Page 1

JUMAT 10 JUNI

1

TAHUN 2011

DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’ SHUBUH 11.19 14.40 17.09 18.24 04.06

RAPERDA

OPD dan RPJMD Belum Dibahas BANYUWANGI - Keinginan Bupati Abdullah Azwar Anas segera merealisasikan janjinya saat kampanye tampaknya bakal menemui hambatan. Terutama, mengenai penataan organisasi di Pemkab Banyuwangi dan arah pembangunan. Pasalnya, dua rancangan peraturan daerah (raperda) organisasi pemerintah daerah (OPD) dan rancangan program jangka menengah daerah (RPJMD) yang DOK. RaBa sudah lama disamHermanto paikan ternyata belum dibahas legislatif. Bahkan, dua raperda itu tampaknya belum disentuh DPRD Banyuwangi. Para wakil rakyat terkesan sengaja mengolor jadwal pembahasan kedua raperda tersebut n

60 Tower Tidak Berizin BANYUWANGI - Tower yang kini telah berdiri di wilayah Kabupaten Banyuwangi ditengarai banyak yang tidak berizin. Dari sekitar 180 tower yang ada, yang perizinannya sudah diurus baru sekitar 120 tower. Untuk 60 tower lain ditengarai tidak memiliki izin sah. Hal itu diungkapkan Ketua DPRD

Banyuwangi Hermanto saat menanggapi maraknya pendirian tower di Kota Gandrung. “Kita akan mengklarifikasi masalah tower ini saat hearing (dengar pendapat, Red) bersama KPP (Kantor Pelayanan Perizinan) dan Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja),” janjinya saat diwa-

DOK. RaBa

Abdul Kadir

wancarai RaBa di ruang kerjanya kemarin (9/6). Hermanto mengaku telah mendapatkan data tower saat melakukan koordinasi dengan sekretaris kabupaten (sekkab). Dalam pertemuan itu, disampaikan bahwa tower di Banyuwangi berjumlah sekitar 180 unit. “Sekitar 50 atau 60 tower tidak me-

PENIPUAN PNS

Achmadi Pernah Jadi Takmir Masjid

 Baca Achmadi...Hal 7

HUT RABA

Wajib Gunakan Merek G-Sports BANYUWANGI - Aerobic Competition 2011 akan digelar 3 Juli mendatang. Even kejuaraan yang digagas Persani bersama Radar Banyuwangi dalam rangka ulang tahun Radar Banyuwangi ke-12 itu pelaksanaannya akan dipusatkan di GOR Tawang Alun, Banyuwangi. Ada enam kategori lomba yang dapat dipilih dan diikuti para calon peserta dalam ajang ini. Enam kategori itu meliputi senam bersama, mix impact di atas 35 tahun pemula, mix impact di bawah 35 tahun pemula, dangdut aksesori, beregu

 Baca 60 Tower...Hal 7

Rekrut Kader Lingkungan

 Baca OPD...Hal 7

SRONO - Dua warga Banyuwangi yang jadi tersangka penipuan berkedok pengangkatan pegawai negeri sipil (PNS) hingga kini masih mendekam di ruang tahanan Mapolres Sidoarjo. Mereka adalah Achmadi, 60, warga Dusun Sukopuro Wetan RT04/RW01, Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, dan Endik Prayitno, 45, warga Desa Kebonsari, Banyuwangi. Siapa sejatinya Achmadi? Pensiunan PNS tahun 2005 itu tergolong tokoh agama di desa setempat. Kemarin, wartawan Radar Banyuwangi (RaBa) mencoba mengorek informasi kepada pihak keluarga terkait penahanan Achmadi. Namun, keluarga yang sedang berada di rumah tersebut tidak mau menanggapi n

miliki izin,” bebernya. Untuk menertibkan dan mengatur masalah tower, Hermanto menyatakan perlu ada peraturan daerah (perda) khusus. Hingga kini, perda itu belum ada. “Masalah tower ini kayaknya memang perlu ada perda,” cetusnya n

GALIH COKRO/RaBa

LAUNCHING: Bupati Anas menanam pohon bersama Kepala Kantor LH, Abdul Rachman, dan jajaran forum pimpinan daerah Banyuwangi di seputar Lapangan Blambangan kemarin pagi (9/6).

BANYUWANGI - Bupati Abdullah Azwar Anas mencanangkan gerakan Banyuwangi Green and Clean 2011 kemarin pagi (9/6). Kegiatan seremonial yang dipusatkan di Taman Blambangan itu ditandai dengan pelepasan balon ke udara. Gerakan itu menjadi titik balik bagi Banyuwangi menuju kota yang hijau, bersih, dan indah. Pencanangan gerakan Banyuwangi Green and Clean itu dihadiri jajaran forum pimpinan daerah (dulu muspida) dan pejabat vertikal Pemkab Banyuwangi. Dalam sambutannya, Bupati Anas menekankan program itu kepada empat aspek kegiatan. Kegiatan pertama adalah penghijauan, penataan taman, kebersihkan lingkungan, pemilihan dan pemilihan sampah, pengolahan sampah organik, pengecatan, dan pembenahan fasilitas umum. Dalam kegiatan kedua, Bupati Anas mengharapkan, kawasan pantai, laut, sungai, saluran drainase, irigasi, dan fasilitas umum terbuka lainnya, bebas dari sampah domestik rumah tangga dan industri. Di samping itu, Banyuwangi Green Clean juga diisi gerakan menanam satu pohon satu orang. Yang tidak kalah penting, pinta mantan anggota DPR RI itu, adanya pembentukan kader pelestarian lingkungan. Itu dimulai dari tingkat RT/RW hingga kecamatan. “Keanggotaannya terdiri atas berbagai elemen masyarakat,” cetusnya. (nic/irw) n Berita lainnya baca halaman 38

Lagi, Tiga Pengedar Pil Trex Diringkus KALIPURO - Jaringan penjualan pil trex di wilayah Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, berhasil dibongkar anggota Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Banyuwang kemarin (9/6). Tiga tersangka yang diduga sebagai pengedar ditangkap. Para tersangka yang kini diamankan di mapolres adalah Sutiyono, 24, warga Dusun Kapuran, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Selain itu, Untung Rahmad, 29, asal Dusun Kelirpuan, Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, dan Andi Iswanto, 21, warga Dusun Krajan, Desa Ketapang. Polisi juga menyita barang bukti

TERSANGKA:

TELER: Tiga tersangka dan barang bukti disita Satnarkoba Polres Banyuwangi kemarin (9/6).

1. Sutiyono, 24, Dusun Kapuran, Desa Ketapang, Kalipuro. 2. Untung Rahmad, 29, Dusun Kelirpuan, Desa Kelir, Kalipuro 3. Andi Iswanto, 21, Dusun Krajan, Desa Ketapang. BARANG BUKTI: 1. Tiga kantong berisi total 81 butir trex 2. Dua buah HP SUMBER SATNARKOBA POLRES BWI

(BB) berupa tiga kantong plastik berisi pil trex n  Baca Lagi,...Hal 7 GALIH COKRO/RaBa

Cabuli Santri, Guru Ngaji Ditahan Kejari BANYUWANGI - Diduga telah mencabuli empat bocah, Abdul Holik, 55, warga Jl. MH. Thamrin, Gang Mawar, Kelurahan Pengatigan, Kecamatan Banyuwangi, ditahan kejaksaan negeri (kejari), kemarin. Penahanan itu dilakukan setelah berita acara pemeriksaan (BAP) kasusnya dinyatakan P-21 alias sempurna. Holik, yang setiap hari dikenal sebagai guru ngaji itu dilaporkan Muhamad Ami-

rudin, tetangganya, ke Polres Banyuwangi 14 Februari 2011 lalu. Dia diduga telah mencabuli Saritem (nama samaran), putrinya, yang baru berumur sembilan tahun. “Yang dicabuli ada empat anak. Semua masih anak-anak,” ungkap Amirudin kepada koran ini kemarin. Menurut ayah korban, kasus yang me-

nimpa putrinya itu ditangani unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Banyuwangi. Tetapi, selama pemeriksaan, tersangka tidak pernah ditahan. “Yang melapor ada empat anak, tapi pelakunya tidak ditahan,” sesalnya. Diceritakan oleh ayah korban, putrinya bersama tiga temannya yang menjadi kor-

ban selama ini mengaji di rumah tersangka. Di rumah tersangka itulah korban mengaku sering diciumi dan dipegangi payudaranya. Bahkan, ada yang dipegangi kemaluannya. Setelah tiga bulan kasus itu dilaporkan, tersangka diantar penyidik PPA Briptu Edy S. ke kejari kemarin. Nah, di kejari, pria paroh baya itu langsung ditahan n  Baca Cabuli...Hal 7

Kisah Pilu Keluarga TKW Muncar yang Tewas di Malaysia antarsanggar, dan final beregu. Semua kategori akan dipimpin tiga instruktur, di antaranya Wawan, Pandhy, dan Yayuk n

Orang Tua Masih Shock, Anak Belum Paham

 Baca Wajib...Hal 7

Mayang DOK. RaBa

Isti Qomariyah, 26, tenaga kerja wanita (TKW) yang meninggal dunia di Malaysia merupakan sosok perempuan yang menjadi harapan satu-satunya bagi keluarga. Betapa tidak, almarhumah merupakan anak tunggal dari pasangan suami-istri Khotib dan Andonik. Kini kenyataan telah membuat keluarganya kehilangan harapan. ALI NURFATONI, Muncar

SUASANA rumah duka tampak sibuk menyiapkan kedatangan jenazah Isti Qomariyah. Di rumah duka itu, sejumlah orang terlihat http://www.radarbanyuwangi.co.id

tidak banyak berkata-kata. Kesan sedih terbayang dari mimik wajah mereka yang tidak menampakkan kegembiraan sama sekali. Hal itu sangatlah wajar karena salah satu keluarganya mengembuskan napas terakhir saat mencari pundi-pundi rezeki di Negeri Seberang. Tak ayal, kegelisahan dan kesedihan mendalam dirasakan keluarga almarhumah Isti. Itu lantaran sosok alamarhumah dinilai bisa membawa kesejahteraan bagi keluarga. Kemarin (9/6), kursi-kursi dan perabotan juga dikeluarkan dari dalam rumah. Tidak hanya itu, terob (tenda besar untuk hajatan, Red) berwarna biru juga dipasang. Di lantai dalam rumah disediakan karpet untuk duduk para tamu yang melayat. Di saat beberapa orang dewasa sedih dan tidak menampakkan keceriaan, anak-anak kecil yang sedang berada di rumah itu justru

Staf DPRD digerebek di Wisma Rengganis Ini gara-gara salah masuk kamar!

Achmadi pernah jadi takmir masjid Sekarang malah jadi ”takmirnya” tahanan Polres Sidoarjo

ALI NURFATONI/RaBa

MENUNGGU: Suasana rumah duka Isti Qomariyah di Dusun Tegal Pare, Wringin Putih, Muncar, kemarin.

gembira. Maklum masih anakanak. Salah satunya adalah anak satu-satunya alamarhumah, yakni Silaturahma. Anak semata wayang

pasangan Sulaiman Safii dan almarhumah itu asyik bermain-main dengan temannya n  Baca Orang Tua...Hal 7

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


2

OPINI

Jumat 10 Juni 2011

AGENDA KOTA

Haul Habib Sadik SEGENAP kaum muslim dan muslimat Banyuwangi diharapkan menghadiri haul ke-V tahun Habib Sadik Bin Mohamad Al-Hadar dan haul ke XII pelopor/pendiri masjid besar Al-Hadi Minggu Pagi tanggal 12 Juni 2011/10 Rajab 1432 H. Acara peringatan wafatnya pendiri Masjid Al-Hadi itu akan dimulai pukul 08.00 WIB yang bertempat di Masjid Besar AlHadi, Jalan Basuki Rahmat no 101 Banyuwangi. (*/adv)

SUARA PEMBACA

Soal Tambang, Jangan Salahkan Rakyat Kecil RAZIA yang dilakukan Polhut pada para penambang emas liar di Pesanggaran 2 hari yang lalu (5/6) menyisakan tanda tanya “besar” di benak wong cilik. Mengapa rakyat Indonesia tak boleh mengeruk kekayaannya di tanah mereka sendiri? Apa mau diberikan ke orang luar negeri lagi? Pertanyaan ini muncul lantaran sudah terlalu banyak belahan bumi di Nusantara dikuasai oleh pihak asing. Lantas, apakah potensi emas di Pesanggrahan juga mau menunggu investor dari luar negeri untuk pengelolahannya? Persoalan inilah yang harus segera dijawab oleh pemerintah, khususnya pemerintah Banyuwangi. Tambang emas sebenarnya adalah kekayaan alam milik bersama (public property) seperti air dan kayu. Dalam teori kepemilikan, public property terbagi menjadi dua, yaitu ada yang dengan mudah dapat dimanfaatkan secara langsung dan ada pula yang diperlukan keahlian atau alat-alat tertentu dalam pengelolaannya. Untuk bagian yang pertama seperti air di sungai, rumput di padang rumput, atau ikan di laut. Dalam hal ini rakyat bisa memanfaatkannya secara langsung tanpa ada intervensi ketat dari pemerintah. Pemerintah hanya sebagai pengawas dan security di dalamnya. Artinya, jika nanti pemanfaatan kekayaan model ini sudah melampui batas (monopoli) dan tidak sesuai aturan hingga merugikan orang banyak maka pemerintahlah wajib meluruskannya. Nah… terkait dengan penambangan liar emas di Pesanggaran, maka seharusnya pemerintah bisa segera tanggap pada kekayaan alam tersebut. Kalau memang melarang masyarakat untuk menambang secara liar maka secepatnya kekayaan alam tersebut dikelola oleh pemerintah, bukan dibiarkan begitu saja. Jadi, jangan terlalu menyalahkan rakyat ketika mereka menambang secara liar. Karena mereka juga memiliki hak di bumi yang kita cintai ini. Mereka juga ingin makan. Mereka juga ingin menjaga Bumi Banyuwangi dari hisapan lintahlintah Investor asing. Nurwahyudi, Wongsorejo, Banyuwangi, Email: jackyudi11@yahoo.co.id

TELEPON PENTING DI BANYUWANGI RSUD Blambangan RS Yasmin RS Islam Fatimah Pelayanan Gangguan PDAM Unit Tranfusi Darah PMI Pelayanan Gangguan PLN Pelabuhan Penyeberangan Ketapang Terminal Bus Sritanjung ketapang Terminal Bus Brawijaya Stasiun KA Karangasem Stasiun KA Banyuwangi Baru Polisi Pemadam Kebakaran Ambulans

: : : : : : : : : : : : : :

421118 423118 425559 421525 423212 424207 424308 510635 424438 424306 510396 110, 116, 410110 113 118

Mimpi Buruk TKI/TKW Banyuwangi BERITA mengenaskan kembali hadir di Bumi Blambangan. Rasanya tersayat hati ini mendengar seorang gadis 23 tahun asal Banyuwangi yang terpaksa harus menghadapi maut karena dihajar dan disiksa majikannya di Negeri Jiran, Malaysia. Sungguh ironis yang memilukan saat TV memberitakan kematian sang “pahlawan devisa” itu, sementara sebagian kita hidup mewah melimpah ruah serba kecukupan di atas tanah leluhur yang sama. Sunrise of Java ratusan tahun yang lalu sudah dikenal sebagai daerah surplus, lumbung padi nasional, tanah subur gemah ripah loh jinawi, dengan deretan gunung emas di bagian selatan. Tetapi, mengapa ketidakberdayaan dan ketidakpastian menatap masa depan masih menjadi “hantu” bagi kebanyakan orang. Masih seputar masalah himpitan ekonomi, ditengarai ada sebagian anak-anak sekolah setingkat SMA yang nyambi sebagai “gadis cabutan”. Sementara itu, pihak lain yang memiliki nyali dan daya juang mencoba mengais rezeki di luar kampung halamannya, malahan terjebak trafficking. Agaknya lebih beruntung yang sempat berhasil lolos ke luar negeri sekalipun sekadar kerja sebagai “jongos” dengan segala keluh-kesahnya yang menyedihkan. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang pulang jadi mayat. Nahas memang mendiskripsikan suatu kondisi riil sebagai anak manusia di negeri ini yang rela memperjuangkan diri demi lepas dari kemis-

O l e h

Mochammad Rifa’i* kinan dan ketidakberdayaan dengan garansi kehormatan dan bahkan nyawa. Itu terbukti dengan beberapa kasus orang miskin yang nekat menghabisi nyawanya sendiri. Sungguh sebuah ironi bila keadaan ini terjadi di negeri yang sudah kondang dengan sebutan “mutiara katulistiwa bak tanah surga yang jatuh ke bumi”. Mati sudah tidak menjadi suatu yang mereka takuti. Fenomena sosial seperti ini menunjukkan bahwa mereka sudah ada di ambang suatu kejanggalan kejiwaan kronis menghadapi situasi yang menekan dalam ranah upaya pembebasan dari himpitan ekonomi dan ketidakberdayaan dalam persaingan hidup. Kematian bisa menjadi opsi yang logis tatkala cara-cara memanusiakan diri secara rasional kian jauh dari kehidupan. Itu menunjukkan bahwa orang miskin akan berani mempertaruhkan nyawanya demi memperjuangkan apa yang disebut sebagai kebutuhan fundamental. Demi memenuhi tuntutan kebutuhan

itu, dalam kondisi bagaimana pun mereka tak takut memasuki rimba sosial yang ganas. Kalau sudah begitu potret sebagian anak bangsa ini, idealnya kitalah yang seharusnya berdaya guna berusaha meminimalisasi dengan mencari faktor-faktor penyebabnya sekaligus menemukan solusi terbaik. Jika tidak, kasus mengenaskan yang menimpa para TKI/TKW di Negeri Seberang itu akan terus terulang lagi di masa mendatang. Hati elite dan pemimpin teras di Bumi Blambangan ini harus diguncang supaya menempuh opsi yang berpihak kepada orang miskin. Ketika pemimpin sedang mengidap kematian nurani, maka nurani publik harus tetap menyala dan berkobar. Sebab, jika nurani publik ikut mati, maka mati pulalah nilai-nilai akuntabilitas kemanusiaan dan keadaban hidup. Bukan hanya akan banyak chaos yang terjadi, tapi juga tercerabutnya nyawa manusia secara sia-sia. Jiwa nasionalisme kita menjadi tertantang saat melihat tragedi kematian saudara kita yang mencoba berusaha memperbaiki nasib sampai di Tanah Seberang. Sementara itu, di layar TV berita korupsi miliaran dan triliunan rupiah tidak jelas juntrung-nya. Sakit hati ini melihat prilaku meyimpang para elite kita yang menjadikan jabatan bukan sebagai amanah memperbaiki derajat negeri ini tapi justru sebagian besar dari mereka bermental aji mumpung dan bermental menerabas sebagai jalan pintas meraih kesuksesan

lebih cepat. Prilaku tidak mendidik itu akan memberikan inspirasi negatif kepada masyarakat, seperti sikap cuek dan kehilangan rasa hormat kepada mereka yang seharusnya dihormati. Pelajaran berharga sekaligus memang memilukan atas tragedi kematian Esti. Saatnya kemiskinan kita jadikan proyek kesalehan sosial, tidak sekadar iklan atau komoditas untuk mendongkrak popularitas seseorang dengan slogan-slogan dan wacana indah. Tetapi, benar-benar ada good will dan political will untuk mencari way out bagaimana caranya kemiskinan benar-benar menunjukkan penurunan bukan menjadi turun-menurun. Terlalu getir buat saya mendapati fakta sauadara-saudara kita sampai tewas di negeri orang gara-gara mengejar impian indah dan rayuan gombal para cukong, calo, dan makelar tenaga kerja. Jaringan para penjahat kemanusiaan itu merekrut calon tenaga kerja dengan iming-iming gaji jutaan tapi tanpa dibarengi penyiapan skill yang memadai. Tidak sedikit dari mereka yang berangkatnya baik-baik saja tapi terjerumus ke prostitusi, perbudakan, dan buruhburuh illegal. Sungguh itu sebuah kenyataan buruk dan sekaligus pelajaran berharga bagi para pengambil kebijakan. Jangan hanya melihat seorang Esti, tapi nilai kemanusiaanya sama dengan siapa pun kita. Subhanallah ! *) Pengawas Sekolah Kabupaten Banyuwangi.

Biogas dan Agribisnis Peternakan

MENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN

Pemimpin Redaksi: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Agus Baihaqi, Abdul Aziz, Niklaas Andries, (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Mohammad Isnaeni Wardan Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: RodyaYuliani. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Merak nomor 92 Situbondo, Telp : (0338) 677058. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 18.000/mmk, berwarna depan Rp 30.000/mmk, berwarna belakang Rp 27.500/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 30.000/baris, Lowongan: Rp 45.000/baris, Sosial: Rp 12.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.  Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

ENERGI biogas yang berasal dari kotoran hewan memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan. Beberapa alasannya adalah produksi kotoran sapi yang dihasilkan peternakan semakin meningkat karena negeri ini akan mengurangi impor sapi. Kedua, regulasi di bidang energi, seperti kenaikan tarif dasar listrik, kenaikan harga elpiji, premium, minyak tanah, dan minyak solar telah mendorong pengembangan sumber energi alternative yang murah, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Ketiga, kenaikan harga dan kelangkaan pupuk anorganik di pasaran karena distribusi yang kurang baik menyebabkan petani memilih pupuk organik. Biogas sebenarnya teknologi yang sudah lama dikenal tapi belum optimal. Padahal, biogas termasuk teknologi yang memiliki efisiensi tinggi. Sebab, residu proses biogas juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk berkualitas. Tanpa keterlibatan teknologi pengolahan sampah dan limbah kotoran ternak, metana hasil penguraian secara natural akan terlepas dan mencemari atmosfer karena metana termasuk gas rumah kaca. Dari sudut pandang itulah, biogas disimpulkan masuk teknologi ramah lingkungan. Pemanfaatan energi ini perlu dioptimalkan karena biogas bisa menghasilkan energi gerak. Untuk keamanan dan kemudahan penyimpanan, biogas disimpan sebagai energi listrik melalui penggunaan generator atau fuel cell sebagai peralatan konversi energi. Keuntungan sistem tersebut adalah diperoleh energi relatif lebih besar dan dapat digunakan di lokasi dan waktu yang berbeda. Teknologi biogas dapat dikembangkan dengan input teknologi yang sederhana dengan bahan-bahan yang tersedia di pasaran lokal. Energi biogas juga dapat diperoleh dari air buangan rumah tangga, kotoran cair peternakan ayam, babi, sampah orga-

O l e h

Ir. Sunaryanto* nik dari pasar, industri makanan dan sebagainya. Di samping itu, usaha lain yang dapat bersinergi dengan kegiatan ini adalah peternakan cacing untuk pakan ikan/unggas. Industri tahu/ tempe dapat menghasilkan ampas tahu yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan sapi dan limbah cairnya sebagai bahan biogas. Industri kecil pendukung juga dapat berkembang, seperti industri bata merah, industri kompos gas, industri lampu penerangan, dan pemanas air. Sehingga, pengembangan teknologi biogas secara langsung maupun tidak langsung diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan. Lebih-kurang 70 ribu desa di Indonesia, 45% di antaranya merupakan desa tertinggal dan terpencil. Bahkan, hingga saat ini, sekitar 6.200 desa belum mendapatkan pasokan listrik. Krisis ekonomi dan krisis energi nasional memicu pemerintah mencanangkan program kemandirian energi nasional dengan memfokuskan pemanfaatan energi terbaru. Untuk itu, pemerintah merintis program desa mandiri energi listrik dengan potensi sumber daya lokal. Terutama, sumber energi terbarukan yang ditargetkan sampai 2015 dan akan menelan dana sampai Rp 15 triliun. Biogas dapat memberikan berbagai manfaat kepada pengguna, masyarakat, dan lingkungan. Adapun manfaat secara umum adalah menghasilkan energi panas, cahaya, dan listrik. Ke-

dua, mengubah limbah organic menjadi pupuk berkualitas. Ketiga, meningkatkan kebersihan lingkungan dengan mengurangi pathogen-patogen, telur cacing, dan lalat. Keempat, mengurangi kapasitas dan waktu pengerjaan, khususnya bagi wanita pada pekerjaan mengambil kayu bakar dan memasak. Kelima, memperbaiki lingkungan melalui pencegahan kerusakan tanah, udara, dan tumbuh-tumbuhan. Keenam, memberikan manfaat secara mikro ekonomi melalui subtitusi energi dan pupuk organik, penambahan sumber pendapatan, dan meningkatkan hasil kegiatan peternakan dan pertanian. Ketujuh, memberikan manfaat secara makro ekonomi dengan desentralisasi energy dan proteksi terhadap lingkungan. Dengan demikian, teknologi biogas secara subtansi dapat berperan untuk konservasi dan pengembangan jika kondisi mendukung. Oleh karena itu, seluruh keperluan untuk investasi dan pembatasan lain harus dipertimbangkan. Dari penjelasan di atas, Banyuwangi adalah daerah yang berpotensi mengembangkan energi alternatif dilihat dari sumber daya alam yang ada. Kabupaten Banyuwangi yang wilayahnya terluas di provinsi Jawa Timur— sebagian besar wilayahnya adalah berupa hutan, pertanian, dan perkebunan—mempunyai potensi sumber daya lokal yang luar biasa. Itu dapat dikembangkan melalui Program Desa Mandiri Energi. Potensi yang terdapat di Banyuwangi di antaranya, energi panas bumi yang terdapat di Kawah Ijen yang mempunyai cadangan tak terduga, yakni 270 MW. Kemungkinan pada tahun 2012 sudah dimulai tahap eksplorasi, yang tender lelangnya dimenangkan PT. Medco milik Arifin Panigoro (ESDM). Selain itu, di Banyuwangi juga banyak sumber mata air yang dapat dijadikan pembangkit listrik mikro hidro. Pohon

nyamplung yang bijinya dapat dijadikan bahan bakar biodiesel melalui proses transesterifikasi atau esterifikasi di Banyuwangi juga banyak. Yang tidak kalah penting adalah kotoran ternak (seperti: sapi, kuda, kambing, ayam, dan itik) yang dapat dimanfaatkan menjadi biogas melalui proses fermentasi pada suhu sekitar 25- 35p C dan dengan rasio karbon/nirogen: 30/1, akan menghasilkan amoniak (NH4). Untuk dapat menghasilkan gas metan (CH4), konsentrasi amoniaknya (NH4) berkisar antara 50 hingga 200 mg/l ( Teguh & Asri, 2009). Proses produksi biogas memungkinkan terwujudnya pertanian berkelanjutan dengan proses tanpa ada limbah dan ramah lingkungan karena dari hasil akhir proses fermentasi kotoran ternak ini, limbah langsung dapat dijadikan pupuk organik berkualitas tinggi tanpa melibatkan teknologi. Beberapa keuntungan memanfaatkan limbah biogas sebagai pupuk organik adalah tidak ada nutrient yang hilang, tidak terjadi penyebaran bibit penyakit dan gulma seperti pemakaian kotoran sapi segar, tidak berbau dan kandang sapi dalam keadaan bersih, mengandung mikroba yang efektif sebagai penyubur tanah, dan bisa digunakan pupuk tanaman air dan pupuk kolam untuk meningkatkan produksi ikan. Dengan model integrasi tanaman ternak, petani dapat mengatasi kebutuhan akan pupuk dan pakan ternak sendiri. Kotoran ternak di Banyuwangi cukup tersedia, apalagi jumlah peternak tersebar hamper di semua desa di Banyuwangi. Rata-rata produksi kotoran hewan sapi per hari mencapai 10-12 kg/ekor. *) Dosen Fakultas Teknik dan Anggota Pusat Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi.


3

Jumat 10 Juni 2011

BAGAIMANA INI

ABDUL AZIZ/RaBa

MASIH ADA: Foto dua mantan gembong teroris Nurdin M. Top dan DR. Azahari di timur perempatan Genteng Kulon.

Foto Teroris Mati Masih Terpajang GENTENG - Beberapa waktu lalu dua orang yang disebut sebagai gembong teroris paling berbahaya menjadi buronan nomor wahid. Mereka adalah DR. Azhari dan Nurdin M. Top. Keduanya dikenal sebagai sosok paling dicari di Indonesia, bahkan dunia. Untuk menemukan sosok buronan kakap itu, polisi menyebar foto keduanya di berbagai tempat. Bahkan, dipampang di tempat-tempatnya strategis agar mudah dilihat orang. Salah satunya terlihat di jalan raya depan Kantor Pos Genteng. Lokasi pemasangannya sangat strategis, sehingga para pejalan kaki dan pengendara bisa melihatnya dengan jelas. Sayangnya, keduanya telah lama tewas ditembak anggota Densus 88, satuan khusus di kepolisian. Bahkan, sudah dikubur. Namun, hingga kemarin (9/6), dua gambar gembong teroris tersebut masih dipampang dengan tulisan besar “Dicari!” Memangnya mau dicari ke kuburan? Bagaimana ini? (azi/irw)

ABDUL AZIZ/RaBa

PETARUH: Ketiga pejudi diamankan di Mapolsek Genteng kemarin. Mereka ditangkap dalam pengrebekan di sebuah rumah kecil di Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon.

Main Poker, Lima Nelayan Disel PESANGGARAN - Lima nelayan yang biasa melaut di Pantai Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, ditangkap polisi kemarin. Mereka ketahuan asyik bermain judi kartu poker. Kelima nelayan itu langsung dijebloskan ke dalam tahanan Mapolsek Pesanggaran. Mereka adalah Sabar, 36; Ahmad, 44; ADVERTORIAL KULINER

Bakso Cak No Malang Hadir di Hotel Manyar

SEMENTARA itu, Arena permainan judi remi di sebuah rumah di Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, diobrak aparat Reskrim Polsek Genteng kemarin sore. Hasilnya, tiga dari lima pejudi ditangkap dan dijebloskan ke tahanan mapolsek. Ketiga orang yang kini berstatus tersangka itu adalah Hasan Basri, 41; Slamet Hariyanto, 47; dan Nasri, 27. Semua adalah warga Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Toha/RaBa

Malang ini memberikan cita rasa

apalagi kaldu kuahnya akan menambah lidah bergoyang. “Yang jelas makan bakso Cak No ini akan sehat dan tidak perlu khawatir akan ada bahan pengawetnya,” ungkap Naning kemarin. Selain menyediakan bakso, anda bisa membeli berbagai souvenir cantik, jajanan khas Banyuwangi, batik dll. Dan yang paling penting, lokasi untuk parkir sangat luas, nyaman dan aman. “Penasaran? Langsung aja ke Bakso Cak No yang berada di Hotel Manyar Jalan Gatot Subroto No. 110 Ketapang. (ikl)

dua set kartu remi atau poker dan uang Rp 412 ribu. Selain itu, ada juga dua handphone dan 40 biji kerikil. Semi menjelaskan, penangkapan lima nelayan tersebut bermula dari laporan warga ke polisi yang mengaku ada judi di sebuah rumah kos. Polisi langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). “Ketika

sampai di TKP, kita melihat para pejudi sedang bermain judi sehingga langsung kita tangkap,” terangnya. Apa alasan mereka berjudi? Dari hasil pemeriksaan sementara, kelimanya mengaku ingin mencari tambahan penghasilan untuk beli rokok. “Mungkin juga untuk mengisi waktu istirahat,” duga Semi. (azi/irw)

Kartu Remi Dibuang ke Sumur Arena Judi Genteng Digerebek Polisi

Buka Pukul 10.00, Tutup 22.00 WIB BANYUWANGI – Jika anda pernah mendengar dan penasaran dengan bakso Cak No asal Kota Malang, saatnya untuk mencobanya. Tidak perlu jauh-jauh harus ke Kota Apel sebab mulai hari ini, Jumat (10/5) bakso Cak No membuka gerainya di Banyuwangi. Tepatnya di bagian depan Hotel Manyar Ketapang Banyuwangi. Peresmian yang dilakukan Kamis malam (9/6) itu mengundang 60 anak yatim piatu dari dua pondok pesantren. Untuk menemukan lokasi PATUT DICOBA: Bakso Cak No ini tidak terlalu sulit, sebab kita berbeda. Silahkan dicoba semua mengetahui jika Hotel Manyar yang berada di Ketapang 6.000 bisa merasakan sajian menu adalah salah satu hotel legenda yang pasti berbeda dan sangat yang ada di Banyuwangi. Disinilah memuaskan,” ungkap pengusaha anda bisa menikmati bakso Cak No asal Malang itu. yang selama ini hanya terdengar Selain itu, kata dia, bahanditelinga. bahan yang digunakan adalah Pengelola bakso Cak No bahan pilihan. Sepeti daging untuk Banyuwangi, Nanik Isnawati pembuatan pentol adalah daging mengatakan gerai baksonya segar berkualitas, cara pengomenyediakan berbagai menu yang lahannya pun menggunakan mesin enak. Misalnya, bakso campur, dan tidak menggunakan bahan bakso bakar, bakso babat. Ada juga pengawet apalagi formalin. Tentu mie ayam, gorengan mekar dan saja, bagian dagingnya jauh lebih lonjong bisa dinikmati disini. “Untuk enak sehingga bisa mengeluarkan harga kaki lima, cukup dengan Rp aroma yang menggugah selera

Hendrik, 21; Heru Supriyadi, 23; dan Mat Suri, 31. Semua berasal dari beberapa desa di Kecamatan Muncar. “Selama ini, mereka biasa bekerja sebagai nelayan di Pancer,” ungkap Kapolsek Pesanggaran AKP Supriyadi melalui Kanitreskrim Aiptu Semiyanto kemarin (9/6). Polisi berhasil mengamankan barang bukti

Genteng. “Dua pejudi lainnya berhasil kabur,” kata Kapolsek Genteng AKP Heru Kuswoto melalui Kanitreskrim Iptu Bambang kemarin. Diperoleh keterangan, penggerebekan itu bermula dari laporan warga yang mengaku tahu adanya judi remi. Polisi pun melakukan kroscek ke tempat kejadian perkara (TKP). “Setelah kita cek lokasi, ternyata memang

benar ada orang main judi,” kata Bambang. Setelah mengatur strategi, polisi menggerebek rumah kecil tersebut. “Begitu kita grebek, dua orang berhasil lolos,” sesalnya. Saat itu, polisi hanya menemukan barang bukti uang Rp 30 ribu, sedangkan kartu remi dibuang ke sumur. “Kita lihat ke sumur, ternyata lembaran-lembaran kartu remi berada di permukaan air, lalu kita ambil pakai timba,” tuturnya. Sementara itu, ketiga pejudi mengaku sedang ketiban apes. “Mungkin sudah apesnya,” ucap mereka saat diperiksa di Mapolsek Genteng kemarin sambil tersenyum. (azi/irw)


4

PERBANKAN PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk. KANTOR CABANG BANYUWANGI Jl. Jenderal Achmad Yani No. 12, Telp. (0333) 421444, 412285, 412777, 424888 Facsimile (0333) 424616, 412286 BANYUWANGI

PENGUMUMAN KEDUA LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Nomor : B. 2603/KC-XVI/ADK/06/2011 Berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan No. 4 Tahun 1996 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi selaku pemegang Hak Tanggungan Peringkat Pertama atas kekuasaan sendiri akan menjual Obyek Hak Tanggungan melalui pelelangan umum dihadapan Pejabat Lelang Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember dan berdasarkan Surat Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember Nomor : PEN051/WKN.10/KNL.04/2011 tanggal 20 April 2011 Perihal Penetapan Jadwal Lelang, terhadap : 1. Debitur : HERMANTO alias THONG KIAN NYAN, Jl. MH Thamrin No. 17 Rt.01 Rw.01 Kel. Singonegaran , Kec./Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 3.000 m2, SHM No. 49 a/n. LENY MARLINA dahulu bernama LAUW TJHUN JIN Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 1.878.000.000,(Satu milyar delapan ratus tujuh puluh delapan juta rupiah). Uang jaminan Rp. 564.000.000,- (Lima ratus enam puluh empat juta rupiah). b. Tanah bangunan, luas 265 m2, SHM No. 1674 a/n. RONY CAHYADI dan Tanah bangunan, luas 424 m2, SHM No. 1675 a/n. RONY CAHYADI, Kel. Singotrunan, Kec./ Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 621.000.000,- (Enam ratus dua puluh satu juta rupiah). Uang jaminan Rp. 187.000.000,- (Seratus delapan puluh tujuh juta rupiah). c. Tanah bangunan, luas 202 m2, SHM No. 1679 a/n. RONI CAHYADI, Kel. Singotrunan, Kec./Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 528.000.000,- (Lima ratus dua puluh delapan juta rupiah). Uang jaminan Rp. 159.000.000,- (Seratus lima puluh sembilan juta rupiah). d. Tanah bangunan, luas 422 m2, SHM No. 1095 a/n. HERMANTO, Tanah bangunan, luas 1090 m2, SHM No. 1097 a/n. HERMANTO, Tanah bangunan, luas 480 m2, SHM No. 1096 a/n. LENY MARLINA, Tanah bangunan, luas 389 m2, SHM No. 1094 a/m. LENY MARLINA, Tanah bangunan, luas 85 m2, SHM No. 646 a/n. HERMANTO dahulu bernama THONG KIAN NYAN, Tanah bangunan, luas 250 m2, SHM No. 1013 a/n. LENY MARLINA dahulu bernama LAUW TJHUN JIN, Tanah bangunan, luas 146 m2, SHM No. 1012 a/n. LENY MARLINA dahulu bernama LAUW TJHUN JIN, Tanah bangunan, luas 1015 m2, SHM No. 1067 a/n. HERMANTO dahulu bernama THONG KIAN NJAN, kesemuanya terletak di Kel. Singonegaran, Kec./Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 8.888.000.000,- (Delapan milyar delapan ratus delapan puluh delapan juta rupiah). Uang jaminan Rp. 2.667.000.000,- (Dua milyar enam ratus enam puluh tujuh juta rupiah). 2. Debitur : PT. TATALIMA BANGKIT (ALI ABDI), Jl. Yos Sudarso No 75 Rt.01 Rw.02 Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi a. Tanah bangunan, luas 214 m2, SHM No. 1370 a/n. ALI ABDI, Kel. Kebalenan, Kec./Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 618.000.000,- (Enam ratus delapan belas juta rupiah). Uang jaminan Rp. 186.000.000,- (Seratus delapan puluh enam juta rupiah). 3. Debitur : EDY RIANTO alias KHO ING, Dusun Karangsari Rt.01 Rw.02 Desa Kedaleman, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 1.634 m2, SHM No. 264 a/n. EDY RIANTO, tanah bangunan, luas 1680 m2, SHM No. 600 a/n. EDY RIANTO, tanah bangunan, luas 1150 m2, SHM No. 601 a/n. EDY RIANTO, kesemuanya terletak di Ds. Gladag, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 1.200.000.000,- (Satu milyar dua ratus juta rupiah). Uang jaminan Rp. 360.000.000,- (Tiga ratus enam puluh juta rupiah). 4. Debitur : NOVYANTORO, Jl. Candi Sewu No. 10 Rt.01, Rw. 02 Kel. Penganjuran, Kec./Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 290 m2, SHM No. 2063 a/n. SUGENG SANTOSO, Kel. Penganjuran, Kec./Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 207.000.000,- (Dua ratus tujuh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 63.000.000,- (Enam puluh tiga juta rupiah). 5. Debitur : HM NUR YASIN, Dusun Dadapan Rt.01 Rw.01, Desa Dadapan, Kec. Kabat, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 483 m2, SHM No. 363 a/n. MOCHAMAD FATAH YASIN, Ds. Dadapan, Kec. Kabat, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 302.000.000,- (Tiga ratus dua juta rupiah). Uang jaminan Rp. 91.000.000,- (Sembilan puluh satu juta rupiah). 6. Debitur : H. SYAHRI ROMADHON, Dusun Muncar Rt.03 Rw.01 Desa Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 180 m2, SHM No. 2859 a/n. 1. Haji SYAHRI ROMADHAN 2. Hajjah SUSIYATI, tanah bangunan, luas 45 m2, SHM No. 1155, a/n. 1. Haji SYAHRI ROMADHAN 2. Hajjah SUSIYATI, kesemuanya terletak di Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 563.000.000,- ( Lima ratus enam puluh tiga juta rupiah). Uang jaminan Rp. 169.000.000,- (Seratus enam puluh sembilan juta rupiah). b. Tanah bangunan, luas 270 m2, SHM No. 3882 a/n. 1. Haji MUHAMAD MATLAK 2. Hajjah JUWARIYAH, Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 675.000.000,- (Enam ratus tujuh puluh lima juta rupiah). Uang jaminan Rp. 203.000.000,- (Dua ratus tiga juta rupiah). c. Tanah bangunan, luas 405 m2, SHM No. 2706, a/n. 1. SYAHRI RAMADHAN 2. HAJAH SUSYATI, tanah bangunan, luas 91 m2, SHM No. 3144, a/n. 1. SYAHRI ROMADHON 2. Hajah SUSYATI, kesemuanya terletak di Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 942.000.000,- (Sembilan ratus empat puluh dua juta rupiah). Uang jaminan Rp. 283.000.000,- (Dua ratus delapan puluh tiga juta rupiah). d. Mesin-mesin cold storage dan seluruh perlengkapannya yang berada di atas tanah SHM No. 2706 dan 3144, harga limit Rp. 1.050.000.000,- (Satu milyar lima puluh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 315.000.000,- (Tiga ratus lima belas juta rupiah). 7. Debitur : IMAM CHUMAIDI, Jl. Karimun Jawa No. 28, Kel. Lateng, Kec./, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 1.645 m2, SHM No. 400 a/n. HUMAIDI, Kel. Lateng, Kec./Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 382.000.000,- (Tiga ratus delapan puluh dua juta rupiah) Uang jaminan Rp. 115.000.000,- (seratus lima belas juta rupiah). 8. Debitur : TONI FERIYANTO, Jl. Rinjani No. 26 Rt. 01 Rw. 04 Kel. Singotrunan, Kec./ Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 510 m2, SHM No. 1831 a/n. TONI FERIYANTO, Kel. Singotrunan, Kec. /Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 173.000.000,- (Seratus tujuh puluh tiga juta rupiah). Uang jaminan Rp. 52.000.000,- (Lima puluh dua juta rupiah). 9. Debitur : ERTIEN MUNDHIARI, Dsn. Curahsawo, Rt.02 Rw.01 Ds. Sidodadi, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 267 m2, SHM No. 309 a/n. ERTIEN MUNDHIARI, Ds. Sidodadi, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 93.000.000,- (Sembilan puluh tiga juta rupiah). Uang jaminan Rp. 28.000.000,- (Dua puluh delapan juta rupiah). b. Tanah sawah, luas 7.760 m2, SHM No. 1481, a/n. DJAMARI bin DJATIM, Ds. Bajulmati, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 70.000.000,- (Tujuh puluh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 21.000.000,- (Dua puluh satu juta rupiah). 10. Debitur : HENDRYK POLTAK TAMPUBOLON, Dusun Curahpecak Rt.02 Rw.01 Desa/Kec. Purwoharjo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 1.825 m2, SHM No. 699 a/n. SRIATI, Ds. / Kec. Purwoharjo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 131.000.000,- (Seratus tiga puluh satu juta rupiah). Uang jaminan Rp. 40.000.000,- (Empat puluh juta rupiah). b. Tanah bangunan, luas 1605 m2, SHM No. 1911 a/n. RATNA FARIDA, Ds./Kec. Purwoharjo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 113.000.000,- (Seratus tiga belas juta rupiah). Uang jaminan Rp. 34.000.000,- (Tiga puluh empat juta rupiah). 11. Debitur : M. BASRI, Dsn. Galekan Rt.01 Rw.03 Desa Bajulmati, Kec. Wongsorejo Kab. Banyuwangi. a. Tanah sawah, luas 6.650 m2, SHM No. 1486 a/n. Hajjah MAR’ATUS SULIYATI, Ds. Bajulmati, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 90.000.000,(Sembilan puluh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 27.000.000,- (Dua puluh tujuh juta rupiah). b. Tanah bangunan, luas 495 m2, SHM No. 1920 a/n. MUHAMAD BASRI ABDULRAHMAN, Ds. Bajulmati, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 19.000.000,(Sembilan belas juta rupiah). Uang jaminan Rp. 6.000.000,- (Enam juta rupiah). c. Tanah bangunan, luas 123 m2, SHM No. 1875 a/n. HAJAH MAR’ATUS SULIYATI, Ds. Bajulmati, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 248.000.000,- (Dua ratus empat puluh delapan juta rupiah). Uang jaminan Rp. 75.000.000,- (Tujuh puluh lima juta rupiah). 12. Debitur : BUDI WIRAWAN, Dsn. Petahunan Rt.04 Rw.01 Ds. Jajag, Kec. Gambiran, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 277 m2, SHM No. 2271 a/n. SHINTA DEWI NURHAYATI, Ds. Jajag, Kec. Gambiran, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 98.000.000,- (Sembilan puluh delapan juta rupiah). Uang jaminan Rp. 30.000.000,- (Tiga puluh juta rupiah). 13. Debitur : SUSMIYATI, Dsn. Krajan Rt.03 Rw.07 Desa Bajulmati, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 1.340 m2, SHM No. 1583 a/n. SUSMIYATI, Ds. Bajulmati, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 157.000.000,- (Seratus lima puluh tujuh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 48.000.000,- (Empat puluh delapan juta rupiah). 14. Debitur : H. MUHAMMAD RIDHOI, Dsn. Stoplas Rt.03 Rw.03 Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 199 m2, SHM No. 2597 a/n. 1. MU’I 2. JUMA’ATI, tanah bangunan, luas 145 m2, SHM No. 3764, a/n. HAJI MOHAMAD RIDHO’I, mesin-mesin cold storage, kesemuanya terletak di Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 1.482.000.000,- (Satu milyar empat ratus delapan puluh dua juta rupiah). Uang jaminan Rp. 445.000.000,- (Empat ratus empat puluh lima juta rupiah). b. Tanah bangunan, luas 145 m2, SHM No. 2891 a/n. MU’I, tanah bangunan, luas 39 m2, SHM No. 3966, a/n. H. MOH. RIDHO’I, keduanya terletak di Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 399.000.000,-. (Tiga ratus sembilan puluh sembilan juta rupiah). Uang jaminan Rp. 120.000.000,- (Seratus dua puluh juta rupiah). 15. Debitur : JOHAN, Dsn. Jagalan Rt.02 Rw.04 Ds./Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 108 m2, SHM No. 1640 a/n. JOHAN Pak SULASTRI, Ds. Rogojampi, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 70.000.000,- (Tujuh puluh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 21.000.000,- (Dua puluh satu juta rupiah). b. Tanah bangunan, luas 114 m2, SHM No. 1947 a/n. JOHAN, Ds. /Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 77.000.000,- (Tujuh puluh tujuh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 24.000.000,- (Dua puluh empat juta rupiah). 16. Debitur : MAHMUDAH, Dsn. Krajan Rt. 04 Rw.01 Desa Buluagung, Kec. Pesanggaran, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 1150 m2, SHM No. 627 a/n. SUSIYONO, Ds. Siliragung, Kec. Pesanggaran, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 56.000.000,- (Lima puluh enam juta rupiah). Uang jaminan Rp. 17.000.000,- (Tujuh belas juta rupiah). b. Tanah bangunan, luas 727 m2, SHM No. 413 a/n. MAHMUDAH, tanah bangunan, luas 201 m2, SHM No. 411, a/n. MAHMUDAH, Ds.Buluagung, Kec. Pesanggaran, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 186.000.000,- (Seratus delapan puluh enam juta rupiah). Uang jaminan Rp. 56.000.000,- (Lima puluh enam juta rupiah). 17. Debitur :RICAHRD RECKYAWAN, Dsn. Krajan Rt.02 Rw.01, Ds./Kec. Bangorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 276 m2, SHM No. 1777 a/n. LEMI SULAMTO Sarjana Pertanian, Ds./Kec. Bangorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 124.000.000,- (Seratus dua puluh empat juta rupiah). Uang jaminan Rp. 38.000.000,- (Tiga puluh delapan juta rupiah). 18. Debitur : HOTIJAH NURUL ALIFAH, Lingk. Sukowidi Rt.03 Rw.02 Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi.

Jumat 10 Juni 2011

Tanah bangunan, luas 140 m2, SHM No. 315 a/n. HOTIJAH NURUL ALIFAH, Kel. Klatak, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 74.000.000,- (Tujuh puluh empat juta rupiah). Uang jaminan Rp. 23.000.000,- (Dua puluh tiga juta rupiah). b. Tanah bangunan, luas 715 m2, SHM No. 676, a/n. MOHAMAD YASIN, Kel. Giri, Kec. Giri, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 154.000.000,- (Seratus lima puluh empat juta rupiah). Uang jaminan Rp. 47.000.000,- (Empat puluh tujuh juta rupiah). Debitur : DWIE SUJARYONO, Jl. Candi Jawi No.4, Kel. Pengantigan, Kec./Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 250 m2, SHM No. 2235 a/n. TUKIYO, Kel. Penganjuran, Kec./Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 155.000.000,- (Seratus lima puluh lima juta rupiah). Uang jaminan Rp. 47.000.000,- (Empat puluh tujuh juta rupiah). b. Tanah bangunan, luas 109 m2, SHM No. 560 a/n. TUKIYO, Kel. Kepatihan, Kec./Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 16.000.000,- (Enam belas juta rupiah). Uang jaminan Rp. 5.000.000,- (Lima juta rupiah). c. Tanah kebun, luas 4.960 m2, SHM No. 459 a/n. Doktoranda HAJJAH SUJIATI ANDRIANI dan tanah kebun, luas 6.260 m2, SHM No. 749, keduanya terletak di Ds. Pesucen, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 72.000.000,- (Tujuh puluh dua juta rupiah). Uang jaminan Rp. 22.000.000,- (Dua puluh dua juta rupiah). Debitur : ASMU’I, Dsn. Krajan Rt.01 Rw.03, Desa Kedayunan, Kec. Kabat. a. Tanah bangunan, luas 305 m2, SHM No. 299 a/n. MARIYATUN, tanah bangunan, luas 175 m2 SHM No. 300, a/n. MARIYATUN, Ds. Kedayunan, Kec. Kabat, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 188.000.000,- (Seratus delapan puluh delapan juta rupiah). Uang jaminan Rp. 57.000.000,- (Lima puluh tujuh juta rupiah). b. Tanah bangunan, luas 128 m2, SHM No. 307 a/n. ATUN, Desa Kedayunan, Kec. Kabat, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 100.000.000,- (Seratus juta rupiah). Uang jaminan Rp. 30.000.000,- (Tiga puluh juta rupiah). Debitur : SUROTO, Dsn. Balokan Rt.01 Rw.03 Desa Dasri, Kec. Gambiran, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 1.455 m2, SHM No. 260 a/n. SUPARMI, Ds. Dasri Kec. Gambiran, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 121.000.000,- (Seratus dua puluh satu juta rupiah). Uang jaminan Rp. 37.000.000,- (Tiga puluh tujuh juta rupiah). Debitur: TITIK SETYORINI, Dsn. PrejenganI Rt.02 Rw.02 Ds./Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 12,15 m2, SHGB No. 197 a/n. SUCIPTO, Sarjana Hukum, Ds./Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 79.000.000,- (Tujuh puluh sembilan juta rupiah). Uang jaminan Rp. 24.000.000,- (Dua puluh empat juta rupiah). b. Tanah bangunan, luas 225 m2, SHM No. 1632, a/n. KASNO HARTONO, Ds./Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 237.000.000,- (Dua ratus tiga puluh tujuh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 72.000.000,- (Tujuh puluh dua juta rupiah). c. Tanah bangunan, luas 85 m2, SHM No. 1900, a/n. TITIK SETIYORINI, tanah bangunan, luas 77 m2, SHM No. 1422, a/n. SUCIPTO, keduanya terletak di Ds. Rogojampi, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 180.000.000,- (Seratus delapan puluh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 54.000.000,- (Lima puluh empat juta rupiah). Debitur: EDY SUKAMTO, Dsn. Badolan Rt.01 Rw.01 Desa Bajulmati, Kec. Wongsorejo. a. Tanah bangunan, luas 920 m2, SHM No. 48, a/n. EDDY SUKAMTO dahulu bernama PAK SING, Ds. Bajulmati, Kec.Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 113.000.000,(Seratus tiga belas juta rupiah). Uang jaminan Rp. 34.000.000,- (Tiga puluh empat juta rupiah). Debitur: MOCH. YUSUF HASYIM, Dsn. Curahuser Rt.05 Rw.01 Ds. Sumberanyar, Kec. Wongsorejo. a. Tanah bangunan, luas 253 m2, SHM No. 573, a/n. MOCHAMADYUSUF HASYIM, Ds. Sumberkencono, Kec.Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 110.000.000,- (Seratus sepuluh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 33.000.000,- (Tiga puluh tiga juta rupiah). b. Tanah tegal, luas 2.350 m2, SHM No. 1, a/n. MOHAMAD SYAIFUDDIN ARIF, Ds. Sidowangi, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 32.000.000,- (Tiga puluh dua juta rupiah). Uang jaminan Rp. 10.000.000,- (Sepuluh juta rupiah). Debitur: MOH. ALWI, Dsn. Badolan Rt.03 Rw.03 Ds. Bajulmati, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 143 m2, SHM No. 1813, a/n. SULIANAH, Ds. Bajulmati, Kec. Wongsorejo, harga limit Rp. 62.000.000,- (Enam puluh dua juta rupiah). Uang jaminan Rp. 19.000.000,- (Sembilan belas juta rupiah). Debitur: ALWI, Dsn. Curahuser, Ds. Sumberanyar, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 250 m2, SHM No. 414, a/n. ALWI HASAN, Ds. Sumberkencono, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 37.000.000,- (Tiga puluh tujuh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 12.000.000,- (Dua belas juta rupiah). b. Tanah bangunan, luas 2420 m2, SHM No. 2 a/n. ABDUL HAMID, Ds. Sumberanyar, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 208.000.000,- (Dua ratus delapan juta rupiah). Uang jaminan Rp. 63.000.000,- (Enam puluh tiga juta rupiah). Debitur: SUNIT ERNAWATI, Dsn. Muncarbaru Rt.03 Rw.05 Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar. a. Tanah bangunan, luas 155 m2, SHM No. 2361 a/n. SLAMET GUNAWAN, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 86.000.000,- (Delapan puluh enam juta rupiah). Uang jaminan Rp. 26.000.000,- (Dua puluh enam juta rupiah). b. Tanah bangunan, luas 1118 m2, SHM No. 3252 a/n. SUNIT ERNAWATI, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 86.000.000,- (Delapan puluh enam juta rupiah). Uang jaminan Rp. 26.000.000,- (Dua puluh enam juta). Debitur: AGUS MUJIANTO, Dsn. Kepatihan Rt.01 Rw.02 Ds. Kedaleman, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah sawah, luas 3790 m2, SHM No. 17 a/n. AGUS MUJIYANTO, Ds. Sumberarum, Kec. Songgon, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 38.000.000,- (Tiga puluh delapan juta rupiah). Uang jaminan Rp. 12.000.000,- (Dua belas juta rupiah). b. Tanah bangunan, luas 154 m2, SHM No. 00599 a/n. AGUS MUJIYANTO, Ds. Kedaleman, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 48.000.000,- (Empat puluh delapan juta rupiah). Uang jaminan Rp. 15.000.000,- (Lima belas juta rupiah). c. Tanah sawah, luas 4.550 m2, SHM No. 111 a/n. Insinyur LILIK HARIYANI, Ds. Alasmalang, Kec. Singojuruh, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 55.000.000,- (lima puluh lima juta rupiah). Uang jaminan Rp. 17.000.000,- (Tujuh belas juta rupiah). Debitur: TUKIMIN, Dsn. Krajan, Ds. Kedunggebang, Kec. Tegaldlimo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 2.865 m2, SHM No. 780 a/n. RUSTINATUN, Ds. Kedunggebang, Kec. Tegaldlimo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 209.000.000,- (Dua ratus sembilan juta rupiah). Uang jaminan Rp. 63.000.000,- (Enam puluh tiga juta rupiah). Debitur: TIMBUL, Dsn. Krajan Rt.03 Rw.01 Ds. Wonosobo, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 625 m2, SHM No. 92 a/n. TIMBUL, Ds. Kedaleman, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 576.000.000,- (Lima ratus tujuh puluh enam juta rupiah). Uang jaminan Rp. 173.000.000,- (Seratus tujuh puluh tiga juta rupiah). Debitur: SUWANDI, Dsn. Kedawung Rt.01 Rw.01 Ds. Aliyan, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 1.660 m2, SHM No. 46 a/n. SUWANDI, Ds. Aliyan, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 156.000.000,- (Seratus lima puluh enam juta rupiah). Uang jaminan Rp. 47.000.000,- (Empat puluh tujuh juta rupiah). b. Tanah bangunan, luas 1.060 m2, SHM No. 233 a/n. SUWATI, Ds. Aliyan, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 242.000.000,- (Dua ratus empat puluh dua juta rupiah). Uang jaminan Rp. 73.000.000,- (Tujuh puluh tiga juta rupiah). Debitur: SRI MADURATNI, Perum Sobo Indah Permai B.3 Rt.01 Rw.02 Kel. Sobo, Kec./Kab. Banyuwangi. a. Tanah perumahan, luas 84 m2, SHM no. 2956 a/n. SRI MADURATNI, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 30.000.000,- (Tiga puluh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 9.000.000,- (Sembilan juta rupiah). Debitur: HASYIM, Dsn. Sukorejo Rt.02 Rw.01 Ds. Sukorejo, Kec. Bangorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 795 m2, SHM No. 1604, a/n. LINAWATI, Ds. Sukorejo, Kec. Bangorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 218.000.000,- (Dua ratus delapan belas juta rupiah). Uang jaminan Rp. 66.000.000,- (Enam puluh enam juta rupiah). a.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

Lelang akan dilaksanakan pada : Hari / Tanggal Pukul Tempat

: 24 Juni 2011 : 09.00 WIB : Gedung Lantai 3 Kantor Cabang BRI Banyuwangi Jl. A. Yani No. 12 Banyuwangi

Syarat-syarat Lelang : 1. Setiap peserta diwajibkan menyetoru uang jaminan sesuai yang tertera dalam masing-masing point ke rekening Penampungan Lelang KPKNL Jember nomor : 143.0009894476 pada PT. Bank Mandiri Cabang Jember Alun-alun paling lambat 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang telah efektif diterima, dengan menyebutkan identitas penyetor (dan kuasanya) serta nomor urut barang yang akan ditawar dan bagi peserta lelang penawarannya dianggap tidak sah apabila barang yang ditawar tidak sesuai dengan obyek yang disebutkan pada waktu menyetor uang jaminan. Terhadap barang yang sama setiap peserta hanya dapat mengajukan 1 (satu) penawaran. 2. Satu slip setoran uang jaminan lelang hanya berlaku untuk satu obyek lelang. 3. Lelang dilaksanakan dengan penawaran secara tertulis dalam amplop tertutup atau akan ditentukan kemudian saat pelaksanaan lelang. 4. Peserta lelang wajib melakukan pendaftaran kepada Pejabat Lelang dengan menunjukkan identitas diri dan bukti setoran asli/sah. 5. Peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang dapat mengambil kembali uang jaminan lelang tanpa dikenakan potongan apapun setelah lelang berakhir. 6. Pemenang lelang yang ditunjuk wajib melunasi harga lelang dan bea lelang sebesar 1% dalam waktu 3 (tiga) hari kerja sejak ditunjuk sebagai pemenang lelang dan BPHTB sesuai ketentuan yang berlaku. 7. Apabila sampai dengan waktu yang telah ditentukan pemenang lelang belum melunasi harga lelang, maka pemenang lelang tersebut dinyatakan wanprestasi dan uang jaminan lelang menjadi milik Negara yang disetorkan ke Kas Negara. 8. Semua barang yang akan dijual dalam kondisi sesungguhnya, di lokasi dan dengan semua cacat dan kekurangannya, kami menganjurkan peminat untuk melihat, memeriksa obyek yang bersangkutan sebelum mengikuti pelelangan. 9. Apabila karena sesuatu hal terjadi pembatalan / penundaan lelang terhadap salah satu barang atau beberapa barang tersebut diatas, pihak-pihak yang berkepentingan / peminat lelang tidak dapat melakukan tuntutan dalam bentuk apapun baik pidana maupun perdata kepada KPKNL Jember dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. 10. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi Nomor Telepon (0333) 421444, 412285, 412777, dan 424888. 11. Syarat-syarat lainnya akan ditentukan pada saat lelang. Demikian pengumuman lelang ini dan atas perhatian dan partisipasinya disampaikan terima kasih. Banyuwangi, 10 Juni 2011 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi Ttd. Pitoyo Asmoro Pemimpin Cabang

Pasang Iklan, Hubungi: (0333) 412224 (hunting)


BALJEBOL

Jumat 10 Juni 2011

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

Curi Jeruk, Residivis Dihajar Massa JEMBER – Pernah mendekam dalam tahanan, ternyata tak membuat Andrik Dian, 23, warga Dusun Tekoan, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul jera. Buktinya, dia masih melakukan pencurian jeruk milik Pak Miseri, 45, warga Dusun Pondokrampal, Desa Pondokjoyo, Kecamatan Semboro. Apesnya, aksinya tepergok hingga akhirnya Andrik babak belur dihajar warga. Sebelum tepergok Sahe, penjaga kebun, saat mencuri pelaku diketahui sudah berulangkali mencuri jeruk di lokasi sama. Saat penjaga kebun melihat ada sepeda motor jenis Yamaha Jupiter warna biru yang diparkir di pinggir lahan jeruk, Sahe curiga. Langkah awal, penjaga kebun mengamankan sepeda motor milik pelaku. Selanjutnya memanggil warga sekitar untuk membantu menangkap pelaku. Diketahui, pelaku masuk kebun jeruk dengan merusak pintu masuk. Setelah warga berkumpul, warga mengepung pelaku yang kebetulan sedang mengambil buah jeruk yang dimasukkan dalam sak.

Mengetahui aksinya diketahui, pelaku bermaksud melarikan diri. Lantaran takut dan gugup, saat melompat selokan, pelaku terjatuh. Saat itulah, warga beramai-ramai menangkap pelaku dan langsung menghajarnya hingga babak belur. Kabar tertangkapnya pencuri jeruk ini cepat menyebar dan didengar warga. Tak pelak, jumlah warga yang datang semakin banyak dan turut memukuli pelaku. Untungnya, sebelum kebablasan, pelaku langsung digelandang ke kantor Balai Desa Pondokjoyo, Kecamatan Semboro. Diketahui, sehari sebelumnya, tersangka sempat mencuri jeruk dan mengambil sedikitnya Rp 20 kilogram jeruk. Jeruk curian dijual dengan harga Rp 128 ribu. Saat menjalankan aksinya, pelaku mengendarai sepeda motor yang dipinjam dari Sholeh, temannya asal warga Pondokjeruk, Kecamatan Jombang. Untuk proses lebih lanjut, pelaku kemudian diserahkan ke Mapolsek Semboro. Menurut Syaiful Anam, staf desa setempat, jumlah warga

BANYUWANGI

BANYUWANGI

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

PERNAH DITAHAN: Tersangka Andrik Dian saat dimintai keterangan di ruang penyidik Reskrim Polsek Semboro.

yang datang waktu itu sangat banyak. Dirinya sempat khawatir, apalagi warga sempat akan membakar pelaku. Terpisah, Kapolsek Semboro Sujarno menjelaskan, pihaknya telah mengamankan pencuri jeruk. Termasuk mengamankan sepeda motor protolan sebagai barang bukti.

Sebelum mencuri jeruk, kata dia, tersangka pernah melakukan pencurian dengan membobol Counter Star Cell di wilayah Tanggul. Untuk itulah, pihaknya akan terus mengembangkan kasus tersebut. Sebab dimungkinkan tersangka tidak sendirian dalam menjalankan aksinya. (jum/c1/wnp/jpnn)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

•NASABAH•

•TANAH L 425M2•

•KERTANEGARA•

•PROMO DAIHATSU•

TABUNGAN+Asuransi+investasi Hy satu kali Menabung min3.6jt Mnrima Bunga + Keuntungan 24% perthn.Hub 087755501166

DIJUAL TANAH luas 425 m2, bentuk bagus (nganthong), SHM, lokasi Karangrejo Banyuwangi, Harga 100jt Nego, Hub 081 755 1017, 081 35358 1017. BU Cpt!!! Tanpa perantara.

DJL Rmh Jl Kertanegara/Baluk Bgn 76M2 Tanah 200M2 Blkg Bs Dtingkat. Lsg Bs Ditempati Hrg Nego TP.Hub 081-803-587-755

MILIKIXenia VVT-i UM10Jt, Terios UM 17Jt, Gran Max UM 7Jt, Luxio Disc 15Jt. Sirion Bng 0%. Bs Kredit 5Th + Hadiah Menarik. Hub Sgr HADI 0333.7728.456/ 0815.5970.5555/081.233.432.555

•TOUR & TRAVEL• PT. MAS WANGI, rute LMJG-JMBR-BWIDPS & Paket.Nymn, AC. Dpn SPBU Mangir. Ph: 0333 7700661 www.baliratugroup.com

•RESTORAN TEPI PANTAI• DIKONTRAKKAN Restoran tepi pantai lok di Ds Ketapang Bwi. L 300m2 kaps 15 meja. Hub 08179678080

•RUMAH KHITAN• H. BAMBANG S. Ahli Sunat Laser utk Sgl umur dr Bayi hg Dws,D/a: Complek ruko Jl. Kepiting 5 A sobo Bwi Telp. 0333-422950.

•TANAH L 600M2 • DJL Tanah Cepat Jl Raya Kembiritan Genteng Seluas 600M2 (SHM) 250Jt 082143223366

•TANAH KAPLING• DJL 2 Tnh Kapling Gandeng SHM, L. 10x40M2, Hrg NEGO. Dan1 Tnh Kapling.Lok Pinggir Jln L. 10x20 M2 Harga NEGO, SHM, Cck u/ Investasi, lok.JL.Sutawijaya (Dpn Prm Istana Brawijaya). TP. Hub; 0333-8930348.

•MENDUT REGENCY• DIJUAL Rumah di Mendut Regency Blok L 25 Letak Pojok Jl. Kembar harga nego Hub. 081331335868/7758898

•MENDUT REGENCY• DJL Rumah Bekas Berkualitas Di Perumahan Mendut Regency Banyuwangi. Hub 081-934876969

•PRIMA MOBIL•

DJL Cepat Rumah, SHM Lt 148,LB135,Jl Yos Sudarso 144 Sukowidi Bwi.Hrg Rp 250juta Nego. Hub Ihsan 081575072177

•JL KEPITING• DJLRmh & Tnh L 825M2, SHM. Baik Utk Toko & Bengkel. Jl Kepiting Dekat Jembatan Menghadap Ketimur Hub 087865173063

BANYUWANGI

•PERTOKOAN•

•PARUH WAKTU•

•DS KAPURAN•

DIJUAL Pertokoan 2 Stand Di Yos Cafe, SHM, Pinggir Jl Raya Yosomulyo, Jajag. Hub: 082132761858

***KRJ Prh Wktu,1-3Jt/Bln, SMA,Ibu, Rt, PNS/Swasta, Mds/Prmds. 7748816/7724244

•KARAOKE•

DIJUALRumah Luas Tanah 400M2, Luas Bangunan 160M2. Alamat Jl Raya Situbondo Gang Tomang Ds Kapuran Hub: Hp 081390751953

DCR Checker Gudang Wanita berpglmn Min SMU dan ADMIN Penjualan berpglmn bs komputer. Kirim lmrn ke Jl.Yos Suadrso No 40 Bwi. (Gudang Semen 3 Roda Indocement)

JUAL Karaoke Hyundai Bs 5000 Lagu Bs dtmbh lagu baru, Speaker PSB Amerika, Suara berkelas.0333-7722222

•CHECHER & ADMIN•

•TOUR & TRAVEL• PT ROSANA paket murah start Juanda, Thailand (BKK+PTTY) 4H/3M Rp 4,5 jt. Jkt 3H/2M Rp 3 jt. Hub081357098501(Berto)

BANYUWANGI •PELATIHAN WIRAUSAHA•

BANYUWANGI

IKUTI Pel. Wirausaha 3bln yg Membantu mulai dr Memilih Jenis Usaha smpe mndpt mdl&pangsa pasar.Hub 03337742121

•KONTRAK/SEWA•

•KURSUSAN•

DIKONTRAKKAN/Disewakan Rumah Ruko , di Jl. Letjen Sutoyo No. 42 Tukang Kayu Hub. 08123487638

KURSUS Desain Grafis & Percetakan, Corel Draw, Offsit, Sablon Segala Media. Call 082 143.22.33.66 (845582)

•RUMAH - WARNET•

BANYUWANGI

•RUMAH CANTIK•

HLG STNK Nopol P 6674 VR An Drs Slamet Riyadi Gtg Wetan, RT 02 RW 09

DIJUALRumah Cantik beserta isinya Lt. 112 Lb. 84 2 kt Perum Persada blok A3 Karangrejo Banyuwangi. Hub. Andi 082113000070

HILANG STNK Nopol P4475 EN an: Hamidah Jl. Pemuda No. 76 STB

•PERUM PERMATA GIRI• DIJUAL Rumah Siap Huni Di Perum Permata Giri Blok BC No. 05 Bwi Full Bangunan Hrg 65 Jt Ng Hub. 082143597979

IKLAN HUBUNGI: 081 23353502

ditimbang beratnya sekitar 0,2 gram. Polisi pun terus mengembangkan dengan menggeledah rumah pelaku. Dari rumah pelaku, petugas berhasil menemukan berbabagi peralatan yang biasa digunakan pelaku untuk melakukan pesta sabu. Diantaranya, alat hisap, korek dan sebuah HP yang digunakan memesan. Dalam pengakuannya, pelaku nekat mengkonsumsi sabu karena bisa menambah gairah bekerja dan tidak gampang capek. Akibat perbuatanya, pelaku dijerat dengan UndangUndang Nomer 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun. (ram/wah/jpnn)

•DIJUAL SEGERA•

HLG STNK Nopol P3536 YK an Hariyanto Dsn Sepanjang Kulon Rt 07/01 Sepanjang

DIJUAL Rmh SHM Murah Perum Graha Camar Lt. 95 M2 2 Kt Jl. Barong No. 22 Bwi Hub. 088803674141

daran kasus narkoba jenis sabu tersebut. Ternyata, pelaku bukan hanya pengguna namun juga bagian mengambil dan mencari barang haram tersebut ke luar kota yakni di Malang. Kebanyakan pengguna dan pembeli SS di Pronojiwo mendapatkan barangnya dari Malang. Begitu diintai, pelaku sudah membeli sabu dan hendak menggelar pesta di rumahnya. Belum sempat pesta digelar, polisi segera menggerebek rumah pelaku yang bekerja serabutan tersebut. ”Dari tangan tersangka kami mendapati barang bukti satu poket sabu yang disimpan di saku celananya,” ujar Amin. Sabu tersebut ternyata setelah

L 300 Stesen Adiputro, Abu-abu Metalik, Original Th 2000, Kondisi Baik. Harga 70Jt Nego. Hub: 081934884336

DIJUALRumah Bangunan Plus Warnet 30Unit Komputer Lok Jl Agus Salim No 9A Bwi “ Jessy Internet” Lt 10x30 Lb 10x20, 1Kt, 2Km, Strategis Tiga Kota Samping Kampus Untag Bwi. Hrg 221 Jt Nego Hub: 08563834220/0333-7769914

•PERUM GRAHA CAMAR•

LUMAJANG – Satu persatu para pengedar dan pengguna narkoba di Lumajang diciduk polisi. Jika sebelumnya menangkap kurir antar kota, kemarin (9/6) mereka membekuk Abdul Hadi, 35, warga dusun Krajan Desa Sumber Urip Kecamatan Pronojiwo. Hadi dibekuk saat hendak mengadakan pesta sabu di rumahnya. Sebelumnya, polisi sempat kesulitan merekam jejak serta menangkap pelaku yang dikenal cukup lihai mengelabui petugas. “Hampir sepekan kami mengintai gerak gerik tersangka,” kata AKP Amin Sudjandono kemarin. Dalam pantauan tersebut, polisi mengetahui peran Hadi dalam pere-

•PRIMA MOBIL•

R-STOCK(NewCar) T-Avanza, Inova, Yaris Daihatsu Xenia, Terios,Luxio,Honda(All New) Jazz, Crv Freed, Mits PU L300, PUT120ss, Suzuki APV Arena, APVLuxury, Swift, Nissan G-Livina, March. Cash/Kredit Hadiah Lgs Tv/ Lemari Es Hub: 085258665239/0333411655

•TERIMA KOST PUTRI•

Pesta Sabu Digerebek

CRV’09, Avanza 05,07, Xenia 05,07, Kjg Lgx 97,02, Inova 05 (Solar Bensin) Panther 99,00,03 Taruna 02,04, Adventura 97, Pu Zebra 05,06 PU T120SS 09, PU L300 09, PU Futura 09. Cash/Kredit DP 10% Bunga Murah Hub: 0811301676/0333-411655

•SUKOWIDI•

LOKASI Jl Brawijaya Gang Garuda No 38 Banyuwangi. Belakang dr. Didit Specialis Jantung. Hubungi 085691143558

5

LUMAJANG

•STNK - BPKB•

HLG STNK Nopol P 6575 ET an Cipto Hadi Jl. Wijaya Kusuma Rt. 01/04 Dawuhan STB HLG STNK Nopol P 6575 ET an Cipto Hadi Jl. Wijaya Kusuma Rt.01/04DawuhanSTB HLG BPKB Nopol P 2210 VK an Pelapor Jl Udang Windu 104 Rw 04/02 Bwi HLG STNK Nopol P 2221 XG an Rufaida Pakis Banyuwangi HLG STNK Nopol P2752 WS an Drs Masykur Jl Cinderawasih 85 Rt 02/01 HLG STNK Nopol P4892 XE an Sugiat Dsn Wadung Dolah Rt 006/002 Kaligondo

(09-1606)

(09-1606)

(09-1606)

(09-1606)

(09-1606)

(07-12/06)

(04-2306)

> BWI: DI JUAL Honda Civic SRY GM th 1992 hijau tua mtl hrg 62,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

> BWI: DIJUAL MTS Kuda VB 5W GLS th 2001 merah tua mtl hrg 82,5 jt nego brg istw Bisa , Kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

> BWI: DIJUAL Daihatsu Gren Max (pickup) S40RP TMREJJ HL biru mtl 70 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

> BWI: DIJUAL Isuzu panther TBR 541 LV25 th 2000 biru tua mtl 95 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

> BWI: DIJUAL Suzuki S50 Futura th 2003 abu-abu mtl hrg 65 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

> BWI: DIJUAL Suzuki Baleno tahun 2000, kondisi baik. Siap pakai. Plat P. Harga 75 juta nett. Hub. 0811352755

> BWI: DIJUAL Opel Blazer Tahun 1996, Silver, Siap Pakai. Pajak Panjang. Harga nego. Hub: 081336504436


6

Jumat 10 Juni 2011

Penataan Taman Kantor Dilombakan BANYUWANGI – Program Banyuwangi Green and Clean diresmikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kemarin. Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Taman Blambangan itu sekaligus dirangkai dengan peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia dan hari Krida Pertanian ke-39. Beberapa pejabat vertikal dan muspida tampak hadir dalam acara tersebut. Kegiatan terse-

but melibatkan kalangan pelajar, mahasiswa, PKK, Dharma Wanita, ormas, serta instansi pemerintah, dan swasta. Mereka turut hadir memberikan suport dalam kegiatan tersebut. Kegiatan pencanangan ini merupakan awal dari rangkaian kegiatan Banyuwangi Green and Clean. Ada beberapa agenda yang akan dilaksanakan, di antaranya gerakan kebersihan lingkungan dan

SIMBOLIS: Penyerahan bibit pohon dari panitia ke Bupati Anas.

penanaman tanaman hijau bersama masyarakat sebagai bentuk cinta lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat dilakukan semua komponen masyarakat muai RT/RW, desa, kelurahan, serta kecamatan. Selain itu, Banyuwangi Green and Clean juga diisi dengan lomba penataan taman dan kebersihan lingkungan antar RT, sekolah, perguruan tinggi, serta lingkungan kantor pemerintah maupun swasta. Berikutnya akan diadakan pemilihan camat, lurah, kpala desa teraktif dalam mengimplementasikan gerakan Banyuwangi Green and Clean. Setelah itu, kegiatan malam puncak yang merupakan evaluasi hasil seluruh agenda kegiatan akan dilaksanakan. Bupati Anas menegaskan, bahwa program ini bukan sekadar program pidato di atas mimbar. Namun lebih itu program ini membutuhkan keteladanan untuk mewujudkannya. “Gotong-royong manunggal semua lapisan masyarakat diperlukan demi suksesnya kegiatan ini,” tegasnya. (nic/adv/als)

FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

LEPAS BALON: Program Banyuwangi Green and Clean yang digagas Kantor Lingkungan Hidup resmi dimulai.

KOMPAK: Muspida minum bersama usai acara launching.

PIALA: Ada penghargaan bagi camat dan lurah teraktif.

GUYUB: Pejabat teras pemkab dan muspida menghadiri launching Green and Clean kemarin.

LAPORAN: Kepala Kantor LH Ir. Abdul Rachman.

Misi Selamatkan Nasib Persewangi BANYUWANGI - Rencana kongres PSSI di Solo akhir bulan ini membuat Pengkab PSSI Banyuwangi mulai merapatkan diri. Demi menyukseskan suksesi di tubuh PSSI pusat tersebut, PSSI Banyuwangi menyatakan siap mendukung penuh terselenggaranya proses pemilihan yang tertib, aman, lancar, dan sesuai prosedur. Apalagi, dalam dua kongres yang sudah dilaksanakan mengalami kebuntuan. Seolah tidak ingin terulang, PSSI Banyuwangi bertekad mengusung misi ganda dalam arena pengambilan keputusan tertinggi di PSSI itu. Misi tersebut adalah sukses penyelenggaraan kongres dan Persewangi dapat berkiprah di Divisi Utama. Pernyataan sikap tersebut disampaikan petinggi PSSI Banyuwangi usai rapat malam kemarin di

DOK.RaBa

FASE KEDUA: Hari ini, kompetisi kelompok umur yang digelar PSSI Banyuwangi memasuki putaran kedua.

Masuki Fase Knock Out BANYUWANGI - Gelaran kompetisi internal kelompok umur yang digagas Pengkab PSSI Banyuwangi mulai memasuki tahapan krusial. Setelah melewati babak penyisihan di fase grup, peserta yang turut ambil bagian dalam even yang digelar di Lapangan Sembulung, Kecamatan Cluring, itu mulai menapak ke putaran kedua atau babak knock out. Ada 50 tim yang dipastikan lolos ke fase dengan menggunakan sistem gugur itu. Sebanyak 28 klub, di antaranya merupakan kontestan di kelompok umur 12 tahun. Sisanya merupakan tim yang ambil bagian di kategori 10 tahun. Untuk komposisi peserta, tim yang me-

mastikan lolos ke putaran kedua terbilang merata. Mereka tersebar dari seluruh penjuru Banyuwangi mulai wilayah utara hingga selatan. Kompetisi under 10 dan 12 tahun, misalnya, sudah akan memulai persaingan di babak kedua mulai 10 Juni atau hari ini. Adapun tim yang memulai pertandingan perdana di fase knock out ini adalah Batra versus Persepon di jam pertama (selengkapnya lihat grafis). Pertandingan itu akan digelar empat tempat selama sehari. “Untuk pertandingan ini PSSI sudah mempersiapkan pemantau bakat untuk proyeksi ke tim Persewangi usia 10 tahun dan 12 tahun,” ujar

Ahmad Khairullah, ketua panitia pelaksana. (nic/als)

Laga Hari Ini U-10 tahun : Batra v Persepon Putra Banyuwangi v Pratama B U-12 tahun : Reeo Gardin v Persik Putra Minak Jinggo v Indonesia Muda B LAGA BESOK U-10 tahun : Trias v Mitra Tunas PSGS v Perseka U-12 tahun : PSW v Genius Mandala Timur v Yunior LIcin

Grade Usia Pemain Diturunkan BANYUWANGI - Kompetisi kelompok umur 10 dan 12 tahun yang dilaksanakan PSSI Banyuwangi kian mendekati partai puncak. Meski belum rampung, panitia sudah berancang-ancang melaksanakan kompetisi jenjang 15 tahun sebagai kompetisi

kelompok umur berikutnya. PSSI berencana mengeluarkan regulasi baru terkait pelaksanaan kompetisi U-15 yang dilaksanakan pasca kompetisi U-12 dan U-10 nanti. Regulasi tersebut, di antaranya pengetatan screening pemain yang

akan berlaga di kompetisi U15 tahun. PSSI berencana memberikan batasan pemain maksimal 14 tahun untuk tampil di ajang kompetisi khusus pemain 15 tahun tersebut. Hal tersebut disampaikan Ketua PSSI Michael Edy Hariyan-

to di sekretariat PSSI Banyuwangi kemarin. Dia meminta batasan pemain untuk U-15 grade-nya diturunkan maksimal 14 tahun. Itu penting agar target pembinaan pemain tetap ada. “Kalau usia 15 tahun, pasti sudah mentok,” katanya. (nic/als)

Agro Wisata Alam Indah Lestari (AIL), Rogojampi, kemarin. Ketua PSSI Michael Edy Hariyanto mengatakan PSSI tidak akan terjebak dalam benang kusut dukung-mendukung calon ketua PSSI yang maju dalam pemilihan. Baginya, semua calon yang maju dan jadi nanti bukan masalah. Yang terpenting, calon tersebut bisa membawa perubahan dan mengangkat prestasi sepak bola nasional. Lebih dari itu, siapa pun yang terpilih dalam kongres juga harus bisa mengamankan Persewangi berlaga di Divisi Utama. “Target kita selamatkan Persewangi dulu,” katanya. Hal itu diamini Sekretaris PSSI Nanang Nur Ahmadi. Semua calon memiliki visi dan misi yang nyaris sama. Termasuk, dalam memajukan sepak bola nasional. (nic/als)


Jumat 10 Juni 2011

7

BERITA UTAMA HALAMAN SAMBUNGAN

Sudah Setahun Tinggalkan Rumah n ACHMADI... Sambungan dari Hal 1

Keluarga terkesan bungkam mengenai masalah Achmadi. Mereka yang ada di rumah tersebut, antara lain seorang perempuan. Dia adalah putri bungsu Achmadi dan seorang perempuan yang tidak lain istri Achmadi. Selain itu, ada seorang pria yang mengaku sebagai adik sepupu Achmadi. Pria tersebut mengaku berdomisili di Magelang, Jawa Tengah. Saat RaBa meminta konfirmasi, perempuan tersebut menanggapinya dengan dingin. Dia mengatakan bahwa bapaknya tidak apa-apa dan sehatsehat saja.‘’Bapak saya baikbaik saja,’’ ujarnya sambil pergi ke dapur disusul ibunya. Di dapur tersebut, mereka berdua tidak kunjung kembali. Padahal, RaBa masih menunggu untuk meminta konfirmasi. Namun, harapan itu sirna karena mereka tetap tidak mau menemui. ‘’Ya maturnuwun (terima kasih),’’ jawab istri Achmadi menimpali RaBa pamit. Sebelum pamit, RaBa sempat berbincang-bincang dengan pria berjenggot yang mengaku sepupu Achmadi. Dia sengaja datang ke Banyuwangi untuk memastikan informasi yang dia terima dari media. ‘’Saya datang ke sini untuk memastikan kejadian itu,’’ katanya. Kalaupun benar, itu adalah musibah yang harus dijalani

ALI NURFATONI/RaBa

LENGANG: Suasana rumah Achmadi di Dusun Sukopuro Wetan, Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, siang kemarin.

kakak sepupunya. Dia akui, selama ini dirinya mengetahui secara persis tentang apa yang dilakukan kakak sepupunya. ‘’Saya sangat mengerti betul siapa kakak saya,’’ jelasnya. Sementara itu, sebelum RaBa berkunjung ke rumah Achmadi, beberapa warga terlihat sedang berkerumun di suatu tempat, di depan warung. Mereka sudah banyak mengetahui kasus yang menimpa Achmadi. Mayoritas mereka mengetahui dari media, baik cetak maupun elektronik. ‘’Itu rumahnya yang dekat dengan musala,’’ ujar salah satu warga sebelum RaBa mendatangi kediaman tersangka. Warga yang menjawab tersebut juga mengaku sudah mengetahui maksud dan tujuan wartawan koran ini. Itu diketahui karena sebelumnya dirinya melihat tayangan televisi. Lantas, beberapa tetangga

sempat membicarakan sedikit kisah tentang Achmadi. Mereka kompak mengatakan bahwa Achmadi yang setahun lalu terpilih menjadi ketua takmir masjid setempat itu adalah orang yang tidak aneh-aneh. ‘’Pak Achmadi orangnya sangat baik,’’ jelas lelaki yang tidak mau disebutkan namanya itu. Perbincangan itu terus berlanjut, warga sejak lama sudah mengetahui profesi yang digeluti Achmadi. ‘’Dulu sudah sukses, tidak ada masalah, mungkin sekarang ketangkap karena tidak disetorkan ke bosnya,’’ ujar pria setempat. Dalam percakapan itu disebutkan bahwa Achmadi memang memiliki saudara kandung yang sukses bekerja di Provinsi Jawa Timur. Sudah lama mereka bekerja sama merekrut CPNS dengan jalan jalan seperti itu. Selain itu, ada salah satu oknum camat yang sekarang menjadi

camat diduga ikut terlibat. ‘’Dulu zamannya (oknum camat, Red) sukses,’’ ujarnya. Selama itu pula, semua warga sini sudah merasakan nikmatnya menjadi pegawai negeri sipil (PNS). ‘’Di sini ada sekitar 10 orang yang ikut,’’ sebutnya. Perbincangan terus berlanjut, tiba-tiba datang seorang perempuan mengendari motor. Perempuan tersebut menghampiri beberapa orang yang diskusi. ‘’Untung dulu anak saya tidak ikut, padahal berulang kali inisial JM datang ke rumah saya, dan menawari anak saya,’’ jelas salah satu guru PNS di Srono itu. Waktu itu, JM mendatanginya dan menawarkan jasa masuk CPNS. Dia meminta uang senilai puluhan juta. ‘’Katanya tinggal satu yang masih dibutuhkan,’’ kenangnya. Namun, setelah dipikir-pikir dengan mengetahui bahwa pengangkatan PNS itu sering dilakukan di hotel, dan sering ada makan malam di restoran, maka dia menganggap tidak murni. ‘’Saya menolak tawaran itu,’’ tegasnya. Kepala Desa Sukonatar Katimin menuturkan, dirinya semula belum mengetahui mengenai salah satu warganya yang ditahan di Polres Sidoarjo. Diakuinya, dia justru tahu dari kepala dusun disusul sekretaris desa. ‘’Saya tahu setelah ditelepon carik (sekdes),’’ terang Katimin di aula kantornya kemarin.

KPP Janji Beber Data dalam Hearing n 60 TOWER... ... Sambungan dari Hal 1

Sementara itu, Kepala KPP Banyuwangi Abdul Kadir saat dikonfirmasi di kantornya mengakui, ada tower yang diba-

ngun tanpa izin alias ilegal. Hanya saja, dia menolak menyebutkannya. “Kalau jumlahnya jangan dululah,” tolaknya saat ditanya koran ini kemarin. Kadir mengaku, pihaknya masih mendata semua tower yang

ada di Kabupaten Banyuwangi. Dari hasil pemeriksaan, ternyata ditemukan tower yang tidak memiliki izin. “Kita masih mendata, jadi jumlahnya belum bisa disampaikan,” kelitnya. Mantan wakil bupati Banyu-

wangi itu berjanji akan membeber jumlah tower di Banyuwangi, termasuk yang tidak berizin. “Nanti kalau ada hearing dengan DPRD, semua akan kita beber, jangan sekaranglah,” janjinya. (abi/nic/irw)

Empat Bocah Menjadi Korban ... n CABULI... Sambungan dari Hal 1

Selanjutnya, dia dikirim ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi. “Tadi (kemarin, Red) saya antar ke kejari

dan ditahan,” terang Edy saat dihubungi melalui telepon genggamnya. Penyidik PPA itu mengakui, selama ini tersangka memang tidak ditahan. Sebab, pria itu diyakini tidak akan kabur dan

tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. “Sekarang kasusnya sudah P-21, makanya kita serahkan ke kejaksaan,” terangnya. Sayangnya, koran ini tidak berhasil menemui saat berusa-

ha mengejar tersangka yang sedang dikirim ke kejari. Sebab, tersangka sudah keburu dikirim ke Lapas. “Yang masalah cabul, baru saja dikirim ke Lapas,” ungkap seorang penjaga kantor kejari kemarin siang. (abi/irw)

Para Tersangka Saling Mencokot ... n LAGI,... Sambungan dari Hal 1

Ketiga kantong itu terdiri atas satu kantong berisi 20 butir trex, satu kantong berisi lima butir, dan satu kantong lagi berisi 56 butir. Polisi juga mengamankan dua handphone (HP) milik Untung dan Andi. “Pil trex yang 56 butir dalam kantong plastik ini kita sita dari tangan Andi Iswanto,” ungkap Kepala Satnarkoba Polres Banyuwangi AKP Watiyo kepada RaBa kemarin. Ketiga anggota jaringan pe-

ngedar pil trex itu ditangkap di tempat terpisah. Sutiyono diringkus polisi pukul 14.30 di Pos Siskampling depan pintu masuk Terminal Sri Tanjung, Dusun Kapuran, Desa Ketapang. Saat digeledah, polisi menemukan satu kantong plastik berisi 20 butir pil trex. “Sebelumnya sudah kita awasi, karena tersangka ditengarai sering menjual pil trex,” terangnya. Dalam keterangannya kepada polisi, Sutiyono mengaku pil trex yang dibawa itu dibeli dari Untung Rahmad, pengamen

yang biasa mangkal di sektar Terminal Sri Tanjung. “Dari keterangan tersangka, kita langsung memburu Untung Rahmad yang setiap hari mengamen di terminal,” tutur Watiyo. Upaya polisi itu tidak sia-sia. Saat mencari di sekitar Terminal Sri Tanjung, Untung sedang cangkrukan di tangga dekat loket peron. Di tempat itu, polisi juga menangkap Andi Iswanto. “Untung dan Andi juga membawa pil trex,” imbuhnya. Dalam keterangannya, Untung mengaku mendapatkan pil trex itu dari seorang penga-

men yang mengaku bernama Andi. Tetapi, tersangka tidak tahu alamat Andi. “Harganya setiap Rp 15 ribu dapat 10 butir. Pil trex ini saya konsumsi, tapi juga ada yang saya jual,” jelas Untung kepada polisi. Untung mengaku, sudah lama mengonsumsi pil trex. Sebelumnya, dia hanya minum-minuman keras (miras) setiap akan berangkat mengamen. Tetapi, setelah kenal Andi, dirinya diberi pil trex. “Kalau minum pil trex, rasanya tidak mudah capek,” dalihnya. (abi/irw)

Sudah Dibahas di Tingkat Banmus n OPD... Sambungan dari Hal 1

Sebab, dari sepuluh raperda yang sudah diajukan eksekutif, baru dua raperda yang mulai dibahas. Keduanya adalah raperda pencemaran air dan Amdal. Raperda pengelolaan pendidikan yang sedang dibahas merupakan raperda

inisiatif dewan. “Kita akan segera bahas kok,” janji Ketua DPRD Hermanto saat dikonfirmasi RaBa kemarin (9/6). Saat ditemui di ruang kerjanya, Hermanto mengaku bahwa dalam membahas raperda yang telah diajukan eksekutif, pihaknya sengaja memilih berdasar skala prioritas. “Raperda yang penting dan

mendesak, itu yang akan kita garap. Jadi, pakai skala prioritas,” dalihnya. Mantan ketua DPC PDIP Banyuwangi itu menegaskan bahwa dalam membahas raperda, ada perubahan yang cukup mendasar. Sehingga, hal itu membuat pembahasan sedikit molor. “Kita menggunakan mekanisme yang baru da-

lam pembahasan raperda,” cetusnya. Hermanto membantah bahwa pembahasan raperda OPD dan RPJMD sengaja diulurulur. Pihaknya kini sudah mengagendakan pembahasannya. “Sudah kita bahas di tingkat Banmus (Badan Musyawarah), dan segera kita bahas,” janjinya lagi. (abi/irw)

Kepala desa prihatin atas tertangkapnya warga tersebut atas kasus itu. Warganya itu sudah lama tidak berada di rumahnya, sekitar setahun. ‘’Sampai orang tuanya sakit, dia tidak datang, hingga

Sambungan dari Hal 1

Bahkan, setelah dimandikan dan memakai baju bersih, bocah itu kembali keluar rumah dan terus bermain. Padahal, saat ini dia telah menjadi anak yang tidak memiliki ibu untuk selama-lamanya. Hal itu bertolak belakang dengan Andonik, ibu kandung almarhumah. Kemarin, dia belum bisa dimintai keterangan oleh wartawan koran ini mengenai meninggalnya putrinya tersebut. Tentu saja, dia juga belum bisa menceritakan kisah hidup anaknya semasa hidup hingga akhirnya merantau keluar negeri menjadi TKW. “Mohon maaf, saya masih belum bisa memberikan penjelasan tentang anak saya. Sekarang, anak saya sudah terbang (diangkut pesawat dari Malaysia ke Indonesia),’’ jelas perempuan yang kemarin memakai pakaian serba hitam dengan bahasa Jawa. Sebelumnya, kerabat lain sudah berangkat menjemput sejak pukul 07.00. Mereka menuju Bandara Ngurah Rai, Bali. Rombongan penjemput itu terdiri atas su-

ami almarhumah, Sulaiman Safii, dan beberapa kerabat lain. Ketua rukun tetangga (RT) setempat juga ikut mendampingi penjemputan itu. “Tadi pagi (9/6) mereka sudah menjemput ke bandara,’’ ungkap Romla, saudara Isti yang datang dari Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. Romla menceritakan, keluarga korban sangat sedih dengan meninggalnya Isti. Sebab, almarhumah merupakan satusatunya anak yang menjadi tumpuan keluarga. Saking sedihnya, ayah almarhumah tidak tampak di rumah duka. “Bapaknya jalan-jalan, mungkin untuk menghibur diri,’’ ujar Romla. Dijelaskannya, sesuai rencana, kalau tidak ada halangan, jenazah akan tiba di rumah duka malam hari (Kamis malam, Red). Setelah itu, rencananya akan langsung dimakamkan di pemakaman umum setempat. “Diperkirakan nanti malam pukul delapan (20.00 WIB, Red) jenazah akan datang,’’ katanya dengan logat Madura yang kental. Sebelumnya, Sulaiman menceritakan bahwa dirinya nekad bersama-sama bekerja keluar negeri untuk mengubah pe-

rekonomian mereka agar lebih baik. Bersama Isti, dia sepakat berangkat keluar negeri melalui Perusahaan Jasa Pengerah Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang sama. Namun, keduanya harus berpisah saat tujuan negaranya berbeda. “Saya ke Taiwan dan istri saya ke Malaysia,’’ kenangnya. Kini dua pasangan itu harus berpisah untuk selama-lamanya. Sebagai tanda cinta di antara mereka, ada seorang buah hati, Silaturahma, yang kelak menjadi penerus perjuangan ibunya. Sementara itu, informasi yang diterima RaBa menyebutkan, pada pukul 17.00 WIB, kemarin jenazah Isti Qomariyah sudah dalam perjalanan ke Banyuwangi. Koran menerima informasi, keberadaan rombongan penjemput sudah kembali dan sampai di Tabanan, Bali. Sekadar diketahui bahwa Isti tewas di Malaysia karena menjadi korban kekejaman majikannya. Pahlawan devisa itu dianiaya hingga luka parah dan meninggal dunia. Saat ini, kejadian itu telah diproses sesuai hukum yang berlaku di Negeri Jiran. Majikan Isti juga telah ditahan oleh Polis Diraja Malaysia. (irw)

dkk digerebek saat merencanakan pelantikan abal-abal (palsu) di rumah Makan Qen, di Taman Pinang Indah. Dari para korban itu, Achmadi berhasil mengumpulkan uang Rp 2,5 miliar. (ton/aif)

Terbuka Untuk Umum n WAJIB... Sambungan dari Hal 1

Ketua penyelenggara Iwan Setiono mengatakan, kegiatan ini terbuka untuk umum. Peserta dapat mendaftarkan diri di tempat yang sudah ditunjuk, yaitu Radar Banyuwangi dan Biro Genteng, Resto Gama, atau lewat sanggar senam ma-

sing-masing. “Biaya pendaftarannya murah kok,” kata Iwan. Lebih lanjut, Iwan menegaskan, semua kategori yang dipertandingkan dikhususkan bagi pemula. Dari enam kategori yang dimainkan, kategori beregu antarsanggar ada aturan tambahan. Peserta yang turut serta dalam kategori ini diwajibkan mengenakan busana

senam pabrikan G-Sports. Diabaikannya aturan itu, peserta bisa didiskualifikasi dari arena perlombaan. Ketentuan itu hanya berlaku untuk kategori tersebut. Sementara itu, untuk kategori lain, busana yang dikenakan bebas. “Kategori beregu antar sanggar wajib pakai busana senam keluaran G-Sports” timpal Mayang, salah satu panitia. (nic/als)

Mendaftar Cabup Lewat PPP n SUROSO... Sambungan dari Hal 8

Dalam persidangan kemarin, baik pihak penggugat maupun tergugat, yakni jajaran pengurus PPP, mulai tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Timur (Jatim), sampai tingkat DPC, tidak hadir. Mereka hanya diwakili penasihat hukumnya. Suroso diwakili Supriyono, dan pihak tergugat menerjunkan tiga penasihat hukum. Di hadapan majelis hakim, se-

orang saksi, Hairul, mengatakan, dia mengetahui pihak Suroso menyetor uang senilai Rp 300 juta kepada pengurus DPC PPP. Sebab, sebelum pelaksaan pemilukada, dia disuruh mengantarkan Wawan, seorang kerabat Suroso mengantarkan uang itu ke kantor DPC PPP. “Saya hanya seorang sopir. Jadi, saya tidak tahu uang itu untuk kepentingan apa. Yang pasti, saat itu Wawan memberitahu saya bahwa uang yang dia bawa untuk diserahkan ke pengurus PPP berjumlah Rp 300 juta,” ujarnya.

Masih menurut Hairul, setahu dia, Suroso pernah mendaftar sebagai bakal calon bupati melalui PPP. Namun, kenyataannya pada pemilukada Situbondo 2010–2015, calon bupati dan calon wakil bupati (cabup– cawabup) yang diusung partai berlambang Kakbah itu adalah Sofwan Hadi dan Sukarso. Namun sayang, tidak banyak keterangan yang bisa dihimpun dari penasihat hukum kedua belah pihak. Sebab, sampai berita ini selesai ditulis kemarin, sidang masih berlangsung. (sgt/aif)

Sedang Proses Cerai di PA n STAF DPRD... Sambungan dari Hal 8

Akibatnya, polisi pun tidak dapat berbuat banyak. Tidak berhenti di situ, sejumlah wartawan yang melaksanakan tugas peliputan juga tidak luput menjadi sasaran emosi ES. “Saya tuntut siapa saja yang me-

ngambil gambar,” ancam ES. Informasi yang berhasil dikumpulkan Radar Banyuwangi (RaBa) menyebutkan, ES merupakan seorang staf DPRD Situbondo. Dia telah menginap di Wisma Rengganis sejak beberapa hari lalu. Padahal, rumah kosnya berada di wilayah Kecamatan Situbondo. Arti-

nya, jarak penginapan itu dengan rumahnya cukup dekat. Menurut HR, istrinya itu memang tinggal di rumah kos sejak pernikahannya dengan ES memasuki proses cerai di Pengadilan Agama (PA). “Meski berada dalam proses cerai, saat ini (Rabu malam) ES masih berstatus sebagai istri sah saya,” ujarnya. (sgt/aif)

Damairi Sudah Jalani Pemeriksaan n LSM... Sambungan dari Hal 8

Ada juga tersangka pengadaan tanah SMKN 1 Suboh, Notaris Lukman Hakim Gusti, dan Bagio sebagai tersangka pengadaan kayu bakar di Pabrik Gula (PG) Asembagus. “Kasus-kasus itu sudah ditangani sangat lama, cuma sampai sekarang belum dilimpahkan ke pengadilan,” terang Rudi Bagas, ketua LSM Aliansi Pengawas (AWAS), kepada RaBa kemarin. Menurut Rudi, seharusnya kejaksaan kian tercambuk saat ada kabar bahwa ada oknum aparat penegak hukum di Situbondo diduga kuat membekingi proyek pengadaan alkes 2010. “Buktikan bahwa itu tidak benar dengan cara serius menangani kasus korupsi,” ungkap pria asal Besuki tersebut. Kata dia, kejaksaan sudah merilis para tersangka dugaan korupsi di atas melalui media massa. Seharusnya, penangananya juga transparan. “Arti-

nya, kalau memang tidak terbukti bersalah, ya SP3 demi hukum. Nasib orang jangan digantung, dia punya keluarga,” tandasnya. Rudi mengaku pernah sekali melaporkan kasus dugaan korupsi salah seorang pejabat di lingkungan Pemkab Situbondo ke Seksi Intelejen. Namun, hingga saat ini tak ada kabar. “Mungkin memang bisa saja tak memenuhi unsur, tapi sebagai pelapor seharusnya saya kan diberi kabar,” ungkapnya. Sebagai orang Besuki, dia juga mempertanyakan alasan kejari tidak menahan tersangka dugaan korupsi pengalihan status eks tanah penjara. Padahal, keadaannya sehat-sehat saja. “Memang semua itu kewenangan penyidik, cuma kemudian kan menjadi tanda tanya. Ada yang begitu mudahnya ditahan, dan ada yang sulit. Ada apa ini?” pungkasnya. Kejari Situbondo, Asep Maryono, melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Mohammad

Chozin menegaskan, tidak ada satu kasus pun yang ditangani tidak serius oleh kejaksaan. Penanangan serius bukan berarti setiap laporan bisa dinaikkan ke penyidikan. “Kalau memang memenuhi unsur ya kita lanjutkan,” ungkapnya. Kata dia, selama ini kejaksaan sudah banyak menyelesaikan kasus-kasus korupsi. Ada yang sudah divonis, ada juga yang masih dalam penanganan di Pengadilan Tipikor Surabaya. “Kasus P2SEM dengan beberapa terdakwa pengadaan tanah SMK 1 Suboh semua selesai. Kalau ada yang tersisa tentu masih dalam proses, butuh waktu,” paparnya. Tersangka dugaan korupsi pengalihan status hak kepemilikan tanah Penjara Langkap, Damairi Maksum, belum lama ini sudah menjalani pemeriksaan. Mantan kepala Desa Langkap itu tidak didampingi pengacara, sehingga kejari terpaksa menunjuk pengacara untuk mengadvokasinya. (pri/aif)

AKIBAT POLA MAKAN YANG TIDAK SEHAT, BAMBANG MENDERITA DIABETES

Korban Dianiaya Majikan di Malaysia n ORANG TUA... ...

sampai meninggal dunia dia juga tidak tampak,’’ ungkap Katimin. Sekadar diketahui, Achmadi ditahan Polres Sidoarjo karena terlibat penipuan berkedok pengangkatan PNS. Achmadi

Bambang Roem Effendy sekarang dapat menjalani aktifitasnya sebagai PNS dengan nyaman tanpa terganggu masalah diabetes. Kira-kira apa rahasia ayah 2 orang anak ini? “Gentong Mas memang solusi yang tepat untuk mengatasi diabetes, saya sudah membuktikan manfaatnya,” terang pria berusia 52 tahun tersebut. Indonesia saat ini menduduki peringkat keempat dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia setelah Shina, India, dan Amerika. Diperkirakan, jumlah penderitanya akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Maka, mulai saat ini, rubahlah pola hidup kita menjadi lebih sehat agar terhindar dari penyakit berbahaya ini. Salah satu caranya adalah dengan terapi Gen-

tong Mas. “Karena pola makan yang tidak sehat dan memang ada faktor keturunan, sejak 1 tahun yang lalu saya menderita penyakit berbahaya ini. Akibatnya badan sering terasa lemas dan kesemutan. Tapi sekarang tidak lagi, sudah 2 bulan saya minum Gentong Mas. Kini badan terasa sehat, kadar gula darah kembali normal, beraktifitas pun jadi nyaman.” Ungkap warga Lumajang, Jawa Timur tersebut dengan bahagia. Diabetes adalah peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik yang sifatnya absolut maupun relatif atau resistensi reseptor insulin. Diabetes melitus sangat erat kaitannya dengan mekanisme pengaturan gula normal. Kini, Bambang tidak segan-segan membagi pengalaman sehatnya itu dengan orang lain, “Mudah-mudahan pengalaman saya yang mendapat kesehatan dengan cara yang alami ini dapat bermanfaat bagi orang lain.” Pungkasnya. Gentong Mas adalah minuman kesehatan herbal alami dengan bahan utama Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) yang terbukti manfaatnya bagi penderita dari berbagai penyakit, termasuk diabetes. Habbatussauda dipercaya dapat meningkatkan fungsi insulin dan mengurangi resistensi resep-

tor insulin, sedangkan Gula Aren selain memiliki rasa yang manis dan lezat, juga berperan dalam optimalisasi kerja reseptor insulin. Gentong Mas juga mengandung Chromium yang efektif memperlancar metabolisme gula darah dan mengatur kepekaan sel terhadap insulin sehingga meringankan kerja pankreas. Selain itu, indeks glisemik dalam Gentong Mas yang sangat aman bagi kesehatan yaitu hanya 35 (aman jika indeks glisemik dibawah 50), mampu menjaga dan merawat pankreas agar tetap berfungsi dengan baik. Meski demikian, untuk mendapatkan hasil maksimal, disarankan untuk mengatur pola makan, olahraga, pengaturan berat badan seideal mungkin, diet rendah lemak, kontrol stress, dan menghindari rokok serta alkohol. Dengan aturan penggunaan yang tepat, manfaat bagi kesehatan dan kelezatan rasanya membuat semakin banyak masyarakat yang mengkonsumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi : 085 234 398 441. Banyuwangi: 085234398441. Situbondo : 082143391646 Depkes:P-IRT.812.3205.01.114


8

Jawa Pos-nya Kota Santri

Jumat 10 Juni 2011

Suroso Setor Rp 300 Juta ke PPP

APA POLEH

Sidang Perdana Dengarkan Saksi

SIGIT HARIYADI/RaBa

Anak Sapi Jilati Mobil BESUKI – Perilaku seekor anak sapi ini sempat mengundang perhatian warga. Betapa tidak, saat mengetahui mobil yang masih kinclong sedang diparkir tak jauh dari tempatnya digembala, sapi tersebut langsung mendekat. Puas menjilati bodi mobil berwarna hitam mengkilap itu, si sapi malah mengarahkan tatapannya ke arah kaca spion. Entah apa yang ada di benak hewan pemakan rumput itu? Mungkin saja sapi itu membayangkan pasti dirinya tampak lebih gagah jika jalan-jalan naik kendaraan roda empat berharga ratusan juta rupiah tersebut? (sgt/aif)

HUKUM KASUS YANG DIPERTANYAKAN TERSANGKA 1. Pengalihan hak kepemilikan tanah bekas penjara Langkap 2. Pengadaan alat kesehatan Dinkes 2009 3. Pengadaan tanah SMKN 1 Suboh 4. Pengadaan Kayu bakar PG Asembagus

Damairi Maksum dr Herna Lukman Hakim Gusti Bagio

SITUBONDO - Diam-diam sengketa mantan bakal calon bupati Situbondo, Suroso, melawan jajaran pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah sampai di meja persidangan. Kemarin (9/6), agenda sidang perdata yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Situbondo tersebut telah memasuki tahap mendengar keterangan saksi. Pada persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim Pandji Santoso itu kemarin ada lima saksi dihadirkan pihak Suroso selaku pihak penggugat. Mereka dianggap mengetahui Suroso telah menyetor sejumlah uang kepada pengurus Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PPP Situbondo. Sekadar diketahui, awalnya Suroso mendaftar ke DPC PPP Situbondo untuk menjadi bakal calon bupati. Untuk itu, dia menyetorkan sejumlah uang kepada pengurus partai yang rencananya akan digunakan untuk biaya kampanye dan lain sebagainya. Belakangan, Suroso merasa dirugikan karena DPC PPP tiba-tiba mengajukan calon bupati lain, yakni Sofwan Hadi, pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Situbondo 2010 n  Baca Suroso...Hal 7

SIGIT HARIYADI/RaBa

PEMERIKSAAN SAKSI: Lima saksi dari penggugat sebelum memberikan keterangan di depan majelis hakim kemarin (9/6).

Staf DPRD Digerebek di Wisma Rengganis SITUBONDO - Wisma Rengganis yang selama ini difungsikan sebagai penginapan sejumlah pejabat luar kota yang sedang berkunjung ke Situbondo kini menjadi sorotan. Pasalnya, penginapan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo itu diduga disalahgunakan sebagai tempat mesum sejumlah pejabat. Dugaan tersebut menyeruak setelah ada insiden kecil di penginapan yang berlokasi di Jalan WR. Supratman, Kecamatan Situbondo, Rabu malam (9/6). Saat itu, seorang lelaki berinisial HR bermaksud menggerebek ES, istrinya, yang dia duga sedang berada di dalam salah satu kamar di wisma tersebut dengan laki-laki

LSM Pertanyakan Keseriusan Kejaksaan SITUBONDO - Keseriusan Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo menangani sejumlah kasus korupsi dipertanyakan. Pasalnya, sekian lama ditangani tapi hingga kini belum juga dilimpahkan ke meja hijau. Bahkan, sejumlah tersangka dugaan korupsi yang telah ditetapkan tak kunjung ditahan. Misalnya, tersangka kasus pengalihan hak kepemilikan tanah bekas penjara di Desa Langkap, Kecamatan Besuki, Damairi Maksum, dan tersangka dugaan korupsi alat kesehatan (alkes) Dinkes 2009, dr. Herna n

DISHOTING: Di hadapan aparat kepolisian, resepsionis menunjukkan kamar yang ditempati ES Rabu malam (9/6).

 Baca LSM...Hal 7

lain. Bahkan, ayah kandung ES juga mendatangi lokasi itu untuk ikut menggerebek anaknya sendiri. Menyadari dirinya tidak memiliki wewenang mengobok-obok tempat penginapan itu, pria asal Kecamatan Panji itu meminta bantuan pihak kepolisian untuk melakukan penggerebekan. Hingga akhirnya, beberapa personel polisi menggerebek salah satu kamar yang diduga kuat sebagai tempat ES menginap bersama pria selingkuhannya. Namun, saat petugas menggeledah kamar tersebut, ternyata ES hanya sendirian di dalam kamar. Bahkan, ES merasa keberatan jika dirinya dituduh tidur dengan pria lain n  Baca Staf DPRD...Hal 7

SIGIT HARIYADI/RaBa

ADVERTORIAL

Puncak Peringatan BBGRM VIII dan Hari Gerak Kesatuan PKK

Bupati Tinjau Pelayanan Gratis, Hari Ini Sambang Desa

AKRAB: Ny. Ummi Kulsum Dadang dan Ny. Dian Rachmad (tengah) berbincang bersama warga di Puskesmas Balita.

SIMULASI : Aksi tim reaksi gerak cepat dalam penanggulangan bencana

SITUBONDO – Puncak peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) VIII dan Hari Gerak Kesatuan (HGK) PKK ke-39 tahun 2011 digelar pagi kemarin. Itu diawali dengan upacara bendera yang ditempatkan di Alun-Alun Kota Situbondo dipimpin langsung Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto dan diikuti jajaran muspida, kepala SKPD, serta berbagai elemen pemerintah dan masyarakat. Dalam kesempatan ini, Bupati menyerahkan piagam penghargaan kepada TP PKK Kabupaten yang telah berbakti selama 20 tahun lebih. Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Situbondo itu juga menyerahkan piagam kepada pemenang Juara I, II dan III Lomba Desa Tingkat Kabupaten. Peringatan BBGRM VIII dan HGK PKK ke-39 mengambil tema, ‘Dengan semangat kesatuan gerak PKK dan BBGRM kita perkuat sinergifitas, partisipasi dan keberdayaan masyarakat menuju bangsa yang mandiri dan sejahtera’. “Kendati bulan bakti gotong royong dan HGK PKK berakhir, namun semangatnya harus terus menjadi dorongan bagi masyarakat agar bergairah membangun desa dan wilayahnya. Sebab, sifat kegotongroyongan sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat kita,” katanya. Bupati berharap kepada camat, kepala desa/lurah untuk mendorong masyara-

EDY SUPRIYONO/RaBa

KAJARI DONOR DARAH : (ki-ka) Kadis Sosial, Basuki; Wabup Rachmad; Wakil Ketua DPRD, Hadi Prianto; Bupati Dadang Wigiarto, Sekda Hadi Wijono dan Ny. Ummi Kultsum Dadang dalam acara kemarin.

kat bekerja sama mengatasi berbagai hal dalam kehidupan masyarakat. Sehingga, semangat bulan bakti gotong royong sampai kapanpun tetap menggelora. “Tujuannya tentu bagaiman lebih memberdayakan masyarakat secara mandiri dan bertanggung jawab,” terang Bupati Ditegaskan, pemberdayaan masyarakat tidak akan berhasil tanpa kerjasama yang erat antara pemerintah dan masyarakat. Sebab, pemerintah tidak bisa membiar-

kan masyarakat berkembang tanpa ketepatan arah. “Pemerintah selalu mencermati permasalahan yang dihadapi masyarakat, apa yang sedang terjadi dan apa yang diperlukan dan menjadi tuntutan masyarakat, akan menjadi perhatian pemerintah,” imbuhnya. Bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat dapat direalisasikan dalam hal bantuan, pembinaan dan pemberian fasilitas. Ini agar masyarakat

secara perlahan namun pasti mampu membangun dirinya secara mandiri. Bupati juga berharap setiap desa dan kelurahan dapat menghidupkan kembali musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang). Sebab, melalui Musrenbang dapat terlihat kebutuhan desa. “Saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur masyarakat, terutama seluruh tim penggerak PKK yang ikut berpartisipasi mendukung program pemerintah meski tanpa ada imbalan,” kata Bupati. Usai upacara bendera, Bupati bersama muspida dan ketua TP PKK serta jajaran kepala SKPD meninjau pelayanan gratis yang diberikan kepada masyarakat. Salah satu rute yang ditinjau adalah kegiatan donor darah di pendapa kabupaten. Selanjutnya meninjau posyandu balita dan lansia di Kelurahan Patokan. Dilanjutkan meninjau pemeriksaan kesehatan gratis di belakang SMAN 1 Panarukan, Sumberkolak. Ada juga pemeriksaan ternak gratis di belakang PG Panji, Kelurahan Mimbaan. Di Utara Gladhak Macan ada kegiatan pemasangan dan pencabutan implant. Di tempat itu juga meninjau aksi simulasi tim reaksi gerak cepat dalam penanggulangan bencana. “Besok (hari) Bupati Situbondo langsung nyabbe dhisa (sambang desa) di Kecamatan Sumber Malang,” imbuh Kabag Humas, Nugroho. (pri/adv)

Radar Banyuwangi 10 Juni 2011  

Radar Banyuwangi