Page 1

EDISI X // JUNI 2014

LOOK !

History :

Profil Oedjo Djoeriaman They Said :

Mahasiswa dalam Tempurung

EMISSIVITY CHEMICAL ENGINEERING NEWS AND RESOURCES

// fb : Emissivity Teknik Kimia fti its // twitter : @Emissivity_


EMISSIVITY edisi IX (FEB 2014) http://issuu.com/kumartaufik/docs/emissivity-ix SOSMED twitter : @Emissivity_ fb : Emissivity Teknik Kimia fti its blog : emstekkim.blogspot.com EMS X edisi digital : issuu.com/kumartaufik/docs/emissivity-x


editorial

transformasi regulasi minerba Sejak awal tahun 2014, adanya revisi UU Mineral dan Barang Tambang (Minerba) turut meramaikan dunia pertambangan Indonesia. Karena beberapa kerugian yang dialami pemerintah, maka diinisiasi regulasi yang menegaskan bahwa pemegang kontrak karya wajib melakukan pengolahan dan pemurnian hasil pertambangan di dalam negeri. Kebijakan ini secara teknis melarang pengeksporan hasil tambang mentah tanpa ada peningkatan kualitas. Bagaimana detail konsep perombakan UU Minerba ini? Benarkah Indonesia akan diuntungkan dengan adanya UU Minerba ini? Setelah seblumnya mengalami renovasi besar-besaran, pada pertengahan April lalu jurusan Teknik Kimia ITS meresmikan aula pertamanya yang diberi nama “Aula Oedjoe Djoeriaman�. Pemberian nama tersebut dalam rangka menghormati jasa-jasa Oedjoe Djoeriaman sebagai pendiri Teknik Kimia modern di ITS. Oedjoe Djoeriaman juga pernah menjabat sebagai rektor ITS pada masanya. Selain itu, guru besar yang tercatat sebagai ketua jurusan pertama Teknik Kimia ini juga turut merintis pencetusan laboratorium Perpindahan Panas dan Massa Sampai saat ini bahan bakar fosil masih menjadi sumber energi utama di dunia. Hal itu mengakibatkan naiknya kadar CO2 di atmosfir dan berdampak pada pemanasan global. Karena faktanya 73% dari seluruh produksi CO2 di dunia dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil. Maka dari itu penelitian untuk mengatasi efek rumah kaca menjadi fokus utama penelitian di berbagai penjuru dunia untuk mengatasi pemanasan global. Sebagai penutup, Emissivity mengucapkan terima kasih kepada para alumni Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) 2013 yang telah berkontribusi aktif dalam pembuatan majalah Emissivity pada edisi 10 ini, Salam Ohne grenzen!! Pimpinan Redaksi, Ulfatin Nadliroh

Kantor Emissivity Gedung O-105 Teknik Kimia FTI-ITS Telp : 085645159722 e-mail : emissivity.1314@gmail.com twitter : @Emissivity_ fb : Emissivity Teknik Kimia fti its blog : emstekkim.blogspot.com


ulf alf

fpu

rsn

oci

nfl

fau

kum

daru

sep sac

iml

hmd

irm

ims

Pimpinan Umum Alfi Nuristiandari Sekretaris & Bendahara Irma Ratnasari Pimpinan Redaksi Ulfatin Nadliroh Pimpinan Non Redaksi Hamida Noor M Staff Ahli Rasdiana Rahma, Emelia Tri Ambarwati Divisi Peliputan Fiky Prima, Naufal Fauzan, Yosita Dyah, Akhmad Fauzi Divisi Layout dan Design Kumar Taufik, Daru Satria, Eldira Nindri Wena Divisi Human Resource Saly Amalia Divisi Kewirausahaan Imsiana Candrawati Divisi Hubungan Luar Septian Prakoso

contri butors.

eld


contents

06

Focus 06 Mengenal lebih dalam UU Minerba 09 Menyoal Pemberlakuan Undang-Undang Minerba Events 11 Warna-Warni Chernival 2014 14 Membangkitkan Semangat Dakwah Lewat KIA 1435 People 17 Dua Bulan Jadi The Real Engineer 19 Profil Kahima : Widhio Setyo Nugroho 22 Mengenal Dekat Gede Wibawa

28

Chem-Today 24 Cerita Dibalik Peresmian Aula Oedjoe Djoeriaman 26 EMS Click : Mengenang Jejak Langkah Pelopor dan Pengabdi Implementasi “Modern Chemical Engineer” di ITS 28 History : Profil Oedjoe Djoeriaman

37

37 39

41

Community 31 Selayang Pandang SPE Chapter ITS

44 New’s 33 Cairan Ionik dapat Membentuk Resistensi Terhadap Antibiotik dalam Tubuh Bakteri 34 Bertaruh pada Teknologi untuk Atasi Krisis

46

They Said Mahasiswa dalam Tempurung Kuliah Malam Efektifkah? Lecture Pengukuran Tekanan Uap dari Sistem Etanol Iso-Oktana dan 1-Butanol Iso-Oktana dengan Menggunakan Ebulliometer Review Book : Road to Semen Indonesia Film : Sepatu Dahlan


focus

MENGENAL LEBIH DALAM UU MINERBA Mineral dan batubara merupakan sumber daya alam tak terbarukan yang mempunyai peranan penting dalam memenuhi hajat hidup orang banyak, serta memberi nilai tambah secara nyata bagi perekonomian nasional dalam usaha mencapai kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Untuk memanfaatkan kandungan mineral dan batubara diadakan kegiatan usaha pertambangan. Sebagai kegiatan usaha, industri pertambangan mineral dan batubara merupakan industri yang padat modal (high capital), padat resiko (high risk), dan padat teknologi (high technology). Selain itu, usaha pertambangan juga tergantung pada faktor alam yang akan mempengaruhi lokasi dimana cadangan 06 //emissivity


bahan galian. Dengan karakteristik kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara tersebut maka diperlukan kepastian berusaha dan kepastian hukum di dunia pertambangan mineral dan batubara. Pemerintah pun membuat peraturan UU (Undang-Undang) tentang pertambangan mineral dan batubara. Peraturan pemerintah tentang pertambangan mineral dan batubara pertama kali diatur dalam UU No. 11 Tahun 1967 tentang Ketentuanketentuan Pokok Pertambangan. Tetapi tahun 2009 UU No. 11 Tahun 1967 direvisi dan digantikan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba). Pergantian undang-undang dilakukan untuk mengembalikan fungsi dan kewenangan negara terhadap penguasaan sumber daya alam yang dimiliki, dan diharapkan dapat membawa perbaikan dalam pengelolaan sektor

ada beberapa kelemahan dalam UU Minerba yang perlu mendapatkan perhatian khusus pertambangan di tanah air. Dengan demikian amanat Pancasila dan UUD 1945 yang menyebutkan bahwa “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat�, benarbenar dapat diwujudkan. Perubahan mendasar pada UU Minerba terjadi pada perubahan sistem kontrak karya dan perjanjian menjadi sistem perijinan, sehingga Pemerintah tidak lagi berada dalam posisi yang sejajar dengan pelaku usaha dan menjadi pihak yang memberi ijin kepada pelaku usaha di industri pertambangan mineral dan batubara.

UU Minerba juga mengakomodasi kepentingan daerah, dengan memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk dapat menjalankan fungsi perencanaan, pembatasan luas wilayah dan jangka waktu izin usaha pertambangan. Namun demikian, meski telah memuat beberapa pasal perbaikan, UU Minerba dinilai belum mengatur secara lebih detail halhal yang berkaitan dengan kejelasan arah perencanaan, pengelolaan, kebijakan, dan strategi pertambangan nasional yang akan dituju. Dalam banyak aspek, UU Minerba masih memuat ketentuan yang bersifat sangat umum sehingga tidak bisa operasional, serta pengaturan pelaksanaannya banyak diserahkan kepada Pemerintah melalui peraturan pemerintah (PP) dan peraturan daerah (Perda). Sebagai contoh, dari 175 pasal yang terdapat dalam UU Minerba, setidaknya terdapat 22 pasal yang peraturan pelaksanaannya diserahkan kepada Pemeirntah (PP), dan 3 pasal oleh pemerintah daerah (Perda). Dengan kondisi UU seperti itu, maka bagaimana arah dan gambaran pengelolaan sektor pertambangan ke depan yang lebih pasti masih sangat bergantung pada situasi, kondisi, dan kepentingan pengambil kebijakan pada saat PP dan Perda tersebut dibuat. Selain UU Minerba belum mampu memberikan gambaran tentang arah dan strategi pertambangan nasional ke depan, juga ada beberapa kelemahan dalam UU Minerba yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Beberapa kelemahan itu antara lain, pertama, tidak adanya norma yang mengatur adanya kewajiban memasok kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO). UU Minerba tidak mengaturnya secara tegas dan eksplisit, sehingga terjadi kasus pembangkit listrik PLN tidak mendapatkan pasokan batu emissivity// 07


bara pada saat pertumbuhan produksi batu bara begitu besar. Kasus seperti ini sangat mungkin terulang kembali pada masa mendatang. Kedua, menyangkut tidak jelasnya besaran penerimaan negara dari pajak dan nonpajak dari sektor pengusahaan Minerba. Ketidakjelasan ini berpotensi menjadikan tidak optimalnya penerimaan negara dari pajak dan nonpajak Minerba, bahkan kalau tidak dilakukan kontrol yang ketat akan merugikan penerimaan negara. UU Minerba tidak mengatur secara tegas tentang hal ini dan menyerahkan pengaturannya kepada peraturan pelaksanaannya di bawah UU. Ketiga, diberikannya kewenangan pemberian IUP kepada pemerintah daerah tanpa disertai kesiapan kerangka acuan tentang strategi kebijakan pertambangan nasional yang jelas. Hal ini menyebabkan makin tidak terkontrolnya

08 //emissivity

pengelolaan dan eksploitasi pertambangan di daerah-daerah. Berdasarkan data, semenjak digulirkanya otonomi daerah, tidak kurang dari 3000 izin dan kuasa pertambangan telah diterbitkan oleh pemerintah daerah, tanpa kontrol dan pengawasan yang memadai. Keempat, UU Minerba juga tidak mampu 'mengintervensi' dan memperbaiki kontrakkontrak pertambangan yang telah ada selama ini. Hal ini bisa dilihat pada Pasal 169 (a) UU Minerba yang menyebutkan bahwa kontrak karya dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara yang telah ada sebelum berlakunya Undang-Undang ini tetap diberlakukan sampai jangka waktu berakhirnya kontrak/perjanjian. (uzi/ulf)


MENYOAL PEMBERLAKUAN UNDANGUNDANG MINERBA

Memasuki tahun awal 2014, dunia pertambangan Indonesia didengungkan dengan UU nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba (Mineral dan Barang Tambang) yang menegaskan bahwa pemegang kontrak karya wajib melakukan pengolahan dan pemurnian hasil pertambangan di dalam negeri. Kebijakan ini secara teknis melarang pengeksporan hasil tambang mentah tanpa ada peningkatan kualitas. Bila dianalogikan dengan lukisan, maka awalnya hanya ada secarik kain kanvas, kuas dan cat. Kemudian sang pelukis mengolahnya dengan menjadikan sebuah lukisan yang bernilai tinggi. emissivity// 09


Apabila dibandingkan, biaya yang dikeluarkan si penjual kain kanvas, kuas dan cat akan jauh lebih murah daripada lukisan tersebut. Sehingga untuk meraup keuntungan yang lebih besar, maka si penjual harus menjadikannya sebuah lukisan yang lebih berharga. Namun, di balik niat baik pemerintah dan peningkatan kualitas barang, perlu ditelisik kembali mengenai kebijakan pemberlakuan UU Minerba tersebut. UU Minerba adalah kebijakan yang tidak sembarang disusun. Tinjauan utama pemerintah adalah bagaimana mengoptimalkan hasil tambang negeri agar keuntungan semakin meningkat. Selama ini banyak hasil tambang negeri yang diekspor murah ke luar negeri tanpa adanya pengolahan lanjut terlebih dahulu. Sehingga nilai hasil tambang dijadikan modal bagi asing untuk diolah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi dengan kualitas yang tinggi. Pada akhirnya, produk-produk asing tersebut yang membanjiri pasar Indonesia. Mulai dari suku cadang kendaraan hingga busana. Hal tersebut secara tidak langsung merugikan indonesia yang tidak hanya menjadi sebagai sumber modal, namun juga menjadi 'robot' yang menguntungkan pihak asing. Peraturan Pemerintah ini sebenarnya direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 11 Januari 2014. Namun akibat berbagai protes dari perusahaan pertambangan di Indonesia, pelaksanaan UU ini mengalami kemoloran. Setelah empat tahun melalui perdebatan di legislatif, UU Minerba akhirnya mulai diberlakukan 12 Januari 2014. Meskipun demikian, negoisasi dengan perusahaan pertambangan masih tetap terjadi. Tercatat dari 253 perusahaan pertambangan yang melakukan bisnis di Indonesia, hanya 25 perusahaan yang telah menjalankan UU ini. Hal ini mengingat UU Minerba menuntut perusahaan untuk 10 //emissivity

membangun pabrik pengolahanan bahan mineral lebih lanjut. Berbagai ancaman PHK oleh perusahaan sering ditujukan pada pemerintah. Bahkan beberapa perusahaan pertambangan telah memberhentikan karyawannya. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) jumlah PHK massal mencapai 585.527 karyawan berbagai divisi di perusahaan pertambangan. Pemerintah sendiri telah merasakan dampak negatif pelaksanaan UU Minerba. Pada tahun 2014 ekspor tambang diperkirakan turun sekitar 4 miliar dollar AS. Adanya kerugian yang dialami pemerintah, memunculkan isu revisi UU Minerba. Namun Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik mengatakan bahwa UU Minerba sudah bulat. Daripada merevisi UU Minerba Pemerintah berusaha memberikan kelonggaran implementasi UU Minerba. Perusahaan pertambangan yang akan membangun smelter, akan mendapat pengurangan bea keluar. Sebenarnya UU Minerba memiliki dampak positif. Jika dicermati lebih dalam, tujuan dari kebijakan ini adalah untuk melahirkan masyarakat yang sejahtera di sisi ekonomi, dan memiliki nilai jual tambang yang tinggi di mata dunia. Pemberlakuan UU minerba diekspektasikan mampu meningkatkan nilai tambah dari proses produksi mineral dan batubara, sehingga meningkatkan pajak bagi negara, bahkan secara tidak langsung dapat menciptakan lapangan-lapangan kerja baru di daerah-daerah yang akan dibentuk smelter. Tidak hanya itu saja, pengolahan bahan minerba juga akan dapat memberikan ilmu tambahan kepada para pekerja Indonesia di bidang pertambangan. (hai/uzi/ulf)


Warna-Warni

events

2014 Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya kembali menggelar ICECC (Indonesia Chemical Engineering Car Competition), satu-satunya kompetisi inovasi pembuatan mobil yang berbahan bakar reaksi kimia di Indonesia. ICECC 2014 merupakan serangkaian acara CHERNIVAL (Chemical Engineering Festival), sebuah event besar mahasiswa Teknik Kimia FTI-ITS. Kompetisi yang terbentuk berdasarkan hasil kesepakatan antara Asosiasi Pendidikan Tinggi Teknik Kimia Indonesia (APTEKINDO) dan Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKKPII) ini telah mencapai gelaran ketiga tahun ini setelah dua kali berturut-turut sukses menjaring inovator-inovator teknologi melalui kompetisi tersebut. Diikuti oleh lebih dari 20 tim pendaftar yang berasal dari universitas nasional maupun internasional, ICECC 2014 memilih 12 finalis yang telah lolos seleksi administrasi dengan konsep mobil dan abstrak terbaik untuk mengikuti tahap final di Gedung Pusat Robotika ITS Surabaya pada 11-12 April 2014. Tahap final meliputi Poster Presentation dan Car Racing Performance. Pada Poster Presentation, finalis akan mempresentasikan konsep mobil mereka dihadapan dewan juri dari nasional dan internasional. Sedangkan pada Car Racing Performance, finalis akan mendemonstrasikan performa mobil karya mereka untuk menempuh suatu jarak tertentu dengan membawa beban dalam suatu lintasan. Kedua belas finalis ICECC 2014 berasal dari Universiti Teknologi Petronas Malaysia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Brawijaya, UPN Veteran Jawa Timur, Politeknik Negeri Bandung, Universitas Sebelas Maret dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

emissivity// 11


Pemenang lomba ICECC ini terbagi menjadi dua kategori yakni kategori Poster dan kategori mobil terbaik. Untuk kategori poster ITS menduduki juara pertama. Sedangkan untuk kategori mobil, dua kontingen ITS menduduki tempat kedua dan ketiga. Mereka adalah mobil Spektronik 8 dan Spektronik 7. Prof Dr Juwari ST M Eng mengatakan, Chem-E-car merupakan titik awal inovasi mahasiswa dalam bidang energi. "Sekarang inovasi sangat dibanggakan, karena kian hari jumlah energi semakin langka," ujar dosen ITS yang juga mengajar di Malaysia ini.

Tak ubahnya tahun lalu, tahun ini semangat siswa-siswi sekolah menengah atas pun ditantang pada acara NOPEC (National Chemical Engineering Olympiad) yang diadakan oleh Teknik Kimia FTI-ITS. Olimpiade ini diikuti oleh lebih dari 1000 tim yang tiap timnya terdiri dari 2 sampai 3 orang sehingga total pesertanya lebih dari 3000 dari berbagai kota dan daerah di Indonesia. Sebelumnya para peserta mengikuti tes online dan akan diambil 20 tim terbaik untuk melanjutkan ke babak selanjutnya yaitu babak semifinal yang berupa rally games. Pada babak rally games ini 20 tim terbaik memasuki beberapa laboratorium yang ada di Teknik Kimia FTIITS,antara lain Lab. Elektrokimia, Lab. Thermodinamika, Lab. Pegendalian Proses, Lab. Mikrobiologi, Lab. Pencampuran Fulida dan Proses, Lab. Kimia Fisika, dan Lab. Biomassa. Kemudian mereka mengerjakan soal yang diberikan di laboratorium tersebut. 12 //emissivity

Lab yang telah diisi dengan jumlah maksimal tim, tidak boleh diisi dengan tim yang ingin masuk ke dalam lab dan setiap tim tidak diperbolehkan kembali ke lab yang telah dimasuki sebelumnya. Untuk babak final diambil 5 tim terbaik. Dan tes yang harus dilalui untuk menuju ke babak final adalah melakukan praktikum dan kemudian mempresentasikan hasil yang didapat. Di pagi harinya tanggal 2 Maret 2014 kelima tim terbaik melakukan praktikum dan pada saat yang sama tim yang tidak lolos melakukan tour keliling Surabaya. Menjelajahi kota Surabaya memang hal yang menarik bagi para peserta NOPEC, oleh karena itu mereka sangat antusias. Walaupun mereka tidak masuk ke babak final tapi mereka tetap bersemangat dan senang bisa mengikuti NOPEC. Setelah itu pada malam


harinya diadakan Gala Dinner yang juga menghadirkan 5 tim terbaik untuk mempresentasikan hasil praktikum mereka. Beberapa penampilan di Gala Dinner juga diisi oleh mahasiswa Teknik Kimia FTI-ITS. Semua orang termasuk juri dan para peserta larut dalam acara Gala Dinner tersebut. 3 peserta terbaik pun diumumkan, juara 1, 2, dan 3. Juara 1 mendapat uang sebesar 5 juta rupiah beserta free pass masuk jurusan Teknik Kimia FTI-ITS melalui jalur undangan.

Career Day 2014 ini merupakan acara yang ditunggu-tunggu tidak hanya oleh mahasiswa Teknik Kimia FTI-ITS tetapi juga oleh semua mahasiswa jurusan lain baik di dalam maupun di luar ITS. Career Day 2014 adalah seminar dengan materi mengenai persiapan melamar kerja seperti Pembuatan CV (Curiculum Vitae) dan JIT (Job Interview Training). Acara ini dimulai pukul 13.00 WIB (registrasi) hingga selesai. Tema dari kegiatan ini adalah “Masa Depan Yang Berdedikasi� sehingga diharapkan acara Career Day 2014 dapat mencetak generasi-generasi yang berdedikasi untuk negeri ini. Tujuan dari acara Career Day 2014 ini adalah untuk memberikan wawasan kepada peserta mengenai persiapan dalam melamar kerja, dan pengalaman dalam dunia kerja terutama dalam industri serta memberikan motivasi kepada peserta agar dapat

berkontribusi untuk kemajuan bidang perindustrian Indonesia. Pembicara pada acara Career Day 2014 ini adalah Hamdani Bantasyam, Aziz Agasi, Guntoro, S.T., M.T. Gedung Pasca Sarjana ITS. Pembicarapembicara yang memang sangat ahli dalam bidangnya tersebut memberikan wawasan tentang bagaimana dunia kerja kepada para peserta seminar dengan sangat menarik. Para peserta seminar pun sangat antusias dalam mengikuti seminar tersebut dan tak sungkan untuk menanyakan hal yang belum mengerti dalam hal Job Interview maupun pembuatan CV. Selain itu para pembicara juga memberikan simulasi kepada para peserta seminar agar mereka memiliki gambaran saat melakukan wawancara. Closing dari Career Day ini sekaligus merupakan penutupan dari serangkaian acara Chernival 2014. (Prm/ulf) emissivity// 13


events

MEMBANGKITKAN SEMANGAT DAKWAH LEWAT KIA 1435 KIA (KINI In Action), merupakan serangkaian acara yang diadakan oleh KINI (Kajian Islam Nurul Ilmi), lembaga dakwah jurusan Teknik Kimia FTI-ITS. Acara ini diadakan bertujuan untuk memperingati milad KINI. Acara yang diadakan pada tanggal 13 Januari – 9 Maret 2014 ini terdiri dari 2 sub acara yaitu, Lomba desain dakwah, LKTA (Lomba Karya Tulis Al Quran), dan seminar akbar yang merupakan puncak acara.

polling saat acara seminar . 10 tim LKTA yang lolos juga akan diundang untuk menghadiri acara puncak yaitu seminar akbar”, ujar pria berkacamata tersebut. Tema dari lomba desain dakwah kali ini adalah “Wahai Pemuda Muslim, Tunjukkan aksimu walau kecil, pada Dunia! “. Selanjutnya, dari tema tersebut peserta dituntut kreatif dalam memvisualisasikan dakwah dalam bentuk gambar berupa poster, komik, ataupun foto.

Untuk LKTA peserta diharapkan mampu berfikir secara kritis untuk menyikapi problematika pemuda zaman sekarang dari sudut pandang secara Islami, sedangkan untuk desain dakwah peserta dituntut kreatif untuk memvisualisasikan dakwah dalam bentuk gambar,demikian dilansir dari Bramantyo Airlangga salah satu Staff Tablighul Islam di KINI. “Peserta LKTA akan diseleksi menjadi 10 tim saja dan nanti akan diundang ke ITS untuk presentasi di Aula BG Munaf. Untuk desain dakwah tidak ada seleksi hanya akan diadakan

Serangkaian acara ini ditutup dengan Seminar Akbar yang diadakan pada 9 Maret 2014 di perpustakaan ITS dengan mengundang para pembicara ternama antara lain ustadz Asep Fachri dan Marendra Darwis. Selain itu para peserta seminar juga mendapatkan seminar kit, coffe break, sertifikat serta sourvenir dari sponsor.

14 //emissivity

Dari hasi penjurian, diputuskan juara pertama LKTA adalah Nanda Najih dan Nourma Al Vian dari Universitas Padjajaran dengan judul karya


“Analisis Geofarma Kisah Ashabul Kahfi dan Aplikasiannya Sebagai Dasar Desain Rumah Terapi Anti-aging Menuju Indonesia Sehat 2025”, disusul dengan perwakilan dari Universitas Gajah Mada dan Universitas Airlangga sebagai juara kedua dan ketiga. Sementara untuk lomba desain dakwah juara kategori poster diraih oleh Didit Sepiyanto dari ITS dengan judul poster “Senyum Sedekah”, juara kedua diraih oleh Sano sempati dengan judul karya “Bersyukur”, juara ketiga diberikan kepada Zhandika Alfi Pratama dengan judul karya “Ayo Shodaqoh”. Dan pada kategori komik, juara pertama diberikan kepada Syafaatul Udzmah dari STIE SEBI dengan judul komik “Zakat Untuk Apa?”, juara kedua diraih oleh Hasanah Kushadi (UNDIP) dengan judul

“Pengemis Tengah Kota”, dan juara ketiga diberikan kepada Eka Arief Setyawan (SMK TANWIR SURABAYA) dengan judul “Buah Kejujuran”. Untuk kategori fotografi juara pertama diberikan oleh Erisa Nur Imama. Kegiatan yang dipersiapkan kurang lebih dua bulan ini bekerja sama dengan beberapa sponsor antara lain Wardah, Hidayatullah, Rabbani, dan K46 Peduli. “Semoga dengan adanya acara seperti ini bias lebih memotivasi pemuda agar lebih peka terhadap segala masalah yang ada, dan lebih memotivasi untuk berdakwah” pungkas Bram mengakhiri pembicaraan. (sn/alf)

emissivity// 15


keterangan : tanggal bagian terbawah untuk periode semester genap, bagian atasnya semester ganjil

Pembayaran SPP/UKT

1/07 - 29/08 2014 1/12 2014 - 30/01 2015

FRS dan Perwalian

25 - 29 / 08 2014 2 - 6 / 02 2015

Masa Perkuliahan & Evaluasi

8/09 2014 - 16/01 2015 9/02 - 12/06 2015

Batas Akhir Perubahan Mata Kuliah

Batas Akhir Pengajuan Cuti Kuliah

Wisuda 110 #1 110 #2 111

26 September 2014 27 Februari 2015

3 Oktober 2014 7 Maret 2015

13 - 14 09 2014 20 - 21 09 2014 14 - 15 03 2015

Batas Akhir Pembatalan Mata Kuliah

Pengisian IPD

Evaluasi Akhir Semester

12 Desember 2014 15 Mei 2015

1/12 2014 - 16/01 2015 11 - 29 05 2015

5 - 16 Januari 2015 1 - 12 Juni 2015

CALENDAR

16 //emissivity


people

... ini benar-benar kesempatan emasmu untuk untuk tahu lebih jauh tentang dunia kerja yang sesungguhnya”

Banyak bidang yang dapat ditekuni dalam ilmu

Di sana, Anita bersama partnernya, Edwin,

teknik kimia, salah satunya adalah oil and gas,

ditempatkan di Field Operation Division,

yang notabennya banyak diminati anak teknik.

Mahakam South Area, Senipah. “Awalnya

Untuk dapat mendalami ilmu yang diperoleh

perusahaan menempatkan saya di bagian

semasa kuliah, mahasiswa dapat melakukan

perusahaan yang tidak saya inginkan. Hal itu

kerja praktek di perusahaan sesuai bidang yang

terjadi akibat kesalahan saya dalam menuliskan

diminati.

modul pada proposal KP–nya. Untungnya saya

Pada edisi kali ini, Emissivity berkesempatan

memiliki kenalan di sana, yang membantu saya

menyalurkan sepenggal kisah salah satu

dalam penempatan kerja”, ujar mahasiswi yang

mahasiswa teknik kimia, pengalaman luar biasa

sekarang menempuh semester akhirnya.

yang dialaminya ketika kerja praktek di salah

Selama KP di TEPI, Anita dan Edwin hanya

satu perusahaan oil and gas berbasis

dibimbing di hari pertama KP. Hari-hari

internasional.

berikutnya, mereka diberi proyek untuk

Anita Rahmawati, atau akrab dipanggil anita ini

menyelesaikan permasalahan yang ada di

adalah salah satu mahasiswa yang kerja praktek

perusahaan. Anita sendiri mendapat proyek

di perusahaan minyak. Mahasiswi teknik kimia

mengenai alat Fired Heater. Dia harus meneliti

angkatan 2010 ini, kerja praktek (KP) di

apakah alat ini masih diperlukan atau tidak,

perusahaan TOTAL, tepatnya di TOTAL E&P

serta bagaimana solusi yang bisa ditawarkan

INDONESIE (TEPI), Balikpapan, Kalimantan

olehnya untuk kebaikan perusahaan. Jadi,

Timur, periode 1 Juli hingga 31 Agustus 2013

semua mahasiswa yang kerja praktek di TOTAL

lalu.

dianggap sebagai the real engineer oleh

TEPI sendiri merupakan produsen gas terbesar

perusahaan tersebut.

di Indonesia sejak tahun 2000 dan saat ini

Selama dua bulan KP, Anita merasa mendapat

berkontribusi sebesar 82% dari keseluruhan

banyak pelajaran. “Jangan malu bertanya

pasokan Kilang LNG Bontang.

tentang apa pun yang belum kita ngerti selama KP. KP ini benar-benar kesempatan emasmu emissivity// 17


untuk untuk tahu lebih jauh tentang dunia kerja

air pada minyak menguap, selanjutnya masuk

yang sesungguhnya�, ujar mahasiswi asal

ke separator untuk dipisahkan lagi sesuai

Balikpapan ini.

kebutuhan. Dia juga mengambil data-data

Di sana, anita dimentori oleh Bapak Johanes

mengonsultasikan apa yang sudah dan yang

Anton Witono, seorang alumni teknik kimia UI.

perlu dilakukan kepada mentornya, mentor-

Dia diberi waktu seminggu untuk mempelajari

mentor lainnya, engineer di departemennya,

materi-materi yang berhubungan dengan

maupun engineer-engineer di departemen lain.

untuk keperluan simulasi proyeknya sambil

proyek yang diberikan kepadanya. Menurutnya, mata kuliah yang paling berhubungan dengan

Setelah menyelesaikan proyeknya, Anita harus

KP-nya adalah Azas Teknik Kimia, Operasi Teknik

mempresentasikan hasilnya di lapangan dan di

Kimia, dan Thermodinamika. Selain itu,

kantor yang dihadiri oleh petinggi-petinggi

menguasai software Hysys juga penting, karena

TEPI, yang sebelumnya sudah dipresentasikan di

hampir semua pekerjaannya menggunakan

depan mentor dan engineer-engineer

software tersebut.

departemennya. Hasil yang didapatkan dari proyeknya, bahwa alat Fired Heater tersebut

Setelah mempelajari materi-materi yang super

sebaiknya di - preserve, jadi Fired Heater hanya

banyak dan all texts in English, Anita diajak

dioperasikan saat alat - alat utama dalam

berkunjung ke alat - alat yang berhubungan

keadaan shut down yang direncanakan. Dengan

dengan proyeknya untuk mengetahui keadaan

begitu, dapat lebih menghemat energi dan

alat Fired Heater sesungguhnya. Fired Heater

yang pasti akan menghemat biaya produksi.

merupakan alat pemanas minyak yang masih kental untuk dicampur dengan condensate agar

“Seru banget KP di TEPI. Bener-bener dapet ilmu yang banyak. Pokoknya dari awal itu harus jelas state yang kamu mau di proposal KP -mu, pelajari juga organisasi perusahaannya, nggak hanya alurnya aja, siap Hysys di laptop, pelajari Bahasa Inggris juga, jangan takut, jangan malu tanya�, kesan pesan mahasiswi yang ingin bekerja di Chevron atau perusahaan engeri lainnya ini. (zir/iml)

18 //emissivity


people Pengalaman adalah guru terbaik menurut peribahasa, selama menjalani kehidupan di kampus ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) pasti banyak pengalaman yang didapat. Widhio Setyo Nugroho yang juga seorang ketua himpunan mahasiswa Teknik Kimia (Himatekk) periode 2013-2014 ini mempunyai segudang pengalaman saat menjadi ketua himpunan. Bukan perjuangan yang mudah untuk menjalani kehidupan sebagai ketua organisasi, pasti banyak pengorbanan yang harus dilakukan. Berawal dari keinginan untuk membenahi yang ada di Himatekk yang dipandang perlu pembenahan sehingga Himatekk dapat menjadi lebih baik seperti sekarang ini. Selama menjadi Kahima, Tyo sapaan akrabnya, mendapat banyak rintangan dan kesusahan dari permasalahan dalam organiasasi sampai dengan kehidupan pribadi sudah menjadi kesehariannya. Namun, yang ada dalam benak Tyo saat ia menjadi Kahima adalah

Profil kahima :

WIDHIO SETYO NUGROHO

memberikan kontribusi terbaiknya untuk Himatekk, memfokuskan dirinya pada satu hal tanpa meminta reward dalam setiap kontribusinya, Tyo melakukan kontribusinya tulus untuk melakukan pengabdian. Selama ini, kesusahan yang pernah dialami oleh Tyo adalah mengatur waktu. Menjadi seorang Kahima tentu harus mampu membagi waktu untuk organisasi serta akademis. Ada suatu waktu dia meminta porsi pengerjaan yang lebih besar untuk menyeimbangkan dalam pembagian tugas dengan teman teman kelompoknya, serta mengalami kesulitan dalam waktu belajarnya. Dari semua itu, pada akhirnya yang dilakukan Tyo untuk mengatasinya yaitu belajar pada saat jam kosong dan belajar semaksimal mungkin saat di kelas. Itu semua hanya segelintir pengorbanan yang dilakukannya. Tentu dengan segudang pengalaman yang didapat saat menjadi Kahima bukan berarti saat tahun ke empat tidak ada rencana emissivity// 19


kedepannya. Tidak hanya berhenti menjadi Kahima, apabila ada amanah dari BEM ITS untuk menjadi menteri disalah satu kementerian saat tahun ke empat dan sesuai dengan visi yang diharapkan, maka Tyo bersedia mengemban amanah ini. Tidak hanya soal organisasi, untuk urusan akademis Tyo ingin lulus dengan IP minimal 3.25. Ada pandangan bahwa

laboratorium yang akan dituju adalah laboratorium LTD karena menginginkan ilmu yang dapat diterapkan ke masyarakat seperti teknologi biogas. Tidak hanya berhenti disitu saja, Tyo juga menginginkan bekerja di salah satu BUMN seperti semen atau Pertamina serta mempunyai kontribusi untuk bangsa dan negara. (rk/irs)

Emissivity mengucapkan...

Selamat atas terpilihnya

20 //emissivity


“Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, jika hari ini sama seperti hari kemarin kita adalah golongan orang yang rugi, dan jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin kita termasuk golongan yang celaka�


Profil dosen :

MENGENAL DEKAT GEDE WIBAWA

“Pelajari apa yang kamu sukai dan perdalam apa yang kamu inginkan�

Gede Wibawa lahir di Buleleng pada tanggal 22 Januari 1963. Dia menghabiskan masa kecil miliknya di daerah Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. Pria ini memulai pendidikan sekolah dasar di SDN 1 Seririt, kemudian melanjutkan pendidikannya di SMP TP 45 namun harus berhenti karena pindah ke SMPN 1 Seririt. Dia sempat pindah ke Banyuwangi dan menamatkan pendidikan SMA di SMA Katolik Banyuwangi. Saat ini Gede Wibawa masuk dalam jajaran guru besar di Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITS dan menjabat sebagai kepala laboratorium termodinamika di ITS. Gede Wibawa menyelesaikan pendidikan S1 di jurusan Tekniki Kimia FTI ITS (1981). Namun sebelum mengenyam bangku kuliah di ITS, dia pernah di terima di Fakultas Kedokteran Udayana. Hidup pada era orde baru Gede Wibawa sempat merasakan dinginnya masa perkuliahan. Normalisasi kampus mengharuskan seluruh kegiatan organisasi di ITS dibekukan, sehingga dia tidak sempat masuk organisasi kampus. Selain kuliah, Gede Wibawa menghabiskan waktunya untuk memberi bimbingan belajar

22 //emissivity

pada anak-anak SMP hingga SMA. Karena kebiasaan mendidik anak-anak inilah yang mengantarkan Gede Wibawa memilih melanjutkan karirnya sebagai dosen. Meskipun sempat bekerja di pabrik yang terletak di Surabaya, Gede Wibawa memutuskan berhenti dan melamar menjadi dosen di ITS tahun 1981. Kebutuhan pengajar di kampus yang masih tinggi membolehkan Gede Wibawa yang masih bergelar sarjana S1 untuk mendaftar. Ketika diterima di ITS, Gede Wibawa mendapatkan kesempatan untuk memperoleh beasiswa melanjutkan pendidikan di Jepang. Berkat program beasiswa kerjasama Indonesia dan Jepang dia akhirnya melanjutkan pendidikan S2 miliknya di Tokyo Institute of Technology (ITT) tahun 1992-1995. Satu tahun pertama hanya dihabiskan untuk research study untuk belajar bahasa Jepang dan kebudayaan Jepang. Barulah pada tahun berikutnya dia memulai pendidikan S2. Saat di ITT pria bertubuh tinggi dan besar ini selalu mendapat tugas meneliti di bidang termodimika. Hal inilah yang membuatnya mulai tertarik bidang


termodinamika. Cakupan termodinamikan dianggap luas dan memiliki aplikasi besar pada bidang minyak dan gas. Ketertarikan dia pada termodinamika, membuatnya ingin membawa ilmu termodinamika yang diperolehnya ke jurusan Tekniki Kimia, FTI, ITS yang masih belum terdapat mata kuliah termodinamika. Tahun 2000 pria yang saat ini berusia 51 tahun kembali mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya hingga S3 di Hiroshima University, Jepang. Sekali lagi di S3 dia lebih menghabiskan waktunya untuk meneliti polimer termodinamika.

Gede Wibawa telah mempublikasikan beberapa paper di bidang termodinamika baik di Jurnal Internasional (Fluid Fhase Equilib., Elsevier, J. Chemical Engineer Data, ACS, App. Polym. Sci., Willey) dan di Jurnal Nasional. Disamping kesibukan mengajar dan meneliti, salah satu guru besar Teknik Kimia FTI ITS ini juga bekerja sebagai Penasihat Presiden Direktur dari PT. Media Karya Sentosa, salah satu perusahaan gas dan minyak Nasional. Selama menjalani karirnya Gede Wibawa sempat ditunjuk sebagai pemimpin proyel. Berikut rekam jejak profesional Gede Wibawa sejak tahun 2004 adalah:

people

(fau)

Post Doctoral Reseacher in Dept, of Chemical Eng. Graduate School of Engineering, Hiroshima University, Hiroshima-Japan. Feasibility study, basic design, engeneering, construction and operation of 40 MMSCFD LPG extraction plant gresik project (PT. Media Karya Sentosa). Team leader topside process design of floating natural gas (FLNG), ITS-Daewoo Shipyard and Marime Engineering (DSME), Korea Joint Research. 2009-2010

2004-2005 2006-2008 Conceptual design fo compression 2007-2008 booster station for PLN Muara Tawar dan Muara Karang.

2008-2012 Team leader for cost effective CO2 removal for floating LNG design, cooperation between ITS and DSME, Korea.

2010-2012

Feasibility study, basic design, engeneering, construction and operation and engineering leader for 100 MMSCFD cryogenic LPG extraction plant project (PT. Media Karya Sentosa).

2011-2012 Team leader for development of controlled freeze out area heat exchanger design (behavior of CO2 frost in methane-CO2 mixture), cooperation between ITS dan DSME, Korea, 2011. emissivity// 23


Chem-today

CERITA DIBALIK PERESMIAAN

24 //emissivity


Pada Jumat (11/4) lalu, Teknik Kimia meresmikan aula pertama yang diberi nama Aula Oedjoe Djoeriaman. Tidak tanggungtanggung, peresmian aula tersebut dihadiri oleh Ketua Umum IKA Teknik Kimia ITS, Ir. Gatot Kustyadji, MM., Direktur Utama PT. Semen Indonesia, Dr. Ir. Dwi Soetjipto, MM., dan Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA serta Kepala Jurusan Teknik Kimia ITS, Prof. Dr. Ir. Tri Widjadja, M.Eng. Selain itu, peresmian Aula dilakukan secara simbolik oleh Ibu Oedjoe Djoeriaman. Oedjoe Djoeriaman sendiri adalah nama dari Kepala Jurusan pertama Teknik Kimia FTI-ITS, yang dulunya pernah menjadi Rektor ITS. Tujuan dari pembangunan aula tersebut untuk memberikan manfaat bagi semua stake holder Teknik Kimia dalam melaksanakan kegiatan. “Beliau itu Kepala Jurusan pertama Teknik Kimia FTI-ITS dan sempat juga menjadi rektor. Jadi menurut saya, nama Oedjo Djoeriaman digunakan sebagai bentuk penghormatan terhadap kerja keras dan prestasi beliau, serta harapannya aula tersebut dapat digunakan sebaik mungkin,” papar Widyastuti, salah satu Dosen Teknik Kimia. Widyastuti yang juga menjadi anak wali dari Oedjoe Djoeriaman semasa menjadi mahasiswa menuturkan bahwa

Oedjoe Djoeriaman adalah seorang yang sangat menghargai mahasiswanya, sehingga banyak mahasiswa memiliki rasa respect terhadap kepemimpinan dan cara mengajar beliau. Peresmiaan aula pertama tersebut diawali dengan kata sambutan dari Prof. Dr. Ir. Tri Widjadja, M.Eng. “Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam pembangunan gedung aula ini. Semoga nantinya dapat digunakan untuk kegiatan perkuliahan terbuka misalnya dan kegiatan lain yang bermanfaat.” Begitu kata Kepala Jurusan Teknik Kimia ITS. Beliau juga menambahkan bahwa gedung aula ini diberi nama “Oedjoe Djoeriaman” karena jasa-jasa bapak Oedjoe Djoeriaman sebagai pendiri Teknik Kimia modern di ITS. “Memang cocok sekali kalau aula ini diberi nama Oedjoe Djoeriaman mengingat besarnya jasa dan pengorbanan beliau khususnya untuk Teknik Kimia ITS. Saya juga masih ingat bagaimana beliau membantu beberapa pihak hingga bisa sukses seperti sekarang, “ begitu ucap Tri Widjaja seraya memberi sambutan. Acara dilanjutkan dengan penandatangan sebuah prasasti Peresmian Aula oleh Bapak Ir. Gatot Kustyadji, MM., Dr. Ir. Dwi Soetjipto, MM., dan Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA. Setelah itu, peresmiaan secara simbolik pun dilakukan oleh Ibu Oedjoe Djoeriaman dengan acara pemotongan pita sebelum dilanjutkan dengan ramah tamah dan penutupan. (va/irs/ulf)

emissivity// 25


Mengenang Jejak Langkah Pelopor dan Pengabdi Implementasi “Modern Chemical Engineering” di ITS Alm Bpk Prof H. Oedjoe Djoeriaman, MSc., PhD

EMS CLICK


EMS CLICK


HISTORY

OEDJOE DJOERIAMAN, PELOPOR IMPLEMENTASI TEKNIK KIMIA MODERN DI ITS Nama Oedjoe Djoeriaman semakin akrab di telinga civitas akademika Teknik Kimia ITS sejak diresmikannya aula yang diberi nama “Odjoe Djoeriaman” beberapa waktu lalu. Tokoh yang memiliki nama lengkap Prof. H. Oedjoe Djoeriaman, M.Sc., Ph.D ini merupakan salah satu orang yang berjasa besar untuk kemajuan jurusan Teknik Kimia ITS. Pada Tahun 1990 dirinya diangkat menjadi rektor ITS selama dua periode, yaitu tahun 1990-1993 dan tahun 1993-1996. Sebelum diangkat menjadi rektor, guru besar ini juga merupakan dekan pertama Teknik Kimia. Selama berada di bawah kepemimpinannya, berkat keberanian dan ketegasannya, jurusan Teknik Kimia yang Nama : Prof. H. Oedjoe Djoeriaman, M.Sc., Ph.D Tempat/ Tanggal Lahir : Tasikmalaya, 5 Agustus 1933 RIWAYAT PENDIDIKAN : Sekolah Rakyat (SR) (1945), SMP I (1950), SMA II-B (1953), PERGURUAN TINGGI Pertama di Universitas Indonesia, Bandung (ITB) (1954) dan dilanjutkan di University of New South Wales, Australia (1956-1960), PASCA SARJANA di University of New South Wales, Australia (1961), DOKTOR di University of New South Wales, Australia (1964) RIWAYAT PEKERJAAN : Masa kerja: 1 Maret 1965 – 10 Maret 2001 (meninggal di usia 67 th)? Dekan Teknik Kimia : 1 Oktober 1965-10 Nov 1983? Pembantu Rektor I ITS: 19 Agust 1968 – 25 Sept 1983? Rektor ITS: 27 Des 1986 – 27 Des 1995 (2 periode) 28 //emissivity

dulunya merupakan Fakultas Teknik Kimia mengalami berbagai perubahan yang patut untuk dicatat dalam rekam jejak jurusan ini. Perubahan Fakultas Teknik Kimia menjadi jurusan Teknik Kimia dilakukan pada tahun 1983. Sebelumnya, dosen kelahiran Tasikmalaya ini juga berhasil melaksanakan ujian sarjana pertama kali pada 1 Februari 1969 dengan sukses. Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan wisuda dengan tiga wisudawan pertama Teknik Kimia ITS. Sejalan dengan pengembangan SDM dan Fisik maka kurikulum juga berubah.


Perubahan dari Sistem Unit ke Sistem Kredit

memerlukan bimbingan tersebut. Guru besar

Semester juga dilakukan di Jurusan Teknik Kimia

lulusan University of New South Wales Australia

semenjak Fakultas ini dikembangkan dengan

ini menghadap Sang Khalik pada pada tahun

dana ADB. Pada awalnya kurikulum dibuat 160

2001. Sepeninggal Prof. Oedjoe (Alm), kepala

SKS dibagi dalam 10 semester lalu tahun 1990

laboratorium dijabat oleh Ir. Kusnarjo, MT. Dan

berubah menjadi 152 SKS dalam 9 semester dan

pada tahun 2005, jabatan kepala laboratorium

yang terakhir kurikulum untuk Tingkat Sarjana

digantikan oleh Prof. Ali Altway.

ditetapkan menjadi 144 SKS terbagi dalam 8 Walaupun telah wafat pada tahun 2001

semester.

lalu, Prof. Dr. Ir Mohammad Nuh DEA selaku Dekan yang pernah keliling dunia

rektor ITS pada tahun 2006 memberikan

melalui Singapura – Amsterdam – New York –

piagam Anugerah Sewaka Winayaroha kepada

Austin/Texas – Los Angeles – Hongkong –

lima guru besar ITS yang salah satu diantaranya

Shenzhen/China ini juga sangat concern dalam

adalah Prof. Oedjoe Djoeriaman. Piagam ini

pengabdian ITS untuk pengembangan usaha

diberikan berkat jasa beliau dalam memajukan

kecil berbasis teknologi melalui inkubator bisnis

dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi,

ITS yang berada di Jalan Cokroaminoto. Bahkan

secara khusus di lingkungan ITS. Prof. Oedjoe

pada Januari 1994, dirinya memimpin tim studi

juga dikenal sebagai pelopor dan pengabdi

banding pembinaan UKM Provinsi Jatim yang

implementasi “Modern Chemical Engineering” di

terdiri dari para pejabat Pemprov Jatim, Kadin

ITS.

Jatim dan beberapa universitas yaitu ITS – Unibraw – Unmer.

Disamping sederet jasa dan prestasi kerja yang telah ditorehkan, profesor yang berhasil

Disamping menjabat sebagai ketua

mendapatkan gelar S1-nya dengan predikat

jurusan Teknik Kimia, profesor yang pernah

Honours Class II (cumlaude) ini juga memiliki

menempuh pendidikan di ITB ini juga tercatat

kepribadian unik yang memberikan kesan

sebagai salah satu penggagas pendirian

tersendiri bagi siapapun yang pernah

laboratorium Perpindahan Panas dan Massa.

mengenalnya. Menurut penuturan salah satu

Laboratorium ini didirikan pada awal tahun

dosen yang dulu pernah di bimbingnya, Prof.

2000 dengan dibantu oleh beberapa dosen

Oedjoe merupakan sosok yang ramah dan

yang berkompeten di bidang perpindahan

berkomitmen tinggi. Semasa dirinya menjadi

panas dan massa. Namun sayangnya, Prof.

dosen, tidak jarang pula para mahasiswa

Oedjoe tidak dapat terus mendampingi

diundang ke rumahnya pada hari libur untuk

perkembangan laboratorium baru yang masih

sekedar perwalian. (ulf/hz)

emissivity// 29


“The Law is hard, but it is the Law.� ? Cassandra Clare

30 //emissivity


COMMUNITY

SELAYANG PANDANG SPE CHAPTER ITS Saat ini, perusahaan minyak dan gas menjadi salah satu perusahaan yang menjadi incaran utama bagi para job seeker. Hal ini tidak dapat dipungkiri karena perusahaan yang menggeluti sumber daya energi ini terkenal dengan pekerjaan yang memberikan gaji yang cukup tinggi. Tentu saja ini menjadi salah satu pertimbangan seorang pelajar dalam memilih jurusannya pada masa kuliahnya. Tentunya, dalam sebuah perusahaan minyak dan gas tidak hanya jurusan teknik perminyakan saja yang dibutuhkan. Jurusan lain seperti teknik mesin, teknik fisika, teknik kimia ataupun teknik geofisika juga dibutuhkan untuk mendukung pengolahan sumber daya tersebut. Untuk mendukung kebutuhan ini, di Institut Teknologi Sepuluh Nopember terdapat organisasi mahasiswa yang menaungi minat mahasiswa di bidang perminyakan. Organisasi ini adalah Society of Petroleum Engineering Student Chapter Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau yang biasa disebut dengan SPE SC ITS. SPE SC ITS sendiri telah berdiri di ITS sejak dua tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2012. Pada kepengurusan 2013-2014 ini, SPE SC ITS dipimpin oleh Kenan Sihombing selaku President of SPE SC ITS. Pada kepengurusan yang kedua ini SPE SC ITS memiliki 4 divisi antara lain, External Affair, Event, Organization, dan Research and Development. Beberapa kegiatan unggulan SPE tahun ini adalah Science Course (SC), Integrated Petroleum Exploration and Exploitation (IPEE), dan Petroleum Integrated Day (Petrolida) 2014. Science Course (SC) merupakan kegiatan kuliah

emissivity// 31


umum mengenai petroleum setiap bulannya yang diisi oleh dosen atau mahasiswa yang telah melakukan kerja praktek di perusahaan minyak dan gas. Bentuk SC sendiri bisa berupa diskusi terbuka. Sejauh ini, SC sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Kegiatan SC ini terbuka untuk para member SPE yang jumlahnya saat ini sebanyak 300 orang. Sementara IPEE adalah salah satu kegiatan SPE SC ITS yang berkolaborasi dengan Society of Exploration Geophysicists Student Chapter ITS atau yang biasa disebut SEG SC ITS. IPEE merupakan sebuah pelatihan mengenai eksplorasi dan eksploitasi. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 30 November dan 1 Desember 2013 lalu untuk materi eksplorasi. Materi diisi oleh PT. Pertamina pada hari pertama dan dari Exxon Mobile dan Medco Energy pada hari kedua. Untuk materi eksploitasi dan produksi diadakan pada tanggal 13-15 Desember 2013 dan pengisinya dari PT. Kangean Energy pada hari pertama dan PT. Pertamina EP pada hari kedua dan ketiga. Selanjutnya, ada Petrolida 2014 yang sekaligus sebagai big event dari SPE SC ITS. Pada Petrolida 32 //emissivity

ini ada 4 kegiatan utama yaitu Workshop, Career Talk, Petrosmart Competition dan Study Case and Conference Competiton. Workshop ini bertema “Optimizing Conventional and Unconventional Energy for Fulfill National energy Demand� dan mendatangkan pembicara dari PT. Pertamina. Sedangkan Career Talk merupakan seminar mengenai perusahaan minyak dan gas. Pengisi acara pada Career Talk dari PT. Kangean Energy, PT. Conoco Phillips, dan PT. Exxon Mobile Cepu. Untuk Petrosmart Competition merupakan kompetisi mengenai dunia petroleum yang dikemas secara menarik dengan rally games dan cerdas cermat. Sedangkan Study Case and Conference merupakan kompetisi yang membahas isu-isu nasional di bidang energi dan peserta dituntut untuk memberikan solusi yang tepat. Kompetisi ini diikuti oleh 75 orang yang berasal dari universitasuniversitas yang tergabung dalam SPE SC Indonesia dan satu orang dari UITM Malaysia. Di penghujung kepengurusannya, SPE SC ITS masih rutin menggelar kegiatankegiatan internalisasi seperti futsal bareng, member's day, dan masih banyak lagi. (nat/alf)


NEW’S

Cairan Ionik dapat Membentuk Resistensi Terhadap Antibiotik dalam Tubuh Bakteri Helen Tunnicliffe dikutip dari http://www.tcetoday.com/

Dalam sebuah penelitian, para insinyur di China menemukan bahwa cairan ionik dapat membantu bakteri dalam mentransfer sebuah gen yang kebal terhadap antibiotik. Tim di Universitas Tianjin, yang dipimpin oleh Mao Daqing, mencatat beberapa studi terbaru yang menunjukkan bahwa logam, deterjen, pestisida dan nanomaterial dapat memfasilitasi transfer gen yang kebal terhadap antibiotik tersebut di antara bakteri, dan menyelidiki apakah cairan ionik memiliki efek yang sama. Cairan ionik adalah cairan yang tidak menguap dan umumnya tidak beracun.Cairan ionik secara luas disebut-sebut sebagai pengganti pelarut organik yang telah diketahui mudah menguap dan berbahaya. Dengan alasan ini, penggunaan cairan ionic semakin meningkat dalam proses industri. Mao dan tim mengumpulkan sampel lingkungan air dari beberapa tempat di Tianjin dan menginkubasi sampel dengan cairan ionic 1-butil-3-methylimidazolium

hexafluorophosphate ([BMIm] [PF6]) selama 14 hari pada suhu 28 ° C. Setelah masa pertumbuhan bakteri selesai, para peneliti mengekstrak DNA dari bakteri dan menganalisis dengan menggunakan reaksi berantai polimerase. Mereka menemukan bahwa jumlah gen yang terbentuk sangat melimpah, lima ratus kali lebih banyak dalam sampel bakteri yang telah diinkubasi bersama [BMIm] [PF6] dibandingkan pada bakteri yang telah diinkubasi tanpa [BMIm] [PF6]. Gen ini dapat memberikan kekebalan terhadap antibiotik sulfonamide. Percobaan lanjutan memperlihatkan bahwa frekuensi transfer gen antara dua spesies bakteri adalah 88 kali lipat lebih besar dengan adanya cairan ionik. Para peneliti percaya bahwa [BMIm] [PF6] mengubah struktur dinding sel bakteri sehingga mempermudah sejumlah gen menyisip dalam integron (bagian dari materi genetik yang bertanggungjawab untuk transfer gen) yang akan menghasilkan resistensi terhadap antibiotik. Pengujian dengan pewarna fluorescent menunjukkan bahwa permeabilitas

emissivity// 33


membrane meningkat sebesar 230% dengan adanya cairan ionik. "Tidak seperti antibiotik, cairan ionic tidak mengalami degradasi sehingga menjaga tekanan selektif yang akan terus-menerus digunakan untuk transfer horizontal resistensi antibiotik," kata para peneliti. Temuan ini menunjukkan bahwa cairan ionik yang diusulkan untuk digunakan dalam proses industri, harus membutuhkan penanganan yang lebih serius dan hati-hati dengan mempertimbangkan risiko buruk terhadap ekologi dan lingkungan sebelum cairan ionik dibuang ke lingkungan. (yan/iml)

BERTARUH PADA TEKNOLOGI UNTUK ATASI KRISIS Bersama flu babi, perubahan iklim adalah suatu kondisi global yang kian ramai dibicarakan penduduk dunia. Di saat pengurangan emisi karbon ramai didengungkan, industri-industri seperti oil and gas dan pembangkit tenaga listrik dengan bahan bakar fosil, hampir mustahil ditekan karena ketergantungan masyarakat terhadap produk-produknya. Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya bertaruh pada suatu gagasan bahwa teknologi dapat membuat industri batubara yang ‘kotor’ menjadi lebih bersih.

pembakaran batubara bagi pembangkit listrik menghasilkan 80 persen emisi yang dihasilkan dari seluruh pembangkit listrik AS. Penghasil energi terbarukan seperti angin dan panas (gabungan keduanya mengasilkan kurang dari 2 persen produksi listrik AS) tidak akan berkembang cukup cepat untuk menggantikan batubara.

Sekitar setengah dari konsumsi energi di AS dihasilkan dari batubara dan proses

CO2 dapat diinjeksikan secara langsung dalam formasi geologi seperti reservoir minyak dan

CCS bekerja dengan menangkap karbon dioksida dari pembangkit energi dan penghasil lainnya sebagai gas yang harus relatif murni, sebelum gas tersebut dapat disimpan. Setelah bertahun-tahun, usaha Amerika Serikat Penangkapan ini bukanlah suatu teknologi baru karena CO2 sudah secara rutin dipisahkan dan mengembangkan teknologi bagi pembangkit diambil sebagai produk sampungan dari proses energi berbahan bakar karbon untuk industri. CO2 yang telah diambil harus disimpan mendorong emisi CO2 ke dalam tanah, bukannya melepas emisi tersebut begitu saja ke (dalam bentuk kompres) dan dipindahkan ke tempat penyimpanan. atmosfer, mengalami jalan buntu.

34 //emissivity


gas, dalam pori-pori batuan atau dalam celah yang disebabkan oleh ekstraksi minyak dan natural gas. Tingkat keamanan dari pelucutan bergantung pada karakteristik tempa dan manajemen. Dalam Laporan Khusus Intergovernmental Panel of Climate Change (IPCC) mengenai CCS disimpulkan bahwa fraksi yang dihasilkan dari pemilihan dan manajemen reservoir geologi yang baik sangat mungkin bertambah sebanyak 99% pada 100 tahun dan mungkin bertambah sebanyak 99% pada 1000 tahun. Namun, ada juga yang mengkritik pemerintah AS karena terlalu bergantung pada CCS dan batubara daripada menginvestasikan lebih banyak pada energi terbarukan dan efisiensi energi. Menurut Daniel Kessler, juru bicara Greenpeace CCS hanyalah suatu taktik yang digunakan sebagai janji pada rakyat AS untuk tetap membakar batubara selama-lamanya. Menurutnya, setiap dolar yang dihabiskan untuk CCS dapat diinvestasikan lebih bijaksana pada energi terbarukan. Ia juga menambahkan bahwa teknologi CCS tidak akan siap cukup cepar untuk mengatasi kegentingan krisis perubahan iklim. Integritas terhadap lingkungan juga menjadi perhatian European Commission of Environment. Sebagian terhadap masalah memastikan bahwa CO2 yang ditangkap dan disimpan tetap terisolasi dari atmosfer untuk waktu yang lama dan sebagian lagi dalam memastikan bahwa pengambilan, pengiriman, dan penyimpanan emisi ini tidak menyebabkan masalah kesehatan atau ekosistem. Walaupun komponen-komponen CCS seluruhnya diketahui dan dan disebarkan dalam skala komersial, sistem terintegrasinya masih baru, dan rambu-rambu yang jelas harus dikembangkan.

Masalah lainnya adalah biaya untuk menangkap dan menyimpan. Menangkat gas CO2 pada khususnya adalah variabel yang mahal. Flue gas dari batu bara atau pembangkit energi berbahan bakar fosil mengandung konsentrasi CO2 yang relatif rendah (10-12% untuk batu bara dan 3-6% untuk minyak) dan energi yang diperlukan untuk mengangkap gas pada konsentrasi serendah itu membutuhkan penalti berupa efisiensi dan biaya tambahan. Meskipun masih banyak pro dan kontra mengenai rencana ini, beberapa negara sudah mulai dengan penelitiannya masing-masing. Di Cina, proyek serupa dengan nama GreenGen diharapkan untuk selesai sebelum FutureGen. Australia memiliki proyek dengan nama ZeroGen dan beberapa negara Eropa sedang bekerja pada teknologi serupa. Beberapa kalangan menganggap situasi ini sebagai perlombaan. Negara pertama yang dapat membuktikan CCS dapat berfungsi dapat mengekspor teknologi di negara lain. Namun baik Gallagher maupun Forbes setuju bahwa dengan perubahan iklim ini, dunia ada pada posisi perlu bekerja bersama-sama.

Teknologi CCS diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi perubahan iklim emissivity// 35


“The energy of the mind is the essence of life.� Aristotle

36 //emissivity


THEY SAID

MAHASISWA DALAM TEMPURUNG Oleh: Alfi Nuristiandari dan Ulfatin Nadliroh

Beragam kesibukan tersebut seolah membuat mereka terkurung di kandang sendiri. Dan berbagai kesibukan itu juga lah yang mereka jadikan alasan untuk tidak open mind dari beragam kesempatan mengembangkan diri di luar kampus

Seperti kita ketahui bersama, jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tak pernah absen bertengger di jajaran peringkat atas passing grade kategori jurusan teknik Perguruan Tinggi Negeri. Maka tidak mengherankan jika setiap Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), peminat jurusan Teknik Kimia ITS selalu membeludak. Dan tentu saja, siswa-siswi SMA yang berhasil diterima di jurusan Teknik Kimia ITS tersebut sudah mampu mengumpulkan skor SNMPTN yang memenuhi kriteria ketat yang telah ditetapkan. Sehingga bisa disimpulkan bahwa mahasiswa Teknik Kimia ITS tersebut memiliki kemampuan akademik dan intelligence di atas rata-rata.

Namun, di balik keunggulan dalam hal akademik tersebut ada fenomena yang ironis di kalangan mahasiswa Teknik Kimia ITS. Rata-rata mahasiswa Teknik Kimia ITS tersebut bisa dibilang hanya 'jago kandang'. Bagi mereka yang sudah memilih untuk aktif di Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (Himatekk) akan terus saja berkutat dengan program-program yang mereka agendakan. Sedangkan beberapa yang lain selalu sibuk dengan tugas, praktikum, dan kegiatan membuat laporan resmi (lapres). Sampai-sampai mereka seakan tidak punya waktu untuk mengembangkan diri di luar kampus, seperti mengikuti konferensi atau berbagai kompetisi.

emissivity// 37


Sebenarnya, jika ditelisik lagi kondisi ini tidak hanya terjadi di jurusan Teknik Kimia ITS saja, namun rata-rata mahasiswa jurusanjurusan lain di ITS juga mengalami hal serupa. Memang baik memutuskan untuk mengabdi dan berkontribusi kepada jurusan. Tetapi seorang mahasiswa juga perlu tahu mengenai isu-isu global yang tengah terjadi. Apalagi satu tahun lagi kita akan menghadapi pemberlakuan ASEAN Economic Community (AEC) 2015 yang menuntut semua elemen profesi untuk memiliki daya saing tinggi. Bagaimana jadinya jika kita hanya sibuk di dalam hingga tidak tahu bahwa mahasiswa lain di luar sana sudah selangkah lebih maju dengan berbagai persiapannya untuk bersaing di era global. Apabila dianalisa, kebanyakan mahasiswa tersebut memiliki pemikiran bahwa mereka sudah terlalu lelah melakukan sederet aktivitas mengurus organisasi, praktikum, mengerjakan lapres, kuis, dan lain sebagainya. Beragam kesibukan tersebut seolah membuat mereka terkurung di kandang sendiri. Dan berbagai kesibukan itu juga lah yang mereka jadikan alasan untuk tidak open mind dari beragam kesempatan mengembangkan diri di luar kampus. Mereka tidak sadar bahwa di luar sana banyak mahasiswa yang notabene akan menjadi saingan kita di masa mendatang sudah sangat siap dengan bermacam skill-nya. Terlalu naif jika seorang mahasiswa hanya puas dan merasa hebat dengan jabatan tingginya di organisasi kampus, atau dengan pencapaian IPK-nya yang tak pernah lepas dari kategori cumlaude. Ketika mengikuti mengikuti event nasional ataupun internasional, sangat jarang saya bertemu dengan mahasiswa Teknik Kimia ITS dan mahasiswa ITS pada umumnya. Padahal, banyak juga mahasiswa Teknik Kimia dari universitas lain yang aktif dalam event nasional dan internasional. Mereka juga memiliki

38 //emissivity

kesibukan yang sama dengan kita, entah praktikum maupun membuat lapres. Namun kenapa mahasiswa Teknik Kimia ITS tidak mampu berkembang dan berprestasi seperti mereka? Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa Teknik Kimia ITS sangat minim informasi dan motivasi tentang dunia luar dalam hal berbagai event seperti exchange, interwave, konferensi nasional dan internasional, volunteer camp dan lain-lain. Dengan mengikuti event-event tersebut, kita akan mendapat pengalaman, teman baru, meningkatkan kemampuan public speaking, melatih cara bergaul pada kondisi yang begitu plural, memperluas networking, meningkatkan jiwa leadership, dan secara tidak langsung kita dilatih untuk mempu mengatur waktu. Tak jarang pula kemampuan kita dalam membuat essay juga diuji sebab untuk apply menjadi peserta dalam event tersebut harus melalui seleksi essay dan berkas. Memang manfaat-manfaat tersebut tidak terukur secara kualitatif, namun semua softskill itulah yang dapat menjadi nilai plus kita dibanding mahasiswa lain. Jika hanya kuliah, praktikum dan organisasi kampus saja, pasti banyak mahasiswa lain yang melakukan itu. Maka dari itu, agar ada nilai plus dalam diri kita selain intelligence dan tanpa mengesampingkan tugas kita sebagai calon engineer, alangkah baiknya jika kita lebih open mind terhadap dunia luar dan tidak terkurung dengan rutinitas yang monoton. (alf/ulf)


THEY SAID

KULIAH MALAM EFEKTIFKAH? Oleh: Ulfatin Nadliroh (diringkas dari kumpulan opini pada agenda Jaring Opini Emissivity 2014) Opini terbaik pada Jaring Opini Emissivity 2014 diraih oleh Hermawan Fandi Nuari (K51)

Selama semester genap 2013/2014 ini, jurusan Teknik Kimia menerapkan kuliah malam. Jadwal kuliah malam ini dimulai dari pukul 18.00 sampai pukul 20.00. Namun tak jarang ada juga beberapa dosen yang sengaja memberikan kuliah malam sampai pukul 21.00 sebagai pengganti jam kuliah yang ditinggalkan.

emissivity// 39


Kebijakan terkait pemberlakuan jam kuliah malam di jurusan Teknik Kimia ini cukup menjadi perbincangan di kalangan mahasiswa. Hal ini karena dibanding jurusan lain, Teknik Kimia termasuk salah satu jurusan yang jarang menggunakan budaya kuliah malam. Sehingga ketika ada kebijakan kuliah malam, banyak mahasiswa yang menyayangkan keputusan tersebut. Dari sekian banyak mahasiswa Teknik Kimia, tentu ada yang setuju dan tidak setuju dengan adanya kuliah malam ini. Mereka yang setuju dengan kuliah malam biasanya merupakan mahasiswa yang lebih suka beristirahat siang dan kembali beraktivitas di malam hari. Sedangkan bagi mereka yang berada di golongan kontra pasti akan merasa sangat tidak nyaman dengan adanya kuliah malam ini. Beberapa dari mereka menyebutkan bahwa kuliah siang lebih efektif karena otak masih segar dan memang siang adalah waktu untuk beraktivitas sehingga kegiatan perkuliahan akan lebih terasa efektif daripada malam hari.

40 //emissivity

Ada juga opini dari mahasiswa yang pro terhadap kuliah malam bahwa kuliah setelah pukul 18.00 lebih efektif karena otak lebih kreatif dalam berpikir dibandingkan kuliah di siang hari. Pendapat ini juga dikaitkan dengan sisi religius berdasarkan ajaran Nabi yang menganjurkan agar beristirahat di siang hari. Selain itu, di pihak kontra yang sekaligus merupakan aktivis ada juga yang menyatakan bahwa malam hari biasanya digunakan untuk mengurus organisasi seperti rapat atau diskusi. Karena jika rapat dilakukan siang hari, banyak anggota yang memiliki aktivitas lain termasuk kuliah. Kondisi ini akan membuat mereka lebih susah untuk mengatur waktu antara akademik dan organisasi. Apalagi, banyak mahasiswa yang sudah merasa lelah dan tidak fokus saat kuliah di malam hari. Berbicara mengenai kuliah malam di Teknik Kimia ini, para dosen juga tampaknya enggan untuk menjelaskan alasan pasti pemberlakuan kuliah malam. Tentunya, tim dosen juga telah melakukan pertimbangan yang matang sebelum akhirnya memutuskan pengadaan kuliah malam. Terlepas dari itu semua, kuliah malam merupakan bagian yang harus dilalui oleh mahasiswa Teknik Kimia. Suka atau tidak suka, kita dipaksa untuk mengikuti sistem yang ada. Di akhir semester ini tanpa terasa kita telah berhasil melewatinya entah dengan bagaimanapun hasilnya. Harapannya, pada semester-semester yang akan datang setiap peraturan yang dibuat oleh pihak birokrasi harus selalu dipertimbangkan dengan bijak dan hendaknya tidak ada pihak yang merasa dirugikan.(ulf)


LECTURE

PENGUKURAN TEKANAN UAP DARI SISTEM ETANOL - ISO-OKTANA DAN 1-BUTANOL - ISO-OKTANA MENGGUNAKAN EBULLIOMETER Rama Oktavian, Vika Amidelsi, Agung Rasmito, Gede Wibawa Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111, Indonesia Sampai saat ini bahan bakar fosil masih menjadi sumber energi utama di seluruh penjuru dunia, hal tersebut mengakibatkan naiknya kadar CO2 di atmosfir dan berdampak pada pemanasan global. Karena faktanya 73% dari seluruh produksi CO2 di dunia dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fossil. Maka dari itu penemuan cara untuk mengatasi efek rumah kaca menjadi fokus utama penelitian di berbagai penjuru dunia untuk mengatasi pemanasan global. Akhir-akhir ini, penambahan dari oxygenates semacam alkohol sederhana , terutama yang di produksi dari bahan-bahan daur ulang telah mendapatkan perhatian yang luar biasa karena campuran tersebut memiliki kemampuan untuk mengurangi polusi dan menaikkan nilai oktan dari bensin. Nicholas Otto adalah yang pertama meggunakan alkohol dalam internal combustion engines. Campuran etanol-bensin telah sukses digunakan pada beberapa jenis mesin yang berbeda dan kendaraan secara khusus hanya berjalan dengan bahan bakar bensin murni saja. Bagaimanapun campuran akan memiliki tekanan uap yang lebih tinggi di banding dengan bensin murni hal ini yang meningkatkan perhatian perihal emisi penguapan dari campuran bahan bakar. Tekanan uap adalah salah satu property fisik dari campuran bensin karena hal tersebut mengacu pada volatilitas dari bensin dan dapat berdampak pada emisi penguapan oleh karena itu data experiment yang akurat sangalah penting dalam mendesign campuran bahan bakar dengan tekanan uap yang spesifik . Tekanan uap untuk campuran bensin dengan 4 alkohol pada suhu 37.8 C dari berbagai macam komposisi telah diukur oleh Pumphrey dan Sun Bubble-point tekanan uap yang diukur untuk campuran dari bahan bakar endotermik hydrogen dengan etanol .Hasil eksperimen mengindikasikan bahwa penambahan ethanol memiliki efek yang kritis pada tekanan uap dari bahan bakar. Pencampuran antara etanol dan bahan bakar dengan komposisi etanol yang rendah dapat meningkatkan volatilitas Tekanan uap untuk senyawa murni dan campuran dapan diukur menggunakan ebulliometer, yang pertama kali dikenalkan oleh cotrell. Untuk menentukan titik didih dari substansi murni rogalski dan Molanowski mengembangkan sebuah ebulliometer baru pada tahun 1980 menggunakan prinsip yang digunakan oleh cotrell untuk menentukan data keseimbangan vapour-liquid.

emissivity// 41


Bagaimanapun dalam ebuliometer tersebut dibutuhkan analisa dari komposisi fasa vapor dan liquid dikarenakan adanya perbedaan antara komposisi fasa liquid pada kesetimbangan dan komposisinya saat masuk ke feed. Oleh karenanya Lie mengembangkan ebulliemeter condong baru yang tidak lagi membutuhkan analisa fasa liquid and vapour untuk mengukur bubblepoint untuk system chloroform – etanol-benzena Lie juga menuliskan bahwa dia mengadopsi sudut kemiringan sebanyak 30 untuk meyakinkan akurasi dari pengukuran keseimbangan suhu dalam proyek ini , sebuah ebulliometer baru yang lebih simpel dikerjakan berdasarkan karya lie, dengan menghilangkan kemiringan dan memperbesar volume dari cell ,maka kita dapat meyakinkan bahwa kesetimbangan dan komposisi feed tidak berubah secara signifikan selama pengukuran hal tersebut karena vapor yang terbentuk dalam jumlah yang kecil maka dari itu, alat yang sekarang mampu digunankan untuk mengukur secara akurat

42 //emissivity

tekanan uap dari campuran bensi. Dalam proyek ini digunakan isooktana untuk menggantikan bensin karena isooktana merupakan komponen utama dari bensin. Sebuah ebulliometer baru yang lebih simple telah dikembangkan untuk dapat mengukur tekanan uap dari sitem etanolisooktana dan 1-butanol-isooktana dengan berbagai macam komposisi. Keandalan dari alat exeperimental ini telah di validasi dengan membandingkan data hasil eksperimen dengan data yang telah dipublish untuk isooctane murni , etanol murni dan campuran keduanya. Data yang di hasilkan memiliki kesesuaian dengan data yang dipublish dengan deviasi kurang dari 1.9% .Tekanan uap dari campuran etanol-isooktana mulai naik dengan penambahan konsentras etanol hingga mencapai 0,3 faksi massa lalu turun pada konsentrasi diatas 0.7 fraksi massa Untuk system butanol-isooktana tekanan uap turun seiring naiknya konsentrasi 1-butanol. Data experiment dihubungkan menggunakan the wilso non-random two-liquid (NRTL) dan quasi-Chemical (UNIQUAC) dengan model kofesien aktivitas dengan rata-rata deviasi pada tekanan uap.


scholarship calendar

Juli

Agustus

Ikoma Altekimits Sobat Bumi

Oktober

September Bank Indonesia Indocement Bakti BCA CIMB Niaga

Nopember

Desember

Semen Indonesia

Wardah Foundation Ikoma

Januari

Februari

Maret

Beastudi Etos Unggulan Dikti

GE Foundation PPSDMS

Supersemar VDMS Tri Putra Astra

April

Mei

Juni

PPA - BBP

Karya Salemba Empat Djarum Foundation K47 Foundation YPKAAR Total SKSS emissivity// 43


BOOK

ROAD TO SEMEN INDONESIA TRANSFORMASI KORPORASI MENGUBAH KONFLIK MENJADI KEKUATAN

Buku ini merupakan cerita kilas balik dari

Dengan sangat runtut dan jelas telah

perjalanan holding Semen Indonesia yang saat

digambarkan situasi yang ada sejak di

ini menjadi perusahaan semen terbesar di Asia

gabungkannya Semen Padang, Semen Gresik

Tenggara dan berhasil menjadi BUMN pertama

dan Semen Tonasa menjadi Semen Gresik

yang bergelar multinational corporation.

Group yang sekarang menjadi Semen

Dalam buku ini, menonjolkan sesosok Dwi

Indonesia. Penggambaran konflik yang sangat

Soetjipto (DS) yang memiliki peran sangat

nyata, serta keputusan untuk mensinergikan

penting dalam membesarkan holding semen

ketiga BUMN semen tersebut, dan keputusan

Indonesia. Beliau mengangkat semua

untuk merealisasikan strategic holding sebagai

pengalaman hidupnya disini, seperti konflik

langkah dalam mewujudakan sinergi dengan

internal dan eksternal yang terjadi, keputusan

menggantikan nama holding dari Semen Gresik

terbaik yang harus diambil dalam situasi

menjadi Semen Indonesia.

mendesak, serta tujuan dan proses-proses

Buku ini menyajikan beberapa data mengenai

produksi di dunia semen.

keadaan dari Semen Indonesia dari tahun ke tahun dalam bentuk tabel maupun grafik yang

44 //emissivity


akan memberi pengetahuan kepada pembaca

Executive Officer) dari perusahaan induknya

bagaimana kemajuan yang berhasil diraih.

yaitu Semen Gresik Group (saat ini Semen

DS mengajak pembaca untuk melihat dan

Indonesia).

belajar dari perjalanan hidupnya dalam memimpin sebuah perusahaan. DS memberikan Didalamnya pembaca diajak untuk pengertian kepada pembaca bahwa tidaklah membayangkan seandainya menjadi salah satu mudah untuk seseorang dalam memimpin

management di holding Semen Indonesia. DS perusahaan. Banyak hal yang perlu diperhatikan menampilkan pemikirannya yang luar biasa, dalam mengambil keputusan untuk sulit untuk ditebak dan terfikir oleh pembaca. menjalankan perusahaan. Terlebih untuk

Beliau memberikan penekanan yang

perusahaan yang sedang mengalami konflik

menurutnya sangat penting dalam menjalankan

internal.

sebuah perusahaan yaitu sinergi dan inovasi. Buku ini memberikan contoh serta langkah

Hal itu membuat beliau harus berani

dalam mencapai kedua hal tersebut. menangung resiko atas jabatan yang dipegang. Buku ini sangat bagus untuk menjadi referensi Beliau yang mulai meniti karier dalam dunia dalam merealisasikan sinergisitas sebuah persemenan di Semen Padang harus berani

perusahaan yang merupakan gabungan dari

mengambil keputusan setelah namanya terpilih

beberapa perusahaan dengan perbedaan

sebagai Direktur Utama Semen Padang dalam

sejarah, potensi, culture, atau capabilitas. DS

RUPSLB. Adanya pertentangan dari berbagai

menunjukan bahwa sinergisitas memberikan

pihak membuat beliau memikirkan cara untuk

keuntungan yang sangat besar bagi perusahaan

melakukan pendekatan dengan berbagai pihak.

yang berhasil melakukannya dan menunjukan

DS mengajak pembaca untuk mencermati

bahwa perbedaan yang ada dapat diselesaikan

perjalanannanya dari menjadi Direktur Utama

dengan baik. (VPRP/iml)

Semen Padang hingga menjadi CEO(Chief

emissivity// 45


FILM

SEPATU DAHLAN : KETERBATASAN BUKAN SESUATU YANG BURUK Bulan lalu, tepatnya pada tanggal 10 April 2014, Mizan Production berkerja sama dengan Semesta Pro dan Expose Pictures merilis sebuah film yang berjudul “Sepatu Dahlan”. Film besutan Benni Setiawan ini diambil dari buku berjudul “Sepatu Dahlan” yang mengangkat masa kecil sosok yang sekarang menjabat Menteri BUMN RI, Dahlan Iskan. Film yang dibintangi oleh Aji Santosa yang berperan sebagai Dahlan, Donny Damara sebagai Iskan, ayah Dahlan, Kinaryosih sebagai Ibu Dahlan, dan Ray Sahetapy sebagai Kyai. Berikut ringkasannya: “Hidup, bagi orang miskin, harus dijalani apa adanya,” begitulah prinsip Dahlan. Ia tidak pernah berhenti bermimpi untuk memiliki sepatu dan sepeda. Kemiskinan yang dirasakannya tidak menyurutkan semangat Dahlan untuk tetap bersekolah meski harus bertelanjang kaki, berjalan puluhan kilometer untuk sampai di pesantren Takeran. Dan tak jarang kakinya melepuh bahkan lecet. Dahlan merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Dua kakak perempuannya bersekolah di perguruan tinggi dan adiknya, Zain, masih sekolah di Sekolah Rakyat. Ayah Dahlan bekerja serabutan sedangkan Ibunya adalah pembatik di desanya. Mereka tinggal di Kebon Dalem, sebuah kampung yang menyimpan banyak kenangan. 46 //emissivity

Saat lulus dari Sekolah Rakyat, dengan 3 nilai merah yang menghiasi rapotnya, Dahlan merasa gagal, tidak bisa membuat orang tuanya bangga. Bahkan ayahnya terlihat sangat kecewa. Pupus sudah cita-cita Dahlan untuk melanjutkan sekolah ke SMP Magetan. “Tapi dimanapun sekolahnya, yang penting adalah niat belajarnya” nasehat ibu Dahlan yang membesarkan hatinya. Semenjak kelas II, Dahlan mulai aktif dalam organisasi dan kegiatan sekolah. Dahlan terpilih sebagai kapten tim bola voli MTs Takeran. Hingga pada suatu hari Dahlan dan tim bola volinya dapat mengikuti perlombaan bola voli di tingkat Kabupaten Magetan. Saat itulah keinginan akan sepatu makin besar. Tapi ibu yang sangat ia cintai, tiba-tiba jatuh sakit karena bekerja terlalu keras. Ditengah kesulitan itu, Dahlan harus berjuang untuk menjaga adiknya dan mengejar mimpinya. Beginilah hidup Dahlan, penuh keterbatasan. Namun keterbatasannya ini tidak membuatnya jatuh dan terpuruk, justru menjadi sebuah penyemangat hidup untuk lebih baik dan dapat membanggakan sekelilingnya. Keterbatasan sebenarnya akan menjadi sesuatu yang indah, tergantung bagaimana kita menyikapinya. (sep/irs)


tahukah anda jika emas di irian dibagi rata rakyat indonesia , akan kebagian tiga ton setiap jiwa ???

negara terkaya di dunia itu ternyata adalah indonesia. emissivity// 47


Emissivity x  
Advertisement