Issuu on Google+

SELASA 5 JULI

1

TAHUN 2011

Sidang Haryo Lanjut

DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’ SHUBUH 11.25 14.45 17.15 18.29 04.11

DONOR DARAH

Terbuka untuk Umum BANYUWANGI - Rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-12 Radar Banyuwangi tidak hanya diramaikan even olahraga, ada juga kegiatan sosial. Pada 26 Juni 2011 lalu digelar pengobatan gratis dan sunatan masal di Kecamatan Tegaldlimo. Pada 7 Juli 2011 nanti, donor darah akan digelar di Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi, Jalan Letkol Istiqlah. Kegiatan itu terbuka untuk masyarakat umum. Anggota TNI, Polri, organisasi masyarakat, instansi pemerintah maupun swasta, boleh berpartisipasi. Donor darah yang merupakan agenda rutin tahunan Radar Banyuwangi tersebut bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, PMI Cabang Banyuwangi, dan Stikes. “Silakan daftar segera dengan menghubungi Gerda atau Benny,’’ kata Iwan Setiono, ketua panitia. (even)

LEGISLATIF

GALIH COKRO/RaBa

MENANG VOTING: Darodji setelah terpilih sebagai ketua Komisi II DPRD.

FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

PROTES PILKADES: Para pendukung cakades Sempu yang kalah membeber poster di depan kantor Pemkab Banyuwangi (foto atas). Sementara itu, salah satu warga berorasi di depan massa yang berdemo kemarin pagi (4/7).

Tuntut Batalkan Pilkades Sempu BANYUWANGI - Puluhan warga dari Desa/Kecamatan Sempu melakukan demonstrasi di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kemarin pagi (4/7). Mereka menuntut pemilihan kepala desa (pilkades) pekan lalu dianulir karena diduga banyak kecurangan. Dengan membawa beberapa poster yang bertuliskan protes dan kecaman kepada panitia pilkades, massa yang diangkut dua truk besar dan kecil itu berorasi di depan kantor pemkab. “Kami menagih janji Bupati Anas saat kampanye dulu yang akan menegakkan demokrasi di Banyuwangi,” ungkap Sukadi, koordinator lapangan (korlap) kemarin pagi. Dalam orasinya, Sukadi menuding pilkades di desanya banyak kecurangan yang diduga dilakukan panitia dan perangkat desa. “Warga Desa Sempu kurang mengerti hokum tapi kami tidak mau dibodohi,” teriaknya lantang. Di antara kecurangan yang diduga dilakukan perangkat desa, beber dia, adalah mengintimidasi masyarakat agar memilih salah satu calon tertentu. Bila warga tidak menurut, maka diancam tidak akan diberi sembako. “Kami memang bodoh, tapi jangan dibodohi,”

ulangnya lagi. Lantaran banyak ditemukan kecurangan, Sukadi minta Bupati Anas menganulir hasil pilkades di desanya karena dianggap cacat hukum. “Kami minta Bupati Anas menyikapi tuntutan kami,” desaknya melalui pengeras suara. Bila tuntutannya tidak dipenuhi,

Sukadi mengaku tidak akan bertanggung jawab bila terjadi kerusuhan di desanya. Sebab, warga sudah resah akibat dugaan kecurangan pilkades. “Kami yang datang ini memang sedikit, karena kami tidak ingin ramai-ramai,” dalihnya ■  Baca Tuntut...Hal 7

Darodji Gantikan Bram BANYUWANGI - Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi berganti. Jika sebelumnya diduduki Surya Dalianta Brahmana, mulai kemarin digantikan Darodji. Bram dan Darodji samasama kader Partai Demokrat. Kemarin (4/7), pergantian Bram itu dibahas dalam rapat komisi di kantor DPRD Banyuwangi. Bram dicopot sebagai ketua Komisi II karena tersangkut kasus narkoba. Beberapa waktu lalu, pria yang tinggal di wilayah Muncar itu ditangkap anggota Polrestabes Surabaya karena disebut-sebut sebagai penyandang dana pembelian sabu-sabu (SS) ■

EVAKUASI: Rahnawi dalam kantong mayat dibawa ke darat di Pelabuhan LCM Ketapang kemarin

 Baca Darodji...Hal 7

pagi (4/7).

BANYUWANGI - Eksepsi yang disampaikan kuasa hukum terdakwa notaris Haryo Wirasmo ditolak majelis hakim yang dipimpin Made Sutrisno kemarin (4/7). Dengan penolakan pembelaan itu, maka sidang kasus dugaan penggelapan pajak yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi itu pun berlanjut ke tahap berikutnya. Secara otomatis, dengan ditolaknya pembelaan kuasa hukum terdakwa itu, maka dakwaan yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) Agus Gede bisa diterima majelis hakim. Padahal, jika eksepsi diterima majelis hakim, maka akan terjadi putusan sela yang bisa menghentikan sidang pemeriksaan perkara. Namun, ternyata majelis hakim berpendapat lain. Selanjutnya, pemeriksaan dapat diteruskan. “Sidang dilanjutkan Senin depan (11/ 7),” tegas Ketua Majelis Hakim Made Sutrisno menutup sidang di PN kemarin. Kuasa hukum terdakwa Eko Sutrisno saat dikonfirmasi RaBa kemarin menyatakan, legal opinion yang disampaikan dalam eksepsi merupakan aturan yang ada. Sebab, setiap notaris bila akan diperiksa harus mendapat persetujuan majelis pengawas daerah (MPD). “MPD dalam memberi persetujuan harus dengan rapat. Tetapi, yang menimpa klien kami tidak sesuai prosedur itu,” sesalnya ■

 Baca Sidang... Hal 7

Haryo Wirasmo GALIH COKRO/RaBa

Hari Ini Daftar PPDB Terakhir BANYUWANGI - Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2011 yang berjalan serentak mulai tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) segera berakhir. Sesuai agenda yang disusun Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispendikpora) Banyuwangi, hari ini (5/7) adalah akhir pendaftaran calon siswa. Semakin dekat waktu penutupan pendaftaran membuat calon siswa  Baca Hari...Hal 7 semakin sibuk ■

GALIH COKRO/RaBa

Warga Buleleng Ketemu di Ketapang

SUE GER POJOK

..

Keluar-Masuk Kamar Mandi SENAM aerobik menjadi aktivitas yang tidak bisa dipisahkan dari Yayuk Rahayu. Perempuan kelahiran 19 Agustus itu sangat menggandrungi olahraga yang mengombinasikan gerak tubuh dan alunan musik itu. Sekian lama berkecimpung di dunia senam, warga Jalan Pelangi, Kecamatan Genteng, itu semakin mantap menjadi instruktur olahraga senam. Lewat Sanggar Rezzy Sport’s, Yayuk menghabiskan waktunya untuk beraerobik. Dalam seminggu, perempuan yang hobi karaoke itu melakukan senam minimal dua kali. “Yang penting rutin,” ujarnya. Sebelum berolahraga, Yayuk selalu mempersiapkan perlengkapan pendukung. Selain sepatu, perempuan itu tidak lupa mempersiapkan baju ganti ■

Penyelam Pencari Ikan yang Hilang di Laut KALIPURO - Nasib tragis menimpa Rahnawi, 32. Warga Dusun Banjarpegametan, Desa Sumbergemak, Kecamatan Grongak, Kabupaten Buleleng, Bali, ditemukan nelayan di perairan Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, kemarin pagi (4/7). Beberapa hari lalu, korban dinyatakan hilang oleh keluarganya. Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa,

bahkan tubuhnya sudah membusuk. Hampir semua kulitnya mengelupas, dan wajahnya hancur hingga tidak bisa dikenali lagi. “Nelayan lapor ke kantor (KPPP, Red), lalu kita kordinasi dengan TNI-AL untuk melakukan evakuasi,” terang Kepala Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP) AKP Jumadi kepada RaBa kemarin. Menurut Jumadi, sejak beberapa hari lalu, keluarga korban sudah melakukan pencarian di sekitar perairan Ketapang dan sekitarnya ■

SMA: Sekolah SMAN 1 Wongsorejo SMAN 1 Glagah SMAN 1 Banyuwangi SMAN 1 Rogojampi SMAN Darussholah SMAN 1 Srono SMAN 1 Muncar SMAN 1 Tegaldlimo SMAN 1 Purwoharjo SMAN 1 Cluring SMAN 1 Pesanggaran SMAN 1 Bangorejo SMAN 1 Gambiran SMAN 1 Genteng SMAN 1 Glenmore

Terendah 630.300 690.700 671.100 693.000 656.900 640.800 624.850 644.600 670.900 651.550 651.400 635.800 676.850 713.900 612.200

Tertinggi 717.650 764.650 774.500 779.750 742.350 732.750 742.200 753.150 813.800 749.400 730.950 732.200 752.550 956.100 807.100

 Bersambung ke Hal 25

 Baca Warga...Hal 7

Tari Gandrung Eng Tay Tampil di Gedung Kesenian Jakarta

Padukan Budaya China dengan Banyuwangi Jumat (1/7) hingga Sabtu (2/7) lalu, gandrung tampil dua malam berturut-turut di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Tarian itu meramaikan pementasan Sendratari Gandrung Eng Tay besutan sutradara nasional Dedy Luthan. Bagaimana kemeriahannya? Berikut ini laporan wartawan RaBa Abdul Aziz: SENDRATARI tersebut mengisahkan cinta Sam Pek dan Eng Tay dengan latar tari gandrung.

 Baca Keluar...Hal 7

Sebenarnya, kisah cinta Sam Pek dan Eng Tay adalah legenda yang berasal dari Negeri China, yang terjadi pada masa pemerintahan Jin Timur. Sebuah cerita tentang seorang wanita cantik yang demi menuntut ilmu terpaksa menyamar sebagai pria. Dalam perjalanannya menuntut ilmu, wanita itu bertemu seorang pria lugu hingga akhirnya jatuh cinta. Walaupun kisah cinta mereka tidak direstui orang tua, tapi ketulusan cinta mereka telah menggugah banyak orang. Cerita itu sudah dijadikan legenda cinta di NegeIGA MAWARNI FOR RaBa ri China. Secara internasi- RANCAK: Gerakan penari gandrung asal Banyuwangi memukau penonton di GKJ. onal, kisah itu sudah dianggap sebagai sebuah serial Romeo GKJ, yang menceritakan kisah cinta Banyuwangi itu mendominasi dan Juliet versi Negeri Tirai Bambu. tersebut justru ada nuansa tari sepanjang cerita ■  Baca Padukan...Hal 7 Mengapa dalam pementasan di gandrung? Bahkan, kesenian asli

Darodji gantikan Bram

Klop, sama-sama pernah tinggal di penjara.

Kodeba: Izin IMN cacat hukum

Jangan vokal-vokal, nanti nggak disumbang lagi lho.

GALIH COKRO/RaBa

http://www.radarbanyuwangi.co.id

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


2

Selasa 5 Juli 2011

CERMIN DIRI

DPRD Jangan Loyo Bahas Izin Tambang PERSOALAN tambang emas Tumpang Pitu kembali menghangat. Dua pekan lalu, ribuan massa membakar basecamp PT. IMN. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Hanya saja, pihak PT. IMN menderita kerugian material yang cukup besar, sekitar Rp 6,5 miliar lebih. Insiden pembakaran aset milik PT. IMN masih diselidiki polisi. Sayang, hingga kini aktor di balik pembakaran belum juga terungkap. Yang pasti, pasca kejadian itu, aparat kepolisian menyatakan siaga satu di kawasan Tumpang Pitu. Dua kompi pasukan Samapta di-back up Brimob masih berjaga di kawasan Tumpang Pitu. Kapolres AKBP Rastra Gunawan belum berani menarik pasukan karena situai Tumpang Pitu masih dianggap belum kondusif. Pasukan akan digeser jika situasi benar-benar normal. Belum diketahui secara pasti apakah pasca pembakaran, aktivitas penambang liar sepi atau sebaliknya malah semakin marak. Yang pasti, ketika jajaran Muspida melihat langsung area tambang dari helikopter beberapa waktu lalu, sumur-sumur ”emas” buatan penambang terlihat sepi. Tidak ada aktivitas penambangan sama sekali. Seolah kehadiran Muspida sudah tercium penambang liar. Diakui atau tidak, memerangi penambang liar sungguh pekerjaan yang tidak mudah. Apalagi jumlah penambang liar saat ini mencapai ribuan orang. Lihat saja, beberapa kali polisi menyisir kawasan tersebut, hanya menemukan penambang kelas ecek-ecek. Sebaliknya, tak satupun para pemilik sumur ”emas” tersebut berhasil tertangkap aparat. Ke depan penambangan liar masih akan menjadi problem yang sulit terpecahkan. Sekalipun aparat gabungan intens merazia penambang liar, mereka akan tetap eksis. Sebaliknya, semakin kencang pressure yang ditujukan kepada penambang, PT. IMN bakal kena dampaknya. Biar insiden pembakaran tak terulang, semua pihak harus tetap waspada. Rasanya sangat tidak adil kalau soal pengamanan ini hanya diserahkan pada polisi. Harapan kami, Perhutani selaku pemilik lahan, harus ikut waspada. Jangan terus dibiarkan lahan milik negara itu dijarah habis-habisan oleh penambang liar. Soal tambang ini tidak hanya memanas di Tumpang Pitu. Mulai kemarin, izin penambangan emas yang dilakukan PT. IMN di Gunung Tumpang Pitu bergulir di DPRD. Dalam dengar pendapat di DPRD kemarin, kalangan LSM menengarai proses perizinan yang dilakukan PT. IMN ternyata tidak sesuai ketentuan. Temuan LSM bakal menjadi bola panas. Apalagi dalam hearing kemarin, pimpinan DPRD hadir full team. Malahan, DPRD berjanji akan membentuk tim terkait izin yang dikantongi PT. IMN. Kita tunggu saja, apakah DPRD benar-benar serius mengusut persoalan ini. Kami khawatir ketegasan DPRD hanya untuk menaikkan ”bargaining”. Kami berharap DPRD tidak ”loyo” di tengah jalan dalam mengkritisi izin yang terlanjur dikantongi PT. IMN. (*)

TUMPANG PITU

Lagi, Polisi Ciduk Penambang Liar SEMENTARA itu, penyisiran terhadap para penambang ilegal di Gunung Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, masih terus dilakukan polisi. Kemarin, polisi kembali menangkap tiga penambang liar di Petak 78, KRPH Silirbaru, Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran Mereka adalah Tukimun 42, warga Dusun Ringinsari, Desa/Kecamatan Pesanggaran; Apip Budiharto 35, warga Dusun Seloagung, Desa Siliragung, Kecamatan Siliragung, dan Widianto, warga dusun Krajan, Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung. Ketiganya diketahui melakukan DOK/RaBa penambangan di Petak 78, KRPH AKP Supriyadi Silirbaru. “Dari tangan ketiga pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa 0,5 kilogram pasir yang diduga mengandung emas yang sudah disaring atau didulang,”kata Kapolsek Pesanggaran, AKP Supriyadi. Untuk proses hukum, ketiganya langsung diserahkan ke Mapolres Banyuwangi. ‘’Langsung dikirim ke polres, Mas,” kata kapolsek yang kemarin sore masih melakukan operasi di Tumpang Pitu. (azi/aif)

GALIH/RaBa

TEGASKAN SUDAH PROSEDURAL: Perwakilan eksekutif dalam hearing soal izin penambangan yang dikantongi PT. IMN di kantor DPRD Banyuwangi kemarin.

Izin PT IMN Cacat Hukum Bahas Perizinan, DPRD Janji Akan Bentuk Tim BANYUWANGI - Izin penambangan emas yang dilakukan PT. Indo Multi Niaga (IMN) di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, dinilai cacat hukum. Proses perizinan yang dilakukan PT. IMN ternyata tidak sesuai ketentuan. Pernyataan itu disampaikan aktivis LSM Kodeba Iwan Arif saat melakukan hearing (dengar pendapat) dengan DPRD tentang penambangan emas yang dilakukan PT. IMN di ruang khusus kantor DPRD kemarin. “Kita sudah melakukan investigasi dan kajian yang mendalam tentang penambangan emas PT. IMN, terutama berkaitan izin,” kata Iwan Arif didampingi ketua LSM Kodeba, Suparmin. Dengar pendapat kemarin dihadiri pimpinan dewan. Hearing dipimpin langsung Ketua DPRD Hermanto. Dia didampingi tiga wakil ketua, yakni Adil Achmadiyono, Ruliyono, dan Joni Subagio. Ketua Komisi I, I Made Bagus Sudarmaja; Ketua Komisi II, Darodji; dan Ketua Komisi IV, Zainal Arifin Salam, juga hadir bersama beberapa anggotanya. Sementara itu, dari jajaran eksekutif terlihat Asisten Sosial Ekonomi Suhartoyo, Kepala Dinas Kehutanan Ade Hidayat, dan Kepala Pelayanan

Perizinan (KPP) Abdul Kadir. KPH Perhutani Banyuwangi Selatan diwakili Iwan Setiawan. Hasil investigasi dan kajian yang dilakukan Kodeba, proses perizinan yang dilakukan PT. IMN dan pemberian izin oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menyalahi prosedur. “Bupati Banyuwangi melalui surat keputusannya yang telah memberi kuasa penambangan emas pada PT. IMN menyalahi aturan,” ungkap Iwan Arif. Dalam aturan yang ada, jelas dia, setiap penambangan atau galian A dan B atau pada daerah vital, izinnya harus dilakukan oleh kementerian. Izin yang dikantongi PT. IMN sejak 2007 lalu adalah dari bupati Banyuwangi. “Bupati bisa memberi izin galian C, bukan pada galian A dan B,” tegas Iwan Arif. Izin yang dikeluarkan bupati untuk PT. IMN, mulai pengajuan untuk penyelidikan umum hingga eksplorasi, bagi LSM Kodeba tidak sah. “Izin penambangan emas PT. IMN tidak sesuai ketentuan yang ada, makanya izin itu cacat hukum,” tandasnya. Iwan Juga menyayangkan sikap DPRD yang selama ini hanya diam. Bahkan, dari data yang ditemukan, perizinan yang dikeluarkan pemkab dinyatakan dokumen rahasia yang tidak boleh diketahui DPRD. “Kenapa dewan hanya diam saja, padahal haknya sudah dikebiri pemkab,” cetusnya. (abi/aif)

VOKAL: Ketua LSM Kodeba Suparmin ikut berbicara dalam hearing di DPRD kemarin.

GALIH/RaBa

Perwakilan IMN Tidak Hadir MENANGGAPI serangan dari LSM Kodeba, Asisten Sosial Ekonomi Suhartoyo menyampaikan, surat izin dan surat keputusan yang dikeluarkan pemkab sudah sesuai aturan. “Kita juga mengacu pada perda (peraturan daerah), PP (peraturan pemerintah), dan aturan kementerian ESDM,” jelas Suhartoyo. Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Hukum Pemkab Banyuwangi Wiyono menyatakan, ada pijakan yang tidak sama antara LSM dan pemerintah dalam menyikapi izin penambangan emas PT. IMN. Makanya, pihaknya minta data yang

lengkap dari LSM untuk dikaji. “Nanti kita diskusikan bersama,” kata Wiyono. Menanggapi polemik izin IMN, Ketua DPRD Hermanto berjanji akan membahas lagi. Untuk membahas perizinan, pihaknya juga akan membentuk tim. “Kita akan bentuk tim yang melibatkan DPRD, LSM, dan eksekutif,’’ tandas mantan Ketua PDI Perjuangan Banyuwangi itu. Hermanto menambahkan, dalam hearing kemarin pihaknya juga mengundang PT. IMN. Sayang, dari awal hingga hearing selesai, tak satu pun perwakilan PT. IMN yang datang. (abi/aif)

Pemimpin Redaksi: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Agus Baihaqi, Abdul Aziz, Niklaas Andries, (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Mohammad Isnaeni Wardan Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: RodyaYuliani. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT Banyuwangi MENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 18.000/mmk, berwarna depan Rp 30.000/mmk, berwarna belakang Rp 27.500/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 30.000/baris, Lowongan: Rp 45.000/baris, Sosial: Rp 12.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


3

Selasa 5 Juli 2011

Pria Kesepian Perkosa Bocah TEGALSARI - Pengapnya ruang tahanan tak membuat Suparman, 39, warga Dusun Sumberagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, merasa jera. Buktinya, baru empat bulan keluar dari tahanan karena terjerat kasus perburuan hewan lindung, lusa kemarin dia kembali masuk sel Mapolsek Tegalsari. Suami yang lama ditinggal istrinya bekerja di luar negeri tersebut diduga memerkosa anak di bawah umur. Sebut saja korbannya bernama Saritem, 11, tetangga sendiri. Kapolsek Tegalsari AKP Suwardi mengatakan, perbuatan tersangka itu bermula pada pukul 01.00 dini hari. Saat itu,

ABDUL AZIZ/RaBa

DITAHAN:Tersangka Suparman.

orang tua korban berangkat ke hutan mencari pakis. Korban yang hanya tinggal bersama bapaknya, seorang diri di dalam rumah. Rupanya, kesempatan itu disalahgunakan tersangka. Diam-diam Suparman masuk rumah Saritem, dan langsung masuk kamar lalu melakukan perbuatan melanggar hukum tersebut. “Ketika akan teriak, korban diancam,” ungkap kapolsek. Diungkapkannya, kasus itu terungkap setelah keesokan harinya siswa kelas dua SD itu mengalami pendarahan. Melihat hal itu, bapak Saritem curiga kemudian menanyai korban. “Saat itulah korban bercerita kepada orang tuanya. Kemudian, bapaknya

melapor ke polsek,” tutur Suwardi. Berbekal laporan tersebut, polisi langsung mencari dan menangkap Suparman di rumahnya. “Ketika kami tangkap di rumahnya, tersangka mengakui perbuatannya,” ungkapnya. Suparman mengaku, aksi bejatnya tersebut dilakukan karena korban sering nakal kepadanya. “Anaknya menggoda terus. Namanya saya sedang ditinggal istri ke luar negeri, ya begitulah,” tuturnya. Kini, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (azi/irw)

Gulung Penadah Motor Curian

ALI NURFATONI/RaBa

RESIDIVIS: Muhibuddin ditahan di Mapolsek Muncar kemarin (4/7).

Hari Ini Ujian Paket C BANYUWANGI - Pelaksanaan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) 2011 tidak menyurutkan semangat Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispendikpora) Banyuwangi untuk menggelar ujian nasional kelompok belajar (kejar) Paket C. Dijadwalkan, sebanyak 548 peserta akan mengikuti ujian yang dibidani Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dispendikpora mulai hari ini (5/7). Ada 16 titik di seluruh penjuru Kabupaten Banyuwangi yang akan menjadi lokasi ujian kejar Paket C. Dari 548 peserta tersebut, 531 orang merupakan peserta yang masuk kategori gagal nonformal. Tujuh belas peserta merupakan peserta gagal formal. “Mereka inilah peserta yang tidak lulus SMA,” beber Ahmad Khairullah, Kabid PLS Dispendikpora Banyuwangi, kemarin (4/7). Khairullah menjelaskan bahwa ujian itu merupakan kewenangan pihaknya. Dari pendaftaran yang dilakukan, ungkap dia, terkumpul 548 peserta yang dinyatakan layak mengikuti ujian kejar Paket C. Mereka berasal dari masyarakat umum dan siswa SMA yang tidak lulus ujian nasional lalu. Untuk program kejar Paket B, Khairullah menyatakan akan melaksanakan setelah ujian Paket C rampung. Kapan? Dia mengungkapkan, akan melaksanakan kejar paket B pada 12 Juli. Kini persiapan kejar Paket B sudah rampung. “Tinggal kita gelar saja, tapi kita akan gelar dulu Paket C baru B,” imbuhnya. (nic/irw)

MUNCAR - Diduga telah membeli sepeda motor curian, Muhibuddin, 25, warga Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, harus berurusan dengan polisi. Dia ditangkap polisi setelah dilakukan pengembangan atas penangkapan tersangka pencurian sepeda motor (curanmor), Irawan alias Wawan. Wawan lebih dahulu dibekuk aparat Polsek Blambangan beberapa pekan lalu. Usai menangkap Wawan, petugas dari Polsek Blambangan dan Polsek Muncar bekerja sama. Singkat cerita, Wawan punya teman bernama Muhammad Agus Priyanto, warga Dusun Sumber Joyo, RT 03 RW 02, Desa Kumendung, Kecamatan Muncar. Sore itu, 10 Juni 2011 pukul 15.00, Wawan meminta uang Rp 15 ribu kepada Agus sebagai korban. Uang itu hendak digunakan membeli minuman keras jenis arak. Wawan juga meminjam motor milik Agus, Suzuki Smash produksi tahun 2008.

Nah, motor itu tak pernah dikembalikan lagi kepada Agus. Wawan justru menjualnya kepada Muhibuddin hanya seharga Rp 400 ribu. Akhirnya, polisi berhasil melacak keberadaan motor itu. Polisi pun menangkap Muhibuddin sebagai penadah. Muhibuddin ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polsek Muncar di rumahnya pada Sabtu (2/7) lalu. Selanjutnya, dia dijebloskan ke tahanan mapolsek untuk menjalani pemeriksaan. “Saat ini tersangka sudah kami amankan, dan selanjutnya akan menjalani proses penyidikan,’’ terang Kapolsek Muncar Kompol Mustaqim di markasnya kemarin (4/7). Menurut pengakuan tersangka, sebelumnya dia sudah mengetahui motor tersebut adalah curian. Pria yang mengaku punya tunangan-beranak satu (tapi tidak jadi menikah) itu menyatakan khilaf. “Saya mengaku salah,’’ ujar pria yang pernah dibui itu. (ton/irw)


4

Selasa 5 Juli 2011

Ada Klinik Gratis Bagi Penerima Zakat

Sisihkan 38 Peserta, SDN 1 Lateng Juara III Porseni SD Tingkat Provinsi Jatim BANYUWANGI – Seringnya berlatih dan tampil di depan audiens membawa berkah tersendiri bagi siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Lateng. Buktinya, dalam kejuaraan Pekan Olahraga dan Seni) Porseni tingkat Provinsi Jatim, SDN 1 Lateng berhasil menyabet juara III. Dalam even yang digelar pada 20-21 Juni lalu di Probolinggo, SDN 1 Lateng mengirim sembilan siswi dan empat pengiring musik. Mereka semua menjadi wakil Banyuwangi di ajang Porseni Jatim. Keberhasilan mereka menjadi duta Banyuwangi tak lain berkat keberhasilannya meraih juara pertama mewakili Kecamatan Banyuwangi dalam Porseni tingkat kabupaten Desember tahun lalu. Dalam Porseni tingkat Jatim lalu, SDN 1 Lateng mengusung musik Hadrah dan membawakan lagu dengan judul Menuntut Ilmu sebagai lagu wajib, serta Marhaban sebagai lagu pilihannya. Seragam kuning dan lantunan lagu yang serasi, akhirnya menjadikan kontingen SDN 1 Lateng mampu bersaing dengan 38 peserta dari seluruh kabupaten seJawa Timur. Bahkan, anak didik Hj Setyaningsih itu berhasil meraih Juara III. SDN 1 Lateng yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmat itu tidak hanya sekali ini saja mengharumkan nama Banyuwangi di tingkat Jawa Timur. Sebelumsebelumnya, SDN 1 Lateng juga berhasil meraih Juara I lomba tari kreasi pada

BAZ Kalipuro Bagikan Zakat KALIPURO – Sejak kehadiran Badan Amil Zakat (BAZ) Kalipuro yang diresmikan Camat Kalipuro pada awal 2010, penyaluran dan penerimaan zakat di daerah Kalipuro dan sekitarnya menjadi lebih mudah dan bisa dipertanggungjawabkan. Dengan visi terwujudnya masyarakat muslim Kalipuro yang taat berzakat, berkualitas, dan sejahtera lahir dan batin, BAZ Kalipuro dengan ketuanya Mustain Hakim SAg terus melakukan terobosan-terobosan. Di antaranya, penguatan serta pembenahan organisasi BAZ sendiri. Mulai rapat rutin pengurus setiap bulannya, menerbitkan SK unit pengumpulan zakat di tingkat desa dan kelurahan melalui juru pungut secara full timer hingga pelaporan pengelolaan umum dan keuangan. Tidak hanya bertugas mengumpulkan, BAZ Kalipuro juga memiliki program pengembangan seperti program penelitian, informasi dan edukasi pengelo-

ISTIMEWA

SERASI: Penampilan duta Banyuwangi oleh siswi SDN 1 Lateng.

tingkat Korem di Malang. Lainnya, salah satu siswa dari anak asuh Hj. Setyaningsih itu berhasil meraih juara II dalam lomba Perdacil tingkat provinsi. Sekolah yang termasuk favorit di Banyuwangi itu juga berhasil meraih rata-rata Nilai Ujian Nasional 8,66. Di tahun ajaran mendatang, Setyaningsih bertekad minimal mempertahankan, bahkan meningkatkan prestasi yang sudah diraih. Salah satu upayanya adalah peningkatan pada tiga mata pelajaran. Yakni IPA, Matematika, dan Bahasa Indonesia. “Karena tiga maple tersebut yang akan diujikan dalam ujian nasional,” terang Setyaningsih. SDN 1 Lateng yang pernah juga meraih

juara III pada olimpiade Matematika tingkat kabupaten pada bulan Juni lalu juga mendapatkan beasiswa dari luar negeri. Tiga siswa sekolah ini meraih bea siswa dari ESF negeri Belanda. Dalam meraih beasiswa tersebut, seleksi yang sangat ketat dilalui selama tiga bulan. Tiga siswa tersebut harus memiliki IQ yang tinggi. SDN 1 Lateng juga memiliki tiga kelas unggulan. Perbedaan kelas unggulan tersebut adalah adanya bimbingan tambahan yang bekerjasama dengan pihak ketiga di luar sekolah. Masih menurut Setyaningsih, siswa di kelas unggulan tersebut, wali muridnya dibebaskan dari semua biaya pendidikan. (adv)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

SITUBONDO

BANYUWANGI

•MIRANTA ARSITEK•

•RMH KOS-KOSAN•

•SAWAH•

•SPEAKER•

MIRANTA Arsitek Jasa Gbr Bangunan 3D Wrn,Mrh Inves Tnh Dkt ITN Mlg Cck Utk KosanRokoclustr 082140136614

DJL Cpt RmhKos2an, 9Kt, 1Dpr, 2Km Fas; PLN, PDAM, Jl Gn Arjuno Dkt Skolah, Kntr, Hrg 170Jt Nego H. 08113509792

JUALSHM, Ds Pendarungan Ls 6920M2, Lok Bagus Pinggir Jl Aspal, Hasil Bagus Hub: 081559501444/082143540008 Bwi

JUAL Speaker JBL Wharfedale.BMB. Semua asli. Power 3canel 800 watt. Cocok utk hall karaoke R.Meeting .Hub03337722222

BANYUWANGI

JUAL Tnh Murah Lok Jl Ry Lngkr Barat Rgjp SHM/Pgr Batubata/Slop /Aci/386M2/100Jt/Cck Usaha Hub: 08123866288 / 082145500709

•PELATIHAN HIPNOTIS• **PELATIHAN Hipnotis Masal & Sulap** Kuasai Hipnotis Ala Uya Kuya, Biaya Hanya 300rb, Privat Hy 1Jutaan. Bns Pengobatan Di Hotel Berlian Abadi. Tgl 10/07/2011 Hub: 087880990910 (SANDY) Daftar Hotel Berlian 10.0014.00 WIB

•KESEHATAN• CENTRALCosmetik, Vitality & Accesories www.aliefshop.blogspot. com Hp.081999247557/082144998838

•KERJASAMA• SY ada ruko&bisnis yg sdh jln, saat ini mau mengembangkan, bth pthner krjasama serius mdl 50jt profit 24%/ thn.H 085738511018

•KETAPANG• DJL Rmh Bersertifikat L320M2 Letak Strategis, Dpn Pintu Masuk ASDP Ketapang Tnp Prntra Hub: 081-358436164

•GARDENIA ESTATE• DJL Rmh Jl S. Parman Gardenia Estate Banyuwangi Lt 160 Lb 175 Kt 4 Km 4, PLN 3500 Hub: 08123453635. Bisa Kredit

•KERTANEGARA• DJL Rmh Jl Kertanegara/Baluk Bgn 76M2 Tanah 200M2 Blkg Bs Dtingkat. Lsg Bs Ditempati Hrg Nego TP. Hub 081-803-587-755

•MENDUT REGENCY• DIJUAL Rumah di Mendut Regency Blok L 25 Letak Pojok Jl. Kembar harga nego Hub. 081331335868/7758898

•ROGOJAMPI•

BANYUWANGI

•LAND 5915M2• FOR Sale, Land – 5915 m2, Perfect for Manufacturing Factory.Jl. Argopuro No. 76 Kalipuro BWI Cntct nmbr: 0811356109

•TANAH L 5915M2• DJL Tnh 5915 m2, Cck U/ TmptUsh /pabrik Lok dikwsnindustriArgopuro, Jl Argopuro No.76 Kalipuro HUB 0811352122/0333411017

•TANAH KAPLING• DJL 2 Tnh Kapling Gandeng SHM, L. 10x40M2, Hrg NEGO. Dan1 Tnh Kapling.Lok Pinggir Jln L. 10x20 M2 Harga NEGO, SHM, Cck u/ Investasi, lok.JL.Sutawijaya (Dpn Prm Istana Brawijaya). TP. Hub; 0333-8930348.

•THE LAGON• RUKO 2 Lt, Strategis Jl Yos Sudarso Lb 110/Lt 80 SHM Hrg 375Jt Hub: 081331354660

•KONTRAK• DKONTRKN Ruko 2 Lt, 12 x 7 M . PLN 2200 PDAM. Toilet Atas + Bwh D/a: Kmplek Ruko Jl. Kepiting 5 A Sobo Bwi Telp 0333-422950

•KONTRAK/SEWA• DIKONTRAKKAN/Disewakan Rumah Ruko , di Jl. Letjen Sutoyo No. 42 Tukang Kayu Hub. 08123487638

BANYUWANGI •DINA LAUNDRY• DINA LAUNDRY K i l o a n P k t M l i 50Rb Unlimited 300rb Bergaransi A t r - J p t M e m b e r H ra n D i s c 1 0 % 7733509/085749262307

•ARYA JEWELLRY• SEDIA Cincin Pernikahan Aneka Model Dari Emas&Perak.Hrg mulai Rp650rb.H 081336659258

SITUBONDO

BANYUWANGI •STNK-BPKB• HLG STNK Nopol P5350 YB an Sutarjo Perum Sobo Asri Blok F-14 Rt 02/02 HLG BPKBNopol P 2210 VK an Made Sujana, SE Jl Udang Windu I No 04 Rt 02/04 Tkgkayu HLG STNK+SimC,Nopol P 6306 X an Imam M. H,Drs.MM Jl KH Agus Salim 86 Rt 004/004

BANYUWANGI

•PELATIHAN WIRAUSAHA•

JUAL Honda Jazz 06 Idsi 05 VTi Mtic, Taruna CSX 06 Oxy, Escudo 01 20.i L 300 07 Cash/Kredit Tukar Tambah Hub: 0821421941111, 081335897888

IKUTI Pel. Wirausaha 3bln yg Membantu mulai dr Memilih Jenis Usaha smpe m n d p t m d l & p a n g s a p a s a r. H u b 03337742121

•HONDA• JUAL Maestro 90 Putih Siap Pakai Hub: 08123353502

•MEI-LAN COLLECTION•

•TYS MOBIL•

GROSIR & Eceran Aneka Merk Sprei, Baju Baby, Fashion, Bantal, Guling, Bantal Cinta, Baby Doll, Hub:081336761176

ALL New Civic ‘06, CRV’03, Avanza G’09, Xenia Li’07, Innova’04,05 solar, LSX’97 solar, LGX’02 bensin, LGX 1.8 ‘03 solar, Kijang P.Up’00, Kijang box ‘00, Taft GT 4x4’96 L300’05,09 cash/kredit bunga ringan Hub: 0333-845442/081234851769.

•GENTENG BETON• PERUSAHAAN Bumi Indah Jl Semeru No III Stbd Telp. 0338-671950. JUAL MURAH

SURABAYA •TOKO KIMIA• TOKO KIMIA,DISTRIBUTOR: Bahan Fiber Glass, Pasta Sablon,Semir Ban, Lycal, DLL. Jl.Ngagel Jy Sltn 95, SBY. 03160317007

BANYUWANGI •MANAGER•

BANYUWANGI

•HONDA•

DIBUTUHKAN Manajer Operasional Sarjana S1, Pglm. Email Ke lamarancv@gmail.com

•SALES COUNTER• DIBUTUHKAN Segera Sales Counter Wnt Syrt: Mampu Bekerja Dgn Target, Jujur, Berpenampilan Menarik, Min SMA, Blm Menikah Kirim CV+Photo Ria Elekronic Jl Jend Sudirman 11 Bwi

(01-08/07)

(01-08/07)

(01-08/07)

(01-08/07)

> BWI: DIJUAL Mts kuda VB 5W GLS th 2001 merah tua mtl hrg 85 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

> BWI: DIJUAL T. kijang Krista lf 82 spr grand (solar) th 2002 cokelat mtl hrg 125 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

> BWI: DIJUAL Daihatsu RV-ZD Feroza (jeep) th 1995 biru mtl hrg 52,5 jt nego brg istw Bisa , cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

> BWI: DIJUAL Isuzu panther TBR 541 LV25 th 2000 biru tua mtl hrg 95 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

(28/06-07/07)

(28/06-07/07)

(01-07/07)

(01-08/07)

> BWI: BARU! Isuzu Elf 125ps Makin Dissuka Paket DO 10Jt-an, Angs 6,1Jt Proses Cepat, Mudah & Pasti Untung Hubungi FAHMI 081-336345678

> BWI: DIJUAL YAMAHA Th 66, Wrn Merah Kondisi Siap Pakai Harga NEGO. Hubungi 081559662431/0333-7750401

> BWI: DIJUAL Sedan MTS Galant V6 Th 2000 Silver Metalik (Manual) Hrg Nego Hub: 081-6593772, 631229, 631504

> BWI: DIJUAL Mitsubishi L300 DS pickup th 2006 coklat tembakau hrg 87,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

laan zakat, hingga menerbitkan bulletin zakat setiap bulan. Masalah pendistribusiannya, selain menerima zakat melalui kantor BAZ Kalipuro yang berlokasi di jalan Surabaya-Kalpuro ini, juga melalui juru pungut. Selain itu bekerjasama dengan instansi swasta dan negeri serta perusahaan yang berlokasi di sekitar Kalipuro juga menjadi jurus jitu BAZ Kalipuro. “Tidak sekedar memungut, tetapi mulai proses pemetaan, pembagian mustahiq (penerima zakat), pendistribusian secara efektif hingga pelaporan secara akuntabel dan transparan,” jelas Mustain. Program dari BAZ Kalipuro sendiri sangat beragam. Di antaranya zakat peduli bisa berupa penanganan bencana, bantuan evakuasi korban, bantuan rawan pangan serta bantuan ibnu sabil. Zakat sehat berupa layanan gratis di daerah miskin, dokter keluarga prasejahtera termasuk klinik gratis bagi mustahiq. Ada lagi zakat cerdas yang biasanya berbentuk beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. Dan,

zakat sejahtera yang mendayagunakan masyarakat dengan basis komunitas. Contohnya program industri rumah tangga, pedagang mikro, dan lainnya. Tahun lalu, BAZ Kalipuro telah meluncurkan gerakan sadar zakat. Bahkan pada bulan Ramadan tahun lalu berhasil mendistribusikan zakat sebesar Rp 22 juta kepada 220 fakir miskin, anak yatim, di wilayah Kecamatan Kalipuro. Tahun ini, BAZ Kalipuro bekerjasama dengan BAZ Kabupaten Banyuwangi mendistribusikan zakat peduli kepada 90 penerima sebesar Rp 100 ribu setiap penerimanya. Delapan siswa mendapatkan zakat cerdas sebesar Rp 250 ribu. Sedangkan 23 keluarga menerima modal usaha sebesar Rp 500 ribu per keluarga. Camat Kalipuro Drs. Wawan Yadmadi MSi sangat mendukung langkah BAZ KAlipuro. Untuk itu, Wawan menghimbau kepada pimpinan satuan kerja, instansi, perusahaan dan semua warga mulsim di Kalipuro untuk sebisanya menyalurkan zakat melalui BAZ Kalipuro. (adv)


5

BALJEBOL

Selasa 5 Juli 2011

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

LUMAJANG

BONDOWOSO

Akhirnya Gaji ke-13 Cair SAAT yang dinanti ribuan PNS di lingkungan Pemkab Bondowoso akhirnya datang juga. Gaji ke-13 yang ditunggu sekian lama bakal cair hari ini. Pencairan itu setelah pemkab memastikan gaji ke-13 PNS di semua satker bisa dicairkan mulai 6 Juli nanti. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset (DPPKA) Bondowoso Farida kemarin. Dia mengatakan, gaji ke-13 PNS sudah bisa dicairkan mulai Rabu besok (6/7). ”Pemkab Bondowoso sudah bisa memberikan gaji ke-13 PNS dalam pekan, ini karena sudah turun PP Nomor 33 Tahun 2011 tanggal 30 Juni 2011 tentang pemberian gaji atau pension tunjangan bulan ke-13 dalam tahuan anggaran 2011 kepada PNS, pejabat negara, dan penerima pensiun tunjangan,” katanya. Farida menjelaskan, pencairan gaji ke-13 PNS, ini tak mengganggu anggaran lain pelaksanaan APBD II/2011. Mengingat, gaji ke-13 PNS, sudah dianggarkan sejak awal penetapan APBD II/2011 pada akhir November 2010 atau sebelum ditetapkan Perubahan APBD II/2011 pada akhir Juni 2011. ”Jadi, anggaran gaji ke-13 PNS pada tahun, ini sebenarnya tinggal menunggu petunjuk teknis pemerintah pusat. Nah, karena sekarang PP sudah turun, secepatnya kami proses dan PNS sudah bisa mencairkan mulai Rabu (6/7),” jelasnya. Untuk itu, Farida meminta semua satker di lingkup pemkab secepatnya mengajukan surat pencairan gaji ke13 ke DPPKA. Karena, satker baru bisa mencairkan dana untuk pembayaran gaji ke-13 PNS mulai 6 Juli, jika suratpengajuan pencairan ke DPPKA sudah lengkap paling lambat pada 5 Juli. ”Jika satker tidak menyerahkan pengajuan pencairan dana gaji ke-13 pada 5 Juli, maka PNS pada satker bersangkutan tidak dapat mengambil gaji ke-13 mulai Rabu (6/7) besok, tapi akan mundur pekan depan sekitar tanggal 11 Juli,” katanya. Alokasi anggaran gaji ke-13 PNS tahun, ini menurut Farida, total mencapai Rp 34 miliar dari APBD II/2011. Jumlah ini diperuntukan 11.200 PNS yang tersebar pada semua satker. ”Sedangkan, untuk pensiuan PNS maupun pensiuan lainnya, Pemkab Bondowoso tidak melayani pencairan gaji ke-13. Mereka m. (ido/wah/jpnn)

JEMBER

RADAR JEMBER/JPNN

DIBERI KEPERCAYAAN: Anggota Komisi C DPRD Jember Karimulah (dua dari kanan) terpilih sebagai ketua AMPI dalam musda, kemarin.

Karimullah Pimpin AMPI KARIMULLAH Dahrudiaji, anggota Komisi C DPRD Jember, terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPD AMPI (Angkatan Muda Pembaruan Indonesia) Jember, kemarin. Karimullah didampingi Sekretaris Yusuf Rio Wahyu terpilihd alam Musda VII yang digelar di Kafe PTP Jl Gajahmada. Dari 34 rayon AMPI, 18 pimpinan rayon hadir, sehingga musda dinyatakan kuorum. Musda yang dipimpin Agustono, ketua DPD AMPI Jember berlangsung cepat. ”Tidak perlu bertele-tele, yang penting produktif,” ujar Agustono. Hadir dalam musda, mantan Ketua AMPI Jember Ir Wahyudi Abdullah, Ketua DPD Golkar Yantit Budihartono, serta sejumlah mantan pentolan AMPI yang lain. Sedangkan dari Jatim, tampak Yudha Pramata (ketua AMPI Jatim) beserta kabinetnya, dan Edy Budi Prabowo (ketua Dewan Penasehat AMPI). Ketua DPD AMPI Jatim Yudha Pramata mengatakan, keberadaan AMPI di era orde baru dengan era reformasi memang berbeda. Meski demikian, Edy tetap optimistis AMPI masih digandrungi anak muda. Ini sepanjang memiliki program dan kinerja yang bersinggungan dengan kawula muda. “Ini tantangan AMPI masa kini,” ujar Yudha. Selain Musda VII, pada kesempatan tersebut juga dikukuhkan pengurus Alumni AMPI Jember yang menjadi cikal-bakal wadah para alumni AMPI nasional. Konon, M.Z.A. Djalal (mantan ketua AMPI Jember) termasuk penggagas wadah alumni, yang tak lama lagi akan dideklarasikan secara nasional ini. “Kami ingin deklarasi Pandaan tahun 1978 lalu, terulang di Jember,” ujar Wahyudi Abdullah. (sh/jum/jpnn)

GIANYAR Pembobolan Vila Korban : Lokasi Kejadian : Barang Hilang : Modus :

Upaya Polisi

Taitano Melisa, 39, asal Amerika Vila Pajra Sebali, Keliki, Tegallalang Handpone, kamera plus uang USD 600 Maling masuk ke dalam kamar korban karena penjagaan vila cukup lemah. Pada malam hari vila hanya di jaga satu orang tenaga satpam : Hingga kemarin polisi masih lakukan penyelidikan

Maling Satroni Vila Turis APES benar nasib Taitano Melisa, 39, bule asal Amerika yang menginap di Vila Pajra Sebali, Keliki, Tegallalang, Gianyar, Bali. Maksud hati ingin menikmati liburan, malah menjadi korban pencurian. Senin dini hari (4/7) kemarin, handpone, kamera, beserta uang tunai USD 600 milik korban dibawa kabur maling. Hingga kini aparat kepolisian Mapolsek Tegallalang masih memburu pelaku pencurian. Informasi yang diperoleh koran ini di kepolisian menyebutkan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.00 Wita itu bermula ketika korban terlelap tidur di kamarnya. Pada saat tengah dibui mimpi, korban dikagetkan dengan suara gaduh. Segera korban bangun dan mengecek kondisi di sekeliling vila. Saat itulah korban mendapati handpone, kamera dan uang tunai USD 600 miliknya raib. “Dari pengakuan satpam vila, Wayan Tana, dia sempat mendengar suara di dalam kamar vila tempat korban menginap. Tapi, hanya sebentar,” ujar Kapolsek Tegallalang AKP Made Uber kemarin. Baru keesokan paginya, lanjut AKP Uber, saat sang tamu bangun dan berteriak, Tana langsung menuju kamar dan mengecek situasi. Setelah dicek, beberapa barang berharga milik Melisa sudah berpindah tangan. “Setelah dilakukan penyelidikan, diduga pelaku mudah melakukan pencurian karena kondisi villa selalu terbuka. Kebetulan penjagaan di vila ini masih sangat minim. Saat malam saja, vila hanya dijaga satu orang satpam,” jelas AKP Uder. Lanjut dia, setelah ada laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. “Kasus ini masih kami kembangkan lebih lanjut. Semoga dalam waktu dekat, pelaku bisa kami tangkap,” imbuhnya. (rin/mus)

RADAR JEMBER/JPNN

DENTUMAN KERAS: Pendaki diharapkan tetap lebih berhati-hati karena aktivitas Gunung Semeru terus meningkat.

Aktivitas Dibatasi sampai 4 Kilometer

LUMAJANG – Pemkab Lumajang meminta masyarakat tetap mewaspadai aktivitas gunung Semeru belakangan ini. Meski kondisi Semeru tak menghawatirkan, namun kewaspadaan diperlukan sebagai langkah antisipatif. Penegasan itu disampaikan Kepala Bagesbangpol Rochani kemarin. Dia membenarkan bahwa ada aktifitas Semeru yang mengeluarkan dentuman keras beberapa waktu lalu. Namun, setelah berkoordinasi dengan petugas

Pos Sawur, dia mengaku bahwa tidak yang perlu dikhawatirkan terhadap kondisi Semeru terkini. “ Itu aktifitas biasa,” kata Rochani menirukan keterangan petugas Pos Sawur. Namun, dia mengaku masyarakat tetap harus waspada. Sebab, bagaimanapun status gunung tertinggi se Jawa tersebut masih waspada. Khususnya, masyarakat yang selama ini beraktifitas di sekitar lerang gunung tersebut. “Jauhi puncak Semeru,” pesannya.

Guguran lava pada letusan Sabtu malam tersebut, kata dia hanya mencapai 4 kilometer. Itu berarti masih berada di ring satu puncak semeru. Di kawasan itu, tambah dia hanya ada hamparan pasir luas dan tidak ada pepohonan. Yang harus waspada, tambah dia adalah masyarakat yang selama ini beraktivitas di sekitar lereng semeru. Dia meminta agar tidak telalu dekat dengan puncak semeru. Khawatir terjadi letupan besar lagi. (wan/wah/jpnn)

Bawa Kabur Gadis, Digeruduk Warga JEMBER - Ahmad Soleh, warga Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, digeruduk warga Dusun Gadungan, Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger, Jember, Minggu (3/7) sekitar pukul 14.00. Gara-garanya, lelaki umur 37 tahun ini ditengarai membawa kabur anak gadis warga setempat. Untuk mengelabui warga, saat digeruduk, dia sempat mengaku sebagai wartawan media elektronik ternama. Ketika didatangi warga, pria yang akrab dipanggil Kacong ini sedang bersama Faiqotul Himah, 20, gadis yang dibawanya tanpa pamit orang tuanya. Sholeh menjemput Faiqotul dengan menggunakan sebuah mobil warna hitam dengan Nopol P 1992 NJ. Belakangan diketahui jika mobil tersebut disewa Sholeh dengan harga Rp 250 ribu sehari. Informasi yang berhasil dihimpun koran ini, awalnya Faiqotul janjian dengan Sholeh di jalan. Itupun tanpa pamit pada orang tua Faiqotul. Orang tua Faiqotul pun curiga. Apalagi sebelumnya, Faiq pernah tak pulang selama 3 hari dan kabur bersama Sholeh. Akibatnya, Siti Asiyah, ibu kandung Faiqotul kebingungan dengan kondisi putrinya. Beberapa hari berselang, Faiqotul ditemukan sedang bersama Sholeh dalam mobil usai membeli bakso di Pasar Reboan, Kasiyan. ”Saya langsung datangi anak saya,” terang Siti Asiyah. Asiyah lalu menjemput paksa

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

DIKELER: Ahmad Soleh harus berurusan dengan polisi karena diduga membawa gadis tanpa diketahui orang tuanya.

anaknya hingga akhirnya mengundang reaksi warga sekitar hingga berdatangan. Tanpa dikomando, secara serentak, warga langsung menggeruduk Sholeh beramairamai. Tak bisa berkutik, akhirnya Sholeh dan Faiqotul dibawa ke rumah kepala desa setempat. Di rumah kades itulah, semakin lama warga semakin banyak berdatangan Suwadi, orang tua Faiqotul menceritakan, sebelumnya anaknya kabur dari rumah selama tiga hari. Saat pulang diantar kawan Sholeh dari Ambulu. Saat itulah, orang tua Faiqotul menaruh curiga. “Saya takut terjadi hal yang

enggak-enggak,” papar Suwandi. Apalagi, sejak diajak Sholeh, Faiqotul sering terlihat menutup diri. Atas kepergian anaknya tersebut, pihaknya telah lapor ke Mapolsek Puger. ”Saya sudah laporan, jadi saya ingin dia (Sholeh, Red) dihukum,” terang Suwadi. Warga yang semakin banyak memadati rumah kades membuat petugas segera datang. Selanjutnya langsung membawa Sholeh beserta Faiqotul berikut orang tuanya ke Mapolsek Puger guna dimintai keterangan. Ketika hendak dibawa ke Polsek, Faiqotul terlihat menangis tersedu-sedu sambil dibimbing keluarganya. Sementara itu, dari pengakuan Sholeh, ia tak pernah mengaku sebagai wartawan, hanya saja banyak beberapa kawannya asal Jenggawah yang berprofesi sebagai wartawan mingguan. ”Saya nggak pernah mengaku sebagai wartawan, tapi rencana memang mau masuk jadi wartawan,” ujarnya. Dia mengaku mencintai Faiqotul, meskipun telah punya anak dan istri. Bahkan, selama pergi bersama Faiqotul, dia tak pernah melakukan hubungan layaknya suami istri. ”Nggak sampai gituan, benar ini,” tegas Sholeh. Dikatakan, tidak ada niatan sedikitpun untuk membawa kabur Faiqotul. Menyikapi hal ini, Kapolsek Puger AKP Mastur menjelaskan, pihaknya akan menangani kasus tersebut sesuai prosedur. (fid/jum/jpnn)

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

KEBOBOLAN: Rumah Kamarul, Bos Jember Mutiara (JM) TV terlihat sepi setelah dibobol maling.

Rumah Bos JM TV Dibobol Maling JEMBER – Polisi terus mengusut kasus pencurian yang terjadi di rumah Kamarullah Hadi, 45, pengusaha broadcast asal Perumahan Bukit Permai, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari. Setelah melakukan penyelidikan dan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), polisi telah memeriksa sejumlah saksi. ‘’Penanganan tetap kami lakukan. Hingga kasus ini tuntas,’’ ungkap AKP Alit Alarino, Kasat Reskrim Polres Jember, kemarin. Penanganan ini dilakukan menyusul aksi pencurian yang terjadi di rumah pemilik Jember Mutiara (JM) TV Jember yang terjadi pada Minggu (3/7) dini hari lalu. Saat itu, penghuni rumah sedang keluar kota. Bos JM TV sedang berlibur ke Kota Probolinggo. Aksi pencurian baru diketahui Minggu pagi sekitar pukul 07.00. ‘’Saat itu, saya baru pulang dari Probolinggo. Kondisi rumah sudah

berantakan,’’ katanya. Kamarul mengungkapkan, saat diperiksa, dua unit LCD TV ukuran 47 inchi sudah raib. Temasuk dua unit laptop, sebuah organ, dan seperangkat perhiasan. Bahkan, uang tunai jutaan rupiah yang tersimpan di rumah juga raib. Dari kondisi itulah, Kamarul memastikan, rumahnya baru saja dibobol maling. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke polisi. Tak lama kemudian, polisi datang ke lokasi guna melakukan olah TKP. Termasuk mengumpulkan sejumlah barang bukti. Terkait masalah ini, Kasatreskrim Polres Jember AKP Alith Alarino menyatakan, setelah mendapat laporan adanya pencurian, pihaknya langsung mendatangi lokasi. ‘’Pemeriksaan lokasi sudah kami lakukan,’’ ungkapnya. Dijelaskan, hingga kemarin, pihaknya masih meminta keterangan saksi. (rid/wnp/jpnn)

Protes PDAM, Warga Lurug Kantor Kecamatan BONDOWOSO - Beberapa Warga Desa Kabuaran Kecamatan Grujugan kemarin (4/7) mendatangi kantor Kecamatan Grujugan, Bondowoso. Mereka keberatan dengan rencana pembangunan saluran pipa air oleh PDAM Bondowoso yang melewati jalan di desanya. Apalagi, warga melihat ada pekerja yang tengah membangun atau meletakan pipa ukuran besar di jalan. ”Sehingga, kami semua turun ke kantor kecamatan untuk menyampaikan keberatan kepada pak camat,” ungkap Bukhori, 54, koordinator warga kemarin. Aksi unjuk rasa warga Kabuaran itu menurut dia, dipicu tindakan PDAM yang meletakan pipa-pipa saluran air ditepi jalan desa.”Apalagi jumlahnya juga cukup banyak,” tambahnya. Disamping itu, ada pekerja yang tengah menggali tanah di pinggir jalan desa, untuk ditanam pipa saluran.”Sehingga, warga desa protes. Kami semua mendatangi pekerja yang menggali tanah, untuk tidak meneruskan pekerjaannya,” katanya. Sebab, lanjut dia, warga Desa Kabuaran tidak setuju dengan pemba-

ngunan instalasi saluran pipa air yang mata airnya mengambil dari sumber mata air di Dusun Taman Desa Kabuaran Kecamatan Grujugan.”Kami semua tak setuju, jika sumber mata air di dusun Taman dieksploitasi oleh PDAM,” katanya. Meski begitu, kata Bukhori, dia dan warga lainnya, tak melakukan aksi anarkis sehingga Bukhori mengajak warga desanya untuk menyampaikan aspirasi ke Camat Grujugan Soewarto.”Kami meminta, pak camat untuk menyampaikan aspirasi warga Kabuaran ke bupati dan PDAM, untuk menghentikan proyek ini,” katanya. Sebab, kata dia, jika PDAM mengambil air dari sumber mata air di Dusun Taman, maka itu akan mengurangi debit air.”Sehingga, warga desa akan kesulitan untuk mengairi sawahnya,” katanya. Sementara itu, Camat Grujugan Soewarto yang baru saja datang dari menghadiri rapat di DPRD Bondowoso, mengatakan, pihaknya akan menampung aspirasi warganya itu. Selanjutnya, dia

RADAR JEMBER/JPNN

SAMPAIKAN ASPIRASI: Perwakilan warga menemui camat Grujugan kemarin.

akan menyampaikan tuntutan warga itu kepada bupati.”Kami menerima aspirasi warga. Selanjutnya, akan kami laporkan ke atasan,” katanya. Sementara itu, dari informasi yang

berkembang di lapangan, justru ada beberapa warga desa Kabuaran menjual sebagian tanahnya ke PDAM Bondowoso. Sebab, tanahnya itu, mengandung sumber mata air. (eko/wah/jpnn)


6

Selasa 5 Juli 2011

Semester Pertama Bajaj Tumbuh 20 %

Diwarnai Atraksi Satwa Langka Oriental Circus di Stadion Diponegoro BANYUWANGI–Pertunjukan Oriental Circus Taman Safari Indonesia yang digelar di Stadion Diponegoro Banyuwangi benar-benar mampu menghipnotis pengunjung. Kedatangan sirkus di Kota Gandrung itu merupakan obat perindu setelah lima tahun absen menghibur masyarakat. Berbagai atraksi dipertontonkan. Tak jarang, penampilan yang disuguhkan membuat jantung berdetak kencang. Namun, saat penampilan badut dan sipanse yang lucu membuat penonton tertawa lepas. Pertunjukan yang diadakan di dalam tenda yang diimport langsung dari Jerman itu cukup menampung 1.500 penonton. Tak ayal, arena sirkus yang terletak di lapangan barat stadion tersebut benar-benar menjadi arena hiburan bagi keluarga tercinta. Hiburan spektakuler yang didukung sarana dan prasarana bertaraf internasional yang dilengkapi water proof, fire proof, AC, sound system berfrekuensi canggih, serta permainan lampu yang gemerlap menjadikan suasana pertunjukan semakin terlihat spektakuler. Penanggung jawab sirkus Budiharjo mengatakan, pengunjung Oriental Circus yang digelar sejak 30 Juni lalu sangat ramai. Antusias pengunjung ini menujukan jika kehadiran

sirkus di Banyuwangi sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Rencananya, oriental sirkus ini akan digelar hingga 17 Juli mendatang. Menurut Budiharjo, penampilan Oriental Circus tak kalah bagus dari sirkus luar negeri. Apalagi, satwa Taman Safari Indonesia turut meramaikan even akbar itu. Harimau Sumatera, gajah Sumatera, simpanse Afrika, anjing pudel London, burung kakak tua dan burung mako, menjadi bagian atraksi sirkus yang mendebarkan. Aksi flaying trapeze hingga kelincahan dan kelenturan gadis-gadis karet, mampu memukau penonton. Ada juga show satu sepeda dinaiki 12 orang dan atraksi penari balet di udara. “Melengkapi hiburan anda sekeluarga, lawak ala Moscow Circus yang kocak, dijamin membawa keceriaan bagi orang tua dan anak,”katanya. Dijelaskan, jam pertunjukan sirkus dibagi dua. Pada hari Senin hingga Sabtu dimulai pukul 18.00 dan pukul 20.00. Sedangkan hari Minggu atau hari libur dimulai pukul 13.00, 18.00, dan 20.00. Tarif tiket masuk sangat terjangkau. Kelas ekonomi hanya Rp 20 ribu, utama Rp 35 ribu, VIP Rp 50 ribu, dan VVIP Rp 75 ribu. “Tiket pertunjukan ini sangat ekonomis. Bulan lalu kami ke Bali, tiket ekonomi berkisar Rp 50 ribu, sedangkan VVIP Rp 200 ribu. Khusus untuk warga Banyuwangi dan sekitarnya, tiket kami turunkan,” katanya. (ikl)

BANYUWANGI–Semester pertama 2011, diler Bajaj Banyuwangi membukukan pertumbuhan 20 persen. Tiga tipe Bajaj masing-masing Pulsar 135 LS, 180 dan 220 memberikan kontribusi penjualan yang hampir berimbang. Dwi Endar Susilo, Manajer diler Andi Motor—show room motor Bajaj di Banyuwangi mengatakan pertengahan tahun 2010 hingga 2011 ini, rata-rata penjualan Bajaj meningkat 15 persen. Ini berarti target 20 persen tercapai. Dengan begitu pabrikan motor asal India, Bajaj, yakin mengukuhkan bisa bersaing sebagai motor dengan segmen sport. Dari beberapa produk yang diusung, Pulsar 135 LS tetap menjadi tulang punggung penjualan Bajaj hingga saat ini. “Kami optimistis, Bajaj berpeluang menembus pasar motor sport di sini (Banyuwangi). Untuk saat ini wilayah Kota masih mendominasi penjualan tertinggi, disusul wilayah Genteng,” cetusnya. Menurut Endar, dominasi penjualan saat ini masih dipegang oleh

Pulsar 135LS. Pasalnya selain model serta tenaga yang diusung cukup mumpuni harga untuk motor ini juga cukup miring dikelasnya. Terbukti, dari total penjualan semester pertama tersebut 75 persennya dihuni oleh varian jenis ini. meski begitu, Pulsar 180 cc dan 220 cc juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pulsar 180 cc diminati dengan tingkat kenyamanan serta kekuatan touringnya di jalanan. Sedangkan Pulsar 200 cc mampu mencapai kecepatan sekitar 144 km/ jam — lebih kencang dibandingkan para kompetitor dari segmen sama. Bukan itu saja, produk yang menurutnya cukup berkualitas itu juga didukung dengan purna jual yang baik. Tak salah bila respons masyarakat terhadap motor Bajaj itu langsung disambut hangat. “Melihat masing-masing tipe, Bajaj membidik semua segmen konsumen. Apalagi, saat ini ada program cash back Rp 500 ribu. Untuk leasing, Bajaj menggaet Adira, WOM, dan Summit,” sebutnya. (ikl/*/irw)

MUDAH DIJANGKAU: Diler Bajaj berada di Jalan PB Sudirman Banyuwangi (Utara BCA Banyuwangi).

GERDA/RaBa

PANJAT TIANG: Atraksi harimau Sumatera di Oriental Circus Taman Safari Indonesia yang digelar di Stadion Diponegoro Banyuwangi. GALIH COKRO/RaBa

GOR GRAHA BHAKTI GENTENG, 5 - 9 JULI 2011

300 Atlet Ramaikan Kejurkab Bulutangkis Digelar Hari Ini di Graha Bhakti Genteng BANYUWANGI – Kejuaraan kabupaten (kejurkab) bulutangkis Banyuwangi 2011 digelar mulai pulul 10.00 pagi ini. Ada 300 atlet yang dipastikan akan tampil dalam even yang sekaligus memeriahkan hari ulang tahun Radar Banyuwangi ke12 ini. Bertempat di GOR Graha Bhakti Sport Genteng, kompetisi ini akan bergulir hingga 9 Juli mendatang. Ketua penyelenggara Iwan Setiono mengatakan, kejurkab kali ini dijadwalkan akan dibuka Ketua KONI yang juga Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko. Ada tujuh kategori yang akan dipertandingkan dalam pertan-

dingan yang memperebutkan tropi dan uang pembinaan ini. Untuk kategori kelompok umur, panitia akan mengkosentrasikan pelaksanaan pada siang hari. Di nomor ini ada 216 peserta baik putra maupun putri yang akan saling

FKTI Panen Medali BANYUWANGI – Capaian gemilang dipetik kontingen karate Banyuwangi dalam ajang kejuaraan nasional (kejurnas) FKTI. Dalam even yang dihelat di Jakarta pada 29 hingga 30 Juni lalu, induk pembina olahraga karate tradisional di Banyuwangi itu sukses membukukan 8 medali emas, 3 perak, dan 4 perunggu. Pendulang medali bagi kontingen Banyuwangi disumbangkan oleh Mohamad Rifiki Sodaqta. Rifiki mencatatkan diri mengoleksi dua emas dan satu perak di nomor kata dan kumite. Capaian Rifiki mampu diikuti oleh Sukiono yang merebut dua emas dan satu perunggu. Sedangkan lumbung

medali lainnya berasal dari Almira yang menggondol satu emas dan satu perak. Disusul Chaerul dengan satu emas dan Anisa Shobaro dengan dua emas. Catatan cerita sukses FKTI Banyuwangi bertambah dengan kalungan medali perak dan perunggu yang disabet oleh Nur Ahmad. Selanjutnya, ada Mas Restu, Boy Prakoso dengan masing-masing satu perunggu. Mengirimkan 10 karateka terbaiknya, praktis hanya dua karateka saja yang gagal meraih medali. “Secara umum semua kelas bisa didominasi. Mereka yang gagal meraih medali hanya kurang beruntung saja,” ujar Joko Triyadni, ketua FKTI Banyuwangi. (nic/als)

berjuang untuk menjadi yang terbaik. “Sedangkan untuk nomor veteran, ganda dan tunggal umum, dimainkan sore sampai malam,” bebernya. Sisanya, sebanyak 85 peserta akan bertanding di nomor tunggal dewasa dan ganda putra. Demi menjaga aroma kompetisi, panitia memberikan kelonggaran bagi nomor ganda umum. Kelonggaran yang diberikan adalah dengan membebaskan peserta yang berasal dari luar Banyuwangi. Di samping itu, untuk nomor ini juga masih membuka pendaftaran hingga hari ini. Peserta terakhir dideadline bisa mendaftarkan diri hingga pukul 17.00 besok (hari ini). “Setelah melewati waktu itu pendaftaran ditutup,” tegas Iwan. (nic/als)

ABDUL AZIS/RaBa

GEDUNG GRAHA BHAKTI: Inilah tempat kejurkab bulutangkis Banyuwangi 2011 yang akan digelar mulai hari ini.

Suporter Larosmania Cium Aroma Kudeta BANYUWANGI – Dipilihnya Nanang Nur Ahmadi sebagai ketua Persewangi perhatian sejumlah pemerhati dan pengamat sepak bola di Banyuwangi. Rata-rata mereka mengaku terkejut dengan pelaksanaan pemilihan yang terkesan diam-diam dan spontan tersebut. Sebab, selama ini PSSI selaku otoritas dan penanggung jawab tim berjuluk Laskar Blambangan itu masih adem ayem dalam menyiapkan tim persewangi Divisi Utama. Tidak heran, munculnya tokoh MWCNU Rogojampi ini sebagai pemegang tampuk pimpinan tim membuat banyak pihak terkejut. Di antaranya disuarakan oleh barisan suporter Larosmania. Mereka menduga ada motif lain di balik munculnya pemilihan yang terkesan tiba-tiba tersebut.

Koordinator Larosmania Ahmad identik dengan ketua Persewangi. Mustain mengungkapkan, pada Hanya saja, Mustain menilai, dasarnya suporter tidak perduli de- pelaksanaan pemilihan harusnya ngan siapa pun ketua Persewangi. dilakukan lewat mekanisme yang Sebab, pada dasarnya ada. Salah satunya semua pihak dan dengan melakukan personal memiliki hak koordinasi dengan dipilih untuk memepihak PSSI selaku pegang kursi kepengunanggung jawab tim. rusan tim. “Semua yang Apalagi dalam Divisi berkompeten berhak Utama nanti, Persewamenjadi ketuanya Perngi bukan hanya kepesewangi,” serunya. ngurusan bola saja, Dia pun mengungtetapi harus menanjak kapkan setuju bila ketua ke profesional. Persewangi dipisah deSoal pemilihan di DOK/RaBa ngan ketua PSSI. TuGenteng Minggu (3/7) Ahmad Mustain juannya agar konsenkemarin, Mustain trasi dua institusi yang sama-sama mencium adanya “kudeta halus” bergerak di bola ini bisa sejalan dalam persepakbolaan di Banyuwaberiringan dan saling melengkapi. ngi. Malah, diduga kepentingan Sebab selama ini ketua PSSI sudah pemilihan ketua tim lebih ber-

nuansa pragmatis. Yaitu mencari untung dalam momentum kongres PSSI di Solo 9 Juli nanti. Lebih lanjut, Mustain pun meminta persoalan ini segera diselesaikan. Bila perlu, PSSI buka suara ke publik mengenai apa yang sebenarnya terjadi di tubuh PSSI Banyuwangi. “Rakyat dan pemerintah biar tahu siapa dan kenapa persoalan jelang kongres justru membuat PSSI Banyuwangi terpecah,” pintanya. Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait hasil pemilihan ketua Persewangi kemarin, ketua PSSI Banyuwangi Michael Edi Hariyanto mengaku belum bisa memberikan jawaban. Dia sendiri masih berada di Solo dalam rangka persiapan mengikuti kongres PSSI. “Saya belum tahu ada acara itu. Nanti setelah di Solo kita akan buka suara, katanya. (nic/als)


7

BERITA UTAMA

Selasa 5 Juli 2011

HALAMAN SAMBUNGAN

Eksepsi Ditolak Hakim ■ SIDANG... Sambungan dari Hal 1

Lantaran tidak ada persetujuan dari MPD dalam pemeriksaan, ungkap Eko, kliennya tengah mengajukan gugatan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Kini proses persidangan PTUN masih berlangsung. “Kita sudah minta persidangan menunggu keputusan PTUN,” harapnya. Hanya saja, lanjut dia, permintaan itu ditolak majelis hakim. Dalam sidang lanjutan, eksepsi yang telah disusun tidak diterima dan sidang harus berlanjut. “Ternyata majelis hakim memiliki pertimbangan lain,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Jamal melaporkan Haryo

ke Polres Banyuwangi. Dalam laporannya disebutkan, pada 30 Juli 2009 telah terjadi transaksi jual-beli sebidang tanah hak milik seharga Rp 125 juta oleh Imam Bukani, warga Dusun Krajan, Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi. Pembelinya Ami Santoso dan Nancy Wijaya, warga Dusun Maduran, Desa Rogojampi, Kecamatan Rogojampi. Keduanya menghadap notaris/PPAT (pejabat pembuat akta tanah) Haryo Wirasmo untuk membuat akta jual-beli. Sebelum akta jual-beli dibuat, Ami atas nama Imam telah membayar PPh final peralihan hak atas tanah sebesar Rp 7,04 juta kepada Haryo. Penjual juga membayar bea perolehan hak atas tanah Rp 6 juta.

Kedua setoran pajak itu telah dikirim melalui rekening Haryo di Bank Mandiri pada 10 Agustus 2009. Saat pembuatan akta jualbeli, Haryo sudah menyiapkan blangko surat setoran pajak (SPP) untuk pembayaran PPh final dan meminta Imam Bukani menandatangani kolom wajib pajak. Namun, dalam SPP itu belum ada tanggal penyetoran. Uang itu diduga tidak disetorkan ke kas negara melalui Bank Jatim selaku pemungut PPh final. Meski diduga belum dibayarkan, tapi pembeli sudah menerima SSP yang sudah distempel Bank Jatim. Sebelumnya, kuasa hukum Haryo Eko dan Misnadi menyoal penerapan Pasal 266 ayat 2 dan 372 KUHP yang di-

terapkan penyidik. Menurutnya, pasal itu tidak relevan dalam perkara itu karena seluruh unsurnya tidak terpenuhi. Seorang tidak dapat dikenakan pidana terkait pelaksanaan jabatan. “PPAT hanya dapat dikenakan sanksi administratif sampai pemberhentian dari jabatan,’’ jelas Misnadi dalam legal opinion tentang perkara Haryo. Awalnya, Haryo dibantu beberapa pegawai, termasuk Jamal Abdul Nasir sebagai pelapor, dalam transaksi jual beli tanah. Selanjutnya, Haryo membuatkan akta PPAT sesuai kewenangannya. Pada 2 September 2009, Haryo menugaskan Jamal membayarkan pajak transaksi tersebut senilai Rp 7,04 juta secara tunai sebagai setoran

Pemenang Dapat Tujuh Suara ... ■ DARODJI... Sambungan dari Hal 1

“Pemilihan ketua Komisi II baru kita lakukan dengan cara voting,” kata Wakil Ketua Komisi II Sugirah usai memimpin rapat pergantian ketua komisi. Pergantian itu dilakukan karena ketua Komisi II sudah

lama vakum. Padahal, banyak agenda dan program yang harus dilaksanakan komisinya berkaitan dengan perekonomian. “Rapat pergantian ketua Komisi II itu merupakan keputusan banmus (badan musyawarah),” jelas Sugirah. Anggota DPRD dari PDI Perjuangan itu menjelaskan, rapat

Desak Bupati Penuhi Tuntutan ■ TUNTUT... Sambungan dari Hal 1

Selama warga berorasi, perwakilan massa yang terdiri atas tiga cakades yang kalah berusaha menemui Bupati Abdullah Azwar Anas di kantor pemkab. Mereka adalah Endik Setiawan, Faisal Mualam, dan Bambang Sudjarwo. Namun,

karena Anas sedang ada acara di Jakarta, akhirnya mereka ditemui Asisten Pemerintahan Hery Nur Cahyo dan Kepala Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas) Abdullah. “Semua kecurangan sudah ada dalam blanko ini,” tegas Endik dalam pertemuan tersebut. (abi/irw)

kemarin hanya membahas pergantian ketua komisi. Untuk posisi wakil ketua dan sekretaris, tidak ada perubahan. “Pemilihan ini hanya untuk ketua saja, wakil tetap saya, dan sekretaris tetap Ana Anisah,” ujarnya. Pimpinan komisi yang dipilih akan melanjutkan tugas pimpinan sebelumnya. Sehingga,

masa tugas ketua Komisi II yang baru hanya tujuh bulan. “Dalam pemilihan kemarin, calonnya ada dua, yaitu Pak Darodji dan Pak Ismoko. Dari 11 anggota dewan yang hadir, Pak Darodji mendapat dukungan tujuh suara, dan Pak Ismoko hanya empat suara,” ungkap Sugirah. (abi/aif)

Wajib Bawa Baju Ganti ■ KELUAR... Sambungan dari Hal 1

Jumlahnya pun disesuaikan sedikit-banyaknya senam yang diikuti. Baju cadangan menjadi kebutuhan wajib. Pasalnya, tubuh yang berkeringat membuat baju yang dipakai menjadi basah. Supaya tidak mengganggu penampilan, baju

cadangan wajib dipakai. Untuk menjaga agar tetap terlihat bugar, Yayuk betah berlama-lama di kamar mandi. Dalam sehari, penghobi olahraga senam itu bisa sampai lima kali keluar-masuk kamar mandi. “Lebih banyak mandi bisa bikin badan segar setelah senam,” cetusnya. (nic/irw)

Makin Banyak Siswa Cabut Berkas ■ HARI... Sambungan dari Hal 1

Tidak hanya pendaftaran yang mewarnai aktivitas di sejumlah sekolah, penarikan berkas juga mewarnai hari keempat PPDB kemarin (4/7). Kabid Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) Dispendikpora Catur Pamarto mengatakan, proses pendaftaran reguler akan ditutup 5 Juli 2011. Dari berkas yang masuk, panitia penyelenggara akan melakukan entry data peserta yang diterima. “Pengumuman akan dilaksanakan serentak 7 Juli,” ungkapnya. Jumlah pagu yang telah ditetapkan tidak berbeda jauh dengan tahun lalu. SMK dengan rombongan belajar (rombel) 153, akan menerima 5252 siswa. SMA dengan rombel 116, akan menerima 4080 siswa. SMP dengan rombel 326 akan menampung 11036 siswa. Namun, dalam penyelenggaraan PPDB kali ini, Dispendikpora menekankan untuk SD, SMP, dan SMA reguler, setiap kelas paling banyak 36 siswa. Untuk kelas khusus, seperti rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI), paling banyak 32 siswa. Untuk kelas RSBI SD, paling banyak 28 siswa.

Sistem penerimaan siswa masih menggunakan sistem poin, yang merupakan hasil akumulasi beberapa penilaian, di antaranya nilai ujian nasional, rapor, prestasi akademik, dan nonakademik. “Di samping itu domisili asal sekolah juga akan menentukan perolehan poin calon siswa,” bebernya. Terkait prestasi nonakademik, Catur menegaskan bahwa hal itu akan dibuktikan dengan sertifikat atau sejenisnya. Untuk mempermudah pemberian poin, pihak sekolah diberikan keleluasaan melakukan uji dan validasi sertifikat yang dimiliki calon siswa. Calon siswa cukup menyerahkan sertifikat asli dan fotokopi saat pendaftaran. Cara itu meniadakan kewajiban legalisasi berkas sertifikat pendukung. “Kalau sekolah masih ragu, bisa berkoordinasi dengan dinas atau yang menerbitkan sertifikat,” imbuhnya. Sementara itu, persaingan memperebutkan kursi di beberapa sekolah kian sengit. Perubahan perolehan poin di sejumlah sekolah memicu beberapa calon siswa mencabut berkasnya. Peringkat poin calon siswa baru di beberapa sekolah bisa dibaca selengkapnya dalam grafis. (nic/irw)

SMK :

SMK NEGERI TEGALSARI Akuntansi Teknik Kend Ringan Busana Butik Teknik Sepeda Motor

625.800 606.350 543.100 637.700

737.150 720.200 697.600 695.450

SMK NEGERI DARUL ULUM MUNCAR Akuntansi Teknik Kend Ringan Teknik Komputer Dan Jaringan Busana Butik Teknik Perikanan Laut

648.550 625.900

705.600 721.150

641.250 494.500 566.150

735.150 716.050 689.700

SMK NEGERI IHYA ULUMUDIN SINGOJURUH Akuntansi Teknik Kend Ringan Teknik Komputer Dan Jaringan Teknik Sepeda Motor

657.800 641.250

708.350 699.950

663.850 640.050

728.750 704.350

SMK NEGERI KALIBARU Akuntansi Teknik Kend Ringan Agribisnis Perikanan Agri Ternak Ruminansia Agri Ternak Unggas

576.750 579.250 542.350 396.800 480.750

688.700 691.250 659.850 636.000 617.850

pajak PPH final atas nama wajib pajak pada kantor pajak melalui Bank Jatim. “Tiga jam kemudian

627.450 589.500 506.900 562.650

■ WARGA... Sambungan dari Hal 1

Mereka berkeyakinan, korban yang hilang saat mencari ikan itu tenggelam di laut. “Yang ditemukan keluarganya hanya perahunya,” ungkapnya. Saat jenazah dievakuasi ang-

Sambungan dari Hal 1

■ TKI KENDIT... Sambungan dari Hal 7

Belakangan diketahui, Rahmadi bekerja di Malaysia tidak melalui jalur resmi alias ilegal. Singkat kata, peristiwa nahas terjadi di tengah peraiaran. Rahmadi tercebur ke laut, jasadnya ditemukan mengambang di sekitar bibir pantai wilayah Berjaya Beach Resort, Tioman Island, Rompin, Pahang, Malaysia, pada tanggal 14 Juni 2011. Kepala Desa (Kades) Bugeman, Udit Yuliasto, membernarkan warganya itu bekerja di Malaysia tiga tahun belakangan. Bahkan, Udit mengaku sekitar pertengahan bulan Juni lalu telah mendengar kabar Rahmadi tewas. “Saya dapat informasi dari Ain, warga saya yang selama ini bekerja mencari warga yang akan bekerja di luar negeri, bahwa Rahmadi tewas saat hendak pulang ke Tanah Air. Ain dapat info dari

Adalah Dedy Luthan, sutradara nasional sekaligus penggagas ide besar pementasan tersebut. Pada tahun 1990-an, dia pernah meneliti budaya Banyuwangi, khususnya gandrung. Selama penelitian, dia datang ke kampung-kampung dan menyaksikan langsung pementasan tari gandrung dalam berbagai hajatan warga. Rupanya, penelitian selama beberapa tahun itu memberinya inspirasi untuk menampilkan tari gandrung dalam pementasan yang prestisius. Keinginan besar tersebut diwujudkan dengan Sendratari Gandrung Eng Tay yang dihelat di GKJ. “Jadi di usianya yang sudah 60-an tahun, Bang Dedy Luthan ingin menampilkan ide besarnya, yaitu Sendratari Gandrung Eng Tay,” ungkap Iga Mawarni, penyanyi yang menjadi produser pementasan tersebut. Apa hubungan cinta Sam Pek-Eng Tay dan gandrung? Rupanya, Dedy melihat ada benang merah yang ketemu antara budaya lokal Banyuwangi tersebut dengan China. Sam Pek-Eng tay adalah roman dari daratan China yang dikenal akrab oleh sebagian besar publik seni di Indonesia. Pertautan dua aspek dengan latar belakang budaya berbeda inilah yang menjadi daya tarik tersendiri dalam karya Dedy. “Benang merah di antara keduanya disajikan dengan garapan dramatari unik dan memikat. Tentu saja juga kental dengan pesan moral,” katanya. Tak heran, mulai awal hingga akhir ce-

mencari ikan hias di laut. Tetapi, saat kejadian, korban kebetulan sedang mencari ikan untuk dikonsumsi. “Korban mencari ikan dengan cara menyelam. Saat menyelam, diduga ada gangguan pernapasan,” jelasnya. (abi/ irw)

seorang tekong di Malaysia,” ujarnya kemarin (4/7). Namun kala itu, lanjut Udit, salah satu keluarga korban tidak mempercayai informasi itu. “Keluarga baru percaya saat beberapa anggota Polres Situbondo melakukan kroscek di kediaman korban,” urai Udit. Kapolres Situbondo, AKBP Imam Thobroni, membenarkan pihaknya mendapat informasi seorang TKI yang diduga berasal dari Kecamatan Kendit tewas. “Kami mendapat informasi tewasnya TKI itu dari dua sumber, yakni dari Senior Lession Officer (SLO) yang saat ini berada di Malaysia, dan dari NCB (Interpol, Red),” tutur perwira polisi dengan dua melati di pundak itu. Menurut kapolres, pihaknya dimintai bantuan melakukan kroscek kepada keluarga korban untuk memastikan apakah korban memang benar warga Situbondo ataukah bukan.

“Setelah kami konfirmasi kepada keluarga, sesuai kartu identitas yang ditemukan di kantong korban, yang bersangkutan (korban) diyakini sebagai Rahmadi,” lanjutnya. Bahkan, lanjut Imam Thobroni, untuk memastikan jasad yang ditemukan mengapung di perairan itu adalah Rahmadi, pihaknya telah mengirim foto korban melalui multi media message (MMS) kepada SLO di Malaysia. “Kita tidak mengetahui kronologis kematian korban. Informasi yang kami kantongi, korban tewas karena kecelakaan,” pungkas kapolres. Sejauh ini, belum banyak informasi yang dapat digali dari pihak keluarga. Pasalnya, keluarga merahasiakan peristiwa yang menimpa korban kepada ibunya, Sumardiah, dengan alasan takut wanita yang sudah “berumur” itu semakin shock. Terlebih, sekitar sebulan lalu dia kehilangan suaminya karena meninggal dunia. (sgt/aif)

Seharusnya Kurangi Kunker ■ MASYKURI... Sambungan dari Hal 7

Membantu Masykuri mencairkan hak-hak keuangannya. Zainuri mempertanyakan keseriusan pimpinan DPRD yang hingga kini dinilai membuat langkah-langkah tidak populis, bahkan menggelikan dalam mem-PAW Masykuri. Dia mempertanyakan alasan berkirim surat ke Kementerian Dalam Negeri. Padahal, Undang-Undang (UU) yang menjadi dasar yuridis melakukan

PAW anggota DPRD sudah sangat jelas. “Baik itu UU RI No. 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, maupun PP RI No. 16/2010 tentang pedoman penyusunan peraturan DPRD tentang tata tertib DPRD. Semua sudah jelas, anggota DPRD yang terlibat korupsi dan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap, sejak saat itu diberhentikan. Jadi, sudah secara otomatis,” papar Zainuri. Mekanisme PAW juga sudah sangat jelas diatur dalam aturan

tersebut. Sebab itulah, pimpinan DPRD yang mengirim surat ke Kementerian Dalam Negeri sampai kapan pun tak akan memperoleh jawaban. Sebab, aturan di UU sudah jelas. “Terus ngapain pimpinan DPRD Situbondo masih mengirim surat ke Depdagri. Itu akan ditertawakan dan tidak akan dibalas. Makanya seharusnya kunker DPRD itu dikurangi, diganti kegiatan yang memperbaiki SDM mereka tentang tata hukum negara,” tegas Zainuri. (pri/aif)

Punya Usaha Traveling ■ PERKENALKAN... Sambungan dari Hal 7

Di tengah kesibukannya mengurus keluarga dan kegiatan Bhayangkari, dia juga memiliki usaha traveling. Saat ini, biro

travel itu melayani rute Indonesia-Malaysia, Indonesia-Singapura, dan sebaliknya. “Insyaalah, ke depan saya akan membuka rute yang lain. Dengan demikian, saya bisa semakin memperkenalkan po-

tensi-potensi wisata yang dimiliki negeri ini, khususnya potensi wisata yang ada di Situbondo,” pungkas perempuan yang juga gemar mengunjungi tempat-tempat wisata tersebut. (sgt/aif)

SRI ATASI KESEMUTAN DENGAN YANG ALAMI

703.050 692.000 687.350 654.400

dan istri Ipuk Fiestiandani juga menyaksikan sendratari tersebut. Anas mengaku, kehadirannya sebagai salah satu wujud support pemerintah daerah terhadap promosi budaya lokal Banyuwangi. Apalagi, tidak semua seniman bisa tampil di GKJ. “Para penonton juga para seniman-seniman nasional yang sudah IGA MAWARNI FOR RaBa memiliki nama AKULTURASI: Para budayawan Banyuwangi bersama Bupati Abdullah Azwar Anas dan istri, Ipuk Fiestiandani, serta Iga besar di dunianya,” ungkap Bupati Anas. Mawarni (paling kanan) di GKJ. Saat pementasan rita, tari gandrung mendominasi. Padahal, tersebut, Anas juga mengundang sendratari itu juga diwarnai penampilan sejumlah tokoh nasional dan Ikatan personel dari Institut Kesenian Jakarta dan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) di Ibu Institut Seni Indonesia Solo. Menariknya, Kota Jakarta. Bupati ingin budaya lokal seluruh penari gandrung adalah seniman bukan hanya dikenal di tingkat daerah dan dan budayawan asli Banyuwangi. Mereka nasional. “Namun, sudah saatnya dikenal adalah Subari Sofyan dan Supinah dkk. dunia,” cetusnya. Penampilan mereka di dalam gedung Bukan hanya Sendratari Gandrung Eng kelas menengah ke atas tersebut mampu Tay, budaya lokal Banyuwangi juga mengmemukau ratusan penonton dan budaya- undang perhatian sejumlah sutradara dan wan nasional, seperti aktor Slamet Raharjo, produser film layar lebar. Dalam waktu deTio Pakusadewo, dan beberapa budayawan kat, mereka akan syuting film layar lebar nasional lain. “Saya benar-benar kagum di Banyuwangi. “Dari sini, tentu kita berdengan penampilan Pak Subari dan Bu harap, bisa juga menjadi ajang promosi Supinah. Ketika tampil aura beliau sebagai budaya lokal kita ke tingkat nasional sepenari gandrung memang luar biasa, dan itu bagaimana Bangka Belitung bisa dikenal tidak bisa digantikan orang lain,” puji Iga. luas setelah film Laskar Pelangi syuting di Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas sana,” ungkapnya. (irw)

gota tim search and rescue (SAR) dari TNI-AL, kondisi korban sangat mengenaskan. Wajahnya rusak hingga tidak bisa dikenali lagi. “Keluarga bisa mengenali dari pakaiannya,” tuturnya. Keterangan keluarganya, lanjut Jumadi, setiap hari korban

Kirim Foto Korban Via MMS

Segera Syuting Film di Banyuwangi ... ■ PADUKAN...

Bukani telah terbayar dan diterima Bank Jatim,” beber Misnadi. (abi/irw)

Diduga Alami Gangguan Pernapasan

SMK NEGERI WONGSOREJO Akuntansi Teknik Kend Ringan Busana Butik Teknologi THP

Jamal datang membawa isian setoran PPh sebagai bukti bahwa pajak atas nama Imam

Pengobatan herbal, tak diragukan lagi kini mulai dilirik banyak masyarakat yang merasakan sudah saatnya kini kembali pada yang alami. “Saya memilih pengobatan herbal karena komposisinya yang berbahan dasar alami,” tutur Sri Wahyuni membuka pembicaraan. Ketika banyak orang yang masih memiliki kepercayaan tinggi pada pengobatan konvensional, ibu 4 orang anak ini sadar bahwa sesungguhnya alam telah menyediakan solusinya, apalagi, Indonesia terkenal sebagai gudangnya tumbuhan obat. Maka, tak salah jika sebagai pribumi, Sri mempercayakan kesehatannya pada yang alami. “Dulu karena kesemutan, badan saya sering terasa sakit seperti yang mau melahirkan.” Keluh ibu

rumah tangga yang telah 5 tahun lebih merasakan kesemutan itu. Pada dasarnya kesemutan merupakan suatu gejala dari gangguan sistem saraf sensorik akibat rangsangan listrik di sistem itu tidak tersalur secara penuh. Misalnya, jalan darah tertutup akibat satu bagian tubuh tertentu ditekuk terlalu lama. Banyak orang menganggap enteng kesemutan. Padahal kesemutan hanyalah sebuah gejala penyakit yang mungkin saja berat, seperti diabetes melitus atau kencing manis, radang sumsum tulang belakang (myelitis), carpal tunnel syndrome (CTS), jantung, rematik dll. Kini aktifitas wanita berusia 61 tahun ini tidak lagi terganggu oleh kesemutan yang dialaminya. Melalui salah satu saudaranya, Sri mengetahui Gentong Mas, minuman herbal yang sangat bermanfaat dan aman tanpa efek samping. Bahan baku utama Gentong Mas adalah Habbatussauda (jintan hitam) dan Gula Aren. “Sudah 8 bulan saya minum Gentong Mas, baru minum 4 kotak manfaatnya sudah terasa, sekarang tidur menjadi nyenyak, bangun tidur pun terasa segar, kesemutan hilang dan stamina meningkat.” Tutur warga Kel. Kebun Sari, Kec. Sumber Sari, Jawa Timur tersebut dengan gembira. Karena telah merasakan manfaatnya, di akhir pembicaraannya,

Sri berharap pengalamannya tersebut dapat bermanfaat bagi orang lain, “Mudah-mudahan pengalaman saya yang mendapat kesehatan dengan cara yang alami ini dapat bermanfaat bagi orang lain.” Pungkasnya. Thiamin dalam Gentong Mas dapat memperkuat sistem syaraf dan otot. Saponin yang terdapat di dalam Habbatussauda memiliki fungsi seperti kortikosteroid yang dapat berfungsi untuk mempertahankan diri dari perubahan lingkungan, gangguan tidur, dan dapat menghilangkan stress. Kandungan Riboflavin dalam Gula Aren membantu pembentukan antibodi dan energi, memperbaiki kerusakan sel saat proses produksi energi, dan memperbaiki jaringan sistem pencernaan. Manfaat yang hebat bagi kesehatan dan rasa yang lezat membuat semakin banyak masyarakat mengkonsumsi Gentong Mas.Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi: 0 8 5 2 3 4 3 9 8 4 4 1 . Banyuwangi:085234398441. Situbondo : 082143391646 D e p k e s : P IRT.812.3205.01.114


8

Jawa Pos-nya Kota Santri

Selasa 5 Juli 2011

Obrak Sabung Ayam, Dapat Motor

MAK NYUS..

Perkenalkan Potensi Wisata MENJADI istri seorang pejabat tentu saja harus menanggung berbagai konsekuensi. Seperti yang dialami oleh Linna Imam Thobroni. Wanita berusia 36 tahun ini mengaku sering ditinggal suaminya, yakni Kapolres Situbondo, AKBP Imam Thobroni. Menurut Linna, di malam hari, saat sebagian besar warga telah tertidur, tidak jarang suaminya itu harus melaksanakan tugas-tugas kedinasan. “Tetapi saya bisa memakluminya. Bagaimanapun bapak (Kapolres, Red) adalah seorang yang memikul tanggung jawab memimpin ratusan personel polisi,” kata Linna seraya tersenyum. Selain itu, ibu tiga orang anak ini juga harus selalu siap jika sewaktu-waktu harus berpindah tempat tinggal sesuai dengan lokasi suaminya ditugaskan. Dan sebagai Ketua Bhayangkari Cabang Situbondo, Linna selalu ika mendengar ada anggota merasa sedih ketika ng memBhayangkara yang punyai masalah, baik masalah pekerjaan maupun a. “Itu masalah keluarga. adalah konsekuensi yang harus saya pikul. Saya siap menjalankannya,” nnya,” tandasnya. Sebagai istri Kapolpolres, dia selalu merasa asa aman dan terlindndungi. Wanita berkulit ulit kuning langsat ini juga uga mengaku tidak pernah nah kena tilang. “Suami saya selalu mem berikan wejangan jangan mana yang baik dan an mana yang buruk, termasuk rmasuk mengenai peraturan ran berlalu-lintas. Sebab dengan taat berlalu-lintass adalah kewajiban kita bersama,” ersama,” tegas wanita yangg memiliki hobi memasak ak dan menyanyi ini. Sisi lainnya, ternyata ata Linna adalah wanita ta yang enggan berle-ha-leha di rumah n

 Baca Perkenalkan...Hal 75

SIGIT HARIYADI/RaBa

SIGIT HARIYADI/RaBa

DITINGGAL KABUR: Enam sepeda motor beserta BB lain diamankan di Mapolsek Kapongan. D

SITUBONDO - Pembukaan Semarak Damai Sejuta Aksi dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Radar Banyuwangi ke-12 pagi ini akan dibuka Ny. Umi Kulsum Dadang Wigiarto. Rangkaian kegiatan dalam Gebyar Situbondo 2011 ini akan dibuka dengan Damai Rock Festival. Sedikitnya ada tujuh belas peserta yang akan bertand-

Masykuri Masih Gunakan Mobdin SITUBONDO - Belum adanya tindakan tegas dari pimpinan DPRD Situbondo untuk melakukan pergantian antar waktu (PAW) Masykuri Ismail terus menuai sorotan. Kali ini, sorotan datang dari Ketua Pergerakan Anak Bangsa (PAB) Merah Putih, Zainuri Ghazali. Ma n t a n a n g g o t a D P R D Provinsi Jawa Timur itu menyoal keberadaan Masykuri yang hingga kini masih menggunakan mobil dinas (mobdin) fraksi PPP DPRD Situbondo. “Padahal, seharusnya hakhak dia sudah dilucuti. Hak itu tidak hanya yang bersifat finansial, tapi juga yang bersifat fasilitas,” ungkap Zainuri kepada RaBa kemarin. Sebab itulah, Zainuri meminta bupati melalui sekretaris DPRD untuk menarik segala fasilitas yang melekat kepada Masykuri. “Termasuk, jangan sampai mencairkan hak-hak keuangannya. Sebenarnya itu sudah harus dilakukan sejak keputusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Kalau sampai dicairkan kita akan menempuh upaya hukum,” ancam mantan ketua DPC PPP Situbondo tersebut. Zainuri juga meminta agar polres dan kejaksaan mengantisipasi timbulnya kerugian keuangan negara. Bahkan, harus sesegera mungkin melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap siapa pun yang melakukan perbuatan korupsi, baik yang langsung maupun tidak langsung, n  Baca Masykuri...Hal 7

terus berusaha mengejar mereka, tapi aparat tidak berhasil meringkus satu orang pun. Namun begitu, aparat tidak pulang dengan tangan kosong. Beberapa barang bukti (BB) berhasil disita, di antaranya dua ekor ayam aduan, sepasang sandal, satu buah jam dinding, selembar kain untuk “ring” aduan ayam, dan enam unit sepeda motor. “Semua BB diamankan di mapolsek,” ujar M. Subakri. Mantan Kasatsamapta Polres Situbondo itu menambahkan, pihaknya mempersilakan pemilik enam unit sepeda motor segera mengambil sepeda motornya di Mapolsek Kapongan. Tentu saja, pemilik harus menunjukkan surat-surat kelengkapan kendaraan. “Bagi masyarakat yang merasa sebagai pemilik kendaraan yang kami amankan, silakan diurus,” pungkasnya. (sgt/aif)

TKI Kendit Tewas di Malaysia N Tongkang Lebihi Naik K Kapasitas, Kecebur Laut KENDIT - Satu lagi kisah tragis menimpa t tenaga kerja Indonesia (TKI). Kali ini korb bannya adalah Rahmadi, warga Dusun B Blengguen, RT 03/RW01, Desa Bugeman, K Kecamatan Kendit. Jasad pemuda 26 tah itu ditemukan mengambang di pantai hun

wilayah Pahang, Malaysia. Informasi yang berhasil dikumpulkan Radar Banyuwangi (RaBa) menyebutkan, Rahmadi bekerja di Malaysia sejak tiga tahun lalu. Dia tewas tenggelam saat hendak pulang ke Tanah Air dengan menumpang kapal tongkang. Dari keterangan warga, sebenarnya sekitar tanggal 29 Mei 2011, Rahmadi hendak pulang ke Bugeman karena Abdul Mahab, orang tuanya, meninggal dunia. Namun,

17 Grup Rock Berebut Jadi Jawara Pagi Ini, Semarak Damai Sejuta Aksi Dibuka Istri Bupati

KAPONGAN - Para penggemar judi sabung ayam di Situbondo tampaknya belum jera. Meski sering diobrak petugas, mereka tetap nekat menggelar perjudian bermodus adu ayam pejantan tersebut. Bahkan, kemarin (4/7) aparat Polsekk Kapongan berhasil mendapati arena aduan ayam yang diduga kuat menjadi ajang praktik perjudian. Sabung ayam itu digelar di sekitar persawahan di Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan. Awalnya, sekitar pukul 09.00, petugas mendapat laporan warga bahwa di sekitar Desa Kesambirampak ada ajang sabung ayam. Mendapat informasi itu, dipimpin langsung Kapolsek AKP M. Subakri, beberapa personel bergegas menuju lokasi. Sayangnya, saat mengetahui kedatangan polisi, para pelaku dan penonton sabung ayam itu langsung semburat. Meski aparat

ing dalam even yang memperebutkan trofy dari Radar Banyuwangi dan Damai Multi Media Centre. Mereka datang dari Kabupaten Bondowoso, Situbondo, Jember, dan Banyuwangi,. “Mereka sebenarnya adalah band-band juara yang sebelumnya sudah pernah ikut festival serupa yang kita gelar. Jadi, grup-grup yang tampil kali ini bisa disebut bandband pilihan,” kata Operasional Manajer Alfa Production,

Salman Alfarudi. Pembukaan yang akan ditempatkan di pendapa Kabupaten Situbondo itu juga akan dihadiri Pimpinan Redaksi (Pimred) Radar Banyuwangi Elly Irwan Suryanto, Komisaris Utama dan Direktur Damai Multi Media Centre, Hadi Widiastnono, dan Wiwik Swandayani. Semarak Damai Sejuta Aksi HUT Radar Banyuwangi ke-12 akan menjadi pembuka Gelar Budaya Rakyat (Gebyar) Situ-

bondo 2011. Selama sepekan, masyarakat Situbondo akan disuguhi berbagai hiburan gratis. Dalam Semarak Damai Sejuta Aksi, ada Damai Rock Festival, bursa HP murah, body painting, pameran fotografi dan lukisan, serta Fashion Newspaper Competition dan Dance Islami. Di hari ketiga, digelar berbagai atraksi seni dan budaya. Ada juga kegiatan sosial dan pameran-pameran yang diikuti sejumlah UKM dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Situbondo. (pri/aif)

rencana pria bujangan bungsu dari enam bersaudara itu batal gara-gara ombak di laut Jawa tinggi. Beberapa hari berselang, tepatnya tanggal 31 Mei 2011, Rahmadi pulang ke Tanah Air dengan menumpang kapal tongkang berkapasitas kurang lebih 30 orang. Lantaran beberapa hari kapal tidak beroperasi, penumpang pun membeludak dan melebihi kapasitas n  Baca TKI Kendit...Hal 7

PAHLAWAN DEVISA: foto Rahmadi semasa hidup.

REPRO: SIGIT HARIYADI/RaBa


Radar Banyuwangi 5 Juli 2011