Page 1

EDISI XLIX/ V/ AGUSTUS 2012

www.kotawisatanews.com

Berdalih Sertakan Pasal 9 Ayat 5 KOT AB ATU OTA BA Batu Post AP A landasan KPU Kota Batu tidak meloloskan Eddy APA Rumpoko, menjadi calon Walikota Batu Periode 2012-2017 melalui pleno 7 Agustus lalu. Tak lain penggunaan pasal dalam Peraturan KPU (PKPU) No 6 tahun 2011 tentang Tatacara Pencalonan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Dalam surat keputusan tentang penelitian ulang berkas bakal calon dan bakal calon yang memenuhi syarat, KPU memberikan penjelasan bahwa ER tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan pasal 9 ayat 2 huruf d PKPU itu. Padahal pihak ER tidak pernah menggunakan pasal tersebut ketika menyerahkan berkas, melainkan mematuhi pasal 9 ayat 5 PKPU tersebut. Pasal 9 ayat 5 berbunyi, dalam hal ijazah/STTB bakal calon karena sesuatu dan lain hal tidak dapat ditemukan atau hilang, calon wajib menyertakan Surat Keterangan Pengganti Ijazah dari sekolah bersangkutan. Sedangkan pasal 9 ayat 2 huruf d menyebutkan, bakal calon wajib menyertakan fotokopi ijazah SD, SLTP atau sederajat telah dilegalisasi oleh lembaga pendidikan yang berwenang. Melihat penggunaan pasal itu, berarti KPU Kota Batu melakukan verifikasi berkas berdasarkan pasal 9 ayat 2, bukan menggunakan dasar pasal 9 ayat 5 karena ijazah ER hilang. Bersambung Ke Hal 11

Terkesan Alihkan Pemeriksaan Cepat TIM Kuasa Hukum DPC PDIP Kota Batu, terus mewaspadai upaya KPU kota ini memperlambat persidangan di PTUN Surabaya. Kuasa hukum partai pengusung bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Batu Eddy RumpokoPunjul Santoso ini, sudah mencium upaya lawyer KPU mengalihkan proses peradilan cepat, menjadi peradilan biasa Andy Firasadi di PTUN. Pemeriksaan dengan acara cepat itu, sudah diatur dalam pasal 98 dan 99 UU tentang PTUN. Dalam pemeriksaan acara cepat, tenggang waktu jawaban dan pembuktian kedua belah pihak, masing-masing tidak melebihi 14 hari. Dengan begitu dalam waktu satu bulan, PTUN sudah bisa memberikan keputusan apakah gugatan DPC PDIP dikabulkan ataukah sebaliknya. Bersambung Ke Hal 11

KOMISIONER KPU TERANCAM DIPOLISIKAN KOT AB ATU OTA BA Batu Post BECIK ketitik, olo ketoro. Kiasan Jawa itu, diharapkan bisa mengungkap kebenaran persoalan pencoretan Eddy Rumpoko dari pencalonan Walikota Batu. Terlebih, hakim PTUN Surabaya pemeriksa perkara gugatan DPC PDIP Kota Batu atas KPU kota ini (tergugat), diharap bisa bertindak adil dalam p e m e r i k s a sengketa tata usaha negara yang sedang berlangsung ini. Semua yakin, apa yang disodorkan kuasa hukum DPC PDIP masih abu-abu. Demikian pula dengan jawaban maupun landasan aturan yang digunakan Bagyo Cs selaku Komisioner KPU, juga masih hitam putih. Tumpuannya, hanya pada kejujuran Hakim Esau Ngefak, SH dalam memeriksa perkara atau menjadikan abu-abu menjadi putih. Menariknya, ada bukti baru yang secara tak sengaja ditemukan tim kuasa hukum Eddy Rumpoko. Bukti itulah, yang bakal dijadikan salah satu truf mengandaskan dalil-dalil KPU. Yakni, berupa Surat Keputusan Perguruan Taman Siswa Surabaya, yang menyebutkan masa jabatan Kepala Sekolah Ki Abdullah berakhir sudah sejak 8 Juli 2012.

Berakhirnya masa jabatan tersebut, tertuang dalam SK nomor Perg.252/WS/VII/2011 tanggal 8 Juli 2011 tentang Pengangkatan Ki Drs Abdullah

Sebagai Kepala Sekolah SMP Taman Siswa. Selain itu Perguruan Taman Siswa, juga sudah menerbitkan SK bernomor 167/ Perg/sby/L/AP-SW/VIII/2012

tentang Pemberhentian Jabatan Kepala SMP Taman Siswa/ Taman Dewasa Surabaya. Kuasa Hukum Eddy Rumpoko, Wahab Adhinegoro,

SH, MH pun melayangkan somasi ke KPU Kota Batu, Rabu (29/ 8). Somasi diberikan, berkaitan dengan bukti baru itu untuk mematahkan Keputusan KPU yang tidak meloloskan bakal calon milik partai berlambang kepala banteng moncong putih itu. Wahab menjelaskan, dengan bukti baru tersebut pihaknya akan melaporkan Ki Abdullah ke Polda Jatim, Kamis (30/8) usai mengikuti sidang gugatan di PTUN. ‘’Masa jabatan Kepala SMP Taman Siswa Ki Abdullah, sudah berakhir sejak 8 Juli. Setelah masa jabatan berakhir, dia malah mengeluarkan surat 045/ABD/TD/ VII/2012 tertanggal 12 Juli yang mementahkan klien kami bersekolah di SMP Taman Siswa,’’ tegas Wahab. Atas bukti tersebut, pihaknya meminta KPU segera melakukan pleno lagi untuk mengabaikan surat 045 dari Ki Abdullah tersebut. Mereka kemudian memperbaiki keputusan dengan menyatakan persyaratan ER b e r i k u t lampirannya, telah sah sekaligus menyertakan incumbent sebagai calon walikota. Pihaknya pun kini sedang menunggu etika baik dari KPU, untuk segera melakukan perbaikan keputusan itu. Bersambung Ke Hal 11

JAGONGAN ALA TOKOH DESA WILAYAH KECAMATAN BUMAJI

Undang DGS, Minta Sikapi Coblosan Pilkada

SYARENDRA ADHITAMA/BATU POST

PESAN: Didik Gatot Subroto, ketika berdialog dengan pendukungnya Rabu malam (29/8). WALA UP UN belum punya ALAUP UPUN kesempatan menjadi kandidat calon kepala daerah, namun Didik Gatot Subroto (DGS) tetap

diburu ratusan pendukungnya di Kota Batu. Rabu malam (29/8) ratusan tokoh desa di wilayah Kecamatan Bumiaji, sengaja

membooking Rumah Makan Ayam Goreng Pak Kasan di Mojorejo, Junrejo. Mereka pun sengaja mengundang DGS

untuk bersikap dalam coblosan Pilkada kota ini. Ruangan rumah makan tersebut, malam itu terlihat semarak. Sebanyak 265 orang, sudah memenuhi lesehan dan pula yang nongkrong di kursi. Pukul 19.45 WIB, DGS datang mengendarai Toyota Fortuner hitam. Begitu yang dinanti datang, para tokoh desa ini langsung mengelu-elukan. Lalu apa sikap pria berkulit kuning itu atas desakan pendukungnya ? Malam itu, DGS malah minta agar mereka tidak memihak kepada pasangan calon yang melakukan money politic membayar mereka Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. ‘’Panjenengan sedoyo, kudu datang ke TPS untuk menggunakan hak pilih masing-masing, dan jangan Golput karena merugikan proses pembangunan kota kita ini,’’’papar

DGS, yang datang ditemani Teddy Molindo ini. Kepada Batu Post dia mengatakan, bahwa pertemuan yang digelar warga secara patungan itu untuk mengakomodir keinginan mereka. Pertama para pendukung berkeinginan bisa bertemu, dan saling melepas kangen sekaligus halal bihalal. Kedua, mereka meminta arah dan petunjuk DGS terkait pasangan calon yang tepat untuk memimpin Kota Batu. “Monggo Pilkada di Kota Batu, 2 Oktober 2012 bisa terlaksana dalam kondisi aman dan tenteram plus terpilih pemimpin yang mewakili keinginan panjenengan semua,” tegas DGS. Sejauh ini DGS melihat pemimpin yang ada sudah bagus, karena nampak dari perkembangan Kota Apel ini yang luar biasa. Untuk pilkada kali ini yang perlu ditanyakan,

adalah kesiapan calon lain untuk mewakili dan memenuhi hajat masyarakat. Calon pemimpin nanti, ditegaskan, harus mewadahi keinginan masyarakat, bukan hanya dalam visi dan misi saja. “Calon harus benar-benar maju untuk rakyat Kota Batu, bukan untuk mencari keuntungan sendiri. Ayo kita kawal, kita jangan gampang-gampang terbujuk, jangankan sampai kepincut Rp 200 ribu, namun pada akhirnya sampeyan rugi lima tahun,” urainya. Jika pemimpin seperti itu terpilih, DGS menyatakan masyarakat tidak bisa menuntut janji Pemilukada. Karena pemimpin yang terpilih atas money politic itu, sudah membayar di muka untuk membeli hak pilih warga kota ini. Untuk itu, dia mengajak pendukungnya membetulkan

proses ‘demokrasi’ yang salah kaprah tersebut. “Jangan salahkan pemimpin seperti itu jika tidak penuhi janji, itu terjadi karena sampeyan sudah dibeli pada awal pilkada per kepala. Monggo demokrasi yang salah ini, kita betulkan. Monggo kita toto kontrak, dalam arti pemimpin harus mengikuti apa yang kita harapkan,” jelasnya. Kata Didik, keinginan masyarakat harus masuk dalam visi dan misi, kemudian direalisasikan ketika menjabat. Keinginan seperti itulah, yang harus disampaikan kepada tim kampanye para calon ketika turun. DGS menambahkan, tak kalah penting agar para pendukungnya tidak meninggalkan karakter khas warga Kota Batu. Bersambung Ke Hal 11

Bersambung Ke Hal 11


2 EDISI XLIX/ V / AGUSTUS 2012 SYARENDRA ADHITAMA/BATU POST

KPU Wadul ke Gubernur KOT AB ATU OTA BA Batu Post KINERJ A KPU Kota Batu, KINERJA dimungkinkan bisa terganggu dalam menyelesaikan tahapan Pilkada kali ini. Masalahnya, Sekda Kota Batu telah menarik 14 staf lembaga penyelenggara Pemilu itu. Kemudian dari penarikan itu, hanya diganti lima PNS. Pergantian tersebut, diiikuti Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) tertanggal 27 Agustus 2012 ditandatangani Sekda 24 Agustus lalu. Sesuai SPMT, 14 PNS itu dipindah ke instansi berbeda di antaranya Satpol PP, Kesbang Linmas, Dinas Pertanian, Disperindag, Dinas Pendapatan, Kelurahan, KLH dan BPPD. Praktis, kekurangan tenaga kerja itu bakal berimbas pada terganggunya pola kerja KPU. Meski jumlah PNS-nya berkurang banyak, KPU tidak menganggapnya sebagai upaya penggembosan. “Ya jelas saja kinerja KPU terganggu, namun saya pastikan tahapan Pemilukada tidak akan mandeg,” tegas Supriyanto Komisioner KPU Kota Batu. Komisioner KPU bagian Perencanaan, data dan humas ini menambahkan, saat ini pihaknya masih memiliki sekitar 25 staf teknis. Rincinya terdiri dari satu sekretaris, enam staf PNS pusat, tiga CPNS, enam honorer pusat, empat kasubag serta lima PNS yang dikirimkan oleh Sekda. Lucunya, pengganti yang dikirimkan oleh Sekda berasal dari Satpol PP. “Staf yang ditarik

Supriyanto

sebanyak 14 orang, kemudian diganti lima staf yang diperbantukan ke KPU kesemuyanya berasal dari Satpol PP,” ujarnya. Supri-sapaan akrabnya tetap bersikap positif, bahwa pergantian tersebut bukan sebuah upaya penggembosan. Kendati demikian, penggantian PNS itu diluar dugaan komisioner KPU. Dalam kacamata pemerintahan, Supri menganggap 14 PNS yang ditarik lebih dibutuhkan di SKPD lainnya.”Ya kita berpikir positif saja, mungkin 14 staf yang ditarik lebih dibutuhkan di SKPD lainnya,” akunya. Persoalan yang membuat KPU kalang kabut, karena pemindahan tersebut tidak melalui surat pemberitahuan. Sehingga dalam kondisi seperti ini, pihaknya terpaksa

harus mencari jalan keluar. Sebab, KPU masih punya tugas untuk meneruskan tahapan Pemilukada meski mendapatkan pemangkasan tenaga staf. “Kami akan berkoordinasi dengan KPU Provinsi Jawa Timur, untuk menyiapkan skenario agar mereka bisa membantu KPU Kota Batu,” jelasnya. Selain konsultansi ke KPU Provinsi, komisioner juga berencana menemui Gubernur Jatim untuk minta tenaga bantuan dari Pemprov melalui jalur honorer. Hal ini harus cepat dilakukan, sebab 14 staf yang ditarik punya peran penting dalam menjalan tugas di KPU Kota Batu. “Tahapan akan terus berjalan, karena pada masa ke depan yang lebih banyak berperan adalah PPK dan (ar y/l yo) PPS,” pungkasnya.(ar (ary/l y/ly

PELANGGARAN: Baliho Baliho pasangan pasangan M M Suhadi-Suyitno, Suhadi-Suyitno, yang yang dipasang dipasang pada pada salah salah satu satu pohon pohon di di Kota Kota Batu.

Tim Pemenangan

DiNo Disemprit KOT AB ATU OTA BA Batu Post TIM pemenangan calon Walikota Batu, M SuhadiSuyitno (DiNo) dinilai melanggar pelaksanaan tahapan Pilkada. Yakni, memasang spanduk atau baliho berisi gambar pasangan itu pada daerah-daerah terlarang. Imbasnya, Herman Ketua Tim Pemenangan SuhadiSuyitno pun langsung dipanggil Panwas Kota Batu, Selasa (28/ 8). Ketua Panwaslu Kota Batu Abdul Rochim menjelaskan, pihaknya menemukan banyak baliho berisi gambar pasangan DiNo di daerah terlarang. Gambar tersebut terpasang pada beberapa fasilitas umum maupun pohon pinggir jalan.

‘’Pemasangan seperti itu merupakan pelanggaran terhadap Peraturan KPU No 14 tahun 2010 tentang Kampanye. Atas pelanggaran tersebut, kami langsung memanggil Ketua Tim Pemenangan DiNo,’’ tegas Abdul Rochim. Pria berkantor di komplek Gedung Kesenian Mbahtu Aji Art Center ini menjelaskan, pihaknya sudah menemukan lebih pada 30 titik pemasangan spanduk, bener atau baliho di daerah larangan tersebut. Pemasangan itu dilakukan mulai kawasan Junrejo hingga pusat Kota Batu. Herman ketika dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya siap bertanggungjawab atas pemasangan pada daerah larangan

tersebut. Makanya, dia pun menghadiri panggilan Panwaslu sebagai bentuk pertanggungjawaban itu. Menurutnya, pemasangan pada fasilitas umum hingga pohon bukan merupakan program tim pemenangan DiNo. Melainkan dilakukan oleh simpatisan atau pendukung, yang secara spontan bergembira melihat SuhadiSuyitno lolos sebagai calon. ‘’Kami sudah memiliki tempat-tempat tertentu, untuk pemasangan baliho, banner dan lain-lain itu. Karena simpatisan atau pendukung, kami jelas tidak bisa memantau semuanya. Namun kami siap mencabut gambar itu, dan memasang pada daerah yang tidak terlarang,’’ feb/l yo) tegas Herman. (feb/l feb/ly

FEBRI SETYAWAN/BATU POST

HADIR : Warga ketika menghadiri sidang perdana PTUN, Senin (27/8) lalu.

Sewa Tiga Bus Berangkat ke PTUN KOT AB ATU OTA BA Batu Post PENDUK UNG PENDUKUNG Eddy Rumpoko, tetap berangkat ke PTUN Surabaya untuk menghadiri sidang kedua gugatan DPC PDIP terhadap Keputusan KPU Kota Batu, Kamis (30/8). Malahan, warga yang akan datang dipastikan lebih besar dibanding sidang perdana, Senin (27/8) lalu. ‘’Kalau teman-teman yang kami koordinir, menggunakan tiga unit bus selain mobil pribadi. Sedangkan dari desa lainnya, saya belum mendapatkan informasi,’’ujar Muhajir warga Jalan Diran 6 Kelurahan Sisir, salah seorang

koordinator. Pihak penggugat, DPC PDIP Kota Batu selaku pengusung bakal calon Eddy Rumpoko-Punjul Santoso, juga telah menerima laporan keinginan warga yang menyewa bus itu. Pihak pengurus tak berwenang membendung keinginan tersebut. ‘’Informasi sudah masuk, jika ada tiga bus yang disewa masyarakat yang bakal hadir ke PTUN. Mengenai jumlah pasti berapa orang yang hadir, kami tidak tahu karena DPC tidak mengkoordinir. Jika mereka hadir, tentu atas kehendak mereka sendiri,’’ jelas Wito Argo, Sekretaris DPC PDIP Kota Batu. Menurut anggota DPRD Kota Batu, ini mereka bisa berasal dari

kelompok masyarakat yang peduli dengan perjuangan bakal calon walikotanya. Namun demikian, Wito tetap menghimbau agar mereka bersikap tertib dan mematuhi aturan persidangan. Mereka juga tidak boleh anarkis, yang ujung-ujungnya akan merugikan perjuangan bakal calon walikota mereka. Wito pun mengingatkan untuk tetap waspada dengan penyusup. Kemungkinan adanya penyusup, bisa terjadi dengan target membuat onar persidangan maupun provokasi. ‘’Pokoknya jangan sampai ada penyusup masuk. Provokator bisa merusak ketertiban dalam suasana seperti sekarang ini,’’ feb/l yo) tegasnya. (feb/l feb/ly

Majid Penuhi Panggilan Hakim KOT AB ATU OTA BA Batu Post HAKIM PTUN Surabaya, pemeriksa gugatan PDIP terhadap Keputusan KPU Kota Batu, sudah melayangkan panggilan kepada calon walikota dan wakil walikota untuk menghadiri sidang, Kamis (30/8). Menariknya, Abdul Majid bakal calon walikota dari jalur independen (perseorangan) justru lapang dada siap hadir bersaksi. Sementara Gunawan Wirutomo dan M Suhadi belum bisa

dipastikan kehadiran mereka. Majid sendiri, juga membenarkan jika sudah menerima surat panggilan dari PTUN Surabaya. Inti surat panggilan tersebut, dia diminta hadir untuk memberikan keterangan dalam persidangan. ‘’InsyaAllah, saya hadir,’’ ungkap Majid ketika dihubungi Batu Post. Modin di Kelurahan Temas Kecamatan Batu, ini menimpali pihaknya hadir jika punya sangu (uang) untuk ongkos transportasi. Masalahnya, uangnya sudah habis dan hingga kemarin

masih mencari pengganti untuk transportasi ke PTUN Surabaya itu. ‘’Menawi gadah sangu nggih berangkat, niki tasik pados (jika punya uang ya berangkat, ini masih mencari),’’ tandas calon walikota yang tinggal di Jalan Wukir Kelurahan Temas ini. Sementara Gunawan, hingga kemarin mengaku belum memegang surat panggilan dari hakim PTUN. Karenanya, dia pun tidak bisa menghadiri agenda sidang Kamis hari ini. ‘’Sampai sekarang, saya tidak menerima surat panggilan itu. Kalau

hadir, ya kalau saya memang diundang. Tetapi’kalau tidak diundang, saya khan malah kecelik,’’ tegas Gunawan. Meski begitu, mantan Dirut PKT Bontang ini tidak menampik jika sudah mendapatkan informasi akan dipanggil ke sidang PTUN. Sementara calon walikota Suhadi mengatakan menyerahkan masalah tersebut kepada partai pengusungnya. “Saya ini tidak mencalonkan, tetapi dicalonkan oleh partai. Jadi saya harus tunduk kepada partai,” ungkap yo) Suhadi. (feb/l (feb/ly


3 EDISI XLVII/ II / AGUSTUS 2012

KOT A MALANG OTA Batu Post LUL US AN Sekolah Menengah KejuULUS USAN ruan (SMK) patut bangga. Mereka tak

lagi dipandang sebelah mata karena menjadi tenaga entreprenuer yang siap bersaing secara mandiri di dunia usaha. Citacita mulia itu yang kini tengah dirintis SMK Arjuno 2 Arjosari

Sekolah yang berlokasi di Jalan simpang Teluk Pelabuhan Ratu Nomor 87 Kota Malang ini memberi kesempatan seluas-luasnya kepada para siswanya untuk mengembangkan diri melalui pro-

gram kewirausahaan. Awalnya para siswa mendapatkan materi singkat melalui mata pelajaran kewirausahaan. Di dalamnya mereka dibekali dasar-dasar penjualan, distribusi barang, hingga administrasi perkantoran dan keuangan mikro. Selanjutnya, mereka diberi kesempatan mengembangkan kemampuan diri masing-masing terjun langsung di dunia usaha. Untuk itu, sekolah pun tak segan-segan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Misalnya, untuk mengasah kemampuan siswa mengelola bisnisnya, maka sekolah menggandeng perusahaan camilan oleholeh Khas Malang. Di home industri tersebut, siswa diajarkan bagaimana mengolah bahan baku hingga menjadi produk siap santap, seperti kripik, steak hingga rempeyek. Mereka juga dibimbing seputar distribusi dan pemasaran produk, serta mengatur administrasi dan keuangan perusahaan. Di bidang retail, siswa dipersilakan mengikuti kegiatan usaha koperasi milik sekolah. Koperasi karyawan ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok sehari-hari, seperti minyak, gula, beras dan sabun mandi. Di momen-momen tertentu, sekolah menyelenggarakan pameran dan bazar se-

bagai sarana memamerkan aneka produk kreasi siswa. Sehingga siswa mempunyai kepercayaan diri dalam mengembangkan kemampuannya. Siswa yang ingin bergerak di bidang perbankan juga diberi kesempatan mengasah kemampuannya. Sekolah pun mendirikan sebuah Bank Mini sebagai wadah para siswa untuk menjalankan praktik administrasi keuangan atau perkantoran. Meski dikelola siswa SMK, ternyata perkembangan bank mini ini patut diacungi jempol. Bank mini ini tak kalah dengan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang banyak menjamur belakangan ini. Bank mini yang didirikan di depan bangunan sekolah itu saat ini mampu memberi pinjaman lunak tanpa jaminan dengan kisaran antara Rp15-20 juta. Bunganya pun sangat kecil, hanya 1% per tahun. Meski demikian, Bank Mini ini mampu membukukan laba bersih SHU Rp10juta per tahun. ‘’Dalam program kewirausahaan ini siswa mendapatkan manfaat ganda. Mereka tidak hanya belajar tentang dunia bisnis, tapi bisa menikmati buah kerja kerasnya karena kemampuan mereka juga dihargai secara finansial,’’ terang Kepala SMK Arjuna 2 Arjosari Drs Anang (i an/sir/l yo) Kuswanto kepada Batu Post.(i (ian/sir/l an/sir/ly


4 EDISI XLIX / V / AGUSTUS 2012

Bagus Ary Wicaksono/Batu Post

PEMBINAAN: Para Kepala Pos Sapi Perah Koperasi SAE Pujon, ketika mengikuti pembinaanm dan H Hasan Suwardi.

IMBAS BURUKNYA DISTRIBUSI SEMEN BEKU

PUJ ON UJON BATU POST PERSETERUAN antara pengurus Koperasi SAE Pujon Kabupaten Malang dengan Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jatim, tampaknya bakal berkepanjangan. Bila masalah yang dipersoalkan tidak segera ditemukan solusinya, bakal berimbas hengkangnya Kop SAE dari keanggotaan GKSI. Persoalan tersebut imbas dari peternak sapi perah Kop SAE, yang mengalami penurunan produktifitas susu. Penyebabnya, sapi perah mereka kesulitan bunting yang berimbas pada penurunan harga jual. Pihak koperasi pun menduga, problem tersebut merupakan imbas dari buruknya distribusi semen beku yang dilakukan Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jatim. Bahkan, masalah itu kini telah berbuah menjadi perang dingin antara Kop SAE Pujon dengan GKSI Jatim, sejak bulan Juli lalu. Sebab, Kop SAE berniat mengambil distribusi semen beku untuk Inseminasi Buatan (IB) lewat jalur cepat. IB tersebut selama ini diproduksi Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, namun pendistribusian ke Kop SAE harus melalui GKSI. Proses inilah yang diduga membuat kualitas semen beku menjadi jelek aki-

bat penanganan yang tak sesuai. Lantas, 26 Juli lalu Kop SAE melayangkan surat bernomor 267/Kop.Sae/pj/VII/2012 ke GKSI, perihal permohonan pengambilan straw langsung ke BBIB Singosari. Namun demikian, GKSI menolak hal itu melalui surat balasan nomor 0108/ GKSI.TJM/PNG/VII/2012 tertanggal 30 Juli. Surat yang ditandatangani Ketua II GKSI Jatim, Ir H Sulistiyanto MM itu merujuk dasar pengadaan distribusi semen beku pada SK Mentan dan juklak Dirjen Peternakan dan kesehatan hewan. Pengadaan semen beku dengan BBIB, juga terikat kontrak kerjasama GKSI dan Dirjen. Dalam kerjasama itu disebutkan, bahwa kerjasama GKSI dan Dirjen bertujuan untuk memantau dan menguji kualitas semen. Benih yang rusak akan diganti, jika terjadi kerusakan asalkan tidak karena kekurangan N2 cair atau handling semen beku yang tidak baik. Surat itulah, yang membuat Kop SAE meradang sekaligus balik mengirimkan surat serta ancaman keluar dari GKSI Jatim. Ketua II Kop SAE Pujon, H Hasan Suwardi kepada Malang Post membenarkan bahwa terjadi semacam perang dingin seperti itu. Menurut Hasan, bibit (semen beku) dari BBIB itu seharusnya bisa langsung mereka ambil. Faktanya, GKSI menolak lantaran sepertinya mendapat commission fee atas distribusi tersebut.

H Hasan Suwardi “Oleh GKSI, bibit dari BBIB mereka pilih lagi dan menyebabkan handling salah. Akibatnya ketika dikirim ke Kop SAE sudah rusak, sapi susah bunting,” aku Hasan Suwardi ditemui usai membina Kepala Pos Sapi Perah, Selasa kemarin. Tokoh masyarakat Pujon ini menambahkan, atas penolakan GKSI, Kop SAE melayangkan surat nomor 187 dan menyatakan akan keluar dari GKSI. Bahkan, Kop SAE juga tidak akan membeli semen beku dari BBIB sebagai gantinya akan beralih ke straw import dari Amerika. Aset-aset Kop SAE di MT yang selama ini dikelola GKSI, juga akan ditarik

termasuk simpanan pokok, wajib dan penyertaan modal usaha. “Kami mendapat banyak keluhan dari anggota, perihal sapi susah bunting ketika dikawin suntik atau IB. Sapi-sapi baru bisa bunting setelah lima sampai sepuluh kali suntikan, padahal normalnya satu dua kali sudah bunting,” keluhnya. Di samping itu, GKSI yang notabene menaungi koperasi SAE juga tidak pernah melakukan pembinaan ke bawah. Keluhan dari koperasi primer selama ini pun, tidak pernah didengar apalagi sampai turun ke lapangan terutama wilayah Kop SAE. Kerugian yang diderita anggota, tak lain penurunan harga jual sapi perah yang susah bunting, serta penurunan produktifitas susu sapi. “ Kalau harga straw dari Amerika mengikuti dolar, ya sekitar lima dolar per buah. Kalau harga straw dari GKSI, silahkan tanya ke sana. Yang jelas setiap bulan kami mengambil tak kurang dari 3.500 buah,” tandasnya. Para peternak sapi perah Kecamatan Pujon, justru mendukung upaya yang dilakukan koperasi mereka. Apalagi masalah tersebut, sudah berlangsung sekitar lima tahunan dan ironisnya selama ini tidak pernah didengar oleh GKSI. Di sejumlah kelompok peternak, mereka mengalami penurunan produksi lantaran 30 persen dari populasi sapi susah

bunting. “Dulu tidak pernah seperti ini, ya lima tahunan banyak keluhan sapi susah bunting,” aku Suyitno Ketua Kelompok Sapi Perah Dusun Maron, Desa Pujon Kidul kepada Batu Post. Apakah penyebab buntingnya sapi, ada kemungkinan disebabkan perlakuan kurang tepat pada saat penyuntikan? Suyitno membantah hal itu. Sebab selama ini dokter hewan dari Koperasi SAE sangat baik dalam hal IB. Kelompoknya punya 78 anggota, dengan populasi sapi mencapai lebih dari 300 ekor, 30 persen mengalami susah bunting. “Kami pernah dapat pembinaan, sapi susah bunting juga disebabkan karena jarang dibawa ke alam terbuka. Sehingga penanganan kami lakukan sendiri, tapi kenyataannya sampai sekarang susah bunting,” jelasnya. Dia punya enam ekor sapi, satu sapi terpaksa dijual dengan harga murah karena gagal bunting. Biasanya sapi itu dihargai Rp 12 juta, namun lantaran mengalami masalah bunting, sehingga hanya laku Rp 8 juta. Ada juga satu sapi miliknya yang baru bisa bunting, setelah 10 kali disuntik semen beku. “Ada juga sapi yang baru satu kali disuntik langsung bunting, namun banyak keluhan anggota saya bahwa sapinya susah bunting walaupun disuntik berkali-kali tetap saja gagal,” tany/adv/l yo) dasnya (ar (ary/adv/l y/adv/ly

Benarkah GKSI Makelari Sperma ? UPAYA pengambilan sperma sapi atau semen beku (straw) Koperasi SAE Pujon, yang tanpa melalui Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) masih terus berlanjut. Sejauh ini diduga penyebab sapi susah bunting, akibat kerusakan semen beku karena transit di gedung GKSI di Ngijo-Karangploso. Hal itu juga diperkuat hasil kunjungan Kop SAE ke Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, kemarin. Sanusi Kepala Bagian Peternakan Kop SAE, mendapat keterangan dari instansi yang memiliki motto ‘Setetes Mani Sejuta Harapan’ itu. Pria ini mendapatkan pernyataan dari Kepala BBIB Herliantin, bahwa straw dalam posisi tersegel ketika diambil GKSI. Sedangkan, ketika diterima Kop SAE dari GKSI, straw sudah tidak tersegel. “Diduga karena ada penanganan yang salah, makanya ada kerusakan pada semen beku, karena mereka (semen beku) ini organisme yang peka,” aku Sanusi kepada Batu Post (Malang Post Group). Dia mengungkap, bahwa Kop SAE terpaksa menyampaikan keluhan ke BBIB lantaran GKSI masih kukuh menjadi ‘makelar’ sperma. Selama ini, Kop SAE set-

iap bulan mengambil 3500 sampai dengan 4000 dosis semen beku ke GKSI. Satu ampul dibeli seharga Rp 9.500, sedangkan dari BBIB sendiri dijual ke GKSI seharga Rp 6000 per ampul, “Karena surat kami ke GKSI dijawab seperti itu, maka keluhan saya sampaikan ke BBIB. Selama ini pengiriman BBIB ke GKSI dalam kondisi tersegel,” imbuh Sanusi. Dia menduga ada kesalahan mekanisme penanganan semen beku dalam proses distribusi oleh GKSI, kepada koperasi primer. Seharusnya, GKSI selaku koperasi sekunder memperbolehkan koperasi primer untuk mengambil langsung sperma ke BBIB. Untuk itulah, Sanusi berharap agar persoalan tersebut segera selesai sehingga para peternak mendapatkan benih yang baik. “Semen beku perlakuannya harus hati-hati, saya khawatir handling di GKSI kurang baik,” imbuhnya. Sementara Kepala BBIB Singosari Herliantin membenarkan, bahwa Kop SAE datang untuk menyampaikan keluhan. Perempuan ramah itu mengatakan, pihaknya juga mendapatkan tembusan surat dari Kop SAE yang ditujukan ke GKSI. Atas persoalan itu, Herliantin memilih tidak mau

berkomentar terlalu banyak. “Kami ini dalam posisi netral, saya kira untuk persoalan pengambilan semen beku belum bisa berkomentar terlalu jauh,” tegasnya. Akan tetapi, Herliantin mengatakan bahwa penanganan semen beku harus melalui prosedur penanganan yang memenuhi syarat. Semen beku itu, ditempatkan dalam container yang berisi nitrogen cair dalam suhu minus 196 derajat celcius. Jika persyaratan seperti itu diiikuti, maka semen beku bisa tahan meski disimpan mencapai 20 tahun. “Kalau dipindah-pindah tidak mengikuti aturan, bisa berpengaruh pada kualitas karena orang yang menangani semen beku ini harus terampil,” bebernya. Semen beku merupakan mikro organisme, yang sangat peka lantaran berukuran mili micron dan mudah mati. Jika dipindah-pindah, tidak dalam rendaman nitrogen tentu saja bisa menyebabkan kematian. Bahkan untuk menangani semen beku saja, seorang dokter hewan tidak langsung bisa dan diperbolehkan.”Yang menangani harus terampil, sarjana, atau bahkan dokter hewan tidak boleh langsung menangani harus latihan

Bagus Ary Wicaksono/Batu Post

BEKU : Pegawai Koperasi SAE Pujon mengecek nitrogen cair, yang digunakan untuk menyimpan straw atau semen beku.

dulu,” terangnya. Terpisah, berdasarkan informasi dari orang dalam GKSI, semen beku itu ditangani dua orang setelah dibawa dari BBIB. Biasanya ada dari pihak koperasi anggota yang mengambil benih sperma itu ke Karangploso. Menurut sumber itu, benih ditangani oleh seorang staf dibantu office boy ketika tiba di GKSI. “Ya sepertinya kami ikuti aturan, kalau dip-

indah pun harus cepat tidak boleh sembarangan,” aku sumber itu. Ketua II Sulistyanto enggan berbincang banyak, mengenai handling semen beku di GKSI. Dia meminta agar ditanyakan ke koperasi lain mengenai handling GKSI, yang jelas penanganan dilakukan oleh sarjana peternakan. Sulis sapaan akrabnya juga membantah, bahwa GKSI kukuh soal

distribusi semen beku lantaran takut kehilangan commission fee. “Ini karena ada prosedur dari Dirjen Peternakan, bukan monopoli kita, bukan karena soal fee itu tidak bisa dipungkiri. Kalau namanya koperasi meski ada fee, seperti Koperasi Pujon menjual pakan ternak, pasti ada keuntungan itu untuk biaya operasional,” (ar y/adv/l yo) urainya.(ar (ary/adv/l y/adv/ly


5 EDISI XLIX/ V / AGUSTUS 2012

SINGOS ARI SINGOSARI BATU POST DID AS ARI keinginan mengembangkan keDIDAS ASARI mampuan bisnis sekaligus memajukan usaha yang sudah lama digeluti istrinya, Anang Kuswanto memberanikan diri menambah varian camilan oleh-oleh khas Malang. Aksi nekat Anang di tengah krisis moneter tahun 1998 itu ternyata tak sia-sia. Semula Kurnia Voviah hanya memproduksi rempeyek. Namun berkat tangan dingin Anang, usaha sang istri tercinta kini berkembang pesat. Bahkan mampu bersaing di tengah menjamurnya usaha serupa di Malang Raya. Berbagai varian produk baru diluncurkan. Dari hanya produk rempeyek kacang, Anang menambah produk baru berupa kripik dan stick. Oleh-oleh kripik yang ditawarkan antara lain kripik Tempe,Talas, pisang dan kripik singkong. Pada olahan sticknya, Anang mencoba membuat terobosan dengan menawarkan berbagai pilihan bahan dan rupa. Seperti stick tahu, stick ubi ungu, wortel, bahkan stick dari bayam. Untuk varian rasa ada balado, juga rasa coklat.

‘‘Awalnya kami hanya memproduksi rempeyek. Sekarang berkembang menjadi sekitar 17 varian produk dengan aneka rasa’’ terang Anang bangga. Anang pun menyematkan merek Kurnia, dari nama istrinya sebagai label produk. Setiap hari home industri yang berkantor di kawasan perumahan Banjar Arum Blok AH/35 Singosari ini mampu menjual 10-20 kg berbagai jenis rempeyek maupun kripik, dengan harga disama rata Rp 4.000 per ons. Wilayah distribusinya sudah merambah sekitar Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta hingga Sumatera. Bahkan di bulan ramadhan kemarin, Anang mengaku sampai kewalahan memenuhi permintaan pelanggannya. Produknya sampai ditingkatkan dua kali lipat. Itupun tak tersisa menjelang Hari Raya Idul Fitri. Padahal sementara ini pemasarannya hanya dari mulut ke mulut, sesekali ditawarkan di arena pameran produk dan bazar. ‘’Agar pelanggan mudah mendapatkanproduk kami, dalam waktu dekat Kami segera membuka gerai di kawasan Jalan Raya Mondoroko Singosari,’’ pungkas pria berpuan/sir) tra dua ini. (i (ian/sir)

SIRHAN/BATU POST

PILIHAN RASA: Aneka keripik khas malang «Kurnia»


6 EDISI XLIX / V / AGUSTUS 2012 Bagus Ary Wicaksono/Batu Post

TAMBAH SPOT : Gunung Banyak saat ini memiliki spot wisata baru, seprti flying fox, camping ground area, take off paralayang masih menjadi primadona bahkan untuk shooting acara memasak Trans TV, kemarin.

MERASAKAN SPOT BARU GUNUNG BANYAK

KOT AB ATU OTA BA BATU POST Gunung Banyak yang menjadi kawasan wisata paralayang saat ini telah memiliki spot wisata lainnya. View menawan di puncak Gunung Banyak dimanfaatkan Perhutani dengan menggandeng CV Malabar untuk membangun flying fox sepanjang 100 meter. Kawasan itu juga dilengkapi camping ground area dengan memanfaatkan sejumlah puncak kecil Gunung Banyak. Dibanding flying fox di tempat lain, sensasi melayang di atas puncak Gunung Banyak tentu berbeda. Adrenaline kita bakal terpacu ketika melintasi pucuk-pucuk pinus dan sekumpulan titik kecil perkotaan. Tak salah jika, flying fox di Gunung Banyak menjadi satu-satunya tempat tertinggi untuk terbang bergantung di atas tali. Ya flying fox tertinggi! Sebab dua tali baja sepanjang 100 meter itu berada di atas puncak gunung. Lintasannya pun dibuat persis di atas jurang sehingga panorama Kota Batu bakal terlihat sangat jelas. Meluncur di lintasan tersebut, seolah kita tengah terjun bebas dari sebuah pesawat capung.

Batu Post sempat menjajal spot baru tersebut lantaran yakin dengan tingkat keamanannya. Jalur itu dibuat oleh pakar jalur flying fox yakni Suprianto yang juga bertindak sebagai koordinator lapangan area tersebut. Pria inilah yang membuat lintasan flying fox terpanjang di Jawa Timur yang berada di Jambuluwuk Batu Resort. “Cukup membayar Rp 15 ribu, bisa merasakan sensasi flying fox di atas puncak gunung,” ujar Suprianto. Pria ramah itu mengaku bahwa sebenarnya ada lintasan lebih ekstrem yang pernah dia buat di kawasan Ngantang. Namun kendati sangat safety, rupanya banyak orang yang takut sehingga tak laku. Kini, kendati ekstrem akan tetapi sensasi yang dirasakan pengunjung tak seseram ketika meluncur. Bahkan, seorang anak kecil berumur lima tahunan tak ragu untuk menjajal jalur yang menawan tersebut. Batu Post dibuat terkesima dengan keasyikan gadis cilik yang meluncur di atas pucuk-pucuk pinus. Hentakan ketika sampai di finish area juga tak begitu terasa berkat system biley yang bagus. “Camping ground ini juga menjadi

area yang terjangkau, karena parkir cukup dekat dan fasilitas memadai,” imbuhnya. Tak heran, karena fasilitas kamar mandi, musola dan pelebaran jalan, maka Gunung Banyak kian ramai didatangi orang. Kini Perhutani membuka pos tiket bagi pengunjung dengan tarif Rp 4.000 per kepala. Pada libur lebaran saja jumlah pengunjung bisa mencapai 300 dalam satu hari, itu hanya hitungan minimal. “Penjagaan melibatkan pemuda Desa Pandesari Kecamatan Pujon, tiket bagi hasil juga dengan Perhutani dan Dinas Pariwisata Kota Batu,” aku Sumo Supriyanto bagian tiket Gunung Banyak. Karena fasilitas kian banyak dan pengunjung kian padat, kemudian dibuat juga warungwarung lesehan. Warung itu lebih menarik dibanding dengan kawasan payung lantaran pemandangannya yang begitu luas. Lingkungan pun juga terjaga, lantaran diberikan kebijakan untuk tidak merokok di kawasan take off paralayang. “Kami juga mengelola parkir dengan system bagi hasil ke Lanud, ini dikelola pemuda setempat pula.” Imbuh Tholib yang bertugas menjaga parkiran kendaraan.((bagus ar y wicaksono/abdul hal im) ary halim)


7 EDISI XLIX / V / AGUSTUS 2012

KOT A MALANG OTA BATU POST Dinginnya udara di Malang membuat makanan serba pedas menjadi primadona. Tidak peduli siang ataupun malam, makanan dengan citarasa menyengat ini selalu diburu. Lihat saja, berbagai tempat makan yang menyajikan hidangan serba pedas tak pernah sepi didatangi pengunjung setiap harinya. Warung Mie Setan Koberbar merupakan salah satu tempat makan khusus hidangan pedas di Kota Malang yang selalu dipenuhi pengunjung. Bertempat di Jalan Bromo 1A, warung ini buka mulai pukul 15.00 WIB hingga tengah malam

dan menjadi jujugan favorit anak muda Malang Raya yang ingin bersantap ria atau sekadar menjajal kemampuannya akan hidangan pedas. Keunikan yang ditampilkan Warung Mie Setan Koberbar ini adalah menu yang disajikan. Tempat ini menghadirkan kuliner mie dengan rasa pedas hingga level lima. Jika Anda bukan pecinta makanan pedas, sebaiknya tidak main-main dengan sajian mie di tempat ini. Pasalnya untuk level yang paling rendah, jumlah cabe yang digunakan mencapai 12 buah. Sedangkan untuk level tertinggi mencapai 60 buah cabe. “Tetapi bagi yang tidak suka pedas bisa request untuk jumlah cabenya.

Kami juga menyediakan Mie Angel, untuk pengunjung yang benar-benar tidak suka atau tidak kuat dengan rasa pedas,” ujar Gemmy Gendut, Pemilik Mie Setan Koberbar. Dalam satu porsi mie setan, terdiri dari mie dengan bumbu cabe sesuai dengan selera pengunjung. Dalam satu porsi menu ditambahkan juga dengan siomay dan irisan daging patty. Tak lupa juga kerupuk pangsit renyah sebagai pendamping menu makanan yang satu ini. “Untuk pengunjung yang datang ke sini, selera pedasnya bervariasi, tetapi lebih banyak yang memilih level satu karena sudah cukup pedas,” jelasnya. Jika tak suka menu mie pedas, warung

Mie Setan yang tutup setiap hari Kamis ini menawarkan menu makanan lain, yaitu aneka dimsum dan bubur ayam. Dimsum sendiri merupakan menu kudapan ringan dari negeri tirai bambu. Ada beberapa jenis kudapan yang tersaji dalam menu dimsum, di antaranya siomay dan hakau udang. Warung ini membanderol semua menu dengan harga yang sangat terjangkau, tidak lebih dari Rp 10.000. Untuk Mie Setannya sendiri, harga yang dibanderol perporsinya mulai dari Rp 8.000. Untuk menemani santap pedas, Mie Setan menawarkan aneka macam minuman dengan nama yang unik dan cenderung menyeramkan. Misalnya saja es

Genderuwo, Es Kuntilanak, Es Pocong, serta Es Tuyul. Meskipun namanya seram, namun untuk rasa tak perlu khawatir. Es Genderuwo misalnya, terdiri dari kombinasi blimbing, strawberry, serta bubble jelly. Dipadu dengan sirup leci dan jeruk nipis menjadikan minuman yang satu ini cocok untuk mendampingi menu Mie Setan yang sangat pedas. Selain itu, ada juga menu es Kuntilanak, dengan rasa yang menggoda selera. “Untuk Es Kuntilanak merupakan campuran dari teh, lemon, strawberry, serta blimbing. Untuk harganya hanya aRp 6.000/gelas,” bebernya. (titah mr mranani/noer adinda zaeni)


8 EDISI XLIX/ V / AGUSTUS 2012

GED ANGAN GEDANGAN BATU POST MUSIM kemarau yang panjang seperti sekarang ini, biasanya oleh warga Desa Sumberjo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, diimbangi dengan ritual berupa mantu kucing. Tujuan upacara adat itu, tak lain untuk memhon kepada AllAh SWT agar menurunkan hujan. Tak hanya di Gedangan, di Tulungagung pun upacara seperti ini juga dilakukan dengan tujuan yang sama. Praktis, ritual tersebut menjadi sajian wisata cukup menarik terlepas dari pro kontra larangan agama. Mantu kucing, bagi masyarakat Desa Sumberejo, sudah dikenal bertahun tahun. Namun demikian, sekarang ritual tersebut mulai jarang dilakukan. Biasanya mantu kucing dilakukan sore hari. Warga berjalan beriringan sepanjang 2 Km menuju Sendang Ubalan. Seperti iringan manten beneran, seekor kucing jantan yang dikerangkeng dikirab ke Sumber Ubalan. Sangkar kucing dihiasi aneka hiasan kertas, kemudian ditandu plus dipayungi. Sementara penghuni sangkar itu, justru panik. Sedangkan kucing betina, diambilkan dari Dusun Sumber Wangi Desa Sumberejo. Para pengiring juga membawa ubo rampe, yang dipikul beberapa pria menuju Sumber Ubalan diiringi tradisional jidoran. Pengiring wanita, juga wajib mengenakan kebaya, berjalan di barisan depan dengan membentangkan poster Nak Mas Bagus, Mugi Tirto Muduno. Barisan paling belakang, kesenian tradisional Singo Barong meliukliuk. Begitu sampai di Sumber Ubalan, puluhan warga lainnya sudah berkumpul menanti kedatangan rombongan kucing jantan. Umbul-umbul warna merah-putih dikibarkan. Di mata air yang dilindungi pohon beringin itu, perwakilan sesepuh adat berdoa sambil membakar dupa. Sedangkan iring-iringan manten kucing betina, menyambut dari seberang sungai yang dangkal. M ereka juga memikul sangkar berhias berisi kucing betina. Lantas, kedua ekor kucing dikeluarkan dari sangkarnya kemudian ditemukan sembari ada yang membacakan mantera. Lalu si manten dibawa ke mata air untuk dimandikan. Sudah barang tentu, dua ekor kucing itu meronta berusaha kabur. Usai itu, kucing dilepas bebas, tapi bukannya berlari berdampingan, melainkan menuju arah berbeda. Setelah manten kucing kabur, ritual dilanjutkan penyerahan mahar. Manten kucing jantan diwakili Kades, sedangkan yang betina diwakili sesepuh adat Dusun Sumberwangi, dilanjutkan memanjatkan doa ditutup dengan kenduri. Tradisi unik sama, juga biasa digelar di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulung≠agung. Warga di desa itu, sangat percaya jika kemarau panjang bisa diakhiri dengan ritual khusus manten kucing. Bahkan, ritual di desa tersebut sudah berlangsung sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda. Hanya saja, untuk memandikan kucing jantan dan betina yang dijadikan manten itu, dilakukan di Coban Kram. Sejak saat itu, jika musim ke≠marau panjang melanda Desa Pelem, warga akan meminta Kades menggelar ritual ter≠sebut. Seiring perkembangan bu≠daya, tradisi, dan zaman, ritual manten kucing pun dilengkapi beberapa sajian kesenian khas Jawatimuran. ( lyo/berbagai sumber)


9 EDISI XLIX / V / AGUSTUS 2012

CANDI JAGO PERPADUAN HINDU-BUDHA

TUMP ANG TUMPANG BATU POST Candi Jago (Jajaghu) di Dusun Jago Desa/Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang menyimpan enam kisah dari tradisi Hindu dan Budha. Dalam kitab Negarakertagama dan Pararaton, pembangunan Candi Jago berlangsung sejak tahun 1268 M sampai dengan tahun 1280 M, sebagai penghormatan bagi Raja Singasari ke-4, yaitu Sri Jaya Wisnuwardhana. Pembangunan candi mencerminkan Raja Wisnuwardhana yang notabene adalah penganut yaitu Syiwa Buddha. Kerajaan Singosari ketika masa Wisnuwardhana memang tengah berkembang dua jarang tersebut. Makanya perpaduan dua unsur tersebut begitu kental dan menonjol pada relief candi. Suryadi alias Sentot petugas Candi Jago yang pegawai BP3 Trowulan membenarkan bahwa pada zamannya Wisnuwardana mengubah hindu dan buddha. Ketika zaman itu raja memiliki ide sinkritisme dan hal ini terbuki pada relief. Maka terdapat dua sifat ajaran dalam relief yakni budhistik dan hinduisme. Dalam ajaran budhistik, relief memuat tiga cerita, yakni tantri (fabel), cerita angling dharma dan Kunjarakarna. Kisah terakhir yakni Kunjarakarna hanya ada di Candi Jago, alias satu-satunya kisah yang

terpahat dalam dinding candi. Nantinya kisah itu akan dibawakan oleh cantrik dam mantrik padepokan Mangun Dharma. “Sedangkan Hinduisme ada tiga cerita dari petikan Mahabharata yakni Kresnayana, Parthayajna dan Arjuna Wiwaha,” urai Suryadi. Dia menjelaskan bahwa dalam cerita wayang kisah mahabharata terdiri dari 18 parwa. Nah, di Candi Jago ini reliefnya memuat kisah pada parwa kedua Kresnayana, Parthayajna yang menceritakan pengorbanan suci arjuna dan Arjuna Wiwaha yang perjalanan arjuna sebagai simbolis manusia yang dituntut dua kepentingan. “Maka dalam sendratari juga akan dilakonkan mengenai Arjuna Wiwaha,” imbuhnya. Kisah itu akan dibawakan seniman Yogyakarta yang menceritakan kelanjutan Parthayajya. Sesuai kitab Mpu Kanwa sloka 10 dan 11 diterangkan bahwa kisah dimulai ketika pandawa diajak bermain dadu oleh kurawa sampai mempertaruhkan istri lima pandawa yakni Drupadi. Perempuan itu dilecehkan oleh dursasana sampai bersumpah tak akan menalikan rambut sebelum mandi darah Dursasana. “Arjuna bertugas mengembalikan kehormatan Drupadi dan Pandawa maka dia 13 tahun bertapa pisahkan diri dari saudaranya,” ujarnya. Tugas itu adalah kepentingan pertama dan kepentingan kedua dia juga

diberi tugas untuk mencari pusaka untuk mengalahkan raksasa. Arjuna bertapa di Indrakila sesuai dengan petunjuk Abiyasa. Kisah ini dijlentrehkan dalam kitab Mpu Kanwa yang hidup masa Prabu Airlangga. “Dalam Sloka 10 dan 11 Arjuna dibebani dua tugas cari pusaka sakti untuk membebaskan rakyat dari Kurawa juga dimintai para dewa soal Dewi Supraba yang dilamar raksasa Niwata Kawaca. Nanti dalam sendratari akan digambarkan Arjuna digoda tujuh bidadari dalam tapanya. Karena Arjuna mampu bertahan akhirnya Dewa Indra turun menjadi brahmana tua (resi) untuk mengujinya. Terjadi debat tentang hakikat hidup bahwa akan ada kehidupan lebih abadi ketimbang hidup di dunia. Dewa Indra pun bangga karena Arjuna tetap teguh. “Bahkan tapa Arjuna membuat Niwata Kawaca gusar dan berupaya menggagalkan patih Mamang Murca yang menyamar menjadi babi hutan. Namun Arjuna memanah babi hutan itu,” urainya. Pada akhirnya Arjuna bertemu dengan pemburu lain yang ternyata adalah Dewa Syiwa. Dia kemudian mendapatkan pusaka Pasopati yang kemudian dipakai untuk membunuh Niwata Kawaca. Kisah ini akan dimainkan dengan Kunjar-

akarna, karena sebenarnya kisah itu adalah kelanjutan dari Arjuna Wiwaha. “Purnawijaya itu adalah Arjuna yg terlupa dengan kemanusiaannya karena terlena setelah keberhasilan dalam misi sebelumnya,” ujarnya. Buari seorang seniman tari akan memainkan Kunjarakarna dalam sendratari tersebut. Dia bahkan telah melakukan ritual khusus untuk makin mendalami perannya dalam pementasan. Tidak ada kesulitan berarti selain harus mampu memainkan karakter Kunjarakarna melalui topeng. “Saya telah berlatih keras, termasuk juga beraltih di areal candi, sebenarnya ada kisah tersendiri yakni serba kebetulan ketika saya memainkan karakter ini,” katanya sambil merinci kisah magis yang dialami. Sementara itu, seniman muda Rendra Satya Nizar Dewantara mengaku yang paling penting adalah ketika telah memakai topeng. Meskipun berperan sebagai prajurit namun tantangannya juga berat. Karakter topeng itu akan bisa hidup dengan gerak laku yang dia lakonkan di atas panggung. “Ketika telah memakai topeng, saya merasa sudah menyatu dengan karakter itu,” aku y wicaksono/ Rendra.(( bagus ar ary abdul hal im) halim)

Syarendra Adhitama/Batu Post

DUA KISAH : Seniman tari akan mementaskan dua kisah dari relief di Candi Jago ini.


10 EDISI XLIX/ V / AGUSTUS 2012

NAFA AMADEA PERAIH MEDALI EMAS, PEMECAH REKOR SELAM PORPROV III KOT A BA TU KOTA BATU BATU POST GA GAL masuk kontingen PON Jatim GAGAL tidak membuat Nafa Amadea patah semangat dalam berlatih selam. Siswa SMPN 1 Batu ini tetap bertekad masuk tim PON Jatim atau timnas Indonesia dalam ajang nasional dan internasional. Nafa merupakan peraih medali emas sekaligus pemecah rekor selam kelas 50 meter bifin pada PORPROV III, Kediri tahun 2011 lalu. Saat itu dia masih duduk dibangku kelas VI SD V Kelurahan Sisir Kota Batu, namun sudah bisa mengalahkan atlet-atlet berusia 21 tahun dalam PORPROV. ‘’Mungkin umur saya yang masih belia, 12 tahun sehingga tidak masuk dalam tim PON Jatim. Saya tidak boleh patah semangat dan terus berlatih sehingga

bisa turun dalam ajang-ajang bergengsi berikutnya, seperti PON dan SEA Games,’’ tegas anak pasangan Hariyanto dan Kristin Mulyati ini. Dalam pertandingan final PORPROV III lalu, penggemar makanan bakso ini mampu menyelesaikan 50 meter dengan catatan waktu kurang dari setengah menit. Catatan waktu saat itu adalah 00.25.54 sehingga dia mampu memecahkan rekor PORPROV 00.25.74. Catatan waktu dalam pertandingan final itu juga lebih baik dari babak penyisihan, yakni 00.25.68. ‘’Saya ingin terus memperbaiki catatan rekor waktu itu. Dengan begitu saya tetap akan diperhitungkan dalam mengikuti setiap even,’’ tandas siswa kelas tujuh (1 SMP ini). Dalam setiap latihan, Nafa selalu didampingi pelatihnya, Kushandoko.

Sosok pelatih sangat dibutuhkan karena dia yang terus memberikan advise (nasihat) hingga memberikan catatan waktu. Latihan itu biasa dilakukan oleh Nafa di kolam renang Hotel Orchid. Perempuan kelahiran Batu ini selalu memiliki teknik tersendiri untuk mengalahkan setiap lawan. Dia selalu melirik ke kanan dan kiri usai meluncur dalam kolam. Dalam satu kali meluncur, dia pasti kalah karena lawan-lawan yang dihadapi adalah orang-orang dewasa. ‘’Saya mengandalkan kecepatan kaki ketika berada dalam air.’Dengan gerakan kaki, saya bisa menyelam dengan kecepatan tinggi. Terbukti, saya bisa mengalahkan mereka meski lompatan sewaktu meluncur sangat panjang,’’ tambah perempuan kelahiran Batu, 5 Febfeb/l im ruari 2000 ini. (feb/l feb/lim im)

KEBANGGAAN: Nafa Amadea bersama orang tuanya

PRESTASI: Nafa Amadea saat menerima medali emas di Porprov III Kediri 2011 lalu didampingi Ketua KONI Kota Batu Didik Machmud


11 EDISI XLIX/ V / AGUSTUS 2012

ER DIJEGAL SURAT ASPAL Sambungan dari Halaman 1

Ketika tidak ada etika baik, pasti upaya hukum dilakukan dengan memperkarakan para komisioner KPU ke Polda Jatim. Tuduhannya, diduga menggunakan surat keterangan palsu yang dikeluarkan Ki Abdullah tersebut. ‘’Surat keterangan yang dibuat Ki Abdullah, bisa dikategorikan surat seolah-olah asli tapi palsu karena dibuat oleh orang yang tidak memiliki kewenangan. Apabila KPU tetap menggunakan surat keterangan tersebut, dapat dikategorikan menggunakan surat keterangan palsu,

yang memiliki implikasi pidana,’’ tegas warga Singosari ini. Selama ini, pihaknya sudah curiga adanya ketidakberesan surat yang dikeluarkan Ki Abdullah nomor 045 itu. Dalam surat-surat yang dikeluarkan oleh SMP Taman Siswa, surat pasti ada singkatan TD setelah nomor. Namun dalam surat itu, bukan singkatan TD yang ada melainkan ABD yang bisa diasumsikan kepanjangan Abdullah. Bahkan, terbitnya Surat Keterangan tersebut pasti ada pihak yang meminta. Jika surat keterangan tidak

berdasarkan permintaan pihak ketiga, hal itu berarti surat keterangan ujugujug dari langit. ‘’Kami kemudian mendapatkan ketarangan dari Dinas Pendidikan Surabaya, bahwa masa jabatan Ki Abdullah sudah berakhir sejak 8 Juli. Berdasarkan informasi itu, kami mendapatkan surat resmi dari yayasan dan memang menerangkan jika masa jabatan Ki Abdullah, sudah berakhir sebelum mengeluarkan yang mementahkan ER bersekolah di SMP Taman Siswa,’’ feb/l yo) tegasnya.(feb/l feb/ly

UNDANG DGS, MINTA SIKAPI COBLOSAN PILKADA Sambungan dari Halaman 1

“Wujud ciri khas warga Kota Batu adalah gotong royong, yang sangat luar biasa seperti ketika kerja bakti dan lain-lain. Inilah yang harus terus kita jaga, keseluruhan dibiayai melalui partisipasi masyarakat. Karakter masyarakat seperti itu, menjadi modal membangun kota wisata ini secara utuh,” imbuhnya. Teddy Molindo rekan DGS, juga memberikan pesan kepada pendukung Didik yang hadir malam itu. Teddy menceritakan mengenai Kota Tomohon di Sulawesi yang sudah membuat Festival Bunga

Internasional. Ternyata, bunga-bunga yang dipamerkan itu, justru berasal dari Sidomulyo Kota Batu. “Tomohon sudah bisa eksport bunga, juga sudah bikin festival internasional yang ternyata sebagian besar bunganya dari Sidomulyo. Jika Tomohon yang kecil bisa eksport bunga, maka Kota Batu pasti bisa,” urainya. Kemajuan kota ini, kata Teddy bisa dilakukan jika masyarakat mau bekerja keras dan memilih pemimpin yang mengayomi masyarakat. Namun, memilih pemimpin yang

baik, harus disertai niat baik dan tidak tergoda bayaran Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu. Masyarakat yang baik adalah membangun budaya gotong royong, bukan budaya gotong rongrong. “Berbesarlah hati, karena kita tinggal di kota yang dikaruniai Tuhan dengan potensi daerah yang luar biasa. Saya adalah kawan DGS, yang tetap berada di belakangnya sekalipun DGS sudah tak terakomodir dalam pilkada, namun ternyata masih memiliki kemauan untuk membangun kita ini,” ungkap (ar y/adv/l yo) warga Songgokerto ini.(ar (ary/adv/l y/adv/ly

TERKESAN ALIHKAN PEMERIKSAAN CEPAT Sambungan dari Halaman 1

‘’Rupanya mereka berusaha melakukan upaya untuk mengalihkan pemeriksaan acara cepat ini, menjadi pemeriksaan biasa. Jika sidang PTUN ini beralih ke pemeriksaan biasa, tentu sangat merugikan klien kami,’’ tegas Andy Firasadi, SH, MH, Kuasa Hukum DPC PDIP Kota Batu. Menurutnya, jika pemeriksaan jawaban dan pembuktian dilakukan dengan peradilan biasa di PTUN, pemeriksaan tidak memiliki tenggang waktu. Padahal DPC PDIP sebagai pihak penggugat, saat ini berburu waktu untuk mengubah keputusan KPU dengan mengakui sahnya persyaratan pencalonan Eddy Rumpoko

langsung dilakukan pembuktian dengan keterangan saksi-saksi dalam satu hari sidang. Dia sendiri sangat optimis, hakim PTUN Surabaya pemeriksa perkara sengketa tata usaha negara itu mengabulkan semua gugatan atas

dan Punjul Santoso sebagai calon. Pihaknya tetap melihat tahapan Pilkada kota ini, sudah dijadwalkan KPU. Pemungutan suara akan dilakukan 2 Oktober nanti, atau kurang sekitar satu bulan. Jika peradilan PTUN menggunakan acara biasa, maka ER dan Punjul dipastikan tidak bisa mengikuti pemungutan suara. ‘’Makanya dari awal, kami memohon atas putusan sela agar tahapan Pilkada dihentikan,’’ tegas Andy. Disebutkan, pihaknya pun siap langsung menghadirkan saksi-saksi dalam persidangan. Dengan begitu, setiap jawaban sudah bisa

keputusan KPU Kota Batu. Putusan itupun, sudah bisa dikeluarkan PTUN Surabaya sebelum pemungutan suara berlangsung. ‘’Kita lihat saja, apakah pihak tergugat sudah siap dengan jawaban apa belum dalam’sidang berikutfeb/l yo) nya,’’ tegasnya.(feb/l feb/ly

PETA WISATA ≈KORAN WISATA www.koranwisatabatu.com

BERDALIH SERTAKAN PASAL 9 AYAT 5 Sambungan dari Halaman 1

Benarkah KPU mengalihkan penerapan pasal ? Supriyanto salah satu komisioner KPU Kota Batu menjelaskan, pihaknya sudah menggunakan pasal 9 ayat 5 PKPU dalam melakukan verifikasi. Hal itu dibuktikan dengan adanya risalah pleno tertanggal 7 Agustus 2012. ‘’Ada risalah plenonya. Jadi hal itu menjadikan bukti, bahwa kami sudah menggunakan pasal 9 ayat 5 dalam melakukan verifikasi berkas bakal calon,’’ tegas mantan anggota GMNI ini. Menurutnya, keterangan tentang penggunaan pasal 9 ayat 5 dalam melakukan verifikasi berkas calon, tidak diberikan dalam surat keputusan tentang penelitian ulang berkas calon. Namun pihaknya memberikan penjelasan dalam surat berikutnya, dan diberikan kepada partai pengusung. Penjelasan itu juga diberikan untuk menjawab surat dari DPC PDIP Kota Batu, yang meminta keterangan mengenai penggunaan pasal-pasal dalam penelitian feb/l yo) berkas milik kandidatnya. (feb/l feb/ly

Suryana Kopi Luwak Lampung

RESTO BU ATIK & CAFE Jl. Imam Bonjol No. 29,

Dapur Sandwich Jl. Diponegoro No. 139

Villa Batu Permai Kav. B4-6, Jalan Raya Beji

TARIF IKLAN : Iklan Baris Rp 20.000,-/baris (minimal 2 baris), Iklan Dagang/Umum : Warna: Rp 33.000,-/mmk, Hitam putih Rp 27.000,- mmk, Iklan Duka Cita/Sosial Rp 20.000,-/mmk (hitam putih) Rp 25.000 (warna), Iklan Hal 1 & Kreative tambah 100% , Advertorial Warna Rp. 25.000/mmk, Hitam putih Rp 17. 000/mmk, tambah PPn 10%. RESIDENCE

HOTEL

KULINER

KULINER

TOUR & TRAVEL

D’EBENEZER RESIDENCE Jl. Raya Beji Batu Best Inves *Buy 2 Get 1 Free* Modern Living *Limited Unit & Promo* Call: Josias 085733748505

GRAND PUJON VIEW Hotel Resort, Jalan Rajekwesi Pujon Malang 0341-524649

RM KERTASARI Jalan Raya Dieng 4 Bendo Batu 0341-592929

DE DAUNAN (Rumah Kebun) Jl. Trunojoyo No. 2 Junrejo Batu Telp. (0341) 594466

BAKSO BAROCKAH Jl. Diponegoro Batu menyajikan aneka juice buah segar melon, nanas, sirsat, mangga, pepino jeruk dan susu segar STMJ yogurt milk shake plus minuman panas dingin pasti puas.

GENDIS BATIK Menyediakan Batik khas kota Batu. Bahan tulis, sutra dan cap. satuan dan partai besar. Jalan Bromo 7B Batu. Telp. 0341-5140957

MANDIRI tour and travel tiket pesawat kapal laut online travel segala jurusan`reservasi hotel`office`jl diponegoro 10 batu Telp. (0341) 610 2557

WISATA SELECTA Jalan Raya Selecta Batu (www.selectawisata.com) 0341-592369 KALIWATU RAFTING Jalan raya Pandanrejo 1 Bumiaji Batu 0341-594175 HOTEL ARINIMART & PENGINAPAN Jl. Raya Tlekung No. 4A( Sebelah Utara) RS. BAPTIS Batu - jatim ((0341) 8621425, 085855306517

OLEH-OLEH ISTANA oleh-oleh dan cenderamata Brawijaya, Jalan Diponegoro (POJA-Kota Batu) 0341-7792790 KULINER WARUNG SEMERU 30 (IGA BAKAR, AYAM BAKAR & BEBEK GORENG (DELIVERY, 0341-3190522, 593833 Jl. Semeru No. 30 (Belakang Plaza Batu)

WARUNG NASI SIDIK Terima pesanan : nasi kotak, kue bsah, prasmananm Jl. KH Agus Salim 47A Telp. 0341-591540 Batu Malang MILK STORY Jl. Panglima Sudirman 84 Aneka olahan susu sapi Telp. 0341-9926029

RUMAH HANDUK Menyediakan handuk dengan berbagai bentuk dan ukuran menerima pembuatan hantaran, Melayani juga partai dan eceran ALamat : Jl. A. Yani 12 Batu Telp. (0341) 2908269 SURYANA KOPI LUWAK LAMPUNG (Alunalun Batu) Jl. Munif No. 03 Telp. (0341) 591306, 5353971, www.suryana.asia

TOUR & TRAVEL PASANG IKLAN usaha kuliner di www.malangfood.com murah hub. 087 859990536 JASA DESIGN dan pelaksana interior rumah, kantor, hotel meliputi karpet, gorden, vitras, spending, wallpaper vertikal & horizontal blind dll. hub. 0341-7767200 MALANG POST Jl. Sriwijaya 1-9 Malang Telp. (0341) 340081-2


12 EDISI XLIX/ IV / AGUSTUS 2012

www.kotawisatanews.com

Ratusan massa pendukung Didik Gatot Subroto (DGS) berkumpul di Rumah Makan Pak Kasan Mojorejo Kecamatan Junrejo, kemarin malam. Para pendukung itu meminta sikap dukungan DGS dalam coblosan pemilukada 2 Oktober mendatang. Malam itu juga DGS meminta agar pendukungnya tidak memihak kepada pasangan calon yang melakukan money politic yang membayar calon pemilih senilai Rp 100 ribu. Pertemuan yang sekaligus halal bihalal itu berlangsung gayeng marem dihadiri karib DGS Teddy Molindo. DGS mengatakan bahwa pertemuan itu untuk mengakomodir keinginan para pendukungnya. Pertama para pendukung berkeinginan untuk bisa bertemu saling melepas kangen sekaligus untuk halal bihalal. Kedua, para pendukung meminta arah dan petunjuk DGS terkait pasangan calon yang tepat untuk memimpin Kota y) Batu. (ar (ary)

Foto : Syarendra Adhitama/Batu Post, Teks : Bagus Ary Wicaksono/Batu Post

KWB-49  

Halaman KWB edisi49

Advertisement