Haryo di Bank Mandiri pada 10 Agustus 2009. Saat pembuatan akta jual-beli, Haryo sudah menyiapkan blangko surat setoran pajak (SPP) untuk pembayaran PPh final dan meminta Imam Bukani menandatangani kolom wajib pajak. Namun, dalam SPP itu belum ada tanggal penyetoran. Uang itu diduga tidak disetorkan ke kas negara melalui Bank Jatim selaku pemungut PPh final. Meski diduga belum dibayarkan, tapi pembeli sudah menerima SSP yang sudah di stempel Bank Jatim. Menurut Misnadi, pada 2 September 2009, Haryo telah menugaskan Jamal membayarkan pajak transaksi tersebut senilai Rp 7,04 juta secara tunai sebagai setoran pajak PPH final atas nama wajib pajak pada kantor pajak melalui Bank Jatim. “Tiga jam kemudian, Jamal datang membawa isian setoran PPh sebagai bukti bahwa pajak atas nama Imam Bukani telah terbayar dan diterima Bank Jatim,” beber Misnadi. (ton/bay)

Mengaku Pernah Belajar Lesehan ... n TIGA... Sambungan dari Hal 1

Selain itu, tiga saksi lain adalah pendiri dan pelaksana kepala sekolah SMP Sunan Giri, H. Ansori, Ketua LP Ma’arif Cabang Banyuwangi, HA Rodli, dan saksi ahli dari Dinas Pendidikan Pemuda, dan Olahraga (Dispendikpora) Banyuwangi, A. Khoirullah. Dalam keterangannya kepada majelis hakim yang dipimpin Ahmad Syatibi, Muhammadun, Ansori, dan A Rodli, cenderung memberatkan terdakwa. Sedang Khoirullah yang menjabat Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Pemuda dan Olahraga lebih banyak membeberkan sistem ujian dan ijazah untuk PLS. Muhammadun membantah telah mengeluarkan ijazah tersebut. “Saya tidak pernah tahu dan tidak mengenal Murwanto,” cetus Muhammadun sambil me-

noleh kepada Murwanto yang duduk di samping kanannya. Hanya saja, lanjut Muhammadun, beberapa bulan lalu Murwanto yang didampingi beberapa orang dua kali datang ke rumahnya. Dari dua kali datang itu, hanya sekali bertemu. Saat datang ke rumahnya itu, jelas dia, Murwanto minta dukungan sehubungan ijazah yang dipakai untuk mendaftar sebagai calon kepala desa (cakades) disoal warga. “Saya dikasih copy ijazahnya, lalu saya bilang ijazahnya tidak seperti itu,” katanya. Muhammadun mengaku tidak tahu asal ijazah Murwanto yang dikeluarkan pada 1980 itu. Sebab, jelas dia, pada 1980 dirinya masih menempuh pendidikan program strata satu (S1) di Jember. “Saya mulai masuk ke SMP Sunan Giri pada 1986,” ujarnya. Saksi lain, Ansori menyebut bahwa SMP Sunan Giri, Srono,

didirikannya bersama beberapa tokoh masyarakat pada tahun 1979. Sekolah itu kali pertama meluluskan siswa pada tahun 1982 sebanyak 16 orang. “Sebelum tahun 1982, SMP Sunan Giri tidak pernah mengeluarkan ijazah,” cetusnya. Keterangan Ansori yang mengaku kepala sekolah pertama di SMP tersebut seolah menyangkal keaslian ijazah Murwanto yang dikeluarkan pada 1980. “Sekolahnya dulu berpindah-pindah, belajar tidak pernah dengan cara lesehan,” ungkapnya. Saksi ketiga ketua LP Ma’arif Banyuwangi, A Rodli, mengaku tidak tahu register ijazah di ijazah milik Murwanto. “Saya tahu register ijazah yang dikeluarkan LP Ma’arif itu mulai tahun 2003. Kalau tahun-tahun sebelumnya saya tidak tahu,” sebutnya. Dalam keterangannya, Rodli menyampaikan bahwa ijazah

yang dikeluarkan LP Ma’arif memiliki ciri selalu ada tulisan Arab di bagian atas. Selain itu, ada juga tanggal, bulan, dan tahun Hijriah. “Mulai dulu, ijazah Ma’arif selalu ada dua ciri seperti itu,” bebernya. Saat diberi kesempatan menanggapi keterangan para saksi, Murwanto membantah kedatangannya ke Muhammadun itu untuk minta dukungan. Dirinya datang untuk minta tanggung jawab kepala sekolah yang telah mengeluarkan ijazahnya. “Saya datang bersama dua wartawan,” katanya. Murwanto juga keberatan dengan keterangan Ansori yang menyebut bahwa siswa SMP Sunan Giri tidak pernah belajar dengan cara lesehan. Saat belajar, dirinya mengaku pernah mengalami lesehan. “Pernah belajar di lantai, tapi ada mejanya,” dalih Ansori saat diminta menanggapi keberatan terdakwa. (abi/bay)

Terkendala Masalah Biaya Pengobatan ... n AWALNYA... Sambungan dari Hal 1

Berbagai upaya sudah dilakukan, tapi faktor ekonomi membuat upaya pengobatan tersebut jalan di tempat. Menurut Suroso, awalnya tidak ada yang aneh pada diri Dea. Sejak lahir, putrinya tampak seperti bayi pada umumnya. Ketika usia Dea menginjak satu bulan, terlihat ada luka gores di sekitar hidungnya. Saat itu, pasutri itu membawa anaknya berobat ke dokter di Desa Jajag, Keca-

matan Gambiran. ‘’Kata dokter waktu itu tidak berbahaya. Kata dokter juga tidak ada obatnya,’’ ujar Suroso. Setelah tiga kali melakukan pengecekan untuk melihat kesehatan anaknya, lagilagi dia harus menghela napas panjang. Sebab, harapan sembuh tidak kunjung datang. Berbagai upaya lain juga sudah dilakukannya. Pasutri itu juga pernah mencoba pengobatan alternatif untuk anaknya. Selama itu pula, ada orang yang menawarkan obat herbal senilai jutaan rupiah. Obat tersebut bermacam empat

untuk pemakaian dua bulan. Setelah habis, Suroso mengaku tidak mampu lagi membeli obat herbal tersebut. Padahal, menurutnya dengan obat herbal itu mulai ada peningkatan kesembuhan. ‘’Saya mau beli lagi pasti tidak mungkin. Dari mana dapat uang Rp 1,4 juta,’’ ujar Suroso. Kini pasutri itu hanya bisa berharap bantuan dari pihak-pihak yang mempunyai rezeki lebih untuk membantu pengobatan anaknya. ‘’Harus bagaimana, saya sudah tidak tahu lagi,’’ ujarnya. (bay)

kalau memang sudah ada? Mana bukti persetujuan dari warga,” ujar Latifah. Kepada wartawan koran ini,

Suratmadi mengatakan bahwa izin pembangunan tower sudah diurus. Kini izin tersebut masih berada di pemkab.

“Izinnya dalam proses. Di tingkat RT, kelurahan, dan kecamatan sudah selesai semua,” jelasnya. (abi/bay)

Sebar Pamflet ke Sanggar ... n GENCARKAN... Sambungan dari Hal 1

Bagi Persani, momentum ini sekaligus menjadi ajang pembinaan pesenam muda. Apalagi kejuaraan senam ini difokuskan kepada pesenam pemula. Tidak heran bila kejuaraan senam ini akan menja-

di magnet bagi pesenam muda dan pemula di Banyuwangi untuk unjuk kemampuan dalam kompetisi tersebut. Sementara itu, sosialisasi senam di wilayah Banyuwangi terus digalakkan, seperti tampak di Stadion Diponegoro Minggu pagi kemarin (5/6). Ratusan peserta yang bernaung di bawah

klub Perseba Banyuwangi mengikuti senam bersama. Tidak hanya anak-anak, kalangan orang tua yang merupakan wali murid juga turut serta dalam kegiatan ini. Agenda ini menjadi kalender baru Perseba dalam membangun komunikasi antara klub bersama wali murid. (nic/bay)

Provos Belum Terima Laporan n BOCOR... Sambungan dari Hal 3

“Mungkin oknumnya hanya satu atau dua orang, tapi kalau selalu bocor begini kita kan susah,” sesalnya. Bagaimana solusinya agar tidak bocor? Sugito mengaku sudah memakai beragam cara. Hanya saja, selama ini tetap belum membuahkan hasil. “Berbagai trik sudah kita coba, tapi memang selalu bocor. Meski begitu kita tidak akan menyerah akan terus kita coba lakukan operasi,” tekadnya. Seperti diberitakan kemarin, diduga bocor, operasi penambang liar yang dilakukan Polhut Perhutani Banyuwangi Selatan gagal mendapatkan penambang liar.

Begitu sampai di atas gunung, petugas hanya diberi tontonan pemukiman penambang yang sepi. Petugas hanya bisa mengamankan tiga mesin penyedot lumpur. Sementara itu, tudingan bahwa ada oknum polisi yang membekingi tambang liar ditanggapi Kanit Provos Polres Banyuwangi Iptu Abdul Jabar. Dia menegaskan bahwa kabar itu hanya isu semata. Dugaan ada oknum polisi yang membekingi tambang emas liar di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, masih sebatas desas-desus. Sebab, belum ada pihak yang melaporkan secara resmi kepada Provos. Apalagi, sempat diembuskan kabar bahwa oknum itu adalah salah

satu anggotanya. “Itu hanya desas-desus yang tidak benar . Sampai sekarang belum ada laporan masuk terkait masalah itu,” tegasnya saat dikonfirmasi RaBa beberapa hari lalu. Jabar menerangkan, pihaknya belum menerima laporan dari warga atas dugaan kasus pembekingan yang melibatkan oknum anak buahnya itu. “Sampai sekarang masih belum ada yang mengadukan,’’ tandasnya lagi. Dengan begitu, lanjut dia, pihaknya tetap mengedepankan hukum sesuai aturan yang ada. Kalau sudah ada yang melaporkan secara resmi, tentu pihaknya akan melakukan pemeriksaan oknum tersebut. “Kalau ada laporan, nanti akan kami tindak lanjuti,’’ janjinya. (azi/ton/irw)

Tindak Tegas yang Keluyuran n PNS ANYARAN... Sambungan dari Hal 8

Pasalnya, para PNS sudah menikmati libur panjang karena peringatan keagamaan dan cuti ber-

sama. “Alhamdulillah tidak kita jumpai keadaan yang terlalu memprihatinkan,” ungkap bupati. Dadang mengaku sudah menginstruksikan sejumlah kepala SKPD untuk menindak te-

gas PNS yang suka keluyuran dan tidak masuk kerja. “Bisa sanksi teguran lisan atau tertulis. Tergantung tingkat kesalahannya lha. BKD yang akan memantau,” terangnya. (pri/aif)

Sempat Ketakutan Jalankan Dana Hibah n BARANG... Sambungan dari Hal 8

“Dinkes diminta menyerahkan proposal ke oknum itu paling lambat 05 Juli 2010. Bahkan, oknum itu berani mengambil sendiri proposal pengadaan dana hibah alkes ke kantor Dinkes pada 1 Juli 2010,” ungkap sumber koran ini. Mantan Plh Kadiskes, dr. Ahmad Khusnul Ibtida’ membantah keras jika barang-barang alkes hasil pengadaan dana hibah 2010 sebagian besar tidak bisa digunakan karena berbagai permasalahan. “Sudah selesai dicek dengan seksama

oleh petugas BPK, tidak ada masalah. Kalau ada keluhan puskesmas tentu tidak akan lolos diperiksa BPK,” terangnya kepada RaBa. Menurut dia, semua keinginan puskesmas memang cenderung dipenuhi. Namun, itu tidak bisa dilakukan karena tidak semua puskesmas bisa menerima jenis alkes tertentu. Kata Khusnul, ada jenis alkes tertentu yang menjadi kebutuhan favorit puskesmas. “Namun, di sini sudah ada bidang yang menangani yang tahu terhadap kebutuhan masing-masing puskesmas,” terangnya. Mengenai adanya keterlibatan

oknum aparat penegak hukum ditanggapi dingin oleh Khusnul. “Aparat penegak hukum siapa? Nggak ada. Rekanan yang mengerjakan kegiatan ini adalah yang memenuhi persyaratan kompetensi sebagaimana diatur regulasi. Tak ada bekingbekingan,” pungkasnya. Diakui, Dinkes memang sempat ketakutan melaksanakan dana hibah untuk kegiatan alkes. Namun, tetap dilaksanakan karena menyangkut kepentingan dan pelayanan masyarakat luas pada 2011 ini. “Kalau tidak dilaksanakan, ya bisa nggak ada pekerjaan puskesmas pada 2011 ini,” tandasnya. (pri/aif)

AKIBAT SESAK NAFAS, ABDUL SEMPAT DI OPNAME “Sejak tahun 2004, saya menderita sesak nafas,” cerita Abdul Rohim saat ditemui di kediamannya di Jambewangi, Sempu, Banyuwangi, Jawa Timur. Karena penyakitnya itu, aktifitasnya sebagai seorang guru otomatis menjadi terganggu, “Kalau sedang kambuh, nafas terasa sesak, bahkan saya pernah sampai di opname.” Lanjut-Dur-panggilan akrabnya. Tak ingin aktifitasnya terus terganggu, ayah 3 orang anak ini selalu berusaha mengobati sakitnya itu, namun sekian lama berobat, keluhannya masih terus kambuh. Penyakit sesak nafas atau asma adalah salah satu penyakit yang sangat familiar dengan rakyat Indonesia. Pada saat asma, saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktifitas terhadap rangsangan tertentu, misalnya debu, asap atau bulu binatang yang menyebabkan peradangan. Hal ini akan sangat mengganggu penderita sebab sekarang sangat sulit menemukan udara yang betul-betul bersih. Tapi kini, ia merasa lega karena telah menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi keluhannya itu, “Sudah 1 tahun saya rutin minum Gentong Mas, baru minum 2 kotak manfaatnya sudah terasa, badan lebih segar, berstamina, hangat, enteng, vitalitas bertambah dan nafas jadi plong.” Tutur pria berusia 57 tahun tersebut. Dengan tubuh yang sehat, sekarang ia dapat menjadi aktifitasnya dengan lancar tanpa gangguan sesak nafas. Kini, ia ingin sekali membagi pengalamannya itu dengan orang lain, “Mudah-mudahan pengalaman saya ini dapat bermanfaat bagi orang lain.” Harapnya. Gentong Mas adalah minuman herbal dengan bahan utama Gula Aren dan Nigella Sativa

(Habbatussauda) yang terbukti memiliki banyak manfaat. Habbatussauda berperan sebagai anti histamin. Histamin adalah sebuah zat yang dilepaskan oleh jaringan tubuh yang memberikan reaksi alergi seperti pada asma bronchial. Habbatussauda dapat mengisolasi ditymoquinone, yang berdampak positif terhadap penderita asma bronchial. Selain itu, Habbatussauda mengandung 15 macam asam amino penyusun isi protein termasuk di dalamnya 9 asam amino esensial. Dengan demikian, mengkonsumsi Habbatussauda dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga penderita asma tidak mudah terkena serangan. Selain rasanya manis dan lezat, Gula Aren banyak mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Sementara sifat kimia dari Kayu Manis ialah hangat, pedas, wangi, dan sedikit manis sangat baik untuk mengatasi asma. Meski demikian, untuk mendapatkan hasil yang baik, dianjurkan untuk berolahraga terutama renang dan jangan terlalu lama berada dalam lingkungan yang banyak zat polutif (debu, tungau, asap rokok dan asap motor). Manfaat yang hebat bagi kesehatan dan rasa yang lezat membuat semakin banyak masyarakat mengkonsumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi: 085 234 398 441. Banyuwangi: 085 234 398 441. Situbondo : 082143391646 Depkes:P-IRT.812.3205.01.114


8

Jawa Pos-nya Kota Santri

Selasa 7 Juni 2011

KESEHATAN

Barang Alkes 2011 Dikomplain Puskesmas SITUBONDO - Pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo 2011 yang didapatkan dari dana hibah Provinsi Jawa Timur dikeluhkan sejumlah puskesmas yang menerimanya. Pasalnya, tidak sedikit barang yang tidak bisa dipakai karena sejumlah permasalahan. Ada sejumlah barang yang belum diinstal dan barang yang diterima puskesmas tidak sesuai kebutuhan dan permintaan. Mikropipet, misalnya, tidak bisa digunakan karena tidak sesuai pemintaan. “Hanya saja puskesmas tidak bisa berbuat banyak karena ketakutan mau ramai-ramai,” ungkap sumber koran ini yang meminta identitasnya dirahasikan kemarin. Selain itu, barang yang juga bermasalah adalah reagen (bahan yang menyebabkan reaksi kimia) hampir kedaluwarsa. Bahkan, ada yang masa kedaDOK.RaBa luwarsanya Juli 2011. Ahmad Khusnul I. “Sejumlah barang tidak sesuai spek,” terangnya. Kata dia, Dinkes juga tidak akan bisa berbuat banyak dengan keadaan tersebut. Sebab, ada keterlibatan oknum aparat penegak hukum di dalamnya, yakni dalam penentuan rekanan pemenang kegiatan senilai Rp 2,5 miliar itu. “Kabarnya, rekanan pelaksana kegiatan itu rekomendasi oknum aparat penegak hukum tertentu,” ungkapnya. Salah seorang kepala puskesmas yang dihubungi koran ini mengakui bahwa sejumlah barang yang diterimanya tidak sesuai kebutuhan. “Nggak tahu kenapa kok dikirimi barang ini. Padahal, puskesmas seperti kita tidak pernah butuh,” terangnya seraya menyebutkan alat yang dimaksud. Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, dana hibah alkes 2010 sebenarnya sudah terancam gagal. Itu karena kegiatan serupa di tahun anggaran sebelumnya, 2009, berakhir di meja hukum. Dr. Herna yang menjabat sebagai ketua PPTK ditetapkan sebagai tersangka. Namun, tiba-tiba pada 28 Juni 2010 ada oknum aparat hukum yang menginformasikan bahwa dirinya siap memfasilitasi dana hibah gubernur untuk alkes senilai 2,5 miliar. Dinkes Situbondo hanya diminta mengajukan permohonan saja dan tinggal menerima barang n  Baca Barang...Hal 39

EDY SUPRIYONO/RaBa

SIDAK DADAKAN: Kepala BKD, Lutfi JP, menjumpai salah seorang PNS yang berdinas di Kemenag berada di KDS Departement Store. Namun, PNS yang bertugas sebagai guru itu mengaku sudah pulang kerja usai menjaga ujian.

PNS Anyaran Datang Terlambat Bupati Berang, Langsung Perintahkan Sidak SITUBONDO - Tingkat kepatuhan dan kedisiplinan kerja pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Situbondo masih memprihatinkan. Sedikitnya, 20 PNS yang baru diangkat kemarin datang

terlambat saat akan diambil sumpah dan janjinya di aula lantai II pemkab. Mereka baru datang saat bupati akan membacakan ikrar tersebut. Tak pelak, keadaan ini sempat membuat jengkel orang nomor satu di lingkungan Pemkab Situbondo tersebut. Usai pengambilan sumpah, bupati langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah tempat yang diduga menjadi ADVERTORIAL

FOTO-FOTO: ISTIMEWA

BLUSUKAN: Petugas Satpol PP Situbondo memeriksa kios rokok. Kegiatan ini dalam rangka memantau peredaraan rokok ilegal.

Pantau Maraknya Peredaran Rokok Ilegal SITUBONDO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Situbondo terus menggencarkan kegiatan pemantauan peredaran rokok illegal di Kota Santri. Ini sebagai salah satu program penggunaan dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT) yang diterima Kabupaten Situbondo. Kemarin, giliran wilayah Situbondo bagian timur yang mendapat giliran. “Hampir semua kecamatan sudah kita datangi untuk kepentingan ini. Kita sekaligus menempelkan stiker peringatan stop peredaran rokok illegal di tempat-tempat strategis, termasuk toko,” terang Kasi tertib Peraturan dan Perizinan, Dasar Giyanto. Dalam melakukan pemantauan ini, Satpol PP juga didampingi petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan; Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Bagian Ekonomi. “Kita hanya

sebatas pemantauan saja, tidak sampai melakukan penyitaan,” imbuh Dasar. Menurut dia, di Situbondo masih banyak ditemukan peredaran rokok ilegal. Meski demikian, Dasar memastikan rokok-rokok tersebut bukan diproduksi dari Situbondo sendiri. Sebagian besar adalah kiriman dari luar daerah. “Makanya kita catat produsennya. Hanya saja rata-rata tidak tercantum. Ini yang merepotkan,” imbuhnya. Disebutkan, yang dinamakan rokok ilegal adalah setiap rokok yang tidak menggunakan pita cukai. Bisa juga menggunakan pita cukai palsu, bekas atau yang bukan haknya. Ada juga menggunakan pita cukai yang tidak sesuai dengan jenis dan golongannya. Banyak sekali merek rokok ilegal yang ditemukan petugas. Misalnya, Black Barry, Revo. S.NR, Cengkih Jaya Putri, Tambeng, Malioboro, Kerbau, Forum,

ILEGAL: Petugas Satpol PP menempelkan stiker peringatan stop peredaran rokok illegal di tempattempat strategis (kanan). Beragam merek rokok ilegal yang ditemukan di sejumlah kios (kiri).

Sunan, Shogun, Jemani dan Idola. “Ada juga yang tanpa merk, hanya dibungkus plastic transparan. Ini yang oleh masyarakat disebut rokok jiduran. Inipun katagori illegal,” ungkapnya. Beberapa kali pelaksanaan pemantauan,petugas Satpol PP dan tim konsentrasi terhadap rokok yang tidak dilengkapi pita cukai rokok. Juga ditemukan yang menggunakan cukai namun setelah diteliti merupakan cukai palsu. “Kita menemukan rokok-rokok itu di tangan penjual, kalau produsen itu sudah bagian Bea Cukai,” terang Dasar. Satpol PP juga berusaha untuk mengungkap agen ataupun produsen rokok ilegal tersebut. Ada sejumlah took yang sudah dicurigai. Jika nanti ditemukan akan dikoordinasikan dengan Bea Cukai. Ini sesuai dengan UU no 39/2007 Jo UU nomor 11/1995 tentang cukai pasal 54 jo pasal 29 ayat (1). (pri/adv)

tempat PNS keluyuran saat jam kerja. Di antaranya adalah KDS Departement Store, tempat fitness, kolam renang, dan sejumlah kantor satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Dia Didampingi Kepala BKD, Lutfi Joko Prihatin; Kabag Humas, Nugroho, dan anggota Satpol PP. “Ini tindakan spontanitas karena tadi (kemarin) saat pengambilan sumpah dan

janji PNS, dari 165 yang akan disumpah, 20 orang di antaranya datang terlambat. Baru datang saat ikrar akan dibacakan. Ini sangat memprihatinkan,” tandasnya. Bupati mengaku khawatir apa yang terjadi dalam pengambilan sumpah itu juga terjadi di SKPD-SKPD di lingkungan Pemkab Situbondo n  Baca PNS Anyaran...Hal 7


Radar Banyuwangi 7 Juni 2011