Issuu on Google+

POSKO POST Edisi A3 Perdana / Okt 2008

http://www.posko-post.blogspot.com

www.images.kompas.com

Berbagi di Bulan Suci PMI Cabang Semarang Bekerjasama dengan Korps Sukarela Universitas Diponegoro (KSR Undip), Rabu (24/09) membagikan paket bantuan kepada para pasien anak yang dirawat di Bangsal Anak Rumah Sakit dr Kariadi (RSDK) Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan menyambut hari raya Idul Fitri, 1 Oktober. Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap pasien anak-anak yang seringkali terabaikan, penyampaian bantuan juga sebagai tali asih di bulan Ramadhan. Pasien anak-anak yang menerima bantuan tampak ceria dengan kehadiran 'kakak-kakak' dari KSR Undip. Kaspuri misalnya, bocah yang belum genap delapan tahun ini tengah menunggu operasi pada alat kelaminnya yang mengalami kelainan. Sejak senin (22/09) ditemani sang Ibu, ia menunggu waktu operasi yang dijadwalkan dalam dua hari ini. “Kalo operasi sehabis lebaran berarti kami pulang kampung dulu ke Brebes,” terang sang Ibu. Lain lagi Solikhin, pasien anak yang dirawat karena gigitan ular ini cukup aktif berkeliling di lantai dua Bangsal Anak RSDK. Saat rombongan hadir, si kecil ini bahkan tengah bermain di tangga naik. Para orangtua pasien juga berterima kasih atas penyampaian bantuan bagi buah hatinya. Paket yang dibagikan berupa susu, biskuit dan handuk berasal yang dari KSR Undip, donator dan PMI Cabang Semarang. Turut hadir dalam acara ini, Kepala Markas PMI Cabang Semarang, Sulaningsih Bachrun. (a5)

Alie Podja / PP

Alie Podja / PP

Anggota KSR Undip membagikan paket lebaran kepada pasien anak di Bangsal Anak RSUP Dr Kariadi Semarang saat Ramadhan.

Agenda

Dualisme KSR di Undip oleh: Alie Poedjakusuma* Sejenak membuka lembaran sejarah, tahun 1996, beberapa anggota KSR FKM Undip dan Maladica FK Undip sepakat membentuk KSR Undip. Sejak 27 Maret 1996, KSR Undip mulai mewarnai percaturan relawan mahasiswa. Sejak saat itu tidak ada yang berubah, begitu pula dengan keberadaan KSR FKM dan Maladica. Kedua-duanya tetap eksis di lingkup masing-masing. KSR FKM di Kampus FKM dan Maladica di Kampus Kedokteran. Maladica yang lebih variatif dengan kegiatan bertualang di alam lebih fight hingga tetap eksis sampai saat ini. Bagaimana dengan KSR FKM? Lama sekali nama KSR FKM tenggelam seiring makin maju dan berkembangnya KSR Undip. Kini, dua belas tahun berlalu sejak KSR Undip hadir, KSR FKM bangkit kembali. Rencana kemunculannya kembali saja sudah menjadi perbincangan hangat dan mampu menyedot perhatian. Banyak pendapat bermunculan seiring kehadirannya kembali. Ada yang setuju, tak sedikit pula yang mencibir. Sebagian yang setuju berpendapat bahwa mahasiswa FKM memang membutuhkan 'bekal' tambahan yaitu kemampuan pertolongan pertama. Dalam sebuah kesempatan seminar di FKM mengenai penanganan korban gempa di Klaten & Bantul, seorang mahasiswa FKM berujar, “Saat kami berada di Klaten, kami bingung. Mo ngebantu evakuasi takut salah, akhirnya cuma nongkrong di DU (Dapur Umum)”. Yang kurang sepakat menganggap keberadaan KSR FKM akan memicu sedikit permasalahan, terutama karena telah ada KSR Undip di tingkat universitas yang dianggap sudah cukup mewakili. Hingga 2008, hampir semua fakultas di Undip memiliki mahasiswa yang merupakan anggota KSR Undip. Jika KSR FKM berdiri ditakutkan akan menimbulkan kecemburuan bagi fakultas lain yang hampir sama materi kuliahnya, PSIK (Program Studi Ilmu Keperawatan) Fakultas Kedokteran, misalnya. Dualisme menjadikan kontroversi kehadiran KSR FKM bertambah. Hampir separuh anggota KSR Undip didominasi mahasiswa FKM, artinya 'bekal' yang dimiliki mahasiswa FKM sebenarnya lebih dari cukup, hanya saja dari sekian banyak anggota KSR Undip yang berasal dari FKM, baru sebagian kecil yang konsisten untuk aktif dalam kegiatan-kegiatan yang dijadwalkan, terutama latihan. Justru mahasiswa yang basic-nya bukan FKM yang kemudian aktif. Sebagian memang alumni PMR di SMAnya. Minat setidaknya juga menjadi masalah. Keberadaan kembali KSR di FKM-pun seperti euforia masa silam. Penulis sendiri berpendapat, kehadiran KSR FKM

dapat dijadikan media sharing bagi KSR di Semarang, terutama KSR Undip sendiri. Menilik hal serupa di Unnes (dengan KSR PGSD-nya), sepertinya akan menambah khazanah di dunia pertolongan pertama, khususnya KSR PT. Hierarki universitas-fakultas seharusnya juga sedikit dikesampingkan sehingga tidak menjadi penghalang di kemudian hari. Bukan tidak mungkin ada timbal balik yang saling menguntungkan bagi kedua KSR di Undip. Apalagi nama KSR masih tetap kurang didengar di kalangan sivitas akademika Undip. Menyebut namanya saja kadang tertukar dengan KRS (Kartu Rencana Studi). Kini KSR FKM telah resmi hadir kembali di Undip. Mari berharap dualisme tidak menjadi problema kedepan. Bagaimana membawa nama Undip jika warga Undip sendiri berselisih?

Oktober - Expo UKM - Open House - Temu Karya Relawan Nasional - Latihan Siaga Taruna Dewasa XVI

*Mahasiswa FH Undip, aktif di KSR Undip

November - Invitasi Anggota - Musyawarah Anggota informasi lebih lanjut mengenai agenda dan jadwal kegiatan dapat diperoleh di Posko KSR Undip PKM Undip Tembalang Lt. 2

ksrundip.blogspot.com

! y t i n a m u H r o f t Figh

Open House

Posko Tour Nonton Bareng First Aid Training Outbound etc

full Doorprize, full of Happiness, free Merchandise... Don't Miss It!

info & tiket: Adil - 0856 4170 1141

Galeria G photography

Podja 844 3724 - 0888 667 0397

posko_post@yahoo.com www.posko-post.blogspot.com


Posko Post 5th - A3 Edition