Issuu on Google+

SI PPI MAROKO

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat


PENANGGUNG JAWAB Rifqi Maula, L.c

PIMPINAN REDAKSI Kusnadi el-Ghezwa

DAFTAR ISI Laput ............... 1 Masih Adakah Harga dan Martabat Bangsaku ?

Koloni ....... 3

Menjadi Pemuda Pembawa Perubahan

Lakus .............. 6 Laporan Baksos fnideq

LAYOUT/EDITOR Rendika Agustianto

KONTRIBUTOR BERITA M. Tanziel Furqon

PENERBIT Media Informasi

E-mail REDAKSI dmippimaroko@gmail.com

Profil ............ 11 .Syaikh Ja’far al-Kattani

Resensi .................. 13 Resensi Buku/Kitab Islami

Lintas Mahasiswa.. Tips dan Cara Menghadapi birokrasi Yang menyulitkan

Kisah........... 17

Pengalaman Mendapat Beasiswa Maroko

Tausiah (Riqob)... 26 Sedekah dan senyum

Puisi............... 28 Kemarau

WEBSITE http//:ppimaroko.org

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

MEDIA INFORMAS


SALAM REDAKSI

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Di awal masa kepengurusan PPI Maroko ini. Redaksi SA dan segenap pengurus PPI Maroko yang baru terus setia meluangkan waktunya untuk menghadirkan Buletin SA edisi Kedua bulan Oktober ditengah para pembaca setia dimanapun berada. Sejalan dengan momentum peringatan hari sumpah pemuda yang jatuh pada tanggal 28 oktober 2013, maka redaksi Sayyidul Ayyam mengangkat tema besar “INDONESIA DI MATAKU” Tak ketinggalan, karya emas putra-putri Indonesia di Maroko juga ikut menghiasi terbitnya Buletin SA edisi ke II ini, Anda bisa menemukannya pada kolom Laporan Utama (LAPUT), Kolom Opini (KOLONI), Laporan Khusus (LAKUS), Lintas Mahasisma (LIN-MA), Kisah, Rihlah Qolbu (RIQOB) dan puisi. Tentunya kesalahan ataupun banyak kekurangan baik dari segi bahasa, tulisan dan lainya menghiasi Buletin ini. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun selalu kami nantikan demi perbaikan dan kemajuan PPI dan Buletin SA ini. Selamat membaca.. Wassalamualaikum. Wr. Wb. Salam Redaksi

SI PPI MAROKO

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat


LAPORAN

*Oleh Magfiratul Fatkha

MASIH ADAKAH HARKAT DAN MARTABAT BANGSAKU? Sebenarnya memudarnya harkat martabat indonesia adalah karna tidak jauh oleh tangan tangan orang indonesia yang tidak bertanggung jawab yang hanya mencari keuntungan untuk dirinya sendiri dan tidak memikirkan untuk kemaslahatan orang banyak

B

ingin menyeimbangi dengan prestasi prestasi yang erbicara harkat dan martabat Negara in- didapat indonesia. Tapi memang harus dimengerti donesia yang semakin lama semakin keras yang namanya media pasti inginya berita yang tidak dipertanyakan oleh seluruh rakyat indone- biasa yang membuat heboh banyak pihak. sia karna semakin hari semakin terlihat nyata walau Sebenarnya memudarnya harkat martabat indonesia telah lama kita merdeka dari para penjajah yang hanadalah karna tidak jauh oleh tangan tangan orang ya mengambil keuntungan dari tanah indonesia tapi indonesia yang tidak bertanggung jawab yang hanya ternyata sampai saat ini kita masih sering melihat mencari keuntungan untuk dirinya sendiri dan tidak bahkan merasa terjajah oleh ketidak setaraaan status memikirkan untuk kemaslahatan orang banyak denyang ada di indonesia. gan demikian akan memperburuk citra yang dibanIndonesia adalah negara yang dipenuhi oleh rahmat gun oleh para pejuang dimasalampau dengan darah yang Allah berikan kepada tanah dan penduduknya, mereka yang mengalir untuk menjadikan indonesia sepatutnya kita harus banyak bersyukur dengan Negara yang merdeka bersatu berdaulat adil dan semua yang telah allah anugrahkan tapi notabenya makmur. manusia selalu saja tidak merasa puas dan selalu ingin yang lebih baik lagi, seyogyanya demikian Walaupun memang saat ini bangsa kita indonesia kadang kita selalu membuat hal kecil menjadi seolah sedang diuji dengan berbagai macam peristiwa yg olah permasalahhan di indonesia besar dan tidak multikompleks yang sering kita dengar di televise bisa diselesaikan, padahal sebenarnya masih banyak atau bahkan kita baca di Koran Koran nasional mulai sekali potensi yang belum digali yang ada di indone- dari politik yang saling memfitnah sesuai dengan sia hanya saja kita terlalu sibuk dengan isu isu yang karakteristiknya bahwa tidak ada teman dalam sering diangkat oleh media media yang sebenarnya politik, dan politik juga adalah cara yang cepat untuk lebih banyak memojokan dan tidak benar benar mendapatkan musuh karna memang politik sangat

1

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

MEDIA INFORMAS


N UTAMA

jahat dan harus menjadi jahat kalau sudah masuk ke dalamnya. Dari masalah ekonomi walaupun indonesia masuk dalam G20 yang artinya perekonomian indonesia ada pada puncak terbaik tapi tetap saja masih banyak hal yang dirasakan sangat rancu karna terlihat sekali banyaknya sumber daya alam yg berlimpah namun tidak dinikmati oleh rakyat., bahkan banyak mengimpor padahal yg diimpor juga bahannya ada di indonesia masih hangat dalam fikiran kita bagaimana harga bawang merah yang melambung tinggi di pasaran yang menjadikan para ibu menjerit dan sangat keberatan. Dan belum lagi masalah pertahanan bangsa indonesia yg selalu diusik oleh negara tetangga yang seolah olah mereka minta diperangi karena menurut mereka bangsa kita masih terikat secara ekonomi dengan mereka . belum lagi para wanita yang menjadi korban pelecehan seksual dan penyiksaan layaknya binatang ketika mereka berjuang untuk menghidupi keluarga nunjauh disana apakah karna tidak mampu indonesia memberikan lahan pekerjaan dan gajih yang layak hingga membuat mereka harus bersusah payah keluar indonesia untuk mencari sesuap nasi . tidak lupa ditambah lagi para pelajar yang terkontaminasi dengan narkoba dan juga pergaulan bebas agar dibilang keren dan trendy, karna sebenarnya banyak diantara kita sudah melupakan akar budaya norma norma dan etika ketika bersosialisai, dan lagi ketika HAM semakin dipertanyakan keberadaanya karna sudah tidak bisa menjadi penengah diantara satu sama lain apa lagi penegak hukum indonesia yang selalu main belakang ketika ada kasus yang melibatkan oknum oknum kepolisian dan mereka terlepas dari jeratan pasal pasal maka jangan di salahkan jika akhirnya akan terjadi hukum rimaba dimana semua orang bisa main hakim sendiri karna sudah berkurangnya kepercayaan masyarakat indonesia kepada penegak hukum,

SI PPI MAROKO

dan yang tidak bisa di lupakan adalah datangnya dengan cepat budaya import yg merusak. semua problema yang membuat mental anak muda memiliki mental yang terlalu cepat menyerah, satu masalah belum dapat diselesaikan datang lagi masalah korupsi yang semakin mencapai titik puncak semua media membicarakanya dengan lugas dan terbuka hingga semua orang mengetahuinya. Sebenarnya semua itu kita sendiri yg menciptakannya sehingga negara lain dengan mudah menghina dan merendahkan kita . tapi kita sebagai orang indonesia tidak boleh merasa bahwa indonesia telah hancur harkat dan martabatnya karna tidak ada lagi yang bisa mengangkat harkat dan martabat Negara indonesia selain kita semua tentu dengan prestasi dan kerja keras dan selalu berpositive thingking jika bukan kita yang mengangkat dan membanggakanya siapa lagi? sebenarnya dari isu isu yang berkembang di masyarakat luas bisa dengan mudah di carikan solusi jika saja indonesia memiliki pemimpin yang tegas yang berani yang mau bekerja dan selalu memikirkan kemaslahatan masyarakatnya yang berani melawan intimidasi dari Negara Negara luar seperti jaman sukarno yang memiliki jiwa patriot dan sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat indonesia beliau akan membela mati matian jangan sampai Negara lain menginjak martabat Negara indonesia, dengan demikian mari kita tingkatkan kembali kita angkat kembali harkat martabat Negara indonesia sebagai mana yang telah presiden pertama kita lakukan di masa kepemimpinananya.

penulis adalah Mahasiswi program Master (s2) di Univ. Hassan Tsani Casablanca Maroko.

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

2


KOL

PEMUDA SEBAGAI AGENT OF CHANGE *Oleh Kusnadi el-Ghezwa

Sebagai seorang generasi penerus, mahasiswa juga dituntut untuk mampu dan siap untuk berhadapan langsung di dalam masyarakat. Untukitu, perlu diadakan wadah di wilayah kampus untuk mengimplementasikan ketiga fungsi mahasiswa di atas, serta untuk membangun mentalitas kepemimpinan mahasiswa. Misalnya, organisasi-organisasi di dalam kampus tempat mahasiswa belajar

I

ndonesia, negeri yang elok dengan berbagai macam budaya, bahasa serta kekayaan alamnya memberikan pandangan tersendiri di matadunia. Letak Indonesia yang sangatstrategis, yaitu diantara dua benua dan diantara dua samudra membuatnya dijadikan sebagai jalur perdagangan dunia dimasa lampau. Hampir semua orang di penjuru dunia pernah dating dan singgah di Indonesia. Dan kekayaan Indonesia selalu menjadi kesan tersendiri bagi orang asing yang pernah datangdan singgah. Hal ini menyebabkan Indonesia tidak dipandang sebelah mata

3

oleh dunia. Akan tetapi, dibalik kekayaan Indonesia yang dapat menyilaukan dunia, ternyata masih terdapat banyak kebobrokan moral para pemimpinnya. Mengingat Indonesia adalah negara yang sedang berkembang, Negara dengan jumlah penduduk terpadat nomor empat di dunia yang pastinya menjadi tantangan serius bagi pemerintah. Pemerintah dituntut untukmensejahterahkan semua penduduknya, namun pada kenyataannya tidak semua penduduk sejahtera. Masih ada penduduk Indonesia yang hidup di bawah standar kelayakan.

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

MEDIA INFORMAS


LONI

Maka dari itu, untuk menghindari kebrobokan moral para pemimpin di masa mendatang, perlu adanya perubahan terutama pada kalangan pemuda calon pemimpin bangsa Indonesia. Dan dalam hal ini pun lebih dibebankan pada kalangan mahasiswa. Karena sebagai seorang pembelajar dan bagian dari masyarakat, mahasiswa memiliki peran kompleks dan menyeluruh sehingga dikelompokkan dalam tiga fungsi, yaitu Agent of Change, Agent of Control, dan Iron Stock. Dengan fungsi tersebut, tentu saja tidak dapat dipungkiri bagaimana peran besar yang diemban mahasiswa untuk mewujudkan perubahan bangsa.Ide dan pemikiran cerdas seorang mahasiswa mampu merubah paradigma yang berkembang dalam suatu kelompok dan menjadikan nya terarah sesuai kepentingan bersama. Sikap kritis mahasiswa sering membuat perubahan besar dan membuat para pemimpin yang tidak berkompeten menjadi gerah dan cemas. Dan suatu hal yang menjadi kebanggaan mahasiswa adalah semangat membara untuk melakukan sebuah perubahan.

Mahasiswasebagai Agent of Change Mahasiswa sebagai Agent of Change artinya mahasiswa sebagai agen dari suatu perubahan. Yaitu seorang pemuda yang harus memberikan kontribusi yang kongkret terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam mendobrak setiap kebijakan pemerintah dalam hal pendidikan yang berpihak pada rakyat kecil. Di lain hal mahasiswa bukan hanya sekedar agen perubahan, namun mahasiswa juga sepantasnya menjadi agen pemberdayaan setelah perubahan yang berperan dalam pembangunan fisik dan non fisik sebuah bangsa. MahasiswaSebagaiAgent of Control Sebagai Agent of Control mahasiswa dapat berperan sebagai elemen pengawal segala jenis kebijakan pemerintah yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Mahasiswa juga dapat menjadi peran penting dan mendorong dan memaksa pemerintah dalam

SI PPI MAROKO

mewujudkan good governance dalam system pemerintah. Peran aktif mahasiswa sebagai pengawal dan pendorong good governance ini dilakukan dalam rangka menciptakan kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. MahasiswaSebagaiIron Stock Mahasiswa juga sebagai Iron Stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi sebelumnya. Mahasiswa segabai seorang calon pemimpin bangsa masa depan, menggantikan generasi yang telahadadanmelanjutkantongkatestafetpembangunandanperubahan. Mahasiswa juga harus memiliki sikap kepemimpinan, kemampuan memposisikan diri, dan interaksi lintas generasi dan sensitivitas yang tinggi.

Idealnya, mahasiswa menjadi panutan dalam masyarakat berlandaskan dengan pengetahuannya, tingkat pendidikannya, norma yang berlaku di sekitarnya, serta pola berpikirnya

Mahasiswa merupakan kelompok pelajar yang bisa dikatakan sebagai golongan terdidik, karena mampu untuk mengenyam pendidikan tinggi di saat yang lain dalam usia yang sama masih bergelut dalam kemiskinan dan keterbatasan biaya dalam mengakses pendidikan, terutama pendidikan tinggi. Predikat tersebut tentulah dapat disinonimkan bahwa mahasiswa merupakan kaum intelektual yang mempunyai basis keilmuan yang kuat sesuai dengan jurusan yang diambil masing-masing mahasiswa. Berarti mahasiswa memiliki kemampuan akademik yang dapat diandalkan sebagai salah satu asetnegara ini. Tapi, mahasiswa juga merupakan sebuah entitassosial yang selalu berinteraksi dengan masyarakat dari segala jenis lapisan.Sehingga mahasiswa pun dituntut untuk memainkan peran aktif dalam kehidupan social masyarakat.

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

4


Sebagai seorang generasi penerus, mahasiswa juga dituntut untuk mampu dan siap untuk berhadapan langsung di dalam masyarakat. Untukitu, perlu diadakan wadah di wilayah kampus untuk mengimplementasikan ketiga fungsi mahasiswa di atas, serta untuk membangun mentalitas kepemimpinan mahasiswa. Misalnya, organisasi-organisasi di dalam kampus tempat mahasiswa belajar. Selain itu juga dengan gerakan-gerakan pengabdian masyarakat. Sehingga mahasiswa akan terbangun mentalnya sedikit demi sedikit dan mahasiswa pun telah siap untuk terjun di dalam masyarakat.

Penulis adalah Mahasiswa S1 di Institute Imam Nafie Tangier

Idealnya, mahasiswa menjadi panutan dalam masyarakat berlandaskan dengan pengetahuannya, tingkat pendidikannya, norma yang berlaku di sekitarnya, serta pola berpikirnya. Namun pada kenyataannya, tidak jarang bahwa mahasiswa hanya mendalami ilmu-ilmu teori di bangku perkuliahan saja dan sedikit sekali diantaranya yang berkontak langsung dengan masyarakat. Mahasiswa yang acuh terhadap masyarakat mengalami kerugian yang besar jika ditinjau dari segi hubungan keharmonisan danpenerapan ilmu. Dari segi keharmonisan, mahasiswa tersebut sudah menutup diri dari lingkungan sekitarnya sehingga muncul sikap apatis dan hilangnya silaturahim seiring hilangnya harapan masyarakat kepada mahasiswa. Dari segi penerapan ilmu, mahasiswa yang acuh akan menyia-nyiakan ilmu yang didapat di perguruan tinggi. Maka komplekslah peran mahasiswa sebagai pembelajar sekaligus pemberdaya yang ditopang dalam tiga peran, yaitu sebagai agent of change, agent of control, dan iron stock .Hingga suatu saat nanti bangsa ini akan menyadari bahwa mahasiswa adalah generasi yang ditunggu-tunggu oleh bangsa ini. Kusnadi El Ghezwa

5

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

MEDIA INFORMAS


LAKUS

REPORTASE BAKSOS “SOSIO-MEDICAL CARAVAN” Fnideq, 27 – 29 September 2013.

*Oleh Herdiansyah

Hari Pertama Jum’at 27 September pukul 16.30 (GMT+1) kami beserta rombongan International Federation of Medical Studens’ Associations (IFMSA) – Morocco dengan mengendarai Africa Bus berkapasitas 48 tempat duduk berangkat dari Madinah Irfan-Rabat menuju Fnideq-Tetouan.

briefing untuk kegiatan besok pagi. Setelah hampir satu jam kemudian, kami melanjutkan perjalanan menuju Fnideq, Setelah menempuh perjalanan hampir setengah jam, Sekitar pukul 23.30 kami sampai di hotel La Corniche-Fnideq untuk tempat bermalam selama kegiatan Bakti Sosial berlangsung.

Perjalanan berjalan lancar tanpa hambatan. Lama perjalanan dari Rabat menuju Fnideq ditempuh sekitar 7 jam, dengan dua kali istirahat untuk sekedar melepas lelah dan makan malam. Ketika sampai di Tetouan sekitar pukul 21.00. Bus berhenti di depan restoran La Dolaba, kemudian rombongan segera turun dari Bus untuk melepas lelah sekaligus makan malam. Sebelum menyantap hidangan makan malam, para panitia memperkenalkan para penanggungjawab kegiatan dan sedikit

SI PPI MAROKO

Sekilas IFMSA IFMSA (International Federation of Medical Studens’ Associations) adalah sebuah organisasi non profit yang berdiri pada tahun 1951, organisasi ini

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

6


merupakan wadah yang menghimpun mahasiswa kedokteran seluruh dunia. Maroko sendiri mulai bergabung dengan organisasi induk ini pada tahun 2012 yang kemudian diberi nama IFMSA-Maroko. Sampai saat ini anggota IFMSA maroko sendiri berjumlah sekitar 250 anggota yang tergabung dari dua kota besar, Casablanca dan Rabat. Berdasarkan keterangan dari hasil wawancara eksklusif kami kepada salah satu punggawa IFSMA-Maroko bahwa saat ini baru dua fakultas kedoteran ini yang tergabung dalam organisasi induk IFSMA-Maroko. Dalam waktu dekat, tiga fakultas kedokteran akan dibuka kembali di Maroko, diantaranya Fes dan Marakech.

Hari Kedua

Keesokan harinya, setelah selesai sarapan. Kami beserta rombongan langsung meluncur meninggalkan hotel menuju tempat dimana Baksos akan dilaksanakan. Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam, kami sampai di tempat tujuan, tepatnya di sebuah Madrasah Ibtidaiyah Belyounech. Madrasah ini didirakan sekitar dua tahun yang lalu, yakni pada tahun 2011. Sampai saat ini, jumlah murid yang terdaftar di sekolah ini sekitar 600 orang murid, mulai dari jenjang kelas satu sampai jenjang kelas enam. Nama Belyounech sendiri diambil sesuai nama wilayah atau perkampungan tempat madrasah ini berdiri, yakni perkampungan Belyounech, Fnideq-Tetuoan. Sesampainya di tempat tujuan, kami langsung mengangkut serta merapikan obat-obatan dan peralatanperalatan medis pada tempat yang disediakan. Selain itu, kami juga terlebih dahulu harus merapikan ruang-ruang kelas yang nantinya akan digunakan sebagai ruang penyuluhan dan pelayanan kesehatan selama kegiatan berlangsung. Setelah semua obat-obatan dan ruangan tertata rapi, para tim dibagi kedalam beberapa ruang sesuai dengan spesialisasi atau jurusan mereka masing-masing. Sebelum acara pelayanan dan penyuluhan kesehatan gratis ini dimulai, para rekan-rekan mahasiswa kedokteran mengawalinya dengan foto bersama dengan

7

Dubes RI untuk kerajaan Maroko Bapak H. Tosari Wijaya. Fungsi Konsuler, Ibu Tanti Widiyastuti, serta Bapak Husnul Amal beserta istri serta kami dari perwakilan PPI maroko.

Setelah sesi foto selesai, Bapak Dubes beserta rombongan melakukan peninjauan sekaligus bersilaturrahmi dengan para guru dan murid di setiap ruangan kelas. Dalam kesempatan ini, Bapak H. Tosari Wijaya menyapa anak-anak serta berbicara di depan mereka menyampaikan maksud dan tujuan keikutsertaan KBRI - Rabat pada kegiatan Bakti Sosial ini. Beliau mengatakan, bahwa maksud dan tujuan kegiatan ini tidak lain ialah untuk mempererat hubungan baik Indonesia-Maroko yang tidak hanya dalam lingkup para elit penyelanggara pemerintahan saja, tapi terjun langsung melakukan kontak dan dialog langsung (face to face) kepada masyarakat kalangan bawah Maroko, terlebih kepada anak-anak peserta didik yang merupakan generasi masa depan yang tentunya diharapkan dapat meneruskan ikatan persabatan baik kedua Negara untuk masa yang akan datang. Selain itu, Bapak Dubes juga berpesan kepada anakanak agar selalu rajin dalam belajar, agar suatu saat dapat berkunjung ke Indonesia untuk belajar atau sebagai delegai dari Maroko pada even-even internasional yang diadakan di Indonesia. Pak Dubes juga menyempatkan diri berdioalog langsung dengan para pelajar di ruang terbuka, memperkenalkan Indonesia dengan segala potensi dan keindahannya, serta berfoto bersama, riang gembira. Antusias anak-anak saat kami hadir berkontak langsung dengan mereka sangat luar biasa, kami juga

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

MEDIA INFORMAS


berdialog panjang lebar bersama mereka. Hampir semua waktu kami habiskan untuk berbincang, bercanda dan bermain bersama dengan mereka. Ketika kami bertanya tentang Indonesia kepada mereka, hampir setiap mereka menjawab bahwa Indonesia adalah Negara yang penduduknya merupakan mayoritas muslim terbesar di dunia. Walau tidak dipungkiri karena kelogoan dan kekurangan informasi yang mereka dapat, ada beberapa mereka yang tidak tahu dimana letak Indonesia. Bersama mereka kami menyanyikan lagu Indonesia Raya, belajar berhitung, menghapal nama-nama hari, dan beberapa istilah dalam Bahasa Indonesia. Ketika waktu istirahat untuk makan siang tiba, bersama rekan dokter-dokter muda kami berjalan menyusuri keindahan alam di daerah paling utara Maroko ini. menghirup udara segar bukit-bukit batu granit yang di dampingi keindahan laut Mediterania. Berkunjung ke pulau Laila. Pulau kecil yang pernah dipersengketakan oleh Maroko dan Spanyol tentang status kepemilikannya. Setelah waktu istirahat dan makan siang selesai, kegiatan pelayanan kesehatan dilanjutkan. Sekitar pukul 18.00, kegiatan baksos pun selesai. Kami beserta rekan-rekan segera mengemas obatobatan serta peralatan medis untuk ditata rapi. Setelah semua peralatan dan obat-obatan tertata rapi, kami langsung menuju Bus kembali ke hotel untuk beristirahat.

Sekilas Belyounech Belyounech merupakan perkampungan kecil yang terletak antara kawasan Tanger-Tetouan. Bersebelahan langsung (sebelah timur) dengan kota CeutaSpanyol. Dari kawasan ini kita bisa menyaksikan dengan jelas Negeri Matador, Spanyol. Karena jaraknya yang hanya sekitar 20 Km saja. Begitu juga dengan Gibraltar (Jabal Thariq) yang hanya berjarak sekitar 14 Km. Perkampungan kecil ini sungguh asri dan menakjubkan. Udara segar kawasan pegunungan yang langsung bersentuhan dengan pantai laut Mediterania yang berpasir putih memberi nuansa baru bagi mereka yang berkunjung ke daerah ini. Merasakan hembusan udara bersih jauh dari polusi dan kebisingan ibu kota. Nyaman dan damai. Masyarakat kawasan ini meyakini, bahwa disinilah tempat menyeberangnya sang panglima muslim Thariq Bin Jiyad dalam misi penyebaran islam dikawasan Eropa-Spanyol. Oleh karena itu, mereka juga menamakan salah satu gunung di sekitar kawasan ini dengan nama Jbel Moussa (Gunung Musa) yang dinisbatkan kepada salah satu Gubernur Bani Umayyah untuk kawasan Afrika saat itu. Yang juga merupakan panglima muslim yang tangguh. Di kawasan ini juga ada sebuah pulau yang dinamai pulau Laila (Jazirah Laela), status kepemilikan pulau ini pernah dipersengketakan antara kejaran Maroko dan spanyol.

Sebelum bersistirahat di hotel, kami dijamu makan malam oleh perwakilan Dinas Kesehatan kota Tetouan, Sidi Badahi di Pusat Kesehatan dan Turis.

Penduduk Belyounech sendiri menggantungkan sumber kehidupan mereka sebagai Nelayan, atau pekerja di kota bahkan ke Spanyol.

Setelah acara makan malam selesai, kami segera menuju penginapan untuk beristirahat.

Walaupun berada di kawasan yang sangat jauh dari ibu kota, dan merupakan kawasan perbatasan. Sarana dan prasarana serta layanan publik di perkampungan ini sangat luar biasa. jauh berbeda dengan daerah perbatasan kita di Indonesia. Rumah-rumah penduduk disini sangat indah bak vila-vila mungil di luar kota dan di daerah pegunungan. Inilah pintu

SI PPI MAROKO

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

8


gerbang Negeri yang sepertinya harus ditiru oleh Indonesia demi menjaga harkat dan martabat sebagai Negara besar didepan Negara-negara tetangga.

Hari Ketiga Sekitar pukul 12.00 siang, kami chek out Hotel. Kemudian bersiap-siap untuk kembali ke Rabat. Tepat pukul 13.00 Bus melaju meninggalkan Fnideq. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, kami sampai di kota M’deq untuk beristirahat sekaligus makan siang disebuah rumah makan seafood. Disini kami menghabiskan waktu sekitar dua jam, karena pukul 16.00 kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Rabat. Sekitar 2 jam kemudian, kami sampai di Munasirah, kawasan dekat kota Kenitra. Kami mampir di sebuah cafÊ di daerah ini. Sambil menikmati udara malam dan secangkir kopi, para panitia dan dokter yang bertugas melakukan evaluasi dan laporan selama kegiatan berlangsung. Satu persatu para penanggungjawab setiap tim yang bertugas di lapangan memaparkan laporan mereka. Laporan mereka berisi tentang diaknosa penyakit yang mereka temui di lapangan, mengenai obatobatan serta tentang kesimpulan setiap tim.

sipasi dalam kegiatan mulia ini. Diakhir kata, kami juga meminta kepada mereka agar selalu menjaga silaturrahmi yang sudah terjalin dan berharap dapat berkerjasama pada kesempatan-kesempatan berikutnya. Demi persabatan Indonesia – maroko yang lebih baik dan berkesinambungan da masa mendatang. Setelah evaluasi dan laporan serta pembagian piagam penghargaan selesai, acara diakhiri dengan foto bersama, dan kemudian perjalanan kembali ke Rabat dilanjutkan. Tepat pukul 22.30, bus berhenti di Madinah Irfan, Rabat. Para peserta dari kota Rabat turun dari Bus menuju tempat tinggal mereka masing-masing. Sedangkan rekan-rekan yang berdomisili di kota Casablanca melanjutkan perjalanan mereka. Inilah reportase selama mengikuti kegiatan Sosio medical Caravan kemarin yang dapat kami bagi kepada teman-teman. Banyak pengalaman dan kesan yang tentunya sangat berharga bagi kami sebagai perwakilan dari PPI Maroko sebagai partisipan dalam kegiatan sosial ini. mudah-mudahan di lain waktu PPI mampu mengadakan kegiatan bakti sosial (Baksos) dengan langsung terjun ke masyarakat kalangan bawah, ke daerah-daerah terpencil. Karena ini tentunya sangat mengena di hati masyarakat Maroko.

Berdasarkan data hasil laporan ini, dapat disimpulkan bahwa Jumlah pasien yang ikut berpartisipasi dan memeriksakan keluhan dan penyakit mereka pada kegiatan ini sekitar 450 orang pasien dan mayoritas pasien anak-anak dengan diaknosa kebanyakan dari mereka menderita saluran pencernaan. Acara diakhiri dengan pembagian piagam penghargaan kepada seluruh pastisipan. Sebelum acara ditutup, panitia meminta kami sebagai partisipan dari Indonesia untuk menyampaikan beberapa patah kata. Dalam kesempatan ini, kami mengucapkan rasa terimakasih dan aprisiasi kepada mereka yang telah berkenan memberi kami ruang untuk ikut berparsti-

9

Reporter: Herdiansyah (Dept. Keilmuan & SDI) Imroatul ‘Alimatun Nafi’ah (Dept. Humas) Website: www.ifmsa-morocco.org/www.ifmsa. org

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

MEDIA INFORMAS


SI PPI MAROKO

*SUMBER FOTO KBRI RABAT

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

10


PROFIL Syaikh Ja’far al - Kattani Sang Multi Talenta *Oleh Kuntoro Shobirin

dan qowafidsb. Baik dengan keluarganya atau dengan ulama – ulama terkemuka di waktu itu seperti : alam dunia intelektal islam nama “ al - Katsyaikh Ibnu Hamdun, Imam abu lmafakhir Muhamtani “ sangatlah tak asing lagi di dengar. mad, Imam al hafidz muhamm addu’il walid bin al Kenapa tidak? Marga yang paling kongkrit arabi al ‘iroqi al husaini, Imam Muahammad bin data nasabnya sekaligus mutawatir di dalam ket Abdurraohman al alawi, al ‘allamah Abdussalam runan al – idrisiyah yang sampai ke Baginda Nabi bin thoi’ abugholib al – juthi al hasanidan, al ‘allaMuhammad SAW. Seperti sya’irnya sang pujangga mah musnid al – riwayah Syarif Ali bin Thahir bin arab Syaikh Abu Abdillah Muhammad al- Dalaili witralmadani . me-melodikan goresan penanya dalam kitabnya “ Dalam kehidupannya beliau mengahbiskan jauhar al- tijan “ : hari – harinya untuk berpuasa di siang hari dan bangun di malamhari, karena belaiu terkenal Dengan keintelektualan dan keshalihannya marga“ al dengan orang yang arifbillah, zuhud dan lemah lembut, tidak suka di puji – puji. Pada suatu ke– kattani “ di kenal. Mereka tinggal di kota Fes. tika ada seorang memuji dihadapannya belaiu Nasabnya paling ter-akuratnya nasab yang menyam- malah marah dan berdo’a : bung pada Baginda Rasul SAW. Dengan bukti kongAgama islam sudah cukup bagikita, kalau kita krit berupa dokumentasi nasab sudah mendapatkannya ya sudah, semoga AlKelebihannya dalam masyarakat islam sudah di loh menetapkannya pada kita. ketahuai sejak dulu Beliau juga hati – hati dalam masalah hukum, ketika bak bunga mawar menggiurkan nan wangi jika dipe- beliau bersama Raja dan Ulama berada di majlis al tik. – ifta ( tempat di putuskanhukum ) tiba – tiba beliau Beliau lahir pada tahun 1830 M / 1246 H di kota berdiri dan bergegas meninggalkan tempat di kareSpiritual sufi Fes dengan nama lengkap: Ja’far nakan keputusan memihak pada kebathilan. Serta bin Idris al – kattani al – syarif al – hasani sam- banyak lagi sifat terpuji yang belaiu miliki yang terpancar dari cahaya Nabi SAW. pai padacucu Nabi SAW sayid Hasan RA .

D

Dengan keluarga yang terkenal dengan keluarga bernuansa keilmuan maka pantas saja belaiu sejak kecil sudah hafal Qur’an dan matan – matan ilmu, selain itu juga belaiu mulai asyik mendalami pelbagai fan keilmuan agama mulaidari ilmu tauhid, fiqh, qur’an dan tafsirnya, hadits dan mustholahnya,dan sastra bahasa mulai dari nahwu, shorf, mantiq, balaghoh

11

Beliau pun terkenal sangat produktif dan hoby di dunia tulis menulis dalam pelbagai fan ilmu. Terbukti karya belaiu mencapai 100 lebih mulai dari yang tipis sampai yang berjilid – jilid. Baik tentang keagamaan seperti ilmutafsir, hadits, fiqh dll atau yang non agama seperti sastra, sosial kemasyarakatan dan nasionalisme seper tikitab :

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

MEDIA INFORMAS


ULAMA Pantas saja banyak sekali sebutan yang beliau sandang seperti : Maliki al – Shogir, Syaikh al – Islam, Syaikh al – Jama’ah, Hafidzu al – Madzhab dan lain sebagainya. Di samping beliau sibuk menulis di semua bidangilmu ,beliau juga sibuk mengajarkan berbagai bidang keilmuaan di Masjid – masjid Fes, Jami’ qurowiyin terutama kitab hadits dan fiqh maliki, beliau mengkhatamkan kitab kutubussitah dan muwatho malik berkali – kali dan mengajarkannya selama 20 tahun. Beliau terkenal karena ke – ulamanya yang sastrawan budayawan dan negarawan. Hal ini yang sulit di temukan pada kalangan ulama lainnya. Sehingga pantas saja beliau di sebut sang Multi talenta( abu al - mawahib ). Keilmuan beliau memang tak di ragukan lagi di kalangan bawahan, menengah dan atasan, sampai keputusan Raja pun harus ada tandatangan dari belaiu. Walau beliau menolak untuk dilebih – lebihkan dengan sedemikan rupa. Belaiu lebihsuka menjadi manusia sepertibiasanya. Dengan keilmuanya yang sangat dalam dan terdengar di penjuru Arab, banyak orang – orang arab berdatangan, baik dari timur sampai barat untuk bisa menimba ilmu darinya, dan kebanyakan murid beliau menjadi ilmuan dan intelektual islam besar sebut sajaseperti :

Dan masihbanyak lainnya. Pada hari jum’at bertanggal 11 Sya’ban 1323 H Syaikh ja’far al Kattani di panggil sang Kholiq, setelah terkena penyakit kencing manis. Padahari itu pula kabar wafatnya belaiu terdengar samapai ke Makkah dan semua jama’ah yang berada di Makkah ikut sholat ghoi buntuk belaiu. Belaiu di makamkan di dalam qubahSyaikh Diros bin Isma’ail tepatnyadaerah qobqob luar dari bab al – futuh Madinah qodimah Fes. Di kutipdarikitab. Syajaroh al – zakiyyah fi thobaqoh al – malikiyyahkaryaMuhammad Makhluf . vol 1 hal 433. An – nubdzah al – yasiyah li ‘ailah al – kattaniyahkarya Muhammad bin Ja’far al – kattani ( anakbeliau ) hal 301. Al -a’lamkaraya Imam Az – zarkaly . vol 2 hal 122.

penulis adalah mahasiswa S1 di Universitas Sidi Ben Abdellah Fes

Syaikh Muhammad bin Ja’far al kattani pengarangkitabrisalah al mustathrofah Syaikh Abulabbas Ahmad pengarang Syarhshohih al - bukhori Imam Abulmakarim al - kattani SayaikhIbnu al - khoyath al – Hasani Al – allamahJamaludin al – qosimi Syaikh Ahmad bin Syams al – syinqithi

SI PPI MAROKO

12

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat


RESENS

*Oleh Fadhlurrahman Armi judul Buku : Menguji Kembali Keakuratan Metode Kritik Hadis Penulis M.A.

: Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin,

Penerbit karta

: Hikmah (PT Mizan Republika) Ja-

Cetakan

: Pertama, April 2009

Tebal : xiii + 513 Harga

: Rp 80.000,-

Hadis merupakan rujukan utama yang diyakini oleh umat Islam secara umum dan sebagai kunci penegas serta penjelas terhadap ayat-ayat al-Quran. Kebenarannya adalah kemutlakan bagi kita setelah diuji keterpercayaannya semenjak 14 abad yang lalu. Hadis juga merupakan bukti nyata terhadap kekayaan sejarah dan peradaban islam. Disisi lain, hadis dijadikan sebagai landasan terhadap doktrin-doktrin teologis yang memiliki supremasi hukum yang kuat dalam hukum Islam. Sehingga tidak heran, kita dapatkan para sarjana muslim lebih menitikberatkan kajian mereka terhadap hadis yang mengarah kepada pendekatan-pendakatan kandungan hukum dari hadis tersebut.

13

Namun, bukan hanya para akademisi dan cendekiawan muslim saja yang serius dalam mengkaji hadis. Para sarjana non-Muslim dari Barat juga merangkul hadis sebagai obyek penelitian mereka. Pada umumnya mereka lebih memilih untuk cenderung kepada kajian-kajian nilai historis dari hadis tersebut. Dan sampai saat ini masih mempertanyakan bukti dan keauntetikannya secara metodologis. Para sarjana barat tidak percaya sepenuhnya mengenai hadis yang diterima secara verbatim melalui hadis yang disandarkan pada Nabi Muhammad. Mereka masih mempertanyakan keorisinalan hadis dari sisi metodologis, baik itu dari segi matan, sanad, dan rawi. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A. memiliki karya yang fantastis dalam kajian hadis, salah satunya karya besar beliau yang berjudul “Menguji Kembali Keakuratan Metode Kritik Hadis�. Beliau menyuguhkan kepada pembaca secara sistematis tentang bagaimana metode pengkajian hadis dari sisi metodologi, pemikiran dan polemik antara sarjana muslim dan sarjana barat yang pastinya diakhiri dengan kesimpulan. Buku ini tentunya berbeda dari buku-buku yang lain. Di samping data-data valid yang dijadikan sebagai referensi , beliau juga mengangkat isu-isu kontreoversial di antara sarjana muslim dan sarjana barat tanpa menonjolkan pendapatnya secara sepihak yang tidak diimbangi dengan sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya. Nilai plus lainnya, buku ini juga menyajikan bagaimana para sarjana muslim klasik menjustifikasi metode-metode yang mereka gunakan untuk mempertahankan kebenaran hadis. Kemudian disajikan pula perbandingan metode mereka dengan para sarjana muslim kontemporer. Studi hadis dalam buku ini, juga berseberangan dengan beberapa studi barat tentang topik yang menolak mentah-mentah metodemetode kritik hadis para sarjana Muslim. Menurut sarjana barat, studi hadis dalam Islam adalah suatu kenaifan dan tidak bisa dipercaya tanpa menelaah dan mengujinya secara intensif. Maka dalam buku

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

MEDIA INFORMAS


SI BUKU ini penulis mengkaji metode-metode yang diterapkan baik oleh para sarjana muslim maupun konsep-konsep barat terpenting yang ditujukan untuk menentukan kepercayaan hadis sebagai sumber sejarah. Tidak hanya itu, penulis juga dalam buku ini mengupas tuntas metode pengkodifikasian hadis. Dalam literatur hadis ditemukan adanya pembukuan hadis yang dilakukan belakangan setelah peristiwa hadis diriwayatkan. Hal ini menimbulkan kesenjangan antara literature hadis dan peristiwa hadis yang disampaikan sehingga menimbulkan pula berbagai pertanyaan agar dapat mengkaji kembali nilai historis dari hadis Nabi. Juga diungkapkan di dalam bukunya, bahwa terdapat kesalahan rawi hadis terdahulu dalam pengkodifikasian hadis yang berakibat melahirkan premis miring akan keorisinilan hadis. Karena ditakutkan bahwa matan hadis tidak mencerminkan kata-kata Nabi dan sahabat yang sesungguhnya. Atau hanya merupakan verbalisasidari masa sesudahnya yang kemudian dianggap sebagai sunah Nabi. Dan masih banyak lagi poin-poin menarik yang terkandung dalam buku ini.

sebuah hadis. Dan tentunya menambah wawasan kita dalam kajian-kajian kritik hadis kedepannya.

Peresensi

Fadhlurrahman Armi Rujukan http://fadhlibull.blogspot.com Amin, Kamaruddin. Menguji Kembali Keakuratan Metode Kritik Hadis. Jakarta: Hikmah, 2009.

Di lain sisi, buku ini secara tidak langsung memaksa para pembaca agar lebih dahulu telah memahami secara baik dan benar mushtalah-mushtalah hadisiah secara fundamental. Karena selain penggunaan kosa kata yang cukup rumit dalam penulisannya, buku ini juga sebenarnya mengandung diskusi berat tentang kajian kritik hadis yang menyita pikiran kita agar dapat memahaminya sesuai dengan yang diharapkan penulis. Akan tetapi, sangatlah naif rasanya jika kita tidak membaca buku yang berjudul “Menguji Kembali Keakuratan Metode Kritik Hadis� ini hanya karena adanya sedikit kekurangan, padahal manfaat yang didaptkanpun lebih banyak. Dengan mengkaji hadis melalui metode dan pendekatan yang benar, akan menghasilkan kesimpulan berupa asal-usul sumber informasi hadis. Karena asal-usul ini dianggap sebagai bukti atas keterpercayaan dan keautentisitas

SI PPI MAROKO

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

14


LIM TIPS DALAM MENGHADAPI BIROKRASI YANG MENYULITKAN *Oleh ArifFadhilah

Pembaca sayyidulayyam, pasti kita pernah dibuat jengkel oleh birokrasi, yang dikarenakan sistem perkantoran yang tidak fleksibel . ataupun pernah menjumpai petugas yang galak yang ngak bisa senyum ataupun juga kita dilempar tanggung jawab oleh petugas seperti bola pimpong yang dilempar sesuka hatinya ataupun formalitas yang berlebihan yang akhirnya berujung nihil. ringan supaya tidak terbawa tegang ketika ngurus administrasi , seperti nanyain kabarnya atau i maroko sendiri, birokrasi dalam hal adkeadaan cuaca atau dll terserah pembaca mau ministrasi juga sangat menjengkelkan nanyain apa asal jangan nanyain istrinya udah seakan-akan ingin ninju tembok sampai menikah apa belum. roboh, ( sangking jengkelnya). Hal ini yang dilema Dan perlu diperhatikan juga santun, oleh mahasiswa Indonesia, mau ngurus KTP yang persyaratannya yang ribet dan aturan yang plin-plan bagaimana sikap kita yang sopan dan pakaian atau mengurus beasiswa atau rukhsah yang ngak kun- yang rapi atau layak( karena kalau ngak rapi dikijung-kunjung keluar akibat pemberian harapan palsu rain gembel atau pengemis, bukan itu juga sih). (dibaca PHP) sama orang maroko. Keluar dari mu- Rumus 3S ini insya allah ampuh dan menjadi lut manisnya orang maroko mengatakan tunggu lima modal awal untuk melobi petugas administrasi menit, yang hasilnya sampai sejam , atau minggu apalagi dengan basa-basi ringan dengan pujian, karena orang maroko senang dipuji dan cepat depan menjadi bulan depan. Melihat sistem yang bikin kesal sepeti ini, penu- emosi melobinya pun dengan cara tarik ulur bulis mencoba untuk bagi tips atau trik supaya kan ditarik langsung.

D

urusan adminsitrasi kita langsung aja ke poinnya

berjalan lancar. Oke

Yang kedua, selalu siap selangkah lebih dulu, selalu antisipasi dan inisiatif atau dikatakan Yang pertama , praketekkan rumus 3 S ( sedia payung sebelum hujan misalnya sudah senyum, salam, santun). jadi kita harus memu- menyiapkan berkas yang diminta atau menyelelai dengan senyuman ketika mau mengurus ad- saikan pekerjaan yang kira-kira akan diminta. minstrasi kalau jumpa setiap orang, walaupun Lebih baiknya lagi menanyakan terlebih dahulu petugas tampangnya garang, barangkali dengan kepada orang yang sudah berpengalaman dalam senyuman kita bisa merubah aura wajah yang mengurus berkas ataupun mempunyai kenalan orang dalam supaya bisa prosesnya lebih cepat garang menjadi kelihatan ramah. Kemudian salam, terus mulai dengan basa-basi

15

Yang ketiga, melobi ke petugas penjaga

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

MEDIA INFORMAS


M-MA

supaya bisa langsung ketemu dengan penanggung jawab dokumen yang kita bawa dengan mengatakan bahwa kita membutuhkan hasil adminstrasi dengan waktu cepat atau lebih bagusnya ke bos langsung dengan menanyakan kebijakan yang terbaik , kalau gagal, bersedialah untuk menunggu sampai ada instruksi selanjutnya

Yang keempat, jika terjadi ketidaksepahaman dengan kebijakan penanggung jawab atau bosnya lebih baiknya coba cara dengan bertukar pikiran dan mencoba memposisikan pada lawan sehingga bisa mendapat pandangan baru. Yang kelima, jangan memberikan uang sebelum urusan selesai , kalau niat kasih aja semacam bingkisan setelah urusan selesai Begitu aja tips atau trik untuk menghadapi birokrasi yang menyulitkan ,mudah-mudahan bermanfaat . insya allah proses dalam administarsi menjadi mudah. REFERENSI : 1. http://chirpstory.com/li/17812 2. http://www.kaskus.co.id/thread/51799275 542acf4215000004/10-tips-brilian-menghadapi-bos-yang-menyulitkan 3. h t t p : / / k o l o m s o s i o l o g i . b l o g s p o t . com/2011/07/mengapa-birokrasi-menyebalkan.html

sumber GOOGLE

PENULIS : ARIFFADHILAH, mahasiswa s1 universitas mohammed v souissi

SI PPI MAROKO

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

16


KISA PENGALAMAN MENDAPAT BEASISWA MAROKO “Ya Allah, Aku titipkan kepadaMU kedua orangtuaku dan familiku yang berada di jauh sana. Jaga mereka. Cintai dan sayangi mereka. Jauhkan mereka dari segala marabahaya. Hanya kepadaMU Aku meminta dan menitipkan mereka semua.”

*Oleh Wardatun Hamra

M

emang tak pernah terlintas dalam benakku, untuk dapat berada di sini. Ya di Negri 1000 benteng ini. Mimpiku memang aku ingin menggali ilmu di luar negri. Bukan karena gengsi atau apalah. Namun ketahuilah, kebanyakan ilmu-ilmu islami itu berada di Luar Negri. Satu yang sudah menjadi impianku adalah Mesir. Entah mengapa aku amat sangat ingin menjadi salah satu pelajar indonesia yang berada di sana guna menggali ilmu bersama pelajar-pelajar indonesia lainnya. Aku tahu bukan hal yang mudah untukku bisa berada di sana. namun, karena tekad dan keinginanku segala daya dan upaya akan aku lalukan. Demi mendapatkan apa yang aku inginkan. Sebenarnya bukan hanya tekad dan keinginanku yang sangat mendukungku, namun keinginan dari kedua orangtuakulah yang lebih mendukungku. Dan lebih bahkan amat sangat mendorong dan memotivasiku untuk terus mengejar mimpiku itu. Aku selalu terngiang dengan syarat2 untuk bisa mendapatkan beasiswa di Mesir. Ya tepatnya di Universitas Al Azhar Kairo. Universitas tertua islam yang kedua. Sempat terbayang olehku bagaimana nikmatnya menggali ilmu di Mesir sana. Belajar di Negara orang. Namun, skenario hidupku yang Allah buatkan jauh lebih indah dari yang aku bayangkan.

17

Hafalan 2 juz. Bahasa arab lancar. Nahwu dan shorof. Insya’. Itu yang selalu terngiang. Bagaimana ini ? Aku bingung dengan bahasa arab yang harus Aku kuasai. Aku bingung bukan main. Mungkin jika yang menjadi syarat hanya hafalan al qur’an 2 juz, mungkin itu tidak akan terlalu membingungkanku. Bukannya Aku menyombongkan diri. Jjujur saja. Aku lulusan dari sebuah pondok pesantren di Jogjakarta. Tepatnya di daerah Kotagede. Pondokku berbasis Qur’an dan Kitab, bukan pondok bahasa. Sejujurnya nilai bahasa arabku tidak bagus. Karena memang Aku kurang menyukai pelajaran itu. Susah sekali untukku megucapkan bahasa arab yang baik dan benar. Sungguh menjadi beban bagiku ketika Aku mengingat syarat itu. Namun dengan berjalannya waktu, Allah memang berbaik kepadaku. Allah memang sangat baik dan paling baik hingga membuatku mampu untuk berbahasa arab. Walau hanya sedikit dan masih acak adut. But no problem. Kalau kata syair2 “Sedkit demi sedikit lama2 menjadi bukit..”. Aku jalani saja yang ada. Aku terus berlatih. Dan selalu berharap Allah berbaik hati kepadaku (lagi) dengan melancarkan bahasa arabku.

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

MEDIA INFORMAS


AH Singkat cerita, ketika Aku telah menyelesaikan studi tingkat SMA, kedua orang tuaku menyuruhku segera pulang. Karena memang sudah tidak ada kbm (kegiatan belajar mengajar) di sekolahku itu. Karena memang kami sudah dinyatakan lulus. Namun masih menunggu ijazah keluar. Pada tanggal 28 mei, Aku resmi menjadi alumni di pondok tercintaku. Tempat di mana selama 6 tahun Aku gali segala sesuatu yang ada di dalamnya. Dari Bu Nyai dan Pak Yai tercintaku, Aku mendaapatkan banyak sekali ilmu dan halhal baru, bahkan tak terhitung berapa banyak yang aku dapat di sini. Aku pulang memenuhi panggilan Abi dan Umiku. Sesampainya di rumah, Umiku mengajakku bicara empat mata. Awalnya Aku terkejut. Tumben sekali ini, ada apa ini ? Aku masih terus saja bingung. Ketika Kami sudah berada di kamarku, Umi ku mulai berkata “Nak, sudahkan bulat tekadmu untuk belajar di Negri orang di jauh sana Nak ?” dengan cepat dan tegas Aku menjawab “Atuh iya Umiku, ini mimpiku Mi. Mimpi sejak dahulu yang tak mau Aku sia-siakan jika ada kesempatan. Memangnya ada apa Umi?”. Aku mulai penasaran. Aku takut Umiku bahkan Abiku tak memberiku izin untuk mengikuti tes tersebut, karena akhir-akhir itu Aku sering sakit-sakitan. Mendengar jawaban seperti itu Umiku berkata “Siapkan baju untuk beberapa hari, alat tulis, perlengkapan sholat dan perlengkapan mandi. bawa quran dan kitab juga kamus-kamusmu, Nak. Segera. Umi tunggu sampai maghrib nanti.”. Ha ? Aku bingung sekali. Ada apa ini ? Dalam kebingunganku Aku bertanya-tanya “aku baru saja sampai di sini, mengapa aku sudah ingin di usir lagi dari sini?”. Bingung. Bingung. Dan bingung. Namun karena itu sudah suruhan dari Umiku. jadi serta merta Aku melaksanakannya. Aku tak mausedikitpun membuat kecewa Umiku. Aku tak mau surgaku merasa tak senang denganku. Apalagi kecewa. Aku amat sangat tak mau. Ketika masuk waktu maghrib, Umiku meminta supirku untuk memanaskan mobil. Aku mendengar-

SI PPI MAROKO

nya. Astaghfirullohal’adzim. Mau di buang kemana lagi ini Aku ? tanyaku dalam hati. Lalu Aku sholat maghrib seraya berdoa kepada Allah agar diberi yang terbaik. Setelah Aku sholat, Aku merasa ada yang memanggil namaku. Suaranya tak asing. Bahkan amat sangat nyaman ketika Aku mendengarnya. Itu suara Abiku. Ya suara Pangeran di rumahku. Lalu mendengar Abiku memanggil, Aku segera berlari untuk menemui Beliau. karena memang Aku belum bertemu dengan Beliau. Aku cium punggung tangannya, Aku peluk dan Aku bisikkan kepada beliau bahwa Aku merindukan Beliau. Rasanya itu hal yang indah sekali. Lalu Abiku bekata disela-sela kebahagiaanku itu “Dek, sudah siap ? ayo brgkt sekarang. Keburu malam, Abi takut macet”. Seketika Aku mengambil tas dan turun mengikuti Beliau menuju lantai satu. Tak lama Umi dan adik-adik kecilku pun ikut menyusul ke lantai satu. Abi keluar rumah diikuti oleh kami semua. Aku masih terus bertanya-tanya, “ini mau kemana ya ?”. Namun, Aku tak berani bertanya kepada Abi ataupun Umiku. Sudahlah ikuti saja, insyaAllah ini baik kok. Batinku. Setelah berada di mobil, Abiku baru menjelaskan ke mana arah tujuan kami malam ini. Namun sebelumnya Beliau mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. “Nak, selamat ulang tahun ya Nak. Semoga di umurmu yang semakin bertambah Allah senantiasa meridloi semua langkahmu Nak. Terus berusaha kejar citacitamu. Jangan malu dan jangan minder dengan yang lain. Tunjukan bahwa Wardah anak Abi juga bisa.” Aku terkaget-kaget, karena memang Aku lupa bahwa hari itu adalah hari ulang tahunku yang ke 18. Subhanallohh. Seketika Aku menagis, karena memang sudah lama sekali Aku tak mendengar ucapan seperti itu langsung dari mulut Abiku. Lalu abiku melanjutkan kata-katanya “Abi dan Umi tidak dapat memberi wardah apa di hari kelahiran wardah ini, tapi Abi dan Umi hanya ingin membawa wardah ke suatu tempat yang di sana Wardah akan menemukan banyak teman dan ilmu baru. Pastinya ini amat

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

18


sangat penting untuk Wardah dan untuk mewujudkan cita-cita Wardah ke Mesir sana.” Subhanalloh, ya Allah kejutan apalagi ini ? Aku tak menyangka sebelumnya. Ternyata Abi dan Umiku membawaku ke rumah adik kelas Umiku dulu di Darunnajah JakSel yang ternyata juga sudah menyelesaikan studinya di Universitas Al Azhar Kairo. Namanya kak Wirdah. Tak jauh beda bukan dengan namaku ? hanya beda huruf vokalnya saja. Sesampainya Kami di rumah Beliau, ternyata Beliau sedang belajar bersama anakanak dari PonPes Darunnajah yang ingin mengikuti tes masuk Universitas Al Azhar Kairo tahun ini. Ya Allah, ini adalah kado terindah dari Abi dan Umiku. Aku sungguh bahagia mendapatkan kado ini. Setelah selesai mengantarku, tak lama Abi dan Umiku pamit pulang karena sudah malam. Aku dpat satu pesan dari Abiku yang masih terngiang di benakku sampai saat ini “Nak, bukanlah yang terpintar yang pasti akan dapat namun yang mampu dan mau untuk berusaha itulah yang akan mendapatkannya. semangat Nak. Tak usah minder dan malu. Kau punya Allah, Qur’an dan kitabmu. Bahasa bisa dipelajari. Gunakan yang ada. Allah selalu bersamamu Nak.”. Aku langsung memeluk Beliau, karena kata-kata Beliau yang selalu menggugahku. Singkatnya, setelah 2 minggu aku berada di sana, akan diadakan ujian dari kak Wirdah. ingin sekali rasanya aku mengikuti ujian itu, namun sayang Allah berkehendak lain. Aku jatuh sakit sehari sebelum ujian iu dilaksanakan. Dengan berat hati aku tak mengikutinya. Namun tak apa, ini sudah rencana Allah. Dan tencana Allah amat sangatlah indah jika kita menjalaninya dengan baik dan sabar juga ikhlas. Beberapa hari sebelum tes masuk dilaksanakan, Aku mendapat kabar dari alumni Al Azhar, bahwasannya tes diundur karena ada beberapa hal. Yang awalnya tanggal 29 juni 2013 kini diundur sampai tanggal 15 juli 2013. Ya sudahlah, mau bagaimana lagi ? ikuti saja alur yang ada. Sesungguhnya Aku bersyukur dengan diundurnya waktu tes itu. Karena Aku bisa belajar lagi. Dalam jangka waktu yang lumayan

19

lama, Umiku mengajakku untuk belajar kepada Beliau. Ya untuk mengisi kekosongan itu. Akhirnya setiap pagi dan maghrib Aku menyetorkan hafalan qur’anku kepada Beliau. Aku mulai dari juz 1 lagi. Tak terasa Aku sudah sampai pada tanggal 9 juli 2013. Dua hari lagi Aku akan mengikuti tes masuk Universitas Al Azhar Kairo. Aku cek semua perlengkapan yang harus Aku bawa saat tes besok. Aku sampai lupa di mana Aku meletakkan kartu ujianku. Astaghfirullah. Di mana Aku meletakkannya. Oh alhamdulillah ternyata Aku baru ingat dan sadar bahwa kartu tersebut Aku titipkan kepada Umiku. Karena Aku orang yang teledor jadi lebih baik Umiku yang menyimpannya. Ketika jam 5 sore, sepulangku dari Bekasi. Aku mendapat sms dari alumni Al Azhar yang sekarang sedang berada di Jakarta. Isi pesannya sungguh membuatku terkagetkaget bahkan sampai Aku menangis dan entah apa yang Aku rasa. Rasanya saat itu, detik itu ketika Aku membaca pesan tersebut duniaku hitam. Kelam. Entah apa yang harus Aku ucapkan. Rasanya semua bayangan tentang Mesir berterbangan di atas kepalaku. Astgahfirulloh. Aku tersadar dari kebingunganku dan kekagetanku. Segara handphoneku aku berikan kepada abiku yang kebetulan saat itu sedang berada dalam satu mobil denganku. Abiku jauh lebih kaget dan langsung menelpon ke salah satu adik kelas Beliau yang berada di Depag. Abi segera menelpon dan meminta penjelasan. Apa kalian tahu apa isi pesan tersebut ? isinya adalah pemberitahuan tentang pembatalan seleksi masuk Universitas Al Azhar tahun ini, yang dikarenakan kondisi Mesir yang sedang labil dan sedang kacau. Ya Allah rasanya Aku mulai tak bisa menahan air mata ini. Namun Umiku terus menegarkanku. “Sudah Nak, Allah punya rencana lebih baik dari ini Nak.” Mendengar kata-kata Umiku , Aku berusaha tegar dan sabar.

Al Azhar. Piramid. Spinx. Kairo. Semua terbang begitu saja. Entah bagaimana dengan studi ku di jenjang selanjutnya. Entah. Namun Allah lagi-lagi

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

MEDIA INFORMAS


memberikan skenario yang indah kepadaku. aku mengikuti tes yang masuk Universitas di Indonesia. Sebut saja SBMPTN. Aku mengkuti tes itu di Jogja, dan Aku memlilih Universitas Islam di Jogjakarta. Yakni Universitas Islam Negri Sunan Kalijaga (UIN SUKA). Sebenarnya Aku itu hanya iseng saja mengikuti tes itu. Namun subhanalloh sekali Aku lolos dan Aku diterima di UIN SUKA melalui tes tersebut. Ya Aku dapat di jurusan yang memang diinginkan oleh Abi dan Umiku. Tafsir hadist. Sungguh luar biasa. Aku langsung seketika mengurus administrasi itu. Alhamdulillah setelah 2 hari Aku berada di UIN SUKA, Aku setengah resmi menjadi mahasiswi di sana. Aku sudah mendapatkan almamater dan KTM. Kartu tanda mahasiswa UIN SUKA. Ketika Aku berada di Jakarta (setelah mengurus UIN), sepupuku yang dulu mengenyam pendidikan di salah satu Universitas di Kairo (‘Ain Asy Syam) memberitahuku bahwa ada beasiswa ke Maroko. Awalnya Aku menolak karena memang Aku tak pernah ada bayangan untuk bisa mengenyam pendidikan di sana. Yang Aku ingin itu Mesir bukan Maroko. Namun, setelah mendengar Abiku berkata “Di manapun Nak tempatmu belajar, di manapun itu bukan jadi masalah. Yang jadi masalah itu ketika Kau tak mau belajar. Sudah, ikut saja seleksi itu. Lagipula ini sudah mepet Nak. Ini sudah tanggal 12 juli. Besok di tutup pendaftarannya. Kesempatan hanya datang sekali Nak.” Ya sudahlah. Aku ikuti saja apa yang Abiku katakan. Aku akan selalu mengikuti kata-kata Beliau, karena Aku yakin ini yang terbaik untukku dan tak ada orangtua yang ingin menyesatkan anaknya. Malam itu pukul 23.00 aku mengirim email kepada guruku di Jogja. Kebetuan Beliau memang belum tidur. Aku meminta Beliau untuk mengirimkan ijazah (SKHUN) dan raportku via email. Alhamdulillah pukul 01.00 wib, Aku sudah mendapatkannya. Malam itu juga aku menyelesaikan membuat CV (curiculum vitae)ku. Karena itu juga salah satu syaratnya. Dan tak lupa pula dengan hasil TOAFLku. Alhamdulillah Aku sudah memilikinya. Teringatku ketika aku mengikuti

SI PPI MAROKO

tes TOAFL di pusat bahasa UIN SYAHID Jakarta. Itu pengalaman yang tak terlupakan. Hanya bisa bersyukur dan berterimakasih kepada Allah. Hari itu, di pusat bahasa Aku mengikuti tes TOAFL. Pukul 13..00 wib Aku siap memasuki ruangan. Aku tunjukan kepada petugas yang menjaga di depan pintu ruangan itu. Setelah itu aku memposisikan diri di kursi bagianku. Kursi nomor 29. Sama seperti tanggal lahirku. Dengan optimis aku duduk dan memasukkan segala hal yang berada di tanganku ke dalam tas. Ku keluarkan bolpoin. Ketika soal dan lembar jawaban telah diberikan. Tiba-tiba mataku terasa berat untukku membukanya. Rasanya mata ini sungguh tak kuasa untuk melek. Akhirya tanpa aku sadari aku tertidur. Pulas sangat pulas sampaisampai aku bermimpi dalam tidurku. Mungkin sudah sekitar satu setengah jam Aku tertidur. Sungguh di luar dugaan. Aku tertinggal. Aku segera memaksa mataku agar ia terbuka lebar. Aku paksa dan akhirnya Aku berhasil mengajak mataku untuk berkompromi. Kaget bukan main. Aku sudah tertinggal jauh. Bagian pertama aku sama sekali tidak mendengar soal yang dibacakan. Akhirnya dengan terpaksa dan ragu-ragu Aku isi lembar jawabanku itu. Bismillaah. Allahummashalli ‘ala sayyidina Muhammmad wa ‘ala aalih. Setiap nomor yang Aku kerjakan Aku bacakan shalawat. Berharap ada keajaiban. Setelah waktu selesai dan proses penggarapan asalku juga selesai, Aku segera menuju masjid fathullah untuk mendirikan sholat ashar. Ya Allah berilah yang terbaik untukku. Seminggu kemudian hasil tes bisa di ambil. Subhanallah walhamdulillah. Terimakasih Allah. Terimakasih. Hasil TOAFL ku melebihi batas yang aku harapkan. Alhamdulillah. Aku segera bercerita kepada Abi dan Umiku. Abiku tak mau Aku mendapatkan skor yang segitu namun tak terbukti. Akhirnya Aku disuruh oleh Beliau untuk mengerjakan soal dari Beliau. Ya memang tampak mudah namun Allahu Akbar itu sulit. Bismillah semoga bisa Aku selesikan. Setelah 3 jam Aku kerjakan, jawaban Abiku hanya “no comment.” Hanya itu. Ya sudah. Aku tak banyak ambil pikiran. Aku terus kerjakan apa yang bisa Aku kerjakan setelah itu. Ini hanay

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

20


bagian kecil dari TOAFLku. Keesokan paginya Aku tertidur dan baru terbangun saat dzuhur. Aku langsung kebingungan karena Aku belum mengirim berkas-berkasku itu. Aku nyalakan laptopku, namun sayang pulsa di modemku habis. Aku berencana memakai modem milik Abiku, namun Aku tidak berani karena memang itu bukan hakku. Akhirnya Aku pergi ke rumah sepupuku itu dan minta di kirimkan via email Beliau. Alhamdulillah pada pukul 21.00 wib semua berkas sebagai sarat sudah terkirim. Awalnya Aku merasa pesimis akan lolosnya Aku pada seleksi ini. Karena apa ? karena kuota yang sangat minim. Ya hanya ada 15 CaMaBa (calon mahasiswa baru) untuk Kerajaan Maroko, yang hanya terdapat 10 orang untuk program S1. Namun semuaku pasrahkan kepada Allah. Pada tanggal 22 juli 2013, adalah pagi yang indah bagiku. Saat sahur itu adalah saat indah yang amat sangat dan sungguh indah bagiku. Abiku mengumpulkan semua orang yang berada di rumah. Aku awalnya tidak tahu kenapa Abi mengumpulkan semua yang berada di rumah. Semuanya. Tak terkecualai. Lalu Abi mulai percakapan pagi itu. “Allah itu memang Maha Adil. Jika kita berusaha pasti akan ada jalan. Tadi malam sebelum Abi tidur, Abi dapat kabar dari Depag. Alhamdulillah Mbak Wardah lulus seleksi masuk Universitas di Kerajaan Maroko. Alhamdulillah.� Hah ? Subhanalloh walhamdulillah, tak kuasa Aku membendung air mataku ini. Sertamerta Aku menangis seraya bersujud. Ya Aku lakukan sujud sukur di hadapan semua orang pagi itu. Entah rasanya Aku bahagia bukan kepalang. Subhanalloh. Terimakasih ya Allah. Terimakasih. Sungguh indah skenarioMU Tuhan, sungguh. Akhirnya cita-citaku untuk bisa melanjutkan studi ke Luar Negri tercapai. Alhamdulillah. Umiku sampai menagis terharu mendengar kabar itu. Aku. Adikku dan semuanya pun tak kuasa menahan bendungan air mata. Sungguh semua kerja kerasku terbayar dan tergantikan oleh kabar gembira ini. Tak mau Aku sia-siakan waktu, akhirnya Aku hari

21

itu juga mengurus semuanya. Mulai SKCK, surat keterangan sehat dan paspor. Mulai pagi itu Aku urus semuanya. Alhamdulillah pada 3 hari kemudian SKCK dan surat keterangan sehatku sudah jadi. Namun yang masih jadi masalah adalah pasporku yang masih belum jadi.padahal tanggal 30 juli semua harus sudah Aku serahkan ke Kemenag. Bismillah insyaAllah ada jalan. Tak lama kemudian pada tanggal 29 juli pasporku jadi. Horee. Alhamdulillah. Sekarang saatnya Aku mengisi formulir AMCI. Nah, Aku mulai bingung lagi. Di mana dan apa. Di mana kota yang harus Aku pilih ? Jurusan apa ? Sebenarnya cita-citaku itu menjadi akuntan, namun karena kedua orangtuaku tak mengizinkan dan tak merestui cita-citaku itu, akhirnya Aku memilih tafsir hadist. Tapi untuk masalah penjurusan ini, tidak Aku pilih sendiri. Aku bertanya kepada Abi dan Umiku. Dan jawaban Beliau adalah sastra arab atau dirosat. Nah akhirnya Aku memilih dirosat karena menurut abiku bagian sastra biar dipegang oleh Adikku besok. Ya sudah Aku pilih saja itu. Untuk kota mana yang Aku pilih, seingatku, Aku memilih Rabat, Kenitra dan Fes. 17 september 2013 temanku yang juga camaba Kerajaan Maroko menelponku. Ia memberi kabar tentang keberangkatan Kami ke Maroko. Sungguh seketika Aku menangis. Mengapa ? karena waktu yang sangat singkat dan persiapanku yang baru 75%. Ya Allah, banyak-banyak Aku istighfar semoga Aku dipermudah. Begitupula teman-temanku camaba Kerajaan Maroko. Tanggal 20 September Aku harus sudah meninggalkan Indonesiaku tercinta. Dan meninggalkan semua yang Aku sayang dan menyayangiku. Itu kabar pertama. Di saat genting seperti itu, Kakakku yang baru datang dari perantauannya, Mesir, berkata kepadaku “Dek, ambil semua hikmah dari ini Dek. Tanggal yang diajukan, persiapan yang kurang dan semuanya. Ambil saja hikmahnya. Jangan banyak mengeluh. Allah itu sayang sama Dedek. Ayo Dek, belajar mengambil hikmah di balik ini semua. InsyaAllah sukses Dek.�. kata-kata itu sungguh menenangkanku. Namun beberapa hari kemudian,

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

MEDIA INFORMAS


temanku itu kembali menelponku. Ia berkata keberangkatan di undur menjadi tanggal 22 september seperti awal yang kami ketahui. Senang bukan main Aku mendengar kabar itu. Namun sedikit kecewa karena Aku sudah cepat-cepat membereskan barangbarang yang harus ku bawa ke Maroko dan hasilnya amat sangat hancur. But it’s oke. Singkatnya pada hari Minggu, 22 september 2013, pukul 11.00 wib, Aku siap berangkat menuju Bandara Internasional SoekarnoHatta. Bismillah. Ini langkah pertama ku tinggalkan rumahku. Surgaku. Ku cium pintu ruang kerja Abiku di rumahku. Kebetulan rumahku berbentuk ka’bah. Dan kucium pintu ka’bah itu yang juga merupakan pintu ruang kerja Abiku. Ku baca doa keluar rumah. Aku pamitan kepada tetangga sebelah dan depan rumah. Ku cium punggung tangan Beliau semua. Seraya memintakan doa untukku juga studiku. Bismillaah. Aku meninggalkan rumahku. Di tengah jalan gang yang kecil, teman-teman santri Pondok Pesantren Ummul Qura baik putra maupun putri berdiri di depan gerbang masuk. Terharu dan sedih sekali ketika Aku mengingat itu. Satu persatu Aku salami mereka. Aku mintakan doa dan restu mereka. Sesampainya di depan gang, Aku memasuki mobil. Dan ini kali pertamanya Aku duduk di kursi samping sopir yang biasanya hanya Abiku yang menggunakan kursi itu. Naun hari itu, Abiku menyerahkan kursi itu untukku. Sungguh rasanya luar biasa istimewanya Aku. Itu hanya perasaanku. Aku biarkan air mataku mengalir deras di pipi ini. Tak ku seka sama sekali. Kembali teman-teman santri berlari ke depan gang dan mengucapkan “ma’annajah Ukhtii..”. Sungguh tak kuasa ku menahan air mata ini. Mobilku berjalan meninggalkan bibir gang rumahku. Selamat tinggal Pondok Cabeku, Ummul Quraku dan selamat tinggal temanteman santri Ummul Quraku. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, akhirnya aku sampai di Bandara Internasional SoekarnoHatta. Rasa sedih mulai merasuk kembali. Aku berjalan masuk untuk mencari temanku di terminal 2D. Sebelum Aku bertemu dengan temanku itu, Aku

SI PPI MAROKO

terkaget ketika memasuki terminal 2D. Suasana yang Aku temui adalah banjir peci dan kerudung. Awalnya Aku kira ini rombongan jama’ah haji. Namun ternyata Aku salah, ini adalah rombongan keluarga dan sanak saudara darisalah satu temanku yang juga akan melanjutkan studi ke Kerajaan Maroko. Dan ada di satu sudut yang membuatku kaget ternyata yang berada di pojok sudut itu adalah rombongan jamaah Abiku. Subhanalloh. Mereka datang untuk melepasku pergi. Ya Allah. Indahnya perpisahanku ini. SetelahKu salami semua yang Aku kenal, akhirnya Aku bertemu temanku itu. Ia memakai baju gamis hijau duduk di depan AW bersama keluarga dan teman-temannya. Aku yakin sekali itu Dia. Ternyata Aku tak salah. Akhirnya Kami berbincang. Tak sadar waktu sudah menunjukan pukul 14.00 wib. Saatnya Aku dan camaba lainnya berkumpul dengan Pak Bil Bachtiar. Kami berkumpul di depan mesin atm Danamon. Di sana Kami diberi petunjuk dan saling berkenalan. Walau akhirnya hanya temanku dan satu orang perempuan (karena kita hanya bertiga yang perempuan) yang Aku kenal. Tapi itu tidak masalah karena toh akhirnya Kamipun akan saling mengenal. Saat Kami kumpul bersama Pak Bil Bachtiar, Beliau juga menjelaskan sebenarnya ada 10 camaba untuk jenjang S1 tetapi sayangnya salah satu dari 10 orang dari Kami tidak jadi berangkat dikarenakan ada hal yang tidak dapat ia tinggalkan dan Kamipun kurang tahu untuk alasan itu. Setelah kumpul tak lama Kami mengumpulkan barang-barang yang akan dimasukkan ke bagasi. Setelah itu selesai, Kami sibuk dengan keluarga Kami masing-masing. Ketika jam menunjukkan pukul 16.00 wib Kami semua masuk ke dalam. Dan di saat terakhir itu Aku sempatkan memeluk Abi dan Umiku juga Adik dan Kakakku. Tak terlupakan Nenek terkuatku. Tersayang dan terhebatku. Setelah Aku berpamitan kepada semua yang ada di sana. Aku masuk membawa troli ku sendiri. Selamat tinggal semua. Selamat jalan. Ku tahan air mataku, karena Aku tak ingin Umiku melihat air mataku. Aku tak mau terlihat menangis di

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

22


hadapan Abi Umi dan semuanya. Aku ingin menjadi yang tertegar di depan Beliau. Sebelum Aku benarbenar pergi, Abiku memberikanku 2 lembar kertas yang isinya adalah tulisan Beliau untukku. Yang samapai saat ini sungguh menggugah dan selalu membangunkanku kala Aku mulai terjatuh. Aku masuk. Mereka tak terlihat lagi. Dan Aku menuju tempat penimbangan barang bagasi. Barang sudah masuk bagasi dan saatnya Aku dan temantemanku lainnya chek in. Satu persatu masuk. Dan Aku yang terakhir. Ketika Kami sampai di tempat pemeriksaan barang yang Kami bawa ke kabin, ada temanku yang beberapa barang bawaannya disita. Ada odol, pembersih wajah dll. Itu sungguh menggelitik dan menjengkelkan. Tapi tak apalah, itu tidak terlalu penting. Yang penting kitanya tidak disita. Setelah sampai di ruang tunggu, Kami melaksanakan sholat ashar. Ketika jam menunjukkan pukul 17.45 wib Kami masuk ke pesawat. Saat itu Kami menaiki pesawat Qatar, jadi nanti kami transit di Doha, Qatar. Pesawat take off pada pukul 18.00 wib. Dan selama 8 jam Kami berada di pesawat. Susah senang berada di pesawat. Yang paling tidak Kami sukai adalah makanan di pesawat. Mungkin karena lidah Kami bukan lidah seperti orang-orang barat jadi Kami rada kurang cocok dengan makanan yang ditawarkan oleh pramugarinya. Namun walau bagaimanapun Kami tetap memakannya. Kami mendarat pada pukul 22.00 waktu qatar. Kami turun dan menuju tempat transit. Saat itu Kami merasa lelah sekali. Akhirnya ketika Kami sudah sampai di gate 7, dan Kami segera memposisikan diri di kursi tempat tunggu, beberapa dari Kami segera tertidur termasuk Akulah yang amat sangat pulas. Tak lupa Kami melaksanakan sholat maghrib dan isya yang belum Kami kerjakan. Tidak Kami sangka, ternyata saat transit Kami bertemu dengan salah satu staff KBRI yaitu Bapak Arief dan kedua anaknya. Alhamdulillah setidaknya ada yang Kami kenal di pesawat nanti.

23

Pada pukul 01.45 waktu Qatar, pesawat yang akan

membawa Kami siap meluncur. Kami terbangun dan menuju pesawat. Sesampainya di pesawat Kami masih merasa lelah lalu Kami lanjutkan istirahat Kami yang tadi sempat terganggu. Lagi lagi pramugari datang dan menawarkan makanan kepada Kami. Kami pilih yang paling familiar di telinga Kami. Dan Kami santap makanan itu. Tak terasa sudah 6 jam Kami berada di pesawat dan sebentar lagi pesawat siap mendarat di Bandara Mohammad V, Casa, Maroko. Subhanallohh Kami melihat pemandangan Maroko dari atas pesawat. Kami kaget karena yang Kami lihat adalah hamparan tanah berwarna coklat. Sungguh kaget Kami. Tak pernah menyangka akan seperti itu. Tapi tak apalah. Itu bukan suatu masalah. Akhirnya pada pukul 09.00 waktu Maroko Kami sampai dan kaki Kami menginjakkan daratan Maroko untuk yang pertama kali. Alhamdulillaaah. Akhirnya kami sampai juga. Setelah turun dari pesawat Aku dan teman-teman mengantri untuk dicek. Di sana paspor yang di cek dan diberi tanda. Nah, di saat Aku mengantri bersama kedelapan temanku, datanglah seorang Bapak yang mengenakan baju berwarna biru muda. “Indonesia ?� Beliau bertanya seperti itu dan Kami menjawab “iya�. Di sana Aku tahu bahwa Beliau adalah salah satu staff di KBRI juga. Dan kami mengobrol sambil mengantri. Setelah Aku dan teman-teman selesai di cek, Kami menuju ke tempat pengambilan barang bagasi. Aku mencari-cari mana koperku. Dan akhirnya Aku menemukannya. Ketika semua sudah mendapatkan barang bagasinya masing-masing, Aku dan teman-temanku keluar dari bandara. Dan di depan ternyata sudah ada beberapa kakak kelasku yang sudah menunggu dan satu mobil jemputan. Awalnya Aku menyimpulkan bahwa casa itu layaknya Bekasi di indonesia. Jalanannya yang tak jauh beda. Namun memang ada perbedaan. Setelah itu Kami di bawa ke Hay Dauliy. Asrama yang akan menjadi tempat penginapan sementara Aku dan teman-teman. Setelah mendapatkan 3 kamar untuk aku dan teman-temanku, kami beberes

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

MEDIA INFORMAS


kamar. Setelah itu aku dan teman-teman berkumpul dengan kakak senior di taman Hay Dauliy. Perkenalan singkat. Aku dan teman-teman juga makan bersama kakak senior di taman itu. Makan nasi goreng merah dan telor. Nikmat rasanya. Karena selama di pesawat Aku dan teman-teman sama sekali tidak nafsu makan. Jadi ketika kita makan nasi itu, rasanya itu hal ternikmat. Makanan teryummi. Alhamdulillah ‘ala kulli hal wa ni’mah. Semua akan segera Aku mulai. Akan Aku mulai kegiatanku dari sini. Saat ini. Ormaba. Penyambutan di KBRI. Urusan ke AMCI. Dan semuanya. Maroko, aku siap menjadi salah satu bagian darimu. Semoga semua usahaku terbayar tiga tahun ke depan. InsyaAllah Aku selalu berada dalam naungan kasih sayang Allah selama Aku selalu mendekatkan diri kepada Allah. Ya Allah, izinkanAku dan teman-temanku ini menggali ilmu yang berada di Negri seribu Benteng ini. Ridloi setiap langkah Kami. Tegur Kami jika Kami mulai menyimpang ya Allah. Ya Allah, Aku titipkan kepadaMU kedua orangtuaku dan familiku yang berada di jauh sana. Jaga mereka. Cintai dan sayangi mereka. Jauhkan mereka dari segala marabahaya. Hanya kepadaMU Aku meminta dan menitipkan mereka semua. Ya Allah, terimakasih atas semua nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku. Ridloi langkah awalku dan teman-temanku di Negri Seribu Benteng ini ya Allah. Bismillaahirrohmaanirrohiim. VINI-VIDIVICI.

and Makhludi, you are the best. Keep in touch yaa walau jauuh.

Untuk Putriku: “WARDATUN HAMRA” “Waktu terus berjalan menapaki jalan kehidupan, Bagai air yang mengalir melintasi celah bebatuan. Siapa pun berjuang dengan penuh kesungguhan, Berhaklah ia akan penghargaan Tuhan”. “Andaipun layar tak dapat lagi berkibar, Perjalanan tak berarti dihentikan. Karena siapa tekun dan bersabar, Masa panen dapat dinanti”. “Rimbunnya pepohonan, Karena ia kokoh dalam pijakan. Sungguh setiap asa dan permohonan, Tergantung semangat yang engkau sediakan”. “Doamu adalah senjatamu, Sebagaimana dosa adalah benih deritamu. Bila engkau ingin seluruh makhluk mencintaimu, Jadikanlah akhlakul karimah sebagai pelitamu”. “Allah tahu segala perbuatanmu,

Robbii Laa Tadzarnii Fardan...

Bahkan semua yang ada dalam lintasanmu.

Say thank you verry much too all our senior. Wabil khushush ila akhiinal kiroom Alvian Iqbal Zahasfan, Fakih Abdul Aziz, Arief Fadhilah and ukhtinal jamiilah Durrotul Yatiimah. Dan tidak lupa kepada semua kakak PPI yang selalu membimbing Aku dan temanteman. Bighug untuk kalian semua. And for my best friends, Sarah, Ica, Rijal, Nafid, Narul, Muhib, Sajid

Maka pujilah Dia dalam sukamu,

SI PPI MAROKO

Dan periksalah diri dalamdukamu”. “Tetapkan hati untuk satu cita, Tak perlu tergesa dan meronta. Sertai karyamu dengan do’a dan pinta,

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

24


Insya Allah mimpimu kan jadi nyata”. “Ukuran tingginya suatu batang, Ditentukan dalamnya akar yang terhujam. Ukuran keberhasilan seseorang, Ditentukan sekuat apa hasrat yang terpendam”. “Namun jangan sekali-kali kau gantungkan harapan, Hanya kepada kekuatan dan kesungguhan. Karena sejatinya hidup setiap ciptaan, Ada di dalam genggaman Tuhan”. “Hiduplah dengan sederhana, Jauhi sikap megah dan berfoya-foya. Karena jauh diseberang sana, Sesungguhnya taman bahagia”. “Allah akan memeliharamu, Selama engkau tahu dan mampu menjaga dirimu. Namun bila engkau menganiaya dirimu, Seketika Dia kan menjauh darimu”. “Makanan dan minuman adalah bahan bakar bagi badanmu, Jangan campuri ia dengan yang bukan hakmu. Sesuap bahkan setetes yang masuk lambungmu, Cukup membuat tersendat ibadahmu”. “Rabbana Hab lana Min Azwajina Wadzurriyyatinaa Qurrata A’yunin Waj’alna Lil Muttaqiina Imaamaa” “Allahumma shalli wasallim ‘ala habibina wamaulana Muhammadin wa’ala aalihii washahbihi. Amiin.”

Perkenankanlah kiranya do’a dan pinta Kami, wahai Allah Tuhan semesta alam. (Pondok Cabe, Minggu, 22 September 2014. Abimu, Syarif Rahmat)

25

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

MEDIA INFORMAS


RIQOB

SENYUM DAN SEDEKAH

P

*Oleh Muharril Asyari

ada kali ini, kami ingin membahas sedikit pada rubric tausiah BuletinSayyidulAyyam PPI Maroko periode 2013/2014 tentang Senyum dan Sedekah. Dua perkara ini tidak asing lagi bagi kita. Dua tema tersebut berada dalam ruang lingkup akhlak dan social bermasyarakat. Senyum merupakan ekspresi wajah yang biasanya ditunjukkan seorang insane untuk mengungkapkan kegembiraanny abahkan untukberpura-pura bahagia. Senyum ditunjukkan denganmulut, dan bolehjuga dengan mata. Banyak sebab yang membuat orang tersenyum, karena ada lawakan atau tersenyum ketika sedang difoto. Namun, terkadang orang tersenyum untuk menutup perasaan yang memalukan. Senyum sering digunakan sebagai tanda percayadiri, tanda kebahagiaan, atau pun tanda persetujuan. DarwisTereLiye, si penulis “laskar pelangi” yang hebat mengatakan: “Senyum adalah jembatan yang menghubungka antara duamata. Kalimat yang santun dan baik adalah jembatan yang menghubungkan antara duatelinga. Perbuatan yang mulia adalah jembatan yang menghubungkan antara dua hati. Maka, jangan ragu-ragu membangun jembatan setiap hari. Bukan sekedar agar kita selalu terhubung dalam kebaikan, tapi yang lebih penting, agar kita tidak terisolasi dari kebahagiaan.

SI PPI MAROKO

Tentu bukan hanya desa atau kampong saja yang bisa terpencil, manusia jugabisa disebut ‘manusia terpencil’.Yang sayangnya bukan karena posisi geografisnya, tapi karena dia tidak mau membangunjembatan-jembatan penghubungtersebut.” Sementara makna sedekah secara general ialah mendermakan harta kepada orang lain. Akan tetapi, sedekah itu lebih luas dari sekedar zakat maupun infak. Karena sedekah tidak hanya berarti mengeluarkan atau mendermakan harta.Namun, sedekah mencakup segala amal atau perbuatan baik. Dari Abu Dzarr.a.berkata, bahwasanya sahabat-sahabat Rasulullah saw. Berkata kepad abeliau: “WahaiRasulullah saw., orang-orang kaya telah pergi membawa banyak pahala. Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, namun mereka dapat bersedekah dengan kelebihan hartanya.”Rasulullah saw. bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan untukmu sesuatu yang dapatdisedekahkan? Yaitu, setiap kali tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, menyuruh pada kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah, dan hubungan intim kalian (denganisteri) adalah sedekah.”Para sahabatbertanya, “Wahai Rasulullah, apakah salah eorang di antara kami melampiaskan syahwatnya dan dia mendapatkan pahala?” Rasulullah saw. menjawab, “Bagaimana pendapat

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

26


kalian jika ia melampiaskan syahwatnya pada yang haram, apakah iaberdosa? Demikian juga jika melampiaskannya pada yang halal, maka ia mendapatkan pahala.” (HR. Muslim) Hadits ini memberikan deskripsi luas mengenai makna sedekah. Karena digambarkan bahwa sedekah mencakup segenap sendi kehidupan manusia. Bukan hanya terbatas pada makna mendermakan harta fi sabilillah, memberikan nafkah untuk orang fakir atau memberi makan anak yatim. Namun lebih dari itu, bahwa sedekah mencakup segala a’malshalihah seperti tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil, amar ma’ruf nahi mungkar, bahkan berjima’ antara suami dan istri pun juga merupakan sedekah. Oleh karena itulah, Rasulullah saw. Secara tersirat meminta kepada para sahabatnya untuk pintar-pintar memanfaatkan segala aktivitas kehidupan agar senantiasa bernuansakan ibadah. Sehingga tidak perlu iri dan menyesali diri dengan orang-orang kaya yang bersedekah dengan hartanya. Karena makna sedekah tidak terbatas hanya pada sedekah dengan harta. Sementara korelasi antara senyum dan sedekah, SayyidinaRasulullah SAW bersabda, “Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya jugasedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat jugasedekah.”(HR Tirmizidan Abu Dzar). Dalam hadis lain disebutkan bahwa senyum itu ibadah, “Tersenyum ketika bertemu saudaramu adalah ibadah.” (HR Trimidzi, IbnuHibban, dan Baihaqi).

dekah, yang bermakna bahwa senyum tersebut merupakan sebuah kebaikan. Senyum memang hal kecil yang semua orang bisa melakukannya, tapi tidak semua dari mereka memaknai arti senyuman tersebut. Cukup dengan senyuman, orang akan merasa bahagia, lebih nyaman ketika bergaul dengansesama. Meskipun ringan, senyum merupakan amal kebaikan yang tidak boleh diremehkan. Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecilapa pun, sekalipun itu hanya bermuka manis saat berjumpa saudaramu.” (HR Muslim). Seseorang akan dengan mudah dikenali dan disenangi oleh orang lain dengan kemurahan senyum. Ia tersenyum danbersapa hangat ketika berjumpa dengan tetangganya, di saat itu pula si tetangga akan menilai positif terhadapnya, dan di hari-hari kemudian sebuah kerukunan pun terjalin. Jadi, jadilah insan yang murah senyum dan murah hati dengan sedekah ataupun cukup tersenyum yang bernilai sedekah bagi saudaranya. Saya sering mencermati kehidupan masyarakat di tanah air bahwa orang Indonesia itu mampu tersenyum walaupun tidak ada alasan yang membuatnya tersenyum. Tetaplah tersenyum dan jaga marwah bangsa Indonesia dengan murah senyum. WallahuA’lam..

MuharrilAshary bin Riduan. A Mahasiswa studi Islam di kota Fez.

Salah seorangsahabat, Abdullah bin Harits, pernah menuturkan tentang Rasulullah SAW, “Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyumd aripad aRasulullah SAW.” (HR Tirmidzi). Tigahadits di atas cukup untuk menerangkan kepada kita bahwa senyum mempunyai korelasi terhadap se-

27

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

MEDIA INFORMAS


PUISI

SI PPI MAROKO

KEMARAU Kemarau Sore itu di Casablanca yang hening Kupandangi pohon yang kering Debu2 menjadi bunga di ranting bunga2 jatuh menjadi puing Menggrutu murung menatap awan yg hingga kini tak turun hujan Ringkikan keledai di sebrang jalan Mengagetkan aku dalam lamunan Casablanca, 18 Oktober 2013 HANIF FATHKHURRAHMAN

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat


Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat

MEDIA INFORMAS


SI PPI MAROKO

Sayyidul Ayyam Oktober 2013 | Islami Aktual Bersahabat


Sayyidul ayyam II