Issuu on Google+

CMYK

1

SABTU 18 JUNI TAHUN 2011

Boom Digerojok Rp 8,9 M

DIGARAP: Alat berat mengeruk pasir di muara Pantai Boom, Banyuwangi, kemarin. Tumpukan batu cengkih juga terlihat di lokasi tersebut.

BANYUWANGI - Problem sedimentasi yang mendera muara Pelabuhan Boom, Banyuwangi, sepertinya bakal teratasi. Sebab Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur sudah melanjutkan proyek pembangunan pelabuhan laut di Pantai Boom, Banyuwangi, sejak sepekan lalu. Hingga kemarin (17/6), aktivitas proyek tersebut terus berlangsung. Alat berat mulai menge-

ruk tumpukan pasir dan lumpur yang mengendap di muara. Selain itu, truk hilir-mudik mengangkut material bangunan. Beton cengkih untuk penahan ombak juga sudah tertata di sana. Dari papan proyek Dishub Jatim, tampak bahwa pekerjaan itu merupakan proyek kelanjutan pelabuhan yang sudah berjalan selama beberapa tahun terakhir n  Baca Boom...Hal 7

GALIH COKRO/RaBa

DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’ SHUBUH 11.21 14.41 17.10 18.26 04.08

HUT RABA

GALIH COKRO/RaBa

PADHI: Salah satu instruktur lomba senam.

Didukung Instruktur Andal LOMBA senam aerobic dalam rangka 12 tahun ultah Radar Banyuwangi bakal berlangsung meriah. Perlombaan atas kerja bareng Radar Banyuwangi dan Persani Banyuwangi itu akan didukung instruktur andal. Para instruktur yang dihadirkan, antara lain Wawan G-Sport, Jember; Padhy, Persani Banyuwangi, Yayuk dan Ika dari AISBI Genteng. “Kami sengaja menggunakan instruktur senam yang sudah tahu kemampuannya,’’ ujar Ketua Panitia Lomba Senam, Iwan Setiono. Iwan menambahkan, lomba senam pada tanggal 3 Juli 2001 mendatang itu akan menempati aula kampus Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba) di Jalan Ikan Tongkol 22, Kelurahan Kertosari, Banyuwangi. Panitia sengaja memilih aula kampus di tengah kota itu agar calon peserta senam mudah menjangkau. Sementara itu, lomba yang dipertandingkan, antara lain senam bersama (masal), mix impact, dangdut aksesori, dan senam beregu antar-sanggar. Semua lomba tersebut boleh diikuti para pemula. “Supaya pesenam pemula bisa tampil dalam kesempatan ini,’’ pungkas Iwan. (event)

ADA APA LAGI

Lokalisasi Dipasangi CCTV BANYUWANGI - Kabar kurang baik bagi lelaki hidung belang yang suka berkunjung ke lokalisasi. Bupati Abdullah Azwar Anas berencana memasang closed circuit television (CCTV) di seluruh lokalisasi di Kabupaten Banyuwangi. Rencana pemasangan CCTV itu sebagai upaya mengurangi jumlah pengunjung lokalisasi, terutama bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan aparat penegak hukum. “Kalau ada CCTV, PNS biar malu kalau berkeliaran ke lokalisasi,” ujar Bupati Anas saat bertemu ulama dan tokoh agama se-Banyuwangi di Masjid LDII Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, kemarin (17/6) n  Baca Lokalisasi...Hal 7

TRAFFICKING

Terus Memburu BMB GLAGAH - Upaya Polsek Glagah menelusuri jaringan trafficking dengan korban Saritem (nama samaran), 14, asal Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, tampaknya tidak mudah. Pasalnya, salah satu pelaku yang berinisial BMB belum berhasil ditangkap hingga kemarin (17/6). Tersangka yang sudah diringkus sebelumnya, yakni Nur Hadi, 26, warga DuAGUS BAEHAQI/RaBa sun Karangsari, Desa Nur Hadi Segobang, Kecamatan Licin, ternyata bungkam. Hadi menolak mengungkap jaringan penjualan gadis tersebut. “Tersangka tetap mengaku hanya berbuat cabul, tidak pernah meniduri,” terang Kanitreskrim Polsek Glagah Aiptu Abdul Karim. Aiptu Karim mengaku, pihaknya sudah berupaya mencari pria berinisial BMB yang tinggal di Kecamatan Muncar n  Baca Terus...Hal 7

http://www.radarbanyuwangi.co.id

DB Mulai Merajalela Satu RT Lima Penderita BANYUWANGI - Penyakit demam berdarah (DB) kini mulai mengancam warga di Lingkungan Tamansari, Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Banyuwangi. Di daerah tersebut, sejumlah anak dilarikan ke rumah sakit karena menderita penyakit yang disebarkan nyamuk aides aegepty itu. Di sekitar Lingkungan Tamansari, penderita DB ditemukan di RT 3 RW 1. Di tempat tersebut, ada sekitar lima anak yang sudah dinyatakan positif DB. Di RT 4 RW 1, ada dua anak yang positif terkena penyakit tersebut. “Semua yang kena DB dibawa ke rumah sakit,” ujar Ketua RT 3 RW 1 Supriyono. Dari lima penderita DB di RT 3, kata Supriyono, salah satunya adalah Marsyida Aulia Rahmah, 6, putrinya sendiri. Sejak sepekan lalu, Rahmah masih dirawat di rumah sakit. “Anak saya sejak Sabtu lalu masuk rumah sakit,” kata Supriyono saat ditemui di Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah, Banyuwangi, kemarin. Sebelum masuk rumah sakit, Rahmah mengalami panas yang cukup tinggi. Saat dibawa ke rumah sakit, trombositnya menurun cukup tajam. “Saat diperiksa di laboratorium, ternyata positif DB,” ujar Supriyono. Menurut Supriyono, warga yang terkena DB bukan hanya putrinya. Sejumlah anak tetangganya juga terkena DB dan masuk RSUD Blambangan dan RSI Fatimah n  Baca DB Mulai...Hal 7

GALIH COKRO/RaBa

LEMAH: Marsyida Aulia Rahmah ditemani ibunya di rumah sakit Islam Fatimah. Dia sudah dirawat sejak sepekan lalu.

dr Nanang Akui Rukemah Pasien RSUD Genteng GENTENG - Direktur RSUD Genteng, dr. Nanang Sugianto, akhirnya mengakui bahwa Rukemah pasien RSUD Genteng. Perempuan itu ternyata dirawat sejak 29 April sampai 9 Mei karena mengalami kecelakaan di Kecamatan Purwoharjo. Menurut Nanang, ketika dirawat di RSUD Genteng, identitas korban tidak jelas. ’’Jadi kami sebut dia Mrs X,” ujarnya. Nanang menambahkan, awalnya orang yang menabrak tersebut mengantarkan Rukemah ke RSUD Genteng, dan menyatakan siap bertanggung jawab atas biaya yang timbul. Namun, ketika perawatan usai, orang yang menabrak tersebut hanya membayar biaya pengobatan. ‘’Setelah itu, orang yang menabrak itu pulang dan kini tidak tahu ke mana,” jelasnya. Mengetahui

hal tersebut, pihak RSUD Genteng sebenarnya sudah berusaha melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Banyuwangi. Pihaknya mendapa jawaban agar Mrs X tetap dirawat di RSUD Genteng. Padahal, versi RSUD Genteng, Mrs X tersebut sudah tidak semestinya lagi menjalani perawatan medis n  Baca dr Nanang... Hal 7

Dibesuk Komisi I dan Ny Ipuk SEMENTARA itu, Rukemah, 70, pasien yang ditelantarkan pihak RSUD Genteng menuai simpati berbagai kalangan. Sekitar pukul 09.30 kemarin (17/6), istri Bupati Banyuwangi, Ny. Ipuk Fiestiandani Anas, bersama rombongan mengunjungi Rukemah di Panti Sosial Lanjut Usia, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore. Begitu tiba di lokasi milik Pemprov Jawa Timur tersebut, Ny. Ipuk Anas langsung disambut Kepala Panti, Puji Riyanto, ke ruangan Rukemah. Saat bertemu Rukemah, Ny. Ipuk Anas sempat mena-

nyakan kondisi dan kronologis nasib yang menimpa Rukemah hingga diturunkan di tepi jalan oleh sopir ambulans RSUD Genteng. Mendengar pertanyaan Ny. Ipuk Anas yang menggunakan bahasa Indonesia, Rukemah lancar menceritakan semua yang dialami. Mulai awal dia mengalami kecelakaan di Kecamatan Purwoharjo sampai dirawat di RSUD Genteng. Bahkan, dia juga ingat bahwa dirinya diturunkan di tepi Jalan Raya Jember, masuk Dusun Sumbergondo, pada malam hari. ’’Ya sudah, Mbah sekarang sudah dirawat di sini, dan mohon bersabar ya,” ujar perempuan yang akrab disapa Dani Anas itu. Dani menuturkan, pihaknya prihatin dengan apa yang menimpa Rukemah. Menurutnya, kejadian yang menimpa wanita tua itu menunjukkan bahwa rasa sosial masyarakat sudah luntur. ’’Kejadian ini tentu membuat kita semua prihatin,” ujarnya n ABDUL AZIZ/RaBa  Baca Dibesuk...Hal 7

SIMPATI: Ny. Ipuk Fiestiandani Anas menjenguk Rukemah di Panti Sosial Lanjut Usia Kecamatan Glenmore kemarin.

Menyaksikan Musim Layang-Layang di Desa Karangsari

Sawah yang Sepi Mendadak Mirip Pasar Musim layang-layang di Dusun Simbar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, termasuk yang paling ramai di Bumi Blambangan. Setiap sore, jumlah pemain dan penonton adu layang-layang di persawahan dusun tersebut bisa mencapai ratusan orang.

Jaksa bekingi proyek dilaporkan ke Satgas Mafia Hukum Gajinya apa masih kurang kok jadi beking?

Istri Bupati sambangi Rukemah Jangan hanya disambangi, kasih juga santunan!

ALI NURFATONI, Sempu

CUACA di persawahan tersebut cukup bagus. Perlahan sang surya merapat dan tenggelam di sisi barat. Selama menunggu masa sunset tersebut, ratusan warga memadati pematang Sawah di Dusun Simbar. Mereka yang datang beragam;

ALI NURFATONI/RaBa

NONTON LAYANGAN: Suasana jalan di tepi persawahan di Dusun Simbar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu.

ada orang tua, remaja, ada pula anak-anak. Mereka membentuk kelompok masing-masing di setiap petak sawah. Mereka

memang sengaja datang ke lokasi tersebut untuk melakukan adu layang-layang. Selain dipadati pemain adu la-

yang-layang, kawasan itu semakin ramai karena kehadiran para penonton n  Baca Sawah...Hal 7

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


2

Sabtu 18 Juni 2011

ADVERTORIAL RELIGI

Kafilah MTQ Berangkat ke Madiun Dilepas Bupati di Pendapa Kabupaten BANYUWANGI–Sebanyak 37 peserta Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke- 24 dilepas Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Jumat sore (17/6). Para kafilah Kabupaten Banyuwangi itu akan berada di Madiun, mulai 18 hingga 26 Juni 2011. Ada delapan kategori yang dilombakan. Dua kafilah akan berlomba tartil,

tilawah delapan orang, qiraat dua orang, dan MHQ sepuluh orang. Sedangkan tafsir Inggris, Arab, dan Indonesia sebanyak tiga orang. Selain itu, fahmil Quran tiga orang, syarhil Quran tiga orang, dan MKQ enam orang. Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya berharap, kafilah MTQ Kabupaten Banyuwangi dapat tampil prima dan berjuang keras meraih yang terbaik. “Untuk itu, saya mengharapkan kepada ketua kafilah dan para pelatih, agar selalu memberikan semangat dan dorongan kepada seluruh peserta MTQ,”

harap Bupati Anas, kemarin sore. Bupati mengimbau, agar terjalin hubungan harmonis dilandasi saling pengertian di antara peserta, pelatih, dan pimpinan kafilah. Juga mengedepankan pola asah, asih, dan asuh, sehingga tercipta kekompakan dan semangat kebersamaan, dengan satu tujuan berjuang untuk tampil maksimal. “Peserta MTQ harus selalu menjaga stamina dan kondisi kesehatan, agar bisa tampil prima. Dengan menjaga pola makan dan istirahat yang cukup, di samping dapat memanfaatkan waktu luang, untuk

senantiasa berlatih sesuai cabang yang diikuti,” ungkap bupati. Dikatakan, peserta MTQ juga sebagai duta Kabupaten Banyuwangi. Untuk itu, selama mengikuti MTQ, pesan bupati, jagalah sikap dan perbuatan dalam berinteraksi dengan sesama peserta lomba dan masyarakat lainnya. Dengan begitu, Banyuwangi tidak hanya dikenal prestasinya, tetapi juga sopan santun serta ketinggian akhlaknya. “Ceritakan juga bahwa Banyuwangi pernah berjaya dan unggul dalam ajang MTQ,” pinta Bupati Anas. (ikl)

FOTO-FOTO: ISTIMEWA

HATI-HATI YA: Bupati Anas menyalami peserta MTQ. Mereka dilepas Jumat sore (17/6) menuju Madiun.

Kafilah MTQ: -

Tartil 2 orang Tilawah 8 orang Qiraat 2 orang MHQ 10 orang

-

Tafsir 3 orang Fahmil Quran 3 orang Syarhil Quran 3 orang MKQ 6 orang

CERMIN DIRI

Pilih Calon yang Tidak Partisan HARI ini (18/6), Gerakan Pemuda (GP) Ansor Banyuwangi menggelar konferensi cabang. Even yang digelar di Pondok Pesantren Fathurrohim Desa Benculuk, Kecamatan Cluring itu untuk memilih ketua dan pengurus baru GP Ansor Banyuwangi periode 2011-2015. Seperti pemilihan ketua organisasi pada umumnya, pasti akan ada pihak yang menang dan ada pihak yang kalah. Hukum ini akan selalu ada dalam setiap pesta demokrasi. Baik skala kecil seperti pemilihan organisasi, partai, maupun skala besar seperti pemilihan presiden. Kiprah Ansor sebagai underbow organisasi Islam terbesar di dunia, Nahdlatul Ulama, selama ini amat diperhitungkan oleh semua pihak. Tidak saja karena memiliki anggota yang besar, tetapi para pengurus Ansor juga banyak yang terlibat dalam dunia politik. Bahkan kini banyak anggota dan pengurus Ansor yang menjadi anggota dewan, wakil gubernur, bupati, dan sebagainya. Artinya, Ansor memiliki peran cukup strategis dalam menentukan arah dan kebijakan para penguasa. Meski demikian, kiprah para pengurus Ansor yang terlibat dalam politik praktis ini diharapkan tidak berpengaruh kepada Ansor secara kelembagaan. Ansor dari pusat hingga daerah harus tetap menjadi underbow NU. Jangan sampai Ansor justru memilih berafiliasi dengan partai politik tertentu. Meskipun terhadap partai yang pendiriannya dibidani oleh pengurus NU. Ansor harus tetap menjadi milik semua kalangan. Sebab, Ansor kini tidak saja milik kaum Nahdliyin, tetapi Ansor sudah menjadi milik semua agama. Hal ini dibuktikan keterlibatan sejumlah orang dari agama lain dalam setiap kegiatan Ansor. Kemah Kebangsaan di Ketapang beberapa waktu lalu, menjadi bukti betapa Ansor menjadi milik semua. Karena itu, peserta konfercab Ansor di Pondok Pesantren Fathurrohim Desa Benculuk hari ini tidak memilih calon ketua yang condong kepada politik praktis. Ini agar organisasi ini tidak dijerumuskan dalam kepentingan politik lima tahunan. Siapapun memang boleh berpolitik. Tetapi orang yang ingin menjadi ketua Ansor harus berani menanggalkan baju politiknya. Siapa berani? (*)

BERJUANG: Ketua kafilah dan pelatih diminta selalu memberikan semangat dan dorongan kepada seluruh peserta MTQ.

KAFILAH: Peserta MTQ berpamitan kepada Ny Ipuk Fiestiandani.

Setengah Jam, Terjadi Dua Laka Mobil Tabrak Tiang, Motor Tabrak Bocah GENTENG - Dua kecelakaan lalu-lintas (laka lantas) terjadi di Jalan Jember, Kecamatan Genteng, Kamis malam (16/6). Sebuah mobil pikap Mitsubishi bernomor polisi (bernopol) P 9538 VD menabrak tiang di median jalan (double way) Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Akibatnya, bagian depan mobil itu ringsek dan ban depan sebelah kanan meletus. Tabrakan tunggal tersebut bermula saat mobil yang dikemudikan Imam Nahrowi, 33, itu meluncur dari selatan. Saat dia akan mendahului kendaraan lain, pandangan matanya tidak bebas, sehingga tidak tahu di depannya ada double way. Tak pelak, mobil putih tersebut naik ke median jalan. Selanjutnya, pikap yang mengangkut tomat itu menabrak tiang iklan di tengah pembatas double way. Akibatnya, tiang tersebut ambruk. Sebelumnya, mobil tersebut meluncur di median jalan sejauh 15 meter. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal itu. Hanya mengakibatkan kerugian materi. Saat itu juga, polisi langsung mengamankan sopir, sedangkan mobilnya dibawa ke Mapolsek Genteng sebagai barang bukti. Imam Nahrowi, sopir asal Desa Parang Harjo, Kecamatan Songgon, itu mengaku akan mendahului mobil lain. Namun, dia tidak tahu di depannya ada pembatas double way. Akibatnya, terjadilah kecelakaan itu. “Saya coba banting setir ke kiri, tapi sudah tidak bisa dan menabrak tiang itu,’’ tutur Imam

ALI NURFATONI/RaBa

RINGSEK: Moncong mobil pikap penyok di jalan barat terminal lama Genteng Kamis malam (16/6).

kepada RaBa usai kejadian. Sementara itu, sekitar 30 menit sebelum kecelakaan tunggal itu, laka lantas juga terjadi di jalan raya Jember, Kecamatan Genteng, pada pukul 18.30. Tepatnya di Dusun Krajan, Desa Setail. Kecelakaan itu melibatkan sepeda motor bernopol P 4785 XH dan sepeda pancal. Motor Yamaha RX King itu dikendarai Edi Suryono, warga Kecamatan Glenmore.

Kecelakaan itu bermula saat motor itu melaju dari arah timur. Saat itu, suasana sudah gelap dan sepi karena tidak ada kendaraan lain yang melintas. Tiba-tiba muncul seorang bocah berumur 11 tahun dari arah utara. Bocah bernama Aldo itu menyeberang jalan. Tak bisa dihindari, kecelakaan pun terjadi. Saking kerasnya benturan, Edi, karyawan Adira Genteng, itu terpental puluhan meter. Aldo juga terpental

sehingga harus segera dilarikan ke Rumah Sakit Al-Huda, Gambiran, untuk menjalani perawatan. Siswa kelas V SD itu luka di kepala dan kaki kiri. Edy hanya mengalami luka ringan di wajah dan kaki. Sebenarnya dia sudah mengenakan helm, tapi saat tabrakan, dia terguling dan helmnya terlepas. “Saya sudah di tengah jalan dan akan saya belokkan, tapi sudah terlalu dekat,’’ tutur Edi. (ton/irw)

Pemimpin Redaksi: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Agus Baihaqi, Abdul Aziz, Niklaas Andries, (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Mohammad Isnaeni Wardan Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: RodyaYuliani. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT Banyuwangi MENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Merak nomor 92 Situbondo, Telp : (0338) 677058. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 18.000/mmk, berwarna depan Rp 30.000/mmk, berwarna belakang Rp 27.500/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 30.000/baris, Lowongan: Rp 45.000/baris, Sosial: Rp 12.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


3

Sabtu 18 Juni 2011

PLN Banyuwangi Sukses Gelar Grasss 2 Penyambungan Baru Mencapai 121 persen BANYUWANGI - Untuk meningkatkan kualitas layanan penyambungan baru, terutama dalam mengatasi daftar tunggu permintaan sambungan listrik yang masih ada, PT PLN (Persero) melakukan langkah strategis dengan meluncurkan program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan Listrik (Grasss 2). Launching Grasss ini serentak dilakukan se-Indonesia Jumat (17/6) kemarin. Di Banyuwangi, peresmian Grasss dilakukan dengan kegiatan apel yang dihadiri seluruh jajaran karyawan Area Pelayanan Jaringan (APJ) PLN Banyuwangi, Bupati Banyuwangi yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Suhartoyo, serta segenap mitra PLN. Seperti Akli, Aklindo, Paklina, Konsuil, dan sebagainya. Dalam sambutannya, Manager APJ PLN Banyuwangi Ir Agung Surana mengatakan dalam program Grasss 2 ini, PLN Banyuwangi menargetkan menyabung 4600 pelanggan baru. Untuk mempersiapkan Grasss 2 ini telah dibangun jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 53,747 KMS, saluran udara tegangan menengah (SUTM) sepanjang 12,10 KMS dan membangun gardu distribusi baru sebanyak 53 unit dengan total kapasitas 8.370 kVA. Dari data realisasi yang masuk hingga Kamis (16/6) lalu, PLN Banyuwangi telah menyambung dan menyalakan mencapai 3.141 pelanggan sedangkan listrik yang siap

LEBIHI TARGET SAMBUNGAN: Manager PLN Ir Agung Surana menjelaskan jika konsumsi listrik masih dikuasai pelanggan rumah tangga.

menyala sebanyak 2.400 pelanggan. Dengan kata lain, PLN Banyuwangi telah melakukan penyambungan baru mencapai 121 persen dari target yang ditentukan atau telah mencapai target. Dilihat dari komposisi pelanggannya, konsumen listrik di Banyuwangi masih didominasi oleh pelanggan rumah tangga sebesar 313.178 pelanggan (91,9 persen). Sementara jumlah pelanggan industri hanya 370 pelanggan atau 0,11 persen. Dari komposisi pemakaian listrik, sektor industri baru mengonsumsi 4,5 persen dari total konsumsi listrik di Banyuwangi. Sementara rumah tangga 64,7 persen dengan rasio elektrifikasi pelanggan rumah tangga di Banyuwangi yang sebelumnya masih di bawah 70,39 persen telah meningkat menjadi 71,35 persen. “Dan, ke depan elektrifikasi ini akan terus meningkat seiring dengan semakin mudahnya pemasangan listrik,” ungkapnya. 2

Dikatakan, program Grasss 2 ini merupakan strategi PLN dalam mengatasi banyaknya keluhan pelanggan akan sulitnya permintaan sambungan baru listrik, tingginya biaya penyambungan dan tidak adanya kepastian. Grasss 2 yang digelar Juni ini merupakan kelanjutan Grasss Pertama pada Oktober 2010 yang pelaksanaannya bersamaan dengan Hari Listrik Nasional. Pada saat itu, PLN berhasil menyambung 1,1 juta daftar tunggu di seluruh Indonesia yang terjangkau PLN. “Untuk itu kami mengucapakn terima kasih kepada seluruh pihak dan mitra dalam mendukung pembangunan dan penambahan aset PLN. Di antaranya Akli, Aklindo, Paklina, Konsuil serta pihak lain,” kata Agung kemarin. Target Grasss 2 ini, imbuh dia adalah menuntaskan menyambung daftar tunggu calon pelanggan rumah tangga. Terutama calon pelanggan yang belum bisa terlayani pada 1

3 1. UNDANGAN APEL: Mitra PLN dari Akli, Aklindo, Paklina, Konsuil dan mitra lainnya turut menyaksikan Grasss 2. 2. KOMPAK: Para Asisten Manag er PLN Banyuwangi turut menjadi saksi dalam launching Grasss 2. 3. APEL: Launching Grasss 2 dilaksanakan Jumat kemarin di Halaman depan Kantor APJ PLN Banyuwangi.

FOTO-FOTO: TOHA/RaBa

LEPAS BALON: Launching ditandai dengan pelepasan balon yang berisi kupon berhadiah televisi berwarna.

saat Grasss 1 akibat berbagai keterbatasan. Sntara lain keterbatasan pembangkit dan adanya keperluan perluasan jaringan. Agung menjelaskan, secara nasional total daftar tunggu calon pelanggan PLN adalah sekitar 1,2 juta pelanggan. Dengan rincian Indonesia barat 389 ribu, Indonesia Timur 470 ribu dan Jawa Bali 358 ribu. Beberapa upaya telah dilakukan oleh PLN untuk memperkuat pasokan listrik. Di antaranya dengan telah mulainya beroperasinya beberapa pembangkit 10.000MW tahap 1, baik di Jawa maupun luar Jawa, kemudian melakukan uprating dan mengoptimalkan pembangkit

milik PLN, melakukan sewa pembangkit diesel dibeberapa lokasi, perluasan jaringan, dan lain-lain. “Selain menuntaskan daftar tunggu, program Grasss 2 juga untuk melindungi masyarakat, terutama calon pelanggan dari parktek-praktek kecurangan dan tidak terpuji yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat. Untuk itu, kami bertekad untuk memberangus percaloan dan pasar gelap dengan cara memberikan pelayanan yang lebih baik, prosedur yang sederhana, mudah, pasti dan transparan,” kata pria yang sebelumnya berdinas di PLN Jakarta itu. (ikl)

Bupati Anas Seriusi Dokumen Perencanaan Pembangunan SEMENTARA itu, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Suhartoyo dalam sambutannya mengapresiasi program Grasss 2 yang dilakukan oleh PLN. Menurutnya, program PLN sejalan dengan beberapa program yang dimiliki Pemkab Banyuwangi. Misalnya Banyuwangi menyala dan listrik masuk desa. Namun karena kendala budget yang sangat besar sehingga Pemkab Banyuwangi masih memilah daerah yang menjadi prioritas untuk diterangi. Misalnya jalan-jalan protokol hingga masuk kecamatan. Menurut Suhartoyo, saat ini Bupati Abdullah Azwar Anas sangat serius menyusun doku-

Ir Agung Surana

men perencanaan pembangunan lima tahun hingga 20 tahun ke depan. Penyusunan dokumen ini sangat penting. Sebab berkaitan dengan peningkatan indikator perekono-

mian di Kabupaten Banyuwangi. Dokumen ini harus mampu melihat jauh hingga lima tahun ke depan dengan berpijak pada kondisi masa lalu dan masa kini sebagai landasan dalam merencanakan masa depan. “Untuk itu perlu memperhatikan lingkungan strategis dan isu-isu strategis yang akan memengaruhi pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Banyuwangi,” katanya. Selain itu, kata Suhartoyo, perencanaan pembangunan nantinya akan dilaksanakan pada suatu wilayah ruang. “Ini berarti dokumen harus diselaraskan pula dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Banyuwangi,” tergasnya. (ikl)

SAMBUTAN: Suhartoyo mewakili Bupati Anas dalam acara launching Grasss Sabtu kemarin. ADVERTORIAL KULINER

Menu Komplit, Ada Bakso Bakar Bakso Cak No Buka di Area Dalam Hotel Manyar KALIPURO–Menu Bakso Cak No yang ditawarkan cukup bervariatif. Selain terkenal dengan daging pentolnya yang lembut, kedai Bakso Cak No yang berada di area depan Hotel Manyar Ketapang, itu menyajikan menu pentol bakar. Sekilas bentuknya seperti sate, namun pentol yang siap dibakar terlebih dahulu ditusuk dengan bambu. Setelah siap dibakar, pentol terlebih dahulu diberi bumbu baru, baru setelah itu dibakar. Yang istimewa, bumbu bakso bakar ini berasa spesial sekali. Rasa bawang putih bercampur rasa pedas dan manis terasa di lidah. Jika sudah mencicipi, maka tidak cukup rasanya sepuluh pentol bakso dilahap sendirian. Selain menu bakso bakar, kedai Bakso Cak No asli

TOHA/RaBa

BAKSO BAKAR:Rasa kaldu Bakso Cak No membuat penasaran pengunjung yang makan.

Malang itu, juga menyediakan aneka gorengan yang renyah. Pengelola Bakso Cak No Banyuwangi Nanik Isnawati mengakui, respons masyarakat terhadap pembukaan Bakso Cak No sangat baik. Setelah seminggu dibuka, kedai baksonya selalu ramai dikunjungi. Selain hari libur, hari efektif

pun selalu dikunjungi warga. “Biasanya saat jam istirahat, selalu ada yang makan siang di Bakso Cak No ini,” ungkap pengusaha asal Malang itu. Nanik mengatakan, untuk mendapatkan bakso yang lembut dan lezat, dibutuhkan daging nomor satu. Tentu saja, bagian

dagingnya jauh lebih banyak, sehingga bisa mengeluarkan aroma yang menggugah selera. Yang jelas, kata dia, bakso olahannya dijamin bebas boraks dan formalin. Bahkan, sudah mendapat sertifikat dari Balai POM. Nanik menjelaskan, Bakso Cak No memang dibuat daging sapi 100 persen tanpa campuran. Bakso itu terkenal dengan kesegaran kuahnya. Rasa baksonya renyah luar biasa, sehingga membuat pengunjung tidak puas, jika hanya membeli satu mangkok. Diungkapkan, gerai baksonya menyediakan berbagai menu. Misalnya, bakso campur, bakso bakar, dan bakso babat. Ada juga mie ayam, gorengan mekar, dan lonjong. “Untuk harga kaki lima, cukup Rp 6.000 bisa merasakan sajian menu yang pasti berbeda dan memuaskan,” ungkapnya. Penasaran? “Langsung saja ke Bakso Cak No yang berada di Hotel Manyar Jalan Gatot Subroto Nomor 110 Ketapang,” seru Nanik. (ikl)


4

Sabtu 18 Juni 2011

Pertemuan Ulama di Masjid LDII BANYUWANGI - Pertemuan ulama dan tokoh agama seKabupaten Banyuwangi yang digelar di Masjid Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Mambaul Ula, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, berlangsung semarak pada Kamis (16/6) lalu. Bupati Banyuwangi H Abdullah Azwar Anas hadir bersama sejumlah kepala SKPD yang ada di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Ketua PCNU Banyuwangi KH Masykur Aly, juga tampak bersama deretan pengurus PCNU dan MWC NU. Tokoh dari Muhammadiyah dan Al-Irsyad juga ikut membaur. “Dengan bertemunya para ulama dan tokoh agama, saya merasa sudah bertemu dengan banyak umat,” cetus Bupati Anas dalam pertemuan yang dibungkus halaqoh (dialog) itu.

ISTIMEWA

KOMPAK: Bupati Anas disambut tokoh LDII di Masjid Mambaul Ula.

Di hadapan para ulama dan tokoh agama, Bupati Anas mengajak pada semuanya untuk ikut menanggulangi bentuk kemaksiatan yang ada di Bumi Blambangan ini. “Untuk membahas persoalan yang pen-

ting di Banyuwangi, saya suka de ngan cara keliling seperti dalam pertemuan ini,” katanya. Dalam halaqoh yang dilaksanakan oleh Bakesbangpol Linmas ini, juga dilakukan dialog bersama bupati. Selanjut-

nya, silaturrahmi antartokoh agama dan aliran yang ada. “Kami bangga kegiatan bisa dilaksanakan di tempat kami (LDII),” cetus wakil sekretaris LDII Kabupaten Banyuwangi, Chris Purwanto. Menurut Purwanto, halaqoh yang dilakukan rutin dengan tempat berpindah-pindah ini sangat bermanfaat terutama dalam meneguhkan ukhuwah Islamiyah. “Pertemuan ini akan kami aplikasikan dalam kehidupan nyata di masyarakat,” katanya. Sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan ini, lanjut dia, pihaknya akan melakukan silaturrahmi dengan tokoh agama. Selain itu, juga akan berkunjung ke sejumlah pondok pesantren untuk bertemu dengan para ulama dan kiai. “Insya Allah ini akan kami lakukan,” cetusnya. (abi/adv)

Dibuka, Golden Fresh di Benculuk CLURING – Pembukaan swalayan dan pusat grosir Golden Fresh yang berlokasi di Benculuk, Kecamatan Cluring, Jumat (17/06) lalu berlangsung meriah. Selain dihadiri ketua dan anggota HKTI, jajan muspida dan muspika setempat tampak hadir. Selain itu, para sponsor dan masyarakat sekitar swalayan juga merespons dengan baik kehadiran swalayan dan pusat grosir Golden Fresh tersebut. Acara pembukaan yang terus dilanjutkan dengan penjualan barang-barang dengan hadiah langsung tersebut, tidak disiasiakan oleh para masyarakat yang hadir. Mereka rata-rata memborong barang-barang kebutuhan rumah tangga. Selain menawarkan penjualan grosir dan eceran dengan harga murah, swalayan dan pusat grosir Golden Fresh juga menawarkan kemudahan penjualan kepada masyarakat melalui nomor telepon. “Yang pasti, kami mengutamakan pelayanan dan harga yang terjangkau untuk para pembeli dan pelanggan kami,”

kata Drs H. Muhammad Yusuf, pemilik swalayan dan pusat grosir Golden Fresh. Menurut Yusuf, pendirian swalayan ini demi mengembangkan usaha miliknya. “Yang dulu basic-nya hanya dari toko pertanian, kini kami kembangkan usaha kami merambah ke pelayanan kebutuhan masyarakat umum. Seperti perlengkapan rumah tangga, peralatan anak-anak sekolah dan aneka kebutuhan lainlain,” ujarnya. Yusuf menambahkan, sebagai usaha rintisan, swalayan dan pusat grosir Golden Fresh ke depannya bisa menjadi titik pusat grosir yang ada di Banyuwangi. “Juga tidak menutup kemungkinan kita membuka cabang di seluruh kecamatan yang ada di Banyuwangi,” paparnya. Yusuf berharap, swalayan yang dia dirikan bisa memberikan manfaat yang baik untuk seluruh warga masyarakat. “Setidaknya swalayan ini bisa menyerap tenaga kerja, yang berasal dari masyarakat sekitar,” pungkasnya. (adv)

THOMY SILA/RaBa

PEMBUKAAN SWALAYAN: Ketua HKTI dan pemilik Golden Fresh (berkacamata) melakukan pemotongan pita.


5

BALJEBOL

Sabtu 18 Juni 2011

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

LUMAJANG

Orang Tua Siswa Ngamuk JEMBER – Gara-gara tidak ada pemberitahuan lebih dulu, sejumlah orang tua murid SMAN 3 Jember naik darah ketika guru meminta mereka membayar cicilan uang gedung. Apalagi, guru sempat mengatakan akan menahan rapor jika orang tua murid tak membayar cicilan uang gedung tersebut. Merasa tak diberitahu dan dibohongi, sejumlah orang tua murid yang sudah berdandan rapi untuk mengambil rapor di sekolah langsung ngamuk. Seorang wali murid, Maisun, terlihat begitu emosional ketika wali kelas anaknya menahan rapor karena dia tak sanggup membayar cicilan uang gedung. “Di undangannya itu tidak ada pemberitahuan orang tua harus membayar cicilan uang gedung. Yang ada itu hanya pemberitahuan agar kami, orang tua membayar

uang daftar ulang,” katanya. Dalam undangan yang disebarkan ke wali murid, pihak sekolah memang tak mencantumkan jumlah uang cicilan yang harus dibayarkan. Tentu saja banyak orang tua yang terkejut karena diharuskan membayar sebesar Rp 250 ribu pada saat itu pula. Aturan itu berlaku hanya bagi orang tua murid kelas X yang akan naik ke kelas XI. Sebab, berdasarkan kesepakatan awal, untuk murid baru dikenakan uang gedung sebesar Rp 3 juta. Untuk pembayarannya dilakukan dengan mengangsur. “Nah, kami nggak tahu kalau hari ini (kemarin, Red), sebelum mendapatkan rapor, harus mengangsur. Ya kecewa saya,” ujar Maisun. Dengan nada tinggi, Maisun malah sempat berteriakteriak histeris. Maisun jelas kesal karena menilai sekolah mempersulit wali murid untuk mengetahui nilai rapor anaknya. Akhirnya, setelah bersitegang, guru menerima alasan Maisun dan beberapa wali murid lainnya yang mengatakan tidak membawa uang cukup.

Mereka diperbolehkan membayar ala kadarnya. Maisun akhirnya membayar Rp 150 ribu. Dia mengaku, uang itu diperolehnya dari hasil memijat. “Biar sudah dapat uang lecek-lecek itu. Namanya saja tukang pijat,” katanya masih dengan nada kesal. Menanggapi kekecewaan orang tua terhadap sekolah, Tatang Prijanggono, pelaksana tugas Kepala SMAN 3 Jember, mengatakan bahwa masalah ini hanya salah paham. Sebab, sekolah tak pernah memaksa orang tua membayar cicilan. “Sama sekali tidak ingin menghambat orang tua melihat perkembangan akademik anaknya,” katanya. Apalagi, kata dia, sebelum ada penarikan cicilan uang gedung saat penerimaan rapor, dia juga sudah diberitahu oleh pihak sekolah. Kabid SMP/ SMA/SMK Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember itu juga sudah menyosialisasikan ke seluruh guru agar tidak menghambat orang tua menerima rapor. (lie/jum/har/jpnn)

BANYUWANGI

SITUBONDO

SITUBONDO

Saat Diminta Bayar Cicilan Uang Gedung

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

PERIKSA KELENGKAPAN: Petugas gabungan memeriksa kendaraan besar di Terminal Pakusari, Jember.

Izin Trayek Banyak yang Mati JEMBER – Para pemilik usaha angkutan, mulai dari angkutan umum sampai angkutan khusus, banyak yang melanggar peraturan lalu lintas. Fakta tersebut terungkap dari hasil operasi penertiban yang dilakukan tim gabungan. Sekitar 20 persen angkutan yang terjaring menyalahi ketentuan yang berlaku. Data operasi tim gabungan yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Jember, Satlantas Polres Jember, beserta Sub Denpom Jember, selama tiga hari menyebutkan, sekitar seratus kendaraan yang terjaring. Dari seratus kendaraan itu, 25 unit diantaranya melakukan pelanggaran. ‘’Ada sekitar 25 persen mereka yang melanggar,’’ ujar Sunarsono, kepala Dishub Jember melalui Gatot, kepala UPT Terminal Tawang Alun di Terminal Pakusari, lokasi operasi, kemarin (17/6). Sebanyak 25 persen kendaraan yang

melanggar itu, kata Gatot, terdiri dari, angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), angkutan pariwisata, angkutan Antar Jemput Antar Provinsi (AJAP). ‘’Banyak dari mereka yang tidak memiliki izin trayek. Diantara mereka ada yang izinnya mati dan belum diperbarui,’’ ungkapnya. Dia menjelaskan, banyak izin trayek AKDP dan AKAP yang sudah mati. Demikian pula angkutan pariwisata. Ada pula izin kendaraan belum dikantongi, namun sudah beroperasi. Begitu halnya dengan AJAP dan travel. ‘’Ini bentuk pelanggaran UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,’’ katanya. Di kalangan angkutan pariwisata, lanjut dia, juga ada pelanggaran lain. Misalnya, tidak membayar asuransi jasa raharja. Pelanggaran lain adalah warna pelat nomor tidak sesuai ketentuan. Dari yang mesti-

nya warna kuning, pemilik angkutan menggunakan pelat hitam atau pribadi. ‘’Ini tidak boleh dilakukan,’’ tegasnya. Sementara, pelanggaran oleh angkutan barang lebih parah lagi. Dikatakan dia, banyak pemilik kendaraan yang tidak melakukan uji kir. Bahkan, ada yang uji kirnya sudah mati dan tidak diperbaharui, baik kendaraan kecil maupun besar. Di kalangan pengemudi, menurut dia, juga banyak pelanggaran. Pengemudi yang mestinya membawa SIM B2 atau B1 umum, malah menggunakan SIM A. Sehingga, para pengemudi melakukan pelanggaran dua kali.‘’Semua itu kami tindak di tempat. Untuk mereka yang belum bayar jasa raharja, diwajibkan untuk melunasi. Untuk kir yang mati segera dihidupkan. Trayek juga demikian. Sebab, ini merupakan operasi yang dilakukan di seluruh Indonesia,’’ ungkap Gatot. (rid/jum/har/jpnn)

•PELATIHAN HIPNOTIS•

•RMH KOS-KOSAN•

•TRUK DIJUAL•

**PELATIHAN Hipnotis Masal & Sulap** Kuasai Hipnotis Ala Uya Kuya, Biaya Hanya 300rb, Privat Hy 1Jutaan. Bns Pengobatan Di Hotel Berlian Abadi. Tgl 10/07/2011 Hub: 087880990910 (SANDY) Daftar Hotel Berlian 10.00-14.00 WIB

DJL Cpt RmhKos2an, 9Kt, 1Dpr, 2Km Fas; PLN, PDAM, Jl Gn Arjuno Dkt Skolah, Kntr, Hrg 170Jt Nego H. 08113509792

DJL Tnp Perantara Truk PS100 Th 1995, 75Jt Mulus Hub: 081357301066/08123255611

•KESEHATAN•

Mahmud Dukung Kusen

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

ORANG DALAM: Tersangka Suhadi saat dikeler ke sel tahanan Mapolsek Jenggawah, kemarin.

Karyawan Sadap Curi Getah Karet JEMBER – Suhadi, 29 warga Perumahan Kebun Renteng, Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, Jember, harus berurusan dengan polisi. Tersangka yang berstatus sebagai karyawan harian lepas bagian sadap itu tertangkap basah tiga security PTPN XII Kebun Renteng sekitar pukul 23.00. Tersangka terbukti telah mencuri getah tanah milik PTPN XII. Dari tangannya diamankan getah sebesarat 25 kg. Menurut Proklamanto, security PTPN XII Kebun renteng mengaku kalau kesulitan untuk menangkap pencuri getah. ‘’Apalagi belakangan ini produksi getah ada peningkatan. Karena pihak kebun sendiri selalu merawat agar getah

yang dikeluarkan dari pohonya itu meningkat, ‘’ katanya. Tersangka akhirnya diamankan di pos kebun dan diserahkan ke Mapolsek Jenggawah bersama barang buktinya. Menurut pengakuan tersangka, getah karet tersebut memang dibagi menjadi dua. ‘’Sebagian dimasukkan ke lobang tempat mencuci mangkok. Dan sebagian lagi dimasukkan ke dalam timba dan dikirim ke kebun, ‘’katanya. Dalam satu kg tersangka menjual seharga Rp 35 ribu kepada seorang pengepul di daerah Tempurejo dan Rambuipuji. Kapolsek Jenggawah AKP Syamsudin mengaku akan terus mengembangkan kasus tersebut. (jum/wah/jpnn)

JEMBER – Aksi protes yang dilakukan LSM Indonesian Bureaucracy Watch (IBW) mendapat reaksi Mahmud Sarjujono, terpidana kasus dugaan korupsi dana operasional pimpinan DPRD yang kini dalam Lapas Jember. Ditemui di lapas, Mahmud mendukung vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember kepada Kusen Andalas, wabup Jember yang diberhentikan sementara. Kepada koran ini, Mahmud mengaku terpanggil untuk ikut angkat bicara atas protes IBW. ’’Pada intinya kami mendukung keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jember yang memvonis bebas Pak Kusen,’’ katanya. Sebaliknya, dia mempertanyakan vonis yang dijatuhkan PN Jember kepada dirinya dan mantan ketua DPRD Madini Farouq. ’’Yang saya pertanyakan adalah vonis PN Jember kepada saya dan Gus Mamak (Madini Farouq, terpidana kasus yang sama, Red),’’ tandasnya. Dia menilai, dalam perkara korupsi dana operasional pimpinan dewan tidak ada keugian negara. Sebab, pimpinan DPRD Jember telah mengembalikan dana sesuai saran dari BPK. Mahmud menjelaskan, pengembalian uang negara dana operasional pimpinan DPRD Jember tersebut bukan atas petunjuk Polda Jatim. Polda adalah penyidik Mahmud, Kusen Andalas, dan Gus Mamak dalam perkara korupsi dana operasional pimpinan DPRD Jember. ”Pengembalian uang negara itu atas saran BPK. Bukan

penyidik,” tegas Mahmud. Bahkan, nilai pengembalian uang negara tersebut malah melebih saran dari BPK. Lebih jauh, kata dia, pimpinan DPRD Jember sempat konsultasi dengan Departemen Dalam Negeri (Depdagri). ’’Saat konsultasi, ahli Depdagri menjelaskan tidak masalah. Itu hanya masalah administrasi,” ungkapnya. Tetapi, dia mengakui ahli dari Depdagri tetap meminta kepada pimpinan DPRD Jember untuk mengembalikan uang negara tersebut. Mahmud juga membantah jika terlibat perkara korupsi bantuan hukum (bankum) DPRD Jember. ’’Saya, Gus Mamak, dan Pak Kusen memang jadi terdakwa perkara dana operasional pimpinan DPRD. Tetapi, saya dan Pak Kusen tidak menjadi terdakwa bankum. Kalau Gus Mamak memang kedua-duanya,’ ungkapnya. Sebelumnya, puluhan aktivis LSM IBW berunjuk rasa di depan kantor Kejari Jember dan PN Jember. Mereka mengaku kecewa atas vonis bebas terdakwa korupsi dana operasional pimpinan DPRD Jember Kusen Andalas. Dalam orasinya, Ketua IBW Sudarsono mengatakan putusan bebas PN Jember terhadap Kusen Andalas ada banyak kejanggalan. Sebab, dua pimpinan DPRD Jember periode 2004-2009, Madini Farouq dan Mahmud Sarjujono divonis bersalah atas perkara yang sama, yakni kasus dana operasional pimpinan DPRD Jember. (aro/har/jpnn)

CENTRALCosmetik, Vitality & Accesories w w w. a l i e f s h o p. bl o g s p o t . c o m Hp.081999247557/082144998838

•KERJASAMA• SY ada ruko&bisnis yg sdh jln, saat ini mau mengembangkan, bth pthner krjasama serius mdl 50jt profit 24%/thn.H 085738511018

•TOUR & TRAVEL• PT. MAS WANGI, rute LMJG-JMBR-BWIDPS & Paket.Nymn, AC. Dpn SPBU Mangir. Ph: 0333 7700661 www.baliratugroup.com

•RESTORAN TEPI PANTAI• DIKONTRAKKAN Restoran tepi pantai lok di Ds Ketapang Bwi. L 300m2 kaps 15 meja. Hub 08179678080

•RUMAH KHITAN• H. BAMBANG S. Ahli Sunat Laser utk Sgl umur dr Bayi hg Dws,D/a: Complek ruko Jl. Kepiting 5 A sobo Bwi Telp. 0333-422950.

•TERIMA KOST PUTRI• LOKASI Jl Brawijaya Gang Garuda No 38 Banyuwangi. Belakang dr. Didit Specialis Jantung. Hubungi 085691143558

•PERTOKOAN• DIJUAL Pertokoan 2 Stand Di Yos Cafe, SHM, Pinggir Jl Raya Yosomulyo, Jajag. Hub: 082132761858

BANYUWANGI

BANYUWANGI •KETAPANG•

•DIJUAL•

DJL Rmh Bersertifikat L320M2 Letak Strategis, Dpn Pintu Masuk ASDP Ketapang Tnp Prntra Hub: 081-358436164

DIJUAL Segera, Timor Th 01/02, Feroza 04, Panther 96. Mazda E-2000 98/99, L 300 PU 06, Soluna 00 Harga Murah Hub: Teguh(081399241391),Tedy(087857335027)

•GARDENIA ESTATE• DJL Rmh Jl S. Parman Gardenia Estate Banyuwangi Lt 160 Lb 175 Kt 4 Km 4, PLN 3500 Hub: 08123453635. Bisa Kredit

•KERTANEGARA• DJL Rmh Jl Kertanegara/Baluk Bgn 76M2 Tanah 200M2 Blkg Bs Dtingkat. Lsg Bs Ditempati Hrg Nego TP.Hub 081-803-587-755

•MENDUT REGENCY• DIJUAL Rumah di Mendut Regency Blok L 25 Letak Pojok Jl. Kembar harga nego Hub. 081331335868/7758898

•MENDUT REGENCY• DJL Rumah Bekas Berkualitas Di Perumahan Mendut Regency Banyuwangi. Hub 081-934876969

•SUKOWIDI• DJL Cepat Rumah, SHM Lt 148,LB135,Jl Yos Sudarso 144 Sukowidi Bwi.Hrg Rp 250juta Nego. Hub Ihsan 081575072177

•JL KEPITING• DJLRmh & Tnh L 825M2, SHM. Baik Utk Toko & Bengkel. Jl Kepiting Dekat Jembatan Menghadap Ketimur Hub 087865173063

BALI

JEMBER •KALIWATES• DIKONT/ Dijual Rmh Besar 6+1KM, Kolam Renang Jl Nusantara Kaliwates Jbr. Hub: 081234854234 Tanpa Perantara

•PELATIHAN SPA• DBUKA Lat. Gratis Progrm SPA Therapis, (L/P) Max 25Th, Lsg Kerja & Program Ke Australia. H Bali Spa: 0361-723340 / 7430323

BANYUWANGI •STNK•

HLG STNK Nopol P5438 WA an Nurin Tembakon 03/01 Banjarsari Glagah

BANYUWANGI FOR Sale, Land – 5915 m2, Perfect for Manufacturing Factory.Jl. Argopuro No. 76 Kalipuro BWI Cntct nmbr: 0811356109

•TANAH L 5915M2• DJL Tnh 5915 m2, Cck U/ Tmpt Ush /pabrik Lok dikwsnindustriArgopuro, Jl Argopuro No.76 Kalipuro HUB 0811352122/0333411017

(09-1606)

> BWI: DIJUAL Suzuki S50 Futura th 2003 abu-abu mtl hrg 65 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

> BWI: DIJUAL Opel Blazer Tahun 1996, Silver, Siap Pakai. Pajak Panjang. Harga nego. Hub: 081336504436

> BWI: DIJUAL Isuzu panther TBR 541 LV25 th 2000 biru tua mtl 95 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

> BWI: DI JUAL Honda Civic SRY GM th 1992 hijau tua mtl hrg 62,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

•DIJUAL SEGERA• L 300 Stesen Adiputro, Abu-abu Metalik, Original Th 2000, Kondisi Baik. Harga 70Jt Nego. Hub: 081934884336

BANYUWANGI •THE LAGON• RUKO 2 Lt, Strategis Jl Yos Sudarso Lb 110/Lt 80 SHM Hrg 375Jt Hub: 081331354660

•KONTRAK/SEWA• DKONTRKN Ruko 2 Lt, 12 x 7 M . PLN 2200 PDAM. Toilet Atas + Bwh D/a: Kmplek Ruko Jl. Kepiting 5 A Sobo Bwi Telp 0333-422950

DIKONTRAKKAN/Disewakan Rumah Ruko , di Jl. Letjen Sutoyo No. 42 Tukang Kayu Hub. 08123487638

•TANAH L 425M2•

SURABAYA •TOKO KIMIA• TOKO KIMIA,DISTRIBUTOR: Bahan Fiber Glass, Pasta Sablon,Semir Ban, Lycal, DLL. Jl.Ngagel Jy Sltn 95, SBY. 03160317007

DIJUAL TANAH luas 425 m2, bentuk bagus (nganthong), SHM, lokasi Karangrejo Banyuwangi, Harga 100jt Nego, Hub 081 755 1017, 081 35358 1017. BU Cpt!!! Tanpa Perantara

•TANAH L 600M2 •

(09-1606)

•PRIMA MOBIL• R-STOCK(NewCar) T-Avanza, Inova, Yaris Daihatsu Xenia, Terios,Luxio,Honda(All New) Jazz, Crv Freed, Mits PU L300, PUT120ss, Suzuki APV Arena, APVLuxury, Swift, Nissan G-Livina, March. Cash/Kredit Hadiah Lgs Tv/ Lemari Es Hub: 085258665239/0333411655

•KONTRAK/SEWA•

DJL Tanah Cepat Jl Raya Kembiritan Genteng Seluas 600M2 (SHM) 250Jt 082143223366 (04-2306)

•PRIMA MOBIL• CRV’09, Avanza 05,07, Xenia 05,07, Kjg Lgx 97,02, Inova 05 (Solar Bensin) Panther 99,00,03 Taruna 02,04, Adventura 97, Pu Zebra 05,06 PU T120SS 09, PU L300 09, PU Futura 09. Cash/Kredit DP 10% Bunga Murah Hub: 085258665239/0333-411655

•LAND 5915M2•

HLG STNK Nopol P 5254YV an Painten Dsn Pempursari Rt 3/13 Sembulung Cluring

(09-1606)

•PROMO DAIHATSU• MILIKIXenia VVT-i UM10Jt, Terios UM 17Jt, Gran Max UM 7Jt, Luxio Disc 15Jt. Sirion Bng 0%. Bs Kredit 5Th + Hadiah Menarik. Hub Sgr HADI 0333.7728.456/ 0815.5970.5555/081.233.432.555

•DS KAPURAN• DIJUALRumah Luas Tanah 400M2, Luas Bangunan 160M2. Alamat Jl Raya Situbondo Gang Tomang Ds Kapuran Hub: Hp 081390751953

•PELATIHAN WIRAUSAHA• IKUTI Pel. Wirausaha 3bln yg Membantu mulai dr Memilih Jenis Usaha smpe mndpt mdl&pangsa pasar.Hub 03337742121

BANYUWANGI

•TANAH KAPLING• DJL 2 Tnh Kapling Gandeng SHM, L. 10x40M2, Hrg NEGO. Dan1 Tnh Kapling.Lok Pinggir Jln L. 10x20 M2 Harga NEGO, SHM, Cck u/ Investasi, lok.JL.Sutawijaya (Dpn Prm Istana Brawijaya). TP. Hub; 0333-8930348.

BANYUWANGI •DIBUTUHKAN• ADM, SPG, Gudang, Dibutuhkan SGR Lmrn lgsng diantar ke CV Budi Grow corporation Ruko Mutiara Blambangan A4

•APOTEKER• BTH Cpt S1 Apoteker, Hub Sulis 085859019007-085855040003

•CHECHER & ADMIN•

BANYUWANGI •SPEAKER• (09-1606)

(09-1606)

(12-1706)

(15-26/03)

> BWI: DIJUAL MTS Kuda VB 5W GLS th 2001 merah tua mtl hrg 82,5 jt nego brg istw Bisa , Kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

> BWI: DIJUAL Daihatsu Gren Max (pickup) S40RP TMREJJ HL biru mtl 70 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

> BWI: DIJUAL Cepat! Rumah Siap Huni Full Renovasi, SHM Harga 125Jt Bs Nego Perum Puri Brawijaya Blok B-1 Hub: 081231130245

> BWI: DIJUAL Rumah, LT 261M2, LB 7x29M. Rampung 60% Lok Ds Balak Kec Songgon Jl Utama. Butuh Uang Cepat!! Harga NEGO! Bisa TT Mobil, Hub: 081353148822 / 081999211001

JUAL Speaker JBL Wharfedale.BMB. Semua asli. Power 3canel 800 watt.Cocok utk hall karaoke R.Meeting .Hub03337722222

DCR Checker Gudang Wanita berpglmn Min SMU dan ADMIN Penjualan berpglmn bs komputer. Kirim lmrn ke Jl.Yos Sudarso No 40 Bwi. (Gudang Semen 3 Roda Indocement)


6

Sabtu 18 Juni 2011

Suzuki Hayate 125 Laris Manis

FOTO-FOTO: GALIH FOTO FOR RaBa

SEJAK 1980-AN: Warung rujak soto Mbak Mus memiliki cita rasa khas Blambangan.

BERKELILING Banyuwangi mengendarai Suzuki Hayate 125 memang tiada duanya. Selain tunggangannya yang nyaman, motor keluaran Suzuki itu memang menjadi idola baru. Tidak heran keberadannya terus menjadi buruan, khususnya bagi kawula muda. PT. Suzuki Dian Pratama Banyuwangi sebagai main dealer motor itu menyediakan dalam beragam pilihan warna. Semua dijamin cocok dengan kebutuhan motor yang agresif dan pas untuk menambah gengsi berkendara. Sejak diperkenalkan, motor ini langsung mendapat tempat di hati para penggemar. Stok motor yang tersedia memang langsung laris-manis. Namun, calon konsumen tidak perlu khawatir apalagi ta-

Gurihnya Rujak Soto

Mbak Mus BANYUWANGI - Bagi sebagian besar masyarakat Banyuwangi, rujak soto mungkin sudah tidak asing lagi. Makanan yang satu ini begitu familiar di lidah dan telinga penikmatnya. Tidak sulit menemukan warung atau rumah makan yang menyajikan kuliner khas Bumi Blambangan itu. Banyak yang menyebut makanan ini merupakan perpaduan dua jenis masakan, yakni Rujak Cingur dan Soto Babat. Namun apa kata orang, rujak soto sudah menjadi bagian dari khasanah budaya dan cita rasa kuliner Banyuwangi. Cara penyajiannya pun tidak sulit. Hanya dibutuhkan ketelitian dan skill menggerus serta memadukan soto dengan bumbu rujak. Biasanya, rujak disajikan terlebih dahulu. Setelah bumbu rampung dibuat, barulah disiram kuah soto dan babat.

Jangan tanya lagi kenikmatannya. Rasa dan aromanya yang khas sangat menggugah selera. Soto sekaligus rasa rujak menyatu dengan aroma terasi. Lebih enak lagi jika rujak soto tersebut disandingkan dengan citarasa khas es temulawak. Kenikmatan kuliner khas Lare Oseng itu bisa diperoleh, salah satunya di warung rujak soto Mbak Mus. Berada persis di pintu gerbang Kota Banyuwangi, Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, rujak soto Mbak Mus sayang dilewatkan begitu saja. Rasa sotonya yang gurih, aromanya yang khas, dan kerupuk udangnya terasa pas di lidah. Selain menjajakan rujak soto, warung Mbak Mus juga menyediakan menu lain. Ada tahu bumbu, pecel rawon, rujak cingur, dan masih banyak lagi. Penasaran? Datang saja ke warung rujak soto Mbak Mus. (nic/als)

SIHIR PELANGGAN: Setiap hari warung mbak Mus menghabiskan bahan baku rujak soto sebanyak 10 kilogram.

Diselingi Aksi Akrobatik GURIHNYA rujak soto Mbak Mus memang tidak perlu diragukan lagi. Sejak 1980-an, warung ini sudah setia melayani penyuka makanan hingga saat ini. Selain rasanya yang maknyus, warung rujak soto ini juga memiliki keunikan tersendiri. Salah satunya, kreasi penyaji saat membuat ramuan bumbu rujak. Mbak Mus dalam melayani pelanggannya mirip seorang bartender. Botol kecap dibuatnya melayang kemudian ditangkap dengan tangannya sebelum isinya dituangkan ke dalam bumbu racikannya. “Dulu sempat kaget. Kok seperti akrobatik,� ujar

Reni, penikmat rujak soto asal Sumberejo. Tidak heran, kemampuan Mbak Mus menyihir pelanggan dengan akrobatik dan rujak sotonya yang khas, warungnya mampu bertahan di tengah serbuan penjaja makanan hingga kini. Baginya memberikan pelayanan dalam cita rasa dan hiburan menjadi daya tarik tersendiri. Dalam sehari, Mbak Mus harus menyediakan bahan baku hingga 10 kg. Jumlah tersebut baru cukup untuk memenuhi kebutuhan kuliner bagi penikmat rujak soto di wilayah Pakistaji dan sekitarnya. (nic/als)

MAKNYUS: Ingin menikmati rujak soto babat? Datang saja ke warung mbak Mus di Pakistaji. Kabat, Banyuwangi.

kut kehabisan. Sebab, motor ini akan terus disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tunggangan yang aman dan nyaman. Salah satu keunggulan yang ada dalam motor ini adalah dowble shock (2 skok belakang). Keberadaannya mampu menjaga kestabilan saat kendaraan dimuati beban belakang maupun berboncengan. Lampu belakang di desaign dengan unik. Terpisahnya lampu belakang dengan sein semakin terlihat indah. Selain itu, penyaring udara yang besar memaksimalkan penyaringan udara untuk saluran karburator. Di samping itu, bagasi penyimpanan yang luas hingga

LINCAH: Mengendarai Suzuki Hayate 125 aman dan nyaman.

17 liter menjadikan Suzuki Hayate terasa istimewa. Helm full fice atau helm teropong

pun bisa disimpan di bagasinya. Alhasil, helm lebih terjaga. (nic/als)


Sabtu 18 Juni 2011

7

BERITA UTAMA HALAMAN SAMBUNGAN

Komisi I DPRD Usulkan Mutasi ■ DR NANANG... ...

Sambungan dari Hal 1

’’Karena perawatan medisnya sudah selesai,” ujarnya. Menurut Nanang, di tengah belum ada kesinkronan RSUD Genteng dan Dinas Sosial, Mrs X yang masih berada di ruang perawatan itu sering meronta dan minta diantar pulang. Ketika ditanya, Mrs X tersebut menyebutkan alamatnya di Dusun Wonoasih, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore. ’’Akhirnya diantar ke sana oleh sopir. Tetapi, ketika di Wonoasih, ternyata Mrs X berubahubah menyebutkan rumahnya,” tuturnya. Lantaran selalu berubah, akhirnya sopir memutar kendaraan lagi ke arah selatan dan sampai di jalan raya Jember, masuk Dusun Sumbergondo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore. Ketika sampai di lokasi tersebut, Mrs X berontak dan tidak mau diajak kembali ke RUSD Genteng. ’’Mungkin sopirnya sudah kewalahan dan di luar batas kemampuannya, akhirnya dia diturunkan di tepi jalan itu,” pungkasnya. Sementara itu, penjelasan pihak RSUD Genteng tersebut didukung Ketua DPC Partai

Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Banyuwangi, Achmad Wahyudi. Dia mengatakan, apa yang dilakukan pihak RSUD Genteng sudah benar. Sebab, pihak RSUD sudah merawat Rukemah sebagaimana mestinya meski yang bersangkutan belum diketahui identitasnya. Wahyudi menuturkan, berdasarkan informasi yang dia peroleh, pihak RSUD Genteng bukan hanya merawat, tapi juga memulangkan pasien sebagaimana alamat yang disampaikan. ’’Setelah diantarkan ke alamat yang disebutkan, ternyata tidak benar. Akhirnya, pasien minta diturunkan di tempat itu (tepi jalan raya, Red), dan kemudian diturunkan,” katanya. Wahyudi berharap semua pihak bisa menggali data secara benar sehingga tidak memberi kesimpulan yang salah dan memutarbalikkan fakta. ’’Orang yang bekerja dengan benar malah disalahkan, orang yang menolong malah diancam,” ujarnya tanpa menyebut siapa yang mengancam. Sementara itu, kasus penelantaran Rukemah itu membuat lima anggota DPRD Banyuwangi melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Genteng

kemarin (17/6). Sekretaris Komisi I DPRD, Khusnan Abadi mengatakan, kasus bersifat kemanusiaan itu tidak akan dibiarkan begitu saja. Pihaknya akan segera mengirimkan surat rekomendasi pergantian direktur RSUD Genteng kepada pemerintah. Hal tersebut seiring dengan kelalaian pihak rumah sakit dalam melayani pasien. ‘’Kami akan segera mengirimkan surat rekomendasi kepada sekretaris daerah untuk mengganti,’’ ujar politikus asal Kecamatan Genteng itu. Khusnan menambahkan, pihaknya merasa kecewa dengan sikap kepala RSUD Genteng. Sebab, selama ini pihaknya sering menghubunginya melalui ponsel. Namun, jawabannya sering tidak ada di kantor dengan alasan di luar kota. ‘’Kami ingin yang siap-siap saja,’’ terangnya di hadapan Kepala Bidang Pelayanan Medis (Kabid Yanmed), dr. Taufiq Hidayat, dan Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Genteng, Joni Hariyanto. Ketua Komisi I DPRD Bagus Sudarmaja mengatakan, pihaknya meminta pihak RSUD segera memberikan sanksi kepada petugas yang lalai dalam menjalankan tugas. Dengan begitu, diharapkan menumbulkan efek jera dan jadi con-

toh bagi petugas lain. ‘’Kami ingin tahu sanksi apa yang diberikan kepada petugas yang lalai,’’ ujarnya. Bagus menambahkan, selain akan mengirim surat rekomendasi usulan pergantian direktur RSUD Genteng, pihaknya juga meminta pihak terkait melakukan hearing (dengar pendapat) secepatnya. ‘’Tolong dicatat, besok Senin siang hearing di DPRD agar ada titik terang,’’ tegasnya. Sementara itu, KTU RSUD Genteng, Joni Hariyanto, mengatakan bahwa setelah meneliti dengan seksama, pihaknya memang akan memberikan sanksi kepada petugas yang lalai. Meski begitu, dirinya tidak berwenang atas bentuk sanksi tersebut. ‘’Mungkin bisa berupa sanksi administratif atau tidak menaikkan pangkat, tapi itu merupakan kewenangan direktur,’’ terangnya. Kabid Yanmed RSUD Genteng, dr. Taufiq Hidayat mengakui, Rukemah dirawat di RSUD tersebut sejak 29 Mei 2011 dan dipulangkan 9 Juni 2011. ‘’Sudah 11 hari dia dirawat lalu dipulangkan,’’ terangnya. Sebelum pertemuan, Khusnan dan Bagus bersama anggota Komisi I lainnya, yakni Eko Susilo, Suminto, dan Fiki Sep-

Sudah Lapor Pegawai Kelurahan ■ DB MULAI... ...

Sambungan dari Hal 1

“Selaku ketua RT, saya sudah menyampaikan masalah ini kepada pegawai kelurahan, tapi sampai saat ini belum ada

jawaban,” jelasnya. Sementara itu, kejadian tersebut mengundang perhatian Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ruliyono. Usai menjenguk putri Supriyono di RSI Fatimah, politisi asal Kecamatan

Glenmore itu menuding pemerintah kurang tanggap pada kesehatan masyarakat. Menurut Ruliyono, jumlah penderita DB yang mencapai lima anak dalam satu RT dianggap sudah cukup tinggi. Bila

pemerintah belum bergerak untuk melakukan pencegahan, menurutnya hal itu dianggap sudah keterlaluan. “Jumlah anak yang kena DB lima, itu sudah tinggi,” sebut anggota Fraksi Karya Nurani itu. (abi/bay)

Didanai APBD Provinsi Jatim ... ■ BOOM...

Sambungan dari Hal 1

Untuk tahun 2011, Pemprov Jatim mengucurkan dana Rp 8,9 miliar untuk proyek Pelabuhan Boom tersebut. Rencananya, pekerjaan tersebut ditarget tuntas dalam tempo 180 hari kerja. Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya, nelayan

mengeluhkan pendangkalan muara Pantai Boom akibat tumpukan pasir. Padahal, muara tersebut merupakan pintu masuk-keluar kapal tradisional menuju pelabuhan. “Kalau bagian utara tertutup, perahu tidak bisa masuk dermaga,” ujar salah seorang nelayan, Yaman, beberapa waktu lalu. Untuk diketahui, pengerukan

Pelabuhan Boom dilakukan mulai tahun 2007. Pada tahun itu, Pemprov Jatim menggelontor dana Rp 3,7 miliar. Pada tahun 2009, aktivitas pengerukan dilanjutkan kembali dengan anggaran yang lebih besar, yakni Rp 44 miliar. Kegiatan proyek yang dilakukan pada tahun 2009 meliputi pengerukan, pembangunan break water, dan

pemasangan sheet pile. Tidak sampai di situ, pada tahun 2010, Pemprov Jatim mengucurkan dana Rp 11 miliar. Dana itu digunakan untuk pengerukan muara pelabuhan dan penambahan beton cengkih. Yang terakhir, tahun 2011 ini pemprov mengucurkan dana Rp 8,9 miliar untuk kelanjutan proyek tersebut. (bay)

Pengidap HIV 800 Orang Lebih ■ LOKALISASI...

Sambungan dari Hal 1

Bupati Anas mengaku prihatin dengan banyaknya lokalisasi di Bumi Blambangan. “Pengunjungnya juga cukup banyak. Jangan-jangan di antara kita juga ada yang sering datang,” katanya disambut tawa para ulama. Menurut Anas, jumlah penderita HIV/AIDS di Banyuwangi

terus bertambah setiap bulan. Penularan penyakit yang belum ada obatnya itu paling banyak karena hubungan seks bebas yang biasa terjadi di lokalisasi. “Kalau setiap lokalisasi dipasangi CCTV, akan diketahui siapa saja yang biasa main,” ujarnya. Bupati Anas mengaku, untuk mendeteksi pekerja seks komersial atau orang yang terinfeksi HIV/AIDS memang tidak

mudah. Sebab, mereka biasanya sering berpindah tempat. Bila akan dilakukan tes, sering kali kabur. “Kita pernah tes di salah satu lokalisasi, ternyata banyak yang menghilang,” katanya. Dari data yang diperoleh, kata Anas, jumlah penderita HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Banyuwangi sudah mencapai 800 orang lebih. Dari ratusan penderita HIV tersebut,

ternyata tidak semua warga Banyuwangi. “Ada yang PSK (pekerja seks komersial) dengan tempat berpindah-pindah,” jelasnya. Untuk mengurangi angka HIV/AIDS, bupati juga berencana memulangkan para pekerja seks tersebut ke daerah asal masing-masing. Namun, hingga saat ini belum ada perda yang mengaturnya. (abi/bay)

Menunggu Hasil Visum ... ■ TERUS...

Sambungan dari Hal 1

Tersangka selama ini bekerja di daerah Kecamatan Licin. “Di tempat kosnya tidak ada, di tempat kerjanya juga tidak ada,” ungkapnya. Karim menambahkan, peran BMB dalam kasus dugaan trafficking tersebut sangat penting.

Apalagi, Nur Hadi masih bungkam dan tidak mau mengakui keterlibatannya. “Bila BMB tertangkap, kasus trafficking ini akan terungkap,” katanya. Selain BMB belum tertangkap, kendala lain dalam mengungkap kasus ini adalah belum keluarnya visum dokter atas korban. Saritem yang saat kejadian berada di rumah kakek-

nya, Desa Segobang, itu sudah diperiksakan ke rumah sakit. “Visum akan kita ambil Senin besok,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, anggota jaringan trafficking, Nur Hadi, 26, asal Dusun Karangsari, Desa Segobang, ditangkap anggota Polsek Glagah. Tersangka yang kini masih menjalani pemeriksaan itu

diduga telah menjual Saritem yang masih berumur 14 tahun. Korban yang tinggal di Desa Rejoagung, Srono, itu sempat dibawa Hadi ke sebuah hotel di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Sebelum dibawa, Saritem dipaksa menenggak minuman keras jenis arak di salah satu vila di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah. (abi/bay)

Pedagang Ikut Kecipratan Rezeki ... ■ SAWAH...

Sambungan dari Hal 1

Mereka biasanya memadati dan memarkir kendaraan di tepi jalan dekat persawahan tersebut. Tak pelak, suasana sawah yang biasanya sepi, kini menjadi mirip sebuah pasar. Bahkan, para pemain layang-layang itu tak hanya didominasi warga Dusun Simbar. Banyak pula pemain layang-layang dari daerah lain yang sengaja datang ke arena tersebut. ‘’Yang datang ke sini dari beberapa daerah, antara lain dari Kecamatan Cluring, Genteng, dan Songgon,’’ Sebut Sarju, ketua RT setempat. Keramaian musim layang-layang itu sudah berjalan sekitar dua pekan. Kondisi itu membuat para petani setempat harus ekstra waspada. Mereka harus rutin menjaga sawahnya setiap hari. Sebab, kalau tidak dijaga ketat, tidak menutup kemungkinan

bibit padi yang baru ditanam itu ludes diinjak-injak anak-anak pengejar layangan putus. ‘’Setiap sore saya bertugas seperti hansip,’’ ujar seorang petani Dusun Simbar. Meski begitu, mereka tak marah berlebihan ketika anak-anak menginjak bibit padi. Petani tersebut menganggap hal itu adalah sesuatu yang wajar. ‘’Ya saya biarkan saja, namanya anak-anak mau bagaimana lagi,’’ katanya. Sementara itu, permainan adu layang-layang membuat mayoritas orang yang menyaksikan merasa sangat terhibur. Kegiatan itu dianggap tontonan gratis dalam mengisi waktu luang di waktu sore. Ketika sedang berlangsung adu layanglayang, masing-masing kubu sibuk melancarkan strategi untuk memenangkan layang-layang miliknya. Tarik-ulur terjadi ketika sedang bersentuhan dengan benang milik lawan. Hingga pada akhirnya, ada salah satu benang yang putus.

Ketika salah satu layang-layang kalah dan putus, ternyata tontonan tak berhenti sampai di situ. Layangan yang putus itu langsung diburu puluhan anak. Mereka siap dengan galah. Aksi kejar-kejaran dan saling berebut pun terjadi. Tidak peduli itu membuat tubuh mereka menjadi kotor terkena lumpur sawah. Masing-masing berusaha mencari celah agar bisa mendapatkan layang-layang sebanyak mungkin. ‘’Wes-wes, kena saya,’’ teriak salah seorang anak yang berhasil menggaet benang yang putus itu. Nah, keramaian musim layang-layang itu dimanfaatkan betul oleh beberapa pedagang. Mereka menjajakan dagangan di arena layang-layang itu setiap sore. Tampak pedagang bakso, es, kacang, dan camilan lain. Selain itu, tampak pula pedagang layang-layang. Dengan begitu, pemain yang sudah kehabisan stok layang-layang bisa langsung membeli di sana. (bay)

talinda, melakukan sidak di RSUD Genteng. Lima anggota dewan tersebut sempat berdialog dengan petugas ruang bedah. ‘’Ibu itu pernah meludahi kami,’’ ujar Edi, wakil kepala Ruang Bedah RSUD Genteng. Edi menambahkan, selama dirawat di rumah sakit, pasiennya tersebut sering membuat gaduh saat dirawat. ‘’Infusnya dicopoti dan meronta dengan suara keras dan meminta dipulangkan,’’ jelas Edi. Pihaknya pun langsung memulangkan perempuan itu. Setelah muter-muter selama tiga jam di wilayah Kecamatan Glenmore, ternyata tak kunjung didapat rumah pasien ter-

sebut. Dengan dalih kesepakatan dengan pasien, akhirnya dia diturunkan di lokasi yang dimaksud. ‘’Kata ibu itu diturunkan saja, nanti pasti ada warga yang tahu dan akan mengantarkan saya ke rumah,’’ ujar Edi menirukan perkataan Rukemah saat itu. Anggota Komisi I, Suminto, menyayangkan tindakan tersebut. Sebab, pihak RSUD bisa meminta kepala desa sekitar terkait masalah itu. Secara otomatis kades tersebut akan mengetahui dan mengenal alamat warganya. ‘’Jelas itu tidak sesuai prosedur tetap (protap) yang harus dijalankan pihak RSUD,’’ ujar Suminto.

Sementara itu, sopir ambulans masih belum bisa dimintai konfirmasi mengenai penurunan Rukemah di sebuah gubuk pinggir jalan. Sebab, saat sidak berlangsung sang sopir tidak berada di tempat. ‘’Dia (sopir itu, Red) tidak mempunyai telepon,’’ ujar Edi lagi. Lima anggota dewan tersebut juga sempat meninjau beberapa lokasi di RSUD Genteng. Mereka mengkritik kebersihan lingkungan di RSUD tersebut. Sebab, sampah berserakan. ‘’Lihat pemandangan ini, apa tidak ada petugas kebersihan,’’ ujar Bagus Sudarmadja sambil menunjuk selokan yang berisi tumpukan pembalut bayi. (azi/ton/bay)

Mengaku Bernama Tangguh ... ■ DIBESUK...

Sambungan dari Hal 1

Sementara itu, sekitar 10 menit rombongan Dani Anas meninggalkan Panti Jompo, giliran rombongan Komisi I DPRD Banyuwangi datang menjenguk Rukemah. Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi I DPRD, Bagus Sudarmaja, itu juga langsung menuju ruang Rukemah. Selain melakukan dialog, rombongan anggota dewan secara spontan juga merogoh kocek untuk Rukemah. ’’Kedatangan kami ke sini selain menjenguk

juga untuk melakukan investigasi,” kata anggota Komisi I DPRD, Eko Soesilo Nur Hidayat. Eko menuturkan, salah satu yang ingin diketahui dalam investigasi tersebut adalah identitas Rukemah. Sebab, selama dirawat di RSUD Genteng, dia disebut Mrs X. Rukemah ketika ditanya dirinya bernama Tangguh. ’’Ada warga Bumiharjo yang mengenal namanya Rukemah. Kalau alamatnya sudah jelas di Wonoasih, Bumiharjo. Tapi nama keluarganya kita akan coba cek lagi,” tandasnya. Sementara itu, Bagus Sudar-

maja mengatakan, salah satu yang akan diinvestigasi dewan dalam kesempatan tersebut adalah alasan RSUD memulangkan Rukemah karena alasan sering meronta dan berteriak di ruang perawatan. Hal itu, kata Bagus, salah satu hal yang ingin digali dan diperdalam secara langsung oleh Komisi I. ’’Kami cek ke panti sini, ternyata orangnya tidak meronta dan tidak bikin onar. Bahkan, selama dua hari dirawat di panti, petugas panti juga bilang tidak bikin onar,” tandasnya. (azi/bay)

Berusaha Tingkatkan Mutu Pendidikan ■ SISWA...

Sambungan dari Hal 8

“Tidak ada perbedaan dalam masalah biaya,” ungkap Ketua PSB SMAN 2 Situbondo, Dra. Budi Wahyuni. Menurut dia, SMAN 2 Situbondo terus berusaha meningkatan mutu pendidikan akademik maupun non-akdemik. Ini berhasil. Salah satu buktinya pada pelaksanaan Olimpiade Sain Nasional (OSN) 2011 tingkat SMA, SMAN 2 Situbondo banyak meraih prestasi di masing-masing mata pelajaran. Di mata pelajaran kimia, Badrut Tamam berada peringkat dua. Mata pelajaran biologi masuk peringkat tiga atas nama Helda Puspitasari. Mata pelajaran komputer berada di peringkat tiga atas nama Olivia Eka P.

Sedangkan mata pelajaran astronomi, SMAN 2 Situbondo masuk peringkat satu dan peringkat tiga. Peringkat I diraih Bintang Iman P dan peringkat III diraih Nur Fauzi A. Pelajaran ekonomi masuk peringkat dua atas nama Izzatun Nafsin Nisa. Mata pelajaran kebumian, Amalia Fadila dan Intan Murtifani masing-masing menempati posisi pertama dan kedua. Prestasi seleksi pelajar pelopor tingkat kabupaten pada 2011, siswa SMAN 2 Situbondo mampu memborong peringkat satu, dua, dan tiga. Juara pertama diraih Yulia Marthabela, peringkat II Muh Fahri Priambudi dan peringkat III Haris Hanifah. Dalam kejuaraan olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Situ-

bondo 2011, siswa SMAN 2 Situbondo juga tak mau ketinggalan. Pada cabang olah raga karate nomor perorangan putra, Ahmad Rendy G menyabet juara satu. Aries Budi Cahyono komite 61 kg putra juga berada di juara pertama. Irawatul Azizah, juga berada di juara nomor pertama cabang olah raga pencak silat tunggal putri. Pramita Surya masuk peringkat pertama bulu tangkis single putri. Sedangkan atletik lompat tinggi putri, lompat jauh putra dan loncat jauh putri masing-masing masuk peringkat pertama. Mereka adalah Kristian Quri N, Novi Idrawan dan Kholifatus Zaqiyah. “Khusus lompat jauh, Novi Indrawan akan mengikuti jenjang altletik tingkat nasional,” kata Budi Wahyuni. (pri/adv/aif)

Jalin Kerjasama Pihak Ketiga ■ PLN... Sambungan dari Hal 44

Untuk mewujudkan hal itu, APJ Situbondo telah menjalin kerjasama dengan pihak ketiga atau instansi lain, dalam hal pemba-

yaran listrik, pemasangan sambungan baru dan lain sebagainya. “Hal ini kami lakukan dengan tujuan untuk memudahkan para pelanggan,” pungkasnya. Sekadar diketahui, tahap pertama program Grasss dilaksa-

nakan secara serentak di seluruh Indonesia, sejak tanggal 27 Oktober 2010. Program ini merupakan inovasi PLN guna melakukan penyambungan listrik sebanyak-banyaknya di seluruh tanah air. (sgt/adv/aif)

ARYONO SUDAH MEMBUKTIKAN MANFAAT PEGOBATAN YANG ALAMI “Sudah 1 tahun saya minum Gentong Mas, sekarang tekanan darah saya sudah normal, selain itu badan jadi hangat, jarang pusing, vitalitas pun bagus.” Ungkap Aryono. 1 tahun yang lalu, pria berusia 50 tahun ini menderita hipertensi yang seringkali membuat aktifitasnya menjadi tidak nyaman, “Kalau tekanan darah saya tinggi, saya sering merasa pusing, mau beraktifitas jadi tidak nyaman...” keluh ayah 2 orang anak tersebut menceritakan tentang sakit yang dulu sering dialaminya. Hipertensi (hypertension) adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan diastolic (angka bawah) pada pemeriksaan tensi darah. Nilai normal tekanan darah seseorang secara umum adalah 120/80 mmHg. Dalam aktifitas sehari-hari, tekanan darah bervariasi tetapi masih dalam kisaran normal. Tetapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat di waktu beraktifitas atau berolahraga. Tertarik dengan pengobatan yang alami, pensiunan PNS ini pun mencoba mengkonsumsi Gentong Mas, “Sepengetahuan saya pengobatan herbal itu bagus karena terbuat dari bahan-bahan yang alami, karenanya begitu saya tahu tentang Gentong Mas, saya tertarik untuk mencobanya.” Terangnya menceritakan perkenalannya dengan Gentong Mas. Kini, setelah merasakan manfaatnya, Aryono dapat menjalani masa pensiunnya dengan nyaman. Ia pun tak segan-segan untuk membagi pengalaman baiknya tersebut dengan orang lain, “Sekarang

bukan hanya saya yang minum Gentong Mas, ibu saya juga ikut minum, dan sudah merasakan manfaatnya. Mudah-mudahan pengalaman yang saya alami ini dapat bermanfaat bagi orang lain.” Harap warga Kel. Jember Kidul, Kec. Kaliwates, Jember, Jawa Timur tersebut. Gentong Mas merupakan minuman herbal dengan bahan baku utama Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) yang terbukti memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya adalah untuk menormalisir tekanan darah. Habbatussauda dalam Gentong Mas bermanfaat untuk memelihara pembuluh darah dari endapan lemak dan pengapuran. Sementara Kayu Manis yang juga dikandung dalam Gentong Mas berfungsi sebagai penormal tekanan darah. Sedangkan Gula Aren selain rasanya manis dan lezat juga bermanfaat menurunkan penyerapan lemak. Untuk hasil maksimal, terapkan pola hidup sehat seperti menjalani diet rendah garam, kolesterol, dan lemak jenuh, stop konsumsi makanan dan minuman beralkohol, hindari stress, olahraga teratur, dll. Manfaat yang hebat bagi kesehatan dan rasa yang lezat membuat semakin banyak masyarakat mengkonsumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi: 085234398441. Banyuwangi:085234398441. Situbondo: 082143391646 Depkes:P-IRT.812.3205.01.114


CMYK

8

Jawa Pos-nya Kota Santri

Sabtu 18 Juni 2011

Dilaporkan ke Satgas Mafia Hukum Jaksa yang Jadi Beking Proyek SITUBONDO - Sejumlah jaksa yang terlibat dugaan pembekingan proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) 2010 tampaknya harus siap-siap dipanggil Kejagung. Pasalnya, surat untuk melaporkan tindakan tidak terpuji aparat penegak hukum itu mulai disusun. Dalam waktu dekat, surat itu akan dikirimkan ke tiga lembaga negara di Jakarta, yakni Satgas Mafia Hukum, Jamwas Kejaksaan Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi. “Paling lambat kita kirim pekan depan,” ungkap Ketua LSM Gerakan Peduli Aspirasi Rakyat (Radar), Sayonara, kemarin. Menurut dia, dalam surat itu dituliskan sejumlah desakan. Yang terpenting adalah adanya tindak

ORASI: Ketua LSM Radar menyampaikan tuntutannya saat unjuk rasa di kantor Kejaksaan Negeri Situbondo, Kamis kemarin (16/6). Dalam orasinya, pendemo juga menyoal keterlibatan jaksa dalam membekingi proyek.

EDI SUPRIYONO/RaBa

ADVERTORIAL

SMAN 2 Situbondo

Siswa Berprestasi Bebas Biaya Pendidikan SITUBONDO – SMAN 2 Situbondo benar-benar memberikan perlakukan istimewa kepada siswanya yang berprestasi. Tidak tanggung-tanggung, siswa yang berprestasi dalam bidang akademik atau nonakademik di tingkat nasional (juara I, II atau III) dibebaskan dari semua biaya pendidikan selama satu tahun. Bukan itu saja, siswa berprestasi juga bisa dibebaskan dari biaya pendidikan selama satu semester. Ini dikhusukan kepada siswa yang mempunyai prestasi akademik atau non-akademik jauara I–III, tingkat provinsi. Selain itu juga diperuntukkan bagi kelas X rangking pararel 1-6 dan kelas XI IPA/IPS rangking 1–3. Demikian juga kelas XII IPA/IPS

EDY SUPRIYONO/RaBa

MAJU KE TINGKAT NASIONAL: Siswa SMAN 2 Situbondo, Novi Indrawan, bersama Bupati Dadang Wigiarto.

rangking pararel 1–3. “Jadi setiap semester kita pasti membebaskan biaya pendidikan bagi 18 siswa berprestasi. Itu belum termasuk siswa yang berprestasi di tingkat provinsi dan nasional. Ini sengaja kita tempuh untuk memotifasi siswa berprestasi. Termasuk kepada siswa-siswa baru nanti,” ujar kepala SMAN 2 Situbondo, Endang Wiji Lestari. Penerimaan siswa baru (PSB) tahuan ajaran 2011/2012 SMAN 2 Situbondo direncanakan dibuka 1 hingga 5 Juli 2011. SMA favorit di Kota Santri ini membuat kebijakan yang berpihak kepada peserta didik. Yakni dengan menyamakan biaya pendidikan kelas bilingual dengan kelas regular n  Baca Siswa...Hal 7

PLN Tuntaskan 1 Juta Daftar Tunggu Tahap Kedua Apel Grasss 2011 SITUBONDO – Menindaklanjuti pelaksanaan program penuntasan satu juta daftar tunggu, kemarin (17/6), Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Sirubondo, melaksanakan apel Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (Grass) tahap kedua. Acara yang dipusatkan di halaman kantor PLN tersebut dihadiri seluruh staf APJ Situbondo. Pada apel kemarin pagi, ratusan balon dilepaskan ke udara sebagai simbol penuntasan sejuta daftar tunggu pelanggandi PLN APJ Situbondo. Pimpinan APJ Situbondo, Hening Kyat Pamungkas mengatakan, dengan kerja keras seluruh jajaran PLN, pihaknya telah berhasil menuntaskan seluruh daftar tunggu di wilayah Kotra Santri. “Di wilayah Situbondo, daftar tunggu yang masuk tinggal 57, dan itu sudah tuntas dilaksanakan,” ujarnya. Lebih lanjut, Hening mengungkapkan, meskipun telah berhasil menuntaskan daftar tunggu pemasangan sambungan baru pada periode yang lalu, namum potensi penumpukan daftar tunggu masih mungkin terjadi, khususnya di daerah-daerah pelosok. Menurut Hening, melalui momen ini, pihaknya akan lebih memperhatikan aspek perbaikan internal, khusus-

SUKSES: Staf PLN APJ Situbondo menggelar apel Grass di halaman kantor PLN, kemarin (17/6). YUSROH A/RaBa

nya peningkatan pelayanan pada pelanggan. “Kami akan terus berupaya memberikan

yang terbaik kepada pelanggan kami,” tekadnya n  Baca PLN...Hal 7

lanjut laporan dan sanksi terhadap para ”jaksa nakal”. LSM Radar juga meminta agar KPK serius menindaklanjuti laporan itu. “Kejagung biar memberikan sanksi internal terhadap jaksa nakal. Proses hukum pidananya jika terbukti kita berharap benar-benar ditindaklanjuti. Selama ini yang tertangkap tangan hanya penegak hukum di pusat. Di daerah seakanakan keenakan,” terangnya. Sebagai bahan pertimbangan untuk menindaklanjuti laporan Sayonara, akan menyertakan sejumlah dokumen terkait pengadaan alkes 2010. Dalam dokumen itu tertera jelas sejauh mana keterlibatan sejumlah jaksa di Situbondo. “Jadi, sangat tidak pantas prilaku yang mereka lakukan itu,” imbuh pria asal Kalibagor tersebut. Diberitakan kemarin, LSM Radar mendemo Kejari Situbondo.

Selain menyoal proses hukum pengadaan alat kesehatan (alkes) 2009 yang tak kunjung selesai, LSM yang berkantor di Desa Kalibagor itu mengungkap adanya keterlibatan oknum Kejari Situbondo membekingi rekanan pemenang pengadaan alkes 2010. Jika memang tidak membekingi, seharusnya kejaksaan proaktif mengusut dugaan ketidakberesan pengadaan alkes 2010. Sebab, sejumlah puskesmas komplain atas barang-barang yang diterima karena dinilai tidak sesuai spek dan kebutuhan. “Kenapa giliran pengadaan alkes 2010 kejari adem ayem. Padahal, nilainya mencapai Rp 2,5 miliar. Apa karena dilakukan PT. Sani? Siapa PT. Sani itu ? Inilah yang akan saya laporkan ke Satgas Mafia Hukum dan Jamwas Kejagung,” ancam Sayonara dalam orasinya. (pri/aif)


Radar Banyuwangi 18 Juni 2011