Page 1

JUMAT 3 JUNI

1

TAHUN 2011

Gerakan Banyuwangi Green and Clean Oleh: A. CHOLIQ BAYA

TIGA hari lalu Radar Banyuwangi menerima surat dari Bupati Abdullah Azwar Anas perihal Gerakan Kebersihan Lingkungan Tahun 2011. Surat itu bersifat penting dan umum. Selain ditujukan ke Radar Banyuwangi, juga ditujukan ke beberapa instansi pemerintah dan swasta, di antaranya kepada kepala SKPD, pimpinan BUMN/BUMD, badan usaha swasta dan camat se-Kabupaten Banyuwangi. Isinya antara lain meminta seluruh instansi melak-

sanakan gerakan kebersihan dan kelestarian lingkungan, seperti penataan taman, pengecatan, perbaikan drainase, dan penghijauan di lingkungan kantor dan sekitarnya. Dalam surat berisi delapan poin permintaan itu, antara lain setiap instansi, termasuk kawasan perumahan, pertokoan, pasar, sekolah, tempat ibadah, diminta menyediakan tempat penampungan sampah sementara yang representatif, terawat, dan antara sam-

pah organik dan anorganik dipisahkan. Tak lupa, pimpinan instansi diminta mengingatkan para karyawan agar membuang sampah pada tempatnya. Termasuk, menghindari kawasan pantai, laut, sungai, irigasi, ruang terbuka hijau, dan fasilitas umum, sebagai lokasi pembuangan sampah dan limbah industri. Selain itu, bupati juga minta kepada semua pihak untuk ikut menjaga dan merawat fasilitas umum agar senantiasa terlihat bersih, rapi, dan indah. Seluruh

elemen masyarakat juga diminta melaksanakan gerakan penghijauan satu orang satu pohon, green and clean, Jumat/Minggu bersih, program kali bersih, pendidikan lingkungan hidup, dan mendorong terbentuknya Desa Mandiri Berwawasan Lingkungan. Action lain, membentuk kader pelestari lingkungan di tingkat kecamatan, desa, sampai RT/RW, yang anggotanya dari berbagai elemen masyarakat n  Baca Gerakan...Hal 7

ADA APA LAGI

ABDUL AZIZ/RaBa

PALSU: Petugas menunjukkan lembaran materai palsu yang diedarkan tersangka.

Ringkus Penjual Materai Palsu GAMBIRAN - Ternyata bukan hanya uang kertas yang dipalsu, materai pun dipalsukan. Diduga kuat menjual materai palsu, M. Misradi, 48, warga Dusun Warengan, Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi, harus mendekam di tahanan Mapolsek Gambiran, kemarin. Tersangka ketahuan polisi mengedarkan materai palsu n  Baca Ringkus...Hal 7

GENTENG EXPO

GALIH COKRO/RaBa

BUKA KEMAH: Menko Kesra Agung Laksono disambut Bupati Anas siap membuka KBK GP Ansor di lapangan Rowo, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, kemarin siang (2/6).

Menko Kesra Buka Kemah Ansor KALIPURO - Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) HR. Agung Laksono secara resmi membuka Kemah Bhakti Kebangsaan (KBK) Gerakan Pemuda (GP) Ansor kemarin siang (2/6). Acara dalam rangka hari lahir GP Ansor ke-77 di Lapangan Rowo, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, itu dibu-

ka dengan ditandai pemukulan gong. Pemukulan gong oleh Menko Kesra itu disaksikan Ketua PBNU KH. Slamet Efendi Yusuf. Bupati Abdullah Azwar Anas, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Sekkab Sukandi, forum pimpinan daerah (dulu muspida), dan Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Ruliyono, turut menyaksikan. “Se-

moga kemah ini bermanfaat untuk bangsa,” cetus Menko Kesra sambil memukul gong beberapa kali. Dalam sambutannya, Agung Laksono mengakui eksistensi GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan (OKP). Hingga usianya mencapai 77 tahun, keberadaannya masih kuat. “GP Ansor mampu bertahan cukup lama,

Ada Hantu di Pameran GENTENG - Ada-ada saja hiburan yang disuguhkan panitia Genteng Expo 2011 dalam menarik minat pengunjung. Tidak hanya menyediakan bermacam dagangan, baik makanan maupun souvenir, panitia juga menyuguhkan hiburan untuk anak-anak n  Baca Ada...Hal 7

SUE GER POJOK

.. GALIH COKRO/RaBa

LIBURAN: Sepeda motor mendominasi arus penyeberangan di Pelabuhan Ketapang kemarin (2/6).

Motor dan Mobil Mendominasi KALIPURO - Bali rupanya masih menjadi lokasi favorit sebagian masyarakat untuk menghabiskan momentum long weekend kali ini. Itu berpengaruh dalam mendongkrak fluktuasi jumlah angkutan penumpang dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk. Kendaraan roda dua dan empat tampak mendominasi isi muatan kapal yang me-

MASUK dapur rekaman menjadi impian dara manis asal Desa Banjarsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi ini, sejak kanak-kanak. Demi mewujudkan ambisi tersebut, Partika Dilli Ayu Timika Fitri terus mempersiapkan diri. Dia pun getol mengikuti beragam ajang lomba olah vokal. Perjuangannya itu mendapat dukungan penuh kedua orang tuanya, Partika Budi Santoso dan Wahyu Wonowati. Banyak orang mengatakan, impian yang dicitacitakan Dilli itu seolah tinggal menunggu waktu saja. Dalam beragam kejuaraan yang diikutinya, pencinta ular tersebut selalu berhasil menyabet trofi. Saat mengikuti ajang lomba Dies Natalis ke-31 di sekolahnya, Dilli sukses menyabet juara kedua setelah melantunkan lagu Cicire Lintang n  Baca Cinta...Hal 7

http://www.radarbanyuwangi.co.id

 Baca Menko...Hal 7

Lawan Anti NKRI, Bentuk Densus 99

ALI NURFATONI/RaBa

UJI NYALI: Pengunjung antre masuk rumah hantu di Genteng Expo.

Cinta Mati Tembang Using

dan ini sangat luar biasa,” pujinya. Menurut Menko Kesra, pemerintah sangat mengapresiasi GP Ansor yang telah menggelar perkemahan dengan mengundang peserta dari berbagai OKP, termasuk OKP lintas agama. “Ini sangat bagus sekali dalam membangun bangsa,” cetusnya n

layani pelayaran di Selat Bali sejak kemarin (2/6). Pantauan koran ini di Pelabuhan Ketapang, siang kemarin menunjukkan bahwa pengguna roda dua dan empat dominan. Selain dua jenis kendaraan tersebut, alat transportasi lain, seperti bus, juga memadati dek kapal n  Baca Motor...Hal 7

KETUA Umum Pengurus Pu- merongrong NKRI akan sat (PP) Gerakan Pemuda (GP) berhadapan dengan Densus 99 Ansor H. Nusron Wahid me- dari Banser Ansor,” tegasnya kengecam kelompok marin siang (2/6). radikal yang telah Mantan ketua merongrong Neumum PMII itu gara Kesatuan Remengungkapkan, publik Indonesia PP GP Ansor yang (NKRI). Untuk dia pimpin telah menghadapinya, mencanangkan GP Ansor telah dua program bemembentuk pasar. Kedua prosukan khusus gram itu memperyang diberi nama kokoh kebhinekaDensus 99. an dan membeGALIH COKRO/RaBa Dalam pembubaskan kemiskiNusron Wahid kaan Kemah nan. “Kedua proBhakti Kebangsaan (KBK) GP gram itu untuk bangsa,” tegasnya. Ansor di lapangan Rowo, Desa KBK GP Ansor yang dilaksaKetapang, Kecamatan Kalipuro, nakan di Banyuwangi itu, jelas Nusron menjelaskan bahwa dia, salah satu bentuk memDensus 99 diambil dari anggota perkokoh kebhinekaan n  Baca Lawan...Hal 7 Banser. “Siapa pun yang akan

Pertobatan Masal Warga Binaan di Lapas Banyuwangi

Diajak Dzikir Bersama, Banyak yang Menangis Pengelola Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi punya cara sendiri dalam menanamkan mental dan kepribadian kepada warga binaan. Selain menggelar pertobatan masal, Pondok Pesantren At-Taubah juga didirikan di dalam Lapas. Bagaimana suasananya? AGUS BAIHAQI, Banyuwangi

GALIH/RaBa

SUARA orang berdzikir terdengar cukup keras dari aula Sahardjo di bagian depan Lapas Banyuwangi. Dipimpin seorang ustadz, ratusan warga binaan terus membaca tahlil dan kalimah toyibah yang lain. Sesekali sang ustadz mengajak se-

mua warga binaan memohon ampun kepada Allah dan keluarga karena telah lama ditinggalkan. “Mari kita melakukan evaluasi apa yang telah kita perbuat. Kita minta maaf kepada Allah, kepada saudara kita, dan kepada anak-anak kita,” ajak Ustadz Sidiq. Tangis mulai terdengar saat ustadz itu kembali mengajak semua warga binaan minta maaf kepada semua yang telah diganggu. Terutama, kepada keluarga yang kini ditinggal di rumah. Bahkan, ada di antara warga binaan perempuan yang menangis keras. Tak sedikit pula warga binaan laki-laki yang menangis. Air mata mereka mengalir di sekitar pipi mereka. Hampir satu jam lebih pembacaan tahlil, dzikir, dan kalimah toyibah dilakukan warga binaan Lapas. “Mari kita bersama untuk hidup baru,” ajak sang ustadz. Usai membaca doa-doa, dilanjut-

Ikrar pertobatan masal di Lapas Banyuwangi Ikrar tidak akan kapok lombok

Lawan anti NKRI, Banser bentuk Densus 99 Levelnya sepuluh tingkat di atas Densus 88

AGUS BAIHAQI/RaBa

BERDZIKIR: Ikrar tobat dilakukan warga binaan di Lapas Banyuwangi.

kan dengan membaca ikrar tobat. Dipimpin seorang warga binaan, Andah Wibisono, ratusan warga binaan berikrar tidak akan melakukan

perbuatan tidak baik lagi. Dalam ikrar itu, mereka berjanji bertobat dan akan selalu berbuat baik n  Baca Diajak...Hal 7

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@jawapos.co.id


2I

Jumat 3 Juni 2011

LAPANGAN ROWO, KETAPANG, KALIPURO, BANYUWANGI 2 - 4 JUNI 2011

AGENDA KBK Jadwal Jumat, 3 Juni 2011 07.00-08.30 Olahraga dan Sarapan Pagi 08.00-11.30 Stadium General - Kapolda Jatim Mayjen Untung S Rajab - Muslim Abdurrahman - Romo Beni 11.00-13.00 Sholat Jumat 13.00-15.30 Bakti Sosial - Bedah Rumah - Pemeriksaan mata dan pemberian kaca mata gratis - Bantuan Sembako 15.30-17.00 Stadium General bersama Danrem 083 Kol. Inf. Tatang Sulaiman 17.00-19.00 Istirahat 19.30-selesai Hiburan

ANSOR CORNER

GALIH COKRO/RaBa

PEMBUKAAN: Acara pembukaan KBK GP Ansor di Lapangan Rowo, Desa Ketapang, juga dimeriahkan dengan tarian Islami khas Banyuwangi, kemarin siang (2/6).

Semoga Bermanfaat untuk Bangsa Harapan terhadap KBK GP Ansor

GALIH COKRO/RaBa

KONVOI:Rombongan konvoi dikawal pasukan Banser mengendarai motor gede Harley Davidson.

Banser Konvoi Moge KALIPURO-Semarak pelaksanaan Kemah Bakti Kebangsaan (KBK) Gerakan Pemuda (GP) Ansor bukan hanya dirasakan warga sekitar lokasi acara di Lapangan Rowo, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Tetapi, euforianya juga terasa di jalan-jalan Kota Banyuwangi. Sejumlah motor gede (Moge) milik peserta dari Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Surabaya dan Mojokerto berkonvoi keliling Kota Gandrung. Pawai yang digelar usai pembukaan sekitar pukul 14.30, itu diikuti sejumlah mobil pikap dan mobil pribadi lainnya. Rombongan konvoi itu dipimpin Komandan Satkornas Banser Abdul Mukid. “Konvoi moge ini, termasuk bagian untuk menyemarakkan acara kemah ini,” ungkap Syaful Khafi, ketua panitia KBK, kemarin sore (2/6). (abi/irw)

GALIH COKRO/RaBa

SAMBUTAN: KH. Slamet Effendi Yusuf.

KALIPURO - Ternyata banyak yang berharap agar Kemah Bhakti Kebangsaan (KBK) Gerakan Pemuda (GP) Ansor itu bermanfaat untuk kepentingan bangsa. Apalagi, pada acara yang digelar di lapangan Rowo, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, saat ini dikuti banyak organisasi kepemudaan (OKP) dan bahkan dari lintas agama. Bupati Abdullah Azwar Anas dalam sambutan pembukaan KBK GP Ansor kemarin siang (2/6) berharap, perkemahan itu bisa bermanfaat bagi Kabupaten Banyuwangi. “Ada manfaatnya untuk Banyuwangi dan untuk bangsa,” harapnya. Menurut Bupati Anas, KBK GP Ansor yang dilaksanakan di wilayahnya itu merupakan bentuk kehormatan. Apalagi, perkemahan itu dilaksanakan sebagai pertemuan antarpemuda dari organisasi lain dan lintas agama. “Ini tentu sangat bermanfaat untuk bangsa secara umum, dan Banyuwangi khususnya,” cetus ketua Pengurus Pusat (PP) GP Ansor itu. Harapan itu tentu saja bukan tanpa alasan. Sebab, dalam KBK, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat

GALIH COKRO/RaBa

TABUH GONG: Menko Kesra Agung Laksono menabuh gong untuk menandai pembukaan KBK GP Ansor kemarin siang (2/6).

(Menko Kesra) HR. Agung Laksono juga membantu bedah rumah. Ada 20 kepala keluarga (KK) miskin di Banyuwangi yang rumahnya akan dibedah. Harapan lain disampaikan Ketua PBNU, KH. Slamet Effendi Yusuf. Mewakili Ketua Umum PBNU KH. Said Aqiel Siradj yang berhalangan hadir, Kiai Slamet berharap, semangat kebangsaan yang telah muncul sejak awal pendirian Ansor masih ada dan bisa diteruskan.

“Ansor ini harapan NU, juga harapan bangsa,” sebutnya. Sejak masa perjuangan kemerdekaan dan setiap ada ancaman pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), jelas Kiai Slamet, GP Ansor selalu menjadi garda terdepan. Makanya, semangat itu harus tetap diperlihara. “Saat ada pengkhianatan PKI, Banser yang ada di depan dalam penumpasan,” cetus mantan ketua umum PP GP Ansor itu. (abi/irw)

Pemimpin Redaksi: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Agus Baihaqi (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Copy Editor: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Muhammad Isnaeni Wardhan Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: RodyaYuliani. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT Banyuwangi PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Merak nomor 92 Situbondo, Telp : (0338) 677058. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: Rp 14.000,-/mm kolom hitam putih, Rp 22.500,-/mm kolom full colour depan, Rp 17.500,-/mm kolom full colour belakang,Iklan Baris Umum Rp. 20.000,- /baris, Lowongan: Rp 30.000,-/baris, Sosial: Rp 10.000,-/mm kolom. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. 

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.



Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


3

Jumat 3 Juni 2011

Pengunjung Wisata Melonjak 500 Persen Didominasi Kalangan Pelajar dan Anak-Anak ROGOJAMPI - Memasuki musim liburan sekolah, sejumlah tempat wisata mengalami peningkatan jumlah pengunjung. Salah satunya di Pemandian Pancoran, Kecamatan Rogojampi, kemarin (2/6). Menurut Owner Pancoran H. Khoirul, seperti biasanya di musim liburan banyak pengunjung yang datang. Tahun ini pengunjung yang singgah mengalami peningkatan signifikan. Para pengunjung rata-rata anak usia sekolah. ‘’Sejak awal liburan pada 28 Mei lalu, pengunjung meningkat lima kali lipat dibanding hari biasa,’’ jelasnya. Menurut Khoirul, pada hari-hari biasa pengunjung paling banyak 200-an orang. ‘’Namun, saat liburan seperti ini, paling tidak ada 1000 lebih pengujung per hari. Apalagi hari Minggu,’’ terangnya. ISTIMEWA

PROTES: Warga menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak parah kemarin.

Jalan Berlubang Ditanami Pisang PURWOHARJO - Pengalihan kendaraan akibat perbaikan jembatan di Jalan Raya Pesanggaran, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, mulai menimbulkan persoalan. Akibat pengalihan tersebut, Jalan Raya Karetan, Kecamatan Purwoharjo, jurusan Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, rusak parah karena sering dilewati truk besar. Kontan saja kejadian itu men-

gundang reaksi masyarakat sekitar. Mereka melakukan protes dengan cara menanam pohon pisang di tengah jalan kemarin. Mereka kesal karena jalan yang sudah rusak tersebut masih dilewati truk fuso pengangkut tebu melebihi batas tonase. Huri, warga sekitar jalan rusak, menuturkan bahwa tiga hari lalu ada truk tebu terguling di jalan kampung tersebut. Meski tidak

mengakibatkan korban jiwa, tapi tergulingnya truk tersebut membuat warga waswas dan semakin memperparah kondisi jalan. ‘’Kalau terus dilalui truk besar akan semakin rusak,” ujarnya. Warga berharap, pihak perusahaan yang memanfaatkan jalur tersebut untuk mengangkut tebu ikut bertanggungjawab. ‘’Paling tidak bantu memperbaiki jalan ini,” harapnya. (azi/als)

ALI NURFATONI/RaBa

LIBUR PANJANG: Pengunjung memadati Pemandian Pancoran, Rogojampi, kemarin.

Tidak hanya dikunjungi wisatawan Banyuwangi, warga luar kota juga banyak berkunjung ke

tempat tersebut. ‘’Dari daerah lain juga banyak yang dating, seperti Situbondo dan Jember.

Biasanya mereka satu rombongan, lengkap orang tua dan guru,’’ jelas Khoirul. (ton/als)


Jumat 3 Juni 2011

HARLAH PANCASILA

Narkoba dan Anggota Dew an

SIGIT HARIYADI/RaBa

SERIUS: Mahasiswa duduk lesehan di bawah tiang bendera Alun-Alun Kota Situbondo untuk membahas arti penting Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

D iskusi Harlah Pancasila Nyaris Dibubarkan SITUBONDO - Diskusi menyambut hari lahirnya Pancasila yang digelar sekitar 20 aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) nyaris dibubarkan aparat Rabu malam (1/ 6). Alasannya, penanggung jawab kegiatan yang dipusatkan tepat di bawah tiang bendera Alun-Alun Kota Situbondo itu tidak mengirim surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian. Sebenarnya, refleksi Pancasila itu berlangsung khidmat. Puluhan mahasiswa duduk lesehan tepat di bawah tiang bendera sambil membahas isu-isu terkini. Mulai banyaknya kasus separatisme yang dilakukan gerakan Negara Islam Indonesia (NII) sampai banyaknya pejabat yang tersandung kasus korupsi, dikupas tuntas dalam diskusi tersebut. Agar diskusi itu semakin berbobot, mahasiswa juga mendaulat Ketua Komisi A DPRD Situbondo Syaiful Bahri menjadi narasumber. Sayangnya, di tengah acara tiba-tiba beberapa anggota polisi mendatangi lokasi diskusi. Tidak tanggung-tanggung, dua perwira polisi, yakni Kasat Intelkam AKP Endry Prasetyo dan Kasat Sabhara AKP Hariyono, turun langsung ke lokasi dan meminta mahasiswa segera membubarkan diri. “Seharusnya sebagai orang terpelajar, teman-teman mahasiswa tahu kalau setiap mengggelar kegiatan seperti ini harus memberitahu pihak kepolisian. Agar kami bisa mengerahkan personel untuk mengawal kegiatan,” ujar Endry. Lantaran kejadian tersebut, peserta diskusi terpaksa mengakhiri diskusi lebih awal. Agenda membakar lilin juga ditiadakan. “Saya pikir ini hanya diskusi kecil, sehingga tidak perlu mengirim surat pemberitahuan ke polisi. Namun, bagaimana pun kami tetap menghormati polisi. Acara bakar lilin kami kami putuskan ditiadakan,” ujar Arif Rahman, penanggung jawab kegiatan. (sgt/als)

KRIMINALITAS

SANGAT memprihatinkan. Itulah ungkapan yang pertama saya ucapkan ketika membaca berita di harian ini “Pengedar Sabu, Anggota DPRD Banyuwangi Ditangkap”. Itu semakin memperpanjang daftar dosa anggota dewan yang terhormat. Kita lagi-lagi harus menyaksikan dengan mata perih kelakuan wakil rakyat. Penyambung lidah rakyat itu terbukti dan tidak bisa mengelak ketika hasil pemeriksaan urine menyatakan dia positif menggunakan narkoba. Atas kasus tersebut, publik pastilah kian muak kepada para anggota legislatif. Seolah moralitas para wakil rakyat itu sudah buruk sekali. Bukannya memberi teladan, justru melakukan perbuatan yang diperangi banyak orang. Maka dari itu, kepercayaan publik kepada lembaga legislatif pun dipastikan semakin merosot. Sungguh, kita juga pantas prihatin atas makin banyaknya anggota dewan yang tertangkap polisi lantaran mengonsumsi narkoba. Kita juga percaya, kasus ini hanya fenomena puncak gunung es. Apa yang bisa kita lihat hanyalah sebagian kecil dari fakta sesungguhnya yang jauh lebih mengerikan. Bahwa dunia narkoba telah akrab di kalangan sebagian anggota dewan yang sangat terhormat itu. Mengapa sebagian anggota dewan, baik mulai dari Senayan, provinsi, sampai tingkat kabupaten dan kota, terjerumus menjadi pengguna narko-

O l e h

Zaenal Abidin, S.Ag* ba? Padahal, institusi mereka mestinya menjadi pihak yang berada paling depan dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Ingin terlihat modern, solidaritas kelompok, ikut-ikutan, sekadar penasaran ataukah kelak setelah tidak menjadi anggota dewan akan dijadikan usaha sampingan? Apa pun alasannya, kita tidak bisa membenarkan itu. Sebab, kita yang punya pikiran normal sudah sepakat penyalahgunaan narkoba merupakan praktik berbahaya. Pertama-tama terhadap pelakunya sendiri, lalu berimbas kepada masyarakat luas. Penyalahgunaan narkoba punya dampak buruk yang tak kalah serius dibanding korupsi, tindakan asusila, dan penebangan hutan secara liar. Mengonsumsi narkoba, seperti ekstasi, sabu-sabu, heroin, dan ganja, terbukti menyebabkan gangguan jiwa. Maka tak heran, dokter umumnya meresepkan obat-obatan gangguan jiwa

kepada pecandu narkotika. Sebab, diagnosis sakitnya sama dengan gangguan jiwa, terutama gejala paranoid. Untuk merehabilitasi pemakai narkoba selalu memerlukan waktu bertahun-tahun. Mereka menjadi kurang bisa berpikir secara sehat. Sebab, narkoba yang telah sekian lama dimasukkan ke dalam tubuh dapat merusak sistem koordinasi syaraf manusia. Itu sebabnya, pemakaian narkoba sangat dilarang. Peredaran barang haram itu telah menjadi momok nomor satu hampir di seluruh dunia. Oleh karena itu pula, kita tidak bisa menerima ada wakil rakyat yang seharusnya memberi contoh yang baik kepada public justru menjadi pengguna narkoba. Lembaga legislatif dan badan-badan publik mesti terbebas dari orang-orang yang menyalahgunakan narkoba, baik sebagai pengguna terlebih lagi sebagai pengedar. Kita wajib memberi harga mati bahwa para narkobais tidak boleh turut mengambil keputusan yang menyangkut nasib orang banyak. Betapa berbahayanya ketika kebijakan publik diambil mereka-mereka yang sakit jiwa seperti itu. Partai politik, dengan demikian, mesti bertanggung-jawab atas fenomena anggota dewan yang menjadi pengguna narkoba. Mereka harus memastikan partainya tidak menoleransi kader yang biasa mengonsumsi psikotropika dan zat-zat adiktif. Tidak

boleh ada ampun, parpol wajib memecat setiap kadernya yang terbukti menyalahgunakan barang-barang haram tersebut. Aparat penegak hukum juga dimohon tegas dan tak pandang bulu dalam menuntaskan kasus-kasus narkoba. Jika warga biasa dihukum berat garagara narkoba, maka kalau pelakunya anggota dewan dan pejabat publik sudah sepatutnya dihukum jauh lebih berat. Supaya menimbulkan efek jera agar anggota dewan dan pejabat publik yang lain tidak berani melakukan perbuatan yang menjadi contoh buruk kepada orang banyak. Ke depan, agaknya perlu lahir peraturan yang mewajibkan pejabat publik dan pemegang jabatan politik harus bersih dari narkoba. Tetapi, poin ini tidak boleh berhenti sebatas jargon. Ia mesti dengan sungguh-sungguh diterapkan. Misalnya, dengan mewajibkan setiap pejabat publik melakukan tes urine secara berkala. Mereka yang positif menjadi pengguna narkoba harus segera dipecat atas jabatan tersebut dan dihukum. Mereka yang menolak memeriksakan urine juga bisa dipecat atas jabatannya. Sungguh, kita tak ingin kebijakan publik dibuat oleh orang-orang yang sesungguhnya sedang sakit jiwa. *) Alumni Pesantren Darussalam, Blokagung, Banyuwangi.

Visit Banyuwangi 2011 Dalam Sekolah PERNAHKAH Anda melihat turis atau wisatawan asing dengan ransel besar dipunggung berjalan di daerah sekitar Anda? Ya, itu kerap kami saksikan. Apalagi, sekolah kami, SMAN 1 Gambiran, berada di dekat Jajag yang notabene sebagai tempat transit wisatawan yang ingin mengunjungi Sukamade. Sukamade adalah salah satu objek wisata penting di Banyuwangi. Sukamade adalah suatu tempat perlindungan alami bagi penyu hijau yang mulai langka. Sukamade juga merupakan salah satu dari The Diamond Triangle (Segitiga Berlian: Kawah Ijen, Plengkung/G-land dan Sukamade) yang merupakan objek wisata unggulan Banyuwangi. Tahun 2011 ini telah ditetapkan sebagai tahun kunjungan wisatawan untuk menikmati keindahan alam Banyuwangi. Oleh karena itu, kami mencoba memasukkan materi guiding atau pemanduan wisata ke dalam pelajaran keterampilan bahasa Inggris di sekolah dengan beberapa alasan. Pertama, ada sebersit keinginan agar para siswa dapat membantu wisatawan yang sering terlihat di sekitar terminal Jajag, yang tentu mereka mempunyai satu tujuan, yaitu mengunjungi Sukamade. Walaupun kami tahu wisatawan tersebut telah membekali

O l e h

Dra. Siti Oriza S, M.Pd* diri dengan guide book (buku panduan wisata) yang sangat lengkap dari negaranya dan juga dari Tourist Information Centre (Pusat Informasi Wisata) di Dinas Pariwisata Banyuwangi. Tetapi, kami yakin mereka akan senang jika dibantu, diajak bicara, atau sekadar berbincang-bincang. Apalagi kita terkenal sebagai bangsa yang ramah toh. Kita juga bisa mengenalkan keindahan Kabupaten Banyuwangi yang lain, seperti kesenian rakyat, kerajinan tangan, dan makanan khas yang lezat. Mereka pasti senang. Coba Anda bayangkan jika Anda berada di negeri yang asing dan tiba-tiba ada orang yang menyapa dengan bahasa yang Anda mengerti dan membantu Anda, pasti alangkah bahagianya bukan. Kedua, guide atau pemandu wisata merupakan profesi yang menyenangkan. Kita dapat bertemu dan berkenalan dengan orang-orang dari berbagai negara, mengenal budaya dan karakter mereka. Yang terpenting, membantu mereka mengenal tempattempat wisata yang indah di daerah kita yang begitu banyak.

Selain itu, pemandu wisata merupakan sebuah profesi yang menjanjikan dan dapat menjadi salah satu alternatif pekerjaan setelah para siswa lulus kelak. Tentu mereka harus mendapatkan pelatihan yang benar dan memiliki lisensi resmi yang dikeluarkan Dinas Pariwisata Jawa Timur ataupun pemerintah pusat. Ketiga, dalam pelajaran guiding, siswa dikenalkan dan diminta mencari dan mengetahui seluruh objek wisata di Banyuwangi. Berbagai jenis kesenian rakyat (gandrung, seblang, janger, dammar wulan dan lain-lain), dan ragam budaya tradisional (petik laut, kebo-keboan, dan endhog-endhogan) wajib mereka ketahui dengan rinci. Kami mengharapkan hal tersebut dapat menggugah rasa kebanggaan dan penghargaan terhadap daerah mereka, yaitu Banyuwangi tercinta. Ada kejadian yang selalu terulang ketika siswa melihat video keindahan wisata plengkung saat para peselancar asing berselancar di sana. Mereka hanya bisa terkagum-kagum melihatnya. Ironis. Kata itu yang ada di dalam hati ketika melihat wajah terpana mereka. Dalam hati, kami berkata, “Nak, pemandangan itu milik kita. Allah memberikannya kepada kita. Suatu saat kalian harus ke sana dan

taklukkan ombaknya”. Dan yang menggembirakan, meluncurlah suara kesal dari mulut mereka ketika melihat ada salah satu objek wisata yang kotor. Itu menandakan bahwa mereka peduli. Suatu harapan, mereka akan menjaga objek-objek wisata yang ada sebagai warisan yang berharga itu. Selain ketiga hal tersebut di atas, yang terpenting adalah kami mendapatkan kemampuan berbicara siswa dalam bahasa Inggris menjadi meningkat. Perlahan-lahan mereka mampu menjawab secara sepontan pertanyaanpertanyaan dalam bahasa Inggris baik dari guru maupun sesama siswa. Mereka juga mampu menjelaskan secara spontan suatu gambar video tentang objek wisata di Banyuwangi. Bentuk penilaian inilah yang kami terapkan untuk mengukur keberhasilan proses belajar siswa. Kami mendapatkan bahwa nilai siswa meningkat. Sebagai guru bahasa Inggris, hal inilah yang kami inginkan, yaitu meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa dengan berbagai cara. Semoga hal ini dapat bermanfaat bagi mereka kelak. Amiin. Dra. Siti Oriza S,M.Pd *) Guru bahasa Inggris di SMAN 1 Gambiran, Banyuwangi.

SIGIT HARIYADI/RaBa

BENJUT: Hari saat berada di Mapolres Situbondo Rabu malam (2/6). Beberapa bagian tubuhnya memar akibat dihajar massa.

Mabuk, Curi Helm, Benjut SITUBONDO - Ada-ada saja tingkah-polah pria yang satu ini. Dalam kondisi mabuk, Hari, 27, warga Dusun Krajan, Desa Trebungan, Kecamatan Panarukan, nekat mencuri helm di sebuah toko kosmetik di Jalan Diponegoro, Kecamatan Situbondo, Rabu malam (1/6). Parahnya, dia tidak menyadari bahwa pemilik helm berdiri tidak jauh dari helm itu diletakkan. Sebetulnya, trik yang digunakan Hari dalam menjalankan aksinya cukup rapi. Agar tidak mengundang kecurigaan pengunjung lain dan para penjaga toko, pria yang mengaku sehari-hari bekerja sebagai penjual kerupuk itu membeli semir rambut dan parfum. Saat akan meninggalkan toko, Hari menggasak sebuah helm warna biru yang diletakkan di atas etalase. Seolah helm bermerek INK itu miliknya sendiri. Dengan santai Hari mengambil helm tersebut. Sialnya, bapak seorang putra itu tidak menyadari bahwa Maria, 22, warga Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, pemilik helm tersebut, berdiri tidak jauh dari dirinya. Ternyata nyali yang dimiliki korban cukup besar. Ketika mengetahui helmnya dibawa kabur pelaku, karyawati toko kosmetik itu langsung melakukan pengejaran. Bahkan, Maria sendirilah yang berhasil menggagalkan pencurian tersebut. Saat pelaku hendak kabur dengan membonceng rekannya yang sejak awal sudah menunggu di depan toko kosmetik tersebut, Maria menarik kaos yang dikenakan pelaku hingga terjatuh. Mengetahui itu, puluhan warga langsung berdatangan ke lokasi kejadian. Tanpa banyak basa-basi, massa langsung mendaratkan pukulan ke sekujur tubuh pelaku. Tak pelak, Hari mengalami lebam di wajah dan beberapa bagian tubuh. Beruntungnya, beberapa saat berselang, seorang aparat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Untuk menyelamatkan nyawa korban dari amuk massa, petugas langsung menggiringnya ke Mapolres Situbondo. “Saya nekat mencuri untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kasihani saya, anak saya masih kecil,” ujar Hari saat berada di ruang penyidik. Kepada penyidik, Hari mengatakan, sebelum mengeksekusi helm, dirinya menggelar pestra miras bersama beberapa temannya. “Saya baru tiga kali mencuri helm. Tetapi, hasilnya bukan untuk minum-minuman, tapi untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” kilahnya. Selain itu, tersangka juga tidak menampik bahwa dia menjalankan aksi itu bersama seorang rekannya. “Saat saya tertangkap, teman saya malah ngacir,” jelentrehnya. Saat dipertemukan dengan korban di Mapolres Situbondo, Hari kembali merengek minta dikasihani. “Mbak, kasihani saya. Saya mengaku bersalah. Jangan penjarakan saya, Mbak,” pinta Hari kepada Maria. Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubbag Humas) Polres Situbondo Iptu Mardjuki membenarkan pihaknya telah mengamankan tersangka pencuri helm. “Tersangka (Hari) masih menjalani proses penyidikan,” ujarnya. (sgt/als)

Pancasila, Jati Diri, dan Karakter PANCASILA adalah jati diri, falsafah, ideologi, dan alat pemersatu Bangsa Indonesia. Mengapa begitu besar pengaruh Pancasila terhadap Bangsa dan Negara Indonesia? Itu terjadi karena Bangsa Indonesia beragam suku, agama, bahasa daerah, pulau, adat-istiadat, dan lain-lain. Berdasarkan Pasal 2 UU No. 2 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Jati Diri, Karakter, dan Kepribadian Jati diri adalah “diri yang sejati”. Secara budaya, jati diri adalah “ciri bawaan sejak lahir”, baik lahir maupun batin. Karakter dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “watak” yang diartikan sebagai sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku, budi pekerti, dan tabiat. Dalam tulisan ini, karakter diartikan seperti opsi pertama, dalam artian berkaitan dengan kekuatan moral dan berkonotasi positif. Jadi, “orang berkarakter” adalah orang yang punya kualitas moral yang positif. Peterson dan Seligman, dalam Charakter Strenght and Virtue mengaitkan secara langsung charakter strenght dan kebajikan. Charakter strenght dipandang sebagai unsur-unsur psikologis yang membangun kebajikan (virtues). Salah satu kreteria utama charakter strenght adalah berkonstribusi besar dalam mewujudkan potensi dan citacita. Kaitannya dengan kebajikan, Peterson dan Seligman mengidentifikasikan ada 24 jenis karakter. Kepribadian merupakan penampilan seseorang yang terpancar dari karakter. Namun, penampilan belum tentu mencerminkan karakter, karena penampilan bisa menipu. Dengan demikian, untuk mengenal seseorang secara lengkap diperlukan waktu. Sebab, yang terpancar sebagai lingkaran terluar adalah kepribadian yang mengecoh. Lingkaran kedua adalah karakter, dan lingkaran terdalam adalah jati diri.

O l e h

A. Touwil Firdaus, SE., M.Si* Krisis Karakter di Indonesia Krisis karakter mengakibatkan Bangsa Indonesia kehilangan kemampuan untuk mengerahkan potensi masyakat guna mencapai cita-cita bersama. Krisis karakter seperti penyakit akut yang terus-menerus melemahkan jiwa bangsa. Sehingga, bangsa kita kehilangan kekuatan dan bermartabat di tengah–tengah bangsa di dunia. Krisis karakter di Indonesia tercermin dalam banyak femonena, di antaranya korupsi, mentalitas peminta-minta, kekerasan, mencari kambing hitam, dan senang merusak diri sendiri. Korupsi adalah salah satu bentuk krisis karakter yang dampaknya sangat buruk terhadap Bangsa Indonesia. Korupsi jadi penghambat utama kemajuan ekonomi. Pada gilirannya, korupsi menjadi sumber kemiskinan di Indonesia. Indonesia sebagai salah satu negara terkorup di dunia telah menyebabkan bangsa ini kehilangan martabat. Korupsi terjadi karena orang–orang kehilangan kejujuran, pengendalian diri, dan tanggung jawab. Ketika bangsa–bangsa lain bekerja keras meningkatkan daya saing, Indonesia malah dengan bersemangat menggunakan energi masyarakat untuk mencabik–cabik diri sendiri. Indonesia dipandang salah satu negara korupsi tertingggi di dunia. Namun dipihak lain, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang sangat rajin melakukan kegiatan agama. Sebuah keganjilan bahwa masyarakat yang religius tapi negaranya penuh korupsi. Membentuk Karakter Bangsa Lewat Pendidikan Aspek pendidikan adalah aspek terpenting dalam membentuk karakter bangsa. Dengan mengukur kualitas pendidikan, maka kita dapat melihat

potret bangsa yang sebenarnya. Sebab, pendidikanlah yang menentukan masa depan seseorang. Pendidikan diberikan agar anak didik memiliki karakter yang mampu mengembalikan jati diri bangsa dan mampu membentuk elemen-elemen dalam core values. Setidaknya ada empat faktor yang harus diperhatikan dalam pendidikan: kurikulum, dana pendidikan, tenaga pendidik, dan lingkungan yang mendukung. Keempat faktor itu saling terkait demi menghasilkan SDM yang berkarakter. Selama ini, anak didik sebetulnya hanya ditekankan pada aspek kognitif. Akibatnya, anak didik yang diberi materi pelajaran hanya sekadar tahu dan mengenal apa yang didapatkan tanpa memahami apa yang mereka pelajari. Padahal, aspek yang lain, seperti afektif dan psikomotorik, adalah hal penting bagi anak didik. Penanaman karakter anak didik dengan mengabaikan aspek afektif dan psikomotorik tidak akan berhasil mencetak generasi penerus yang bisa memberikan dampak positif bagi bangsa. Mungkin saja nilai report terlihat bagus dan memuaskan, tapi mungkin anak didik tidak mampu menerapkan ilmu yang mereka dapatkan. Lantas, apa gunanya ilmu yang mereka punya? Otoritas pendidikan harus menerapkan aspek–aspek pendidikan yang ditetapkan lembaga UNESCO, yaitu belajar untuk tahu, belajar untuk berbuat, belajar untuk mendidik diri sendiri, dan belajar untuk hidup bersama. Ketika semua aspek itu dapat dijalankan, maka bangsa ini akan memiliki generasi yang dapat dibanggakan. Pendidikan bukan hanya transfer ilmu tanpa aktualisasi ilmu. Akan tetapi, pendidikan adalah penbentukan karakter diri dan bangsa dengan ilmu yang didapat, hingga mereka mengembalikan jati diri bangsa. Manfaat Pancasila Sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Itu merupakan

landasan berbangsa dan bernegara yang implementasinya mewajibkan semua manusia Indonesia bertuhan. Lantaran Tuhan melingkupi semua wujud dan sifat alam semesta, diharapkan manusia Indonesia dapat menyelaraskan diri dengan diri sendiri, manusia lain, alam, dan Tuhan. Keselarasan itu menjadi tanda sebagai manusia yang telah meningkatkan kesadaran rendah menjadi kesadaran yang manusiawi. Manusia yang kesadarannya rendah, segala perilakunya tentu hanya mementingkan diri sendiri. Dirinya selalu dikuasai nafsu, prilaku hewan, dan iblis. Mereka tidak bisa berorientasi ke luar dirinya. Semua serba ke-aku-an atau berorientasi kepada kepuasan diri saja. Manusia yang sudah meningkat kualitas dirinya dari kualitas rendah menjadi manusia yang manusiawi, sifatnya selalu berorientasi ke luar diri. Tidak mementingkan diri sendiri, melainkan berorientasi kepada masyarakat atau lingkungan sekitar. Manusia yang manusiawi akan berwujud manusia, berpikir secara manusia, berhati manusia, berucap secara manusia, berpandangan manusia, dan berbuat secara manusia. Mereka telah dapat menyelaraskan pikiran, suara hati, ucapan, dan perbuatan, di dalam segala tindakan. Manusia yang berkesadaran ketuhanan adalah manusia eksekutif atau langka. Sebab, kesadaran mereka sudah sampai pada peleburan dengan kesadaran Tuhan. Mereka sudah tidak ada tujuan, dan pandangannya sudah tidak mengandung dualisme lagi. Mereka telah menyatukan diri dengan Yang Maha Kuasa. Mereka telah mencapai tujuannya. Mereka telah manjadi manusia yang sempurna. Oleh karena itu, pendidikan Pancasila sangat bermanfaat dalam membangun karakter bangsa. Mempelajari Pancasila dapat menimbulkan kesadaraan dalam diri manusia. *) Sekretaris DHC ’45 Kabupaten Banyuwangi.


BALJEBOL

Jumat 3 Juni 2011

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

5

LUMAJANG

EKO SAPUTRO/RADAR JEMBER/JPNN

TRAUMA: Para petani ramai-ramai membakar tanaman padinya yang dimakan wereng agar tidak merembet ke tempat lain.

Frustrasi, Petani Bakar Padi BONDOWOSO – Kian banyak saja petani yang frustrasi karena serangan hama wereng. Setelah petani di Yosowilangun membakar padinya yang mengering, aksi serupa kembali dilakukan petani di Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso. Mereka, nekat membakar tanaman padinya yang rusak dan mati karena serangan hama wereng.”Jadinya, memang harus dibakar agar tidak menjalar ke tanaman padi yang ada didekatnya,” ungkap Taji, 49, buruh petani setempat. Bahkan, Taji sempat menyalahkan petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL). Sebab, PPL yang seharusnya turun lapangan membantu petani,

malah belum kunjung turun ke petani.”Terpaksa, petani dan buruh tani turun tangan sendiri,” katanya. Sebab, mereka sudah tidak sanggup menahan serangan hama wereng yang membabi buta. “Terpaksa, kami ramai-ramai membakar tanaman padi yang terlanjur mati dimakan wereng,” katanya. Bahkan, kata Taji, sebuah petak sawah ada sekitar 5 hingga 6 buruh tani yang membakar tanaman padi.”Kalau tidak dikerahkan tenaga kerja yang banyak, maka tidak segera kunjung selesai. Sebab, di sebelah lahan yang padinya dibakar, ada tanaman padi yang selamat dari serangan hama wereng. Sehingga perlu dise-

lamatkan,” katanya. Oleh sebab itu, beberapa petani tidak akan menanam padi lagi pada musim tanam kali ini. Namun, mereka akan memilih komoditas lain yang lebih menguntungkan. Misalnya, menanam jagung yang tidak mungkin diserang wereng. ”Tanaman jagung ini lebih menguntungkan,” katanya. Selain jagung, alternatif lainnya petani ingin menanam tembakau. Sebab, musim kering sudah tiba sejak beberapa minggu lalu. ”Kami akan mengolah lahan dan menanaminya dengan tembakau sebab prospek komoditas tembakau lebih menguntungkan,” katanya. (eko/wah/jpnn)

Polres dan Pemkab Diminta Akur LUMAJANG - Perseteruan Polres dan Pemkab soal keributan penambangan pasir dianggap sebagai hal yang tak perlu. Sebab, jika diteruskan maka yang bakal dirugikan adalah masyarakat Lumajang sendiri. ”Nggak usah seperti itulah. Mereka kan bekerja sesuai dengan tupoksi mereka masing-masing,” kata Zainal Abidin, salah seorang aktivis LSM di Lumajang. Kondisi seperti itu, kata dia, akan membuat masyarakat waswas. Jika di elit Lumajang saja sudah tidak harmonis, maka masyarakat akan berfikir sulit untuk menciptakan masyarakat yang bisa hidup berdampingan. “Mestinya mereka malu. Saya

saja malu, kok,” sindirnya. Disharmonisasi pemkab dengan polres dimulai dengan kasus Satpol PP beberapa waktu lalu. Karena tidak terima, oknum satpol PP yang sempat diciduk polisi karena dugaan korupsi akhirnya mempraperadilkan Polres Lumajang. Meski dinyatakan kalah oleh PN Lumajang. Namun, nampaknya proses tersebut samasama masih membekas. Ketegangan tersebut berlanjut ketika warga Desa Pandan Arum, Kecamatan Tempeh, menggelar aksi menolak tambang pasir di kawasan tersebut beberapa waktu lalu. Puncaknya, Kapolres Lumajang menyebut Pemkab Lumajang tidak bertang-

gungjawab. Zainal mengaku, disharmonisasi antara Polres dan Pemkab hanya karena miskomunikasi saja. Mungkin, kata dia, komentar kapolres yang menyebut bahwa pemkab tidak bertanggung jawab sebatas curhat semata. Kondisi seperti itu sebenarnya tidak perlu terjadi jika mereka kembali pada tupoksi mereka masingmasing. ”Polisi dibayar. Tugas-

nya untuk mengamankan. Pemerintah digaji untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya. Dia mendesak kedua belah pihak harus sama-sama introspeksi. Polisi diminta menyampaikan langsung kepada pemerintah jika ada masalah. Di sisi lain, pemerintah juga harus proaktif memberikan sosialisasi terkait pertambangan. (wan/wah/jpnn)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

SITUBONDO

•SUKOWIDI•

•TANAH •

•GROSIR•

DJL Cepat Rumah, SHM Lt 148,LB135,Jl Yos Sudarso 144 Sukowidi Bwi.Hrg Rp 350juta Nego. Hub Ihsan 081575072177

DJL Tanah Cepat Jl Raya Kembiritan Genteng Seluas 600M2 (SHM) 250Jt 082143223366

GROSIR Bj Baby merk Tokosen, Sprei Katun, Sprei Sandy, bs krm.Djl 7 meja + 20 Krs Ex.Café Rp.4,5 Jt (ng).DikntrknToko Jl.Pemuda Uk. 12x18 m TP cck u Showroom /Kntr . Jual Jazz 2005 silver IDSI body Fit trm Psnn coklat StikKrkterhub.081336761176/0817857653545.

•JL KEPITING•

•TANAH KAPLING•

DJLRmh & Tnh L 825M2, SHM. Baik Utk Toko & Bengkel. Jl Kepiting Dekat Jembatan Menghadap Ketimur Hub 087865173063

DJL Siap Bgn/Kav + Bgn, SHM, Hy 10 Kav (9,7x18)m/Kav. Lebar Jl 10M, Lok Riverside Karangtipis, Dkt Simpang Lima Pusat Kota Bwi, Kantor Pemasaran Kunjung Lokasi Hub: 081-354009225

•DS KAPURAN• DIJUALRumah Luas Tanah 400M2, Luas Bangunan 160M2. Alamat Jl Raya Situbondo Gang Tomang Ds Kapuran Hub: Hp 081390751953

•RUMAH - WARNET• DIJUALRumah Bangunan Plus Warnet 30Unit Komputer Lok Jl Agus Salim No 9A Bwi “ Jessy Internet” Lt 10x30 Lb 10x20, 1Kt, 2Km, Strategis Tiga Kota Samping Kampus Untag Bwi. Hrg 221 Jt Nego Hub: 08563834220/0333-7769914

•RUMAH CANTIK• DIJUALRumah Cantik beserta isinya Lt. 112 Lb. 84 2 kt Perum Persada blok A3 Karangrejo Banyuwangi. Hub. Andi 082113000070

•SOBO INDAH PERMAI• DIJUAL Cpt/Dikontrakkan Rmh Type 45 Di Sobo Indah Permai B- 8 Dekat SD Model . SHM , Hub. 081336397123

•PERUM GRAHA CAMAR• DIJUAL Rmh SHM Murah Perum Graha Camar Lt. 95 M2 2 Kt Jl. Barong No. 22 Bwi Hub. 088803674141

•TANAH KAPLING• DJL 2 Tnh Kapling Gandeng SHM, L. 10x40M2, Hrg NEGO. Dan1 Tnh Kapling.Lok Pinggir Jln L. 10x20 M2 Harga NEGO, SHM, Cck u/ Investasi, lok.JL.Sutawijaya (Dpn Prm Istana Brawijaya). TP. Hub; 0333-8930348.

BANYUWANGI

•RESTORAN TEPI PANTAI• DIKONTRAKKAN Restoran tepi pantai lok di Ds Ketapang Bwi. L 300m2 kaps 15 meja. Hub 08179678080

H. BAMBANG S. Ahli Sunat Laser utk Sgl umur dr Bayi hg Dws,D/a: Complek ruko Jl. Kepiting 5 A sobo Bwi Telp. 0333-422950.

•PPROMO DAIHATSU•

•TERIMA KOST PUTRI•

MILIKIXenia VVT-i UM10Jt, Terios UM 17Jt, Gran Max UM 7Jt, Luxio Disc 15Jt. Sirion Bng 0%. Bs Kredit 5Th + Hadiah Menarik. Hub Sgr HADI 0333.7728.456/ 0815.5970.5555/081.233.432.555

LOKASI Jl Brawijaya Gang Garuda No 38 Banyuwangi. Belakang dr. Didit Specialis Jantung. Hubungi 085691143558

•PRIMA MOBIL•

DIJUAL Pertokoan 2 Stand Di Yos Cafe, SHM, Pinggir Jl Raya Yosomulyo, Jajag. Hub: 082132761858

CRV’09, Avanza 05,07, Xenia 05,07, Kjg Lgx 97,02, Inova 05 (Solar Bensin) Panther 99,00,03 Taruna 02,04, Adventura 97, Pu Zebra 05,06 PU T120SS 09, PU L300 09, PU Futura 09. Cash/Kredit DP 10% Bunga Murah Hub: 0811301676/0333-411655

•PERUM PERMATA GIRI•

•PRIMA MOBIL• R-STOCK(NewCar) T-Avanza, Inova, Yaris Daihatsu Xenia, Terios,Luxio,Honda(All New) Jazz, Crv Freed, Mits PU L300, PUT120ss, Suzuki APV Arena, APVLuxury, Swift, Nissan G-Livina, March. Cash/Kredit Hadiah Lgs Tv/ Lemari Es Hub: 085258665239/0333411655

•MENDUT REGENCY•

•TOUR & TRAVEL• PT. MAS WANGI, rute LMJG-JMBR-BWIDPS & Paket.Nymn, AC. Dpn SPBU Mangir. Ph: 0333 7700661 www.baliratugroup.com

•RUMAH KHITAN•

DIJUAL Rumah Siap Huni Di Perum Permata Giri Blok BC No. 05 Bwi Full Bangunan Hrg 65 Jt Ng Hub. 082143597979

DIJUAL Rumah bekas berkualitas di perumahan Mendut Regency bwi, Hub 081934876969.

BANYUWANGI

•PERTOKOAN•

•KARAOKE• JUAL Karaoke Hyundai Bs 5000 Lagu Bs dtmbh lagu baru, Speaker PSB Amerika, Suara berkelas.0333-7722222

•TOUR & TRAVEL• PT ROSANA paket murah start Juanda, Thailand (BKK+PTTY) 4H/3M Rp 4,5 jt. Jkt 3H/2M Rp 3 jt. Hub081357098501(Berto)

•DIJUAL SEGERA• L 300 Stesen Adiputro, Abu-abu Metalik, Original Th 2000, Kondisi Baik. Harga 70Jt Nego. Hub: 081934884336

BANYUWANGI •DIBUTUHKAN SEGERA•

BANYUWANGI BANYUWANGI

•STNK-BPKB• HILANG STNK Nopol P6998 YW an Widi Purwo S. Dsn Paras Tembok Rt 02/01 HLG STNK Nopol P 3968 VM an Munim Arifin Alas Malang Rt 01/01 Alasrejo

•KURSUSAN• KURSUS Desain Grafis & Percetakan, Corel Draw, Offsit, Sablon Segala Media. Call 082 143.22.33.66 (845582)

PERSH Multinasional Yg Brgrk Di Bid Teknik & Konsultan Mmbk Ksmptn Bg Llsn Min SMA/SMK Sdrjt. Ut Poss: Teknisi, SPV, ADM, OB. Syrt: Usia Max 30Th, Seht Jas&Roh, Jjr, Tgjwb, Krj Krs & mau Mncoba Hal Baru, Pglm Tdk Diutmkn. Fas: Mess, Insentive Blnn, Bns, IKK, THP. Bw Lam Lgs (TdkViaPos) Ke Jl. Ltnn Sanyoto Gg I No 32B (Utr Mkm Phlwn) Telp. 414715 Bwi Pkl 10.00-15.00Wib,Max10Hari(TdkDipungutBiaya)

•CHECHER & ADMIN• DCR Checker Gudang Wanita berpglmn Min SMU dan ADMIN Penjualan berpglmn bs komputer. Kirim lmrn ke Jl.Yos Suadrso No 40 Bwi. (Gudang Semen 3 Roda Indocement)

(28/05-06/06)

(25-30/05)

(29/05-05/06)

(29/05-05/06)

(29/05-05/06)

(29/05-05/06)

(29/05-05/06)

> BWI: DIJUAL Tanah SHM & Bangunan Di Jl Raya Sumber Beras No 307 Muncar. Luas 670M2 Harga Nego Hub: 081934848787

> BWI: DJL Rmh Murah Lt 96M2 Lb 86M2 Kt 2 Full Renovasi, Bkn Di Bangun Under Developer. Prm Villa Asri Blok C12 Sukowidi. TP. Rp 120JtHubBudhi081270527207, 081233907409

> BWI: DIJUAL DAIHATSU Xenia 1.0 F600 RV th 2006 hitam mtl hrg 108,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

> BWI: DI JUAL Toyota kijang LGX / KF 83 super th 2001 biru mtl hrg 125 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

> BWI: DIJUAL MTS Kuda VB 5W GLS th 2001 merah tua mtl hrg 82,5 jt nego brg istw Bisa , Kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

> BWI: DIJUAL Suzuki S50 Futura th 2003 abu-abu mtl hrg 65 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

> BWI: DIJUAL MTS T120ss Pu 1.5FDR (pick-up) th 2010 hitam hrg 75,5 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148


Jumat 3 Juni 2011

7

BERITA UTAMA HALAMAN SAMBUNGAN

Dihadiri PC GP Ansor se-Jatim n MENKO... Sambungan dari Hal 1

Sebagai generasi muda, lanjut wakil ketua umum DPP Partai Golkar itu, generasi muda harus menghargai perbedaan dan menghormati heterogenitas. “Kita tentu sudah mengerti, Negara Indonesia ini dibangun dari perbedaan,” imbuhnya. Agung mengajak kader GP

Ansor ikut serta dalam program pemerintah, khususnya pengentasan kemiskinan. Saat ini, pemerintah memiliki banyak program yang bisa dilakukan para kader muda NU. “Program pemerintah perlu bantuan tangan masyarakat, dan ini bagus bila kader GP Ansor yang melaksanakan,” terangnya. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), jelas Agung, hingga

tahun 2011 ini angka kemiskinan di Indonesia masih 13,3 persen dari jumlah penduduk di Indonesia. Artinya, ada 31,5 juta orang miskin di negeri ini. “Orang yang disebut miskin ini penghasilannya kurang dari 10 ribu setiap hari,” sebutnya. Untuk mengentaskan kemiskinan, menurut Menko Kesra, tidak bisa lepas dari campur tangan pemerintah. Kini, pemerintah

pusat telah membuat banyak program untuk memberantas kemiskinan. “Pemerintah menargetkan angka kemiskinan bisa ditekan hingga 8 sampai 10 persen pada tahun 2015,” bebernya. Pembukaan KBK GP Ansor kemarin berlangsung meriah. Hampir 80 persen peserta kemah dari seluruh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor se-Jawa Timur sudah hadir. (abi/irw)

Pencanangan Tak Sekadar Formalitas ... n GERAKAN... Sambungan dari Hal 1

Tak cukup sampai di situ, bupati juga meminta setiap kecamatan melaksanakan lomba kebersihan dan kelestarian lingkungan, yaitu kategori lingkungan sekolah, perkantoran, desa, dan RT/RW, dengan memberi reward kepada peserta guna memacu peran serta masyarakat terhadap kebersihan dan pelestarian lingkungan. Permintaan terakhir, semua pihak diharapkan membantu menyosialisasikan dan mendukung gerakan kebersihan dan pelestarian lingkungan di Banyuwangi. Wow, banyak sekali permintaan bupati. Apakah ‘’instruksi’’ itu cukup efektif dan bisa dilaksankan oleh instansi dan masyarakat Banyuwangi? Bagaimana dengan instansi yang tidak memiliki link atau garis struktural dengan pemkab, apakah juga patuh dengan ‘’komando’’ bupati? Bagaimana pula dengan teknis implementasi dan realisasi beberapa program baru yang dicanangkan bupati? Secara substansi, apa yang diminta bupati, seperti dalam isi surat itu, idealnya memang harus bisa direalisasikan. Apalagi, setelah melihat Banyuwangi mendapat predikat sebagai kota terkotor di Jawa Timur seperti yang sudah pernah saya ungkap lewat kolom ini sebulan lalu. Termasuk, bagaimana seharusnya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyikapinya. Ya, dari hasil penilaian Tim Juri Adipura pada November 2010 lalu, kota berjuluk The Sun Rise of Java ini berada di urutan paling buncit sebagai kota terkotor di Jatim. Oleh karena itu, pada penilaian Adipura kedua April 2011 lalu, Banyuwangi bersama lima kota terkotor lain di Jatim tidak lagi dinilai Tim Juri dari Pusat Regional Jawa tapi cukup Tim Juri dari Provinsi Jatim. Tim Juri itu sekaligus membawa misi ‘’pembinaan’’ agar nanti Banyuwangi bisa berbenah dan memperoleh Adipura. Kalau bupati mengeluarkan surat instruksi seperti yang saya paparkan di atas, tentu itu sangat wajar. Apalagi, sebelum surat instruksi itu keluar, kabarnya bupati juga sudah mengumpulkan segenap jajarannya untuk diajak cancut tali wanda. Di antaranya, menggelar program Gerakan Banyuwangi Green and Clean yang pencanangannya bakal digelar 10 Juni 2011 mendatang. Bentuk dan penjabaran program itu sudah dituangkan bupati seperti dalam surat instruksi yang dikirim ke kantor instansi pemerintah dan swasta.

Meski demikian, saya yakin hasilnya tidak akan maksimal kalau hanya pendekatan formal struktural untuk menjadikan Banyuwangi green and clean, khususnya dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Harus ada langkah konkret dalam bentuk show force yang harus dipimpin langsung bupati untuk memberikan semangat dan teladan bagi masyarakat. Termasuk, juga diimbangi dengan mengeluarkan regulasi yang tegas untuk mendukung program green and clean. Misalnya, pencanangan gerakan green and clean tidak sekadar formalitas hanya dengan upacara berisi laporan rencana pelaksanaan program saja, melainkan juga disertai gerakan show force seperti bersihbersih sungai, mengecat marka jalan, atau kerja bakti massal bersama warga. Dalam kegiatan itu, bupati dan muspida harus terjun langsung dan berbaur dengan warga. Itu harus dilakukan secara berkala dan kontinu di tempat-tempat yang berbeda untuk menumbuhkan motivasi dan menjadikan agenda penghijauan dan bersihbersih sebagai bagian dari budaya baru masyarakat Banyuwangi. Untuk urusan seperti ini kita bisa mencontoh Walikota Surabaya ketika dijabat Purnomosidi yang dapat julukan walikota got dan bapaknya Pasukan Kuning. Termasuk, mencontoh Walikota Surabaya saat ini, Ny. Tri Risma Herawati, yang juga tak segan-segan nyemplung ke dalam gorong-gorong untuk memantau aliran air yang tersumbat. Bahkan, lewat tangan Risma inilah program Surabaya Green and Clean pertama kali dicanangkan di Indonesia bekerjasama dengan Jawa Pos. Kala itu Risma masih menjabat kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya. Kini program green and clean telah menjadikan kota Surabaya bisa dibanggakan, bahkan beberapa kali mendapatkan penghargaan di bidang kebersihan dan keasrian lingkungan. Program green and clean memang diawali di Kelurahan Jambangan, Surabaya, pada tahun 2005. Selanjutnya berkembang ke enam kota besar lain, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Makassar, Medan, dan Banjarmasin. Program itu bertumpu pada peran serta masyarakat sebagai agen perubahan dalam mengelola lingkungan secara mandiri, termasuk pengelolaan sampah seperti pemilahan, pengomposan, dan pendaurulangan. Pendekatan program dilakukan dengan

cara memberdayakan peran pemimpin di masyarakat (fasilitator lingkungan) yang secara aktif mengajak warga masyarakat berperan aktif dalam mengelola lingkungan (kader lingkungan). Tujuan program green and clean adalah mengedukasi masyarakat dalam mengatasi permasalahan lingkungan, termasuk masalah sampah, yang pada akhirnya dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA). Selain gerakan show force dan memberi teladan kepada rakyat hingga terbentuk kader-kader lingkungan yang bisa diandalkan, bupati juga harus membuat regulasi pendukung dalam bentuk Perbup atau Perda, seperti larangan merokok, menebang pohon, membuang sampah sembarangan, berjualan di trotoar, dan lain-lain yang mendukung terciptanya kebersihan dan keasrian lingkungan. Bahkan, dalam regulasi itu juga harus ada sanksi tegas, termasuk menerapkan eksekusinya. Pada tahun 1980-an, misalnya, ketika saya masih tinggal di Surabaya, di beberapa sudut jalan ada papan berisi regulasi bagi yang ketahuan dan tertangkap membuang sampah sembarangan akan didenda Rp 50 ribu, dan akan dijebloskan ke penjara kalau tidak bisa membayar denda. Saat itu pemerintah daerah juga mengerahkan aparatnya untuk memantau dan menangkap orang-orang yang tidak mau disiplin dan hidup tertib. Lantaran regulasi itu diterapkan dengan serius, akhirnya warga menjadi takut dan lama-lama terbiasa tertib demi menjaga kebersihan lingkungan. Akan lebih lengkap lagi manakala regulasi itu juga didukung menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, misalnya menyediakan tempat sampah kering dan basah di tempat-tempat umum. Juga menyiapkan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dan membuat tempat pembuangan sampah akhir (TPA) permanen yang hingga sekarang belum dimiliki Banyuwangi. Termasuk, menyediakan lokasi pedagang kaki lima (PKL) yang representatif. Oleh karena itu, kita semua berharap bupati tidak setengah hati dalam merealisasikan program green and clean bila menginginkan hasil maksimal. Termasuk, dalam menerapkan punishman kepada pihak-pihak yang melanggar dan memberi reward kepada pihak-pihak yang berjasa dalam menciptakan lingkungan bersih dan asri. (cho@jawapos.co.id)

Jumat-Sabtu Puncak Penumpang n MOTOR... Sambungan dari Hal 1

Di siang hari, rata-rata bus yang masuk pelabuhan merupakan bus rute jarak pendek. Meski mengalami peningkatan, secara umum kondisi penyeberangan di Pelabuhan Ketapang berlangsung aman dan lancar. Ada 23 unit kapal feri

yang melayani pelayaran JawaBali itu. Koordinator Ship Traffic Control (STC) Pelabuhan Ketapang Poniman mengatakan, ada dua periode waktu kepadatan di pelabuhan. Timing (waktu, Red) pertama, sebut dia, berlangsung mulai pukul 23.00 hingga 06.00. Pengguna jasa pelabuhan biasanya didominasi

bus malam dan kendaraan pribadi jarak jauh. “Mereka sengaja datang malam agara pagi bisa sampai Bali,” bebernya. Periode berikutnya adalah pukul 14.00 hingga 23.00. Fase itu biasanya diisi kendaraan roda dua dan kendaraaan umum. Penumpang pejalan kaki juga meramaikan di timing ini. Biasanya mereka me-

rupakan penempuh perjalanan jarak menengah dan pendek. Diperkirakan, pengguna kendaraan roda dua dan empat yang menyeberang ke Bali naik sekitar 2 persen. Angka itu diprediksi bakal membengkak dalam satu hingga dua hari ke depan. Hari Jumat dan Sabtu diprediksi menjadi puncak angkutan di masa liburan kali ini. (nic/irw)

Diancam Tujuh Tahun Penjara n RINGKUS... Sambungan dari Hal 1

Barang bukti yang tertangkap tangan berupa materai seharga Rp 6.000 sebanyak sepuluh lembar dan materai Rp 3.000 sebanyak lima lembar. Tiap lembar berisi 50 materai. Belasan lembar materai tersebut akan dijual ke salah satu koperasi simpan-pinjam (KSP). Lantaran harganya jauh di bawah standar dan warnanya agak berbeda dengan materai asli, pihak KSP melaporkannya ke

Sambungan dari Hal 1

Dengan mengundang 20 organisasi kepemudaan (OKP) dan lintas agama, pihaknya ingin mengukuhkan komitmen kebangsaan. “Harus menghargai perbedaan,” cetusnya.

Teror bom di tempat ibadah dan penembakan aparat keamanan, lanjut Nusron, adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan dan keluar dari komitmen kebhinekaan. “Kalau ada yang anti-NKRI, anti-Islam di Indonesia, Banser akan berada di depan memeranginya,” tegasnya. Untuk program membebaskan

... n ADA... Sambungan dari Hal 1

Bagi orang dewasa yang ingin uji nyali, panitia menyediakan rumah hantu. Tak ayal, suasana pameran yang digulirkan sejak 25 Mei dan akan berakhir 5 Juni 2011 itu terkesan berbeda. Seperti yang terlihat pada Rabu malam (1/6). Pengunjung tampak menikmati suasana pameran yang meriah.

... n DIAJAK... Sambungan dari Hal 1

“Semoga doa kita diterima Allah,” harap Andah usai memimpin ikrar tobat itu. Pembacaan doa bersama warga binaan itu termasuk kegiatan baru di Lapas Banyuwangi. Kegiatan yang disebut pertobatan masal itu dilakukan untuk membina mental dan kepribadian warga binaan. “Pembinaan mental dengan tobat masal ini kayaknya baru ada di Lapas Banyuwangi,” ungkap Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi Krismono kemarin.

Untuk lebih serius dan khusyuk dalam pertobatan masal, semua warga binaan, terutama laki-laki, diharuskan mengenakan pakaian putih. Tak ayal, saat berada di aula berukuran sedang itu, suasanya seperti berada di pondok pesantren yang sedang menggelar istighotsah. “Kita juga mendirikan pondok pesantren,” ungkap kalapas. Dalam pertobatan masal yang digelar Rabu (1/6) lalu itu, pengelola Lapas juga meresmikan Pondok Pesantren AtTaubah. Dalam pengelolaannya, mereka akan bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwa-

ngi, organisasi kemasyarakatan keagamaan, dan pihak lain. “Dalam pondok pesantren, semua warga binaan akan kita beri bekal keagamaan,” jelas Krismono. Ada tiga program yang akan digalakkan di Pondok Pesantren At-Taubah. Ketiga program itu adalah belajar dan membaca Alquran, salat, dan akhlak. “Bagi yang belum bisa membaca Alquran, kita ajari sampai bisa membaca dan mampu membuat kaligrafi,” terangnya. Pondok pesantren itu sebagai kegiatan tambahan bagi warga binaan. Selama ini, mereka ha-

nya diajari keterampilan untuk bekal setelah bebas. Tetapi, di Lapas Banyuwangi, mereka juga dibekali mental dan kepribadian. “Kita berharap setelah bebas tidak masuk lagi,” harap Krismono. (irw)

Mereka menilai, gelaran expo itu dapat membuat suasana liburan semakin lengkap. Di rumah hantu, misalnya. Dengan hanya merogoh kocek Rp 5.000 untuk membayar tiket masuk, pengunjung bisa melihat langsung penampakan hantu. Suasana seram dan penuh misteri ditampilkan di dalam rumah hantu tersebut. Pengelola mendesain bangunan tersebut seakan-akan rumah angker asli.

Tak pelak, pengunjung dibuat penasaran untuk mengintip isi di dalam rumah itu. Sementara itu, sejak pameran dibuka, pengunjung semakin hari semakin meningkat. Kepadatan pengunjung bisa dilihat pada malam hari. “Pukul 19.00 sampai 21.00 adalah ramai-ramainya pengunjung pameran,’’ ungkap Harry MA, ketua pelaksana Genteng Expo. (ton/irw)

Rajin Ikut Lomba Nyanyi n CINTA... Sambungan dari Hal 1

Siswi SMP Negeri 1 Glagah itu merasa puas dengan prestasi yang diraihnya. Meski sering merajai panggung kompetisi nyanyi, Dilli tetap rendah hati. Dia yakin tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras. Itulah yang membuatnya terus mematangkan diri. Berlatih

olah vokal pun terus dilakoninya bersama grup musik kolaborasi Arum Seni. Penggemar berat Ratna Antika itu ingin eksis di jalur lagu khas Using. Sejak kali pertama mengenal dunia tarik suara, lagu daerah Bumi Blambangan telah mengisi benak dan sanubarinya. “Kenal lagu Using lewat si embah. Dulu sering menyanyikan lagu Ugo-Ugo,” kenangnya. (nic/irw)

Diduga Miliki Kandungan Minyak n RUMPON... Sambungan dari Hal 8

Aparat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, dan perwakilan investor, tercapai kata sepakat bahwa jumlah rumpon yang akan dipotong hanya 32 unit. Selain itu, pada pemotongan rumpon yang berlangsung 31 Mei lalu, pihak investor memotong rumpon yang berlokasi kurang dari 4 mil laut dari bibir pantai. Padahal, dalam kesepakatan, rumpon yang boleh dipotong minimal berjarak 4 mil dari bibir pantai. Seorang demonstran, Misno,

45, mengatakan, akibat pemotongan rumpon itu, nelayan mulai kesulitan mencari ikan. Pasalnya, tempat favorit berkumpulnya ikan telah berkurang. “Sampai-sampai kami harus utang bahan bakar untuk melaut karena hasil tangkapan menurun drastis,” ujarnya. Ironisnya, hingga kini para nelayan belum menerima uang ganti rugi. Padahal, dalam pertemuan sebelumnya dicapai kesepakatan ganti rugi sebesar Rp 2,5 juta untuk setiap rumpon yang dipotong. Sekadar diketahui, kawasan perairan Situbondo, dari wilayah

laut di Desa Ketah, Kecamatan Suboh, hingga perairan Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, dilirik investor, yakni PT. Energi Mineral Langgeng, karena diduga memiliki kandungan minyak yang cukup melimpah. Kepala Bidang Pengawasan Sumber Daya Perairan, Dinas Kelautan dan Perikanan Situbondo, Kholil, beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya hanya memfasilitasi agar investor yang akan melakukan penelitian. “Untuk yang dibawah 4 mil tidak masuk area yang akan disurvey, sehingga tidak mendapat ganti rugi,” terangnya kala itu. (sgt/als)

Kunker Demi Kemajuan Situbondo n SUDAH... Sambungan dari Hal 8

Ditegaskannya, DPRD sudah menyusun kegiatan dengan matang agar tidak berbenturan dengan jadwal kegiatan di internal DPRD dan luar DPRD. Belum lama ini, kata dia, DPRD berkunjung ke Kutai Kertanegara dan Samarinda. Sengaja memilih dua kabupaten tersebut karena setiap tahun dua daerah tersebut mampu mengesahkan APBD tepat waktu. Selain itu, anggaran kesehatan di Kutai Kertanegara dan Samarinda lebih baik. Keadaan itu berbanding terbalik dengan keadaan Kabupaten Situbondo yang pengesahan APBD-nya setiap tahun tidak

tepat waktu dan pelayanan pendidikkan dan kesehatan banyak dikeluhkan. Dari hasil kunker, ada beberapa hal yang menyebabkan dua kabupaten itu sukses. Dalam pengesahan APBD, misalnya, keduanya sudah memiliki perda tentang penyusunan APBD. Proses penyusunan APBD hingga waktunya sudah diatur dalam perda tersebut. “Itu harus dipatuhi eksekutif dan legislatif,” imbuhnya. Dengan cara seperti itu, tidak ada lagi alasan eksekutif terlambat memasukkan draf rancangan mulai KUA PPAS hingga APBD. Juga tidak ada alasan bagi DPRD untuk memperpanjang proses pembahasan. Sebab, semua sudah diatur

dalam perda. Di bidang kesehatan, masyarakat Samarinda diasuransikan secara akumulatif oleh pemerintah dengan model lelang atau tender dari pihak asuransi. Itu diperuntukkan bagi warga yang tidak ter-cover Jamkesmas dan Jamkesda, Sehingga, masyarakat semua memiliki asuransi kesehatan. Hanya dengan menunjukkan kartu itu, mereka bisa berobat gratis ke puskesmas dan rumah sakit dengan indikator-indikator tertentu. Mereka dibiayai pemerintah sesuai kemampuan daerah. “Banyak hasil-hasil lain yang juga bisa diterapkan di Situbondo demi kemajuan kabupaten tercinta ini,” imbuh ibu satu anak itu. (pri/als)

KRAM MEMBUAT HARYONO SUSAH BERJALAN

kemiskinan, masih kata Nusron, sudah banyak dilaksanakan GP Ansor. Apalagi, angka kemiskinan di Indonesia yang cukup tinggi itu ternyata berada di Jawa dan pedesaan. “Kalau di Jawa dan di pedesaan pasti yang banyak orang NU. Jadi, yang banyak orang miskin itu tentu NU,” ungkapnya. (abi/irw)

Dirikan Pondok Pesantren di Lapas

Tersangka juga mengakui bahwa perbuatan mengedarkan materai palsu tersebut dilakukan sejak dua bulan lalu. “Ngakunya baru dua bulan dan diedarkan hampir ke semua kecamatan di Banyuwangi dengan sasaran KSP-KSP,” terang Bagio. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 13 Undang-Undang Nomor 15/1985 tentang mengedarkan dan menyimpan materai palsu jo Pasal 257 KUHP. “Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara,” ungkap Bagio. (azi/irw)

Pengunjung Ramai saat Malam

Banyak Orang NU Miskin n LAWAN...

polisi. Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Gambiran langsung mendatangi lokasi kejadian sebagaimana laporan pegawai KSP. “Begitu sampai di TKP (tempat kejadian perkara), tersangka berhasil kami tangkap dan kami bawa ke mapolsek,” kata Kapolsek Gambiran AKP Ibnu Mas’ud melalui Kanitreskrim Aiptu Bagio kemarin. Ketika diperiksa polisi, terungkap bahwa tersangka mendapatkan ratusan materai tersebut dari seseorang berinisial S, warga Kecamatan Singojuruh.

“Sekujur tubuh saya seringkali terasa kram dan kadang susah untuk berjalan. Rasanya benarbenar tidak nyaman, seperti ada semut berjalan dalam tubuh saya.” Terang Haryono DS, warga Lugonto Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur. Pensiunan ini mengatakan, sudah beberapa bulan menderita keluhan tersebut. Kram adalah hal yang sering terjadi di antara orang yang sehat, khususnya selama atau setelah olahraga yang keras. Orang tua dan setengah baya biasanya mengalami kram setelah olahraga ringan atau selama istirahat. Beberapa orang mengalami kram kaki selama tidur. Kram yang menyakitkan ini biasanya mempengaruhi otot betis dan kaki, menyebabkan kaki dan jari kaki menekuk ke dalam.

Kram kemungkinan disebabkan oleh tidak tercukupinya aliran darah menuju otot. Kadar elektrolit yang rendah pada darah, seperti potassium, bisa juga menyebabkan kram. Kadar potassium yang rendah bisa dihasilkan dari penggunaan beberapa diuretik atau dari dehidrasi. Untunglah, sekarang pria berusia 78 tahun ini dapat bernafas lega karena telah menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi keluhannya, yakni dengan minum Gentong Mas, minuman herbal yang sangat bermanfaat dan aman tanpa efek samping karena terbuat dari bahan alami seperti Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda). Gentong Mas baik dikonsumsi oleh penderita berbagai gangguan kesehatan. “Setelah minum Gentong Mas selama 1 bulan lebih, sekarang saya sudah sehat. Badan lebih berstamina, senam kembali kuat dan jalan lebih tegap.” Ungkap kakek 12 orang cucu ini. Ia pun berharap, semoga pengalaman yang dialaminya dapat bermanfaat bagi orang lain. Selain memiliki rasa yang manis dan lezat, Gula Aren pun mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh, diantaranya adalah Riboflavin yang membantu pembentukan antibodi dan energi, memperbaiki kerusakan sel saat proses pro-

duksi energi, dan memperbaiki jaringan sistem pencernaan. Kandungan Thiamin dalam Gula Aren dapat memperkuat sistem syaraf dan otot. Gula Aren pun mengandung Kalsium yang baik untuk mencegah keropos tulang. Sementara Habbatussauda, dipercaya dapat meningkatkan jumlah sel-sel T, yang baik untuk meningkatkan sel-sel pembunuh alami. Efektifitasnya hingga 72% jika dibandingkan dengan plasebo hanya 7%. Dengan demikian, mengkonsumsi Habbatussauda dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Habbatussauda pun dapat menetralkan racun dalam tubuh yang dapat dikeluarkan dikeluarkan melalui kotoran, urine dan keringat. Meski demikian, pola hidup sehat seperti olah-raga dan mengurangi merokok juga perlu dilakukan. Manfaat yang hebat bagi kesehatan dan rasa yang lezat membuat semakin banyak masyarakat mengkonsumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi: 085 234 398 441. Banyuwangi: 085 234 398 441. Situbondo : 082 143 391 646. Depkes:P-IRT.812.3205.01.114


8

Jawa Pos-nya Kota Santri

Sudah Perbaiki Sistem Kunker

Rumpon Dipotong, Nelayan Protes PANARUKAN - Puluhan nelayan Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, memprotes pemotongan rumpon (tempat pembiakan ikan) milik mereka kemarin (2/6). Sebab, pemotongan yang konon untuk memperlancar proses survey kandungan minyak di perairan tersebut dianggap menyalahi kesepakatan. Menurut para nelayan, pihak investor, yakni sebuah perusahaan yang mengaku beralamat di Tuban, memotong 60 rumpon lebih. Padahal, dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan nelayan, n  Baca Rumpon...Hal 7

Jumat 3 Juni 2011

SIGIT HARIYADI/RaBa

GERAH: Puluhan nelayan berkumpul di tepi pantai memprotes pemotongan rumpon milik mereka.

Tujuh SPBU Tidak Miliki Izin AMDAL SITUBONDO - Kesadaran pengusaha terhadap lingkungan hidup di sekitar lokasi usahanya patut dipertanyakan. Salah satu buktinya, tujuh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Situbondo yang belum mengantongi izin Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Penanggulangan Lingkungan Hidup (UPL/UKL) telah beroperasi sejak lama. Seperti diungkapkan kepala kantor Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo Agus Fauzi. Menurutnya, berdasar hasil verifikasi yang dilakukan beberapa hari lalu,

ditemukan tujuh SPBU belum memiliki izin UPL/UKL dari kantor AMDAL. Tujuh SPBU yang tidak memiliki izin UKL/UPL itu, di antaranya SPBU Sukorejo, SPBU Lamongan, SPBU Panarukan, SPBU Kembang, SPBU Utama Jalan Raya Banyuglugur, SPBU Banyuglugur, dan SPBU Suboh. “Dalam waktu dekat, pengelola SPBU yang belum mengantongi UPL/UKL itu akan kami kumpulkan,” ujar Agus. Sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 27 Tahun 1999 dan Nomor 13 Tahun 2010, kata Agus, salah satu syarat utama penerbitan izin hak pengelolaan

adalah izin UKL/UPL. “Munculnya hak pengelolaan itu syarat utamanya adalah memiliki UPL/UKL. Jika tidak, maka hak pengelolaannya tidak bisa diterbitkan,” tukas mantan kepala Dinas Sosial itu. “Hendaknya para pengusaha segera mengurus UKP/UPL. Sebab, jika tetap bandel, mereka bisa disanksi,” imbaunya. Sementara itu, pemilik SBPU Lamongan, Ulfia Rasyid, membantah SPBU miliknya tidak memiliki izin UKL/UPL. Menurutnya, sebelum dioperasikan, semua izin sudah selesai diurus. “Coba nanti saya cek lagi apakah ada UKL/UPL itu,” ujarnya. (sgt/als)

SITUBONDO - Sorotan tajam sejumlah pihak terkait kunjungan kerja (kunker) para wakil rakyat ditanggapi dingin Ketua DPRD Situbondo Zeiniye. Kata dia, anggota DPRD di Situbondo kena getahnya karena kunker selama ini dinilai negatif. Menurut Zainiye, dari tingkat DPR RI hingga DPRD Kabupaten/Kota, kunker oleh sebagian besar orang dinilai hanya menghambur-hamburkan uang rakyat karena diidentikkan dengan pelesir. “Padahal, karena sorotan itulah sejak awal kita sudah memperbaiki sistem kunker yang kita lakukan,” terangnya. Politisi perempuan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengungkapkan, sebelum berangkat kunker, semua kegiatan-kegiatan yang akan mendukung tercapainya nilai-nilai strategis pelaksanaan kunker sudah dilakukan.

ISTIMEWA

TIMBA ILMU: Salah satu kegiatan kunker anggota DPRD Situbondo ke Kutai Kertanegara dan Samarinda belum lama ini.

“Misalnya harus ada alasan kenapa memilih daerah tertentu yang dituju,” ungkapnya. Termasuk, hasil yang bisa dibawa untuk Kabupaten Situbondo. “Yang seperti ini sudah kita lakukan sejak awal, termasuk mempertanggungjawabkan kepada masyarakat. Tiap hasil kunker selalu kita publish melalui media,” kata Zeiniye. Perempuan berjilbab itu

membantah adanya alibi yang mengatakan kunker dilakukan di tengah pembahasan perubahan APBD. Sebab, hingga saat ini belum ada selembar kertas pun tentang pembahasan perubahan APBD 2011 yang sampai meja DPRD. “Tidak benar juga kalau kita dinilai menelantarkan pembahasan enam raperda,” imbuhnya n  Baca Sudah...Hal 7

Radar Banyuwangi 3 Juni 2011  

Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you