Page 1

KAMIS 4 AGUSTUS

1

TAHUN 2011

Warga Memadati Tumpang Pitu Demo Bubar, Brimob Muncul

Protes Penembakan Dua Penambang PESANGGARAN - Sekitar seribu warga memadati Petak 78 dan 79 di kawasan Kampung 56, Desa Ringinagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, siang kemarin (3/8). Gerakan spontanitas tersebut dilakukan menyusul penembakan yang dilakukan personel Brimob Polisi Jawa Timur (Polda Jatim) terha dap dua warga di lokasi tambang emas tersebut Jumat malam lalu (27/7). Sejak pagi, warga yang datang dari sejumlah daerah tersebut tumplek-blek di lokasi penambangan emas tradisional tersebut. Hingga sekitar pukul 10.30, hampir seribu warga merapatkan barisan menyuarakan aspirasi dan tuntutan. ‘’Kami meminta aparat jangan semena-mena melakukan penembakan,’’ ujar Pairin kepada sejumlah wartawan di lokasi tersebut. Di lokasi tersebut, Pairin mewakili sekitar seribu warga menyampaikan sikap bahwa penembakan yang dilakukan personel brimob itu tidak dapat dibenarkan. Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar Polri segera mengusut tuntas kasus tersebut. ‘’Kami minta keadilan. Tolong usut tuntas masalah penembakan itu,’’ desak Pairin. Dia tambahkan, penembakan pada malam hari tersebut tidak seharusnya terjadi. Dia menilai, masih ada solusi terbaik dalam menangani kasus tersebut. Dia juga meminta brimob mengetahui waktu operasi di Tumpang Pitu. ‘’Kami minta brimob kalau malam hari agar tahu waktu,’’ jelasnya n Baca Warga...Hal 7

BAZ CLURING

Laporan Keuangan BADAN Amil Zakat (BAZ) Kecamatan Cluring melaporkan saldo bulan Juni 2011 sebesar Rp. 3.083.000,-. Penerimaan pada bulan Juli 2011 Rp 2.599.820,- dengan pengeluaran sebesar Rp. 750.000,-. Sehingga saldo pada bulan Juli 2011 sebesar Rp. 4.932.820,-. (*)

LEGISLATIF

ALI NURFATONI/RaBa

SEMENTARA itu, lokasi unjuk rasa warga yang berlangsung di Petak 78 dan Petak 79, di kawasan Kampung 56, Desa Ringinagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, itu berdekatan dengan base camp personel Brimob Polisi Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Namun, selama demo berlangsung, para personel pasukan brimob tak terlihat di lokasi tersebut. Base camp pasukan brimob tersebut berbentuk beberapa tenda warna biru. Kumpulan tenda tersebut sebenarnya terlihat jelas dari lokasi warga berkumpul di Petak 78 dan Petak 79. Meski posisinya tak jauh dari lokasi demo, tapi pasukan brimob tetap tidak terlihat di kerumunan warga yang berunjuk rasa. Ketika warga sudah bubar meninggalkan lokasi demo, tiba-tiba dari kejauhan terlihat sejumlah personel pasukan brimob berdatangan n

KOMPAK: Warga memadati Petak 78 Dan 79 di kawasan Kampung 56, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, siang kemarin.

Baca Demo...Hal 7

Hanya Butuh Seliter Bensin Hanguskan Keluarga Rosan dan Mobilnya BANYUWANGI - Sidang kasus pembunuhan keluarga Rosan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (3/8). Agenda sidang tersebut adalah peme-

riksaan para saksi. Ada empat saksi yang diperiksa dalam sidang tersebut. Saksi pertama adalah Neli Tri Kusuma, 36, yang juga istri tersangka Haidori. Saksi kedua adalah Sunarto, 51, penjual bensin eceran di Desa Kluncing, Kecamatan Licin. Saksi berikutnya adalah para pedagang

Golkar-Demokrat Dorong Pembahasan PAK APBD BANYUWANGI - Partai Demokrat (PD) dan Partai Golkar Banyuwangi mendukung penuh percepatan pembahasan dan pengesahan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2011. Kedua partai besar itu memiliki alasan yang berbeda, tentang percepatan pengesahan PAK APBD 2011. Ketua DPC PD Banyuwangi, H. Adil Ahmadiyono berpendapat, PAK perlu segera dibahas dan disahkan dalam rangka merealisasikan Perda OPD yang telah disahkan DPRD. Perda OPD tidak bisa dilaksanakan tanpa sokongan penuh anggaran dari APBD n Baca Golkar...Hal 7

PASKIBRA GALIH COKRO/RaBa

SIDANG: Haidori dan Andi Aziz di Pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin.

welijo asal desa Kluncing, yakni I’in Mutmainah, 31, dan Ali Lukman, 34. Dalam keterangan kepada majelis hakim, Neli mengaku suaminya pamit pergi bersama Habib saat malam kejadian. Tetapi, Haidori tidak menjelaskan kepada istrinya apa tujuannya pergi bersama Habib yang hingga kini masih buron itu. “Hal tersebut biasa dilakukan, makanya saya tidak curiga,” ujarnya. Neli mengakui, Haidori memang sering berkunjung ke rumah Habib. Menurutnya, Habib adalah guru spiritual Haidori. Selain hubungan guru dan murid, Haidori juga sering berurusan bisnis dengan Habib. Selain Habib, Neli juga mengaku mengenal tersangka Siwan yang hingga kini juga masih buron. Dalam kasus pembunuhan keluarga Rosan, Siwan diduga berperan sebagai eksekutor. “Setahu saya, mereka berbisnis jual-beli tanah,” ujar Neli. Dalam sidang kemarin, Neli mengaku mengetahui kabar pembunuhan sadis di Kluncing tersebut dari istri Habib, Syaifah Nur. Saat itu, Neli tidak berpikiran bahwa suaminya terlibat. “Mendengar ada pembunuhan, saya tidak berpikir macam-macam,” ujarnya kemarin n Baca Hanya...Hal 7

IWAN SETIONO/RaBa

TAMAN: Camat M. Luqman bersama staf di halaman kantor Kecamatan Banyuwangi kemarin.

Punya Penanggung Jawab Taman Kantor BANYUWANGI - Kecamatan Banyuwangi di bawah arahan dan bimbingan Camat Banyuwangi Muhammad Luqman dan Sekretaris Kecamatan, Sudjiati Andrianti, mendukung program Banyuwangi Green and Clean. Tiap Jumat pagi rutin diadakan kerja bakti oleh seluruh staf Kecamatan Banyuwangi. Mereka membuat taman,

membersihkan rumput, mengecat tembok dan pot bunga, serta membuat tempat sampah.” Dengan lingkungan yang hijau dan bersih membuat kita bekerja dengan nyaman,’’ kata Muhammad Luqman. Luqman menambahkan, pihaknya menunjuk beberapa penanggung jawab taman di halaman kantor Kecamatan Banyuwangi n Baca Punya...Hal 7

Sedulur Baluk, Komunitas Sepeda Roda Satu di Banyuwangi

Seluruh Personel Masih Ada Hubungan Keluarga ROBIN FEBRIANTO FOR RaBa

RAPI: Paskibra berbaris di selatan Taman Blambangan, Banyuwangi, kemarin.

Digembleng di Jalan Dokter Wahidin BANYUWANGI - Setelah menuntaskan latihan materi di Gedung Wanita Selasa lalu (2/8), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Banyuwangi mulai berlatih di seputar kawasan Taman Blambangan sejak kemarin (3/8). Selama pasukan itu berlatih baris-berbaris, untuk sementara ruas Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo ditutup. Rencananya, ruas jalan tersebut akan ditutup hingga 16 Agustus mendatang. “Jalan ini akan ditutup saat peserta Paskibra latihan mulai pukul 07.00 sampai pukul 16.30,” jelas salah satu pelatih Paskibra, Eko Budi S n Baca Digembleng...Hal 7

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Reskoba Situbondo sita ribuan petasan

Keberadaan komunitas sepeda unik Sedulur Baluk berawal dari mimpi. Awalnya, Sanuri, 56, warga Lingkungan Baluk, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi, bermimpi mengendarai sepeda roda satu. Dari mimpi itulah dia dan sanak saudaranya membentuk kelompok sepeda tersebut. ROBIN FEBRIANTO, Banyuwangi KOMUNITAS Sedulur Baluk mempunyai sekretariat di Jalan Ken Arok, Banyuwangi. Mereka sudah berdiri sejak sekitar lima tahun lalu. Anggotanya bukan hanya orang

Jelas berbahaya, apalagi kalau serbuk petasan dicampur sabu-sabu

Hamili dua wanita, polisi di Situbondo dipecat Wah… juossh tenan !

GALIH COKRO/RaBa

SEPEDA TINGGI: Atraksi grup Sedulur Baluk di Jalan A. Yani, Banyuwangi, hari Minggu lalu.

dewasa. Anak-anak personel Sedulur Baluk pun sangat mahir dalam mengendarai sepeda unik tersebut. Mulanya, tahun 1979 lalu, Sanuri sering melihat sirkus yang

menampilkan atraksi sepeda roda satu di televisi. Saking senangnya, hal itu terbawa dalam mimpi. Dalam mimpinya, Sanuri bisa mengendarai roda satu.

Sejak itulah, dia merakit sepeda roda satu pertamanya di bengkel. Lalu, dia mencoba dan belajar sendiri mengendarai sepeda tersebut n Baca Seluruh...Hal 7

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


2

Kamis 4 Agustus 2011

CERMIN DIRI

Petasan Sudah Dirazia, Bagaimana Kembang Api?

Reskoba Sita Ribuan Petasan Peraciknya Ikut Diamankan

PEREDARAN petasan biasanya marak terjadi setiap bulan Puasa. Padahal, main petasan bisa membuat perasaan orang lain tidak tenang, dan juga membahayakan keselamatan, baik keselamatan warga maupun keselamatan si penyulut petasan. Pada perkembangan selanjutnya, aparat melarang peredaran semua jenis petasan. Semua yang terkait barang yang meledak itu ditindak. Mulai pembuat dan penjual dikenakan sanksi hukum. Mereka bisa diancam hukuman pidana tentang bahan peledak. Yang sudah melangkah adalah aparat Polres Situbondo. Ribuan batang petasan berbagai ukuran berhasil diamankan polisi dari tangan seorang warga Dusun/Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan, Selasa malam (2/8). Seorang perajin dan pemilik petasan tersebut digelandang petugas ke Mapolres Situbondo. Ketika melakukan penggeledahan rumah lelaki itu, petugas berhasil menemukan barang bukti (BB) petasan dalam jumlah besar. Tercatat, aparat mengamankan 336 batang petasan jenis slengdor dan 2.700 batang petasan cabai yang sudah siap jual. Tidak hanya itu, petugas juga berhasil menemukan 75 batang petasan jenis kelongsongan ukuran besar, dan 57 batang mercon kelongsongan slengdor. Beberapa bukti lain yang juga disita aparat, di antaranya dua ons bubuk mercon; sebungkus bubuk arang; dan sebuah alat cetak mercon kelongsongan yang terbuat dari semen dan paku. Sementara itu, yang tak kalah perlu diantisipasi adalah kembang api. Kalau ditilik lebih dalam, kembang api sejatinya sama berbahayanya dengan petasan. Apalagi, kembang api masa kini sudah dimodifikasi sedemikian macam bentuk dan rupa. Memang, tidak ada lagi suara dar... der... dor... yang memekakkan telinga seperti yang dihasilkan petasan. Namun, pada dasarnya kembang api tetaplah api. Lontaran api secara sembarangan bisa berpotensi bahaya. Bisa menyebabkan luka bakar, atau bahkan bisa menyulut kebakaran. Tentu saja, polisi tidak mungkin bisa memantau semua permainan ledakan berbuah api ini. Masyarakat juga harus melakukan kontrol sosial terhadap fenomena ini. Yang paling dekat, peran orang tua dan keluarga sangat penting sebagai pencegah pertama maraknya petasan dan kembang api. Ini sangat penting untuk menyelamatkan generasi penerus kita, sekaligus mengamankan kampung dari bahaya kebakaran. Ingat, jangan sekali-kali bermain api, karena api kecil bisa jadi sahabat yang bermanfaat. Tetapi, kalau api sudah membesar, itu akan jadi musuh. (*)

WORO-WORO

KAPONGAN - Ribuan batang petasan berbagai ukuran berhasil diamankan polisi dari tangan seorang warga Dusun/ Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan, Selasa malam (2/ 8). Akibatnya, Hanis Yuvi Hartono, 31, pria yang tidak lain adalah perajin dan pemilik petasan tersebut digelandang petugas ke Mapolres Situbondo. Menariknya, aparat yang menangkap Hanis adalah personel satuan reserse narkoba (satreskoba). Awalnya, petugas mendapat laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa Hanis adalah produsen petasan di wilayah Kecamatan Kapongan. Mendapat laporan itu, sekitar pukul 20.00, aparat mulai bergerak menuju kediaman Hanis. Sesampai lokasi yang dituju, aparat langsung melakukan

Bahan Baku dari Pedagang Keliling

SIGIT HARIYADI/RaBa

BERBAHAYA: Hanis (kiri) beserta BB ribuan batang petasan yang digelar di ruang satreskoba .

Rubrik Baru Desa Membangun BANYUWANGI- Mulai edisi besok, Radar Banyuwangi (RaBa) punya rubrik baru. Namanya “ Desa Membangun”. Rubrik ini menampilkan aktivitas masing-masing desa di Banyuwangi. Mulai geliat ekonomi, budaya, hingga produk unggulan yang dimiliki masing-masing desa. Rubrik ini rutin terbit setiap hari Selasa dan Jumat. Untuk edisi Jumat besok (5/8), tema yang kita angkat adalah kiprah ASKAB (Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi). Mulai visi misi hingga bagaimana ASKAB membela kepala desa, baca edisi besok di halaman koran ini. (*)

PELAYANAN

penggerebekan. Tanpa kesulitan berarti, pria yang mengaku sehari-hari bekerja sebagai tukang batu tersebut diringkus. Ketika melakukan penggeledahan, petugas berhasil menemukan barang bukti (BB) petasan dalam jumlah yang cukup fantastis. Tercatat, aparat mengamankan 336 batang petasan jenis srengdor dan 2.700 batang petasan cabai yang sudah siap jual. Tidak hanya itu, petugas juga berhasil menemukan 75 batang petasan jenis klongsongan ukuran besar, dan 57 batang klongsongan srengdor. Beberapa BB lain yang juga disita aparat, di antaranya dua ons bubuk mercon; sebungkus bubuk arang; dan sebuah alat cetak mercon klongsongan yang terbuat dari semen dan paku. Mendapat cukup bukti, personel satreskoba segera menggelandang tersangka ke mapolres untuk dimintai keterangan. (sgt/aif)

DI hadapan petugas, Hanis mengaku hanya ingin cobacoba menjalankan bisnis petasan. “Saya baru pertama kali ini memproduksi petasan. Namun, sebelum sempat terjual sebatang pun, saya sudah tertangkap,” kilahnya. Hanis mengaku mendapatkan bahan baku membuat petasan dari seorang pedagang keliling di kawasan Alun-Alun Situbondo. “Saya tidak kenal orang itu, saya juga tidak tahu alamat orang itu di mana,” akunya. Kasatreskoba AKP Priyo Purwandito mengatakan, se-

luruh jajaran Polda Jawa Timur (Jatim) memang sedang gencar melaksanakan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) dengan sasaran peredaran minuman keras (miras), narkoba, prostitusi, petasan, dan lain sebagainya. Menurut Priyo, penangkapan terhadap pelaku dilakukan setelah pihaknya menerima informasi dari masyarakat. “Untuk sementara, tersangka kami periksa. Selanjutnya, dia akan kami serahkan kepada satuan reserse kriminal (satreskrim),” pungkasnya. (sgt/aif)

Buah Blewah Laris Manis SITUBONDO – Banyak pedagang dadakan yang memanfaatkan datangnya bulan Ramadan. Di antaranya adalah pedagang-pedagang yang menawarkan makanan untuk kepentingan buka puasa. Salah satunya adalah pedagang buah blewah. Hampir di setiap tepi jalan raya kini tak sulit untuk menjumpai pedagang buah yang biasanya disajikan

dicampur dengan es batu itu. “Harganya tergantung beratnya. Kalau yang standar, sebesar kepala bayi Rp 2.000 per biji,” ujar Sutikno, pedagang blewah yang ada di Jalan Wijaya Kusuma. Kata dia, saat ini memang sedang musim panen blewah. Makanya, kemudian banyak orang yang menjualnya. “Sudah biasa, setiap tahun panennya meski bertepatan dengan bulan

puasa,” ujar pria asal Kapongan itu. Murah adalah salah satu alasan terbanyak kenapa warga memilih membeli buah itu. Selain itu, sangat tepat untuk dijadikan salah satu hidangan buka puasa karena menyegarkan jika dicampur dengan es. (pri/aif) ANTRE: Salah satu pedagang blewah di kompleks pasar Mimbaan, Panji, Situbondo.

EDY SUPRIYONO/RaBa

EDY SUPRIYONO/RaBa

Wajah Baru Sekretariat Pemkab ADA yang berbeda dengan wajah Sekretariat Pemkab Situbondo dalam satu bulan terakhir ini. Di pintu masuk sebelah timur —yang biasanya tamu di sambut personel Satpol PP— kini tak ada lagi. Sekarang, Pemkab menempatkan kaum hawa untuk menyambut setiap tamu yang datang. Tempatnya pun di desain khusus. Mereka menyambut tamu dengan senyum, salam, dan sapa. Setiap tamu diminta mengisi buku tamu. “Kita ingin menanamkan kesan ramah dan bersahabat pada setiap tamu yang datang,” terang Kabag Humas Pemkab Situbondo, Nugroho. (pri/aif)

TELEPON PENTING DI BANYUWANGI RSUD Blambangan RS Yasmin RS Islam Fatimah Pelayanan Gangguan PDAM Unit Tranfusi Darah PMI Pelayanan Gangguan PLN Pelabuhan Penyeberangan Ketapang Terminal Bus Sritanjung ketapang Terminal Bus Brawijaya Stasiun KA Karangasem Stasiun KA Banyuwangi Baru Polisi Pemadam Kebakaran Ambulans

: : : : : : : : : : : : : :

421118 423118 425559 421525 423212 424207 424308 510635 424438 424306 510396 110, 116, 410110 113 118

Pemimpin Redaksi: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Agus Baihaqi, Abdul Aziz, Niklaas Andries, (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Mohammad Isnaeni Wardan Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: RodyaYuliani. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT Banyuwangi MENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 18.000/mmk, berwarna depan Rp 30.000/mmk, berwarna belakang Rp 27.500/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 30.000/baris, Lowongan: Rp 45.000/baris, Sosial: Rp 12.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


3

Kamis 4 Agustus 2011

Kacang Tanah Naik Harga

BISNIS RAMADAN

ABDUL AZIZ/RaBa

LARIS: Awal Ramadan, permintaan busana muslim di Pasar Genteng meningkat.

Baju Muslim Mulai Diburu GENTENG - Meski hari raya Idul Fitri masih cukup lama, permintaan busana muslim di sejumlah toko pakaian di Pasar Genteng mulai meningkat. Sejak awal Ramadan lalu sejumlah toko pakaian, khususnya penjual busana muslim, mulai diserbu pembeli. Para pembeli itu berdatangan dari beberapa kecamatan di wilayah Banyuwangi Selatan. Kebanyakan pembeli yang datang ke sejumlah toko busana muslim itu adalah para pengepul pakaian. Nanti, baju-baju yang dibeli itu akan dijual kembali kepada para konsumen. Imron, pemilik toko penjual busana muslim di Pasar Genteng menuturkan, sejak dua hari lalu banyak pembeli yang datang dan memborong busana muslim. “Mereka adalah pengepul, dan biasanya akan dijual lagi ke kampungkampung,” tuturnya kepada RaBa kemarin (3/8). Imron menambahkan, permintaan busana muslim biasanya meningkat menjelang Lebaran. Bahkan, akan meningkat tajam dibanding hari-hari sebelum Ramadan. “Sudah menjadi tradisi, tiap menjelang Lebaran busana muslim laris,” katanya. (azi/irw)

GENTENG - Kacang tanah mengalami tren kenaikan harga sejak sebelum Ramadan. Diperkirakan, kenaikan harga tersebut dipicu peningkatan permintaan barang. Sebab, menjelang Lebaran mulai terjadi pembelian dan penimbunan kacang tanah sebagai bahan kue dan jajan Lebaran. Kenaikan mulai terjadi pada pekan ketiga di bulan Juli 2011. Saat itu, harga kacang tanah yang semula masih Rp 14 ribu per kilogram (kg) mulai beranjak ke angka Rp 16 ribu. Ada kenaikan Rp 2.000 setiap kg. Pergerakan harga itu terpantau dari laporan harga-harga bahan pokok yang didata Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Banyuwangi. Pemantauan dilakukan di enam pasar yang meliputi Pasar Genteng, Gambiran, Kalibaru, Srono, Rogojampi, dan Banyuwangi. Kenaikan harga mulai terpantau pada 18 hingga 25 Juli 2011 lalu. Kenaikan kembali terjadi pada pekan berikutnya. Dalam pemantauan petugas Disperindagkop pada 26 hingga 31 Juli lalu, harga kacang tanah sudah menyentuh angka Rp 18 ribu per kg. Kembali terjadi lonjakan Rp 2.000 tiap kg. Menurut Kepala Disperindagkop Banyuwangi Ikrori Hudanto, kenaikan harga itu disebabkan persediaan barang tetap tapi permintaan meningkat. “Pemantauan dan pendekatan kepada para pedagang terus dilakukan agar pengadaan dan distribusi barang tetap aman, stabil, dan terkendali,” terangnya dalam laporan harga-harga barang pokok kemarin. (irw)

GALIH COKRO/RaBa

NAIK HARGA: Kacang tanah di pasaran Banyuwangi menunjukkan tren kenaikan harga.

Garuk Lima Pasangan Mesum GLENMORE - Sebanyak lima pasangan mesum digaruk polisi di Hotel Glenmore dua hari lalu. Mereka dijaring aparat Polsek Glenmore dalam Operasi Pekat (penyakit masyarakat). Siang itu, sepuluh orang tersebut tepergok sedang berduaan dengan pasangannya di dalam kamar hotel. Saat digaruk polisi, semua pasangan mesum yang kebanyakan masih usia muda itu tidak bisa menunjukkan bukti bahwa mereka adalah pasangan sah. “Ada yang mengaku suami-istri, tapi tidak bisa menunjukkan bukti surat nikah,” ungkap Kapolsek Glenmore AKP Subardi kepada RaBa kemarin (3/8). Lantaran semua pasangan tidak bisa menunjukkan bukti nikah, akhirnya polisi menggiring lima pasangan mesum tersebut ke Mapolsek Glenmore. Selanjut-

POLSEK GLENMORE FOR RaBa

DIBINA: Para pasangan mesum saat diberi pengarahan Kapolsek AKP Subardi.

nya, mereka diberi pembinaan. “Mereka juga diminta membuat surat pernyataan

yang isinya tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut,” ungkap Subardi.

Siapa saja kelima pasangan mesum tersebut? Kapolsek mengaku lupa. Alasannya, semua data berada di tangan Kanitreskrim Aiptu Garus Elyas yang kemarin pagi berangkat ke Gunung Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran. Kanitreskrim ikut mengamankan aksi massa di lokasi tambang emas. “Yang jelas, ada yang dari Glenmore, dan ada dari daerah lain. Ada juga yang dari Sidoarjo,” sebutnya. Kapolsek juga menyebutkan bahwa Operasi Pekat akan terus digalakkan. Terutama, saat bulan Ramadan sampai hari raya Idul Fitri. Selain ke sejumlah hotel, Operasi Pekat juga akan dilakukan di sejumlah tempat lain. “Kita akan terus operasi, baik di hotel maupun tempat-tempat lain yang kita curigai,” tegasnya. (azi/irw) ADVERTORIAL BISNIS

Swalayan Bang Hasyim Beri Diskon Busana Islami GENTENG -Memasuki bulan Ramadan, angka penjualan baju muslim meningkat drastis. Begitu juga penjualan alat-alat salat, seperti mukena, baju koko, sajadah, tasbih, peci, dan sarung. Selama Ramadan, baju muslim dan alat kelengkapan ibadah lainnya laris manis diserbu pembeli. Seperti yang terjadi di Swalayan Bang Hasyim Grosir di Jalan Temuguruh, Kecamatan Genteng. Pada hari ketiga bulan puasa sudah pembeli yang datang ke swalayan tersebut. Baik para remaja maupun orang tua, yang membawa ke-

luarga dan anak-anaknya. “Alhamdulillah, hari ini (kemarin, Red) penjualan baju muslim dan alat-alat salat, seperti mukena, baju koko, sajadah, tasbih, peci, dan perlengkapan lainnya, mengalami peningkatan,” ungkap Wawan, pramuniaga Swalayan Bang Hasyim Grosir. Pada hari-hari biasa, ungkap dia, baju koko paling banyak hanya laku beberapa potong per harinya. “Namun pada hari ketiga bulan puasa, baju koko mengalami banyak peningkatan penjualan,” bebernya.

Diakui, meningkatnya angka penjualan perlengkapan busana muslim memang selalu terjadi dari tahun ke tahun. Bahkan di bulan Ramadan tahun lalu, setiap hari rata-rata penjualan baju koko dan mukena selalu ada peningkatan. “Karena kebanyakan masyarakat mendahulukan kebutuhan sekunder yang berkaitan dengan Ramadan dulu,” jelas Wawan. Peningkatan itu disambut Bang Hasyim dengan memberikan layanan dan servis kepada para pembeli. “Kami berlakukan diskon atau potongan harga antara 20

sampai 50 persen, untuk pembelian baju koko dan mukena,” terangnya. Wawan menambahkan, Bang Hasyim juga menyediakan layanan penjualan mebel. Selain itu, bagi masyarakat Banyuwangi yang mau pergi haji atau umroh bisa menikmati fasilitas hotel bintang empat atau lima. ”Tentunya, dengan biaya dijamin lebih murah,” tandas Wawan.(ikl/irw) KUALITAS TERJAMIN: Aneka macam merek baju muslim tersedia di Swalayan Bang Hasyim Grosir. THOMY SILA/RaBa


4

ANEKA KEBUTUHAN PENGADILAN NEGERI BANYUWANGI

Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuwangi

Pengadilan Negeri Banyuwangi dengan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi Nomor. 08 / Pen.Pdt.Fiat.Eks/2009/PN.Bwi. Bwi tanggal 15 April 2010, dalam perkara antara: HANDOKO PAMUDI dan BUDI SETIAWAN, masing-masing selaku Recorvery Unit Manager dan Deputy Recorvery Unit Manager PT. BANK DANAMON INDONESIA Tbk dalam hal ini diwakili Kuasanya NURDIN TARIGAN, SH Dkk Advokat dan Penasehat Hukum pada Law Firm Frits Hindarto Suryanata & Patner berkantor di jalan Akhmad Yani No 46 Jember,selanjutnya disebut sebagai: ...................................PEMOHON EKSEKUSI Melawan 1. ADI POERNOMO 2. MEIRIANE, Keduanya adalah suami istri, bertempat tinggal di Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 92 Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, selanjutnya d i s e b u t sebagai:.................................................................TERMOHON EKSEKUSI Akan melaksanakan lelang melalui KPKNL Jember terhadap: Sebidang Tanah Hak Milik, SHM Nomor: 702/Kelurahan Mojopanggung, gambar situasi tanggal 24 September 1997, Nomor: 4159, Luas 1.125M2 atas nama ADI PURNOMO, Terletak/ di Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, harga limit Rp. 800.000.000.,- (Delapan ratus juta rupiah), uang jaminan lelang Rp. 160.000.000,-( Seratus enam puluh juta rupiah); diatasnya berdiri 3 (tiga) buah bangunan Permanen yaitu bangunan ruko, bangunan untuk sarang burung walet dan bangunan rumah berlantai 2 (dua) dan bagian belakang berlantai 3(tiga) serta berpagar tembok dengan batas-batas: - Sebelah Utara : Tanah milik Suryadi; - Sebelah Timur : Tanah milik Kafi dan milik Wahid; - Sebelah Selatan : Jalan Jaksa Agung Suprapto - Sebelah Barat : Tanah milik Abdulhadi; Pelaksanaan Lelang : Hari / tanggal : KAMIS, Tanggal 18 Agustus 2011; Pukul : 10.00 WIB; Tempat : Kantor Pengadilan Negeri Banyuwangi Jl. Adi Sucipto No. 26 Banyuwangi. Persyaratan lelang : 1. Lelang dilaksanakan dengan cara penawaran tertulis dimasukkan dalam amplop dan tertutup; 2. Setiap peserta lelang diwajibkan menyetorkan uang jaminan yang disetorkan melalui Bank Mandiri Jember Alun-alun, atas nama Bendaharawan Penerima KPKNL Jember, Rekening No. 143.0009894476, paling lambat 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang; 3. Bagi peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang, uang jaminan akan dikembalikan tanpa potongan setelah selesai lelang; 4. Pemenang lelang yang ditunjuk wajib melunasi pembayarannya secara tunai dalam waktu 1 (satu) hari kerja setelah pelaksanaan lelang; 5. Apabila karena sesuatu hal terjadi pembatalan atau penundaan lelang. Maka pihak-pihak yang berkepentingan /peminat lelang tidak dapat melakukan tuntutan ganti rugi dalam bentuk apapun kepada Pengadilan Negeri Banyuwangi, NURTIN TARIGAN, SH Dkk selaku kuasa dari HANDOKO PAMUDI dan BUDI SETIAWAN masing-masing selaku Recorvery Unit Manager dan Deputy Recorvery Unit Manager PT. BANK DANAMON INDONESIA Tbk maupun KPKNL Jember; 6. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Pengadilan Negeri Banyuwangi;

(Tentang Sertipikat Hilang)

Jl. Dr. Sutomo No. 54 Telp. (0333) 421097, 424550, 427660, 413388 Banyuwangi Faximile (0333) 416140 Kode Pos 68411

PENGUMUMAN LELANG. II Nomor.08/Pend.Pdt.Fiat.Eks/2009/PN.Bwi

PENGUMUMAN

BADAN PERTANAHAN NASIONAL

JL. ADI SUCIPTO NO. 26 TELP. 424818 BANYUWANGI

Kamis 4 Agustus 2011

No. 300.3.35-10-711

Untuk mendapatkan Sertipikat baru sebagai pengganti Sertipikat yang hilang, berdasarkan ketentuan pasal 59 ayat (2) Peraturan pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, dengan ini diumumkan bahwa:

No.

Nama / Alamat Pemohon

1.

Jenis dan Nomor Hak

2.

3.

NIB

4.

H. SAMSUDIN

Hak Milik No. 00232

00228

2.

SUPARYADI

Hak Milik No. 01151

-

3.

RACHMAT (Berdasarkan Surat Kuasa Tgl. 30-062011)

Hak Milik No. 00121

HADI SUYITNO (Berdasarkan Surat Kuasa Tgl. 30-06-2011)

Hak Milik No. 00458

4.

-

Tanggal Pembukuan

5.

1.

-

Terdaftar Atas Nama

6.

SAMSUDIN

01-07-1998

SUPARYADI

23-07-1991

1. MOH. ARBA’IN (Ketua) 2. MUZAKKI (Sekretaris) 3. R O H M A T (Bendahara) 4. M U K A D D A R (Pembantu)

30-09-1993

1. SOEKOTJO (Ketua) 2. KARNADI (Wakil ketua) 3. ABDUL MANAN (Sekretaris) 4. HADI SUYITNO (Wakil Sekretaris) 5. M U K A R R A M (Bendahara)

16-04-1992

15-04-2002

5.

MUJAHID

Hak Milik No. 00811

-

MUJAHID

6.

INDRA LESTARI

Hak Milik No. 00610

-

SUHAILIK Bin HASAN

Letak Tanah : a) Jl. / Lingk. b) Desa / Kel. c) Kecamatan 7.

8 · Surat Pernyataan dibawah sumpah dan janji Hari Senin Tgl. 11-07-2011 · Surat Pernyataan dibawah sumpah dan janji Hari Senin Tgl. 11-07-2011

a. – b.Grogol c.Giri a.– b.Sumbersari c.Srono

a.– b.Giri c.Giri

07-12-1981

Keterangan

· Surat Pernyataan dibawah sumpah dan janji Hari Senin Tgl. 11-07-2011

a.– b.Giri c.Giri

· Surat Pernyataan dibawah sumpah dan janji Hari Senin Tgl. 11-07-2011

a.– b.Kertosari c.Banyuwangi

· Surat Pernyataan dibawah sumpah dan janji Hari Rabu Tgl. 1307-2011

a.– b.Temuguruh c.Genteng sekarang Sempu

· Surat Pernyataan dibawah sumpah dan janji Hari Kamis Tgl. 21-07-2011

Dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal ini, bagi mereka yang merasa berkeberatan dapat mengajukan keberatan-keberatan kepada kami dengan disertai alasan dan bukti yang kuat, Jika setelah 30 (tiga puluh) hari tidak ada keberatan terhadap permohonan penggantian sertipikat diatas, maka sertipikat pengganti akan diterbitkan dan berlaku sah menurut hukum dan sertipikat yang dinyatakan hilang tidak berlaku lagi. Banyuwangi, 4 Agustus 2011 KEPALA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN BANYUWANGI

Drs. S O E G I A R T O NIP. 196007131989031003

Banyuwangi, 3 Agustus 2011 Panitera / Sekretaris Pengadilan Negeri Banyuwangi

>DAIHATSU< DIJUAL ZEBRA 1.3 TH 95/96 CAT BODY INTERIOR & KAKI BARU HRG 24,8JT HUB: 087755655876/085236266672

>MAZDA< PAKET RAMADHAN DP 20JUTA-AN BS BW PLG MAZDA-2 BONUS TV MOBIL PROSES CEPAT HUB: 08983344966, 031-70981431 TARIF IKLAN B.O.T Rp. 75.000, 2x muat, Rp. 125.000, 6x muat, Rp. 180.000, 10x muat. Maksimal dua baris. Hubungi: Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89-C Banyuwangi Telp./Fax. (0333) 412224/415153

SITUBONDO

BANYUWANGI

BANYUWANGI

SITUBONDO

BANYUWANGI

•RUMAH KOS-KOSAN•

•PELUANG BISNIS•

•BUTUH SEGERA•

•GENTENG BETON•

•SAWAH•

DJL Cpt BU, Dbwh Hrg Psar! Rmh Kos-2an 11Kmr, LT 374M2, Lb 196M2, SHM, Jl Brnts 45 Dkt UNEJ H 475Jt Hub: 081336237001

WWW.program5milyar.com/?id=chocolate Saatnya Uang Bkrj u/ Anda.Buktikan!

DBTHKN Sgr;1) Tng Ftocopy, P, SMU Sdrjt Mess. 2) Tng Jhit & Ptong Knvksi,Pglm. 3) Tng Sablon.4) Pramuniaga, L/P,SMU Sdrjt. Hub: FC Anugerah Jl Agus Salim (Sltn Untag) Bwi Telp. 0333-427190

PERUSBumi Indah Jl Semeru No 111 Stbd Telp. (0338) 671950 JUAL MURAH

DJUAL Sawah Dlm Kota, SHM 1Ha 400Jt Nego Hub: (0333)424368

JEMBER •JUAL/KONTRAK• DJL /Kontrak Rmh BTN Mastrip DD/17 Jember Ada Garansi 5Kt +1Km Dkt UNEJ Hub 08155209191 Tanpa Perantara

BANYUWANGI

•PELUANG BISNIS• PART Time Dengan Income 800rb Perminggu Bs Online/Dilakukan Di Rmh Hub: 085749352335/087755594711

•PELUANG USAHA• USAHA Smpgn 1-9Jt/Bln, Cck Utk PNS/ Swasta, Salon, Ibu RT, Medis, Mhsw Hub 087862292646 / 081805454504

•SEGERA SMU/SMK/S1• ADA job training/beasiswa/kursus gratis. Hub DESY EDUCATION Jl Hayam Wuruk 75 Giri Tlp. 0333424476, 085258036777, 085232768999.

•DIJUAL CEPAT• RMH Jl Adi Sucipto 63 Dpn Kntr Golkar & Togamas, Strategis, Pusat Kantor Hub: 081336450163 (A. Rofik)

•RUMAH 800M2• DJL Rmh 800M2+ Internet, 8 Kompt + Servr, Dkt Sekolah, Strategis, Omset Bagus Hub: 081999406655/0333-636785

•RUMAH TIPE 45• DJLRmh Murah Tipe 45 L 127M2 Perum Pakis Jalio Blok H-3 Jl Sutawijaya Bwi Hub: 081332260776 (Yuning)

•TANAH DIJUAL• LUAS 2480M2 Lokasi Pakis Jalio, SHM, Berminat Serius Hub: 0877-55723445

BANYUWANGI •KULINER• TELAH Dibuka Wrg”ENA’ Yo” Jl Ltjn Sutoyo Dpn Lap Futsal Scudeto Blkg SD Brawijaya. Sedia Lontong Mie, Mie Ayam, Nasi Bakmoy, Es Rainbow, Dll.

•PROPERTY• DIBANGUN 4Unit Ruko 2Lt (DIJUAL) Lok Jl Agussalim (Blkg Untag) Bwi Hub Anugerah Fotocopy Tlp.081233669969

•COUNTER HP• GEBYAR Hadiah Bulanan DAMAI MMC Dapatkan Hadiah Menarik Setiap Pembelian HP & Accesoris Yg Diundi Tiap Bln.

SITUBONDO

SITUBONDO •READY STOCK•

•WWW.ZHIBOND.COM• TELAH HADIR Jasa Pembuatan Website & Toko Online Professional Murah Berkualitas Hub Sekarang Juga 081336237001

BANYUWANGI •TADIKA PURI• DBIMBING Slm 4Bln Jd Guru Paud Proff, Job Trning. Dftr100rb Lgs Msk. Hub Jl MH Thmrin 48Bwi T.085236095152,10-14WIB

NEW Jazz MMC, CRV, Freed DP 10Jt + Lucky Dip All Color. Ready Stock Info 082131080096

BANYUWANGI

CAB Bwi Jl A. Yani 98 Telp. (0333) 421496 JBR Jl PB Sudirman 4 Telp. (0331) 427313

•KULINER• BEBEK Presto Glenmore (samping BRI) Hub: 08123451923 Ada Ayam Kampung, Gurami, Udang Dll. Maknyus Buka 08.00-23.00

•JIMNY•

•PT MAS WANGI•

DJL Jimny Htm Th 90 Modif Variasi AC DVD Plat (P) Hub: 087875505157 Hrg 40Jt Nego

PAGI 07.00&sore19.00,LMJG-JBR-BWIDPS &Paket.Dpn SPBU Mangir. T:03337700661www.balitugroup.com

•GEBYAR DISCOUNT DAIHATSU• GEBYAR Discount Xenia 4Jt, Terios 4Jt, Luxio 15Jt, Sirion 15Jt, GM MB 7Jt, GM PU 9Jt/DP 5Jtan, Brhadiah Uang 1M, 8Terios, 18 Xenia Diundi Agustus Hub: Sakti AI 08121732210/ 081216299993/03337728434

•RUMAH JL RONGGOWUNI•

•PIA GLENMORE•

(26/07-07/08)

(26/07-07/08)

> BWI: DJL Kijang LSX 2003 Hijau Metalik, kond 90 %. Hrg 125 Juta Nego. Hub: 087853208768 atau 081336648888

> BWI: DJL BMW 95 Biru Metalik. Audio, Hrg 70 Juta Nego. Hub: 087853208768 atau 081336648888

(04-11/08)

(04-11/08)

> BWI: DIJUAL mts kuda VB5W GLS th 2001 merah tua mtl hrg 85 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

> BWI: DIJUAL Mts T120ss pu 1.5 FD (pickup) th 2009 hitam KNZI hrg 72,5jt nego brg istw Bisa , Kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

(03-17/08)

(29/07-12/08)

> BWI: BARU! Isuzu Elf 125ps Makin Dissuka Paket DO 10Jt-an, Angs 6,1Jt Proses Cepat, Mudah & Pasti Untung Hubungi FAHMI 081336345678

> BWI: ISUZU Panther LS, Lebaran Ready Stock Dp Mulai 120%, Bunga Murah Proses Cepat Tanpa Survey Hubungi Sekarang Jga. Fahmi 081 336345678 Dijamin Murah & Puas

•SAWAH•

•TANAH L 250M2• JUALTnh L 250M2 Lok Karetan Purwoharjo L 3730M2 Lok Tegalsari L 195M, Lok Karetan Purwoharjo Hub: Moh Saidi 082140677155

•TANAH KAPLING•

(04-11/08)

(04-11/08)

> BWI: DIJUAL Sedan Honda Civic SR4 GM Th 1992 Hijau Tua Mtl Hrg 57,5 jt Nego Brg Istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

> BWI: DIJUAL Avanza 2007 type G silver tgn prtama plat L brang istw siap pakai hrg nego Hub 0333-398903, 081358030303

DJL 2 Tnh Kapling Gandeng SHM, L. 10x40M2, Hrg NEGO. Dan1 Tnh Kapling.Lok Pinggir Jln L. 10x20 M2 Harga NEGO, SHM, Cck u/ Investasi, lok.JL.Sutawijaya (Dpn Prm Istana Brawijaya). TP. Hub; 03338930348.

BANYUWANGI

•KAYU & SENG•

•STNK

DIJUAL Kayu Bekas, Kayu Kalimantan Uk 15x60m & Seng Kondisi Masih Bagus Hub: 081-336656064

HLG STNK Nopol P 6198 YE an Nur Aisa Sukolilo Rw 04/05 Sukomaju Bwi

SITUBONDO

•RUMAH L160/65•

• RUKO L 490M2•

HLG STNK Nopol P4995 VF an Nadwan Jl Ikan Cumi-cumi No 55 Sobo Bwi

DJL Rmh Jl Adi Sucipto Lt/Lb 160/65 2Kt 2Km, Mushola, 2200W, Telp, Pompa Air Keramik Full. H 325Jt Nego TP Hub EKO 08882721945

DIJUAL Toko + Rmh L +490M2 Lok Strategis Jl A Yani 106A Situbondo

HLG STNK Nopol P3020 XE an Suprapito Jl Krajan Rt 02/06 Kabat Banyuwangi

•TUKANG KAYU•

•RUKO STENDO•

•KULKAS TOSHIBA•

RUMAH Dijual K Tdr 4+1, Kmndi 2, L 210M2, Jl Kopral Talab.28 Kel Tkgkayu Sertifikat Hak Milik Hub: 08176339007, 0818946848

DISEWAKAN Ruko Stendo Jl Kol Sugiyono No3 Kel Tukangkayu Bwi Hub: (0333) 413996 -081934820314

JUAL Kulkas Toshiba Impor Bks 90%baru. Tp Hybrid Guard Intrg Tch Infred 2Pnt Hrg 50% Baru Hub 081233255678 Edy

BANYUWANGI

(04-11/08)

> BWI: DIJUAL Toyota kijang KF 82 super th 2001 biru mtl hrg 122,5 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DJUAL Sawah Dlm Kota, SHM, 4500M2, Dpn Perumahan 170Jt Nego Hub: 081346293265

DJLRmh L200M2,Lok Jl Ronggowuni 36 Kebalenan SMP2 Tanpa Perantara Hub: 085-236396077

BANYUWANGI

(04-11/08)

> BWI: DIJUAL Toyota kijang Innova diesel th 2006 silver gren hrg 153 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

(28/07-04/08)

(03-10/08)

> BWI: DJL Honda Jazz RS Th 2010 Manual KM Sedikit Pajak 1 Th, Lebih, Bisa Tukar Tambah Cash/Kredit Hub: 082142194111, 08133589788

> BWI: DIJUAL Honda City IDSI tahun 2004, Hitam metalik, Brg Istimewa, siap pakai, pajak panjang, harga nego. TP hub. 08785-233-8984 atau 0888-0365-7531.

HLG STNK Nopol P2158 XL an Purwanto Krajan Rt 01/II Bulusan Kalipuro

Hotline Iklan:

(03-10/08)

> BWI: DIJUAL Isuzu Panther New Hi Grade Th 2000, Silver Plat (P) Barang Istimewa Harga 100Jt Hub: 081336045858

(0333) 412224


5

BALJEBOL

Kamis 4 Agustus 2011

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

LUMAJANG

JEMBER

Temukan 5 Titik Kemacetan SEDIKITNYA ditemukan lima titik kemacetan yang seringkali terjadi saat-saat mendekati Lebaran. Khusus di Jalan Trunojoyo, kemacetan biasanya terjadi di depan pusat perbelanjaan Golden Market dan sekitar Pasar Tanjung. Sementara untuk jalan Samanhudi, kemacetan terjadi di area jualan pedagang kaki lima (PKL). Tak terkecuali di jalan Sultan Agung, tepatnya sekitar pertokoan Jompo dan Jalan A. Yani, depan Pasar Kepatihan. Kemacetan arus lalu lintas jelang Lebaran biasanya juga terjadi di Jalan Diponegoro, tepatnya sekitar arah pusat belanja Matahari. Untuk itulah, berbagai upaya telah dilakukan untuk meminimalisasi tingkat kemacetan agar tidak terlalu parah. Salah satunya, dengan melakukan perubahan arus lalin saat Ramadan. Menurut Suko Winarno, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Jember, meski perubahan arus sifatnya masih sementara, namun mampu mengurangi titik kemacetan di beberapa titik. Meski begitu, pihaknya akan terus memantau kondisi di Jalan Sultan Agung, Ahmad Yani, Trunojoyo, Jalan Hos Cokroaminoto, hingga ruas jalan lainnya. Sayangnya, saat dipantau di lapangan, masih saja ada pengendara yang melanggar arus lalu lintas. Banyak pengendara yang nekat melawan arus, sehingga membahayakan diri sendiri dan pengendara lainnya. Pelanggaran ini semakin banyak terjadi tatkala tak ada petugas yang bertugas. Ini pula yang kemarin terlihat di pertigaan Jalan Diponegoro dan Jalan Gatot Subroto. Terlihat, pengendara dari arah Sultan Agung menuju Jalan Diponegoro menerabas masuk menuju MDS yang hanya berjarak 50 meter. Padahal sudah ada rambu larangan masuk di jalur tersebut. “Jika tak ada petugas yang jaga, banyak pengendara yang melanggar lalin,” ujar Sulaiman, 45, tukang becak yang mangkal di depan Istana Hotel. Menurut dia, pengendara yang melanggar biasanya ingin cepat sampai di pusat perbelanjaan Matahari dari pada harus memutar. Terpisah, Ketua DPRD Jember Saptono Yusuf mendukung upaya dinas perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polres Jember dalam mengurangi tingkat kemacetan, khususnya di perempatan lampu merah Pasar Tanjung. ”Kalau perubahan arus itu memang mampu mengurangi kemacetan, tentu kami dukung,” kata Saptono Yusuf. Apalagi, kemacetan arus lalu lintas memang kerap terjadi di sekitar Pasar Tanjung. (jum/wnp/jpnn)

Produksi Pasir Menurun, Pajak pun Berkurang LUMAJANG—Pasir galian C yang selama ini menjadi andalan pendapatan asli daerah (PAD) Pemkab Lumajang mengalami penurunan produksi. Itu disebabkan karena stok pasir disejumlah aliran lahan Gunung Semeru mengalami penurunan. Hal itu disampaikan oleh Kabag Ekonomi Pemkab Lumajang, Nurul Huda. Dia mengaku pada Juli penda-

patan pajak dari pasir galian C hanya menembus angka Rp 270 juta lebih. Angka tesebut, kata dia,masih jauh dari terget pendapatan pajak pasir galian C. Menurun dia, pendapatan pajak galian C kata disebabkan oleh permintaan yang turun. “Mungkin karena mau masuk bulan puasa,” tuturnya. Di samping itu, juga karena ketersedian pasir di sepanjang jalur lahar semeru terus berkurang. “Pa-

sirnya juga terus berkurang,” imbuhnya. Kekurangan pasir tersebut, tambah dia, dikerenakan memasuki musim kemarau. Sehingga, pasir yang dihasilkan dari letusan-letusan di puncak Semeru tersebut belum terbawa arus hujan dari puncak. “Mungkin masih ngantong di pucak,” kata Nurul. Pada bulan ini, pendapatan dari pasir galian C diprediksi akan terun lagi. Hal

itu tidak lepas karena bulan ini adalah bulan puasa. Biasanya, kata dia, permintaan pasir selama bulan puasa menurun. Meski mengalami penurunan pada bulan lalu dan diprediksi juga terjadi pada bulan ini, namun Nurul optimistis bahwa tergar pendapatan pajak galian C sesuai dengan tergat. “Insya Allah sesuai dengan target,” pungkasnya. (wan/sh/jpnn)

MENURUN: Memasuki musim kemarau, pendapatan pajak dari bahan galian C ini mengalami penurunan.

RIDWAN/RADAR JEMBER/JPNN

Tim Ambil Sampel Aspal

LUMAJANG

Periksa Jembatan dan Jalan Aspal Wonoboyo

RADAR JEMBER/JPNN

DEMI KEMERDEKAAN: Puncak semeru akan dibuka selama tiga hari sejak 16 hingga 18 Agustus.

Agustusan, Semeru Dibuka Tiga Hari INI kabar gembira bagi para pendaki dan pecinta alam yang hendak menghabiskan puncak perayaan memperingati HUT Kemerdekaan RI di puncak Mahameru. Pasalnya, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan membuka jalur hingga ke Puncak Gunung Semeru selama tiga hari, yakni 16-18 Agustus 2011 mendatang untuk memberikan kesempatan peringatan detrik-detik agustusan. Sekadar informasi, jalur pendakian menuju Semeru memang telah dibuka oleh TNBTS sekitar pertengahan April 2011 lalu, setelah lima bulan ditutup sementara untuk pemulihan vegetasi. Namun, selama ini rekomendasi pendakian hanya sampai ke Kalimati, atau sekitar empat kilometer dari puncak. Hal tersebut diungkapkan Aggoro Dwi Sujiarto, kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II TNBTS kepada RJ beberapa waktu lalu. “Seperti tahun sebelumnya, biasanya dibuka ke puncak selama tiga hari,” ujar Anggoro. Hal ini sebagai ritual yang dilakukan pendaki dalam peringatan detik-detik proklamasi agustusan memang menjadi agenda tahunan di Puncak Gunung Semeru. Anggoro juga akan membatasi waktu berada di Puncak,yakni hingga pukul 11.00 setiap harinya. Pihaknya memang belum secara pasti akan benar-benar membuka jalur tersebut, meskipun kemungkinan besar dibuka. “Kami masih konsultasikan dahulu dengan Pos Pantau Sawur,” ujarnya. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi terakhir Gunung Semeru. (ram/sh/jpnn)

BONDOWOSO - Kejaksaan terus melakukan cek fisik pengerjaan proyek infrastruktur yang diduga tak beres di Dinas Pengairan Bondowoso. Kemarin (3/8), tim ke Kejari yang terdiri dari Kasi Intel Sarta SH, beberapa jaksa, tim teknis dari Fakultas Teknik Unej Jember, 3 rekanan yang mengerjakan proyek, serta pegawai dari Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya dan Dinas Pengairan, sama-sama turun ke lokasi proyek.

”Sama seperti kemarin, tim ini turun ke lokasi untuk mengecek pengerjaan proyek Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kami mengambil sampel untuk diteliti lebih mendalam di laboratorium teknik Unej,” ungkap Kajari Bondowoso Hari Setiyono. Menurut Hari, dari pagi hingga sore hari pihaknya benar-benar konsentrasi melakukan cek fisik pada pengerjaan jembatan dan jalan aspal di wilayah Kecamatan Wonoboyo. ”Kami membongkar sedikit, bagian dari jembatan dan aspal jalan dan contoh bong-

karan material ini yang nantinya diuji di laboratorium Unej oleh tim teknis,” tambahnya. Selama melakukan cek lapangan itu, tim kejaksaan mendapat penjelasan dari para rekanan. ”Dari hasil keterangan inilah, nantinya kami olah. Adakah, penyimpangan atau tidak saat mengerjakan proyekproyek tersebut,” katanya. Bahkan, pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap 48 item pengerjaan proyek yang dananya bersumber dari APBN itu. ”Sehingga, membutuhkan waktu agak lama, untuk melakukan proses penyelidikan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Intel Sarta SH yang turun langsung ke lapangan tidak memberikan keterangan lebih mendalam terkait proses pengecekan lapangan. ”Kami hanya sebatas melakukan cek lapangan saja,” ujarnya. Oleh sebab itu, Kasi intel enggan memberikan penjelasan lebih mendalam terkait dugaan penyimpangan pengerjaan proyek untuk mengatasi bencana alam di Bondowoso itu. “Kami masih sebatas klarifikasi saja, hanya mengumpulkan data lapangan,” katanya. Sementara itu, dari sumber koran ini di Kejaksaan Negeri

Bondowoso, puluhan rekanan yang mengerjakan berbagai proyek BNPB, terus menjalani pemeriksaan untuk dimintai keterangan. Bahkan, dari sumber terpercaya koran ini, ada rekanan yang sampai menangis saat dimintai keterangan. Selain itu, kasus pengerjaan proyek BNPB senilai Rp 14,8 miliar ini menjadi perhatian serius dari Kejati Jatim. Sehingga, Kejari Bondowoso terus berusaha ngebut untuk mengusut pengerjaan proyek yang leading sektornya di bawah pengawasan oleh Dinas Pengairan Bondowoso itu. (eko/c1/wah/jpnn)

Penjual Petasan Alun-Alun Diobrak JEMBER– Belum digubrisnya imbauan Kapolres dan fatwa MUI terkait larangan membunyikan petasan saat Ramadan 1432 H, membuat polisi gerah. Malam kemarin, jajaran Polres Jember mengobrak para penjual kembang api dan petasan yang tiap hari mangkal di sekitar alun-alun Jember. Terlebih, seringkali terdengar suara petasan dibunyikan saat salat tarawih dan tadarus di masjid Jamik Al Baitul Amin Jember. Sayangnya, belum ada tindakan tegas dari polisi ketika ditemukan penjual petasan. Polisi masih memberikan toleransi dengan cara memperingatkan penjual petasan agar tak berjualan lagi. Tim Polres Jember yang turun kemarin merupakan gabungan dari anggota Reskrim, Satlantas, Sabhara, Sat Intel dan Reskoba. Operasi dipimpin langsung Kapolres Jember AKBP Samudi SIK didampingi Wakapolres Jember Kompol Rahmat Hakim, Kasatlantas Polres

Jember AKP Wiwit Adisatria, Sik Kabag Ops Polres Jember Kompol Budiharto, serta beberapa perwira Polres lainnya. Nah, saat ditemukan ada penjual petasan di sekitar alun-alun, Kapolres Jember AKBP Samudi SIK bersama Wakapolres Kompol Rahmat Hakim langsung mendekati. Selanjutnya meminta agar penjual kembang api dan petasan tak lagi berjualan. Sementara itu, usai razia petasan di alun-alun Jember, polisi sempat menggelar operasi ofensif di depan Mapolsek Kaliwates sekitar pukul 21.00 hingga pukul 22.30. Pantauan koran ini di lapangan, seluruh kendaraan yang masuk kota diperiksa dan digeledah isinya. Tak terkecuali kendaraan roda empat yang kondisinya tertutup. Bahkan, Samudi sempat masuk dan memeriksa kendaraan box yang dicurigai mengangkut petasan. Namun setelah barang diperiksa dan

TAK MAU KECOLONGAN: Kapolres Jember AKBP Samudi saat memeriksa isi barang bawaan dalam mobil dalam Opensif depan Mapolsek Kaliwates Selasa malam.

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

satu persatu dus dibuka, ternyata tak ditemukan barang bawaan yang membahayakan. Tak hanya mobil box yang dirazia, mobil pribadi tak luput dari pemeriksaan petugas. Sempat terlihat ada sopir mobil Toyota Avanza berplat B diminta turun untuk membuka bagasi

mobil. “Operasi ini dilakukan karena biasanya bulan puasa dimanfaatkan pengusaha petasan mengirim barang ke Jember,” kata AKBP samudi saat ditemui di sela sela operasi ofensif. Dijelaskan, pihaknya akan terus memantau penjualan kembang api dan petasan di Jember. (jum/wnp/jpnn)

Kisah Hadiri, Penderita TB Baru yang Berhasil Sembuh Total

Biar Tak Menular, Selalu Kenakan Masker Penderita TB Paru di Jember cukup tinggi. Butuh kerja keras tak hanya dari dinas kesehatan untuk memberantasnya. Tapi, juga semangat dari penderitanya untuk bebas dari rongrongan Mycobacterium tuberculosis. Hadiri, salah satu penderita TB paru yang bisa sembuh total. ELITA SITORINI, Jember GEDUNG di samping Puskesmas Sukowono itu penuh sesak. Selain para kader kesehatan yang mengenakan seragam, ada juga undangan yang mengenakan pakaian bebas. Mereka adalah penderita TB paru dan mantan penderita TB paru yang sudah sembuh. Pertemuan itu difasilitasi sekelompok mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Unej yang sedang menjalani Pengalaman

Belajar Lapangan (PBL) II di Kecamatan Sukowono, Jember. Duduk diantara undangan yang sedang menyimak penjelasan dr Hendro Soelistijono, Kepala PKM Sukowono ada Hadiri yang mengenakan jaket warna cokelat muda. Lelaki asal Dusun Krajan, Desa Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, terlihat begitu bersemangat mendengarkan uraian Pak Dokter. Wajahnya semakin bersemangat ketika Pak Dokter meminta agar setiap penderita TB Paru di Sukowono bergabung dalam sebuah paguyuban. Di sini, mantan penderita TB yang sudah sembuh akan ikut bergabung pula. Interaksi kedua golongan ini diharapkan untuk membantu penderita yang belum sembuh agar cepat sembuh. Hadiri paham betul akan kejahatan dan keganasan Mycobacterium tuberculosis. Kuman yang hanya bisa dilihat melalui mikroskop itu telah membuat hidupnya jadi berantakan. Waktu itu tahun 1977, Hadiri masih berusia 12 tahun. Dia mengikuti pendidikan di sebuah

ELITA SITORINI/RADAR JEMBER/JPNN

RAJIN MINUM OBAT: Berkat semangat hidupnya yang kuat, Hadiri akhirnya dinyatakan sembuh dari penyakit TB paru.

pondok pesantren. Kehidupan di pondok yang terdiri dari banyak anak dengan lingkungan yang kurang bersih di zaman itu, membuatnya takluk pada serangan si Mycobacterium tuberculosis.

Di suatu hari, Hadiri menderita batuk. Sangat parah, sampai dia memuntahkan darah. Terkejut tentu saja. Lalu, keluarganya membawanya ke Puskesmas Sukowono. Dokter puskesmas menyarankan agar Hadi-

ri memeriksakan diri ke Rumah Sakit Paru di Kreyongan. “Pertama kali datang periksa dengan biaya Rp 50 ribu. Lalu menebus obat di apotik Besuki harganya Rp 30 ribu,” kenangnya. Obat yang berupa paketan itu, membuat Hadiri menahan napas. Setiap hari, dia harus meminum berbagai jenis obat. “Kalau satu genggam saja, ada itu obatnya,” paparnya. Hadiri memang masih anak-anak, tapi dia tak mau penyakit batuk darahnya membuat hidupnya berantakan. Dengan penuh semangat dia membayangkan bahwa rasa obat itu lezat seperti makanan enak lainnya. “Saya terus berpikir bahwa obat itu enak. Kalau tidak enak kan tidak mungkin dimakan,” katanya. Sebagai lelaki normal, Hadiri juga ingin menikah. Karena itu, tekad untuk sembuh semakin membaja. Dia tak ingin penyakitnya itu menulari istri dan anak-anaknya kelak. Disiplin untuk control ke rumah sakit, hingga dia dinyatakan sembuh dan boleh periksa ke puskesmas.

Hadiri juga disiplin dalam menjaga kebersihan dirinya. Sejak tahun 1977, ketika pertama kali diagnosa dokter menyatakan dia postif TB paru, alat makan dan minum yang dia gunakan dipisahkan dari alat makan dan minum keluarganya. “Tidak apa-apa begitu. Saya takut anak dan istri saya ketularan. Pokoknya, saya selalu menjaga agar jangan meludah dan batuk sembarangan,” katanya. Kemana pun dia pergi, Hadiri selalu menggunakan masker untuk menutupi hidung dan mulutnya menggunakan jaket, dan selalu berusaha untuk hidup sehat. “Pak Dokter bilang, TB Paru itu jahat dan ditularkan melalui ludah. TB Paru juga bisa sembuh asal kita rajin berobat,” katanya. Pesan dari dokter yang merawatnya dulu, telah dia laksanakan dengan sungguhsungguh. Kini, hidup petani yang memiliki dua anak itu benar-benar bahagia. Kalau melihat kondisi tubuhnya yang segar dan sehat, tak ada yang mengira bahwa dia pernah mengalami batuk darah. (jpnn)


Barangsiapa berbuka puasa sehari tanpa rukshah (alasan yang dibenarkan) atau sakit, maka tidak akan dapat ditebus (dosanya) dengan berpuasa seumur hidup meskipun dia melakukannya. (HR. Bukhari dan Muslim)

6

Kamis 4 Agustus 2011

TC Darul Arqom SMK Muhammadiyah 1 Genteng

Jembatan Membangun Akhlak 04.05

04.15

11.31

14.53

17.27

18.39

Tadarus

ISTIMEWA

DEMI MISI: Belajar Alquran dibimbing secara langsung.

MORAL atau yang di dalam Islam dikenal dengan akhlak menjadi modal utama setiap muslim dalam menjalani kehidupan. Moral menjadi kunci dan pembeda pribadi muslim dan pribadi yang lain. Dengan modal akhlak, setiap muslim diharapkan mampu menjadi salah satu pilar karakter bangsa. Semangat meningkatkan akhlak demi memperkuat karakter bangsa itulah yang kini menjadi samangat tersendiri bagi keluarga besar SMK Muhammadiyah I Genteng. Mulai 2 hingga 6 Agustus mendatang, semua elemen sekolah membaur menjadi satu dalam wadah training center (TC) Darul Arqom. Mengambil istilah Darul yang berarti rumah dan Arqom yang berarti sahabat nabi, SMK Muhammadiyah I Genteng seolah ingin mem-flasback semangat perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam membangun akhlak umat lewat media rumah sahabat. Darul Arqom dilaksanakan dalam dua

BENTUK PRIBADI MUSLIM: Melalui Darul Arqom, siswa dan siswi SMK Muhammadiyah 1 digembleng ketaatan menjalankan perintah agama. ISTIMEWA

gelombang. Kegiatan yang juga merupakan wahana Pesantren Ramadan ini diikuti seluruh siswa. Dalam gelombang pertama, ada 251 siswa yang turut berpartisipasi. Mereka terdiri atas 86 siswa putra dan 165 siswa putri. Mereka berasal dari program studi administrasi

perkantoran, pemasaran, teknologi komputer dan jaringan, dan multimedia. Selama tiga hari mereka akan digembleng di sekolah dengan ragam kegiatan dan materi dari pembicara yang sudah disiapkan. Gelombang kedua diputar mulai 4

Agustus sampai 6 Agustus. Ada 254 siswa yang akan menjadi peserta pesantren Ramadan ini. Mereka kebanyakan merupakan siswa dari program studi akuntansi. Seperti halnya gelombang pertama, mereka juga melahap sejumlah agenda kegiatan dan materi yang telah disiapkan panitia. Di antara kegiatan yang mengisi TC Darul Arqom tersebut adalah salat wajib berjamaah dan kultum, iftar bersama, tarawih, tadarus, sahur, renungan malam, dan olahraga. Di samping itu, dalam kegiatan ini juga disampaikan sederet materi keagamaan dan keorganisasian, di antaranya pengajian umum, kenakalan, kepemudaan, kepentingan pribadi, ahklak, narkoba dan HIV, risalah puasa, kemuhammadiyahan, keorganisasian Muhammadiyah, dan masih banyak lagi. â&#x20AC;&#x153;Rentengan materi itu wajib diikuti semua siswa peserta TC Darul Arqom,â&#x20AC;? ujar Drs. Mohamad Mubron M.Pd, kepala SMK Muhammadiyah I Genteng. (nic/als)

Pemateri dari Beragam Profesi PENINGKATAN akhlak dan karatker bangsa menjadi target yang ingin dicapai SMK Muhammadiyah I Genteng dalam TC Darul Arqom tahun ini. Misi itu diejawantahkan dalam tiap materi yang disampaikan dalam pesantren Ramadan kali ini. Ceramah difokuskan pada persoalan terkini yang tengah dihadapi pemuda dan bangsa, di antaranya materi aqidah, kenakalan remaja, dan narkoba/HIV. Itu diberikan sebagai materi dalam TC Darul Arqom. Di samping itu, tentu materi keislaman dan kemuhammadiyahan tetap diberikan. Untuk lebih menambah bobot materi yang disampaikan, dipilihlah pemateri dari berbagai latar belakang dan profesi; ada guru agama, kepolisian, dan kalangan medis. Semua terangkum dalam satu kegiatan, TC Darul Arqom. Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah I Genteng Mohamad Mubron menegaskan, ada beberapa misi yang diharapkan tercapai dalam kegiatan ini, yaitu meningkatkan akhlak siswa, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan meningkatkan karakter bangsa para pelajar. (nic/als)

Share ISTIMEWA

DIDIK MENTAL: Siswa SMK Muhammadiyah 1 Genteng mendapat pemaparan dari pemateri yang diundang dari berbagai disiplin ilmu.

Yang Lulus dapat Sertifikat

ISTIMEWA

MASTER: Susunan kepanitiaan dalam Darul Arqom diisi kalangan guru dan siswa.

Siswa-Guru Jalin Kerja Sama PELAKSANAAN TC Darul Arqom di SMK Muhammadiyah I Genteng memang spesial. Selain diisi sederet kegiatan dan pembicara yang diplot membawakan materi khusus dalam cerahamnya, nilai plus lain yang dapat dipetik adalah terjalinnya kerja sama guru dan siswa. Itu tampak dengan terbentuknya kepanitiaan pengarah yang diisi guru dan siswa sebagai pelaksana langsung. Para dewan guru menjadi pengarah setiap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan, sedangkan siswa yang disebut sebagai master menjadi leader bagi kegiatan ini. Meski para siswa yang menjalankan kegiatan, jangan harap ada main mata antara panitia dan peserta. Semua terangkai dalam bingkai profesionalisme. Para siswa yang menjadi panitia akan melakukan penilaian dan evaluasi terhadap peserta dengan objektif. Bila dinilai layak dan baik, peserta tersebut akan dinyatakan lulus di akhir kegiatan. Sebaliknya, panitia berhak tidak meluluskan peserta dalam TC Darul Arqom ini. Kunci lulus sebenarnya cukup sederhana. Yang penting disiplin dan tunduk terhadap aturan main yang ditetapkan, dijamin akan mendapatkan sertifikat kelulusan. (nic/als)

ISTIMEWA

BAHAS NARKOBA: Tak hanya dari kalangan agamawan, pemateri Darul Arqom juga dari unsur kepolisian.

TC Darul Arqom sejatinya bukan hal baru bagi keluarga besar SMK Muhammadiyah I Genteng. Itu merupakan kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan sekolah setiap Ramadan. Kedatangan Ramadan yang sangat penting membuat pihak sekolah mewajibkan semua siswa berpartisipasi dalam kegiatan ini. Bahkan, bagi mereka yang tidak ikut atau tidak lulus dalam mengikuti kegiatan ini, diharuskan mengikuti even serupa di tahun berikutnya. Bukti keikutsertaan siswa dalam TC Darul Arqom diwujud-

kan dengan penerbitan sertifikat kelulusan. Keberadaan sertifikat tersebut memiliki fungsi beraneka ragam. Salah satunya sebagai syarat siswa mengikuti ujian yang dilaksanakan sekolah. Bukan tanpa alasan sekolah mewajibkan seluruh siswa aktif dalam kegiatan ini. Ketua panitia TC Darul Arqom, Santoso, mengatakan ada beberapa target yang ingin dicapai dari kegiatan rutin yang digelar setiap tahun ini. â&#x20AC;&#x153;Kita punya target khusus yang ingin dicapai siswa,â&#x20AC;? katanya. Target pertama adalah meningkatkan akhlak siswa. Kemaju-

an zaman yang ditandai globalisasi di segala bidang menuntut figur yang tangguh. Tidak hanya kemampuan keilmuan yang harus dipersiapkan, sekolah juga merasa bertanggung jawab untuk membekali mereka dengan kepribadian dan akhlak yang sesuai tuntutan Islam. Target kedua adalah berupaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Segala upaya yang dilakukan tentu membutuhkan pertolongan Sang Khalik. Manusia hanya berupaya dan Allah SWT yang menentukan segalanya. (nic/als)

ISTIMEWA

DINILAI TEMAN: Siswa SMK Muhammadiyah 1 Genteng yang mengikuti program Darul Arqom akan dinilai.

Puasa Bagi Penderita Gastritis BENARKAH puasa dapat menyembuhkan penyakit maag atau gastritis? Bukankah orang berpenyakit maag justru enggan berpuasa karena takut sakit maagnya kambuh? Mungkin sederet pertanyaan demikian yang sering muncul di benak apabila dikaitkan puasa dengan penyakit maag. Namun, pada beberapa kasus, penderita sakit maag justru tidak membutuhkan obat-obatan untuk mengatasi sakit maag ketika melaksanakan puasa Ramadan karena dengan berpuasa membuat pencernaan lebih sehat. Penyakit maag terjadi akibat adanya gangguan pada lambung akibat tingginya kadar asam lambung yang mengakibatkan luka. Tingginya kadar asam lambung disebabkan oleh produksi asam yang berlebih, sedangkan proses penghancuran asam berjalan lambat. Kadar asam yang tinggi dipicu oleh adanya kelainan saraf atau infeksi bakteri. Gejalanya merupakan kumpulan dari beberapa gejala seperti nyeri di ulu hati, mual, muntah, lemas, perut kembung, dan perut terasa penuh. Penyakit maag banyak terkena pada tingkat usia produktif. Merujuk pada hasil survei yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,

sekitar 60% penduduk tidak masuk ke dalam tuOLEH Jakarta yang termasuk buh. Sehingga keluhan dalam usia produktif sudah tadi akan hilang. Ini centerkena maag. Sementara derung terjadi pada me27% yang mengidap sakit reka yang mengalami dismaag adalah anak-anak. pepsia non organik. Tingginya angka kejadian Sebaliknya, penderita penyakit maag pada anakdispepsia organik tidak dianak muda karena peranjurkan untuk berpuasa sepsi masyarakat yang meski tubuh akan beradapmasih manganggap sepele tasi setelah tiga sampai lima resiko penyakit maag hari, tapi lambung akan meski dapat mengganggu tetap kosong. Saat itulah, Emy produktifitas bekerja dan pengeluaran asam lamaktivitas belajar. bung dan gas akan meniKhojayaningrum Sebenarnya, penyakit ngkat yang akan menjadi maag dibagi menjadi dua. pemicu munculnya peYaitu dispepsia organik dan non orga- nyakit maag. Meski hal ini tidak berlanik. Dispepsia organik adalah penyakit ngsung terus menerus, akan tetapi puasa maag yang sudah parah seperti tukak bagi penderita dispepsia non organik lambung. Sedang dispepsia non orga- yang tidak mengonsumsi obat akan nik adalah penyakit maag yang ditandai membuat maagnya menjadi lebih parah. dengan kelainan minimal, seperti Satu hal yang perlu diingat adalah kemerahan pada alat pencernaan. jangan sekali-kali menilai sendiri apakah Dispepsia non organik ini biasanya maag yang diderita itu parah atau tidak. disebabkan oleh stres, makanan pedas, Satu-satunya cara untuk melihat kealkohol dan merokok. Biasanya gejala ya- lainan pada pencernaan adalah dengan ng timbul itu hanya mual, perut terasa endoskopi (meneropong saluran penpenuh, muntah. Ketika berpuasa, otoma- cernaan). Dari pemeriksaan inilah baru tis rokok, alkohol dan makanan tersebut kemudian diketahui apakah alat pen-

cernaan mengalami luka atau tidak. Bagi mereka yang mengalami dispepsia non organik, obat yang dijual bebas di pasaran dan berbagai merek serta harga yang bisa di jangkau, bisa digunakan untuk mencegah keluhan maag yang timbul saat menjalani puasa. Karena obat bebas yang umumnya golongan antasida ini dapat melapisi lambung. Sehingga menetralisasi asam lambung yang over produktif. Tapi, yang menderita dispepsia organik pengobatannya tidaklah semudah itu. Obat yang dianjurkan adalah obat anti asam yang mampu menekan produksi asam lambung yang meningkat hingga 12 sampai 24 jam. Akan tetapi obat ini harus dengan resep dokter. Ibarat sebuah mesin, organ tubuh manusia membutuhkan istirahat. Dengan berpuasa ternyata akan membuat tubuh seseorang menjadi lebih baik dan sehat. Demikian pula khususnya bagi penderita sakit maag dengan pemicu kejiwaan maupun peningkatan asam lambung, InsyaAllah harapan kesembuhan akan lebih besar dengan berpuasa. Adapun penderita sakit maag yang berat dianjurkan tidak berpuasa. (*) *) Ahli Gizi RSI Fatimah Banyuwangi


7

Kamis 4 Agustus 2011 HALAMAN SAMBUNGAN

Pulang Tertib Tanpa Aksi Anarkis n WARGA... Sambungan dari Hal 1

Sementara itu, Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Banyuwangi Kompol Sujarwo mengatakan, penambangan yang diduga ilegal tersebut tetap tidak dapat dibenarkan. Sebab, sesuai hukum, penambangan emas ilegal dapat merusak ekosistem. Oleh karena itu, pihaknya tetap mengedepankan prosedur yang sudah ditetapkan. ‘’Tetap

tidak boleh menambang karena ilegal,’’ tegas Sujarwo kepada RaBa saat di lokasi. Sementara itu, Kapolsek Pesanggaran AKP Supriyadi berusaha meredam warga. Di hadapan ratusan warga, Kapolsek Supriyadi menyatakan bahwa aparat kepolisian adalah mitra masyarakat, bukan musuh masyarakat. Oleh karena itu, dia menegaskan agar warga bisa menahan diri terhadap kasus yang mengakibatkan sejumlah warga tertembak itu. Warga

yang mulai emosi tersebut diminta menyerahkan masalah penembakan tersebut kepada pihak berwajib. ‘’Tolong serahkan semua kepada kami,’’ tegas Kapolsek AKP Supriyadi didampingi Kanithumas Aiptu Lipur kemarin. Kapolsek menambahkan, warga tidak perlu terlalu lama berdemo di kawasan penuh kandungan emas tersebut. Menurutnya, hanya perlu koordinasi yang baik dari semua pihak agar masalah tersebut

bisa diselesaikan tanpa ada yang dirugikan. ‘’Masak masalah ini terus-menerus seperti ini, pasti ada solusinya,’’ kata Kapolsek Supriyadi dan mendapat tepukan tangan warga. Setelah itu, giliran perwakilan sejumlah warga yang menyampaikan aspirasi. Tak lama kemudian, warga pulang dengan tertib. Agar aksi spontanitas tersebut tidak berujung anarkis, Polres Banyuwangi mengerahkan sekitar 300 personel di lokasi yang penuh

Habib dan Siwan Masih Buron n HANYA... Sambungan dari Hal 1

Setelah mengetahui suaminya terlibat pembunuhan, Neli berusaha mengetahui kebenaran tersebut. Dia mendesak Haidori untuk menceritakan kebenaran yang terjadi. Namun, sikap Haidori datar-datar saja. Haidori juga meyakinkan Neli bahwa dirinya hanya berperan memindahkan jenazah korban. “Mas (Haidori) hanya bilang sedang bingung,” ujarnya sambil berkaca-kaca. Sementara itu, saksi lain, yaitu Sunarto, mengaku bahwa Haidori membeli bensin di warungnya di malam kejadian. Menurutnya, pada jam 00.00, ada seseorang yang membeli seliter bensin beserta botolnya. Tetapi, Sunarto tidak mengiyakan permintaan pembeli tersebut. Akhirnya, pembeli tersebut meminjam botol tersebut den-

gan uang jaminan Rp 5.000. “Saya dikasih uang Rp 10 ribu pecahan Rp 5.000-an,” cetusnya. Namun, kesaksian Sunarto tersebut dibantah Haidori. Menurut Haidori, Sunarto sebenarnya tidak tahu-menahu. Haidori mengaku membeli bensin pada pukul 01.00 dini hari. “Saya yang ngasih tahu dia ketika penyidikan di polres,” cetusnya. Sementara itu, saksi I’in Mutmainah mengaku melihat mobil terbakar di lokasi kejadian saat berangkat ke pasar sekitar pukul 02.00. Saat itu, dia berpikir bahwa yang dilihatnya adalah hantu. ‘’Saya pikir itu ganaspati (salah satu jenis makhluk halus),’’ ujarnya. Saat pulang dari pasar Banyuwangi, I’in melihat api sudah padam. Saat itu sekitar pukul 03.30. ‘’Setelah saya pulang, api sudah padam dan hanya menyisakan asap,’’ terangnya. Saksi lain, Lukman, juga

mengaku mengetahui adanya mobil terbakar saat pergi ke pasar sekitar pukul 01.00. Saat melihat kejadian itu, dia mengaku ketakutan. “Kira-kira jarak rumah saya ke tempat itu 15 menit,’’ ujarnya. Sementara itu, sidang yang digelar di ruang sidang Cakra itu dipimpin Hakim Ketua Made Sutrisna dan jaksa penuntut umum Djoko Susanto. Dalam sidang kemarin, sidang diputuskan dilanjutkan tanggal 10 Agustus 2011. Seperti diberitakan sebelumnya, pembunuhan tragis terjadi di kawasan sepi tepi jalan Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi, sekitar pukul 02.00 beberapa bulan lalu (3/4). Satu keluarga yang terdiri atas bapak, ibu, dan anak, diduga dibunuh dengan keji, kemudian dibakar di dalam mobil. Korban yang meninggal secara mengenaskan tersebut

adalah keluarga Rosan, 43, warga Dusun Dadapan, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Selain Rosan, mayat yang hangus dan menumpuk di dalam mobil sisi belakang itu adalah istri Rosan, yakni Jamilah, 37, dan anak mereka yang masih berumur 14 tahun, Dery Pradana. Berdasarkan pengakuan terdakwa Haidori, korban diajak salat berjamaah oleh Habib. Saat mereka sedang salat, Siwan menghabisi pasutri itu dengan cara dipukul kepalanya menggunakan kapak bagian belakang. Anak korban, Dery, diajak keluar untuk beli pulsa dan telur oleh terdakwa Andi Aziz. Begitu masuk rumah, remaja itu dijerat menggunakan kabel magic jar oleh Siwan. Selanjutnya, mayat ketiga korban dibawa ke lokasi pembuangan di Desa Kluncing dan mobilnya dibakar. (mg-1/bay)

Berawal dari Mimpi Aneh Sanuri n SELURUH... Sambungan dari Hal 1

Secara autodidak, Sanuri cuma butuh waktu sebulan untuk mahir mengendarai sepeda unik tersebut. Setelah itu, Sanuri mulai mengajarkan kemahirannya kepada adik dan keponakannya. Dalam waktu tiga bulan, mereka sudah mahir mengendarai sepeda roda satu itu. Sejak tahun 2006, mereka membuat komunitas sepeda roda satu dengan nama Sedulur Baluk. Sebelumnya, Sanuri sangat bingung mencari nama yang pas untuk komunitas tersebut. Nama tersebut diambil karena semua anggota masih punya hubungan sedulur (saudara, Red). Dulu, Sanuri hanya iseng mengendarai sepeda roda satu itu. Hobi tersebut awalnya hanya untuk olahraga. Sebab, dia tidak menyukai olahraga lain selain mengendarai sepeda roda satu. “Saya selain mengendarai sepeda itu, olahraga yang lain gak bisa. Jadi, satu-satunya olahraga yang saya jalani ya cuma ini,” jelas Sanuri. Pada perkembangan selanjutnya, Sanuri menggaet dua adik kandungnya, yakni Suhartono, 46, dan Suhailik, 44. Belakan-

gan, empat keponakannya yang masih duduk di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah atas (SMA) ikut keranjingan naik sepeda roda satu. ‘’Dulu beranggota delapan orang, termasuk saya. Tapi, satu keponakan sudah pindah kerja ke Bali. Jadi, anggotanya sekarang tinggal tujuh orang,’’ jelasnya. Komunitas yang diketuai Sanuri itu mempunyai tujuh jenis sepeda unik. Ada sepeda roda tiga yang tingginya dua meter, yang digabung dengan setir dan roda satu. Semua sepeda tersebut mempunyai kemudi yang terpisah dengan bodi sepeda. Hal itu dimaksudkan agar pengendara tidak terlalu capek saat mengendarai sepeda itu. Yang tak kalah menarik, semua sepeda itu terbuat dari sepeda bekas yang dijual di pasar loak. Untuk membangun satu unit sepeda unik, mereka biasanya butuh anggaran Rp 600 ribu. Komunitas ini juga mempunyai seragam sendiri. Seragamnya berlengan panjang dan training merah. Di bagian belakang baju terdapat logo yang bertuliskan “Group Sedulur Baluk”. Logo kecil grup itu terpampang di bagian dada. Biasanya, komunitas ini diundang untuk memeriahkan pawai hari besar, seperti

Maulid Nabi. Tahun 2010 lalu mereka diundang dalam acara Maulid Nabi di Desa Watukebo, Kecamatan Rogojampi. Selain itu, mereka juga sering diundang di acara pernikahan dan khitanan. Meski tidak dibayar, mereka tetap semangat meramaikan setiap acara. Syaratnya hanya satu, mereka disediakan minum dan permen. ‘’Itu saja cukup,’’ kata Sanuri. Selama lima tahun terakhir, mereka selalu mengikuti karnaval agustusan yang diselenggarakan Pemkab Banyuwangi. Tetapi, mereka tidak pernah mengambil nomor urut. Mereka nunut peserta lain. Hal itu dilakukan karena jumlah anggota komunitas tersebut masih sedikit. Saat Car Free Day Minggu kemarin (31/7), komunitas ini juga melakukan atraksi di sepanjang Jalan A. Yani. Sanuri membawa semua sepeda tersebut menggunakan gerobak. Ia menarik gerobak sambil mengendarai vespa. “Banyak yang melihat kami. Sampaisampai kami difoto dan masuk koran Radar Banyuwangi-Jawa Pos,” kata Sanuri. Sanuri berharap, masyarakat Banyuwangi mau bergabung dalam komunitas tersebut. “Apabila berminat langsung saja datang ke sini. Dengan syarat membawa sepeda roda satu sendiri,” ujarnya. (bay)

Ramadan, Sidang Cerai Tetap Ramai BANYUWANGI - Meski Ramadan, Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi tetap menggelar sidang perceraian. Dalam tiga hari terakhir, masih ada warga yang mendaftarkan gugatan perceraian di PA Banyuwangi. Meski begitu, daftar perkara di bulan Ramadan ini menurun. Biasanya PA Banyuwangi menerima 40 sampai 50 perkara per hari. Pada Senin kemarin (1/8) hanya sekitar 37 perkara yang disidangkan. “Senin kemarin, yang mengikuti sidang hanya ada 37 perkara. Yang diputus hanya 12 perkara,” jelas Ardi Guntoro, Panitera Muda Hukum di PA Banyuwangi. Ardi mengatakan, bulan Juli 2011 lalu PA Banyuwangi menerima 471 perkara. Untuk jumlah pendaftar perkara di bulan Ramadan (Agustus), total baru bisa diketahui pada bulan September 2011 mendatang. “Pada bulan September, baru kita ketahui apakah ada peningkatan perkara di bulan Agustus ini. Tetapi, biasanya saat bulan Ramadan, perkara perceraian akan menurun,” jelas Ardi. Panitera Gugatan PA Banyuwangi, Zainal Abidin mengatakan, dibandingkan tahun 2010, kali ini ada peningkatan yang sangat drastis. Untuk pertengahan tahun 2011 ini, gugatan telah mencapai 3.442 perkara. Tahun lalu, PA Banyuwangi menerima total 5.656 perkara. “Dapat diketahui dari jumlah perkara tahun ini sampai bulan Juli kemarin. Jumlah perkaranya sudah mencapai lebih dari 50 persen dari tahun 2010 lalu,” jelas lelaki yang tinggal di Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Banyuwangi, itu.

ROBIN FEBRIANTO FOR RaBa

RAMAI: Pemohon antre mendaftar sidang di Pengadilan Agama Banyuwangi kemarin (3/8).

Untuk tanggal 1 sampai 2 Agustus 2011 kemarin, PA Banyuwangi telah menerima 31 perkara. Hal ini mengalami penurunan dibanding bulan-bulan sebelum Ramadan. “Biasa, pada bulan Ramadan semua menahan emosi untuk lebih fokus menjalankan ibadah puasa,” katanya. Selain itu, perkara yang diajukan ke PA itu juga kebanyakan perkara dispensasi kawin (diska). Rata-rata yang mengajukan diska adalah remaja yang telah hamil sebelum masuk usia nikah. “Remaja Banyuwangi banyak yang hamil di luar ni-

kah, dan mereka belum cukup usia untuk menikah,” ungkapnya. Zainal menjelaskan, rata-rata usia yang mengajukan diska adalah 14 tahun untuk remaja perempuan, dan 17 tahun untuk remaja laki-laki. Padahal, usia minimal seorang laki-laki untuk menikah 19 tahun. “Maka dari itu, untuk yang mengajukan diska, mereka harus siap berumah tangga. Yang laki-laki harus siap menjadi kepala rumah tangga dan memiliki penghasilan. Yang perempuan harus siap menjadi ibu rumah tangga,” jelasnya. (mg-2/bay)

sumur tambang emas itu. Hingga usai aksi, tidak terjadi aksi anarkis.

Pengamanan tersebut juga didukung Polisi Hutan (Polhut) KPH Perhutani Banyu-

wangi Selatan. Petugas Polhut bahkan ikut berbaur di tengahtengah warga. (ton/bay)

Base Camp Dekat dari Tempat Demo n DEMO... Sambungan dari Hal 1

Mereka tampak memakai seragam lengkap dengan topi

dan sejumlah perlengkapan, seperti senapan laras panjang. Sejumlah personel brimob tersebut berjalan dan menyisir lokasi yang diduduki seribu

warga itu. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian mengapa mereka baru muncul setelah aksi massa tersebut bubar. (ton/bay)

Sebagian Besar Sedang Puasa n DIGEMBLENG... Sambungan dari Hal 1

Eko menambahkan, peserta akan berlatih di lapangan Taman Blambangan bila mereka sudah dianggap baik. Diperkirakan, latihan di dalam lapangan itu akan berlangsung sejak 10 Agustus mendatang. “Saya sudah kirim surat ke Polres

Banyuwangi kemarin (3/8). Kami meminta jalan ini ditutup saat latihan Paskibra sampai tanggal 16 Agustus,” kata Eko. Sementara itu, latihan Paskibra tahun ini dirasa lebih berat daripada tahun-tahun sebelumnya. Sebab, sebagian besar anggota Paskibra berlatih dalam keadaan berpuasa. “Kalau latihan di Taman Blambangan berdebu.

Takutnya jika latihan di sana, pada hari H nanti banyak yang jatuh sakit. Kami (pelatih) yang kena marah,” lanjut Eko. Dia menambahkan, latihan biasanya dilakukan pada pukul 07.00 sampai pukul 12.00 kali ini hanya berlangsung sampai pukul 11.00. Setelah istirahat, latihan kembali dilanjutkan pukul 14.00 sampai pukul 16.30. (mg-2/bay)

Penyerapan Anggaran Masih Minim n GOLKAR... Sambungan dari Hal 1

Dalam APBD 2011 yang sudah disahkan, belum mengcover anggaran pelaksanaan hasil evaluasi OPD. Solusinya, untuk meng-cover anggaran pelaksanaan Perda OPD, maka harus melalui PAK APBD. Partai Demokrat menilai Perda OPD perlu segera direalisasikan jika sudah mendapatkan pengesahan dari gubernur. Penting dilaksanakan agar OPD yang baru segera action melayani kepentingan rakyat. “Kepentingan rakyat harus menjadi prioritas utama,” katanya. Selain untuk pelaksanaan OPD, PAK perlu dibahas juga untuk memenuhi beberapa kebutuhan anggaran pembangunan. Beberapa satuan kerja (satker) yang anggarannya

belum terpenuhi dalam APBD bisa diusulkan dalam PAK. “Sikap resmi partai terhadap PAK segera kita gelar,” katanya. Tetapi, lanjut Adil, kalau dilihat dari aspek penyerapan anggaran APBD, PAK belum perlu dilakukan. Sebab, penyerapan dana APBD belum maksimal. “Kita minta eksekutif melakukan percepatan penyerapan APBD,” pinta kader PD yang menjabat wakil ketua DPRD itu. Sementara itu, Ketua Partai Golkar Banyuwangi, Sumantri Soedomo, menganggap PAK perlu segera dibahas untuk mendorong percepatan pembangunan Banyuwangi. Laju pembangunan Banyuwangi harus dipercepat lagi agar kesejahteraan rakyat Banyuwangi cepat tercapai. Pembahasan dan pengesa-

han PAK, kata Sumantri, perlu dipercepat dengan prioritas program menggairahkan pertumbuhan ekonomi. Dengan tidak melupakan yang lain, pertumbuhan ekonomi masyarakat harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sumantri berharap, pembahasan PAK APBD jangan dijadikan sebagai agenda pemerintah belaka. Namun, harus menjadi agenda rakyat yang harus terus didorong. “Jadikan kepentingan rakyat sebagai pendorong utama pembahasan PAK,” harapnya. Jika kepentingan rakyat jadi pendorong pembahasan PAK, kata dia, maka Partai Golkar akan intens mendorong pembahasan PAK. “Cepat di la kukan dengan prioritas menggairahkan pertumbuhan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (afi/bay)

Setiap Kasi Punya Kapling n PUNYA... Sambungan dari Hal 1

Setiap kepala seksi (kasi) beserta stafnya mendapat tugas

menjaga dan merawat taman masing-masing. Dengan begitu, otomatis antar-bagian mempunyai tanggung jawab sendiri-sendiri dan

bersaing untuk menjadi yang terbaik. ”Kebersihan merupakan tanggung jawab kita bersama,’’ pungkas Luqman. (mg-1/bay)

Tidak Layak Jadi Anggota Polri n DUA POLISI... Sambungan dari Hal 8

Dikonfirmasi usai memimpin upacara PTDH, perwira dengan dua melati di pundak itu mengatakan bahwa Dhedik dipecat karena melakukan tindakan pidana, di antaranya penggela-

pan sepeda motor dan KDRT. Bahkan, dia telah empat kali menerima hukuman disiplin. “Kasus ini telah dilimpahkan ke pengadilan sipil. Bahkan, dia telah mendapat vonis dari hakim,” jelasnya. Sementara itu, Hilam dianggap tidak layak lagi menjadi

anggota Polri karena saat ini ada dua wanita yang sedang mengandung bayi hasil hubungan dengan dia. “Hilman tidak mungkin menikahi dua-duanya. Namun, jika dia menikahi seorang di antaranya, maka pasti wanita yang lain akan menuntut,” papar kapolres. (sgt/aif)

WASIR HILANG, BUANG AIR BESAR JADI LANCAR KARENA sering mengkonsumsi makanan yang pedas, kurang serat dan kebanyakan duduk, Entin Kartini sering mengeluhkan buang air besar berdarah dan sempat hampir tidak bisa berjalan. Menurut wanita berusia 52 tahun tersebut, selama 3 tahun lamanya ia menderita wasir, “Kalau sakitnya sedang terasa, rasanya benar-benar tidak nyaman,” terangnya. Wasir, atau sering disebut ambeien adalah penyakit atau gangguan pada anus dimana Sphinchter Ani atau bibir anus, mengalami pembengkakan yang terkadang disertai pendarahan. Dalam beberapa kasus, wasir disebabkan oleh kesalahan dalam melakukan gerakan pada olahraga tertentu misalnya pada olahraga angkat beban atau olahraga pernapasan, terlalu banyak duduk atau berdiri, faktor genetika (keturunan), mengejan terlalu keras saat buang air besar (biasanya akibat konstipasi) dan dapat terjadi juga pada wanita hamil. Ibu 3 orang anak ini bersyukur sekarang telah menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi keluhannya tersebut. “Setelah saya mendapatkan informasi dari saudara mengenai Gentong Mas, saya tertarik untuk mencoba. Apalagi sepengetahuan saya, pengobatan herbal itu aman karena tanpa efek samping.” Tuturnya. Indonesia memang dikenal sebagai gudangnya tumbuhan obat. Sementara itu, mahalnya biaya pengobatan, dan keberhasilan terapi obat tradisional atas penyakit yang tidak dapat diatasi obat Barat, adalah 2 faktor pendukung alasan banyak orang yang beralih ke pengobatan tradisional. Sekarang, setelah mengkonsumsi Gentong Mas

selama 9 bulan, ia merasa sehat, “Saya bersyukur sekali... sekarang buang air besar lancar, badan jadi sehat dan jalan pun enak.” Ungkap ibu rumah tangga ini. Kini, ia tidak segan-segan membagi pengalaman sehatnya itu dengan orang lain, “Semoga pengalaman saya ini dapat bermanfaat bagi orang lain.” Pungkas warga Desa Kutorenon, Kec. Sukodono, Kab. Lumajang, Jawa Timur tersebut. Gentong Mas adalah minu man herbal yang sangat ber manfaat dan aman tanpa efek samping karena terbuat dari bahan alami seperti Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda). Gentong Mas baik dikonsumsi oleh penderita berbagai gangguan kesehatan. Habbatussauda mengandung antibiotik alami yang bisa berpengaruh cepat dalam tubuh dan tidak mempunyai efek samping yang negatif. Dengan demikian, luka pada bibir anus sehubungan wasir, tidak akan mengalami infeksi. Antibiotik alami disertai betasisterol yang dikandung Gentong Mas, efektif mengusir bakteri. Gula Aren mengandung protein kasar, mineral, dan vitamin, warna cokelatnya ternyata adalah kandungan serat makanan yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan. Manfaat yang hebat bagi kesehatan dan rasa yang lezat membuat semakin banyak masyarakat mengkonsumsi Gentong Mas.Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi : 085 234 398 441. Banyuwangi: 085 234 398 441. Situbondo : 082 143 391 646 Depkes:P-IRT. 812. 3205. 01. 114


8

Jawa Pos-nya Kota Santri

LEGISLATIF

Masykuri Tetap Ngantor SITUBONDO – Desakan sejumlah kalangan maupun Surat Gubernur Jawa Timur untuk segera melakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap Masykuri Ismail hanya dianggap angin lalu. Pasalnya,anggota DPRD dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu tetap ngantor di DPRD Situbondo. Seperti yang terjadi siang kemarin, Masykuri tanpa beban mendatangi Kantor DPRD SJlan Kenanga. Bahkan, hingga kemarin dia masih menikmati mobil dinas fasilitas ketua fraksi. “Iya tadi saya lihat Pak Masykuri masuk ke ruang komisi I,” ungkap seorang PNS di lingkungan Sekretariat DPRD Situbondo. Kembali aktifnya Masykuri sebagai anggota DPRD ternyata bukan sesuatu yang baru bagi sejumlah wakil rakyat. Bahkan, dalam pelaksanaan work shop anggota DPRD baru-baru ini, Masykuri Ismail juga menjadi salah satu pesertanya. Salah seorang anggota DPRD yang meminta namanya tidak dikorankan, menyebutkan jika DOK/RaBa Masykuri terlibat aktif dalam keMasykuri Ismail giatan work shop. “Kita kan tidak enak mau mengurusi masalah orang lain, ya kita terima sebagaimana mestinya. Kalau tidak salah, dia juga menerima biaya perjalanan dinas,” katanya. Ketua DPRD Situbondo, Zeiniye membenarkan jika saat ini Masykuri Ismail kembali aktif menjadi anggota DPRD. “Coba konfirmasi ke Pak Totok (Narwiyoto, Wakil Ketua DPRD dari PDIP) saja. Saya masih ada acara,” ujar Zeiniye. Jika benar demikian, keadaan ini tentu saja sangat mengejutkan. Pasalnya, pada 26 Juli lalu, Narwiyoto memberikan pernyataan dalam waktu yang tidak terlalu lama, DPRD Situbondo akan menyurati partai poitik tempat Masykuri bernaung untuk melakukan PAW. Langkah yang akan ditempuh lembaga para wakil rakyat itu merupakan Hasil rapat pimpinan (rapim) dengan sekretariat DPRD, 21 Juli lalu. “Jadi kita akan segera menyurati parpol asal Masykuri (PPPP) untuk segera melakukan PAW,” terang Narwiyoto kala itu. Selain itu, Gubernur Jatim melalui Asisten Pemerintahan Pemprov Jatim, Gathot Hendri P, juga telah mengirimkan surat terkait PAW Masykuri Ismail. Dalam surat tertanggal 18 Februari 2011 itu secara tegas meminta kepada Ketua DPRD untuk segera memproses pengusulan peresmian sekaligus penggantian resmi Masykuri Ismail. Pasalnya, Masykuri dinyatakan bersalah berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. ini sesuai surat Kejari Situbondo tertanggal 3 Januari 2011 bernomor B.17/0.5.39/Fs/01/2011. (pri/aif)

Kamis 4 Agustus 2011

Dua Polisi Nakal Dipecat Terlibat KDRT dan Hamili Dua Wanita SITUBONDO - Ini peringatan bagi anggota kepolisian agar tidak seenaknya melakukan perbuatan yang mencoreng korps. Seperti yang dialami dua anggota Polres Situbondo ini, yakni Briptu Dhedik Dwi Susanto dan Bripda Hilman Alfarisi. Gara-gara terlibat pidana dan melanggar kode etik, keduanya harus rela diberhentikan dalam pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Dua bintara polisi tersebut diberhentikan melalui upacara yang berlangsung di halaman Mapolres Situbondo kemarin (3/8).Upacara tersebut dipimpin langsung Kapolres Situbondo AKBP Imam Thobroni. Briptu Dhedik Dwi Susanto harus mencopot seragam cokelatnya karena beberapa kali terlibat kasus pidana, yakni penggelapan sepeda motor. Tidak cukup sampai di situ, oknum yang sebelumnya tercatat sebagai personel satuan sabhara (satsabhara) tersebut juga pernah terjerat kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kolega Dhedik di Satuan Sabhara Polres, yakni Hilman Alfarisi, juga mengalami nasib serupa. Hilman terpaksa diberhentikan secara tidak

hormat sebagai personel Polri karena melanggar kode etik. Dia melakukan perkawinan secara tidak sah. Keputusan PTDH terhadap Dhedik dikeluarkan Kapolda Jawa Timur (Jatim) melalui Surat Keputusan Nomor: Kep/ 582/VI/2011 tanggal 30 Juni 2011 yang lalu. Dia dianggap melanggar Pasal 12 PP RI Nomor 1 Tahun 2003 dan Pasal 13 PP RI Nomor 2 Tahun 2003. Pemecatan Hilman dilandaskan pada kepusan Kapolda Jatim Nomor: Kep/581/VI/ 2011. Perbuatan yang dia lakukan bertentangan dengan Pasal 13 ayat (1), Pasal 14 (b) PP RI Nomor 1 Tahun 2003 juncto Pasal 5 (a) Perkap Nomor Pol: 7 Tahun 2006 dan Pasal 5 huruf (g) angka 2 Juklak 07/III/1998 tentang nikah, cerai, dan rujuk. Suasana haru sempat mewarnai jalannya upacara tatkala kapolres mengucapkan salam perpisahan kepada dua mantan anak buahnya itu. “Bagi anggota yang di-PTDH, hendaknya bisa mengambil hikmah dari peristiwa ini. Usia kalian masih muda, gunakan masa muda itu untuk mencapai kesuksesan di tempat lain. Jangan sampai tali silaturrahmi yang telah terbangun antara Anda dan jajaran Polres Situbondo terputus,” pesan Imam Thobroni n Baca Dua Polisi...Hal 7

Mereka yang Dipecat

SIGIT HARIYADI/RaBa

TANGGALKAN SERAGAM: Briptu Dhedik dan Bripda Hilman resmi diberhentikan secara tidak hormat dalam upacara PTDH di Mapolres Situbondo kemarin (3/8).

Nama Pangkat Dinas Pelanggaran

: : : :

Dedhik Dwi Susanto Briptu Satuan Sabhara KDRT dan Penggelapan

Nama Pangkat Dinas Pelanggaran

: : : :

Hilman Al Farisi Bripda Satuan Sabhara Melanggar kode etik profesi (menghamili dua wanita)

Keduanya diberhentikan melalui upacara PTDH di Mapolres Situbondo 3 Agustus 2011.

Kejaksaan Kembalikan Uang Kasda Rp 2 Miliar

SIGIT HARIYADI/RaBa

INTIP: Petugas mengamati penghuni kamar di sebuah hotel di Situbondo, kemarin (3/8)

Bersih-Bersih Tempat Maksiat Berlanjut Kali Ini Dapat Satu Pasangan Mesum SITUBONDO – Berbagai bentuk penyakit masyarakat (pekat) tampaknya benar-benar ingin diberangus dari Kota Santri, khususnya pada bulan Ramadan seperti sekarangi. Terbukti, mesti di siang hari, polisi tetap mengobok-obok sejumlah hotel dan penginapan, untuk menjaring mereka yang sedang berbuat mesum. Seperti yang dilakukan personel Satuan Sabhara (Sat Sabhara) Polres Situbondo, kemarin (3/8). Petugas menyisir sejumlah hotel dan penginapan di wilayah Kecamatan Situbondo, Panji, dan Kapongan, yang ditengarai dijadikan ajang berbuat maksiat oleh pasangan bukan muhrim. Lokasi pertama yang menjadi sasar petugas adalah Hotel Sarworini, Kecamatan Situbondo. Di tempat ini, petugas tidak berhasil menjaring pelaku mesum. Razia dilanjutkan ke Hotel Mogasari, juga di Kecamatan Situbondo. Lagi-lagi, tidak seorang pun pelaku perbuatan maksiat diciduk petugas. Seolah tidak ingin lekas menyerah, aparat melanjutkan perburuan ke Hotel Baru dan Hotel Ramayana di Kecamatan Panji. Di dua lokasi ini, petugas juga tidak menemukan adanya pasangan kumpul kebo. Hingga akhirnya, saat menggeledah beberapa kamar di

Hotel Pasagro, yang berlokasi di perbatasan Kecamatan Panji dan Kapongan, polisi mendapati dua pasang pri-wanita sedang asyik berduaan di dalam kamar hotel tersebut. Menariknya, dua pasangan bukan muhrim ini sama-sama berlaku nyeleneh ketika akan digiring ke mobil petugas. Seorang lelaki lari tunggang-langgang, menjauhi petugas, sedangkan wanita pasangannya langsung mengunci pintu kamar. Tak pelak, polisi harus melakukan pengejaran terhadap lelaki yang satu ini. Dia akhirnya dapat tertangkap setelah berlari sejauh puluhan meter. Sementara itu, seorang wanita pasangan yang lain, tampak emosi. Dia menuduh lelaki pasangan kencannya menjebaknya. Bahkan, saat akan digelandang menuju Mapolres, wanita berjilbab tersebut beberapa kali memukul wajah teman lelakinya. “Saya tidak menjebak. Kita hanya apes,” ujar pasangannya berusaha meredam emosi wanita tersebut. Dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kasat Sabhara AKP Hariyono mengatakan, dalam razia kemarin, pihaknya menjaring dua pasangan priawanita bukan suami-istri sah sedang berduaan di kamar hotel. “Mereka kami giring ke Mapolres untuk didata, dibina, dan diwajibkan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya,” tegas Hariyono. (sgt/aif )

SITUBONDO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo berupaya untuk mengembalikan keuangan negara yang lenyap dalam kasus korupsi dana kasda pada 2006. Dari sekitar Rp 42,5 miliar dana yang dikorupsi, Kejari sudah berhasil mengembalikan keuangan negara Rp 2 miliar. Salah satunya, bersumber dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebesar Rp 1,989.019.318. Uang itu merupakan sitaan dari tiga terpidana kasdagateo, yakni Ismunarso, I Nengah Suarnata dan Juliningsih. “Dana itu sudah kita cairkan April 2011, lalu- melalui surat kuasa Bupati,” terang Asih, jaksa yang menangani kasdagate. Selain itu, ada juga dana pengganti kerugian negara dari Ikhwansyah, nara pidana kasdagate dari PT Sentra Artha Utama (SAU) sebesar Rp 137 juta. “Jadi total dana yang sudah kita kembalikan dalam kasdagate ini Rp 2 miliar lebih dan sudah kita setorkan ke rekening kas umum daerah di Bank Jatim,” imbuh Asih.

Dari sembilan nara pidana kasdagate, hanya satu orang yang mengembalikan uang pengganti kerugian negara, yakni Ikhwansyah. Sedangkan lima orang hingga detik ini belum mengembalikan. “Yang tiga orang lagi tidak mengembalikan karena memang tidak diwajibkan mengembalikan keuangan negara. Yakni I Nengah Suarnata, Juliningsih, dan Alvia Rahman,’’ ungkap Asih. Lima napi kasdagate lainnya, lanjut Asih, memilih menjalani hukuman badan untuk membayar uang pengganti kerugian negarat. “Makanya kemudian tidak sedikit napi kasdagare yang harus tinggal di penjara belasan tahun sebagai konsekwensi membayar uang pengganti,” kata Asih. Diberitakan sebelumnya, sejumlah narapidana korupsi dana kasdagate diam-diam sudah menghirup udara bebasi. Di antaranya adalah Alvia Rahman (eks karyawan BNI Situbondo) dan I Nengah Suarnata (mantan Kabag Keuangan Pemkab Situbondo). (pri/aif)

DOKUMEN: Jaksa Asih menunjukkan surat serah terima penyerahan uang sitaan dari KPK dari para terpidana kasus kasdagate.

EDY SUPRIYONO/RaBa

Radar Banyuwangi 4 Agustus 2011  

Radar Banyuwangi