Issuu on Google+

SELASA 11 OKTOBER

25

TAHUN 2011

Berharap Menteri Berubah Pikiran B ANYUWANGI - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sudah menolak permohonan alih fungsi jalan nasional ruas 077.14K di Jalan PB. Sudirman, Banyuwangi, menjadi halaman Masjid Agung Baiturrahman (MAB). Meski begitu, pihak Yayasan MAB masih menaruh harapan untuk tetap mendapatkan ruas jalan tersebut ■  Baca Berharap...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

HAJI

Tiba Langsung Salat Subuh SETELAH menempuh perjalanan kurang lebih 10 jam, tiga kloter calon jamaah haji (CJH) Banyuwangi akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Muhammad Amir bin Abdul Aziz, Madinah. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu CJH Banyuwangi berada pada pemberangkatan gelombang kedua yang langsung menuju Makkah, baru kemudian menuju Madinah. Untuk tahun ini, H. Bambang CJH Banyuwangi Ruswandi berada pada pemberangkatan gelomLangsung dari Madinah bang satu, yaitu Jamaah Kloter 17 diberangkatkan dari Juanda menuju Madinah, baru kemudian ke Makkah ■  Baca Tiba...Hal 35

BGC

Hari Pertama di Wilayah Utara B ANYUWANGI - Tim penilai Green and Clean melakukan penilaian ke beberapa kecamatan kemarin (10/10). Sasarannya adalah Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Banyuwangi, Glagah, Giri, dan Licin. Wilayah penilaian tersebut termasuk kawasan Banyuwangi Utara. Nety Reisyana Kusuma Dewi, salah satu tim penilai mengatakan, banyak tempat yang menjadi lokasi penilaian kurang memiliki tempat sampah yang memadai. Tempat sampah yang dimaksud adalah tempat sampah yang sesuai jenis sampah ■

DITOLAK PUSAT: Kondisi ruas 077.14K di Jalan PB. Sudirman yang sudah dipasangi pagar kompleks Masjid Agung Baiturrahman (MAB), Banyuwangi.

Ditahan gara-gara Halangi Wartawan Pemilik Hotel Garden Cottage Dijerat UU Pers BANYUWANGI - Kasus dugaan intimidasi terhadap wartawan dengan tersangka I Wayan Bagiarta, 53, pemilik Hotel Garden Cottage di Dusun Cemetuk, Desa/ Kecamatan Cluring, Banyuwangi, memasuki babak baru. Setelah berkas pemeriksaannya dinyatakan sempurna (P21), tersangka dikirim ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi kemarin (10/10). Wayan yang sempat sakit saat menjalani pemeriksaan di Polsek Cluring itu tiba di kantor Kejari di Jalan Jagung Suprapto, Banyuwangi, sekitar pukul 09.30. Dengan mengendarai mobil Isuzu Panther bernopol DK 1622 JA, Wayan ditemani salah satu karyawannya. Saat itu, tersangka dikawal dua anggota Polsek Cluring. “Tersangka dan berkasnya kita serahkan kejaksaan,” ujar Aiptu Suprapto, seorang petugas Polsek Cluring. Kedatangan Wayan sempat menjadi perhatian warga yang kebetulan berada di Kejari Banyuwangi. Apalagi, sejumlah wartawan dari media cetak dan elektronik langsung mengerubutinya untuk mengabadikan momen tersebut. Kasus yang menimpa Wayan itu memang menjadi perhatian. Sebab, dia dijerat Undang-Undang (UU) No. 40 tentang pers. Selain itu, penyidik juga menjeratnya dengan Pasal 335 KUHP. Sekadar mengingatkan, Wayan dilaporkan ke

Kasus Jurnalis di Cemetuk Tersangka : I Wayan Bagiarta, 53 th Pekerjaan : Pemilik Hotel Garden Cottage di Dusun Cemetuk, Desa/Kecamatan Cluring, Banyuwangi Tuduhan : - Intimidasi wartawan dengan anjing - Diduga merampas kamera wartawan JTV - Diduga minta tebusan agar wartawan bisa keluar hotel Dijerat : - UU No 40 tentang Pers - pasal 335 KUHP

Polsek Cluring karena diduga telah menghalangi kerja wartawan saat meliput razia penyakit masyarakat (pekat) di Hotel Garden Cottage. Sejumlah wartawan yang meliput sempat ditakut-takuti dengan anjing piaraan pemilik hotel tersebut. Tersangka juga dilaporkan telah merampas kamera milik Handoko, wartawan JTV. Akibat perampasan itu, alat kerja wartawan tersebut rusak. Selain itu, tersangka juga mengancam wartawan tersebut dengan anjing ■

 Baca Ditahan...Hal 35

TERSANGKA: Wayan memasuki kantor Kejaksaan Negeri Banyuwangi kemarin. GALIH COKRO/RaBa

Geledah Bus Dapat Arak

 Baca Hari...Hal 35

■ Foto Penjurian di halaman 27

SUE GER POJOK

..

Belajar Mencintai Tenis Lapangan BUAH jatuh tidak jauh dari pohonnya. Ungkapan tersebut mungkin sesuai dengan apa yang dialami Arinda Nerrisya Putri. Berkat orang tuanya aktif bermain tenis lapangan, kini gadis berambut sebahu itu juga mulai jatuh cinta dengan olahraga tersebut. Gadis yang mengenakan behel itu mengaku ingin menggeluti dunia tenis seperti apa yang dilakukan sang ayah. Tenis, lanjutnya, merupakan olahraga yang cukup menyenangkan. “Papa rutin bermain tenis,” cetusnya. Arinda awalnya tidak terlalu tertarik dengan olahraga tenis. Siswi SMAN 1 Glagah itu dulu lebih menyukai olahraga renang. Namun, setelah sering melihat orang tuanya bermain tenis, rasa penasaran terhadap olahraga yang satu itu pun muncul. “Orang tua juga menganjurkan tenis,” cetus gadis yang duduk di bangku X 6 SMAN 1 Glagah itu. Dia mengaku, saat ini masih dalam tahap belajar. Untuk ke depan, dia berharap bisa menggeluti tenis sejauh dia bisa. Bagaimana dengan target serius menjadi atlet tenis? Arin mengaku masih akan lihat perkembangan nanti. (mg-1/bay) GALIH COKRO/RaBa

http://www.radarbanyuwangi.co.id

VICTORY: Shinichi Fukushima mengangkat kedua tangan saat masuk garis finis di depan Pemkab Banyuwangi siang kemarin. GALIH COKRO/RaBa

Shinichi Menangi Etape 8 BANYUWANGI - Rider asal Terengganu Cycling Team (TCM), Shinichi Fukushima, menjadi yang tercepat dalam etape ke-8 rangkaian Tour d’Indonesia 2011. Menempuh rute Probolinggo–Banyuwangi sepanjang 185,1 kilometer, pembalap Jepang itu mencuri kemenangan atas pembalap Malaysia National Team, Loh Sea Kong, pada saat menjelang garis finish kemarin (10/10). Menyusuri trek sepanjang jalur Pantai Utara Jawa (Pantura), 66 rider yang tersisa di etape ini selain dihadapkan pada persaingan dengan kontestan lainnya, juga dihadapkan pada kondisi cuaca yang kurang bersahabat ■

 Baca Shinichi...Hal 35

KALIPURO - Anggota Satnarkoba Polres Banyuwangi mengamankan 94 botol minuman keras (miras) jenis arak Tuban di Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kemarin (10/10). Puluhan minuman memabukkan itu disita sekitar pukul 03.00 dari bus malam jurusan Jakarta-Bali di areal parkir kawasan Pelabuhan Ketapang. Dua pemilik arak, Candra Arifin, 25, dan Mohamad Fadli, 20, adalah warga Desa Dara, Kecamatan Rasane, Kabupaten Bi-

ma, Nusa Tenggara Barat (NTB). “Pemilik dan 94 botol arak kita bawa ke polres untuk diperiksa,” cetus Kasatnarkoba AKP Watiyo. Terungkapnya bus malam yang membawa arak itu setelah polisi memeriksa setiap bus dan kendaraan yang akan menyebarang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang. Saat memeriksa bus eksekutif jurusan Jakarta-Bali, ditemukan tumpukan dus yang mencurigakan. “Ada delapan dus yang mencurigakan,” jelasnya ■

 Baca Geledah...Hal 35

HASIL BALAPAN ETAPE 8 Stage Individual Classification 1. Shinichi Fukushima - Terenggangu Cycling Team 2. Loh Sea Kong - Malaysia National Team 3. De Vries Harm - Global Cycling Team Stage Indonesian Individual Classification 1. Priya Prasetya Heksa - Customs Club Cycling 2. Jimmy Pranata - Polygon Sweet Nice 3. Satrio S. Putro Bayu - Jatayu Cycling Team Stage Team Classification 1. Colossi - CCN 2. Malaysian National Team 3. Terenggangu Cycling Team

Bersambung ke halaman 35

GALIH COKRO BUWONO/RaBa

PANEN: Puluhan botol arak diamankan dari bus malam Jakarta-Bali.

Sosok Shinichi Fukushima, Juara Etape 8 Tour d’Indonesia

Masih Yahud di Usia 40 Tahun Shinichi Fukushima mengukuhkan diri sebagai juara etape 8 Tour d’Indonesia dengan catatan waktu 4 jam 50 menit 30 detik. Pembalap dari Terengganu Cycling Team itu mengakui, kunci kemenangannya adalah istirahat yang cukup. GILANG GUPTA, Banyuwangi

PENAMPILANNYA sangat kalem. Sambil sesekali mengusap peluh yang membanjiri tubuhnya, dia masih sempat melemparkan senyum kepada orang yang menyapanya. Dia juga masih bersedia melayani permintaan foto bersama para penonton.

Raut wajahnya menunjukkan kepuasan terhadap dirinya setelah memenangi balapan sejauh 185,1 kilometer itu. Dari segi usia, Shinichi Fukushima sudah menapaki 40 tahun. Namun, fisiknya masih terlihat prima. Ototnya pun masih kekar meskipun rambutnya sudah dihiasi sedikit uban. Tetapi, semangatnya dalam balapan kemarin tidak mengikuti uban di rambutnya. Terbukti, dia menjuarai balapan dengan rute ProGALIH COKRO/RaBa bolinggo-Situbondo-Banyuwangi, yang notabene GAEK: Shinichi Fukushima menyapa penonton di podium siang kemarin. rute terpanjang dalam Tour d’Indonesia. Kepada warta- istirahat yang cukup yang menjadi Banyuwangi sebagai garis finish, dia wan koran ini, Shinichi mengaku tips khusus sebagai kunci sukses. tertinggal dua menit atas pembalap tidak memiliki persiapan khusus “I just sleep when no race,” ujarnya. asal Malaysia, Loh Sea Kong ■  Baca Masih...Hal 35 dalam etape 8 kemarin. Hanya Padahal, sebelum memasuki

Pemilik hotel ditahan gara-gara halangi kerja wartawan

Guk.. guk.. guk!!

Geledah bus dapat arak

Untung busnya tak sempoyongan

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


26

Selasa 11 Oktober 2011

Mengenal Potensi Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu

Omzet Songkok Haji Capai Rp 2 Juta Perhari

ALI SODIQIN/RaBa

PENJEMURAN: Industri songkok haji milik Jailani ini sudah mampu memproduksi ratusan jenis perhari.

JURNALISTIK

Adu Kreativitas di Simaco SITUBONDO - Siswa-siswi SMP dan SMA/SMK se-Situbondo akan menemukan ajang khusus untuk menumpahkan kreativitas dalam dunia jurnalistik sekolah. Dalam waktu dekat, mereka akan bersaing lewat Situbondo Mading Competition (Simaco). Lewat event yang kerja sama dengan Radar Banyuwangi Biro Situbondo dan Dinas Pendidikan itu, para siswa ditantang menjadi yang terbaik dalam membuat majalah dinding (mading). Lomba mading yang melibatkan seluruh siswa di Situbondo tersebut baru kali ini digelar. Sebagai pendahuluan, hari ini sedikitnya utusan siswa dari 20 lembaga pendidikan SMA/SMK akan mendapat pembekalan tentang jurnalistik, majalah sekolah, dan majalah dinding. Kegiatan yang ditempatkan di aula STKIP itu mendatangkan narasumber dari Radar Banyuwangi Biro Situbondo dan Bhasa FM. “Melalui forum itu kita akan membicarakan teknis dua arah kegiatan jurnalistik, terutama untuk kalangan siswa. Termasuk, acara menampilkan mading yang penuh kreativitas dan tidak membosankan,” ungkap Kabid Dikmen Dispendik, Dwi Totok. Diharapkan, Simaco akan menjadi salah satu jalan untuk menggairahkan dan menghidupkan kembali majalah sekolah. Selain itu, juga diharap bisa melahirkan siswa yang berbakat dan kreatif dalam mengelola majalah sekolah. “Termasuk menggairahkan dunia tulis-menulis secara umum di dunia pendidikan,” imbuhnya. Menurut dia, jika tidak ada halangan, Simaco akan digelar pertengahan November. Tema yang akan diambil adalah “Sumpah Pemuda Bebas Narkoba”. (pri/aif)

JAMBEWANGI - Potensi desa-desa di Kecamatan Sempu memang luar biasa. Salah satunya adalah Desa Jambewangi. Desa dengan enam dusun itu memiliki sejumlah potensi industri dan kerajinan yang patut dilirik. Sedikitnya dua jenis kerajinan yang berpeluang menjadi industri terdapat di Desa Jambewangi. Menurut Kepala Desa Jambewangi, Boirin, dua potensi kerajinan di desanya yang sudah dikenal masyarakat luas adalah songkok haji dan sepatu. Kerajinan tersebut rata-rata dikerjakan sendiri oleh pemiliknya. “Setiap kerajinan tersebut dibuat dan dipasarkan sendiri oleh para perajin,” ujar Boirin. Menurutnya, kerajinan membuat songkok haji dan sepatu tersebut kini sudah menjelma menjadi home industry dengan pangsa pasar tidak hanya di desa Jambewangi, tetapi sudah merambah hingga ke luar desa, bahkan hingga ke luar Banyuwangi. Menurut pria yang menjabat Kades Jambewangi sejak 25 September 2007 hingga sekarang itu, dari dua macam potensi tersebut, nampaknya peluang usaha pembuatan songkok haji paling menjanjikan. Betapa tidak, selain mampu menyedot karyawan

RAMADA KUSUMA/RaBa

Boirin PEMBAKARAN: Pembuatan sepatu kulit membutuhkan ketelitian agar awet. ALI SODIQIN/RaBa

hingga 30 orang, omzet pembuatan songkok haji ini mampu menembus jutaan rupiah perharinya. “Hasil produksi songkok itu sudah dipasarkan hingga Surabaya,” beber ayah dari Purnomo, Widiawati, Triandoyo, dan Purnaningsih Agustin Merdekawati itu. Jailani, pemilik home industry songkok haji, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, sejak memulai usaha pembuatan songkok haji pada tahun 2002, kini permintaan songkok produksinya mampu menembus hingga ke pasar Surabaya. Padahal, bahan baku utama pembuatan

songkok juga berasal dari Surabaya. “Kami menjualnya seharga Rp 4.5008.500 per biji,” katanya. Dalam sehari, produksi songkok miliknya mencapai 500-600 buah songkok. “Ya, kira-kira omzet perharinya mencapai Rp 2 juta,” ujar suami Tuminem itu. Selain mengandalkan industri rumahan pembuatan songkok haji, Desa Jambewangi juga memiliki kerajinan yang tak kalah menarik. Yakni kerajinan sepatu. Usaha yang dirintis Agus ini dimulai pada 1997. Kini, sepatu made in Jambewangi sudah dikenal luas oleh warga sekitar Jambewangi hingga seluruh Sempu.

“Kami memang tidak memproduksinya secara masal. Sebab, kami hanya menerima pesanan saja. Jika ada pesanan, baru kami buat,” ujar Agus, pemilik home industry sepatu. Meski hanya melayani pesanan, Agus yang asli Tanggulangin, Sidoarjo, itu setiap harinya menerima tak kurang dari 20 pasang pesanan sepatu. “Sepatu bikinan kami harganya murah kok. Yang paling murah Rp 100 ribu, dan paling mahal Rp 150 ribu,” kata Agus. Kini, usaha yang digelutinya sudah memiliki karyawan. Meski hanya mempekerjakan empat orang, namun berkat usahanya, pihaknya mampu membantu perekonomian masyarakat sekitar. Meski kerajinan di desa Jambewangi berpotensi menjadi industri besar, tetap saja warga Jambewangi lebih suka bertani. Maklum, kondisi alam di desa ini masih memungkinkan warganya untuk bertani. Lahan pertanian maupun perkebunan masih cukup banyak. Dari total 20.315 jiwa penduduk Jambewangi, separo lebih masih berprofesi sebagi petani. Tidak hanya petani sawah, tetapi kini juga ada yang sudah merambah menjadi petani jamur. (als)

Tangkap Kurir dan Pengedar SS BANYUWANGI – Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Banyuwangi terus mengembangkan tertangkapnya Riyanto, 25, tersangka kasus kepemilikan sabu-sabu (SS) asal Dusun Kumis, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono. Dari hasil penyidikan, polisi dapat dua tersangka lagi. Mereka adalah Didik Nuryanto, 21 dan Dedy Nuryanto. Didik yang warga Dusun Sukolilio, Desa Sukamaju, Kecamatan Srono berperan sebagai kurir. Sedangkan Dedy yang warga Dusun Krajan, Desa Kebaman, Srono punya peran sebagai pengedar. ”Dari dua tersangka kita temukan BB (barang bukti) berupa sabu,” kata Kasat Narkoba, AKP Watiyo. Didik diringkus di jalan raya tak jauh dari rumahnya. Saat ditangkap, dari tangannya ditemukan satu paket SS kotor berisi 0,26 gram. Sabu-sabu itu disimpan di helm merk BMC warna hitam. “Helm dan sepeda motor Vario yang dipakai ikut kita amankan,” imbuh Watiyo. Sedang Dedy ditangkap polisi saat berada di rumah ANT yang ada di Dusun Sukolilo, Desa Sukomaju. Dari tangannya disita satu paket SS kotor 0,40 gram dan satu paket SS bersih berisi 0,21 gram. Selain itu, juga menemukan sebuah bong dari bekas minuman Aqua, satu buah pipet kaca yang masih ada sisa SS, dua buah kompor dari botol, dua buah korek api gas, dan satu bendel plastik. Terungkapnya dua tersangka SS ini berawal dari keterangan Riyanto,

GALIH COKRO BUWONO/RaBa

TERSANGKUT NARKOBA: Dedy Nuryanto bersama barang bukti SS dan peralatan untuk nyabu. Didik Nuryanto (kanan).

tersangka lain yang lebih dulu ditangkap. Dalam keterangannya, Riyanto mengaku SS tersebut berasal dari ANT, temannya yang tinggal di Dusun Sukolilo, Desa Sukamaju. Sabu-sabu yang dikonsumsi, jelas Riyanto, diantar melalui kurir Didik. “Dari keterangan Riyanto, kita mengawasi gerak-gerik Didik yang diduga sebagai kurir,” terangnya. Begitu ada laporan kalau Didik sedang

membawa SS untuk dikirim ke pelanggannya, polisi langsung menyanggongnya. Belum jauh dari rumahnya, Didik dihadang oleh anggota Satnarkoba dan ditangkap karena ditemukan SS yang disimpan di helmnya. “Didik mengaku hanya kurir dan dibayar Rp 20 ribu oleh ANT,” jelas Watiyo. Saat diperiksa itu Didik mengatakan SS yang dibawa itu baru diambil dari rumah ANT di Dusun Sukolilo, Desa Su-

kamaju. Bahkan, di rumah penjual SS itu sedang ada pesta SS. “Dari keterangan Didik itu, kita langsung meluncur ke rumah ANT,” ungkapnya. Sayangnya, polisi gagal menangkap ANT. Polisi hanya meringkus Dedy yang diduga sebagai pemasok SS ke ANT. “Saat kita gerebek itu, didekat Dedy ada SS dan peralatan untuk nyabu,” tandas Watiyo. (abi/aif)

Angkut Barang Pakai Manol

EDY SUPRIYONO/RaBa

BUTUH PERHATIAN: Nelayan pesisir Panarukan kesulitan mengakses dermaga baru Pelabuhan Panarukan.

PANARUKAN - Dibongkarnya dermaga lama Pelabuhan Panarukan ternyata membuat nelayan Panarukan maupun warga yang menggunakan jasa transportasi laut harus merogoh kocek lebih dalam. Itu karena mereka harus mengeluarkan biaya angkut untuk manol (sebutan tenaga pengangkut dari kapal ke pinggir pantai). Pasalnya, kapal yang mengakut barang tidak bisa langsung menepi di pantai. “Kalau dulu masih enak karena ada dermaga, bisa menepi di dermaga. Sekarang ongkosnya lebih mahal karena medan yang dilalui manol lebih sulit,” ungkap Mohammad Nizar, anggota DPRD asal Panarukan. Sejak awal dirinya beranggapan dermaga lama pelabuhan tetap dibutuhkan nelayan. Apalagi, dermaga itu memiliki nilai historis

yang tinggi, yaitu tempat sandar perahu dan sarana bongkar-muat barang lintas pulau. Saat ini, tempat bongkar-muat nelayan pindah ke sebelah utara dermaga lama menggunakan jasa manol. “Kuli itulah yang mengangkut dari tengah laut hingga ke pinggir pantai,” papar politisi Hanura tersebut. Nelayan pesisir, kata Nizar, sulit jika harus pindah ke pelabuhan baru. Oleh nelayan dianggap banyak pungutan liar. “Jadi tidak mungkin di sana. Nelayan pesisir dan Semangkaan tidak pernah akur,” terangnya. Nah, dengan keadaan tersebut Nizar meminta agar Pemerintah Kabupeten Situbondo mau peduli terhadap nasib nelayan pesisir Panarukan. Mereka juga warga Situbondo yang harus merasakan pembangunan di wilayahnya. (pri/aif)

Pemimpin Redaksi: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Agus Baihaqi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Copy Editor: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Muhammad Isnaeni Wardhan Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: RodyaYuliani. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT Banyuwangi PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: Rp 14.000,-/mm kolom hitam putih, Rp 22.500,-/mm kolom full colour depan, Rp 17.500,-/mm kolom full colour belakang,Iklan Baris Umum Rp. 20.000,- /baris, Lowongan: Rp 30.000,-/baris, Sosial: Rp 10.000,-/mm kolom. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Selasa 11 Oktober 2011

Semprot Masal Sikat Wereng

SIDAK

ALI NURFATONI/RaBa

INSPEKSI: Hari Cahyo Purnomo, meneliti isi salah satu toko bangunan di Desa Gladag, Rogojampi, kemarin.

Temukan Besi Tanpa SNI ROGOJAMPI - Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi menggelar inspeksi mendadak sidak (sidak) di sejumlah toko bangunan di Kecamatan Rogojampi dan Srono kemarin (10/10). Sidak tersebut dilakukan menyusul banyak toko bangunan yang menjual bahan bangunan tak berlabel standar nasional indonesia (SNI). Yang paling utama adalah dua kategori besi bangunan, yakni baja lembaran lapis seng (BjLS) dan baja tulangan beton (BjTB). Apabila ditemukan bahan-bahan tersebut tidak berlabel SNI, maka Disperindagtam akan melakukan tindakan dengan cara menarik bahan-bahan tersebut dari pasaran. Sebab, kalau itu dibiarkan, konsumen akan sangat dirugikan. Sebab, barang tak standar itu adalah barang berkualitas rendah. Dalam sidak itu, Kadis Perindagtam Banyuwangi, Hari Cahyo Purnomo, menemukan sejumlah toko masih menjual bahan-bahan tak berlabel SNI. Untuk kali pertama, pihaknya masih memberikan peringatan kepada para pedagang agar tidak menjual barang tersebut. ‘’Memang ada yang tidak ada logo SNI-nya, tapi sementara kami masih memberikan batasan waktu agar pemilik toko tidak menjual benda tersebut,’’ ujarnya kemarin. Menurut Hari, semua bahan bangunan tersebut harus berstandar SNI. Hal itu mengacu pada UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Selain itu, juga mengacu Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 06/M-IND/ PER/2/2008 tentang perlakuan SNI terhadap baja tulangan beton secara wajib. ‘’Jadi, para pedagang bahan bangunan harus lebih berhati-hati dalam menjual barang-barang itu. Apakah sudah sesuai SNI ataukah belum,’’ jelasnya. Kepada pemilik toko besi dan bangunan Suka Jaya Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Hari berpesan agar lebih berhati-hati dalam menjual barang. Di lokasi tersebut, Kadisperindagtam menemukan besi yang tidak berlabel SNI. Salah seorang penjaga toko menyebut itu sisa barang lama. Meski begitu, besi tersebut tidak ditempatkan secara terpisah. Hal itu mengundang perhatian petugas untuk menaruh besi tersebut ke lokasi lain. ‘’Tolong dipindahkan. Nanti akan kami tinjau ulang. Kalau masih ada di situ, pak polisi akan mengangkutnya,’’ tegas Hari yang saat sidak didampingi personel Polres Banyuwangi dan Satuan Polisi Pamong Praja. (ton/bay)

GAMBIRAN - Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (Dispertahutbun) Banyuwangi mulai melakukan langkah nyata terkait serangan wereng yang merusak tanaman para petani. Sekitar pukul 09.00 kemarin (10/10), Dispertahutbun melakukan semprot masal tanaman padi di areal sawah Dusun Setembel, Desa/Kecamatan Gambiran. Kepala Disperhutbun Banyuwangi, Djati Loekito mengatakan, semprot masal tersebut adalah bagian dari upaya memberantas serangan wereng di Banyuwangi. Sebab, serangan wereng sudah hampir melanda semua tanaman padi di berbagai pelosok Banyuwangi. Mengingat begitu parahnya serangan wereng, Bupati Abdullah Azwar Anas yang sedang belajar di Amerika Serikat langsung memerintahkan Dispertahutbun melakukan tindakan nyata terkait pemberantasan hama wereng. ‘’Semprot masal adalah salah satu cara memberantas hama wereng,” katanya. Djati mengatakan, serangan wereng di Banyuwangi sudah merata di hampir semua kecamatan dan desa. Bahkan, bila dibandingkan tahun 2010, serangan wereng tahun ini lebih cepat. Pada tahun lalu, dari total 125 ribu hektare (ha) lahan pertanian di Banyuwangi, sekitar 1.100 ha di antaranya terserang wereng. Namun, pada tahun ini, masih memasuki bulan Oktober, serangan wereng sudah mencapai 1.400 ha. ‘’Jadi memang meningkat luar biasa,” tandasnya. Dia mengakui, akibat serangan wereng yang ganas tersebut, produksi padi Banyu-

ABDUL AZIZ/RaBa

SERENTAK: Para petani saat melakukan semprot masal di Dusun Setembel, Desa/Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, kemarin.

wangi menurun sampai 10 persen disbanding tahun sebelumnya. Meski begitu, dia mengaku tetap optimistis dengan produksi padi di Banyuwangi. Sebab, produksi padi Banyuwangi masih berada di atas rata-rata

Sementara itu, semprot masal tersebut juga dihadiri Kabag Humas Pemkab Juang Pribadi; Camat Gambiran, Ahmad Shidiq; dan petugas penyuluh lapangan (PPL) pertanian. (azi/bay)

Perbaiki Jalan dan Bangun Jembatan

ALI NURFATONI/RaBa

KOMPAK: Brigjen Syahiding Anwar mengecek jalan yang diperbaiki TNI di Desa Tegal Arum, Sempu, kemarin.

Parade Foto Penilaian Tahap I

SEMPU - Kepala Staf Divisi II Kostrad TNI AD Brigjen Syahiding Anwar membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-87 di Lapangan Samudra, Desa Tegal Arum, Sempu, kemarin (10/10). Syahiding menjelaskan, ada dua tugas yang menjadi kewajiban personel TNI dalam program tersebut. Yang pertama adalah kegiatan fisik, dan yang kedua adalah kegiatan nonfisik. Namun, bentuk perhatian yang paling utama, kata dia, adalah nonfisik.

Menurut Syahiding, program TMMD merupakan sarana mengokohkan percepatan pembangunan di desa-desa. ‘’Program ini memang murni untuk akselerasi pembangunan di tingkat desa. Jadi TNI hadir di masyarakat untuk andil kemajuan desa,’’ jelasnya. Dia mencontohkan kondisi jalan yang semula rusak. Jalan semacam itu harus mendapat perbaikan. Tempat ibadah juga menjadi perhatian TNI, karena tempat ibadah dibutuhkan semua warga. ‘’Besok kalau sudah jalan

ini bagus, warga lebih mudah mengangkut barang-barang ini,’’ ujarnya saat meninjau lokasi perbaikan jalan di Desa Tegal Arum, Kecamatan Sempu. Sementara itu, Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol Inf Hendi Setiawan mengatakan, program TMMD akan berlangsung selama 21 hari ke depan. ‘’Kegiatan itu akan ditutup pada tanggal 30 Oktober mendatang. Target ada dua desa, yakni Desa Tegal Arum dan Desa Tegalyasan di Kecamatan Sempu,’’ pungkasnya. (ton/bay)

Tomy Kembali Pimpin PDPM GENTENG - Setelah melalui pemilihan yang berlangsung demokratis , M. Tomy Anwar kembali terpilih sebagai ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Banyuwangi periode 2011-2014. Guru SMK Muhammadiyah Genteng itu berhasil mengalahkan 13 rival-nya dalam Musyawarah Daerah (musda) PDPM di Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah, Banyuwangi, Ahad lalu (9/10). Dari total 119 suara yang diperebutkan, alumnus STAI Ibrahimy, Kecamatan Genteng, itu

Meliputi: Kecamatan Banyuwangi, Giri, Kalipuro, Wongsorejo, Licin, dan Glagah.

Tim Juri BGC 2011

produksi padi Jatim. ‘’Rata-rata produksi padi di Jatim 59 kuintal per ha. Produksi padi di Banyuwangi bisa mencapai 62 kuintal per ha. Hanya saja, saat ini wereng memang sangat mengganggu,” pungkasnya.

berhasil meraih 51 suara. Persis di bawahnya, Ilham, berhasil memperoleh 19 suara, dan Tamyis mengumpulkan 11 suara. Sisa suara yang lain diperebutkan 11 kandidat. Selain berhasil memilih ketua periode yang akan datang, musda yang berlangsung selama sehari tersebut juga memilih sembilan anggota formatur. Para formatur tersebut adalah ketua terpilih, M. Tomy Anwar, Tamyis, Mufti, Muat, Gufron, Eko, Ifan, Bambang, dan Erfin. ‘’Saya dan anggota formatur yang lain diamanahi

peserta musda untuk segera melengkapi susunan pengurus PDPM 2011-2014,” kata M. Tomy Anwar kemarin (10/10). Tomy menuturkan, dalam masa kepemimpinannya yang kedua ini, pihaknya akan melakukan program penguatan ekonomi, sumber daya manusia kader, dan mendukung program pemerintah daerah Banyuwangi. ‘’Kita berharap program pemerintah bisa segera dirasakan manfaatnya oleh rakyat Banyuwangi,” ujarnya seraya mengharap doa dan dukungan pemerintah dan rakyat Banyuwangi. (azi/bay)

TK Santa Maria Kec. Banyuwangi

ADVERTORIAL POLITIK

Hanura: APBD 2012 Harus Lebih Produktif RT 4 RW 3 Ling. Krajan Kel. Kebalenan, Giri

SDN 2 Ketapang Kec. Kalipuro

SMKN 1 Banyuwangi Kec Giri

Tim Juri menilai di kantor Kecamatan Giri

TK Aisyiyah III Klatak Kec. Kalipuro

Kelurahan Banjarsari Kec. Glagah

BANYUWANGI – Kebijakan penataan daerah yang tertumpu pada terserapnya APBD menjadi perhatian serius Partai Hanura. Menurut Ketua DPC Hanura Banyuwangi, Ir. Basuki Rachmad mengatakan serapan APBD harus dijadikan indikator kinerja SKPD (satuan kerja perangkat daerah). Menurut Basuki, mengurus Banyuwangi dapat dilihat dari struktur APBD Banyuwangi. Hanura berharap dalam menata APBD 2012, Pemkab Banyuwangi berkonsentrasi pada penataan urusan wajib dibidang pendidikan, kesehatan, tata ruang dan tenaga kerja serta memfokuskan penataan program urusan pilihan pada aspek-aspek produktif sehingga pemkab dapat mendorong munculnya besaran pendapatan asli daerah (PAD). Besarnya APBD yang hanya berjumlah Rp 91 milyar lebih itu perlu segera disikapi mengingat potensi produktif Banyuwangi sangat beragam dan besar. Masyarakat perlu mendorong agar SKPD-SKPD yang mengurusi urusan pilihan bidang produktif pada struktur APBD agar memaksimalkan fungsi dan dapat memfasilitasi masyarakat demi tumbuhnya iklim produktif di Banyuwangi sehingga segera muncul iklim usaha oleh masyarakat. Apabila ini bisa berjalan, imbuh dia, maka isu ketenagakerjaan di Banyuwangi menjadi teratasi. Menurutnya, beban masyarakat yang mendasar itu ada tiga. Yaitu nafkah, pendidikan dan kesehatan. Jika urusan nafkah, masyarakat ini terkelola oleh pemerintah dan biaya pendidikan serta kesehatan menjadi murah maka esensi dasar pembangunan sebenarnya sudah terpenuhi. “Ini yang menjadi kajian serius Hanura Banyuwangi,” kata pengusaha kontraktor itu. Lebih lanjut, program Banyuwangi cerdas dan program upaya kesehatan masyarakat yang menjadi urusan wajib pemerintahan harus terus didorong dan diawasi bersama. “Hanura berkepentingan untuk membangun wacana publik tentang masalah

ISTIMEWA

Ir. Basuki Rachmad ini agar pembangunan daerah di Banyuwangi dapat dirasakan oleh masyarakat,” cetus Basuki kemarin. Hanura kata dia, juga berkeinginan agar wilayah di Kabupaten Banyuwangi ditata peruntukannya sesuai dengan potensi produktif masyarakat dan kebijakan-kebijakan program pemerintah daerah agar jelas peruntukannya. “Bila peruntukannya jelas maka program kerja tahunan pemkab akan berkelanjutan dan tidak terkesan terpatah dan melompat-lompat tiap tahunnya seperti sekarang ini,” pungkas Ketua DPC Hanura Banyuwangi itu. (ikl)


KOMUNIKASI BISNIS

28

Selasa 11 Oktober 2011

Kakak Adik Juara Jebeng-Thulik Cilik

ISTIMEWA

INFRASTUKTUR: Gedung Blueberry ini diharapkan mampu menambah layanan untuk konsumen

CSL Blueberry Genjot Investasi PERSAINGAN pasar ponsel di Indonesia sekarang ini sudah semakin ketat. Ponsel merk lokal pun tengah bersaing dengan ponsel merk branded yang sudah lebih dulu eksis. Sebagai merk ponsel yang sedang naik daun di berbagai negara di Asia Tenggara bahkan di urutan papan atas hanya dalam waktu belum sampai dua tahun di Indonesia, CSL Blueberry tengah melakukan investasi besar-besaran di Indonesia. Guna memenuhi layanan untuk kepuasan konsumen, CSL Blueberry tengah melakukan banyak investasi. Terutama pembangunan infrastruktur seperti servis center dan tempat layanan lainnya. Rencananya, CSL Blueberry akan menambah kucuran dana investasinya sekitar 100 juta US Dolar atau sekitar hampir Rp. 1 Triliun hanya untuk pembangunan infrastruktur. Salah satunya gedung baru di jalan Biak, Roxy, Jakarta Pusat. Selain di gedung baru di bilangan Cempaka Mas dan di berbagai wilayah Jakarta lainnya. “Saat ini kami memang sedang membangun banyak infrastruktur CSL di Jakarta guna melayani konsumen lebih baik. Tahap selanjutnya, pembangunan infrastruktur tersebut juga akan kita lakukan di luar Jakarta secara nasional,” kata GM CSL Blueberry Edmundus Leonard. Selain berkomitmen terhadap kualitas produk, CSL Blueberry juga tengah memantapkan komitmennya terhadap layanan kepada konsumen. Sesuai dengan moto CSL selama ini, yakni Commitment Service Loyalty. Investasi besar-besaran di Indonesia yang dilakukan CSL Blueberry membuktikan bahwa mereka memang fokus menggarap pasar ponsel Indonesia yang se-

makin seksi. Beberapa merk ponsel lokal lain juga akan semakin sulit untuk bertahan lama. Hal tersebut terlihat dari investasi dan layanan mereka yang terkesan setengah-setengah dan hanya menjalankan bisnis hit and run yang bisa merugikan konsumen. Keseriusan yang dilakukan CSL Blueberry dalam berbisnis di Indonesia patut diperhitungkan. Bukan tidak mungkin, CSL akan mampu menguasai dan mendominasi pasar ponsel di Indonesia. “Dengan investasi besar-besaran dan jaringan yang cukup luas di Asia Tenggara, membuktikan bahwa CSL Blueberry memang patut diperhitungkan,” cetus Edmundus. (ikl/*/als)

DI JUAL Toyota Avanza 1.3G F60 IRM th 2007 biru mtl hrg 128,5 jtnegobrgistw Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 –635176 0811351145

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI – Dua bersaudara berhasil tampil memukau di acara pemilihan JebengThulik 2011. Mereka adalah Agiscka Heksa Dhinata, 6. Siswa TKM Khodijah 157 Rogojampi ini berhasil menggondol tropi juara 2 Thulik cilik dan Tarissa Natya Sevilla, 10, siswa SDN 1 Rogojampi membawa pulang tropi harapan 2 jebeng cilik. Acara pemilihan yang berlangsung Minggu (10/10) di Hall Pondok Wina tersebut berlangsung sangat meriah. Keberhasilan kedua anak pasangan dari Hariyanto dan Ira S. ini melalui proses panjang. Jumlah peserta yang mengikuti lomba ini mencapai 225 anak. Mereka terdiri dari pelajar TK sampai SMP. Kategorinya A untuk TK, B untuk SD, dan C SMP. Mereka harus menjawab pertanyaan dari juri. Kebahagiaan terpancar dari raut wajah orang tua mereka. Hariyanto, misalnya. Dia menilai jika lomba jebeng-thulik cilik ini harus dipertahankan. Menurutnya, ini bagian dari upaya melestarikan budaya Banyuwangi, terutama dalam hal berbusana Jebeng dan Thulik Banyuwangi di kalangan generasi muda. Busana Jebeng dan Thulik Banyuwangi memiliki ciri khas tersendiri. Busana Thulik Banyuwangi, yaitu udheng tongkosan dan sembong batik khas Banyuwangi (Gajah Oling, Paras Gempal, dan Moto Pitik). Celana dan jas tertutup pro badan dengan aksesoris rantai jam dengan bendel hiasan dan mengenakan slop.

LPPK FOR RaBa

KOMPAK: Jajaran Pengurus LPPK Banyuwangi, foto bersama.

Berdiri, Lembaga Pelindung Bagi Praktisi Kesehatan

Sementara, Jebeng mengenakan kebaya dan kerudung berenda, sanggul bentuk gelung dengan aksesoris mawar atau melati, kain sarung batik khas Banyuwangi (kangkung setingkes, grinsing) mengenakan aksesoris anting-anting greol, gelang motif ular, tebu sekeret atau plintiran dengan sandal selop. “Semua ini kan memiliki nilai historis dan bagian dari budaya kita,” kata mantan model sekaligus peng usaha otomotif itu. (ikl/als)

RUKUN: Dari kiri, Tarissa Natya Sevilla dan Agiscka Heksa Dhinata.

GENTENG - Ratusan praktisi dan mahasiswa kesehatan seBanyuwangi mengikuti acara launching LPPK dan seminar yang diselenggarakan lembaga perlindungan profesi konsumen di Gedung Graha Bhakti, Desa Setail, Kecamatan Genteng, kemarin. Kegiatan yang dimulai sejak pagi tersebut menghadirkan dua orang nara sumber. Yaitu Andriyanto, SH, MKes, Sekretaris MTKP Tingkat I Dinas Kesehatan, dan Praktisi Hukum Kesehatan Jawa Timur, dan Hufron SH, MH, Managing Partner Kantor Advokat Hufron dan Hans Siaela, serta Konsultan Hukum RS dr. Soetomo Surabaya. Ketua LPPK Banyuwangi, HM Sutoyo SKM, MM mengatakan, dengan dilaunchingnya lembaga tersebut, diharapkan bisa memberikan perlindungan dan pendampingan bagi praktisi kesehatan dalam menjalankan tugas di masyarakat. ’’Selain itu, berdirinya LPPK Banyuwangi juga diharapkan mampu berdiri tegak mengawal praktisi kesehatan untuk terwujudnya pelayanan kesehatan yang profesional dan berkeadilan di Banyuwangi,” Tandasnya.

DI JUAL Daihatsu F70R-R TAFT (Jeep) 4x4th 1993 hitam (solar) hrg 75 jt nego brg istw Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 6351760811351145

DIJUAL MTS kuda VB 5W GLS th 2001 merah tua met hrg 83,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 0811351145

DIJUAL Mitsubishi FM 215 (Truck) th 1982 kuning mrh hrg 50 jt nego brg istw Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 0811351145

DIJUAL Daihatsu Zebra S91 BF1 (pickup) th 2007 hitam hrg 57,5 jt nego brg istw Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 0811351145

DIJUAL Tanah dengan luas 305m2, dengan harga Rp. 35.000/m2, lok Desa Gurit, Rogojampi. Tlp: 081703334710, 08155918371

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

SITUBONDO

BANYUWANGI

Rendra For RaBa

PRESTASI: Agiscka Heksa Dhinata dan Tarissa Natya Sevilla berfoto bersama guru dan pembina modelnya

Pengurus LPPK Pelindung:Andriyanto SH.,M.Kes, Pembina: Drs. Teguh Sumarno, M.M. Penasehat: KH. Ali Maki ,H.Eko S.N ,Dr.H.Taufiq H.,Sp.And.,M.Kes, Ketua: H.M.Sutoyo,SKM.,MM , Waka: Hantok Indiatmoko, S.H.,M.H., Sekretaris: Abdul Hafid ,S.H., Koordinator: Bagiyo Nugroho, S.Kep, Bendahara: Yudho Ari Saputro,A.Md Bendahara II: Dwi Idayu Wulandari,SP, Humas: dr.Hj., Indah Sri Lestari, MMRS, Supriyadi Bintoro, S.Kep.,Ns., Advokasi: Misnadi, SH, Eko Sutrisno, SH, Nurhariri, SH, Imam Bukhori,SH Perijinan: G. Pamujianto,S.Kep.,S.Pd, Guntur Purnomo,SH.,MH Koord.Wilayah: dr.Rio WL, H.M.A.JJohni Haryanto,A.Md.,Kep.,S.PdH. JokoSetiono,A.Md.,Kep., Hj.Tatiek Setyaningsih,S.ST, Pembantu Umum: Abdul Mujib, SHI

Sutoyo menambahkan, acara launching dan seminar kemarin juga didukung olh Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Ahli Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia, Universitas Bhakti Indonesia, Akademi Kesehatan Rustida, RSUD Genteng dan Blambangan, serta Stikes Banyuwangi. (azi/adv/als)

> HONDA BARU< Paket Kredit Murah angsuran 2,5 Juta/bln Jazz, freed, Crv dll Hub. 083849380345 TARIF IKLAN B.O.T Rp. 75.000, 2x muat, Rp. 125.000, 6x muat, Rp. 180.000, 10x muat. Maksimal dua baris. Hubungi: Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89-C Banyuwangi Telp./Fax. (0333) 412224/415153

•GRIYA PERMATA•

•SAWAH TEPI JALAN•

•TANAH 594M2•

• RUKO AGUS SALIM•

• SUZUKI KARIMUN•

• KUCING PERSIA•

•JEWELLERY•

DJL Cpt Rmh Griya Permata Husada II Blk G-12A/G-14, Hub: 0333 7777193 LT84m2+Garasi/TP.

DJL Sawah L 8500m2 SHM lok bts kota Ds Bakungan tp Jln aspal. 450Jt. 081234535857

DJL Cpt Tnh SHM L 594 M2, Glagah , Harga 40 Juta bs Tukar mbl & Djl Tanah +Rmh SHM L 765 M ada 2 Rmh Lok Jl Brantas Jajag Hub. Wawan 085331632942,081252599910

DIBANGUN 4Unit Ruko 2Lt (DIJUAL) Lok Jl. Agus Salim (Blkg Untag) Bwi, Hub. Anugerah Fotocopy Tlp.081233669969

DJL Suzuki Karimun ‘03, Silver, plat N Mlg, harga 84 jt, Hub: 08175192079

DJL Kcg Persia pesek, anak indukan-Toko Gading Mas 0338671548/081249111199.

ANDA butuh cincin kawin eksklusif? Pesan aja di ARYA JEWELLRY, Made by order. Hub. Arya 081336659258

•PERUM SUTRI• SOBO,LT11x8,LB82m2,ltatascor,2kmr,kmrmndi bathub&shower.H.085230529953,087755679193

•JL. ADI SUCIPTO•

•TANAH 1665M2• DJL CPT Tnh 1665m2 d blkg Bulog Ketapang Bwi, Hrg 250jt. H: 08123461944

•TANAH 300 M2•

•TANAH 8000M2•

DJL Tnh Kapling SHM L +- 300 M2/ 1 1/2 Kavling Lok. Dlm Kota, Gg Makning Hrg Nego Berminat Hub. 08123444291/0333-423537

DJL Rmh Jl. Adi Sucipto 56 Bwi, LB 600m2, LT 1742m2, Hub: 08123461944/8918785

DIJUAL Tanah 8.000m2 di Olehsari, SHM, Tepi Jalan Aspal, Hrg 400Jt NEGO. Hub: 087755723445

SITUBONDO

•TANAH 2000M2•

•JL. DIPONEGORO•

DJL Tanah 2000 m2 Tepi jalan Dkt Pom Bensin Glagah SHM +/- 200 Pohon sengon harga 100 JT HUB 081217104367.

DJL rmah baru, Jl. Diponegoro Gg II no.48, luas 220m2, bagus. H: 08123133782, tnp perantara.

• DIJUAL CPT • DJL Rumah Panji Permai Blok O No. 4 Harga 145 Juta Nego Hub. 085236904807

•TANAH 8050M2• DJL SEGERA Tanah 8050m2+bangunan rumah. Ada 63 pohon rambutan dan 2 bekas kolam pemancingan, di dusun Pekulo, SHM, harga 375 juta (nego), peminat serius Hub: 081554147502.

•TANAH KAPLING• DJL Tnh Kapling uk. 10x20 M2 (H.45 JtTepi Jalan), 10x40 M2 (H. 55 Jt) SHM, Lok.Kebalenan, Dkt Perum Istana Brawijaya, TP Hub: 082141060580 (MAAF TDK TERIMA SMS-SMS PENIPUAN YG MENGATASNAMAKAN RDR BWI)

• RUKO MUCAR• DIJL Cepat toko+ rumah tingkat 340 m2 SHM tepi jalan setinggil 80 m . barat ruko muncar harga 350 juta, Hub. 0816599845

•DIKONTRAKKAN• RUKAN Luas 170 m2 ( 10X17 m) ada kt 2,km2, dpr, r.klrg. lok Jln Agus Salim14 Bwi. Sblh brt BKD (08179622454).

SITUBONDO

BANYUWANGI

•TANAH 100M2•

•SPA•

DJLTnh Pekrngn dsTribungan ,kec mangaran Stb Luas 100 M2 , Tmbok Keliling , Rmh Kecil Di dlm , hrg 150 juta Hub. 087712439436.

JUAL produk spa n kecantikan (lulur, masker,ratus,body butter, lotion) lgs dari Bali dg hrg terjangkau.Hub 03338278555

• PROMO DAIHATSU• MILIKI XENIA VVT-i UM 9 jt, TERIOS UM 21 jt, GRAN MAX UM 6 jtan, LUXIO Disc 15jt. Bs kredit 5th + hadiah menarik. Hub Sgr HADI (0333) 7728.456/0815.5970.5555 / 081.233.432.555.

• JUAL CEPAT• DJL Jazz 08, Sporty 05, Vti Matic , Grand Vitara 006, Panther lv05, Kijang Pick-Up 89 .Dump truck 95 . Tkr tmbh cash & kredit,Hub. 082142194111, 081335897888

•JUAL KAYU•

BANYUWANGI

DIJUAL Kayu Kelapa Sulawesi Ukur 6x12 Glondong Rogojampi Hub. 082142196406, 0333-8262789

• PT. GSI•

•DEPO AIR ISI ULANG•

DCR Sopir utk krj di Surabaya, tahu dlm kota Sby dan sekitarnya. Min pny SIM A, jujur, sabar & tgg jwb. Krm lmrn ke KOPERASI MODERN Jl. P.B Sudirman No. 99-101 Bwi. Telp. (0333) 413322.

TIRTA ALAM mnrima pemasangan Dp Air isi ulang. H: 8251761/085257558460/8953555

•PENGOBATAN• TIGA Therapi Alternatif , Refleksologi, Accupresure dan TA Hubungi: 03338919141, 082140734262

SITUBONDO • INTERNET MARKETING • Pelatihan bisnis/toko online dengan trainer nsional , 300 rb daftar: 081336237001


BALJEBOL

Selasa 11 Oktober 2011

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

PADEPOKAN LIAR

RADAR JEMBER/JPNN

TEMPATI HUTAN LINDUNG: Tim gabungan saat merusak padepokan yang tidak berpenghuni.

Perhutani Deadline 3 Bulan LUMAJANG – Warga Padepokan Den Bagus memang melanggar saat diketahui menempati hutan lindung di petak 24 B BKPH Senduro Blok Tetelan, Desa Wonocepokoayu, Kecamatan Senduro, Lumajang. Namun, Perhutani masih berbaik hati memberikan keleluasaan waktu hingga tiga bulan agar mereka pindah dengan sukarela dari hutan tersebut. Hal tersebut diungkapkan Asisten Perhutani BKPH Senduro Misbakhul Munir kemarin pagi (10/10) di kantornya. “Mereka (warga Padepokan Den Bagus) kami beri kesempatan pindah hingga tiga bulan ke depan,” ujar Munir. Pihaknya memang masih berbaik hati membiarkan warga tersebut untuk meninggalkan kawasan hutan lindung tersebut, yakni hingga tanaman yang mereka tanam di lokasi tersebut panen. “Setelah panen, tidak ada toleransi lagi,” jelasnya. Saat berdiskusi dengan masyarakat beberapa waktu lalu, Munir mengatakan, bahwa masyarakat tersebut siap untuk untuk meninggalkan padepokan tersebut. Asalkan sudah selesai memanen tanaman yang mereka tanam selama ini. Sementara itu, dari hasil terakhir operasi gabungan dengan Polsek, Koramil, Satpol PP dan tokoh masyarakat, Perhutani Jumat (7/10) lalu berhasil mengamankan beberapa barang bukti dari padepokan tersebut. Menurut Munir, pemimpin Padepokan Den Bagus tetap bersikeras tidak merambah hutan. Mereka tidak menebang kayu, hanya memakai kayu sisa-sisa dari hasil penebangan orang-orang tidak bertanggung jawab. Karena itu, mereka tetap bersikeras tidak bersalah. Apapun alasannya, jelas Munir, yang dilakukan sekelompok warga dengan membangun padepokan di hutan lindung tersebut adalah salah. (ram/wan/sh/jpnn)

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

BERDUKA: Yahya yang mengalami patah lengan saat dimintai keterangan petugas lakalantas Polres Jember di Maplsek Silo. Saat mendahului kendaraan lain, vespa yang dikendarainya bersama korban oleng hingga menghantam truk.

Pulang Jambore Vespa, Tewas Kecelakaan JEMBER - Duka mengiringi rombongan vespa yang baru mengikuti jambore vespa tingkat nasional di Purwoharjo, Banyuwangi. Salah seorang peserta Nadja, 25, warga Kemahbang, Mjomulyo, Mojokerto, tewas dalam kecelakaan di jalan raya Jember – Banyuwangi di Garahan Silo siang kemarin. Korban yang mengendarai motor vespa tanpa plat nomor itu berboncengan dengan Yahya Salim, 15 warga Karangharjo- Gempol Pasuruan. Informasi yang berhasil dihimpun, korban saat itu bersama temannya

dalam perjalanan pulang. Saat melintas di Dusun Garahanjarti Desa Garahan korban yang melaju dari arah Banyuwangi berusaha mendahului kendaraan di depanya. Namun dari arah depan sebelum di jalan menikung, muncul Truk Fuso DR 8620 AA yang disopiri Supri Widodo, 45 warga Sleman Magelang. Menurut Yahya yang dibonceng korban, mengakau motor setelah mendahului mobil di depannya oleng. Bahkan Yahya langsung melompat sebelum vespa yang dikendarai itu mena-

brak truk di depannya. Saat Yahya melompat, vespa menjadi oleng dan menabrak truk yang dari arah depan hingga korban terlindas pahanya. Sementara Yahya, setelah melompat mengalami patah tuang di lengan kirinya. Kecelakaan itu membuat beberapa komunitas yang memang ada yang pulang hari ini langsung menuju ke Puskesmas Silo untuk melihat korban. Korban mengalami luka yang cukup parah di pahanya. Sementara motor vespa yang dikendarai dari arah Banyuwangi rusak parah setelah membentur truk.

Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Silo bersama temannya yang mengalami patah tulang. Menurut Yahya, motor vespa yang dikendarai Nadja itu milik temannya yang samasama mengikuti jambore di Banyuwangi. Motor itu disuruh bawa pulang Yahya. Menurut petugas lantas, kecelakaan itu karena keceroboaan pengendara motor yang mendahului kendaraan di depannya. Motor dan truk yang mengalami kecelakaan langsung diamankan di unit laka lantas Polres Jember. (jum/wah/jpnn)

PENCURIAN

Pabrik Krupuk Pedes Ludes JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

SINDIKAT: Penadah dan makelar motor hasil curian saat dikeler ke Mapolsek Wuluhan, kemarin.

Penadah dan Makelar Motor Curian Dibekuk JEMBER - Setelah membekuk dua pelaku curanmor beberapa hari lalu, polisi menangkap penadah dan makelar motor curian. Selain mengamankan dua pelaku, juga diamankan motor yang dibeli dengan harga murah dan tak dilngkapi dengan surat surat. Penadah motor curian itu adalah Andi Susanto, 19 warga Dusun Gondosari Desa Tamansari Kecamatan Wuluhan. Sementara makelarnya Mistar, 28 yang juga warga setempat. Keduanya diringkus setelah polisi memeriksa SECARA intensif dua tersangka curanmor yang tertangkap sebelumnya. Dari hasil pemeriksaan itulah, akhirnya polisi mendapatkan nama penadah plus makelarnya. Motor itu awalnya jatuh ke tangan makelar, seterusnya motor itu ditawarkan kepada Andi Susanto. Setelah terjadi kesepakatan motor itu dibeli Andi Susanto seharga Rp 800 ribu. Kondisi motor saat diamakan petugas sudah dalam kondisi protolan. Langkah itu dilakukan para tersangka untuk menghilangkan jejak agar tak mudah terlacak oleh polisi. Keterlibatan dua orang itu adalah, sengaja membeli barang hasil kejahatan dan sengaja menjual barang hasil kejahatan. “Harusnya meraka melapor, bukan malah membelinya”, ungkap kanitreskrim Polsek Wuluhan Aiptu Mukiyat. (fid/jum/wah/jpnn)

LUMAJANG – Sebuah Pabrik Kerupuk Pedes ‘Makmur Jaya’ milik Jan, 50, Warga Dusun Rejosari Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, Lumajang, dini hari kemarin (10/10) dilalap si jago merah. Kebakaran yang sempat membuat geger warga tersebut terjadi diduga karena sang pemilik lupa mematikan kompor. Akibat kebakaran tersebut, dua rumah pun ludes terbakar menjadi abu. Yakni rumah yang dijadikan pabrik dan juga dapur milik tetangga Jan yang juga adiknya, Solikin. Bukan hanya itu, harta benda korban yang ada di dapur ludes seperti alat-alat memasak dan juga sepeda Vega yang baru dibeli korban. “Kalau ditotal kerugian sekitar Rp. 17 juta,” ujar Jan ditemui koran ini pagi kemarin di lokasi kejadian. Berdasarkan penuturan korban, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari kemarin. Korban yang baru selesai bekerja membuat kerupuk tersebut hendak beristirahat di depan TV. Saat hendak terlelap, dirinya mendengar suara aneh di dapur. Kretekkretek..seperti suara kayu terbakar. “Suaranya cukup keras,” ujarnya. Dirinya pun mencoba melihat ke

RANGGA MAHARDIKA/RADAR JEMBER/JPNN

BERSERAKAN:Warga melihat sisasisa kebakaran pabrik kerupuk pedas di Sumberejo kemarin.

dapur, ternyata benar dapurnya sudah dilalap api besar. Begitu mengetahui kebakaran tersebut, korban langsung lari keluar rumah sambil berteriak-teriak minta tolong kepada tetangga. Kebetulan, keluarga korban yang lain sedang tidak dirumah, yakni di rumah sa-

kit karena sang istri sedang menjalani perawatan sakit. Para tetangga yang mendengarkan teriakan korban pun berusaha membantu untuk memdamkan api. Sementara yang lain sibuk menyelamatkan harta benda korban lain yang mungkin bisa diselamatkan. Namun naas, sepeda motor korban yang baru saja dibeli yang ada di dapur tidak bisa diselamatkan. Saat semua berusaha untuk memadamkan api, api yang terlalu besar malah merembet ke samping kanan rumah korban. Dapur milik Sholikin, adik korban yang ada di sisi kanan tidak dapat diselamatkan, dapurnya ikut terbakar. Lama berselang, unit PMK Kabupaten Lumajang datang ke lokasi kejadian untuk memadamkan api yang membara tersebut. Akhirnya, api dapat dijinakkan, namun tidak dapat menghentikan ludesnya harta korban. Kepada RJ, korban masih belum tahu penyebab kebakaran. “Tidak tahu kenapa,” ujar korban memelas. Namun, kemungkinan besar diduga karena kompor yang masih menyala seusai dibuat menggoreng krupuk. (ram/jpnn)

Ealah, Hotspot Banyak Dipakai Facebook-an JEMBER – Hampir di semua fakultas dan fasilitas umum Universitas Jember (Unej) pasti terdapat fasilitas hotspot. Yang banyak memanfaatkan fasilitas itu pun adalah para mahasiswa. Tahukah Anda, situs apakah yang paling banyak diakses mahasiswa yang ngenet di hotspot? Alamak, jawabannya adalah facebook. Hal itu terpantau dari data trafik pengguna internet yang dimiliki Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi Unej. “Kami bisa melihat dari arus lalulintas situs yang digunakan. Memang sebagian besar adalah situs jejaring sosial facebook,” ungkap Maudidie. Fakta ini ini membuat Pembantu Rektor I (Bidang Akademik) Unej Agus Subekti prihatin. Fenomena itu menunjukkan bahwa iklim akademis di Unej melemah. “Saya tak mempermasalahkan mereka buka itu (facebook). Tapi, kalau terus-terusan dan hanya itu yang dibuka, ya kurang baik,” ungkapnya. Situs jejaring sosial, kata dia, kerap membuat pemakainya kecanduan. “Sejauh ini universitas memberikan fasilitas wifi dengan harapan mahasiswa mencari bahan tugas dengan mudah. Tapi, nyatanya sebagian besar digunakan facebook,” lanjut Agus. (mg-7/har/jpnn)

RADAR JEMBER/JPNN

NGENET: Mahasiswa lebih suka memanfaatkan hotspot dengan membuka situs jejaring sosial.

Melongok Kotak Pos Bawah Laut Pertama Indonesia di Karangasem

Beroperasi Awal November, Tiap Hari Dikirim Wisata bahari makin jadi tren belakangan ini. Maklum, alam bawah laut yang memukau memang punya sensasi tersendiri. Belakangan malah muncul kotak pos bawah laut di Karangasem. Dan, ini yang pertama kali di Indonesia. KETUT EFRATA, Karangasem MESKIPUN terbilang wilayah gersang dibandingkan kabupaten lainnya, tapi, panorama alam di Karangasem, Bali, memang punya kekhasan, yang tidak dimiliki wilayah lain. Begitu juga dengan alam bawah lautnya. Untuk Bali, Karangasem terbilang paling menonjol, untuk urusan pariwisata bahari. Seperti di Kecamatan Abang dan Kubu, yang jadi dua kawasan yang paling menonjol untuk Karangasem, kini makin membuat wisatawan kepincut. Penyelam begitu tergila-gila dengan indahnya terumbu karang. Salah satu

yang menawarkan pemandangan itu adalah Pantai Jemeluk, yang berlokasi di Banjar Jemeluk, Desa Culi, Abang, Karangasem. Karena alasan itu, PT Pos Indonesia bersama Yayasan Reef Check memilih lokasi ini untuk menempatkan inovasi terbaru mereka. Yakni berupa kotak pos bawah laut (submarine mailbox). Seperti namanya, benda ini diletakkan di dasar laut. Dari bibir pantai, lokasinya tidak jauh. Sekitar 50 meter saja. Jarak yang relatif gampang dijangkau. Sehingga, menuju tempat itu bisa dilakukan dengan berenang lepas, menggunakan snorkle atau melakukan snorkling. Juga, kotak pos ini hanya berada pada kedalaman enam meter dari permukaan laut. “Begitu nyemplung, langsung kelihatan,” papar Derta Parbuning, salah satu staf Reef Check. Benar saja, saat koran ini melakukan snorkling, tidak sulit menemukannya. Wujudnya, juga unik. Seperti rumah burung. Tingginya 2,5 meter dan berat 300 ton. Kotak pos ini terbuat dari beton

dengan desain ciri khas Bali. Terlihat ada ukiran di beberapa bagiannya. Dibalut warna putih, membuatnya mencolok di dasar laut sehingga mudah dikenali. Nah,saat melihat lebih dekat, ada kotak kaca bening sebagai tempat kartu pos di dalamnya. Dengan begitu, kartu pos anti air (waterproof) terlihat jelas dari luar. Menaruhnya di sana pun harus harus hatihati, yakni dilakukan melalui lubang garis tepat di atasnya. Karena letaknya yang di dasar laut ini, maka pengirim kartu pos harus menyelam dulu untuk memasukkan kartu pos ke kotak pos. Tapi jangan khawatir. Ada manfaat ganda yang diperoleh saat menaruh kartu pos ini di submarine mailbox. Hamparan terumbu karang di sekitarnya, dijamin membuat kita betah berlama-lama di dasar laut itu. Juga gerakan lincah ikanikan dengan warna menarik berada di HARUS MENYELAM: Kotak pos di bawah laut Karangasem ini harus menyelam dulu, untuk berkirim surat. RADAR BALI/JPNN

sekitarnya. “Itulah salah satu alasan, mengapa kotak posnya diletakkan di sini,” terang Derta. Yakni sebagai kampanye untuk menyelamatkan biota bawah laut. Setali tiga uang. Selain berfungsi sebagai kotak pos sebenarnya, rangkaian beton yang dibuat di Ubud, Gianyar, ini juga dirancang sebagai terumbu karang buatan. Dan, sepertinya, tujuan itu sudah mulai ada lampu hijau ke arah itu. Karena, belum lama diletakkan, gerombolan ikan sudah mulai melirik sebagai rumahnya. Pria asal Boja, Jawa Tengah, ini menambahkan, pengirim tidak perlu khawatir akan kinerja pak pos dalam mengirim kartu pos yang dibanderol seharga USD 2 ini. Kok begitu? Karena, tiap harinya akan ada penyelam yang mengambil kartu tersebut untuk dibawa ke darat. Yang akan dilanjutkan oleh pak pos, untuk mengirim ke alamat yang dituju. Ada empat tema pada kartu pos ini. Di Indonesia, ini memang pertama kalinya dibuat. Sedangkan tingkat internasional, kota pos ini tercipta di urutan keempat. Setelah Jepang, Malaysia dan Vanuatu. (*/pit/jpnn)


34

Selasa 11 Oktober 2011

Jajal Turnamen Segitiga Pemanasan Persewangi Jelang Divisi Utama

GALIH COKRO/RaBa

MELUNCUR: Peserta lomba renang Piala KONI Banyuwangi berebut start pertama.

Satria Blambangan Club Juara Umum Kejuaraan Renang Piala KONI Banyuwangi B ANYUWANGI - Satria Blambangan Swimming Club (SBSC) Banyuwangi memastikan diri keluar sebagai juara umum dalam kejuaraan renang Piala KONI Banyuwangi yang digelar di kolam renang Mendut Sport Center Minggu (9/10) kemarin. Dalam ajang tersebut, klub renang asli Kota Banyuwangi itu sukses membukukan 10 medali emas dan dua perunggu. Dalam kejuaraan yang diikuti sejumlah duta kota tetangga, di antaranya Bondowoso, Situbondo, Jember, Lumajang, dan Probolinggo, perenang tuan rumah tampil mendominasi di berbagai kategori dan usia yang dipertandingan. Meski demikian, perlawanan perenang luar Banyuwangi juga tidak kalah hebat. Di klasemen akhir perolehan medali, kontingen Probolinggo, Bromo Tirta, menyodok ke posisi kedua. Posisi ke tiga ditempati Tirta Meru dari Lumajang. Sukses yang dipetik Satria Blambangan SC di kandang sendiri semakin lengkap dengan capaian yang ditorehkan anggota skuadnya. Ada tiga perenang dari klub renang di bawah naungan PRSI Banyuwangi itu yang dinyatakan berhak menyandang titel sebagai atlet terbaik. Mereka adalah Arin Nahda Zafira yang menyumbangkan 6 emas, Mariesca Regina Ratuwishally dengan kalungan 3 emas dan 2 perunggu, serta Karina Olivia Gunawan dengan donasi 4 medali emas. Ketua PRSI Banyuwangi, Joko Triyadni menyatakan, even ini menjadi modal berharga bagi Banyuwangi sebelum terjun di Piala KONI Jawa Timur akhir tahun ini. Dia menyebut, perkembangan prestasi renang Banyuwangi mengalami perkembangan cukup signifikan. “Lewat kejuaraan yang lebih banyak dan kontinu, kita yakin potensi meraih prestasi lebih baik lagi sangat besar,” katanya. (nic/als) MASUK PANTAUAN: Rusdianto petenis muda Banyuwangi saat berlatih untuk menghadapi Porprov beberapa waktu lalu. NIKLAAS ANDRIES/RaBa

Pelti Godok 20 Petenis Junior Dipersiapkan Tampil di BOY 2011 B ANYUWANGI – Pengkab Pelti Banyuwangi rupanya tidak ingin menjadi sekadar jadi penonton dalam gelaran kejuaraan nasional tenis bertajuk Banyuwangi Open Yunior (BOY). Dalam even yang akan disentralkan di lapangan tenis GOR Tawang Alun tersebut, induk pembina olahraga tenis lapangan itu mulai mematangkan komposisi atletnya yang akan turun di ajang tersebut. Menghadapi even yang mempertandingkan nomor ganda dan tunggal putra-putri dalam kategori kelompok umur 10 hingga 18 tahun, Pelti Banyuwangi kini menyiapkan lebih kurang 20 petenis junior terbaiknya untuk diterjunkan dalam kejuaraan berstatus TDP (Tenis Diakui Pelti) ini. Status BOY yang diakui oleh Pelti itu menjadi kredit poin tersendiri bagi peserta yang turut serta dalam ajang ini. Minimal, partisipasi mereka bisa menaikkan peringkat atau grade untuk bisa tampil di sebuah kejuaraan tertentu. Hal ini penting bagi petenis, sekaligus untuk meningkatkan pamor petenis itu sendiri dalam sebuah kejuaraan di kemudian hari. Apalagi, even ini akan dipimpin langsung oleh wasit nasional. Tentu saja, gengsi dan iklim kompetisi yang disajikan akan lebih kompetitif. Meski berlabel kejuaraan junior, BOY dipastikan akan diikuti oleh petenis dari berbagai peringkat yang ada saat ini. Ketua Pelti Banyuwangi Slamet Karyono mengatakan, BOY terus mendapat sambutan hangat dari petenis junior di penjuru tanah air. Beberapa petenis dipastikan akan turut serta dalam even yang akan disentralkan di lapangan tenis GOR Tawang Alun ini. ”Sudah banyak yang menyatakan minatnya untuk ikut,” katanya. (nic/als)

BANYUWANGI – Persiapan menyongsong kompetisi Divisi Utama terus dikebut jajaran petinggi tim berjuluk Laskar Blambangan tersebut. Di antara persiapan itu tampak dengan pematangan rencana uji coba yang akan dijalani oleh skuad hasil seleksi Persewangi pertengahan bulan ini. Tidak hanya single pertandingan, pengurus berencana menggelar pertandingan segitiga dalam tajuk Piala Bupati Banyuwangi. Dua tim kini digadang menjadi mitra tanding pasukan Yudi Suryata itu. Tim tersebut adalah All Star Legiun Asing dan Bali Devata, mantan klub Liga Primer Indonesia. Meski belum ditentukan waktunya, pengurus Persewangi sudah memplot kedua tim tersebut sebagai mitra tanding skuad The Lasblang sebelum terjun ke kompetisi Divisi Utama. Ketua Persewangi Nanang Nur Ahmadi mengatakan, rencana uji coba memang terus dimatangkan. Bila selama ini Persewangi akan menggelar sparing dengan All Star Legiun Asing, maka kali GALIH COKRO/RaBa ini lawan uji coba bertambah satu lagi. “Selain All Star Legiun Asing tadi, kita DIMATANGKAN: Pemain Persewangi terus memantapkan latihan jelang kompetisi Divisi Utama. Hingga kini, kompetisi kasta akan datangkan juga Bali Devata,” katanya. kedua di Indonesia itu belum juga diumumkan kapan digelar. Bali Devata notabene bukan merupakan tim kemarin sore. Tim anggota Dewata ini tentu akan menjadi nilai sanakan? Nanang mengatakan, pihak- menunggu kehadiran Bupati BanyuLPI ini merupakan tim tangguh. Bisa plus untuk Persewangi sebelum terjun nya akan berusaha menggelar game wangi Abdullah Azwar Anas dari Amepada bulan ini juga. Selain itu, tokoh rika. “Kita akan gelar uji coba ini setemenjajal kekuatan tim asal Pulau ke Divisi Utama musim depan. Lalu, kapan uji coba ini akan dilak- MWCNU Rogojampi ini juga akan lah bupati datang,” bebernya. (nic/als)

Soal Stadion, Serahkan Saja ke Pemerintah Nanang Tanggapi Usul Penghentian Proyek Stadion BANYUWANGI - Kekhawatiran pembangunan tribun Stadion Diponegoro, Banyuwangi, berefek terhadap kiprah Persewangi di Divisi Utama terus mengundang perhatian sejumlah elemen bola. Selain ada yang ketakutan Laskar Blambangan tidak bisa menggelar laga kandang di home base-nya sendiri, juga tidak sedikit yang cemas para pemain akan cidera saat berlaga. Itu cukup beralasan mengi-

ngat potensi masuknya partikel material pembangunan stadion cukup besar. Apalagi, pengerjaan tribun senilai Rp 1,056 miliar itu dilakukan sebelum kompetisi berjalan. Potensi adanya benda berbahaya masuk ke arena pertandingan sangat besar. Kondisi inilah yang menjadi kekhawatiran tersendiri di kalangan suporter sepak bola dan pemerhati bola di Banyuwangi. Selain mengancam keselamatan pemain, pembangunan itu juga mengancam kesiapan Stadion Diponegoro sebagai kandang Persewangi. Molornya pengerjaan tribun membuat Persewangi teran-

cam tidak bisa menggelar laga home di kandang sendiri. Imbas kekhawatiran tersebut, barisan Laros Jenggirat meminta agar pembangunan stadion dihentikan terlebih dahulu. Mereka menganggap bila diteruskan akan memiliDOK/Raba DOK/RaBa ki efek yang luar biaNanang Hermanto sa. “Persewangi bisa tidak main di kandang dan juga membuat PSSI angkat suara. kasihan pemain,” pinta Ahmad Menanggapi dua kekhawatiran Mustain, ketua Laros Jenggirat. yang disampaikan para suSementara itu, kekhawatiran porter, pengurus Persewangi yang disuarakan barisan pen- menyerahkan sepenuhnya dukung Persewangi belum kepada pemerintah. Namun,

petinggi tim berjuluk Laskar Blambangan itu berharap agar Persewangi tetap menggunakan Stadion Diponegoro sebagai home base. “Soal lainlain kita serahkan pemerintah saja,” ujar Nanang Nur Ahmadi, ketua Persewangi. Ketua DPRD Hermanto mengatakan, pembangunan tribun mustahil dihentikan. Dia menyebut, pengerjaan stadion tesebut mengantongi surat perintah kerja (SPK). Kalau dianggap bakal menganggu kompetisi, politisi asal PDIP itu menyebut bahwa kompetisi resmi Divisi Utama hingga kini belum diumumkan tanggal pastinya. (nic/als)


Selasa 11 Oktober 2011

BERITA UTAMA

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Akui Menakuti Jurnalis dengan Anjing Piaraan ... ■ DITAHAN... Sambungan dari Hal 25

Bahkan, korban bersama wartawan lain yang akan meliput peristiwa itu diduga sempat dimintai uang Rp 10 juta bila ingin keluar dari hotel. Kasus tersebut sempat direaksi keras oleh puluhan wartawan se-Banyuwangi. Para jurnalis itu sempat menggelar aksi long march. Berangkat dari gedung DPRD, para kuli disket itu berjalan kaki menuju

kantor Pemkab Banyuwangi sambil meneriakkan yel-yel anti-kekerasan. Sementara itu, hingga kini kasus tersebut terus bergulir. “Kasus ini jalan terus,” kata Kapolsek Cluring, Agung Setyobudi, kepada koran ini kemarin. Pada penyerahan BAP tersebut, anggota Polsek Cluring yang membawa Wayan diterima Jaksa Hery Utomo. Sebelum dimasukkan ruang tahanan (rutan) kejari, jaksa sempat memeriksa berkas dan ba-

rang bukti (BB) berupa kamera dan kaset berisi liputan milik Handoko. “Apakah pernah memegang handycam ini,” tanya Jaksa Heri kepada tersangka sambil menunjukkan handycam dan kasetnya. Kepada jaksa, tersangka Wayan mengaku tidak pernah memegang handycam itu, apalagi merusaknya. Wayan juga menyatakan dirinya tidak pernah minta uang Rp 10 juta kepada wartawan jika ingin keluar dari hotelnya. “Saya bukan muslim,

tapi demi Allah saya tidak pernah minta uang itu,” sebutnya. Namun demikian, Wayan mengakui saat para wartawan datang ke hotelnya, dia pernah menakut-nakuti mereka dengan anjing piaraannya. “Ya sudah, semua silakan dibuktikan dalam sidang di pengadilan. Sekarang apa Saudara membawa pakaian ganti. Kalau tidak, silakan keluarga membawakan,” jelas Jaksa Heri yang menyebut tersangka diamankan dulu di ruang tahanan. (abi/bay)

Lihat Kondisi Sepuluh Tahun Lagi ... ■ BERHARAP... Sambungan dari Hal 25

Sekretaris Yayasan MAB, Iwan Azies Siswanto mengatakan, pihaknya sangat berharap agar Kementerian PU meninjau ulang keputusannya. Alasannya, banyak kota lain, seperti Bandung, yang bisa mengalih-fungsikan jalan nasional akibat keberadaan masjid di tengah kota. “Jangan dilihat kondisi sekarang, tapi lihat sepuluh tahun ke depan. Pasti ja-

maah MAB akan bertambah, dan itu membutuhkan tempat,” jelasnya. Aziez mengatakan, jamaah MAB saat ini sudah sangat banyak. Nanti jumlah itu akan terus bertambah. Jika permintaan jalan tidak dikabulkan, kata dia, ditakutkan akan menimbulkan kemacetan. “Asalkan ada jalan pengganti, berarti kan sudah dapat teratasi?” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Anas mengirimkan

surat permohonan kepada Menteri PU Djoko Kirmanto pekan lalu. Inti surat itu, bupati meminta jalan nasional PB. Sudirman pada ruas 077.14 K dialihfungsikan menjadi halaman MAB, Banyuwangi. Permohonan yang diajukan Bupati Anas kepada Menteri PU itu merupakan tindak lanjut permohonan pengurus Yayasan MAB. Pihak Yayasan MAB menginginkan agar ruas jalan nasional itu dihibahkan sebagai lahan parkir masjid. Lantaran

bukan jalan kabupaten, maka bupati melanjutkan permohonan pengurus Yayasan MAB itu kepada Kementerian PU. Pada 7 Oktober 2011 lalu, Menteri PU Djoko Kirmanto melalui Direktur Jenderal Bina Marga Djoko Murjanto membalas surat Bupati Anas itu. Dalam surat balasan Nomor: TN 13.03.Db/1452, permohonan bupati ditolak. Sebaliknya, Bupati Anas diminta segera menertibkan manfaat jalan sesuai fungsinya. (mg-1/bay)

Salip 4 Km Jelang Finish ... ■ SHINICHI... Sambungan dari Hal 25

Medan jalan yang miring, udara panas khas jalur Pantura, dan embusan angin yang kuat, membuat pembalap kerepotan. Setidaknya itu yang dirasakan Bambang Suryadi, pemuncak klasemen sementara. Dia mengakui sempat kehilangan konsentrasi saat memasuki kawasan Taman Nasional Baluran. “Jalannya agak susah karena kondisinya miring,” keluhnya usai balapan. Itu membuat suasana perlombaan sepanjang rute yang dilalui menjadi seru karena

antar-peserta saling susulHASIL BALAPAN ETAPE 8 menyusul. Padahal, para pembalap Stage Sprint Points sempat membuat gap hingga 10 Intermediate Sprint at Alun-alun Besuki @50km menit dengan rombongan utama. 1. Satrio S. Putro Bayu - Jatayu Cycling Team Namun rentang waktu itu mampu 2. Loh Sea Kong - Malaysian National Team 3. Kurniawan Kurniawan - Cikeas Cycling Team tereduksi saat memasuki kawasan Taman Nasional Baluran. Intermediate sprint at Alun-alun Situbondo @89km Hingga menyentuh garis finish di 1. Loh Sea Kong - Malaysian National Team 2. Satrio S. Putro Bayu - Jatayu Cycling Team depan kantor Pemkab Banyuwangi, 3. Kurniawan Kurniawan - Cikeas Cycling Team Shinichi Fukushima mampu tampil sebagai juara. Menyalip pembalap Malaysia, Loh Sea Kong, di 4 Kilometer jelang ngan jarak terjauh di ajang Tour d’Indonesia garis finish, Shinichi memastikan meme- 2011 ini. Posisi ketiga ditempati De Vries nangi etape kedelapan sekaligus etape de- Harm asal Global Cycling Team. (nic/bay)

Kemenag Sudah Berusaha Membujuk ■ DEPRESI... Sambungan dari Hal 36

Bahkan, saat bus rombongan CJH resmi dilepas Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, Najib tampak makin tidak terkendali. “Sejak berangkat, dia (Najiburahman) memang kelihantan sudah gelisah. Malah sempat ngamuk-ngamuk di dalam bus,” ujar seorang panitia yang enggan namanya dikorankan. Najib memaksa agar diturunkan dari bus pengantar CJH dengan beragam alasan, mulai belum makan seharian, tidak terbiasa naik bus, mabuk darat, dan berbagai alasan lain. Seketika itu, pihak panitia beru-

saha membujuknya, termasuk memberinya makanan, obat, dan lain-lain. Namun, semua tawaran itu ditolak Najib. Dia bersikeras ingin turun dari bus. Lantaran tidak ada pilihan lain, panitia pun menurunkan Najiburahman di wilayah Pasuruan. Dia langsung dilarikan ke salah satu RS di kota tersebut. Kepala Kantor Kemenag Situbondo, Rosyadi Badar, membenarkan adanya satu CJH yang memaksa turun dari bus. Pihaknya sudah berusaha sekuat tenaga membujuk agar salah satu CJH itu bersedia melanjutkan niatnya menunaikan ibadah haji. “Tapi, yang bersangkutan (Najibhurrahman) tetap menolak. Dia

terpaksa kami turunkan di Pasuruan dan langsung dibawa ke rumah sakit setempat,” ujarnya kemarin (10/10). Rosyadi menambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu perkembangan apakah Najiburrahman jadi diberangkatkan ke Tanah Suci ataukah tidak. Namun, kemungkinan besar dia gagal diberangkatkan. Sebab, dia mengalami depresi dan menolak menunaikan ibadah haji tahun ini. “Sekarang ini (kemarin) keluarganya sedang berangkat ke RS di Pasuruan. Jika positif gagal, keluarganya bisa langsung menjemputnya untuk dibawa pulang,” pungkasnya. (sgt/aif)

Selasa Terbang ke Makkah ■ 979 CJH... Sambungan dari Hal 36

Kami meminta agar seluruh jamaah asal Situbondo tetap menjaga kesehatan agar dapat menjalankan semua rukun haji sehingga dapat menjadi haji yang mambrur,” ujar Bupati Dadang. Pada kesempatan yang sama, bupati berpesan agar seluruh CJH menyumbangkan doa agar visi-misi pemkab menyejahterakan rakyat dapat terealisasi dengan baik. “Pelaksanaan visimisi tersebut memang cukup berat. Untuk itu kami memohon

didoakan agar visi-misi tersebut dapat dilaksanakan dengan baik,” pintanya. Dalam sambutannya, kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Situbondo, Rosyadi Badar mengatakan, sejatinya pada tahun 2011 ini tercatat 980 CJH yang akan berangkat ke Tanah Suci. Namun, satu orang gagal berangkat karena meninggal dunia. “CJH Situbondo terbagi dalam tiga kloter, yakni kloter 21, 22, dan 23. Khusus kloter 23, jamaah asal Situbondo hanya berjumlah 98 orang. Dalam kloter 23 itu ada CJH

asal Trenggalek dan Kota Madya Surabaya,” ungkapnya. Sementara itu, melalui short message service (SMS) yang dikirim kepada wartawan koran ini, Rosyadi menjelaskan bahwa sekitar pukul 07.00 kemarin (10/10) rombongan CJH asal Situbondo telah masuk ke asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Mereka akan terbang ke Makkah Selasa dini hari. Rinciannya, kloter 21 berangkat pukul 01.00, kloter 22 menyusul pada pukul 02.00, sedangkan pesawat yang mengangkut anggota kloter 23 akan take off pukul 04.00. (sgt/aif)

Bisa saja Pistol Mainan ■ SOPIR... Sambungan dari Hal 36

Menyadari perbuatannya menjadi tontonan warga, pelaku langsung kabur. Tidak lama berselang, aparat kepolisian langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) guna mencari petunjuk aksi pengerusakan yang dilakukan oknum yang mengatasnamakan dirinya anggota polisi tersebut. Bahkan, di saat bersamaan, bebe-

rapa personel lain diterjunkan untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku. Setelah proses oleh TKP selesai, polisi mengamankan barang bukti mobil pikap untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Selain itu, petugas juga membawa Hanawi dan beberap saksi mata ke mapolres untuk dimintai keterangan. Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Sunarto mengatakan, motif pengerusakan itu adalah ketersinggungan di jalan, tidak ada motif peram-

pokan. “Buktinya, pelaku hanya meminta KTP dan kunci kontak mobil pikap tersebut,” ujarnya. Terkait pengakuan pelaku yang mengatasnamakan dirinya personel polisi, bisa saja itu hanya pengakuan gombal. Begitu juga dengan pistol yang digunakan menodong Hanawi, tidak tertutup kemungkinan pistol itu hanyalah pistol mainan. “Yang pasti, kami masih melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap kasus ini,” pungkasnya. (sgt/aif)

Dari Tuban akan Dibawa ke Bima Berencana Gandeng MUI dan Polres ... ■ GELEDAH... Sambungan dari Hal 25

Delapan dus itu, terang dia, berada di bagasi dan di area smoking (tempat merokok) bus tersebut. Dianggap mencurigakan, salah satu dus oleh polisi

dibongkar. “Dus itu ternyata berisi arak. Setiap dus berisi sekitar enam botol besar arak yang dikemas dalam botol bekas minuman mineral,” ungkapnya. Ditemukan dus yang berisi arak, polisi segera memanggil dua pemiliknya untuk dimintai

keterangan. Dalam keterangannya, kedua pemilik arak mengaku tidak memiliki izin sah. “Karena tidak ada izin, langsung kita bawa ke polres,” tegas Watiyo. Dalam pengakuannya kepada polisi, kedua pemilik arak itu menyampaikan bahwa arak

yang dibawa itu dibeli dari Tuban, Jawa Timur. Rencananya, minuman haram ini akan dibawa pulang ke Bima untuk dibuat acara hajatan di rumahnya. “Kedua tersangka kita ajukan tipiring (tindak pidana ringan),” katanya. (abi/aif)

Jaraknya 200 Meter dari Masjid Nabawi ... ■ TIBA... Sambungan dari Hal 25

Sementara itu, begitu sampai di Madinah, CJH kloter 17 langsung menempati tempat penginapan/maktab di area Rehab Al-Misk. Jamaah kloter 18 terbagi dua maktab, yaitu maktab Ajnihah Al-Wasil dan maktab Badar Muhammadiyah. Maktab/hotel tersebut berjarak sangat dekat dengan

Masjid Nabawi. Jaraknya hanya sekitar 200 meter. Tiba di Tanah Munawaroh tersebut, jamaah langsung menuju Masjid Nabawi untuk salat Subuh berjamaah. Meski secara fisik letih, tapi jamaah cukup antusias menunaikan bagian dari Salat Arbain di Madinah. Salat Arbain sebenarnya salat yang biasa dilakukan pada umumnya, yaitu salat fardu yang biasa dilakukan sehari-

semalam sebanyak lima waktu. Hanya saja, di sini para CJH dituntut melaksanakan salat lima waktu tersebut di Masjid Nabawi secara berjamaah tanpa terputus sebanyak 40 kali. Maka ketika salah satunya ditinggalkan, gugurlah pahala salat Arbain tersebut. Dari ritual itu, ada banyak makna yang bisa diambil para CJH ketika sudah kembali ke Tanah Air, yaitu senantiasa menguta-

makan salat di atas segalanya. Sekaligus menanamkan istikamah kepada semua para CJH dalam salat berjamaah. “Hadits Rasulullah SAW, barang siapa salat di Masjid Nabawi sebanyak 40 kali salat tidak terlewatkan satu kali pun, maka telah ditetapkan baginya kebebasan dari neraka, keselamatan dari azab, dan kemunafikan,” kata ketua Akli Banyuwangi itu. (*/bay)

Tempat Sampah Kurang Sempurna ... ■ HARI... Sambungan dari Hal 25

“Ada dua tempat sampah, yaitu tempat sampah basah dan tempat sampah kering,” jelasnya. Masih menurut Nety, selain itu juga dibutuhkan penempelan nama pada tanaman, sehingga dapat diketahui tanaman apa

yang ada di daerah sekitar lokasi penilaian. “Hal itu masuk kategori penghijauan dan penataan lingkungan,” cetusnya. Penilaian Green And Clean mengacu pada beberapa kategori, yaitu penghijauan, penataan lingkungan, dan partisipasi masyarakat. “Partisipasi masyarakat juga kita nilai,

karena Green And Clean bukan hanya di kantor saja melainkan juga pola hidup masyarakat,” tuturnya. Nety mengatakan, kategori lain adalah kebersihan, yang meliputi tempat sampah dan jenis sampah. Selain itu, juga kondisi jalan dan selokan. “Intinya bersih mencakup keseluruhan,” ujarnya.

Sementara itu, tim penilai kemarin terdiri atas tujuh anggota yang berasal dari dinas yang berbeda-beda. Setiap anggota memiliki pengetahuan yang sesuai kategori penilaian. “Contohnya, yang menilai sampah adalah yang menguasai perihal sampah,” kata Nety. (mg-1/bay)

Istirahat Cukup Kunci Suksesnya ... ■ MASIH... Sambungan dari Hal 25

Namun, dia berhasil menyalipnya dan menjadi juara dengan selisih hanya dua detik. “Yes I’m the winner today,” ujar Shinichi kemarin. Ketika ditanya apa rahasia bisa tampil prima meskipun usianya sudah tidak muda lagi? Shinichi mengatakan, tidak memiliki resep rahasia. Dia hanya fokus dalam setiap balapan. “I don’t have a secret. My secret just

for my wife,” ujarnya sambil tertawa. Pembalap kelahiran Nagano, Jepang, 13 September 1971 itu mengaku tidak mendapatkan kesulitan berarti dalam trek etape 8 kemarin. Dia sangat enjoy melahapnya. “I don’t say it’s easy, but I can do it,” cetus pembalap dengan kecepatan rata-rata 38,21 kilometer per jam itu. Namun, meskipun kemarin tidak menemui kesulitan, bukan berarti Shinichi melewati Tour d’Indonesia dengan mudah. Dia mengatakan, rute di Tawangmangu,

Jawa Tengah, adalah trek terberat selama Tour d’Indonesia. Jalannya menanjak dan cukup panjang. “I think, that’s the very hard route,” ujarnya Shinichi. Sementara itu, tour d’Indonesia akan memasuki Pulau Dewata, Bali. Ditanya tentang target di etape berikutnya, Shinichi hanya menjawabnya dengan tertawa. Menurutnya, dia tidak memikirkan target untuk balapan selanjutnya. “Tomorrow is tomorrow, just do it. And I don’t think about the target,” pungkasnya. (bay)

■ GANDENG...

Sambungan dari Hal 36

Dari sanalah mereka bisa ‘hidup’. “Kalau dalam ilmu Biologi mungkin ini juga bisa disebut rantai makanan,” timpal Mashudi, koordinator LSM KaRaks. Meski demikian, upaya untuk mempersempit bahkan mematikan ruang gerak wartawan Abal-abal harus terus dilakukan. Jika tidak, dunia wartawan sampai kapanpun tidak akan memiliki imej bagus di masyarakat.

Padahal, mereka yang benarbenar wartawan sangat membantu untuk perkembangan dan kemajuan sebuah daerah. Ketua Rumah Satu. Edy Wahyudi menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera merealisasikan hasil diskusi untuk menggandeng pihak-pihak yang bisa diajak untuk mendirikan posko pengaduan korban wartawan abal-abal. Itu juga akan ditindaklanjuti dengan penandatangan MoU. “Tadi yang sudah memiliki komitmen

yang sama adalah LPBHNU dan GP Ansor,” terangnya. Recananya, Rumah Satu juga akan menggandeng MUI Situbondo dan Polres Situbondo untuk kepentingan mem-back up pendirian posko pengaduan. Jika banyak pihak yang terlibat maka juga akan memudahkan masyarakat melakukan pengaduan. “Saya kira memang harus ada langkah sistimatis untuk menghentikan aksi wartawan abal-abal,” pungkas reporter radio Bhasa FM itu. (pri/aif)

OSTEOPOROSIS PERNAH MEMBUAT ROSNI TAK BISA BERJALAN Akibat menderita osteoporosis, Rosni Anas, warga Kel. Jember kidul, Kec. Kali Wates, Jember, Jawa Timur, sering mengeluhkan tidak bisa berjalan. Ketika memeriksakan diri ke dokter, ternyata wanita berusia 78 tahun itu didiagnosis menderita osteoporosis. Osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang akhirnya dapat menimbulkan kerapuhan tulang. Wanita memiliki resiko lebih tinggi untuk terserang osteoporosis daripada laki-laki. Keadaan itu semakin rentan tatkala seorang wanita telah mengalami menopause. “Karena osteoporosis, sudah 1, 5 bulan saya tidak bisa berjalan, kaki seperti ada airnya, kalau shalat kaki jadi tidak bisa di tekuk,” terangnya. Beruntung, ibu rumah tangga ini mendapatkan informasi mengenai Gentong Mas yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai macam penyakit, termasuk osteoporosis. “2 bulan yang lalu saya mulai minum Gentong Mas. Sekarang badan saya sehat, lebih segar dan sudah bisa jalan lagi.” Papar nenek 14 cucu tersebut dengan gembira. Setelah merasakan manfaatnya, ia ingin sekali berbagi pengalamannya tersebut dengan yang lain, “Mudah-mudahan pengalaman saya hidup dengan osteoporosis dan sehat dengan cara yang alami ini dapat bermanfaat bagi yang lain...” Harap ibu rumah tangga tersebut. Gentong Mas adalah minuman herbal dengan kandungan vitamin dan nutrisi bermutu. Bahan utama Gentong Mas yaitu Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) terbukti memiliki banyak manfaat.

Dibandingkan dengan Gula Tebu, Gula Aren mempunyai lebih banyak kandungan makro dan mikronutrien. Selain rasanya manis dan lezat, Gula Aren ternyata mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh, diantaranya adalah Riboflavin yang membantu pembentukan antibodi dan energi, memperbaiki kerusakan sel saat proses produksi energi, dan memperbaiki jaringan sistem pencernaan. Sementara Habbatussauda dipercaya dapat meningkatkan jumlah sel-sel T, yang baik untuk meningkatkan sel-sel pembunuh alami. Efektifitasnya hingga 72% jika dibandingkan dengan plasebo hanya 7%. Dengan demikian, mengkonsumsi Habbatussauda dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Habbatussauda pun dapat menetralkan racun dalam tubuh yang dapat dikeluarkan dikeluarkan melalui kotoran, urine dan keringat, serta bermanfaat untuk mengatasi pengapuran. Gula Aren dan Habbatussauda pun mengandung Calsium yang berfungsi mencegah osteoporosis dan Thymohydroquinone, zat aktif anti radang sendi. Meski demikian, pola hidup sehat seperti olah-raga dan mengurangi merokok juga perlu dilakukan. Manfaat yang hebat bagi kesehatan dan rasa yang lezat membuat semakin banyak masyarakat mengkonsumsi Gentong Mas.Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi: 085234398441. Banyuwangi:085234398441. Situbondo : 082143391646 Depkes:P-IRT.812.3205.01.114


36

Jawa Pos-nya Kota Santri

Selasa 11 Oktober 2011

SIGIT HARIYADI/RaBa

TAMU ALLAH: Ratusan CJH Situbondo menunggu pemberangkatan di tenda kantor pemkab. Tahun ini jumlah CJH yang berangkat ke Makkah ada 979 jamaah. Mereka tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 21, 22, dan 23.

Depresi, CJH Minta Pulang Sampai Pasuruan Minta Diturunkan SITUBONDO - Diduga menderita fobia (ketakutan sangat berlebihan), Najibhurrahman, 26, seorang calon jamaah haji (CJH) asal Dusun Tanjungsari, Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, memaksa turun dari bus yang sedianya mengantarkannya ke asrama haji Sukolilo, Surabaya. Salah satu CJH muda itu mengalami depresi dan merengek minta diturunkan beberapa saat setelah bus yang dia tumpangi diberangkatkan Minggu malam (9/10). Kontan saja, tingkah pemuda yang satu itu membuat pihak panitia pelaksanaan ibadah haji Kantor Kementerian Agama (Kemenag)

979 CJH Dilepas dengan Tangisan

Situbondo yang mengantarkan rombongan tersebut kelabakan. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk membujuk Najibhurrahman bersedia melanjutkan perjalanan. Namun sayang, upaya itu tidak membuahkan hasil. Dengan terpaksa panitia menurunkan Najibhurrahman saat bus yang dia tumpangi sampai di wilayah Pasuruan. Panitia langsung melarikannya ke rumah sakit (RS) terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Tanda-tanda Najib--sapaan karib Najibhurrahman--enggan berangkat haji sudah terlihat menjelang pemberangkatan 979 CJH asal Situbondo. Najib yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 21 itu tampak gelisah n

APA POLEH

 Baca Depresi...Hal 35

SIGIT HARIYADI/RaBa

LAMBAIKAN TANGAN: Pejabat melepas ratusan CJH di halaman kantor Pemkab Situbondo.

TANGIS haru mewarnai pelepasan calon jamaah haji (CJH) asal Situbondo di halaman belakang kantor pemkab pada Minggu (9/10) kemarin pukul 21.00. Rasa haru seakan tidak terbendung saat Bupati Dadang Wigiarto melepas keberangkatan 979 tamu Allah tersebut. Tahun ini, CJH asal Kota Santri terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni kloter 21, 22, dan 23. Saat memberikan sambutan sebelum pelepasan rombongan CJH ke tanah suci Makkah, orang nomor satu di jajaran Pemkab Situbondo itu berpesan agar seluruh CJH menjaga kesehatan sehingga dapat menjalankan semua rukun haji. Sebab, iklim di Makkah sangat berbeda dengan Situbondo. “Pelepasan CJH tahun ini sengaja kami tempatkan di halaman kantor pemkab. Tujuannya, memuliakan bapak dan ibu sekalian yang akan menunaikan ibadah haji n  Baca 979 CJH...Hal 35

Sopir Pikap Ditodong Pistol

SIGIT HARIYADI/RaBa

UNIK: Sepeda motor jenis skuter bertuliskan “terima kos wanita” melintas di jalan Baluran.

Skuter Terima Kos Wanita

PANJI - Hanya gara-gara tidak terima saling-salipan dengan pengendara mobil pikap, seorang pengendara sepeda motor nekat merusak mobil tersebut. Tidak hanya itu, seraya menodongkan sepucuk pistol, pelaku memaksa pengemudi mobil pikap menyerahkan kunci kontak kendaraannya. Kejadian itu bermula saat Hanawi, warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo, mengemudikan mobil pikap bernopol P 8453 R tersebut dari Bondowoso sekitar pukul 23.00 Minggu (9/10). Saat itu, dia saling salip dengan seorang

pengemudi sepeda motor yang tidak diketahui identitasnya. Entah apa penyebabnya, sesamp a i d i Ja l a n Semeru, Kelurahan Mimbaa n , Ke c a m a t a n Panji, pengemudi sepeda motor itu tiba-tiba memotong jalur yang akan dilalui mobil pikap warna putih tersebut. Saat mobil pikap berhenti, pelaku langsung menyuruh sang sopir keluar dari kendaraannya. Bahkan, pelaku yang mengaku

sebagai anggota polisi menodongkan sepucuk pistol ke kepala Ha nawi seraya memerintahkan Hanawi menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan kunci kendaraannya. Akibatnya sudah bisa ditebak, Hanawi yang ketakutan langsung menyerahkan KTP dan kunci kontak mobilnya. Tidak puas sampai di situ, pelaku melanjutkan aksinya dengan memecah kaca depan mobil. Kontan saja, keributan itu mengundang perhatian para pengguna jalan yang lain n  Baca Sopir...Hal 35

SIGIT HARIYADI/RaBa

JALAN RUHANI: Anggota rumah satu melakukan tahlil dan istighotsah agar citra wartawan kembali dipulihkan.

Gandeng LPBHU dan Ansor Bentuk Posko Pengaduan Korban Wartawan Abal-Abal

BANYUPUTIH – “Terima kos wanita”, memang tidak ada yang istimewa dari kalimat tersebut. Kita pun sering menjumpai rangkaian kata seperti itu, misalnya di sekitar kompleks sekolah, perguruan tinggi, pertokoan, dan pusat perbelanjaan. Maklum, di lokasi itu keberadaan tempat kos sangat diperlukan, terutama bagi mereka yang jarak rumahnya cukup jauh dari sekolah atau tempatnya bekerja. Tetapi, apa jadinya jika tulisan itu ditempelkan pada satu unit sepeda skuter? Mungkin masyarakat yang melihat akan mesam-mesem, cekikikan, atau bahkan ngakak geli. Seperti yang terlihat di ruas jalan raya Pantura di kawasan Taman Nasional (TN) Baluran kemarin (10/10). Dua pemuda tampak sangat percaya diri menunggangi sepeda skuter modifikasi bertuliskan “terima kos wanita”. Entah apa yang ada di benak mereka, hanya ingin mencari sensasi kah? Atau mereka ingin menunjukkan kepada khalayak bahwa mereka masih jomblo. Artinya, hati dua pemuda tersebut masih siap menampung wanita yang ingin singgah untuk menjadi teman hidup mereka. (sgt/aif)

PECAH: Kaca mobil pikap bernopol P 8453 R ini pecah berkepingkeping setelah dirusak pria tidak dikenal Minggu malam (9/10).

SITUBONDO – Membersihkan oknum wartawan yang melakukan praktik intimidasi dan pemerasan (wartawan abalabal) tidak hanya bisa dilakukan oleh pihak tertentu saja. Harus ada langkah kebersamaan untuk menghentikan aksi yang begitu meresahkan masyarakat di tingkat bawah tersebut. Salah satunya adalah dengan membuka posko pengaduan korban wartawan abal-abal yang digawangi sejumlah elemen. Termasuk di dalamnya harus menggandeng aparat hukum agar benar-benar bisa saling memberikan dukungan dan memperkuat kelembagaan posko pengaduan. Hal itu merupakan kesimpulan

hasil diskusi Forum Silaturahmi Wartawan Harian Situbondo (Rumah Satu), kemarin malam. Sejumlah pihak yang ikut meramaikan diskusi adalah anggota DPRD dan sejumlah anggota ormas dan parpol. Dalam diskusi yang berlangsung gayeng ini disampaikan jika jumlah wartawan di Kota Santri kian tak terkendali. “Sebenarnya bukan jumlahnya yang kita cemaskan, tapi karena perilakunya yang tidak sehat, rekrutmennya tidak jelas, karya jurnalistik juga tidak jelas. Yang jelas hanya kemana-mana mengaku pers,” ungkap Baidlawi, wartawan Memo Timur. Pesatnya pertumbuhan wartawan yang tak jelas latar belakangnya, juga dipicu maraknya penyimpangan dan pelanggaran yang ada di masyarakat dan lembaga pemerintahan n  Baca Gandeng...Hal 35

SIGIT HARIYADI/RaBa

Dari Pencanangan Gerakan Imunisasi Difteri

Ada 31 Kasus, Perlu Penanganan Lintas Sektoral Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo kemarin melakukan pencanangan imunisasi Difteri. Secara simbolis kegiatan ini langsung dicanangkan Bupati Dadang Wigiarto. Kegiatan sekaligus untuk menanggulangi kejadian luar biasa (KLB) penyakit difteri yang menyebar di 33 kabupaten/ kota di Jawa Timur. EDY SUPRIYONO, Situbondo PENCANANGAN ditandai dengan memantau pelaksanaan imunisasi difteri di Posyandu Jalan Mawar, Kelurahan Patokan. Ikut mendampingi Bupati, Kepala Dinkes, dr. Budiawan; Pemimpin Bank Jatim, Ngusman serta sejumlah pejabat teras di lingkungan Dinkes. Untuk memberikan dukungan, di tempat ini Bupati sempat menggendong seorang

balita yang akan ditimbang. Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Situbondo ini juga berbincang-bincang dengan petugas Posyandu. Mereka ditanyakan seputar teknis pemberian imunisasi difteri. “Pencanangan di provinsi dilakukan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo. Situbondo termasuk kabupaten yang diharuskan ikut mengamankan KLB wabah difteri. Makanya, pencanangan imunisasi difteri dilakukan hari ini,” ungkap Bupati. Untuk menanggulangi kejadian luar biasa (KLB) wabah depteri, Bupati Dadang Wigiarto langsung gerakan imunisasi depteri yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Timur dalam rangka menaggulangi kejadian luar biasa penyakit depteri. Menurut Bupati, penanganan KLB wabah difteri memerlukan penanganan lintas sektoral, yang harus didukung pihak-pihak terkait seperti PKK, Puskesmas, Dinas Kesehatan, RSUD, serta organisasi profesi seperti IDI, IPNI dan lainnya.

SYAMSURI/ RaBa

PEDULI: Bupati Dadang Wigiarto didampingi Kadiskes dr.Budiawan dan Pemimpin Bank Jatim, Ngusman, meninjau gerakan imunisasi difteri di Posyandu Mawar, kemarin.

Kepala Dinkes Situbondo dr. Budiawan mengungkapkan, selama ini di Situbondo terjadi 31 kasus difteri. Namun, semuanya bisa ditanggulangi berkat kesigapan petugas dengan memberikan imunasi. Sedangkan di Jawa Timur terjadi sekitar 300 kasus dengan 11 kasus berakhir kematian. Dijelaskan, terjadinya wabah difteri di Situbondo salah satunya akibat tidak meratanya imunisasi DPT pada balita. Ini mengakibatkan kantong-kantong balita yang tidak kebal pada penyakit. Kekebalan mereka terhadap difteri tidak optimal. Yang diserang banyak anak remaja dan dewasa. Gejalanya, dimulai dengan demam dan nyeri menelan. Pada perkembangannya di tenggorokan muncul lapisan putih keabu-abuan. Itu merupakan sel-sel radang yang menyumbat tenggorokan. Sehingga, jika menyerang jantung maka jantung akan membesar, bisa berujung gagal jantung. “Keadaan seperti ini bisa karena belum dilakukan imunisasi ulangan/boster,” terangnya. (aif)


Radar Banyuwangi 11 Oktober 2011