Issuu on Google+

SENIN 4 JULI

1

TAHUN 2011

GALIH COKRO/RaBa

BERSEMANGAT: Padhy, instruktur senam, memimpin gerakan peserta Radar Banyuwangi Aerobic Competition 2011 di Kampus Uniba Bumi Kertosari kemarin (3/7). Foto-foto lain lihat halaman 38.

Radar Aerobic Competition 2011 Heboh

BANYUWANGI - Ratusan peserta kejuaraan Radar Banyuwangi Aerobic Competition 2011 tampil luar biasa di hall Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba) Bumi Kertosari kemarin (3/7). Tidak tanggung-tanggung, kompetisi bergengsi itu diikuti sedikitnya 20 sanggar senam yang tersebar di seluruh penjuru Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan yang digelar dalam rangka hari

ulang tahun (HUT) Radar Banyuwangi ke-12 itu mampu menarik animo peminat olahraga senam. Acara yang juga diprakarsai Pengkab Persani Banyuwangi, Uniba, dan AISBI, itu mempertandingkan enam kategori. Enam kategori itu adalah

senam bersama, mix impact di bawah dan di atas 35 tahun, dangdut aksesori, beregu antarsanggar, dan final beregu. Kegiatan itu juga panen dukungan dari mitra kerja, seperti Resto Gama, Sakila, G-Sport, F1 Printing, Sophie Martin, RS Yasmin, Kharisma konvensi dan border komputer, serta Vis FM. Lomba dimulai pukul 09.00. Acara juga diselingi pemberian kue tart dari Pengkab

Laporan BAZ 2011 Kec. Cluring Penerimaan Dana ZIS Mei-Juni Rp 3.389.000 Pengeluaran Rp 306.000 Saldo Rp 3.083.000

ADA APA LAGI GALIH COKRO/RaBa

RINGKUS: Rahmad Hidayat diamankan di Mapolres Banyuwangi bersama pil dextro yang akan dijual.

Cokok Pengecer Pil Dextro

AGUS BAIHAQI/RaBa

Dua Pembobol Toko Diciduk LICIN - Dua pembobol toko diamankan aparat Polsek Licin dini hari kemarin (3/7). Mereka adalah Dadang, 19, warga Dusun Karangan, Desa/Kecamatan Licin, dan RH, 16, warga Dusun Krajan, Desa /Kecamatan Licin. Keduanya dicokok di rumahnya masing-masing. Kedua tersangka yang kini diamankan di mapolsek itu diduga telah membobol toko milik Ahmad Syafaat, 31, warga Dusun Krajan, Desa Licin. Toko yang dibobol maling itu berada di sekitar Pasar Licin. “Kerugiannya sekitar Rp 3 juta,” sebut Syafaat kepada polisi kemarin. Pencurian itu sebenarnya terjadi pada 21 April 2011 lalu. Kasus dan tersangka berhasil diungkap setelah polisi mendapat keterangan sejumlah saksi. “Kita terus menyelidiki kasus ini. Dari keterangan para saksi, pelakunya mengarah ke kedua tersangka ini,” terang Kapolsek Licin AKP Hery Subagio kemarin. Berdasarkan keterangan para saksi, polisi akhirnya menangkap kedua tersangka di rumahnya. Dari kedua tangan tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti (BB) uang Rp 60 ribu dan karung gula warna hijau. “BB kita amankan di polsek,” katanya n  Baca Dua...Hal 7

http://www.radarbanyuwangi.co.id

 Baca Radar...Hal 7

Sekolah Jangan Persulit

ZAKAT

DICIDUK: Kedua tersangka yang masih muda diamankan di Mapolsek Licin kemarin (3/7).

Persani, yang diserahkan Hj. Erna Samsul Hadi, kepada General Manajer Radar Banyuwangi A. Choliq Baya. Lomba aerobik itu dimulai dengan senam bersama yang diikuti ratuan peserta. Sambil mendengarkan lantunan tembang Lare Osing, peserta melakukan senam bersama sekaligus pemanasan sebelum bertanding n

MUNCAR - Rahmad Hidayat, 36, warga Dusun Sidomulyo, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, diringkus anggota satuan narkoba (Satnarkoba) Polres Banyuwangi kemarin. Diduga, dia adalah pengedar pil dextro yang tidak memenuhi standar persyaratan. Tersangka diamankan polisi saat menjaga tokonya di sekitar Pasar Sumberayu, Desa Sumberberas. Dari tangan tersangka, polisi menyita uang Rp 25 ribu dan 15 kantong plastik berisi pil dextro. “Setiap kantong plastik berisi 25 butir pil dextro,” ungkap Kasatnarkoba Polres Banyuwangi AKP Watiyo kemarin (3/7).

Menurut Watiyo, tersangka diringkus setelah ada informasi yang diberikan warga. Dalam laporan warga, pria itu disebut-sebut sering jualan pil dextro secara bebas. “Setelah kita lakukan penyelidikan, informasi itu ternyata benar,” katanya. Saat ditangkap di tokonya, tersangka masih menyimpan 15 kantong plastik berisi pil dextro. Rencananya, semua kantong plastik itu akan dijual kepada pelanggan. “Baru lima kantong yang terjual. Setiap kantong yang berisi 25 butir pil dextro itu dijual Rp 5.000,” sebutnya n  Baca Cokok...Hal 7

D TTersangka Data Pengecer Dextro Nama : Rahmad Hidayat Umur : 36 tahun Alamat : Dusun Sidomulyo, Desa Sumberberas, Muncar TKP : Toko di Pasar Sumberayu, Desa Sumberberas BB : Uang Rp 25 ribu dan 15 kantong plastik berisi 375 pil Sumber Satnarkoba Polres Bwi

Diminta Layani Pencabut Berkas BANYUWANGI - Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di perkirakan akan ramai hari ini (4/7). Para calon siswa yang posisinya sudah kritis di sejumlah sekolah menengah atas negeri (SMAN) favorit, bakal ramairamai mencabut berkas pendaftarannya. Mereka akan ganti mendaftar ke SMAN lain yang dinilai bisa menerimanya. Terkait masalah PPDB, Kepala Seksi (Kasi) SMA Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispendikpora) Kabupaten Banyuwangi Suhud, meminta panitia PPDB SMAN dan SMKN tidak mempersulit para calon siswa yang akan mencabut berkasnya. “Men-

cabut berkas untuk mendaftar ke sekolah di luar rayon, itu tidak masalah,” katanya kepada koran ini kemarin (3/7). Hanya saja, terang Suhud, PPDB menggunakan sistem online memungkinkan calon siswa mendaftar lagi di SMAN lain tanpa mencabut berkasnya. Bila posisinya dianggap sudah tidak aman atau kritis, calon siswa bisa mendaftar ke sekolah lain tanpa harus datang ke sekolah yang dituju. “Bilang saja pada panitia PPDB ingin mendaftar ke sekolah mana, nanti sudah akan diuruskan melalui sistim online ini,” terangnya. Tetapi, bila calon siswa atau wali murid merasa kurang yakin dengan PPDB sistem online, jelas dia, maka bisa mendaftar secara manual n  Baca Sekolah...Hal 7

Kreativitas Pemenang Senam Aerobik Dangdut Aksesoris

Aksesoris Kostum Memanfaatkan Bulu Sulak Ragam kreasi dan warna menghiasi kategori dangdut kreasi dalam Radar Banyuwangi Aerobic Competition 2011 di aula Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba), Kampus Bumi Kertosari, kemarin (3/7). Selain gerak gemulai, para peserta mengenakan beragam aksesoris yang mengundang perhatian. NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi MERIAH dan penuh warna-warni. Itulah kesan yang kali pertama muncul saat kejuaraan aerobik kategori dangdut aksesoris digeber. Selain busana yang berwarna ngejreng dan unik, hiasan beberapa peserta juga terbilang tidak lazim. Dandanan yang diperlihatkan peserta mungkin lebih identik dengan dandanan

karnaval. Tengok saja, bagaimana penampilan Budi Bonita. Peserta yang tinggal di Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi, itu bergaya dayak. Untuk memperkuat kesan khas suku asli Kalimantan tersebut, dia menggunakan rangkaian bulu sebagai hiasan kepala. Beberapa peserta lain sempat menyindir peserta yang akrab disapa Aming itu sebagai peserta Jember Festival Carnival. Selain bulu ayam yang dipasang memanjang di kepalanya, ornamen hiasan di kepalanya mirip mahkota putri negeri dongeng. Aksi cowok kemayu itu lebih mirip karnaval daripada kejuaraan aerobik. Kehebohan yang sama ditampilkan Dian Ekawati dan Irena Mustika. Kedua perempuan yang bermukim di Kelurahan Karangrejo dan Tukang Kayu, Kecamatan Banyuwangi, itu bergaya burung cinderawasih. Meski tidak seheboh Aming, penampilan Dian juga mirip peserta karnaval n  Baca Aksesoris...Hal 7

Sekolah jangan persulit pendaftar cabut berkas Tidak sulit asal ada kenangkenangannya…

2000 warga masih terdata ganda Tercatat berkelamin ganda tidak?

GALIH COKRO/RaBa

MENARIK: Aming tampil dengan kostum unik.

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


2

Senin 4 Juli 2011

CERMIN DIRI

Demi Kebangkitan Bulutangkis MULAI besok pagi pukul 10.00, kejuaraan kabupaten (kejurkab) bulu tangkis se-Banyuwangi akan digelar di GOR Graha Bhakti Sport Genteng. Even yang digelar Pengkab PBSI Banyuwangi untuk memeriahkan ulang tahun Radar Banyuwangi ke-12 bertujuan mencari atlet bulu tangkis masa depan. Sebagai buktinya, kejurkab bulu tangkis kali ini lebih banyak mempertandingkan kelompok umur. Kategori usia dini yang dipertandingkan adalah U-8, U-10, U-12, U-14, dan U-16. Sedangkan kelompok dewasa hanya ada dua kategori. Yakni tunggal dewasa putra dan ganda putra. Sementara tunggal putri dan ganda putri tidak dipertandingkan. Pembinaan atlet bulu tangkis memang harus terus digalakkan. Mengingat prestasi bulu tangkis nasional mengalami kemunduran tajam. Ini dibuktikan dengan hasil buruk pebulu tangkis kita dalam even Indonesia Open beberapa waktu lalu. Tak satu pun gelar juara berhasil direbut Taufik Hidayat dkk. Padahal, bulu tangkis merupakan satusatunya harapan rakyat Indonesia untuk meraih prestasi. Nah, kejurkab bulu tangkis yang digelar besok pagi di Graha Bhakti Genteng diharapkan mampu melahirkan pebulu tangkis handal di masa depan. Apalagi, dalam even tersebut didukung penuh oleh atlet nasional Alven Yulianto. Dialah satu-satunya pebulu tangkis asal Banyuwangi yang mampu menembus tim nasional. Diharapkan, dengan munculnya Alven di tengah-tengah atlet-atlet muda, mereka bisa termotivasi untuk lebih giat lagi dalam berlatih. Kejurkab di Graha Bhakti memang bukan satu-satunya ajang pembinaan. Sebab, pembinaan paling mengena adalah intens-nya kalangan klub dalam melatih para atletnya. Ajang kejurkab hanyalah sebagai wadah pembuktian, apakah proses latihan yang mereka lakukan di klub sudah mampu menelorkan hasil, ataukah justru sebaliknya. Di sinilah pentingnya peran kejurkab. Kejurkab akan menjadi tolok ukur keberhasilan atlet. Sehebat apapun atlet, jika tidak pernah mengikuti kejuaraan, maka dia tidak dianggap berprestasi. Karena itu, sangat wajar jika ketua PBSI Banyuwangi Rony Adi Dwi Ananta mewajibkan kalangan klub bulu tangkis untuk mengikuti kejuaraan yang digelar di GOR Graha Bhakti Genteng tersebut. (*)

BAGAIMANA INI

EDY SUPRIYONO/RaBa

BERLAYAR: Pasca pembongkaran dermaga lama, nelayan Panarukan kini tak memiliki tempat khusus untuk bersandarnya perahu-perahu penangkap ikan.

Nelayan Panarukan Butuh Jeti Pasca Pembongkaran Dermaga Lama

ABDUL AZIZ/RaBa

Jalan Prejengan Rusak ROGOJAMPI – Jalan menuju Pasar Rogojampi, tepatnya di Dusun Prejengan, Desa/ Kecamatan Rogojampi, rusak parah. Kerusakan jalan menuju stasiun Rogojampi itu diduga karena ramainya aktivitas bongkar muat truk yang muatannya melebihi tonase. Maklum hampir semua bangunan di tepi jalan tersebut merupakan gudang tempat penyimpanan barang para pemilik toko di pasar Rogojampi. “ Sudah lima tahun lamanya jalan ini rusak, tapi belum juga diperbaiki,” kata Hasyim, 69, salah satu pedagang di Pasar Rogojampi. Nanang Nurahmadi, tokoh masyarakat Rogojampi yang juga pemilik toko di sepanjang jalan tersebut mengaku, sering didesak masyarakat setempat untuk perbaikan jalan tersebut. Dia bahkan sudah beberapa kali mengajukan pada pemerintah desa dan kecamatan. Namun hingga kini masih belum juga terealisasi. ”Samping kanan kiri jalan ini sudah tersedia saluran drainasenya, kurang apa lagi,” ungkap Nanang. Nanang berharap pemerintah daerah bisa segera memperhatikan jalan yang ada di depan pasar Rogojampi tersebut. Karena jalur tersebut merupakan alur ekonomi di Kecamatan Rogojampi. (azi/aif)

rana penting dalam pelayaran di laut itu. “Sekarang sudah tak ada lagi. Bersandar di dermaga baru Pelabuhan Panarukan sulit. Dermaga baru dikhususkan untuk transportasi laut, bukan kegiatan nelayan,” ungkap bapak dua anak itu. Sebab itulah, sebelum membongkar dermaga lama, Pemkab Situbondo seharusnya sudah membuatkan sebuah jeti (semacam dermaga atau jembatan khusus yang menjorok ke laut) untuk nelayan Panarukan. “Minimal sama dengan masyarakat nelayan pesisir Besuki. Nelayan Panarukan benar-benar

nestapa,” ungkapnya. Diungkapkannya, akibat tidak ada tempat khusus bersandar kapal, nelayan Panarukan banyak yang disengat ikan. Bahkan, ada yang sampai pingsan. “Karena mau tak mau mereka harus turun ke laut saat tak ada jeti atau dermaga,” ungkapnya. Nah, untuk memperjuangkan agar jeti di pesisir Panarukan dibangun, Supriyono mengaku akan segera berkirim surat kepada bupati Situbondo. Termasuk, melakukan pertemuan langsung. ’’Semoga bupati bisa mendatangkan pihakpihak terkait,” harapnya. (pri/aif)

Desak Pembakar IMN Ditangkap Polisi Masih Siaga di Tumpang Pitu

BUTUH PERBAIKAN: Kondisi jalan di depan Pasar Rogojampi.

PANARUKAN – Dibongkarnya dermaga lama Pelabuhan Panarukan berdampak terhadap kenyamanan nelayan setempat. Mereka tak lagi memiliki dermaga khusus untuk merapatkan perahunya ke pantai. Yang paling ironis pada saat air laut surut. Nelayan harus menggotong ikan hasil tangkapannya hingga puluhan meter menuju pantai. Mereka juga harus melalui pasir berlumpur. Supriyono, tokoh masyarakat Pesisir Panarukan mengungkapkan, saat masih ada dermaga lama masih cukup terbantu. Mereka bisa menepikan perahunya di sa-

PESANGGARAN – Tujuh hari pasca pembakaran aset milik PT. Indo Multi Niaga (IMN), aparat kepolisian masih terus disiagakan. Dua kompi anggota Sabhara ditambah pasukan Brimob ma-

sih berjaga-jaga di sejumlah titik di kawasan Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran. Pimpinan Polres belum berani menarik pasukan karena situasi di kawasan Tumpang Pitu belum kondusif. Sementara itu, aksi pembakaran fasilitas milik PT IMN berupa alat bor dan sebuah tempat istirahat menuai keca-

ISTIMEWA

HANGUS: Basecamp PT. IMN di areal petak 78, Kampung 56, Desa/ Kecamatan Pesanggaran setelah dibakar massa, Kamis (28/6) lalu.

man dari Koordinator Konsorsium Demokrasi Banyuwangi (Kodeba), Suparmin. Dia menegaskan, bahwa aksi pembakaran yang dilakukan oleh sekitar seribu massa tak dikenal tersebut, merupakan bentuk pelanggaran hukum dan tidak bisa ditoleransi. Untuk itu, pihaknya mendukung sepenuhnya langkah kepolisian menegakkan hukum. ‘’Aktor intelektual dan penyandang dananya juga harus ditangkap,” desak Suparmin, kemarin Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar seribu massa melakukan aksi pembakaran terhadap fasilitas milik PT. IMN berupa sebuah alat bor dan basecamp di areal Petak 78 masuk Kampung 56, Desa/Kecamatan Pesanggaran. Saking banyaknya massa yang datang, aparat kepolisian dari Polsek Pesanggaran, tampak kewalahan menghadapinya, sehingga harus meminta bantuan pasukan ke Polres Banyuwangi. Sayang begitu bantuan pasukan datang, peralatanan milik IMN sudah ludes dibakar massa. (azi/aif) ADVERTORIAL PEMERINTAHAN

510 Guru Terima SK Pengangkatan PNS Bupati Minta Kasek dan Guru Perbaiki Kinerja BANYUWANGI – Sedikitnya 510 guru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan jabatan fungsional. SK tersebut diserahkan oleh Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas di Pendapa Shaba Swagata Blambangan beberapa waktu lalu. Ratusan guru yang menerima SK PNS terdiri dari 321 orang dari golongan III dan 279 orang golongan II. Guru

FOTO-FOTO: ISTIMEWA

JADI GURU YANG BAIK YA: Guru harus memenuhi 24 jam mengajar dalam satu minggu. Jika melanggar, sertifikasinya akan dicabut.

tingkat SMA/SMK sebanyak 96 orang, guru tingkat SMP 145 orang, guru SD 211 orang, dan guru TK 58 orang. Selain menyerahkan SK pengangkatan guru, Bupati juga memutasi dan mengangkat kepala sekolah (kasek) tingkat SD sebanyak 21 orang. Rinciannya, 9 orang dimutasi, sisanya diangkat menjadi kasek baru. Bupati berpesan agar guru dan kasek senantiasa memperbaiki kinerja sebagai pendidik. Mereka juga diminta untuk selalu produktif dalam melaksanakan

ABDI NEGARA BARU: Sebanyak 510 guru mendapat SK pengangkatan. SK diserahkan langsung oleh Bupati Anas di Pendapa Sabha Swagata Blambangan.

tugasnya. Seperti memenuhi kegiatan belajar mengajar dan tidak meninggalkan tugas di saat jam pelajaran. Khusus untuk guru yang telah memperoleh sertifikasi, Bupati berharap agar memaksimalkan kemampuannya dalam mengajar sesuai mata pelajaran yang dimiliki. Hal ini sebagai konsekuensi yang disyaratkan dalam pengajuan sertifikasi, bahwa setiap guru harus memenuhi 24 jam mengajar dalam satu minggu. “Jika tidak bisa memenuhi hal tersebut,

laporkan ke saya. Akan saya usulkan untuk dicabut sertifikasinya,” tegas Bupati Anas. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan ucapan selamat kepada guru-guru. Dia berharap dengan diterimanya SK pengangkatan dapat menjadi pemacu para guru untuk lebih semangat dalam mengajar. Selain itu, dapat menjunjung loyalitas dan dedikasi sebagai pendidik. “Teruslah berbenah diri dan bersyukurlah dengan apa yang diperoleh,” kata mantan anggota DPR RI itu. (ikl)

SERAHKAN SK: Dari kiri, Wabup Yusuf Widiyatmoko, Bupati Anas dan Sekkab Sukandi saat menghadiri acara penyerahan SK pengangkatan 510 guru.

Pemimpin Redaksi: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Agus Baihaqi, Abdul Aziz, Niklaas Andries, (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Mohammad Isnaeni Wardan Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: RodyaYuliani. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT Banyuwangi MENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 18.000/mmk, berwarna depan Rp 30.000/mmk, berwarna belakang Rp 27.500/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 30.000/baris, Lowongan: Rp 45.000/baris, Sosial: Rp 12.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


3

Senin 4 Juli 2011

210 Pesilat PSHT Ganti Sabuk Putih GENTENG - Sekitar 210 siswa pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Banyuwangi lulus ujian kenaikan tingkat dari sabuk hijau ke putih. Mereka telah mengikuti tes kenaikan tingkat di Lapangan Ranggon, Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, kemarin (3/7). Wakil pengurus cabang PSHT Banyuwangi Lilik Sukaryadi saat upacara menuturkan, bangsa Indonesia mulai tahun 2010 menggalakkan pendidikan berkarakter. Ujian kenaikan sabuk merupakan pendidikan yang harus dipahami sebagai pendidikan berkarakter. Ditambahkannya, pendidikan pencak silat sudah diajarkan para pendahulu. “Seperti yang telah diajarkan para sesepuh, berbudi luhur, tahu benar dan salah,’’ ungkapnya di hadapan peserta upacara kemarin. Hal senada diungkapkan Ketua Ranting PSHT Genteng Lukman Hadi. Dikatakannya,

acara tersebut rutin dilakukan setiap tahun. Tujuannya, mengukur kemampuan siswa dalam menyerap ilmu dari pelatih. Selain itu, untuk mempererat ikatan tali persaudaraan. “Kegiatan ini untuk memperkokoh tali persaudaraan antarsiswa dan warga PSHT,’’ imbuh ketua IPNU Banyuwangi itu. Sementara itu, ujian yang dilaksanakan selama sehari itu berlangsung padat. Sejak pagi, pesilat sudah melakukan upacara. Selanjutnya pemanasan, kemudian lari keliling desa. Usai menjalani latihan fisik, pesilat yang berpakaian serba hitam itu harus bisa memahami senam dan jurus-jurus yang sudah diajarkan. Sebagai pamungkas, pesilat berlatih-tanding dengan sesama pesilat pada sore hari. Duel satu lawan satu itu berjalan seru dan menarik. Adu pukulan terjadi meski tanpa pelindung. “Karena mengedepankan persaudaraan, tidak ada rasa dendam di antara mereka,’’ ungkap Lukman. (ton/irw)

SIMBOLIS: Pengurus Cabang PSHT Banyuwangi Lilik Sukaryadi menyematkan tanda kepada perwakilan siswa PSHT di Lapangan Ranggon, Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, kemarin (3/7).

ALI NURFATONI/RaBa

Tiga Kali Dibui, Berulah Lagi Mabuk, Merusak Perabotan Warung MUNCAR - Alfian tidak pernah kapok meski sering masuk bui. Buktinya, warga Dusun Sampangan, RT 02 RW 05, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, itu berulah lagi. Sekitar pukul 23.00 Sabtu malam (2/7), dia merusak warung milik Tari, 50, tetangganya. Perusakan tersebut dilakukan usai tersangka berpesta minuman keras (miras) bersama teman-temannya. Akibat BERTATO: Tersangka Alfian dikeler polisi di Mapolsek Muncar kemarin (3/7). ALI NURFATONI/RaBa

CEKETER..

Berjoget Bawa Sajam, Ditangkap Polisi GAMBIRAN - Asyik berjoget di depan panggung hiburan dangdut, di halaman rumah warga Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, yang sedang hajatan, Aditia Baskoro, 17, ditangkap polisi kemarin malam (2/7). Pemuda asal Dusun Blumbangan, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, itu diciduk karena kedapatan membawa senjata tajam (sajam). Dia menyelipkan sebilah pisau di pinggangnya. Kapolsek Gambiran AKP Ibunu Mas’ud melalui Kanitreskrim Aiptu Subagio mengatakan, penangkapan Aditia yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka itu bermula ketika polisi mengamankan pertunjukan gratis tersebut. Nah, ketika sedang berjagajaga, polisi melihat seorang pemuda yang berjoget bersama penonton lain di depan pentas membawa pisau. “Sehingga langsung kami datangi dan kami tangkap,” katanya kepada RaBa di markasnya kemarin (3/7). Ketika diperiksa penyidik, Aditia mengaku bahwa pisau itu sekadar untuk menjaga diri. Itu hanya untuk berjaga-jaga bila terjadi perkelahian sesama pemuda lain. “Untuk jaga-jaga saja, katanya,” ungkap Ibnu. Akibat perbuatan tersebut, tersangka dijerat Undang Undang Darurat Nomor 12/1951 tentang larangan membawa senjata tajam. “Ancaman hukumannya adalah penjara maksimal 12 tahun,” sebut Ibnu. (azi/irw)

mabuk miras, tersangka meminta mie kepada pedagang bakso di lokasi yang berbeda dengan cara memaksa. Namun, korban bilang sudah habis. Kecewa tidak mendapatkan makanan, tersangka merusak warung bakso itu. Perabotan berupa benda pecah belah dipecah. Saat itu juga korban meminta tolong kepada warga lain. Tak pelak, dalam hitungan detik puluhan warga datang. Massa pun menghujankan bogem mentah ke muka tersangka. Tak ayal, tersangka mengalami lebam di wajah dan kepala. Usai perusakan, korban langsung melaporkan kejadian itu ke polisi. Pada Minggu (3/7) pukul 01.00 dini hari, polisi

datang ke lokasi kejadian dan berhasil mengamankan tersangka dari amukan massa yang membabi buta. Kapolsek Muncar Kompol Mustaqim mengatakan, pihaknya menahan dan mengamankan salah seorang tersangka yang sudah keluar-masuk bui. “Dia adalah residivis yang sudah tiga kali masuk penjara. Dengan ini sudah empat kali,’’ ungkapnya kepada RaBa di markasnya kemarin (3/7). Penahanan Alfian, lanjut Mustaqim, karena tersangka merusak warung. “Saat memecah gelas dan perabotan milik korban, dia dalam kondisi tidak

stabil karena miras,’’ terangnya. Atas perbuatan tersebut, Mustaqim merasa prihatin karena tersangka merupakan residivis. Oleh sebab itu, pihaknya berharap ada formula khusus untuk menangani masalah itu agar tidak terulang kembali. Caranya, diadakan pembinaan yang berkesinambungan dengan semua pihak. “Padahal, dia sudah sering masuk Lapas, tapi masih berulah lagi. Masalah ini menjadi tanggung jawab kita bersama,’’ sesalnya. Mustaqim menilai, selama ini masih banyak residivis yang melakukan tindakan kriminal.

Dengan begitu, cetus dia, memang harus ada langkah lain agar tersangka sadar usai menjalani hukuman. “Memang harus ada penanganan agar tersangka sadar dan hidup normal seperti umumnya,’’ harapnya. Menurut pengakuan Alfian, dia memang setengah tidak sadar. Namun, dia menyatakan, saat itu tidak melakukan perusakan. Kakinya tersandung sesuatu, hingga akhirnya tubuhnya mengenai perabotan di warung itu. “Saya tidak sengaja kesandung, dan saya langsung dipukuli orang,’’ akunya di hadapan penyidik. (ton/irw)


4

Senin 4 Juli 2011

Kejurkab Badminton Dibuka Wabup GENTENG - Kejuaraan badminton memperebutkan Piala Radar akan ditabuh mulai besok pagi hingga 9 Juli nanti. Even yang digelar di GOR Graha Bhakti Sport Genteng itu akan dibuka mulai pukul 10.00 WIB. Wakil Bupati (Wabup) Yusuf Widiatmoko yang juga ketua KONI Banyuwangi dijadwalkan membuka kejuaraan yang diikuti oleh ratusan pebulu tangkis dari berbagai klub di Banyuwangi. “Ya, kami sudah mendapat konfirmasi bahwa wabup bersedia membuka kejurkab,” ujar Iwan Setiono, ketua panitia kemarin. Menurut Iwan, kejurkab yang bertujuan sebagai ajang pembinaan itu akan mempertan-

ALI NURFATONI/RaBa

DIAM-DIAM: Sejumlah orang yang mengklaim pengurus klub mengikuti pertemuan di warung Jamilah Genteng kemarin.

GENTENG - Sejumlah orang yang mengklaim pengurus klub anggota PSSI menunjuk Nanang Nur Ahmadi sebagai ketua Persewangi yang baru. Penunjukan itu dilakukan sejumlah orang dalam pertemuan di warung makan Jamilah, Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, kemarin. Pertemuan itu juga menetapkan Taufiq sebagai sekretaris dan Hari Wijaya sebagai bendahara.

Sedianya, pertemuan yang tidak melibatkan ketua PSSI Michael Edy Hariyanto itu akan dimulai pukul 10.00. Namun, acara baru dimulai pada pukul 11.00. Itu karena para peserta masih menunggu ketua panitia pemilihan, Nanang Nur Ahmadi. Namun, yang bersangkutan tetap tidak nongol dalam pertemuan tersebut. ‘’Sambil menunggu Nanang, kita lanjutkan acara ini,’’

Sekadar diketahui, kejuaraan badminton yang digelar Radar Banyuwangi dan PBSI Banyuwangi ini merupakan kali kedua. Even serupa pernah digelar dua tahun lalu di RaBa Badminton Airdrome. “Selama ini kami menjalin kerja sama cukup bagus dengan Radar Banyuwangi. Semoga ke depan, kerja sama ini terus terjalin dengan baik,” ujar Rony Adi Dwi Ananta, ketua umum PBSI Banyuwangi. Menurut Rony, kejurkab badminton di Graha Bhakti Genteng merupakan ajang pembinaan bagi pebulu tangkis usia dini. Diharapkan, usai even tersebut muncul bintang-bintang bulu tangkis yang dapat mengharumkan nama bangsa. (als)

Kujang Sabet Dua Medali

ujar Taufiq, panitia pemilihan. Meski yang ditunggu-tunggu belum datang, tapi para peserta tetap menunjuk Nanang sebagai ketua Persewangi. ’’Bapak-bapak sudah tahu siapa yang mempunyai visi-misi dan benar-benar memihak klub,’’ ujar Imam Hambali, wakil klub,

saat memberi sambutan. Andik Purwanto, wakil ketua panitia, menegaskan bahwa pertemuan tersebut sudah sah. ’’Yang datang sudah 90 klub dari sekitar 130 klub yang ada di Banyuwangi. Jadi, sudah lebih dari kuorum,’’ tukas Andik. (ton/als)

BANYUWANGI - Tidak siasia perjuangan atlet pencak silat Kujang Padjadjaran di pentas Piala Walikota Surabaya. Menurunkan pesilat muda, perguruan di bawah naungan IPSI Banyuwangi itu menorehkan hasil bagus. Anak didik Bambang Wahyuono dkk itu sukses membawa pulang satu medali emas dan medali perunggu. Medali emas disumbangkan Umi Lailiyah yang turun di kelas D putri. Menghadapi pesilat tuan rumah Surabaya,

BANYUWANGI

BANYUWANGI

SITUBONDO

Nanang Diplot Ketua Persewangi

dingkan kelompok umur 8, 10, 12, 14, dan 16 tahun. “Kami juga akan mempertandingkan tunggal dewasa putra dan ganda putra umum,” katanya. Sementara itu, kemarin pagi panitia telah menggelar temu teknik di Graha Bhakti Genteng. Dalam pertemuan yang diikuti oleh perwakilan klub itu, dibahas peraturan pertandingan yang akan digunakan besok pagi. “Semua hal yang menyangkut pertandingan dibahas dalam pertemuan tadi (kemarin),” pungkasnya.

pesilat proyeksi Porprov Banyuwangi itu mampu menang mutlak atas Wa Ode MeyDOK.RaBa lisa. Dalam Umi Lailiyah dua babak yang dimainkan, Umi sukses menghajar lawannya dengan skor kemenangan telak 5-0. Sementara itu, jejak Umi gagal

diikuti pesilat Kujang Padjadjaran yang lain, Nanang Adi Mukti. Turun di kelas A putra, Adi harus puas dengan medali perunggu. Langkah pesilat putra Banyuwangi itu dikandaskan Lukman Fauzia dengan skor 4-1. Meski hanya mendulang dua medali, Bambang menyebut prestasi itu sudah luar biasa. Apalagi, bertemu perguruan silat di seluruh penjuru Jawa Timur, dan peta persaingan di ajang ini cukup merata. “Ini bekal bagus untuk menatap porprov mendatang,” ujarnya. (nic/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

PSSI Merasa Dilangkahi SEMENTARA itu, pemilihan induk Persewangi. Sebab, ketua Persewangi yang digelar status PSSI dalam Divisi Utama beberapa klub di rumah makan mendatang sangat berbeda Jamilah, Genteng, mengudang dengan Divisi I, II, dan III. reaksi Pengkab PSSI BanyuPerbedaan itu, menurut Juwangi. Mantan asisten manajer lies, pertama adalah saat ini Persewangi yang juga pengurus Persewangi bukan klub inPSSI, Julies Setyo dependen. Sebab, Puji Rahayu, memasih dalam garis nyatakan heran atas koordinasi dan bapertemuan tersebut. gian intergral dari Bahkan, menurut PSSI. Sebab, Peranggota DPRD asal sewangi masih mePartai Golkar itu, ngandalkan kucuran sejauh ini belum dana dari pemerinada pembicaraan di tah yang disalurkan internal pengurus lewat PSSI. DOK.RaBa PSSI terkait kepeItu artinya, masih Julies Setyo Puji ngurusan Perseada kewenangan wangi proyeksi Divisi Utama. PSSI dan pemerintah untuk Tidak heran jika pemilihan mempertanggungjawabkan ketua Persewangi yang dila- penggunaan anggaran yang kukan secara tiba-tiba itu ada. Jadi, Persewangi masih dipertanyakan. “Ini ada apa. harus melibatkan PSSI. “Ini ada Kenapa tiba-tiba ada peru- yang aneh dengan proses musan kepengurusan tim?” pemilihan yang terkesan tibaujarnya heran. tiba,” tegasnya. Dia menduga pemilihan keJulies mengatakan akan menetua Persewangi yang secara lusuri motif dan latar belakang diam-diam itu ada tedensi atas di balik pertemuan itu. Namun, kongres PSSI pusat yang akan perempuan yang juga bendigelar di Solo 9 Juli nanti. dahara KONI itu enggan meMeski demikian, itu baru se- nyebut langkah lanjutan apa batas dugaan. Namun, seja- atas hasil pertemuan itu. “Litinya apa pun alasannya, pem- hat saja, kita telusuri siapa saja bentukan pengurus Perse- yang bermain di belakangnya. wangi harus dikonsultasikan Baru kita akan ambil tindakan,” lebih dulu dengan PSSI sebagai tegasnya. (nic/als)

•HONDA•

•MIRANTA ARSITEK•

•RMH KOS-KOSAN•

•SAWAH•

•SPEAKER•

JUAL Honda Jazz 06 Idsi 05 VTi Mtic, Taruna CSX 06 Oxy, Escudo 01 20.i L 300 07 Cash/Kredit Tukar Tambah Hub: 0821421941111, 081335897888

MIRANTA Arsitek Jasa Gbr Bangunan 3D Wrn,Mrh Inves Tnh Dkt ITN Mlg Cck Utk KosanRokoclustr 082140136614

DJL Cpt RmhKos2an, 9Kt, 1Dpr, 2Km Fas; PLN, PDAM, Jl Gn Arjuno Dkt Skolah, Kntr, Hrg 170Jt Nego H. 08113509792

JUALSHM, Ds Pendarungan Ls 6920M2, Lok Bagus Pinggir Jl Aspal, Hasil Bagus Hub: 081559501444/082143540008 Bwi

JUAL Speaker JBL Wharfedale.BMB. Semua asli. Power 3canel 800 watt.Cocok utk hall karaoke R.Meeting .Hub03337722222

•PELATIHAN HIPNOTIS•

BANYUWANGI

•ROGOJAMPI•

•KETAPANG•

JUAL Tnh Murah Lok Jl Ry Lngkr Barat Rgjp SHM/Pgr Batubata/Slop /Aci/386M2/100Jt/ Cck UsahaHub:08123866288/082145500709

•HONDA• JUAL Maestro 90 Putih Siap Pakai Hub: 08123353502

•TYS MOBIL• ALL New Civic '06, CRV'03, Avanza G'09, Xenia Li'07, Innova'04,05 solar, LSX'97 solar, LGX'02 bensin, LGX 1.8 '03 solar, Kijang P.Up'00, Kijang box '00, Taft GT 4x4'96 L300'05,09 cash/kredit bunga ringan Hub: 0333-845442/081234851769.

**PELATIHAN Hipnotis Masal & Sulap** Kuasai Hipnotis Ala Uya Kuya, Biaya Hanya 300rb, Privat Hy 1Jutaan. Bns Pengobatan Di Hotel Berlian Abadi. Tgl 10/07/2011 Hub: 087880990910 (SANDY) Daftar Hotel Berlian 10.00-14.00 WIB

DJL Rmh Bersertifikat L320M2 Letak Strategis, Dpn Pintu Masuk ASDP Ketapang Tnp Prntra Hub: 081-358436164

•GARDENIA ESTATE•

•KESEHATAN• CENTRALCosmetik, Vitality & Accesories www.aliefshop.blogspot.com Hp.081999247557/082144998838

DJL Rmh Jl S. Parman Gardenia Estate Banyuwangi Lt 160 Lb 175 Kt 4 Km 4, PLN 3500 Hub: 08123453635. Bisa Kredit

•KERTANEGARA•

•PROMO DAIHATSU•

•KERJASAMA•

MILIKIXenia VVT-i UM10Jt, Terios UM 17Jt, Gran Max UM 7Jt, Luxio Disc 15Jt. Sirion Bng 0%. Bs Kredit 5Th + Hadiah Menarik. Hub Sgr HADI 0333.7728.456/ 0815.5970.5555/081.233.432.555

SY ada ruko&bisnis yg sdh jln, saat ini mau mengembangkan, bth pthner krjasama serius mdl 50jt profit 24%/thn.H 085738511018

DJL Rmh Jl Kertanegara/Baluk Bgn 76M2 Tanah 200M2 Blkg Bs Dtingkat. Lsg Bs Ditempati Hrg Nego TP.Hub 081-803-587-755

•MENDUT REGENCY• DIJUAL Rumah di Mendut Regency Blok L 25 Letak Pojok Jl. Kembar harga nego Hub. 081331335868/7758898

BANYUWANGI

•LAND 5915M2• FOR Sale, Land – 5915 m2, Perfect for Manufacturing Factory.Jl. Argopuro No. 76 Kalipuro BWI Cntct nmbr: 0811356109

•TANAH L 5915M2• DJL Tnh 5915 m2, Cck U/ Tmpt Ush /pabrik Lok dikwsnindustriArgopuro, Jl Argopuro No.76 Kalipuro HUB 0811352122/0333411017

•TANAH KAPLING• DJL 2 Tnh Kapling Gandeng SHM, L. 10x40M2, Hrg NEGO. Dan1 Tnh Kapling.Lok Pinggir Jln L. 10x20 M2 Harga NEGO, SHM, Cck u/ Investasi, lok.JL.Sutawijaya (Dpn Prm Istana Brawijaya). TP. Hub; 03338930348.

•THE LAGON• RUKO 2 Lt, Strategis Jl Yos Sudarso Lb 110/Lt 80 SHM Hrg 375Jt Hub: 081331354660

•KONTRAK• DKONTRKN Ruko 2 Lt, 12 x 7 M . PLN 2200 PDAM. Toilet Atas + Bwh D/a: Kmplek Ruko Jl. Kepiting 5 A Sobo Bwi Telp 0333-422950

•KONTRAK/SEWA• DIKONTRAKKAN/Disewakan Rumah Ruko , di Jl. Letjen Sutoyo No. 42 Tukang Kayu Hub. 08123487638

•MENDUT REGENCY•

BANYUWANGI

DJL Rumah Bekas Berkualitas Di Perumahan Mendut Regency Banyuwangi. Hub 081-934876969

•ADM•

BANYUWANGI

DIBUTUHKAN Karyawan Utk ADM. Syrt: Bisa Komputer, Pembukuan,Pglm dibidangnya. kirim ke Kantor Pemasaran Djati Khayangan Jl Raden Wijaya Giri-Bwi

•SALES COUNTER• DIBUTUHKAN Segera Sales Counter Wnt Syrt: Mampu Bekerja Dgn Target, Jujur, Berpenampilan Menarik, Min SMA, Blm Menikah Kirim CV+Photo Ria Elekronic Jl Jend Sudirman 11 Bwi

BANYUWANGI

•STNK•

•DINA LAUNDRY•

BANYUWANGI

HLG STNK Nopol P 1502 VA an Eko Sumedya Utomo Jl Tunggul Ametung 110A

DINA LAUNDRY Kiloan Pkt Mli 50Rb Unlimited 300rb Bergaransi Atr-Jpt Member Hran Disc 10% 7733509/085749262307

•PELATIHAN WIRAUSAHA•

HLG STNKNopol P3647 ZB an Abdullah Gunungremuk Rt 1/4 Bwi 68452

IKUTI Pel. Wirausaha 3bln yg Membantu mulai dr Memilih Jenis Usaha smpe mndpt mdl&pangsa pasar.Hub 03337742121

HLG STNK Nopol P5350 YB an Sutarjo Perum Sobo Asri Blok F-14 Rt 02/02

•ARYA JEWELLRY• SEDIA Cincin Pernikahan Aneka Model Dari Emas&Perak.Hrg mulai Rp650rb.H 081336659258

SITUBONDO •MEI-LAN COLLECTION• GROSIR & Eceran Aneka Merk Sprei, Baju Baby, Fashion, Bantal, Guling, Bantal Cinta, Baby Doll, Hub:081336761176

•GENTENG BETON• PERUSAHAAN Bumi Indah Jl Semeru No III Stbd Telp. 0338-671950. JUAL MURAH

SURABAYA (01-08/07)

(01-08/07)

(01-08/07)

(01-08/07)

> BWI: DIJUAL Mts kuda VB 5W GLS th 2001 merah tua mtl hrg 85 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

> BWI: DIJUAL T. kijang Krista lf 82 spr grand (solar) th 2002 cokelat mtl hrg 125 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

> BWI: DIJUAL Daihatsu RV-ZD Feroza (jeep) th 1995 biru mtl hrg 52,5 jt nego brg istw Bisa , cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

> BWI: DIJUAL Isuzu panther TBR 541 LV25 th 2000 biru tua mtl hrg 95 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

•TOKO KIMIA• TOKO KIMIA,DISTRIBUTOR: Bahan Fiber Glass, Pasta Sablon,Semir Ban, Lycal, DLL. Jl.Ngagel Jy Sltn 95, SBY. 03160317007

(28/06-07/07)

(28/06-07/07)

(28/06-04/07)

(01-07/07)

(01-08/07)

> BWI: BARU! Isuzu Elf 125ps Makin Dissuka Paket DO 10Jt-an, Angs 6,1Jt Proses Cepat, Mudah & Pasti Untung Hubungi FAHMI 081336345678

> BWI: DIJUAL YAMAHA Th 66, Wrn Merah Kondisi Siap Pakai Harga NEGO. Hubungi 081559662431/0333-7750401

> BWI: DIJUAL Bemo Roda 3, Antik, Kondisi Baik, Ada BPKB Th 67. Harga 35Jt Hubungi 081-336500081 (OPIE)

> BWI: DIJUAL Sedan MTS Galant V6 Th 2000 Silver Metalik (Manual) Hrg Nego Hub: 081-6593772, 631229, 631504

> BWI: DIJUAL Mitsubishi L300 DS pickup th 2006 coklat tembakau hrg 87,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148


BALJEBOL

Senin 4 Juli 2011

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

41

LUMAJANG

Pura Semeru Agung Berias

LUMAJANG

Semeru Keluarkan Dentuman GUNUNG Semeru kembali mengeluarkan dentuman cukup keras, Minggu malam. Saking kerasnya, dentuman tersebut terdengar hingga radius 12 km hingga 15 km. Asap tinggi membubung dari gunung tertinggi di Pulau Jawa Tersebut. Informasi yang berhasil dihimpun koran ini menyebutkan, letusan gunung yang mempunyai tinggi 3.676 meter di atas permukaan laut itu cukup mengagetkan warga sekitar. Sebab, meski selama ini gunung tersebut tidak pernah berhenti beraktivitas, namun sangat jarang gunung Semeru mengeluarkan dentuman keras. Menurut Heri, warga Desa/Kecamatan Pasrujambe, letusan Minggu malam tersebut membuat warga panik. Pasalnya, letusan terjadi saat sebagian besar warga sekitar sudah tertidur pulas. Dentuman yang keras tersebut, membuat mereka kaget dan terbangun dari tidurnya. ”Warga sempat panik,” ungkapnya kemarin melalui saluran telepon. Warga, tambah dia, malah berbondong-bondong melihat lava pijar yang keluar dari mulut Semeru tersebut. Namun, kepanikan warga hanya sebentar saja. Setelah mereka tidak lagi mendengar dentuman gunung tersebut. Bagi warga, letusan seperti hal yang wajar. Sofyan, petugas Pos Pantau Gunung Semeru di Gunung membenarkan terjadinya letusan tersebut. Letusan Minggu malam itu, kata dia memang tergolong keras. ”Tapi, lebih keras sebelumnya,” jelasnya. Dia mengimbau agar warga tidak panik terhadap terjadinya letusan besar tersebut. Pasalnya, aktivitas seperti itu sudah biasa. Bahkan, tambah dia tidak ada peningkatan status terhadap gunung yang memiliki nama puncak Jonggring Saloko tersebut. (wan/c1/sh/jpnn)

RADAR JEMBER/JPNN

Sambut Piodalan: Masyarakat membenahi pura tertua se-Asia Tenggara, Pura Semeru Mandara Giri Agung, kemarin.

LUMAJANG – Pura Mandara Giri Semeru Agung akan berulang tahun 15 Juli 2011. Namun, sejak beberapa waktu kemarin, berbagai persiapan sudah terlihat dilakukan di pura yang dianggap tertua di Asia Tenggara tersebut. Apalagi, dalam acara Piodalan nanti, dipastikan ribuan warga Hindu Bali akan datang mengunjungi pura yang terdapat di Kecamatan Senduro, Lumajang, tersebut. ”Acara Piodalan nantinya akan digelar mulai 10-15 Juli 2011,” kata Astono, pengelola Pura Mandara Giri Semeru Agung Senduro Lumajang kemarin (3/7). Peringatan Piodalan tersebut nantinya akan dimulai 10-11 Juli. ”Yakni persiapan akhir menjelang acara,” jelasnya. Acara berikutnya 12 juli dimulai dengan dibuka acara Melaspas yang akan dilaksanakan di Candi Waringin Lawang yang ada di bagian bawah Pura. Dalam kegiatan tersebut akan dilakukan berbagai kegiatan terutama sembahyang bersama di candi. Sembahyang tersebut dilakukan dalam rangka agar candi yang baru dibuat tersebut bisa sebagai gerbang utama masuk ke dalam pura. (ram/c1/sh/jpnn)

JEMBER

Jember Rentan TB Paru Peringkat Sembilan di Jatim

RADAR JEMBER/JPNN

SOSIAL: Finalis Ning Jember ikut mendonorkan darahnya di Alun-Alun Jember kemarin.

Gus-Ning Ikut Donor Darah TAK hanya menjalani aktivitas yang berhubungan dengan kepariwisataan, finalis Gus dan Ning Jember 2011 juga melaksanakan aktivitas sosial. Bertempat di AlunAlun Jember, kemarin (3/7) mereka melakukan aksi sosial donor darah dan penggalangan dana untuk bakti sosial di sebuah panti asuhan di Kaliwates. Aksi sosial donor darah yang menyampaikan pesan Darahmu Menyelamatkan Keluargamu, Saudaramu, Kekasihmu, bahkan Dirimu itu dilakukan oleh seluruh finalis Gus dan Ning 2011 serta Paguyuban Gus dan Ning Jember bersama dengan seluruh masyarakat Jember. ”Aku juga nyumbang loh, ini pertama kalinya buat aku. Awalnya sih takut. Tapi ternyata setelah donor ternyata enak juga donorin darah. Apalagi kan donor darah itu berguna buat sesama seperti pesan kita hari ini,” ujar Dinarizka Leksi P, salah seorang finalis Ning Jember 2011. Menurut dia, selain aksi sosial yang bisa menolong orang lain saat terjadi situasi darurat, donor darah sangat baik untuk kesehatan diri sendiri. Sebab, donor darah secara rutin bisa melancarkan peredaran darah. Mereka yang mendonorkan darah akan menerima bunga mawar dengan tulisan sesuai dengan pesan yang akan disampaikan pada masyarakat. ”Sebanyak 500 cc darah yang ada di dalam kantong darah itu bisa menyelamatkan nyawa orang. Karena itu mendonorkan darah itu sangat mulia,” ujar finalis Gus 2011 I Nyoman Ananta Karisma. (fit/c1/har/jpnn)

BONDOWOSO

BKD Larang Rekrut Sukwan KABAR masih adanya satuan kerja (satker) masih merekrut tenaga sukwan, direaksi keras Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat. Mereka langsung mewanti-wanti kepada semua satker, agar tidak melakukan praktik rekrutmen tenaga sukwan pada tahun anggaran 2011 ini. Kepala BKD Bondowoso, Agung Trihandono mengatakan, semua satker lingkup pemkab, sangat tidak dibenarkan melakukan rekrutmen tenaga sukwan. Tapi, jika ada satker yang masih merekrut tenaga sukwan pada tahun ini, maka segala risiko menjadi tanggung jawab satker masingmasing. ”Sebagaimana surat edaran Sekda Bondowoso pada 2009 lalu, semua satker dilarang merekrut tenaga sukwan,” kata Agung. Apalagi, berdasarkan PP 48/ 2005, pemerintah pusat telah melarang pemprov, pemkab, dan pemkot melakukan rekrutmen tenaga sukwan dengan nama apa saja. Sehingga, jika masih ada satker yang berani merekrut tenaga sukwan dan sampai memungut biaya, tambah Agung, jelas melanggar ketentuan perundangan yang berlaku. ”Kalau ada yang merekrut, tenaga sukwan ini di luar tanggung jawab pemkab,” tandasnya. Terkait turunnya Surat Edaran (SE) MenPAN&RB Nomor 05/ 2010, menurut Agung, BKD melakukan pendataan tenaga sukwan yang belum diangkat menjadi CPNS dengan maksud mengantisipasi jangan sampai ada pengangkatan tenaga sukwan lagi yang dilakukan satker. Mengingat, kata Agung, tenaga sukwan yang didata BKD, ini merupakan tenaga sukwan kategori II. (ido/c1/sh/jpnn)

JEMBER – Hingga saat ini Kabupaten Jember masih menjadi salah satu kabupaten yang sangat rentan terhadap penularan dan penyebaran TB Paru. Jumlah penderita TB paru di Jember cukup banyak. Sehingga, Jember menjadi kabupaten nomor sembilan dengan penderita TB paru terbanyak di Jatim. ”Kalau untuk TB Paru memang cukup tinggi di Jember,” terang Humas Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Yumarlis. Berdasar data Dinkes Jember, pada 2009 terdapat 2.591 orang yang diperiksa untuk mengetahui status TB parunya. Dari jumlah tersebut, terdapat 1.815 orang yang positif TB paru. Sedangkan yang sembuh mencapai 1.627 orang. Lalu, pada 2010 ada peningkatan jumlah orang yang diduga menderita TB paru. Yakni, sebanyak 2.662 orang. Dari hasil pemeriksaan, diketahui jumlah orang yang positif menderita TB paru sebanyak 1.943 orang. Untuk 2011 hingga bulan April, lanjut Yumarlis, sudah ada 736 orang yang

diduga menderita TB paru. Sedangkan yang positif berjumlah 543 orang. ”Untuk 2010 dan 2011 kami masih belum tahu berapa yang sembuh. Karena masih dalam proses pendataan,” sambungnya. Dia mengakui, dengan fakta tersebut, sampai saat ini kasus TB paru di Jember cukup tinggi. Bahkan, dari tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat. Padahal, dari jumlah itu ada juga yang drop out (DO). Angka DO di Jember, lanjut dia, mencapai 2 sampai 2,5 persen dari total penderita TB paru. Angka DO tersebut terbilang cukup tinggi. Angka ini berisiko meningkatkan penyebaran dan penularan penyakit, terutama jika penderita tidak melakukan pengobatan dari awal. Pengobatan TB paru, terang Yumarlis, membutuhkan waktu yang lama dan kedisiplinan penderitanya. Mycobacterium tuberculosis yang menjadi penyebab TB paru termasuk kuman yang tahan dalam segala kondisi. Bahkan, dalam kondisi kering atau penuh matahari, kuman ini masih bisa bertahan. Ketika kondisi memung-

kinkan, kuman tersebut akan kembali menjadi aktif menyebarkan penyakit. ”Kuman ditularkan melalui droplet (percikan ludah) ketika penderita bersin atau batuk atau meludah,” ujar Yumarlis. Karena itu, dia mengatakan, pengobatan secara lengkap harus dilakukan penderita TB paru jika tidak ingin kumannya resistan. Jika DO, maka yang bersangkutan harus mengulang pengobatan dari awal. Apalagi pengobatan TB paru menggunakan model satu paket yang harus diselesaikan dengan disiplin. ”Untuk mencegah angka DO ini, kami menggunakan active case treatment (ACT). Yakni, menggunakan kader kesehatan untuk menjadi pengawas minum obat (PMO),” imbuh Yumarlis. Dulu, sambung dia, PMO adalah orang yang dianggap dekat dengan penderita. Nyatanya, cara ini kurang efektif menurunkan angka DO. Saat ini PMO murni kader kesehatan di bawah posyandu, sehingga pengawasan minum obat terhadap penderita bisa dilakukan dengan optimal. Sebanyak 14.095 kader ACT dike-

rahkan untuk membantu menurunkan angka DO. ”Kalau dulu, kami juga sempat menggunakan passive case treatment (PCT). Artinya, penderita yang datang ke pusat pelayanan kesehatan. Ini juga tidak efektif,” paparnya. Sebab, kata dia, banyak penderita yang merasa keberatan mendatangi pusat layanan kesehatan secara rutin. Mereka menganggap kepergian mereka ke pusat layanan kesehatan mengganggu produktivitas mereka. Menurut data yang ada, kebanyakan penderita TB paru di Jember berusia produktif, yakni usia 15 sampai 65 tahun. Mereka kebanyakan juga merupakan masyarakat miskin. Meski pengobatan TB paru digratiskan, Yumarlis mengakui, masyarakat masih keberatan bila mengeluarkan biaya transpor untuk ke pusat pelayanan kesehatan. Penggunaan kader kesehatan sebagai PMO diharapkan dapat menekan angka DO sekaligus mencegah terjadinya penyebaran TB paru lebih lanjut. Karena PMO juga bisa memberi penyuluhan tentang pencegahan TB paru. (lie/c1/jpnn)

Harga Sapi Membaik, Jagal Untung Berlipat JEMBER – Anjloknya harga sapi dalam beberapa bulan terakhir sepertinya bakal segera berakhir. Indikasinya, dalam sepekan terakhir harga hewan ternak ini mulai berangsur naik. ”Kalau dua sampai tiga bulan lalu harganya anjlok. Tapi mulai seminggu ini mulai naik,” kata Suparno, seorang pedagang sapi di Pasar Hewan Rambipuji. Atas naiknya harga itu, Suparno yang biasanya menjual sapinya seharga di bawah sepuluh juta, kini mulai berani menawarkan sapi jualannya di atas harga tersebut. Hal serupa juga disampaikan Wagiran, pedagang lainnya.

Anjloknya harga sapi yang membuat dia tidak banyak mendapat keuntungan, ternyata dalam sepekan terakhir dia mulai meraup hasil dagangan. Dengan anak sapi yang berusia dua tahun dia berani menjualnya mencapai Rp 3 juta. Padahal sebelumnya, dia tidak berani membawa anak sapi tersebut karena kerap merugi. Akibatnya, stok sapi lain yang sudah biasa dijual, yang biasa dibawa hanya sejumlah 5 ekor, kini stoknya mulai bertambah di atas 15 ekor. Beberapa pedagang juga merasakan keuntungan dari hasil penjualan sapi. Naiknya harga

itu membuat pasar hewan di Rambipuji ini semakin ramai oleh pedagang dan pembeli. Tidak hanya di Rambipuji, beberapa pasar hewan yang berada di wilayah Jember

Selatan yakni Pasar Kencong, Balung, dan Puger, harganya juga turut berangsur naik. Ini pertanda harga sapi mulai stabil. Naiknya harga sapi juga diikuti naiknya harga

daging ternak ini. Sebelumnya harga daging sapi berkisar Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram, kini mulai beranjak hingga pada angka Rp 50 ribu ke atas. (fid/c1/wah/jpnn)


6

Ulang Tahun

Senin 4 Juli 2011

Dimeriahkan 300 Pesenam RANGKAIAN acara ulang tahun Radar Banyuwangi ke-12 digelar kemarin pagi berupa lomba senam aerobik se-Banyuwangi. Even hasil kerja sama dengan Pengkab Persani Banyuwangi itu digelar di Aula Kampus Uniba Banyuwangi. Sedikitnya 300 peserta dari berbagai sanggar senam di Kota Gandrung ikut memeriahkan acara sepektakuler tersebut. Ratusan lebih peserta itu mengikuti berbagai jenis senam yang dilombakan. Yaitu senam bersama, senam beregu, mix impact 35 tahun ke bawah, mix impact 35 tahun ke atas, dan dangdur aksesoris. Berikut suasana lomba yang berhasil direkam lensa Radar Banyuwangi. (even)

FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

Senam beregu antar sanggar senam. Kue ultah dari Persani.

Mix impact 35 tahun ke bawah.

Dangdut aksesoris.

Mix impact 35 tahun ke atas.

Mix impact 35 tahun ke bawah.

Senam bersama.

Para pemenang dan panitia pose bersama.


7

Senin 4 Juli 2011 HALAMAN SAMBUNGAN

Daftar SMKN Lain Harus Cabut Berkas n SEKOLAH... Sambungan dari Hal 1

Caranya, dengan mencabut berkas dan mendaftar ke sekolah yang akan dituju. “Kita harapkan, semua sekolah tidak mempersulit pendaftar

dan memberi pelayanan yang baik,” pesannya. Khusus untuk SMKN, lanjut dia, pelaksanaan PPDB sedikit berbeda. Bila calon siswa baru posisinya sudah tidak aman dan ingin pindah ke sekolah lain, maka untuk mendaftar ha-

rus mencabut berkasnya lebih dahulu. “Kalau SMKN harus mencabut berkas,” imbuhnya. Menurut Suhud, PPDB dengan sistem online sebenarnya bertujuan memudahkan calon siswa mendaftar

ke SMAN. Selain itu, sistem tersebut juga bisa mengurangi kecurangan dalam penerimaan siswa baru. “Publik bisa melihat secara online. Ini berarti bisa memantau perkembangan PPDB,” cetusnya. (abi/irw)

Peserta Bersaing Penuh Semangat n RADAR... Sambungan dari Hal 1

Secara bergantian, empat instruktur memandu gerakan. Mereka adalah para instruktur andalan Banyuwangi, yakni Padhy, Yayuk, dan Ika. Selain itu, ada seorang instruktur dari Jember bernama Wawan. Mereka bergantian memimpin peserta

menampilkan performance terbaiknya. “Wah, peserta rata-rata sudah bagus,” puji Yayuk. Kejuaraan yang ditutup pukul 14.00 tersebut banjir pujian dari para peserta. Selain atmosfer kompetisi yang tinggi di antara peserta, kampus Uniba yang ditunjuk sebagai venue lomba dinilai sangat tepat. Sebab, tidak menyebabkan

peserta kepanasan. Meski dipadati peserta dan penonton, mereka tetap tidak kehilangan konsentrasi. Pemenang masing-masing kategori berhak membawa pulang tropi, piagam, dan uang dari panitia penyelenggara. Kegiatan itu ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang. (nic/irw)

Menampilkan Kesan Dinamis dan Alami Konsumsi Dextro untuk Kebugaran n AKSESORIS...

n COKOK...

Sambungan dari Hal 1

Bukan tanpa alasan mereka mengusung tema kostum semacam itu. Selain ingin menampilkan kesan alami dan dinamis, ketiganya ingin tampil seunik mungkin. “Ide penampilannya sederhana. Kita ingin alami,” ujar Aming. Untuk menciptakan kreasinya, Aming merogoh kocek cukup dalam. Pasalnya, untuk mempersiapkan kostum heboh itu, Aming menyediakan budget sekitar Rp 300 ribu. Itu sudah termasuk bulu ayam pilihan yang dipasang di kepala. Selain kostum, Aming juga mempersiapkan diri secara intensif selama satu pekan. Selain mempelajari materi senam yang akan dipertandingkan, dia juga belajar menyesuaikan gerakan dengan busana yang akan digunakan. Dengan kostum seperti itu, Aming mengaku kesulitan menyesuaikan gerakan dan irama. Hal yang sama juga dirasakan Dian dan Irena. Agar penampilannya alami, keduanya dipaksa kreatif. Ide pun muncul, yaitu menggunakan bulu ayam alat pembersih debu; kemoceng atau biasa disebut sulak.

Sambungan dari Hal 1

Rahmad mengaku, semua pil dextro itu diperoleh dari sales obat keliling yang tidak diketahui identitasnya. Dari

sales itu, dia membeli 500 butir pil dextro seharga Rp 50 ribu. “Pil dextro itu saya masukkan kantong plastik dan dijual,” terangnya. Kepada polisi, tersangka menyatakan bahwa selama ini dia

memang mengkonsumsi dextro. Pil itu sengaja dia gunakan untuk menjaga kebugaran tubuh usai berolah raga dan fitnes. “Sekali minum minimal lima butir,” ungkapnya kepada anggota satnarkoba. (abi/irw)

Uang Kejahatan Digunakan Foya-Foya n DUA... Sambungan dari Hal 1

Dari keterangan kedua tersangka, mereka beraksi pada dini hari. Saat kondisi pasar sedang sepi, keduanya naik ke atap toko milik korban.

GALIH COKRO/RaBa

JAWARA: Para pemenang senam dangdut aksesoris usai menerima trofi dan hadiah.

Praktis dan tentu saja harganya lebih murah. Harga sulak di pasaran hanya sekitar Rp 7.500. Ditambah beberapa aksesoris lain, kostum senam dangdut tidak menyedot anggaran terlalu tinggi. “Kos tumnya murah, tapi make up-nya minta ampun, Bro,” ujar Dian dengan gayanya yang centil.

Kreativitas ketiga peserta ini saat tampil di kategori dangdut aksesoris pun tidak sia-sia. Perjuangan berat mereka untuk tampil keren abis terbayar lunas. Sebab, dewan juri memilih ketiganya sebagai juara secara berurutan. Dian juara pertama, Irena kebagian tempat kedua, dan Aming bertengger di peringkat ketiga.

Keberhasilan ketiganya seakan memberikan bukti bahwa kreativitas dan keuletan mampu membuahkan hasil yang baik. Kreatif dalam penampilan didukung gerakan senam yang yahud membuat mereka menjadi tiga terbaik di kategori dangdut aksesoris. “Kita ini kan semua fantastic girl,” seloroh Dian. (irw)

Selanjutnya, masuk toko dengan cara mencopot beberapa genting. “Di dalam toko, mereka merusak lemari dan menguras semua rokok,” terang kapolsek. Rokok hasil kejahatan itu dimasukkan karung bekas gula,

lalu dibawa kabur. Sebagian besar rokok dijual ke sejumlah toko di wilayah Kecamatan Giri. Tetapi, ada juga yang dirokok sendiri. “Uang hasil menjual rokok dibuat foya-foya,” ungkap kapolsek. (abi/irw)

Ajak Nyanyikan Lagu Indonesia Raya n SEKS... Sambungan dari Hal 8

Di tengah-tengah memimpin pembacaan Salawat Nabi, Adik Kandung Kiai Fawaid itu mengajak hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya. Bupati Situbondo  Dadang Wigiarto dalam sambutan-

nya menyatakan memberikan apresiasi atas terlesenggaranya kegiatan Harlah NU ke88. Menurutnya, momentum tersebut diharapkan dapat memberikan nilai lebih dalam membangun masyarakat Kabupaten Situbondo yang lebih religius. “Semoga warga  nahdliyyin

makin dewasa dalam bersikap sebagaimana cita cita pendiri NU yakni menjadikan NU sebagai organisasi keagamaan yang rahmatan lil alamin yang mampu mengayomi semua pihak berdasarkan prinsip tawazun (berimbang), tasamuh (toleransi) dan al-adalah (keadilan),” ungkapnya. (pri/aif)

MARI KEMBALI KE ALAM

“Sudah 1 tahun ini, persendian saya sering terasa sakit dan nyeri,” ujar Supriyati. Menurutnya, faktor usia yang sudah 44 tahun dan terlalu banyak makan jeroan yang menyebabkan ia menderita keluhan tersebut. Untunglah dari suaminya, ia kemudian mengetahui tentang manfaat Gentong Mas dan tertarik untuk mencoba. Hasilnya... “Dalam waktu 3 bulan setelah minum, manfaatnya sudah saya rasakan, rasa sakit sekarang sudah jauh berkurang. Gentong Mas memang pilihan yang tepat untuk mengatasi keluhan saya.” Jelas wanita yang akrab disapa-Sup itu. Mahalnya pengobatan konvensional serta ketakutan terhadap efek samping yang ditimbulkan oleh obat ini,

menjadikan masyarakat banyak beralih ke pengobatan herbal. Alhasil, obat herbal pun menjadi tumpuan harapan bagi pasien dengan b e r b a g a i k e l u h a n penyakit. Di berbagai negara, hal ini dikenal sebagai “gelombang hijau baru” atau new green wave. Gerakan ini berupaya menggunakan kembali bahan-bahan yang didapat dari alam. Setelah merasakan manfaatnya, kini wanita yang berdomisili di Lumajang, Jawa Timur tersebut dapat menjalani aktifitasnya sebagai Kepala sekolah Taman kanakkanak dengan lancar. Ia pun ingin sekali membagi pengalaman baiknya itu dengan orang lain, “Mudah-mudahan pengalaman saya ini dapat bermanfaat untuk orang lain, jika ada yang alami, kenapa harus pilih yang kimia?” Pungkasnya. Meracik suatu ramuan memerlukan pengetahuan, pengalaman dan keterampilan tinggi. Tidak semua komposisi yang sama jika dicampur akan menghasilkan manfaat yang sama. Kualitas bahan baku, perbandingan komposisi dari masing-masing komponen serta pengolahan yang benar akan menentukan hasil kualitas manfaatnya. Kini, hadir Gentong Mas, minuman herbal dengan kandungan vitamin dan nutrisi bermutu. Bahan utama Gentong Mas yaitu Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) terbukti memiliki banyak manfaat.

Thiamin dalam Gentong Mas dapat memperkuat sistem syaraf dan otot. Saponin yang terdapat di dalam Habbatussauda memiliki fungsi seperti kortikosteroid yang dapat berfungsi untuk mempertahankan diri dari perubahan lingkungan, gangguan tidur, dan dapat menghilangkan stress. Gula Aren selain rasanya manis dan lezat, juga mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh, diantaranya adalah Riboflavin yang membantu pembentukan antibodi, energi, memperbaiki kerusakan sel saat proses produksi energi, dan memperbaiki jaringan sistem pencernaan. Sementara Habbatussauda dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Habbatussauda pun berfungsi untuk menetralkan racun dalam tubuh yang dapat dikeluarkan dikeluarkan melalui kotoran, urine dan keringat. Manfaat yang hebat bagi kesehatan dan rasa yang lezat m e m bu a t s e m a k i n b a nya k masyarakat mengkonsumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi: 085234398441. Banyuwangi: 085234398441 Depkes:P- IRT. 812. 3205. 01. 114


8

Jawa Pos-nya Kota Santri

Senin 4 Juli 2011

KTP ELEKTRONIK

2000 Warga Masih Terdata Ganda SITUBONDO - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Pemkab Situbondo terus mematangkan persiapan untuk melaksanakan program nasional KTP Elektronik (E-KTP). Salah satu masalah yang kini diselesaikan secara serius adalah adanya sejumlah warga yang masih terdata ganda. Selama itu belum dibenahi sampai kapan pun E-KTP tak akan pernah bisa diterapkan. Dispendukcapil sudah melakukan upaya bertahap sejak 2010. “Jadi, kita harus bersih-bersih dulu data ganda itu, nanti kalau sudah beres baru bisa melaksanakan E-KTP yang berbasis sidik jari,” terang Kepala Dispendukcapil, Agus Tjahyono Basuki. Padahal, kata dia hingga saat ini sedikitnya 2000 warga diperkirakan masih terdata ganda. Itu ditemukan saat petugas Dispendukcapil mengoreksi database yang ada. “Terdata ganda, misalnya satu orang didata dua orang dengan nama berbeda. Misalnya, Wahid juga didata Pak Echa, karena nama anaknya Echa,” DOK/RaBa papar mantan kepala Dinas PengeAgus Tjahyono B. lolaan Keuangan Daerah (DPKD) itu. Menurut dia, jumlah warga yang terdata ganda di Situbondo masih relatif kecil disbanding kabupaten lain yang mencapai 5000 hingga 10000 orang. Salah satu cara yang ditempuh adalah melakukan revisi berbasis data konsisten dan dokumen lain, misalnya membandingkan dengan ijazah atau kartu nikah. Dengan demikian output database kependudukan nanti valid, benar, dan konsisten. Ini sangat dibutuhkan untuk konsolidasi data secara nasional. Puncaknya, akan terjadi online data base kependudukan lintas kabupaten/kota. “Jadi, sekarang kita masih terus melakukan pemutakhiran data. Sebab, E-KPT hanya bisa diakses kabupaten yang sudah melaksanakan sistem informasi dan administrasi kependudukan (SIAK),” imbuh Agus. Yang ditempuh saat ini, kata dia, masih untuk menemukan data valid penduduk di sejumlah tempat. Sehingga, nanti akan disentralisasi pemerintah pusat. “Ketika itu sudah terlampaui maka akan ditindaklanjuti dengan surat pemberitahuan NIK (nomor induk kependudukan),” terangnya. (pri/aif)

HARLAH NU KE-88: Dari kanan, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto, Bupati Bondowoso Amin Said Husni, Gus Ipul dan KH. Sufyan Miftahul Arifin di alun-alun Situbondo, kemarin.

EDY SUPRIYONO/RaBa

Seks Bebas-Narkoba Meningkat Disampaikan Gus Ipul di Depan Warga Nahdiyin SITUBONDO – Metode pendidikan yang akan diterapkan di sejumlah sekolah favorit di Jawa Timur akan mengadopsi metode pendidikan seperti yang diterapkan di pesantren. Ini untuk membentengi remaja dan generasi muda dari perilaku negatif yang kian memprihatinkan. Pernyataan itu kemarin disampaikan Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf saat menghadiri peringatan Hari Kela-

hiran (Harlah) NU ke-88 yang ditempatkan di Alun-Alun Situbondo. “Makanya saya meminta kepada warga nahdiyin Situbondo untuk selalu menjaga dan mengawasi putera-puterinya. Jangan sampai lengah,” pesan pria yang akrab dipanggil Gus Ipul itu. Diungkapkan Gus Ipul, saat ini jumlah pengguna narkoba serta perilaku seks bebas makin meningkat jumlahnya di Jawa Timur. “Ini kondisi yang sangat memperihatinkan. Makanya, sejumlah sekolah favorit di Jawa Timur akan menggunakan metode pendidikan seperti di pesantren,” kata pria yang kemarin hadir sebagai jajaran Ketua di PBNU itu.

Sementara itu, kiai kharismatik Kota Santri, KH. Sufyan Miftahul Arifin mengajak agar warga NU mengamalkan ajatan Aswaja dalam praktik kehidupan sehari-hari. Jika itu dilakukan, maka warga NU ke depan akan makin jaya. Kiai Sufyan juga mengajak masyarakat Situbondo mendukung dan membantu semua program pembangunan yang dicanangkan oleh Bupati Situbondo. Peringatan Harlah NU ke-88 yang digelar Pengurus Cabang (PC) NU Situbondo memang berlangsung spektakuler. Ribuan warga dari berbagai latar belakang dan pelosok Situbondo tumplek blek di lapangan yang berada di sebelah utara pendapa kabupaten itu.

SITUBONDO TV

Acara yang dikemas dengan acara pengajian akbar tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf. Sejumlah habaib, jajaran muspida dan Kepala Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Situbondo ikut berbaur. Bupati Situbondo Dadang Wigiarto, Bupati Bondowoso Amin Said Husni dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas juga hadir di tengah-tengah acara. Sebagai penceramah, KH. Sufyan Miftah dan KHR. Mohammad Kholil. Dalam kesempatan ini, Kiai Kholil kembali menjadi inisiator untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya ■ Baca Seks...Hal 7




Radar Banyuwangi 4 Juli 2011