Page 1

SELASA 31 MEI

1

TAHUN 2011

DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’ SHUBUH 11.18 14.38 17.08 18.22 04.04

BAGAIMANA INI...

Penerbangan Cancelled Fokker-50 Mengalami Gangguan Teknis ROGOJAMPI - Puluhan calon penumpang pesawat Fokker-50 milik maskapai Sky Aviation gagal terbang kemarin (30/5). Gara-gara ada gangguan teknis, penumpang dari Bandara Rogojampi tidak bisa terbang ke Sura-

baya dan Denpasar. Pembatalan penerbangan oleh pihak maskapai tersebut berlangsung secara mendadak. Akibatnya, penumpang yang sudah siap di Bandara Rogojampi pun gerah. Apalagi, mereka sudah menunggu sekitar dua jam dari jadwal penerbangan yang sudah ditentukan n  Baca Penerbangan...Hal 7

Pembatalan Penerbangan Minggu Bandara Rogojampi

Maskapai : Sky Aviation Pesawat : Fokker-50 Kapasitas : 48 seat Penyebab : gangguan teknis

Solusi Penumpang: n Perjalanan darat travel: 10 orang n Uang tiket dikembalikan: 14 orang

Jumlah Penumpang:  Banyuwangi-Surabaya: 20 orang  Banyuwangi–Denpasar: 4 orang

GALIH COKRO/RaBa

Orgil di Mana-Mana POPULASI orang gila (orgil) yang berkeliaran di jalanan terasa semakin meningkat. Selalu ada saja wajah baru orgil di beberapa sudut Kota Gandrung. Seperti lelaki yang mangkal di trotoar eks pabrik minyak kelapa Naga Bulan di Jalan MT. Hariyono, Banyuwangi, kemarin. Kapan ditertibkan? (gal/bay)

HUKUM

Masalah Warung Listrik Dilaporkan ke Kejaksaan BANYUWANGI - Empat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) laporkan kasus warung listrik (warlis) ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi kemarin (27/5). Empat LSM tersebut adalah Forum Peduli Indonesia (Fopin) Cabang Banyuwangi, Aliansi Peduli Rakyat Banyuwangi (APRB), Komite Penyuluhan Peduli Hukum (KPPH), dan Komite Pro-Reformasi (KPR). Keempat LSM tersebut melaporkan PLN karena diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dalam menjalankan tugas. Dengan begitu, ada unsur-unsur dugaan korupsi dalam masalah warlis tersebut. Ketua LSM Fopin Banyuwangi Suparmin mengatakan, PLN diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus warlis. ‘’Mereka telah melakukan penyalahgunaan wewenang dan tentu saja ada unsur korupsi,’’ tudingnya n  Baca Masalah...Hal 7

SUE GER

GALIH COKRO/RaBa

PERSIAPAN: Deretan tenda sudah dipasang di lapangan Rowo, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, sore kemarin.

Mahfud MD Ketemu Anas Urbaningrum BANYUWANGI - Dua tokoh nasional yang kini lagi perang dingin, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, akan bertemu di Bumi Blambangan dalam waktu dekat. Keduanya menyatakan

akan hadir dalam Kemah Bakti Kebangsaan (KBK) Gerakan Pemuda (GP) Ansor di lapangan Rowo, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Rencananya, kedua tokoh itu akan memberi materi kepada peserta KBK GP Ansor secara bergan-

tian pada 4 Juni 2011. “Pak Mahfud dan Pak Anas Urbaningrum sudah konfirmasi akan hadir. Rencananya pada hari terakhir, yaitu 4 Juni,” jelas Ketua Panitia KBK GP Ansor, Syaiful Khafi. Hingga kemarin, jadwal kedatangan Mahfud dan Anas Urba-

ningrum belum berubah. Tetapi, pihaknya juga tidak tahu bila mendadak akan ada perubahan. “Jadwal kedua tokoh ini kan padat, bisa jadi nanti akan maju. Tapi untuk sementara belum ada perubahan,” jelas Syaiful n  Baca Mahfud...Hal 7

POJOK

..

Pawang Polres Jinakkan Piton di Pulau Santen

Suka Hawa Banyuwangi TRAVELLING memang menjadi hobi Tri Budi Ambarwati. Perempuan kelahiran Jakarta 15 Oktober 1984 itu mengaku sangat senang bisa jalanjalan. ‘’Dulu sebelum menikah, saya memang sering tour ke luar negeri,’’ ujar alumnus SMA Don Bosco, Pondok Indah, Jakarta, tahun 2002 itu. Perempuan yang akrab disapa Detri itu mengaku sudah mengunjungi berbagai negara. ‘’Saya pernah ke Tibet karena orang tua saya beragama Buddha,’’ ujar istri Kasatlantas Polres Banyuwangi AKP Lukman Cahyono itu. Meski begitu, hobinya travelling sampai sekarang masih terus berlanjut. Namun, karena sudah berkeluarga, intensitasnya sedikit dikurangi. Tanggung jawab sebagai seorang istri harus disiplin, dan siap mendampingi suami. ‘’Saya selalu setia ikut ke mana saja suami bertugas,’’ jelas alumnus Universitas Bina Nusantara itu. Selama empat bulan berada di Banyuwangi, Detri mengaku sangat menikmati suasana Kota Gandrung. Sebab, cuaca di Bumi Blambangan cukup sejuk. Itu sangat berbeda dengan Jakarta yang bising. ‘’Suka di sini karena tidak sering macet,’’ pungkasnya. (ton/bay)

http://www.radarbanyuwangi.co.id

REPTIL: Partika Budi Santoso bersama warga memamerkan ular piton yang ditangkap di Kelurahan Karangrejo Minggu malam kemarin.

GALIH COKRO/RaBa

BANYUWANGI - Warga Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, berhasil menangkap ular piton di kawasan Pulau Santen sekitar pukul 19.00 minggu malam kemarin (29/5). Ular piton sepanjang tiga meter itu ditangkap setelah warga melakukan ritual terlebih dahulu. Penangkapan piton itu sebenarnya merupakan akhir perburuan panjang warga. Sebab, sejak sekitar empat bulan lalu, warga sering melihat ular berukuran besar di kawasan tersebut. Kemunculan ular besar tersebut cukup membuat masyarakat sekitar resah. Para pemancing ikan sering melihat ular itu, tapi dengan cepat ular itu hilang. Akhirnya warga memanggil pawang ular dari Polres Banyuwangi bersama para ulama di daerah tersebut. Sore harinya, mulai dilakukan pembersihan dengan cara memotong ranting dan rumput agar kawasan itu terlihat bersih n  Baca Pawang...Hal 7

In Memoriam Njoo Khing Kie, Perintis Usaha di Genteng

Anggota Veteran, Menolak Bintang Jasa Njoo Khing Kie alias Mardjoeki, 93, telah tutup usia pada 23 Mei 2011 lalu. Sosok perintis usaha di Kecamatan Genteng itu ternyata seorang pejuang semasa pendudukan Belanda dan Jepang sebelum kemerdekaan. Lantaran perjuangannya, Mardjoeki tercatat sebagai anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). AGUS BAIHAQI, Genteng

GALIH COKRO/RaBa

GEDUNG persemayaman Yayasan Dharma Bhakti di

Mahfud MD dan Anas Urbaningrum bisa ketemu di kemah GP Ansor Semoga “perdamaian” dimulai dari ujung timur Pulau Jawa

Gangguan teknis, penerbangan Minggu ditunda Memaksa terbang, risiko tanggung sendiri AGUS BAIHAQI/RaBa

ADA KORAN: Jenazah Njoo Khing Kie disemayamkan di Yayasan Dharma Bhakti Genteng kemarin.

Desa Setail, Kecamatan Genteng, terlihat sepi siang kemarin. Deretan meja dan kursi tampak memenuhi gedung yang cukup besar itu. Sejumlah orang berkulit putih yang umumnya berpakaian serba putih tampak sibuk di pojok sebelah

barat gedung. Di tengah gedung yang penuh aksesori serba-merah itu terlihat sebuah peti jenazah berukuran besar. Sebelah timurnya, terdapat bangunan rumah-rumahan bertingkat. Di sebelah selatan peti jenazah itu

terdapat meja yang dibungkus serba merah. Pakaian, celana, dan sandal jepit ditaruh di kursi di sebelah kanan. Di sebelah kiri, dipasang kursi yang di atasnya ada peralatan mandi n  Baca Anggota...Hal 7

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@jawapos.co.id


2

Selasa 31 Mei 2011

Anggap Para Mantan Kades Terlibat

CERMIN DIRI

Jangan Mainkan Rendemen Tebu

BANYUWANGI - Tuntutan 3,5 tahun penjara plus denda Rp 50 juta yang diajukan jaksa kepada mantan pengurus LKMD Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Moch. Hamim Syaroni, langsung direspons banyak pihak. Seperti yang disampaikan pentolan FMPK, H. Ali Sudarji, yang getol memperjuangkan lahan eks Tanah Kas Desa (TKD) di Kecamatan Banyuwangi. Dia menegaskan bahwa hukum janganlah tebang pilih. Sebab, selama ini dia menilai hukuman berat ternyata berlaku hanya untuk rakyat biasa. ‘’Seharusnya

PETANI tebu Situbondo kini ketar-ketir menunggu berapa hasil rendemen tebunya dalam beberapa hari ke depan. Sebab, rendemen itu akan menentukan berapa banyak uang yang akan diterima petani dari pihak pabrik gula (PG). Selama ini, sebagian besar rendemen tebu petani Situbondo berkisar di angka 6. Biasanya, kepastian itu baru bisa diketahui tiga sampai lima hari pasca-tebu masuk PG. Sebelumnya telah dilakukan penandatanganan naskah kerjasama antara Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR), PG, dan Pemkab Situbondo. Nota kesepahaman itu menjadi harapan bagi petani agar bisa mendongkrak perolehan rendemen. Bahkan, kini petani kembali bersemangat menanam tebu dengan standar operasional prosedur (SOP). Sebab, ada jaminan PG akan memberikan rendemen bagus jika petani mengelola tebu sesuai SOP. Hari ini (31/5), PG Wringinanom akan memulai penebangan tebu di lahan kebun rakyat. Sebelumnya, sempat dijadwalkan penebangan tebu dimulai 23 Mei 2011. Namun, agenda itu tertunda hingga hari ini. Sementara itu, PG Olean sudah mulai tebang tebu sejak kemarin (30/5). Pada tahun 2011, PG Wringinanom akan menggiling 158 ribu ton tebu. Dengan kapasitas 10.320 kuintal per hari, 158 ribu ton tebu itu akan diselesaikan dalam 155 hari. Produksi yang harus dipenuhi minimal 11 ribu ton gula. Semoga proses tebang tebu hingga giling di PG bisa menguntungkan petani. Hasil rendemen yang bagus akan menentukan tingginya penghasilan petani. Bukan rendemen malah ditekan agar pendapatan petani bisa ditekan pula. Semoga kebijakan PG bisa berpihak kepada petani tebu, sehingga panen tebu dan musim giling tahun ini bisa menyejahterakan petani Situbondo. (*)

siapa saja yang melanggar hukum harus dikenakan sanksi yang sama,’’ jelas Sudarji di rumahnya kemarin (30/5). Menurut Sudarji, kasus dugaan korupsi eks TKD tidak hanya melibatkan Hamim. Dia menilai, para mantan kades se-Kecamatan Banyuwangi juga mempunyai kasus yang sama. Sebab, para mantan kades itu diduga menyewakan eks TKD kepada pihak ketiga tanpa izin pemkab. Bahkan, diduga ada oknum mantan kades yang menjual TKD. ‘’Saya mempunyai data lengkap,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, sesuai Keputusan Mendagri Nomor 152 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2007 disebutkan, yang mempunyai wewenang dan berhak menyewakan eks tanah kas desa adalah pemerintah daerah. Di Kecamatan Banyuwangi, belasan desa berganti status menjadi kelurahan. Aset desa berupa tanah bengkok sebagai gaji kades itu pun akhirnya ikut berganti status kepemilikan. Lantaran kepala kelurahan digaji pemerintah, eks lahan bengkok menjadi milik pemerintah.

‘’Yang menyewakan eks tanah bengkok bukan lurah atau kades,’’ jelasnya. Dengan begitu, para mantan kades yang selama ini melakukan tindakan tersebut berarti melakukan pelanggaran. ‘’Dan terbukti jelas mereka melakukan tindakan korupsi,’’ imbuhnya. Sudarji menambahkan, kasus yang melibatkan Hamim Syaroni sebenarnya hasil sewa dibagikan kepada masyarakat. Selain itu, kepala kelurahan juga mengetahuinya. ‘’Tetapi, mengapa tidak ada sanksi hukum,’’ katanya ■ Baca Anggap...Hal 7

KASUS TKI

Laporan Ditunda, Hearing Dulu BANYUWANGI - Rencana melaporkan kasus dugaan penipuan berkedok penyalur Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terjadi di Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, ditunda. Setelah melakukan rapat di sekretariat LSM Gerak di Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, kemarin (30/5), para korban sepakat menunda laporan kasus itu ke Mapolres Banyuwangi. Delapan perwakilan korban penipuan bersama ketua LSM Gerak akhirnya menunggu waktu yang tepat untuk melayangkan laporan tersebut. Sebelum lapor polres, mereka berniat melakukan hearing di DPRD Banyuwangi. Katua LSM Gerak, Sulaiman Sabang mengakui, pihaknya memang menunda laporkan ke mapolres yang rencananya berlangsung kemarin. Hal itu dilakukan karena mereka ingin hearing dengan DPRD Banyuwangi terlebih dahulu. ‘’Surat akan kami masukkan ke DPRD besok (hari ini, Red),’’ ujar Sulaiman kemarin. Setelah itu, pihaknya menunggu hasil hearing tersebut. Mereka juga akan menanyakan berbagai macam persoalan, seperti uang yang harus dikembalikan pihak perantara. ‘’Kami menunggu hasilnya, baru melakukan tindak lanjut,’’ jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, 20 calon TKI merasa ditipu. Mereka dijanjikan akan diberangkatkan ke Jepang oleh penyalur. Mereka juga sudah setor Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per orang. Namun, hingga kini mereka tak kunjung diberangkatkan ke Negeri Sakura ■

GALIH COKRO/RaBa

MERDU: Grup shalawat tampil dalam peresmian Ponpes Safinatul Huda di Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, kemarin.

Sehari Langsung Bisa Baca BANYUWANGI - Ini terobosan kepada masyarakat yang belum bisa membaca Alquran. Mereka bisa langsung mengaji Alquran hanya dalam

delapan jam. Itulah yang disampaikan Ketua Pengurus Pondok Pesantren Safinatul Huda Cabang Banyuwangi H. Mujiono saat peresmian ponpes di jalan MT. Haryono 79, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, kemarin (30/5). Dengan metodologi cepat tersebut, pihaknya dapat mengembangkan orientasi bagi siapa saja yang belum bisa membaca Alquran. Menurut pengasuh dan pengembangan program dan pelatihan terjemah Alquran, Za-

karia mengatakan, sudah tiga tahun ini pelatihan itu dilakukan di Banyuwangi. “Mulai hanya beberapa kelompok yang mengikuti hingga banyak. Sekarang sudah ada 31 kelompok yang tersebar di lima kecamatan,’’ jelasnya. Ketua Yayasan Safinatul Huda Pusat, Surabaya, Choirul Anam mengatakan, ide belajar membaca kitab dengan cepat itu bermula dari ide besar para wali, yaitu moco Alquran angen-angen sak maknane. ‘’Jadi, membaca Alquran sekaligus mengerti makna,

maksud, dan tujuannya,’’ terangnya. Diakuinya, selama ini pihaknya sudah tersebar di berbagai daerah. Kian hari ada perkembangan yang cukup signifikan. ‘’Seluruh Jatim ada. Bali, Sulawesi, Palembang, dan Jayapura, juga ada,’’ jelasnya. Sementara itu, usai peresmian dilanjutkan lomba cerdas-cermat membaca Alquran sekaligus terjemahan. Tahun lalu, Banyuwangi mendelegasikan dan meraih juara satu lomba cerdas cermat se-Jawa Timur. (ton/bay)

Baca Laporan...Hal 39

BANYUWANGI

SITUBONDO

(29/05-05/06)

(29/05-05/06)

(29/05-05/06)

> BWI: DIJUAL MTS Kuda VB 5W GLS th 2001 merah tua mtl hrg 82,5 jt nego brg istw Bisa , Kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

> BWI: DIJUAL MTS T120ss Pu 1.5FDR (pick-up) th 2010 hitam hrg 75,5 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

> BWI: DIJUAL Suzuki S50 Futura th 2003 abu-abu mtl hrg 65 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

•RUMAH + TOKO•

•TANAH •

•GROSIR•

•CHECHER & ADMIN•

DJL Tanah Cepat Jl Raya Kembiritan Genteng Seluas 600M2 (SHM) 250Jt 082143223366

GROSIR Bj Baby merk Tokosen, Sprei Katun, Sprei Sandy, bs krm.Djl 7 meja + 20 Krs Ex.Café Rp.4,5 Jt (ng).DikntrknToko Jl.Pemuda Uk. 12x18 m TP cck u Showroom /Kntr . Jual Jazz 2005 silver IDSI body Fit trm Psnn coklat StikKrkterhub.081336761176/0817857653545.

DCR Checker Gudang Wanita berpglmn Min SMU dan ADMIN Penjualan berpglmn bs komputer. Kirim lmrn ke Jl.Yos Suadrso No 40 Bwi. (Gudang Semen 3 Roda Indocement)

•SUKOWIDI• DJL Cepat Rumah, SHM Lt 148,LB135,Jl Yos Sudarso 144 Sukowidi Bwi.Hrg Rp 350juta Nego. Hub Ihsan 081575072177

•JL KEPITING• (20-27/05)

(29/05-05/06)

(29/05-05/06)

> BWI: DIJUAL DAIHATSU Xenia 1.0 F600 RV th 2006 hitam mtl hrg 108,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

> BWI: DI JUAL Toyota kijang LGX / KF 83 super th 2001 biru mtl hrg 125 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

(28/05-06/06)

(25-30/05)

(18-31/05)

> BWI: DIJUAL Tanah SHM & Bangunan Di Jl Raya Sumber Beras No 307 Muncar. Luas 670M2 Harga Nego Hub: 081934848787

> BWI: DJL Rmh Murah Lt 96M2 Lb 86M2 Kt 2 Full Renovasi, Bkn Di Bangun Under Developer. Prm Villa Asri Blok C12 Sukowidi. TP. Rp 120JtHubBudhi081270527207, 081233907409

> BWI: DIJUAL tanah SHM di kawasan Jalan Lawu 2 Karangagung Kelurahan Singotrunan Banyuwangi, luas 250 m, Harga Rp 80 juta nego, hubungi 081336680693

BANYUWANGI

DIJUAL 3 Rumah + Toko Jl Santana 13/ Belakang Polres Stbd. SHM Lt 781M2/Lb 361M2 Fas: 8 Kmt Tdr, 4Kmr Mandi, Hal Luas Tempat Strategis, Maaf Tanpa Perantara Hub: 081-336572211

BANYUWANGI

> BWI: DIJUAL Honda Maestro'90, kondisi siap pakai, pajak baru. Plat P. Hrg nego Hub 08123353502

SITUBONDO

DJLRmh & Tnh L 825M2, SHM. Baik Utk Toko & Bengkel. Jl Kepiting Dekat Jembatan Menghadap Ketimur Hub 087865173063

•TANAH KAPLING• DJL Siap Bgn/Kav + Bgn, SHM, Hy 10 Kav (9,7x18)m/Kav. Lebar Jl 10M, Lok Riverside Karangtipis, Dkt Simpang Lima Pusat Kota Bwi, Kantor Pemasaran Kunjung Lokasi Hub: 081-354009225

•TANAH KAPLING• DJL 2 Tnh Kapling Gandeng SHM, L. 10x40M2, H. 65 Jt. Dan1 Tnh Kapling.Lok Pinggir Jln L. 10x20 M2 H.60 jt, SHM, Cck u/ Investasi, lok.JL.Sutawijaya (Dpn Prm Istana Brawijaya).TP. Hub; 0333-8930348.

•DS KAPURAN•

BANYUWANGI

•RUMAH - WARNET•

•PRIMA MOBIL•

DIJUALRumah Bangunan Plus Warnet 30Unit Komputer Lok Jl Agus Salim No 9A Bwi “ Jessy Internet” Lt 10x30 Lb 10x20, 1Kt, 2Km, Strategis Tiga Kota Samping Kampus Untag Bwi. Hrg 221 Jt Nego Hub: 08563834220/0333-7769914

CRV’09, Avanza 05,07, Xenia 05,07, Kjg Lgx 97,02, Inova 05 (Solar Bensin) Panther 99,00,03 Taruna 02,04, Adventura 97, Pu Zebra 05,06 PU T120SS 09, PU L300 09, PU Futura 09. Cash/Kredit DP 10% Bunga Murah Hub: 0811301676/0333-411655

•RUMAH CANTIK•

•PRIMA MOBIL•

DIJUALRumah Cantik beserta isinya Lt. 112 Lb. 84 2 kt Perum Persada blok A3 Karangrejo Banyuwangi. Hub. Andi 082113000070

R-STOCK(NewCar) T-Avanza, Inova, Yaris Daihatsu Xenia, Terios,Luxio,Honda(All New) Jazz, Crv Freed, Mits PU L300, PUT120ss, Suzuki APV Arena, APVLuxury, Swift, Nissan G-Livina, March. Cash/Kredit Hadiah Lgs Tv/ Lemari Es Hub: 085258665239/0333411655

DIJUAL Cpt/Dikontrakkan Rmh Type 45 Di Sobo Indah Permai B- 8 Dekat SD Model . SHM , Hub. 081336397123

•PERUM GRAHA CAMAR• DIJUAL Rmh SHM Murah Perum Graha Camar Lt. 95 M2 2 Kt Jl. Barong No. 22 Bwi Hub. 088803674141

•PERUM PERMATA GIRI• DIJUAL Rumah Siap Huni Di Perum Permata Giri Blok BC No. 05 Bwi Full Bangunan Hrg 65 Jt Ng Hub. 082143597979

•RESTORAN TEPI PANTAI•

•PT. MAS WANGI• DICARI Tour Operator,admin,cleaning service,Driver pnglmn & phm area Sby,Mlng,Lmjng,Jmbr,Dps. Lmrn ke PT. MAS WANGI,dpn SPBU Mangir RGJ/krm CV ke info@baliratugroup.com

•RUMAH KHITAN• H. BAMBANG S. Ahli Sunat Laser utk Sgl umur dr Bayi hg Dws,D/a: Complek ruko Jl. Kepiting 5 A sobo Bwi Telp. 0333-422950.

LOKASI Jl Brawijaya Gang Garuda No 38 Banyuwangi. Belakang dr. Didit Specialis Jantung. Hubungi 085691143558

•PERTOKOAN• DIJUAL Pertokoan 2 Stand Di Yos Cafe, SHM, Pinggir Jl Raya Yosomulyo, Jajag. Hub: 082132761858

•KARAOKE• JUAL Karaoke Hyundai Bs 5000 Lagu Bs dtmbh lagu baru, Speaker PSB Amerika, Suara berkelas.0333-7722222

•DIBUTUHKAN• COUNTER Sales, Admin, Pria, Min SLTA, Py Motor + SIM C, Ada Bonus, Intensif. Kirim Ke BANYUWANGI MOTOR Jl Dr Soetomo 22 Banyuwangi.

BANYUWANGI •STNK-BPKB• HILANG STNK Nopol P3095 YE an Budi Utomo Timurejo Rt 02/01 Gitik Rgj

BANYUWANGI

HLG STNK Nopol P5213 VV an Katminah Sumberjoyo Rt 03/III Kedungrejo Muncar

•KURSUSAN•

HILANG STNK Nopol P 3665 VF an Tutik Handayani Karanganyar Rt 07/04 Rgj

KURSUS Desain Grafis & Percetakan, Corel Draw, Offsit, Sablon Segala Media. Call 082 143.22.33.66 (845582)

HILANG BPKB Nopol P 2144 WB an Sucipto Krobokan Rt 01/02 Kampung Mandar

•DIJUAL SEGERA• L 300 Tahun 07, Panther New Royal 00’, Jazz Vitec Matic 05’ Atoz 07’ Tukar Tambah Cash & Credit Hub: 082142194111, 081335897888

•DIBUTUHKAN SEGERA• PERSH Multinasional Yg Brgrk Di Bid Teknik & Konsultan Mmbk Ksmptn Bg Llsn Min SMA/SMK Sdrjt. Ut Poss: Teknisi, SPV, ADM, OB. Syrt: Usia Max 30Th, Seht Jas&Roh, Jjr, Tgjwb, Krj Krs & mau Mncoba Hal Baru, Pglm Tdk Diutmkn. Fas: Mess, Insentive Blnn, Bns, IKK, THP. Bw Lam Lgs (TdkViaPos) Ke Jl. Ltnn Sanyoto Gg I No 32B (Utr Mkm Phlwn) Telp. 414715 Bwi Pkl 10.00-15.00Wib,Max10Hari(TdkDipungutBiaya)

•TOUR & TRAVEL• PT ROSANA paket murah start Juanda, Thailand (BKK+PTTY) 4H/3M Rp 4,5 jt. Jkt 3H/2M Rp 3 jt. Hub081357098501(Berto)

•DIJUAL SEGERA• L 300 Stesen Adiputro, Abu-abu Metalik, Original Th 2000, Kondisi Baik. Harga 70Jt Nego. Hub: 081934884336

•DIBUTUHKAN SGR WANITA• MIN Lls SLTA Utk BkarirDiBidPddkPAUD,Ada Training.HubJlMHThamrin48Bwi085236095152

DIKONTRAKKAN Restoran tepi pantai lok di Ds Ketapang Bwi. L 300m2 kaps 15 meja. Hub 08179678080

•TERIMA KOST PUTRI•

DIJUALRumah Luas Tanah 400M2, Luas Bangunan 160M2. Alamat Jl Raya Situbondo Gang Tomang Ds Kapuran Hub: Hp 081390751953

•SOBO INDAH PERMAI•

BANYUWANGI

HILANG STNK Nopol P3682 VF an Budianto Krajan Rt 01/01 Bagorejo Srono

Pemimpin Redaksi: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Agus Baihaqi, Abdul Aziz, Niklaas Andries, (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Mohammad Isnaeni Wardan Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: RodyaYuliani. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT Banyuwangi MENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Merak nomor 92 Situbondo, Telp : (0338) 677058. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 18.000/mmk, berwarna depan Rp 30.000/mmk, berwarna belakang Rp 27.500/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 30.000/baris, Lowongan: Rp 45.000/baris, Sosial: Rp 12.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


3

Selasa 31 Mei 2011

Pilkades Nihil Pendaftar

ADA APA LAGI

Kalibaru Wetan Terancam Gagal, Tegalharjo Justru Banjir Calon Kades KALIBARU - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, tampaknya benar-benar gagal dilakukan. Sebab, sampai batas waktu yang ditentukan, tak satu pun warga yang mendaftar sebagai calon kades. Wakil Ketua Panitia Pilkades Joko Pamungkas mengatakan, sampai ba-

tas waktu pada Sabtu lalu (28/5), sama sekali tidak ada warga yang mau mengambil formulir pendaftaran. Padahal, pendaftaran calon kades itu merupakan tahap kali kelima atau terakhir. “Nggak tahu kok nggak ada yang mendaftar. Kenyataannya ya seperti ini,” ungkap Joko saat dihubungi RaBa kemarin (30/5). Atas kenyataan tersebut, akhirnya panitia mengambil keputusan tidak

membuka pendaftaran lagi. Selanjutnya, panitia menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kalibaru Wetan. Sebab, sesuai tata tertib yang ada, pendaftaran calon kades pada 26 dan 27 Mei itu merupakan tahap terakhir. “Jadi, setelah ini tidak dibuka pendaftaran lagi, dan segera kita laporkan apa yang sudah dilakukan panitia ke BPD,” tutur Joko. Usai menyampaikan laporan kepada BPD,

Hujan Deras, Konser Opick Tetap Meriah

AGUS BAIHAQI/RaBa

ANEH: Pohon pisang berlin milik Sutamto berbuah lima tandan.

Pisang Berlin Bertandan Lima CLURING - Pohon pisang milik Sutamto, 64, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Cluring, ini tergolong aneh. Pohon pisang jenis berlin yang ditanam di timur rumahnya itu berbuah lima tandan. Padahal, umumnya setiap pohon pisang hanya berbuah satu tandan. Lantaran terlalu banyak buah, pohon pisang yang tidak terlalu besar tersebut diberi kayu penyangga oleh pemiliknya. “Kalau tidak dicongkok (diberi penyangga, Red), bisa ambruk. Batang pohonnya kecil kayak gitu,” tutur Sutamto sambil menunjukkan batang pohon pisang aneh itu. Pohon pisang langka itu membuat banyak warga penasaran. Hampir setiap hari, warga berdatangan untuk melihat. “Yang melihat banyak sekali. Setiap hari ada kok,” ungkapnya. Sutamto mengungkapkan, dia menanam pohon pisang berlin di timur rumahnya sejak empat tahun lalu. Tetapi, baru kali ini buahnya aneh. “Biasanya juga hanya satu tandan,” ujarnya. Bibit pohon pisang itu berasal dari kebunnya di Dusun Sumberwaru, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring. Di kebun yang banyak tanaman pisang itu juga tidak ada yang buahnya lebih dari satu tandan. “Baru pohon pisang ini yang aneh,” imbuhnya. Pohon pisang itu mulanya batang tandannya bercabang dua. Satu tandan mengarah ke barat, dan tandan lain mengarah ke timur. Tandan yang mengarah ke barat itu bercabang lagi hingga empat tandan. “Jadi semua ada lima tandan,” jelasnya. Pemilik pohon pisang mengaku tidak punya firasat apa-apa. Bahkan, dia tahu ada keanehan itu secara tidak sengaja. “Saat memarkir motor di timur rumah, saya lihat buah pisang kok aneh, dengan cabang dua,” bebernya. Keanehan kembali terjadi saat tandan yang mengarah ke barat itu bercabang-cabang hingga empat tandan. “Saya juga heran, kok ada pohon pisang buahnya banyak seperti ini,” pungkasnya. (abi/irw)

kemungkinan besar panitia pilkades akan membubarkan diri. “Mengenai langkah selanjutnya, kami serahkan BPD,” ujarnya. Sementara itu, berbeda dengan di Kalibaru Wetan, Panitia Pilkades Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, justru banjir pendaftar. Sampai batas waktu yang ditentukan kemarin (30/5), ada tujuh peserta yang memastikan diri sebagai kontestan pilkades. “Sekarang masih dalam tahap verifikasi data, setelah itu penetapan calon kades,” terang Ketua Panitia Pilkades Agus Haryono kepada RaBa kemarin. (azi/irw)

ABDUL AZIZ/RaBa

RELIGIUS: Opick melantunkan lagu Islami di lapangan Gendoh, Kecamatan Sempu, Minggu malam (29/5).

SEMPU - Ribuan umat Islam berbondong-bondong menghadiri pengajian akbar bertajuk “Semesta Bertasbih” di Lapangan Gendoh, Kecamatan Sempu, Minggu malam (29/5). Acara tersebut dimeriahkan artis ibu kota, Opick. Meski hujan deras, tapi ribuan umat dari berbagai pelosok di Banyuwangi Selatan tak kehilangan semangat mengikuti kegiatan religi tersebut. Ribuan umat muslim tersebut tetap bertahan di depan pentas meski diguyur hujan. Mereka bertekad menyaksikan langsung dari dekat penyanyi asal Jember itu. Selain dzikir dan salawat bersama, kegiatan itu juga dirangkai dengan santunan puluhan anak yatim. “Ke depan, kegiatan ini akan kita tindak lanjuti dengan gerakan peduli rakyat miskin,” kata Camat Sempu Lukman Hakim yang hadir dalam kegiatan tersebut. Lukman mengatakan, pihaknya bersama panitia, khususnya para pemuda Gendoh, sudah sepakat menggalakkan gerakan zakat, infaq, dan sedekah. “Hasilnya nanti disalurkan kepada rakyat miskin,” ungkapnya. (azi/irw)


4

PENDIDIKAN MKKS SMA Swasta Banyuwangi

SMA Swasta di Banyuwangi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31.

SMA 17 Agustus 1945 Bwi SMA PGRI Rogojampi SM AL-Hikmah Muncar SMA Muhammadiyah 3 Genteng SMA Miftahul Ulum Kabat SMA PGRI Purwoharjo SMA PGRI Srono SMA PGRI Tegaldlimo SMA PGRI Siliragung SMA PGRI Banyuwangi SMA PGRI Genteng SMA PGRI Glenmore SMA Muhammadiyah 2 Genteng SMA Muhammadiyah 1 Bwi SMA Muhammadiyah 4 Songgon SMA Darussalam SMA Full Day SMA Darul Hikmah SMAK Hikmah Mandala SMA NU Gombengsari SMA NU Kalibaru SMA NU Genteng SMA Bhakti Negara SMA Favorit Tegaldlimo SMA Roudlotul Tullab SMA Tarbiyatul SMA Sultan Agung Rogojampi SMA Ibrahimy Wongsorejo SMA Al-Kautsar SMA Roulotul Salam SMA Taman Siswa Genteng

Selasa 31 Mei 2011

SMA Swasta Raih Nilai Tertinggi UN BANYUWANGI – Upaya setiap sekolah meluluskan 100 persen siswa kelas XII adalah sebuah hal yang wajar. Namun, meraih nilai tertinggi dan memuaskan adalah tanggung jawab besar sekolah terutama Kepala Sekolah. Melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Swasta Banyuwangi para kepala sekolah terus intens melakukan koordinasi rutin untuk menekankan tentang prestasi akademik. MKKS SMA Swasta yang terdiri dari 31 sekolah SMA se Banyuwangi ini juga telah mengadakan studi banding. Tidak tanggungtanggung, jujugannya bukan

sekolah favorit di Jawa Timur, melainkan sekolah berstandar internasional yang ada di Malaysia dan Singapora. Dari studi banding itu pula didapatkan kerjasama yang luar biasa. Di antaranya beasiswa dan kesempatan masuk di Perguruan Tinggi ternama di Malaysia. Sementara di kalangan sendiri, SMA Swasta Banyuwangi terus meningkatkan prestasi akademik, mutu pengajaran, dan proses belajar mengajar. Salah satunya dengan mengikuti kegiatan-kegiatan ataupun lomba di luar kalangan sekolah. Baik tingkat kabupaten hingga tingkat Provinsi. Persiapan matang untuk

GERDA/RaBa

RAPAT: Sebelum acara tasyakuran digelar, lebih dulu dilaksanakan rapat rutin anggota MKKS SMA Swasta Banyuwangi.

GERDA/RaBa

BERJAJAR: Pengurus MKKS Swasta Banyuwangi siap memajukan dunia pendidikan di SMA Swasta Banyuwangi.

mencetak dan meluluskan kelas XII dengan kualitas terbaik, seluruh anggota MKKS SMA Swasta Banyuwangi telah menggelar beberapa kali try out dan bimbingan belajar. “Upaya yang maksimal tersebut ternyata membuah hasil yang sangat memuaskan,” terang Drs. H.

Anton Sunartono, ketua MKKS SMA Swasta Banyuwangi. Pada tahun pelajaran 2010/2011 ini, SMA Swasta berhasil meraih salah satu nilai tertinggi Ujian Nasional. Dengan nilai rata-rata UN adalah 87. Penerapan ujian yang sama dan waktu yang

bersamaan pula dengan sekolah lain, ternyata SMA Swasta berhasil membuktikan dan mensejajarkan diri dengan sekolah favorit yang lain. Untuk hasil yang memuaskan tersebut, MKKS SMA Swasta mengadakan tasyakuran sekaligus pertemuan rutin. Dengan bertempat di rumah makan Muantab yang berlokasi di Jalan Sidopekso Banyuwangi, Anton memberikan motivasi kepada beberapa perwakilan

siswa dan kepala sekolah yang hadir untuk tetap optimistis dan percaya diri. Bahwa, SMA Swasta kedepannya tidak lagi dipandang sebelah mata. Bahkan Anton meyakinkan beberapa tahun ke depan SMA Swasta di Banyuwangi akan menjadi pilihan pertama untuk penerimaan siswa baru. Bukan hanya bukti nilai UN tinggi dan memuaskan, tetapi lulusan dari SMA Swasta telah banyak diterima di perguruan tinggi negeri. Seperti Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya dan lainnya. Masih menurut Anton, apalagi sekarang ini program pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga, yakni perlakuan yang sama antara SMA Swasta dan Negeri, termasuk dalam pemberian bantuan. (adv)


BALJEBOL

Selasa 31 Mei 2011

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

5

LUMAJANG

Kakek Perkosa Cucu Sendiri

BONDOWOSO

GUIDO/RADAR JEMBER/JPNN

MEMPRIHATINKAN: Atap bangunan Polindes Andungsari, Kecamatan Pakem, yang ambruk sebulan lalu masih belum diperbaiki hingga kini.

Sebulan Ambruk Dibiarkan

JEMBER - Perbuatan Sambi, 70, warga Dusun Kedunglangkap, Desa Kraton, Kecamatan Kencong benar-benar keterlaluan. Dia begitu tega menggauli Bunga (bukan nama sebenarnya), cucunya sendiri yang masih berumur 14 tahun. Sebelum aksi bejat ini terkuak, pihak kepolisian menerima laporan dari orang tua Bunga yang menyatakan jika selama ini Bunga dibayang-bayangi ketakutan ketika hendak tidur di rumah Sambi. Pasalnya, di rumah kakeknya itulah, ia kerap mendapatkan perlakuan tidak senonoh. Data di kepolisian menyebutkan, kejadian ini bermula sekitar pertengahan bulan Februari lalu saat Bunga tengah beristirahat di kamarnya usai

pulang sekolah. Rasa capek yang dirasakan usai bermain tarik tambang di sekolah, membuat Bunga meminta bantuan sang kakek memijiti seluruh tubuhnya. Nah, dari sinilah awal petaka dialami korban. Menurut Bunga, tiba-tiba sang Kakek memelorotkan celana jeans dengan dalih tak bisa maksimal memijit jika Bunga masih mengenakan celana Jeans. Bunga mulai berontak ketika sang Kakek ternyata juga ikutan memelorotkan celana dalam Bunga. Penolakan Bunga ternyata tak menyurutkan niat Sambi untuk memerkosa cucu yang seharusnya dilindungi dan disayanginya ini. Di bawah ancaman, akhirnya kakek renta ini berhasil

merenggut keperawanan Bunga. Setelah berhasil menjebol keperawanan cucunya itu, tersangka merasa ketagihan dan berusaha melakukan lagi. “Saya kemudian minggat ke rumah teman sekolah saya di Mayangan,” kata Bunga. Atas kepergian Bunga, Sambi kelabakan dan berusaha mencari cucunya itu. Setelah dibujuk akhirnya Bunga mau kembali ke rumah. Kelakuan bejat tersangka ini terkuak setelah Bunga menceritakan pada teman-temannya apa yang dialaminya. Bunga kemudian disarankan melaporkan kejadian yang menimpanya ke Mapolsek Kencong. Saat itu, Bunga menghubungi ibu

kandungnya yang berada di Gresik. Mendapat laporan, Ibu Bunga Mrha besar dan langsung pulang menemui Bunga. ”Ya ini akhirnya dilaporkan dan langsung kita tindak lanjuti,” kata AKP Ma’ruf, Kapolsek Kencong. Kasus itupun selanjutnya dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jember dan Sambi dimintai keterangan oleh polisi. Awalnya tersangka mengelak melakukan perbuatan bejat itu pada cucunya. “Saya tidak memperkosa cucu saya,” kata tersangka kepada polisi. Namun akhirnya, setelah ada keterangan saksi-saksi, tersangka mengakui perbuatannya dengan alasan dirinya khilaf. (jum/fid/jpnn)

KONDISI bangunan Pondok Bersalin Desa (Polindes) Andungsari, Kecamatan Pakem, sangat memprihatinkan. Meski sudah sebulan lalu atap bangunan polindes di Desa Andungsari ambruk, tapi hingga sekarang belum ada perhatian dari pemkab. Padahal, satu-satunya pos pelayanan kesehatan bagi ibuibu bersalin milik Pemkab Bondowoso itu sangat dibutuhkan warga desa setempat. Akibatnya, petugas polindes terpaksa memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu-ibu hamil dan bersalin pada bangunan sangat memprihatinkan. Bahkan, jika turun hujan disertai angin, petugas polindes atau bidan harus menampung pada ruang kelas SDN Andungsari yang lokasinya berdekatan dengan bangunan polindes. Warga Andungsari mengaku tidak mengetahui pasti, mengapa atap bangunan polindes hingga sekarang belum diperbaiki. Mereka kasihan dengan petugas polindes atau bidan yang memberikan pelayanan kesehatan bagi ibuibu hamil dan bersalin menampung ruang kelas SD. Pantauan koran ini di lokasi polindes, tampak bagian atap bangunan ambruk dan banyak berlubang. Kayu-kayu pada atap bangunan sudah rapuh. Sejumlah ruangan polindes yang berada di tengah pemukiman warga desa ini berantakan dan penuh reruntuhan genteng serta plafon. ”Kami berharap polindes yang ambruk sudah sebulan lalu, segera diperbaiki. Kalau terus dibiarkan, kerusakan semakin parah,” kata seorang warga. (ido/sh/jpnn)

JEMBER

RANGGA MAHARDIKA/RADAR JEMBER/JPNN

NYARIS RICUH: Puluhan warga mengusir bego dari sungai mujur dengan background jembatan JLS kemarin pagi.

Protes, Penambang Tradisional Sandera Alat Berat JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

FINISHING: Para pekerja menuntaskan pembangunan jembatan yang menghubungkan Dusun Cempoko dan Dusun Pakis Utara, Desa Pakis, Panti.

Jembatan Ambrol Diganti Beton PERBAIKAN jalan dan jembatan yang hancur akibat banjir bandang yang menerjang Dusun Cempoko, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Jember pada 4 Maret lalu terus dilakukan. Bahkan, jembatan bambu di Desa Pakis, Kecamatan Panti, yang rusak kini telah diganti dengan jembatan beton. Untuk diketahui, jembatan yang menghubungkan Dusun Cempoko dengan Dusun Pakis Utara, Desa Pakis, tersebut sempat putus saat diterjang banjir bandang. ”Dengan putusnya jembatan tersebut, warga Dusun Pakis Utara yang akan menuju Dusun Cempoko, Desa Pakis, harus memutar dan memakan waktu cukup lama,” ujar Imam, warga Dusun Pakis Utara. Dijelaskan, selain jembatan yang putus, jalan selebar 5 meter juga mengalami kerusakan. ”Untuk itu, agar warga tidak perlu memutar cukup jauh, maka pemerintah membangun kembali jembatan itu,” ujarnya. Bahkan, bila sebelumnya hanya berupa jembatan dari bambu, kini jembatan diganti dari beton. ”Luas jembatan sekitar 3,5 meter x 10 meter, namun untuk plengsengan yang ada di jembatan sepanjang 30 meter,” kata Djuwarto, kepala Dinas PU Binamarga. Dijelaskan, sebelum membangun jembatan dengan dana bencana, pihaknya harus membendung saluran terlebih dahulu. ”Selanjutnya, jalan yang sudah berubah menjadi saluran diuruk menggunakan batu besar dengan menggunakan alat berat. Panjang jalan yang berubah menjadi sungai sepanjang sekitar 150 meter,” katanya. (jum/wah/jpnn)

LUMAJANG – Ratusan warga Desa Pandan Arum, Kecamatan Tempeh, Lumajang, bersama dengan penambang pasir tradisional di aliran lahar Gunung Semeru Sungai Sumber Mujur kemarin berunjukrasa. Mereka menolak alat berat yang menambang pasir di sungai tersebut. Bahkan, warga nyaris bentrok dengan pengelola atau pendukung alat berat tersebut. Alat berat backhoe tersebut, menurut Jaelani, salah seorang penambang pasir tradisional galian C, sudah berada di

sungai tersebut sejak tiga hari terakhir. Para penambang tradisional merasa dirugikan dengan adanya alat berat tersebut. ”Pembeli memilih pasir yang diambil oleh bego (backhoe, red),” ujarnya. Dari segi pendapatan pun, pihaknya mengaku berkurang drastis. Selain itu, jelas dia, penambang tradisional yang dibawahnya juga tidak mendapatkan pasir yang bagus. Pasalnya, saluran air sungai yang membawa pasir yang biasa ditambang oleh warga, ditutup oleh alat berat tersebut.

Demo warga kemarin dimulai saat warga sudah tampak berduyun-duyun di sekitar Sungai Mujur sejak pagi. Mereka berkumpul di JLS Lumajang, tepatnya di jembatan belum jadi antara Desa Selok Anyar, Pasirian dan Desa Pandan Arum, Tempeh. Kebetulan, sungai tersebut merupakan batas kedua desa tersebut. Bukan hanya itu, sebelum berangkat, warga juga sempat mencegat truk yang hendak masuk ke Sungai Mujur untuk mengambil pasir. Selain itu, warga juga menyandera alat berat ini dan dibawa ke

bantaran sungai menuju Desa Selok Anyar Kecamatan Pasirian. Selanjutnya, warga berunjukrasa di Balai Desa Selok Anyar yang dianggap warga mengizinkan dan mengambil keuntungan dari adanya alat berat tersebut. ”Karena truk yang mengambil pasir dari alat berat lewat sana (Desa Selok Anyar, red),” ujarnya. Warga menduga, pihak desa Selok Anyar mendapatkan hasil bagian karena mengizinkan penambangan pasir dengan alat berat tersebut. (ram/wah/jpnn)

Membandel, Bisa Didenda Rp 50 Juta Satpol PP Gencar Tertibkan PKL Nakal JEMBER – Satpol PP Jember mengisyaratkan akan menindak tegas para pedagang kaki lima (PKL) nakal. Satpol PP akan menegakkan Perda No 6 Tahun 2008 tentang Penataan PKL. Jika tetap membandel, PKL akan diadukan ke aparat hukum. Konsekuensinya, PKL bisa diancam dengan hukuman lumayan berat. Bagi PKL yang dinilai melakukan pelanggaran berat bisa didenda hingga Rp 50 juta dan kurungan enam bulan penjara. ”Sanksi maksimal (denda, Red) Rp 50 juta dan kurungan 6 bulan,” ungkap Kasatpol PP Jember

Sunjoto kemarin. Karena itu, satpol PP akan terus bergerak menertibkan PKL di kawasan kota. Kemarin puluhan petugas satpol PP menertibkan PKL nakal yang berada di jalur segitigas emas. Penertiban juga diperluas hingga di seputar kampus Universitas Jember (Unej). Sunjoto mengakui, pihaknya akan terus melakukan penataan PKL. Bagi PKL yang nakal akan akan ditertibkan dengan paksa. ”Penertiban akan dilakukan rutin di kantong-kantong PKL. PKL akan terus kami tata,” ujarnya. Penertiban paksa, menurut dia, dilakukan jika PKL tidak mengindahkan surat peringatan ketiga dari satpol PP.

”Tindakan dimulai dari penyampaian surat peringatan (SP3). Jika tidak diindahkan, baru ditertibkan,” ungkapnya. Kini, satpol PP panen rombong PKL hasil penertiban. Banyak barang bukti (BB) dari PKL menumpuk di kantor Satpol PP Jember. Dia menegaskan, dalam waktu dekat satpol PP akan melakukan registrasi terhadap para PKL di kawasan kota. ”Ke depan akan ada registrasi. Sudah terlalu banyak PKL yang mengganggu kepentingan dan fasilitas umum,” tegasnya. Karena itu, dia mengimbau agar PKL manaati aturan yang ada. Yang jelas, kata dia, anggotanya akan melakukan penertiban setiap hari. (aro/jum/har/jpnn)

RADAR JEMBER/JPNN

PENERTIBAN DIPERLUAS: Jika tidak mau ditertibkan, para PKL di Jember akan diadukan ke aparat penegak hukum.

Nurhadi ’Memed’, dari Kegelisahan dan Kecintaannya pada Alam

Menanam Pohon Tak Perlu Menunggu Ada Proyek Apa bentuk syukur kita kepada Tuhan atas udara yang kita hirup, air yang kita teguk, jiwa yang selamat dari bencana serta kemurahan alam lainnya selain berbuat sesuatu untuk kelestarian alam? EKO SETIA BUDI, Jember TENTU, kehidupan menghadirkan banyak pilihan. Dari sekian banyak pilihan itu, Nurhadi telah memilih untuk bekerja dalam sunyi, di tandusnya gunung, di rusaknya rimba. Menyerahkan hidupnya sebagai abdi bagi keberlangsungan alam. Pakaian sederhana serta rambut dan cambangnya yang panjang kian menegaskan hidup yang menjauh dari kemapanan. Memed, begitu dia lebih dikenal. Di kalangan pencinta lingkungan, sering pula dia dipanggil Stres. Sementara sebagian lainnya me-

manggilnya Mbahe Argopuro. Tentu itu bukan panggilan ejekan. Tapi lebih kepada ungkapan sanjungan untuk menjelaskan betapa ‘gila’ dan luar biasanya Memed dalam menjaga kelestarian alam. Semua kegilaan Memed berawal ketika usianya masih 13 tahun, saat masih duduk di bangku kelas satu SMP. Di usia sebelia itu, kegelisahan akan kelestarian alam telah muncul dalam dirinya. Memed sudah memiliki kekhawatiran beberapa tumbuhan akan punah. Kekhawatiran yang terbukti kelak di masa depan. Kala itu, Memed kecil telah memilih hidup berbeda dengan anakanak seusianya. Di saat yang lain masih senang bermain, dia lebih senang menanam dan merawat pohon di samping rumahnya. Tak butuh waktu lama, halaman rumah di Jalan Teratai itu telah penuh dengan aneka tumbuhan. Kedua orang tuanya, Alm. Suda’I dan Ipit Siti Indari sempat khawatir dengan tingkahnya itu. ”Keluarga saya kan keluarga montir otomotif. Jadi mereka kaget.

RADAR JEMBER/JPNN

PEDULI ALAM: Memed menunjukkan bibit pohon yang akan dia tanam.

Akhirnya saya hanya katakan pada mereka, saya takut terjadi kepunahan spesies,” kenang pria kelahiran 15 Mei 1973 ini. Penjelasan yang tentu tak sepenuhnya memaklumkan hati kedua orang tuanya itu. Na-

mun Memed begeming. Dia jalan terus. Seiring waktu, ketertarikannya kepada alam semakin menguat. Memed mulai sering keluar masuk hutan. Khususnya di lereng selatan

Pegunungan Argopuro. Saat itulah, kekhawatirannya terbukti. Banyak jenis pohon yang mulai langka. Salah satunya adalah bingkes, pohon dari jenis beringin. Penyebabnya sebagian besar karena ulah manusia. Penebangan liar membuat banyak pohon yang musnah. Melihat itu, hatinya bergemuruh. Memed marah. Dia merasa orangorang tak mengerti betapa pentingnya pohon-pohon itu untuk menjaga ekosistem alam. ”Pohon itu penting untuk ekologi. Pohon bisa menjaga kelembapan tanah. Sehingga ketersediaan air tetap terjaga,” katanya. Memed hanya seorang lulusan SMP. Dia bukan seorang penguasa yang cukup tunjuk tangan agar niatnya terkabul. Dia pun bukan peneliti yang punya banyak teori tentang ekologi. Namun, atas kemarahannya itu, terucap ikrar dalam dirinya untuk berbuat. Melestarikan alam dengan apa yang dia bisa, dengan keringatnya sendiri kalau perlu. Sejak saat itu, Memed rajin mem-

bawa bibit tumbuhan dari hutan, kemudian dia tangkarkan di rumahnya. Setelah siap ditanam, bibit itu kemudian dia kembalikan ke habitatnya. Khususnya di daerah-daerah rawan longsor di lereng selatan Argopuro, seperti gunung Pasang, Gunung Kerincing serta gunung Sawut. Untuk melakukan itu, Memed tak menunggu siapa-siapa. Tak harus ada seremoni atau peresmian. Tak perlu menunggu proyek bernilai rupiah dari pemerintah. Ditanamnya aneka bibit pohon hutan itu seorang diri. Tanpa bayaran. Beberapa kali, khususnya seusai banjir bandang Panti terjadi, kegiatan reboisasi memang lebih sering dilakukan pemerintah maupun LSM. Namun bagi Memed, reboisasi itu tak ubahnya menanam bencana kembali. Bagaimana tidak, pohon yang ditanam lebih berupa tanaman produksi, seperti sengon atau mahoni. ”Pernah digalakkan menanam trembesi, tapi justru kenapa di pinggir jalan. Akhirnya hanya jadi komoditas politik,” keluhnya. (jpnn)


6

Selasa 31 Mei 2011

Omzet Expo Tembus Rp 800 Juta

KULINER

Bisnis Jamur Makin Cerah BANYUWANGI–Bisnis jamur makin menggiurkan. Peluang usaha dan segmen pasar saat ini masih terbuka cukup lebar. Penggemar makanan berbahan baku jamur juga tinggi. Kalangan anak-anak hingga dewasa cukup doyan camilan jamur. Bukan itu saja, jamur tiram memiliki berbagai manfaat. Sebagai makanan, jamur tiram bisa menurunkan kolesterol. Bahkan bisa menjadi antibakterial dan antitumor. “Jamur tiram ini memiliki manfaat kesehatan. Di antaranya, dapat mengurangi kolesterol, lemah jantung, serta beberapa penyakit lainnya,” ungkap Andreas, pengusaha jamur di Pakis, Banyuwangi. Beragam sajian mulai kripik, tongseng, hingga sate, pun bisa diolah dari bahan dasar jamur. Seperti warung Mbak Tina di Jalan Kepiting, Banyuwangi, yang membutuhkan bahan baku jamur untuk menyajikan sate. Dalam sehari, dia membutuhkan 5 hingga 10 kilogram jamur tiram. Tak ayal, prospek bisnis jamur pun bisa terdongkrak omzetnya. Bila harga satu kilogram jamut tiram Rp 10 ribu, maka dalam sehari pendapatan pengusaha jamur mengantongi sedikitnya Rp 100 ribu. Nah, bagi pengolah makanan seperti Mbak Tina, satu porsi berisi hidangan 10 tusuk sate jamur dihargai Rp 10 ribu. Artinya, satu tusuk sate dibanderol Rp 1.000. Tidak heran, jika bisnis jamur benar-benar menguntungkan dan prospektif. Tidak hanya bagi petani jamurnya itu sendiri. Tetapi pengusaha olahan makanan dari jamur turut ketiban rezekinya. “Bisnis jamur kini bisa menguntungkan, karena pangsa pasarnya cukup terbuka lebar,” pungkas Andreas. (nic/irw)

GENTENG–Respons pe- ngunjung itu, lanjut dia, juga ngunjung dalam Genteng berimbas pada omzet pameExpo 2011 sangat baik. Meski ran. Selama pameran bersudah berjalan seminggu, jum- langsung, omzet diprediksi lah pengunjung terus me- mencapai Rp 800 juta. Omzet ningkat. Jumlah itu meningkat bisa bertambah, sebab pamesignifikan saat malam Minggu ran yang diadakan di Stadion (Sabtu malam, Red). Maron Genteng itu masih a“Malam Minggu kan berlangsung kemarin (28/5), sampai 5 Juni 2011. pengunjung sangat “Pameran ini ramai,” ungkap Dimasih lama,” rektur Liwa PraRupanya, Genteng tama, Harry, MA, Expo 2011 itu penanggung jawab mampu memberiGenteng Expo, kan sesuatu yang kemarin (30/5). beda. Mulai dari Harry mengatapengemasan acara kan, pengunjung hingga beraneka yang datang ke produk kerajinan DOK/RaBa Genteng Expo tak dan industri lokal Harry MA hanya berasal dari maupun luar daewilayah Genteng. Ada juga dari rah, yang disuguhkan di dalamwilayah Jajag, Kalibaru, Ben- nya. Harganya pun terjangkau. culuk, Srono, dan Muncar. Masyarakat tidak hanya bisa Tingginya pengunjung pame- berbelanja, dengan leluasa dan ran itu, imbuh dia, tidak lepas menyenangkan. Namun, juga dari beraneka ragamnya pro- bisa mendapatkan berbagai duk yang ditawarkan ke hiburan. Mulai dari anak-anak pengunjung. “Terutama harga hingga orang dewasa. “Untuk diskon selama pameran ber- besok malam, ada hiburan dari langsung,” ungkapnya. Orkes Melayu Sera dari SuraMeningkatnya jumlah pe- baya,” beber Harry. (ikl/*/irw)

EDY SUPRIYONO/RaBa

SIAP TEBANG : Sejak hari ini PG Wringinanom akan mulai menebang tebu untuk digiling.

Petani Cemaskan Randemen Tebu GALIH COKRO/RaBa

LEZAT:Mbak Tina siap menghidangkan sate jamur.

PANARUKAN–Pabrik Gula (PG) Wringinanom, hari ini (31/5) akan memulai penebangan tebu di lahan kebun rakyat. Jadwal itu mundur beberapa hari dari rencana yang semula dijadwalkan 23 Mei lalu. Sedangkan PG Olean sudah dimulai sejak kemarin (30/5). Beberapa hari ke depan, petani bakal ketar-ketir menunggu berapa hasil randemen tebunya. Randemen itulah yang akan menentukan, berapa banyak uang yang akan diterima petani dari PG. Selama ini, sebagian besar randemen tebu petani berkisar di angka 6. “Biasanya tiga sampai lima

hari pasca tebu masuk PG, baru ada kepastian hasil randemen,” ungkap H.A. Zuhri Nirwana, petani tebu Desa Alas Malang, Panarukan kepada RaBa, kemarin. Menurut Zuhri, penandatanganan naskah kerjasama antara Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR), PG, dan Pemkab Situbondo, cukup menjadi harapan petani, agar bisa mendongkrak perolehan randemen. Kini petani sudah mulai kembali bersemangat menanam tebu, dengan standar operasional prosedur (SOP). Sebab, di salah satu poin naskah kerjasama itu,

sebut dia, ada jaminan PG akan memberikan randemen bagus, jika petani mengelola tebunya sesuai SOP penanaman tebu. “Kalau dulu, petani malas mau menanam tebu sesuai SOP, karena hasilnya sama saja,” ungkap Zuhri. Diungkapkan, pada tahun 2011 ini PG Wringinanom akan menggiling 158 ribu ton tebu. Dengan kemampuan kapasitas 10.320 kwintal per hari, sebut dia, target 158 ribu ton tebu itu akan dilaksanakan selama 155 hari. “Produksi yang harus dipenuhi minimal 11 ribu ton gula,” bebernya. (pri/irw)

TOHA/RaBa

MEGAH: Perumahan Brawijaya Cefila Indah di Jalan Brawijaya siap huni.

BCI Siap Bangun Tahap Kedua BANYUWANGI – P ro sp e k pembangunan perumahan di Banyuwangi masih sangat tinggi. Itu dibuktikan dengan banyaknya pengembang, yang meraih sukses dalam penyediaan rumah. Salah satunya Perumahan Brawijaya Cefila Indah (BCI). Sukses membangun tahap pertama, perumahan yang berada di lokasi dalam Kota Banyuwangi itu kini merencanakan pembangunan tahap kedua. Meski demikian, beberapa unit sudah terjual. Manager Marketing Perumahan BCI Arifin Siregar mengatakan, tahap kedua ini pihaknya menawarkan tipe 36+, 36++, dan tipe khusus.

Harga rumah yang dijual hanya senilai Rp 60 juta. Arifin menjelaskan, perumahan BCI menjalin kerjasama dengan Bank BTN sebagai perbankan yang memberikan kredit. “Dengan harga jual Rp 60 juta, uang muka Rp 7,5 juta, angsuran Rp 486.650, anda sudah bisa mendapatkan rumah di kawasan bebas banjir dan bernilai tinggi ini,” ungkap Arifin. Selama ini, lanjut dia, BCI dinilai sebagai salah satu perumahan yang layak huni. Salah satu alasannya, lokasinya yang berada di tengah kota. “Sehingga akses jalan dan fasilitas umum sangat mudah dijangkau oleh penghuni rumah,” tandasnya. (ikl/*/irw)


Selasa 31 Mei 2011

7

BERITA UTAMA HALAMAN SAMBUNGAN

Kembalikan Uang Tiket 14 Penumpang n PENERBANGAN... Sambungan dari Hal 1

Anggota DPRD Banyuwangi H.M. Hidayat adalah salah satu keluarga penumpang penerbangan tersebut. Kader partai Golkar itu mengantarkan istrinya ke Bandara Rogojampi pagi kemarin. Rencananya, Ny. Hidayat akan mengajar di sebuah perguruan tinggi negeri di Malang sekitar pukul 15.00. ‘’Jadi, dipastikan istri saya nggak mengajar. Benar-benar memalukan, masak penerbangan baru di-launching beberapa hari, pesawat sudah mengalami gangguan. Penumpang benar-benar dirugikan,”

ujar Hidayat di Bandara Rogojampi kemarin. Hidayat mengatakan, kejadian tersebut sangat memalukan masyarakat Banyuwangi. Sebab, sebagai alat transportasi baru di Banyuwangi, semestinya pihak maskapai memberikan layanan terbaik. Apalagi, sejak di-launching beberapa waktu lalu, animo masyarakat Banyuwangi untuk memanfaatkan moda transportasi udara tersebut cukup tinggi. ‘’Tapi kalau belum-belum layanannya sudah seperti ini, kan mengecewakan dan mengurangi kepercayaan masyarakat,” ujarnya. Dia menegaskan, kejadian

tersebut langsung dilaporkan kepada Bupati Abdullah Azwar Anas yang baru saja mendarat dari Surabaya di Bandara Rogojampi pagi kemarin. Dikatakannya bahwa pesawat yang baru saja dinaiki bupati tersebut tidak bisa lagi mengangkut penumpang. ‘’Langsung saya sampaikan agar ditegur. Tadi saya ketemu di gedung DPRD,” tutur Hidayat. Sementara itu, Kepala Bandara Rogojampi Andi Hendra mengatakan, pesawat Fokker50 tersebut memang tidak bisa membawa penumpang karena alasan teknis. Saat melakukan penerbangan dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya,

ke Banyuwangi, pesawat tersebut bisa terbang dengan lancar. ‘’Namun, ketika mendarat di Banyuwangi, bagian teknis bilang ada gangguan,” katanya saat dikonfirmasi ponselnya kemarin. Lantaran gangguan teknis tersebut, pihak maskapai Sky Aviation memutuskan membatalkan keberangkatan penumpang jurusan Banyuwangi-Surabaya dan Banyuwangi-Denpasar. ‘’Jadi pesawatnya balik lagi ke Surabaya tanpa penumpang untuk perbaikan,” ujarnya. Meski mengaku tidak tahu persis gangguan teknis yang dialami pesawat, tapi Andi men-

Minta Bantuan Petugas Keamanan ... n MAHFUD... Sambungan dari Hal 1

Selain kedua tokoh tersebut, lanjut Syaiful, tokoh nasional lain yang juga akan hadir adalah Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Pertahanan

Purnomo Yusgiantoro, dan Menko Kesra Agung Laksono. “Untuk Menpora Andi Mallarangeng kayaknya tidak bisa datang,” sebutnya. Untuk menghadapi acara ini, panitia KBK GP Ansor menggelar pertemuan dengan Muspi-

da Banyuwangi. Selain bupati, kapolres, dandim, danlanal, Satpol PP, juga hadir. “Untuk pengamanan, kita memang minta bantuan dari petugas keamanan,” jelasnya. Selain petugas keamanan, sedikitnya 500 anggota Banser

juga akan dikerahkan. Pasukan Banser akan disiagakan selama kegiatan berlangsung mulai 2 hingga 4 Juni 2011. “Meski dilaksanakan GP Ansor, tapi KBK ini milik kita semua,” ungkapnya. (abi/ bay)

Belum Mempelajari Laporan ... n MASALAH... Sambungan dari Hal 1

Oleh karena itu, Suparmin bersama anggota LSM lain memilih jalur hukum dengan cara melaporkan kasus itu ke pihak berwenang. ‘’Kami memang sengaja melaporkan kasus ini,’’ bebernya. Dalam laporan ke kejaksaan, Suparmin didampingi Mis-

wanto dari APRB, Arifin sebagai salah satu anggota KPPH, dan Saniman dari LSM KPR. Sementara itu, pihak PLN belum bisa dikonfirmasi terkait laporan ke kejaksaan tersebut. Hanya saja, petugas PLN yang bernama Adi mengaku belum mempunyai kapasitas dalam merespons dan menanggapi laporan tersebut. ‘’Saya tidak berwenang me-

nanggapi laporan itu, dan belum mempelajari laporan itu. Senin mungkin bapak General Manager akan menjelaskan,’’ ujarnya kemarin. Seperti diberitakan sebelumnya, empat warga pelanggan warlis dari Dusun Sumberjambe, Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, melayangkan gugatan class action di Pengadilan Negeri Banyu-

wangi. Selain menggugat kantor PLN Jajag, Kecamatan Gambiran, warga juga menggugat PLN Pusat Jakarta dan PLN Banyuwangi. Keempat pelanggan warlis yang melayangkan gugatan tersebut adalah Untung, 34, Sutego, 40, Suratemo, 64, dan Paijo, 61. Semua penggugat tinggal di Dusun Sumberjambe, Desa Temurejo. (ton/bay)

Eks Lahan Bengkok Bukan Hak Kades n ANGGAP... Sambungan dari Hal 2

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan pengurus LKMD Karangrejo, Moch. Hamim Syaroni, kembali menjalani sidang di Pengadilan Tindak

Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya Jumat kemarin (27/5). Warga Jalan Ikan Sepat 20 itu diduga merugikan keuangan negara Rp 179 juta. Sebab, Hamim diduga menyewakan eks tanah kas desa (TKD) untuk kepentingan sendiri. Dalam sidang

tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Hamim agar dihukum 3,5 tahun dan denda Rp 50 juta. JPU juga menuntut agar terdakwa membayar uang pengganti Rp 179,054 juta. Tuntutan tersebut dibacakan tim JPU yang dipimpin jaksa

Doddy Susanto di hadapan majelis hakim Supriyono. Menurut jaksa, semasa menjabat menjadi pengurus LKMD Karangrejo, terdakwa diduga telah menyewakan eks TKD kepada beberapa orang tanpa izin pemerintah. (ton/bay)

duga hanya gangguan ringan. Buktinya, pesawat tersebut bisa terbang balik ke Surabaya dengan lancar. ‘’Kemungkinan gangguannya ringan. Tetapi, karena memperhatikan keselamatan penumpang, keberangkatan penumpang terpaksa dibatalkan,” jelasnya.

Sambungan dari Hal 1

Deretan ucapan bela sungkawa dan turut berduka berjejer rapi di tepi gedung hingga pelataran dan tempat parkir yang cukup luas. Pada ucapan itu, tertulis turut berduka atas meninggalnya Njoo Khing Kie alias Mardjoeki yang telah meninggal pada 23 Mei 2011. “Bapak meninggal tepat pukul 18.25,” ujar Feryanto Njoo, putra ketiga Njoo Khing Kie. Bagi Feryanto, bapaknya yang rencananya akan dikebumikan pada 1 Juni 2011 mendatang di Pemakaman Kaliputih Lama, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, itu merupakan sosok pekerja keras. “Bapak mulai dari nol. Juga pernah jatuh-bangun dalam membangun usahanya,” kata pemilik Kalisari Dept. Store, Genteng, itu. Njoo Khing Kie lahir 93 tahun lalu di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru. Kedua orang tuanya adalah pendatang dari Tiongkok yang menyeberang ke Indonesia dan menetap di depan Stasiun KA Kalibaru. Sejak tahun 1925, mereka pindah ke Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. “Bapak lahir di Kalibaru,” jelasnya. Selama berada di Genteng, Njoo Khing Kie membuka usaha kecil-kecilan. Lokasinya, kini toko Kalisari Mas di pertokoan depan Pasar Genteng. “Kalisari itu baru ada pada 1966. Awalnya toko Sindin, Sanarita,

Gentong, dan toko Rela,” ungkapnya. Saat tinggal di Kecamatan Genteng, almarhum bukan hanya membuka toko. Saat perang revolusi itu, Njoo muda juga membantu penuh perjuangan rakyat melawan penjajah Belanda. Perjuangan itu diteruskan hingga masa penjajahan Jepang. “Juga ikut membantu kebutuhan logistik,” cetusnya. Lantaran perjuangannya bersama rakyat, Njoo setelah kemerdekaan menjadi anggota veteran RI. Hingga saat ini seragam veteran itu masih tersimpan rapi. “Pakaian veteran kita masukkan dalam kotak jenazah itu, tapi topinya tertinggal,” jelas Feryanto sambil menunjukkan topi veteran kuno yang masih ada pin bertuliskan VRI (Veteran Republik Indonesia). Meski sebagai pejuang dan menjadi anggota veteran, Njoo tidak pernah mau menerima bintang jasa. Bahkan, juga tidak mau mengurus keanggotaan LVRI untuk mendapat uang pensiun dari negara. “Katanya berjuang itu hanya untuk kemerdekaan Indonesia,” cetusnya. Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, bapak lima putra dari dua kali pernikahannya itu lebih senang membuka usaha toko. Usaha tersebut pernah bangkrut saat terjadi penjarahan besar-besaran pada tahun 1966. “Toko rusak, isinya habis semua,” terang Ente Sase, putri Njoo Khing Kie. Saat terjadi penjarahan, hampir tidak ada

barang yang bisa diselamatkan. Saat itu, jelas dia, yang diamankan oleh almarhum hanya daftar bon atau utang. “Yang dibawa bapak hanya daftar utang, lainnya ditinggal semua,” jelasnya. Di saat kondisi mereda, Njoo mendatangi orang yang pernah mengutanginya itu. Meski tidak mau dibayar, tapi almarhum tetap berusaha membayar meski banyak yang dibayar secara diangsur. “Kata bapak, setiap utang harus dibayar, dan ini yang ditanamkan pada anak-anaknya,” cetusnya. Dalam mendidik anak, terang dia, orang tuanya meminta dalam bekerja harus serius dan tidak boleh berspekulasi. Bila ada masalah, hendaknya mengalah. “Mengalah bukan berarti kalah, jadi bapak memang tidak mau konfrontasi,” katanya. Saat masih sehat, almarhum mewantiwanti semua anaknya agar selalu berbuat baik kepada siapa pun. Baginya, banyak teman lebih baik ketimbang banyak musuh. “Hingga sebelum meninggal, bapak selalu aktif membaca koran Jawa Pos lho,” sebutnya. Lantaran kegemarannya membaca koran, selama di persemayaman, keluarganya selalu menyediakan koran Jawa Pos di dekat kotak jenazah. Koran itu diganti setiap hari. “Kalau ada berita Kalisari di Jawa Pos (Radar Banyuwangi), bapak senang banget dan selalu ditunjuk-tunjukkan,” paparnya. (bay)

Atas tawaran tersebut, sepuluh calon penumpang jurusan Banyuwangi-Surabaya sepakat melanjutkan perjalanan darat menggunakan travel. Untuk 14 penumpang jurusan Surabaya dan Denpasar meminta pengembalian uang tiket utuh. (azi/bay)

Berbeda karena Ekornya Buntung ... n PAWANG... Sambungan dari Hal 1

Pada malamnya, mereka melakukan ritual dengan menyalakan dupadisemuapenjurulingkungan. Dengan seksama dan penuh ketenangan, tiba-tiba ular piton itu muncul dari arah utara. Setelah itu, pawang ular Partika

Budi Santoso langsung bergegas dan menangkap ular itu. ‘’Kami bisa menangkap ular itu dengan didahului ritual,’’ ujar Imam, sesepuh warga setempat. Menurut Imam, ular piton di Pulau Santen itu berbeda dengan yang lain. ‘’Ekor ular ini buntung,’’ terangnya. Imam menambahkan, ter-

tangkapnya ular piton itu setidaknya bisa mengurangi kekhawatiran warga. Meski begitu, diduga masih ada seekor ular yang berukuran lebih besar yang masih berkeliaran di sana. ‘’Di sini masih ada satu lagi yang lebih besar. Dalam waktu dekat kami akan berusaha menangkapnya,’’ janjinya. (ton/bay)

Masukkan Surat Hari Ini n LAPORAN... Sambungan dari Hal 2

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (AP2TKI) Cabang Banyuwangi, Prajitno

Soejono, menegaskan bahwa H soetrisno yang disebut sebagai penyalur TKI di Kecamatan Wongsorejo itu tidak masuk dalam anggota AP2TKI. ‘’Dia tidak ada dalam asosiasi ini,’’ tegas lelaki asal Rogojampi itu.

Dalam kesempatan itu, Prajitno membantah pihaknya menuding ada oknum aparat yang bermain mata dengan H. Sutrisno. Dia menyatakan tidak menyampaikan tudingan tersebut. (ton/bay)

Pasang Angka 4 di Bodi Truk n DUA PEMALAK... Sambungan dari Hal 8

Setelah kami tindak lanjuti, ternyata informasi tersebut benar. Terbukti, kami berhasil mengamankan dua pelaku,” ujar Anang. Sementara itu, saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Panarukan kemarin (30/5), Bagus Eko mengaku baru dua bulan menjadi preman para pengemudi truk. “Saya tidak memeras para sopir. Kami hanya memungut uang jasa pengamanan yang besarnya sudah disepakati

sopir tersebut,” kilahnya. Pria yang mengaku pernah bekerja sebagai juru tulis keluar-masuk barang di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, itu mengungkapkan, setiap truk yang sudah ditempeli stiker bertuliskan MR wajib menyetor uang jasa pengamanan yang besarnya mencapai Rp 50 sampai Rp 100 ribu per bulan. Sebelum aksinya terpergok aparat, komplotan yang satu ini diduga kuat telah melakukan pemerasan terhadap sopir truk bernopol S 8649 US, Sutikno, warga Jombang. Saat melapor

kepada polisi, Sutikno mengaku dipepet dan dicegat dua orang. Usai memeras, kedua pelaku memasang stiker bertuliskan angka 4 di bodi truk bermuatan batako tersebut. Dikonfirmasi di markasnya kemarin (30/5), Kapolsek Panarukan AKP Supadi mengaku masih berupaya melakukan pengembangan kasus tersebut. “Untuk itu, sampai saat ini (kemarin), kedua tersangka masih menjalani proses penyidikan intensif,” ujar kapolsek melalui Kanitreskrim Aiptu Makhrus. (sgt/als)

KADAR GULA DARAH NORMAL, FAUZAN SIAP TOURING KEMANAPUN

Gemar Membaca Koran Jawa Pos ... n ANGGOTA...

Sebagai ganti, lanjut Andi, pihak maskapai memberi dua pilihan kepada 20 penumpang jurusan Surabaya dan empat penumpang jurusan Denpasar. Opsinya adalah uang tiket dikembalikan utuh, atau tetap berangkat melalui darat menggunakan travel.

H. Ahmad Fauzan Sigit Raharjo kini tahu bagaimana mengatasi diabetes yang 2 tahun ini mengganggu kenyamanan hidupnya, “Setelah minum Gentong Mas secara rutin selama 2 bulan, kini saya sehat, penglihatan jadi normal, kadar gula darah turun menjadi 176 mg/dL, vitalitas normal dan sekarang saya siap touring kemana pun.” Terang pria berusia 46 tahun tersebut dengan gembira. Diabetes adalah peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik yang sifatnya absolut maupun relatif atau resistensi reseptor insulin. Diabetes melitus sangat erat kaitannya dengan mekanisme pengaturan gula normal. “Dulu... Kadar gula darah saya di atas 370 mg/ dL. Kalau sudah

tinggi, saya jadi mudah mengantuk, badan lemas tidak bergairah, penglihatan menjadi kabur, vitalitas menurun dan sering kencing ketika malam.” Jelas ayah 4 orang anak tersebut. Sebenarnya, banyak bahanbahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai obat, namun masyarakat kita yang pada umumnya memiliki ketergantungan tinggi pada obat kimia untuk menyembuhkan penyakitnya, banyak yang belum mengetahui manfaat dari obat alami tersebut. Padahal, obat alami itu tanpa efek samping. Itulah yang dirasakan oleh wirausahawan tersebut yang kini mempercayakan kesehatannya pada pengobatan yang alami, “Dulu saya tergantung dengan obat kimia dan selalu ke dokter tapi sekarang tidak lagi! Apalagi Gentong Mas itu terbuat dari bahan-bahan yang alami dan memiliki indeks glisemiks yang rendah, membuat saya makin percaya.” Ungkap pria yang berdomisili di Kebaman, Srono, Banyuwangi, Jawa Timur tersebut. Gentong Mas adalah minuman kesehatan herbal alami dengan bahan utama Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) yang terbukti manfaatnya bagi penderita dari berbagai penyakit, termasuk diabetes. Habbatussauda dipercaya da-

pat meningkatkan fungsi insulin dan mengurangi resistensi reseptor insulin, sedangkan Gula Aren berperan dalam optimalisasi kerja reseptor insulin. Gentong Mas juga mengandung Chromium yang efektif memperlancar metabolisme gula darah dan mengatur kepekaan sel terhadap insulin sehingga meringankan kerja pankreas. Selain itu, indeks glisemik dalam Gentong Mas yang sangat aman bagi kesehatan yaitu hanya 35 (aman jika indeks glisemik dibawah 50), mampu menjaga dan merawat pankreas agar tetap berfungsi dengan baik. Meski demikian, untuk mendapatkan hasil maksimal, disarankan untuk mengatur pola makan, olahraga, pengaturan berat badan seideal mungkin, diet rendah lemak, kontrol stress, dan menghindari rokok serta alkohol. Dengan aturan penggunaan yang tepat, manfaat bagi kesehatan dan kelezatan rasanya membuat semakin banyak masyarakat yang mengkonsumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan silahkan hubungi: 085 234 39 8441. Banyuwangi: 085 234 398 441. Situbondo : 082143391646 D e p k e s : P IRT.812.3205.01.114


8

Jawa Pos-nya Kota Santri

Selasa 31 Mei 2011

Dua Pemalak Jalanan Takluk

LEGISLASI

Ketua Bisa Usulkan PAW SITUBONDO – Anggota DPRD yang partainya menjadi penyokong bupati, kini tidak lagi mendapat perlakukan istimewa dalam pelaksanaan Penggantian Antar Waktu (PAW). Sebab, jika bupati tak memproses dalam waktu yang telah ditentukan, maka ketua DPRD bisa berangkat sendiri untuk menyampaikan usulan pemberhentian kepada gubernur. Hal itu kemarin disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur Andre Dewanto saat sosialisasi UU no 2/2011 tentang tata cara pemberhentian dan PAW serta pemberhentian sementara anggota DPRD di rumah makan Restu Situbondo. “Jadi, undang-undang kita ini sudah semakin bagus,” terang Andre, di depan para peserta. Menurut dia, paling lama tujuh hari sejak diterimanya usulan pemberhentian anggota DPRD, maka pimpinan DPRD menyampaikan usulan pemberhentian itu kepada gubernur melalui bupati atau wali kota. Itu dilakukan untuk memperoleh peresmian pemberhentian. Selanjutnya, bupati/walikota juga diberi waktu tujuh hari untuk menyampaikan usulan pemberhentian itu kepada gubernur. Jika selama waktu itu bupati/walikota tak menyampaikan, maka ketua DPRD bisa berangkat sendiri untuk menyampaikan usulan pemberhentian kepada gubernur. Kata Andre, gubernur diberi waktu paling lambat 14 hari setelah diterimanya usulan pemberhentian untuk memberikan jawaban. “Kecuali pemberhentian anggota DPRD karena dinyatakan bersalah oleh pengadilan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap,” imbuhnya. Khusus kasus semacam itu, maka anggota DPRD yang melakukan tindak pidana dengan ancaman hukuman lima tahun atau lebih berlaku sejak tanggal putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. “Ini sesuai dengan pasal 384 UU 27/2010, pasal 103 PP 16/2010, dan pasal 09 per-KPU 22/2010,” ujar Andre. (pri/als)

SIGIT HARIYADI/RaBa

PREMANISME: Dua tersangka pemalak sopir truk dikeler ke Mapolsek Panarukan kemarin (30/5).

PANARUKAN - Dua anggota kawanan bajing loncat tertangkap tangan anggota Patroli Jalan Raya (PJR) saat sedang melancarkan aksi di Jalan Raya Pantura. Tepatnya, di Desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan, kemarin (30/5). Kedua penjahat jalanan yang sangat meresahkan para p e ng g u na ja l a n itu adalah Bagus Eko, 39, warga Kelurahan Pabean Cantikan, Kecamatan Perak Utara, Surabaya Utara ; dan Agus Setiawan, 27, warga Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Mereka ditangkap Minggu malam (29/5) saat memalak seorang pengendara truk yang sedang melintas di jalur utama yang menghubungkan BanyuwangiSurabaya tersebut. Saat itu, seorang personel PJR Jatim V Situbondo, Aiptu Anang melintas di sekitar lokasi kejadian. Sesampai di tempat kejadian perkara (TKP), Anang mendapati dua pengendara sepeda motor sedang berusaha memepet

truk. Seolah mereka hendak memalak pengemudi truk. Ti d a k i n g i n b e r t i n d a k gegabah, polisi yang satu ini memilih membuntuti truk bernopol S 9476 UG yang dikemudikan Suliyanto, 27, warga Kabupatan Mojokerto, itu. Seperti perkiraan Anang, selang beberapa saat kemudian, dua orang yang menunggang sepeda motor itu memaksa pengemudi truk bermuatan kelapa itu menepi. Mengetahui hal itu, personel PJR itu pun berinisiatif mendekati dua bandit jalanan tersebut. Tanpa basa-basi, keduanya langsung diborgol kemudian digiring menuju markas PJR di Kecamatan Panarukan. Kedua pelaku beserta sepeda motor Suzuki Smash bernopol W 6716 EG yang mereka gunakan untuk melancarkan aksi diserahkan ke Mapolsek Panarukan. “Kami mendapat informasi banyak masyarakat resah dengan pemalakan yang terjadi di wilayah Situbondo n  Baca Dua Pemalak...Hal 7

EDY SUPRIYONO/RaBa

SOSIALISASI: Ketua KPU Jawa Timur Andre Dewanto (kanan) didampingi Ketua KPU Situbondo Baino Ali Imron (tengah) dalam sosialisasi UU no 2/2011 kemarin.

Judi Kyu-Kyu di Lokasi Hajatan Diobrak

APA POLEH

Desak Stop Kunker DPRD SITUBONDO - Kunjungan kerja (kunker) yang dilakukan DPRD Situbondo selama ini dinilai hanya menghambur-hamburkan uang rakyat. Besarnya dana yang dikeluarkan tidak sebanding dengan manfaat yang diterima daerah. Zainuri Ghazali, Ketua Pergerakan Anak Manusia (PAM) Merah Putih mendesak agar anggota DPRD menghentikan kegiatannya tersebut. “Saya sangat setuju pemikiran Ketua DPC PPP (KHR. Ahmad Fawaid) yang sebelumnya mendesak agar kunker ke luar daerah, apalagi ke luar pulau, dihentikan,” katanya kemarin. Menurut Zainuri, tidak ada hasil signifikan yang dibawa anggota DPRD dari kunker ke luar daerah, selain menghambur-hamburkan uang rakyat. Bahkan, ada salah seorang anggota DPRD yang ditelepon, katanya kunker hanya untuk menghabiskan anggaran yang tersisa. Dia mengaku ingin tahu apa yang bisa dipertanggungjawabkan dan diberikan kepada publik dari kunker. “Beri contoh hasilnya apa? Kalau hanya masalah-masalah sepele, apa iya perlu melakukan kunker hingga ke luar daerah yang jauh,” pungkas mantan anggota DPRD Jatim itu. Apalagi, lanjutnya, sudah bukan rahasia di sela-sela kunker ada agenda rekreasi yang itu juga menjadi satu paket dari kunker. “Jadi, nol besar kalau beralasan ingin studi banding dan sebagainya,” tandas Zainuri. Dia mengajak LSM atau elemen masyarat lain berkumpul untuk meminta pertanggungjawaban kepada DPRD secara terbuka tentang kebiasan kunker. Zainuri juga berharap agar pimpinan partai melarang anggotanya melakukan kunker. “Sebab, nyata benar aktivitas itu hanya membuang uang rakyat. Kecuali kunker yang memang benar-benar dibutuhkan dan benar-benar dipertanggungjawabkan,” pungkas pria asal Jangkar tersebut. Sebelum berangkat kunker, kata dia, anggota DPRD bisa saja mengumpulkan elemen masyarakat untuk berdialog dan menjelaskan apa sebenarnya kepentingan melakukan kunker ke daerah tertentu. “Apa iya harus kunker ke daerah yang sangat jauh. Tidak ada di daerah tetangga? Ini kan perlu dipikirkan juga,” tandasnya. (pri/als)

EDY SUPRIYONO/RaBa

HAMBURKAN UANG: Zainuri Ghazali melakukan konferensi pers kemarin.

SIGIT HARIYADI/RaBa

TAKLUK: Hadi saat digelandang ke Mapolres Situbondo Sabtu malam lalu.

Hendak Dibekuk Polisi, Pengedar Trex Melawan SITUBONDO - Seorang tersangka pengedar obat keras jenis trihexyphenidyl (trex) diringkus jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Situbondo Sabtu malam (28/5). Kali ini tersangkanya adalah Sabta Hadi, 25, warga Perum Panji Permai Blok 12, Kecamatan Panji. Proses penangkapan pria yang mengaku sehari-hari bekerja sebagai makelar jual-beli handphone (HP) itu berlangsung menegangkan. Pasalnya, Hadi berupaya melakukan perlawanan saat petugas berusaha meringkusnya. Tidak hanya itu, pemuda yang sebenarnya sudah cukup lama menjadi target operasi (TO) Satreskoba itu juga sempat membuang barang bukti (BB) di tangannya. Awalnya, sekitar pukul 19.00, aparat yang melakukan pengintaian mendapati Hadi sedang melintas di sekitar Pasar Baru Mimbaan, Kecamatan Panji. Tidak ingin kehilangan jejak, seorang petugas mendekati tersangka yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor. Polisi yang satu itu berdalih menanyakan sesuatu kepada pemuda berbadan kekar tersebut. “Hal itu sengaja kami lakukan untuk mengulur-ulur waktu guna menunggu anggota yang lain,” ujar seorang personel Satreskoba. Singkat kata, beberapa menit berselang, empat anggota Satreskoba tiba di lokasi. Saat hendak diringkus, Hadi berontak. Sekuat tenaga dia melepaskan genggaman personel

yang memegang tangannya. Sambil berupaya kabur, dia juga membuang BB. Kejar-kejaran aparat dan tersangka mengundang perhatian warga yang saat itu sedang berbalanja di pertokoan Pasar Baru Mimbaan. Akhirnya petugas pun berhasil meringkus tersangka. Di saat hampir bersamaan, petugas lain berhasil menemukan BB yang dibuang tersangka. Tanpa banyak basa-basi, aparat langsung menggelandang Hadi ke Mapolres Situbondo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Saya terpaksa berjualan trex karena penghasilan saya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padahal, keuangan keluarga kecil kami juga dibantu oleh istri saya yang bekerja sebagai pelayan toko,” kilah Hadi. Sementara itu, Kasatreskoba AKP Priyo Purwandito membenarkan penangkapan seorang pengedar obat keras yang sebenarnya hanya boleh dikonsumsi atas resep dokter tersebut. “Dari tangan tersangka, kami berhasil mengamankan BB 20 butir trex,” ujarnya. Priyo menambahkan, pihaknya memang tengah gencar memerangi peredaran obat-obat berbahaya di wilayah hukum Polres Situbondo. “Sebab, peredaran obat berbahaya cukup meresahkan masyarakat dan berpotensi merusak generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (sgt/als)

PA N A RU K A N - Ja j a r a n aparat Polsek Panarukan terus melakukan pembersihan segala jenis penyakit masyarakat (pekat) di wilayah hukumnya. Buktinya, setelah berhasil mengamankan puluhan botol minuman keras (miras) jenis arak bali Sabtu malam (28/5) lalu, petugas blusukan ke daerah terpencil untuk mengobrak arena perjudian di rumah salah seorang warga yang sedang menggelar hajatan. Dalam obrakan itu, aparat berhasil menciduk Misradin, 42, warga Dusun Karang Malang, Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran. Dia diringkus ketika asyik bermain judi jenis kyu-kyu di Dusun Pathek, Desa Duwet, Kecamatan Panarukan. Ketika menjalani pemeriksaan di mapolsek, Misradin mengaku bermain judi menggunakan kartu domino itu bersama empat rekannya. “Mengetahui kedatangan polisi, saya dan teman-teman langsung kabur. Tetapi, hanya saya yang tertangkap, sedangkan yang lain berhasil lolos dari kejaran aparat,” ungkapnya. Selain menangkap tersangka, dalam penggerebekan yang berlangsung pukul 21.50 itu, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti (BB)

SIGIT HARIYADI/RaBa

PEJUDI: Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Misradin diamankan di Mapolsek Panarukan.

berupa satu set kartu domino dan uang tunai sebesar Rp 650 ribu yang ditengarai kuat menjadi objek pertaruhan. Sekadar diketahui, upaya polisi mengobrak arena perjudian itu dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat yang menyatakan ada sekelompok warga yang menggelar judi di sekitar rumah warga yang menggelar hajatan. Tidak ingin kecolongan, Kanitreskrim Pol-

sek Panarukan Aiptu Makhrus langsung memimpin anggotanya melakukan penggerebekan. Menurut Makhrus, semua pelaku perjudian sempat kabur saat aparat berusaha menangkap mereka. “Tetapi, kami langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Namun sayang, medan yang gelap menyulitkan upaya kami, sehingga hanya berhasil menciduk seorang pelaku,” ujarnya kemarin (30/5). (sgt/als)

Radar Banyuwangi 31 Mei 2011  

Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you