Issuu on Google+

RABU 19 OKTOBER

29

TAHUN 2011

DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’ SHUBUH 11.07 14.11 17.16 18.26 03.39

Cukur Habis

Dua

Billboard

HAJI

Bayan Tarhil Habis, Geser ke Makkah SELURUH calon jamaah haji (CJH) Banyuwangi kloter 17, 18, dan 19, secara bergelombang sudah meninggalkan Madinah menuju Makkah. Kloter 17 memulai perjalanan menuju Kota Al-Mukarramah pukul 8.30. Pergeseran jamaah dari Madinah ke Makkah itu sesuai bayan tarhil atau bentuk kesepakatan memenuhi masa tinggal saat memulai penghitungan waktu salat Arbain. Dengan menggunakan bus, kafilah Banyuwangi tersebut menempuh perjalanan sepanjang 480 kilometer dengan jarak tempuh delaH. Latif Harun pan jam. Dalam perjalanan Pembimbing KBIH Sabilillah Langsung dari Madinah ke Makkah, jamaah akan mampir ke Masjid Bir Ali, Madinah, untuk mikat (berniat melaksanakan umrah). Beberapa jamaah ada yang langsung berganti kain ihram tapi ada pula yang sudah memakainya sejak akan meninggalkan hotel di Madinah sekaligus mengikrarkan niat umrah. Setelah berniat umrah, jamaah akan naik bus lagi menuju Makkah. Sejak itulah jamaah harus mematuhi larangan ihram hingga selesai melaksanakan umrah n

BANYUWANGI - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi terus menertibkan papan reklame ilegal. Selama dua hari terakhir, dua billboard berukuran besar dipotong habis. Billboard pertama yang dipotong berlokasi di Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat, dan yang kedua adalah papan reklame di Jalan Adi Sucipto, Banyuwangi. Kedua papan reklame itu ternyata izinnya sudah lama habis. Tetapi, selama ini papan reklame itu masih digunakan untuk memasang iklan. Billboard di tepi jalan raya Desa Kalirejo, tepatnya di depan Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah, itu izinnya sudah habis sejak Maret 2009. “Papan reklame depan rumah sakit Fatimah itu milik Chirul asal Surabaya, “ ujar Kepala Satpol PP Banyuwangi, Choiril Ustadi Yudawanto. Petugas Satpol PP memotong billboard tersebut pada Minggu malam lalu (17/10). Selain dijaga Satpol PP, penertiban reklame itu juga diawasi anggota Polres Banyuwangi dan petugas Corps Polisi Militer (CPM). “Papan reklame itu kita bersihkan,”

kata Ustadi. Setelah memotong billboard di Desa Kalirejo, anggota Satpol PP kembali mencukur papan reklame besar di depan Ramayana Mal di Jalan Adi Sucipto. Billboard milik CV. Carbon Promosindo yang beralamat di Jogjakarta itu masa izinnya sudah habis sejak Mei 2010. “Tadi malam (kemarin malam, Red) reklame papan bertiang tunggal itu kita potong,” ujar Kepala Satpol PP tersebut. Me nu r u t Us t a d i , s e b e l u m memotong kedua papan reklame itu, pihak pemilik sudah diingatkan bahwa reklame tersebut masa izinnya sudah habis. Dalam pemberitahuan itu juga disampaikan bahwa pemkab tidak memperpanjang masa izin reklame tersebut. “Kita minta agar pemiliknya membongkar sendiri,” ungkapnya. Nyatanya, surat pemberitahuan yang disampaikan itu tidak ditanggapi. Bahkan, surat peringatan yang dikirim hingga tiga kali juga tidak dibalas. “Sepertinya tidak ada iktikad baik dari pemilik papan reklame, makanya kita bongkar paksa,” cetusnya. (abi/c1/bay)

Baca Bayan...Hal 39

LEGISLATIF

BUNGA API: Petugas memotong pipa besi billboard di Jalan Adi Sucipto, Banyuwangi, kemarin malam. GALIH COKRO /RaBa

Petani Cabai Jadi Bos Dextro AGUS BAIHAQI/RaBa

PULANG NGELENCER: Anggota dewan sebelum membahas raperda di ruang komisi.

Nasib Raperda Rokok Digantung BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi pernah mengajukan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang larangan merokok. Tetapi, hingga kini nasib raperda tersebut tidak jelas. Padahal, pengajuan raperda itu telah disampaikan eksekutif beberapa bulan sebelum jabatan Bupati Ratna Ani Lestari berakhir. Tanda-tanda para wakil rakyat akan membahas raperda tentang merokok tidak terlihat sama sekali. “Saat Bupati Ratna akan turun dari jabatannya memang pernah mengajukan raperda tentang merokok dan belum dibahas,” ujar Wakil ketua DPRD Banyuwangi, Ruliyono. Menurut Ruliyono, dari hampir semua fraksi di DPRD menolak membahas raperda merokok. Lantaran fraksi menolak, pembahasan raperda pun ditunda n Baca Nasib...Hal 39

ADA APA LAGI

GALIH COKRO/RaBa

PEDAS: Rohimi dan ribuan butir pil dextro kuning serta ratusan butir pil trex yang diedarkan.

BANYUWANGI - Harga cabai yang mulai naik lagi ternyata tak membuat petani cabai cepat puas. Seperti yang dilakukan Muhamad Rohimi, 25, petani cabai asal Dusun Kedungliwung, Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, ini. Namun, upaya Rohimi mencari penghasilan tambahan itu tidak dilakukan dengan jalan yang benar. Dia nekat mengedarkan obat-obatan tanpa dilengkapi izin. Pada akhirnya, dia harus berurusan dengan aparat keamanan. Rohimi ditangkap polisi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Glen-

Rantai Perdagangan Pil Koplo Pemasok: Mr X (belum diketahui) Perantara: KPL, warga Desa Karangsari, Kec. Sempu Pengedar: Rohimi, warga Kedungliwung, Desa Kemiri Kronologi : 2 Rohimi selalu kulakan pil lewat perantara KPL 2 Begitu pembayaran beres, barang diambil sendiri 2 Lokasi barang di tempat sampah stasiun KA Barang Bukti: ir Pil dextro : 3.000 butir Pil trex : 600 butir

more, sekitar pukul 11.00 kemarin (18/10). Saat ditangkap, dia baru saja mengambil 60 dus berisi 600 butir pil trihexiphenidyl (trex) dan tiga kantong plastik yang berisi 3000 butir pil dextro. “Trex dan dextro itu dimasukkan dalam tas warna hitam,” ujar Kasatnarkoba Polres Banyuwangi, AKP Watiyo. Modus peredaran pil trex dan dextro itu ternyata sangat mirip peredaran narkoba. Rohimi mengaku mendapatkan barang tersebut melalui seorang perantara berinisial KPL. Perantara tersebut tinggal di Desa Karangsari, Sempu n Baca Petani...Hal 39

Atur Jarak Hindari Gesekan Kostum BANYUWANGI - Seluruh peserta Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) dikumpulkan di Gedung Olah Raga (GOR) Tawang Alun kemarin (18/10). Mereka mendapatkan pelatihan tambahan tentang koreografi. Dalam latihan tersebut, para peserta dibagi sesuai kelompok dan tema masing-masing. Itu dilakukan karena gerakan koreografi para peserta berbeda-beda disesuaikan tema busana yang

dikenakan. “Latihan ini untuk menyempurnakan koreografi peserta. Sebab, dalam presentasi terakhir kem marin terlihat kurang,” u Kepala Dinas Kebuujar d dayaan dan Pariwisata ( (Kadisbudpar) Banyuw wangi, Suprayogi. Latihan koreografi itu dipimpin pelatih senior dari beberapa sanggar seni di Banyuwangi. Masing-masing tema dilatih satu sampai dua orang n

3

Baca Atur Jarak...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

SERIUS: Peserta BEC berlatih gerakan di halaman GOR Tawang Alun siang kemarin.

Menengok Penelitian Bio-Ekstrak Kulit Pisang di Uniba

Kaya Nutrisi dan Mempercepat Pertumbuhan Tanaman GALIH COKRO/RaBa

KERJA KERAS: Pekerja membongkar lapisan aspal di bawah median Jalan Yos Sudarso, Banyuwangi, kemarin.

Tanam Bunga, Bongkar Aspal KALIPURO - Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) membongkar median jalan di ruas doubleway Yos Sudarso, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Pembongkaran median jalan itu dilakukan agar tanaman baru bisa tumbuh. Plt Kepala DKP Banyuwangi, Arief Setyawan mengatakan, selama ini penanaman bunga di sepanjang median jalan tersebut tidak bisa subur. Itu terjadi karena aspal di bawah median jalan tersebut belum dibongkar. Mestinya, kata Arief, sebelum median jalan itu diuruki tanah, aspal di bawahnya harus dibongkar terlebih dahulu n Baca Tanam...Hal 39 http://www.radarbanyuwangi.co.id

Gebrakan dilakukan mahasiswa Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba). Mereka melakukan penelitian kulit pisang menjadi bio-ekstrak. Bio-ekstrak kulit pisang tersebut ternyata bermanfaat untuk mempercepat pertumbuhan tanaman. GILANG GUPTA, Banyuwangi DALAM ruangan yang berfungsi sebagai laboratorium kimia, beberapa mahasiswa asyik dengan satu kegiatan. Mereka membawa tabung kaca yang berisi cairan berwarna kuning. Sesekali mereka memainkan pipet untuk mengambil sampel

GILANG GUPTA/RaBa

TELITI: Rosyid (tengah) dan beberapa mahasiswa mengamati hasil bioekstrak kulit pisang di laboratorium Uniba kemarin (18/10).

cairan di tabung kaca tersebut. Di meja yang sama, tampak beberapa tumbuhan yang tumbuh

di sebuah gelas plastik bekas kemasan air mineral. Ada sekitar sepuluh gelas yang berisi tumbu-

han. “Ini contoh hasil bio-ekstrak kulit pisang yang diaplikasikan terhadap tumbuhan,” ujar Rosyid Ridho, kepala Program Studi (Prodi) Kimia di Uniba. Menurut Rosyid, penelitian itu berangkat dari sebuah jurnal Thailand. Dalam jurnal tersebut dijelaskan, bagaimana cara membuat bioekstrak yang menggunakan molases (tetes tebu). Bio-ekstrak tersebut diaplikasikan pada tanaman kubis (kol). “Prosesnya sangat mudah, dan kita coba lakukan di sini,” cetusnya. Menurut Rosyid, apa yang ada dalam jurnal tersebut tidak serta merta langsung diikuti. Molases yang digunakan di Thailand diganti dengan gula, pepaya, kulit pisang, dan pelepah pisang. “Setelah diuji, yang berhasil ternyata kulit pisang dan pepaya saja,” tuturnya n

Petani cabai jadi bos trex dan dextro Ini baru pil koplo rasa pedas

Nasib raperda rokok digantung Yang membahas raperda juga ahli hisab

Baca Kaya Nutrisi...Hal 39 email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


30

Rabu 19 Oktober 2011

Penghasilan Perangkat Naik Rp 100 Ribu SITUBONDO – Ini berita gembira bagi desa. “Sebetulnya Bupati telah menerima para perangkat desa se-Situbondo. Sebab, usulan kami melalui rapat koordinasi Keinginan mereka agar penghasilannya pemerintahan di aula lantai II pemkab pada dinaikkan tidak bertepuk Kamis (13/10) lalu,” terangnya. sebelah tangan. Sejak 2012 Kenaikan yang disepakati mereka akan menerima pengadalah Rp 100 ribu per bulan. hasilan perangkat desa lebih Sehingga PTKPD perangkat besar dibandingkan tahundesa kini menjadi Rp 650 ribu tahun sebelumnya. Jika tahun per bulan. “Kalau permohonan ini masih Rp 550 ribu per kami adalah Rp 750 ribu per bulan, tahun depan menjadi bulan, sebagaimana UMK Rp 650 per bulan. Jadi ada Situbondo. Kita berharap itu bisa Dok/RaBa kenaikan Rp 100 ribu. segera terealisasi,” imbuhnya. Yudi Sugeng Mediator para perangkat Yudi berharap pencairan desa ,Yudi Sugeng Hariyanto PTKPD bisa dilaksanakan semengungkapkan, sejak awal pemkab tiap bulan dengan cara menyederhanakan sudah memberikan lampu hijau begitu dan mengefektifkan proses pencairannya. menerima surat permohonan kenaikan “Kenaikan ini tentu harus diimbangi penghasilan perangkat desa. Selain pelayanan yang maksimal terhadap ditujukan kepada Bupati Situbondo, masyarakat,” imbuh PNS yang berdinas di Dadang Wigiarto, surat itu juga ditem- Kecamatan Kapongan tersebut. buskan kepada Ketua DPRD dan Ketua Demikian juga dalam melaksanakan Komisi I DPRD Situbondo. program program pemerintah. Jika ada Yudi mengaku sempat ditelepon Wakil pungutan, maka harus sesuai dengan Ketua Komisi I, H. Sutrisno. Dia me- perdes pungutan yang telah diundangkan nanyakan alasan diajukannya permohonan oleh sekretaris kabupaten. Ini agar kenaikan tersebut. Komisi I menegaskan perangkat desa terhindar dari prasangka siap menyuarakan aspirasi para perangkat melakukan pungutan liar. (pri/c1/aif)

Razia Hotel Dapat Polsek Kapongan Kejar Pelaku Penusukan Pasangan Mesum SIGIT HARIYADI/RaBa

RAWAN BENTROK: Penonton bergoyang ketika menyaksikan konser dangdut di lapangan Kesambirampak, Kecamatan Kapongan.

KAPONGAN - Polisi terus mengusut tragedi penusukan di arena konser dangdut yang dihelat di lapangan Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, Jumat malam (14/10) yang merenggut nyawa seorang penonton. Hingga kemarin (18/ 10), aparat Polsek Kapongan terus berupaya mengumpulkan buktibukti terkait kasus tersebut. Kuat dugaan, pembunuhan itu dipicu dendam lama dan dilakukan dengan terencana. Dugaan itu diperkuat dengan kenyataan bahwa korban Widianto, 20, warga Dusun Krajan Timur, Desa Pokaan, Kecamatan Kapongan, mengalami luka tusuk sedalam delapan centimeter (cm) sebanyak dua kali. Yang pertama di dada sebelah kanan dan yang kedua di bagian tengah perut,

tepatnya di bawah ulu hati. Artinya, pelaku cukup leluasa saat melancarkan aksinya. Namun demikian, polisi masih belum menemukan titik terang siapa oknum yang melakukan pembunuhan sadis tersebut. Pasalnya, Jumat, 20, warga Desa Battal, Kecamatan Panji, sebagai saksi mata yang juga menjadi korban dalam tragedi mematikan itu, tidak mengenal pelaku. “Dari keterangan Jumat, sesaat setelah menusuk korban, pelaku langsung melarikan diri. Saat berlari, pisau yang dibawa pelaku mengenai tubuh Jumat. Beruntung Jumat hanya mengalami luka ringan,” ujar Kapolsek Kapongan, AKP M. Subakri. Menurut kapolsek, pembunuhan yang menimpa Wiwid—sapaan akrab Widianto—terjadi sekitar

pukul 21.45. Ketika itu, korban meninggalkan arena konser untuk buang air kecil di belakang lapangan. Saat Wiwid kembali ke tengah lapangan, penusukan itu terjadi. “Awalnya, korban tidak merasa sakit. Namun, selang sekitar satu menit kemudian, dia langsung kesakitan dan pakaian yang dia kenakan berlumuran darah. Saat itu, korban langsung ditolong teman-temannya dan petugas untuk dievakuasi di Puskesmas Kapongan,” tandasnya. Lantaran luka yang dialami korban sangat serius, tenaga medis di puskesmas itu tidak mampu menanganinya. Kemudian, korban dirujuk ke Rumah Sakit (RS) dr. Abdoerrahem, Situbondo. Namun, nyawa korban tidak tertolong saat akan di rujuk ke RS dr. Soebandi, Jember. “Kami masih me-

nunggu hasil visum untuk mengetahui luka yang mana yang menyebabkan korban tewas. Selain itu, kami juga telah melakukan pengejaran terhadap orang yang dicurigai sebagai pelaku,” pungkas Subakri. Diberitakan sebelumnya, konser dangdut gratis di lapangan Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, berakhir ricuh. Saling sikut antar-penonton terjadi di tengah arena konser. Bahkan, seorang penonton bernama Widianto harus meregang nyawa setelah ditusuk orang tak dikenal. Pelaku juga mengakibatkan seorang penonton lain, yakni Jumat, 20, warga Desa Battal, Kecamatan Panji, mengalami luka gores. Dia terkena sabetan senjata tajam yang dibawa oknum tidak bertanggung jawab tersebut. (sgt/c1/aif)

Dua Ceweknya Masih Berstatus Pelajar SMK GAMBIRAN - Aparat kepolisian terus mengintensifkan razia hotel. Kali ini razia dilakukan aparat Polsek Gambiran. Dalam razia hotel di jajag, polisi menjaring dua pasangan mudamudi. Dua pemuda yang terjaring dalam razia itu harus menjalani proses hukum pidana karena pasangan mereka masih di bawah umur. Kedua pemuda bernasib sial tersebut adalah Lutfi Hasan, 20, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore. Dia ditemukan polisi sedang berduaan dengan DA, siswi sebuah SMK swasta di Genteng, dalam sebuah kamar hotel. Satunya lagi adalah Lutfianto, 19, warga

Desa Ringinrejo, Kecamatan Gambiran. Ketika dirazia, Lutfi sedang berduaan dengan seorang gadis yang juga masih bersatus pelajar di sebuah SMK swasta di Kecamatan Rogojampi. Ketika dimintai keterangan polisi, kedua pemuda dan pemudi tersebut mengaku sudah melakukan hubungan intim layaknya suami istri. Bahkan, Lutfianto mengaku sudah melakukan perbuatan tersebut dengan kekasihnya berkali-kali. Atas dasar tersebut, polisi menjerat kedua tersangka dengan Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun penjara. ‘’Tersangka kami tahan, sedang yang perempuan kita pulangkan,” kata Kapolsek Gambiran AKP Ibnu Mas’ud melalui Kanitreskrim Aiptu Subagio. (azi/c1/aif)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Agus Baihaqi, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: MENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl.Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 18.000/mmk, berwarna depan Rp 30.000/mmk, berwarna belakang Rp 27.500/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 30.000/baris, Lowongan: Rp 45.000/baris, Sosial: Rp 12.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Rabu 19 Oktober 2011

Saminah Langsung Bebas Hakim Nyatakan Gugatan Salah Alamat GLENMORE - Masih ingat kasus dugaan penyerobotan lahan yang melibatkan Saminah Versus perangkat Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore beberapa waktu lalu? Ternyata kasus tersebut sudah divonis Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi Senin kemarin (17/10) Dalam sidang yang dipimpin hakim Made Sutrisna tersebut, majelis hakim menyatakan bahwa kasus Saminah memang dianggap memenuhi unsur dakwaan. Hanya, hakim menganggap bahwa kasus Saminah tersebut bukan

merupakan perbuatan pidana. “Sehingga tidak tepat kalau kasus ini dibawa ke ranah pidana, istilah hukumnya putusan ini onslag,” kata Made Sutrisna yang juga Humas PN Banyuwangi itu kemarin. Made menuturkan, berdasarkan keterangan dalam persidangan, Saminah menguasai lahan 1,5 hektare (ha) di Dusun Gunungsari, Desa Sumbergondo itu berdasarkan sewa. Karena itu, pihak yang merasa memiliki sertipikat lahan tersebut dalam hal ini Pemerintah Desa Bumiharjo, tidak boleh semena-mena menguasai lahan tersebut dengan ala-

san masa sewa sudah habis. Sebab ranah waktu sewa yang sudah habis namun belum dikembalikan oleh si penyewa, termasuk wanprestasi. ‘’Karena itu yang terjadi, sehingga kasus ini masuk ranah perdata,” tandasnya. Mestinya, lanjut Sutrisna, pihak Pemerintah Desa Bumiharjo, harus melakukan gugatan perdata terlebih dahulu untuk menguasai lahan yang diklaim milik desa tersebut. ‘’Nanti bagaimana putusan perdata itu, itulah yang harus ditaati. Nah, ini belum ada gugatan perdata,” ujarnya. Karena dianggap salah sasaran,

akhirnya majelis hakim memutuskan agar Saminah harus lepas dari tuntutan, membebaskan terdakwa dari tahanan, dan memulihkan nama baik yang bersangkutan dan keluarganya, serta membebankan biaya perkara kepada negara. Apakah jaksa tidak bisa melakukan upaya hukum lebih lanjut? Made mengaku masih bisa. ‘’Kalau mau, jaksa bisa langsung mengajukan kasasi. Karena putusan onslag, jadi langsung kasasi, tidak ada banding,” pungkasnya. Sementara itu begitu dinyatakan bebas, Saminah langsung keluar dari Lapas Banyuwangi sekitar pukul 19.00 Senin malam n

PENILAIAN TAHAP I BANYUWANGI HIJAU & BERSIH

Baca Saminah...Hal 39

Setubuhi Pacar Masuk Bui GAMBIRAN - Adi Mono, 19, warga Desa Ringinrejo, Kecamatan Gambiran, harus meringkuk di ruang tahanan Ma polsek Gambiran kemarin (18/10). Pemuda tersebut diduga telah menyetubuhi pacar sekaligus tetangganya sendiri, RN, yang masih berumur 16 tahun. Kapolsek Gambiran, AKP Ibnu Mas’ud, melalui Kanitreskrim Aiptu Subagio mengatakan, kasus tersebut berawal dari laporan orang tua korban. Kepada petugas, orang tua RN marah atas ulah Adi Mono. Sebab, Adi Mono diduga telah menggauli anak gadisnya yang

Meliputi: Kecamatan Kalibaru, Glenmore, Songgon, Sempu

Kantor Kecamatan Kalibaru

Perkebunan Kalisepanjang Kec. Glenmore

RT 4 RW 2 Dusun Bangunrejo Kec Songgon

SMAN 1 Glenmore

SMKN 1 Kalibaru

TK Aneka Remaja Jatirono Kec. Kalibaru

TK Nurul Huda Krikilan, Kec. Glenmore

Puskesmas Sempu Kec. Sempu

ABDUL AZIZ/RaBa

BEBAS: Saminah di Kantor LKBH Persada Cluring kemarin.

masih di bawah umur. Untuk itu, orang tua RN minta agar Adi diproses secara hukum. Atas laporan tersebut, polisi langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban. Beberapa hari kemudian, Adi pun dicokok polisi di tempat kerjanya di Desa Ringinrejo.

Ketika diperiksa petugas, Adi berterus terang bahwa dia pernah melakukan hubungan badan dengan pacarnya tersebut. Hal itu dilakukan atas dasar suka sama suka. Namun, dia tidak menyadari bahwa perbuatan tersebut justru akan mengantarkannya ke ruang tahanan. Dia disangka melanggar Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun. ‘’Karena keterangan dan bukti sudah kuat, pelaku kita tahan,” kata Kanitreskrim Aiptu Subagio. (azi/c1/bay)

ADVERTORIAL PEMERINTAHAN

Mengikuti Road Show Bupati Anas Mengunjungi Lokasi Pembangunan Infrastruktur

Canangkan Penanaman Durian Merah dan Ajak Warga Ikut Merawat Jalan Menjelang berakhirnya tahun anggaran 2011, Bupati Abdullah Azwar Anas kembali melakukan road show ke sejumlah kecamatan. Kunjungan kerja (kunker) itu dalam rangka mengecek dan melihat langsung kegiatan pembangunan tahun 2011. HARI pertama kemarin (18/10), kunker diawali dari Kecamatan Kalipuro. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan Bupati Anas selama mengunjungi Kecamatan Kalipuro. Selain mengunjungi lokasi pembangunan infrastruktur, Bupati Anas juga mencanangkan penanaman bibit durian merah di Kelurahan Gombengsari. Bibit durian merah itu merupakan hasil rekayasa teknologi kerja sama Pemkab Banyuwangi dan Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang. Bupati Anas juga berkunjung ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Ketapang. Kunjungan itu, dalam rangka memberikan apresiasi kepada sekolah tersebut karena berhasil meraih sejumlah prestasi. SDN I Ketapang merupakan sekolah dasar pinggiran yang berhasil mengukir segudang

IMUNISASI: Bupati Abdullah Azwar Anas mencanangkan imunisasi di Puskemas Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro.

ISTIMEWA

prestasi, baik prestasi akademik maupun nonakademik. Bupati Anas menyerahkan bantuan kepada sepuluh siswa tidak mampu yang berprestasi di sekolah tersebut. Sementara itu, lokasi pembangunan infrastruktur

yang dikunjungi adalah Jalan Denpasar, Kelurahan Klatak. Selain itu, bupati juga melihat jalan yang menghubungkan Kaliklatak-Secang, serta jalan di Kelurahan Gombengsari. Bupati Anas melihat langsung kondisi jalan yang

sebelumnya hanya berupa jalan setapak dan tidak beraspal. Saat ini, jalan tersebut sudah dibangun selebar 1,5 meter. Pada kesempatan itu, Bupati Anas berpesan agar masyarakat ikut menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun pemerintah itu. Agar aspal tetap awet dan jalan tidak mudah rusak, Bupati Anas berpesan agar warga tidak membuang sampah di saluran drainase. “Kalau saluran air buntu, air bisa meluap ke aspal dan jalan akan cepat rusak,” ujar Bupati Anas. Orang nomor satu di jajaran Pemkab Banyuwangi itu mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang ikut berpartisipasi terhadap proyek pembangunan jalan lewat program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) Mandiri di Desa Gombengsari. “Yang belum kebagian proyek perbaikan dan pembangunan jalan, mohon bersabar. Sebab, pemerintah harus membagi program berdasar wilayah yang paling urgent,” ungkap Bupati Anas. Pada kesempatan itu, Bupati Anas juga menyerahkan beberapa bantuan kambing jantan dan betina kepada 20 wanita rawan sosial. Dalam kunker itu, Bupati Anas juga mencanangkan imunisasi di Puskesmas Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro. (afi/c1/bay)


KOMUNIKASI BISNIS

32

Puskesmas Songgon Galakkan Jusia Segar SONGGON - Terobosan yang dilakukan Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Songgon, Kecamatan Songgon, ini memang layak untuk ditiru oleh PKM lainnya. Mereka menggalakkan program inovatif posyandu lansia dengan cara jemput bola. Yaitu setiap Jumat melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para orang tua lanjut usia di masjid-masjid di wilayah tugasnya. ’’Program ini kita beri nama Jusia Segar atau Jumat bersama lansia segarbugar,” kata Kepala PKM Songgon, H. Bambang Sudiarto, S.Kep kemarin. Bambang menyebutkan, ada beberapa kegiatan yang dilakukan dalam program Jusia Segar tersebut. Yaitu pemeriksaan aktivitas kegiatan seharihari, yang meliputi kegiatan dasar dalam kehidupan. Seperti makan, minum, berjalan,

ISTIMEWA

INOVATIF: Kepala PKM Songgon, H. Bambang Sudiarto, S.Kep., saat memeriksa lansia di teras masjid Jumat, lalu

mandi, berpakaian, naik turun tempat tidur, serta buang air besar dan kecil. Selain itu, tim PKM Songgon yang terjun ke dari satu masjid ke masjid lainnya setiap hari Jumat tersebut, juga melakukan pemeriksaan status gizi me-

lalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Lalu dicatat pada grafik indeks masa tubuh. Ada juga pengukuran tekanan darah dengan menggunakan tensimeter dan stetoskop serta penghitungan denyut nadi

selama satu menit. ’’Serta pelaksanaan rujukan ke puskesmas. Bilamana ada keluhan dan atau ditemukan kelainan pada pemeriksaan pada nomor satu sampai tujuh,” sebutnya. Bambang menyebut, penyuluhan bisa dilakukan di dalam atau di luar kelompok, dalam rangka kunjungan rumah dan konseling kesehatan dan gizi sesuai dengan masalah kesehatan yang dihadapi oleh individu atau kelompok usia lanjut. ’’Program Jusia Segar ini kita lakukan sebelum masuk waktu Jumat. Namun bila masih ada lansia yang belum tercover kita layani setelah salat Jumat,” ujarnya. Di sisi lain, Bambang menyebutkan, saat ini di wilayah tugasnya ada sembilan posyandu khusus lansia. Dengan jumlah kader lansia mencapai 45 orang. (azi/adv/als)

Buka Layanan Pada Malam Hari BANYUWANGI - Terobosan baru dalam bidang pelayanan masyarakat telah dilakukan oleh Kantor Kecamatan Banyuwangi. Mulai kemarin malam (17/10), kantor kecamatan ini memberikan pelayanan pada malam hari. Karena itu, warga yang mengurus segala keperluan seperti pembuatan KTP, KK, dan yang lainnya bisa dilakukan pada malam hari. Kantor Kecamatan Banyuwangi membuka layanan malam hari setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat. Waktu pelayanan dimulai pada pukul 19.00 sampai 21.00 WIB. ”Warga Banyuwangi yang tidak bisa

datang pada siang hari karena terkendala waktu, bisa datang pada malam hari. Kami siap melayani,’’ ujar Camat Banyuwangi M. Luqman S.Sos. Luqman menambahkan, dengan dibukanya pelayanan pada malam hari tersebut, agar bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh warga Kota Banyuwangi. Untuk itu, pihak kecamatan terus melakukan sosialisasi pelayanan malam hari ini kepada warga. Di antaranya melalalui kantor kelurahan yang ada di Kecamatan Banyuwangi. ”Semoga pelayanan pada malam hari ini bisa mem-berikan pelayanan yang terbaik kepada warga,’’ pungkas Luqman. (adv)

Rabu 19 Oktober 2011

Ajari Anak Gosok Gigi Stikes Gelar Gosok Gigi Bersama Siswa PAUD

GIGI SEHAT: Ratusan anak didik PAUD Cerdas, Kertosari, Banyuwangi mendapat bimbingan dari mahasiswa Stikes Banyuwangi, senin (17/10)

BANYUWANGI – Memperingati Hari Kesehatan Gigi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi menggelar kegiatan sikat gigi masal bersama PAUD Cerdas Banyuwangi. Seluruh siswa-siswi PAUD binaan Fatmawati Sp itu dengan senang mengikuti kegiatan sikat gigi bersama ini. Jeritan khas anak kecil menambah ramai kegiatan yang digelar Stikes tersebut. Humas Stikes Banyuwangi Dian Roshanti SSos mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya untuk memberikan edukasi awal kepada anak-anak akan pentingnya menyikat gigi. Menyikat gigi yang benar, kata dia, harus dimulai dan diawali sejak usia kanak-anak. Sehingga diharapkan keluhan-keluhan gigi sakit bisa lebih diminimalkan di kemudian hari. Dalam kesempatan tersebut, Dian Roshanti juga memberikan tips agar anak mau menyikat gigi. “Perlu pendekatan dan strategi agar anak

mau sikat gigi. Salah satu caranya adalah ajaklah anak Anda untuk pergi ke kamar mandi dan menggosok gigi saat mereka masih dalam keadaan ceria dan bersemangat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Stikes Banyuwangi H Soekardjo mengatakan, kegiatan yang digelar mahasiswa ini adalah bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang di dalamnya ada pengabdian masyarakat. Kali ini, kata dia, pihaknya menggelar gosok gigi bersama siswa PAUD. Meskipun aktivitas tersebut sederhana, namun sangat penting dilakukan. Jika tidak

dimulai sejak dini, gigi buah hati Anda pun terancam rapuh dan mudah terserang berbagai gangguan penyakit gigi lainnya. “Sebaiknya orang tua membiasakan gosok gigi pada anak sejak awal. Bahkan ketika buah hati Anda belum memiliki gigi yang lengkap sekalipun. Hal ini sangat penting untuk melatih daya adaptasi mereka ketika nantinya gigi sudah lengkap dan tingkat persentuhan dengan makanan kian tinggi dan kuman yang melekat makin banyak,” cetus mantan Ketua PPNI itu. (ikl/als)

DIJUAL Honda Jazz GD3 1.5 IDSI AT th 2007 biru muda met hrg 137,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Isuzu panther TBR 54f turbo H Tauring th 2008 hitam 187,5 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Mts T120ss pu 1.5 FD (pickup) th 2007 hitam nippon hrg 67,5 jt nego brg istw Bisa , Kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

ISTIMEWA

IWAN SETIONO/RaBa

PELAYANAN: Camat Banyuwangi M. Luqman bersama staf melayani warga pada malam kemarin.

DIJUAL Mts Colt diesel fe 447 MB/ Truck th 1996 merah hrg 75 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Nissan Xtrail 2.5L ST AT th 2003 hitam hrg 152,5 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

BANYUWANGI

SITUBONDO

BANYUWANGI

BANYUWANGI

SITUBONDO

•JL. BELITUNG•

• PANJI PERMAI •

•TANAH 594M2•

• PRIMA MOBIL•

• HONDA ACCORD•

BTH Cpt Rmh L 255 M Jl. Belitung 37 ( belakang Tazza colection) Bwi. H. 085746088185

DJL Rumah Panji Permai Blok O No. 4 Harga 145 Juta Nego Hub. 085236904807

DJL Cpt Tnh SHM L 594 M2, Glagah , Harga 40 Juta bs Tukar mbl & Djl Tanah +Rmh SHM L 765 M ada 2 Rmh Lok Jl Brantas Jajag Hub. Wawan 085331632942,081252599910

ALL NEW Avanza, Grand New Inova, Xenia, Xirion, all New Jazz, CRV, Civic, City, G-Livina, Nissan Juke, Mazda2, Ford Fiesta, L300, T120SS, Mega Cery, Swift, Splash. H: 0333411655, 0811301676

DJL H Accord th ‘99, jok kulit, full audio. Kijang Innova, bensin, th ‘07, s baru, Hub: 08113407912/085859015720

•KEBALENAN• DJL Rmh Lt 2 kpl, LB 150, Hub: Jl. Tunggul Ametung Gg II Kebalenan/085257632612

•TANAH 8000M2•

•GRIYA PERMATA•

DIJUAL Tanah 8.000m2 di Olehsari, SHM, Tepi Jalan Aspal, Hrg 400Jt NEGO. Hub: 087755723445

• STNK•

DJL Suzuki Karimun ‘03, Silver, plat N Mlg, harga 84 jt, Hub: 08175192079

HLGSTNKNopolP6474XJ,an:KatamPurwadi, Dsn Krajan RT01/01 Bengkak, Wongsorejo

•TANAH 1665M2•

• PROMO DAIHATSU•

DJL CPT Tnh 1665m2 d blkg Bulog Ketapang Bwi, Hrg 250jt. H: 08123461944

MILIKI XENIA VVT-i UM 9 jt, TERIOS UM 21 jt, GRAN MAX UM 6 jtan, LUXIO Disc 15jt. Bs kredit 5th + hadiah menarik. Hub Sgr HADI (0333) 7728.456/0815.5970.5555 / 081.233.432.555.

HLGSTNKNopolP6653XB,an:KatamPurwadi, Dsn Krajan RT01/01 Bengkak, Wongsorejo

•TANAH 8000M2•

•TANAH 100M2•

TNH SHM Bukit Selogiri, Ktapang, Bwi, L8000 M2 SblhVilaPanoramaJl.PribadiPavingkeloksiPmndangan Laut Selat Bali Cck utk Lok Pariwisata 08179678080

DJLTnh Pekrngn dsTribungan ,kec mangaran Stb Luas 100 M2 , Tmbok Keliling , Rmh Kecil Di dlm , hrg 150 juta Hub. 087712439436.

DJL RMH, Perum Sutri, Jl. Buntu Blok A3 Sobo, Bwi, Type 36+. Hub. 085230529953

•JL. ADI SUCIPTO• DJL Rmh Jl. Adi Sucipto 56 Bwi, LB 600m2, LT 1742m2, Hub: 08123461944/8918785

SITUBONDO •RUMAH & MOBIL• RMH SHM LT92m2, 4KT,RT,2RM, 1gdg, Perum Panper blok CC 16. H: 0341715472, 0338-678709. & Djl Kijang ‘91, knds bgs, wrn silver, 50jt nego, H: 0338678709 / 081336144020

•DIKONTRAKKAN• DIKONTRAKKAN Rmh Jl. Borobudur No. 10 dekat Pemda (PLN 2200, PDAM, Telp) L400m2. Hub: 08179690945/081336142143

•JL. DIPONEGORO• DJL rmah baru, Jl. Diponegoro Gg II no.48, luas 220m2, bagus. H: 08123133782, tnp perantara.

•TANAH 2000M2•

BANYUWANGI

DJL Tanah 2000 m2 Tepi jalan Dkt Pom Bensin Glagah SHM +/- 200 Pohon sengon harga 100 JT HUB 081217104367.

• RUKO AGUS SALIM•

• JUAL CEPAT•

•SAWAH TEPI JALAN•

DIBANGUN 4Unit Ruko 2Lt (DIJUAL) Lok Jl. Agus Salim (Blkg Untag) Bwi, Hub. Anugerah Fotocopy Tlp.081233669969

DJL Jazz 08, Sporty 05, Vti Matic , Grand Vitara 006, Panther lv05, Kijang Pick-Up 89 .Dump truck 95 . Tkr tmbh cash & kredit,Hub. 082142194111, 081335897888

DJL Sawah L 8500m2 SHM lok bts kota Ds Bakungan tp Jln aspal. 450Jt. 081234535857

•TANAH KAPLING• DJL Tnh Kapling uk. 10x20 M2 (H.45 JtTepi Jalan), 10x40 M2 (H. 55 Jt) SHM, Lok.Kebalenan, Dkt Perum Istana Brawijaya, TP Hub: 082141060580 (MAAF TDK TERIMA SMS-SMS PENIPUAN YG MENGATASNAMAKAN RDR BWI)

• RUKO MUCAR• DIJL Cepat toko+ rumah tingkat 340 m2 SHM tepi jalan setinggil 80 m . barat ruko muncar harga 350 juta, Hub. 0816599845

•JEWELLERY•

JUAL produk spa n kecantikan (lulur, masker,ratus,body butter, lotion) lgs dari Bali dg hrg terjangkau.Hub 03338278555

ANDA butuh cincin kawin eksklusif? Pesan aja di ARYA JEWELLRY, Made by order. Hub. Arya 081336659258

• PRIMA MOBIL•

• SUZUKI KARIMUN•

•PERUM SUTRI•

SITUBONDO

•SPA•

•JUAL KAYU•

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• CIVIC WONDER• DJL Mobil Civic Wonder 85, Hub: Jl.Tunggul Ametung Gg II Kebalenan/085257632612

BANYUWANGI

DIJUAL Kayu Kelapa Sulawesi Ukur 6x12 Glondong Rogojampi Hub. 082142196406, 0333-8262789

INOVA05 solar,05 bensin, LGX03, Fortuner'10, Avanza 07,05, Xenia 06,07, Zebra 07, Black Panther 03, Higrade 99, New Royal 09,00, Futura09, Eskudo98, Taruna02. Hub. 0333411655, 0811301676

DJL Cpt Rmh Griya Permata Husada II Blk G-12A/G-14, Hub: 0333 7777193 LT84m2+Garasi/TP.

BANYUWANGI

Hotline Iklan: (0333) 412224

SITUBONDO • KUCING PERSIA• DJL Kcg Persia pesek, anak indukan-Toko Gading Mas 0338671548/081249111199.

• INTERNET MARKETING •

BANYUWANGI

HLGSTNKNopolP5025VT,an:M.Hamimsyah. Parastembok RT02/03 Jambewangi, Muncar

• STNK• HLGSTNKNopolP2896EE BPKBNo.E1238494 J an; Musniman /P Elmiyah Banyuglugur. HLG STNK P 3463 ER+Sim C,A an: Hariyono ds Tengir Barat RT/01/07 Pani.

SITUBONDO Pelatihan bisnis/toko online dengan trainer nsional , 300 rb daftar: 081336237001

HLG STNK Nopol P 3327 W, an: H. Suhaili, al: Jl. Citarum 45 RT6/16 Panderejo, Bwi

SITUBONDO

•DEPO AIR ISI ULANG• TIRTA ALAM mnrima pemasangan Dp Air isi ulang. H: 8251761/085257558460/8953555

• SEKRETARIS• BUTUH T. Sekretaris & Asisten Manager SDM & Umum, Lk/Pr, usia 20-30 thn, SMS/Sederajat & D1-S1 (Ak-Bgs), mampu dasar Komputer & Ak, siap dididik & mau belajar, menarik & amanah, sebut gaji yang diminta. Lamaran ke PO BOX 153 Banyuwangi, email: myg_haka@yahoo.co.id

Hotline Iklan: (0333) 412224/7750400


Rabu 19 Oktober 2011

BALJEBOL BALI

ADA APA LAGI

RANGGA MAHARDIKA/RADAR JEMBER/JPNN

KESURUPAN: Siswi SKMN 1 Pasirian saat menjalani perawatan karena kesurupan kemarin

Giliran Siswi SMK Kesurupan

JEMBER

BONDOWOSO

37

LUMAJANG

Urus Ijazah, Diperkosa Guru JEMBER – Perbuatan asusila seakan tiada henti terjadi. Kali ini giliran Bunga, 20, warga Darungan, Kecamatan Tanggul, Jember, yang diduga kuat diperkosa oleh guru agamanya sendiri. Kini kasusnya dalam penanganan aparat kepolisian. Kejadian itut terjadi Sabtu (1/10) lalu di salah satu hotel di Rambipuji. Namun baru terungkap kemarin, setelah korban melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polres Jember. Laporan itu pun menyeret Nam, 52, guru agama di Desa Klatakan, Kecamatan Tanggul harus berurusan dengan hokum. Menurut keterangan Bunga, aksi pemerkosaan itu bermula dari urusan

ijazah. Bunga yang juga lulusan sekolah tersebut datang ke sekolahan untuk mengurus ijazahnya. Saat di sekolah, Bunga bertemu dengan Nam. Terjadi perbincangan dan saat itu Nam bersedia membantu menguruskan ijazah Bunga. Karena urusan sudah kelar, akhirnya Bunga pun pamitan. Namun sebelum berpisah, keduanya sempat saling tukar nomor HP. Bunga memberikan nomor HPnya pun demikian dengan Nam, sang guru tersebut. Selang beberapa hari kemudian, Nam mengirim SMS kepada Bunga dan mereka sepakat untuk bertemu pukul 19.00 di dekat SPBU Klatakan,

Tanggul. Mereka pun berbincang hingga akhirnya nam mengajak Bunga untuk pergi ke Jember. Bunga pun mau saja, karena memang dia butuh ijazahnya segera diberikan. Namun saat itu dijanjikan kalau ijazah itu ada di Jember. Maka keduanya berboncengan menuju Jember. Namun baru sampai di Rambipuji, Nam membelokkan motornya ke salah satu hotel di Rambipuji. ‘’Saya di suruh pergi ke kamar 16 dan di dalam kamar itu tidak ada siapa-sapa,’’ kata Bunga dalam laporannya. Saat masuk ke kamar itu, Bunga pun masuk diikuti oleh oknum guru tersebut. Sampai di dalam, pintu kamar di

tutup rapat dan di kunci dari dalam. Setelah itu lampu dimatikan dan Bunga pun dipaksa untuk melayani nafsu bejat guru agama tersebut. ‘’ Selanjutnya, guru cabul itu mengancam akan membunuh Bunga jika menceritakan kejadian itu kepada orang lain. “Saya takut dan saya pun tidak berani ngomong apa-apa,’’ ungkapnya. Setelah itu merekapun pulang ke rumah. Bunga yang ketakutan tak menceritakan kejadian yang dialaminya itu kepada siapapun termasuk kepada orang tuanya. Namun beberapa hari kemudian, aksi itupun terbongkar dan Bunga pun melaporkan kejadian itu ke pihak yang berwajib. (rid/wah/jpnn)

LUMAJANG - Kasus kesurupan siswi di lumajang kembali terjadi. Jika sebelumnya menimpa siswi SMAN 1 Jatiroto, Kali ini terjadi pada puluhan siswi SMKN 1 Pasirian Lumajang. Bahkan, kejadian siswi kesurupan ini sudah terjadi selama dua hari berturut-turut. Berdasarkan informasi, kejadian tersebut terjadi saat murid-murid sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas. “Tiba-tiba ada yang seperti semaput (pingsan) dan berteriak-teriak,” ujar Malikan, Kepala SMKN 1 Pasirian kemarin (18/10) Lama kelamaan, jumlahnya makin banyak seperti menular. Bahkan, hingga kemarin pukul 09.00 jumlahnya sudah mencapi 15 siswi yang kesurupan. “Kemarin (lusa, red) yang kesurupan jumlahnya sekitar 20 sampai 25 anak,” ujarnya. Para guru dan tim UKS sempat kerepotan. Namun kemudian satu persatu siswa yang kesurupan tersebut berhasil disembuhkan. (ram/wan/sh/jpnn)

KRIMINALITAS

Buron Curanmor Dibekuk JEMBER – Bali menjadi salah satu tempat pelarian dan persembunyian para pelaku kejahatan yang beroperasi di Jember. Setidaknya itulah yang dilakukan Mahat alias P Dika, 40 warga Ranggi Desa Garahan, Kecamatan Silo, Jember. Pelaku curanmor itu bersembunyi di Kecamatan Sawangan Nusa Dua, Bali, sebelum akhirnya ditangkap polisi. Di tempat persembunyiannya, tersangka bekerja sebagai kuli bangunan. Dia bersembunyi di tempat tersebut selama empat bulan atas bantuan temannya yang lebih dulu bekerja di daerah tersebut. Saat ditangkap, tersangka tak menyangka jika yang datang adalah seorang polisi yang tengah berpakaian preman. ”Seandainya tahu, saya tak akan ada disini (polsek,Red), saya kabur ke Bali memang sengaja untuk menghindari kejaran polisi,’’katanya. Usai mencuri motor, tersangka mengaku langsung kabur ke Bali dengan membawa motor hasil curiannya. . Tersangka sendiri merupakan residivis kasus curanmor. Sebelumnya dia menjalani hukuman di Lapas Jember selama 4 bulan. Hukuman itu jalaninya pada tahun 2003 lalu. “Saya ini kerja pasiran, pendapat tiap harinya hanya dua kali angkut. Sekali angkut saya mendapat upah Rp 20 ribu. Uang senilai itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan,” katanya. Saat beraksi, tersangka bersama Nisan, temannya yang lebih dulu mendekam di Lapas Jember. Dari keterangan Nisam itulah polisi mengejar tersangka sampai Bali. “Memang tidak mudah kami membekuk tersangka Mahat ini. Karena selama kabur di Bali, tempat tinggalnya selalu pindah – pindah. Namun anggota kami tidak pernah menyerah dan terus memburu tersangka,” kata Pj Kapolsek Silo AKP Kukuh Kurniawan. Dari tangan tersangka, kata dia, polisi mengamankan dua unit motor masing-masing jenis suzuki kristal dan suzuki RC. (jum/wah/jpnn)

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

RUSAK: Warga berusaha menyelamatkan perahunya yang hanyut diterjang ombak. Selain perahu, sedikitnya empat rumah rusak diterjang ombak.

Air Laut Naik, Warga Berhamburan Suara Gemuruh, Empat Rumah Diterjang Ombak JEMBER -Warga Dusun Payangan Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember, Senin malam (17/10) dikejutkan dengan naiknya air laut pantai selatan. Kejadian itu menyebabkan empat rumah warga mengalami rusak berat. Selain empat rumah warga yang berada di pinggir pantai, satu warung yang buka 24 jam milik Toha, 40 warga setempat hilang bersama isinya akibat diterjang air laut. Empat rumah yang rusak itu ma-

sing-masing milik Halimh, 45, Matrosi, 40, Hudori, 37 dan milik mbok Niah, 50 keempatnya warga setempat. Menurut Halimah, air laut mulai pasang sekitar pukul 22.00 WIB, saat dia bersama anaknya tengah menonton televisi dikamarnya “ Saya tidak menyangka kalau air laut yang hanya berjarak 40 meter di belakang rumah saya akan naik”, katanya. Menurut Halimah, naiknya air laut itu membuat dapur rumahnya yang terbuat dari tembok ambrol. Bahkan kolam ikan lele di samping rumahnya juga mengalami rusak hingga semua lele terseret hingga kedepan ru-

Bus Tabrak Truk, Jalan Macet Total LUMAJANG—Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Raya Klakah, Lumajang, tepatnya di KM 127, Senin malam. Beruntung, meski kecelakaan itu melibatkan tiga kendaraan, bus, truk gandeng, dan engkel, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Informasi yang berhasil dihimpun Koran ini menyebutkan, kecelakaan terjadi karena bus Borobudur yang melaju dari arah selatan berusaha menyalip truk gandeng yang bermuatan penuh pasir. Na’as bagi sopir bus tersebut, dari arah berlawanan muncul truk engkel yang juga melaju kencang dari awah berlawanan. Syaiful, sopir truk gandeng menceritakan, kejadian bermula saat Bus berusaha menyalip kendaraan yang dikendarainya. “Pas tanjakan,” ucapnya. Sekira setengah bodi bus itu melewati truk gendengnya, dari arah muka muncul truk

engkel. “Engkel, gak mau ngelah. Doar…,” ucapnya. Setelah bertabrakan, bus banting kiri dan mengenai bagian depan truk yang disopirinya. Meski bus bermuatan penumpang, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya sopir engkel menga-

lami patah tulang karena terjepit. Sedangkan sopir bus beserta kondekturnya langsung melarikan diri. Karena kecelakaan tersebut melibatkan tiga kendaraan, kemacetan tidak dapat dihindari. Kemacetan diperkirakan mencapai hingga lima kilo

meter. “Sekitar 5 km (macetnya),” kata Iptu Ahmad Sutiyo, Kanit Regident Sat Lantas Polres Lumajang. Lalu lintas baru bisa lancar kembali setelah tiga jam lebih. “Baru sekitar jam 10 malam lalu lintas lancar kembali,” imbuhnya. (wan/ram/sh/jpnn)

mahnya bersamaan air laut. Sementara itu, pantauan koran ini di lapangan di sekitar pasir putih Papuma Kecamatan Wuluhan kemarin, ada puluhan kapal milik warga Puger yang bersandar dan tidak berani pulang. Bahkan beberapa nelayan yang didatangi oleh keluarganya dengan membawa bekal makanan. Sedangkan data yang berhasil dihimpun dari Desa Paseban, Kecamatan Kencong, ada 4 buah perahu milik Sutik, Koso, Heru dan Antok yang rusak cukup parah,”Padahal perahu kami dalam kondisi diparkir dipesisir” kata Sutik. Tingginya gelombang sejak lusa

kemarin juga dirasakan oleh sebagian besar warga Desa Paseban yang rumahnya berada di sepanjang pesisir pantai selatan, sedangkan terjangan ombak dengan ketinggian lebih dari 5 meter naik kepesisir sejauh 40 meter dari ombak normalnya. Beruntungnya jarak pemukiman penduduk dengan pantai laut paseban berkisar satu kilometer dan itupun masih terhalang dengan gunungan pasir yang setidak-tidaknya bisa dijadikan tangkis dengan ketinggian ombak saat ini,”Ya untungnya jarak rumah kami jauh dari pantai”, kata Zaenal warga Paseban. (jum/wah/jpnn)


38

Rabu 19 Oktober 2011

Anggota Dewan Dominasi PSSI Adik Kandung Bupati Anas Jadi Ketua I BANYUWANGI - Komposisi kepengurusan Pengkab PSSI Banyuwangi di bawah komando Ahmad Taufik benar-benar berubah. Bila kepengurusan di bawah kendali Michael Edy Hariyanto didominasi kalangan pengusaha, kini di bawah pengurus baru periode 20112015, Persewangi lebih banyak dihuni kalangan anggota DPRD. Lihat saja politisi asal PKB, Ahmad Taufik, duduk sebagai ketua umum PSSI. Di posisi wakil ketua ada Suminto yang notabene merupakan anggota DPRD dari Hanura. Pos sekretaris yang sebelumnya dijabat Nanang Nur Ahmadi, kini diemban Handoko yang merupakan anggota sekaligus ketua Fraksi Partai Demokrat. Dominasi legislator di tubuh PSSI belum terhenti sampai di sana. Di pos pengurus pundi keuangan PSSI, ada nama politisi asal PDIP, Sugirah, yang ditunjuk tim formatur sebagai bendahara. Yang cukup mengejutkan, dalam SK PSSI yang ditandatangani langsung ketua Pengprov PSSI Jawa Timur itu, nama Syukron Makmun Hidayat kembali masuk dalam kepengurusan PSSI. Siapa dia? Syukron tidak lain adalah adik kandung Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Namanya bahkan sempat masuk sebagai pengurus Persewangi beberapa waktu lalu. Namun, dalam waktu yang tidak terlalu lama, dia menyatakan mundur dari tim berjuluk Laskar Blambangan itu karena alasan kesibukan. Dalam susunan kepengurusan untuk empat tahun mendatang, Syukron didaulat sebagai wakil ketua I PSSI. Bila merujuk posisi yang diisi, maka boleh jadi jabatan yang diemban pria yang juga politisi PKB itu sama halnya dengan ketua harian PSSI. Selain didominasi kalangan politisi, ternyata kepengurusan PSSI masih dihiasi wajah lama. Mereka di antaranya Hari Wijaya yang juga anggota PKB, Nanang Nur Ahmadi sebagai panasihat, Nur Hamim sebagai

Ealah, Kompetisi Segitiga Belum Jelas BANYUWANGI - Molornya kompetisi teratas Liga Indonesia membawa hikmah bagi Persewangi. Selain waktu persiapan yang dimiliki Laskar Blambangan relatif lebih panjang, setidaknya rencana pengurus melaksanakan uji coba lewat kompetisi segitiga bisa terealiasasi. Pengurus Persewangi pun mengutak-atik kembali calon peserta kompetisi segitiga yang bertajuk Piala Bupati Banyuwangi itu. Bila sebelumnya, dua tim tamu, Legiun Asing All Star dan Bali Devata, dipersiapkan sebagai calon lawan anak asuhan Yudi Suryata itu, kini sejumlah tim lain juga mulai dirik. Tidak tanggung-tanggung, tim sekelas Arema Malang digadang bakal menjadi peserta dalam pertandingan segitiga tersebut. Masuknya tim berjuluk Singo Edan dalam bursa calon peserta turnamen segitiga bukan tanpa alasan. Di samping tim tersebut sarat prestasi dan dihuni pemain papan atas Liga Indonesia, dukungan penuh tifosinya (Aremania) juga menjadi daya tarik tersendiri. Selain Arema, manajemen Persewangi juga tengah menjajaki tim Jatim yang lain, di antaranya Persela Lamongan, Deltras Sidoarjo, Persebaya Surabaya, dan Persema Malang. Meski demikian, sejauh ini pengurus belum memutuskan siapa yang akan diikutsertakan dalam kompetisi yang akan dijadikan ajang persiapan sekaligus pemanasan bagi skuad Persewangi tersebut. Ketua Persewangi Nanang Nur Ahmadi menyatakan, pihaknya banyak menerima usulan terkait tim yang akan diikutkan dalam turnamen segitiga nanti. “Sejauh ini baru Legiun Asing All Star dan Bali Devata. Tim lain baru sebatas usulan,” bebernya. Meski demikian, Nanang mengatakan, siapa pun tim yang akan masuk dalam kompetisi segitiga, dia berharap ada nilai plus yang akan diraih tim Persewangi. Pertama, tentu turnamen itu sebagai tolok ukur kesiapan sebelum turun di kompetisi sesungguhnya. Kedua, masyarakat lebih mengenal pemain dan permainan Persewangi. (nic/c1/als)

GALIH COKRO/RaBa

TUGAS BERAT: Pengurus PSSI di bawah kepemimpinan Taufik harus ikut memikirkan nasib Persewangi dalam mengarungi kompetisi Divisi Utama musim depan.

komisi disiplin PSSI, dan Imam Hambali serta Bagong Iswahyudi yang mengisi pos bidang kompetisi dan kepelatihan serta pengawas pertandingan. Sisanya, ratarata muka-muka baru. Kini kepengurusan PSSI Banyuwangi tinggal menunggu pelantikan. Namun, hal itu tidak menghalangi pengurus baru PSSI itu untuk melakukan koordinasi dengan sejumlah elemen, termasuk dengan KONI Banyuwangi. “Kita ingin ada komunikasi dengan semua pihak, termasuk KONI, agar ada kesatuan visi dan

pandangan,” ujar Nanang Nur Ahmadi, penasihat PSSI. (nic/c1/als)

Pengurus PSSI 2011-2014 Panasehat : Nanang Nur A. (ketua Persewangi) Ketua Umum : Ahmad Taufik (anggota DPRD) Wakil I : Syukron Makmun (adik bupati Anas) Wakil II : Surtiyono (dosen Untag) Wakil III : Hari Wijaya (pengusaha) Wakil IV : Suminto (anggota DPRD) Sekretaris : Handoko (anggota DPRD) Bendahara : Sugirah (anggota DPRD)

Liga Pelajar Ditabuh Januari BANYUWANGI - Tim sepak bola di lingkungan sekolah rupanya harus mulai menata diri sejak dini. Itu menyusul akan digelarnya Liga Pelajar Indonesia (LPI) oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mulai awal Januari tahun depan. Meski masih ada waktu dua bulan, satuan kerja yang masih berusia muda itu terus mematangkan persiapan kompetisi antar-pelajar di Banyuwangi tersebut. Plt. Kepala Dispora Ahmad Khairullah membeberkan, kompetisi LPI akan digulirkan mulai Januari tahun depan. Dia menjelaskan, untuk Banyuwangi pihaknya berencana akan menggelar dua strata kompetisi, yaitu tingkat sekolah menengah pertama dan atas. “Beda dengan tahun ini, tahun depan kita gelar dua kelas, yakni SMP dan SMA,” beber Khairul. Sebagai tempat penyelenggaraan, Khairullah kemungkinan masih akan mempercayakan Stadion Diponegoro dan Maron sebagai venue pertandingan. Meski demikian, dia mengaku akan ada yang berbeda dari LPI di tahun 2011 lalu dengan tahun depan.

DOK.RaBa

SEMI PRO: Agar tidak mengganggu, Dispora akan menggelar Liga Pelajar setiap Sabtu dan Minggu.

Perbedaan itu, kata Khairullah, di antaranya adanya pertandingan di akhir pekan. Sabtu dan Minggu akan dipilih sebagai waktu terbaik melaksanakan kompetisi. “Tujuannya jelas, agar agenda sekolah tidak terganggu,” ujarnya. Dengan kompetisi dijalankan pada akhir pekan, otomatis berpengaruh terhadap rentang waktu pelaksanaan kompetisi. Namun, hal itu

sepertinya sudah diantisipasi Dispora. Mereka berencana menggelar LPI terhitung mulai Januari hingga Maret. Sistem itu tentu saja bukan sistem yang asing. Sebab, sistem seperti itu sudah lazim diterapkan dalam kompetisi sepak bola profesional. Selain itu, pertandingan di akhir pekan juga menjadi media bagi Dispora dalam menjaring penonton. (nic/c1/als)


35

Rabu 19 Oktober 2011 HALAMAN SAMBUNGAN

Diambil di Tempat Sampah Stasiun n PETANI... Sambungan dari Hal 29

“Saya tidak tahu penjualnya siapa, karena saat membeli selalu melalui KPL,” terang Rohimi. Untuk mendapatkan barang tersebut, Rohimi harus mengambil sendiri obat-obatan di Stasiun KA Kalibaru. Oleh penjualnya, semua pil dextro dan trex itu ditaruh di salah satu tempat sampah di sekitar

stasiun KA tersebut. “Saya mengambilnya di tempat sampah dan tidak bertemu langsung dengan penjualnya,” ungkapnya. Tersangka mengaku jualan pil trex dan pil dextro hanya sebagai sambilan. Pekerjaan haram itu baru dia lakoni sejak 15 hari lalu karena diajak temannya. “Saya setiap hari bertani dan sering menanam cabai,” cetus bapak satu anak itu.

Dalam keterangannya, Rohimi menjelaskan bahwa 600 butir pil trex dan 3000 butir pil dextro itu dibeli seharga Rp 800 ribu. Kedua jenis pil yang masuk daftar G itu akan dijual secara eceran kepada warga yang mau membeli. “Saya membeli dextro Rp 110 ribu per kantong plastik. Setiap kantong berisi seribu butir,” terangnya. Untuk 600 butir pil trex, kata dia, dimasukkan dalam satu

kotak. Setiap kotak yang berisi sepuluh tik atau seratus butir pil trex dibeli seharga Rp 80 ribu. “Saya membeli enam kotak. Setiap kotak berisi seratus butir pil trex,” ungkapnya. Sementara itu, pada saat hampir bersamaan, polisi menangkap juga Khoirul Anam, 20, warga Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Anam ditangkap polisi di jalan raya Dusun

Kalau Kurang, Latihan Ditambah Sehari n ATUR JARAK... Sambungan dari Hal 29

Para peserta pertama berlatih gerakan-gerakan dasar dari koreografi masing-masing tema. “Setelah dasarnya tahu, mereka bisa mengembangkan sesuai kemampuan mereka,” ujar Suprayogi. Selain berlatih koreografi, para peserta juga mendapatkan materi tambahan. Materi itu terkait susunan barisan ketika BEC berlangsung Sabtu

mendatang (22/10). Susunan barisan tersebut dimaksudkan agar para peserta benar-benar tahu posisi masing-masing. “Susunan barisan itu sangat penting, karena mempengaruhi penampilan mereka,” ujar Suprayogi. Susunan barisan tersebut diatur sesuai kostum yang dikenakan peserta. Berdasarkan latihan kemarin, peserta yang mengenakan kostum dengan sayap yang besar berada di barisan terdepan.

Peserta yang bertugas menjadi mayoret berada di belakang peserta dengan sayap besar. “Jika tidak kita atur, maka yang ditakutkan akan ada gesekan kostum antar peserta, mengingat kostum yang digunakan penuh modifikasi,” cetus Yogi. Sementara itu, semakin dekat pergelaran BEC, panitia semakin gencar menyiapkan segala persiapan. Menurut Suprayogi, latihan koreografi tersebut akan dilaksanakan selama dua hari, yakni tanggal 18 dan

19 Oktober. “Tetapi, jika satu hari para peserta sudah cukup memahami, ya satu hari saja,” cetusnya. Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas melihat langsung latihan koreografi itu. Anas mengaku bangga dengan perkembangan para peserta dan atas partisipasi mereka dalam mengikuti pergelaran budaya tersebut. “Kalian adalah pelaku sejarah, karena ini adalah pergelaran BEC pertama,” cetusnya. (gil/c1/bay)

Terharu atas Putusan Hakim n SAMINAH... Sambungan dari Hal 31

Dia langsung pulang ke rumah dengan didampingi keluarga yang beberapa orang yang selama ini mendampingi kasusnya. Siang kemarin (18/10), Saminah didampingi sejumlah tokoh

masyarakat Bumiharjo seperti Hariyanto, Jamil dan Ketua LSM Yasro Glenmore, Ahmad Nehru Zaini berkunjung ke Kantor LKB Persada Cluring. Dalam kesempatan tersebut, Saminah mengaku terharu atas putusan hakim yang membebaskan dirinya. ‘’Sejak awal

saya yakin, kalau saya tidak bersalah,” ujarnya sambil menitikkan air mata. Ahmad Nehru yang ikut mendampingi Saminah mengungkapkan, pihaknya mengaku bersyukur atas putusan tersebut. ‘’Ternyata keadilan masih berpihak pada rakyat

kecil,” ujarnya. Nehru menuturkan, selama ini mereka dibantu LKBH Persada Cluring bersikeras bahwa Saminah tidak bersalah. Meski dengan modal seadanya, dia dan rekan-rekannya tetap intens mengawal kasus tersebut. (azi/bay)

Masyarakat Jangan Asal Tuding n SATU ORANG... Sambungan dari Hal 40

Lebih jauh, program reses tidak boleh dihapus mengingat kegiatan itu memiliki peran sangat strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat. Reses harus tetap dilaksanakan karena ada undang-undangnya. “Daripada reses yang dihapus, lebih baik jasmas saja yang dicoret. Selain akuntabilitasnya rendah dan tidak punya legitimiasi hukum, anggaran jasmas juga rawan diselewengkan,” saran Mashudi. Namun, kabar dihapusnya reses itu dibantah Ketua DPRD Situbondo, Zeiniye. Menurut dia, memang sempat ada wacana penghapusan reses, tapi itu hanya sebatas wacana dan tidak pernah ada usulan resmi dari fraksi-fraksi di DPRD Situbondo. “Selain

itu, reses adalah amanat UU. Maka dari itu, reses akan tetap dilaksanakan,” jelasnya. Tidak jauh berbeda dengan ucapan Zeiniye, Ketua Komisi I DPRD, Syaiful Bahri, membantah reses bakal dihapus. Hanya saja, papar dia, frekuensinya yang mungkin dikurangi. Sebab, selama ini administrasi reses membuat anggota dewan kelimpungan, di antaranya karena alokasi dana baru cair setelah reses dilaksanakan. Padahal, tidak semua pengeluaran selama reses bisa masuk alokasi anggaran. “Contohnya, kadang ada warga yang meminta uang bensin dan lain-lain. Masak sih tidak kita beri. Padahal, hal semacam itu tidak masuk dalam ketentuan alokasi dana reses. Makanya, reses tetap ada cuma mungkin frekuensinya dikurangi,” jelasnya. Sementara itu, terkait munculnya

dugaan ketidakberesan penyelenggaraan jasmas, Syaiful meminta agar masyarakat tidak asal main tuding. Bahkan, politikus asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mempersilakan warga melapor kepada aparat penegak hukum jika memang mengantongi data penyelewangan jasmas. Syaiful mengaku tidak sependapat jika jasman dihapus. Sebab, tidak semua masyarakat menolak program yang dibiayai APBD itu. Jika ada beberapa usulan masyarakat yang belum ter-cover, itu memang harus dilaksanakan bertahap mengingat anggaran terbatas. “Tapi sebagian masyarakat sudah bisa menikmati program jasmas. Sekali lagi, kalau memang ada yang fiktif atau pengerjaannya tidak benar, silakan dilaporkan saja,” pungkas Saiful. (sgt/c1/aif)

Pengurus RT Terkesan Bungkam n SELINGKUH... Sambungan dari Hal 40

Kabar penggerebekan itu dibenarkan Sugianto Eksan, warga setempat. Kebetulan rumah Sugianto persis berhadapan dengan rumah yang digerebek warga itu. “Saat penggerebekan saya berada di Malang. Namun, sudah bukan rahasia bahwa wanita penghuni rumah tersebut sering memasukkan tamu laki-laki hingga larut malam,” jelas Sugianto. Bahkan, Sugianto mengaku dia dan istrinya sudah beberapa kali memperingati para peng-

huni rumah agar tidak memasukkan laki-laki hingga larut malam, tapi peringatan itu tidak digubris. “Ada dua laki-laki yang sering berkunjung ke rumah tersebut. Informasinya, kedua laki-laki itu berprofesi sebagai dokter,” kata dia. Informasi lain menyebutkan, ASB sudah memiliki istri sah. Namun, pria pemilik salah satu klinik di Kecamatan Panji itu menjalin hubungan gelap dengan Saritem yang tidak lain karyawatinya sendiri. Namun sayang, pengurus RT di lingkungan setempat terkesan bungkam saat dikonfirmasi

terkait pengusiran tersebut. Dihubungi menggunakan telepon, sekretaris RT 2/RW 24, Bambang, tidak menjawab. Tidak mau menyerah, wartawan koran ini meminta konfirmasi via SMS, dia mempersilakan wartawan koran ini bertanya langsung kepada ketua RT. “Silakan datang ke rumah pak RT. Di sini ada pak RT dan sie kemananan RT,” begitulah isi SMS yang dia kirim kepada wartawan koran ini. Sementara itu, saat dikunjungi di rumahnya, beberapa tetangga mengaku bahwa ketua RT sedang tidak berada di rumah. Begitu juga saat wartawan men-

datangi klinik milik ASB untuk meminta klarifikasi guna perimbangan berita. Saat ditanya apakah ASB berada di klinik, seorang karyawan berseragam cokelat dengan tegas mengatakan bahwa ASB tidak berada di klinik. Saat dimintai nomor telepon ASB, karyawan itu dengan ketus mengatakan bahwa dia tidak menyimpan nomor HP ASB. “Mau apa konfirmasi. Kalau memang Pak ASB yang diusir, silakan konfirmasi kepada yang mengusir saja. Cukup kan?” katanya dengan nada tinggi. (sgt/c1/pri)

Pernah Diuji di Wilayah Wongsorejo n KAYA NUTRISI... Sambungan dari Hal 29

Pada awalnya, bio-ekstrak kulit pisang tersebut diujikan pada kecambah. Kemudian, beralih diujikan ke tanaman sengon. Dari penelitian yang telah dilakukan, bioekstrak tersebut dapat mempercepat pertumbuhan. Selain itu juga memperkaya nutrisi. “Bio-ekstrak pernah diujikan di Kecamatan Wongsorejo,” kata Rosyid.

Untuk teknis pembuatannya, kulit pisang yang telah dikumpulkan dihaluskan sampai benar-benar halus. Kemudian, lanjut Rosyid, ditambahkan larutan gula dan ditempatkan di sebuah tempat yang tertutup rapat. “Tidak ada udara dan cahaya selama satu minggu,” jelas Rosyid. Lalu, cairan yang dihasilkan dari proses tersebut diambil. Itulah bio-ekstrak kulit pisang yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman. “Hasil penelitian ini rencananya

akan kita sosialisasikan kepada masyarakat sebagai wujud pengabdian,” ujar Rosyid. Sementara itu, penelitian para mahasiswa Uniba tidak berhenti di situ saja. Mereka juga mengembangkan penelitian cangkang bekicot. Ternyata, cangkang bekicot bisa menjadi pengawet makanan yang sama sekali tidak berbahaya bagi kesehatan. “Rencananya, penelitian ini akan diikutkan dalam lomba,” pungkas Rosyid. (c1/bay)

Kondisi Gapura Selamat Datang Memprihatinkan

ABDUL AZIZ/RaBa

TAK TERAWAT: Gapura selamat datang dari arah Kabupaten Jember kemarin.

KALIBARU - Kondisi gapura selamat datang memasuki Kabupaten Banyuwangi yang terletak di lereng Gunung Kumitir, masuk Kecamatan Kalibaru, ini cukup memprihatinkan. Betapa tidak, selain gapura tersebut sudah tidak lagi ada tulisannya, besi yang memuat tulisan itu juga sudah berkarat. Parahnya, tembok bagian kiri dan kanan gapura tersebut benar-benar tak terawat. Buktinya, selain terlihat sangat kotor, dua tembok di sisi utara dan selatan jalan itu banyak ditumbuhi rumput liar. Oleh karena itu, sangat kurang layak sebagai gapura penyambut selamat datang bagi kota yang sedang menggalakkan program green and clean ini. Bagaimana ini? (azi/c1/als)

Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Tersangka diringkus ketika baru membeli sepuluh butir pil trex. “Saya hanya disuruh membelikan,” sebut Anam. Kepada polisi, Anam mengaku sudah lima kali dimintai tolong beberapa temannya untuk membeli pil trex. “Saya membeli pil trex ini kepada Dedy yang tinggal di Dusun Kalimati. Biasanya saya juga membeli dari sana,” sebutnya. (abi/c1/bay)

KASUS SAMA: Khoirul Anam, 20, warga Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar di Mapolres Banyuwangi kemarin. Dia ditangkap polisi garagara membeli pil dextro. GALIH COKRO/RaBa

Tiba Menjelang Magrib n BAYAN... Sambungan dari Hal 29

Dalam perjalanan menuju Makkah, bus yang ditumpangi jamaah harus melewati beberapa pos pemeriksaan kelengkapan dokumen. Pemeriksaan atau yang disebut check point itu bertujuan agar semua kelengkapan

dokumen CJH tidak ada yang ketinggalan. Sebab, untuk masuk ke Makkah atau Madinah sangat ketat. Bahkan, saking ketatnya, jumlah pos check point ditambah. Tujuh kilometer sebelum masuk Makkah, seluruh jamaah juga diperiksa kembali. Sementara itu, perjalanan ke Makkah menggunakan bus

dikeluhkan CJH Banyuwangi. Kondisi bus yang disediakan ternyata tidak disesuaikan dengan jarak yang akan ditempuh. Sehingga, jamaah merasa sangat kelelahan. Jika tidak ada aral melintang, CJH Banyuwangi akan sampai ke Makkah menjelang Magrib. (*/c1/bay)

Semua Fraksi Masih Menolak n NASIB... Sambungan dari Hal 29

“Sampai sekarang fraksi masih menolak semua,” imbuhnya. Diakui politisi dari Partai Golkar itu, merokok sangat membahayakan manusia karena dapat mengganggu kesehatan. Tetapi, sejumlah fraksi juga punya alasan sendiri kenapa menolak

membahas raperda tersebut. “Tidak ada salahnya kalau eksekutif mengajukan raperda ini lagi,” tandasnya. Raperda merokok ini memang menjadi persoalan serius bagi anggota dewan. Selain fraksi, tidak sedikit masyarakat yang menolak raperda merokok ini. Banyak warga yang memprotes pengajuan raperda merokok ini.

Sementara itu, semua anggota dewan yang baru pulang ”ngelencer” dari sejumlah kota di Jawa Tengah, Jogjakarta, dan Jakarta, dalam rangka studi banding untuk membahas delapan raperda, terlihat mulai ngantor lagi kemarin. Di hari pertama, mereka langsung rapat untuk menuntaskan pembahasan raperda tersebut. (abi/c1/aif)

Lapisan yang Dibongkar Tebal n TANAM... Sambungan dari Hal 29

Namun, yang terjadi saat ini aspal belum dibongkar tapi sudah ditimbun tanah. “Akibatnya, tanaman tidak

bisa tumbuh dengan subur,” katanya. Agar tanaman bunga bisa tumbuh, DKP harus membongkar aspal di bahwa median jalan tersebut. Untuk membongkar aspal

tersebut, pihaknya butuh waktu cukup lama karena lapisan aspalnya terlalu tebal. Bila sudah ready, pihaknya berencana menanam pohon bougenvile dan spiderlily. (afi/c1/bay)

Merusak Tatanan yang Ada n DISERBU... Sambungan dari Hal 40

Namun, bisa dikatakan tidak beretika jika ada rekanan luar daerah ikut lelang proyek yang dibiayai APBD kabupaten. “Kalau proyek provinsi dan pusat silakan saja. Tapi kalau

kegiatan yang dibiayai APBD kabupaten, lebih beretika rekanan luar daerah tidak ikut mendaftar,” terang bapak tiga anak tersebut. Salah satu pertimbangannya, kata Jainur, agar dana di APBD Situbondo tidak terbawa ke luar daerah dan tetap berputar di

Situbondo. Sehingga, ekonomi masyarakat tetap terbantu. “Kalau masih main serbuserbuan seperti ini, maka tidak menutup kemungkinan rekanan Situbondo juga akan menyerbu daerah tetangga. Sehingga, akan merusak tatanan yang sudah ada,” pungkas Jainur. (pri/c1/aif)

Rambut Belakang Dikuncrit n PROSES... Sambungan dari Hal 40

Diberitakan sebelumnya, Murtadha Makki, 15, siswa kelas 3 SMP Negeri 1 Kapongan, mengaku ditempeleng Marjuni, guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolahnya hingga lebih dari 30 kali. Akibatnya, pendengaran siswa yang satu itu terganggu. Dia juga mengalami lebam di pelipis mata. Tidak terima dengan perlakuan yang diterima putran-

ya, pihak keluarga melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kapongan. Sumardi, 46, ayah Murtadha mengatakan, dia terpaksa melapor kepada polisi agar kasus serupa tidak menimpa siswa lain. “Seharusnya seorang pendidik tidak boleh main pukul seperti itu,” katanya. Belakangan diketahui, Marjuni melakukan pemukulan itu karena tekanan batin saat mendapati perilaku siswanya itu sudah sangat keterlaluan. Bagaimana tidak, saat

memberikan arahan kepada para siswa, Marjuni memergoki bagian belakang rambut Murtadha dikuncrit. Tentu saja guru BK tersebut menegur salah satu siswanya tersebut. Namun sayang, saat diperingatkan oleh sang guru, Murtadha malah balik memprotes rambut Marjuni yang dia nilai menyerupai rambut anak punk. Diduga tidak terima dengan ejekan tersebut, Marjuni langsung memukul Murtadha hingga berkali-kali. (sgt/c1/aif)

DERITA MAAG HILANG, MAKAN PUN JADI ENAK SAKIT maag selalu diindetikkan dengan telat makan. Itu jugalah yang dialami oleh Rusiyati, seorang ibu rumah tangga yang telah 5 tahun menderita keluhan tersebut. Penyakit yang bisa menyerang anak-anak sampai orang dewasa ini memang bukan hal yang baru di masyarakat kita, “Kalau sakit maag saya kambuh, kepala sering terasa pusing dan lambung pun jadi terasa perih,” ujar wanita berusia 49 tahun itu menceritakan keluhan yang dirasakannya. Ia selalu berupaya untuk mengatasi keluhannya itu, namun belum menunjukkan perkembangan yang berarti, sampai akhirnya… Ia mengetahui tentang Gentong Mas, minuman herbal dengan bahan utamanya yaitu Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) yang salah satu manfaatnya dapat mengatasi maag, “Sudah 2 bulan ini saya minum Gentong Mas secara rutin. Baru 2 kotak keluhan akibat sakit maag yang saya derita sudah hilang, kini saya dapat makan dengan enak.” Terang ibu 4 orang anak tersebut dengan gembira. Gastritis atau lebih dikenal sebagai maag berasal dari bahasa Yunani yaitu Gastro, yang berarti perut/ lambung dan Itis yang berarti inflamasi/peradangan dengan gejala-gejala seperti perih atau sakit seperti terbakar pada perut bagian atas yang dapat menjadi lebih baik atau lebih buruk ketika makan, mual, muntah, kehilangan selera, kembung, terasa penuh pada perut bagian atas setelah makan, kehilangan berat badan. Beberapa bentuk Gastritis kronis dapat meningkatkan risiko kanker lambung dan jika dibiarkan tidak terawat dapat menyebabkan peptic ulcers

dan pendarahan pada lambung. Pengalaman mengatasi maag dengan Gentong Mas yang dirasakannya, membuat warga Desa Krajan, Srono, Banyuwangi, Jawa Timur tersebut tergerak untuk membagi pengalamannya dengan orang lain. Habbatussauda dalam Gentong Mas bermanfaat untuk memelihara pembuluh darah, perbaikan sistem saraf, optimalisasi aktifitas hormon, meningkatkan proses penyembuhan dinding lambung, meningkatkan daya tahan tubuh dan bersifat anti bakteri. Selain itu juga, Habbatussauda dapat mengatasi gangguan tidur dan relaksasi. Cabe Jamu yang terdapat dalam Gentong Mas bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan mukosa lambung. Sedangkan kandungan yang terdapat dalam Kayu Manis bersifat anti kembung dan mules. Kapulaga dalam Gentong Mas bermanfaat sebagai anti muntah serta radang lambung. Dan Gula Aren bermanfaat untuk menurunkan penyerapan lemak dan perbaikan sistem saraf. Untuk hasil cepat dan maksimal dianjurkan untuk makan teratur, hindari alkohol, rokok, kendalikan stress, dan jika memungkinkan hindari obat penghilang nyeri. Manfaat yang hebat bagi kesehatan dan rasa yang lezat membuat semakin banyak masyarakat yang mengkonsumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi: 085 234 398 441. Banyuwangi: 085 234 398 441. Situbondo : 082143391646 Depkes:P-IRT.812.3205.01.114


40

Jawa Pos-nya Kota Santri

Rabu 19 Oktober 2011

LELANG PROYEK

Diserbu Rekanan Luar Daerah

PANARUKAN - Sudah lima hari terakhir para nelayan di kawasan pelabuhan ikan Panarukan tidak melaut. Selain karena embusan angin kencang, juga karena saat ini sedang “terang bulan”. Agar tidak merugi, ratusan nelayan di kawasan itu memutuskan tidak melaut. Jika dipaksakan, hasil ikan tangkapan mereka tidak sebanding dengan biaya operasional yang mereka keluarkan. Edi, 29, nelayan setempat mengatakan, dalam sekali melaut, biaya operasional yang

Tidak Melaut, Nelayan Sibuk Perbaiki Perahu

SITUBONDO - Rekanan Kota Santri resah. Itu menyusul serbuan rekanan dari luar Situbondo yang nekat memasukkan dokumen penawaran kepada panitia lelang proyek yang didanai APBD Situbondo. Apalagi, setelah ditelusuri, kedatangan mereka bukan benar-benar untuk bekerja. Tidak jarang ada yang sekadar main gertak sambal. Sehingga, rekanan lokal memilih mengganti uang penawaran yang sudah dikeluarkan rekanan dari luar daerah itu. Harganya pun menjadi tidak wajar, kareEDY S/RaBa na jutaan bahkan bisa Jainur Ridho belasan juta rupiah. “Keadaan yang seperti inilah yang meresahkan para rekanan. Kita banyak menerima pengaduan dan keluhan,” terang Jainur Ridho, Ketua LSM Satu Kedaulatan Rakyat (Sakera). Yang lebih ironis, tidak jarang rekanan dari luar daerah itu dibawa oleh rekanan dalam daerah sendiri. Tujuannya, meminjam tangan orang lain untuk bersaing karena tak berani bersaing secara berhadap-hadapan. Diakuinya, dalam Keputusan Presiden (Kepres) No. 54/2008 memang tidak ada larangan kontraktor dari mana pun dalam mengikuti lelang n

diperlukan mencapai Rp 150 ribu. Itu sudah termasuk biaya makan empat awak dan bahan bakar perahu. “Jika tetap melaut dalam situasi seperti ini, pasti kami akan merugi. Walaupun ikan di laut sangat banyak, tapi kami kesulitan menangkapnya,” ujarnya. Edi menambahkan, pada hari-hari biasa dia bisa menangkap 20 sampai 25 kilogram ikan per hari. Namun, sejak angin kencang berembus beberapa pekan terakhir, ikan tangkapan merosot drastis. (sgt/c1/aif)

ANGIN KENCANG: Sejumlah nelayan Pasir Putih memilih mengandangkan perahu miliknya.

 Baca Diserbu...Hal 39

PEMUKULAN SISWA

Proses Hukum Berlanjut KAPONGAN - Proses hukum kasus pemukulan siswa yang dilakukan seorang guru bimbingan dan konseling (BK) SMP Negeri 1 Kapongan, tampaknya masih terus berlanjut. Meskipun pihak keluarga korban berniat menyelesaikan kasus itu secara kekeluargaan, tapi polisi tidak bisa begitu saja menghentikan penyelidikan karena kasus tersebut bukan termasuk delik aduan. Kapolsek Kapongan, AKP M. Subakri mengatakan, pihaknya telah memintai keterangan sejumlah pihak. Mereka yang dimintai keterangan adalah korban, Murtadha Makki, 15; tersangka Marjuni, kepala sekolah (kasek); dan sejumlah guru. “Besok (hari ini) satu saksi, yakni teman korban, akan kami hadapkan kepada penyidik untuk dimintai keterangan,” ujarnya. Menurut Subakri, sebenarnya keluarga korban berniat menyelesaikan masalah itu dengan jalan kekeluargaan. Tetapi, polisi tidak bisa begitu saja menghentikan proses hukum tersebut karena kasus pemukulan siswa bukanlah delik aduan. “Kasus ini berkaitan dengan Undang-Undang Perlindungan Anak,” tegasnya. Pihaknya kini menunggu hasil penyelidikan lanjutan untuk menentukan ending permasalahan yang mencoreng dunia pendidikan  Baca Proses...Hal 39 tersebut n

GALIH COKRO/RaBa

Satu Orang Dijatah Rp 200 Juta IRDeS: Program Jasmas Rawan Disalahgunakan SITUBONDO - Program jaring aspirasi masyarakat (jasmas) DPRD Situbondo mulai mendapat sorotan miring. Program yang menelan anggaran hingga Rp 10 miliar di tahun 2011 itu dinilai rawan disalahgunakan. Bahkan, ada salah satu anggota dewan yang dituding ikut cawe-cawe

dalam proyek yang diusung berdasarkan hasil jasmas, mulai meminta fee proyek hingga penentuan rekanan. Lebih dari itu, proyek jasmas ditengarai juga rawan fiktif. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Institute For Regional Development and Studies (IRDeS), Mashudi, kemarin (18/10). Menurut dia, jumlah anggaran program jasmas memang cukup menggiurkan. Jika dikalkulasi, 45 anggota DPRD Situbondo mendapat jatah program

SITUBONDO - Inilah akibatnya kalau ngebut bukan pada tempatnya. Yang jadi korban justru orang lain. Itu dialami dokter spesialis mata, dr. Edy Purnomo, siang kemarin. Mobil dokter yang bertugas di Rumah Sakit (RS) dr. Abdoerrahem itu ringsek setelah ditabrak siswa yang tengah balapan liar di jalan raya. Siswa yang menabrak bernama Rizki, warga Olean, Situbondo. Menurut sejumlah saksi mata, sepeda mo-

Selingkuh, Oknum Dokter Diusir adalah oknum dokter berinisial ASB dan seorang dokter yang bertugas di salah satu puskesmas di wilayah Situbondo. Bahkan, warga sekitar telah lama menengarai bahwa ASB membina hubungan gelap dengan salah satu penghuni rumah kontrakan tersebut. Sebut saja namanya Saritem (nama samaran). Tidak hanya itu, ha-

sil cinta terlarangnya dengan ASB, Saritem kini hamil. Tidak ingin lingkungannya dijadikan sarang maksiat, warga sekitar telah beberapa ka li mengingatkan agar Saritem dan kawan-kawannya tidak memasukkan tamu laki-laki sampai tengah malam. Namun sayang, peringatan warga itu dianggap angin lalu. Mereka tetap sering

memasukkan tamu laki-laki ke kontrakannya, hingga lewat tengah malam. Hingga akhirnya, Minggu malam lalu (16/10) kemarahan warga memuncak. Kala itu, warga mengusir ASB dan Saritem yang sedang asyik di dalam rumah. Tiga temannya pun terpaksa menanggung akibatnya. Sebab, warga meminta rumah tersebut segera dikosongkan n  Baca Selingkuh...Hal 39

Beri Pencerahan, Punya Guru Teladan SITUBONDO - Gedung SDN 1 Klatakan tampil dengan warna oranye. Meski halamannya tak terlalu luas, namun sangat terlihat jika sekolah yang dikepalai Hj. Ernawati ini begitu terawat dan menjaga kebersihan. Ini bisa dilihat dari keadaannya yang rapi dan minimnya sampah yang berserakan. SDN 1 Klatakan mempunyai visi bermutu ukir prestasi, berpijak pada ahklak mulia, berwawasan lingkungan dengan mencetak generasi muda berimtaq dan berimtek (beriman bertaqwa dan berinovasi teknologi). Misi sekolah, meningkatkan iman dan taqwa, menciptakan sumber daya manusia berkualitas dan membudayakan lingkungan berseri (bersih, sehat, rapi dan indah). Nah, dengan misi itulah SDN 1 Klatakan selalu memberikan pencerahan kepada siswa. Mulai masalah keagamaan, pelatihan komputer, serta kegiatan ekstrakurikuler lainnya yang sesuai dengan bakat dan minat siswa. Ada bola voli, dan seni tari yang dilakukan setiap

SYAMSURI/RaBa

MEMBANGGAKAN: Kepala SDN 5 Patokan, Ernawati bersama guru teladan, Sri Wahyuni dan siswa yang berprestasi.

sabtu. Ada juga ‘dedisada’ atau pelatihan dokter cilik tiap Jumat. “Kegiatan dibina langsung guru dibidangnya,” kata Ernawati. Guru pun terus dilakukan pembinaan secara internal oleh kasek, dibekali pengetahuan sesuai kebutuhan tiap hari sabtu, dibantu juga staf guru yang sudah berpengalaman. Selain itu juga memberikan kesempatan kepada guru melanjutkan pendidikan pada strata lebih tinggi

Mashudi juga bereaksi atas kabar munculnya rencana penghapusan program reses oleh DPRD. Terlebih, alasan yang dijadikan dasar penghapusan reses tersebut hanya karena administrasi yang dianggap ribet. “Saya dengar ada rencana penghapusan reses dengan alasan ribet di tingkat administrasi. Jangan jadi wakil rakyat kalau tidak mau ribet,” kecamnya n  Baca Satu Orang...Hal 39

Ngebut, Tabrak Mobil Dokter

AKIBAT BALAP LIAR: Sepeda motor Ninja Rizki diamankan poslantas setelah menabrak mobil milik dokter.

EDY SUPRIYONO/RaBa

PANJI - Diduga sering dijadikan tempat mesum, sebuah rumah kontrakan di kawasan Perum Panji Permai, Kecamatan Panji, digerebek warga sekitar. Rumah yang dihuni empat wanita lajang tersebut sering dikunjungi laki-laki hingga larut malam. Belakangan diperoleh informasi, tamu laki-laki yang sering mengunjungi rumah kontrakan tersebut tidak hanya seorang melainkan dua orang. Mereka

senilai Rp 200 juta per orang. Untuk itu, Mashudi meminta agar dana jasmas digunakan sebagaimana mestinya. Mashudi mengaku sudah mengantongi data di balik dugaan ketidakberesan proyek hasil jasmas. “Kami tidak perlu menyebutkan siapa dan apa bentuk proyeknya. Yang jelas kami sudah memiliki datanya. Jika kasus seperti itu berlanjut, kami akan melapor kepada aparat berwajib,” ancamnya.

“Kita juga aktif mengikutsertakan guru dalam berbagai pelatihan, baik tingkat provinsi maupun nasional. Dengan demikian kita bisa kian mengioptimalkan proses pembelajaran maupun pelaksanaan kegiatan lainnya,” terang perempuan berjilbab itu. Sejumlah prestasi non-akademik yang telah diukir SDN 1 Klatakan di antaranya juara I lomba gerak jalan putri tingkat kecamatan, Juara II siswa teladan putri tingkat kecamatan

dan juara I guru berprestasi/ teladan tingkat kabupaten, atas nama Sri Wahyuni. Pada 2011 ini, SDN 1 Klatakan juga mendapatkan bantuan dari Dinas Pendidikan Situbondo berupa bantuan beasiswa miskin dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Demikian juga gedung perpustakaan dilengkapi rak buku, buku bacaan, meja komputer, meja baca dan karpet. Sehingga, bantuan itu mampu meningkatkan minat baca siswa dan guru. Dari sanalah secara langsung atau tak langsung wawasan mereka akan bertambah. Waktu kosong yang dimiliki guru maupun siswa bisa dimanfaatkan dengan membaca buku di perpustakaan yang dipastikan lebih representatif dari sebelumnya. “Kami berharap ke depan Pemkab Situbondo melalui Dinas Pendidikan lebih memperhatikan kebutuhan sekolah terutama yang terjangkau oleh dana BOS. Misalnya kelengkapan untuk beribadah (musala), UKS, ruang komite, laboratorium dan lain-lainnya,” papar Ernawati. (pri/aif)

tor Rizki dan mobil Edy sama-sama melaju dari arah barat menuju timur. Kecelakaan terjadi saat Edy membelokkan kendaraannya ke selatan untuk menuju ke pelataran rumahnya. Rizki yang melaju dengan kecepatan tinggi tak mampu menghentikan kendaraannya. Apalagi, jaraknya sangat dekat. Sepeda motor yang sudah dimodifikasi itu pun akhirnya menabrak bagian depan mobil sebelah kanan. (pri/c1/aif)


Radar Banyuwangi 19 Oktober 2011