Page 1

SENIN 3 OKTOBER

29

TAHUN 2011

DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’ SHUBUH 11.10 14.19 17.15 18.25 03.46

Juragan Emas Tewas Digorok KALIPURO - Aksi pembunuhan menggemparkan warga Dusun Krajan, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi Sabtu malam kemarin (1/10). Djumaiyah, 50, juragan emas yang tinggal di kampung padat penduduk itu ditemukan sudah membujur kaku di salah satu kamar rumah tetangganya. Saat ditemukan polisi, tubuh korban tampak tengkurap dengan luka cukup parah di beberapa bagian tubuhnya. Di mulut korban, terlihat ada celana dalam kecil. Diduga, hal itu dilakukan pelaku agar korban tidak berteriak. Selain itu, tubuh korban juga sudah mulai membusuk dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Diduga, korban sudah meninggal sekitar tiga hari lalu ■  Baca Juragan...Hal 39

Pembunuhan di Ketapang

Laka Karambol di Gendoh

Korban Umur Pekerjaan Alamat

Djumaiyah 50 th Pedagang emas Dusun Krajan, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Kondisi Korban : Tengkurap, terluka parah, leher menganga, dan tubuh mulai membusuk. Mulut korban disumpal celana dalam. TKP : rumah kontrakan di depan rumah korban Penghuni TKP : pasutri Muhaimin dan Lailatul (mendadak pergi ke Madura).

TABRAKAN karambol terjadi di jalan raya Gendoh, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi Sabtu malam lalu (1/10). Sebuah sedan menyeruduk rombong bakso dan dua sepeda motor sekaligus. Baca Radar Genteng halaman 31

ADA APA LAGI

: : : :

Saluran Napas Nyaris Putus SEMENTARA itu, dugaan Jumaiyah, 50, warga Dusun Krajan, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, meninggal karena dibunuh semakin kuat. Ini setelah korban yang dibawa ke RSUD Blambangan kemarin. Jenazah korban diotopsi oleh dokter Instalasi Kedokteran Kehakiman (IKK) dari RSUD Blambangan, dokter Solakhudin. Usai memeriksa korban di ruang mayat, dokter Solakhudin menyampaikan ada sejumlah luka yang cukup serius pada bagian leher dan kepala korban. Luka itu diduga kuat karena trauma benda tumpul dan benda tajam. “Luka pada kepala bagian belakang dan leher cukup dalam,” katanya ■

GALIH COKRO/RaBa

HATI-HATI: Perahu nelayan masuk muara pantai Boom dengan dipandu galah bambu kemarin.

Perahu Rawan Kandas BANYUWANGI – Setelah sempat tertutup beberapa pekan, muara pantai Boom berangsur bisa dilewati perahu kecil. Meski begitu, perahu nelayan harus waspada saat masuk muara tersebut. Meleset sedikit, perahu mereka bisa kandas. Kemungkinan perahu nelayan kandas semakin besar ketika air laut mulai surut. Kondisi tersebut diperparah adanya tetrapod (batu cengkih) di sebelah barat muara yang jadi pintu masuk ke pelabuhan rakyat. “Mending batu cengkih itu dipindah, karena tidak ada fungsinya selain menghalangi perahu,” ujar Rudi, salah satu nelayan di pantai Boom kemarin (2/10). Rudi mengatakan, sebaiknya pintu masuk dermaga diperpanjang ■

HISTERIS: Kerabat Djumaiyah menangis saat menunggu jenazah korban di RSUD Blambangan kemarin.

 Baca Saluran...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

 Baca Perahu...Hal 39

SUE GER POJOK

..

Tak Nongol Demi Study

GALIH COKRO/RaBa

APA kabar Putri Favorit Lingkungan Hijau (PLH) 2009, Corrie Annisa ? Selama hampir dua tahun tak nongol, ternyata gadis kelahiran 23 Januari 1993 itu tengah disibukkan dengan urusan study di Universitas Negeri Jember. Corrie memang belajar keras untuk segera menuntaskan kuliah di jurusan manajemen pada Fakultas Ekonomi. Hal itu dia lakukan, demi meraih ambisi untuk menjadi wanita karir. “Jadi wanita karir itu sepertinya keren. Apalagi bisa bekerja di perusahaan ternama,” cetus dara berambut panjang itu. Meski begitu, dia tetap tak bisa melepas begitu saja hobinya dalam dunia fashion. Dunia modeling yang pernah digelutinya, kini hanya dilakoni sebatas mengisi waktu luang. Selebihnya, dai tidak terlalu berharap menyandarkan hidup dari aksi lenggak-lenggok di atas catwalk. “Enak sih, tapi saya ingin tantangan lebih di karir nanti,” pungkasnya.(mg-1/bay)

http://www.radarbanyuwangi.co.id

GALIH COKRO/RaBa

RAMAI: Petugas menurunkan jenazah Djumaiyah dari mobil ambulans di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kemarin.

GALIH COKRO/RaBa

TERANG: Lampu penerangan jalan umum di Banyuwangi semakin banyak. Ini membutuhkan petugas khusus yang merawatnya.

DKP Rekrut 470 Tenaga BANYUWANGI - Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi merekrut 470 orang tenaga kerja baru. Ratusan tenaga kerja yang direkrut dengan sistem outsourcing itu, untuk menutupi kebutuhan sumber daya manusia DKP. Pelaksana tugas (Plt) Kepala DKP Banyuwangi, Arief Setyawan mengatakan, untuk menciptakan kebersihan dan menjaga serta merawat keindahan kota, Banyuwangi membutuhkan banyak tenaga kerja. Jumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang ada saat ini, tidak mencukupi untuk mengcover wilayah tanggung jawab DKP. DKP tidak bisa berharap banyak adanya pengangkatan PNS baru lantaran terbentur kendala anggaran pemerintah yang terbatas. Untuk mengatasi persoalan itu, maka ditempuh melalui perekrutan tenaga dengan sistem kontrak. Pengangkatan tenaga itu sangat mendesak untuk mengatasi persoalan kebersihan dan pertamanan di Banyuwangi ■  Baca DKP...Hal 39

Usul PKL Digeser ke MoST SEMENTARA itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum 5 Maret (Format) mengusulkan supaya para pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Taman Sritanjung direlokasi di area Mall of Sri Tanjung (MoST). Ketua LSM Format, M a s S o e roso mengatakan, sampai saat ini masih belum ada tanda kejelasan tentang masa depan MoST. Jika para PKL sekitar Taman Sritanjung menempati MoST, maka gedung tersebut lebih berfungsi dari pada dibiarkan begitu saja. Malah, kata Soeroso, bukan tidak mungkin lama kelamaan MoST akan menjadi gedung yang bisa merusak pemandangan kota. “Sayang sekali kalau rencana mantan Bupati Samsul Hadi tentang MoST dibiarkan begitu saja,” cetusnya. Menurut Soeroso, para pedagang di Pasar Banyuwangi yang meluber ke jalan, juga bisa menempati MoST. Jika hal itu terealisasi, maka bisa memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli ■  Baca Usul...Hal 39

Mengenang Sosok Almarhum Habib Ali Zainal Abidin

Minta Perbaiki Keran karena Akan Banyak Tamu Imam Masjid Besar Al Hadi Banyuwangi, Habib Ali Zainal Abidin Al Muhdor telah berpulang beberapa hari lalu. Ribuan jamaah memberikan penghormatan terakhir Jumat lalu (30/9). Namun hingga kini, sosok tokoh ahli sejarah Islam tersebut masih terus dikenang. GILANG GUPTA, Banyuwangi

CUACA cerah saat pemakaman seolah mengikuti cuaca mendung yang menyelimuti hati para pelayat. Mereka baru saja kehilangan sosok sang guru. Apalagi, saat keranda yang mengusung jasad almarhum keluar

dari Masjid Besar Al Hadi, ribuan mata berkaca-kaca memandang kain hijau yang diusung pelayat menuju pemakaman. Mata mereka menerawang mengingat sosok yang dikenal dengan ceramahnya yang sederhana tapi begitu dalam. Dari ribuan orang pelayat tersebut, KH. Habib Mahdi Hasan adalah orang yang merasa kehilangan. Betapa tidak, selama 38 tahun terakhir, keduanya telah berdakwah bersama menyebarkan syariat Islam. Dari kota sampai ke pelosok desa pun dilaluinya bersama. Bahkan, dakwah yang mereka jalankan itu dilakukan sampai ke Negeri Jiran, Malaysia. Habib Mahdi Hasan menceritakan, almarhum Habib Ali Zainal adalah sosok yang begitu tekun dan istiqamah dalam belajar ilmu. Alumnus Pondok Pesantren

Al Khairiyah Bondowoso itu selalu menggunakan metode ceramah yang mudah dicerna. Tak heran, semua golongan bisa menerima ceramahnya. Pembawaannya yang begitu sederhana, seakan menjadi contoh bagi orang yang melihatnya. “Padahal usianya sudah cukup senja, tapi tidak membuat semangatnya untuk terus mengisi ceramah surut,” jelas Mahdi. Sosok almarhum, kata Mahdi, merupakan sosok yang selalu menerima dengan keadaan. Pernah suatu ketika diundang ceramah di pulau Madura, tempatnya sangat terpencil. Saat itu, lanjut Habib Mahdi, tidak ada lauk pauk yang bisa dimakan. Adanya hanya ada kolam lele, dengan lele yang setiap harinya selalu diberi makan (maaf ) kotoran manusia ■  Baca Minta...Hal 39

Sedan terjang rombong dan dua motor di Gendoh

Masih untung yang diterjang bukan pejabat beserta ‘rombongnya’

DKP rekrut 470 tenaga dengan sistem outsourcing

Kalau minta diangkat jadi PNS, suruh lewat mimpi saja

DOK.RaBa

Alm. Habib Ali Zainal Abidin email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


30

Senin 3 Oktober 2011

CERMIN DIRI

Even Basket Menggeliat, Kapan Punya Lapangan Sendiri? CABANG olahraga basket baru saja menggelar kompetisi basket antarpelajar. Tidak hanya tingkat SD saja. Namun Perbasi juga menggelar even untuk SMP dan SMA. Tentu, kompetisi yang digelar Perbasi ini bertujuan untuk mencari talenta muda basket Kota Gandrung. Selain itu, kompetisi ini juga untuk mengasah kemampuan mereka yang pernah membela nama Banyuwangi. Baik di ajang Popda maupun Porprov Jatim. Lewat kompetisi ini, apakah mereka tetap giat berlatih, ataukah sudah puas dengan hasil yang mereka peroleh sebelumnya. Tidak hanya sekali ini ini saja Perbasi menggelar kompetisi basket antarpelajar. Hampir setiap ada hari besar nasional, seperti Agustusan, hari olahraga dan sebagainya, Perbasi kerap menggelar turnamen serupa. Bahkan, tidak hanya untuk kalangan pelajar, Perbasi juga menggelar even serupa untuk kalangan mahasiswa. Sayangnya, maraknya even basket yang digelar Perbasi Banyuwangi tidak diimbangi fasilitas pendukung. Apa itu? Perbasi ternyata tidak memiliki lapangan sendiri. GOR Sahabat yang selama ini menjadi veneu kompetisi basket merupakan milik yayasan. Statusnya sewa. Artinya, setiap kali Perbasi menggelar even, mereka harus merogoh kocek lebih dalam untuk menyewa lapangan. Pemerintah, tampaknya, belum begitu menganggap penting persoalan lapangan untuk pemain basket. Memang, di GOR Tawang Alun, sudah ada lapangan indoor serbaguna. Lapangan tersebut digunakan sebagai lapangan bulutangkis, bola voli, dan basket. Namun, khusus untuk basket, nampaknya memang benar-benar dianaktirikan. Dulu, di GOR terdapat ring basket. Tapi, kini, ring basket tersebut sudah menghilang entah kemana. Pihak pengelola pun, sepertinya tidak peduli ihwal hilangnya ring tersebut. Praktis, para atlet basket tidak memiliki lapangan sendiri. Di sisi selatan Lapangan Taman Blambangan, lapangan basket memang ada. Tapi tidak ada tribun. Penggunaannya pun tidak diperuntukkan atlet basket profesional. Siapapun boleh menggunakan lapangan tersebut. Tak ayal, atlet basket kerap tidak kebagian tempat untuk berlatih. Satu-satunya tempat untuk berlatih adalah di lapangan milik sekolah-sekolah. Jika ada pertandingan resmi, lagi-lagi harus menggunakan GOR sahabat. Yang tentu saja harus mengeluarkan biaya lebih. Karena itu, saatnya bagi pemerintah kabupaten untuk membangun lapangan basket yang terpisah dari lapangan bola voli maupun bulutangkis. Toh, peminat basket di kalangan pelajar kini lebih banyak dari pada bulutangkis maupun voli. (*)

EDY SUPRIYONO/RaBa

GAGALKAN TAWURAN: Personel Satlantas Polres Situbondo membubarkan siswa-siswa yang tengah berkumpul di depan terminal.

Polisi Antisipasi Bentrok Pelajar SITUBONDO – Satlantas Polres Situbondo mengambil langkah antisipatif terhadap aksi tawuran antarpelajar yang nyaris meletus pada Sabtu (1/10) kemarin. Polisi memilih menggiatkan patroli, terutama saat pulang sekolah. Langkah ini untuk mencegah terulangnya kejadian yang mencoreng dunia pendidikan. Ada dugaan, dua kelompok pelajar masih menyimpan dendam. “Dengan menggiatkan patroli,

kita optimistis mampu mencegah terulangnya tawuran,” terang Kasatlantas, AKP Yusuf Suryadi. Ketegangan antarpelajar Kota Santri tersebut terjadi Sabtu (1/10) kemarin. Informasi yang diterima koran ini menyebutkan, aksi tawuran dipicu kekalahan tim futsal SMA Panarukan dalam laga final melawan SMAN 2 Situbondo. Di arena pertandingan, siswa antarpendukung sempat adu mulut bah-

kan saling ejek. Kejengkelan di antara mereka masih terbawa hingga keluar arena pertandingan. “Puncaknya, Sabtu (1/10) siang kita mendengar informasi pelajar dari sekolah-sekolah itu sudah mulai berkumpul di tempatnya masingmasing untuk melakukan penyerangan,” terang Kasatlantas. Nah, mendengar informasi tersebut, polisi memilih langsung menyisir sejumlah titik yang dikabarkan menjadi

tempat berkumpulnya para siswa. Salah satunya adalah di kawasan terminal kota. Pasalnya, salah satu sekolah mengajak teman-temannya dari sekolah lain untuk bergabung dalam aksi tawuran. “Beruntung mereka kita bisa bubarkan lebih awal, sehingga tawuran antarpelajar tak sampai terjadi. Mereka tetap kita waspadai, khawatir akan berlanjut,” imbuh Kasatlantas. (pri/aif)

Kasat Reskrim Sangkal Ada Penekanan BANYUWANGI – Kesaksian Haidori dan Andi Aziz yang bertolak belakang dengan isi berita acara pemeriksaan (BAP) di persidangan kasus pembunuhan Rosan sekeluarga Kamis lalu (29/9) lalu, mendapat tanggapan dari Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Dewa Putu Eka. Menurut Dewa, selama proses penyidikan, tidak ada bentuk penekanan terhadap terdakwa. Malah, lanjut Dewa, terdakwalah yang berbelit-belit dalam

memberikan penjelasan. “Mereka tidak jelas ketika disidik,” kata Dewa. Jika pengadilan akan menghadirkan penyidik untuk dijadikan saksi dalam persidangan, dirinya menyatakan siap. “Silakan saja kalau memang itu diperlukan,” cetusnya. Seperti yang diberitakan sebelumnya, sidang lanjutan kasus pembunuhan Rosan sekeluarga mengagendakan pemeriksaan terdakwa, yakni Haidori dan Andi Aziz.

Majelis hakim sempat dibuat bingung saat mendengarkan kesaksian yang diberikan Haidori. Sebab, kesaksian Haidori tidak sesuai dengan BAP penyidik. “Tolong Anda jujur dalam memberikan kesaksian,” pinta Made Sutrisna, ketua majelis hakim. Dalam kesaksiannya, Haidori mengaku tidak tahu-menahu tentang rencana pembunuhan Rosan sekeluarga. Dia juga tidak mengetahui masalah utang-piutang

korban dan H, tersangka yang kabur. Dia hanya diminta H mengambil berkasberkas yang dimiliki Rosan. “Saya membawa kapak. Kata H untuk membongkar brankas,” aku Haidori. Ketika majelis hakim menanyakan perbedaan kesaksian tersebut dengan BAP, Haidori mengaku ditekan polisi ketika disidik. Dia juga mengaku dipukuli polisi dalam perjalanan menuju Mapolres Banyuwangi. (mg-1/aif)

ADVERTORIAL PEMERINTAHAN

Mengikuti Rakor Pengentasan Kemiskinan Bupati Anas dengan Askab

Programkan Pemberian Gizi Balita RTM Pedesaan Kuliah singkat yang ditempuh Bupati Abdullah Azwar Anas di Harvard University, hingga kini belum juga selesai. Meski demikian, Bupati Anas sudah memprogramkan implementasi hasil studi persoalan pengentasan kemiskinan di Banyuwangi. HARI sabtu (1/10) lalu, Bupati Anas kemabli menggelar rapat koordinasi (Rakor) jarak jauh melalui jaringan skype dari Harvard Amerika Serikat. Kali ini, dia menggelar rapat khusus dengan Asisten Pemerintahan Sugihartoyo, dan Kabag Pemerintahan Ana Lecto Dasilpa dan pengurus Asosiassi Kepala Desa Banyuwangi(Askab). Tema yang dibahas seputar pengentasan kemiskinan. Sejumlah pengurus teras Askab yang dipimpin ketuanya, Agus Tarmidi, hadir dalam rapat yang berlangsung di ruang kerja bupati tersebut. Dalam rapat itu, Bupati Anas membahas perencanaan program dan aksi untuk memberantas kemiskinan. Pengurus Askab dihadirkan, karena pada tahun 2012 mendatang fokus pengentasan kemiskinan akan dilakukan melalui pemberdayaan desa. Dalam rapat itu, Bupati Anas menyampaikan warga miskin dan warga sangat miskin paling banyak tersebar di desadesa. Untuk itu, pengentasan kemiskinan

TELECONFERENCE: Kadispendik Sulihtiyono dan kepala BPM dan Pemdes Peni Handayani berdialog dengan bupati Abdullah Azwar Anas. Ketika berdialog, yang posisi Anas berada di Amerika Serikat.

harus dimulai dari desa dengan memberdayakan masyarakat desa. Di beberapa negara bagian AS, ungkap Anas, ada pelajaran yang sangat berharga untuk dilakukan. Hasil kuliah lapangan dan diskusi dengan beberapa profesor ternama di Harvard University, pengentasan kemiskinan harus dilakukan dengan

memutus mata rantai kemiskinan. Untuk memutus mata rantai kemiskinan itu, Bupati Anas sudah menyiapkan beberapa program. Salah satunya yang disampaikan dalam rapat dengan Askab adalah program insentif kepada Rumah Tangga Miskin (RTM) dan pemberian makanan bergizi untuk balita RTM melalui

Rpelayanan Posyandu. Generasi RTM harus diputus dengan kemiskinan melalui pemberian gizi balita. Melalui pemberian gizi yang cukup kepada anak-anak RTM, diharapkan tumbuh balita yang cerdas dalam rangka mengangkat harkat dan martabat keluarga. “Orang tuanya miskin bukan berarti anaknya harus miskin.

Untuk memutus mata rantai kemiskinan itu, maka generasi RTM harus mendapat gizi yang cukup,” tegas Bupati Anas. Di AS, program pemberian gizi bagi balita RTM sukses besar mengentaskan kemiskinan. Untuk program insentif bagi RTM desa akan menjadi program prioritas Bupati Anas tapi pemberian insentif tersebut bukan dalam bentuk cash. Kepada pengurus Askab, Bupati Anas meminta secara khusus agar Askab lebih kerja keras lagi untuk mensinergikan semua kepada desa. Tahun 2012 mendatang, Bupati Anas berharap desa bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. “Masing-masing desa saya minta memiliki produk unggal. Satu desa satu produk,” pintanya. Selain itu, Bupati Anas juga minta Askab bisa mendorong pertanian dengan lokalitas tanaman yang berkualitas. Askab juga diminta menjadi jembatan para kades dengan Dinas Pemuda dan Olahraga untuk program entrepreneurship pemuda desa dalam rangka mengatasi persoalan pengangguran. “Pokoknya saya minta Askab ikut berperan memikirkan program insentif apa saja untuk program pengentasan kemiskinan tahun 2012,” pinta orang nomor satu di jajaran Pemkab Banyuwangi ini. Program yang disampaikan Bupati Anas itu, mendapat apresiasi dari jajaran pengurus Askab. Organisasi para kades itu siap mendukung program pemberantasan kemiskinan yang digagas Bupati Ana situ. (afi/adv/aif)

Pemimpin Redaksi: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Agus Baihaqi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Copy Editor: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Muhammad Isnaeni Wardhan Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: RodyaYuliani. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT Banyuwangi PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: Rp 14.000,-/mm kolom hitam putih, Rp 22.500,-/mm kolom full colour depan, Rp 17.500,-/mm kolom full colour belakang,Iklan Baris Umum Rp. 20.000,- /baris, Lowongan: Rp 30.000,-/baris, Sosial: Rp 10.000,-/mm kolom. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Senin 3 Oktober 2011

Utamakan Siswa Miskin

BAGAIMANA INI

ALI NURFATONI/RaBa

RUSAK: Kondisi pulau jalan di jalan raya Jember di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng kemarin.

Double Way Genteng Ajur GENTENG – Median jalan pada lintasan double way di Jalan Raya Jember Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi rusak hingga kemarin (1/10). Kondisi itu membuat para pengendara yang melintas di sana harus berhati-hati. Pada malam hari, pengendara dari arah barat harus waspada. Sebab, lampu penerangan yang rusak akibat sering ditabrak kendaraan. Pengendara luar daerah yang tidak paham kondisi jalan tersebut bisa kaget bila melaju terlalu kencang. Karena mereka yang baru saja melewati jembatan Kali Setail, tidak akan menyangka bila tiba-tiba di depannya terdapat median jalan. ‘’Memang di sini sering terjadi kecelakaan, mayoritas dari arah Jember,’’ ujar Solim, warga Desa Setail. Sementara itu, rambu di kawasan itu terkesan di pasang sekadarnya. Kalau tidak lekas diperbaiki, tentu akan membahayakan keselamatan pengendara. Bagaimana ini? (ton/bay)

ALI NURFATONI/RaBa

GAYENG: Suasana diskusi Ahad Sore di Kantor Radar Banyuwangi Biro Genteng di Jalan Raya Jember 36, Desa Setail, kemarin.

GENTENG - Banyaknya pundipundi uang negara yang digelontorkan untuk sekolah negeri, ternyata tidak berbanding lurus dengan kesempatan para siswa miskin untuk mengenyam pendidikan ke sekolah pelat merah tersebut. Karena itu, pemerintah wajib memberi kesempatan siswa miskin bisa masuk ke sekolah negeri. Itulah salah satu rujukan dalam Diskusi Ahad Sore di Kantor Radar Banyuwangi Biro Genteng di Jalan Raya Jember 36, Desa Setail, Kecamatan Genteng, sore kemarin (2/10). Dalam diskusi santai tersebut, KH. Toha Muntaha yang juga pendiri Madrasah Aliyah Gratis di Kecamatan Glenmore mengungkapkan, belakangan ini ternyata banyak siswa miskin berhenti dari sekolah negeri, karena tak kuat membayar biaya. Kiai Toha Muntaha mencontohkan, beberapa siswanya sebelumnya sudah diterima di sebuah SMA negeri n  Baca Utamakan...Hal 39

Sedan Terjang Rombong dan Dua Motor Tiga Warga Terluka SINGOJURUH – Mobil sedan bernopol DK 192 CO menabrak penjual bakso di tepi jalan raya Gendoh, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi sekitar pukul 17.30 Sabtu lalu (1/10). Akibat kecelakaan tersebut, Warsito, 32, sang penjual bakso itu mengalami luka serius di bagian kepala dan dada. Sementara pengemudi mobil sedan warna silver itu, Bagus Nurman Sasono bin Samidi, 24, juga menabrak dua sepeda motor sekaligus. Serudukan sedan tersebut mengakibatkan motor Honda bernopol DK 2256 DF dan Honda Scoopy dengan nopol P 3557 VX menjadi rusak. Belum puas menabrak bakso dan dua mo-

tor. Mobil itu juga manabrak Muklas, 29, warga Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Seorang anak bernama Abin yang masih berusia dua tahun warga Dusun Gayam Kidul, Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh juga terkena imbas kecelakaan itu. Kapolsek Singojuruh AKP Sugeng Ngudiaji mengakui, pengemudi mobil tersebut adalah anak anggota polisi yang bertugas di Singojuruh. Meski begitu, pengemudi tetap bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut. ‘’Pengemudinya bertanggung jawab penuh

terhadap kejadian laka lantas itu,’’ ujarnya Kapolsek kemarin (2/10). AKP Sugeng menambahkan, kecelakaan itu bermula mobil melaju dari arah utara. Di saat melewati tikungan, ada seorang perempuan yang sedang menyeberang jalan. Mengetahui hal itu, pengemudi mobil menghindari orang tersebut dengan membanting setir ke kiri. ‘’Akhirnya terjadilah tabrakan beruntun itu,’’ terangnya. Sugeng menegaskan, tidak benar kalau pengemudi dalam kondisi masuk minuman keras. Alasannya, pandangan pengemudi memang terbatas dan menghindari perempuan yang menyeberang. ‘’Pengemudi tidak mabuk, saya lihat dia sadar,’’ jelasnya n

TERPENTAL: Kondisi rombong bakso rusak usai ditabrak mobil di Jalan Raya Gendoh, Kecamatan Singojuruh, Sabtu malam lalu.

 Baca Sedan...Hal 39 ALI NURFATONI/RaBa

ADVERTORIAL PAJAK

Sensus Pajak Bidik Kawasan Ekonomi

FOTO-FOTO:TOHA/RaBa

DIRESMIKAN: Wabup Yusuf Widyatmoko menabuh gong pertanda sensus pajak nasional 2011 dimulai Jumat (30/9).

POSE BERSAMA: Petugas sensus pajak nasional 2011 berfoto bersama dengan Wabup Yusuf Widyatmoko berserta Sekda, Muspida dan Kepala KPP Pratama Banyuwangi.

BANYUWANGI – Pelaksanaan lain berupa peningkatan kepatuhan sensus pajak nasional yang digelar masyarakat Wajib Pajak terhadap Jumat (30/9) di Kantor Pelayanan penyampaian SPT serta peningkatan Pajak (KPP) Pratama Banyuwangi penerimaan perpajakan yang beruberlangsung sukses. Program yang jung pada pening katan tax ratio. merupakan kebijakan nasional ter- Sebagaimana data yang ada pada KPP sebut dihadiri Wabup Yusuf Widyat- Pratama Banyuwangi, tingkat kepatumoko, Sekda Sukandi, Muspida, Pejabat han masyarakat Wajib Pajak dalam Pemkab Banyuwangi. Ada pula Wajib memenuhi kewajiban perpajakannya pajak (WP) perorangan juga masih sangat rendah. dan badan usaha. Untuk orang pribadi misDalam sosialisasi ini, alnya, rasio SPT terhadap KPP Pratama Banyuwangi kelompok pekerja aktif akan mem prio ri tas kan hanya mencapai 2,42%. sensus untuk kompleks Sedangkan untuk badan pasar/pertokoan dibeberusaha, rasio SPT Badan apa Kecamatan. Misalnya, ter hadap ba dan usaha Banyuwangi, Genteng, aktif hanya men capai Ro go jampi, Gambiran, 2,05%. Sedangkan tax raKalipuro, Wong sorejo, tio jika berdasarkan data dan Keca matan Giri. Produk Domestik Bruto Dadang Suwangsa “Untuk wilayah-wilayah (PDB) Harga Konstan dan diluar wilayah tersebut penerimaan perpajakan akan dilakukan secara bertahap pada tahun 2010 juga masih sangat rendah tahun 2012,” kata Kepala KPP Pratama yaitu sebesar 2.04%. Banyuwangi, Dadang Suwangsa. “Peningkatan pene ri ma an per paDadang menjelaskan kesuksesan jakan tersebut diharapkan dapat mempenyelenggaraan Sensus Pajak Na- berikan kontribusi yang lebih besar sional di Banyuwangi ini diharapkan pada APBD Kabupaten Banyuwangi akan mendatangkan manfaat, antara untuk tahun 2011 dan selanjutnya me-

SENSUS PAJAK 2011: Pembagian jaket bagi petugas sensus.

lalui bagi hasil penerimaan PPh Pasal 21 dan PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi,” kata Dadang dalam sambutannya. Dijelaskan, penerimaan perpajakan secara nasional telah mencapai Rp. 878,7 Trilyun. Sebagaimana yang tertuang dalam APBN-P 2011 yang merupakan 75,4 persen dari total penerimaan dalam negeri Rp. 1.163,3 Trilyun. Namun demikian, jika dibandingkan dengan potensi pajak yang ada, maka perlu dilakukan terobosan dibidang ekstensifikasi dan intensi fikasi pemungutan pajak. Fakta menunjukkan, tingkat kepatuhan masyarakat Wajib Pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya masih sangat rendah. Untuk orang pribadi misalnya, rasio SPT terhadap kelompok pekerja aktif hanya mencapai 7,73%. Sedangkan untuk badan usaha, rasio SPT Badan terhadap badan usaha aktif hanya mencapai 3,6%. Rendahnya kepatuhan tersebut menjadi penyebab rendahnya pencapaian tax ratio kita saat ini yang berkisar 11-12% jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di atas 14%. Sementara itu, Wabup Yusuf Widyatmoko memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan sensus pajak nasional ini. Menurutnya, untuk me ningkatkan penerimaan pajak. Maka KPP Pratama harus mencari terobosan. Namun, Wabup memberikan solusi. Salah satunya adalah me ningkatkan kesejahteraan karyawan dengan menaikkan gaji hingga memenuhi syarat kena pajak. Diakui, apabila penerimaan pajak tidak maksimal maka akan menggangu pembangunan. ’Untuk itu atas nama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, kami mendukung lang kah KPP Pratama dalam me ningkatkan pene rima an pajak,” pungkas Wabup. (ikl)

UNDANGAN: Launching sensus pajak nasional dihadiri peserta dari berbagai kalangan. Mulai birokrat hingga pengusaha dan pemilik perusahaan.

LANGSUNG GERILYA: Petugas sensus pajak nasional mendata wajib pajak di KFC Banyuwangi pada Jumat (30/9).

TUGAS YANG BAIK YA: Danlanal Nurrokhim mengenakan jaket kepada petugas sensus pajak nasional 2011.


KOMUNIKASI BISNIS

32

Partai Golkar Garap Pedesaan GLENMORE - Rapat kerja daerah (Rakerda) DPD Partai Golkar Kabupaten Banyuwangi yang digelar di wisata Umbul Pule, Kecamatan Glenmore, akhir bulan lalu, dibuat untuk arena konsolidasi bagi partai berlambang pohon beringin tersebut. Selain dihadiri jajaran pengurus lengkap DPD Partai Golkar Banyuwangi dan Jawa Timur, para pengurus dari 24 pimpinan kecamatan (PK) dan 218 pimpinan desa (pimdes) se-Banyuwangi, juga hadir semua. Tidak ketinggalan, para organisasi sayap dan mitra seperti AMPG, KKP, AMPI, AMDI, Kosgoro 1957, dan AlHidayah, semuanya hadir. “Alhamdulillah, para pengurus kompak. 218 pimdes se-Banyuwangi bisa hadir semua,” cetus ketua DPD Partai Golkar Banyuwangi, Sumantri Soedomo. Menurut Sumantri, dalam aturan AD/ART pimdes tidak masuk menjadi peserta rakerda. Tapi, ini sengaja kita undang untuk bersama membuat program demi kemenangan partai. “Pimdes ini perannya sangat besar dalam perjalanan partai, terutama untuk kemenangan partai pada Pemilu mendatang,” katanya. Pada Pemilu 2014 mendatang, jelas dia, target Partai Golkar itu

KOMPAK: Pimdes Partai Golkar siap memenangkan partai dalam Pemilu 2014

AGUS BAIHAQI/RaBa

bisa menang. Selain itu, juga mengusung ketua umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) untuk menjadi Presiden RI. “Untuk merealisasikan program ini, pimdes menjadi ujung tombak,” ujarnya. Dalam kepengurusannya ini, lanjut dia, Partai Golkar Banyuwangi akan mencanangkan program yang berhubungan langsung dengan masyarakat, terutama yang ada di pedesaan. Semua kader dituntut membuat program yang kongret bagi masyarakat. “Program dan kegiatan Partai Golkar harus bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” ungkapnya.

Rakerda yang digelar untuk memperingati HUT Partai Golkar ke-47 ini, Sumantri juga minta pada semua kader partai untuk bisa menjadi problem solver dalam setiap persoalan yang ada di tengah masyarakat. “Partai Golkar akan garap di pedesaan,” terangnya. Dengan program ini, Sumantri optimis partainya akan kembali berjaya. Apalagi, kader Golkar yang selama ini bersama partai lain, sudah kembali lagi. “Banyak kader Golkar yang ikut partai lain, kini bergabung lagi. Kader-kader ini terutama yang ada di pedesaan,” pungkasnya. (abi/adv/als)

AGUS BAIHAQI/RaBa

ARB: Sumantri dengan ARB For President 2014

Parade Band Warnai Dies Natalis SMPN 1 Genteng

IWAN SETIONO/RaBa

TINJAU: Pua Jiwa bersama dr Nanang meninjau pasien operasi. KOMPAK: (dari kiri) dr Nanang, Dani Dzuhirat, Pua Jiwa, dan dr Taufiq.

150 Perempuan Ikuti KB Steril GENTENG - Program inovatif dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan (BPP) dan Keluarga Berencana (KB) Banyuwangi. Yaitu khusus di bidang pelayanan masyarakat. Bekerja sama dengan BKKBN Provinsi Jawa Timur dan RSUD Genteng kemarin melaksanakan Medis Operatif Wanita (MOW) atau dalam istilah kesehatan disebut KB steril. ”Teknik steril ada dua. Yaitu dengan memotong saluran telur atau dengan mengikat saluran telur pada wanita,’’ jelas dr Taufiq Hidayat, Kabid Pelayanan RSUD Genteng. Sekitar 150 perempuan yang berasal dari Banyuwangi Selatan, di antaranya Purwoharjo, Cluring, Gambiran, Genteng dan kota lainnya, mengikuti KB steril. Mereka langsung ditangani tim medis dari RSAL Surabaya yang dibantu tim medis RSUD Genteng. Sebelum dilaksanakan operasi, terlebih dahulu dilaksanakan tes urine. ”Tujuannya untuk mengetahui apakah wanita tersebut hamil atau tidak,’’ kata Drs. Muhammad Pua Jiwa, Plt. Kepala BPP KB Banyuwangi. Pua Jiwa menambahkan, meski para wanita tersebut telah dites urine pada puskesmas masing-masing, namun pihaknya tetap melakukan tes urine kembali. Itu karena dikhawatirkan ada yang hamil dan BPP KB tidak mau kecolongan. Pua Jiwa

DIJUAL Cepat, lokasi Jl. KH. Agus Salim 108 Bwi, T20x40/B 155m2, tepi jalan/utk rumah/usaha. Rp 575jt nego, bsa krdit bank, Hub: 0811352594

menjelaskan, yang mengikuti MOW rata-rata wanita yang sudah memiliki tiga anak dan sudah mendapat persetujuan dari para suami. ”Semoga dengan pelayanan MOW ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Banyuwangi,’’ pungkas Pua Jiwa. (adv/als)

GENTENG – Puncak kemeriahan Dies Natalis ke-51 SMPN 1 Genteng diwarnai dengan aksi parade band Sabtu (1/10) kemarin. Di panggung halaman sekolah tersebut, penampilan anak didik H. Saroni itu tampil begitu mempesona. Rangkaian kegiatan parade band tersebut memang sebagai puncak dari kegiatan sebelumnya. Pengurus OSIS sejak 12 September 2011 sudah melaksanakan kegiatan berupa lomba. Di antaranya fashion muslim, dan kompetisi basket seBanyuwangi. Ada juga pentas seni, bazar, dan jalan sehat. Ketua panitia Rizki Isnantono Prabowo mengatakan, digelarnya kegiatan tersebut sebagai ajang kreasi bagi teman-temannya. Hal itu sesuai dengan minat dan potensi yang dimiliki oleh seluruh siswa. ’’Teman-

teman biar bisa berkreasi dan berprestasi,’’ ujar ketua OSIS SMPN 1 Genteng tersebut. Menurutnya, sejak awal kegiatan pihaknya bekerja ekstra keras untuk memenuhi harapan sukses. Mencari sponsor dan segala macamnya juga kerjasama dengan seluruh panitia. ’’Ya kami usaha bagaimana biar acara lancar dan sukses,’’ jelasnya. Kepala sekolah SMPN 1 genteng H. Saroni menuturkan, kegiatan dies natalis memang digelar setiap tahunnya. Pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan serupa juga dilakukan. Meski begitu, pihaknya tidak terlalu intervensi segala macam kegiatan itu. ’’Kami hanya memberikan bimbingan. Semua kegiatan dihandel oleh anakanak, termasuk mencari sponsor,’’ ujarnya bangga. (ton/adv/als)

ALI NURFATONI/RaBa

POSE BARENG: Panitia Dies Natalis SMPN 1 Genteng foto bareng di sekolah Sabtu (1/10) lalu.

Senin 3 Oktober 2011

Program Kursus Profesi Jaring 60 Peserta Desy Education Ditunjuk Sebagai Penyelenggara Oleh BPPNFI Jatim BANYUWANGI – Untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan, Desy Education bekerjasama dengan BPPNFI (Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal) Regional IV Surabaya memberikan layanan kursus dan pelatihan kepada 60 peserta anak didik. Mereka diberikan keterampilan dan keahlian khusus, seperti Bahasa Inggris, Perhotelan, dan Pariwisata. Sehingga saat dinyatakan lulus dalam mengikuti program ini mereka akan siap lahir batin mencari nafkah di dalam maupun luar negeri. Direktur Desy Education, Handoyo Saputro, mengatakan sebagai salah satu lembaga kursus dan pelatihan (LKP) berprestasi tingkat nasional tahun 2011, lembaga pendidikan Desy Education terus aktif memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat. Salah satunya adalah kursus para profesi (KPP)

Toha/RaBa

TES: Untuk mengikuti program KPP 2011 ini peserta harus mengikuti serangkaian tes dan kepatutaan analisis.

2011. Untuk mengikuti KPP ini maka peserta harus mengikuti serangkaian analisis. Yaitu pelatihan berdasarkan analisis kebutuhan pasar, pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi kompetensi, dan jaminan penempatan kerja. “Yang mengikuti program KPP 2011 ada sejumlah 60 peserta. Mereka masih dalam usia produktif yang belum memperoleh pekerjaan yang layak serta berasal dari keluarga kurang mampu. Sekaligus kami memberikan beasiswa kepada 40 anak. Jadi total yang

mengikuti tes di acara ini ada 100 peserta,” kata Handoyo di Hall Pondok Wina Banyuwangi kemarin. Sementara itu, Perwakilan BPPNFI Regional IV Surabaya, Ir Muhammad Noval, mengatakan program KPP ini merupakan program nasional yang dirancang oleh Direktorat Pembinaan Kursus Pelatihan. Program ini bertujuan memberikan kontribusi untuk menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan. Sehingga dapat terjadi peningkatan kesejahteraan. (ikl/als)


BALJEBOL

Senin 3 Oktober 2011

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

37

LUMAJANG

Gelar Operasi KTP di Mall

Pemkab Jamin Pupuk Aman

DINAS Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) bersama petugas dari Polres Jember, Satpol PP, dan Kodim 0824 Jember melakukan operasi KTP di beberapa lokasi di Jember kemarin. Operasi tersebut dilakukan di Matahari Department Store, Roxy, terminal Tawang Alun, dan Stasiun Jember. Operasi gabungan yang dilakukan petugas berseragam itu sempat mengejutkan para pengunjung di lokasi-lokasi tersebut. Setiap tiba di titik-titik sasaran, petugas Polres Jember memasang poster bergambar empat buron teroris yang terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Solo. Kabag Ops Polres Jember Kompol Budiharto mengatakan, pihaknya menurunkan 30 orang personel. Dikatakan, operasi tersebut merupakan upaya mengantisipasi tindak kejahatan. Selanjutnya, petugas mendatangi para pengunjung untuk diperiksa KTP. Karena operasi digelar mendadak, banyak pengunjung yang terjaring karena tidak membawa KTP. Bagi pengunjung yang tidak membawa KTP, diminta menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. (jum/aro/jpnn)

LUMAJANG— Pemkab Lumajang menjamin ketersediaan pupuk di Lumajang selama 2011 ini aman. Itu tidak lepas karena serapan pupuk hingga bulan ini diperkirakan baru mencapai 50 persen. Usai evaluasi penyerapan pupuk di lantai dua gedung pemkab kemarin Kabag Ekonomi Pemkab Lumajang, Nurul Huda mengatakan evaluasi melibatkan para distributor, perwakilan penyedia pupuk dan pemerintah sendiri. Antisipasi kedepanya adalah memastikan di tingkat kecamatan tercukupi juga. Sebab, kebutuhan pupuk antara kecamatan yang satu dengan yang

KEPENDUDUKAN

RADAR JEMBER/JPNN

TERCUKUPI: Hingga bulan ini, serapan pupuk baru 50 persen.

lain berbeda. Ada kecamatan, tambah dia membutuhkan banyak pupuk, namun sejumlah kecamatan serapan penggunaan pupuknya sangat kecil. Mengantisipasi itu, dia mengaku pihaknya siap merelokasi kebutuhan pupuk di masingmasing kecamatan. Jika ternyata serapan pupuk di kecamatan A misalnya kecil, maka akan dialihkan ke kecamatan yang lain. “Agar kebutuhan pupuk di masing-masing kecamatan dapat terpenuhi,” imbuhnya. Kekurangan pupuk di kecamatan, tambah dia jangan sampai terjadi kekurangan. Sebab itu jika terjadi, maka petani akan kekurangan pupuk. Untuk

itu, monitoring di kecamatankecamatan akan ditingkatkan untuk memastikan kebutuhan pupuk di masing-masing kecamatan tercukupi. Tahun ini, Lumajang mendapatkan stok pupuk hingga 51 ribu ton. “Itu untuk jenis urea,” ucapnya. Disinggung penggunaan pupuk organik, dia mengaku masyarakat sudah mulai sadar tentang pentingnya penggunaan pupuk organik. Itu dibuktikan dengan serapan pupuk organik yang mulai ada peningkatan. Namun, kesadaran masyarakat patani harus terus digenjot agar tidak terlalu bergantung pada pupuk anorganik. (wan/wah/jpnn) ADVERTORIAL

BPN Tingkatkan Layanan Prima di Usia 51 Tahun BANYUWANGI – Pelayanan prima men- televisi, lemari es, sepeda gunung, mesin jadi prioritas Badan Pertanahan Nasional cuci, dan masih banyak lagi. (BPN) Banyuwangi dalam melayani maSelain diisi kegiatan bernuansa olahraga, syakarat. Selain memberikan kemudahan hari jadi Agraria Nasional juga diisi dengan bagi masyarakat yang akan mengurus kegiatan lainnya seperti bulan bakti BPN sertifikasi tanah. Badan yang yang dimulai 24 September membidangi kepengurusan hingga bulan Desember mentanah ini juga memberikan datang. Selain bakti sosial, pelayanan lain berupa ragam BPN Banyuwangi dalam kekegiatan bersama masyarakat. sempatan ini memberikan Bertajuk hari jadi Agraria sertifikat kepada masyarakat. Nasional ke-51 yang diperiBentuknya beragam mulai ngati di kantor BPN lama di Prona, sertifikat instansi peJalan Letkol Iqtiqlah kemarin, merintah, perorangan, badan keluarga besar BPN dan mahukum, dan wakaf. “Target syarakat turut serta dalam tahun 2011 ada 4000 bidang aneka ragam kegiatan dengan tanah yang disertifikat. Luassemangat hari jadi yang dinya beragam sesuai kepemitandai sebelumnya dengan likan dari instansi maupun disahkannya Undang-undang perorangan,” beber Soegiarto, Pokok Agrarian pada 24 SepKepala BPN Banyuwangi. Drs. Soegiarto tember 1960 silam. Melengkapi bulan bakti terKegiatan dimulai dengan pelaksanaan upa- sebut, BPN juga memaksimalkan layanan cara bendera. Even tersebut dilaksanakan pa- mobile lewat Layanan Rakyat Untuk Serda 24 September lalu bertepatan dengan di- tifikasi Tanah (Larasita). Lewat layanan ini sahkannya undang-undang pokok agrarian masyarakat dapat mengurusi sertifikasi 51 tahun silam. Kemudian kegiatan dilan- tanah dengan lebih mudah. Menggunakan jutkan dengan gelaran jalan sehat bersama. angkutan mobil, layanan seperti di kantor Seluruh keluarga besar BPN, pensiunan, BPN bisa hadir lebih dekat di tengahdan masyarakat tampak antusias mengikuti tengah masyarakat. kegiatan ini. Mengambil start dan finish di Soegiarto menyebut, Larasita memiliki depan kantor BPN lama, kegiatan ini keunggulan. Di antaranya masyarakat tidak mendapat sambutan hangat pengguna jalan perlu jauh-jauh ke kantor BPN, biaya tetap, dan masyarakat. Puas berjalan kaki, peserta dan layanan lebih cepat. Melalui layanan ini, kemudian diajak melemaskan tubuh dengan dia berharap Larasita dapat menghindarkan senam bersama. masyarakat dalam pengurusan tanah melalui Puluhan hadiah disediakan sebagai pele- calo. “Disamping itu, pengurusan mudah ngkap kegiatan ini. Mereka yang beruntung dan masyarakat bisa mengurus sendiri,” bisa membawa pulang doorprize seperti imbuhnya. (nic/adv/als)

SESEPUH: Pensiunan BPN dan undangan menyaksikan langsung pengundian.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

FOTO-FOTO: NIKLAAS ANDREAS/RaBa

PELEPASAN: Acara jalan sehat mengambil start finish di kantor arsip BPN di jalan Letkol Istiqlah.

HADIAH UTAMA: Kepala BPN Banyuwangi (berkacamata) menyerahkan sepeda kepada peserta yang beruntung.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BERSEMANGAT: Keluarga besar BPN menuju finish.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

•JL. ADI SUCIPTO•

•SAWAH TEPI JALAN•

•TANAH 2600M2•

RUMAH & TOKO

•DEPO AIR ISI ULANG•

• GURU PG/TK•

DJL Rmh Jl. Adi Sucipto 56 Bwi, LB 600m2, LT 1742m2, Hub: 08123461944/8918785

DJL Sawah L 8500m2 SHM lok bts kota Ds Bakungan tp Jln aspal. 450Jt. 081234535857

DIJUAL Tanah L 2600 M Jl. Mega segara Berminat Hub. 081558705503

DJL. Tk+Rmh Tkt 2, full perabot, strategis Jl. Kembar Lt. 310/490m, uk. 10X31 M, marmer, ksnjati, Tk. SriwijaYA JL.Gajah Mada 274 Gtg-Bwi H. Sugiarto 081233499888,031703388181

TIRTA ALAM mnrima pemasangan Dp Air isi ulang. H: 8251761/085257558460/8953555

BTH Cpt rmja/ibu rmh tnga, max 35th utk Gru PG/TK H: Jl.Tamrin 48 Bwi 085236095152

•KERTANEGARA•

•TANAH 8050M2•

•TANAH 300 M2•

DJL Rmh Jl. Kertanegara/Baluk Bgn 76M2 Tanah 200M2 Blkg bisa ditingkat. Lsg bisa ditempati, harga nego TP. Hub 081-803587-755

DJL SEGERA Tanah 8050m2+bangunan rumah. Ada 63 pohon rambutan dan 2 bekas kolam pemancingan, di dusun Pekulo, SHM, harga 375 juta (nego), peminat serius Hub: 081554147502.

DJL Tnh Kapling SHM L +- 300 M2/ 1 1/2 Kavling Lok. Dlm Kota, Gg Makning Hrg Nego Berminat Hub. 08123444291/0333-423537

•RUMAH SEWA•

•TANAH 1665M2•

Rmh+UangSewa2ThnTunai.PenatabanPggrJln BsrLt.1750Lb + 390 SHM Andre08211380580

DJL CPT Tnh 1665m2 d blkg Bulog Ketapang Bwi, Hrg 250jt. H: 08123461944

SITUBONDO

•TANAH 1900M2•

•JL. DIPONEGORO•

TANAH 1900m2, Ds Kedayunan, ada phn durian dll, dlm kampung,T.426449/ 081911695857

DJL rmah baru, Jl. Diponegoro Gg II no.48, luas 220m2, bagus. H: 08123133782, tnp perantara.

•PERUM PANPER• DJL Rmh SHM Lt. 92 M2 4 Kt dr , Rt. 2 Km Perum Panper Blk CC 16 H-0341-715472 /TP

SITUBONDO •TANAH 271M2• DJL CPT SHM L 271m2, Jl. Melati VI/9. 90jt / Rmh toko GPM A14, Panther ‘91 43jt, trm carter Avanza, 08123463642

Langganan Koran: (0333) 412224

BANYUWANGI • SUZUKI KARIMUN• DJL Suzuki Karimun ‘03, Silver, plat N Mlg, harga 84 jt, Hub: 08175192079

•TANAH 594M2• DJL Cpt Tnh SHM L 594 M2, Glagah , Harga 40 Juta bs Tukar mbl & Djl Tanah +Rmh SHM L 765 M ada 2 Rmh Lok Jl Brantas Jajag Hub. Wawan 085331632942,081252599910

•DIKONTRAKKAN• RUKAN Luas 170 m2 ( 10X17 m) ada kt 2,km2, dpr, r.klrg. lok Jln Agus Salim14 Bwi. Sblh brt BKD (08179622454).

SITUBONDO •DIPLOMA 1• BHS Inggris & Manajemen Bisnis. Perkuliahan Okto ‘11. SPP 199ribu/bln, dosen luar & dlm negeri, psti kerja. H: 0361-237367

• PROMO DAIHATSU• MILIKI XENIA VVT-i UM 9 jt, TERIOS UM 21 jt, GRAN MAX UM 6 jtan, LUXIO Disc 15jt. Bs kredit 5th + hadiah menarik. Hub Sgr HADI (0333) 7728.456/ 0815.5970.5555 / 081.233.432.555.

•JUAL MESIN BUBUT•

• KSU SYARIAH•

JUAL Mesin Bubut Taiwan panjang 1,25 meter 0331-7181378,0812348558

KSU SYIRKATUL MU’AMALAT SYARI’AH. Dbthkn Karyawan/ti Min SMA pny motor &SIM C, brpngalaman di bidang marketing dan administrasi. Lam ke UD. Tani Mashur, Ds. Tegal, Singojuruh. T. 0333631802

•SOUVENIR• CETAK Mug Kaos Pin Ganti Kunci Jam Untuk Promo Toko Kantor Souvenir Ultah Nikah hrga Murah. Jula Kaos & Souvenir Bwi Partai & Ecran Ruko Karibia B-3 Jakgung Suprapto 0333-417992-081913906633

•PENGOBATAN• TIGA Therapi Alternatif , Refleksologi, Accupresure dan TA Hubungi: 03338919141, 082140734262

SITUBONDO •CV. PUTRA INDONESIA•

• THERAPIST• ANDA ingin jadi therapist spa di Dps/ Ubud, sgr bw CV ke Bali Ratu Group. d/ a PT Mas Wangi Travel. Jl Ry Mangir No, 7 (Dpn SPBU Mangir) Bwi. 03337700661. www.baliratugroup.com

• WISNU KARYA MEBEL• DBTHKN tenaga serabutan,usia,jenis kelamin,pendidikan tdk diutamkn. Lbh disukai yg mengemudi+SIM A.Lmrn ke Wisnu Karya Mebel Jl Brawijaya 60 (depan Polres Bwi).

ARTIS: Hiburan suara emas dari viktor elekton.

BANYUWANGI •STNK• HLGSTNKNopoP2545 l VHan.Drs.Kadiman,Jl.Brigjen Katamso Gg Ria no.27 RT02/03 Kel Tkangkayu. HLG STNK Nopol P 3614 EK an Dian Sadin, Klatakan RT. 1/1 Kendit Stb HLG STNK Nopol P 4494 EG an Tuty Setyowati, Dawuhan RT. 2/1 Stb HLG STNK Nopol P 4232 FB an Ferdi Riyanto, Panji Kidul 2/5 Stb HLG STNK Nopol P 6613 EG an Abd Wafi Sumber Kolak RT.2/1 Stb HLG STNK Nopol P 6160 EU, Riski Indriani, PB Sudriman V 26 RT. 03/03 Patokan Stb HLG STNK Nopol P 4270 EU an Saiful Rachman, Battal RT. 01/02 Panji Stb HLG STNK Nopol P 5684 ES an Hairul Hoiri Wringin Anom Panarukan, Stb

BISNIS Pend TI, internet, Modal 95 juta. Bg Hasil 5 jtan/bln H: 081336237001

SITUBONDO

BANYUWANGI •SPA•

Hubungi: (0333) 412224

• KUCING PERSIA• DJL Kcg Persia pesek, anak indukan-Toko Gading Mas 0338671548/081249111199.

HADIRKAN Kemewahan di rmh dgn produk spa Dan kecantikan Herbal Langsung dari Bali. Hub. 0333-8278555


38

Senin 2 Oktober 2011

ADVERTORIAL

Waspadai Diare, Jaga Kebersihan Entrostop Kampanye Gerakan Keluarga Sehat

GALIH COKRO/RaBa

DUEL KLASIK: Pemain SMAN 1 Glagah, Boni (putih), berusaha menghindar dari pemain SMAN 1 Giri dalam final LBP Sabtu (1/10) malam.

Banyuwangi Utara Dominasi Juara LBP BANYUWANGI – Gelaran Liga Bola Basket Pelajar (LBP) 2011 berakhir Sabtu malam (1/10) lalu. Jawara di setiap kategori mulai tingkatan sekolah dasar, menengah pertama, hingga menengah atas sudah terisi. Tidak banyak berubah seperti kejuaraan sebelumnya. Kontestan asal Banyuwangi utara masih mendominasi perolehan titel juara di ajang ini. Dalam even yang disentralkan di GOR Sahabat Banyuwangi itu, tim sekolah dari kawasan Banyuwangi utara masih terlalu digdaya bagi tim-tim asal Banyuwangi selatan. Tengok saja, di kategori sekolah menengah atas (SMA), duta wilayah Banyuwangi selatan, tim putri

SMA 1 Genteng dan tim putra SMA 1 Rogojampi, hanya meraih posisi ketiga. Juara pertama di kategori putri diraih oleh SMA 1 Giri setelah dalam final menumbangkan ambisi SMA 1 Banyuwangi. Begitu juga di kelompok putra, duel klasik SMA 1 Glagah versus SMA 1 Giri menjadi pertarungan ulangan final LBP edisi sebelumnya. Dalam laga yang berlangsung ketat ini, SMA 1 Glagah sukses membalas kekalahan atas musuh yang sama dengan skor 73-58. Di kategori SMP, wajah tim wakil dari Banyuwangi selatan

diselamatkan oleh capaian tim putra SMP 1 Rogojampi. Meski gagal berlaga di final, sekolah ini setidaknya mampu mencuri gelar dengan meraih posisi ketiga di LBP edisi tahun 2011 ini. Sementara, peringkat pertama diraih SMPK Santo Yusuf yang menumbangkan SMP 1 Giri. Di bagian putri, dominasi SMP 1 Banyuwangi masih kokoh di ajang ini. Melawan tim SMP 1 Giri, Marsil dkk memaksakan skor akhir 63-47 sekaligus memastikan gelar juara untuk edisi tahun ini. Dan, peringkat ketiga di kategori putriddiisi oleh SMPK Santo Yusuf.

Di final kategori tingkat sekolah dasar, peta kekuatan juara tidak terlalu banyak berubah. Di bagian putri, SDN Kepatihan memastikan diri sebagai yang terbaik. Hasil itu diperoleh setelah mampu meredam ambisi SDN 4 Penganjuran di babak final. Berikutnya posisi ketiga berhak disandang SDK Santa Maria. Di bagian putra, SDK Santa Maria tampil mengejutkan. Menghadapi SDN 4 Penganjuran, SDK Santa Maria sukses membungkam ambisi anakanak Brawijaya untuk membawa pulang gelar. Sementara SDN Kepatihan berhak duduk di peringkat ketiga tangga juara LBP tahun ini. (nic/als)

BANYUWANGI – PT. Kalbe Farma, Tbk., menunjukkan kepeduliannya untuk mencegah penyebaran penyakit diare. Gerakan kebersihan untuk keluarga sehat Indonesia menjadi pusat perhatian perusahaan farmasi terbesar di Indonesia TOHA/RaBa itu. Gerakan kebersihan ini KELUARGA SEHAT: Peserta mendapat tudung saji digebyarkan pada Minggu persembahan dari Kalbe Farma dengan produknya Entrostop. (2/10) kemarin di Giant Hypermarket Banyuwangi. H. Sugeng Fadjar Hariyan- makanan (tudung saji). Dalam acara yang dibuka to, Kabid PLPM dan SDM Diare yang kelihatannya oleh H. Sugeng Fadjar Hari- Dinas Kesehatan Banyu- sepele, ternyata merupakan yanto, Kabid PLPM dan wangi mengatakan, even ini penyakit mematikan, terutaSDM Dinas Kesehatan Ba- sangat berguna sekali bagi ma pada anak-anak dan bayi nyuwangi, itu diikuti se- masyarakat. Sebab, peserta bawah lima tahun (balita). dikitnya 25 PKK se-Kecama- juga diberikan pembekalan Karena itu menjaga kebersitan Banyuwangi serta ibu tentang pencegahan dan han diri dan lingkungan jakader PKK Entrostop. Da- penanggulangan diare. di kunci utama mencegah lam even ini, Kalbe Farma Sebagaimana diketahui, penyakit diare. Kebiasaan juga memberikan berbagai Kalbe Farma melalui salah mencuci tangan mengguacara. Seperti senam sehat, satu produknya, Entrostop, nakan sabun merupakan pembagian door prize dan mencanangkan Gerakan Ke- tindakan sederhana, namun pemberian tudung saji per- bersihan untuk Keluarga Se- efektif mencegah pertumsembahan Entrostop. hat melalui gerakan tutup buhan penyakit. (ikl/als)


Senin 3 Oktober 2011

BERITA UTAMA

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Suami Curigai Tetangga Depan Rumah ■ JURAGAN... Sambungan dari Hal 29

“Korban diduga meninggal karena dibunuh,” ujar Kapolsek Kalipuro AKP Sudarsono kemarin (2/10). Ciri-ciri juragan emas itu tewas dibunuh, bisa dilihat dari luka yang ada pada leher dan kepala korban. Pada bagian leher, tampak luka yang cukup serius seperti kena sabetan senjata tajam (sajam). Selain itu, pada bagian belakang kepala korban juga ada luka bekas hantaman benda tumpul. “Di sekitar lokasi kejadian banyak darah berceceran,” jelas Kapolsek Sudarsono. Menurut Kapolsek, saat datang di lokasi kejadian sekitar pukul 21.00, di sekitar lokasi kejadian ditemukan sejumlah barang yang diduga digunakan untuk menghabisi korban. Barang yang diamankan petugas itu antara lain pisau, lumpang berikut penumbuk besinya,

martil, dan celana dalam. “Semua barang ini berlumuran darah, dan kini kita amankan untuk barang bukti (BB),” kata Sudarsono. Kapolsek mengaku belum tahu motif kasus pembunuhan keji itu. Rumah tempat korban ditemukan itu sedang kosong, karena penghuninya sedang pulang kampung ke Madura. “Rumah tempat korban meninggal, persis berada di depan rumah korban,” cetusnya. Ditanya dugaan korban ini meninggal karena dibunuh oleh orang yang mengontrak rumah itu, Kapolsek Sudarsono mengaku belum berani mengambil kesimpulan. Pihaknya telah mengantongi identitas orang yang diduga sebagai pembunuh juragan emas ini. “Kalau sudah pasti, nanti kita kabari,” dalihnya. Kasus pembunuhan diketahui polisi setelah ada laporan dari warga sekitar pukul 21.00 Sabtu lalu. Beberapa anggota

polisi langsung datang ke rumah kontrakan yang ada di depan rumah korban. Karena pintunya terkunci rapat, polisi terpaksa menjebol salah satu pintu di bagian depan rumah tersebut. “Korban kita temukan di ruang belakang,” ujarnya sambil menolak menyebut warga yang telah melapor. Sementara itu, meninggalnya juragan emas itu langsung membuat pihak keluarga korban shock. Mereka tidak menyangka, ibu tiga anak yang tidak pulang yang sejak Jumat lalu (30/9) itu, ternyata sudah meninggal dunia. “Kami tidak menyangka sudah meninggal, saya pikir pergi ke teman atau saudara,” sebut Sugiono, 58, suami korban. Sugiono mengaku, selama ini pihaknya belum melapor ke polisi kalau istrinya tidak pulang. Keluarganya baru tahu, saat polisi datang ke lokasi kejadian yang ada di depan rumahnya. “Saya justru tahu dari

pak polisi saat datang ke rumah itu,” kata suami korban. Dengan suara lirih, Sugiono menyampaikan bahwa dirinya terakhir bertemu istri pada Jumat pagi (30/9). Keluarganya mulai gusar, karena Djumaiyah tidak pulang hingga pukul 16.00. “Jarang tidak pulang sampai sore, kalau pergi selalu pamitan,” tuturnya saat ditemui di depan kamar mayat RSUD Blambangan kemarin. Sejak istrinya tidak pulang, Sugiono telah berusaha mencari ke beberapa saudara dan temannya yang biasa bekerja sama berdagang emas. Tapi, semua kolega mengaku tidak tahu. “Saya belum melapor ke kantor polisi, saya pikir (korban) sedang pergi ke rumah saudara,” dalihnya. Dengan mulut bergetar Sugiono menduga, istrinya yang telah memberi tiga putra ini sengaja dibunuh oleh orang yang telah mengontrak rumah di depannya itu. Apalagi,

Temukan Banyak Benda Berlumur Darah ... ■ SALURAN... Sambungan dari Hal 29

Menurut Solakhudin, luka yang cukup dalam pada leher korban itu mengenai saluran pernapasan dan pembuluh darah. Luka ini diduga karena trauma benda tajam. “Luka pada leher itu di bagian depan dan belakang,” ungkapnya.

Untuk luka pada kepala, jelas dia, terlihat ada di bagian atas, samping, dan belakang. Luka yang diduga karena benda tumpul itu, membuat pendarahan pada selaput otak. “Darah di kepala juga menggumpal, ini akibat benturan dengan benda tumpul,” jelasnya. Ditanya penyebab korban meninggal? Menurut Sola-

khudin, luka pada pembuluh darah yang ada di leher itu membuat banyak darah keluar. Selain itu, saluran pernapasan juga terganggu karena terluka yang cukup lebar. “Meninggal karena banyak kehilangan darah, dan robeknya saluran pernapasan,” sebutnya. Temuan hasil otopsi dari RSUD Blambangan ini, sema-

kin menguatkan dugaan kalau korban dibunuh. Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah benda tajam dan tumpul yang berlumuran darah. Benda-benda yang kini diamankan polisi itu berupa pisau dapur, mortil, lumpang besi dan penumbuk besi yang semuanya berlumuran darah. (abi/bay)

Tahun Ini Tak Keruk Pasir ... ■ PERAHU... Sambungan dari Hal 29

Menurutnya, panjangnya pintu masuk dermaga itu dapat menghalangi pasir yang terbawa arus seperti saat ini. Sehingga perahu nelayan yang masuk tidak mudah kandas. “Kita selalu kesulitan ketika mau masuk, gara-gara

pasir itu,” cetus Rudi. Sementara itu, para nelayan berharap agar pemerintah segera menyelesaikan masalah tersebut. “Mudah-mudahan segera diperhatikan,” ujar Rudi. Seperti diberitakan sebelumnya, APBD Provinsi Jatim tahun ini mengucurkan dana Rp 8,9 miliar untuk lanjutan pem-

bangunan Pelabuhan Boom. Itu sudah dilaksanakan PT Tiara Multi Teknik Aura Sinar Baru (JO) Malang. Pelaksana proyek tersebut, Argo, menjelaskan bahwa tahun ini tidak ada pengerukan muara. Pengerjaan dikonsentrasikan untuk memperpanjang break water. “Dalam kontrak kita, penge-

rukan tidak ada. Hanya membuat break water,” jelas Argo. Penambahan break water, lanjut Argo, tidak rampung 2011, sehingga diusulkan lagi dalam APBD 2012 yang akan datang. “Kalau pembuatan break water belum tuntas, percuma dilakukan pengerukan pasir muara,” jelasnya. (mg-1/afi/bay)

Bisa Meniru Dispendik Surabaya ■ UTAMAKAN... Sambungan dari Hal 31

Siswa itu masuk SMA negeri karena prestasinya memang bagus. ‘’Namun karena harus ada urunan ini dan itu, sekarang dia berhenti dan pindah ke sekolah saya yang memang gratis,” ujarnya. Semestinya, lanjut Toha, sekolah negeri yang banyak menerima kucuran uang pemerintah, harus bisa menerima siswa miskin. ‘’Sehingga negara ini benar-benar menjalankan pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945,” tandasnya. Bak gayung bersambut, Ashadi, Pengawas dari Dinas Pendidikan Banyuwangi yang juga hadir dalam acara itu menyampaikan, bahwa sejatinya pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan khusus yang menampung siswa miskin ke

sekolah negeri. Hal ini seperti dilakukan sejumlah kota lain seperti Kota Surabaya. Kepala Dinas Pendidikan Surabaya mengeluarkan kebijakan agar setiap sekolah negeri menerima siswa miskin minimal 5 persen dari pagu yang ditentukan. Sehingga setiap sekolah negeri yang ada di Kota Surabaya, bisa dipastikan 5 persennya adalah siswa miskin. ‘’Saya yakin ini bisa dilakukan di kota atau kabupaten mana saja termasuk Banyuwangi,” katanya. Karena itu, ada baiknya pada masa penerimaan siswa baru di sekolah negeri yang akan datang, sebaiknya kriterianya diubah dari sebelumnya berdasarkan peringkat nilai menjadi siswa paling miskin. ‘’Jadi syarat pertama adalah siswa miskin, baru kemudian nilai rata-rata siswa. Kalau nggak

begitu, selamanya siswa miskin nggak dapat kesempatan,” timpal Toha Muntaha. Sementara itu, persoalan mata rantai yang membuat siswa miskin sulit masuk ke sekolah negeri juga mengemuka. Mata rantai yang selama ini sering mempersulit siswa miskin tersebut, antara lain bisnis berkedok penjualan buku mata pelajaran, biaya bimbingan belajar, biaya seragam dan tarikan uang gedung. Meski dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17/2010 tentang pengelolaan sekolah, jelas disebutkan bahwa guru, dewan pendidikan dan komite sekolah dilarang melakukan beberapa hal tersebut, namun praktik itu masih saja terjadi dengan berbagai modus. Karena itu, pemerintah melalui pengawas pendidikan diharapkan bisa konsisten menga-

wal amanah undang-undang tersebut, sampai ke tataran pelaksanaan di lapangan. ‘’ Namun kalau masih saja dilakukan, ada baiknya oknum yang bermain harus dipidanakan, karena seperti disampaikan Pak Ashadi tadi, ada unsur pemerasan terhadap siswa. Kalau dipidanakan, barang kali bisa jera,” tandas Supriyadi, Ketua LSM Untuk Banyuwangi. Sekadar tahu, diskusi yang berlangsung secara sederhana itu dihadiri oleh perwakilan pendiri sekolah gratis, yaitu SD/SMP Alam Genteng, Madrasah Aliyah Glenmore, guru SMA Negeri Singojuruh, Pengawas Pada Dinas Pendidikan Banyuwangi, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, LSM, dan Badan Eksekutif Mahasiswa serta kalangan wartawan. (azi/bay)

Meninggal Dunia dalam Keadaan Puasa ... ■ MINTA... Sambungan dari Hal 29

“Waktu itu kami disuguhi makanan dengan ikan lele. Habib Ali tahu itu, tapi beliau justru bilang wah makanan enak ini, sambil makan dengan lahap,” kenang Mahdi. Selain itu, dalam ceramahnya almarhum selalu memberikan nasihat yang selalu membuat orang yang mendengarnya gembira. Fadilah hadis disampaikan dengan tujuan agar si pendengar termotivasi untuk melakukan kebaikan.”Pengetahuan beliau sangat luas,” kata Mahdi. Sementara itu, tanda-tanda meninggalnya cucu dari Habib Ahmad Al Muhdor ini mulai terlihat tiga hari menjelang wafat. Saat itu, Habib Ali meminta kepada petugas kebersihan Masjid Besar Al Hadi itu memperbarui semua keran air. “Beliau bilang ke Pak Mat, petugas kebersihan untuk memperbarui semua keran. Sebab tiga hari lagi, akan banyak tamu berdatangan di Masjid Besar Al Hadi,” kenang Ketua Yayasan Masjid Agung Baiturrahman itu. Tidak hanya itu, lanjut Mahdi, usai memberikan tausiah di walimatul hajj Habib Hasyim Kamal Assegaf, almarhum Habib Ali menangis hingga di dalam mobil. Bahkan saat menghadiri acara perkawinan,

JOHN PHOTO For RaBa

PELAYAT: Jamaah menghadiri pemakaman Habib Ali Zainal Abidin Jumat siang lalu (30/9).

Habib Ali meminta untuk dibacakan salawat Sahibittaj (salawat mahkota) yang merupakan doa untuk orang yang terkena sakit atau terkena musibah. Bahkan saat memberikan pengajian ibuibu di Masjid Besar Al Hadi, almarhum sempat bercanda kepada majelis dengan

pertanyaan menggelitik. Apakah ibu-ibu mau umurnya saya minta satu tahun? Begitulah gurauan almarhum kepada jamaah tersebut. “Insyaallah almarhum meninggal husnul khotimah. Sebab beliau meninggal dalam saat puasa,” pungkas Habib Mahdi Hasan. (bay)

tetangganya itu tiba-tiba pergi ke Madura setelah istrinya tidak pulang. “Saya yakin pembunuhnya adalah dia,” tudingnya. Menurut Sugiono, rumah di de-

pan rumah mereka sebenarnya milik Ulum, warga Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi. Tapi selama ini, rumah itu telah dikontrak dan ditempati

oleh pasangan Muhaimin dan Lailatul Rahma. “Istri saya meninggal di rumah yang ditempati mereka (Muhaimin dan Lailatul),” cetusnya. (abi/bay)

Tak Terkait Pengadaan PNS ■ DKP... Sambungan dari Hal 29

Arief mengungkapkan, ratusan tenaga outsourcing itu akan ditugaskan sebagai tenaga armada angkutan sampah, tenaga pesapon (tukang sapu), tenaga normalisasi saluran, tenaga pemeliharaan taman,

dan tenaga pemeliharaan lampu penerangan jalan umum. Perekrutan tenaga outsourcing ini, kata Arief, tidak ada kaitannya dengan penerimaan calon PNS. “Tenaga yang direkrut tidak boleh menuntut untuk diangkat menjadi PNS,” tegas pejabat yang tinggal di Jalan Tunggul Ametung Banyuwangi itu.

Arif menambahkan, perekrutan tenaga harian lepas dengan sistem kontrak itu disesuaikan dengan mata anggaran yang ada di DKP. “Tenaga yang ada sekarang tidak cukup untuk memelihara lampu penerangan jalan umum dari Wongsorejo hingga Kalibaru,” tambahnya. (afi/bay)

Dianggap Jadi Daya Tarik ... ■ USUL... Sambungan dari Hal 29

“Jarang-jarang masyarakat bisa belanja di tempat yang nyaman,” imbuh Soeroso. Sehingga, kata Soeroso, MoST bisa bermanfaat bagi masyarakat Banyuwangi. Para pedagang kecil khususnya. “Bupati menegaskan akan membasmi kemiskinan, jika yang terjadi melarang para pedagang berjualan bukankah malah menambah kemiskinan,” sesalnya. Soeroso juga menyayangkan, bila para PKL sekitar Taman Sritanjung dilarang berjualan selama proyek pembangunan taman tersebut berlangsung. Karena, para pedagang tersebut termasuk ikon Taman Sritanjung. Banyak pengunjung Taman Sritanjung yang merasa kehilangan dengan keberadaan mereka. “Mereka (para pedagang)

GALIH COKRO/RaBa

SEPI: Halaman parkir Mall of Sri Tanjung (MoST) Banyuwangi.

merupakan daya tarik dari Taman Sritanjung,” cetusnya. Seperti diberitakan sebelumnya, para PKL yang biasa mangkal di sekitar taman Sritanjung meradang. Sebab, mereka dilarang berjualan di lo-

kasi tersebut selama Taman Sritanjung diperbaiki. Selanjutnya, para PKL tersebut mengadukan persoalan itu di kantor LSM Format yang berada tak jauh dari taman Sritanjung. (mg-1/bay)

Hindari Penyeberang ■ SEDAN... Sambungan dari Hal 31

Sementara itu, Samidi, orang tua pengemudi juga menjelaskan insiden tabrakan itu. Diakui, anaknya sedang terburuburu mengemudi karena sedang ada kepentingan. ‘’Anak saya memang tergesa-gesa

mau ada kepentingan dengan temannya,’’ ujarnya. Samidi menambahkan, pihaknya akan bertanggung jawab terhadap para korban laka lantas itu. ‘’Ya kami akan bertanggung jawab terhadap mereka,’’ janjinya. Sementara itu, petugas dari satuan polisi lalu lintas dari Pol-

sek Rogojampi langsung turun ke tempat Kejadian Perkara (TKP). Dibantu dengan anggota dari Polsek Singojuruh, anggota Polri itu tampak sibuk mendata sekaligus menertibkan arus lalu lintas yang sempat terganggu. Sedangkan para korban menjalani perawatan intensif di Puskemas Singojuruh. (ton/bay)

Peserta Tak Perlu Merogoh Kocek ■ FUN BIKE... Sambungan dari Hal 40

Peserta tidak perlu merogoh kocek untuk mengikuti kegiatan ini. Sebab, kupon undian berhadiah diberikan secara gratis. Mereka berhak memperebutkan hadiah utama berupa dua buah sepeda gunung dan berbagai door prize mena-

rik lainnya. “Kita ingin kian mendekatkan diri dengan masyarakat luas, dengan berbagai elemen. Diharapkan fun bike ini akan menjadi salah satu perantara untuk mempererat kebersamaan terlebih lagu memperkokoh tali persatuan dan kesatuan di semua lini,” terang Dandim 0823 Situbondo,

Letkol (Arm) Syaiful Rachman. Rute yang ditempuh fun bike HUT TNI ke-66 kemarin tidak terlalu jauh. Ini disengaja agar para peserta benar-benar enjoy mengikuti kegiatan tersebut. “Kita tidak mau balapan, kita ingin fun dengan bersepeda, makanya rutenya tidak kita buat jauh,” kata Dandim. (pri/ adv/aif)

MARI ATASI ASAM URAT DENGAN HERBAL “Kalau asam urat kambuh, saya sering kesemutan. Kondisi itu sudah berlangsung selama 2 tahun,” ujar Soewondo, yang berprofesi sebagai seorang Purnawirawan TNI Angkatan Laut. Karena aktifitasnya sering terganggu akibat asam urat, upaya pun telah dilakukan oleh ayah 5 orang anak itu. Sampai akhirnya, sekitar 4 bulan yang lalu, pria yang juga dikenal sebagai pengajar tersebut mulai tertarik untuk mencoba Gentong Mas. “Teman saya menyarankan untuk mencoba Gentong Mas. Baru mengkonsumsi 2 minggu, manfaatnya sudah terasa. Kini sudah 4 bulan saya minum Gentong Mas. Alhamdulillah sekarang badan terasa sehat dan segar, asam urat sudah tidak ada. Gentong Mas memang solusi yang tepat untuk mengatasi keluhan saya.” Terang pria berusia 75 tahun tersebut penuh syukur. Asam urat bukanlah nama suatu penyakit, namun ia adalah suatu zat sisa metabolisme zat yang bernama purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Keadaan dimana tubuh mengalami kelebihan kadar asam urat disebut hyperuricemia. Pada kondisi normal, kelebihan purin ini akan dikeluarkan melalui urine dan feses. Namun jika purin yang masuk dalam tubuh terlalu banyak, maka ginjal akan kesulitan mengeluarkan zat tersebut sehingga terjadi penumpukan sisa metabolismenya (asam urat). Penumpukan sisa metabolisme zat purin di persendian dapat menyebabkan bengkak dan rasa nyeri. Dengan tubuh yang sehat, pria yang berdomisili di Jombang, Jawa Timur tersebut kini dapat men-

jalani aktifitasnya dengan prima.Ia pun tidak segansegan membagi pengalaman sehatnya dengan orang lain, “Mudah-mudahan pengalaman saya ini bermanfaat bagi orang lain.” Harap Soewondo. Gentong Mas adalah minuman herbal dengan kandungan vitamin dan nutrisi bermutu. Bahan utama Gentong Mas yaitu Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) terbukti memiliki banyak manfaat. Habbatussauda bermanfaat untuk menormalkan metabolisme, termasuk metabolisme purin sebagai pembentuk asam urat yang dipercaya dapat meningkatkan pengeluaran asam urat dari darah melalui urine. Selain itu, Gula Aren dalam Gentong Mas tak hanya memiliki rasa yang manis dan lezat, juga bermanfaat menurunkan penyerapan lemak dan perbaikan sistem saraf. Untuk hasil maksimal, kontrol makanan yang dikonsumsi seperti makanan yang mengandung banyak purin (diet rendah purin), mengurangi makanan kacang-kacangan dan beberapa jenis sayuran tertentu seperti brokoli, bayam, kangkung, kol dan tauge, serta banyak minum air putih, sekitar 8 gelas sehari. Kini, seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang merasakan manfaat Gentong Mas membuat tingkat permintaan melonjak secara signifikan. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi : 085234398441. Banyuwangi: 085 234 398 441. Situbondo : 082 143 391 646, Depkes:P-IRT. 812.3205.01.114


40

Jawa Pos-nya Kota Santri

Senin 3 Oktober 2011

Fun Bike Bertabur Door Prize

HUT GOLKAR

Cetak Atlet Tenis Meja SITUBONDO – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Situbondo menggelar turnamen tenis meja. Kegiatan yang ditempatkan di Kantor DPD Golkar Jalan PB Sudirman ini untuk memeriahkan HUT Partai Golkar ke-47. Pembukaan dilakukan Sabtu (1/10) kemarin oleh Ketua DPD Partai Golkar, Rachmad. Bersama sang istri, Ny Dian, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati itu cukup lama mengikuti jalannya pertandingan. “Kebetulan saya juga senang tenis meja,” kata Rachmad. Golkar sengaja menggelar turnamen tennis meja karena ingin memberikan sumbangsih nyata, menjadi salah satu pihak yang ikut berperan dalam mencetak atlet-atlet tenis meja Situbondo yang handal. Sehingga, ke depan dunia tenis meja Kota Santri kian bisa dibanggakan. Selain diperuntukkan untuk kalangan siswa, turnamen juga diikuti kalangan umum se-Situbondo. Turnamen tenis mendapat apresiasi luar biasa. Hampir 200 peserta ikut meramaikan. Rinciannya, dari tingkat SD 22 putra dan 16 putri. Dari tingkat SMP 22 putra dan 16 putri. Sedangkan dari tingkat SMA diikuti 38 putra dan 22 putri. Sedangkan dari kalangan umum, 40 orang putra dan 22 putri. “Juara yang diperebutkan, satu, dua, tiga dan empat di masing-masing tingkatan (siswa dan umum). Mereka akan mendapatkan tropi, piagam dan uang pembinaan dari Partai Golkar,” terang Rachmad. (pri/adv/aif)

EDY SUPRIYONO/RaBa

NGGOWES: Dandim 0823 Situbondo Letkol (Arm) Syaiful Rachman (kanan) ikut menjadi peserta fun bike dalam rangka HUT TNI ke-66.

ISTIMEWA

SITUBONDO – Polemik seputar pembentukan panitia seleksi (pansel) rekrutmen anggota Dewan Pendidikan (DP) Situbondo menyita perhatian LSM Forum Solidaritas Masyarakat Pendidikan (FSMP). Ketua FSMP Sugiono Eksantoso menilai pansel bentukan Bupati Dadang Wigiarto itu didominasi unsur-unsur birokrat. Menurut Sugiono, anggota pansel seharusnya diambilkan dari perwakilan komitekomite sekolah yang ada di Situbondo. “Jangan sampai dimonopoli unsur-unsur birokrat. Ini layak dipertanyakan,” tegas Sugiono. Jika ada tiga perwakilan komite sekolah yang akan dilibatkan dalam pansel, lanjut

Desak Data Ulang Wartawan SITUBONDO – Pemkab Situbondo memiliki peranan penting dalam membatasi gerak maupun pertumbuhan wartawan liar. Bagian hubungan masyarakat (Humas) harus selektif dalam menerima wartawan, yang tiba-tiba datang dan mengaku bertugas di Kota Santri. Pernyataan itu disampaikan wartawan senior sekaligus Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Situbondo Irwan Yulianto. “Dengan menolak wartawan yang tidak jelas asal-usulnya, apalagi tidak jelas karya jurnalistiknya, berarti Humas Pemkab sudah ikut andil dalam menciptakan pers yang sehat,” terangnya kepada RaBa, kemarin (1/10). Diakui, memang tidak ada kewajiban bagi wartawan untuk mendaftarkan diri di Humas Pemkab. Demikian juga, wartawan yang ditolak bukan

berarti tidak bisa bertugas di Situbondo. Namun langkah tegas dari Humas Pemkab terhadap wartawan yang tidak jelas identitasnya adalah modal awal untuk membatasi ruang gerak wartawan yang tidak bertanggung jawab. “Minimal sejak awal Humas Pemkab sudah tidak memberikan ruang bagi wartawan yang hanya mengaku wartawan, sementara setiap harinya mereka tidak melakukan kegiatan jurnalistik, namun hanya bertamu kesana-kemari bahkan melakukan intimidasi dan pemerasan,” pungkas pria yang kini aktif sebagai akademisi di Universitas Abdurachman Shaleh (Unars) tersebut. Kata Irwan, jumlah wartawan yang terdaftar di Humas saat ini sekitar 135 orang. Namun, bisa dipastikan yang benar-benar melakukan kegiatan jurnalistik sekitar 50 persen bahkan tak

sampai. “Tolak ukurnya dengan melihat hasil karya jurnalistik mereka yang benar-benar terbit secara berkala. Ada juga wartawan yang tiap hari hunting, namun beritanya tak pernah dimuat,” sebutnya. Sebab itulah, peristiwa ditahannya tiga oknum wartawan yang diduga kuat melakukan pemerasan (Nawawi, Jamil dan Masfud) merupakan momentum tepat bagi Humas Pemkab untuk kembali melakukan pendataan ulang wartawan yang bertugas di Situbondo. Humas diminta tegas mencoret wartawan yang tidak memiliki karya jurnalistik dengan jelas. “Misalnya, selama tiga bulan tak ada wujud karya jurnalistiknya. Ini juga sekaligus sebagai penghargan kepada wartawan yang benar-benar melakukan tugasnya dengan benar,” desak Irwan. (pri/aif)

Cetak Kader Militan Lewat Diklat SITUBONDO – DPC Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Situbondo pimpinan Suroso–Jainur Ridho terus membuktikan jika kepengurusan dirinyalah yang diakui pengurus DPW maupun DPP Gerindra. Salah satunya dengan mengikuti Diklat Kader Muda Pratama yang digelar DPP Gerindra di Bogor, Jawa Barat. Diklat yang diikuti kader dan pengurus DPC Gerindra se-Indonesia akan digelar selama satu minggu. Ini untuk memberikan pembekalan tentang dunia politik maupun persiapan menghadapi pemilu 2014. “Kita mendapat undangan resmi dari DPP beberapa bulan lalu,” terang ketua DPC Gerindra Situbondo, Suroso. Acara tersebut sangat penting untuk kebesaran partai Gerindra di Situbondo. Sebab, akan banyak berpengaruh terhadap kemampuan kader maupun pengurus partai. “Makanya, rugi kalau kita tidak mengirimkan utusan mengikuti diklat di Bogor,” tandas mantan wakil bupati Situbondo itu. Menurut dia, DPC Gerindra tidak menyia-nyiakan undangan itu. Pengurus PAC di 17 kecamatan plus pengurus DPC semuanya diberangkatkan. Acara pemberangkatan dilepas Ketua DPC Gerindra, Suroso. Suroso berharap, usai mengikuti kegiatan tersebut mereka bisa berbagi ilmu kepada pengurus dan kader lainnya. “Mungkin

 Baca Fun Bike...Hal 39

Didominasi Unsur Birokrat Anggota Pansel Bisa Dari Komite Sekolah

DISAKSIKAN WABUP: Salah satu aksi peserta SD dalam turnamen tenis meja HUT Golkar ke-47, kemarin.

SITUBONDO – Rangkaian kegiatan peringatan HUT Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-66 yang digelar Kodim 0823 terus berlanjut. Usai bersih-bersih di sejumlah fasilitas umum, kemarin Kodim mengadakan fun bike. Kegiatan yang dipusatkan di Makodim 0823 jalan PB Sudirman tersebut dilepas Wakil Bupati Rachmad. Dandim 0823 Letkol (Arm) Syaiful Rachman juga menjadi peserta dalam olah raga nggowes yang dilepas sekitar pukul 06.15 tersebut. Kegiatan ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Terutama dari komunitas pecinta sepeda onthel. Ratusan peserta tak mau ketinggalan mengikutinya. Mulai jajaran perwira di Polres Situbondo, sejumlah pejabat di Pemkab Situbondo dan peserta umum n

SYAMSURI/RaBa

UNTUK KEBESARAN PARTAI: Suroso (berdiri) memberangkatkan pengurus DPC dan PAC Gerindra untuk mengikuti diklat di Bogor.

nanti saat ada acara pertemuan atau kita sampaikan saat kita turun ke bawah melakukan konsolidasi,” ujar Suroso. Para pengurus DPC dan PAC yang telah mengikuti diklat juga diharapkan kian bisa memahami serta menguasai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Tentunya juga kian menjadi kader yang militan. Sekretaris DPC Gerindra, Jainur Ridho yang berada di tempat diklat, Ambalang, Bogor, Jawa Barat mengungkapkan, dirinya baru saja mengikuti acara pembukaan acara yang dihadiri langsung pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto. “Ini adalah diklat angkatan ke-13,’

ungkap Jainur melalui telepon selulernya, kemarin. Bendahara DPC Partai Gerindra, H. Ahmad Zuhri mengungkapkan, Diklat Kader Muda Pratama ini untuk mencetak kader yang militan, loyal dan berkualitas. Sehingga, mampu untuk memenangkan Partai Gerindra baik dalam pilpres maupun pileg. “Jadi di tempat diklat ini para imej kader dibangun agar nanti benar-benar bisa mewarnai setelah berada di tengah-tengah masyarakat. Sebab, ke depan pertarungan tentu bukan kian remeh, tapi kian berat. Makanya harus sudah kita persiapkan sejak saat ini,” kata Zuhri. (pri/adv/aif)

Sugiono, bisa diambil tiga orang. Dari perwakilan wilayah barat, timur dan tengah, masing-masing satu orang. Ke t i k a s u d a h bentuk panitia pun, seharusnya pengurus DP yang lama juga dilibatDOC.RaBa kan. Sebab mereka Sugiono Eksantoso merupakan pengurus demisioner. “Kalau masalah memilih serahkan saja kepada perwakilan komite-komite yang ada,” tandas bapak dua anak itu. Pihaknya berani menjamin, jika tahapan

semacam itu dilalui, maka pembentukan pansel benar-benar fair. “Jadi, bukan suara yang sudah diatur dari atas. Sehingga dunia pendidikan benar-benar terbebas dari kepentingan apapun, kecuali kepentingan untuk memajukan dunia pendidikan itu sendiri,” jelas Sugiono. Jika harus ada unsur PNS untuk menjaga kenetralan, kata Sugiono, sebenarnya tidak masalah. Dengan syarat, tidak terlalu ada intervensi dari pejabat di Pemkab. Se bab, pembentukan DP hakikatnya adalah kepentingan wali murid, bukan kepentingan politis. “Biarlah wali murid memilih siapa yang memang layak. Suarakan suara wali murid kepada pemerintah baik eksekutif maupun yudikatif. Dan yang pasti, Ketua DP nanti tidak boleh dari unsur PNS, itu

menyalahi aturan,” imbuh Sugiono. Diberitakan sebelumnya, Bupati Dadang Wigiarto memutuskan untuk membentuk kembali pansel rekrutmen ulang calon anggota DP Situbondo. Tim seleksi diketuai, Sekda Hadi Wijono; Sekretaris Fathurachman (Kadis Pendidikan) dan Mohammad Rofiq (mantan rektor Unars) sebagai anggotanya. Bupati berdalih, setidaknya ada dua permasalahan pada tim pansel DP lama. Yakni, menyangkut permasalahan pertanggungjawaban dan formalitas. Di antaranya, pansel lama bertindak sebagai pendaftar, kemudian diloloskan juga pada saat mendaftar. Yang paling berat mempertanggungjawabkan, kata Bupati, adalah tidak adanya kriteria yang jelas bagi mereka yang dinyatakan lolos seleksi. (pri/aif)

ADVERTORIAL

Dari Loka Karya Pengembangan Kabupaten Layak Anak

5 Tahun Kerjasama Pendampingan dengan Unicef SITUBONDO – Pemkab Situbondo melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Loka Karya Pengembangan Kabupaten Layak Anak (KLA). Kegiatan yang dilaksanakan Bagian Sosial Budaya (Sosbud) ini merupakan upaya pemenuhan hak anak melalui penyusunan kebijakan sistem perlindungan anak yang terpadu dan berbasis pada sistem. Program yang berlangsung 28-29 September2011 ini merupakan kemitraan bersama United Nations Emergency Children’s (Unicef). Acara ditempatkan di aula Bappekab, diikuti sejumlah elemen masyarakat mulai eksekutif (SKPD terkait), legislatif, yudikatif, dunia usaha, perbankan, tokoh masyarakat, LSM dan pemerhati anak lainnya. Loka karya dibuka Sekretaris Daerah, Hadi Wiyono. Bupati merespons positif program ini dengan menandatangani nota kesepakatan bersama untuk ditempati sebagai KLA. Alokasi sasaran KLA di Propinsi Jawa Timur hanya di tiga kabupaten, yakni Situbondo, Bondowoso, dan Kotamadya Pasuruan. “Jadi selama lima tahun, yaitu 2011-2015, kita akan bekerja sama pendampingan dengan Unicef guna mewujudkan KLA.Hari pertama materi yang disampaikan antara lain mengupas arah kebijakan pembangunan anak di Kabupaten Situbondo.,” ungkap Kabid Sosbud Bappekab, Mashudi. Termasuk materi yang disampaikan, pengurus taman hak anak, pengantar hak anak. Mengupas apa dan bagaimana pengembangan kota layak anak.Usai penyampaian materi dilanjutkan diskusi kelompok dan pleno membahas permasalahan anak kemudian presentasi kelompok membahas tentang langkah-langkah untuk wujudkan KLA. Hari kedua, membahas pengelolaan KLA atau gugus tugas KLA yang juga dilanjutkan diskusi kelompok pengelolaan KLA dan presentasi hasil diskusi kelompok. Nara sumber menjelaskan pengukuran capaian KLA. SKPD dan lembaga-lembaga terkait lainnya dibagi untuk memperjelas

FOTO-FOTO: ISTIMEWA

LOKA KARYA: Berbagai pihak dilibatkan dalam upaya mewujudkan KLA. peranan masing-masing. “Diskusi penyusunan rencana tindak lanjut meliputi penyusunan tim gugus tugas, penyusunan baseline, proses pembentukan forum advokasi hak anak serta proses pembentukan forum anak,” kata Kepala Bapekab, Syaifullah. KLA adalah sistem pembangunan kabupaten/kota yang mengintegrasikan komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat, keluarga dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh. Itu dilakukan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk pemenuhan hak-hak anak. Tujuan KLA secara umum, membangun inisiatif pemkab yang mengarah pada upaya transformasi konvensi hak-hak anak, dari kerangka hukum ke dalam definisi, strategi dan intervensi pembangunan. Itu diwujudkan dalam bentuk kebijakan, kelembagaan, program dan kegiatan pembangunan yang ditujukan pemenuhan hakhak anak pada suatu wilayah kabupaten. Tujuan khususnya, antara lain untuk menigkatkan komitmen pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dalam mewujudkan pembangunan yang responsif terhadap hak, kebutuhan dan kepentingan terbaik anak. Selain itu, mengintegrasikan potensi SDM, keuangan, sarana prasarana,

AKTIF: Peserta melakukan diskusi kelompok pengelolaan KLA dilanjutkan presentasi.

metoda dan teknologi yang ada pada pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang ada di kabupaten dalam memenuhi hak-hak anak. Untuk mewujudkan KLA di Kabupaten Situbondo salah satunya mengatur strategi pengurus taman hak anak. Yaitu, mengintegrasikan hak-hak anak ke dalam kebijakan, program dan kegiatan pembangunan mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dengan mengacu pada prinsip prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Termasuk keterlibatan SKPD terkait mulai dari Sekda, Bappeda, BKD, Kesehatan, KB, Dinas Pendidikan serta SKPD lainnya dan juga keterlibatan para Kementerian Agama, Kemenhum dan HAM, BPS, kepolisian, kejaksaan, organisasi profesi, ormas dan lainnya. Selain itu juga ada peran serta para pihak mulai dari lembaga legislatif, institusi penegak hukum, organisasi non-pemerintah dan organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, masyarakat dan anak serta adanya faktor kunci yang menentukan kebersihasilan KLA.Yakni, adanya kebijakan, dukungan politis dan komitmen dari para pengambil keputusan mulai dari tingkat kabupaten sampai kelurahan dan desa. (pri/adv/aif)

BERKOMPETEN: Sejumlah nara sumber didatangkan untuk menjelaskan tentang KLA.

Radar Banyuwangi 3 Oktober 2011  

Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you