Issuu on Google+

KAMIS 20 OKTOBER

25

TAHUN 2011

Kirim Wartawan Swiss Liput Jatim Laporan Elly Irwan Suryanto dari Swiss

SWISS - Duta Besar Republik Indonesia di Swiss, Djoko Susilo, akan mengirim wartawan asing ke Jawa Timur. Para wartawan Swiss itu akan ditugaskan meliput potensi wisata di wilayah Jawa Timur. Selain itu, mereka juga ditugaskan meliput potensi di bidang pertanian, perikanan, dan industri, yang bisa bekerja sama dengan pengusaha Swiss. Djoko mengaku sangat ingin mengirimkan wartawan Swiss ke Jawa Timur. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Pemprov Jatim sudah siap menerima wartawan Swiss dan Jawa Pos

PROMOSI DAERAH: Irwan menyerahkan buku budaya Banyuwangi kepada Djoko Susilo di Bern, Swiss.

juga siap membantu,” katanya kepada Pemimpin Redaksi Radar Banyuwangi Elly Irwan Suryanto saat menjamu rombongan Jawa Pos di Wisma Indonesia di Bern, Swiss, Selasa malam (18/10). Saat disampaikan bahwa Kabupaten Banyuwangi juga memiliki dua objek wisata andalan Jawa Timur, yaitu Kawah Ijen dan Pantai Plengkung, Djoko mengatakan bahwa potensi itu bisa dipromosikan melalui wartawan asing tersebut. Bukan hanya itu, Banyuwangi juga bisa mempromosikan potensi perikanannya ■  Baca Kirim...Hal 35

DOK IRWAN/RaBa

Sudah Makan 13 Mobil

BEC

Pulau Jalan di Double Way Yos Sudarso

GALIH COKRO/RaBa

TARI: Peserta BEC mengikuti gerakan pelatih saat latihan koreografi di halaman GOR Tawang Alun kemarin.

Gerak-Gerak sampai Sore BANYUWANGI - Latihan koreografi para peserta Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) berlanjut di GOR Tawang Alun kemarin (19/10). Dalam latihan terakhir tersebut, mereka terus bergerak-gerak dengan iringan musik sejak pagi sampai sore. Berbeda dengan sehari sebelumnya, kemarin para peserta BEC sudah mulai berlatih koreografi dengan iringan musik live. Musik tersebut dimainkan sesuai tema yang diusung dalam pergelaran BEC, yaitu Damarwulan, Gandrung, dan Kundaran ■ Baca Gerak-gerak...Hal 35

2

HAJI

Di Makkah, Jarak Maktab Dua Km SETELAH menempuh perjalanan lebih dari delapan jam, akhirnya calon jamaah haji (CJH) Banyuwangi secara bergelombang sampai di Makkah Al-Mukarramah. Dengan wajah lesu lantaran lelah, jamaah Banyuwangi langsung menempati hotel yang telah disiapkan. Untuk kloter 17, maktab/penginapan H. Bambang terletak di daerah Ruswandi Jumaizah, Ma’abdah, Jamaah KBIH rumah nomor 330 Sabilillah dan 327. Penginapan itu terletak di 1,5 kilometer sebelah utara Masjidil Haram. Sementara itu, kloter 18 berada di maktab 35, dan kloter 19 berada di maktab 49 wilayah Bakhutmah, Misfalah ■  Baca Di Makkah...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

SUE GER

..

Travelling sambil Buka Wawasan SOSOK Febi Dwi Utami termasuk gadis penggemar travelling. Mahasiswi yang nyambi bekerja sebagai sales promotion girl (SPG) operator seluler itu mengaku sangat suka bepergian ■  Baca Travelling... Hal 35

Kekuatan APBD 2012 Tembus Rp 1,5 T

 Baca Kekuatan...Hal 35

Komposisi Belanja APBD 2012 ○

Pendidikan: 34,1 % Pemberdayaan masy. & desa: 15,8 % Pekerjaan Umum: 13,1 % Pemerintahan umum:13,1 % Kemiskinan: 10 % Kesehatan: 9,6 % LH: 2,4 % Pertanian: 1,6 % Kelautan: 0,9 % Lain-lain: 6% ○

aBa OKR O/R IH C

GALIH COKRO/RaBa

SUMBER: PIDATO BUPATI TENTANG NOTA KUA PPAS

SEMENTARA itu, sekitar seratus mahasiswa melakukan aksi demo kemarin (19/ 10). Mereka menyoroti setahun masa kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas. Aksi demo tersebut diawali dari kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi. Kemudian, para peserta demo yang berasal dari gabungan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), itu berjalan kaki menuju gedung DPRD. Sedianya, mereka akan melanjutkan aksi demo di kantor pemkab. Namun, niat mereka demo di pemkab batal. Sebab, usai rapat paripurna, Bupati Anas didampingi muspida langsung menemui mereka. Setelah berdialog, para pendemo langsung kembali ke kampus Untag. Dalam demo tersebut, ada beberapa isu yang diusung para mahasiswa ■

AKSI: Mahasiswa mengusung replika keranda di depan DPRD Banyuwangi kemarin.

 Baca Demo...Hal 35

Brian Mahesh Farrell, Traveler Skotlandia Pencinta Budaya Banyuwangi

Merasakan Atmosfer Damai di Bumi Blambangan Aktivitasnya sebagai seorang traveler membuat Brian Mahesh Farrell sampai di Bumi Blambangan. Di kota ini pria asal Skotlandia itu merasa betah dengan keadaan budaya dan masyarakat.

P OSTURNYA besar dan

GAL

Demo Kritik Bupati Anas

BANYUWANGI - Kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun depan (2012) diproyeksikan naik menjadi Rp 1,529 triliun. Padahal, kekuatan APBD tahun ini (2011) hanya Rp 1,392 triliun. Proyeksi belanja daerah tahun 2012 itu disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas pada rapat paripurna penyampaian nota pengantar Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2012 di DPRD Banyuwangi kemarin (19/10). Dari total kekuatan APBD tahun 2012 tersebut, belanja tidak langsung diproyeksikan sebesar Rp 1,146 triliun ■

GILANG GUPTA, Banyuwangi

http://www.radarbanyuwangi.co.id

 Baca Sudah...Hal 35

RINGSEK: Posisi mobil Suzuki Carry setelah menabrak ujung selatan median Jalan Yos Sudarso Selasa tengah malam kemarin.

POJOK

BANYUWANGI - Double way di Jalan Yos Sudarso kembali memakan korban. Sejak dibangun hingga sekarang, kecelakaan yang terjadi Selasa malam (18/10) kemarin merupakan kejadian yang ke-13. Kendaraan yang menjadi korban ke-13 kali ini adalah Suzuki Carry yang disopiri Mohamad Basri, 60. Selain Mohamad Basri, di dalam mobil tersebut ada Kartini, 40, istri Mohamad Basri. Pasutri tersebut merupakan warga Parijatah Wetan, Kecamatan Srono. Menurut keterangan saksi mata, kecelakaan itu terjadi Selasa kemarin sekitar pukul 24.00. “Sudah berkali-kali di sini terjadi kecelakaan. Ini kecelakaan besar yang ketiga belas di tempat yang sama,” cetus seorang warga yang meminta namanya tidak dikorankan. Dia mengatakan, mobil yang dikemudikan Mohamad Basri itu melaju dari arah selatan. Lantaran lampu penerangan padam, mobil tersebut langsung menyeruduk pembatas jalan ■

tambun. Namun, aktivitasnya mengalahkan usianya. Jika dia orang Indonesia, mungkin pria yang satu ini lebih layak disebut kakek. Namun, kesan kakek itu hilang ketika dia mulai ngobrol. Ceplasceplos dengan Bahasa

Inggris aksen British yang kental. Brian berasal dari Skotlandia. Dia sudah menjelajahi beberapa negara hingga akhirnya sampai di Indonesia. Saat ini, dia menetap dan menyewa rumah di Banyuwangi. “Banyuwangi is nice, the people so friendly. The important thing is culture,” ujarnya. Dia sangat takjub dengan budaya Banyuwangi. segala seGALIH COKRO/RaBa suatu yang berbau VEGETARIAN: Brian Mahesh menyantap makanan di sebuah warung di Banyuwangi kemarin. budaya dia memang selalu suka, termasuk budaya lokal damai. “If you see in Glasgow, Celtic dan Glasgow Ranger selalu bentrok,” Bumi Blambangan. Yang lebih with Rangers always fight each other cetusnya menceritakan pertikaian penting lagi menurutnya, di (kalau Anda lihat di Glasgow, suporter bola di Skotlandia ■  Baca Merasakan...Hal 35 Banyuwangi atmosfernya cukup pendukung klub sepak bola Celtic

Median Jalan Yos Sudarso sudah makan 13 mobil

Cukup 13 yang sial, semoga tak bertambah

Kejaksaan didesak usut Jasmas DPRD Situbondo

Yang mengusut harus pakai jas, biar tak kebasahan

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


26

Kamis 20 Oktober 2011

Empat Siswa Berlaga di Youth Asian Games

GALIH COKRO/RaBa

JADI POLEMIK: Ruas jalan nasional di Jalan PB Sudirman sudah digunakan sebagai halaman Masjid Agung Baiturrahman (MAB) Banyuwangi.

Format Tolak Masjid Agung Baru BANYUWANGI - Pernyataan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, H. Masykur Ali, yang mendukung ide pembangunan masjid agung baru mengundang reaksi salah satu elemen masyarakat. Reaksi datang dari Ketua LSM Format, Mas Soeroso. Dedengkot LSM Banyuwangi itu te rang-terangan menolak gagasan mengganti masjid agung. Dia justru mengajak semua lapisan masyarakat tidak terpengaruh oleh wacana yang keblinger tersebut. ”Kalau harus diganti yang baru, makna keagungan masjid agung akan hilang,’’ tegas Soeroso.

Diungkapkan Soeroso, Masjid Agung Baiturrahman (MAB) yang sudah besar, megah, dan begitu indah, itu merupakan penghargaan terhadap karya masyarakat Banyuwangi. Selain itu, MAB juga memiliki nilai historis sebagai salah satu ikon Kabupaten Banyuwangi. Terlebih lagi, dalam kompleks MAB terdapat makam para pendiri Banyuwangi, antara lain Mas Alit Tumenggung Wiraguna Satu, Mas Thalib Tumenggung Wiraguna Dua, Suryo Negoro, Suryo Adiningrat, Pringgo Kusumo, dan Astro Kusumo. ”Gagasan mengganti MAB sama saja menghilangkan nilai historis MAB dan mencamp-

SYAMSURI/RaBa

BINTANG: Kepala SMAN 1 Panarukan, Slamet Yuwono, bersama siswa berprestasi kemarin.

tandas Soeroso. Sebelumnya diberitakan, wacana pembangunan masjid agung baru sebagai pengganti MAB mendapat sambutan positif dari kalangan ormas keagamaan. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), H. Masykur Ali, mendukung ide pembangunan masjid agung baru dalam rangka memecahkan keruwetan MAB. Menurut Masykur, masyarakat muslim Banyuwangi memang sudah saatnya memiliki masjid baru yang lebih ideal sebagai ikon. Kondisi MAB yang ada saat ini kurang layak dan sulit dikembangkan sebagai masjid ideal. (c1/aif)

Indonesia,” ungkap kadispendik. Fathurrahman mengaku sangat bangga dengan kehadiran empat atlet SMAN 1 Situbondo yang mewakili Indonesia itu. Itu diharapkan bisa dijadikan sebagai motivasi para siswa dan atlet–atlet lain di Situbondo. Sekadar tahu, empat siswa SMAN 1 Situbondo itu selama tiga bulan sudah menjalani lima kali seleksi, yakni seleksi sekali di Jakarta dan Provinsi Jawa Timur, selebihnya seleksi di intern sekolah SMAN 1 Situbondo. Hasilnya, empat atlet anggar itu masuk ranking I, II dan III tingkat provinsi, dan masuk empat besar ranking nasional. Selain itu, selama tiga bulan, sejak Juli, mereka sudah berlatih meningkatkan daya tahan tubuh. Pembinaan dilakukan secara rutin setiap sore di SMAN 1 Situbondo. Sebelum latihan, para atlet Anggar yang akan berlaga di Youth Asian Games itu diharuskan lari keliling lapangan selama 15 menit. Setelah itu, barulah latihan anggar. (pri/c1/aif)

SYAMSURI/RaBa

BERI DUKUNGAN: Kadispendik, Fathurrachman, bersama empat siswa SMAN 1 Situbondo dan pembina sebelum berangkat menuju arena Youth Asian Games di Cibubur, Jakarta Timur, kemarin.

Kirap Pataka Tunas Kelapa sampai di Banyuwangi

LEWATI BANYUWANGi: Drum band mengiringi kirab estafet Pataka Tunas Kelapa di lapangan Bajulmati, Wongsorejo.

Wujudkan Sekolah Bervisi Simpatik SITUBONDO - Tanpa terasa satu tahun tiga bulan sudah Slamet Yuwono memimpin SMAN 1 Panarukan. Meski belum terlalu lama, tapi dalam jangka waktu itu Slemet sudah mampu menunjukkan keberhasilan memimpin lembaga pendidikan di Jalan Tembus, Desa Sumberkolak, tersebut. Prestasi akademik yang diraih para siswa di tingkat kabupaten cukup menterang, di antaranya peringkat II OPSI mata pelajaran biologi, juara II bidang astronomi, peringkat I lomba penelitian ilmiah remaja (LPIR), juara II cerdas cermat wawasan kebangsaan, peringkat II lomba pidato bahasa Inggris, serta peringkat II dan IV lomba guru berprestasi atas nama Djoko Slamet dan Sahemi. Prestasi non-akademik di tingkat kabupaten, di antaranya juara I sepak bola, juara III futsal, catur, tenis meja, dan juara I lomba baca puisi seJawa-Bali. Tidak hanya siswa, sejumlah tenaga pendidik juga berprestasi. Beberapa kali tenaga pendidik SMAN 1 Panarukan menjadi tenaga instruktur di dalam maupun luar daerah. Slamet Yuwono mengawali tugasnya di SMAN 1 Panarukan pada Juli 2010. Sebelumnya, dia sebagai guru di SMAN 1 Suboh selama lima tahun. Kemudian, dia dipindahtugaskan ke SMAN 3 Panji juga sebagai guru. Di tempat ini dia bertugas selama sepuluh tahun. Pada 2003 Yuwono mendapat predikat guru berprestasi di tingkat kabupaten. Selain itu pada 2008, Yuwono mewakili Kabupaten Situbondo tampil dalam acara lomba penelitian guru tindakan kelas tingkat guru SMA di Propinsi Jawa Timur. “Tanpa terasa kurang lebih satu tahun tiga bulan saya memimpin SMAN 1 Panarukan, sudah banyak

akkan karya masyarakat Banyuwangi,’’ kata Soeroso. Dia justru menyindir agar pihak-pihak yang berniat mengganti atau membangun masjid baru merogoh koceknya sendiri tanpa melibatkan masyarakat. ”Kalau jalan raya nasional dijadikan alasan mengganti MAB, hal itu tidak tepat karena masih ada solusi lain untuk mengatasinya,’’ terangnya. Solusinya, kata Soeroso, adalah menggunakan sistem buka-tutup khusus jalur depan MAB saat ada acara keagamaan. ”Secara teknis hal itu bisa berkoordinasi dengan lintas instansi (kepolisian dan dinas perhubungan),’’

SITUBONDO - Empat siswa SMAN 1 Situbondo mengharumkan nama Kota Santri. Mereka dipercaya mewakili Indonesia untuk tampil dalam cabang olah raga (cabor) anggar di Youth Asian Games di Cibubur, Jakarta Selatan, pada 22-23 Oktober nanti. Empat siswa itu adalah Ahmad Najib, Nusa Andera, Ardita Hadi, dan Ahmad Husni Imawan. Mereka kemarin berangkat menuju Jakarta untuk tampil dalam ajang bergengsi tersebut. Sebelum berangkat, mereka bertemu Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik), Fathurachman, didampingi seorang guru pendamping. Mereka diberi dukungan moral dan motivasi agar mampu memberikan yang terbaik bagi Indonesia, khususnya Situbondo. “Kita hanya bisa memberikan dukungan moral dan doa agar empat siswa itu benar-benar bisa mempersempahkan yang terbaik. Sebab, mereka tidak hanya membawa nama Situbondo, tapi juga nama Jawa Timur dan

GALIH COKRO/RaBa

BANYUIWANGI- Kirab estafet Pataka Tunas Kelapa dalam rangka HUT ke-50 Gerakan Pramuka sampai juga di Banyuwangi, kemarin (19/10). Kirab Pataka Tunas Kepala itu diserahkan Kepala Dinas Pendidikan Jembrana Bali kepada Ketua Harian Kwarcab Pramuka Banyuwangi Sukandi di halaman kantor Pemkab Banyuwangi. Setelah serah terima dilanjutkan kirab oleh tim inti Pramuka menuju Pendapa

Shaba Swagata Blambangan. Pada sore harinya, Pataka Tunas Kelapa itu diserahkan kepada Ketua Umum Kwarcab Pramuka Situbondo Rachmad di lapangan Bajulmati Wongsorejo. Kirab estafet Pataka Tunas Kelapa dimulai dari delapan titik mulai dari Aceh, Bengkulu, Kepuluan Riau, Kalbar, Maluku Utara, Papua, NTT dan berakhir di Jakarta pada 28 Oktober dalam upacara Sumpah Pemuda. (afi/aif)

mengalami perubahan ke arah yang lebih positif. Dijelaskan, SMAN 1 Panarukan memiliki visi simpatik. Itu merupakan kependekan dari berprestasi, mandiri, peduli lingkungan, aktif, terampil, beriman, kreatif. Misinya, melaksanakan kegiatan belajar mengajar dari bimbingan secara efektif dan efisien, mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler (seni dan olah raga), memperdalam iman dan aklaq sesuai dengan agama yang dianut. Selain itu, meningkatkatkan keterampilan hidup life skill, meningkatkan kualitas guru dan karyawan melalui berbagai pelatihan, serta menumbuhkembangkan disiplin dan kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar. Termasuk melengkapi sarana prasarana yang diperlukan serta memberikan motivasi kepada siswa secara terus menerus untuk berprestasi. Untuk mewujudkan visi dan misinya itu, SMAN 1 Panarukan meningkatkan proses pembelajaran dengan mengadakan binaan prestasi kepada siswa tiap Senin. Melakukan bimbingan belajar kepada siswa selama tiga hari mulai Selasa – Kamis. Termasuk peningkatan ekstrakulikuler setiap Kamis, Jum at dan Sabtu oleh Guru pembimbing . Ada Musik Band, Sepak bola, Volly Ball, Pramuka dan lainnya. Fasilitas di SMAN 1 Panarukan meliputi ruang tata usaha, UKS dan koperasi. Ada juga Perpustakaan yang saat ini sudah direhab 100 persen, ruang teori, BK, laboratorium fisika dan biologi. “Untuk lab kimia dan fisika belum maksimal penggunaannya, sebab digunakan untuk ruang belajar, ini karena ruang yang ada tidak mencukupi. Banyak siswa masuk ke SMAN 1 Panarukan tidak tertampung semua,” imbuhnya. (pri/c1/aif)

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Agus Baihaqi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Copy Editor: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Muhammad Isnaeni Wardhan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl.Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo. com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: Rp 14.000,-/mm kolom hitam putih, Rp 22.500,-/mm kolom full colour depan, Rp 17.500,-/mm kolom full colour belakang,Iklan Baris Umum Rp. 20.000,- /baris, Lowongan: Rp 30.000,-/baris, Sosial: Rp 10.000,-/mm kolom. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Kamis 20 Oktober 2011

Keok setelah Buron Selama 8 Tahun

TOLAK: Dari kiri Kepala Dusun Tanjungrejo, Geger Sutrisno; Kepala Dusun Krajan, Imam Aminudin; dan Susanto, anggota BPD Desa Sembulung.

ISTIMEWA

BENNY/RaBa

RAPAT: Suwandi (tengah) memimpin rapat penentuan finalis lomba gerakan Banyuwangi Hijau dan Bersih di kantor BLH kemarin.

Penilaian Final Mulai 27 Oktober BANYUWANGI - Setelah melakukan penilaian selama enam hari sejak 10 hingga 18 Oktober, Tim juri Banyuwangi Hijau dan Bersih 2011 menggelar rapat koordinasi kemarin (19/10). Juri membahas penentuan peserta lomba penataan taman dan kebersihan lingkungan yang lolos tahap kedua atau babak final. Rapat yang digelar di kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuwangi itu dipimpin Kasubid Pemulihan Kualitas Lingkungan, Edi Kusnanto. Hasilnya, penilaian final lomba Banyuwangi Hijau dan Bersih akan digelar pada tanggal 27 Oktober hingga 3 November 2011 mendatang. Ketua Tim juri, Suwandi mengatakan, peserta diharapkan mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam penilaian final. “Kami harapkan dengan waktu kurang lebih seminggu ini, para finalis yang lolos bisa membenahi semua kekurangan yang ada agar benar-benar maksimal ketika akan dinilai oleh tim” harap Suwandi. Edi Kusnanto menambahkan, para finalis lomba penataan taman dan kebersihan lingkungan agar mempersiapkan diri pada penilaian tahap akhir. “ Siapa peserta yang lolos babak final, akan kami sampaikan melalui harian pagi Radar Banyuwangi,“ jelas Edi Kusnanto. (*/bay)

Perangkat Desa Dukung Warga Minta Tower Seluler Dibongkar CLURING - Sejumlah perangkat desa akhirnya mendukung gerakan warga menolak berdirinya tower seluler di Dusun Krajan, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring. Dukungan tersebut dinyatakan para perangkat desa di hadapan warga Sembulung Selasa malam  kemarin (18/10). Perangkat desa yang memberikan dukungan, antara lain Kepala Dusun (Kadus) Krajan, Imam Aminudin; Kadus Tanjungrejo, Geger Sutrisno; dan Susanto, seorang anggota BPD Sembulung. Mereka menyatakan sikap dalam rapat warga tahap II di kediaman Jumitro. Imam Aminudin mengakui, proses berdirinya tower itu memang banyak kejanggalan. Salah satunya mengenai proses sosialisasi yang tidak pernah dilaku-

kan. “Sebelum tower itu berdiri, sudah saya ingatkan agar warga dikumpulkan untuk sosialisasi,” paparnya di hadapan warga. Sejak awal, Imam mengaku sudah waswas terhadap pendirian tower tersebut. “Bilangnya realisasi belum jelas, kok tiba-tiba sudah dibangun hingga berdiri tegak,” sambungnya. Susanto mengaku, pihaknya pernah menolak pembangunan tower seluler itu. Sebelum tower itu dibangun, pengembang tower pernah membidik lahan milik Toha, kerabatnya, sebagai tempat medirikan tower. “Karena tahu dampak negatif pendirian tower, makanya saya tolak,” ujarnya. Jarak lokasi berdirinya tower dan lahan milik Toha hanya sekitar 30 meter. Oleh karena itu, dirinya tak habis pikir mengapa tower itu kini sudah berdiri. Sumaji, pemilik Radio Shima FM, juga datang dalam pertemuan tersebut sambil  mem-

bawa dua lembar kertas tentang dampak negatif pendirian tower. “Menara base transceiver station (BTS) bisa memancarkan radiasi 50-400 watt, bahkan lebih,” paparnya mengutip penjelasan Profesor Girish Kumar yang dia unduh di internet. Dampak radiasi itu bisa mengancam kesehatan warga yang tinggal di sekitar BTS. Sejumlah penyakit, seperti alergi, gatal-gatal, kanker otak, bahkan kematian, bisa mengancam warga akibat radiasi. “Itu belum termasuk kerawanan petir yang bakal datang di setiap musim hujan,” urainya. Oleh karena itu, dia meyakinkan warga agar menuntut Satpol PP segera membongkar tower bermasalah itu tanpa menunggu perda zonasi. Diberitakan sebelumnya, Satpol PP sudah membongkar sebagian tower tersebut hingga tak berfungsi. Namun, warga meminta Satpol PP membongkar total tower tersebut. (azi/c1/bay)

MUNCAR - Berakhir sudah pelarian panjang Yuda Alias Ulum, 32. Warga Dusun/Desa Gudang, Kecamatan Asembagus, Situbondo, itu ditangkap polisi setelah buron sejak 2 Desember 2003 silam. Status Daftar Pencarian Orang (DPO) tersebut diberikan karena Yuda terlibat kasus pencurian dengan pemberatan di Kecamatan Muncar. Korbannya adalah Wahyuningsih, 53, warga Dusun Sidomulyo, RT 02, RW 09, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar. Saat itu, Yuda menguras perhiasan emas berupa dua gelang polos, satu gelang rentan, dan dua buah liontin. Tidak ketinggalan, satu cincin dan tiga giwang milik korban juga dibawa kabur. Selain perhiasan, Yuda juga membawa kabur motor Honda Supra warna hitam. VCD Player milik korban juga diembat. Namun, petualangan panjang

TONY/RaBa

Yuda alias Ulum

selama delapan tahun itu akhirnya pupus. Sebab, polisi berhasil menangkapnya saat melintas di jalan raya Desa Sumberberas sekitar pukul 16.00 Senin kemarin (17/10). Awalnya, polisi mendapatkan informasi bahwa Yuda sering berada di kawasan Muncar. Melalui serangkaian penyelidikan intensif, polisi akhirnya berhasil menangkap tersangka saat melintas di Desa Sumberberas. ‘’Kami selidiki ternyata tersangka akhir-akhir ini berjualan buah di kawasan Muncar, akhirnya kami menangkapnya tanpa ada perlawanan,’’ ujar Kasi Humas Polsek Muncar Aiptu Putu Ardana mewakili Kapolsek Kompol Mustaqim kemarin (19/10). Aiptu Putu menuturkan, tersangka berhasil lolos dari pengejaran saat mencuri waktu itu. Sementara itu, seorang temannya diringkus tidak lama setelah beraksi. ‘’Dulu teman tersangka sudah kami tangkap dan sudah dinyatakan bersalah dan dihukum pengadilan,’’ jelasnya. Barang bukti kasus pencurian itu sudah diserahkan kepada kejaksaan. Kini, berkas kasus tersebut sudah rampung dan segera akan dilimpahkan ke kejaksaan. ‘’Semua barang bukti sudah disita waktu itu juga,’’ terangnya. Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara. ‘’Tersangka terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara,’’ tandasnya. Sementara itu, Yuda mengaku melakukan perampokan tersebut bersama Arip. Namun, Arip sudah divonis Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. ‘’Saya dulu dengan Arip dan dia sudah divonis,’’ terangnya. (ton/c1/bay)

ADVERTORIAL PEMERINTAHAN

Silaturahmi Bupati Abdullah Azwar Anas dengan OKP dan BEM se-Banyuwangi

Pemuda Dukung Penataan Wajah Kota Banyuwangi Bupati Anas bertemu Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi Selasa lalu (18/10). Dalam silaturrahmi itu, muncul sejumlah gagasan menarik yang disampaikan kepada bupati untuk Banyuwangi agar lebih baik. PERTEMUAN Bupati Anas dengan kalangan pemuda dan mahasiswa merupakan tradisi bagi pemerintah daerah. Selama ini, pemerintah daerah jarang sekali memberikan media khusus bagi kaum muda Kota Gandrung dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah. Pertemuan yang disponsori Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) itu cukup mendapat respons sejumlah tokoh pemuda Kota Gandrung. Sejumlah OKP dari lintas-agama dan ormas hadir dalam pertemuan tersebut. Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa

(BEM) dari beberapa perguruan tinggi (PT) di Banyuwangi juga hadir dalam acara bertajuk “Silaturrahmi Kaum Muda Banyuwangi dengan Bupati Abdullah Azwar Anas” tersebut. Dalam forum itu, Bupati Anas menyampaikan beberapa hal aktual terkait kepemudaan, ekonomi global, dan beberapa program dan kebijakan pemerintah daerah. Terkait kepemudaan, Bupati Anas menyampaikan, Pemkab Banyuwangi memberikan perhatian khusus terhadap pemuda berupa policy politik melalui Perda Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam OPD baru, urusan kepemudaan dilakukan secara khusus melalui pembentukan Dinas Pemuda dan Olahraga. “Forum silaturrahmi seperti ini akan kita gelar secara rutin,” tegas Bupati Anas. Dalam sesi dialog muncul beberapa pertanyaan dari beberapa mahasiswa, antara lain terkait padi yang puso, pasar modern, tambang emas, dan lain-lain. Mengenai padi yang puso, Bupati Anas menyampaikan bahwa pada tahun 2011 terdapat 217 kelompok tani yang memberantas hama. Kebijakan itu dilakukan dalam rangka

berikan kepastian investasi terhadap pelaku ekonomi. “Saya putuskan tidak ada lagi izin pendirian pasar modern baru karena akan mengganggu perekonomian rakyat,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, beberapa aktivis OKP memberikan dukungan terhadap penataan tata ruang Kota Banyuwangi. Mereka mendesak Bupati Anas terus menataan Kota Banyuwangi yang kumuh. “Kalau bisa Bupati Anas lebih berani lagi melakukan pembaharuan wajah Kota Banyuwangi,” desak Irwan dari Karang Taruna Banyuwangi. Lokalisasi juga menjadi soISTIMEWA rotan mahasiswa. Subhan Ali, DIALOG: Suasana pertemuan Bupati Anas dengan OKP dan BEM di aula Untag Banyuwangi. mahasiswa STIB Blambangan, mengurangi jumlah tanaman padi yang puso. Soal pasar modern, mantan anggota MPR menyoal banyaknya lokalisasi dan praktik Selain itu, bantuan juga diberikan kepada RI termuda itu mengaku bahwa sejak dilantik prostitusi. “Terkait lokalisasi, kita tidak mengburuh tani berupa hand tractor. Bantuan menjadi Bupati Banyuwangi tidak pernah ambil opsi penutupan. Kita mengambil opsi ini diberikan dalam rangka mengangkat menandatangani pendirian pasar modern. yang bermartabat,” jelas Bupati Anas. perekonomian buruh tani. “Kita juga sudah Keberadaan pasar modern saat ini sengaja Warga lokalisasi dari luar daerah dipulangkan memfasilitasi petani cabai dengan kalangan dibiarkan karena sudah mengantongi izin ke daerah asalnya, dan warga Banyuwangi industri,” ungkap Bupati Anas. dari pemerintahan sebelumnya guna mem- diberi bantuan keterampilan. (afi/c1/bay)

PENILAIAN TAHAP I BANYUWANGI HIJAU DAN BERSIH

Meliputi: Kecamatan Siliragung, Purwoharjo, dan Pesanggaran.

SDN 1 Barurejo Siliragung

SMPN 1 Purwoharjo

Kantor Kecamatan Purwoharjo

Kantor Desa Siliragung

SMPN 1 Siliragung

RT 1 RW 2 Dusun Sungai Lembu, Pesanggaran

Kantor Desa Purwoharjo

Kantor Kecamatan Pesanggaran


KOMUNIKASI BISNIS

28

FOTO-FOTO: GERDA SUKARNO/RaBa

KUNKER: Bupati Anas meninjau Puskesmas Kelir didampingi drg Wahyu.

Kamis 20 Oktober 2011

BANTUAN KESEHATAN: Sekkab Sukandi memberi imunisasi kepada balita .

Bupati Anas Beri Imunisasi di Puskesmas Kelir KALIPURO - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kemarin lusa (18/10) melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kecamatan Kalipuro. Beberapa lokasi dikunjungi bupati Anas setelah pulang dari Amerika Serikat. Di antaranya Puskes-

mas Kelir, Kecamatan Kalipuro. Dalam kunjungan tersebut, Bupati Anas memberikan imunisasi kepada balita yang ada di Desa Kelir dan dilanjutkan oleh Sekkab Sukandi dan Kadinkes Banyuwangi Hariadji Sugito. ”Agar para balita lebih kebal

terhadap penyakit, seperti dipteri,’’ kata Kepala Puskesmas Kelir, drg. Wahyu Primawati. Wahyu menambahkan, Puskesmas Kelir mempunyai motto Kesehatan Masyarakat Ada di Tangan Kami yang berarti siap melayani warga yang mem-

butuhkan bantuan kesehatan. Mulai dari imunisasi, posyandu, pemeriksaan gigi, dan sebagainya. ”Kami melayani dengan senyum dan hati. Sehingga terwujud masyarakat sehat demi tercapainya generasi sehat dan kuat,’’ pungkasnya. (adv/als)

Cegah Wereng, Galakkan SLPTH GENTENG - Sekolah lapang pengendalian hama terpadu (SLPHT) ternyata mampu mengendalikan serangan hama wereng yang belakangan kian menggurita. Melalui SLPHT tersebut, para petani diberi bekal untuk mengamati perkembangan tanaman padi yang mereka tanam setiap saat secara tepat. Hal itu terungkap dalam temu lapang petani SLPHT padi dan SLPHT tanaman kedelai di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, kemarin. Temu lapang yang digelar dengan cara lesehan cukup sederhana itu dihadiri langsung Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Djati Lukito, Camat Genteng Zein Costolani, serta puluhan petani. Dalam kesempatan tersebut, terungkap bahwa puluhan hektar tanaman padi para petani di desa tersebut selamat dari serangan hama wereng sebagaimana yang menimpa tanaman padi di sejumlah kecamatan lain. ’’Selamatnya tanaman padi petani ini karena SLPHT di sini berjalan efektif,” kata Djati Lukito kepada RaBa kemarin. Melalui SLPHT tersebut, kata

Djati, para petani akan bisa mengawasi perkembangan tanaman padinya setiap saat. Bahkan sejak dimulai dari

pemilihan varietas. Nah, ketika dalam proses pengamatan tersebut ditemukan adanya gangguan penyakit, mereka

juga sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk menanggulangi hama penyakit. Karena dinilai cukup efektif menahan serangan hama wereng yang belakangan semakin menggurita tersebut, Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan yang dia pimpin akan terus menggalakkan program tersebut. Diakui Djati, program SLPHT tersebut selama ini memang sudah berjalan. ’’Hanya saja, memang ada beberapa daerah yang belum, dan inilah yang akan kita garap lebih intens lagi. Kita akan galakkan SLPHT ini di semua wilayah,” pungkasnya. (azi/adv/als)

BANYUWANGI

SITUBONDO

BANYUWANGI

BANYUWANGI

ABDUL AZIZ/RaBa

SEKOLAH LAPANG: Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan, Djati Lukito, memberi pengarahan kemarin.

BANYUWANGI

SITUBONDO

BANYUWANGI

•JL. BELITUNG•

•DIKONTRAKKAN•

•TANAH 594M2•

• TOKO GENTENG•

• PRIMA MOBIL•

• KUCING PERSIA•

•JEWELLERY•

BTH Cpt Rmh L 255 M Jl. Belitung 37 ( belakang Tazza colection) Bwi. H. 085746088185

DIKONTRAKKAN Rmh Jl. Borobudur No. 10 dekat Pemda (PLN 2200, PDAM, Telp) L400m2. Hub: 08179690945/081336142143

DJL Cpt Tnh SHM L 594 M2, Glagah , Harga 40 Juta bs Tukar mbl & Djl Tanah +Rmh SHM L 765 M ada 2 Rmh Lok Jl Brantas Jajag Hub. Wawan 085331632942,081252599910

DIJUAL Cepat Murah Tk Bahagia dpn Pasar Genteng (sgt strategis utk Bank/ Usaha) Rp. 1,8 Milyar, luas tanah 212 m2, 3 lantai konst kokoh, bang 440 m2. Hub. 08122686542.

ALL NEW Avanza, Grand New Inova, Xenia, Xirion, all New Jazz, CRV, Civic, City, G-Livina, Nissan Juke, Mazda2, Ford Fiesta, L300, T120SS, Mega Cery, Swift, Splash. H: 0333411655, 0811301676

DJL Kcg Persia pesek, anak indukan-Toko Gading Mas 0338671548/081249111199.

ANDA butuh cincin kawin eksklusif? Pesan aja di ARYA JEWELLRY, Made by order. Hub. Arya 081336659258

•KEBALENAN• DJL Rmh Lt 2 kpl, LB 150, Hub: Jl. Tunggul Ametung Gg II Kebalenan/085257632612

•GRIYA PERMATA•

• PANJI PERMAI • DJL Rumah Panji Permai Blok O No. 4 Harga 145 Juta Nego Hub. 085236904807

DJL Cpt Rmh Griya Permata Husada II Blk G-12A/G-14, Hub: 0333 7777193 LT84m2+Garasi/TP.

•PERUM SUTRI• DJL RMH, Perum Sutri, Jl. Buntu Blok A3 Sobo, Bwi, Type 36+. Hub. 085230529953

•JL. ADI SUCIPTO• DJL Rmh Jl. Adi Sucipto 56 Bwi, LB 600m2, LT 1742m2, Hub: 08123461944/8918785

SITUBONDO •RUMAH & MOBIL• RMH SHM LT92m2, 4KT,RT,2RM, 1gdg, Perum Panper blok CC 16. H: 0341715472, 0338-678709. & Djl Kijang ‘91, knds bgs, wrn silver, 50jt nego, H: 0338678709 / 081336144020

•JL. DIPONEGORO• DJL rmah baru, Jl. Diponegoro Gg II no.48, luas 220m2, bagus. H: 08123133782, tnp perantara.

BANYUWANGI

•TANAH KAPLING• DJL Tnh Kapling uk. 10x20 M2 (H.45 JtTepi Jalan), 10x40 M2 (H. 55 Jt) SHM, Lok.Kebalenan, Dkt Perum Istana Brawijaya, TP Hub: 082141060580 (MAAF TDK TERIMA SMS-SMS PENIPUAN YG MENGATASNAMAKAN RDR BWI)

SITUBONDO

•TANAH 1665M2•

•TANAH 100M2•

DJL CPT Tnh 1665m2 d blkg Bulog Ketapang Bwi, Hrg 250jt. H: 08123461944

DJLTnh Pekrngn dsTribungan ,kec mangaran Stb Luas 100 M2 , Tmbok Keliling , Rmh Kecil Di dlm , hrg 150 juta Hub. 087712439436.

•TANAH 2000M2•

•SAWAH TEPI JALAN•

•TANAH 8000M2• DIJUAL Tanah 8.000m2 di Olehsari, SHM, Tepi Jalan Aspal, Hrg 400Jt NEGO. Hub: 087755723445

• PRIMA MOBIL• INOVA05 solar,05 bensin, LGX03, Fortuner'10, Avanza 07,05, Xenia 06,07, Zebra 07, Black Panther 03, Higrade 99, New Royal 09,00, Futura09, Eskudo98, Taruna02. Hub. 0333411655, 0811301676

• RUKO MUCAR• DIJL Cepat toko+ rumah tingkat 340 m2 SHM tepi jalan setinggil 80 m . barat ruko muncar harga 350 juta, Hub. 0816599845

BANYUWANGI

DJL Tanah 2000 m2 Tepi jalan Dkt Pom Bensin Glagah SHM +/- 200 Pohon sengon harga 100 JT HUB 081217104367.

DJL Sawah L 8500m2 SHM lok bts kota Ds Bakungan tp Jln aspal. 450Jt. 081234535857

• RUKO AGUS SALIM• DIBANGUN 4Unit Ruko 2Lt (DIJUAL) Lok Jl. Agus Salim (Blkg Untag) Bwi, Hub. Anugerah Fotocopy Tlp.081233669969

BANYUWANGI •SPA• JUAL produk spa n kecantikan (lulur, masker,ratus,body butter, lotion) lgs dari Bali dg hrg terjangkau.Hub 03338278555

BANYUWANGI • STNK•

• SUZUKI KARIMUN•

HLG STNK Nopol P 5706 VU, an: Himalayah, al: Truko RT 05/02 Karangsari, Sempu.

DJL Suzuki Karimun ‘03, Silver, plat N Mlg, harga 84 jt, Hub: 08175192079

HLGSTNKNopolP6474XJ,an:KatamPurwadi, Dsn Krajan RT01/01 Bengkak, Wongsorejo

• JUAL CEPAT•

HLGSTNKNopolP6653XB,an:KatamPurwadi, Dsn Krajan RT01/01 Bengkak, Wongsorejo

DJL Jazz 08, Sporty 05, Vti Matic , Grand Vitara 006, Panther lv05, Kijang Pick-Up 89 .Dump truck 95 . Tkr tmbh cash & kredit,Hub. 082142194111, 081335897888

• GURU TK/PG•

• CIVIC WONDER•

DBTHKN Wanita lls SMA sbg Guru TK/ PG, penempatn di Bwi sekitarnya. Hub: Jl. Tamrin 48 Bwi/085236095152

DJL Mobil Civic Wonder 85, Hub: Jl.Tunggul Ametung Gg II Kebalenan/085257632612

Hotline Iklan: (0333) 412224

•JUAL KAYU•

SITUBONDO • HONDA ACCORD• DJL H Accord th ‘99, jok kulit, full audio. Kijang Innova, bensin, th ‘07, s baru, Hub: 08113407912/085859015720

DIJUAL Kayu Kelapa Sulawesi Ukur 6x12 Glondong Rogojampi Hub. 082142196406, 0333-8262789

•DEPO AIR ISI ULANG• TIRTA ALAM mnrima pemasangan Dp Air isi ulang. H: 8251761/085257558460/8953555

SITUBONDO • INTERNET MARKETING • Pelatihan bisnis/toko online dengan trainer nsional , 300 rb daftar: 081336237001


BALJEBOL

Kamis 20 Oktober 2011

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Puluhan Ton Raskin Lenyap Diduga Dicuri Kuli Angkut Saat Keluar Gudang Bulog

RADAR JEMBER/JPNN

SAMPAIKAN ASPIRASI: Warga Jatiroto Lumajang berdemo di depan kantor DPRD meminta pipanisasi air direalisasikan

Warga Desa Jatiroto Krisis Air Bersih JEMBER – Belasan warga Desa Jatiroto, Sumberbaru, Lumajang, kemarin (18/10) pagi mendatangi kantor DPRD Jember. Mereka berunjuk rasa meminta agar desanya dipasok air bersih. Selama warga kesulitan air bersih. Padahal, di Desa Jatiroto ada sumber air bersih yang airnya justru dialirkan ke daerah lain. Menurut Ketua Forum Masyarakat Peduli Air Bersih Desa Jatiroto Ahmad Gusyanto, keluhan warga soal kesulitan air bersih sudah lama disampaikan. Padahal, ada sumber air bersih peninggalan Belanda yang dinikmati warga lainnya. “Sumber air Bron peninggalan

Belanda berada di Desa Jatiroto, tapi justru 500 warga Jatiroto sendiri tidak mendapatkan aliran air,” katanya. Dia menjelaskan, debit air bersih dari mata air Bron cukup besar. Bahkan, berdasarkan peneliti asal Malang, sumber air tersebut tak mengandung kuman. Ironisnya, masyarakat Desa Jatiroto malah harus membeli air jeriken ke pedagang air Rp 2.500 per jeriken. Sedangkan untuk kepentingan mandi dan cuci, warga menggunakan air sungai di sepanjang Sungai Jatiroto. “Yang kita butuhkan saat ini adalah pipanisasi dari sumber Bron ke desa kami,” ujarnya.

Direktur Teknik PDAM Jember Hanni Sutariyadi saat bertatap muka dengan warga Jatiroto dan Komisi C DPRD menjelaskan, pelayanan PDAM belum menjangkau daerah terpencil. Apalagi, Desa Jatiroto berada di dataran tinggi. Ketua Komisi C DPRD Jember Muhammad Asir menjelaskan, pihaknya berjanji akan turun tangan untuk merealisasikan program pipanisasi atau sumur bor untuk menyuplai air bersih ke Desa Jatiroto. ”Sebenarnya program air bersih prioritas pemerintah pusat. Kami akan rapat dengan DPU Cipta Karya agar air bersih sampai ke warga,” ungkapnya. (aro/c1/har)

BONDOWOSO -Komplotan pencurian beras miskin (raskin) yang dilakukan sendiri oleh para kuli angkutan truk raskin, berhasil diungkap oleh Reskrim Mapolres Bondowoso. Rabu kemarin siang (19/ 10), petugas reskrim membekuk para kuli yang sedang mengangkut raskin di wilayah Kecamatan Klabang. Petugas menggiring dua truk yang mengangkut raskin bermuatan penuh, menuju Mapolres Bondowoso. Sedangkan, para kuli yang diduga kuat melakukan pencurian beras dari atas truk, dengan cara menusuk karung raskin menggunakan penusuk (terbuat dari pipa paralon), langsung diamankan petugas. Para kuli itu, diantaranya Kholik, 40, Kacung, 35, Bisoto, 40, dan Papa, 45. Kepala Gudang Bulog Bondowoso,Eko Purwanto yang ditemui di ruangan penyidik Mapolres Bondowoso mengatakan, pihaknya memang seringkali mendapat keluhan atau komplain dari masyarakat penerima raskin, baik di Bondowoso maupun Situbondo. “Masyarakat penerima raskin sering mengeluh jatah yang diterima, tidak sesuai dengan berat yang tercantum dalam cap yang ada di karung,” katanya. Beratnya setiap ka-

RADAR JEMBER/JPNN

BERKURANG: Raskin yang sampai ke warga acapkali berkurang dari jatah yang seharusnya diterima.

rung 15 kilogram. ”Namun, setelah ditimbang oleh masyarakat berkurang menjadi 13,5 kg atau 14 kg,” katanya. Karena itu, pihaknya terus melakukan penggantian beras raskin yang berkurang kepada masyarakat. “Tentu saja, kami mengalami kerugian. Sebab, saat beras keluar dari gudang, maka sudah dihitung beratnya,” katanya. Namun, setelah beras sampai ke tangan masyarakat justru berkurang. Tentu saja, pihaknya merasa curiga. “Pasti ada beberapa orang yang melakukan pencurian beras raskin saat dalam perjalanan menuju ke warga. Kami, curiga kepada para kuli angkut,” katanya.

Oleh sebab itu, secara diamdiam bulog melaporkan kejadian itu ke Mapolres Bondowoso untuk melakukan penyelidikan. Ternyata, dari hasil penyelidikan, beberapa kuli angkut raskin memang terbukti melakukan penggelapan beras raskin. ”Modusnya, mereka menusuk beras pada karung. Selanjutnya, beras akan keluar dari karung. Beras yang keluar inilah yang dikumpulkan dalam karung oleh pelaku,” ujar Bambang, salah satu petugas reskim Mapolres Bondowoso. Selanjutnya, petugas menyita puluhan ton beras raskin untuk keperluan penyidikan. (eko/ido/sh/jpnn)

Sempat Melonjak, Harga Beras Perlahan Turun

ADA APA LAGI

JEMBER – Sempat melambung, harga beras akhir-akhir ini mulai menurun. Berdasarkan pengamatan koran ini di lapangan, harga besar turun dalam kisaran Rp 200 sampai Rp 300 per kilogram. Beras medium dipasaran sekarang dalam kisaran Rp 7.500. sepekan sebelumnya harga beras yang sama di pasaran mencapai Rp 7.500. “Harga beras tampaknya memang mulai turun. Di pasar untuk kelas medium sekitar Rp 7.500 tiap kg-nya,” kata Siti, warga Sumbersari. Menrut dia,

RADAR JEMBER/JPNN

BERBAHAYA: Kondisi ombak laut selatan saat ini masih tinggi. Selasa lalu, setidaknya epmat perahu tenggelam.

Nelayan Nekat Melaut JEMBER – Ombak di laut selatan Jember dalam tiga hari terakhir cukup tinggi. Tetapi, para nelayan di Puger tetap nekat melaut. Tidak sedikit pula nelayan yang berangkat pada malam hari. Dalam beberapa hari terakhir ketinggian gelombang di kawasan Puger mencapai 5-7 meter. Tak heran, para nelayan yang telanjur melaut kesulitan untuk masuk Plawangan, muara sungai yang menuju dermaga. Bila nekat melaut, tidak sedikit kapal atau perahu nelayan terbalik. Pada Selasa (18/10) lalu, ada empat jukung (perahu kecil bercadik, Red) dan sebuah kapal jaring mengalami kecelakaan di Plawangan. Salah satunya menimpa kapal “Jaring Sutra” milik H. Yati, warga Desa Puger Wetan, Puger, yang celaka pada Selasa lalu. Seorang anak buah kapal (ABK) bernama Ulum, 30, warga Dusun Grujukan, Desa Puger Wetan, Puger, hilang. Hingga kemarin mayat korban masih belum ditemukan. Pencarian korban saat ini dilakukan oleh tim gabungan. “Tim pencari melakukan penyisiran sampai ke Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Puger,” kata AKP Noer Mahfud, Kasatpol Airud Puger. (jum/har/jpnn)

LAKA LANTAS

Tabrak Truk Mogok, Suami-Istri Tewas TABANAN – Garis tangan pasangan suami istri (pasutri) juragan bunga, Made Gumara, 45, bersama istrinya, Ni Nyoman Artini, 40, asal Banjar Tibu Poh, Desa Belumbang, Kerambitan, Tabanan, Bali, sungguh tragis. Keduanya meninggal dunia subuh pukul 03.00 Selasa (18/10) lalu ketika akan berjualan bunga di Pasar Bajera, Selemadeg. Tewasnya pasutri ini bermula ketika keduanya mengendarai mobil pikap hitam DK 9974 GN menuju Pasar Bajera. Saat itu, kondisi jalan jurusan Denpasar–Gilimanuk menuju Bajera sangat gelap. Setiba di Banjar Serampingan, Desa Selemadeg, sekitar pukul 03.00 tibatiba saja ada truk fuso EA 8322 SZ mogok dan berhenti di tengah jalan pada tikungan tajam. Kaget ada truk berhenti di tengah jalan, Gumara justru tak berkutik. Dia langsung menabrak pantat truk mogok itu. Akibatnya, bodi depan pikap itu hancur. Pasutri ini pun meninggal di tempat. Saking kerasnya tabrakan, kepala Artini, lepas dari badan. Sopir truk, M Saleh, asal Desa Sila, Bima, NTB, yang diperiksa polisi menyatakan bahwa dia tak bisa meminggirkan truk lantaran mesinnya rusak. Dia sendiri mengklaim sudah menghidupkan lampu sen. “Saya sendiri tidak tahu persis kejadiannya. Saya hanya dengar bunyi tabrakan, baru saya bangun,” ungkapnya. Jenazah korban sendiri langsung di bawa ke ruang jenazah BRSUD Tabanan. Sedangkan mobil pikap diamankan di Pertigaan Patung Adipura Pesiapan Tabanan. (dra/mus/jpnn)

harga beras untuk kelas lain diperkirakannya juga menurun sebab tetangganya yang baru beli beras super juga mengalami penurunan harga. Siti menjelaskan, harga beras memang sempat naik drastis dalam kurun waktu satu bulan ini. ’’Saya juga heran beras kok naik terus. Syukur sekarang sudah kembali turun,’’ imbuhnya. Harapannya, harga beras tetap dalam jangkuan masyarakat sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkan kualitas sesuai denan ke-

mampuannya masing-masing. Salah satu Pengusaha Beras asal Kalisat Kamil Gunawan mengakui beras kualitas medium minggu lalu masih bertahan Rp 7.750 perkg-nya. Namun sejak Senin kemarin turun menjadi Rp 7.500 rupiah. ’’Untuk beras super dari harga Rp 8.600 turun Rp 8.350 rupiah untuk tiap kilonya,” kata Kamil. Penurunan harga ini menurut dia disebabkan karena daya beli masyarakat yang semakin rendah. Yang awalnya mengkonsumsi beras super

beralih ke beras medium. Begitu juga dengan konsumen medium beralih ke kualtias beras sedang. ’’Daya beli masyarakat sudah mentok, banyak yang berallih beli beras kelas di bawahnya,” terangnya. Dia menilai, rendahnya daya beli masyarakat ini mulai nampak sejak minggu lalu. Namun penurunan beras baru terjadi sejak senin kemarin. ’’Untuk harga beras biasa sekarang dalam kisaran Rp 6.800 untuk tiap kgnya,” terangnya. (aro/wah/jpnn)

Spesialis Helm Babak Belur JEMBER – Syaiful Bahri, 38 warga Dusun Krajan Deasa Tegalrejo Mayang kemarin babak belur digebuki dimassa. Tersangka tepergok mencuri helm milik Fery Jepra Yudi, 26 warga Jalan Bengawan Solo 2/ 21 Sumbersari.Aksi pencurian itu dilakukan tersangka di Bank Mandiri Jalan Wijaya Kusuma. Saat itu korban baru masuk ke bank untuk keperluan dinas. Namun, 15 menit kemudian korban kaget melihat helm yang diletakkan di bagian spion motornya raib. Rencananya setelah pulang dari bank dia langsung melaporkana ke Polres. Namun dia mendengar kabar jika ada pencuri helm yang tertangkap di Bank Mandiri di Jalan Ahcmad Yani. Ternyata setelah dilihat, di dalam tas tersangka ada helm milik korban. Rupanya setelah menggasak helm di Bank Mandiri Wijaya Kusuma, tersangka geser ke Bank Mandiri. Saat beraksi di Bank Mandiri Ahmad Yani itulah, tersangka tepergok pemiliknya yang langsung berteriak. Saat itu juga para nasabah dan petugas polisi yang jaga di bank langsung menangkap tersangka. Saat beraksi, tersangka mengendarai motor Honda Supra 125 N 6597 YN. Ternyata, setelah di periksa, tersangka tak hanya sekali dua

kali saja mencuri helm. Tersangka juga pernah berurusan dengan polisi dengan kasus yang sama tahun 2009 lalu. Bahkan pengakuan tersangka saat tertangkap dua tahun lalu juga wajahnya memar setelah dihajar massa. Kasatreskrim akp Alith Alarino mengatakan, tersangka memang ada niatan untuk mencuri helm setelah berangkat dari rumah. Hasil curian berupa helm tersangka biasa menjual di belakang Johar Plaza seharga Rp 100 ribu. (jum/wah/jpnn)

DIJUAL Suzuki ST150 pick up th 2009 biru hrg 75 jt nego brg istw , Bisa cash/ kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Toyota kijang kf80 STD th 2004 hitam mtl hrg 107,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Isuzu panther TBR 541 LV 25 th 2000 biru tua mtl hrg 92,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Suzuki GC 415 APV DLX MT th 2004 merah mtl hrg 90 jt nego brg istw Bisa, Kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Suzuki SL410 R-Karimun th 2005 hitam hrg 86,5 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148


34

Kamis 20 Oktober 2011

GALIH COKRO/RaBa

DILARANG DIPAKAI: Lapangan utama Stadion Diponegoro tidak boleh dipakai sebelum kompetisi Divisi Utama PSSI digulirkan. Hal ini agar tidak merusak kondisi lapangan.

Stadion Steril Pekan Ini

BANYUWANGI - Harapan pengurus Persewangi agar Stadion Diponegoro, Banyuwangi, steril mulai membuahkan hasil. Setidaknya ini tampak dari komitmen pengelola stadion, Dinas Pendapatan, yang akan mewujudkan keinginan pengurus Laskar Blambangan mensterilkan lapangan utama dari seluruh aktivitas

sepak bola dan lain-lain. Sterilisasi itu diungkapkan Kepala Dinas Pendapatan Banyuwangi, Suyanto Tando Waspo Wicaksana, kepada koran ini kemarin. Pria yang akrab disapa Yayan itu mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan pengurus Persewangi. “Pada dasarnya kita sudah mencapai

kesepakatan untuk mensterilkan lapangan utama,” katanya. Sterilisasi lapangan itu akan berlaku efektif mulai pekan ini. Oleh karena itu, pihaknya berharap agar klub dan masyarakat yang selama ini menggunakan lapangan utama Stadion Diponegoro memaklumi keputusan tersebut. Sebagai gantinya, Dispenda

akan mempersiapkan lapangan pendamping di sisi barat stadion. Mengenai pengguna ilegal, menurut Yayan, pada dasarnya mereka semua membayar biaya yang sudah ditentukan. Hanya saja, dia tidak merinci berapa tarif sewa lapangan yang berlaku di Stadion Diponegoro saat ini. Dia berharap dengan adanya sterilisasi ter-

sebut, kondisi lapangan tidak tambah parah lagi. Lebih dari itu, mulai pekan depan Yayan berharap Persewangi sudah bisa menggunakan Stadion Diponegoro untuk latihan. “Mulai pekan depan Persewangi sudah bisa latihan lagi di stadion,” ujarnya saat dihubungi lewat telepon seluler kemarin. (nic/c1/als)

Suminto Mundur dari PSSI kepengurusan PSSI periode 2011-2015. Ada Ahmad Taufik yang tidak lain adalah politisi asal PKB duduk di posisi ketua umum PSSI. Di posisi wakil ketua ada Suminto yang merupakan anggota DPRD dari Hanura. Pos sekretaris yang sebelumnya

Mengaku Taat PP No. 16 2010

GALIH COKRO/RaBa

AEROBIK: Cabang senam juga dipertandingkan di ajang Porda Jatim.

Dispora Target Juara Umum Gelaran Porda di Sidoarjo Bulan Depan BANYUWANGI - Selain disibukkan persiapan Liga Pendidikan Indonesia (LPI) yang akan dihelat mulai awal tahun depan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) juga tengah bersiap menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) tingkat Jawa Timur. Dalam even yang akan dihelat di Sidoarjo mulai 14 hingga 19 November itu, Banyuwangi bertekad menjadi juara umum. Dalam even yang sama tahun lalu, Banyuwangi sukses duduk di posisi ketiga klasemen perolehan medali. Target menjadi juara umum kini disandarkan pada sebelas cabor yang akan diberangkatkan ke Sidoarjo bulan depan. Kesebelas cabor itu adalah atletik, renang, bola voli, sepak bola, bulu tangkis, senam artistik, senam aerobik, sepak takraw, tenis lapangan, tenis meja, catur, silat, dan karate. Persiapan menuju Porda mulai dikebut jajaran Dispora sejak kemarin. Dalam seleksi yang digelar di GOR Tawang Alun, Banyuwangi, masing-masing penanggung jawab cabor mencoba memilih komposisi pemain terbaik untuk dibawa ke babak utama Porprov-nya tingkat pelajar itu. “”Setiap cabor sudah melakukan seleksi. Saat ini masing-masing cabor sudah memiliki calon atlet yang akan dibawa ke Sidoarjo,” beber Mohamad Sudjoko, Kabid Olahraga Dispora. Menurut Sudjoko, mereka yang terpilih dalam seleksi akan menjalani pemusatan latihan secara berkala dan memondokkan sepekan sebelum pertandingan. Tujuannya, agar mereka mendapat

gemblengan materi dan dorongan psikkologi sebelum berlaga di Porda nanti. Saat ini, kata Sudjoko, pihaknya masih berkonsentrasi di tingkat sekolah dasar. Sebab, sesuai jadwal, sekolah dasar akan dipertandingkan lebih dulu. “Baru setelah itu kita berkonsentrasi di tingkat senior, yakni SMP dan SMA,” tegasnya. (nic/c1/als)

BANYUWANGI - Kepengurusan PSSI Banyuwangi periode 2011-2015 memang belum dilantik. Namun, tandatanda kerontokan para personalia dalam kepengurusan induk pembina sepak bola di Banyuwangi itu mulai tampak. Sinyal itu bisa ditangkap dengan rencana pengunduran diri salah seorang pengurus. Dia adalah Suminto, anggota DPRD asal Partai Hanura. Alasan mundur yang dia kemukakan kemarin didasarkan atas PP Nomor 16 Tahun 2010 tentang tata tertib DPRD. “Di sana jelas bahwa anggota DPRD tidak boleh merangkap jabatan,” akunya. Meski demikian, Suminto belum menyerahkan berkas resmi pengunduran diri tersebut kepada pengurus PSSI. Saat disinggung namanya masuk dalam kepengurusan PSSI, Suminto mengaku memang sempat dihubungi ketua terpilih Ahmad Taufik. Dalam komunikasi itu, dia menyatakan

DOK/ RaBa

Suminto

siap membantu sepak bola di Banyuwangi. Hanya saja, dia tidak berniat masuk dalam kepengurusan. Maksudnya, dia siap membantu sepak bola Banyuwangi hanya dari balik layar. Sementara itu, keinginan Suminto mundur dari kepengurusan PSSI mendapat apresiasi sesama anggota DPRD. Niat politisi asal Partai Hanura itu layak menjadi contoh bagi legislator lain. “Aturan sudah ada dan jelas tinggal melaksanakan saja. Mundur lebih baik,” ujar Yulies Setyo Puji Rahayu, anggota DPRD asal Partai Golkar. Seperti diberitakan kemarin, anggota DPRD mendominasi

dijabat Nanang Nur Ahmadi, kini diemban Handoko yang merupakan anggota sekaligus ketua Fraksi Partai Demokrat. Dominasi legislator di tubuh PSSI belum berhenti di situ. Di pos pengurus pundi keuangan PSSI, ada nama politisi

asal PDIP, Sugirah. Yang cukup mengejutkan, dalam SK PSSI yang ditandatangani langsung ketua Pengprov PSSI Jawa Timur tersebut, adik Bupati Anas, Syukron Makmun Hidayat, sebagai anggota kepengurusan PSSI. (nic/c1/als)


Kamis 20 Oktober 2011

BERITA UTAMA

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Keluhkan Gundukan dan Debu ■ SUDAH... Sambungan dari Hal 25

“Mungkin tidak melihat ada double way karena gelap, jadi nabrak,” ujar warga tadi. Selain itu, kondisi jalan yang bergelombang juga berpengaruh. Biasanya mobil dari arah selatan berusaha menghindari jalan yang bergelombang dengan cara masuk lebih ke tengah jalan. “Dia (korban) mungkin terlalu ke tengah. Karena gelap jadi tidak kelihatan kalau di depannya ada double way,” ujarnya. Masih menurut warga tadi, Basri dan Kartini rencananya akan menuju Bali. “Katanya

mau kerja di Bali,” cetusnya. Seketika itu, kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Islam di Jalan Basuki Rahmat, Banyuwangi. Mereka langsung ditangani petugas untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sementara itu, warga berharap agar rambu-rambu penanda double way segera ditambah. Sebab, jika hanya mengandalkan rambu dan lampu penerangan jalan, itu dirasa tidak cukup. Buktinya, sudah sering terjadi kecelakaan yang sama dan di tempat yang sama pula. “Kalau dikasih lampu yang kelap-kelip gitu mungkin

kecelakaan bisa dikurangi,” cetus seorang warga Sukowidi. Sebelumnya, kondisi pulau jalan yang rawan kecelakaan itu pernah menjadi bahasan serius pihak terkait di awal tahun 2011 lalu. Saat itu, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Banyuwangi masih dijabat Ketut Kencana. Kala itu sudah dilakukan kajian. Dalam kajian tersebut, pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Satuan LaluLintas (Satlantas) Polres Banyuwangi juga dilibatkan. Hasilnya, ada beberapa alternatif demi mengurangi kecelakaan di lokasi tersebut. Na-

mun, hingga kini ruas jalan tersebut tetap utuh tanpa perbaikan sesuai hasil kajian. Yang sudah berlangsung justru proyek taman di median jalan tersebut yang kini digarap Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Kali ini, DKP berencana menanam bunga di sepanjang median Jalan Yos Sudarso tersebut. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengeruk tanah di median jalan dan menjebol lapisan aspal di bawah median jalan tersebut. Bila lapisan aspal tak dijebol, bunga yang ditanam tak akan tumbuh subur. Sementara itu, proyek penge-

Proyeksi Mengacu Asumsi DAU ... ■ KEKUATAN... Sambungan dari Hal 25

Belanja tidak langsung itu terdiri atas belanja pegawai sebesar Rp 974,97 miliar, dan belanja tidak langsung non-belanja pegawai sebesar Rp 172 miliar. “Sedangkan belanja langsung yang dilaksanakan SKPD sebesar Rp 282,38 miliar,” ungkap Bupati Anas. Bupati Anas membeberkan, belanja langsung dan belanja tidak-langsung tidak-pegawai sebesar Rp 542,548 miliar. Kebutuhan belanja SKPD sesuai RPJMD dan hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) sebesar Rp 870,7 miliar. “Karena anggaran

terbatas, kebutuhan SKPD itu yang terakomodasi hanya sekitar 62,31 persen,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Bupati Anas juga membeberkan proyeksi pendapatan daerah dalam APBD 2012 mendatang. Total pendapatan diproyeksikan sebesar Rp 1,373 triliun. Total pendapatan itu disokong dana dari pusat dan pendapatan asli daerah (PAD). Kucuran dana dari pusat tahun 2012 sebesar Rp 960,233 miliar. PAD tahun 2012, diproyeksikan naik dari Rp 106,12 miliar (tahun ini) menjadi Rp 115,4 miliar. “Pendapatan lain-lain yang sah kita proyeksikan sebesar Rp 288,949 miliar,” jelasnya.

Proyeksi kekuatan APBD 2012 tersebut, lanjut Anas, masih menggunakan asumsi dana alokasi umum (DAU) seperti tahun 2011. “Proyeksi belanja pegawai diperkirakan meningkat 10 persen seperti yang disampaikan dalam pidato kenegaraan presiden 16 Agustus lalu,” katanya. Komposisi belanja yang direncanakan pada APBD 2012 meliputi urusan pendidikan 34,1 persen, kesehatan 9,6 persen, pekerjaan umum 13,1 persen, urusan pemerintahan umum 13,1 persen, urusan pemberdayaan masyarakat dan desa 15,8 persen, urusan pertanian 1,6 persen, dan lingkungan hidup 2,4 persen. “Sedangkan penanggulangan

kemiskinan direncanakan sebesar Rp 10 persen,” bebernya. Bupati Anas menambahkan, penetapan prioritas belanja dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, belanja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi yang disediakan dalam pelayanan administrasi perkantoran. Kedua, belanja yang bersifat wajib yang merupakan sharing anggaran dari program kegiatan pemerintah pusat dan provinsi Jatim. Pertimbangan ketiga, belanja dalam rangka pelaksanaan program prioritas yang merupakan stimulan dalam memacu pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Banyuwangi. (afi/c1/bay)

Sindir Dana Pembangunan Taman ... ■ DEMO... Sambungan dari Hal 25

Mereka menuntut harga sembako diturunkan. Sebab, hingga kini sembako belum terjangkau semua lapisan ma-

syarakat Banyuwangi. Selain itu, mereka juga minta pendidikan murah. “Selama satu tahun ini tidak ada hasilnya. Janjinya juga hanya sekadar janji,” ujar Ketua PC PMII Banyuwangi, Dalail Choirot.

Mereka juga menuntut reformasi birokrasi. Sebab, selama ini menurut mereka pengisian jabatan sesuai spesifikasi keilmuan dan sumber daya manusia (SDM) belum ada. Masalah renovasi Taman Sri Tan-

jung juga tidak luput dari kritik para mahasiswa. Menurut mereka, dana enam miliar rupiah yang dialokasikan untuk taman lebih sesuai untuk kepentingan masyarakat banyak. (gil/c1/bay)

rukan median Jalan Yos Sudarso tersebut kini mulai dikeluhkan pengguna jalan. Sebab, debu gundukan tanah di sepanjang jalan itu beterbangan, sehingga mengganggu jarak pandang dan pernapasan. Selain itu, jalan menjadi sem-

pit akibat tumpukan material tanah. Pengendara pun harus ekstra hati-hati saat melintas agar tak menabrak gundukan tanah tersebut. “Kalau kendaraan besar lewat debunya langsung beterbangan,” keluh Eko, salah satu pengendara yang

biasa lewat di jalan tersebut. Eko berharap agar pihak penggarap proyek memperhatikan keluhan para pengguna jalan. Sebab, bila dibiarkan, dampak lebih luas lagi, seperti kecelakaan, bisa saja terjadi. (gil/nic/c1/bay)

Peluang Ekspor Nilam ■ KIRIM... Sambungan dari Hal 25

Saat diberi buku tentang objek wisata dan budaya Banyuwangi, Djoko juga antusias dan menyambut baik. Bahkan, mantan anggota DPR RI itu titip salam untuk Bupati Abdullah Azwar Anas yang merupakan koleganya di Gedung Senayan dulu. “Salam untuk Pak Anas,” ujarnya kepada Radar Banyuwangi. Dia akui bahwa di Swiss sering diadakan pameran wisata

dan budaya beberapa daerah di Indonesia. Suatu saat Jawa Timur bisa ambil bagian, termasuk memamerkan budaya khas Banyuwangi. “Di sini ada banyak even pameran budaya. Sekarang saja ada pameran budaya asli Kalimantan Timur di Zurich,” ungkap Djoko. Dalam hal kerja sama ekonomi, lanjut Djoko, ada banyak peluang di Swiss. Seperti peluang ekspor minyak nilam atau asiri untuk campuran parfum yang diproduksi di Swiss. Di bidang perikanan juga ada peluang ekspor

udang. “Swiss masih membutuhkan banyak ekspor udang dan ikan, begitu juga minyak asiri. Sayangnya, selama ini ditangani broker dari Singapura. Belum ada yang langsung dari orang Indonesia,” bebernya. Banyuwangi, kata Djoko, bisa menangkap peluang tersebut. Bahkan, bisa mencari peluang dengan cara menghubungi setiap kantor kedutaan di luar negeri. “Apa saja yang dibutuhkan di negara-negara itu bisa ditanyakan di masing-masing kantor kedutaan,” jelasnya. (c1/irw)

Menyukai Lokasi Pantai ... ■ TRAVELLING... Sambungan dari Hal 25

“Travelling itu bermanfaat, salah satunya bisa tahu alam di luar sana,” ujar mahasiswi Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi itu.

Gadis berambut panjang itu mengaku tempat terjauh yang pernah dia kunjungi adalah jembatan Barelang di Batam. Jembatan yang menghubungkan Batam-Rempang-Galang itu menyimpan kenangan yang sulit dia lupakan. “Tempatnya bagus banget, pengen ke sana

lagi,” ujar warga Jalan Bengawan, Gang Kenanga, itu. Dia sangat menyukai pantai untuk tujuan travelling. Menurutnya, pantai selalu menawarkan keindahan tersendiri. “Di pantai kan bawaannya santai terus,” kata dara kelahiran Banyuwangi 23 Februari 1993 itu. (gil/c1/bay)

Diberi Obat Kimia ■ NELAYAN... Sambungan dari Hal 36

Umumnya, penyakit itu dibawa sejak dari penggelondongan di tambak. “Sehingga saat di keramba apung akan menular kepada ikan lain.

Idealnya memang harus dikarantina terlebih dahulu, sehingga saat diletakkan di laut tidak menular ke ikan lain,” papar pria asal Banyuwangi itu. Cara cukup ampuh yang dilakukan pembudidaya adalah mencuci ikan dengan air tawar

sebelum dimasukkan ke keramba apung. Pencucian hanya dilakukan sekitar semenit. “Termasuk juga diberi obatobatan kimia. Itu untuk mengeluarkan virus yang melekat di tubuh ikan,” imbuh Hartoyo. (pri/c1/aif)

Jamaah Mulai Terserang Flu Tumbuhkan Kecerdasan dan Kemampuan Skiil

■ DI MAKKAH... ...

Sambungan dari Hal 25

Kedua maktab tersebut berjarak dua kilometer dari Masjidil Haram. Hal itu berbeda dengan saat berada di Madinah. Saat di Madinah, jarak maktab ke pusat ibadah, masjid Nabawi, hanya 200 meter. Sampai di Makkah, jamaah tidak bisa langsung bersantai. Sebab, mereka harus menyele-

saikan umrah wajib. Dengan masih memakai kain ihram sejak dari Madinah, jamaah langsung bergerak ke Masjidil Haram untuk menunaikan rukun umrah. Mereka mulai bergerak ke Masjidil Haram pukul 22.00 waktu setempat menggunakan bus. Ketika bus memasuki kota Makkah, jamaah pun mulai penasaran ingin melihat keberadaan Kakbah. Sekeliling

Masjid Al-Haram begitu benderang oleh lampu yang begitu banyak dan tajam. Ketika rombongan memasuki masjid, jam sudah menunjukkan pukul 22.15. Meski demikian, masih banyak jamaah di dalam masjid; pria-wanita dan tuamuda dari berbagai bangsa. Tempat yang biasanya hanya mereka lihat di foto dan lukisan, kini sudah berada di hadapan jamaah. Dengan penuh

haru, jamaah Banyuwangi pun langsung melanjutkan prosesi umrah yang diawali dengan tawaf. Sementara itu, kondisi kesehatan jamaah Banyuwangi kini mulai agak terganggu. Ada beberapa jamaah yang terserang flu. Flu tersebut diakibatkan perubahan cuaca. Namun, secara umum kesehatan jamaah masih dalam kondisi normal. (*/c1/bay)

Masih Ada Agenda Geladi Bersih ■ GERAK-GERAK... Sambungan dari Hal 25

Selain itu, para peserta juga melakukan simulasi fashion runaway layaknya pergelaran BEC Sabtu mendatang (22/10). Dalam latihan kemarin, mereka mempraktikkan gerakan yang sudah didapatkan sehari sebelumnya. “Ini latihan terakhir se-

belum geladi bersih,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Suprayogi. Untuk berlatih fashion runaway kali ini, para peserta memanfaatkan jalan di sisi selatan GOR Tawang Alun. Di sepanjang jalan itu, mereka berlenggak-lenggok dan melakukan gerakan koreografi sesuai irama musik. “Setidaknya, jalan

ini cukup untuk simulasi,” ujar Suprayogi. Suprayogi menegaskan, para peserta diharap benar-benar memanfaatkan latihan terakhir tersebut. Sebab, pergelaran BEC sudah semakin dekat. “Dari latihan ini, mereka sudah cukup memahami. Semoga apa yang mereka dapatkan benar-benar membantu di hari-

H nanti,” harapnya. Dalam latihan kemarin, para peserta berlatih secara bergantian, yaitu sesuai tema kostum mereka masing-masing. Sehingga, latihan tersebut diharapkan mampu menggambarkan suasana pergelaran BEC yang sebenarnya. “Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” cetus Suprayogi. (gil/c1/bay)

Total Anggaran Jasmas Rp 10 M ■ KEJAKSAAN... Sambungan dari Hal 36

Jika memang IRDeS memiliki bukti penyelewengan atau ketidakberesan pelaksanaan proyek jasmas, Syaiful menuntut pihak IRDeS menyebut nama oknum anggota dewan yang ditengarai bermain-main proyek jasmas tersebut. “Faktafakta itu harus segera dilaporkan kepada aparat penegak hukum. Jika tidak, hal itu merupakan pembusukan terhadap DPRD. Kami tentu tidak akan tinggal diam jika caracara seperti itu dilakukan,” kecamnya. Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah, Mashudi menjelaskan bahwa tuduhan program jasmas rawan diselewengkan oknum anggota dewan itu karena memang tingkat

akuntabilitasnya rendah. Sebab, sampai saat ini jasmas belum memiliki regulasi yang mewadahi pembiayaan program tersebut melekat di APBD. Mashudi menepis anggapan bahwa tudingan yang dia lontarkan terkait penyelewengan jasmas merupakan upaya meningkatkan posisi tawar agar dia memperoleh jatah proyek. “Kita tidak punya kepentingan apa-apa selain agar setiap kebijakan dewan memihak masyarakat,” katanya. Mashudi juga mengaku kecewa terhadap kinerja DPRD Situbondo. Pasalnya, setelah dua tahun menjabat, para wakil rakyat tersebut belum memiliki kebijakan riil yang bisa menjamin kesejahteraan rakyat. Lebih lanjut, Mashudi mengaku bahwa IRDeS tidak memiliki kepentingan person by

person dengan anggota DPRD. Menurut dia, yang mempunyai hak mengusut dugaan penyelewengan program jasmas adalah lembaga penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan. “Harapan saya, aparat kepolisian dan kejaksaan proaktif mengusut indikasi penyelewengan tersebut. Kepada anggota dewan yang terhormat, jangan paksa rakyat mengintervensi apa-apa yang menjadi ranah kerja aparat penegak hukum,” pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, program jasmas DPRD Situbondo mendapat sorotan miring. Direktur IRDeS, Mashudi, menuding program yang menelan anggaran hingga Rp 10 miliar di tahun 2011 itu dinilai rawan disalahgunakan. Bahkan, ada salah satu anggota dewan yang dituding ikut cawe-

cawe dalam proyek yang diusung berdasarkan hasil jasmas itu, mulai meminta fee proyek hingga penentuan rekanan. Selain itu, program tersebut juga rawan fiktif. Menurut Mashudi, jumlah anggaran program jasmas memang cukup menggiurkan. Jika dikalkulasi, 45 anggota DPRD Situbondo mendapat jatah program senilai Rp 200 jutaan per orang. Untuk itu, dia meminta agar dana jasmas tersebut digunakan sebagaimana mestinya. Mashudi mengaku sudah mengantongi data di balik dugaan ketidakberesan proyek hasil jasmas. “Kami tidak perlu menyebutkan siapa dan apa bentuk proyeknya. Yang jelas kami sudah memiliki data. Jika kasus seperti itu berlanjut, kami akan melapor kepada aparat berwajib,” ancamnya. (sgt/c1/aif)

Sudah 15 Tahun Jadi Vegetarian ... ■ MERASAKAN... Sambungan dari Hal 25

Rencananya, pria yang sebelumnya pernah menetap di Australia itu akan tinggal selama dua bulan di Banyuwangi. Menurut Brian, masih banyak hal yang harus dia tahu tentang kebudayaan Banyuwangi. Ketertarikan terhadap budaya itulah yang membuatnya betah tinggal. “I promise that I’ll come to enjoy the carnival (Saya janji

untuk datang menikmati Banyuwangi Ethno Carnival),” ujarnya. Namun, ketertarikannya terhadap budaya lokal tidak membuatnya belajar bahasa Indonesia. Menurut Brian, itu adalah salah satu kelemahan dirinya. Dia mengaku sangat susah mengingat kosa kata bahasa Indonesia. Sebab, usianya sudah tidak muda lagi. Yang patut mendapat acungan jempol, di usianya yang sudah matang itu, Brian seolah tidak mengenal lelah. Dalam setiap

aktivitas di Banyuwangi, dia selalu mengendarai sepeda motor. Bahkan, dia pernah ke Surabaya mengendarai motor. “I’m a traveler,” ucapnya. Ternyata Brian memiliki rahasia khusus dalam menjaga stamina di usia yang sudah tidak muda lagi, yaitu menjadi seorang vegetarian. Selama lima belas tahun dia sudah menjadi vegetarian. Menurutnya, itulah kunci kenapa dia masih tetap sehat. “And Indonesian food is good,” ujarnya. (c1/bay)

■ USUNG... Sambungan dari Hal 36

Surya itu mengaku bahwa dia dan teman-temannya berniat melakukan rally menuju Istana Negara di Jakarta. “Beberapa waktu lalu saya dan temanteman bersepeda keliling Pulau Bali. Kali ini, kami ingin menjelajah hingga ibu kota,” ujarnya. Surya mengaku senang sekali berkesempatan mengikuti rally kali ini. Sebab, lanjutnya, dia bisa melihat keindahan alam di sepanjang jalan yang dilalui. “Yang tidak kalah penting, perjalanan ini kami lakukan untuk menapaktilasi Sumpah Pemuda. Kami berniat meneruskan cita-cita luhur para pahlawan yang telah menggelorakan semangat persatuan bangsa,” tukasnya. Rombongan berangkat dari Denpasar, Bali, pada tanggal 15 Oktober lalu dan rencananya akan tiba di Istana Negara

pada tanggal 26 Oktober mendatang. Misi yang mereka usung adalah menyatakan bahwa masyarakat Bali sangat berkomitmen dengan NKRI, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Hal itu diutarakan langsung oleh pendiri Yayasan Raj Yamuna, Made Okin Adiyana. Pria yang pada kegiatan kali ini bertindak sebagai kepala rombongan tersebut menerangkan bahwa selain menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dan kemerdekaan Indonesia, perjalanan menuju Istana Negara kali ini juga dilakukan sebagai media mendidik siswa menjadi manusia seutuhnya. “Kami mengajak siswa yang berasal dari kelas 4 SD sampai kelas 9 SMP berpetualang. Sebab, hidup adalah petualangan. Sekolah kami menerapkan konsep home of natural education dan culture centre. Jadi, para siswa tidak hanya dididik

meningkatkan kemampuan otak kiri yang berkaitan dengan kemampuan di bidang science (ilmu pengetahuan, Red), tapi juga kemampuan otak kanan sebagai kemampuan skill. Sehingga, para siswa mampu menumbuhkan kecerdasan dan keterampilan hidup,” papar Made Okin Adiyana. Made menjelaskan, rally kali ini juga sesuai latar belakang pendirian sekolah yang resmi berdiri pada tahun 1979 tersebut. Menurut Made, Raj Yamuna School didirikan agar kehidupan bangsa tidak terdegradasi. Pasalnya, kebanyakan sekolah hanya menitikberatkan perkembangan teknologi dalam proses belajar-mengajar. Padahal, lanjut Made, Bangsa Indonesia unggul di bidang budaya, agama, agraria, dan lain-lain. “Meskipun begitu, sistem belajar-mengajar di sekolah kami juga disesuaikan perkembangan dunia internasional,” pungkasnya. (c1/aif)

AKIBAT SESAK NAFAS, ABDUL SEMPAT DI OPNAME “Sejak tahun 2004, saya menderita sesak nafas,” cerita Abdul Rohim saat ditemui di kediamannya di Jambewangi, Sempu, Banyuwangi, Jawa Timur. Karena penyakitnya itu, aktifitasnya sebagai seorang guru otomatis menjadi terganggu, “Kalau sedang kambuh, nafas terasa sesak, bahkan saya pernah sampai di opname.” Lanjut-Dur-panggilan akrabnya. Tak ingin aktifitasnya terus terganggu, ayah 3 orang anak ini selalu berusaha mengobati sakitnya itu, namun sekian lama berobat, keluhannya masih terus kambuh. Penyakit sesak nafas atau asma adalah salah satu penyakit yang sangat familiar dengan rakyat Indonesia. Pada saat asma, saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktifitas terhadap rangsangan tertentu, misalnya debu, asap atau bulu binatang yang menyebabkan peradangan. Hal ini akan sangat mengganggu penderita sebab sekarang sangat sulit menemukan udara yang betul-betul bersih. Tapi kini, ia merasa lega karena telah menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi keluhannya itu, “Sudah 1 tahun saya rutin minum Gentong Mas, baru minum 2 kotak manfaatnya sudah terasa, badan lebih segar, berstamina, hangat, enteng, vitalitas bertambah dan nafas jadi plong.” Tutur pria berusia 57 tahun tersebut. Dengan tubuh yang sehat, sekarang ia dapat menjadi aktifitasnya dengan lancar tanpa gangguan sesak nafas. Kini, ia ingin sekali membagi pengalamannya itu dengan orang lain, “Mudah-mudahan pengalaman saya ini dapat bermanfaat bagi orang lain.” Harapnya. Gentong Mas adalah minuman herbal dengan

bahan utama Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) yang terbukti memiliki banyak manfaat. Habbatussauda berperan sebagai anti histamin. Histamin adalah sebuah zat yang dilepaskan oleh jaringan tubuh yang memberikan reaksi alergi seperti pada asma bronchial. Habbatussauda dapat mengisolasi ditymoquinone, yang berdampak positif terhadap penderita asma bronchial. Selain itu, Habbatussauda mengandung 15 macam asam amino penyusun isi protein termasuk di dalamnya 9 asam amino esensial. Dengan demikian, mengkonsumsi Habbatussauda dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga penderita asma tidak mudah terkena serangan. Selain rasanya manis dan lezat, Gula Aren banyak mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Sementara sifat kimia dari Kayu Manis ialah hangat, pedas, wangi, dan sedikit manis sangat baik untuk mengatasi asma. Meski demikian, untuk mendapatkan hasil yang baik, dianjurkan untuk berolahraga terutama renang dan jangan terlalu lama berada dalam lingkungan yang banyak zat polutif (debu, tungau, asap rokok dan asap motor). Manfaat yang hebat bagi kesehatan dan rasa yang lezat membuat semakin banyak masyarakat mengkonsumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi: 085 234 398 441. Banyuwangi: 085 234 398 441. Situbondo : 082143391646 Depkes:P-IRT.812.3205.01.114


36

Jawa Pos-nya Kota Santri

Kamis 20 Oktober 2011

MAK NYUS..

Ingin Jadi Dokter GANTUNGKAN cita-citamu setinggi langit. Petuah bijak itu rupanya dipegang teguh Siti Zuhro. Meskipun ditentang orang tuanya, dara kelahiran 16 tahun lalu itu mengaku tidak akan menyerah demi menggapai cita-citanya menjadi seorang dokter. Bungsu dua bersaudara putri pasangan Munasik dan Aliyana itu berusaha meyakinkan kedua orang tuanya bahwa cita-citanya itu bukanlah hal mustahil, meskipun keterbatasan ekonomi membelit keluarganya. Terlebih, kecerdasan intelektual Zuhro tergolong di atas rata-rata. Sejak masih duduk di bangku SD, siswa yang kini duduk di bangku kelas 12 SMA Negeri 1 Kapongan itu sering berhasil menggenggam predikat sebagai peringkat satu paralel di sekolahnya. Bermodal percaya diri (PD) tinggi, Zuhro pun bertekad meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Ada banyak cara yang bisa ditempuh udkan misinya itu. untuk mewujudkan Salah satunya dengan cara memanfaatkan Beasiswa Bidik ptimistis bisa Misi. “Saya optimistis n cita-cita saya mewujudkan kter,” ujarnya menjadi dokter,” mantap. Menyadarii ambisinya raih dengan tidak bisa diraih eha-leha, hanya berleha-leha, lajang yang tinggal di hcotok, Desa Curahcotok, Kecamatan Kapongan, itu tidakk hanya angan. berpangku tangan. Selain rajin sekolah, dia juga melahap waktu lebih am perr dari empat jam hari untuk belajar etelah di rumah. “Setelah ya beles privat, saya lajar sendiri untuk hami lebih memahami setiap materi rima yang saya terima di sekolah dan ivat guru les privat nya. saya,” tukasnya. liki Dia memiliki iri kiat tersendiri ih untuk meraih a. cita-citanya. Rajin beriba-dah dan me-manjatkan doa kepada Tuhan. (sgt/ c1/aif) SIGIT HARIYADI/RaBa

GALIH COKRO/RaBa

WASPADA: Cuaca dan hembusan angin cukup berpengaruh terhadap budidaya ikan memakai keramba apung di Pantai Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Situbondo.

Nelayan Khawatirkan Embusan Angin Barat SITUBONDO - Angin barat tidak hanya SI me menjadi ancaman bagi para nelayan. Sala Salah satu jenis angin musim itu juga me mengancam kelangsungan budi daya ikan di keramba apung. Akibat tiupan ang angin barat beberapa pekan terakhir, om ombak menjadi besar. “Perputaran air di keramba k apung akan naik ke atas, seh sehingga mengganggu ikan lantaran kek kekurangan oksigen,” ungkap Hartoyo, pe pembudidaya keramba apung. Menurut dia, kekurangan oksigen ssangat berpengaruh terhadap kesehatan ikan di dalam keramba

apung. Selain stres, mereka juga mudah terjangkit virus penyakit. “Sulit kalau begini, karena lawannya alam (angin barat),” ungkap bapak dua anak itu. Berembusnya angin barat tersebut semakin menambah kompleks permasalahan budi daya keramba apung. Sebab, kini serangan penyakit juga menjadi momok yang kapan saja bisa membuat mereka merugi puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Kata Hartoyo, saat ini penyakit yang diakibatkan bakteri air laut cukup tinggi n  Baca Nelayan...Hal 35 GALIH COKRO/RaBa

Kejaksaan Didesak Usut Jasmas D DPRD Terusik Tu Tudingan IRDeS SITUBONDO - Tudingan Direktur SI Eks Eksekutif Institute For Regional Dev Development and Studies (IRDeS), Ma Mashudi, bahwa ada anggota dewan yang yan ikut cawe-cawe dalam proyek yang diusung berdasarkan hasil proyan gram jaring aspirasi masyarakat (jasgra ma mas) tampaknya berbuntut panjang. Kal Kalangan dewan malah balik menud-

ing apa yang diungkapkan salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) itu hanya merupakan upaya meningkatkan popularitas. Seperti dilontarkan Ketua Komisi I DPRD Situbondo, Syaiful Bahri. Menurutnya, tudingan bahwa ada anggota dewan yang bermain proyek jasmas dengan tidak menyebut nama itu merupakan tuduhan berbau fitnah yang tentu saja dapat mencemari citra DPRD. Politikus asal Partai Kebangkitan

Bangsa (PKB) itu malah menyerang balik IRDeS. Tentu yang dimaksud dalam hal ini adalah Mashudi. Syaiful mengaku tidak tahu apa saja yang telah dilakukan IRDeS untuk membangun Situbondo. “Jadi, kalau sekadar ingin mencari popularitas ataupun meningkatkan bargaining position guna mendapat jatah proyek, jangan begitu caranya. Ada cara lain yang jauh lebih elegan,” sindirnya n

kan sejumlah media. “Mungkin ABS suami saya ini yang dimaksud karena namanya hampir sama. Jadi bukan ASB apalagi dokter lain yang dikatakan bekerja di salah satu Puskesmas di Situbondo itu,” terangnya. Saritem mengungkapkan, tidak pernah ada pengusiran kepada dirinya. Termasuk, peneguran oleh warga karena dinilai sering memasukkan tamu laki-laki hingga larut tengah malam. “Tidak pernah ada warga yang menegur saya. Kalau saya harus pindah kontrakan, karena ingin tempat yang lebih representatif kandungan saya makin besar,” terangnya. Dijelaskan, Saritem sebenarnya sudah mendengar kabar miring tentang dirinya beberapa hari terakhir ini. Namun, ada pengurus Poliklinik di tempatnya yang melakukan klarifikasi ke-

pada warga untuk menjelaskan bagaimana persoalan sebenarnya. “Saya hamil ya dengan suami saya (ABS),” ungkapnya. Sementara itu, dr. ASB menegaskan, dirinya harus angkat bicara karena sejumlah pihak mencurigai dirinya dan seolah-olah berita tentang perselingkuhan oknum dokter itu benar adanya. “Padahal, tidak ada yang benar dengan berita itu, bisa saja sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu,” ungkapnya. Diterangkan, jika sekali waktu dirinya datang ke kontrakan perawat yang bekerja di kliniknya, itu dalam kapasitas hubungan bawahan dan atasan. Di kontrakan pun petemuan dilakukan di ruang tamu. “Mereka (para perawat) itu aset di tempat usaha saya, mereka saya beri fasilitas rumah kontrakan hingga asuransi kesehatan dan

lainnya, agar merek apunya tanggungjawab untuk memajukan tempat mereka bekerja. Jadi bukan karena motivasi lainlain,” terangnya. ASB perlu merasa meluruskan berita yang dinilainya tidak benar itu karena jika dibiarkan akan merusak reputasi dirinya, termasuk keluarganya. “Kalau memang benar (selingkuh) karuan (ditulis tak masalah) Mas, ini kan tidak benar,” tandasnya. ASB menambahkan, tidak ada permasalahan dirinya dengan warga. Sebelum, salah seorang perawatnya pindah tempat pun, dirinya sudah izin baikbaik kepada warga maupun Ketua RT di rumah kontrakan lama. “Saat selamatan, mereka juga kita undang, tapi kok tiba-tiba ada berita seperti ini, padahal tidak pernah ada pengusiran,” tegasnya. (pri/sgt/aif)

Menyaksikan Rombongan Siswa Asal Bali Bersepeda Menuju Jakarta

Usung Nasionalisme, Napak Tilas Sumpah Pemuda Momentum Sumpah Pemuda merupakan cikal-bakal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk semakin menjiwai arti penting peristiwa yang berlangsung 28 Oktober 1928 lalu itu, belasan siswa tingkat SD dan SMP asal Bali mencoba melakukan napak tilas. SIGIT HARIYADI, Banyuputih PAGI itu (16/10), dari kejauhan terlihat beberapa bendera Merah Putih berkibar dengan gagah di tengah jalan raya Pantura di kawasan Taman Nasional (TN) Baluran. Bendera kebesaran Bangsa Indonesia tersebut begitu kontras dengan pemandangan sekitar yang didominasi warna hijau rerimbunan daun. Bendera-bendera itu bergerak menyusuri jalan raya yang menghubungkan Banyuwangi-

SIGIT HARIYADI/RaBa

BERSEMANGAT: Didampingi kepala rombongan, belasan siswa asal Bali bersepeda menyusuri jalan raya Pantura di TN Baluran.

Surabaya tersebut. Maklum, tiang bendera itu diikat di bodi sepeda kayuh rombongan pelajar yang belakangan diketahui berasal dari Bali. Semangat nasionalisme sangat terpancar jelas dari wajah belasan putra-putri yang tergabung dalam klub sepeda

“Roda Emas” tersebut. Selang beberapa saat kemudian, rombongan berhenti di salah satu tempat peristirahatan di tengah TN Baluran. Kesempatan itu dimanfaatkan peserta yang ternyata berasal dari Raj Yamuna School tersebut untuk meregangkan

otot kaki. Ada yang duduk berselonjor, ada yang merebahkan tubuh dengan posisi telentang. Surya Wibawa, siswa kelas VIII yang juga pengurus OSIS di salah satu sekolah elit yang berlokasi di Jalan Raya By Pass Sanur, Bali n  Baca Usung...Hal 35

Mashudi Direktur Eksekutif IRDeS

 Baca Kejaksaan...Hal 35

Tidak Ada Penggerebekan dan Pengusiran PANJI – Berita penggerebekan dan pengusiran sejumlah perawat dari rumah kontrakan di Perumnas Panji Permai, Kematan Panji, Minggu malam (16/10) dibantah keras ASB, dokter yang dinilai sering datang ke kontrakan tersebut. Dia menegaskan, berita miring tentang dirinya itu semuanya tidak benar dan tidak berdasar. Hal yang sama juga disampaikan Saritem, perawat yang dikabarkan hamil. Bahkan, kemarin dia juga membawa serta suaminya, ABS menemui koran ini. “Ini suami saya (ABS), kok saya ditulis masih lajang bahkan berselingkuh,” katanya kepada RaBa. Menurut dia, pria yang sering datang ke rumah kontrakannya tersebut adalah suaminya. Bukan dokter ASB sebagaimana dibicarakan orang dan diberita-

Harapan saya, aparat kepolisian dan kejaksaan proaktif mengusut indikasi penyelewengan tersebut”

ADVERTORIAL PLN

BAKTI SOSIAL: pimpinan PLN APJ Situbondo, Hening Kyat Pamungkas (dua dari kiri), turut mendonorkan darahnya.

ISTIMEWA

Donor Darah Sambut Harlisnas DALAM rangka memperingati Hari Listrik Nasional (Harlisnas) ke-66, kemarin digelar acara donor darah di kantor PLN APJ Situbondo. Acara tersebut dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Bertempat di gedung aula PLN, donor darah diikuti oleh seluruh staf dan karyawan PLN APJ Situbondo. Donor darah yang dilakukan kemarin menindaklanjuti edaran resmi dari PLN pusat untuk mengagendakan bakti sosial. Dalam hal ini, PLN APJ Situbondo menggelar donor

darah, dan pelaksanaannya serentak di seluruh Indonesia, tanggal 19 Oktober kemarin. Hadir dalam agenda tersebut, terlihat puluhan dari staf dan karyawan yang turut mendonorkan darahnya. Melalui Muharor, dari pihak PLN APJ Situbondo, kegiatan tersebut bertujuan untuk lebih mendekatkan hubungan PLN dengan masyarakat. PLN APJ Situbondo menganggap hal tersebut perlu dilakukan sebagai bentuk apresiasi dalam berkehidupan sosial kemasyarakatan. ”Tanggal

27 Oktober 2011 nanti, ada program khusus. Dari PLN. Yakni mengganti KWH meter usia tua dengan KWH meter yang baru,’’ kata Muharor. Penggantian tersebut berlatar belakang untuk akurasi penghitungan listrik agar lebih baik. Sekaligus bertujuan untuk transparansi transaksi biaya listrik kepada konsumen. “Untuk target khusus penggantian KWH meter di lingkungan APJ Situbondo, per tanggal 27 Oktober nanti diusahakan mencapai angka 6.000,’’ tandas Muharor. (ikl)


Radar Banyuwangi 20 Oktober 2011