Page 1

Aspirasi Nurani Rakyat Indonesia

www.tribunekompas.co.cc

SABTU,16 JULI 2011

Diduga Ada Kursi Haram di DPRD Depok By: Tommy Jakarta -Tribunkompas

Cerita Koprol Setelah Dicaplok Yahoo! By: Tommy. H Thailand-Tribunkompas Mulai tampilan web baru, "Koprol Stamp", "Koprol for Business", sampai aplikasi untuk telepon seluler Android. Untuk tampilan di website, situs www.koprol.com kini hadir dengan user interface baru yang didominasi warna putih dan hijau terang

Dari jumlah 50 kursi yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, periode 20092014 diduga ada anggota dewan yang menduduki kursi haram. Salah seorang anggota DPRD Kota Depok dari daerah pemilihan (Dapil) Cimanggis, telah “bermain” dengan petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cimanggis dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Depok. Dari hasil investigasi yang dilakukan Tribunkompas didapat informasi, hasil rekapan perolehan suara yang telah diplenokan ditingkat kecamatan dimanipulasi petugas PPK atas pesanan calon anggota bersangkutan, sehingga yang bersangkutan dapat melenggang ke gedung dewan dan akhirnya turut dilantik menjadi anggota dewan yang terhormat. “Sebetulnya kecurangan calon anggota dewan yang bekerja sama dengan petugas PPK Cimanggis tersebut sudah saya laporkan namun tidak direspon,” kata sumber tersebut kepada Tribunkompas, Kamis 14/7. Diungkapkan, semula perolehan suara hasil penghitungan pemungutan suara dari beberapa tempat pemungutan suara (TPS), dirinyalah yang memperoleh suara untuk dapat menjadi anggota legeslatif dari Dapil Cimanggis. Namun rekap hasil penghitungan suara yang telah diplenokan ditingkat kecamatan, ketika hendak dikirim ke KPUD, rekapan tersebut diganti dan perolehan suara yang di dapat berubah, dialihkan ke calon lain, yang sekarang telah menjadi anggota dewan yang terhormat. “Saya sangat kecewa dan merasa dizolimi, saya tetap menuntut apa yang menjadi hak saya,” kata sumber tersebut nampak kecewa sekali, mengetahui ternyata KPUD Kota Depok sebagai lembaga yang seharusnya profesional telah mengkhianati sumpahnya. Sementara itu Nusantara Coruption Watch (NCW), menyoroti masalah tersebut sebagai tindak pidana yang bisa diperkarakan. “Itu bisa dituntut karena sudah bekerja sama memalsukan data, baik calonnya, petugasnya dari tingkat kecamatan sampai ke KPUD Depok, harusnya Kepolisian proaktif dong,” kata SM. Lubis, ketua koordinator [ NCW.[

Kalla Sarankan Presiden Ganti Menteri Berkinerja Buruk By: Anto. H Jakarta-Tribunkompas Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyarankan presiden mengganti anggota kabinet yang kinerjanya selama dua tahun terakhir buruk. “Kalau memang tidak efektif (kinerja menteri), harus segera cari yang lebih mampu,” ujarnya seusai memberikan kuliah umum bertajuk 'Reviving democratic government and leadership in global governance' di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Kamis, 14 Juli 2011.

Kalla menilai laporan Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), yang menyatakan kinerja separuh menteri Kabinet Indonesia Bersatu II lamban, bisa menjadi bahan penting untuk evaluasi kinerja semua kementerian. Menurut Kalla, kinerja kabinet harus memiliki sistem evaluasi yang mematok target pencapaian kerja yang jelas. Karena itu, kata dia, kunci penilaiannya tetap di tangan Presiden. “Setelah target pencapaian (kinerja menteri) dan batas waktunya ditentukan, yang [ menilai tetap pimpinan,” ujarnya.[

Akuisisi adalah peristiwa biasa dalam dunia bisnis. Tapi bisa lain ceritanya apabila yang "dicaplok" adalah perusahaan besar dengan jumlah pengguna layanan yang banyak. Lima tahun lalu, si raja media, Rupert Murdoch, ngotot ingin membeli situs jejaring sosial Myspace. "Sudah saatnya kita kembali terlibat dalam bisnis Internet," ujar pemilik News Corporation (News Corp) ini kala itu. Namun belakangan Murdoch menjual situs tersebut lantaran jumlah penggunanya semakin turun. Bulan lalu, sang baron menjual situs yang sudah dibelinya itu kepada Specific Media, yang sebagian sahamnya dimiliki selebritas Justin Timberlake, dengan harga US$ 35 juta atau sekitar Rp 301 miliar. Angka ini jauh di bawah nilai pembelian Myspace yang ketika diakuisisi seharga US$ 580 juta (Rp 5,2 triliun). Kisah serupa dialami Skype. Pada Mei lalu, perusahaan raksasa teknologi seperti Microsoft Corp, Google Inc, dan Facebook berminat meminang situs penyedia layanan chatting dan video call ini. Namun penawaran yang paling menarik datang dari Microsoft dengan nilai US$ 8,5 miliar. Ada pula kisah "caplok-mencaplok" di bidang teknologi di Tanah Air. Tahun lalu, misalnya, kita dikejutkan oleh akuisisi Yahoo! terhadap sebuah situs jejaring sosial berbasis lokasi, Koprol, yang dibangun PT SkyEight.

Lalu bagaimana perkembangan Koprol saat ini? "Sejak diakuisisi pada Mei 2010, Yahoo! Koprol semakin berkembang," kata Co-founder Yahoo! Koprol, Satya Witoelar, dalam perayaan ulang tahun pertama Yahoo! Koprol di Jakarta, Kamis pekan lalu. Dari sisi keanggotaan, jumlah pengguna layanan tersebut melonjak hingga 20 kali lipat, dari 75 ribu menjadi 1,5 juta orang, di seluruh dunia. Dari angka itu, 80 persennya adalah pengguna dari Indonesia. Sementara itu, dari kontennya, Satya mengatakan fitur yang disediakan semakin beragam. Mulai tampilan web baru, "Koprol Stamp", "Koprol for Business", sampai aplikasi untuk telepon seluler Android. Untuk tampilan di website, situs www.koprol.com kini hadir dengan user interface baru yang didominasi warna putih dan hijau terang. Di dalamnya terdapat fitur Koprol Stamp, yang menjadi salah satu elemen hiburan, karena pengguna bisa memberikan stempel sebagai bahasa baru untuk menyematkan predikat kepada pengguna Koprol lainnya. Namun pengguna tidak bisa sembarangan menggunakan stempel ini. Syaratnya, kata Satya, pengguna harus posting sebanyak 250 kali guna mendapatkan 3 stempel yang dipilih secara acak yang kemudian diberikan kepada pengguna lainnya. "Ini seperti game untuk membangun reputasi [ kita," katanya.[

Bupati; Masyarakat Wonogiri Tergolong Miskin By: Wiwik Priyanto Wonogiri-Tribunkompas Bupati Wonogiri, Danar Rahmanto membuka secara resmi Sosialisasi Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wonogiri di Ruang Data Setda, Kamis (14/7). Bupati menjelaskan bahwa PPLS 2011 merupakan kegiatan pendataan rumah tangga untuk program bantuan dan perlindungan sosial yang keempat setelah Pendataan Sosial Ekonomi 2005 (PSE05), Survei Pelayanan Dasar Kesehatan dan Pendidikan 2007 (SPDKP-07) dan Pendataan Program Perlindungan Sosial 2008 (PPLS08). “Berbeda dengan pendataan program perlindungan sosial sebelumnya, tujuan utama PPLS-2011 adalah untuk

mendapatkan 40 persen rumah tangga sasaran kelompok menengah ke bawah dalam skala nasional. Data yang dihasilkan akan menjadi Basis Data Terpadu untuk Program Perlindungan Sosial. Basis data Terpadu akan digunakan untuk mendapatkan daftar nama dan alamat peserta Program Pemerintah terkait program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan,” terangnya. “Hasil PPLS-2011 ini harapan saya bisa menjadi basis data yang bersih dan tidak mengandung kesalahan., bisa

mengeluarkan rumah tangga mampu dari basis data serta menjaring keluarga yang tidak mampu masuk ke dalam basis data. Sehingga jika basis data ini nanti dipergunakan akan lebih tepat sasaran.“ Bupati berharap, seluruh camat dan

lurah agar memberikan perhatiannya secara sungguh sungguh dalam melakukan pengawasan dan monitoring pelaksanaan pendataan program perlindungan sosial 2011 kali ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Sementara itu, Kasie Statistik Sosial BPS Kab. Wonogiri, Sarwo Edi Rifai, MM menambahkan sampai saat ini BPS sudah merekrut sejumlah 456 petugas PPLS yang nantinya akan turun ke lapangan. Sosialisasi tersebut menghadirkan Ketua Tim Koordinasi Penangulangan Kemiskinan Kabupaten Wonogiri yang sekaligus Wakil Bupati Wonogiri Yuli Handoko, SE, Drs. Pranoto, MM (Ketua Bappeda Kab. Wonogiri), dan Drs. H. Suharno, M.Pd (Kepala Dinsos) sebagai [ narasumber.[

“Salah Satu Bentuk Kepedulian Artha Graha Terhadap Masyarakat Dalam Bhakti Sosial Soal Kemiskinan, Kesehatan Dan Lingkungan Hidup Yang Dipersembahkan Untuk Rakyat Indonesia”

BAD TRACK RECORD

BAD TRACK RECORD

Banyak Menteri Tak Jujur Laporkan Kinerjanya By: W. Aplasi Jakarta -Tribunkompas Para menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid dua ternyata kerap tak jujur dalam melaporkan kinerjanya kepada presiden. Ketidakjujuran itu terutama tampak dalam laporan triwulantriwulan pertama hingga ketiga. "Mereka bohong dalam laporan di bulan-bulan awal, yang tidak dicek pemerintah. Mereka pikir bisa dikebut belakangan, ternyata tidak," ujar sumber Tribunkompas, Rabu malam lalu, 13 Juli

2011. Pada laporan bulan-bulan awal itu, sejumlah checkpoint (target antara) kementerian tercatat tercapai. Tetapi target finalnya pada akhir tahun malah tidak terpenuhi. Karena itulah, kata pejabat tinggi yang menolak disebut namanya itu, pelaksanaan dua Instruksi Presiden di tahun 2010 mengecewakan. Tahun lalu, SBY melansir dua Instruksi yang lantas dipakai untuk mengukur kinerja menterimenterinya. Instruksi pertama disusun setelah rapat kerja di Cipanas, Februari 2010. Dalam beleid itu tertera 14 prioritas

nasional yang terbagi dalam 70 program, 155 rencana aksi, dan 369 sub rencana aksi yang dilaksanakan oleh 45 institusi. Sedangkan instruksi kedua dibuat pasca rapat kerja pemerintah di Tampaksiring, Bali, April 2010. Ada 3 tema, 43 program, 90 rencana aksi, dan 120 sub rencana aksi yang wajib dilakukan 24 instansi penanggung jawab. Dari sederet sub rencana aksi pada instruksi yang pertama, ada 98 atau setara dengan 26,56 persen yang tak tercapai. Begitu pula pada pelaksanaan instruksi kedua, 24 sub rencana aksi, atau 20

persen, yang tidak mencapai target. Masalah utamanya, kata dia, adalah pola pikir para pejabat, baik di pusat maupun di daerah. Koordinasi antarinstansi pun masih lemah. Evaluasi itu menunjukkan sepanjang tahun lalu ada banyak proyek yang bermasalah. Antara lain, internet kecamatan yang belum seluruhnya terpasang dan beroperasi, bahkan ada kasus di mana penerimanya harus membayar Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Tunjangan khusus guru madrasah pun belum terbayarkan kepada semua calon penerima. Adapun konstruksi fisik

Lembaga Permasyarakatan belum seluruhnya selesai, atau fisiknya telah rampung namun belum berfungsi, serta belum ada perencanaan kegiatan selanjutnya.Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar, yang bertanggung jawab untuk rencana peningkatan kapasitas Lembaga Pemasyarakatan, beralasan memang belum jadwalnya penjara-penjara itu selesai dan berfungsi. "Kan memang masih berjalan, dalam pengerjaan," ujarnya di Bandara Halim Perdana[ kusuma, Kamis, 14 Juli 2011.[


02

Redaksional

SABTU, 16 JULI 2011

www.tribunekompas.co.cc

OPINI PINI-ONN TAJUK AJUK Apakah Korupsi Penyakit Masa Lalu? Mari kita mencoba merenungkan masalah yang selama ini selalu menjadi persoalan yang tak pernah kunjung selesai di negara republik tercinta kita ini. Perselingkuhan dalam menata keuangan di pemerintahan, baik di pusat maupun di pemerintahan daerah, dari era orde lama hingga sekarang seperti tidak ada obatnya. Berbagai element masyarakat dengan julukan pakar-pun, bahkan seringkali mengadakan dan mengedepankan teorinya dalam memberantas penyakit yang di sebut korupsi tersebut. Namun walhasil, bukannya sembuh tapi malah semakin merajalela. Rasa malu sudah dikesampingkan, bahkan ada yang berujar, “jangankan yang halal yang haram saja susah”, Subhanaallah..! Mungkinkah hal ini ada kaitannya dengan masa lalu bangsa ini? Bisa ya bisa juga tidak, namun yang jelas sepertinya penyakit yang satu ini susah sekali untuk diberantas/diobati. Jika hal ini menyangkut masa lalu bangsa maka juga ada kaitannya dengan mental individu. Karena biar bagaimanapun sebagai bangsa yang pernah dijajah selama ratusan tahun oleh penjajah jelas berpengaruh besar terhadap mental seseorang. Dan kaitannya dengan penyakit korupsi, kita ini adalah keturunan yang berkaitan dengan gen (keturunan), dari orang-orang yang pada waktu itu mendapat perlakuan dan tekanan penjajah selama 300 (tiga ratus) tahun, yang secara manusiawi dan psikologis membuat seseorang bersikap dan berperilaku, yang di ibaratkan seperti wujud “katak”, yaitu berjongkok yang berarti suka menyembah atau yes man, kemudian kaki depannya yang menyiku kita artikan suka menyikut kiri kanan (pada teman, saudara maupun rivalnya) dan terakhir barangkali kaki belakangnya diartikan suka menginjak yang di bawahnya (menekan dan mengintervensi). Jadi bentuk katak tersebut berarti, suka menghamba, suka menyikut dan suka menginjak (bayangkan posisi katak hidup). Sementara itu para pakar kedokteran, menyebutkan faktor keturunan sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan manusia?, jadi artinya penyakit ini bakal susah untuk dihilangkan atau di obati, kecuali adanya akhir zaman dan berganti generasi baru yang benar-benar baru, itupun jika Tuhan berkehendak untuk menciptakan lagi yang namanya umat dan adanya bumi beserta isinya, setelah akhir zaman nanti?. Dan pada akhirnya kita hanya dapat berpasrah dan segera menyadari segala kesalahan perilaku dari segala yang sudah di suratkan dalam KitabKitab yang telah diturunkan Tuhan untuk umat manusia, yang dilarang dan di haruskan agar selamat di dunia dan Akhirat nantinya. Untuk pembaca, tulisan ini barangkal hanya sekedar memberi masukan untuk bahan perenungan tanpa bermaksud merendahkan derajat manusia Indonesia pada khususnya, apalagi menyamakan [ dengan katak, tidak.[

Dua Potret Politik M. Alfan Alfian

Mungkin gara-gara pulang ke Jakarta, dari Ankara via Istanbul dan Bangkok, dua tokoh menyembul dalam pusat perhatian saya pekan ini. Keduanya tokoh politik, dan karenanya tulisan ini menyangkut suatu peristiwa dan emosi politik. Kedua tokoh yang saya maksud adalah Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Turki, dan Yingluck Shinawatra, Perdana Menteri baru Thailand . Saya mengamati perkembangan politik pasca-pemilu di Turki dan tentu saja bersentuhan dengan bacaan dan perbincangan tentang Erdogan yang partainya, AK Party tengah memerintah untuk ketiga kalinya sejak 2002. Tetapi di Bangkok, Thailand, petugas pengantar transit saya di Bandara Svarnabhumi, telah memicu diskusi ringan soal kharisma Thaksin Shinawatra. Ia mengaku pendukung sang politisi, mantan perdana menteri pelarian itu. “Thaksin itu merakyat, dan kebijakannya membela kami,” katanya, “terlepas dari kontroversi yang menyertainya”. Bahkan ia yakin setelah pemilu, Thaksin akan bisa kembali ke tanah airnya. Dan ketika partainya Yingluck Shinawatra, adik perempuan Thaksin menang dengan memperoleh dukungan suara yang setara dengan kursi lebih dari lima puluh persen, harapan loyalis Thaksin tentu semakin melambung. Terlepas dari kekurangan masingmasing, Erdogan dan Shinawatra sedang di puncak kharismanya sekarang. Keduanya adalah ikon politik yang fenomenal. Kharisma Erdogan, tak sebatas pencitraan, tetapi saya melihat lebih karena faktor kepandaian menjaga harapan publik. Sementara kharisma Shinawatra, sudah sampai pada level “pejah gesang”. Banyak pengikut politiknya yang fanatik. Para pendukung Thaksin dikenal militan –bahkan galak. Nah, Yingluck Shinawatra, sebagai semacam titisan Thaksin, eksistensinya, sangat ditentukan oleh aura politik proThaksin. Tapi bagaimana dengan faktor tentara? Bagaimana dengan faktor raja? Penjemput saya di Bandara Svarnabhumi

itu dengan yakin mengatakan, bahwa faktor utama yang menentukan politik negerinya adalah saya, rakyat. Ia mengingatkan bahwa Thailand adalah negeri demokrasi.*** “Coba tanya ke sopir taxi di sini, sebab mereka lebih jujur apa adanya dalam menilai pemimpinnya,” kata seorang kolega di Ankara, Turki. Maksudnya, supaya saya nanya soal bagaimana pandangan umum masyarakat biasa tentang Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan. Ia setengah memberikan jawabannya bahwa hampir semuanya pasti akan mengapresiasi positif. Mengapa? Kepemimpinan Erdogan dipandang mampu membangkitkan ekonomi dan harga diri orang Turki. Saya sendiri tidak bisa mengeceknya satu per satu pada sopir-sopir taxi yang saya tumpangi, mengingat, tidak selalu saya naik taxi di sana. Tapi, koran Zaman yang pro-pemerintah, memberi kesan bahwa Erdogan memang kharismatik laiknya super-star. Sebuah kolom di koran itu, memuji-muji tampilan Erdogan sebagai pemimpin yang kharismatik, dengan detil-detil ciri-ciri fisikal yang sempurna: penampilannya, caranya berpidato alias retorikanya, dan tetek bengek lainnya yang menunjukkan bahwa Erdogan punya wibawa dan kharisma. Di atas semua itu adalah keberanian dan gebrakan-gebrakan politiknya yang dipandang kalangan Sekuleris-Kemalis, kontroversial. Para kolomnis koran itu, sering mengulas tentang pemerintahan AK Party yang mentransformasikan Turki kepada situasi politik Pos-Kemalis. Tetapi, kritik terhadap gaya dan kebijakan kepemimpinannya juga tak kurang-kurang. Saya menjumpai banyak buku dalam Bahasa Turki yang isinya khusus mengkritiknya. Bahkan ada yang sampulnya, Erdogan berkumis Hitler. Rata-rata buku itu mengulas bahwa ia pemimpin yang otoriter, tak paham substansi demokrasi, Islamis yang punya agenda tersembunyi, hingga ancaman bagi perdamaian Timur Tengah –karena sikapnya yang “anti-Israel”. Beberapa tabloid komik, juga biasa mengkarikaturkannya sedemikian rupa – dengan gambar yang lucu-lucu. Bagi

M. Alfan Alfian musuh-musuh politiknya, Erdogan sering dicap cenderung totalitarian, bahkan ada yang menggamnbarkan seperti Sultan Turki Utsmani pada masa lalu. Cap itu, dikaitkan dengan bagaimana rezim AK Party, memproses hukum kasus Ergenekon dan Balyoz (Sledgehammer) yang dituduh telah melakukan serangkaian upaya untuk menjatuhkan pemerintahan melalui kudeta. Ekses dari kasus itu adalah, proses hukum kepada semua elemen (apakah tentara yang aktif maupun yang sudah pensiun, wartawan, akademisi dan sebagainya) yang oleh pihak kejaksaan dipandang terlibat, sehingga memunculkan isu kebebasan sipil dan pers. Politik tak begitu semarak di Turki, kecuali di koran-koran atau debat di televisi-televisi. Begitulah kesan saya, dalam mengamati dinamika politik Turki pasca-Pemilu 2011 yang dimenangkan AK Party dengan hampir 50% perolehan dukungan suara. Sehari-hari, politik tak tampak, kecuali kesibukan masyarakat beraktivitas. Seorang mahasiswa di Ankara mengaku mencoblos AK Party pada pemilu lalu, walaupun ia kurang begitu suka dengan partai itu. Ketika saya tanya lebih lanjut, mengapa, ia enggan menjelaskan. Tapi, kesan yang saya tangkap, ia ingin pragmatis saja: memilih yang memerintah (incumbent). *** Kontinuitas dan perubahan adalah halhal yang biasa mengemuka dalam penjelasan para pakar politik. Kalau pihak

incumbent menang, maka yang dominan adalah kontinuitas alias keseinambungan. Kalau incumbent kalah, maka yang dominan adalah perubahan alias changes. Politik berlanjut di Turki dan berubah di Thailand. Dua negeri itu sama-sama pernah mengalami kudeta militer berkalikali itu. Militer sebagai kekuatan politik masih relevan di Thailand, tetapi, kelihatannya sudah tak demikian lagi di Turki. Pola kudeta militer zaman Thaksin, dipicu oleh alasan pemerintahan yang dipandang korup –bukan pada isu ideologis seperti Turki. Militer Thailand ambilalih pemerintahan, “serestu raja”, dan seperti pola Turki, pemilu dilakukan lagi pasca-kudeta. Kudeta masih mungkin bisa terjadi lagi di kedua negeri itu, walaupun peluangnya semakin mengecil, terutama di Turki –yang pasca-pemilu ini tengah merancang konstitusi baru standar Eropa. Kepada saya, seorang pakar dari Institute of Strategic Thinking, di Ankara, memperkirakan di internal militer sendiri yang menghendaki kudeta di Turki tinggal duapuluh persen. Yang delapan puluh persen tidak menghendaki. Bagi saya, persoalannya adalah bukan angka prosentase peluangnya, tetapi kemungkinan untuk kudeta masih ada – walaupun jalan kudeta sudah sangat tidak populer. Di Thailand, diberitakan Jenderal Prawit Wongsuwon memberikan pernyataan standar saja bahwa dirinya telah berbicara dengan para pemimpin militer, untuk membiarkan para politikus menyelesaikannya persoalan-persoalan mereka, dimana militer tak akan terlibat. Tapi, bisa saja suatu saat militer “terpaksa” berurusan lagi dalam soal-soal politik yang krusial di sana. Karenanya, reputasi dan prestasi kerja pemerintahan baru pasca-pemilu di Thailand, sangat penting dalam konteks sejarah masa depan politik negeri Gajah Putih itu. Apakah Yingluck, punya kecakapan sebagai pemimpin politik negerinya? Itulah pertanyaannya. Politik memang bukan monopoli aktivis pergerakan. Latarbelakang Yingluck adalah [ profesional dan pebisnis.[

Facebook, SMS & Surat Pembaca Jangan Urus Masalah Politik Terus Dong Rame masalah resufle dan penggantian menteri di kabinet oleh partasi-partai politik sepertinya sudah tidak ingat lagi kalau rakyat sangat tidak simapti dengan drama serial yang sudah sering dipertontonkan oleh pemerintah dan lembaga-lembaga terkaitnya. Dimana-mana rakyat kesusahan dengan berbagai musibah kok malah pemerintah ribut soal ganti menteri dan lainnya. Ini dagelan apalagi?

Wahono -- Jakarta.

Jika tak mau melayani jangan jadi PNS Ini memang memilukan. Jika menurut peraturan maka aparat pemerintah adalah abdi masyarakat dan masyarakat adalah yang harus dilayani

alias tuan. Tapi kenyataannya pelayan itu sering dan suka membohongi tuannya. Sebagai penerima amanat, sudah seharusnya jika pemerintah tahu diri, namun jika keberatan dengan posisinya, ya.., silahkan mencari posisi di luar pemerintahan. Misal, sebagai wiraswasta, pengusaha, Dll. Pada intinya jika masih betah sebagai pegawai pemerintah, silahkan berperilaku sehat segalanya. Malu dengan segala fasilitas yang diterima dan dipakai bung.., itu juga jika masih ada rasa malu, tentunya. HMD -- Jakarta

Bongkar kasus korupsi Semoga kasus korupsi bisa segera dituntaskan. Saya rakyat miskin benarbenar prihatin dengan ketidak pekaan pemerintah. Harga sembako melambung membuat kami menjerit tapi jeritan kami tidak pernah didengar. Ampun dah..! Kapan pemerintah mengerti ? Tohar. Depok II

Bagi-bagi proyek di Pejalan Kaki Pemkot sudah tradisi Juga Punya Hak? Dinas-Dinas Di Pemkot Depok yang mengadakan lelang proyek, kebanyakan hanya formalitas saja. Menurut pengamatan saya, para panitia lelang jauh-jauh hari sudah di pesan oleh para pemborong yang notabene sudah saling kenal akrab, bahkan uang fee untuk panitia yang cukup lumayan menggiurkan, tidak jarang juga sudah diminta panitia atau diberikan oleh si pemborong. “Tidak masalah uang fee kita kasih dulu, yang penting pekerjaannya di kasihkan ke kita,” ujar salah seorang pemborong yang tidak ingin disebutkan namanya. Dengan fenomena seperti ini, maka tidak berlebihan jika lelang yang diadakan hanya formalitas untuk syarat mengikuti peraturan pemerintah. Slmt -- Depok

Saya tidak maniak dengan siapapun yang menjadi pemimpin. Cuma tolong di ingat bahwa kami para pejalan kaki juga mempunyai hak di jalan raya, namun fasilitas untuk kami tidak tersentuh sama sekali? yang dibangun dan dibaguskan selalu fasilitas kendaraan.Selama ini warga miskin akan disentuh jika diperlukan. Lupian -- Jakarta Bidik Pantau Tribune Kompasonline

Pendiri: RM. Otto Arnanto. Diterbitkan: PT. Arya Lingga Manik Dewan Pembina: H. Ronny Bratawijaya, H.Rintis Yanto, Made Prabawa Lingga. Penasehat Hukum : Arman. S.H, Bernhard. S.H, Judika Pangaribuan. S.H. Rudi Hernawan. SH Pemimpin Umum: H. Danar, Pemimpin Redaksi: RM. Totok Hariyanto. Wkl. Pemimpin Redaksi: Yosias Christoffel Siegers. Pemimpin Perusahaan: Jaiyah Djahalim. Tata Usaha: E. Retnaningsih. Sekretaris Redaksi: Dessy Pujiarti. Redaktur: Bayu. A, Tommy. H, Herryansyah. Koordinator Liputan: Nurdiansyah, Fahmiyanto. Fothografer: Hendry. S, Ratno. Tata Letak/Design: Gorby Cs. Marketing/Iklan: Robyanto (kepala), Teguh Nurdiansyah, Asmawi. Staf Redaksi: M. Sodik, Dwi Darwin, M. Alex, Syamsi, Samdardi, Parman, Wahyu Hidayat, Bogor: Hasibuan, Yusuf. F, Tangerang: Warsito, Bekasi: Kamaruddin, Sukabumi Kab./Kota: Rudi Hernawan (Ka. Biro), Hairullah, Nurhamli, Irpan Sopyan. S, Cianjur: D. Hendrayana. Purwakarta: Endang R. A. Pantura: Suroyo (Roy), Bandung: Toni Supriadi, Semarang: Bambang Riyanto, Solo/Wonogiri: Wiwik Budipriyanto, Surabaya: Soewardi, Yogyakarta: Astri, Bali: Putu Sumada, Siti Nieroah, Banten/Serang: Untung Haliyana, Perwakilan NAD: Leo.S (Kepala), Fitriani, Jefri Pie. Alamat Redaksi: Gedung Autoparts (Ramanda) Lt.3 Jln. Margonda Raya No.20 Kota Depok, Selatan Jakarta.Indonesia. Telp/Fax: 021- 77218057- 33731758 E-mail: koran_tribunekompas@yahoo.co.id / korantribunenews@gmail.com Facebook: tribunekompase@yahoo.co.id Website: www.tribunekompas.co.cc Nomor Rekening: BCA 8690824044, Bukopin 4204000359. “Setiap wartawan dan karyawan Surat Kabar Tribunekompas dalam melaksanakan tugas selalu dibekali surat tugas/kartu pengenal serta namanya tercantum dalam Box Redaksi, selain nama tersebut di atas bukan merupakan wartawan/karyawan Surat Kabar Tribunkompas, jika ada yang mengaku-aku dimohon menghubungi redaksi atau pihak berwajib”


03

Nasional News

SABTU, 16 JULI 2011

POJOK TRIBUNE www.tribunekompas.co.cc

Loyalitas Ganda, Kinerja Jadi Buruk By: Anto Jakarta-Tribunkompas Pengamat Politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit, mengatakan kinerja pemerintahan yang buruk dengan capaian kurang dari 50 persen bisa menjadi catatan buruk bagi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono. "Rombak kabinet jika menteri tak bisa diperintah," kata Arbi Sanit, Ahad, 10 Juli 2011. Menurut Arbi, kinerja menteri yang buruk disebabkan mereka memiliki loyalitas ganda, yaitu kepada presiden dan kepada partai politik. Nah sayangnya, loyalitas kepada partai itu lebih tinggi dibandingkan kepada presiden. "Mereka lebih memilih melayani kepentingan golongannya dibanding melayani rakyat," kata Arbi.Dengan begitu, masalah ini menimbulkan ketidakadilan. Soal pertumbuhan ekonomi yang digembar-gemborkan pemerintah sebagai keberhasilan, ia mengatakan hal itu bukan prestasi pemerintah, namun prestasi pengusaha. Meski pertumbuhan tinggi, ia mengatakan masih banyak rakyat yang kekurangan. Arbi juga mengatakan bahwa masalah yang dihadapi bangsa ini memang rumit dan sudah masuk pada sistem yang bobrok dan tidak pas. Misalnya, sistem presidensial dengan multipartai, struktur elite politik yang tidak jelas, penjaringan kader partai yang tidak jelas, dan orientasi partai yang lebih pada kekuasaan. "Ini semua harus dibenahi, tidak bisa hanya merombak kabinet saja, tidak bisa instan," kata Arbi. Sebelumnya, Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), Kuntoro Mangkusubroto, mengakui separuh menteri Kabinet Indonesia Bersatu II kurang rajin menjalankan program pemerintah yang telah ditetapkan. Akibatnya, sejumlah target pemerintah tidak tercapai. Menurutnya, capaian yang buruk ini merata di tiga sektor kementerian, tapi dia enggan memerincinya. "Pemerintahan berjalan, tapi beberapa menteri kurang rajin," kata Kuntoro usai Rapat Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, kemari.Dalam pembukaan sidang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyinggung kinerja para menterinya yang capaiannya kurang dari 50 persen. Ia meminta penjelasan Kuntoro terkait kinerja kementerian. SBY ingin mengetahui di mana masalahnya, di mana berhentinya, dan mengapa program pemerintah itu bisa terhenti . "Karena saya sudah dapatkan laporannya kurang dari 50 persen capaian dari yang Saudara laksanakan," kata Presiden. SBY mengkhawatirkan sebagian menteri sudah melupakan Instruksi Presiden dan tidak diimplementasikan dengan baik. Menurut Presiden, hal ini penting dalam melanjutkan pelaksanaan program yang [ belum terlaksana dengan baik.[

LOWONGAN ANDA PUNYA PENGALAMAN DI BIDANG JURNALISTIK SILAHKAN BERGABUNG BERSAMA KAMI BAWA LAMARAN / CV ANDA KE ALAMAT REDAKSI GD. AUTOPARTS (RAMANDA) LT.3 JALAN MARGONDA RAYA NO 20 KOTA DEPOK TLP. 021-77218057, 33731758

Prita: Jika Saya Dipenjara Jangan Sampai Anak-anak Tahu By: Warto Tangerang-Tribunkompas Kini, menjelang eksekusi, Prita sudah memiliki putra ketiga, yaitu Muhammad Syarif Fawghon Nugroho yang 21 Juli 2011 nanti genap berusia 1 tahun. Putra sulungnya, Khairan, yang kini berusia 5 tahun akan masuk taman kanak-kanak B dan Ranarya, 3 tahun, akan masuk playgroup. Prita Mulyasari saat ini hanya bisa pasrah menunggu eksekusi Kejaksaan Negeri Tangerang yang akan menjebloskannya ke penjara setelah Mahkamah Agung mengabulkan memori kasasi Jaksa Penuntut Umum atas perkara pidana pencemaran nama baik Rumah Sakit Omni. "Kalaupun saya nanti dipenjara, jangan sampai ketiga anak saya tahu," kata Prita kepada Tempo, Ahad, 10 Juli 2011. Sambil terisak, Prita menuturkan sejak awal masalahnya dengan RS Omni yang kemudian memenjarakannya selama 23 hari di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang pada 13 Mei 2009-3 Juni 2009 setelah ditetapkan sebagai tersangka, kedua anaknya (Khairan Ananta Nugroho, Ranaria Puandita yang saat itu masih berusia 3 tahun dan 1,6 bulan) sama sekali tidak tahu jika ibunya sedang bermasalah dengan hukum dan berada di dalam penjara. "Kalau dulu, ketika mereka bertanya di mana bundanya, diberitahukan sedang bekerja atau keluar kota," kata wanita yang tinggal di di Jalan Kucica Blok JG 8 Nomor 3, Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan ini. Kini, menjelang eksekusi, Prita sudah memiliki putra ketiga, yaitu Muhammad Syarif Fawghon Nugroho yang 21 Juli 2011 nanti genap berusia 1 tahun. Putra sulungnya, Khairan, yang kini berusia 5 tahun akan

masuk taman kanak-kanak B dan Ranarya, 3 tahun, akan masuk playgroup. "Saya dan suami (Andri Nugroho) sudah sepakat, hal terburuk apa pun yang terjadi dengan saya, yaitu di penjara lagi, anak-anak tidak boleh tahu," kata Prita terisak menahan tangis. Menurut Prita, ketiga anaknya tersebut tak perlu tahu masalah terberat yang dialami orang tuanya. "Biar mereka tumbuh dan berkembang, karena hal ini tidak baik untuk perkembangan dan psikologi mereka," kata Prita. Hanya, Prita tidak bisa membayangkan kalau harus berpisah lama dengan tiga buah hatinya, khususnya putra bungsunya yang masih sangat kecil. "Ya Allah, mudah-mudahan ada keadilan bagi saya, anak-anak saya, dan keluarga saya, semoga kami tidak berpisah lagi," kata Prita sambil menangis tersedu-sedu. Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang Chaerul Amir mengatakan jika jadi dieksekusi, Prita Mulyasari akan menjalani sisa masa tahanannya. Dalam perkara pidana pencemaran nama baik Rumah Sakit Omni, Prita sempat ditahan 23 hari. "Jika nanti eksekusi dilakukan, Prita hanya menjalani sisa dari masa tahanannya," kata Chaerul Amir saat dihubungi Tribunkompas Online, kemarin. Menurut Chaerul, jika

sebelumnya Prita pernah ditahan selama proses hukum tersebut berjalan, maka masa tahanan itu akan dihitung sehingga pada tahanan selanjutnya Prita hanya menjalani sisanya. "Jika sebelumnya dia di tahanan 20 hari, ya masa tahanannya yang 6 bulan sesuai tuntutan jaksa dikurangi 20 hari," kata Chaerul. Namun, ketika ditanya kepastian apakah penahanan Prita tersebut sudah final, Chaerul mengatakan hal itu belum tentu terjadi. Sebab, pihaknya masih menunggu salinan putusan resmi Mahkamah Agung yang mengabulkan kasasi Jaksa Penuntut Umum atas putusan Pengadilan Negeri Tangerang yang memvonis bebas Prita Mulyasari dalam perkara pidana pencemaran nama baik Rumah Sakit Omni. Dari salinan putusan MA tersebut, kata Chaerul, akan diketahui apakah MA mengabulkan semua memori kasasi jaksa

atau hanya sebagian. "Jika MA mengabulkan semua memori kasasi jaksa yang isinya menuntut terdakwa 6 bulan penjara, maka eksekusi akan segera dilakukan setelah kami menerima salinan putusan tersebut, artinya Prita akan langsung ditahan," kata Chaerul. Mahkamah Agung mengabulkan kasasi jaksa atas putusan Pengadilan Negeri Tangerang yang memvonis bebas Prita Mulyasari. Putusan tersebut terdaftar dengan nomor register 822 K/ PID.SUS/2010. Dalam situs resminya, MA menya-takan vonis diputus pada 30 Juni 2011 oleh Ketua Majelis Hakim Zaharuddin Utama; 2 hakim anggota, Salman Luthan dan Imam Harjadi; serta panitera pengganti, Tety Setiawati Siti Rochmat. Putusan dibuat berdasarkan surat pengajuan kasasi bernomor W29.U4/55/HN.01.11/III/2010 yang [ masuk ke MA pada 12 April lalu.[

Pencarian 6 Anggota BIN yang Hilang Dilanjutkan By: Soewardi Kediri-Tribunkompas Pencarian enam anggota Badan Intelijen Negara (BIN) yang hilang di Perairan Masni, Manokwari, Papua Barat, hari ini terus dilanjutkan. “Upaya pencarian akan terus dilaksanakan. Kita fokus pada beberapa titik,” kata Kepala Kepolisian Resor Manokwari, AKBP Agustinus Supriyanto, Minggu, 10 Juli 2011. Tim gabungan yang menyusuri lokasi tempat hilangnya Kapal Motor (KM) Sinar Pagi itu terdiri dari TNI Angkatan Laut, personel Polres Manokwari, Angkatan Darat, Brimob Pilda Papua, dan tim SAR. Pencarian hingga kemarin telah

melebar kurang lebih 5 mil dari lokasi kejadian. Sebelumnya, kapal nelayan yang mengangkut 12 penumpang tersebut hilang pada Selasa, 5 Juli 2011 pekan lalu dan baru diketahui Kamis, 7 Juli 2011. Dari belasan penumpang yang berniat

pergi memancing di Pantai Mansaburi itu, ikut pula enam anggota BIN. Kapal mereka diduga disapu gelombang tinggi dan terbalik. Korban selamat dari kecelakaan itu adalah Vicky Kendi, 14 tahun, yang masih dirawat di RS Angkatan Laut Manokwari. Ia ditolong warga dan kemudian melaporkan insiden itu ke Polair Manokwari. Atas laporan tersebut, kepolisian langsung mengambil langkah cepat mencari para korban bersama Kapal Sinar Pagi yang hilang di Perairan Sidey pada

Selasa lalu sekitar pukul 15.00 WIT. Sementara itu, Komandan Distrik Militer 1703 Manokwari Letnan Kolonel (Inf) Purmanto membantah adanya operasi khusus intelijen di sekitar Distrik Masni. “Tidak benar ada operasi, kan ada warga sipil juga yang ikut,” ujarnya. Enam anggota BIN yang hilang itu, di antaranya Andri Winarta, Bayu Kumilang, Prim Sulikron, Hana Siwaan, Gion Sembiring, dan Sohibun 20 tahun, anggota Batalion Infantri 752/ Vraja Yudha Sakti (VYS) Manokwari yang diperbantukan bersama sejumlah anggota BIN Manokwari. Sementara itu, warga sipil yang belum ditemukan, yakni, Wasidi, 43 tahun, ayah dari Sohibun, Slamet Rosidi (46), Romli (28), Dedi (18), dan Mr. X (driver Sinar [ Pagi).[

“Tarif Iklan Promosi Tribunkompas” Pemasangan Iklan dapat menghubungi Telp/Fax: 021 - 77218057 - 33731758. Harga belum termasuk PPN 10%. Harga Per - mmk dan Pembayaran iklan tunai dimuka

DISPLAY DISPLAY FC HALAMAN MUKA PerMMK Lipatan Atas Lipatan Bawah Rp. 100.000,Rp. 50.000,FC HALAMAN BLKG/MMK: Rp. 30.000,FC HALAMAN DALAM PerMMK Politik, Departemen & BUMN Rp. 20.000,Umum, Komersial Rp. 25.000,BW HALAMAN DALAM PerMMK Politik, Departemen & BUMN Rp. 15.000,Umum, Komersial Rp. 20.000,-

ADVERTORIAL

DUKA CITA

FC HALAMAN DALAM Politik, Departemen & BUMN Rp. 20.000,Umum Komersial Rp. 15.000,-

FC HALAMAN DALAM Rp. 15.000,BW HALAMAN DALAM Rp. 15.000,-

BW HALAMAN DALAM Politik, Departemen & BUMN Rp. 20.000,Umum, Komersial Rp.15.000,CORPORATE FC HALAMAN DALAM Rp. 20.000,BW HALAMAN DALAM 10.000,-

Rp.

KOLOM Max 1 kol x 100mmk

Rp. 10.000,-

BARIS Min 3 baris max 5 baris Rp. 5.000,-


04

Parlement News

SABTU, 16 JULI 2011

POJOK TRIBUNE www.tribunekompas.co.cc

Benny: Salut, Tempo Berhasil Mengkonfirmasi Nazaruddin

Kantor Perusahaan Bekas Milik Anas Kusam By: Anton Jakarta-Tribunkompas Bangunan rumah kantor bernomor B-06 di Plaza 3 Pondok Indah, Jakarta Selatan, itu tampak kusam. Bercat putih, bangunan itu bahkan terlihat tak terawat seperti tetangga di kanan dan kirinya. Tak ada kesan bahwa perusahaan yang menempati bangunan ini begitu sentosa dengan piutang kepada PT Adhi Karya, sebuah badan usaha milik negara, yang mencapai Rp 64,49 miliar sejak tiga tahun lalu. Nama PT Dutasari Citralaras, perusahaan itu, tiba-tiba menyeruak di tengah ribut soal mafia proyek yang melibatkan petinggi Partai Demokrat. Berdasarkan dokumen yang dimiliki Tempo, istri Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Athiyyah Laila, menjadi komisaris di perusahaan itu. Sedangkan direktur utama dijabat Machfud Suroso, seperti diberitakan Tempo, kemarin 16/7. Seperti di sebutkan, ketika Tempo mendatangi rumah kantor itu pada Rabu lalu, seorang resepsionis mengatakan Machfud sedang ke luar kantor. Ia memper-silakan Tempo menunggu. Tak sampai satu menit kemudian, seorang laki-laki berpakaian safari biru tua menghampiri, menanyakan identitas Tempo dan untuk kepentingan apa mencari Machfud. Saat dijawab bahwa Tempo sudah membuat janji dengan Machfud, lelaki bernama Roy itu sempat terdiam. Ia kemudian menjawab bahwa kantor tersebut adalah perusahaan perkapalan dan tak ada yang bernama Machfud. Menurut Roy, yang mengaku pegawai PT Duta, bos perusahaannya adalah Andi Hermansyah. Ia pun meminta Tempo keluar dari kantor itu atau ia akan memaksa. "Pak Andi di luar kota. Mohon sekarang tinggalkan kantor ini," ujarnya dengan nada [ tinggi.[

By: Anton Jakarta-Tribunkompas Soal ancaman yang ditebarkannya kepada media, Benny mengelak. Ia mengatakan apa yang diucapkannya beberapa waktu lalu bukan berupa ancaman. "Saya hanya mengingatkan kalau media menyebarkan kabar yang belum tentu itu dari Nazaruddin, maka bisa diancam pidana," kilah Benny Ketua Departemen Hukum DPP Partai Demokrat Benny K. Harman mengaku 'angkat topi' atas konfirmasi terhadap kebenaran tudingan korupsi yang selama ini dilayangkan Muhammad Nazaruddin kepada sejumlah kader partainya. "Kalau kemarin Tempo mengatakan sudah mengkonfirmasi bahwa itu dari Nazaruddin, kita salut sama Tempo," kata Benny dalam diskusi bertajuk "Ada Apa dengan Demokrasi dan Media Massa" di Gedung DPD RI, Jumat, 15 Juli 2011. Bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin, menebar tudingan kepada rekan-rekannya terkait kasus Wisma Atlet SEA Games XXVI di Jakabaring, Palembang yang menjeratnya. Ia menyebut nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Menteri Pemuda dan Olahraga dari Partai Demokrat Andi Malarangeng, anggota Komisi Olahraga DPR dari Fraksi Partai Demokrat Angelina Sondakh, serta Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Mirwan Amir, sebagai orang-

orang yang bermain dalam kasus itu. Nazaruddin menuding mereka menerima sejumlah uang dari proyek itu. Tudingan ini ditebarkan Nazaruddin melalui BlackBerry Mesengger yang diterima sejumlah media. Benny mengaku sempat meragukan keaslian pesan Nazaruddin. Ia bahkan mengancam mempidanakan media yang menyebarluaskan pesan BlackBerry Mesengger kepada publik dengan tuduhan menyebarkan berita bohong.

Ternyata Tempo pekan lalu berhasil menghubungi Nazaruddin yang mengaku tengah berada di Singapura. Benny mengaku salut dengan Tempo. Ia mengatakan bahwa yang dipermasalahkannya adalah pesan itu kemudian tersebar kepada seluruh media. "Kalau media lain mengambil pesan itu dari media lain, misalnya Koran Tempo, tempointeraktif.com, atau Majalah Tempo, seharusnya secara fair mengatakan 'seperti diberitakan Tempo'," kata

Benny. Soal ancaman yang ditebarkannya kepada media, Benny mengelak. Ia mengatakan apa yang diucapkannya beberapa waktu lalu bukan berupa ancaman. "Saya hanya mengingatkan kalau media menyebarkan kabar yang belum tentu itu dari Nazaruddin, maka bisa diancam pidana," kilah Benny. Ia menyayangkan media yang tak melakukan konfirmasi apakah pesan itu benar berasal dari Nazaruddin ataupun [ mengambil bahan dari media lain.[

By: Jefry IKLAN PROMOSI DAN LOWONGAN KERJA DIGITAL Makassar-Tribunkompas

VACUM VACUMPEMBESAR PEMBESAR

ARABIAN OIL VEGYMUNGIL MUNGIL ARABIAN OIL++ VEGY

1X POMPA LANGSUNG BESAR DAN PANJANG (20-22CM), KUAT DAN TAHAN TERBUKTI 1X POMPA LANGSUNG BESARLAMA DAN PANJANG PERMANEN, MENGOBATI LEMAH (20-22CM), KUAT DAN TAHAN LAMA SYAHWAT, TERBUKTI IMPOTENSI DAN EJAKULASI DINI PERMANEN, MENGOBATI LEMAH SYAHWAT, IMPOTENSI EJAKULASI DINI 100% AMAN DAN TANPA EFEK SAMPING 100% AMAN TANPA EFEK SAMPING

PIL BIRU USA NO.1 DIJAMIN 100% ASLI ORIGINAL BERGARANSI 4 BUTIR Rp.200 Rb – 1 BOTOL Rp.900 Rb. PERANGSANG WANITA REAKSI SPONTAN - CIALIS LEVITRA - NANGEN - CHONG HUA - PROCOMIL SPRAY FATLOS PELANGSING SUPER -AMBEIEN 1 PAKET KAPSUL+OLES -PEMUTIH WAJAH DAN BADAN -PENINGGI BADAN SUPER -PENGGEMUK BADAN SUPER -PENGHILANG BEKAS LUKA -DLL

Rp. 250 Rb. Rp. 150 Rb. Rp. 180 Rb. Rp. 145 Rb. Rp. 150 Rb.

Djohar Selamat Hari PersDiharapkan Nasional Mampu HPN ke 65 Hilangkan “Semoga tetap profesional dan Independent”

Ketergantungan Klub da Kepolisian Sektor Metro Pademangan Kom.Pol. HARLEY H. SILALAHI, S.Ik, M.Si Kapolsek

ALAT BANTU P/W - PENY IKAT PINGGANG GETAR - PENY TEMPEL GETAR GOYANG - VEGY GETAR GOYANG SUARA - VEGY GETAR BULU - BONEKA FULL BODY MADONA - PENY MAJU MUNDUR GETAR - PENY MUTIARA GETAR - PENY MANUAL SILIKON - VEGY MANUAL

Rp. 330 Rb. Rp. 320 Rb. Rp. 300 Rb. Rp. 250 Rb. Rp. 900 Rb. Rp. 330 Rb. Rp. 330 Rb. Rp. 150 Rb. Rp. 150 Rb.

AJONG ALAMAT: PUSAT ONDERDIL AUTOPARTS (RAMANDA), JL. MARGONDA RAYA NO. 20, KOTA DEPOK. Telp: (021) 9932-3114 HP: 0813 9052-9489

(ANTAR GRATIS)

STOP PRESS

Untuk Pemasangan Iklan Promosi di koran harian elektronik ”Tribunkompas” Hubungi Telp. 021 - 77218057 - 33731758

Pasang Iklannya Dapatkan Pahalanya ... 10% Dari Iklan Yang Anda Pasang Disumbangkan Untuk “Biaya Pendidikan Anak Yatim Piatu”


05

Botabek News

SABTU, 16 JULI 2011

POJOK TRIBUNE www.tribunekompas.co.cc

Nanti, Asyiknya Bertatap Muka di Facebook

Inilah si "Pembunuh" Usamah bin Laden

By: Anto. H London -Tribunkompas

By: Anto. H London - Tribunkompas.

Anda punya akun di Facebook? Jika ya, sebentar lagi Anda bisa berhubungan dengan teman, saudara, atau orang tercinta secara face-to-face alias tatap muka. Ya, bekerja sama dengan Skype, Facebook kini menawarkan fitur yang baru dan menarik, yakni video calling. Bos Facebook, Mark Zuckerberg, dalam jumpa pers di California pada akhir pekan lalu, mengatakan para programmer di perusahaannya sudah bekerja keras untuk mempersiapkan peluncuran fitur baru ini. "Kami sangat sibuk dalam enam bulan terakhir ini. Hari ini merupakan awal dari apa yang kami sebut Musim Peluncuran 2011," kata Zuckerberg. "Dalam beberapa pekan Anda bisa bersenang-senang dengan fitur ini." Nantinya, pemilik akun di Facebook bisa melakukan panggilan video melalui jaringan Skype tanpa harus mendaftar atau menginstal apa pun. Semua sudah dibereskan oleh Facebook. "Video chat sebetulnya sudah ada sejak dulu, tapi orang jarang memakainya," ucap Philip Su, penanggung jawab fitur baru ini di Facebook. Menurut Su, terkadang orang malas melakukan set-up jika terlalu rumit. Selain itu, perbedaan perangkat dengan lawan bicara menjadi kendala. "Dalam beberapa pekan, fitur ini bisa dipakai. Anda tidak perlu meninggalkan laman chatting yang sedang dibuka, ikon untuk video call sudah tersedia di bagian atasnya," Su menuturkan. Facebook memang selalu sangat berhati-hati dalam menyajikan fitur baru. Ini tak lain lantaran jumlah penggunanya yang terus membengkak dan kini sudah mencapai 750 juta pengguna. Video calling dibangun dari fitur yang telah ada sebelumnya dengan sedikit perubahan. Jika ingin pindah ke

Hampir semua pejabat yang terlibat dalam perburuan Usamah dirahasiakan identitasnya karena khawatir akan keselamatan mereka. John merupakan orang pertama yang mengungkapkan bahwa mereka memiliki petunjuk untuk menemukan Usamah Identitas pejabat Badan Pusat Intelijen (CIA) yang bertanggung-jawab memburu dan menewaskan Usamah bin Ladin diperkirakan terungkap hanya karena pejabat itu memakai dasi warna kuning yang mencolok. Pejabat yang dikenal dengan sebutan John adalah analis CIA yang tugasnya memburu pentolan AlQaidah, Usamah bin Ladin. Nama lengkap pejabat tersebut masih dirahasiakan. Namun, seorang pemburu mata-mata di Internet yakin ia berhasil mengidentifikasi pejabat itu dari foto-foto Gedung Putih, termasuk foto para pejabat senior Amerika Serikat sedang "nonton bareng" penggerebekan di tempat persembunyian Usamah. Pekan lalu, CIA mengatakan kepada sejumlah wartawan dari kantor berita AP bahwa John berada di ruangan tersebut saat "nonton bareng" penggerebekan tempat persembunyian Usamah. Namun, John tidak terlihat dalam foto itu. "Pemburu mata-mata" John Young mempelajari foto itu dan mengidentifikasi seorang pria tinggi dengan dasi kuning

yang berdiri di luar frame saat para pejabat nonton bareng. John Young kemudian memeriksa lagi foto lainnya dan menemukan sosok pejabat yang memakai dasi kuning tersebut secara jelas. Menurut berita AP, dua hari setelah kematian Usamah, John menemani Kepala CIA Leon Panetta ke Capitol Hill untuk bersaksi di depan Komite Intelijen Senat mengenai operasi penggerebekan persembunyian Usamah. Young mencari sebuah foto ketika

Panetta keluar dari rapat dengan Senat pada 3 Mei. Pada foto tersebut terlihat jelas pria yang menggunakan dasi kuning. Hampir semua pejabat yang terlibat dalam perburuan Usamah dirahasiakan identitasnya karena khawatir akan keselamatan mereka. John merupakan orang pertama yang mengungkapkan bahwa mereka memiliki petunjuk untuk menemukan Usamah. John memeriksa berbagai petunjuk yang akhirnya berujung pada tempat per-sembunyian Usamah di

Abbottabad, Pakistan. Ia merupakan salah satu orang yang memberi informasi kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama bahwa Usamah kemungkinan bersembunyi di tempat itu. CIA mengatakan mereka tidak mengizinkan John berbicara kepada wartawan. Associated Press setuju atas permintaan CIA untuk tidak mempublikasikan nama lengkap John dan merahasiakan data pribadinya agar John [ tidak menjadi target balas dendam.[

mode video calling saat chatting, tinggal klik ikon kecil berbentuk kamera. Ada cara lain untuk melakukan video call, yakni, dari laman profil teman, klik tombol Call yang terletak sebelah fitur Message dan Poke. Fitur video call itu didukung oleh

Skype dan Anda tak perlu membuat akun di situs ini. Akibatnya, nama Anda atau lawan bicara tidak terpampang. Ini karena identitas Facebook terenkripsi ketika masuk jaringan Skype. Untuk menggunakan fitur video chat ini, pemilik akun Facebook harus terlebih

dulu menginstal plug-in, tapi tak perlu menginstal Skype. Plug-in tersebut bergantung pada perambah dan sistem operasi yang digunakan. Video calling Facebook ini sudah terbukti berjalan dengan Firefox, Google Chrome, Internet Explorer, dan Safari di Windows atau

Mac OS X. Banyak yang memprediksi video call merupakan fitur potensial di Facebook dan ada kemungkinan akan sangat populer ketika sudah diluncurkan nanti. Apalagi jumlah pengguna Facebook mencapai sekitar 750 juta orang di seluruh [ dunia.[

IKLAN PROMOSI DAN LOWONGAN KERJA DIGITAL VACUM VACUMPEMBESAR PEMBESAR ARABIAN ARABIAN OIL OIL++ VEGY VEGYMUNGIL MUNGIL 1X POMPA LANGSUNG BESAR DAN PANJANG (20-22CM), KUAT DAN TAHAN TERBUKTI 1X POMPA LANGSUNG BESARLAMA DAN PANJANG PERMANEN, MENGOBATI LEMAH (20-22CM), KUAT DAN TAHAN LAMA SYAHWAT, TERBUKTI IMPOTENSI DAN EJAKULASI DINI PERMANEN, MENGOBATI LEMAH SYAHWAT, IMPOTENSI EJAKULASI DINI 100% AMAN DAN TANPA EFEK SAMPING 100% AMAN TANPA EFEK SAMPING

PIL BIRU USA NO.1 DIJAMIN 100% ASLI ORIGINAL BERGARANSI 4 BUTIR Rp.200 Rb – 1 BOTOL Rp.900 Rb. PERANGSANG WANITA REAKSI SPONTAN - CIALIS LEVITRA - NANGEN - CHONG HUA - PROCOMIL SPRAY FATLOS PELANGSING SUPER -AMBEIEN 1 PAKET KAPSUL+OLES -PEMUTIH WAJAH DAN BADAN -PENINGGI BADAN SUPER -PENGGEMUK BADAN SUPER -PENGHILANG BEKAS LUKA -DLL

Rp. 250 Rb. Rp. 150 Rb. Rp. 180 Rb. Rp. 145 Rb. Rp. 150 Rb.

Selamat Hari Pers Nasional HPN ke 65 “Semoga tetap profesional dan Independent”

Kepolisian Sektor Metro Pademangan Kom.Pol. HARLEY H. SILALAHI, S.Ik, M.Si Kapolsek

ALAT BANTU P/W - PENY IKAT PINGGANG GETAR - PENY TEMPEL GETAR GOYANG - VEGY GETAR GOYANG SUARA - VEGY GETAR BULU - BONEKA FULL BODY MADONA - PENY MAJU MUNDUR GETAR - PENY MUTIARA GETAR - PENY MANUAL SILIKON - VEGY MANUAL

Rp. 330 Rb. Rp. 320 Rb. Rp. 300 Rb. Rp. 250 Rb. Rp. 900 Rb. Rp. 330 Rb. Rp. 330 Rb. Rp. 150 Rb. Rp. 150 Rb.

AJONG ALAMAT: PUSAT ONDERDIL AUTOPARTS (RAMANDA), JL. MARGONDA RAYA NO. 20, KOTA DEPOK. Telp: (021) 9932-3114 HP: 0813 9052-9489

(ANTAR GRATIS)

STOP PRESS

Untuk Pemasangan Iklan Promosi di koran harian elektronik ”Tribunkompas” Hubungi Telp. 021 - 77218057 - 33731758


06

Otda News

SABTU, 16 JULI 2011

POJOK TRIBUNE www.tribunekompas.co.cc

PATK Pantau E-Money By: Anto. H Jakarta-Tribunkompas

Budiono Darsono: 'Detik Com' Ingin Untung 500 Persen By: Anto. H Jakarta-Tribunkompas "Tahun lalu, pendapatan Detik.com mencapai Rp 120 miliar dan meraup laba bersih Rp 20 miliar. Dengan rekam jejak pendapatan 40 persen selama 4 tahun, perusahaan menargetkan keuntungan bersih hingga Rp 40 miliar tahun ini”

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan saat ini tengah mengamati perkembangan alat pembayaran dengan teknologi electronic money (e-money). Direktur Pengawasan dan Kepatuhan PPATK Subintoro mengatakan e-money berpotensi disalahgunakan dengan menjadikannya alat suap. "Produk layanan jasa keuangan berupa e-money prabayar dengan nilai Rp 1 juta ke bawah bisa disalahgunakan oleh pelaku," kata Subintoro di Jakarta kemarin. Misalnya, dia mencontohkan, dengan memberikan e-money prabayar yang jumlah kelipatannya diperbanyak untuk voucher tunjangan hari raya. Ada dua jenis e-money yang beredar di pasar Indonesia saat ini: jenis prabayar dengan nilai maksimum Rp 1 juta dan register card. Untuk memiliki register card, pengguna terlebih dulu harus memiliki rekening di bank. Dengan begitu, kata Subintoro, pengguna dipastikan sudah terdaftar karena telah melalui proses identifikasi bank know your customer dan customer due diligence. Sementara itu, yang prabayar berkebalikan dengan register card. Pengguna tak melalui proses identifikasi dari bank. "Semacam voucher pulsa," kata Subintoro. Jenis inilah yang diwanti-wanti PPATK. Bank Indonesia membatasi nilai transaksi elektronik maksimal Rp 5 juta untuk mencegah tindakan pencucian uang. Pembatasan nilai transaksi tersebut terdapat dalam Peraturan BI. Selain itu, BI memberi batasan maksimal transaksi Rp 20 juta per hari. Hingga April 2011, BI mencatat transaksi melalui e-money sebanyak 10 juta transaksi dengan nilai Rp 1,9 miliar per hari, sehingga total per [ April sebesar Rp 235 miliar.[

Pemimpin Redaksi Detik.com Budiono Darsono mengungkapkan, akuisisi 100 persen saham milik PT Agranet Multicitra Siberkom (Agrakom) oleh Grup Para bakal mendorong pendapatan keuntungan bersih perusahaan mencapai Rp 120 miliar pada tahun depan. Tambahan sumber daya ini diharapkan dapat memaksimalkan keuntungan Detik menjadi 500 persen minimal atau menjadi Rp 120 miliar pada tahun depan. Tahun lalu, pendapatan Detik.com mencapai Rp 120 miliar dan meraup laba bersih Rp 20 miliar. Dengan rekam jejak pendapatan 40 persen selama 4 tahun, perusahaan menargetkan keuntungan bersih hingga Rp 40 miliar tahun ini. "Tapi, kami sadar, Detik bisa tumbuh lagi kalau dibeli CT (Chairul Tanjung)." kata Budiono. Berikut petikan wawancara wartawan Tempo Muhammad Taufik dan Gusthida Budiarti dengan Budiono: T : Apa alasan Detik mau menjual sahamnya kepada Transcorp milik Chairul Tandjung? J : Awalnya dari 3 tahun lalu, saat itu kami memiliki keinginan untuk mengembangkan dan memajukan detik sebagai situs online yang bisa mendatangkan banyak keuntungan lebih. Karena itu, kami ingin Detik dikelola oleh istitusi ataupun orang yang lebih profesional, dan kami pun mulai melakukan penawaran. T : Saat itu Chairul Tanjung sudah berminat? J : Waktu itu ada sekitar 4-5 peminat dari dalam ataupun luar negeri, di antaranya Telkom dan Transcorp. Transcorp mulai penawaran sejak 2 tahun lalu, tapi kami tolak karena harga kurang sesuai. Telkom juga kami tolak karena tidak cocok harga. Tapi, pihak Transcorp meski ditolak tetap intens berhubungan dengan kami dan melakukan pendekatan

hingga timbul chemistry dan kesamaan gagasan untuk mengembangkan Detik. T : Kapan tepatnya tawaran dari Transcorp diterima ? J : Sekitar satu bulan lalu, proses negosiasinya cepat, hanya 3 hari kedua belah pihak langsung sepakat. Nilai penawarannya cocok, tujuannya untuk sama-sama mengembangkan Detik juga serupa, sehingga kami terima. T : Tiga hari tidak terlalu singkat untuk proses akuisisi ini? J : Tiga hari itu kan puncaknya, pendekatannya sudah dua tahun baik formal maupun informal. Pak Chairul Tandjung melihat new media ini sebagai bisnis masa depan sejak beberapa tahun lalu. Dia punya pilihan untuk bikin baru atau beli Detik, dan pilihannya adalah membeli Detik. Dia meyakini, kalau dikembangkan bisnis ini akan mendatangkan banyak keuntungan, sehingga dia intens mendekati kami. T : Keuntungannya buat Detik dari akuisisi ini? J : Otomatis akan menguntungkan, Transcorp mengambil Detik saja pasti untung. Kalau Transcorp untung, maka Detik yang bagian dari Transcorp akan mendapat keuntungan juga. Masuknya Transcorp itu bisa menambah sumber daya yang selama ini kita kurang, mulai dari dana, jaringan, dan tambahan sumber daya manusia untuk mengelola Detik yang lebih profesional. T : Secara materi dan riilnya, seberapa banyak keuntungan yang bisa didapat Detik dengan akuisisi ini? J : Misalnya begini, pertumbuhan keuntungan Detik selama 3 tahun berturut-turut hanya ada di kisaran 100 persen. Laba bersih tahun 2010 misalnya sebesar Rp 20 miliar, tahun ini perkiraan pastinya sekitar Rp 40 miliar. Dengan

akuisisi ini, kami bisa mengembangkan potensi-potensi yang selama ini belum dapat dilakukan karena keterbatasan sumber daya itu tadi. Tambahan sumber daya ini diharapkan dapat memaksimalkan keuntungan Detik menjadi 500 persen minimal atau menjadi Rp 120 miliar pada tahun depan. Dengan begitu potensi keuntungan Detik sejajar dengan potensi pertumbuhan keuntungan yang bisa didapatkan oleh situs-situs di luar negeri sana. T : Apa sudah ada rencana untuk mengembangkan Detik bersama dengan Transcorp? J : Rincinya belum, nanti kalau sudah resmi baru kami bicarakan. Tapi, ada beberapa hal yang memang kami ingin kembangkan seperti pengembangan jaringan Detik di daerah-daerah, atau untuk tahun ini Detik sudah ada kerja sama dengan Apple untuk membuka Detik Kios yang dapat dinikmati oleh para pengguna iPad. T : Kapan proses akuisisi ini rampung? J : Sekarang tinggal penyelesaian administrasi dan legal saja, sebulan lagi mungkin sekitar awal Agustus sudah selesai. T : Setelah akuisisi apa bakal ada perubahan struktur direksi, redaksi?

J : Saat ini belum dibahas, tapi yang pasti Pak Chairul Tanjung telah meminta saya tetap menjadi Pemimpin Redaksi dan salah satu direksi. Abdul Rahman juga diminta tetap menjadi Direktur Utama. Tidak ditentukan sampai kapannya, tapi kalau kelamaan kan juga tidak bagus. Harus ada regenerasi. Tapi, saya memang ingin terlibat terlebih dahulu untuk memajukan Detik ini. T: Rasionalisasi pegawai bagaimana? J : Tidak ada, karena mereka aset kami yang harus kami jaga. Justru kami ingin mengembangkan sumber daya kami, cuma selama ini tidak ada dana dan harus memperhitungkan biaya. Dengan akusisi ini kami kan dapat injeksi, pegawai yang sekarang mencapai 350 orang malah bisa ditambah untuk mengembangkan Detik karena untuk maju kan kita butuh sumber daya tambahan. T : Ada kekhawatiran akan ada perubahan pemberitaan di Detik setelah akusisi ini... J : Tidak akan ada, saya jamin. Pemberitaan akan tetap berimbang dan running terus seperti biasa. Yang ada perubahan hanya di pengembangan saja supaya lebih maju. Pak Chairul Tanjung pun telah menegaskan itu, dia bilang [ pemberitaan berjalan seperti biasa saja.[

Presiden IIBF Ir. H. Heppy Trenggono, M.Kom.

IIBF: Enam Kesalahan Besar Dalam Bisnis D a r i s e r a t u s perusahaan yang berdiri 50% diantaranya jatuh pada tahun kedua, 80% hilang pada tahun kelima dan 96% tidak bisa merayakan ulang tahun yang kesepuluh. Hanya 4% saja yang bisa lolos menjadi bisnis yang kuat. Mengapa? Karena ternyata banyak pebisnis yang melakukan kesalahan di dalam bisnisnya. “Para pebisnis itu mengira apa yang mereka lakukan itu yang akan membuat bisnisnya bertumbuh dan kuat, tetapi sebaliknya itulah yang membuat bisnisnya tutup,” kata Presiden IIBF, Heppy Trenggono’ Menurut Heppy, ada enam kesalahan besar di dalam bisnis yang menyebabkan sebuah bisnis tidak berumur panjang. Pertama, Obsession with the product. Orang menganggap sukses bisnis itu bermula dari produknya. Semakin unik sebuah sebuah produk maka kemung-kinan suksesnya semakin besar. “Pernah ada satu orang yang datang kepada saya, Pak Heppy, saya punya sebuah produk yang belum pernah ada di pasaran, namanya sirup

jahe. Menurut Bapak apakah produk ini akan meledak? Saya jawab, tergantung, kalo kamu masukkan dinamit pasti meledak,” kata Heppy yang disambut gerrr para peserta. Faktanya, lanjut Heppy, berapa banyak bisnis yang tutup karena menganggap produk yang unik karena lahir dari sebuah ide bagus. “Mother love her baby, dan pengusahan menyukai produknya” terang Heppy. Kedua, Speed. Speed tidak sama dengan growth. Speed itu berarti pertumbuhan bisnis tidak diikuti oleh ketrampilan pebisnisnya. Seorang pebisnis itu adalah orang yang ingin segara dibilang sukses, senang dibilang kaya, dan sangat senang dibilang paling pintar dan lain-lain. Karena itu dia ingin membuat usahanya cepat besar dan berkembang. Maka begitu bisnisnya mulai berjalan maka yang ada di pikirannnya adalah segera membuka cabang di mana-mana. Heppy menambahkan, banyak pebisnis tergoda untuk segera membuat bisnisnya besar tetapi lupa untuk membuat bisnisnya kuat teerlebih dahulu. Ketiga, Technical Success. Banyak orang mengira bahwa orang yang sangat suka dalam hal masak-memasak akan sukses membuka restoran. Mereka mengira bahwa sukses bisnis itu bermula dari kemampuan teknis yang dimilikinya itu. Faktanya, banyak orang yang sukses berbisnis restoran justru tidak bisa memasak. Bahkan orang yang sangat ahli dalam hal masak-memasak restorannya yang dibangunnya ambruk dan tinggal cerita. Karena apa? karena uang itu tidak

dicetak di dapur tetapi di restoran itu sendiri. “Sukses bisnis itu bukan karena kepintaran kita memasak, tetapi bagaimana kita berhubungan dengan pelanggan, membangun tim, mengelola uang dan lain-lain,” ungkap Heppy. Maka Heppy menya-rankan jika anda sangat senang memasak jangan membuka

Work Shop di Bandung restoran karena anda akan berlama-lama di dapur dan lupa mengurus bisnisnya. Keempat, Irrational exuberance. Terpikat dengan cerita atau terlalu bersemangat dengan sebuah presentasi membuat orang lupa dengan resiko. Padahal banyak yang tidak bisa dilihatnya dalam bisnis yang dipresentasikan Apalagi dia sendiri tidak memiliki kompetensi dalam bisnis yang ditawarkan itu. “Pebisnis pro memutuskan dengan intelektualnya, sementara pebisnis amatir memutuskan dengan emosi. Dan mereka yang banyak kehilangan uangnya adalah mereka yang memutuskan dengan emosinya karena tertarik dengan hal-hal yang menarik perhatiannya,” ungkap Heppy. Orang yang selalu memutuskan bisnis dengan hati, lanjut Heppy, ujungujungnya akan sakit hati. Kelima, Lack of 2nd idea. Sukses masa lalu tidak

menjamin sukses masa depan. Orang lupa itu, kata Heppy, promise sedangkan cash bahwa costumer berubah, trend berubah, adalah settlement, uangnya sudah zaman berubah. Namun peru-bahan itu ditangan. Banyak pe-rusahaan yang tidak membuat pebisnis menyesuaikan salenya naik, cabang bertambah tetapi bisnisnya dengan perubahan. Berapa uang cash tidak ada dengan kata lain, banyak produk yang dulu merajai pasaran OCF (operating cash flow) perusahaan tetapi sekarang tidak kita temukan lagi, itu selalu dalam keadaan minus. “ Jika karena kekurangan ide untuk me- OCF perusahaan bapak ibu selalu dalam nyesuaikan produknya dengan trend keadaan minus, artinya you in trouble. perubahan. “Dulu obat sakit kepala yang Dan satu-satunya alasan perusahaan ada di pasar yang rasanya pahit atau asam, bapak ibu masih berjalan karena masih namun kini banyak yang rasa apel rasa ada yang mau memberi hutang,” kata strawberry. Yang rasanya asam itu sudah Heppy mengi-ngatkan. Banyak tidak ada lagi dipasaran karena tidak bisa perusahaan yang masih bisa berjalan menyesuaikan dengan perubahan, lack of tanpa profit, tetapi tidak ada perusahaan 2nd idea.” Ungkap Heppy. Bisnis itu kata yang dapat bertahan tanpa cash. Heppy, seperti kita naik sepeda, boleh Enam kesalahan dalam bisnis ini berhenti mendayung tapi jangan lama- adalah bagian per-tama dari workshop lama agar tidak ambruk. Seorang pebisnis dua hari “how to be debt free” yang diseharus selalu engage langgarakan oleh dengan bisnisnya, IIBF Jawa Barat ini. selalu mem-beri Workshop ini diperhatian pada pandu oleh Coach bisnisnya. Bisnis yang Nugie Al Afghani detidak diperhatikan akan ngan pengawasan menjadi bisnis orang langsung ketua umum lain. IIBF wilayah Jawa Keenam, Run out Barat, Riza Zacharias. of cash. Banyak bisnis Pada bagian keSeminar di Solo berjatuhan karena kedua, materi difokurangan uang cash. Karena banyak pe- kuskan pada ma-salah hutang. Masa-lah bisnis tidak bisa mem-bedakan antara cash yang paling banyak dihadapi oleh dan profit. Banyak pebisnis menganggap sebagian besar peserta yang hadir. bisnisnya sudah untung dengan melihat “Fokus kita adalah bagaimana cara profit yang ada pada laporan melunasi dan bebas dari hutang. Sebab kalau berhutang tidak usah keuangannya. “Maka banyak pebisnis yang mengadakan pesta karena perusahaan diajarkan, bapak ibu semua adalah sudah profit dan insentif langsung ahlinya,” kata Heppy yang disambut dinaikkan,” kata Heppy berseloroh. Profit tawa peserta. Advertorial


07

Depok City

SABTU, 16 JULI 2011

07

POJOK TRIBUNE www.tribunekompas.co.cc

Diduga Pengadaan Hand Traktor di Mark Up By: Anto. H Mempawah-Tribunkompas

Pungli Marak, Bubarkan Saja Komite Sekolah By: Irpan. S Sukabumi-Tribunkompas Komite Sekolah sejatinya merupakan wajah orang tua siswa di sekolah. Dengan demikian, penentuan nilai DSP yang ditetapkan melalui rapat dengan orang tua siswa baru, sebaiknya tidak memberatkan orang tua

Aspirasi yang disampaikan masyarakat Desa Semparong Kecamatan Sungai Kunyit belum lama ini ke DPRD Kab Pontianak khususnya komisi B langsung ditindaklanjuti. Komisi B dibawah pimpinan Safarudin A,SP meninjau langsung lokasi Jalan Produksi Pertanian, kemarin. Rombongan komisi yang membidangi masalah pertanian itu meninjau langsung dilapangan , pasalnya kuat dugaan proyek jalan tersebut telah dilaksanakan tanpa melalui proses lelang yang telah diatur sesuai Pepres No. 54 Tahun 2010. " Terindikasi kuat kalau proyek tersebut tanpa melalui mekanisme yang telah diatur sesuai perundangan melalui proses lelang dan buktinya kami temukan adanya hamparan tanah yang telah dilakukan salah satu perusahaan jasa konktruksi. Namun hingga kini kita belum tahu siapa pelaksananya, dengan temuan tersebut akan segera tindaklanjuti," kata Safarudin yang didampingi Basri Hasan yang juga anggota komisi B DPRD Kabupaten Pontianak. Dalam waktu dekat kami dari komisi B akan memanggil instansi terkait guna minta penjelasan. Selain proyek pengadaan handtractor Parit To’ Adam Kecamatan Siantan Kab. Pontianak. Dimana hand traktor yang diberikan kepada petani sebanyak 10 unit,jelasnya. Anehnya, ada satu hand traktor yang rusak dan harus ditanggung petani dengan mengeluarkan uang pribadi sementara hantraktor tersebut kondisinya baru, kata Safaruddin. Dikatakannya, ada dugaan kuat anggaran pengadaan tersebut di Mark Up. Kalau dilihat per-unitnya Rp. 45 juta rupiah. Setelah dicroscek harganya hanya 27,5 juta itu sudah termasuk pajak, terang Safarudin yang dibenarkan Basri. " Kita tidak segan-segan akan melaporkan kasus tersebut pada aparat penegak hukum, seperti dugaan tidak lakukan lelang dan termasuk proyek Pengadaan hand traktor yang anggaran sekitar 900 juta ," tegasnya. Ketika dikonfirmasikan melalui hendphone seluler, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Pontianak Ir. H. M. Asfahani Arsyad, mengatakan tidak tahu soal tersebut. Bisa jadi itu proyek siluman. Lanjut Asfahani, proyek tersebut diatur oleh Kabid Ir. H. zakirin, dan saya tidak pernah mndapat laporan dari Pak Zakirin. Ditanya soal hand traktor, Asfahani sempat kaget, kok bisa barang baru rusak, kanapa biaya dibebankan [ pada petani, katanya kesal.[

Anggota DPRD Kota Sukabumi, Tatan Kustandi, sehubungan banyaknya keluhan dan laporan dari masyarakat terkait banyaknya berbagai pungutan di sekolah termasuk dalam PPDB tahun ajaran baru 2011 di Kota Sukabumi menegaskan, banyak oknum Komite Sekolah yang keluar dari jalur peran dan fungsinya, yakni hanya berkutat pada masalah keuangan sekolah saja. Sedangkan masalah peningkatan kualitas pendidikan, tidak diperhatikan. “ Kami meminta agar Komite Sekolah dibubarkan saja. Karena institusi perwakilan orang tua siswa di sekolah yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, pada kenyataannya tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh warga masyarakat,” tegas Tatan dalam suatu rapat dengar pendapat di gedung DPRD Kota Sukabumi baru-baru ini. Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, S.Ag. mengatakan, keberadaan Komite Sekolah perlu ditinjau ulang. Sebab peran dan fungsi Komite Sekolah tersebut, nyaris tidak terlihat. " Bahkan yang muncul hanya kasus terjadinya Pungutan Liar alias Pungli, yang dikemas dalam Dana Sumbangan

Pendidikan atau DSP, bagi para peserta didik baru," ungkapnya. Dijelaskannya, Komite Sekolah sejatinya merupakan wajah orang tua siswa di sekolah. Dengan demikian, penentuan nilai DSP yang ditetapkan melalui rapat dengan orang tua siswa baru, sebaiknya tidak memberatkan orang tua, yakni harus sesuai dengan aturan yang ada, sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Keputusan Walikota

Semua Lembaga Pemasyarakatan di Jabar Over Kapasitas By: Roy. S SubangTribunkompas

Semua lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang ada di Jawa Barat saat ini dalam kondisi over load (kelebihan kapasitas). Bahkan kelebihan penghuni Lapas tersebut rata-rata lebih dari 100%. Demikian dikatakan Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhukham) Jawa Barat melalui Kepala Divisi Permasyarakatan, Dedi Sutardi, di sela-sela latihan menembak yang dilaksanakan di lapang tembak Batalyon Infanteri (Yonif) 312 Kala Hitam, Subang, Minggu (10/7). Hadir dalam acara tersebut Komandan Lanud Suryadarma, Kolonel Penerbang Heraldi Dumex S, Kapolres Subang, Ajun Komisaris Besar M. Awal Chairudin, Kepala Staf Kodim 0605, Mayor Arm. Ahmad Junto, Komandan Yonif 312 KH, Letkol Inf.Fajar Tjayono serta undangan lainnya. Menurut Dedi, hal tersebut bisa berdampak negatif terhadap kondisi emosional Para petugas maupun para narapida. Akibat lebih jauh, pembinaan dan penanganan terhadap napi perlu teknik dan pengamanan ekstra. “Dari 21 Lapas di Jawa Barat, kapasitas hunian idealnya hanya 8.500 napi. Namun pada kenyataannya jumlah yang ada mencapai sekitar 16.000 orang," kata Dedi. Ketika ditanya soal latihan menembak, Dedi Sutardi mengatakan,

Sukabumi Nomor 90 Tahun 2011. “ Sepertinya hal itu tidak dilakukan. Bahkan yang terjadi, malah Komite Sekolah yang menurut kepada pihak sekolah, seolah-olah ada pembiaran terhadap nilai DSP yang melanggar aturan,” ungkap Achmad. Ditempat terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi Drs. Ayep Supriatna, M.M., sehubungan desakan DPRD tetang pembubaran Komite

Sekolah mengatakan, tidak menutup kemungkinan ada beberapa oknum Komite Sekolah yang nakal. Namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Karena pembentukan Komite Sekolah tersebut, sudah diatur oleh pemerintah pusat. “ Kami tidak mungkin membubarkan Komite Sekolah. Kecuali kebijakan pemerintah pusat, yang membubarkan [ Komite Sekolah,” kilahnya.[

SMP Negeri 1 Manyaran Dibobol Pencuri By: Wiwik Priyanto Wonogiri-Tribunkompas

hal itu merupakan program strategis bagi para pegawai Lapas khususnya yang ada di Jawa Barat. Dengan adanya pelatihan nembak tersebut diharapkan para petugaa Lapas bisa lebih percaya diri. ”Mereka setiap hari selalu berhadapan langsung dengan para penghuni, dan mereka juga sudah dibekali senjata, tapi banyak yang tidak mahir menggunakannya," ujar Dedi. Di tempat yang sama Kepala Lapas Subang, Hartono mengatakan, pelatihan menembak tersebut diikuti 135 pegawai Lapas Se- Jawa Barat bekerjasama dengan Perusahaan Industri Angkatan Darat (Pindad) Bandung dan Yonif 312 Kala HItam Subang. “Kegiatan ini sebenarnya sudah rutin dilaksanakan oleh setiap UPT dalam rangka pembinan fisik, mental, dan disiplin para pegawai. Kalau sekarang seJawa Barat sekaligus bersilaturrahmi, “ ujar dia. Sementara itu Komandan Yonif 312 Kala Hitam, Letkol Inf Fajar Tjahyono mengaku bangga karena sudah dipercaya untuk melatih para pegawai lapas dalam latihan menembak. “Kami sudah siapkan personilpersonil yang sudah professional dan berpengalaman. Dan saya berharap agar para peserta bisa mengutamakan keselamatan baik dalam latihan maupun [ bertugas, “ kata Fajar.[

Dalam sepekan ini terutama Dinas Pendidikan di Kabupaten Wonogiri diresahakan dengan adanya pencurian dengan sasaran Sekolah –Sekolah dan yang terjadi baru saja ini terjadi di SMP Negeri 1 Manyaran, Sabtu 9/7 kemarin. Menurut keterangan Kapolsek Manyaran AKP Sutrisno yang ditemui Tribunkompas di ruang kerjanya mengatakan, kejadian diketahui penjaga malam yang bernama Slamet sekitar jam 05 00, Slamet mengetaui pintu ruang Kepala Sekolah sudah keadakan terbuka setelah diketahui dalam keadakan berantakan lalu pencuri masuk keruang TU disitu pencuri berhasil membawa uang sebesar 1,5 juta rupiah, dan pencuri juga berhasil masuk keruang Laboratorium dan juga berhasil membawa 14 CPU Computer yang seharianya untuk praktek siswa. Pencuri diperkirakan masuk sekitar jam 02.00 lewat tembok belakang karena diketaui pintu gerbang yang terdapat di depan Sekolah masih terkunci “Diperkirakan pencuri lebih dari dua orang, dan juga membawa mobil untuk mengangkut hasil curian tersebut,” jelas Kapolsek Manyaran AKP Sutrisno. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Manyaran, Umi Wardani yang dihubngi lewat ponsel mengatakan akibat

pencurian tersebut jumlah kerugian mencapai 30 juta rupiah dengan perincian 14 CPU Computer dan uang tunai sebesar 1,5 juta rupiah. “Kejadian ini sudah dilaporkan ke Polsek Manyaran yang dilanjutkan ke Polres Wonogiri,” kata Umi Wardani. Ditempat terpisah wakil kepala sekolah SMP Negeri 1 Manyaran, Srihartanto, menjelaskan untuk pendaftaran siswa baru di SMP Negeri 1 Manyaran sudah memenui kuota yaitu 192 siswa dibagi menjadi 6 kelas masing –masing kelas 32 siswa,untuk siswa baru tidak ada perpeloncoan mengenai seragam Sekolah siswa diharuskan membayar seragam sekolah sebesar lima ratus lima puluh ribu rupiah meliputi satu paket dengan perincian, seragam sekolah, topi, atribut, ikat pinggang dan kostum olah raga. “Karena mayoritas orang tua murit di SMP Negeri 1 Manyaran ini bekerja sebagai buruh dan perantau kasihan kalau dibebani biaya sekolah yang mahal,”jelas Srihartanto. SMP Negeri 1 Manyaran baru-baru ini juga mengirimkan siswa maju ke Tingkat Nasional OSN IPS atas nama Mohamad Jeki Fauzi, terang Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Manyaran kepada [ Tribun Kompas.[


T h e

Obsesion News

12 SABTU, 16 JULI 2011

www.tribunekompas.co.cc Andi Nurpati Ngotot Tak Tahu Surat itu Palsu By: Anto. H Jakarta-Tribunkompas

Belasan jam di ruang penyidik, Andi Nurpati akhirnya keluar dari Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jumat 15 Juli 2011, 23.30 WIB. Bekas anggota Komisi Pemilihan Umum mengaku dicecar 17 pertanyaan, berkisar soal amar putusan Mahkamah Konstitusi yang dimohonkan penjelasannya kepada MK. Terutama soal keberadaan surat Mahkamah Konstitusi bernomor 112, 113 pada tanggal 14 Agustus 2009. “ Saya tidak tahu kalau surat itu palsu” kata Andi Nurpati di Gedung Bareskrim, usai pemeriksaaan dirinya. “ Bukan hanya saya, seluruh anggota kpu tidak tahu kalau surat itu palsu” Politikus Partai Demokrat ini beralasan, KPU baru tahu kalau surat itu palsu setelah Mahkamah Konstitusi memberikan surat yang dikeluarkan 16 September 2009. Sebagaimana diberitakan, pihak MK mengadukan ke Bareskrim Polri pada 12 Februari 2010, tentang adanya dugaan surat palsu yang dipakai KPU dalam menetukan pemilik kursi anggota DPR untuk Daerah Pemilihan I Sulsel, pada Agustus 2009. Sebelum terungkap oleh MK, rapat pleno KPU tersebut sempat memutuskan bahwa pemenang kursi DPR untuk dapil itu adalah calon legislator dari Partai Hanura, Dewie Yasin Limpo. MK mencurigai banyak pihak yang terlibat dalam kasus ini, seperti mantan hakim konstitusi Arsyad Sanusi, Neshawati (putri Arsyad), Cakra (putra Arsyad), Masyhuri Hasan, Dewi Yasin Limpo dan Andi Nurpati yang disebutsebut memimpin rapat pleno KPU saat itu. Namun, kasus yang baru diselidiki kepolisian pada Mei 2011 ini, hanya sebatas menetapkan dan menahan seorang pelaku, yakni mantan juru panggil MK, Mashuri Hasan, pada 1 Juli 2011. Dia diduga menjadi salah seorang dari kelompok pembuat surat palsu MK. Mashuri adalah satu sekian banyak orang yang masuk dalam kategori kepolisian sebagai pelaku pembuat, pengguna dan pemberi perintah surat palsu MK. Menurut Andi, ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus pemalsuan putusan MK dengan tersangka Mashuri Hasan. Namun dalam pemeriksaan hari ini, Andi menyebut tidak ada konfrontasi dengan eks Hakim Arsyad Sanusi atau [ pun Mashuri.[

Beginilah Cara Elite Partai 'Bermain' di Proyek Kementerian BUMN By: Anto. H Jakarta-Tribunkompas Mantan Menteri BUMN Sofyan Djalil membenarkan upaya anggota partai politik ini. Tapi, ia menyatakan bahwa untuk melobi tak harus mampir ke Kementerian BUMN. "Lewat telepon," Praktek politikus yang juga elite partai politik bermain dalam proyek-proyek Badan Usaha Milik Negara bukan hal baru di negeri ini. Namun, bagaimana cara para politikus itu bermain dalam proyekproyek di Kementerian BUMN itu? Eks Sekretaris Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Said Didu menuturkan bahwa banyak modus dilakukan oleh para politikus itu. Dari bertandang ke kantor kementerian untuk menawarkan proyek hingga upaya menempatkan orang di jajaran direksi. "Mereka biasanya mulai ingin menempatkan orang sebagai direksi di BUMN," kata Said Kamis, 14 Juli 2011 malam. "Lobi awalnya, biasanya mengenalkan oknum calon direksi tersebut pada pejabat-pejabat kementerian." Dalam ingatan Said, dari sekitar 700 posisi direksi BUMN, ada 850 usulan direksi. "Sebanyak 80 persen dari usulan partai politik," kata Said. Sedangkan jumlah institusi sebanyak 141 BUMN. Perusahaan BUMN yang paling diincar oleh partai politik biasanya adalah PT Pertamina, PT PLN, bank, PTP, dan pabrik pupuk. BUMN-BUMN ini dianggap paling 'basah'. Lalu, para anggota partai politik itu juga kerap membawa rekanan mereka ke kementerian. Tujuannya untuk memuluskan bisnis rekanannya tersebut. "Tolong dibantulah," kata Said menirukan para anggota partai politik tersebut. Mantan Menteri BUMN Sofyan Djalil membenarkan upaya anggota partai politik ini. Tapi, ia menyatakan bahwa untuk melobi tak harus mampir ke Kementerian BUMN. "Lewat telepon," katanya. Atas upaya mencari lahan bisnis oleh anggota partai politik ini, Kementerian BUMN akhirnya mengeluarkan

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 45 tahun 2005 tentang pendirian, pengurusan, pengawasan, dan pembubaran BUMN. "Bahwa seluruh karyawan dan direksi BUMN tidak boleh terlibat partai politik," ujar Said. Tapi, ternyata, kata Said, masih ada beberapa direksi BUMN yang nakal sehingga terpaksa dipecat. "Karena kita tahu good corporate governance-nya jelek" ujarnya. "Tidak obyektif, terlalu melayani partai politik dan memasukkan aspek non-korporasi dalam pengambilan keputusan." Sofyan pun membenarkan hal ini. "Saya ngomong terus terang. Kalau cari tikungan kiri-kanan, selama saya menteri, tidak akan ada kariernya," ujar Sofyan menimpali. Sebab, direksi yang ditunggangi partai politik, menurut Sofyan, bisa diintervensi. Direksi BUMN dengan tipe seperti ini, kata Sofyan, tidak akan dipromosikan.

BantuanHukum

Sementara itu, soal nilai proyek yang ditawarkan dan diminati oleh anggota partai politik ini tidak bisa disebut oleh Said maupun Sofyan. Sebab, proyek itu ditangani oleh BUMN, bukan oleh kementerian. Salah satu pejabat di Kementerian BUMN yang menjadi sumber Tempo bahkan menyebutkan bahwa lobi politik bahkan tak jarang dilakukan pimpinan partai politik itu sendiri. "Partai penguasa memang," kata sang sumber. Bahkan, sumber tersebut juga menya-

takan bahwa Menteri BUMN saat ini, Mustafa Abubakar, pernah mengingatkan Said Didu tentang sikap anggota DPR. "Kau tidak disukai orang DPR," kata Mustafa kepada Said seperti ditirukan oleh sang sumber. Said saat itu dianggap menghalanghalangi jalur bisnis partai politik di Kementerian BUMN. Selanjutnya, baik Said maupun Sofyan menolak berkomentar tentang kiner[ ja dari Kementerian BUMN saat ini.[

Menteri Djoko: Presiden Belum Bicara Reshuffle By: Tommy. Jakarta-Tribunkompas Dalam beberapa bulan lagi, usia Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II pada Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bakal berumur dua tahun. Meski begitu, kabar perombakan kabinet kembali berhembus menyusul laporan kinerja kementerian yang jeblok. Meski begitu, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto menangkis kabar itu. Menurut Djoko, belum ada rencana Presiden SBY untuk merombak kabinet. Presiden SBY, kata Djoko, belum bicara soal hal itu. "Sampai sekarang presiden belum pernah bicara tentang bagaimana mau meresufle kabinetnya," kata Djoko usai rapat kabinet di Istana Kepresidenan, Jumat 15 Juli 2011. Djoko menegaskan, perombakan kabinet adalah hak prerogatif Presiden. Djoko mengaku belum pernah diminta masukan karena Menteri Koordinator hanya pembantu presiden. "Nanti kalau sudah sampai waktunya kan pasti, paling tidak dengan Wakil Presiden Boediono, Presiden akan meminta pertimbangan. Tapi sampai sekarang saya belum tahu," katanya. Perombakan itu, kata dia, jika

dilakukan tentu akan mempertimbangkan kinerja menteri terkait. "Tentu penilaian beliau sesuai indikatorindikator yang sudah disampaikan," katanya. Padahal, Unit Kerja Presiden telah menyatakan bahwa capaian 50 persen kurang itu bukan kinerja kementerian. Namun, hal itu hanya pelaksanaaan arahan presiden dan bukan menjadi penilaian final pelaksanaan kinerja. Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha mengatakan pihaknya baru mendengar soal isu reshuffle dari media. "Silakan ditanya kepada sumbersumbernya, bukan juru bicara," kata dia Ia juga menolak kabar pergantian menteri koordinator kesejaheraan Agung Laksono. "Belum ada informasi yang bisa saya sampaikan yang langsung dari [ Presiden," katanya.[

“Pasang Iklannya Dapatkan Pahalanya ... 10% Dari Iklan YangHIV/AIDS Anda Pasang Disumbangkan Untuk Biaya Pendidikan Anak Yatim Piatu”

e-paper tribunkompas  

faktual, santun & berimbang

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you