Page 1

Refleksi Ulang T ahun Tahun

Edisi Khusus

Ulang Tahun ke-12 Radar Banyuwangi Selasa, 26 Juli 2011

Halaman

Menembus Pelosok, Angkat Potensi Desa TAK terasa harian pagi Radar Banyuwangi yang selalu kita nikmati sebagai ‘’menu sarapan pagi’’, hari ini usianya genap 12 tahun. Seperti biasa, kami banyak menerima ucapan selamat dari para kolega, baik melalui sms, email, jejaring sosial, iklan, ucapan se-

29

SUE GER POJOK

..

lamat, dan jabat tangan, bahkan datang langsung ke kantor membawa kue tart, tumpeng, atau jajan pasar. Beberapa di antaranya juga menyertakan ucapan doa, harapan, dan kritik membangun agar Radar Banyuwangi bisa tampil lebih baik dan membawa kemaslahatan umat. Tentu semua hara-

pan dan kritik itu menjadi masukan berharga bagi kami untuk berbenah dan melangkah lebih baik di masa mendatang. Sebagai koran lokal yang beredar di wilayah Banyuwangi dan Situbondo, sudah barang tentu kehadiran Radar Banyuwangi kami harapkan bisa membantu

memberikan pencerahan, membuka wawasan, dan mencerdaskan masyarakat. Termasuk, menjalankan fungsi utama media sesuai UU No. 40/1999 tentang pers, yakni sebagai sarana informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial n  Baca Menembus...Hal 7

Oleh: A. CHOLIQ BAYA

MEMBACA menjadi salah satu hobi Nur Hidayanti. Mulai membaca novel hingga beragam buku bertajuk umum menjadi kesibukan di kala luang. Koran juga menjadi salah satu menu wajib yang ada di tangan setiap hari. Di antara seabrek koran yang pernah dibaca, Yanti paling senang dengan berita yang disajikan harian pagi Radar Banyuwangi (RaBa). Menurutnya, isi RaBa pas untuk mengetahui segala peristiwa dan perkembangan di Banyuwangi. ‘‘Setiap pagi pokoknya wajib baca koran ini, ‘ katanya sembari menunjukkan Radar Banyuwangi dan Jawa Pos. Tidak hanya di rumah, lajang kelahiran Banyuwangi 23 Desember 1984 itu juga mengikuti perkembangan Banyuwangi lewat koran ketika dirinya berada di kantor. Bila sehari tidak membaca koran, Yanti merasa ada yang kurang dalam menjalani aktivitas sehari-hari n

a KRO/RaB GALIH CO

Baca RaBa Jadi Menu Wajib

Tempat Ngumpul Penggemar Fanatik

 Baca Baca RaBa...Hal 7

FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

PENGGEMAR:Warga membaca koran Radar Banyuwangi–Jawa Pos di poskamling Perum Griya Giri Mulya, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kemarin (foto kiri). Poskamling tersebut dipenuhi ornamen khas RaBa.

BANYUWANGI - Kalau ada gelar kampung penggemar fanatik Radar Banyuwangi (RaBa), pastilah gelar itu layak diberikan kepada warga Perumahan Griya Giri Mulya di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Warga rukun tetangga (RT) tersebut membangun pos keamanan lingkungan (poskamling) yang penuh ornamen RaBa. Tak jarang, warga kampung tersebut setiap hari berkumpul sembari membaca koran RaBa di poskamling tersebut. Gagasan membuat poskamling tersebut muncul dari warga dan diapresiasi ketua RT setempat, Sugiarto. Menurut

Sugiarto, sebagian besar warga kampung tersebut telah berlangganan koran atas anjuran ketua RT. Menurut Sugiarto, sebelumnya ada beberapa warga yang memang telah berlangganan koran Jawa Pos. Akhirnya, dia melakukan sosialisasi melalui kegiatan-kegiatan masyarakat untuk berlangganan koran. “Awalnya memang susah, tapi akhirnya kita berhasil,” ujarnya. Kemudian, ketua RT 3 tersebut bekerja sama dengan RaBa. Dengan adanya kerja sama itu, alur langganan koran yang menyangkut 46 keluarga menjadi lebih mudah. (mg-1/bay)

Dua Pekan 9.600 Tilang

KOLEGA

2.000 Pelanggar Sudah Diajukan ke Pengadilan

ALI SODIQIN/RaBa

SELAMATAN: Ketua LDII Banyuwangi Suprayaka (dua dari kanan) menyerahkan potongan tumpeng kepada GM RaBa Choliq Baya di Seblang Room tadi malam.

Panen Ucapan Selamat BANYUWANGI - Rombongan pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi mendatangi kantor harian pagi Radar Banyuwangi-Jawa Pos Grup tadi malam (25/7). Dengan membawa tiga tumpeng, mereka berharap koran terbesar di Bumi Blambangan ini bisa semakin maju. Dipimpin ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi Ustadz Suprayaka, rombongan LDII diterima langsung General Manager (GM) Radar Banyuwangi Choliq Baya n  Baca Panen...Hal 7

n Foto kolega RaBa lainnya, lihat halaman 38

BANYUWANGI - Operasi Patuh Semeru 2011 yang digelar Satuan Lalu-Lintas (Satlantas) Polres Banyuwangi tampaknya berhasil memecahkan rekor. Selama dua pekan kegiatan itu digelar sejak 11 Juli hingga 24 Juli 2011 kemarin, petugas berhasil menindak 9.618 pelanggar lalulintas. Ribuan pelanggar lalu-lintas tersebut langsung diberi surat bukti pelanggaran (tilang). Mereka wajib mengikuti sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Dari jumlah pelanggar sebanyak itu, sekitar 2.000 pelanggar sudah diajukan dalam sidang di PN Banyuwangi pada Jumat lalu (22/7). “Pelanggar lain akan menjalani sidang pada hari Jumat mendatang (29/7),” kata Kasatlantas Polres Banyuwangi AKP Lukman Cahyono. Menurut Kasatlantas Lukman, sebanyak 9.618 pelanggar yang terjaring dalam operasi Patuh Semeru 2011 tersebut merupakan jumlah terbesar yang pernah ada di Polres Banyuwangi. Bahkan, jumlah itu juga terbanyak untuk level polres di Jawa Timur. “Semua itu diperoleh dalam operasi dua pekan,” katanya.

“Para pelanggar ini sebutnya. umumnya berusia 20 Kasatlantas mengatakan, dari tiga poltahun hingga 30 ta- sek urban yang ada di Banyuwangi, terhun,” ujarnya. nyata Polsek Rogojampi dan Polsek GenPara pelangMenurut Kasatlan- teng yang paling banyak melakukan pegar lalu-lintas Lukman, operasi nindakan terhadap para pelanggar laluPatuh Semeru 2011 lintas. Polsek plural, yang paling banyak tas ini, umumnya beruyang dilaksanakan se- menindak pelanggar lalu-lintas adalah sia 20 tahun hingga 30 lama dua pekan ter- Polsek Banyuwangi dan Polsek Gambitahun.” sebut dilakukan seca- ran. “Untuk polsek yang banyak melakura serentak oleh jaja- kan penindakan, sudah kita sediakan haran Satlantas Polres diah khusus,” janjinya. AKPLukmanCahyono Banyuwangi bersama Sementara itu, meski masa Operasi Patuh Kasatlantas Polres Banyuwangi semua polsek sejak 11 Semeru 2011 sudah berakhir, kasatlantas Juli hingga 24 Juli menyatakan bahwa operasi terhadap para DOK. RaBa 2011. “Menjaring pelanggar lalu-lintas masih akan terus 9.618 pelanggar itu dilakukan. Apalagi, kini menjelang puasa Dia menambahkan, pelanggar seba- hasil kerja satlantas dan seluruh polsek,” Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. (abi/bay) nyak 9.618 itu terdiri atas bermacam-macam pelanggaran. Yang paling banyak Operasi Patuh Semeru 2011 adalah pelanggaran yang berpotensi meMasa Razia Awal : 11 - 24 Juli 2011 nimbulkan kecelakaan, yakni Pelaksana : Polres Banyuwangi dan seluruh Polsek 6.158 pelanggar. Selain itu, tercatat Hasil Razia : 1.747 pelanggar karena berpotensi mePotensi kecelakaan 6.158 pelanggar nimbulkan kemacetan, seperti mobil pePotensi kemacetan-semrawut 1.747 pelanggar numpang umum (MPU) atau bus yang Tidak bawa SIM/STNK 1.713 pelanggar menurunkan penumpang di sembarang TOTAL PELANGGARAN 9.618 ORANG tempat. Sisanya merupakan pelanggar Tindakan tilang tertinggi: lalu lintas yang tidak membawa surat ke- Polsek Rogojampi dan Polsek Genteng (Tipe Urban) lengkapan, seperti SIM, STNK, dan naik - Polsek Blambangan dan Polsek Gambiran (Tipe Plural) motor boncengan lebih dari seorang.

Sutomo, Lebih 30 Tahun Menjadi Loper Koran Jawa Pos

Bersepeda Pagi, Bisa Sehat dan Dapat Job Baru Selamat ulang tahun ke-12 Radar Banyuwangi

Semoga kritik kembang lambe tambah lucu dan nakal

Sejak tahun 1970-an, Sutomo, 56, telah menjadi loper koran Jawa Pos. Dari rutinitas kerja tersebut, dia bisa mendapatkan pekerjaan tetap di Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi. Meski begitu, kegiatan meloper koran masih dia jalani setiap pagi. GILANG GUPTA, Banyuwangi

SOSOK lelaki itu terlihat bersemangat saat ditemui di kantor PMI Banyuwangi kemarin (24/7). Sesekali, lelaki yang akrab disapa Tomo itu tertawa kecil sambil menjawab pertanyaan wartawan koran ini. Tidak tampak guratan lelah di wajahnya. Padahal, dia baru menyelehttp://www.radarbanyuwangi.co.id

saikan tugasnya sebagai loper koran Jawa Pos–Radar Banyuwangi. Bapak tiga anak itu mengaku sudah lama menjalani rutinitas sebagai loper koran. “Saya tidak ingat sejak tahun berapa meloper koran. Tetapi, yang pasti sejak sekitar tahun 1970-an,” ujarnya. Setiap pagi, Tomo harus siap lebih awal untuk tugas yang satu itu. Dengan ditemani sepeda onthel, dia mulai berkeliling mengantarkan koran dari agen ke pelanggan. Dengan bersepeda, dia bisa sekalian berolahraga yang bermanfaat bagi kesehatan. “Saya senang dengan pekerjaan ini, bisa keliling kota setiap hari, “ imbuhnya. Namun, selama hampir 40 tahun menjadi loper koran, ada beberapa pengalaman yang kurang mengenakkan. Tomo mengaku sering mendapat komplain dari pelanggan jika telat mengirim koran. Padahal, keterlam-

IWAN SETIONO/RaBa

PENJUAL KORAN: Sutomo naik sepeda onthel di gedung PMI kemarin.

batan koran itu bukan semata-mata kesalahan dia. “Yang ngedrop koran

ke saya telat, tapi saya yang kena marah pelanggan,” katanya.

Tak jarang, keterlambatan koran itu terjadi gara-gara force major. Meski semua pihak yang terkait distribusi koran sudah berupaya, terkadang ada hal yang terjadi di luar kendali manusia. Misalnya, kendaraan pengirim koran dari percetakan ke agen-agen terjebak tanah longsor atau macet akibat kecelakaan lalu-lintas di Gunung Kumitir. Meski begitu, loper koran yang mendapat komplain langsung dari pelanggan. Ya, memang merekalah yang berhadapan langsung dengan para pelanggan. Hal yang sama juga dirasakan lelaki yang beralamat di Jalan Borobudur 4, Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Banyuwangi, itu. Selain itu, ada pula pengalaman yang pernah membuatnya shock selama menekuni pekerjaan sebagai loper koran. Pengalaman buruk itu terjadi saat Tomo mengalami kecelakaan n  Baca Bersepeda...Hal 7

email:radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


30

Selasa 26 Juli 2011

Pam Obvit Ciduk Anak Punk

CERMIN DIRI

Tingkatkan Sikap Disiplin Berkendara OPERASI Patuh Semeru 2011 oleh Satuan Lalu-Lintas (Satlantas) Polres Banyuwangi benar-benar panen tangkapan. Betapa tidak, selama dua pekan operasi sejak 11 hingga 24 Juli 2011, petugas berhasil menindak 9.618 pelanggar lalu-lintas. Ribuan pelanggar tersebut diberi surat bukti pelanggaran (tilang), sehingga wajib mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Jumat (22/7), sebagian pelanggar sudah disidangkan. Jumlahnya mencapai 2.000 pelanggar. Pelanggar lain akan disidangkan pada Jumat nanti (29/7). Menurut pihak Satlantas, jumlah pelanggar kali ini merupakan terbesar yang pernah ada di Polres Banyuwangi. Bahkan, jumlahnya terbanyak untuk level mapolres se-Jawa Timur. Ada bermacam-macam jenis pelanggaran. Yang paling banyak adalah pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Angkanya mencapai 6.158 pelanggar. Selain itu, ada 1.747 pelanggar, yang bisa menimbulkan kemacetan, seperti mobil penumpang umum (MPU) dan bus yang menurunkan penumpang di sembarangan tempat. Sisanya, 1.713 pelanggar, tidak membawa surat kelengkapan, seperti SIM, STNK, dan naik motor berboncengan lebih dari seorang. Umumnya, para pelanggar itu berusia 20 hingga 30 tahun. Operasi juga dilakukan di tiga polsek urban yang ada di Banyuwangi. Polsek Rogojampi dan Genteng yang paling banyak menindak pelanggar. Untuk polsek plural, yang paling banyak menindak pelanggar adalah Polsek Banyuwangi dan Gambiran. Yang patut diapresiasi, polres menyediakan hadiah khusus untuk polsek yang banyak menindak pelanggar lalu-lintas. Meski Operasi Patuh Semeru 2011 sudah berakhir, satlantas tetap melanjutkan operasi lalu-lintas. Terutama, pada menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Untuk itu, para pengendara tidak boleh kendor disiplinnya dan tidak boleh melanggar lalu-lintas. Kedisiplinan berkendara harus selalu ditegakkan, tak hanya ketika ada polisi lalu-lintas. Tetapi, juga ketika tidak ada operasi lalulintas sekalipun. Operasi yang digelar polisi lalu-lintas itu harus didukung banyak pihak. Warga yang biasanya meremehkan helm harus selalu mengenakan pelindung kepala itu. Dua spion harus tetap terpasang untuk memantau kendaraan di belakangnya dari sisi kanan dan kiri. Jangan lupa matikan lampu seins ketika sepeda motor sudah berjalan lurus usai berbelok. Sebab, pengendara sering lupa mematikan hingga berkilo-kilometer berkendara. Hal itu bisa membingungkan pengendara di belakangnya. Lampu seins di mobil akan mati secara otomatis usai berbelok. Nah, mungkin pabrikan motor bisa menciptakan teknologi lampu seins motor sama dengan mobil. Bisa padam otomatis ketika setir sudah lurus kembali usai berbelok. (*)

TELEPON PENTING DI BANYUWANGI RSUD Blambangan RS Yasmin RS Islam Fatimah Pelayanan Gangguan PDAM Unit Tranfusi Darah PMI Pelayanan Gangguan PLN Pelabuhan Penyeberangan Ketapang Terminal Bus Sritanjung ketapang Terminal Bus Brawijaya Stasiun KA Karangasem Stasiun KA Banyuwangi Baru Polisi Pemadam Kebakaran Ambulans

: : : : : : : : : : : : : :

421118 423118 425559 421525 423212 424207 424308 510635 424438 424306 510396 110, 116, 410110 113 118

GALIH COKRO/RaBa

MERESAHKAN: Sejumlah anak punk yang terjaring razia Pam Obvit diamankan di ruang tahan Kejaksaan Banyuwangi..

BANYUWANGI – Satuan Pengamanan Obyek Vital (Pam Obvit) Polres Banyuwangi mengamankan kelompok anak punk yang berkeliaran di jalanan. Sedikitnya, ada delapan anak punk yang terjaring dalam razia dadakan itu. Kedelapan orang anak punk tersebut tidak berasal dari satu daerah. Tiga orang dari Malang, dan lima orang dari Banyuwangi. Saat ini, mereka mendekam di ruang tahanan Kejaksaan Banyuwangi Kanit Pam Obvit Aiptu Sugiharto mengatakan, keberadaan anak-anak punk dianggap meresahkan masyarakat. Banyak masyarakat yang mengeluhkan gerombolan anak punk yang biasanya mangkal di terminal, lampu merah, ataupun tempat umum lainnya. Mereka yang tertangkap dalam operasi tersebut kedapatan mangkal di terminal Rogojampi ■ Baca Pam Obvit...Hal 39

LSM Minta Izin IMN Dievaluasi Belum Memberikan Kontribusi ke Daerah BANYUWANGI - Penambangan emas yang dilakukan PT Indo Multi Niaga (IMN) di Gunung Tumpang Pitu, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, kini menjadi sorotan tajam DPRD dan dan sejumlah LSM. Mereka meminta, pemerintah mengevaluasi izinnya bila tidak memberi kontribusi kepada daerah. Aktivis LSM dari Lembaga Kajian Pertambangan dan Lingkungan (LKPL) Banyuwangi Wahyudi SE mengatakan, semua bentuk penambangan yang ada di Kabupaten Banyuwangi, harus bisa memberi kontribusi pada daerah. Bila tidak, maka pemerintah harus mengevaluasi izinnya. “Penambangan emas di Gunung Tumpang Pitu, izinnya perlu dievaluasi bila tidak memberi kontribusi,” tegas Wahyudi. Dari data yang diterima, jelas dia, Dirjen Pertambangan pada Kementerian ESDM, ternyata baru mengeluarkan izin untuk eksplorasi pada PT IMN pada 24 Januari 2011. Dengan data ini, mantan anggota DPRD Banyuwangi itu menanyakan izin kegiatan eksplorasi tersebut. “Izin penamba-

ngan itu harus dari Dirjen Pertambangan,” lanjut Wahyudi. Untuk masalah penambangan emas, Wahyudi meminta pada Pemkab Banyuwangi melaksanakan PP NO 22 tahun 2010 tentang wilayah pertambangan. Dalam aturan itu, harus dibuat rencana tata ruang wilayah (RTRW), dan menyusun wilayah usaha pertambangan. “Izin usaha pertambangan (IUP) harus sesuai dengan prosedur ini,” ungkapnya. Wahyudi juga minta pada pemerintah untuk bisa tegas terhadap pertambangan emas ini. Bila tidak memberikan kontribusi pada daerah, hendaknya dievaluasi. “Dalam pertambangan emas ini, kepentingan rakyat harus diutamakan,” cetusnya. Tuntutan penambangan emas bisa member kontribusi pada daerah, juga disampaikan oleh jaringan kerja LSM Peduli Pembangunan. Dalam siaran persnya, LSM ini mendesak pada Pemkab Banyuwangi untuk segera meminta pada pengelola pertambangan emas di Gunung Tumpang Pitu, mewujudkan pertumbuhan ekonomi pada masyarakat melalui kontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD). “Kami minta menjaga kelestarian lingkungan,” cetus kordinator jari-

ngan kerja LSM Peduli Pembangunan, Aris Umar Thadi. Aris juga meminta pada pemkab agar mendesak pada pengelola pertambangan emas ikut bertanggung jawab dalam hal pemeliharaan dan peningkatan jalan transportasi. “Juga harus menyediakan sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan,” pintanya. Bukan hanya LSM, dalam sidang paripurna dengan agenda pengambilan keputusan DPRD tentang rekomendasi DPRD terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) 2010, secara khusus DPRD menyatakan penambangan emas di Gunung Tumpang Pitu itu belum memberi kontribusi pada daerah. “Penambangan emas itu harus bisa memberi kontribusi pada daerah,” kata Wakil Ketua DPRD Ruliyono yang bertindak sebagai juru bicara (jubir). (abi/aif)

GALIH COKRO/RaBa

DISIDANG:Terdakwa Haryo Wirasmo di persidangan kemarin.

Pajak Transaksi Belum Dibayar B A N Y U WA N G I – S i d a n g Haryo Wirasmo, notaris yang didakwa menggelapkan pajak semakin menguak materi perkara. Kemarin (25/7), dua orang saksi dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan Bank Jatim Cabang Banyuwangi diperiksa oleh majelis hakim selama satu jam. Eko Sutrisno, kuasa hukum terdakwa Haryo mengungkap-

kan, saksi dari KPP Banyuwangi adalah seorang ahli. Dalam kesaksiannya, beber dia, saksi itu menyatakan tidak ada bukti pembayaran yang dipermasalahkan. Jika pajak transaksi senilai Rp 7,04 juta belum dibayarkan, tentunya ada slip tagihan yang dikirimkan kepada kliennya. Namun, slip tagihan tersebut tidak ada ■

Baca Pajak...Hal 39

ADVERTORIAL

Umroh Harga Promo Selama Ramadan Berangkat Melalui PT. Arminareka dan ZamZam Banyuwangi Makin Diminati GENTENG - Sejak membuka kantor perwakilan PT. ZamZam Banyuwangi, nama PT. Arminareka Perdana Tours dan Travel, kini semakin popular di Kota Gandrung. Maklum, perusahaan yang melayani pendaftaran umroh dan haji plus tersebut memiliki banyak keunggulan. Di antaranya sudah mendapat sertifikat Dewan Syari’ah MUI dan telah memenuhi syarat sebagai lembaga bisnis syari’ah. ‘’Biayanya juga murah. Yaitu DP Umroh Rp 3,5 juta, dan DP Haji Plus hanya Rp 5 juta,” kata Dirut PT. Zam-Zam Banyuwangi, H. Eko Susilo Nur Hidayat, SE.,MM. Sisa pembayaran bisa dengan cash (bagi yang mampu) atau bisa diangsur dengan minimal Rp 500 ribu ke rekening perusahaan tanpa batas waktu. Atau bisa menabung di rekening pribadi jamaah. Selain itu, jamaah juga mendapatkan asuransi jiwa. Bagi yang meninggal dunia karena kecelakaan, ahli waris bisa mendapatkan Rp 50 juta, dan

ZAM-ZAM For RaBa

UMROH: Rombongan jamaah umroh dari Arminreka dan Zam-Zam saat berada di Jabal Maghnit beberapa waktu lalu.

bagi yang meninggal dunia karena sakit atau biasa, ahli waris dapat Rp 5 juta. “Asuransi berlaku walaupun jamaah baru membayar DP saja dan asuransi dapat diperpanjang per tahun 100 ribu,” sebutnya. Keunggulan lainnya, voucher umroh USD 350 dan haji plus USD 500. Kegunaan voucher di atas sebagai pengurang pembayaran pokok umroh dan haji plus tanpa batas waktu dan dapat diwariskan, dihibahkan, atau dijual bila jamaah tersebut tidak jadi berangkat.

Fasilitas lainnya adalah pelayanan hotel bintang 4 dan 5, hak referensi FEE calon jamaahumroh Rp 1,5 juta/jamaah dan haji plus Rp 2,5 juta/jamaah. ’’Bisa umroh dan haji plus gratis. Insya Allah jika menjalankan hak usaha referensi jamaah umroh dan haji plus,” tandasnya. Khusus pada bulan suci Ramadan yang sebentar lagi tiba, PT. Arminareka Perdana Tours & Travel dan Zam-Zam Banyuwangi, menggelar gebyar promo mulai 19 Juli sampai 23 Agustus 2011.

Join paket 40 gratis LCD Proyektor, paket 22 gratis notebook dan paket 13 gratis Hp atau kamera digital. ’’Jadi selain dapat keringanan biaya dari PT Arminareka juga dapat hadiah dari Zam-Zam,” ujar Eko. Bagi yang berminat, bisa menghubungi nomor HP berikut ini. Haeroni 085236864477, Sugiyanto 081249031361, Joko 081336222181, KSU Al Mabrur 081336222251, H. Eko SN 081231130234, Mashudi 081336312497 dan H. Marzuki 085236175669. (azi/adv/als)

Pemimpin Redaksi: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Agus Baihaqi, Abdul Aziz, Niklaas Andries, (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Mohammad Isnaeni Wardan Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: RodyaYuliani. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT Banyuwangi MENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 18.000/mmk, berwarna depan Rp 30.000/mmk, berwarna belakang Rp 27.500/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 30.000/baris, Lowongan: Rp 45.000/baris, Sosial: Rp 12.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


cmyk

3

Selasa 26 Juli 2011

Ketua KSU Bawa Kabur Rp 3 Miliar

Gondol Motor di Perkebunan Pelaku Bersenjata Celurit dan Keris GLENMORE - Maling sepeda motor mengobok-obok Dusun Sidodadi, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore,

ABDUL AZIZ/RaBa

Rafi

kemarin. Saat beraksi, pelaku melengkapi diri dengan senjata tajam (sajam) berupa sebilah celurit dan keris. Untuk memuluskan aksinya, tersangka Rafi, 18, warga Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, itu juga membawa kunci T. Namun sayang, aksinya gagal total. Ketika sedang mendorong Honda Tiger curian bernomor polisi P 2913 XI, dia tepergok warga. Ceritanya, pencurian itu terjadi dua hari lalu. Siang itu, korban yang juga karyawan perkebunan di Afdeling Sidodadi, Junianto, 27, baru saja memarkir motor di sebuah gubuk di kebun kakao tempatnya bekerja. Dia langsung menuju lokasi bekerja yang jaraknya lumayan jauh dari gubuk. Selang beberapa menit kemudian, Rafi yang diduga sudah lama mengintai motor itu datang. Dia nekat membawa motor tersebut kabur. Namun, baru saja mendorong motor beberapa meter, seorang karyawan kebun melintas dan memergokinya. “Begitu ketahuan, tersangka langsung kabur meninggalkan kendaraan korban begitu saja,” terang Kapolsek Glenmore AKP Subardi melalui Kanitreskrim Aiptu Garus Elyas kemarin (25/7). Meski tersangka berhasil kabur, tapi karyawan yang memergokinya sudah mengenali Rafi. Sebab, pemuda itu sudah dua bulan berada di Sidodadi. Dia menginap di rumah saudaranya. “Akhirnya, kejadian tersebut dilaporkan ke polisi oleh karyawan kebun,” jelasnya. Polisi pun mencari keberadaan tersangka dan akhirnya ditemukan di rumah saudaranya. Rafi pun ditangkap. Barang bukti berupa keris, celurit, dan kunci T, disita polisi. Tak ketinggalan, motor Tiger milik korban juga diamankan. (azi/irw)

600 Anggota Koperasi Tertipu

ABDUL AZIZ/RaBa

DIAMANKAN: Kanitreskrim Polsek Glenmore Aiptu Garus Elyas menunjukkan barang bukti keris, celurit, dan kunci T.

Istighotsah Malah Mencopet

CEKETER..

ALI NURFATONI/RaBa

ANIAYA: Ketiga tersangka diamankan di Mapolsek Purwoharjo, kemarin (25/7)

Dipicu Asmara, Pukuli Teman GAMBIRAN–Diduga karena dipicu asmara, seorang anak baru gede (ABG) nekat menganiaya temannya sendiri, Yusril, 20, warga Dusun Jatisari, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran hingga luka. Pelakunya adalah Isnahadi, 19, warga Dusun Krajan, RT 05 RW III, Desa Jajag. ABG itu tidak sendirian dalam aksinya. Dia mengajak dua temannya. Mereka adalah Hanif Quridho, 20, warga Dusun Krajan, RT 03 RW XI, Desa Jajag, dan Oni Andrianto, 22, tetangga Isnahadi. Penganiayaan tersebut dilakukan pukul 21.00, Sabtu (16/7) lalu. Insiden yang membuat korban luka lebam tersebut terjadi di depan Mall Mitra Jajag. Yusril tak terima, lalu melaporkan ke Mapolsek Gambiran. Polisi pun menciduk ketiga tersangka tersebut dari rumahnya masing-masing, Jumat pagi lalu (22/7). Kemarin (25/7), ketiganya masih ditahan di mapolsek. Kabarnya, aksi pemukulan itu disulut masalah asmara. Pasalnya, Isnahadi mengaku difitnah oleh korban, yang juga temannya sendiri itu n  Baca Dipicu...Hal 7

TEGALDLIMO - Darminto, 42, nekat mencopet di tengah kerumunan jamaah pengajian. Warga Dusun Cempokosari, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, itu beraksi saat istighotsah di Dusun Purworejo, Desa Kalipahit, Kecamatan Tegaldlimo, Minggu pagi (24/7). Lantaran kedapatan mencopet, tersangka diringkus panitia dan petugas keamanan istighotsah. Selanjutnya, dia diserahkan ke polisi. Dari tangan pencopet itu, polisi mengamankan dompet hitam berisi uang Rp 50 ribu. Dompet tersebut milik Ali Rohman, 31, warga Dusun Krajan, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo. Kini tersangka dan barang bukti diamankan di mapolsek setempat. “Kami mengamankan barang bukti berupa dompet hitam berisi uang 50 ribu milik korban,” jelas Kapolsek Tegaldlimo AKP Jaenur Choliq melalui Kanitreskrim Aipda Karyadi pada RaBa di markasnya kemarin (25/7). Ulah tersangka tergolong nekat. Dia beraksi di tengah ribuan jamaah istighotsah yang sedang antre mengambil jatah makan siang dari panitia pada pukul 11.30. Pengunjung yang berdesakan itu dimanfaatkan tersangka untuk menggasak dompet korban di saku belakang sebelah kanan. Namun, pencopet itu diketahui korban. Diamdiam korban melaporkan kejadian itu kepada panitia. Akhirnya, sejumlah panitia dan tim keamanan menguntit tersangka. Sadar diperhatikan, tersangka mencoba mengelabuhi. Dia berpura-pura menjatuhkan dompet copetannya, lalu diambil dan diaku miliknya. Namun, hal itu justru semakin membuat panitia curiga. “Panitia langsung memeriksa dan mendapati dompet itu milik korban,’’ imbuh Karyadi.  Tersangka kemarin (25/7) mendekam di tahanan Mapolsek Tegaldlimo. Dia melanggar Pasal 363 KUHP. “Tersangka terancam dengan hukuman lima tahun penjara,’’ ungkap Karyadi. (ton/irw)

ALI NURFATONI/RaBa

NYOPET DI PENGAJIAN: Darminto dikawal di Mapolsek Tegaldlimo kemarin (25/7).

temuan itu menolak dimintai keterangan. Dia beralasan masih ada tamu. “Maaf, saya masih ada tamu. Besok saja datang ke kantor saya,’’ jawabnya sambil terburu-buru meninggalkan tempat dengan motor saat ditanya soal kemelut KSU tersebut. Sementara itu, para karyawan perempuan yang masih ada usai pertemuan enggan dimintai keterangan. Para karyawan KSU itu berdalih tidak mempunyai kewenangan menjawab pertanyaan wartawan. “Saya nggak bisa jawab. Saya tidak mempunyai kewenangan menjawab,’’ kelit seorang karyawan sembari meninggalkan RaBa. Sementara itu, pertemuan pengurus dan para anggota KSU di halaman sebuah rumah tersebut dijaga ketat polisi. Sebelumnya, ada kekhawatiran rapat koordinasi tersebut akan berakhir ricuh. Namun, kekhawatiran itu tidak terbukti. Pasalnya, kurang dari 100 anggota yang hadir. Acara itu juga dihadiri pejabat Kecamatan Purwoharjo dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Banyuwangi. “Tadi juga ada perwakilan dari dinas yang datang ke sini,’’ beber Anwar. (ton/irw)

PURWOHARJO - Lebih dari 600 anggota yang menabung di Koperasi Simpan Usaha (KSU) Warga Mandiri, Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, merasa tertipu. Pasalnya, uang yang ditabung dibawa kabur ketua koperasi. Sejak November 2010, Sutris, ketua koperasi menghilang. Celakanya, dia membawa uang nasabah yang ditaksir Rp 3 miliar. Uang sebanyak itu adalah simpanan para anggota KSU. “Kira-kira sekitar Rp 3 miliar yang dibawa ketua kami,’’ ungkap Jainuri, bendahara KSU usai rapat koordinasi dengan anggota di halaman rumah di Desa Bulurejo kemarin (25/7). Sementara itu, Sekretaris KSU Anwar mengaku, mengalami nasib serupa. Bahkan, uangnya lebih besar dibanding tabungan para anggota. Namun, dia enggan menyebutkan jumlahnya. “Uang saya juga banyak yang dibawa ketua,’’ keluhnya. Anwar menambahkan, banyak anggota menuntut uangnya dikembalikan. Namun, hal itu tidak mungkin terjadi. Untuk itu, pengurus KSU melakukan pertemuan dengan anggota untuk mencari solusi. “Ini tadi (kemarin pagi, Red) rapat koordinasi dengan para nasabah untuk memecahkan masalah,’’ terangnya. Hasilnya, lanjut Anwar, setelah koordinasi selama dua jam, pihaknya memutuskan akan menjual aset. Uang penjualan aset akan digunakan untuk mengembalikan tabungan anggota. Pihaknya juga akan membentuk tim untuk penyelesaian masalah tersebut. “Kami akan menjual aset, termasuk rumah ini, untuk mengganti uang para nasabah,’’ ungkapnya. Anwar mengungkapkan, anggota KSU tak hanya dari Purwoharjo. Banyak anggota dari kecamatan lain yang menyimpan uang di koperasi yang berdiri sejak tahun 2002 itu. Sayangnya, Kepala Desa (Kades) Bulurejo ALI NURFATONI/RaBa Diah Pur waningsih LEMAS: Sekretaris KSU Warga Mandiri, yang hadir dalam per- Anwar usai rapat dengan anggota.


4

PENDIDIKAN & OLAHRAGA

11 Siswa Terima Beasiswa ESF BANYUWANGI – Sebelas siswa berhak menjadi anak asuh dari Evenhuis Scholarship Foundation (ESF) Banyuwangi. Pemberian beasiswa sekolah ini berlangsung Senin (25/7) di Kantor ESF Banyuwangi Jalan Raden Wijaya No. 80 Banyuwangi. Pemberian beasiswa itu dilakukan oleh notaris Ratna V. Handayani kepada wali murid penerima beasiswa dan disaksikan General Supervisor Drs. H. Nurhadi, MM, Manager ESF Banyuwangi Naning Purwanti, Sugianto, Representative of Mr. Tonny and Mrs Jeannete Evenhuise, Devanto Wahyu Gutomo, Perwakilan Dinas Pendidikan Banyuwangi, serta komite sekolah dan orang tua siswa. Sebelas siswa itu adalah Amalia Nur Azizah SMPN 1 Cluring, Dwi Bachtiar SMPN 1 Clruing, Dini Oktarina SMPN 1 Giri, Gigin Bagoes SMPN 1 Giri, Muhammad Fauzi SMPN 1 Giri, Ratnanda Gita SMPN 1 Banyuwangi, Yutho Fatwa SMPN 1 Banyuwangi, Dhiva Putri SMPN 1 Singojuruh, Wahida Asquira SMPN 1 Genteng,

TANDATANGAN KONTRAK: Mendampingi siswa, wali murid sepakat dengan perjanjian yang dibuat ESF. Selanjutnya ke 11 siswa ini mendapat beasiswa dari ESF.

TOHA/RaBa

Wulan Ruhiyih SMPN 2 Srono dan Sonny Supiyanto SMPN 3 Banyuwangi. Manager ESF Banyuwangi, Naning Purwanti mengatakan tim ESF sebelumnya telah bekerja keras dalam merekrut calon penerima beasiswa untuk tahun ajaran 2011/2012. Saat itu, ESF menerima pengajuan 220 anak untuk direkomendasikan mendapatkan

beasiswa ESF. Ke 220 siswa itu rata-rata dari kelas 5 dan 6 SD yang ada di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Dari 220 siswa yang mendaftar, tim melakukan seleksi. Yang meliputi seleksi administrasi. Dari seleksi tingkat awal ini, sebanyak 87 anak lolos dan dinyatakan berhak mengikuti tes survei. Survei lapangan ini bertujuabn untuk

mengetahui kondisi ekonomi siswa yang akan mendapat beasiswa. Ditingkat survey ini, 71 anak dinyatakan lolos. Hingga selanjutnya mereka mengikuti tes IQ/psikologis. Dari tes IQ ini terjaring 11 siswa yang dinyatakan memiliki IQ 120. “Batas IQ minimal 120 adalah syarat untuk mendapat beasiswa,” kata Naning kemarin. (ikl/als)

Hanya 12 Mahasiswa Penuhi Syarat Dapat Beasiswa Penuh dari Program Banyuwangi Cerdas BANYUWANGI – Program Banyuwangi Cerdas yang dicanangkan Bupati Abdullah Azwar Anas memang sangat membantu warga kurang mampu. Sebab, lewat program tersebut, pemerintah menjamin warga miskin meneruskan ke jalur pendidikan lebih tinggi sampai tahap akhir. Sebanyak 12 mahasiswa dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa program Banyuwangi Cerdas. 12 mahasiswa tersebut menyingkirkan 67 calon mahasiswa yang mengikuti ujian tes tulis bebrapa waktu lalu. 12 calon mahasiswa yang mendapat bantuan beasiswa dan biaya hidup selama menempuh masa belajar tersebut adalah orang yang benar-benar layak mendapatkan bantuan pemerintah. Banyuwangi Cerdas memang dikhususkan kepada masyarakat Banyuwangi yang benarbenar tidak mampu untuk meneruskan jenjang belajar hingga perguruan tinggi. Saat ini, Banyuwangi telah bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Negeri. Tepatnya Universitas Jember (Unej) untuk mereal-

GALIH COKRO/RaBa

LOLOS SELEKSI: Calon mahasiswa penerima beasiswa mendengarkan pengarahan dari Dispendikpora kemarin.

isasikan program Penerima Beasiswa Banyuwangi Cerdas cemerlang tersebut. Nama Kecamatan Jurusan 12 calon maha- Jainur Rochman Giri Kimia Nurul Fadilah Tegalsari PGSD siswa tersebut telah Khotimah Genteng Akuntansi memenuhi syarat Khusnul Siti Maesaroh Rogojampi Sastra Indoensia Pend Matematika dalam beberapa Husnul Hotimah Glagah Nurjanah Giri Ekonomi Pembangunan seleksi yang di- Ika Rina Afiyani Licin Pendidikan Fisika laksanakan. Mulai Husna Muhtaroh Glenmore Manajemen Kalipuro Manajemen seleksi adminis- Kusnandar Lutfiah Tegaldlimo Fisika trasi, seleksi uji tulis Tis’atul Ferin Ariska Genteng Kesejahteraan Sosial akademik, hingga Abdul Hamid Kabat Fisika sur vei lapangan yang menunjukkan bahwa yang Ba nyuwangi Cerdas yang bersangkutan memang benar- lo los uji seleksi akademik benar tidak mampu. disurvei ke timpat tinggal maKepala Dinas Pendidikan sing-masing. Pemuda, dan Olahraga (DisSalah satu yang menjadi bapendikpora) Banyuwangi Drs han surveri adalah, apakah Sulihtiyono MPd menjelaskan, benar orang tua mereka masuk bahwa survei lapangan dilak- dalam daftar keluarga miskin? sanakan oleh tim yang benar- Penghasilan mereka hingga benar bisa dipertanggungjawabkan. Yang dimaksud ada lah satu persatu peserta

tempat tinggal mereka juga menjadi syarat untuk diterimanya beasiswa Banyuwangi Cerdas. “Beberapa ada yang tidak lolos. Artinya mereka masih belum tergolong keluarga benar-benar miskin,” terang Sulih. Seperti orang tua calon penerima adalah petani, lanjut Sulih, namun memiliki kendaraan untuk operasional bertani. Selain memberikan 12 beasiswa kepada keluarga miskin, program Banyuwangi Cerdas juga memberikan beasiswa kepada keluarga miskin yang telah mendaftar melalui SNMPTN. Sehingga, ada 14 calon mahasiswa yang menerima beasiswa perkuliahan dan biaya hidup selama menjalani masa kuliah. Dwi Yanto, salah satu panitia yang menseleksi Banyuwangi Cerdas menuturkan, diharapkan 14 mahasiswa penerima beasiswa tersebut bisa menjaga prestasinya. Bahkan ditingkatkan hingga mereka diwisuda. Program Banyuwangi Cerdas yang tahun ini sudah melakukan MoU dengan Unej Jember akan ditambah dengan Perguruan Tinggi Negeri lainnya. Salah satunya yang segera direalisasi adalah kerjasama dengan STAIN Jember. (adv/als)

Selasa 26 Juli 2011

Bekuk SMP 1 Giri, SMP 5 Juara Futsal BANYUWANGI – SMPN 5 Banyuwangi kembali menorehkan prestasi di ajang kejuaraan futsal SMP se-Banyuwangi. Pada babak semifinal yang dihelat di lapangan futsal Scudetto Banyuwangi pada 23 Juli lalu, mereka menang telak 9-4 melawan SMPN 1 Giri. Kemudian mereka memastikan juara setelah di final yang digelar 24 Juli lalu berhasil menggunduli SMP PGRI 1 dengan skor 11-3. Prestasi tersebut adalah yang ketiga kalinya di ajang yang sama. Yaitu kejuaraan futsal yang diadakan Scudetto secara rutin tiap tahunnya. Menurut kepala sekolah SMPN 5 Banyuwangi, Tukimun, untuk olahraga futsal sekolahnya memang memiliki kegiatan ekstrakurikuler. “Kita latihan futsal satu minggu sekali,” ujarnya. Masih menurut Tukimun, SMPN 5 Banyuwangi memang menggenjot kegiatan ekstr-

GILANG/RaBa

JUARA FUTSAL: Pemain SMPN 5 Banyuwangi pose bersama usai menjuarai lomba futsal di lapangan Scudetto Banyuwangi 24 Juli lalu.

akurikuler dan pengembangan diri. Hal tersebut dirasa sangat penting mengingat kegiatan non-akademik juga memerikan prestasi bagi siswanya. Karena itu, tidak salah jika

SMPN 5 Banyuwangi disebut sebagai gudangnya atlet untuk tingkat SMP. Karena kegiatan ekstrakurikuler olahraga sangat diprioritaskan di sekolah tersebut. (mg-1/als)

Arim Terancam Out dari Wisma Rini BANYUWANGI - Membela nama Banyuwangi di pentas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) III di Kediri lalu boleh jadi kebanggaan bagi para atlet. Namun, bila sudah mengerahkan tenaga dan keringat untuk membela daerah di pentas dua tahunan ternyata harus menelan kenyataan pahit, itu sangat menyecewakan. Boleh jadi itulah kini yang dialami Arim Lailatul Maulidia. Atlet pencak silat yang baru saja membela nama Banyuwangi di pentas olahraga Jatim itu terancam dikeluarkan dari Panti Sosial Asuhan Anak “Rini” tempat dia bermukim setahun terakhir. Terungkapnya persoalan itu bermula dari pemanggilan orang tua Arim oleh pihak panti asuhan. Informasi yang diterima koran ini menyebutkan, pihak panti asuhan merasa keberatan dengan sering keluarmasuknya Arim dari Wisma Rini. Berdasarkan hal itu, pihak panti menghadapkan orang tua pesilat tersebut dengan dua pilihan; pertama, mengembalikan Arim kepada orang tua; kedua, meninggalkan aktivitas pencak silat untuk berkonsentrasi di kegiatan panti. Tidak heran, dua pilihan itu membuat Achmad Syairi, ayah Arim, gusar. Dia pun meminta bantuan kepada IPSI dan KONI Banyuwangi untuk mencarikan jalan keluar terbaik. Sebab, IPSI dan KONI yang menyebabkan Arim keluar panti dan memberangkatkannya ke porprov kemarin. Pelatih silat IPSI Banyuwangi Bambang Wahyuono mengaku

NIKLAAS/RaBa

Arim Lailatul Maulidia

kaget atas masalah yang dialami anak didiknya tersebut. Dia menilai, ancaman pihak panti terhadap Arim untuk meninggalkan pencak silat bisa menjadi preseden buruk bagi pembinaan olahraga di Banyuwangi. Apalagi, lanjut Bambang, Arim merupakan atlet potensial masa depan Banyuwangi. Meski gagal bersinar di porprov lalu, dia menilai anak asuhnya tersebut masih memiliki prospek prestasi jangka panjang. ”Tidak main-main, Arim kita proyeksikan menggantikan Dinda Maulidya yang merupakan pesilat nasional asal Banyuwangi,” ujarnya.

Akhirnya, ancaman dikeluarkannya Arim d panti asuhan dari ana sampai juga anak ke tel telinga ketua KONI ju Wakil Bupati yang juga Yusuf W Widyatmoko. Ditemui usa usai mendampingi Bupati Anas rapat paripurna kemar orang nomor DPRD kemarin, dua di Pemkab Banyuwangi itu berjanji akan menelusuri dan solu atas masalah mencari solusi tersebut. Yusu Yusuf akan mengutus KO menyelesaipengurus KONI kan masalah ini. ”Segera akan kita tindaklan tindaklanjuti untuk mencari penyeles penyelesaian terbaik atas masalah ini,” bebernya. Sementara itu, pihak panti asuhan saat d dikonfirmasi terkait persoalan Arim menyatakan bahwa Ar Arim belum dikeluarkan. Hingga kemarin, pesilat berjilbab itu masih berstatus sebagai penghuni panti asuhan Wisma Rini. ”Dia masih anggota panti asuhan,” ujar Netty, staf panti asuhan anak. Netty menjelaskan, aktivitas Arim yang sering keluar-masuk panti mengundang kecemburuan rekan satu panti. Di samping itu, pihak panti beragumen bahwa latihan yang dilakukan dara asal Kecamatan Licin itu sudah melanggar tata tertib dan aturan di dalam panti. Imbas Arim mengikuti kegiatan tersebut, dia praktis tidak bisa mengikuti beragam kegiatan dan program panti, termasuk berlatih keterampilan yang diwajibkan pengasuh. Padahal, kegiatan yang diterima anggota panti juga dipantau secara rutin oleh pihak Provinsi Jatim. (nic/als)


5

BALJEBOL

Selasa 26 Juli 2011

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

LUMAJANG

Dekati Puasa, Harga Daging Mulai Naik

JEMBRANA

Tabrak Lari, Tewas di TKP SATLANTAS Polres Jembrana, Bali, harus bekerja keras memburu pelaku tabrak lari di jalan kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo, Minggu (24/7) lalu. Sebab, tabrak lari itu mengakibatkan Ketut Warnen, 48, warga Berambang, Negara, Jembrana, tewas di tempat. Kecelakaan lalulintas tersebut berawal dari Warnen yang mengendarai sepeda motor DK 4026 WZ melaju dari arah barat. Setibanya di pertigaan Tegalcangkring tiba-tiba dari arah utara nyelonong sepeda motor Yamaha mio yang langsung berbelok ke barat. Sehingga tabrakan tidak bisa dihindari. Warnen yang terkapar bukannya ditolong. Tetapi pengendara Mio itu malah kabur. “Warnen meninggal di tempat dengan luka benjol pada kepala belakang . Kami masih melacak pelaku tabrakn lari itu,” ujar Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP Dewa Gede Putra bersama Kanit Laka Ipda Dewa Gede Kartika saat mendampingi Kapolres Jembrana AKBP Irfing Jaya. (nom/rid/jpnn)

BONDOWOSO

BNK Ajak Perangi Narkoba MASYARAKAT bersama aparat kepolisian dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bondowoso harus aktif memerangi bahaya penyalahgunaan narkoba. Ajakan ini disampaikan Bupati Amin Said Husni dalam kegiatan jalan santai peringatan Hari Anti-Narkotika (HAN) 2011 yang digelar BNK Bondowoso dan polres setempat kemarin. Amin menjelaskan kasus penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan serius. ”Masyarakat harus berani melapor aparat kepolisian, jika mengetahui penyalahgunaan narkoba dan tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba,” jelasnya. Ketua BNK Bondowoso Haris Sonhaji mengatakan, peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Bondowoso tergolong rendah dibanding daerah lain di Jawa Timur. Meski begitu, bukan berarti Bondowoso sudah bebas dari kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba. ”Karena itulah, kepolisian dan BNK mengajak masyakarat harus berperan aktif mengantisipasi peredaran narkoba hingga pedesaan,” kata Haris yang juga Wabup Bondowoso ini.(ido/wah/jpnn)

RADAR JEMBER/JPNN

MERANGKAK NAIK: Kenaikan harga daging ayam di Pasar Tanjung mulai terasa mendekati bulan suci Ramadan.

Tuntutan Sukwan Sulit Dipenuhi Yang Minta Prioritas Pengangkatan CPNS JEMBER – Keinginan tenaga sukwan yang kini disebut tenaga honorer non APBD/APBN untuk mendapatkan prioritas menjadi CPNS tampaknya sulit dipenuhi. Pasalnya, Penjabat Bupati Jember Zarkasi hanya bersedia melaksanakan perintah dari aturan perundang-undangan yang berlaku. ”Kami apresiasi keinginan mereka (tenaga sukwan, Red), tetapi itu sulit diwujudkan,” kata Zarkasi. Tanpa dasar hukum berupa peraturan perundangundangan, Zarkasi menegaskan, dirinya tidak berani memenuhi keinginan para sukwan untuk mendapatkan prioritas dalam CPNS. Zarkasi menjelaskan, saat ini pihaknya

JEMBER

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

LEBIH CEPAT: Petugas samsat keliling saat melayani warga yang hendak membayar pajak kendaraan di alun-alun Jember.

Bayar Pajak di Alun-Alun TINGKAT kesadaran warga Jember membayar pajak kendaraan bermotor cukup menggembirakan. Khususnya dalam membayar pajak kendaraan untuk kendaraan roda empat dan roda dua. Ini pula yang terlihat saat mobil Samsat keliling melayani pembayar pajak kendaraan bermotor di alun-alun Sabtu malam (23/7) lalu. Ternyata banyak warga yang memanfaatkannya. “Untuk melayani pemohon wajib pajak kendaraan bermotor pada malam hari, dilakukan 2 kali dalam sebulan,” ujar Iptu Fatikh Dedy Setyawan, Kanit Regident Samsat Polres Jember. Dijelaskan, upaya itu dilakukan guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya yang ada di 13 kecamatan yang biasa membayar pajak di Samsat dr Soebandi (Samsat Timur). (jum/wnp/jpnn)

(26/07-02-08)

(26/07-02-08)

> BWI: DJL Kijang LSX 2003 Hijau Metalik, kond 90 %. Hrg 125 Juta Nego. Hub: 087853208768 atau 081336648888

> BWI: DJL BMW 95 Biru Metalik. Audio, Hrg 70 Juta Nego. Hub: 087853208768 atau 081336648888

dua kilometer. Perbaikan sendiri sebenarnya sudah memakan waktu sekitar dua bulan, namun tak kunjung selesai. Pasalnya, memang beberapa titik ketinggian jalan dinaikkan hampir satu meter. Titik yang paling dinaikkan ketinggiannya adalah di tikungan Desa Lempeni Kecamatan Tempeh tepatnya di depan portal pasir galian C. Kondisi jalan di depan portal tersebut memang paling parah kerusakannya karena selain bergelombang juga beberapa aspal jalan terkelupas. Kondisi keru-

sakan di titik tersebut diperparah dengan genangan air ketika hujan. Salah satu yang mengeluh terkait hal tersebut adalah Sunaim, pengendara asal Desa Labruk Kecamatan Sumbersuko yang melintas di jalan tersebut. ”Macetnya panjang, karena buka tutup,” ujar sopir truk pasir tersebut. Jika siang hari cuaca panas sehingga menyebabkan debu beterbangan di jalan yang belum selesai diperbaiki itu. ”Membuat sesak nafas karena abunya tebal,” ujarnya. (ram/wah/jpnn)

SITUBONDO

BANYUWANGI

BANYUWANGI •PELUANG BISNIS•

•PROPERTY•

•SEGERA SMU/SMK/S1•

PART Time Dengan Income 800rb Perminggu Bs Online/Dilakukan Di Rmh Hub: 085749352335/087755594711

PERUSBumi Indah Jl Semeru No 111 Stbd Telp. (0338) 671950 JUAL MURAH

ADA job training/beasiswa/kursus gratis. Hub Desy education Jl Hayam Wuruk 75 Giri Tlp. 0333424476, 085258036777, 085232768999.

•PELUANG USAHA•

GEBYAR Hadiah Bulanan DAMAI MMC Dapatkan Hadiah Menarik Setiap Pembelian HP & Accesoris Yg Diundi Tiap Bln.

DJL /Kontrak Rmh BTN Mastrip DD/17 Jember Ada Garansi 5Kt +1Km Dkt UNEJ Hub 08155209191 Tanpa Perantara

DJL Rmh 800M2+ Internet, 8 Kompt + Servr, Dkt Sekolah, Strategis, Omset Bagus Hub: 081999406655/0333-636785

> BWI: DIJUAL Mts T120ss pu 1.5 FD (pickup) th 2009 hitam KNZI hrg 72,5jt nego brg istw Bisa , Kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

(26/07-02-08)

> BWI: DIJUAL Suzuki Grn Vitara JLX MT (jeep) th 2008 abu-abu mtl hrg 187,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Ingin Pasang Iklan? Hubungi: 0333-41224

•TANAH L 250M2• JUALTnh L 250M2 Lok Karetan Purwoharjo L 3730M2 Lok Tegalsari L 195M, Lok Karetan Purwoharjo Hub: Moh Saidi 082140677155

•TANAH KAPLING• DJL 2 Tnh Kapling Gandeng SHM, L. 10x40M2, Hrg NEGO. Dan1 Tnh Kapling.Lok Pinggir Jln L. 10x20 M2 Harga NEGO, SHM, Cck u/ Investasi, lok.JL.Sutawijaya (Dpn Prm Istana Brawijaya). TP. Hub; 0333-8930348.

•RUMAH TIPE 45•

USAHA Smpgn 1-9Jt/Bln, Cck Utk PNS/ Swasta, Salon, Ibu RT, Medis, Mhsw Hub 087862292646 / 081805454504

•COUNTER HP•

BANYUWANGI

•SOPIR• DCR Sopir Trvel&Pariwst,PglmTdkDiut.Sopan Sabar & Tgjwb Krm CV Jl PB Sudirman 17 Bwi

•DINA LAUNDRY• DINA LAUNDRY Kiloan Pkt Mli 50Rb Unlimited 300rb Bergaransi Atr-Jpt Member Hran Disc 10% 7733509/085749262307

•ARYA JEWELLRY• SEDIA Cincin Pernikahan Aneka Model Dari Emas&Perak.Hrg mulai Rp650rb sepasang.H 081336659258

BANYUWANGI

•RUMAH 800M2•

> BWI: DIJUAL Sedan Peugeot 405 STI AT th 1995 hitam mtl hrg 35 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

BANYUWANGI

•SAWAH•

•DIJUAL CEPAT•

(26/07-02-08)

SITUBONDO

DJUAL Sawah Dlm Kota, SHM, 4500M2, Dpn Perumahan 170Jt Nego Hub: 081346293265

RMH Jl Adi Sucipto 63 Dpn Kntr Golkar & Togamas, Strategis, Pusat Kantor Hub: 081336450163 (A. Rofik)

(26/07-02-08)

RANGGA MAHARDIKA/RADAR JEMBER/JPNN

BUKA TUTUP: Antrean kendaraan yang melintasi jalur LumajangMalang lewat Tempeh kemarin.

•RUMAH KOS-KOSAN•

•JUAL/KONTRAK•

> BWI: DIJUAL Toyota kijang KF 82 super th 2001 biru mtl hrg 120 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

kan berarti menyurutkan niat ribuan sukwan di Jember untuk diprioritaskan menjadi PNS. Gunawan menegaskan, FHI juga akan ikut mengawasi pelaksanaan uji publik data base honorer non APBD/APBN. ”Kami akan ikut mengawasi uji publik. Saat ini sudah ada beberapa laporan bahwa belum semua SKPD mengumumkan data honorer secara terbuka,” terangnya. Namun, lanjut dia, ada pula beberapa SKPD yang sudah terbuka mengumumkan data sukwan di lingkungannya. ”Kalau ada masalah lagi, kami tak segansegan turun jalan,” ancam Gunawan. Dia menjelaskan, FHI akan terus memperjuangkan nasib honorer. Sebab, selama ini honor yang diterima dirinya dan rekan-rekannya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (aro/c1/har/jpnn)

DJL Cpt BU, Dbwh Hrg Psar! Rmh Kos-2an 11Kmr, LT 374M2, Lb 196M2, SHM, Jl Brnts 45 Dkt UNEJ H 475Jt Hub: 081336237001

•DIJUAL CEPAT•

> BWI: DIJUAL Hyundai trajet G8 MT th 2004 abu-abu mtl hrg 95 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Saat ini ada sekitar 4.823 tenaga sukwan yang masih diverifikasi oleh BKD. Data tersebut telah dikirim ke pemerintah pusat. Tetapi, data tersebut masih akan berubah karena BKD juga sedang melakukan validasi. Jika ada yang tidak sesuai aturan, tenaga honorer non APBD/APBN bisa dicoret dari data base. Ketua Forum Honorer Indonesia (FHI) Gunawan Santoso mengaku bisa menerima penjelasan Penjabat Bupati Zarkasi. ”Kami menerima apa yang dinyatakan Pak Pj Bupati. Yaitu menunggu peraturan dari pusat,” kata Gunawan Santoso kemarin (25/7). Dia menilai, Penjabat Bupati Jember sudah merespons aspirasi FHI. ”Pak Pj Bupati sudah menanggapi. Kami memang diminta menunggu peraturan dari pusat,” kata Gunawan. Dengan tanggapan itu, kata dia, bu-

LUMAJANG– Para pengendara yang melintasi jalur Lumajang-Malang lewat Tempeh mengeluhkan lamanya perbaikan jalan di tempat tersebut. Selain karena panjangnya kemacetan di tempat tersebut karena jalan yang buka tutup, para pengendara juga mengeluhkan debu yang beterbangan akibat perbaikan tersebut. Jalur Lumajang-Malang di titik Tempeh saat ini memang sedang dilakukan perbaikan. Jalan yang masuk tanggung jawab provinsi tersebut yang diperbaiki sekitar sepanjang

DIJUAL cpt Rmh di Jember tepi Jl Raya,Jl Pangsud, SHM Lt5x22m,LB 100m2. Rp175jt. Hub 0811367338

(26/07-02-08)

hanya bisa menunggu sampai peraturan perundang-undangan yang berlaku yang mengatur sukwan turun. ”Kami hanya bisa menunggu,” terangnya. Dia berharap agar para sukwan bersabar. Sejatinya, kata dia, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jember telah melakukan pendataan terhadap tenaga sukwan di Jember. Tercatat, sekitar 4.000 tenaga sukwan dari berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang masuk dalam data base BKD Jember. Malah, data sudah mulai diverifikasi oleh BKD. BKD juga sudah melakukan uji publik dengan menginstruksikan semua SKPD mengumumkan secara terbuka data sukwannya. Harapannya, ada koreksi terhadap data sukwan di masingmasing SKPD. Bahkan, kini BKD kembali melakukan uji publik data sukwan di lingkungan Pemkab Jember.

Keluhkan Macet Plus Debu

JEMBER

(26/07-02-08)

JEMBER – Geliat harga kebutuhan pokok mulai terasa mendekati bulan Ramadan. Harga bahan-bahan pokok cenderung mengalami kenaikan. Tak terkecuali untuk harga daging. Lima hari menjelang bulan puasa tiba, harganya cenderung meningkat. Sumardji, salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Tanjung mengungkapkan, kenaikan harga daging jelang bulan puasa itu pasti terjadi. Dari pengamatannya, tiap tahun, terutama harga daging selalu mengalami kenaikan pada momen menjelang puasa. “Kalau sudah dekat-dekat bulan puasa seperti ini, harga daging pasti naik,” ujar Sumardji. Sumardji mengungkapkan, harga daging ayam yang dua minggu lalu masih kisaran Rp 22.000/kg - Rp 22.500/kg, lima hari menjelang bulan puasa ini menjadi Rp 25.000/kg – Rp 26.000/kg. Kenaikan harga yang terjadi sementara ini, menurut dia, masih memungkinkan untuk terus naik. Tak hanya harga daging ayam yang mulai naik, harga daging sapi juga mengalami kenaikan pada lima hari menjelang bulan puasa ini. Harga daging sapi yang seminggu lalu stabil pada harga Rp 55.000/kg, hari Senin kemarin menjadi Rp 60.000/kg. (mg-6/c1/wnp/jpnn)

•PIA GLENMORE• CAB Bwi Jl A. Yani 98 Telp. (0333) 421496 JBR Jl PB Sudirman 4 Telp. (0331) 427313

SITUBONDO

•KULINER• • RUKO L 490M2•

BEBEK Presto Glenmore (samping BRI) Hub: 08123451923 Ada Ayam Kampung, Gurami, Udang Dll. Maknyus Buka 08.00-23.00

DIJUAL Toko + Rmh L +490M2 Lok Strategis Jl A Yani 106A Situbondo

BANYUWANGI

•PT MAS WANGI•

BANYUWANGI

•GEBYAR DISCOUNT DAIHATSU•

PAGI 07.00&sore19.00,LMJG-JBR-BWIDPS &Paket.Dpn SPBU Mangir. T:03337700661www.balitugroup.com

GEBYAR Discount Xenia 4Jt, Terios 4Jt, Luxio 15Jt, Sirion 15Jt, GM MB 7Jt, GM PU 9Jt/DP 5Jtan, Brhadiah Uang 1M, 8Terios, 18 Xenia Diundi Agustus Hub: Sakti AI 08121732210/ 081216299993/03337728434

•HONDA•

SITUBONDO •WWW.ZHIBOND.COM•

•KAYU & SENG•

TELAH HADIR Jasa Pembuatan Website & Toko Online Professional Murah Berkualitas Hub Sekarang Juga 081336237001

DIJUAL Kayu Bekas, Kayu Kalimantan Uk 15x60m & Seng Kondisi Masih Bagus Hub: 081-336656064

DJLRmh Murah Tipe 45 L 127M2 Perum Pakis Jalio Blok H-3 Jl Sutawijaya Bwi Hub: 081332260776 (Yuning)

JUAL Honda Jazz 06 Idsi 05 VTi Mtic, Taruna CSX 06 Oxy, Escudo 01 20.i L 300 07 Cash/Kredit Tukar Tambah Hub: 0821421941111, 081335897888

BANYUWANGI

•RUMAH JL RONGGOWUNI•

•HONDA•

DJLRmh L200M2,Lok Jl Ronggowuni 36 Kebalenan SMP2 Tanpa Perantara Hub: 085-236396077

JUAL Maestro 90 Putih Siap Pakai Hub: 08123353502

DBIMBING Slm 4Bln Jd Guru Paud Proff, Job Trning. Dftr100rb Lgs Msk. Hub Jl MH Thmrin 48Bwi T.085236095152,10-14WIB

•TADIKA PURI•

•RUMAH L160/65• DJL Rmh Jl Adi Sucipto Lt/Lb 160/65 2Kt 2Km, Mushola, 2200W, Telp, Pompa Air Keramik Full. H 325Jt Nego TP Hub EKO 08882721945

BANYUWANGI

•TUKANG KAYU•

•KULKAS TOSHIBA•

RUMAH Dijual K Tdr 4+1, Kmndi 2, L 210M2, Jl Kopral Talab.28 Kel Tkgkayu Sertifikat Hak Milik Hub: 08176339007, 0818946848

JUAL Kulkas Toshiba Impor Bks 90%baru. Tp Hybrid Guard Intrg Tch Infred 2Pnt Hrg 50% Baru Hub 081233255678 Edy

BANYUWANGI •STNK-BPKB• HLG STNK Nopol P 6506 YM an Ang Bing Gwat Jl Dr Soetomo 60 Rt 05/03 Bwi HLG STNK Nopol P 5411 EA anYusak S. Al. Irian JAya 26 Mimbaan Panji STB.

•RUKO STENDO• DISEWAKAN Ruko Stendo Jl Kol Sugiyono No3 Kel Tukangkayu Bwi Hub: (0333) 413996 -081934820314


CMYK

6

Ulang Tahun

Selasa 26 Juli 2011

Terima Kasih Kolega

GALIH FOTO FOR RaBa

Kue Tart dari Asosiasi Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Banyuwangi.

SEHARIAN kemarin Radar Banyuwangi menerima banyak ucapan selamat ulang tahun dari para kolega. Menariknya, kedatangan para kolega tersebut disertai hadiah istimewa. Ada yang membawa kue tart, ada pula yang menyuguhkan tumpeng. Tentu saja hal tersebut semakin menambah meriah acara ulang tahun koran ini. Ya, hari ini Radar Banyuwangi genap berusia 12 tahun. Kami segenap keluarga besar Radar Banyuwangi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga kami bisa terus berkiprah di tengah-tengah masyarakat, untuk terus mendorong perubahan dan pembaruan. Sekali lagi terima kasih. (*)

GALIH FOTO FOR RaBa

Kue Tart dari UD. Klantink Exspress Group.

NIKLAAS ANDRIES/ RaBa

Kue Tart dari Agro Wisata Alam Indah Lestari (AIL) Rogojampi.

Kue Tart dari Gabungan Pengusaha Kontruksi (Gapensi) Banyuwangi.

Tumpeng dari Keluarga Besar Persewangi Banyuwangi

GALIH FOTO FOR RaBa

GALIH FOTO FOR RaBa

Galeri Lukisan di Restoran BANYUWANGI–Satu lagi galeri lukisan akan melengkapi khasanah wahana seni di Bumi Blambangan. Wina Gallery akan dibuka secara resmi setelah Lebaran nanti. Meski belum dibuka secara resmi, saat ini pengunjung sudah bisa datang ke galeri di kompleks Pondok Wina Restaurant itu. Menurut owner Wina Gallery GALERI BARU:Wina Gallery melengkapi tempat memamerkan lukisan di Banyuwangi.

Ongko Widodo, keberadaan galeri tersebut diharapkan bisa menjadi tempat bagi seniman Banyuwangi untuk memamerkan hasil karyanya. “Seniman di Banyuwangi ada banyak, tetapi di sini belum ada tempat yang menampung karya mereka,” katanya kepada RaBa, kemarin siang (25/7). Target market Wina Gallery adalah pengunjung restoran Pondok Wina. Untuk promosi, mereka telah menyediakan website sendiri. Mereka juga bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ba-

nyuwangi. Abdul Azis, pelukis yang memajang karyanya di Wina Gallery mengungkapkan bahwa konsep Wina Gallery mencontoh konsep galeri yang ada di Bali. “Di Bali, hampir setiap restoran memiliki galeri,” ungkapnya. Pelukis dengan aliran ekspresionis itu mengakui, Banyuwangi sangat butuh tempat seperti Wina Gallery. Itu karena jumlah senimannya cukup banyak. Kebanyakan mereka hanya menyimpan karyanya di rumah masing-masing, karena tidak memiliki galeri.(mg-1/irw)

GALIH COKRO/RaBa

Omzet Konveksi Naik Lagi

ISTIMEWA

RAMAI: Usaha konveksi di Rogojampi mulai panen.

ROGOJAMPI - Meski peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-66 berbeda dengan perayaan-perayaan sebelumnya, tapi tidak memengaruhi omzet perajin konveksi. Usaha tersebut tetap ramai pesanan. Abdul Holik, perajin konveksi asal Rogojampi mengaku, meski perlombaan tidak seramai dan semeriah tahun lalu, usaha konveksinya tetap ramai pesanan. Hal itu disebabkan peringatan agustusan dimajukan pada akhir bulan Juli. “Selain itu, pesanan seragam juga meningkat, karena agustusan tahun ini bersamaan dengan tahun ajaran baru,” ungkapnya

kepada RaBa kemarin (25/7). Seluruh pesanan, terutama dari sekolah-sekolah, datang secara bersamaan hingga menumpuk, mulai kaos, celana training, jaket, hingga topi. Akibat ramai order, Holik harus menambah jumlah karyawan. Sebelumnya, dia hanya dibantu delapan orang, kini dibantu 15 orang. Holik mengungkapkan, secara umum tahun ini memang terjadi kenaikan harga. Seperti kaos, yang naik dari Rp 37 ribu per potong menjadi Rp 57 ribu. “Kenaikan harga tersebut dipengaruhi harga kain yang naik 20 persen per gebok,” ungkapnya. (azi/irw)

Jelang Ramadan, Sembako Normal GENTENG - Beberapa hari menjelang bulan Puasa, harga sembako di sejumlah toko di Genteng dan Rogojampi masih normal. Meski sedikit ada kenaikan, tapi belum signifikan. Ida, pedagang sembako di Genteng, mengakui harga sembako menjelang bulan Puasa tahun ini relatif normal dan stabil. Hanya beberapa komoditi yang mulai mengalami kenaikan harga, seperti telur dan minyak goreng curah. Itu pun kenaikannya tidak terlalu signifikan. Harga telur seminggu lalu di kisaran Rp 14.800 per kilogram (kg). Kini sudah menjadi Rp 15 ribu. Sementara itu, minyak goreng curah sepekan lalu Rp 8.900 per kg, kini jadi Rp 9.000. Harga beras masih stabil di kisaran Rp 7.300 per kg. Gula pasir juga tetap Rp 8.800 per kg. Harga mentega Rp 10 ribu per kg dan tepung terigu Rp 6.500 per kg. “Jadi, masih normal harganya. Masih bisa naik, juga masih bisa turun,” cetus Ida. Hal senada dikatakan Nurma Herlina, pedagang sembako di Pasar Rogojampi. Diungkapkannya, secara umum harga sembako masih relatif normal. “Mungkin harganya akan naik kalau pertengahan puasa atau menjelang Lebaran,” duganya. (azi/irw)

AGUS BAIHAQI/RaBa

MURAH: Belanja di Bang Hasyim menawarkan keuntungan berlipat, karena harganya grosir menjadikan swalayan ini diserbu banyak pengunjung.

Bisa Kredit Mebel Asli Jepara

ABDUL AZIZ/RaBa

NORMAL: Pedagang sembako melayani pembeli di Genteng kemarin (25/7).

GENTENG-Swalayan Bang Hasyim tak hanya menyediakan mebel. Tetapi, juga menyediakan berbagai barang elektronik. Bermacam jenis barang elektronik tersedia di swalayan itu. Mulai tape compo, jam, magic com, DVD, kulkas, komputer, laptop, dan elektronik lainnya. Semua jenis barang elektronik itu bisa dibeli secara kredit maupun tunai. Setelah di-launching menjadi swalayan, Bang Hasyim Grosir menyediakan berbagai macam kebutuhan. Sukses mengembangkan mebel dan baju muslim. Nah, kini Bang

Hasyim menyediakan aneka macam sembako. Seperti beras, minyak goreng, susu, sabun, dan aneka kebutuhan sehari-hari lainnya. Habib Hasyim bin Alwi bin Ali Al Haddar mengatakan, semua kebutuhan yang disediakan, mulai sembako hingga mebel dan elektronik, dijual dalam satu tempat. Yaitu di Bang Hasyim Swalayan, Jalan KH Hasyim Asyari No. 42-45, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. “Semua yang dijual di Bang Hasyim menawarkan harga grosir. Jadi sangat miring dibandingkan

dengan yang lain,” kata pria yang akrab di panggil Bang Hasyim itu. Untuk elektronik, pihaknya menawarkan cara yang mudah mendapatkan semua jenis barang kebutuhan rumah tangga itu. Dengan kualitas dijamin, semua barang elektronik dijual dengan harga murah dan dapat dibeli secara kredit. Mebel juga bisa dibeli dengan kredit. Misalnya, sofa, bufet, lemari, meja makan, tempat tidur, springbed, meja belajar, dan mebel jenis lainnya. “Ada yang ukiran dari kayu jati dan asli buatan Jepara,” ungkapnya. (ikl/irw)


Selasa 26 Juli 2011

7

BERITA UTAMA HALAMAN SAMBUNGAN

Mengaku Sudah Bayar ■ PAJAK... Sambungan dari Hal 2

“Ini berarti, transaksi itu sudah dibayarkan, meski tidak ada buktinya,” ungkapnya kepada RaBa mengutip kesaksian pegawai KPP itu, kemarin siang. Lain halnya kesaksian dari pegawai Bank Jatim Andri. Menurutnya, pajak transaksi senilai Rp 7,04 juta tersebut belum dibayarkan. “Transaksi tersebut tidak ada,” bebernya kepada hakim. Dalam sidang kemarin, lanjut Eko, juga dinyatakan bahwa sertifikat sudah selesai. Dijelaskan, sidang itu mengagendakan pemeriksaan saksi oleh jaksa penuntut umum (JPU) Gede Suharta. Sidang dipimpin Hakim Ketua Made Sutrisna itu sedianya mengundang tiga orang saksi. Namun, hanya

dua saksi yang hadir. Akhirnya, diputuskan untuk melanjutkan sidang pekan depan. Seperti diberitakan, sidang Haryo minggu lalu memanggil Ibnu Faizin, saksi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi. Menurut Eko, saksi menyatakan bahwa pajak transaksi senilai Rp 7,04 juta sudah dibayarkan secara tunai. Pembayaran disetorkan kepada KPP melalui Bank Jatim. “Uang itu sebagai setoran pajak penambahan hasil (PPh) final atas nama Imam sebagai wajib pajak,” ungkap Eko menirukan kesaksian Faizin. Ditambahkannya, Faizin, selaku saksi dari BPN menyatakan bahwa syarat setoran PPh final atas nama Imam sudah lengkap. Bahkan, berkas setoran PPh final tersebut juga su-

dah lengkap. “Syarat dan berkas sudah lengkap atas nama pembeli sendiri,” beber Eko. Sekadar diketahui, Haryo, notaris disidang karena perkara dugaan penggelapan pajak tanah. Dia dipolisikan pegawainya sendiri Jamal Abdul Nasir ke Polres Banyuwangi. Dalam laporannya disebutkan, pada 30 Juli 2009 telah terjadi transaksi jual-beli sebidang tanah hak milik seharga Rp 125 juta oleh Imam Bukani, warga Dusun Krajan, Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi. Pembelinya Ami Santoso dan Nancy Wijaya, warga Dusun Maduran, Desa Rogojampi, Kecamatan Rogojampi. Keduanya menghadap Notaris/ PPAT (pejabat pembuat akta tanah) Haryo Wirasmo untuk membuat akta jual-beli. Sebelum akta jual-beli dibuat,

Ami atas nama Imam telah membayar PPh final peralihan hak atas tanah sebesar Rp 7,04 juta kepada Haryo. Penjual juga membayar bea perolehan hak atas tanah Rp 6 juta. Kedua setoran pajak itu telah dikirim melalui rekening Haryo di Bank Mandiri, pada 10 Agustus 2009. Saat pembuatan akta jual-beli, Haryo sudah menyiapkan blangko surat setoran pajak (SPP) untuk pembayaran PPh final dan meminta Imam Bukani menandatangani kolom wajib pajak. Namun, dalam SPP itu belum ada tanggal penyetoran. Uang itu diduga tidak disetorkan ke kas negara melalui Bank Jatim selaku pemungut PPh final. Meski diduga belum dibayarkan, tapi pembeli sudah menerima SSP yang sudah di stempel Bank Jatim. (mg-1/irw)

Mohon Maaf Sekaligus Pamit ■ MENEMBUS... Sambungan dari Hal 1

Lebih dari itu, kami juga ingin kehadiran Radar Banyuwangi bisa memberikan ‘’kontribusi lebih’’ terhadap daerah tempat kami berpijak. Apa itu? Jawaban itu ada pada motto Radar Banyuwangi yang telah dicanangkan sejak setahun lalu bertepatan dengan hari ulang tahun ke-11, yakni ‘’pendorong perubahan dan pembaruan’’. Realisasi ‘’misi’’ itu mungkin masih sangat jauh dari harapan masyarakat. Tetapi, itu selalu menjadi penyemangat kami dalam berpartisipasi memajukan Banyuwangi dan Situbondo sesuai peran dan kemampuan yang dimiliki. Salah satu upaya yang sudah lama kami programkan adalah meningkatkan minat baca warga hingga ke pelosok daerah. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa penerbitan media massa, tentu kami sangat ingin produk kami bisa dibaca banyak warga, termasuk warga di pelosok desa. Mereka sangat layak mendapat informasi aktual tentang perkembangan dunia luar terkini agar mereka juga termotivasi membangun desanya. Melalui media, mereka bisa membandingkan dan mengambil hal-hal positif yang bisa dijadikan bahan atau dicontoh untuk berbenah diri, memacu inovasi, kreativitas, dan dinamika para perangkat desa dan warga untuk melakukan pembenahan wilayah. Jadi, dengan kehadiran media massa hingga ke pelosok desa, harapan kami bisa mengubah paradigma dan meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus menjadi pendorong perubahan dan pembaruan di segala sektor. Inilah ‘’misi’’ yang sangat kami harapkan bisa menjadi sumbangsih dalam berpartisipasi membangun daerah tempat koran ini beredar. Sebab, ada pesan khusus dari Dahlan Iskan, mantan CEO Jawa Pos yang kini menjadi dirut PLN, saat kami diberi amanah mendirikan koran Radar di daerah, ‘’Gunakan Radar untuk mengubah desa menjadi kota.’’ Pesan itu mengandung makna harus ada perubahan dan pembaruan, sesuai motto yang kami canangkan. Terutama, perubahan wawasan, cara pandang, pemikiran, dan kebiasaan-kebiasaan warga ke arah yang lebih dinamis dan kompetitif sebagaimana banyak terjadi di daerah perkotaan. Harapan mewujudkan itu semua ke arah yang lebih intensif bakal terealisasi mulai bulan depan bersamaan dengan awal bulan suci Ramadan. Ya, kami akan memulai program koran masuk desa mulai dari Banyuwangi dan bekerjasama dengan Askab (Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi). Meski secara geografis wilayah Banyuwangi paling luas di Jatim dan karakter alamnya perkebunan, hutan, gunung dan

pesisir, yang sulit dijangkau loper koran, kami bertekad warga di pelosok desa harus tetap terlayani. Semoga program ini juga bisa diterapkan di Situbondo. Untuk memacu dinamisasi dan kompetisi antardesa, kami akan menyiapkan rubrik khusus untuk desa. Rubrik tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengangkat potensi-potensi unggulan di desa. Termasuk, mengangkat program-program inovatif dan prestasi-prestasi membanggakan yang diraih desa. Sehingga, perangkat dan warga desa akan saling terpacu untuk menonjolkan apa yang terbaik di desanya. *** Pada moment hari jadi ke-12 ini, kami juga berbagi kebahagian, kebersamaan, kepedulian dan solidaritas dengan berbagai kalangan lewat beberapa event, baik event yang bersifat sosial, hiburan, religi, seni, pendidikan, maupun olah raga. Beberapa event yang sudah kami gelar di Banyuwangi, antara lain Pengobatan dan KB Implant Gratis, Sunatan Masal, Donor Darah, Senam Aerobic Competition, Kejurkab Bulu Tangkis, dan Mlaku Bareng Gubernur dan Wakil Gubernur. Selain itu, juga ada kegiatan bersifat fun yang melibatkan karyawan dan agen koran untuk menciptakan keguyuban dan kebersamaan, seperti senam aerobik, lomba ngempit balon, makan kerupuk, memasukkan paku dalam botol, nyisip koran, balap kelereng dalam sendok, dan lain-lain. Biro Situbondo yang memiliki lima karyawan juga tak mau ketinggalan menggelar event untuk meramaikan hari jadi Radar Banyuwangi. Berkolaborasi dengan beberapa pihak, kantor perwakilan yang dikomandani Edy Supriyono tersebut juga menggelar berbagai macam event, seperti Photography Exhibition, Semarak Damai Sejuta Aksi, Festival Rock, Body Painting, Fashion News Paper Competition, Pameran Lukisan, Wayang Kerteh, Islamic Dance, dan Pameran Produk Unggulan UKM. Aneka event memeriahkan hari jadi ke12 itu masih akan berlangsung hingga akhir bulan ini. Hari ini, misalnya, ada serangkaian kegiatan yang akan digelar. Bakda Subuh, misalnya, digelar khotmil Quran di kantor dan ditutup dengan tumpengan pada siang hari. Pagi ini, para “srikandi” Radar Banyuwangi akan turun jalan berjualan koran di beberapa simpang jalan di kota Banyuwangi. Menariknya, setiap pembeli koran akan mendapatkan amplop berisi hadiah. Paling tidak berhadiah ballpoint dan cutting stiker Radar Banyuwangi. Bila beruntung, di dalam amplop itu juga ada kupon berhadiah buku ‘’Ganti Hati’’ atau ‘’Mission Ini Impossible’’. Hadiah buku bisa langsung diambil di kantor Radar Banyuwangi. Sorenya, kami juga akan berbagi bantuan dan bingkisan ke panti asuhan.

Rangkaian agenda hari ulang tahun akan ditutup dengan Malam Tembang Kenangan pada Jumat 29 Juli pukul 19.00 WIB di RM Pondok Wina, Banyuwangi. Dalam resepsi ini, kami mengundang para klien, mitra, pejabat, dan beberapa tokoh masyarakat. Sebagai ungkapan terima kasih, kami juga memberikan penghargaan kepada pelanggan setia, agen koran terbaik, karyawan teladan, dan mitra pemasang iklan terbaik. Semoga, hal itu bisa memacu motivasi dan kinerja segenap pihak demi kemajuan bersama. *** Tak lupa, kami juga menghaturkan untaian terima kasih yang tak terhingga kepada segenap pihak yang telah berpartisipasi, bekerjasama, dan membantu secara moral dan material. Termasuk, secara pribadi saya yang diamanati mengomandani manajemen Radar Banyuwangi sejak Januari 2010, tak lupa menyampaikan terima kasih kepada seluruh karyawan atas kekompakan dan kerja kerasnya dalam meningkatkan performa perusahaan. Termasuk, dalam memberdayakan kantor perwakilan Situbondo dan Genteng yang kini lebih proaktif dengan kantor baru yang lebih representatif. Berkat kekompakan dan semangat kerja yang kondusif para karyawan, alhamdulillah Radar Banyuwangi pada tahun kemarin berhasil meraih dua penghargaan dalam rapat evaluasi tahunan antar Radar Jawa Pos Group di bawah naungan PT. Radar Media Nusantara. Kami sebagai juara pertama untuk Penghargaan Istimewa 2010 kategori efisiensi tertinggi dan juara kedua untuk penghargaan khusus 2010 kategori pertumbuhan oplah terbesar. Semoga penghargaan ini semakin memacu kami untuk memberikan yang terbaik kepada pembaca. Melalui catatan ini, saya juga menyiapkan diri untuk mohon pamit kepada para pembaca dan keluarga besar Radar Banyuwangi. Sebab, tak lama lagi saya harus bergeser tugas ke arah barat, yakni Radar Bromo yang membawahi wilayah Kabupaten/Kota Probolinggo dan Kabupaten/ Kota Pasuruan. Mohon maaf manakala ada sikap, ucap, dan tulisan, yang menyinggung atau tidak berkenan di hati para pembaca, termasuk kepada seluruh karyawan Radar Banyuwangi yang telah kompak menunjukkan kinerjanya. Meski hingga saat ini sudah satu tahun tujuh bulan bertugas di Banyuwangi dan Situbondo, saya tetap tak bisa melupakan daerah ini. Terutama, Banyuwangi yang memiliki berbagai macam potensi cukup besar dan prospektif dengan kondisi alam yang sangat eksotik. Kalau dikelola secara benar, maka tidak akan lama lagi Banyuwangi bisa menyalip kemajuan dan pertumbuhan ekonomi daerah tetangga, Jember. Semoga! (cho@jawapos.co.id)

Minta Perbanyak Kolom Perempuan ■ BACA RABA... Sambungan dari Hal 1

Karyawan KSU Artha Srikandi tersebut paling gemar dengan kolom cover story, laporan khusus, dan berita ivestigasi di Radar Banyuwangi. Nilai

di dalamnya membuat pembaca selalu ingin tahu isinya hingga selesai. ‘’Kalau bacanya tidak sampai selesai, bikin penasaran,’’ ujarnya. Alumnus SMAK Hikmah Mandala itu punya usul dalam ulang tahun Radar Banyuwa-

ngi ke-12. Yanti meminta agar kolom untuk perempuan diperbanyak. Bentuknya bisa berupa life style, kesehatan, busana, gaya rambut terkini, dan pernak-pernik parfum. Sebagai perempuan, warga Perum Citra Pesona Indah Ker-

tosari, Banyuwangi, itu sangat menggantungkan perkembangan dunia mode dari media massa. Yanti berharap koran mampu memainkan peran sebagai hands book bagi gaya hidup dan pengetahuan tentang kewanitaan. (nic/bay)

Ancam Mosi Tidak Percaya ■ GUBERNUR... Sambungan dari Hal 7

Makanya sangat aneh sekali hingga saat ini ka-sus Masykuri adem ayem, bahkan kabar terbaru masih menunggu petunjuk dari Menteri Dalam Negeri. Ini sungguh langkah politik da-

gelan, “ kata Ketua LSM Radar, Sayonara se-raya memperlihatkan surat yang dimaksud. Dia mempertanyakan kenapa hingga saat ini tak ada langkah tegas dari pimpinan DPRD. Padahal, semuanya sudah jelas. “Apa kita perlu melakukan mosi tidak percaya kepada

ketua dan pimpinan DPRD yang lain atau perlu masyarakat sendiri yang menurunkan Masykuri. Jangan mentangmentang, kita hidup di negara hukum,” tandas Sayonara. Kata dia, melalui surat bernomor 170/2526/ 011/2011 itu terungkap jika Pemprov Jatim

sebenarnya memberikan respons cepat terhadap kasus Masykuri. Sebab, tanggal 17 Februari DPRD Situbondo meminta petunjuk, dilanjutkan 28 Februari Asisten Pemerintahan sudah memberikan balasan yang juga ditembuskan kepada Bupati dan Sekda Situbondo. (pri/aif)

Yang Pertama Dimarahi Pelanggan ... ■ BERSEPEDA... Sambungan dari Hal 1

Sebuah kendaraan menabraknya dari belakang ketika dia sedang mengantar koran. Akibat kecelakaan itu, dia tidak bisa meloper koran untuk beberapa waktu. Akhirnya, tugas mengantar koran tersebut digantikan saudaranya untuk beberapa waktu. “Waktu kecelakaan, semua koran

sudah selesai saya antar,” cetusnya. Tomo merasa bersyukur dengan pekerjaan sebagai loper. Dari pekerjaan mengantar koran Jawa Pos–Radar Banyuwangi itulah, dia dipertemukan dengan pekerjaan baru. Suatu hari, ketika dia mengantarkan koran ke kantor PMI Banyuwangi, salah seorang staf PMI menawarinya sebuah pekerjaan. Saat itu juga dia mengiyakan tawaran tersebut. “Sejak itu saya

jadi tukang kebun di sini (kantor PMI Banyuwangi),” katanya sembari membetulkan letak pedal sepedanya. Sementara itu, meski telah bekerja sebagai tukang kebun di PMI Banyuwangi, dia tetap setia dengan pekerjaan lamanya sebagai loper koran. “Dari loper koranlah saya bisa kerja di sini. Saya nggak akan berhenti jadi loper Koran, dan semoga RaBa tambah jaya,” ujarnya penuh semangat. (bay)

Guru Ngaji Cabuli Santri PURWOHARJO - Perbuatan Saifudin alias Yatiman, 50, warga Dusun Damtelu, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldelimo, Banyuwangi, tak layak diteladani. Betapa tidak, dia diduga mencabuli sejumlah anak yang mengaji privat kepadanya. Dugaan sementara, sedikitnya lima anak yang menjadi korban. Rata-rata usia korban masih delapan tahun. Mereka mengaku dicium dan diraba bagian tubuhnya. Namun, dari lima korban, hanya satu orang tua korban yang melaporkan perbuatan tersebut. Empat orang tua santri lain mengaku telah memaafkan tersangka. Kasus tersebut terungkap setelah Yatiman mengerjai Saritem (nama samaran), 8, warga Kecamatan Purwoharjo, Kamis lalu (21/7) lalu. Pencabulan itu dilakukan di rumah seorang bibi Saritem. Dalam sepekan, tersangka Yatiman mengajar ngaji tiga kali, yakni Selasa, Kamis, dan Sabtu. Tersangka masih belum lama mengajari korban. ‘’Tersangka masih dua pekan mengajari korban,’’ ujar Kapolsek Purwoharjo AKP Trijoko Setyonarso di markasnya kemarin (25/7). Meski begitu, tersangka ternyata sudah berani berbuat tidak senonoh kepada korban. Dari pengakuan Saritem, tersangka sudah tiga kali melakukan pelecehan seksual. Semua terjadi saat bibi korban tidak ada di rumah. Perbuatan pertama dilakukan pada Sabtu lalu (16/7). Saat itu tersangka

ALI NURFATONI/RaBa

TERSANGKA: Saifudin dikawal petugas di polsek Tegaldlimo.

menarik korban untuk mendekat. Alasannya agar proses belajar mengaji lebih mudah diterima. Namun, ternyata tubuh Saritem dipeluk erat sembari diraba-raba. Selanjutnya, perbuatan itu diulangi lagi pada hari Senin lalu (18/7). Dengan alasan yang sama, korban diminta mendekat. Hingga akhirnya aksi itu terulang kembali. Lantaran merasa aman, tersangka mengulangi kembali perbuatan itu pada jadwal mengaji berikutnya. Kali ini, aksi tersangka lebih berani. Setelah puas, dia berpesan agar korban tidak menceritakan kejadian itu kepada siapa pun. “Tetapi, akhirnya korban cerita kepada bibinya,’’ imbuh Trijoko. Tanpa pikir panjang, bibi korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Purwoharjo Jumat lalu (22/7). Hanya selang sehari, polisi langsung menangkap oknum guru ngaji tersebut di saat mengajar ngaji di rumah bibi korban.

Awalnya, tersangka tidak mengaku bahwa dirinya telah berbuat cabul. Bahkan, tersangka terkesan berbelit-belit saat diinterogasi polisi. Namun, berkat kesabaran polisi, akhirnya tersangka mengakui semua perbuatannya. Bahkan, ia mengaku sebelumnya juga mencium dan meraba empat anak yang lain. “Saya memang melakukan itu, tapi empat anak lain hanya saya cium,’’ ujar Yatiman. Kepada petugas, Yatiman membantah dirinya punya penyimpangan orientasi seksual. ‘’Saya normal, dan tidak ada lagi korban lain. Saya juga menikah, punya istri,” ujar tersangka yang juga mengajar di sebuah SMP swasta di Kecamatan Purwoharjo itu. Hingga kemarin, tersangka harus mendekam di balik jeruji besi. Polisi menjerat tersangka dengan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. ‘’Bila terbukti bersalah, tersangka bisa dihukum penjara 15 tahun,’’ pungkas Trijoko. (ton/bay)

Ingin Hidup Normal ■ PAM OBVIT... Sambungan dari Hal 2

“Mereka butuh dikembalikan ke orang tua masing-masing untuk dididik,” kata Sugiharto. Kebanyakan dari anak punk itu hanyalah ikut-ikutan. Hanya sedikit dari mereka yang mengerti ideologi dari komunitas yang berslogan do it your self itu. “Punk itu protes, se-

karang apa yang mereka protes jika hanya ngamen di lampu merah dan terminal,” ujarnya. Fani Hindayani, satu-satunya punker perempuan yang terciduk menuturkan, menjadi anak punk bisa melatih mandiri. Perempuan berusia 17 tahun tersebut mengaku berasal dari daerah Kebalenan, Malang. Pertama kali masuk Banyuwangi, dia mangkal di daerah

Jajag. “Dari punk saya menemukan kebebasan,” cetusnya. Selain itu, lanjutnya, keinginan untuk lepas dari orang tua menjadi faktor utama yang mempengaruhi dirinya untuk menjadi anak punk. Fani mengaku ingin hidup menjadi manusia normal setelah dibebaskan dari tahanan Kejaksaan Banyuwangi. (mg-1/aif)

LDII Bawa Tiga Tumpeng ■ PANEN... Sambungan dari Hal 1

Selanjutnya, pertemuan itu ditutup dengan doa bersama di Seblang Room yang diikuti semua awak redaksi RaBa. “Kami berharap tali silaturrahmi LDII dan keluarga Radar Banyuwangi tidak putus,” ujar Ketua LDII Banyuwangi, Suprayaka. Dia berharap, RaBa bisa semakin maju di usia yang ke-12 ini. LDII berharap berita yang disajikan RaBa bisa lebih baik. “Selama ini, LDII merasa sa-

ngat dibantu Radar Banyuwangi,” katanya. Ke depan, Suprayaka mengajak kerja sama dengan Radar Banyuwangi demi peningkatan kualitas kader-kader muda LDII di Kabupaten Banyuwangi. “Kita ingin menggelar acara, seperti training jurnalistik atau kajian selama Ramadan, di kantor Radar Banyuwangi ini,” cetusnya. Sementara itu, beberapa kelompok masyarakat sudah berdatangan di kantor RaBa sejak siang. Mereka sengaja datang untuk memberikan ucapan

selamat ulang tahun kepada kru RaBa. Ada yang datang sambil membawa kue ulang tahun, ada pula yang membawa nasi tumpeng. Beberapa kolega yang datang, antara lain pengurus Gabungan Pengusaha Konstruksi Seluruh Indonesia (Gapensi) Banyuwangi, pengelola Agrowisata Alam Indah Lestari (AIL) Rogojampi, UD Klanting, pengurus Asosiasi Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Banyuwangi, Ketua Persewangi Banyuwangi, dan beberapa warga lain. (abi/bay)

Maksimal Hukuman 5 Tahun ■ DIPICU... Sambungan dari Hal 31

“Dia (korban, Red) bilang yang tidak ada buktinya kepada pacar saya,’’ ungkap Isnahadi saat di tahanan, kemarin. Dia nekat memukul karena hi-

lang kesabaran. “Agar dia tidak macam-macam lagi,’’ tukasnya. Sementara itu, polsek akan segera melimpahkan ketiga tersangka ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi. “Rencananya hari ini (besok, Red) mereka bertiga kami limpahkan ke kejaksaan,’’

ungkap Kanit Reskrim Polsek Gambiran Ipda Subagio kepada RaBa di markasnya, kemarin. Para tersangka itu, lanjut kanit reskrim, melanggar pasal 170 KUHP. “Maksimal hukumannya lima tahun penjara,’’ sebut Subagio. (ton/irw)

KOLESTEROL NORMAL, BADAN SEMAKIN SEGAR Kenyamanan Maskyiah (46 thn) terganggu ketika 2 tahun lalu dirinya mengetahui bahwa kadar kolesterol di tubuhnya sudah di atas normal. Setelah mencapai usia 20, memang kadar kolesterol alami mulai bangkit. Maka, tidak mengherankan jika ia yang memiliki tekanan darah tinggi dan terbiasa mengkonsumsi makanan enak memiliki masalah dengan kolesterol. “Sudah 2 tahun terakhir ini kolesterol saya tinggi. Rasanya benar-benar tidak enak, bagian belakang kepala sering terasa sakit.” Terang ibu rumah tangga tersebut. Setiap orang memiliki kolesterol di dalam darahnya, di mana 80% diproduksi oleh tubuh sendiri dan 20% berasal dari makanan. Kolesterol yang diproduksi terdiri atas 2 jenis yaitu kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL). Tubuh kita sebetulnya akan menghasilkan sendiri kolesterol yang kita perlukan. Tetapi, karena produk hewani yang kita konsumsi, menyebabkan banyak orang memiliki kelebihan kolesterol. Selain itu, kurang olahraga dan bergerak, disinyalir dapat menjadi salah satu pemicu seseorang mengalami masalah dengan kolesterolnya. Tak tinggal diam, ia terus berupaya mengatasi keluhannya tersebut, tapi belum ada perubahan. Namun, saat ditemui di kediamannya di Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, Maskyiah tampak sehat dan segar. Maskiyah pun membagi rahasianya dengan kami, “Sekitar 1 bulan yang lalu, saya mulai minum Gentong Mas. Alhamdulillah sekarang kondisi saya sudah sehat, kadar kolesterol sudah turun, badan jadi semakin segar dan pusing berkurang.” Ungkap Maskiyah dengan bahagia.

Karena telah membuktikan manfaatnya, kini ia ingin membagi pengalaman sehatnya dengan Anda, “Mudah-mudahan pengalaman yang saya rasakan ini bermanfaat bagi Anda.” Harap ibu 1 orang anak tersebut. Gentong Mas adalah minuman herbal alami yang terbuat dari Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) yang aman dikonsumsi dan terbukti sangat bermanfaat bagi kesehatan. Gula Aren banyak mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Niacin pada Gula Aren meningkatkan fungsi kerja otak dan menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat). Sementara Ascorbis Acid memiliki fungsi menghancurkan radikal bebas. Sementara itu, Omega 3 dan 6 dalam Habbatussauda efektif menurunkan LDL dan menaikkan HDL (kolesterol baik). Habbatusauda pun berfungsi menjaga kekebalan tubuh dan menetralkan racun dalam tubuh melalui kotoran, urine dan keringat. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan lebih cepat, pola hidup sehat seperti olahraga teratur, mengurangi makanan yang tinggi lemak jenuhnya dan makanan yang dimasak dengan minyak sawit. Manfaat bagi kesehatan dan kelezatan rasanya membuat semakin banyak masyarakat yang mengkonsumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/toko obat terdekat atau hubungi: 085 234 398 441. Banyuwangi: 085 234 398 441. Situbondo : 082143391646 Depkes:P-IRT.812.3205.01.114


8

Jawa Pos-nya Kota Santri

Selasa 26 Juli 2011

Air PDAM Berlumut

LLEGISLATIF EGISLATIF

Hampir Sebulan Belum Ada Penanganan EDY SUPRIYONO/RaBa

BUKTI: Sayonara menunjukkan surat Gubernur Jatim tentang PAW Masykuri.

Gubernur Jatim Minta Masykuri Segera Di-PAW SITUBONDO - Belum diberhentikannya Masykuri Ismail dari keanggotaan DPRD Situbondo kian banyak menuai sorotan. Kali ini sorotan datang dari LSM Gerakan Peduli Aspirasi Rakyat (Radar). Sorotan itu muncul seiring dengan terbitnya surat penjelasan dari Gubernur Jatim tentang penjelasam terhadap permasalahan anggota DPRD Situbondo, Masykuri Ismail. Dalam surat tertanggal 18 Februari 2011 itu Gubernur Jatim melalui Asisten Pemerintahan Pemprov Jatim, Gathot Hendri P secara tegas meminta Ketua DPRD untuk segera memproses pengusulan peresmian sekaligus penggantian resmi Masykuri Ismail. Pasalnya, Masykuri dinyatakan bersalah berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. ini sesuai surat Kejari Situbondo tertanggal 03 Januari 2011 bernomor B.17/0.5.39/Fs/01/2011. “Saya tahu karena mendapat tembusan n

SITUBONDO - Sejumlah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di lingkungan Karangasem, Kelurahan Patokan, mengeluh. Penyebabnya, distribusi air PDAM berlumut dan bau. Kotornya air PDAM itu sudah berlangsung satu bulan. Anehnya, hingga kini belum ada tanda-tanda keseriusan dari PDAM untuk menanganinya. Warga mengaku tak bisa berbuat banyak dengan keadaan itu. “Kita memang belum mengadukan langsung ke bagian pengaduan PDAM, tapi sudah saya sampaikan ke petugas PDAM bagian teknis,” ujar Sutinah, pelanggan PDAM yang beralamat di belakang Koramil Situbondo. Air PDAM yang berlumut itu sangat mengganggu kenyamanan pelanggan. Sebab, tak sampai seminggu lumut-lumut itu sudah menempel dan berkerak di dinding bak mandi. “Kalau diraba pakai tangan, rasanya licin dan agak bau,” ungkap ibu empat anak itu. Awalnya, Sutinah mengira air PDAM yang bermasalah itu hanya di rumahnya. Namun, setelah ditanyakan ke tetangga

lain, juga sama. Bahkan, saudaranya di Jalan Mawar juga mengalami masalah yang sama. “Mungkin sudah sekitar dua bulan seperti ini. Pertama, kita mengira air itu berlumut karena musim hujan, tapi sampai sekarang ternyata tetap. Kita sangat berharap PDAM memberikan perhatian serius terhadap permasalahan ini,” tandasnya. Direktur PDAM Ahmad Fauzan mengatakan, tidak semua pelanggan di lingkungan Karangasem airnya berlumut. “Makanya pelanggan yang mana itu, kok ada yang berlumut. Padahal, airnya kan dari sumur yang sama. Kalau di Jalan Mawar saya kira tidak, saya kan warga Jalan Mawar,” jelasnya. Menurut dia, jika ada permasalahan dengan air PDAM, seharusnya pelanggan langsung melapor ke bagian pengaduan dengan mencantumkan identitas dan alamat yang jelas. Itu agar petugas yang datang tidak salah alamat. “Hari ini (kemarin) juga akan langsung kita tangani pengaduan itu,” imbuhnya. (pri/aif) MENGELUH: Salah seorang warga menunjukkan bak mandinya yang kotor akibat air PDAM berlumut. EDY SUPRIYONO/RaBa

 Baca Gubernur...Hal 7

EKONOMI SALAHI ATURAN: Dump truk milik industri besar di wilayah Situbondo Barat mengisi BBM bersubsidi di salah satu SPBU.

EDY SUPRIYONO/RaBa

PROSPEKTIF: Sejumlah pekerja mengemasi rumput laut kering di sebuah gudang di Kecamatan Panarukan.

Seriusi Budi Daya Rumput Laut SITUBONDO – Budi daya rumput laut di Situbondo mulai digarap serius. Itu setelah Bank Indonesia (BI) melakukan penelitian bahwa rumput laut memiliki prospek ekonomi yang cukup cerah. Hasil penelitian BI itu direspons positif Pemkab Situbondo. Baru-baru ini, Bupati Dadang Wigiarto melakukan studi banding ke Gorontalo untuk kepentingan budi daya rumput laut. “Juga ada agenda lain selain studi tentang budi daya rumput laut,” terang Sekda Hadi Wijono yang mendampingi bupati. Beberapa waktu lalu BI memang melakukan penelitian tentang pemberdayaan dan pengembangan perekonomian di Situbondo. Selain rumput laut, ada juga peternakan sapi pedaging yang menjadi prioritas pengembangan sebelum rumput laut. Menurut Hadi, BI menggandeng seorang pengusaha yang juga teknokrat yang sudah banyak memiliki penemuan yang tidak dipatenkan. Sehingga, siapa pun bisa mengadaptasi untuk pengembangan perekonomian. “Saat berkunjung ke Situbondo, dia tertarik mengembangkan rumput laut karena pajang pantai Situbondo mencapai 152 km. Kebetulan juga dia sudah memiliki penemuan alat dan teknologi budi daya rumput laut,” papar Hadi. BI memfasiltasi dengan melakukan studi kelayakan. Hasilnya, Kabupaten Situbondo layak budi daya rumput laut. Dalam pelaksanaannya, tentu masyarakat setempat akan dilibatkan aktif, termasuk pemberian modal. Ini juga demi tanggung jawab bersama. Ada yang istimewa dalam teknik budi daya dan sarana yang akan digunakan untuk menanam. Di antaranya, pembuatan lahan yang tidak di permukaan. Sehingga, tidak mengganggu perahu nelayan. Langkah pertama, membuat dua demplot untuk percobaan. “Untuk pemasaran, petani tak perlu khawatir. Sebab, pengusaha yang kita gandeng sudah siap membeli. Daerah pertama yang akan digarap adalah Kecamatan Jangkar dan Besuki,” papar pria yang juga menjabat sebagai rektor Unars itu. (pri/aif)

KHOLILI FOR RaBa

Sektor Industri Mengisi BBM Subsidi di SPBU

SITUBONDO - Bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seharusnya diberikan kepada masyarakat kecil. Namun, kenyataan di lapangan, sektor industi masih bisa mendapatkannya. Ini terjadi di wilayah Situbondo barat. Penyimpangan ini diungkap Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Situbondo, Kholili. “Keadaan ini tentu sangat menyakitkan. Industri yang BBM-nya sudah diatur sendiri oleh pemerintah

masih mendapatkan BBM bersubsidi untuk masyarakat,” ungkap Kholili. Salah satu industri besar di Situbondo barat dipergoki mengisi bahan bakar di salah satu SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum). Kholili sempat mengambil gambar kejadian itu. “Kita sangat menyayangkan ini, mengapa bisa terjadi? Membeli kebutuhan BBM di SPBU untuk diangkut ke perusahannya,” pungkas pria berkumis tersebut.

Khalili sempat menegur sopir truk dan petugas SPBU yang melayani kebutuhan BBM industri. Dia berani melakukan itu karena tahu jika truk tersebut milik sebuah industri besar di wilayah barat. “Namun, petugas SPBU mengatakan jika industri tersebut memang memiliki jatah di SPBU,” ungkap Khalili. Pengakuan tersebut cukup janggal.Sebab, industri biasanya sudah menampung sendiri kebutuhan BBM-nya. (pri/aif)

Radar Banyuwangi 26 juli 2011  

Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you