Issuu on Google+

Edisi No.272 | Tahun Ke-XIII WWW.KORANTRANSAKSI.COM

Senin, 1-14 Juli 2013 Terbit setiap hari SENIN Harga Rp. 5.000 Luar Pulau Jawa Tambah Ongkos Kirim

PENERBIT: BINA INTERAKSI EKONOMI PERS

Kerja Sama Pengawasan Pelayanan Publik

Kemenkumham Gandeng Ombudsman RI

SK/MENPEN/1496/SIUPP/JAKARTA 22 JULI 1999

Karnaval Di PRJ Luar Biasa

Jakarta, Trans Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menggandeng Ombudsman Republik Indonesia (Ombudsman RI) dalam kerja sama untuk meningkatkan kualitas pengawasan dan pelayanan publik di lingkungan Direktorat Jenderal AdminisFOTO | IST trasi Hukum Umum, Menteri Hukum dan HAM, Direktorat Jenderal Amir Syamsudin Hak Kekayaan Intelektual, Direktorat Jenderal Imigrasi, dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsudin dan Ketua Ombudsman Republik Indonesia Danang Girindrawardana pun telah menandatangani Nota Kesepahaman antara Kemenkumham dan Ombudsman RI tentang Kerja Sama Pengawasan dan Peningkatan Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Kerja sama perbaikan pelayanan publik ini mencakup penanganan laporan dan tindak lanjut pengaduan, pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik, pemeriksaan tanpa pemberitahuan (sidak), hingga evaluasi terhadap standar pelayanan. ŠŠŠ Bersambung hal 7 ...

Tiga WN India Melanggar Keimigrasian Jakarta, Trans Tiga Warga Negara India yang diduga melakukan pelanggaran keimigrasian saat ini berada di Ruang Detensi Direktorat Jenderal Imigrasi. Ketiganya ditangkap pada operasi intelijen keimigrasian, Rabu (26/6) lalu. Berdasarkan catatan pada paspor meFOTO | IST reka, dua WN India Plh. Direktur Intelijen masuk pada tanggal Abdurrahman 21 Desember 2012 melalui Bandara Soekarno Hatta dengan menggunakan Visa on Arrival dan telah overstay. Sedangkan pelaku dugaan penipuan saat dikonfirmasi petugas mengaku telah overstay selama 2 tahun, namun paspor belum diketahui keberadaannya dengan alasan berada di tangan kekasihnya di Manado. Dugaan pelanggaran keimigrasian didapat Imigrasi dari Staf Kedutaan Besar India di Jakarta, yang mendapat laporan mengenai penipuan oleh Jaskaran Singh terhadap Raj Kumar dan Harjit Singh Gil, yang juga merupakan pelapor. Mereka menyatakan telah mengeluarkan US$ 5000 per orang untuk pengurusan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) di Indonesia, yang ternyata palsu. Padahal, berdasarkan PP No.38 Tahun 2009, biaya yang diperlukan untuk pengurusan KITAS hanya ŠŠŠ Bersambung hal 7 ...

FOTO | IST

Sejumlah peserta wanita dengan mengenakan kostum tradisional berkeliling saat kegiatan karnaval di PRJ.

Jakarta Fair patut diapresiasi karena memberi ruang untuk pelestarian kebudayaan, termasuk kebudayaan Betawi. Jakarta, Trans - Bunyi terompet, tabuhan drum dan dentu-

pak di wajah peserta karnaval dan pengunjung Pekan Raya Jakarta (PRJ). Iring-iringan karnaval disambut dengan tepuk tangan riuh para pengunjung. Begitu meriahnya acara untuk memperingati hari jadi kota yang pernah dijuluki ‘Amsterdam of the East’ di Pekan Raya Jakarta. Karnaval yang ditampilkan begi-

man gendering terdengar harmonis. Senyum dan tawa ceria tam-

tu menarik dan sangat kreatif. Lagu-lagu yang dimainkan beraneka ragam dan menghibur. “Salut untuk peserta karnaval, semoga tetap dipertahankan event seperti ini,” kata salah seorang pengunjung, usai menyaksikan karnaval, di PRJ. Jika berkunjung ke event Jakarta Fair 2013 di Pekan Raya

Jakarta Kemayoran, Jakarta Pusat, pada sore, bakal dijumpai karnaval budaya. Banyak peserta Jakarta Fair yang turut serta dalam karnaval itu. Beberapa kelompok menampilkan ondel-ondel, akrobat, barongsai serta drum band yang dimainkan para remaja belasan tahun. Banyak pula peserta yang menampilkan busana-busana khas betawi, misalnya yang dilakukan retail Indomaret dan Columbia. Rombongan karnaval mengitari arena pelaksanaan Jakarta Fair. Karnaval tersebut pun menjadi tontotan pengunjung Jakarta Fair. Tak pelak, banyak pengunjung yang mengabadikan momen tersebut dengan kamera maupun smartphone mereka. Ya, di antara kegiatan bisnis, promosi, dan pameran, pada ajang Jakarta Fair, PT JIExpo memang menyelipkan kegiatan karnaval budaya. Ini sudah berlangsung sejak Jakarta Fair 2010. Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) pernah ikut andil dalam karnaval itu. Mereka menampilkan ondel-ondel dan seperangkat tetabuhan gamelan. Itu sebabnya, Nur Hasan, divisi SDM dan Kesra LKB, mengatakan bahwa keberadaan Jakarta Fair dengan karnaval budayanya, patut diapresiasi. Karena dengan adanya karnaval budaya, pihaknya bisa memanfaatkan event tersebut untuk melestarikan budaya Betawi. Ini penting, kata Nurhasan karena saat ini, kebudayaan Betawi tengah menghadapi tantangan besar, menahan arus budaya luar. Karena itu, dibutuhkan kerja keras oleh semua lapisan masyarakat agar budaya Betawi tidak hilang dari Jakarta. | Tim Trans

Mabes Polri:

Ormas Tak Ada Wewenang Sweeping Jelang Ramadan Jakarta, Trans - Polri akan bekerjasama dengan semua pihak dalam rangka penertiban (sweeping) tempat hiburan malam menjelang datangnya bulan Ramadan, termasuk dengan ormas. Meskipun begitu, ormas tak boleh melakukan sweeping tanpa perizinan dari kepolisian. “Kita selalu bekerja sama dengan seluruh unsur pemerintah daerah dan juga di kalangan ormas. Namun ormas tidak punya tugas untuk sweeping, apalagi mengganggu kenyamanan orang lain, mengganggu ketertiban,” kata Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di selasela Pameran Menyambut Hari Ulang

Tahun Korps Bhayangkara ke-67, di Silang Monas, Jakarta, Sabtu (29/6). Boy mengatakan, jika ada ormas yang tetap melakukan sweeping tanpa izin, maka akan langsung ditindak oleh petugas. “Tetapi kita sekali lagi bahwa mengajak suatu kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun harmonis tidak selalu dengan menindak. Berbicara itu lebih penting,” ujarnya. “Kalau memang ada sesuatu yang diluar kepatutan, dan melanggar hukum, kita tentu ada proses hukum,” lanjut Boy. Brigjen Pol Boy Rafli Amar

FOTO | IST

ŠŠŠ Bersambung hal 7 ...

500 Sertifikat Tanah Diserahkan BPN

Mengharap Sembako Murah

G

ejolak harga kebutuhan pokok terus melam bung sejak Presiden SBY memastikan kenaikan harga premiun dan solar pada Juni 2013. Spekulan berkedok pedagang menjadikannya sebagai peluang untuk menumpuk untung. Masih untung ada Jokowi, Gubernur DKI Jakarta. Operasi pasar dikemas dalam bentuk pasar murah sebagai antisipasi oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) beserta jajarannya. Warga di Jakarta Utara, Selasa (25/6), berbondong-bondong mendatangi Kantor Kelurahan Sunter Jaya tempat penjualan sembako murah. ŠŠŠ Bersambung hal 7 ...

Hendarman: Jangan Persulit Urusan Rakyat! Medan, Trans - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Hendarman Supandji, menyerahkan sertifikat tahap pertama dari program strategis pertanahan tahun 2013. Untuk wilayah Sumatera Bagian Utara diserahkan sebanyak 500 sertifikat dari 10 kantor pertanahan kabupaten/kota. Penyerahan secara simbolis tersebut dilakukan Kepala BPN kepada 54 penerima di Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit, Desa Sibolangit, Deli Serdang Sumatera Utara, didampingi oleh Gubernur Sumatera Utara, Gatot

Pujo Nugroho. Penyerahan berupa sertipikat hak atas tanah ini adalah untuk wilayah Sumatera Bagian Utara yang meliputi provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Riah dan Kepualauan Riau. Hadir penyerahan tersebut, Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars, assintel Kajati Sumut, Jaja Subagda, kepala Perwakilan Wilayah IX Bank Indonesia Sumut-Aceh Hari Utomo, Pimpinan Wilayah BNI Sumut Joni Tampubolon, Pimpinan Wilayah Bank Mandiri Sumut

FOTO | IST

Kepala BPN Hendarman Supandji dan Gubsu Gatot Pujo Nugroho menyaksikan penandatangan MoU antara BI dan BPN.

Sugeng Haryadi, Pimpinan Wilayah BRI Sumut Endra Sasmito dan dan seluruh BPN SeSumbagut. Selain acara penyerahan sertipikat juga dilakukan kegiatan teleconference pada tiga kantor pertanahan di provinsi Sumatera Bagian Utara yakni di Provinsi Aceh diwakili oleh kantor pertanahan Aceh Barat, Provinsi Sumatera Barat diwakili oleh kantor pertanahan kota Payakumbuh dab Provinsi Riau diwakili oleh ŠŠŠ Bersambung hal 7 ...

FOTO | ILUSTRASI

WARTAWAN KORAN TRANSAKSI DALAM MELAKSANAKAN TUGAS LIPUTAN DILAPANGAN WAJIB BERPAKAIAN ATRIBUT KORAN TRANS, DIBEKALI IDENTITAS ID CARD. TUGAS LIPUTANNYA TERCANTUM PADA BOKS REDAKSI, DILUAR ITU REDAKSI TIDAK BERTANGGUNG JAWAB. JIKA ANDA MERASA DIRUGIKAN LAPORKAN SEGERA KEPADA PIHAK KEPOLISIAN-RI TERDEKAT


HALAMAN 2

KORAN TRANSAKSI THN 13

TRANS HUKUM

SENIN, 1-14 JULI 2013

Untuk Samarkan Harta

VONIS

Istri Djoko Susilo Libatkan Keluarga

Pelaku Pembunuhan Divonis 11 Tahun Penjara Jakarta, Trans - Rasa penyesalan, memang selalu datang terlambat. Hal ini juga dirasakan oleh terdakwa Jeffery Gultom alias Berdikari Gultom. Dia terbukti melakukan pembunuhan, sehingga dirinya dijatuhi vonis selama 11 tahun penjara. Adapun modus pembunuhan yang dilakukan oleh terdakwa Jeffery Gultom alias Berdikari Gultom ini,berawal saat dirinya membaca pesan singkat (SMS) yang ada didalam handphone (HP) milik kekasihnya. Ketika hal itu ditanyakannya, Shella yang merupakan kekasihnya itu menjawab bahwa orang yang mengirimkan pesan singkat (SMS) itu, adalah suami dari tantenya sendiri. Merasa cemburu, terdakwa Jeffery Gultom alias Berdikari Gultom, pun pulang untuk mengambil pisau belati. Ketika orang yang dicari (Anton.korban) itu belum ketemu, terdakwa Jeffery Gultom alias Berdikari Gultom pun memilih untuk meminum minuman keras. Begitu orang yang dicari datang, tanpa basa-basi Anton (korban) yang baru saja pulang dari rumah saudaranya itulangsung ditikam dari belakang. Detik itu juga, Anton (korban) langsung terjatuh dari sepeda motornya.Sudah terjatuh, terdakwa Jeffery Gultom alias Berdikari Gultom masih saja menikamkan pisau belatinya itu ke bagian tubuh sang korban. Saksi Teti Melati Siahaan yang merupakan istri dari Anton (korban) mengatakan, sebelum kejadian naas itu terjadi, ia bersama dengan suaminya (korban) baru pulang dari rumah saudaranya yang berada didaerah Depok. Setelah sampai didepan rumahnya, terdakwa Jeffery Gultom alias Berdikari Gultom itu datang secara tiba-tiba. Seketika itu juga, suaminya (korban) langsung ditikam dengan menggunakan pisau belati. Bahkan, disaat suaminya (korban) sudah terjatuh, terdakwa Jeffery Gultom alias Berdikari Gultom masih saja menikam tubuh suaminya (korban). Begitu melihat suaminya (korban) sudah berlumuran darah, ia pun berusaha untuk meminta pertolongan. Namun, karena situasi pada saat itu sedang sepi, maka tak ada seorang pun yang datang untuk membantu dirinya. Saksi Teti Melati Siahaan juga mengatakan, hingga kasus ini disidangkan, pihak dari keluarga terdakwa tidak ada yang datang untuk meminta maaf. Dihadapan Majelis hakim, terdakwa Jeffery Gultom alias Berdikari Gultom mengatakan, sebelum kejadian, ia memang sedang berkumpul dengan teman-teman-

NO.272. ‰ TH XIII

Keluarga istri Djoko Susilo tidak mengetahui ada pembelian mobil atas namanya, kalau tidak menjalani pemeriksaan di KPK.

FOTO | ASTON

Terdakwa Jeffery Gultom saat mendengarkan vonis.

nya di daerah Pos 9, Tanjung Priuk, Jakarta Utara. Ia kerumah Shella (kekasihnya), karena kekasih hatinya itu tidak bisa ditemui. Esok harinya, ia pun kembali untuk menjumpai kekasihnya.Namun, ada pesan singkat (SMS) yang dikirimkan melalui hand-phone milik kekasihnya, sehingga ia pun mulai curiga. Ketika ditanya, Shella (kekasihnya) itu malah menjawab bahwa orang yang mengirimkan pesan singkat (SMS) itu adalah suami tantenya sendiri. Merasa cemburu, terdakwa Jeffery Gultom alias Berdikari Gultom pun mengatakan, “Dik, selama ini saya tidak pernah membuat masalah. Namun, kalau ada orang yang hendak membuat masalah, lihat saja nanti.” Terdakwa Jeffery Gultom alias Berdikari Gultom juga mengatakan, seandainya tidak menggunakan pisau belati, ia pasti tidak bisa mengalahkan lawannya (korban). Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yadi, SH mengatakan bahwa perbuatan terdakwa Jeffery Gultom alias Berdikari Gultom telah terbukti bersalah dan melanggar Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Menuntut, agar terdakwa dijatuhi hukuman pidana selama 13 tahun penjara, dikurangi selama berada didalam tahanan; Menyatakan barang-bukti (BB) berupa sebilah pisau belati dirampas untuk dimusnahkan. Selasa, 18 Juni 2013, pukul 14.00 wib, setelah bermusyawarah, Hakim Ketua Harsono SH MH yang didampingi hakim anggota Syifa’urosidin SH MH dan Hasmayeti SH MH sepakat menjatuhkan vonis kepada terdakwa Jeffery Gultom alias Berdikari Gultom dengan hukuman pidana selama 11 tahun penjara. Hukuman itu dikurangi selama terdakwa berada didalam tahanan. Sedangkan barang-bukti (BB) berupa sebilah pisau belati dinyatakan agar dirampas untuk dimusnahkan, dan terdakwa tetap ditahan. | Aston

Jakarta, Trans - Keluarga itu punya makna tambahan buat terdakwa korupsi pengadaan simulator dan pencucian Djoko Susilo. Makna tambahan itu terpapar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (28/6). Terdakwa memanfaatkan anggota keluarga istri keduanya, Mahdiana untuk pembelian sejumlah mobil. Demikian kesaksian bersama paman Mahdiana, Zaenal Abidin, adik Mahdiana, Novi Indah dan suaminya Bambang Ryan Setiadi di pengadilan. Sepengetahuan Novi, Mahdiana memiliki Jeep Wrangler, Kijang Innova, Fortuner, Harrier, Nissan Serena, Avanza, dan KIA Travello. Saat menjalani pemeriksaan di KPK, Novi baru mengetahui namanya digunakan untuk pembelian Toyota Fortuner dan Innova. Sedangkan nama suaminya tercantum dalam STNK Jeep Wrangler. “Fortuner yang pakai orang tua saya. Travello saya pernah lihat di rumah bapak saya. Saya tahunya ketika di KPK, mobil itu atas nama bapak saya. Kalau Nissan Serena, pengganti Innova yang digunakan untk mengantar anak (Mahdiana) sekolah. Saya tahu

baru tahu di KPK, mobil Nissan Serena atas nama ibu saya,” katanya. Novi tidak mengetahui ada pembelian mobil atas namanya kalau tidak menjalani pemeriksaan di KPK. Mahdiana pernah meminjam KTP Novi dan tidak menyebutkan tujuan peminjaman KTP tersebut. Novi tidak berpikir macam-macam saat KTP-nya dipinjam Mahdiana karena yang meminjam adalah kakak kandungnya sendiri. Sepengetahuan Novi, kakaknya juga pernah membeli mobil Hunday Accent. Novi lalu membeli mobil itu seharga Rp30 juta secara menyicil dari Mahdiana. Anehnya, Mahdiana telah membalik nama mobil Hunday Accent dengan menggunakan nama Sumartono. Novi mengaku sama sekali tidak mengenal Sumartono. “Mobil Hunday Accent saya beli tahun 2012 dari kakak saya. Seingat saya, pertengahan September 2012, kakak saya meminta BPKB dan STNK (Hunday Accent) yang saya pegang. Setelah dikembalikan namanya berubah. Pas tau nama Sumartono, saya tanya ke kakak saya. Katanya itu atas perintah Mas Dika,” ujarnya. Sejak awal pernikahan Mahdiana pada 2001, Djoko memperkenalkan diri ke keluarga Mahdiana sebagai seorang pengusaha bernama Andika Susilo atau biasa disapa Mas Dika. Setelah lahir anak pertama Mahdiana, Novi mengetahui bahwa Mas Dika adalah polisi bernama Djoko Susilo. Menurut Novi, kakaknya menjadi kaya setelah menikah dengan Djoko. Novi tidak pernah menanyakan sumber uang yang dipergunakan Mahdi-

ana untuk membeli aset. Dia hanya mengetahui Mahdiana memiliki usaha salon dan restauran. Novi yang bekerja sebagai supervisor di restauran milik Mahdiana pernah diberikan hadiah pernikahan berupa rumah seluas 100 meter persegi di Kelapa Dua, Depok pada 2007seharga Rp190 juta.Dibeli atas nama Mahdiana dengan uang ayahnya Rp120 juta dan sisanya Mahdiana. Novi menyicil sisanya kepada Mahdiana. “Setelah mendapat PPJB, saya baca atas nama kakak saya. Dari amplop pernikahan saya berikan Rp20 juta kepada kakak saya untuk membayar sisa pembelian rumah. Saya tidak pernah tinggal di rumah itu karena jauh sekali. Rumah sudah dijual awal 2012,” tuturnya. Pembelian ini menurut Novi janggal karena tak yakin orang tua memiliki uang sebesar itu sebagai pensiunan PNS, dan ibunya adalah ibu rumah tangga. Novi tidak mengetahui pembelian mobil dan rumah dimaksudkan untuk mengalihkan harta kekayaan dalam tindak pidana pencucian uang seperti yang sekarang sedang didakwakan terhadap Djoko. Suami Novi, Bambang, PNS Polri ini tidak pernah tahu maksud peminjaman KTP miliknya oleh Mahdiana. Dia tak curiga dan menanyakan maksud Mahdiana itu yang ternyata untuk membeli Jeep Wrangler. Paman Mahdiana, Zaenal menyatakan KTP miliknya digunakan ponakannya untuk membeli mobil Harrier dan Avanza. “Ketika ditanya, dia menjawab udah lah pinjam dulu Mang,”

Terkait Dengan Laporan Salah Satu Hakim Ke PT DKI Jakarta & KY,

Kepala Humas PN Jakut Angkat Bicara Jakarta, Trans-Informasi seputar HakimPuji Astuti SH MH yang dilaporkan ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta dan Komisi Yudisial (KY) oleh pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, kini mulai semakin ramai dipergunjingkan. Baik dari kalangan Jaksa, maupun dari kalangan hakim. Laporan yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, dikarenakan Hakim Puji Astuti SH MH dianggap telah melanggar KUHAP dan Kode Etik Hakim. Selain itu, penangguhan tahanan yang diberikan kepada terdakwa Fuad Tanjung dan terdakwa Antoni Muhammad dinilai cacat demi hukum. Sebelum kasus penipuan dan penggelapan atas nama terdakwa Fuad Tanjung dan terdakwa Antoni Muhammad itu disidangkan, status kedua terdakwa memang merupakan tahanan negara. Namun, begitu berkas perkara sudah sampai di pengadilan, status kedua terdakwa malah berubah menjadi tahanan kota. Anehnya lagi, uang jaminan senilai Rp.500 juta yang seharusnya disetorkan ke kas negara untuk bukti penangguhan tahanan itu, juga tidak bisa diperlihatkan. Salah seorang nara sumber mengatakan, bahwa sidang kasus perdata maupun kasus pidana, tidak bisa dipegang oleh hakim yang sama. Kalau salah satu kasus tersebut sudah

selesai, maka hakim yang memimpin jalannya persidangan itu, bisa ditunjuk kembali. Hal itu dimaksudkan, agar putusan yang diambil oleh majelis hakim tidak mendapat sorotan dari masyarakat. Seandainya sidang kasus perdata dan kasus pidana itu digelar secara bersamaan, maka majelis hakim yang memimpin jalannya persidangan itu pun,pasti tidak bisa berkonsentrasi. Untuk menanggapi permasalahan tersebut, Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Mangapul Girsang, SH. MH mengatakan bahwa sidang kasus perdata maupun kasus pidana yang dipegang oleh hakim yang sama. “Itu bukan menjadi masalah,” tandasnya. Namun, kata Mangapul Girsang SH, kalau kasus yang disidangkan itu ada kaitannya dengan ketua majelis, baru bisa dipermasalahkan.”Seputar dengan uang jaminan senilai Rp.500 juta yang sudah diserahkan ke bagian panitera itu, merupakan versi (anggapan) teman-teman wartawan saja,” ujarnya. Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utaraitu mengaku sudah menanyakan hal tersebut ke bagian panitera. “Pihak Panitera mengatakan, bahwa mereka sama sekali tidak pernah menerima uang jaminan dari pihak keluarga terdakwa,” pungkasnya. | Aston

terangnya. Mobil Avanza dijadikan kendaraan operasional salon Mahdiana. Pada 2011, Zaenal ditawarkan untuk membeli mobil Avanza dengan cara menyicil selama lima tahun. Tanpa perjanjian tertulis, setiap bulan Mahdiana memotong gaji Zaenal Rp1 juta untuk menyicil mobil. Zaenal bekerja di salon Mahdiana sejak 2008. Dengan pemotongan gaji Rp1 juta sebulan, Zaenal sudah menyicil sebanyak 16 kali sampai akhirnya mobil Avanza disita KPK pada Maret 2012. Zaenal tidak mau lagi menyicil karena khawatir mobil itu tidak akan menjadi miliknya karena dijadikan barang bukti pencucian uang. Selain mobil, Mahdiana memiliki beberapa tanah dan bangunan, diantaranya di Jl Durian, Jagakarsa, Jl Tanjung Mas Raya, Jl Paso, dan Jl Margasatwa. Saat beberapa kali mampir ke rumah Mahdiana di Jl Durian, Zaenal bertemu Djoko. Zaenal mengenal Djoko sebagai Andika yang biasa disapa keluarganya, Mas Dika. Setahu Zaenal, Mahdiana hanya memiliki usaha salon dan restauran. Sebelum menikah dengan Djoko, Mahdiana bekerja sebagai pegawai swasta. Usaha salon Mahdiana dinilai cukup maju karena banyak pelanggan yang datang. Menurut Zaenal, pengunjung salon rata-rata kelas menengah ke atas, dan beromzet besar. Menanggapi keterangan para saksi, Djoko hanya mengatakan mengenal ketiga saksi. Dia akan menjelaskan pembelian mobil dan rumah saat pemeriksaan terdakwa. | C Herry SL

Kasus Korupsi Drainase Primair Kali Parung Rp5 Miliar Diusut Serang, Trans - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi pada program Peningkatan Drainase Primair Kali Parung, Kota Serang, Provinsi Banten, yang dilakukan Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP), pada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tahun anggaran 2012, sebesar Rp5 miliar. Dalam kasus ini, penyidik Kejati Banten telah menetapkan dua tersangka yaitu Kepala Satker PPLP, TH (Tatang Hidayat) sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan seorang pengusaha pemenang tender yaitu HJP dari PT Ciboleger. Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten Feri Wibisono mengatakan, untuk penyidikan kasus dugaan korupsi pada program Peningkatan Drainase Primair Kali Parung, Kota Serang ini masih akan terus berkembang. “Kasus ini masih terus berkembang, dan sudah dua yang kami tetapkan tersangka,” ujar Feri Wibisono, Rabu pekan lalu. Sementara, Kasi Penkum dan Humas Kejati Banten, Mustaqim memaparkan, anggaran kegiatan tersebut bersumber dari APBN tahun anggaran 2012 atau dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan nilai anggaran Rp5 miliar. “Kasus ini mulai ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan pada April 2013,” ujar Mustaqim. Namun, Mustaqim belum bisa menjelaskan secara rinci modus operandi korupsi yang dilakukan para tersangka pada proyek tersebut. Namun kegiatan program Peningkatan Drainase Primair Kali Parung, Kota Serang ini diduga tidak sesuai spesifikasi. “Penyidik masih terus melakukan pendalaman dan pengembangan dengan memeriksa saksi-saksi,” ujar Mustaqim. | Yus

Anggota Polisi Di Kantor Dubes RI Bangkok Ditipu Anak Paman Jakarta, Trans- Terdakwa Ernawati, SE yang diadili terkait kasus penipuan dan penggelapan ini, akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa lagi saat saksi korban, dan saksi-saksi yang mengetahui peristiwa itu dihadirkan ke persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Modus penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh terdakwa Ernawati SE, berawal saat Drs Suseno Djahri yang bertugas sebagai anggota polisi di kantor Kedutaan Besar (Du-bes) RI di Bangkok, Thailand, membeli 1 unit apartement didaerah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Setelah pembelian apartemen itu, terdakwa Ernawati SE menjumpai Drs Suseno Djahri di apartement miliknya yang berada dijalan Petcburi Road,

Bangkok, Thailand, untuk meminjam uang. Antara terdakwa Ernawati SE dan Drs Suseno Djahri masih mempunyai hubungan familiy (saudara). Terdakwa Ernawati SE mengaku sedang membutuhkan bantuan modal, untuk usaha garment yang dikelolanya, di antaranya untuk membeli mesin jahit dan bahan-bahan pakaian. Terdakwa juga berniat untuk menambah jumlah karyawannya. Karena saat itu tidak mempunyai uang rupiah, Drs Suseno Djahri berjanji akan mengirimkan uang tersebut dalam bentuk dollar.Selanjutnya, uang tersebut dikirimkan secara bertahap melalui rekening milik terdakwa Ernawati SE dengan total senilai 37.500 US $ atau sekitar Rp.348 juta.

PENERBIT: Bina Interaksi Ekonomi Pers SK/MENPEN/1496/SIUPP/Jakarta 22 Juli 1999; ALAMAT REDAKSI: Jl. Teratai 3 Blok i 3/23 Taman Modern, Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur 13960; Telepon: (021) 46836848; Fax: (021) 46824807; Rekening Bank Mandiri KCP Bekasi 125.00.0569340.3 a/n Drs. Syaiful Nazar; NPWP: 01.917.755.9407-000; Kode Seri Faktur Pajak: EFCXV - 407; E-mail: korantransaksi@yahoo.co.id; www.korantransaksi.com; Percetakan: PT. Temprina Media Grafika Tambun (Jawa Pos Group) (Isi diluar tanggung jawab percetakan)

FOTO | ASTON

Saksi Drs. Suseno Djahri, Gum-gum Patri, Praphatsorn Sarim saat memberikan keterangan.

Semenjak pulang bertugas dari Negara Bangkok, Thailand, Drs Suseno Djahri pun langsung menanyakan, kapan uang miliknya itu akan dikembalikan.

Namun, terdakwa Ernawati, SE malah menjawab, “Sabar aja, Bang. Entar juga akan dikembalikan”. Ternyata janji untuk mengembalikan uangnya itu

tidak ditepati. Drs Suseno Djahri semakin kesal, karena terdakwa Ernawati, SE malah mengatakan bahwa uang yang pernah diberikan itu, merupakan komisi untuk pembelian apartementyang berada di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Merasa dirugikan, Drs Suseno Djahri pun langsung melaporkan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib. Rabu, 26 Juni 2013, saksi Drs Suseno Djahri (korban) mengatakan, bahwa ia kenal dengan terdakwa Ernawati SE karena merupakan anak kandung pamannya sendiri. Dia mengatakan, saat bertugas di Bangkok, Thailand, dirinya didatangi oleh terdakwa Ernawati SE untuk menawarkan 1 unit apartement seharga Rp.500 juta

yang berlokasi di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tanpa merasa curiga, dia pun akhirnya setuju. Tidak lama kemudian, uang itu pun langsung dikirimkan ke rekening milik terdakwa. Setelah berhasil membeli 1 unit apartement, terdakwa Ernawati SE menjumpai dirinya untuk meminjam uang senilai Rp.350 juta. Hingga kasus ini disidangkan, uang miliknya itu, tidak ada yang dikembalikan. Menurut saksi Gum-Gum Patria yang bekerja sebagai karyawan Bank didaerah ITC Mangga Dua itu, bahwa Drs Suseno Djahri memang pernah mengirimkan uang dari Bangkok, Thailand, melalui rekening milik terdakwa Ernawati, SE senilai 37.500 US $. Sementara itu, saksi

Praphatsorn Sarim alias Hasanah mengatakan, bahwa setahu dirinya, nama panggilan terdakwa ErnawatiSE adalah Marina dan memang pernah datang ke apartement milik Drs Suseno Djahri untuk menginap. Selama berada diBangkok, Thailand, dirinyalah yang selalu menemani terdakwa. Saksi Praphatsorn Sarim alias Hasanah juga menambahkan semenjak bekerja di apartement milik Drs Suseno Djahri, ia tidak pernah melihat anak dan istri majikannya. Hakim Ketua IGK Adynatha SH MH yang didampingi hakim anggota Eko Santoso SH MH dan Mangapul Girsang SH MH mengatakan, untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi yang lainnya, sidang akan dibuka dan dilanjutkan kembali setelah 1 minggu kedepan. | Aston

Dewan Penasehat: Mayjend TNI (Purn) H Syamsu Djalal SH, Mayjend TNI (Purn) H Asril H Tanjung, Brigjend TNI (Pur) Indra Yudono, Drs H Muslim Kasim Ak MM, Rekson Sitorus SH, Drs H Sofyan Abdurrachman, Alam P Simamora SH MH, H Ismail Ibrahim SH, Fafinaldi SH MH, Idris Koto, Mbah Abdullah, Yeye Suteja, Rudy Suwandi; Penasehat Hukum: Aristo Muranda SH, Alfan Effendi SH, Hendry Halim SH, Aman Simamora SH MH; Pemimpin Umum: Syaiful Nazar; Pemimpin Perusahaan: Helfita Afianthy; Pemimpin Redaksi/ Penanggung Jawab: Ali Rahmat Siregar; Wakil Pemimpin Perusahaan : Elman Sihombing; Wakil Pemimpin Umum: C Herry SL; Redaktur Pelaksana: Lorayati Debataraja; Dewan Redaksi: Syaiful Nazar, M Rechan RR, Elman Sihombing, C Herry SL, Ali Rahmat Siregar, Harris Fadhillah Abbas; Suwin, Wongso, Art Direktur: Rofiq; Sekretaris Redaksi: Intan Gunasari; Sirkulasi dan Periklanan: Saskia Maulida, Joni Lubis; Redaktur Senior: Drs Syamsul Bachri SH; Daniel Saputra Htb SE, Redaktur Eksekutif: Onangego Chandra Maruhawa, Roni Pandapotan, Iwan Koto, Yulianti Rahmi Purnamawati ST, F Safan Akom BA, Meidi MM,Iwan Koto, Ongen Geser, T Maemun, Drs Lendi agustinus, T Jamal Oteng, Firman Kelana, Budi Rotoliu SE, Sesilia Ciby SH, Kaharudin Taslim, Sukun Tjohan, Satiri, Romanus Ramang, Nasan. Penempatan Tugas Liputan Wartawan: Sekretariat Negara-RI: Syaiful Nazar; KPK: Syaiful Nazar, C Herry SL; Kemenkumham: Elman Sihombing, Onangego Chandra Maruhawa; Mabes POLRI: Syaiful Nazar, C Herry SL; Kemenkeu: Martin Luther; ESDM: Martin Luther, Rechan R, M Zikri; Kemenhub - Pelindo:.... Kemenakertrans/BNP2TKI: Syaki Chevalier; Kemendiknas: Meidi Mulya; Kemendagri : --; Ditjen Bea & Cukai: Tumonggo T Lubis; Seni & Budaya: Suryati; Fotografer: Aboot; Staf Redaksi: Bonggar Simamora, H. Roosman, Aston Darwin SP, Freddy Fatinasa Maruhawa, Gaus Kaisuku, Muhammad Fadhiludin, Ilham Ramdhani; Tumonggo Tua Lubis. Kontributor: Hartono, S Hadiyanto, Bachtiar, Dede Ardian, Mahmudin. Wartawan Profesional Tunjukan Jati Diri Pemberitahuan Kepada Seluruh Kepala Perwakilan/Biro KORAN TRANSAKSI, nama dan wilayah tugas liputan WARTAWAN tercantum pada boks halaman masing-masing. Harap maklum, Terima Kasih.


HALAMAN 3

KORAN TRANSAKSI THN 13

TRANS JABOTABEK

NO. 272. ‰ TH XIII SENIN, 1-14 JULI 2013

Meriahkan HJB, Ratusan Warga Bogor Timur Gerak Jalan Sehat Bogor, Trans - Ratusan Warga Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor turun kampung. Mereka berolahraga melalui gerak Jalan Sehat dalam rangkaian memperingati HJB ke 531. Gerak jalan yang menempuh jarak 3,5 Km mengambil start di halaman Gedung Bale Binarum menyusuri jalan Bantar Kemang, Jalan baru Ringroad, BSI dan finish di Area Sport Hall kolam renang Pe-

rum Villa Duta Kelurahan Baranangsiang, Sabtu (22/6/2013). Gerak jalan santai warga ini di lepas Asisten Tata Praja yang sekaligus sebagai Plh. Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Syarif Hidayat didampingi Camat Bogor Timur Ganjar Gunawan, Sekretaris Camat Agus Suparman, para Lurah se-Kecamatan Bogor Timur, LPM dan para Ketua RW dan RT

Ade Syarif Hidayat sebelum melepas keberangkatan gerak jalan mengatakan, gerak jalan santai sangat bermanfaat selain untuk ber olah raga pagi juga ajang bersilaturahmih, memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) Ke – 531. “Atas nama pemerintah Kota Bogor saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bogor Timur yang telah mau berpartisipasi untuk ikut serta dalam kegiatan ger-

ak jalan santai yang digagas Camat Bogor Bogor Timur, “ kata Ade. Ade menambahkan, banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari kegiatan in, disamping bersilaturahim juga bisa mengenal wilayah. Oleh karena itu dengan keragaman dan kebersamaan mudah-mudahan Kota Bogor lebih baik kedepan,” harapnya. Sementara Camat Bogor Timur Ganjar Gunawan mengungkapkan

bahwa kegiatan ini masih dalam rangkaian HJB Ke-531 di wilayah Kecamatan Bogor Timur. “Jadi pemerintah Kecamatan melakukan beberapa rangkaian kegiatan seperti ada turnamen, berbagai lomba yang di tutup dengan puncak acara dengan jalan sehat yang dikuti sekitar 1000 orang, “ jelas Ganjar. Ganjar berharap, sesuai dengan tema keragaman, Kota Bogor akan

semakin dinamis. Makanya dengan kondisi Kota Bogor yang yang semakin maju mari kita jaga kebersamaan dan persatuan diantara sesama warga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ajaknya. Dalam kegiatan panitia menyiapkan berbagai doorprize seperti dengan sejumlah hadiah hiburan yang diberikan kepada peserta yang berhasil masuk finish. | Dasukiharun

Beli Paket Aspirasi, Kontraktor Menjerit SPK sekitar 400 paket pekerjaan yang diklaim anggota DPRD Kota Bekasi sebagai proyek aspirasi sudah habis, namun belum dikerjakan. Keterlaluan! Bekasi, Trans – Paket proyek kok dibeli! Tapi, itulah yang terjadi selama ini, termasuk di Kota Bekasi. Ratusan paket diklaim

pula sebagai proyek aspirasi anggota DPRD yang diperjualbelikan kepada para kontraktor. Namun, pengerjaannya bermasalah, bahkan ratusan paket pekerjaan belum dikerjakan. Kini para kontraktor proyek pekerjaan Dinas Bina Marga dan tata Air Kota Bekasi benar-benar menjerit, karena adanya upaya penegakan aturan pekerjaan sesuai volume atau berdasarkan speck. Tidak tanggung-tanggung, pekerjaan penunjukan langsung (PL) senilai Rp.50 juta dipotong sampai Rp.15 juta, apabila ditemukan hasil kordil tidak sesuai speck. Para kontraktor tidak bisa berbuat apa-apa atas pemotangan yang dilakukan oleh pihak pengawasaan dan pengendalian

(wasdal) itu. Bahkan, para kontraktor yang pekerjaannya sudah selesai stres melihat hasil PHOnya di bawah 70%. Tidak seperti tahun- tahun sebelumnya, mereka bisa merekayasa hasil kordil, dengan kesepakatan antara kedua belah pihak. Pada tahun sebelumnya, titik kordil bisa diatur dan ditunjuk oleh kontraktor sendiri, dan pekerjaannya sudah diatur yang ingin dikordil. Tahun ini, rata-rata ditemukan pengurangan volume 30 sampai 40%, sehingga menyebabkan para kontraktor resah. Menurut beberapa kontraktor “Kita mengurangi volume dari pekerjaan, bukan karena ingin mencari untung yang berlebihan.

Sebelum kita mendapatkan pekerjaan, 18 sampai 25% pekerjaan ini adalah untuk oknum DPRD, 10% melalui kader partainya. Kalau langsung sekitar 7 atau 8%,” ungkap salah seorang kontraktor kepada Koran Transaksi. Biaya tinggi yang harus dikeluarkan kontraktor tidak sampai di situ. Setelah itu, didelegasikan ke Disbimarta. “Di sini sekitar 5%, ditambah biaya pengetikan dan dokumen sekitar 2%. Belum lagi kalau datang rekan–rekan yang mengatasnamakan wartawan, LSM, Ormas dan okmum RW/RT, dan masyarakat ada yang sekedar minta uang rokok. Ada juga yang meminta jatah dengan cara memaksa sampai menghentikan mobil yang membawa beton. Kadang

kami sampai ribut,” keluhnya. Kacau, memang! Sekarang ini, sekitar 400 paket pekerjaan yang diklaim DPRD sebagai proyek aspirasi dari dana APBD tahap pertama jangka waktu SPK-nya sudah habis, namun pekerjaannya belum dikerjakan. Sumber berinisila LT di Disbimarta mengungkapkan, salah satu bendahara partai tertentu ada yang memikili 65 paket pekerjaan dari peket aspirasi APDB 2013. “Tapi, baru dikerjakan 10 paket, padahal tanggal SPK-nya sudah habis. Banyak kontraktor yang pekerjaannya di atas 50 paket, namun banyak juga konntraktor tidak punya pekerjaan karena tidak punya koneksi dengan DPRD,” bebernya. | Bonggar

25 Delegasi Pemuda Indonesia-Amerika Serikat Ber Berttandang K Kee Bogor Bogor, Trans - Sebanyak 25 orang Delegasi Pemuda Indonesia-Amerika Serikat berkunjung ke Kota Bogor. Kedatangan delegasi dari dua Negara Indonesia –Amerika Serikat ini diterima Wakil Walikota Bogor Achmad Ru’yat didampingi Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Dampak Lingkungan pada Badan Pengelola Lingkungan Hidup Syahlan Rasyidi Ruang Tengah Balaikota Bogor, Kamis (27/6/2013). Pimpinan delegasi Nidya Saraswati mengatakan, delegasi Pemuda Indonesia-Amerika Serikat ini merupakan program pertukaran pelajar dua negara Indonesia dan Amerika. Kedatangan ke Kota Bogor ingin mengetahui bagaimana mengembangkan kepemimpinan dan juga penanganan isu-isu lingkungan Nidya Saraswati berharap pemuda masa depan bisa saling melakukan kerja sama membangun masyarakat yang lebih baik di masa depan khususnya dibidang lingkungan. Dalam kegiatannya selama berbulan-bulan di Amerika Serikat dan 20 hari di Indonesia. Menurut Nidya, 25 orang delegasi terdri dari, 18 peserta dari Indonesia meliputi 16 siswa 2 orang guru. Sedangkan dari Amerika berjumlah 7 orang meliputiu 6 orang siswa dan 1 orang guru. Sedangkan dari Bogor sendiri ada 6 siswa dan 1 guru, dari Bandung 1 siswa, Bangka 8 siswa dan 1 guru. Selain itu juga ada satu peser-

ta Tunantra. Nidya mengatakan, setelah mereka mengikuti program pertukaran ini, mereka kembali ke bangku Sekolah, mereka mereka bisa menjalankan program – program lingkungan. Menurut Nidya, program pertukaran ini digagas Center For Civic Education Indonesia (CCEI). CCEI adalah yayasan non-profit yang bergerak dalam bidang pendidikan kewarganegaraan. Yayasan ini sebagian besar programnya bergerak dibidang pertukaran pemuda. Sementara itu, Wakil Walikota Bogor Achmad Ru’yat mengatakan, insiatif CCEI yang telah menyelenggarakan program pertukaran remaja dan dewasa merupakan langkah yang patut dihargai sebagai bagian untuk memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk belajar budaya dan kemajuan negara-negara lain. “Ini merupakan kesempatan yang berharga bagi generasi muda kita karena akan mendapatkan pengalaman pembelajaran di Amerika Serikat, mulai belajar tentang kultur, budaya, bahasa, metode pendidikan dan belajar tentang kemajuan kemajuan yang dicapai bangsa Amerika Serikat. Pada saat yang sama, kata Ru’yat, setiap generasi muda yang berkesempatan ke Amerika Serikat, mereka dapat menjadi duta budaya dan persahabatan, memperkenalkan keramahtamahan penduduk Indonesia dan berbagai kekayaan budaya tradisional Indonesia. | Dasukiharun

FOTO | ANDRI

Proyek peningkatan jalan di wilayah Tambun Selatan, depan Desa Lambang Jaya.

Peningkatan Jalan Depan Desa Lambang Jaya

PPTK & Konsultan Terkesan Tutup Mata Bekasi, Trans -Sangat disayangkan Dinas Binamarga dan Pengelolaan Sumber Daya Air (DBMPSDA) Kabupaten Bekasi yang sekarang telah menggelar kegiatan proyek peningkatan jalan sangat mengkhawatirkan. Kegiatan yang dilakukan para rekanan kontraktor diduga tidak sesuai dengan RAB, seperti kegiatan yang berlokasi di wilayah Tambun Selatan, depan Desa Lambang Jaya. PPTK dan Konsultan seolah tutup mata terkait kegiatan pen-

ingkatan jalan depan Desa Lambang Jaya. Bahkan, pengurus RT setempat pun mempertanyakan pengerjaan proyek peningkatan jalan tersebut. “Kok kegiatan proyek jalan ini nggak pakai plastik...,” ujarnya. Ketika Koran Transaksi mengkonfirmasi masalah itu, Agus Dany selaku PPTK kegiatan tersebut, malah masih berandai-andai. “Kalau memang betul kegiatan tersebut tidak sesuai dengan speksifikasinya tinggal potong saja,” ujarnya.

Mulyadi dari LSM Imbas (Ikatan Masyarakat Bersatu) pun mengakatan, jika kegiatan yang tidak sesuai spek memang seharusnya dipotong dan dikembalikan anggaran tersebut ke kas daerah, untuk kepentingan masyarakat. “Tapi jika kegiatan selalu seperti ini, maka infrastuktur jalan tidak akan bertahan lama. Hal ini terjadi akibat ketidakbecusan pengawasan di lapangan,” ujarnya.

FOTO | GEOFFREY

Saat dialog dengan tokoh masyarakat H. Rayendra, M.Si.MM Sekda Kota Bekasi, Walikota Bekasi Tengah Dr.H. Rahmat Effendy dan Wakil Walikota H. Achmad Saikhu.

Walikota & Wakil Walikota Bekasi Suling Di Masjid Al Muhajirin

Bekasi, Trans – Menyambut Bulan Suci Ramadhan, Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendy dan Wakil Walikota H. Achmad Syaikhu mengadakan kegiatan Subuh Keliling (Suling), di Masjid Al Muhajirin, Perumahan Duren Jaya Blok C, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur. Kegiatan suling dengan pentausyiah Ustad Yusuf S.Pd.I itu dihadiri oleh hampir seluruh SKPD, Camat Bekasi Timur Lukmanul Hakim S.Sos M.Si, Lurah Duren Jaya Rusli SE, Lurah Bekasi Jaya, Lurah Margahayu. Hanya Lurah Aren Jaya yang tidak tampak hadir. Tokoh masyarakat, pengurus RW, RT, Majelis Ta’lim, DKM, Ormas Pemuda Pancasila, GMBI selesai menghadiri acara suling, melanjutkan K3 Sabtu Bersih. Pada kesempatn tu, Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendy mengadakan dialog dengan tokoh masyarakat, pengurus RT dan RW yang menyampaikan keluhannya di lapangan. Di antara keluhan adalah soal banjir di Perumahan Duren Jaya. Pemerintah diminta menanggulanginya, karena terdapat banyak sekolah SD, SMP, maupun SMA. BLSM serta Insentif RT, RW juga disampaikan kepada Walikota, karena sudah 6 bulan belum dibagikan. Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendy langsung menanyakan keluhan itu ke kepala dinas maupun kepala bidang di instansi terkait. Walikota memerintahkan agar semua keluhan masyarakat langsung ditindaklanjuti. Selain itu, Dr H Rahmat Effendy mengatakan akan membantu pembangunan Masjid Al Muhajirin yang dianggarkan melalui APBD sebesar Rp 200 juta. Setelah dialog, Walikota dan Wakil Walikota Bekasi menuju lapangan Blok B atau C untuk memimpin upacara dalam rangka K3, yang juga dihadiri Staf Kecamatan, Kelurahan, dan seluruh Kepala Sekolah SDN se-Bekasi Timur. Usai pacara ini, Walikota menuju bazar yang diadakan oleh Majelis Ta’lim Al Muhajirin. | Geoffrey

W ART A W AN PROFESIONAL ARTA TUNJUK AN JA TI DIRI TUNJUKAN JATI Biro Kota dan Kabupaten Bogor : Dasuki Harun Biro Kota Bekasi : Geoffrey, Muchtar Biro Kabupaten Bekasi : Kaslim Kusyairi, Andri, Indah Widaningsih, Nunu Erlangga.

| Andri

Pentas Seni Kenaikan & Perpisahan SD Negeri Duren Jaya VI Bekasi, Trans - Setiap akhir tahun pelajaran hampir seluruh sekolah merayakan kenaikan kelas dan perpisahan muridmurid kelas 6. Berbagai kegiatan seni pun disajikan, seperti yang ditampilkan oleh muridmurid SD Negeri Duren Jaya VI (IPK) Bekasi Timur, baru-baru ini. Di tahun ajaran 2013 ini, SD Negeri Duren Jaya VI merayakan kenaikan kelas dan perpisahan dengan sangat meriah. Berbagai atraksi kesenian disajikan, mulai dari degung, jaipong, dan yang lainnya. “Kami memang menginginkan agar pentas seni (pensi) dalam acara tahun ini berlangsung meriah,” ujar Herry, ketua ketua komite yang baru terpilih. Ya, dilihat dari sisi perlengkapan acara, tendanya sangat ba-

FOTO | GEOFFREY

Guru kelas VI A, Koharudin, S.Pd. (Kanan), Nurhayati, S.Pd kepala sekolah SDN Duren Jaya VI, Ketua Komite Herry Chairrul Anwar dan Guru Kelas VI B, Kajun, S.Pd.

gus, dan memang layak digunakan untuk pesta pernikahan. Semua perlengkapan, mulai dari kursi sampai penyewaan sound system dibiayai oleh Herry. “Karena saya baru terpilih sebagai ketua komite, biayanya dari

kocek pribadi saya sendiri. Bukan urunan atau sumbangan dari orang tua murid,” ungkapnya. Seluruh orang tua murid SD Negeri (IPK) Duren Jaya VI pun terlihat sangat puas dengan acara yang disajikan. Di antara

mereka bahkan ada yang mengatakan bahwa acara itu merupakan yang terbaik di Kota Bekasi. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi H. Asmari, M.Pd. M.Si, yang hadir dalam acara itu juga terlihat sangat terhibur. Sebagai ketua komite yang baru terpilih, Herry memang belum membuat program. Akan tetapi, dia berjanji akan ikut berperan serta mengembangkan dan memajukan potensi di SD Negeri Duren Jaya Vike depan. Hal itu sejalan dengan harapan Nurhayati S.Pd selaku Kepala SD Negeri Duren Jaya VI. Dalam sambutannya, kepala sekolah ini menyampaikan keinginannya agar prestasi yang sudah diraih murid-murid SD Negeri Duren Jaya VI di bidang kesenian dan olahraga, maupun

Kepala sekolah SDN Duren Jaya VI, Nurhayati, S.Pd, para guru dan Ketua RW dan RT serta tokoh masyarakat di lingkungan sekolah SDN Duren Jaya VI.

dalam lomba cerdas cermat, harus dipertahan. Dalam kesempatan itu, Nurhayati S.Pd mengingatan bahwa sekolah yang dipimpinnya adalah sekolah induk pengembangan kesenian. “Sayangnya marchine band yang ada saat ini tidak bisa lagi dipakai lagi. Masalah ini sudah setahun lebih diajukan ke Dinas

Pardubpar, namun belum ada realisasinya,” tuturnya seraya mengatakan dirinya tetap merasa senang karena murid-murid tahun ini lulus 100 persen. Terkait prestasi yang diraih, Pengawas Gugus III UPTD Bekasi Timur Drs H Chaidir Wadjdi yang mewakili Kepala UPTD Bekasi Timur H. Ade Abdullah M.Mpd, dalam sam-

butannya, mengatakan agar terus dipertahankan. “Kalau bisa tentu harus lebih ditingkatkan lagi,” ujar Drs H Chaidir Wadjdi, yang saat itu datang terlambat, karena mengikuti kegiatan penanaman 10.000 pohon oleh Walikota Bekasi Dr. H. Rahmat Effendi dan Wakil Walikota Bekasi H. Ahmad Syaikhu. | Geoffrey


HALAMAN 4

KORAN TRANSAKSI THN 13

TRANS JABOTABEK

NO.272. ‰ TH XIII SENIN, 1-14 JULI 2013

Kasie Pidum Kejaksaan Negeri Jakarta Utara Minta Bantuan Wartawan Mencari Tahanan Jakarta, Trans - Sudah setengah tahun berlalu, Lim Hong Gek alias Kiki—tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara yang pernah diadili terkait kasus kepemilikan narkoba ini, seakan-akan tidak pernah diketahui rimbanya. Padahal, segala upaya yang sudah dilakukan oleh Kasie Intel Kejakasaan Negeri Jakarta Utara, Atang Pujianto SH MH, bersama dengan seluruh jajarannya, ternyata tidak

membuahkan hasil. Baik melalui handphone, biro perjalanan maupun melalui pihak inteligent, ternyata tidak ada yang bisa mengungkap dimana keberadaan terdakwa tersebut. Menurut informasi yang didapat oleh Tim Koran Transaksi dilapangan, bahwa kaburnya terdakwa Lim Hong Gek alias Kiki itu, punya dua versi. Pertama, ketika mobil tahanan

PENDIDIKAN Pramuka Ibnu Khaldun Gelar Rover Scout Competition Bogor, Trans - Gerakan pramuka Rancana dan Fatimatuzzahra, sebagai salah satu organisasi kepramukaan unit mahasiswa yang berpangkalan di Universitas Ibnu Khaldul Bogor menggelar Rover Scout Competition (RSC) tahun 2013. di lapangan Universitas Ibn Khaldun Jl.KH. Sholeh Iskandar KM 2 Bogor, Sabtu (22/6/2013). Kegiatan ini dibuka Plh. Sekretaris Daerah Kota Bogor H. Ade Syarif Hidayat yang ditandai dengan pemukulan gong dan penyematan tanda peserta. Rover Scout Competition (adalah kegiatan lomba yang bersifat edukatif yang memperlombakan unsur keterampilan dan ketangkasan kepramukaan, keagamaan, dan seni budaya. Ketua penyelenggara Rasid Habibi Harahap mengatakan, peserta Rover Scout Competition yaitu, anggota pramuka penegak SMA/MA/POMPES/SMK dari pangkalan se-Bogor raya. Kegiatan ini melibatkan 22 pangkalan dengan jumlah peserta 362 orang yang terdiri dari, putra 60 orang, putri 60 orang, serta 242 terpadu. Adapun kegiatan yang dilombakan meliputu wide game, lomba cepat tepat, senam spaphore, MTQ, budaya tradisional, poster, desaint poster jelas Rasid. Plh. Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Syarif Hidayat yang juga selaku Ka Kwarcab Kota Bogor menegaskan, bahwa kepramukaan diwajibkan disetiap sekolah. Pramuka merupakan kegiatan ektra kulikuler (eskul) disetiap Sekolah. “Suka atau tidak suka semua Sekolah harus melaksanakan kegiatan pramuka,” tandas Ade. Oleh karena itu Ade menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan Rover Scout Competition tahun 2013. “ Anggota pramuka penegak SMA/MA/SMKPOMPES dari 22 pangkalan se Kota Bogor yang ikut dalam kegiatan ini diharapkan akan menjadi motor penggerak di sekolahnya masing-masing,” pintanya. | Dasukiharun

Pramuka Membangun Pribadi Bangsa Bogor, Trans - Bupati Bogor H. Rachmat Yasin mengatakan bahwa Pramuka dapat meningkatkan patriotisme generasi muda di Indonesia. Hal tersebut ia katakan saat membuka secara resmi kegiatan Pramuka dengan tema Pramuka pribadi bangsaku di Bumi Perkemahan Cimandala, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jumat (28/6). “Pramuka mengingatkan kita pada pribadi yang penuh patriotisme, karena beda dengan negara lain, bahwa negara kita berdiri bukan dari pemberian tetapi hasil perjuangan untuk merebut kemerdekaan, jadi Pramuka dapat menumbukan rasa patriotisme kepada generasi muda di Indonesia”, kata Bupati. Menurutnya, pribadi Pramuka cocok untuk generasi muda, dimana Pramuka merupakan sebuah model pembinaan untuk bisa membangun bangsa yang kuat, bangsa yang kokoh dan disegani oleh negara lain. Dikatakannya, materi pembinaan yang ada di Pramuka merupakan metode paling baik yang diajarkan kepada generasi muda. “Dalam Pramuka kita belajar disiplin, toleransi, sportif dan menghargai antar sesama manusia, yang dimana bangsa kita ini sudah lupa akan hal itu”, ujar Bupati. Tak hanya itu, Bupati Bogor ingin Pramuka tidak hanya jadi ekstrakulikuler tetapi bisa ada di kurikulum pendidikan. “Kita paham selama ini mindset Pramuka merupakan ekskul tetapi kenapa tidak masuk kedalam kurikulum, yang mana pramuka memang panggilan jiwa untuk membangun pribadi yang mencerminkan generasi muda yang terdidik dan terampil, itulah Pramuka,” pungkasnya. Selanjutnya, pada kegiatan ini juga, Bupati Bogor H. Rachmat Yasin memukul kentongan sebagai tanda kegiatan Pramuka ini dibuka, serta dalam kegiatan ini pula Bupati Bogor menyerahkan bahan pokok kepada 100 orang tidak mampu dan secara simbolis diberikan kepada Hasan warga Kampung Rawa Kalong, Sahani warga Kampung Rawa Kalong, Nisia warga Kampung Pancil dan Irvan warga Kampung Rawa Kalong. | Dasukiharun

yang membawa terdakwa Lim Hong Gek alias Kiki itu keluar dari pintu gerbang kantor Pengadilan Negeri Jakarta Utara, ada insiden (tabrakan) yang terjadi antara mobil pribadi dengan pengendara sepeda motor. Begitu perhatian petugas tahanan terpecah, terdakwa Lim Hong Gek alias Kiki pun, membuka pintu mobil dan langsung melarikan diri. Versi kedua, ketika mobil tahan-

an yang membawa terdakwa Lim Hong Gek alias Kiki itu hendak sampai di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur, terdakwa Lim Hong Gek alias Kiki meminta kepada petugas tahanan tersebut, agar mobil segera dihentikan. Pasalnya, ia (terdakwa) hendak membeli buah-buahan. Begitu mobil dihentikan, terdakwa Lim Hong Gek alias Kiki, malah kabur dengan

menggunakan sepeda motor. Selidik punya selidik, pengendara sepeda motor yang membawa kabur terdakwa Lim Hong Gek alias Kiki itu, ternyata suaminya sendiri. Ketika dikonfirmasi seputar permasalahan tersebut, Kasie Pidum Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Endang Sudarma SH MH mengatakan bahwa ia mengaku tidak sanggup untuk mencari (melacak) ke-

beradaan terdakwa Lim Hong Gek alias Kiki. Oleh karena itu, ia pun meminta bantuan kepada rekan-rekan wartawan agar bisa mengungkap, dimana terdakwa Lim Hong Gek alias Kiki itu berada. Terkait masalah itu, hingga berita ini diterbitkan,Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Tedjo Lekmono, SH. MH belum bersedia memberikan komentarnya. | Aston

Siap Siaga Menyambut Ramadhan, Waras Wasisto Peduli Anak Yatim Calon anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Waras Wasisto, selalu menyantuni anak yatim jelang bulan suci Ramadhan, mengharapkan ridho dan keberkahan dari Alloh SWT. Bekasi, Trans – Insya Allah, semoga kita masih bisa dipertemukan dengan bulan Ramadhan, karena Ramadhan merupakan indikator makna bulan-bulan berikutnya. Menyambut bulan yang istimewa ini, ada perasaan yang istimewa yang begitu nyaman lagi membahagiakan. Rasa yang tak akan bisa ditangkap oleh panca indera, namun terasa nyata di hati. Selalu ada rasa yang begitu spesial ketika Ramadhan mulai menghampiri. Ketika bertemu bulan yang penuh keberkahan, ruang hati yang tadinya kosong menjadi penuh dengan rasa istimewa itu. Suasana, kondisi dan lingkungan pun turut merayakan kedatangan bulan Ramadhan. Angin yang sejuk, bau udara yang harum, suasana yang indah berpadu dengan harmonis menimbulkan rasa yang begitu istimewa pada bulan Ramadhan. Ada berkah yang melimpah bisa terasa meski hanya memperhatikan setiap hembusan nafas. Maka persiapan menyambut bulan Ramadhan, harus dimulai dengan persiapan meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah. Banyak persiapan dan yang biasa dilakukan menjelang bulan suci Ramadhan. Ada yang menyempatkan diri pulang kampung untuk berziarah ke makam orang tua, sekaligus melakukan budaya nyekar atau tabur bunga bagi sebagian masyarakat Jawa. Waras Wasisto, calon anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, ternyata lebih suka mengumpulkan anak-anak yatim di kediamannya, berkirim do’a untuk orang tuanya sekaligus berbagi dengan anak-anak yatim. Menyambut bulan suci Ramadhan kali ini pun, dia mengumpulkan

FOTO | MUCHTAR

Waras Wasisto (kanan) dan istri (kiri) sedang memberikan santunan kepada anak-anak yatim didampingi tokoh agama dan jama’ah.

anak-anak yatim. Bedanya, kali ini dilakukan di Posko Pemenangan Waras Wasisto yang beralamat di Kemang Pratama Blok BW No. 8, Kota Bekasi. Acaranya diramu dengan pembacaan surat yasin, tahlil dan tahmid, sekaligus dijadikan sebagai momentum peresmian Posko Pemenangan Waras Wasisto. Jamaah yang hadir lebih dari 200 orang. Terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, sebagian pengurus partai, team sukses Kota Bekasi – Kota Depok dan beberapa caleg yang punya kepedulian terhadap anak-anak yatim. Lebih dari 70 orang anak yatim pun disantuni. Namun, Ketua Team Pemenangan Waras Wasisto untuk Kota Bekasi-Kota Depok, Muntazis, yang juga panitia pelaksana santunan dan peresmian posko pemenangan, meminta agar acara santunan anak yatim itu jangan salah ditafsirkan. Acara ini, kata dia, bukan karena mau pemilu, dan untuk menarik simpati dan semacamnya, tapi ini adalah kegiatan rutin yang di kerjakan Waras Wasisto, dua kali dalam setahun. “Karena rumah bapak (Waras Wasisto) sedang dibongkar, dan kebetulan kita akan menggunakan posko, jadi momentum ini kita gunakan untuk peresmian posko dengan harapan mendapat ridho Alloh SWT. Tidak ada niat atau maksud selain itu,” terangnya Toh, dalam kesempatan sambutan dan perkenalannya, Waras Wasisto pun memohon maaf bila ada kekurangan kepada para guru, tokoh masyarakat, dan seluruh jamaah yang hadir, khusudnya anak-anak yatim yang dicintai dan sayanginya. “Yang terpenting buat saya dan keluarga adalah mendapat ridho dan keberkahan dari Alloh SWT atas silaturahmi kita

ini. Semoga do’a yang kita panjatkan, diangkat oleh do’a anakanak yatim, ummat yang paling dicintai dan dikasihi Baginda Nabi Muhammad SAW, yang manabukan hanya lisan dan hatinya yang mendo’akan kita, namun helai demi helai bulu yang ada di seukujur tubuhnya, mulai ujung rambut sampai ujung kaki, dimana hanya Alloh SWT yang mendengar, dan malaikat pun hanya mampu mengaminkan do’a-do’anya. Semoga Alloh SWT meriidho dan dikabulkan dengan perantara kemuliaan anak-anak yatim yang ada,” tuturnya seraya diamini segenap jamaah. Pembacaan surat yasin, tahlil dan tahmid pun dipimpin Ustadz Fajar Priyono, tokoh agama yang nyentrik, bernampilan dengan rambutnya yang gondrong. Sebelumnya, segenap jamaah yang hadir diajak untuk memohonkan ampunan atas segala salah dan dosa bagi almarhum orang tua Waras Wasisto, dan tokoh nasional almarhum H Taufik Kiemas. “Mari bersama-sama kita berkonsentrasi, kita hadapkan dan ikhlaskan hati, jiwa, raga kita untuk memohon ampunan Alloh SWT atas diri kita serta arwah almarhum orang tua bapak Waras Wasisto, bapak H Taufik Kemas dan seluruh keluarga para jama’ah khususnya, serta seluruh kaum muslimin dan muslimat yang sudah dipanggil Alloh SWT. Semoga apa yang dicita-citakan dan diharapkan sohibul bait senantiasa mendapat ridho Alloh SWT dan dikabulkanNya,” ajak Ustadz Fajar Priyono. Sedangkan tausyiah dibawakan oleh ustadz muda berbakat, Ubaidillah, dengan mengangkat judul “Keutamaan Do’a Anak-Anak Yatim. Al ustadz pun mengambil riwayat seorang ula-

ma yang bernama Abdullah Bin Mubaroq yang melakukan ibadah haji dan i’tikab di dekat Ka’bah, dan mendengar percakapan dua malaikat, yang mengatakan bahwa tahun ini seluruh jama’ah haji ibadahnya ditolak. Namun, lanjut Ustadz Ubaidillah, berkat keberkahan seseorang yang hajinya hanya sampai depan rumah, beralamat di Damaskus atau Suria, seluruh ibadah jama’ah haji tahun itu diterima Alloh SWT. Abdullah Bin Mubaroq yang penasaran dengan nama yang disebut malikat, sepulang ibadah haji pun berusaha mencari orang yang dimaksud. Singkat cerita, Abdullah Bin Mubaroq berhasil menemui orang dimaksud yang bernama Muafaq, yang ternyata hanyalah seorang tukang sol sepatu. Ya, tidak seperti yang dibayangkannya. Karena bayangannya, Muafaq orang yang dibicarakan malaikat adalah seorang ulama besar, bahkan seorang waliulloh, namun kenyataanya hanya seorang tukang sol sepatu. Dalam rasa herannya, Abdullah Bin Mubaroq bertanya kepada Muafaq, tukang sol sepatu itu, “Wahai saudaraku, amalan apa gerangan yang engkau kerjakan, sehingga barokahnya mampu mendatangkan keridhoan Alloh SWT yang luar biasa.” “Wahai guru, sesungguhnya ibadah haji adalah dambaan dan cita-cita saya, sehingga setiap saat saya senantiasa berdo’a kepada Alloh SWT agar saya bisa berangkat dan melaksanakan ibadah itu. Setiap hari saya selalu berusaha menabung untuk itu. Namun saat akan berangkat haji, istri saya yang sedang hamil muda mencium aroma masakan yang begitu nikmat, dan meminta saya untuk men-

cari sumber bau dan memintakan sedikit atau kuahnya saja demi jabang bayi yang sedang dikandungnya.” Tukan sol sepatu melanjutkan dan didengarkan Abdulloh Bin Mubaroq secara seksama, “Kebetulan kami sudah lama menikah dan baru akan dikaruniai seorang anak oleh Alloh SWT dan sebagai bukti cinta kasih kepadanya. Saya pun menurutinya. Akhirnya, saya temui sebuah rumah yang di dalamnya ada empat anak yatim sebagai sumber bau.” Kemudian maksud dan tujuan disampaikan, dan alangkah kagetnya tukan sol sepatu itu, karena sang ibu berkata, “Maafkan kami wahai saudaraku. Makanan ini nikmat, harum dan halal buat kami, namun haram untukmu juga istrimu.” “Saya pun bertanya, bukankah agama, Nabi dan Rosul, Kitab Al – Qur’an, Kiblat kita sama, tapi mengapa makanan ini berbeda untuk kita,” jawabnya. “Karena kami sudah beberapa hari tidak makan, tadi pagi saya temukan bangkai kambing di tempat sampah, lalu saya ambil salah satu pahanya untuk dimasak dan kami makan,” tutur sang ibu itu. “Akhirnya, saya pun pulang. Setelah bermusyawarah dengan istri, ongkos ibadah haji yang ada kami belikan kambing dan bahan makanan lainnya. Semua kami berikan kepada anak-anak yatim dan saya niatkan ibadah haji saya cukup sampai depan pintu rumah, seraya membaca Labaik Allohuma Labaik,” cerita Muafak kepada Abdulloh Bin Mubaroq. Ustadz Ubaidillah pun mengakhiri tausyiahnya, dengan mengajak seluruh jama’ah berdoa agar PDI-P menjadi pemenang pada pemilu yang akan datang. “Hadirin sekalian, khususnya anak-anakku Kekasih Baginda Nabi Muhammad SAW, saya sangat yakin do’a Kalian makbul, karena itu mari kita do’akan PDI-P agar menjadi pemenang pada pemilu yang akan datang dan kita do’akan tetap istiqomah membela dan memperjuangkan hak-hak rakyat, dan kita do’akan juga agar citacita bapak Waras Wasisto mendapatkan ridhoNya untuk menjadi anggota DPRD di Provinsi Jawa Barat, bahkan diangkat menjadi salah satu menteri pada kabinet yang akan datang karena kepeduliannya kepada anakanak yatim,” ajaknya bersemangat. | Muchtar Q

Ketua Majelis Hakim Absen, Sidang Kasus Teroris Tertunda Jakarta, Trans- Sebelum sidang kasus teroris atas nama terdakwa Harun Nur Rosyid dan terdakwa Hari Budianto alias Ariitu dilanjutkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, ada salah seorang pengunjung sidang yang mengatakan, seandainya para terdakwa kasus teroris itu diberikan makanan (nasi) Padang, mungkin para terdakwa itu akan mengatakan hal yang sebenarnya. Anggota Datasement-Khusus (Den-sus 88) Anti Teroris yang namanya tidak ingin dipublikasikan itu pun menjawab,” saat anggota tim melakukan pemeriksaan, para anggota teroris itu, tidak pernah mau mengakui semua perbuatannya.” Terbukti, pada sidang yang sebelumnya, saksi Miko Yosi-

ka alias Kapal Laut yang juga berstatus sebagai terdakwa dalam kasus teroris itu pernah mengatakan, bahwa ia mengakukenal dengan terdakwa Harun Nur Rosyid dan terdakwa Hari Budianto alias Ari. Namun, ia tidak mempunyai hubungan keluarga dengan kedua terdakwa. Saksi Miko Yosika alias Kapal Laut juga mengatakan, bahwa dirinya pernah diajak oleh terdakwa Agus Anton Firgian untuk membuat (merakit) senjata api. Saksi Miko Yosika alias Kapal Laut juga menambahkan, saat dirinya sedang berkunjung kerumah terdakwa Agus Anton Firgian, ia memang pernah melihat ada anggota teroris lain yang sedang membuat alat-alat peledak (bom). Begitu ditanyanya, ternyata alat-alat pele-

dak (bom) yang sedang dirakit itu, rencananya akan diledakkan di kantor Kedutaan-Besar (Kedubes) AmerikaSerikat yang berada di Surabaya. Sedangkan saksi Purnomo Sidik mengatakan, bahwa ia tidak kenal dengan terdakwa Harun Nur Rosyid dan terdakwa Hari Budianto alias Ari. Ia hanya mengaku kenal dengan terdakwa Agus Anton Firgian, karena merupakan kakak iparnya sendiri. Ketika sedang asyik menonton televisi, kata saksi Purnomo Sidik, dirinya melihatkakak iparnya ikut ditangkapoleh anggota Datasement Khusus (Densus 88) Anti Teroris.Esok harinya, ia pun melihat barang-bukti berupa buku-buku, atlas (peta), pas photo, wajan, regulator dan 1 pucuk senapan angin yang diletakkan dihalaman rumah

kakak iparnya. Saksi Purnomo Sidik juga menambahkan, bahwa di ruang kamar tidur kakak iparnya itu, memang ada dibuat 1 buah ruangan khusus dibawah tanah (bunker). Namun, ia tidak tahu untuk apa ruangan itu dibuat. Lain lagi, keterangan saksi Ayon dan saksi Dermawan. Mereka mengaku tidak kenal dengan terdakwa Harun Nur Rosyid dan terdakwa Hari Budianto alias Ari. Namun, mereka hanya mengaku kenal dengan terdakwa Agus Anton Firgian. Sebab, terdakwa Agus Anton Firgian adalah majikannya. Selain untuk membuat meja, kursi, kusen, lemari serta daun pintu, mereka tidak mengetahui apa pekerjaan lain yang dilakukan oleh majikannya.Kedua saksi itu juga mengatakan, bah-

wa melalui layar kaca televisi, mereka mengetahui kalau majikannya itu ikut ditangkap karena terlibat kasus teroris. Saksi Subardi yang berprofesi sebagai ketua RT di daerah Madiun, Solo, Jawa Tengah, mengatakan bahwa ia sama sekali tidak kenal dengan terdakwa Harun Nur Rosyid dan terdakwa Hari Budianto alias Ari. Ketika ada penggerebekan disekitar wilayahnya tersebut, ia mengaku berada dilokasi. Pada saat itu juga, ia melihat terdakwa Agus Anton Firgian ikut ditangkap oleh anggota Datasement Khusus (Densus-88) karena terlibat kasus teroris. Saksi Subardi juga menambahkan, sebelum peristiwa penangkapan itu terjadi, terdakwa Agus Anton Firgian, memang pernah menjumpai dirinya un-

tuk mengurus Izin Membuat Bangunan (IMB). Sedangkan saksi Drs Budiman yang bertugas lurah mengatakan, ketika penangkapan terhadap jaringan teroris itu dilakukan, ia berada dilokasi bersama dengan Camat, Walikota serta anggota sekretaris daerah (Sekda). Hingga kasus ini disidangkan, saksi Drs Budiman juga mengatakan tidak mengetahui kalau terdakwa Agus Anton Firgian itu merupakan warganya. Di sisi lain, saksi Citra Sulistia Anggun tidak jadi disumpah, karena usianya masih dibawah umur. Namun, dalam keterangannya, saksi Citra Sulistia Anggun mengatakan, ketika dirinya sedang lewat di daerah Kandangan, Baki, Solo, Jawa Tengah, bersama denga teman pri-

anya, ia pun dipaksa oleh orang yang tidak yang tidak dikenal untuk masuk kedalam semak-semak belukar. Selanjutnya, barang-barang milik pribadinya yang terdiri dari hand-phone (HP), anting-anting serta uang tunai senilai Rp. 250.000 itu dirampas. Saksi Citra Sulistia Anggun juga mengatakan, bahwa disekitar tempat tinggalnya itu, memang rawan dengan kasus perampasan. Selasa, 25 Juni 2013, sidang lanjutan kasus teroris yang beragendakan untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi yang lainnya, terpaksa harus ditunda. Pasalnya, hakim ketua Sulistiyono SH MH, sedang tidak bertugas.Oleh karena itu, sidang pun akan dilanjutkan kembali, setelah 1 minggu kedepan. | Aston


HALAMAN 5

KORAN TRANSAKSI THN 13

TRANS JABOTABEK

NO. 272. ‰ TH XIII SENIN, 1-14 JULI 2013

Muscab DPC Organda Kota Bekasi Ke-6 Memiliki Legitimasi Hukum

DPD Organda Jabar Diminta Tegas Tiang Listr ik RRoboh oboh TTer er ser Listrik erser seree t Kendaraan ‘Mobil Molen’ Bekasi, Trans – Pembangunan jalan, baik jalan negara, jalan provinsi, maupun jalan kabupaten di Kabupaten Bekasi, gencar dilakukan, meskipun kondisi jalan di daerah tidak tergolong sangat baik. Namun, hal itu ternyata belum bisa diimbangi oleh pihak PLN yang menggunakan jalan untuk memasang tiang listrik, kabel teganggan rendah (TR), dan kabel salurah rumah (SR). Akibatnya, bisa ditebak: masyarakat selalu di pihak yang dirugikan. Pasalnya, saat membangun jalan banyak kendaraan pengangkut bahan coran yang melintas di sepanjang jalan yang sudah dicor oleh pihak Dinas Bana Marga dan PSDA. Ada kalanya, kabel teganggan rendah (TR) dan kabel salurah rumah (SR) terseret oleh kendaraan mobil pengangkut bahan coran tersebut. Seperti yang terjadi di Kampung Ceger RT 002/003, Desa Sukadarama, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sangat terlihat ketidakseimbangan pembangunan yang dilaksanakan Pemkab Bekasi, khususnya Dinas Bina Marga dengan pihak PLN. Kalau pihak Bina Marga, jalan jalan yang ada di wilyahnya semakin ditinggikan, yang tadi datar berubah menjadi tinggi. Namun, pihak PLN belum sama sekali melakukan perubahan pada tiang listrik di sepajang jalan. Akibatnya, kendaraan menyeret kabel TR maupun kabel SR yang membentang di tengah-tengah jalanan karenak posisinya sangat rendah. Jadi, kendaraan yang tinggi seperti ‘mobil molen’ dipastikan bisa menyeret kabel yang membentang di jalan, kalau tidak hati-hati. Di Kampung Ceger, mobil pengangkut bahan beton coran menyerat kabel TR sampai putus dan tiang listriknya roboh, pukul dua dini hari. Masyarakat sekitarpun terkejut, karena kabel SR yang berada di atas rumahnya juga jebol, dan gentengnya pecah-pecah dan berantakan. Untung saat itu, ada anggota Polsek Sukatani yang sedang patroli. Permasalahan bisa cepat diselesaikan dengan cara musyawarah, antara pihak kontraktor dengan pihak warga masyarakat yang listriknya , dengan dibantu oleh Bimas Pol Sukadarama dan Ketua BPD Desa Sukadarma. | Kaslim

Hak Pilih Tidak Akan Hilang

Calhaj Diberangkatkan Se alk ot Settelah Pilw Pilwalk alko Bogor, Trans - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor Agus teguh Suryaman menegaskan, hak pilih dari jamaah calon haji Kota Bogor tidak akan hilang, Pasalnya, pemberangkatan jamaah calon haji (calhaj) Kota Bogor akan dilakukan setelah pemilihan Walikota–Wakil Walikota Bogor. “Kami telah membahas soal pemberangkatan Jamaah Calhaj dengan kepala Kantor Wilayah Departemen Agama (Kanwil Depag) Jawa Barat Saeroji di Bandung beberapa waktu lalu, agar mereka bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pilwalkot 14 September mendatang,” kata Agus. Sebelumnya sambung Agus, KPU Kota Bogor juga sudah mengirimkan surat yang meminta agar jadwal memberangkatan jamaah calhaj asal Kota Bogor bisa dilaksanakan setelah 14 September, sehingga tidak akan mengganggu jadwal Pilwakot maupun kegiatan ibadah jamaah calhaj. Atas usulan tersebut, kata Agus, pihak Kanwil Depag Provinsi Jawa Barat telah merespon usulan yang disampaikan KPU Kota Bogor. Mereka pun akhirnya menyetujui bahwa jadwal keberangkatan kelompok terbang (kloter) jamaah calhaj asal Kota Bogor dilakukan setelah hari pencoblosan, Sabtu (14/9). Agus menambahkan, hak suara jamaah calhaj sangat potensial dan akan berpengaruh untuk jalannya pelaksanaan Pilwakot Bogor nanti. Angka partisipasi pemilih dan jumlah raihan suara pasangan calon walikota-wakil walikota pun akan terkena dampaknya, jika KPU Kota Bogor tidak mengambil upaya untuk menyelamatkan suara sebanyak itu. “Kami sangat konsen untuk mengamankan suara seluruh pemilih. Kini Kanwil Depag tinggal menyusun jadwal keberangkatan kloter jamaah calhaj asal Kota Bogor,” imbuhnya. | Dasukiharun

DPD Organda Jabar diminta segera mengambil sikap demi terjaganya situasi kondusif di Kota Bekasi. Bekasi, Trans - Musyawarah Cabang Dewan Pimpinan Cabang Organisasi Angkutan Darat (Muscab DPC Organda) Kota Bekasi ke-6 yang dilaksanakan di Hotel Horison pada tanggal 04 Maret 2013 telah memiliki legitimasi hukum. “Oleh karena itu DPD Organda Jawa Barat harus tegas dalam menentukan sikap bahkan diminta segera membuat Surat Keputusan (SK) terhadap kepengurusan terpilih DPC Organda Kota Bekasi periode 2013-2018,” ujar Hotman Pane SH selaku ketua terpilih pada muscab tanggal 04 Maret 2013 yang dilaksanakan di Hotel Horison Bekasi. Muscab tersebut resmi dibuka oleh Walikota Bekasi Rahmat Efendi. “Dalam rangkaian tahapan sidang dan hasil putusan pimpi-

nan sidang bahwa ketua terpilih periode 2013-2018 resmi dimenangkan Hotman Pane,SH dengan mendapatkan 5 (lima) suara,” kata Hotman Pane SH, yang didampingi Ketua Koasi H. Suryadi dan MB Silalahi mewakili moda angkutan kota dalam jumpa persnya, minggu lalu. Menurut Hotman, Muscab DPC Organda Kota Bekasi ke-6 tanggal 4 Maret 2013 di Hotel Horison telah dijalankan sesuai AD/ART dan Tatib Muscab dan verifikasi sehingga tidak ada alasan DPD Jabar untuk tidak mengeluarkan SK Pengurus terpilih. Saat itu, sidang muscab dipimpin oleh D Hardiman dari DPD Organda Jabar, didampingi Dr H Sabirin Sanusi Siregar, mantan DPC Organda Kota Bekasi, dan Asril perwakilan Kelompok Kerja Unit. Pada sesi pemungutan suara, sesuai tatib dilakukan pemungutan dukungan suara oleh sembilan pemegang hak suara. Perhitungan perolehan suara Hotman Pane SH (pengusaha angkutan) mendapat lima suara, Indra Hermawan SE (mantan pengurus DPC Organda Kota Bekasi) mendapat empat suara, dan Soni Sinarmuradi tidak mendapatkan

suara. Usai pemilihan, sidang diskors . Menurut Hotman, saat itu juga dilakukan lobi-lobi dan Sanusi Sabirin Siregar menawarkan komposisi bahwa Indra Hermawan yang mendapatkan 4 suara menjadi ketua organda dan Hotman Pane yang mendapatkan 5 suara menjadi sekretaris. Hotman pun menolaknya karena menurutnya tidak rasional dan sangat melukai perasaan orang yang masih berpikiran normal dan tidak terjadi kesepakatan. Kemudian pimpinan sidang memanggil kembali agar seluruh peserta masuk ruangan sidang, tapi Indra Hermawan, Sanusi Sabirin Siregar, Asril serta sebagian pendukungnya tidak berkenaan masuk ruang sidang. Mereka bahkan meninggalkan acara muscab. Diduga hal ini dilakukan Indra Hermawan akibat kekalahannya di muscab tersebut. Maka akhirnya pimpinan sidang menskors untuk jangka waktu yang tidak terbatas serta menyatakan bahwa DPD dan DPP akan mengambil keputusan hasil muscab ke-6 DPC Organda Kota Bekasi. Ditambahkan Hotman bahwa

pihaknya selaku ketua terpilih telah mengirimkan surat kepada DPD Jabar meminta agar segera mengeluarkan SK kepengurusan yang baru terpilih dan tanggal 23 Mei 2013 telah dibuat susunan kepengurusan sesuai informatur. Kemudian ada Surat Pernyataan Sikap Bersama pada tanggal 05 April 2013, bahwa peserta muscab mengakui muscab di Horison tanggal 4 Maret 2013, telah memiliki legitimasi hukum. Antara lain yang membuat kesepakatan, H.Moch Rais Anggota Dewan Pertimbangan DPC, H Sudirman SH wakil ketua DPC, H Abdul Rahman Nawawi wakil ketua DPC, H .Suherman SH Kabid Hukum dan Perijinan DPC, BN Silaban, Kabid Ekonomi dan Koperasi, Suwobo Ketua KKU barang, H.Tatang Darazat Ketua KKU Bus AKAP, H. Suryadi Ketua Umum Koasi, Sahata Lumban Raja Sekjen Koasi, dan Hambali Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Bekasi (GMBI). Mereka meminta agar DPD Organda Jabar segera mengambil sikap demi kepentingan masyarakat, pengusaha angkutan, pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya demi terjaga-

nya situasi kondusif di Kota Bekasi, dan ketua terpilih Hotman Pane dapat melaksanakan tugasnya. Ketua Umum Koasi, H Suryadi mengatakan bahwa muscab ke-6 di Horison sudah memenuhi persyaratan dan tata cara sesuai aturan. “Dan, pada saat itu Indra Hermawan telah menerima kekalahan tersebut,” ujarnya. Anehnya, Indra Cs membuat muscab tanggal 24 Mei 2013 tanpa dukungan pemerintah, yang dinilai sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah. Indra juga melakukan pelanggaran dengan cara membuat Surat Edaran Kenaikan Tarif Angkutan tanggal 21 Juni 2013, sebelum adanya pengumuman kenaikan BBM dari pemerintah. Hendaknya dalam organisasi organda ini tidak dipolitisir oleh pihak lain. Hotman Pane SH yang terpilih sebagai Ketua DPC Organda periode 2013-2018 merupakan sosok yang sudah lama berkecimpung di usaha angkutan. “Dengan intelektualnya di bidang angkutan dan sebagai pengusaha, dia diharapkan ke depan mampu membawa perubahan dan kemajuan, demi masyarakat Kota Bekasi,” kata H. Suryadi. | Lora

Waspadai Copy Paste NEM Saat PPDB Online Bekasi, Trans - Pendaftaran murid baru akan segera dibuka, dan para panitia akan dibuat sibuk luar biasa. Namun, yang menjadi kekhawatiran banyak pihak maupun panitia adalah soal banyaknya para pendaftar ke sekolah-sekolah negeri unggulan dan banyaknya pihak yang berusaha memasukan anak dengan nilai di bawah standar sekolah, dengan cara yang kurang terpuji. Cara-cara itu diperkirakan akan membuat program PPDB online 100% tidak akan dapat berjalan. Selain itu, banyak pihak yang mengkhawatirkan adanya copy paste nilai NEM yang jumlahnya besar. Apalagi untuk tahun ini hasil NEM tidak dipublikasikan dalam internet. Dengan pengeluaran nilai NEM yang ada tidak bisa diakses atau diketahui oleh masyarakat secara luas, dapat membuka celah yang sangat lebar untuk oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Dari hasil pantauan Koran Transaksi di lapangan, sebenarnya banyak celah untuk menghindari kecurangan dan karut marutnya PPDB Online setiap tahunnya, dan tidak perlu terjadi lagi adanya copy paste nilai NEM maupun adanya orang tua murid yang bekerjasama dengan oknum dinas yang berusaha mencari keuntungan dengan cara yang sangat tidak terpuji. Andri (bukan nama sebenarnya), salah satu tenaga pengajar di salah satu SMPN yang berharap dunia pendidikan berjalan bersih sesuai dengan tu-

juan, didasarkan hukum, juklak dan juknis yang memang sudah sangat baik. “Saya berpikir dan berpendapat, untuk menghindari membludaknya orang tua murid yang ingin anaknya bisa masuk SMPN maupun SMAN, terlebih yang tergolong favorit, setahu saya orang tua berbuat seperti itu dengan alasan klasik, yaitu ingin sekolah bebas biaya dengan mutu yang baik,” ungkapnya. Karena itu, Andri menyarankan, SBB (sumbangan bebas biaya – red) antara sekolah negeri dan sekolah swasta disama-ratakan saja, jangan ada diskriminasi. Kemudian diawasi dan dibatasi pihak pengelola swasta dalam menarik pungutan kepada orang tua murid, dan jangan sampai memberatkan. “Saya yakin itu akan dapat berjalan baik dan akan menghasilkan hasil yang baik serta dapat menghindari adanya tindakan yang tidak terpuji,” terangnya optimis. Lain lagi pendapat salah satu kepala sekolah, sebut saja Riani (bukan nama sebenarnya). Menurutnya, SBB yang ada itu tidak mencerminkan azas da rasa keadilan, karena bagi mereka yang mampu atau tergolong orang kaya itu tidak perlu. Dia berharap ada juklak dan juknis untuk melakukan pungutan biaya bagi mereka yang mampu membayar dan hasilnya disubstitusikan untuk siswasiswi kurang mampu secara materi, namun bagus dalam kemampuan atau bagus dalam pelajaran di sekolah. “Dana SBB yang ada bisa dialokasikan untuk siswa-siswi

FOTO | MUCHTAR

Bunda Ratu, anggota dewan yang dikenal peduli dengan dunia pendidikan.

yang tidak mampu dan bersekolah di swasta. Saya yakin ini tidak melanggar amanah UUD 1945 dan akan mampu mengurangi beban anggaran biaya yang ada,” terangnya dengan yakin Wakil kepala sekolah yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa berdasarkan pengalaman dan fakta yang ada, seharusnya pemerintah daerah maupun pemerintah pusat lebih memperhatikan kesejahteraan pelaksana pendidikan dan pendukungnya. “Kalau ingin hasilnya seperti yang diharapkan semua pihak, artinya tujuan pendidikan untuk menghasilkan manusia-manusi cerdas yang berbudi pekerti luhur,kesejahteraan guru harus diperhatikan agar bisa focus mengajar. Orang-orang ini sudah tiga bulan belum mendapatkan insentif atau gajinya, sehingga untuk meminta ini dan itu kita, agak riskan karena takut mereka marah,” terang wakil kepala

sekolah yang pusing memikirkan nasib bawahannya itu. Bunda Ratu, Anggota DPRD Kota Bekasi menyikapi keluhan sekaligus harapan para tenaga pendidik itu. “Sebenarnya ini bukan tufoksi saya sekarang, karena saya sekarang tidak di koimisi D lagi. Yang jelas, buat saya ini adalah masukan yang Insya Alloh akan saya bawa dan dibicarakan terus dalam rapat fraksi, yaitu Fraksi Partai Demokrat. Kemudian akan dipelajari secara seksama untuk dilanjutkan ke komisi D melalui teman-teman fraksi yang bertugas di sana. Bukan suatu kebetulan, karena kami (DPRD Kota Bekasi - red) sedang menggodok perda tentang pendidikan. Bahkan kalau boleh saya katakan haram masyarakat Bekasi bodoh. Visi cerdas Kota Bekasi harus tercapai meski ada pergeseran untuk visi - misi Kota Bekasi saat ini,” paparnya, Bunda Ratu juga mengaku miris membaca surat kabar lokal yang mengatakan DPRD ngerecokin PPDB Online 100%. “Tolong jangan ada adu domba. Mari kita tengok yang sebenarnya tentang tufoksi DPRD berkait kebijakan dan pembangunan. Pertanyaanya, mengapa saat penandatanganan kesepakatan antara walikota, dinas pendidikan dan BMPS, DPRD tidak dilibatkan. Salah satu tufoksi DPRD adalah budgeting atau anggaran. Lancar tidaknya, besar kecilnya anggaran bergantung pada dewan. Fungsi lainnya adalah legislasi atau yang melegalkan, bagaimanamungkin kami harus

mengiyakan sesuatu yang prosesnya tidak diketahui. Bunda Ratu menambahkan, fungsi lainnya adalah controlling atau fungsi pengawasan. “Bagaimana mungkin kami harus mengawasi sesuatu jika saat pembuatannya kami pun tidak tahu. Ke depan bila masyarakat menghendaki dan Alloh SWT meridhoi saya untuk duduk kembali di DPRD Kota Bekasi, saya akan berusaha untuk bisa duduk di komisi D, dan bisa lebih berkonsentrasi untuk membantu sekaligus mengawasi dunia pendidikan dalam segala hal,” ujarnya. Pihaknya sudah sangat memahami apa yang menjadi kebutuhan dan tuntutan dalam dunia pendidikan. “Semua sudah sampai ke kami. Kami pun sudah melakukan studi banding ke Surabaya yang sudah lebih dahulu sukses dalam bidang pendidikannya,” terangnya semangat. Ustadz Mahpud, tokoh agama dan tenaga pengajar sekolah swasta dari Bekasi Timur yang mendengar langsung statement Bunda Ratu dan memang sudah lama mengikuti pergerakan dan perjuangannya mengatakan salut dan bangga kepada Bunda Ratu yang konsisten memperjuangkan masyarakat. “Beliau merupakan anggota dewan yang selalu berusaha mengembangkan dunia pendidikan, budaya-budaya Islami, peduli pada anak yatim dan orang miskin. Karenanya kami meminta kepada Bunda Ratu untuk terus istiqomah memperjuangkan hak rakyat Kota Bekasi,” pungkas. | Muchtar. Q

Pemerintahan Kabupaten Bekasi Sosialisasikan P2IP 2013 Bekasi, Trans - Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (BPMPD) mengadakan sosialisasi Program Pembangunan Inprastruktur Pedesaan (P2IP), di Gedung RMSK Jalan Industri No 2 Cikarang Tegal Gede Kecamatan Cikarang Selatan, 24 Juni 2013 lalu. Sosialisasi tersebut dilaksanakan untuk kecamatan, yakni Kecamatan Setu (satu desa), Kecamatan Cikarang Barat (satu desa), Kecamatan Cibarusah (dua desa), Kecamatan Serang Baru (satu desa), Kecamatan Cikarang Selatan (satu desa), dan Kecamatan Sukakarya (tiga desa). Acara tersebut dihadiri pejabat-pejabat terkait dari kecamatan, dan para kepala desa. Dari setiap desa hadir juga tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta para pengurus BPD. Tampak juga hadir Satker Provinsi Jawa Barat. Kepala BPMPD Kabupaten

Bekasi Drs H Abdul Karim Msi, dalam sambutannya yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat Dra Hj Iis Isnawati, mengharapakan agar sosialisasi PPIP di Kabupaten Bekasi dapat terselenggara dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku, serta tercapai tujuannya. “Program ini sebenarnya telah dilaksanakan mulai dari tahun 2008 lalu, dan P2IP telah menjadi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri), sehinggga penyelenggarakan PPIP ini disamping menekankan pada penyediaan infrastruktur perdesaan, juga menekankan pada upaya pengembangan masyarakat dan peningkatan peran pemerintah daerah selaku pelaku program. Begitu juga dana bantuan langsung masyarakat (BLM),” ujarnya. Dana P2IP, lanjut Dra Hj Iis Isnawati, merupakan dana stimulan pemerintah pusat yang

Sosialisasi Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (P2IP), di Gedung RMSK.

diberikan kepada masyarakat desa. Sasarannya, menjadi pendorong bagi peningkatan pembangunan infrastruktur dan perekonomian masyarakat desa, dengan memberikan peran yang besar kepada masyarakat untuk merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, serta memfaatkan, dan mengelolanya sendiri. Jadi, P2IP diharapkan dapat membangun kesadaran kristis

dan kemandirian masyarakat dalam mengatasi permasalahan kemiskinan dan ketertinggalan desanya dengan menyusun program jangka menengah (PJM) desa, dan rencana kerja masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan daerah dan permasalahannya. “Untuk itu peran pemerintah daerah dan pelaku program lainya diharapkan agar mampu menciptakan kondisi yang kon-

FOTO | KASLIM

dusif dan sunergi yang positif kepada masyarakat dalam menyelenggarakan program. Peran penting lainnya adalah mendukung dan mendampingi masyarakat agar pelaksanaan P2IP sesuai dengan pedoman serta dapat mewujudkan harmonisasi program dan koordinasi yang lebih optimal,” urai Dra Hj Iis Isnawati. Jadi, kata Dra Hj Iis Isnawati menjelaskan, penyelenggaraan

P2IP dilakukan secara berjenjang dan bertahap, mulai dari persiapan, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian, serta pemanfaatan dan pemeliharaannya. “Setiap pelaksaan melibatkan mayarakat secara luas, terutama masyarakat miskin dan kaum perempuan, serta didampingi dan dibimbing oleh fasilitator dan tenaga ahli konsultan, agar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan kaidah-kaidah pedoman pelaksanaan serta petunjuk teknis yang ditetapkan,” tegasnya. Tahun 2013 ini, Kabupaten Bekasi menerima dana Bantuan Langsung (BLM) Program PPIP dari Pemerintah Pusat (APBN) sebagai salah satu komitmen dalam memecahkan persoalan kemiskinan dan pengangguran. “Saya benar-benar mengharapkan agar penggunaan dana PPIP sesuai dengan aturan dan peruntukannya, antara lain diutamakan di lokasi desa tertinggal, lebih bermanfaat bagi rumah

tangga miskin (RTM), berdampak langsung pada peningkatan kesejahtraan, dan bisa dikerjakan oleh masyarakat, serta didukung dengan sumber daya yang ada dan memiliki potensi berkembang dan berkelanjutan,” ucapnya. Usai pelaksanaan sosialisai, Kepala Desa Sukakarsa, Kecamatan Sukakarya, M Mansur mengatakan kepada Koran Transaksi, selama ini dirinya sangat mengharapakan adanya program tersebut di desanya. “Saya mengucapkan terima kasih kepada bupati dan Kepala BPMPD yang telah memberikan program PPIP, karena desa saya paling tertinggal dari desadesa lain yang ada di Kabupaten Bekasi,” ujarnya. Kepala desa itu juga mengharapkan agar Pemkab Bekasi lebih memperhatikan desanya lagi. “Kenapa saya mengharapkan perhatian lebih, karena selama ini desa kami jarang tersentuh anggaran APBD,” ujarnya. | Kaslim


TRANS EKONOMI

HALAMAN 6

KORAN TRANSAKSI THN 13

NO.272. ‰ TH XIII SENIN, 1-14 JULI 2013

Mengombinasi Empat Unsur Menjadi Performa Tangguh KEAMANAN, kenyamanan, ketenangan dan ketahanan adalah empat hal yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Apabila keempat unsur tersebut disatukan, akan melahirkan kekuatan performa tangguh dalam situasi apapun. “Rasanya, hidup semakin berkualitas,” singkat Jean-Charles Simon. Namun, Jean-Charles Simon mengakui, untuk mendapatkan keempat kualitas tersebut tak bisa hanya sesaat, melainkan butuh waktu untuk merancangnya. Sebab, kebutuhan akan keempat

unsur tersebut belum benar-benar disadari sebagai bagian dari kehidupan. “Memang harus ada konsep kuat untuk mengombinasi empat komponen penjaga performa itu,” tuturnya. Menurutnya, selama ini belum banyak yang memahami dan menyadari akan pentingnya empat hal yang bisa menciptakan kelayakan tersebut. Artinya, harus paham dan mengerti situasi kekinian yang sedang berkembang. “Modal utama dalam merancang konsep performa yang dibutuhkan adalah melakukan kajian

Jangan Takut Berhutang Cilegon, Trans Sebagian besar orang saat ini, menurut Helldy Agustian, masih takut untuk berhutang. Padahal hutang dalam kacamata Kepala Cabang Tunas Toyota Cilegon ini adalah sebuah tantangan bagi seseorang agar dapat lebih terpacu untuk memilki keberanian dan nyali FOTO | YUSVIN dalam memulai seHelldy Agustian. buah usaha untuk melunasi hutang, meskipun usaha masih kecil. Demikian dikatakan Helldy Agustian ketika menjadi pembicara dihadapan ratusan pelajar dan mahasiswa dalam seminar Smart Enterpreneur yang diselenggarakan Kampus LP3I Cilegon dengan tema “Experience With the Great Enterpreneur” di Aula Setda II Pemkot Cilegon, Sabtu (22/6) lalu. “Sebagai umat muslim, tentunya kita memiliki tanggungjawab terhadap hutang, toh janji adalah sebuah hutang yang harus dilunasi, apalagi hutang beneran. Untuk memulai itu semua, saya mengharapkan para pelajar ini berani untuk merubah mindset-nya terhadap hutang itu sendiri dan berani menciptakan kreatifitas tersendiri,” ujarnya. Alasan seseorang tidak berani berhutang dianggap Helldy sebagai satu perilaku yang simpel, yaitu ingin mendapatkan keuntungan dari jerih payah orang lain tanpa harus berusaha sendiri. “Contohnya saja dengan membeli rumah secara kredit, harga rumah akan terus melambung dan kita tidak akan merugi, meskipun dikenakan bunga atas pinjaman hutang kita. Intinya sih masih ada rasa ketakukan dari kita, sehingga tidak berani melakukannya,” jelasnya. Ita Rosiana (21), salah seorang mahasiswa mengaku merasakan manfaatnya setelah mengikuti motivasi enterpreneur yang diberikan Helldy Agustian itu. “Seminar ini benar-benar memberikan motivasi bagi saya, bagaimana sayapun pernah mengalami kegagalan dalam menjalankan sebuah usaha dibidang fashion beberapa waktu lalu,” ujar mahasiswa jurusan komputer akuntansi semester II di LP3I ini. Namun dari kegagalan itu, lanjut Ita, dirinya tidak menyerah dan mencoba untuk menjalani jenis usaha lainnya yakni dengan berjualan nasi bakar. “Syukurnya usaha yang saya geluti itu kini sudah mengalami peningkatan” tandas warga perumahan Taman Cilegon ini. | Yus

Pajak UKM Berdasarkan Omzet Tidak Adil Jakarta, Trans - Pengenaan pajak terhadap usaha kecil dan menengah (UKM) sebesar satu persen dari omzet dinilai tidak adil bagi pengusaha UKM. “Omzet kan belum tentu untung, jadi pokoknya untung tidak untung, UKM harus bayar satu persen,” kata ekonom Faisal Basri di Jakarta, Rabu (26/6). Menurut dia, kebijakan tersebut berbeda dengan kebijakan pajak yang diterapkan untuk korporasi yang pengenaan pajaknya dihitung dari laba usaha. Menurut dia, seharusnya pemerintah terlebih dulu memaksimalkan penerimaan pajak dari korporasi dan para orang kaya. “Bereskan dulu pajak orang kaya, jangan UKM-UKM ini yang diburu-buru, itu tidak adil karena korporasi-korporasi dan orang kaya belum bayar pajak dengan benar, itu dulu dibenahi,” katanya. Dia menjelaskan saat ini penerimaan PPh pasal 21 hanya Rp82 triliun yang berarti masih dibawah jumlah subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang dinikmati oleh kalangan atas. Faisal berpendapat bahwa pengenaan pajak bagi UKM sebaiknya menggunakan patokan laba usaha karena dia meyakini bahwa UKM pasti sudah memiliki pembukuan sederhana. Sebelumnya, Ditjen Pajak menetapkan tarif pajak Pajak Penghasilan (PPh) yang bersifat final sebesar satu persen bagi Wajib Pajak Orang Pribadi dan Badan yang menerima penghasilan dari usaha dengan peredaran bruto (omzet) tidak melebihi Rp4,8 miliar dalam satu tahun pajak. Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2013 tentang PPh atas penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu dan berlaku sejak 1 Juli 2013. Wajib Pajak yang tidak dikenakan aturan ini adalah Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha perdagangan dan atau jasa yang dalam usahanya menggunakan sarana atau prasarana yang dapat dibongkar pasang, baik yang menetap maupun tidak menetap. Kemudian, Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha dengan menggunakan sebagian atau seluruh tempat untuk kepentingan umum yang tidak diperuntukkan bagi tempat usaha atau berjualan seperti pedagang makanan keliling, pedagang asongan dan warung tenda di trotoar. | Fiq

terhadap keinginan melindungi diri dari situasi yang datangnya tidak pernah diduga sebelumnya,” ingat Country Director Michelin Indonesia yang akrab dipanggil Simon ini. Konsep performa dengan empat unsur tersebut kini tengah dikembangkan Michelin dalam melaikkan kesesuaian produknya dengan standarisasi kebutuhan konsumen. Michelin kini meluncurkan Primacy 3 ST berupa ban dengan kualitas yang bisa mereduksi tingkat kebisingan dan kenyamanan tertinggi. “Primacy 3 ST ini merupakan ban

yang lebih senyap, lebih nyaman, lebih aman dan tahan lama terhadap segala kondisi cuaca di Indonesia,” ulas Simon. Produk yang dirancang dan dikembangkan secara eksklusif ini, lanjut Simon, untuk menjawab kebutuhan dan harapan konsumen terhadap standarisasi ban berkualitas. Bahkan, pihaknya melakukan riset pasar kualitatif di Indonesia untuk memahami kebutuhan pelanggan. “Hasil dari riset ini mencakup data mengenai kondisi jalan dan cuaca di Indonesia, mulai dari yang paling ekstrim di

musim panas sampai dengan yang paling lembab di musim hujan,” urainya. Dijelaskan, prinsip dan teknologi Total Performance adalah kombinasi aspek keamanan (safety), kenyamanan (comfort), ketenangan (silence) dan ketahanan (longevity). Untuk menciptakan ban dengan teknologi yang tepat, pihaknya juga melakukan studi awal dan test drive ban ini dengan jarak 1,3 juta kilometer. “Lebih dari 18 bulan untuk merancang, mengembangkan dan memproduksi sebelum dilepas ke pasar,” kata Simon.

Sebagai contoh, untuk aspek keamanan (safety), teknologi Stabiligrip dan FlexMax memastikan jarak pengereman lebih pendek dari 2,9 meter di jalan basah bila dibandingkan dengan merek lain di segmen yang sama. Sementara dari aspek ketahanan (longevity), masa penggunaan ban 25% lebih lama dibandingkan dengan produk pendahulunya. “Jawa Timur merupakan pasar potensial dan salah satu daerah dengan perekonomian paling solid dan stabil di Indonesia,” akunya. | Fiq

Timing Pengenaan Pajak UKM Tidak Tepat UKM di Indonesia ini seperti anak tiri yang kurang ada pembinaan dan pemberdayaan dan dukungan yang maksimal dari pemerintah. Jakarta, Trans - Belum genap seminggu pemerintah menaikkan harga BBM, pemerintah kembali membebani UKM dengan pajak untuk yang memiliki omzet kurang dari Rp 4,8 miliar per tahun dengan besaran pajak 1% dari omzet bulanan dan efektif diberlakukan per 1 Juli 2013. Kebijakan ini telah memukul bahkan mengancam kelangsungan pengusaha Usaha

Kecil Menengah (UKM). Ketua DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesi (HIPPI) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang secara tegas menolak pemberlakuan tersebut. Alasannnya, waktu pemberlakuannya kurang tepat karena tahun ini UKM sudah jatuh bangun dan terancam kelangsungan usahanya akibat kebijakan pemerintah yang sama sekali tidak memikirkan kelangsungan dan nasib UKM. “Mulai dari upah (UMP), kenaikan tarif listrik (TDL), kenaikan BBM, belum sempat bernafas sudah membebani pajak, dimana sebenarnya hati nurani pemerintah terhadap kelansungan UKM di Indonesia,” ujar Sarman, Kamis (27/6). Menurutnya, UKM di Indonesia ini seperti anak tiri yang kurang ada pembinaan dan pemberdayaan dan dukungan yang maksimal dari pemerintah. Di sisi

lain pemerintah mengakui bahwa UKM memiliki kontribusi yang positif terhadap pertumbuhan perekonomian nasional dan menyerap puluhan juta tenaga kerja. Kalau hanya karena melihat bahwa 60% produk domestik bruto Indonesia disumbang oleh sektor UKM sedangkan sumbangan pajaknya baru 0,5 persen, maka UKM layak dikenakan pajak, menurutnya hal ini kurang tepat. “Karena sekitar 60% PDB (produk domestik bruto) tesebut bersumber dari hampir 56 juta pelaku UKM,” tandasnya. Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta itu juga meminta kepada Menteri Keuangan agar menunda pemberlakuan pajak tersebut sampai UKM kita kondisi usahanya normal kembali. Sarman bilang sumbangan UKM terhadap penyerapan tenaga kerja cukup besar, yakni

107.657.509 orang dari keseluruhan angkatan kerja sebesar 110.808.154 orang. Selain itu, sumbangan terhadap PDB sebesar Rp.4.869 triliun sedangkan usaha besar hanya Rp.3.372 triliun. Dalam hal ini bisa dipahami kalau muncul tuduhan bahwa skema pajak ini sangat tidak adil, terutama bagi pihak UMKM. Peran mereka yang menyumbang 57,12 persen dari PDB diabaikan. Keberhasilan mereka membantu pemerintah menampung 107,65 juta tenaga kerja juga seakan tak bermakna apa-apa. Namun, alasan pemerintah yang diwakili Menteri Keuangan M Chatib Basri juga cukup masuk akal. Pengenaan pajak atas UKM ini dalam upaya mendorong pengembangan usaha ini memasuki sektor formal. “Ini insentif untuk menjadi sektor formal karena banyak sektor yang potensial, tapi belum creditable

(layak untuk diberikan kredit),” ujar Menkeu. Sejauh ini disadari bahwa banyak kelompok UKM yang belum membayar pajak secara layak. Akibatnya, pihak perbankan tidak berani memberikan kredit untuk pengembangan usaha. Padahal, UKM sangat membutuhkan modal. Jadi, upaya pengenaan pajak atas UKM ini untuk perbaikan dan pengembangan usaha mereka. Dengan rela membayar pajak, sebagai balasannya mereka bisa mendapat akses kredit dan permodalan dari perbankan. Jelas skema pajak ini bisa membuat jumlah UKM di negeri ini meningkat dari 55,2 juta unit saat ini. Tenaga kerja yang ditampung juga bisa lebih banyak. Perekonomian sebuah negara menjadi kuat dan tangguh jika bertumpu pada UKM yang dominan dan sehat. | Syaki C

Perbankan Diminta Perkuat Dunia Usaha Di Daerah

FOTO | IST

Dirjen Pajak Fuad Rachmany berdiskusi dengan para pemimpin redaksi media massa di Gedung Ditjen Pajak, 5 Juni 2013.

Dirjen Pajak Perkuat Koordinasi Dengan Pemda Jakarta, Trans - Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Kismantoro Petrus mengatakan Ditjen Pajak akan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mensosialisasikan peraturan baru mengenai pajak Penghasilan (PPh) atas usaha dengan Omzet Tertentu yang mulai berlaku 1 Juli 2013. Dia mengatakan bekerja sama dengan Pemda sangat penting dilakukan untuk mendata jumlah UKM yang akan dikenakan pajak PPh. Menurutnya berdasarkan data Kementerian Usaha Kecil dan Menengah (UKM) jumlah UKM yang tersebar di seluruh Indonesia adalah 5060 juta, namun jumlah UKM yang terdaftar di Ditjen Pajak baru 20 juta. “Untuk menambah jumlah UKM, kerjasama dengan Pemda sangat

dibutuhkan karena pemda setempat juga tahu mengenai lokasi UKM dan jumlahnya,” ujar dia dalam acara “Ngobrol Santai Ditjen Pajak Mengenai Pajak UKM” di Gedung Media Center, Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (28/6). Dia menjelaskan salah satu mekanisme yang akan dilakukan Ditjen Pajak adalah menggunakan sistem Cleansing. Kismantoro mengatakan yang dimaksud sistem cleansing adalah Ditjen Pajak akan mendata pemilik usaha UKM, serta merangkum semua perizinan usahanya dari situ akan diketahui siapa pemilik usaha, ada berapa usaha yang dijalankan. Apakah milik satu orang atau bukan serta omzetnya berapa. Kismantoro menjelaskan UKM harus mulai membayar pajak terhitung mulai bulan Agustus 2013, menurutnya peraturan ini berlaku bagi

UKM yang beromzet Rp 1 sampai Rp 4,8 miliar dengan membayar pajak 1% dari omzet dan bagi UKM yang menderita kerugian. “Biarpun rugi tetap kena pajak 1%, harus mulai bayar Agustus ini dan apabila mangkir membayar, maka dianggap terutang,” ujar dia Dia mengatakan disamping memperkuat koordinasi dengan Pemda, Ditjen Pajak juga akan melakukan sosialisasi serentak di seluruh Indonesia, seperti sosialisasi melalui iklan di radio, televisi dan spanduk spanduk. Dia menjelaskan bagi pelaku UKM yang belum bisa melakukan pembukuan, maka Ditjen Pajak akan membuka kelas pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di seluruh Indonesia dengan jadwal kelasnya 2 bulan sekali. | ML

Jakarta, Trans - Kalangan dunia usaha menyambut baik diluncurkannya International Standard Banking Practice (ISBP) 2013 yang diharapkan bisa memberikan kemudahan bagi dunia usaha untuk memahami lebih mudah acuan internasional dalam melakukan transaksi bisnis. Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan, dengan hadirnya ISBP 2013 ini merupakan respons positif dunia internasional terhadap berbagai dinamika ekonomi dan moneter yang terjadi di berbagai negara dalam beberapa tahun belakangan ini. “Di lain pihak, dunia usaha nasional juga berharap banyak terhadap respons positif sektor perbankan terhadap kondisi ekonomi yang tidak terlalu cerah akhir-akhir ini yang dikhawatirkan masih berlangsung hingga waktu mendatang,” kata dia di Jakarta, Rabu (26/6). Menurut Suryo, gejolak ekonomi dan moneter yang terjadi di beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat belakangan ini memberi dampak yang berbeda-beda pada setiap negara di berbagai kawasan dunia. Salah satu dampak terhadap Indonesia adalah menurunnya nilai dan jumlah ekspor ke berbagai negara. “Penurunan ekspor ini pada gilirannya memberi dampak sekunder pada kondisi ekonomi, industri dan bisnis. Akumulasi dari semua kelesuan ekonomi, industri dan bisnis tersebut adalah makin rendahnya daya saing Indonesia,” ujar dia. Suryo menjelaskan, dunia usaha saat ini terutama yang berada di daerah, sedang bergulat untuk tetap survive dalam iklim usaha yang kurang berpihak. Dalam keadaan tersebut, dunia usaha berharap banyak dari peran perbankan secara keseluruhan untuk membantu menurunkan biaya produksi dan biaya transaksi yang terus meningkat. “Sebenarnya kita juga mengharapkan adanya perubahan struktural terhadap peran intermediasi perbankan guna memperkuat dunia usaha di daerah, termasuk UMKM, yang jumlahnya demikian banyak,” pungkasnya. | Firman K

Dimarjinalkan, Kadin Kerja Keras Rebrand UKM Indonesia Jakarta, Trans -Kamar Dagang dan Industri (Kadin) akan fokus meluncurkan program-program mendorong peningkatan (scaling up) usaha kecil (small enterprise) ke level menengah (middle enterprise). Namun, salah satu penghambat kemajuan pengusaha kecil yang dihadapi adalah persepsi yang keliru dan marjinalisasi pengertian tentang UKM. “Ada marjinalisasi pemahaman tentang UKM. Perusahaan

besar menganggap UKM hanya sebagai sasaran CSR (corporate social responsibility). UKM juga rawan politisasi atau jadi jargon kampanye. Pada tingkat produksi, UKM hanya diidentikan dengan produk kerajinan dan cenderamata. Kadin melihat ini kurang menguntungkan bagi UKM,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UKM dan Koperasi, Erwin Aksa, pada Rakernis Kadin UKM di Kantor Pusat Kadin di Menara Kadin, Rasuna

Said Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (26/6). Erwin mengatakan, Kadin akan bekerja keras melakukan rebranding dan mereposisi UKM. “Jadi UKM itu tidak hanya melulu soal kerajinan. Kita harus mendorong UKM-UKM yang memiliki value added bagi perekonomian dan berorientasi pada teknologi,” ujar Erwin. 1Dia mencontohkan, UKM China telah mampu mengekspor produk-produk yang memiliki

nilai tambah dan berteknologi tinggi. “Misalnya mereka itu banyak barang-barang dari China itu kan dibuat oleh UKM di sana seperti baut-baut, suku cadang bahkan mesin-mesin. Ini sudah dilakukan UKM di sana, mereka bermitra dengan perusahaan besar,” papar Erwin. Erwin mengatakan, sebab citra yang kurang tepat inilah membuat UKM di Indonesia sulit berkembang dan belum cukup memberi kontribusi besar bagi

Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk itu, Kadin akan membuat blueprint UKM, melakukan sosialisasi mindset UKM yang integratif, dan menggalang kerjasama dengan semua stakeholder UKM. “Kita siap jadi Rumah Besar UKM nasional. Kita butuh persepsi UKM yang lebih segar dari seluruh pemangku kepentingan terhadap peran strategis UKM melalui rebranding dan rejuvenation, identitas baru UKM,” papar Erwin. | Syaki C


HALAMAN 7

KORAN TRANSAKSI THN 13

SAMBUNGAN

Liverpool Bawa Skuat Terbaik Ke Indonesia

S

alah satu legenda Liver pool, Robbie Fowler, me mastikan The Reds akan akan membawa skuat terbaik dalam lawatannya ke Indonesia. Termasuk striker Luis Suarez yang sedang gencar dibertikan akan hijrah ke Real Madrid. Seperti diketahui, tim yang bermarkas di Stadion Anfield tersebut akan menyambangi Tanah Air untuk melawan Indonesia XI di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7). Tim Indonesia XI bakal dihuni oleh pemain gabungan dari pemain timnas senior dan U-23. Mengenai rumor kepindahan Suarez, Fowler tak mau berbicara banyak. Namun ia memastikan Suarez bakal hadir di

Indonesia bersama para pemain

bintang lainnya seperti Steven

Gerrard. “Suarez akan datang

karena masih terikat kontrak tiga tahun,” ujarnya. Selain bicara mengenai kedatangan Liverpool, Fowler tak lupa untuk mengungkapkan kekagumannya kepada Indonesia. Dia mengaku sangat terkesan dengan keramahan orangorang Indonesia. “Saya yakin para pemain Liverpool akan sangat senang untuk mengunjungi Indonesia,” katanya. Selain melakoni pertandingan melawan Indonesia XI, Gerarrd dan kawan-kawan juga akan melakoni sejumlah agenda seperti meet and greet dan coaching clinic. Pertandingan melawan Indonesia XI akan dimulai pukul 20.30 WIB dan disiarkan secara langsung oleh SCTV. | Suryati

Polisi Usut Pengeroyokan Pimpinan Ormas Rangkasbitung, Trans Aparat Kepolisian Resort (Polres) Lebak, mintai keterangan terhadap pimpinan Organisasi masyarakat (Ormas) Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (Gempa) berinisial, MSA. Warga asal Lombok yang dikenal dengan panggilan, Habib ini dimintai keterangan sebagai korban aksi pengeroyokan yang terjadi dirumahnya, Kamis (20/6) lalu, sekitar pukul 12.30 WIB. Terkait informasi bahwa keributan yang terjadi karena, MSA diduga menggelapkan

sepeda motor yang mempunyai kewajiban membayar cicilan kepada sejumlah perusahaan dibidang jasa pembiayaan (leasing), hingga saat ini atau Jum’at (21/6) sekitar pukul 13.00 WIB polisi belum menerima laporan. “Pimpinan Ormas Gempa, diperiksa pada Kamis malam sebagai korban aksi pengeroyokan yang saat ini masih melakukan pemriksaan terhadap sejumlah saksi,” ujar Kasat Reskrim Polres Lebak, AKP Wiwin Setiawan melalui sambungan telepon genggamnya, Jum’at (21/6).

KUHP. Namun terkait dengan tersangka pada kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Sementara itu, menurut informasi dari sejumlah warga, pada Jum’at sore kemarin sejumlah Kepala cabang (Kacab) diperusahaan jasa pembiayaan hadir di Mapolres Lebak. Kehadiran mereka diduga akan melaporkan tindakan Ormas Gempa yang dipimpin MSA. Diketahui sebelumnya, seorang warga asal Lombok, Nusa Tenggara Timur (NTT), MSA diamankan aparat Polsek Wanasalam, Kabupaten Lebak, Kamis

(20/6) sekitar pukul 13.00 WIB. Laki-laki yang mengaku pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Muslim Penyelamat Akidah (Gempa) dengan sebutan Habib itu, diduga menggelapkan puluhan sepeda motor kreditan. Selain itu, polisi mengamankan sepucuk pistol jenis air soft gun ketika Habib “mengamuk” saat didatangi warga dan pihak dari sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pembiayaan (leasing) menanyakan keberadaan sepeda motor yang diover-alihnya. | Yus

Hendarman: Jangan Persulit Urusan Rakyat! ...............................

diserahkan di masing masing kepala kantor,” lapornya. Menanggapi penyerahan sertifikat dan pengakuan Kepala BPN RI soal pengurusan sertipikat yang lambat, Anggota Dewan Pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nasional Corruption Watch (NCW) C Herry SL, mengingatkan agar seluruh jajaran BPN dalam bekerja taat kepada aturan dan taat kepada azas, agar masyarakat mendapat pelayanan terbaik. “Ini penting untuk mereliasikan harapan Kepala BPN RI kepada jajaran BPN untuk mengubah paradigma. Jadi, kita tidak lagi mendengar istilah mempersulit urusan yang sesungguhnya bisa dipermudah,” ujarnya kepada Koran Transaksi, di Jakarta, Minggu (30/6). Anggota Dewan Pendiri LSM NCW yang akrap disapa Cak Herry itu juga menyampaikan kesetujuannya terus menggalakkan program-program prorakyat yang selama ini sudah berjalan. Menurutnya, wajar jika mantan Jaksa Agung RI itu berterima kasih, bangga dan bersyukur kepada seluruh jajaran kantor wilayah dan kantor pertanahan se-provinsi sumatera bagian Utara telah bekerja keras menyelesaikan sertipikasi tanah melebihi target nasional yang ditetapkan sebanyak 40 persen pada bulan juni 2013. “Apalagi sudah dapat diselesaikan 46.528 bidang atau (40,75 persen) dari target yang sudah ditetapkan,” pungkasnya. | Her

kantor pertanahan kabupaten Bengkalis. Juga bersamaan dengan itu dilakukan penandatanganan memory of understanding (MOU) antara pihak kantor wilayah BPN Sumut dan perwakilan Bank Indonesia wilayah IX Sumatera Utara dan Aceh. Hendarman dalam kesempatan itu merespon tentang apa yang masih terdengarnya pelayanan pengurusan sertifikat yang lambat. Untuk kasus seperti ini dia meminta jajaran BPN mengubah paradigma. “Saya menghimbau dan mengajak kepada kita selaku abdi masyarakat jangan suka mempersulit urusan yang sesungguhnya bisa dipermudah. Mari kita gunakan reformasi birokrasi dengan sungguhsungguh dan jadikan diri kita agen-agen dari reformasi birokrasi itu serdiri,” tegas Hendarman. Menurut Hendarman, seluruh jajaran BPN RI harus giat mendatangi rakyat dan jangan malah minta didatangi terus oleh rakyat. “Bantu mereka untuk mempercepat pelayanan itu. Karena pelayanan yang baik adalah pelayanan murah ongkosnya, jelas persaratannya dan waktu penyelesaiannya dan pelayanan yang mudah tidak dipersulit serta pelayanan yang akurat jangan sampai ada sertipikat ganda atau tumpang tindih sehingga menim-

bulkan sengketa,” imbuhnya. Hendraman menjelaskan untuk seluruh wilayah Indonesia saat ini terdapat sekitar 85 juta bidang tanah yang perlu segera disertifatkan. Namun hingga saat ini baru 45 juta bidang yang sudah diberikan sertipikat. Oleh Karena itu, jajaran BPN RI wajib kerja lebih cepat untuk memberikan pelayanan sertifikat tanah yang lebih baik kepada masyarakat. “Saya harap Acara penyerahan setipikat ini sebagai momentom untuk memacu percepatan legalitas aset seluruh bidang tanah di sumbagut dan tingkatkan terus pelayanan kepada masyarakat,” harapnya. Sedangkan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho menuturkan, pihaknya siap bekerja sama dengan BPN untuk melancarkan proses sertipikasi tanah bagi masyarakat. Bentuk kerja sama tersebut salah satunya lewat penandatangan MoU antara Gubernur Sumut dengan Kakanwil BPN Sumut yang disaksikan Kepala BPN RI. Selaku Gubernur Sumut, lanjutnya, kesempatan itu merupakan momentum besar untuk membangkitkan perekonomian rakyat di Provinsi Sumut. Karena harini dibagikan sertipikat tanah yang telah diselesaikan melalui program strategis pertanahan, yaknu Prona, redistri-

Ketika ditanya terkait dugaan penggelapan atas sepeda motor milik konsumen sejumlah perusahaan pembiayaan, AKP Wiwin menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan dari korban. “Begitu juga dengan kepemilikan senjata pistol jenis air soft gun masih didalami. Kami belum bisa menyatakan bahwa air soft gun milik pimpinan Ormas Gempa ini illegal atau legal,”tukasnya. AKP Wiwin membahkan, pasal yang akan dikenakan dalam kasus ini yakni pasal 170

busi tanah objek landreform dan program lintas sektor. “Untuk itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat yang memiliki kemampuan yang dapat disumbangkan baik pemikiran, gagasan, atau upayaupaya yang dapat menjadi pendorong dan penguat bangkitnya kesejahteraan masyarakat terutama ekonomi lemaj,” harapnya. Khusus dalam program lintas sektor terdiri dari kegiatan sertifikasi usaha mikro, kecil dan menengah sertifikasi tanah nelayan, sertifikasi tanah pertanian dan sertifikasi tanah masyarakat berpenghasilan rendah. Dalam pelaksanaanya didukung melalui kelompok kerja lintas sektor yang dipimpin sekdaprovsu dan wakilnya kakabwil BPN Provsu maka sebagian sertipikat yang diserahkan masyarakt ini adalah produk dari program lintas sektor sumut. “Dari sekian ribu sertipikat hak atas tanah yang telah diterbitkan melalui program lintas sektor di Sumut, kita berharap agar masyarakat yang telah memperolah sertipikat hak atas tanah melalui program ini dapat bangkit perekonomian dan kesejahteraannya sehingga mampu pula membangkitkan harga diri rakyat kita,” kata Gubsu. Di tempat yang sama, Kanwil BPN Sumut melaporkan bahwa saat ini dilaksanakan penyerahan sertipikat tanah yang te-

lah diselesaikan melalui program strategis pertanahan tahun 2013. Penyerahan sertipikat ini merupakan tahap pertama dari program strategis pertanahan sesuai intruksi kepala BPN RI nomor : I/Ins/II/2013 tanggal 25 Pebruari 2013 jo. Surat sekretaris utama nomor :742/ 7.1-100/II/2013 tanggal 27. Pebruari 2013 tentang percepatan pelaksanaan program strategis badan pertanahan nasional RI tahun 2013. Adapun sertipikat yang diserahkan adalah setipikat yang diselesaikan melalui kegiatan prona, distribusi tanah, lintas sektor. ‘Khusus dalam program lintas sektor tertidi dari kegiatan sertipikasi usaha mikro,kecil dan menengah, sertipikasi tanah nelayan, sertipikasi tanah pertanahan dan sertipikasi tanah masyarakat berpenghasilan rendah dengan target sebesar 114.188 bidang dan realisasi pada posisi per juli 2013 sebanyak 46.528 bidang (40,7 persen) “Pada hari ini penyerahan sertipikat secara simbolis diserahkan sebayak 54 sertipikat yaknbi 42 sertipikat berasal dari provsu dan 12 sertipikat perwakilan dari Aceh, Provinsi Riau, provuinsi Kepri dan Provinsi Sumatera Barat dan dilanjutkan dengan penyerahan sebayak 500 sertipikat dari 10 pertanahan kabupaten/kota yang akan

NO. 272. ‰ TH XIII SENIN, 1-14 JULI 2013

Or mas TTak ak AAda da W Ormas Wee w enang ..... Boy menghimbau kepada ormas dan kepada masyarakat, untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan ibadah Ramadhan. “Dalam rangka kegiatan-kegiatan preventif yang dilakukan dengan menjalin komunikasi dengan semua pihak,” imbaunya. | SN

Kemenk umham Gandeng ....... emenkumham Kesepakatan tersebut tercantum dalam Nota Kesepahaman antara Kemenkumham dan Ombudsman RI tentang Kerja Sama Pengawasan dan Peningkatan Pelayanan Publik di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan langkah kerja sama untuk saling mendukung dan memperkuat fungsi lembaga melalui berbagai kegiatan dan program aksi yang berkelanjutan. Tujuan yang diharapkan adalah peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Nota Kesepahaman ini juga diharapkan berdampak positif bagi peningkatan kinerja baik Ombudsman RI dan Kemenkumham. Khususnya Ombudsman RI yang fokus pada upaya-upaya perbaikan pelayanan publik dan aspek pengawasannya. | Chandra/Elman Sihombing

Tiga WN India Melanggar ......

FOTO | IST

Pelaku Penipuan Dua WN India.

sekitar Rp. 700.000 saja. Pembuatan KITAS palsu tersebut diakui mereka sebagai batu loncatan menuju Negara ketiga, Australia, untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, atau yang disebut dengan economic migration. Janggalnya, walaupun “membuat” KITAS, tanda masuk yang tertera pada paspor mereka adalah Visa on Arrival tertanggal 21 Desember 2012, alih-alih Visa Tinggal terbatas. Kepala Subdirektorat Produksi Intelijen yang bertugas sebagai Pelaksana Harian Direktur Intelijen Keimigrasian, Abdurrahman, menyatakan, “Untuk Saat ini sedang dilakukan pengumpulan bahan dan keterangan dari tiga orang ini. Untuk proses selanjutnya, akan dilimpahkan ke Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. Apakah akan di-projustisia-kan atau akan dikenakan tindakan administratif”. Penangkapan tiga WN India ini dilakukan atas kerjasama Imigrasi dengan Kedutaan Besar India di Jakarta. Sepupu yang mendampingi dua korban dugaan penipuan melapor ke Kedutaan menyampaikan agar apabila memungkinkan, Jaskaran Singh dideportasi dengan penerbangan yang sama dengan dia. Sesampainya di India, Jaskaran akan diserahkan ke polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi ancaman keselamatan jiwa pelaku, mengingat banyaknya korban yang telah ditipu di India. “Kepada petugas Imigrasi, khususnya yang membidangi Pengawasan Orang Asing, agar meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan orang asing sehingga tercapai optimalisasi di bidang operasional di Kantor Imigrasi masing-masing yang akan menampakkan kinerja yang terukur dalam penggunaan DIPA yang tersedia. Karena paradigma yang terdahulu, petugas imigrasi hanya melakukan pelayanan saja, ini harus digeser dengan mengombinasikan dengan kebutuhan yang ada saat ini, yaitu peningkatan di bidang penegakan hukum,” ujar Abdurrahman. | Elman Sihombing/Chandra

Menghar ap Sembak ah .. Mengharap Sembakoo Mur Murah Di sana ada beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, telur, susu kental manis, mentega, mi instan dan lainnya. Beda harga setiap unit atau kemasan dibandingkan dengan di pasar reguler lebih rendah sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000. Selain harga lebih ringan juga cara penjualan model pasar murah yang mendekati hunian penduduk menjadi faktor daya tarik. “Ini baru namanya program pro rakyat. Ketika daya beli ambruk, penguasa mengulurkan tangan. Jangan bikin program BLSM salah sasaran terus...,” ujar Dulloh, agak bersemangat. Melambungnya harga dewasa ini selain dampak ikutan kenaikan bahan bakar minyak, juga ada indikasi praktek pebisnis culas. Menimbun sembako guna dijual saat harga meroket.Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri mendatang sangat diharapkan tidak terus-terusan dijadikan momen bagi mereka memeras uang rakyat. “Ya, kalau kebutuhan dasar warga sampai batas waktu tertentu, dapat menciutkan peluang spekulan,” sambut Kakung. “Selain pasar murah, rakyat juga butuh paket bahan pangan yang dipasarkan dengan sistem kupon,” Dulloh berharap lagi. “Itu sudah pernah dilakukan. Tapi, penting juga calon konsumen jangan sampai terkecoh ulah penipu,” jawab Kakung. Bang Trans, hanya tersenyum juga melihat semangat yang ditunjukkan sahabatnya itu, Dulloh dan Kakung. Dia pun teringat bahwa tahun silam ada kasus penjualan paket murah sistem kupon dibagi-bagikan melalui pengurus RT/RW, berisi bahan pangan pabrikan yang sudah kedaluarsa atau expayer, sehingga membahayakan konsumen. | Ali Rahmat Siregar


NO. 272 ‰ TH XIII SENIN, 1-14 JULI 2013

8

Jejak Asa Sang Dewi

Lest ar ang Berhenti Lestar arii Bukan Sesuatu Y Yang

D

S

alah satu pendidikan seni yang dapat melibatkan emosi dan fantasi anak, bisa diimplementasikan melalui seni pertunjukan ‘The Living Dinosaur’, seperti yang digelar di West Atrium Living World Alam Sutera, Tangerang Banten, Jum’at 21 Juni 2013 sampai Minggu, 7 Juli 2013 mendatang. “Pendidikan seni mampu menghidupkan fantasi, melatih ketangkasan berfikir diiringi ketajaman penghayatan terhadap alam sekitar serta lingkungan di mana anak-anak berada,” ujar Julian, Creative Director Widjaja International, usai pertunjukan perdana “The Living Dinosaur” di West Atrium Living World Alam Sutera, Tangerang Banten, Jum’at (21/6). The Living Dinosaur, menampilkan 8 ekor Dinosaurus dari Erth Dinosaur Zoo Australia mulai dari Baby sampai dengan yang Giant. “Pertunjukan spektakuler ini menjadi yang pertama di Asia, di mana acara ini sangat popular di Eropa, Amerika dan juga Inggris,” terang Julian, yang sudah mempromotori dan berkolaborasi membawa versi panggung untuk Disney dan Nickelodeon, 10th Annyversary Spongebob, dan Avatar. Dalam pertunjukan The Living Dinosaur, unsur edukatif dan entertainment sangat ditonjolkan sehingga menjadi sensasi tersendiri bagi anak-anak dan keluarga.”Tidak hanya menyaksikan pertunjukkan Dinosaurus, pengunjung yang kita harapkan adalah anakanak juga akan merasakan pengalaman tak terlupakan dengan berinteraksi langsung . Melihat langsung dinosaurus berjalan, mendengar raumannya dan memberi makan dinosaurus. Sebelumnya, pengunjung akan disuguhkan film berdurasi pendek mengenai

kehidupan Dinosaurus,” terang Vennisia, Chief of PR & Publication Living World Alam Sutera, pada saat Jumpa Pers. Pada event The Living Dinosaur ini, Living World Alam Sutera juga mengadakan Charity Program dengan mengundang sekitar 2000 anak yatim piatu dari wilayah Tangerang dan Jakarta untuk dapat menyaksikan pertunjukkan The Living Dinosaur ini. Berbagai acara pendukung sudah disiapkan untuk pengunjung, yang akan mengasah kreatifitas dan juga menghibur anak-anak. Seperti membuat Dinosaur dari clay, Dinosaur Puzzle Competition, Dinosaur Coloring Competition, Fashion Show, Magic Show dan masih banyak lagi yang akan memberikan banyak hiburan dan hadiah. Pertunjukan untuk mengisi liburan sekolah ini pernah juga ditampilkan diantaranya di Sydney Olympic Games Opening Ceremony (2000), dan Ideas di Connecticut Amerika Serikat. “Keberhasilan Erth ini menjadikan saya berani bermimpi, bagaimana dapat memboyong karya Giant Puppet Indonesia ke manca negara,” ujar Julian optimis. | Suryati

ance and World Music Concert—Jejak Asa Sang Dewi—Representation Personal Identity” kembali dipersembahkan di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Jum’at 28 Juni 2013 pukul 20.00 WIB. Pergelaran bertajuk serupa sebelumnya pernah dipentaskan di tempat yang sama dua tahun silam (Minggu 19 Juni 2011). “Jejak Asa Sang Dewi menjadi titik penting perjalanan berkesenian saya. Bagi saya tradisi adalah sumber inspirasi untuk selalu berkarya meneruskan kelestariannya. Lestari bukan sesuatu yang berhenti. Tetapi bernafas. Bahkan bergolak. Namun tak tercabut dari akarnya. Kelebat selendang dan alunan suara lantang harus tetap didengar oleh generasi. Setidaknya asa itu masih terjaga,” papar Dewi Sulastri kepada wartawan, dalam jamuan acara syukuran memperingati Hari Ulang Tahun Ke-20 Swargaloka Art and Culture Foundation, di Cilangkap Jakarta Timur, Senin (17/6). Konser ini menjadi representasi seni klasik, seni rakyat, tradisionil dengan sentuhan kontemporer. “Semua terkolaborasi menjadi ekspresi yang utuh. Memberi penyegaran dan merangsang masyarakat agar terus memelihara dinamikanya,” papar Sarjana Seni alumni Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini. Dance and World Music Concert — Jejak Asa Sang Dewi — Representation Personal Identity diproduksi Swargaloka Art and Culture Foundation, lembaga nirlaba yang kini memasuki usianya yang ke-20. Swargaloka Art and Culture Foundation selama ini concern terhadap masalah seni dan budaya bangsa. Berbagai program telah diselenggarakan, diantaranya dalam bentuk pendidikan dan pelatihan seni, yang kini diikuti 120 anak didik dari berbagai usia. “Swargaloka juga menyelenggarakan berbagai pementasan, antara lain The Indonesian Opera Drama Wayang Swargaloka yang kini telah memasuki produksi ke-52. Kami berupaya agar Drama Wayang Swargaloka ini dapat menjadi Opera Terbaik Dunia,” harap Dewi Sulastri, yang dalam pementasan nanti berperan sebagai dirinya sendiri.

Dance and World Music Concert — Jejak Asa Sang Dewi — Representation Personal Identity melibatkan tak kurang dari 150 orang seniman panggung, penari dan penyanyi bertaraf internasional, diantaranya dua seniman besar Indonesia yang sudah mendunia; Dedek Wahyudi (musik) dan Mugiyono Kasido (Tari). Dua seniman ini (Dedek Wahyudi dan Mugiyono Kasido) memiliki catatan rekor dunia dalam Pemecahan Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) membunyikan gamelan ‘Corobalen’ – dan menari ‘Bima Suci’ 36 Jam, 36 Menit, 36 Detik Nonstop, yang pernah digelar di Jakarta tahun 2011. Dance and World Music Concert — Jejak Asa Sang Dewi — Representation Personal Identity yang disutradarai Irwan Riyadi ini, juga menggandeng budayawan dan aktor panggung Slamet Gundono. Menampilkan karya kreatif lima koreografer muda, yaitu; Rury Afianti, Hendro Yulianto, Trian Heri Pitoyo, Yani Wulandari, dan Bathara Saverigadi Dewandoro (penyandang gelar Rekor Dunia Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai Penata Tari Tradisional Jawa Termuda). Dance and World Music Concert — Jejak Asa Sang Dewi — Representation Personal Identity adalah refleksi dan gagasan dari beragam pengalaman berkesenian Dewi Sulastri selama bertahun –tahun. Diawali dari kesadarannya berkesenian sejak belajar nembang (menyanyi) ketika duduk di bangku pelajar kelas lima Sekolah Dasar (SD), di tanah kelahirannya Jepara. Antusiasme ini lalu dikembang-

kannya hingga tingkatan studi berikutnya, yaitu; di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) Negeri Surakarta Jurusan Tari, dan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Seniman kelahiran Jepara, 15 Maret 1966 ini sudah mencipta belasan tari dan menggelar puluhan pergelaran seni. Beberapa karyanya adalah; Tari Srimpi Retno Utama tahun 1989, Tari Merak Mangigel tahun 1989, Tari Bondan Suko Asih tahun 1989, Tari Prajuritan tahun 1989, Tari Domba Nino Banyumasan tahun 1989, Tari Bedaya Dewi Sri tahun 2003, Tari Bedoyo Aji Soko tahun 2008, Tari Bedoyo Tri Sabdo Tunggal Indonesia Tahun 2009, Tari Bedoyo Merah Putih tahun 2009, Opera Sejarah Senopati Pamungkas tahun 2009, dan The Indonesian Opera Drama Wayang Swargaloka Tahun 2006, dan The Indonesian Opera Drama Wayang Swargaloka, yang hingga saat ini eksis dan terus dikembangkan. Bebepara prestasi yang pernah diraih meliputi; Sutradara Terbaik Festival WOPA (Wayang Orang Panggung) se-Indonesia ke I Tahun 1987, Pemeran Terbaik Wanita Festival WOPA se-Indonesia II, III dan IV Tahun 1988 – 1989 1990, Penari Bambangan Terbaik Lomba Tari Tradisi se-Jawa Tengah Tahun 1987, peraih Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) Tahun 2008 Sebagai Sutradara dan Penari Wayang Orang yang semua Pelakonnya Perempuan, dan Penata Tari Terbaik Festival Sendratari Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 1990. | Suryati

SCTV Siapkan Tiga Sinetron Religi Terbaru

U

ntuk menyemarakan bulan Ramadhan yang jatuh pada Juli 2103, SCTV telah menyiapkan sinetron religi terbaru untuk seluruh pemirsa setianya. Mereka adalah 3 Semprul Mengejar Surga, Kami Rindu Ayah dan Emak Ijah Pengen ke Mekah. Selain itu itu, Konser Gema Ramadhan SCTV dipadukan dengan tausiyah agama dan musik. “Dari tahun ke tahun kami ingin selalu menyambut Ramadhan dengan istimewa. Ada (sinetron) 3 Sempruuul Mengejar Surga yang betul-betul menarik, lucu sekali. Muatan agamanya sangat kuat,” ungkap Harsiwi Achmad, Direktur dan Produksi SCTV, saat konferensi pers di SCTV Tower, Jakarta, Kamis (27/6). “Lalu ada Emak Ijah Pengen ke Mekah yang diproduksi oleh AS Production dan ada miniseri Kami Rindu Ayah yang dimainkan oleh Umi Tatu dan anak-anak dari Uje.” 3 Semprul Mengejar Surga 3 Semprul Mengejar Surga akan tayang mulai 8 Juli 2013 setiap hari pukul 16.30 WIB dan tayang kembali pukul 02.00 WIB keesokan harinya. Sinetron ini menceritakan tentang 3 orang sahabat yaitu Gading (Gading Marteen), Andika (Andika Pratama) dan Narji (Narji) yang kehidupannya selalu sial, hidup miskin dan selalu ditolak cintanya oleh wanita. Ditengah kegalauan, mereka mengalami suatu peristiwa yang mengubah segalanya yang akhirnya mengantarkan mereka untuk kembali kepada Allah dengan cara mengurus sebuah madrasah. Cerita bergulir disekitar kehidupan mereka bertiga dalam mengelola madrasah tersebut. Kami Rindu Ayah Miniseri Kami Rindu Ayah akan tayang mulai mulai 6 Juli 2013 pukul 19.00 WIB. Kisah ini menceritakan tentang Adiba dan Abizar, yang baru saja ditinggalkan oleh sosok ayah mereka yaitu Ustad Jefry Al Buchori (Uje) yang sangat mereka cintai dan menjadi panutan dalam hidup mereka.

Namun, rasa kehilangan tersebut tidak hanya dirasakan oleh Adiba dan Abizar, melainkan oleh ibunya, kakaknya, neneknya, keluarga besarnya dan para jamaahnya. Semua sedih dengan kepergia Uje. Kehadiran Umi Tatu, ibunda Uje, membuat Adiba dan Abizar merasa lebih tenang. Dalam miniseri ini, akan diceritakan kisah Adiba yang ingin menjadi penyanyi dan Abizar yang ingin menjadi pendakwah. Emak Ijah Pengen ke Mekah Emak Ijah Pengen ke Mekah akan tayang mulai 1 Juli 2013 setiap hari pukul 21.00 WIB. Sinetron yang terinspirasi dari film Emak Ingin Naik Haji ini bercerita tentang seorang ibu bernama Emak Ijah (Aty Cancer) berusia sekitar 50 tahun yang bercita cita ingin ke Mekah untuk melaksanakan Ibadah Haji. Emak Ijah mempunyai dua orang anak yaitu Abbas (Irwansyah) dan Munaroh (Asha Shara) dan seorang menantu laki-laki bernama Zaki (Aldi Taher). Namun, uang yang dikumpulkan Emak Ijah sedikit demi sedikit dari hasil berjualan gado-gado di depan rumahnya selalu saja terpakai. Seperti dipinjam oleh menantunya, Zaki, yang malas bekerja. Tausiyah Agama dan Musik Selain menyuguhkan sinetronsinetron religi, SCTV sebagai stasiun TV swasta yang mengedepankan program musiknya juga

menggelar konser spesial Ramadhan bertajuk Gema Ramadhan. Konser ini bakal dimeriahkan oleh musisi papan atas tanahair seperti Smash, Syahrini, Cherrybelle, Last Child, Repvblik dan lain-lain. Tak hanya menghadirkan sajian musik, di konser ini bakal ada tausiyah agama dari Ustad Solmed. “Gema Ramadhan tahun ini kontennya padat merayap antara religi dan musikal itu 50:50,” ungkap Aminudin, perwakilan dari SCTV, saat konferensi pers di SCTV Tower, Jakarta, Kamis (27/6). Dalam konser Gema Ramadhan, Last Child akan berkolaborasi dengan Smash menyanyikan lagu religi berjudul Percayalah. “Ini salah satu bulan Ramadhan yang beda banget buat Last Child karena kita biasanya narik diri dari media. Biasanya kita masuk studio untuk ngerjain album berikutnya. Selalu seperti itu. Cuma tahun ini kita coba tampil,” ungkap Virgoun, vokalis Last Child, saat konferensi pers di SCTV Tower, Jakarta, Kamis (27/6). Konser Gema Ramadhan akan disiarkan empat kali sekali selama bulan Ramadhan di empat lokasi yang berbeda setiap pekannya. Di Jakarta, Gema Ramadhan akan digelar pada Sabtu, 13 Juli 2013, di Bogor pada Minggu, 21 Juli 2013, di Karawang pada Sabtu, 27 Juli 2013 dan kembali lagi di Jakarta pada Sabtu, 3 Agustus 2013. Konser Gema Ramadhan bakal tayang pukul 22:00 WIB. | Suryati


9

NO. 272 ‰ TH XIII SENIN, 1-14 JULI 2013

KORAN TRANSAKSI

“Lestarikan Lingkungan Hidup” Pecinta reggae belum semuanya melakukan pelestarian lingkungan hidup. Membuang sampah pada tempatnya pun masih sulit dilakukan.

D

alam rangka Penga nugrahan Trophy Lomba Fotografi, yang diselenggara kan PT Tanah Merah Production, bertema “Bersih Bersama TPA Bantar Gebang,” Muirapuama bersama Boys N’Root, Arlodia dan White List akan live perform di Blu Plaza - Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, 7 Juli 2013 mendatang. Dalam Penganugrahan Trophy Lomba Fotografi, yang didukung oleh Walikota Bekasi H Rahmat Effendy dan Gubernur DKI Joko Widodo itu, penampilan Muirapuama diharapkan akan mampu memeriahkan acara tersebut. Pukulan djimbe dinantikan untuk menambah kental aroma reggae. Begitu juga sentuhan saxophone

yang masih tergolong dalam keluarga woodwind, untuk memberi nuansa jazz dalam lagu-lagu yang akan dibawakan. Para pecinta musik reggae bisa bergoyang mengikuti irama musik yang dimainkan Player Muirapuma, M Rechan (Aboot : Vocalist), Yogi Abilawa (Yogi : Melodi), Risnanto Putra (Anto : Rhytem), Ray Hambali (Ray : Bassist), Herri Haeruddin (Koher : Drumer), Ilham Adi (Inyung : Keybordist), M. Fatahilah Jenar (Jenar : Djimbe), dan Ankela Bare Simamora (Kela : Saxophone). Intinya, dengan caranya sendiri, Muirapuama bersama Boys N Root, Arlodia dan White List dalam acara itumengajak masyarakat pencinta reggae untuk melestarikan lingkungan hidup. “Mungkin bila berbicara tentang musisi, lagu ataupun acara musik reggae pastinya pecinta reggae sudah mengerti dari pengalamanpengalaman yang telah ditemui. Akan tetapi bila berbicara tentang sebuah kegiatan rutin ataupun berkala untuk pelestarian lingkungan hidup, bisa dikatakan belum semuanya,” ujar Aboot, vokalis Muirapuama. Menurut Aboot, hal yang biasanya dianggap paling mudah dilakukan, misalnya membuang sampah pada tempatnya. “Hal ini juga mungkin masih sulit untuk

dilakukan. Apalagi mendaur ulang sampah! Padahal, kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang saat ini sangat penting untuk dilakukan, demi lestarinya alam Indonesia juga sebagai tabungan untuk generasi berikutnya,” ujarnya. Lomba Fotografi dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang

jatuh pada tanggal 5 Juni 2013. Tanah Merah Production melaksanakannya bekerja sama dengan media partner Koran Transaksi, Reaksi Bekasi dan Radar Bekasi. Perlu diketahui, pada tanggal 3,4,5 Juli 2013 mendatang Lomba Pameran Fotografi di BluPlaza Bekasi, bertema “Bersih Bersama TPA Bantar Gebang,” diselenggara-

Penganugrahan Trophy Lomba Fotografi

Muirapuama, Boys N’Root, Arlodia & White List Siap Unjuk Kebolahan

P

enganugrahan Trophy Lomba Fotografi, yang diselenggara kan PT Tanah Merah Production, bertema “Bersih Bersama TPA Bantar Gebang,” yang akan diselenggarakan, bakal berlangsung meriah. Pasalnya, Muirapuama, Boys N’Root, Arlodia dan White List, akan tampal dalam acara itu. Muirapuama, Boys N’Root, Arlodia dan White List, sebagai band yang sudah sama-sama memiliki penggemar masing punya ciri khas masing-masing. Muirapuama memiliki kekuatan dan keunikan dalam musik reggae, yaitu tidak terpengaruh dengan hingar-bingar kancah musik yang sedang trend. “Musik reggae terus berjalan di relnya. Keep on the track! Kita harus saling support dan respect, karena hal itu dapat membuat kita bisa mandiri,” kata Aboot, sang vokalis. Lain lagi Boys n Root, yang digawangi oleh Joko Wage Triyono (Joe)-Vokal, Donny Surawijaya (Donee)-Bass, Mario Marlius (Mario)-Gitar, Mulsahyani (Imul)Gitar, Henry Gunawan (Henrik)Drum dan Ahmad Khairi (perkusi). Meskipun reggae, tapi mereka tetap perlente. “Kami ingin mengalihkan imej dekil dan kumuh yang selama ini melekat dalam musik reggae. Lirik lagu kami kebanyakan bercerita tentang kehidupan sosial,” ujar Joe, sang vokalis. Sedangka Arlodia yang merilis single Sebatas Mimpi dari album perdana Isi Hati, dikenal sangat optimis bersaing di industri musik tanah air. Arlodia yang berdiri 16 Maret 2009 ini punya materi lagu yang kuat untuk bisa membuat pendengar suka dengan lagu mereka. Arlodia sebuah nama Band dengan vokalisnya yang bersuara

sexy, sangat khas ada “serak-serak basah”nya, bisa dibilang ia seorang Lady Roker yang memiliki karakter suara mirip penyanyi dan komposer Dewiq. Berikut profil band-band yang akan tampil dalam Penganugrahan Trophy Lomba Fotografi, bertema “Bersih Bersama TPA Bantar Gebang tersebut: 1. Muirapuama Sebagai salah grup musik reggae tanah air, Muirapuama semakin menunjukkan keseriusannya untuk tetap eksis di tengah reggae lovers, yang memang mengharapkan kehadirannya sebagai “signal” bagi para major labels untuk lebih mengapresiasi musik reggae, serta mengkomersialkannya—tanpa membuat si artis jadi “sapi perahan”, budak kapitalis. Sejak berdiri sejak tanggal 23 April 2010, Muirapuama Band tetap setia membawakan musik reggae, dengan personil M Rechan (Aboot) sebagai vokalis, Intan Gunasari (Nay) vokalis, Yogi Abilawa melodi, Risnanto Putra (Rhytem), Ray – bass, Ilham Adi (Inyung) keyboard, dan Apin – drum. Saat ini player Muirapuma terdiri dari M Rechan (Aboot : Vocalist), Yogi Abilawa (Yogi : Melodi), Farid (Farid : Rhytem), Ray Hambali (Ray : Bassist), Herri Haeruddin (Koher : Drumer), Ilham Adi (Inyung : Keybordist), M. Fatahilah Jenar (Jenar : Djimbe), dan Ankela Bare Simamora (Kela : Saxophone). Bagi Muirapuama Band, reggae merupakan musik yang penuh optimisme di tengah perkembangan yang bisa dikatakan dalam kondisi di atas angin saat ini. Hampir tiga hingga empat even reggae yang

terselenggara dalam setiap minggu, dan puluhan ribu pemuda pemudi di Indonesia ikut berpartisipasi dalam setiap evennya. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa musik reggae merupakan musik yang paling digandrungi oleh pemuda pemudi Indonesia, dibandingkan genre musik lainnya di era ini. “Tidak heran kalau sekarang ini para musisi pop, jazz dan yang lainnya coba memasukkan unsur reggae ke dalam musik mereka,” imbuhnya. Situasi dan kondisi seperti ini memang akan memaksa para penyelenggara musik, sponsor, komunitas serta musisi reggae Indonesia untuk dapat menciptakan suasana yang aman dan nyaman dalam mewujudkan karya-karya terbaiknya. Bukan berhenti pada titik memetik atau menikmati hasilnya saja, namun tetap bertahan pada garis perjuangan reggae itu sendiri. Konsistensi telah membuat Muirapuama kian digandrungi oleh para pecintanya. “Begitu kayanya musik yang telah terlahir di Tanah Ibu Pertiwi ini, yang bisa menjadi sumber mata air dalam mengeksplorasi reggae, yang menjadi bagian dari semakin eratnya pertalian persaudaraan pemuda pemudi Indonesia,” imbuh Aboot optimis. Seperti berbagai musik yang dapat didengarkan, jutaan bahkan puluhan juta jenis musik dengan berbagai bahasa yang tumbuh dan berkembang di tanah air ini. Sebut saja musik Campur Sari, Keroncong, Gamelan, bahkan musik dari Papua dan berbagai musik daerah lainnya yang telah mewarnai sejak jaman dahulu, dan dapat berkolaborasi dengan harmonis dengan musik Reggae. “Bagi kami, semua ini

merupakan proses dari penetapan jati diri, dan menjadi pembuka gerbang perubahan terhadap perbaikan di negeri Indonesia tercinta ini!” tandasnya. Namun, ada satu hal yang menjadi kekuatan dan keunikan dalam musik reggae—khususnya dalam Muirapuama, yaitu tidak terpengaruh dengan hingar-bingar kancah musik yang sedang trend. Musik reggae terus berjalan di relnya. “Keep on the track! Kita harus saling support dan respect, karena hal itu dapat membuat kita bisa mandiri,” katanya lagi. Aboot berpandangan, berbagai perjuangan akan menemui fase, dimana akan terjadi feedback dari masyarakat secara umum terhadap perkembangan reggae Indonesia. Nafas Muirapuama Band sendiri sarat dengan lirik-lirik yang berisi tentang perjuangan dan pembebasan kaum yang lemah dari penindasan para penguasa, dan ini memang sudah seharusnya menjadi darah daging rakyat reggae Indonesia. “Kami menyuarakannya lewat lagu ‘Jas Merah,” kata Aboot berpromosi. Para personil Muirapuama sendiri lebih tepat disebut seniman daripada sekedar artis. Karena mereka memang pekerja seni yang memberikan spirit, dengan kemasan yang sangat modern dan balutan musik reggae, tanpa mengabaikan roh dalam musik reggae itu sendiri. Dan, Muirapuama yang telah memilih genre reggae berdasarkan pengalaman batin, semakin terlihat berbeda dengan kebanyakan band reggae di Indonesia. Muirapuama pun senantiasa melakukan hal-hal yang terbaik untuk perkembangan musik reggae.

kan TANAH MERAH Production. Pada Hari Minggu 7 Juli 2013 adalah acara puncaknya, Penganugrahan Lima buah Trophy berikut uang tunai kepada masing-masing pemenang lomba fotografi. Penyerahan Trophy dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan uang tunai Rp 5.000.000,- untuk Juara Umum, Trophy Walikota 2. Boys n Root Band beraliran musik reggae memang cenderung identik dengan gaya gimbal dan kumuh. Namun imej itu segera ditampik oleh band reggae pendatang baru, Boys n Root. Bagi band yang digawangi oleh Joko Wage Triyono (Joe)-Vokal, Donny Surawijaya (Donee)-Bass, Mario Marlius (Mario)-Gitar, Mulsahyani (Imul)-Gitar, Henry Gunawan (Henrik)-Drum dan Ahmad Khairi (perkusi), meskipun reggae tapi tampilan harus tetap perlente. “Kami ingin mengalihkan imej dekil dan kumuh yang selama ini melekat dalam musik reggae,” ujar Joe sang vokalis. Berbagai genre pun mereka ramu untuk menjadi musik reggae ala Boys n Root di album perdana Sakai Vibration yang telah dilaunching 16 Juli lalu di atas Kapal Phinisi di perairan Tanjung Benoa, Bali, dengan hits andalan Ngaku-Ngaku dan Cinta dan Kesetiaan. “Kami sesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia. Dan lirik lagu kami kebanyakan bercerita tentang kehidupan sosial,” lanjut Joe. Mereka sadar, bagaimanapun musik reggae adalah musik yang segmented dengan penggemar musik yang sangat terbatas pada komunitas tertentu, tapi band ini tidak takut untuk mengibarkan bendera reggae yang mereka cintai. “Ini adalah jiwa kami. Kami ingin reggae tidak dipandang sebelah mata. Kami ingin me-reggae-kan masyarakat dan memasyarakatkan reggae di tanah air,” ucap Joe.

3. Arlodia Arlodia merilis single Sebatas Mimpi dari album perdana Isi Hati. Arlodia pun optimis bersaing di industri musik Tanah Air. Arlodia yang terdiri dari Nina (vokal) Dikdo (Keyboard), Brian (Drum), Patih (Guitar), Bobby (Rhytm), dan Mucel (Bass) merilis single Sebatas Mimpi. Begitu juga dengan sembilan lagu lain yang terkemas dalam album perdana bertajuk Isi Hati. Arlodia yang berdiri 16 Maret 2009 ini optimis untuk bersaing dengan musisi band lainnya di industri musik Tanah Air. “Kita punya materi lagu yang kuat untuk

Bekasi DR Rahmat Effendi berikut uang tunai Rp 3.00.000 untuk Juara Pertama, Trophy PT Godang Tua Jaya Rekson Sitorus SH berikut uang tunai Rp 2.500.000 untuk Juara Dua, Trophy DPW-NCW DKI Jakarta C. Herry SL berikut uang tunai Rp 1.500.000 untuk Juara Tiga, dan Tropy PT Tanah Merah M Rechan RR, Sds berikut uang tunai Rp 1.000.000 untuk Juara Faforit, dan Buku Fotografer Karya Andang Iskandar berikut uang tunai Rp 500.000 untuk Juara Harapan,-. Yogi Abilawa sebagai Ketua Panitia dari TANAH MERAH Production, berharap acara itu dapat berjalan dengan lancar. “Terima kasih yang sebesarbesarnya kepada Gubernur DKI Jakarta yang telah mendukung dengan Pemberian sebuah Trophy, demikian juga kepada walikota Bekasi DR Rahmat Effendi dengan surat rekomendasinya,” ujarnya. Yogi menambahkan, tak ada gading yang tak retak. “Segala kekurangan kami Tanah Merah Production, akan menjadi pengalaman untuk masa mendatang. Terima kasih kepada Bapak Rekson Sitorus SH, Hendri dan Roni Pandapotan, dan C Herry SL selaku Ketua DPWNCW DKI Jakarta, yang telah mensupport selama ini hingga acara dapat diselenggarakan,” pungkasnya. | Tim Trans bisa membuat pendengar suka dengan lagu kita,” papar Nina yang mengidolakan Nicky Astria, Yossi Lucky dan almarrhum Poppy Mercury di Jakarta, baru-baru ini. Modal lainnya, Arlodia telah beberapa kali tampil di kota-kota besar Indonesia. Termasuk juga menjadi musisi pembuka band-band ternama. “Semoga pengalaman ini bisa membawa musikalitas kita lebih baik lagi,” imbuh Nia yang senang suaranya dianggap mirip dengan Dewiq. Arlodia sebuah nama Band dengan vokalisnya yang bersuara sexy, sangat khas ada “serak-serak basah”nya, bisa dibilang ia seorang Lady Roker yang memiliki karakter suara mirip penyanyi dan komposer Dewiq. “Bisa saja orang bilang begitu. Tapi, saya tetap ingin menjadi diri sendiri. Memiliki kekhasan yang nggak bisa sembarang disebut-sebut mirip orang lain,” tampik Nina, kelahiran Bandar Lampung 18 Maret 1984 ini. Bersama personil barunya, dia nampak sibuk mempersiapkan peluncuran album yang kedua pada Juni 2013, Album yang dia beri nama “Tanda Merah”. Pada album yang kedua diluncurkan bulan Juni 2013, dengan lagu andalan “Tanda Merah” merupakan lagu yang berkisah seorang wanita yang tersakiti cintanya. “Ada pukul-pukulan, ada penganiayaan, dan wanitanya pada akhirnya memutuskan harus pergi meninggalkan kekasihnya. Sebuah lagu yang terinspirasi kisah kekerasan selebrtis yang dialami oleh Ardina Rasti yang di sakiti kekasihnya bernama Eza Gionino”, ungkap Nina. Arlodia Band (Bekasi) sudah eksis, banyak penggemar yang tergabung dalam AFC. “Selain secara intens berkomunikasi melalui jejaring sosial via internet baik di Facebook, Twitter bahkan web Arlodia, kmi pun punya nomor telpon tersendiri khusus untuk para Fans Arlodia,” terang Nina. Prestasi yang pernah diperoleh Arlodia Band berupa penghargaan dari Walikota Depok. Arlodia pun tercatat berhasil kontrak dalam keikutsertaan Tim Sukses Komite Pemilihan Umum (KPU) sebagai band pengiring. Perolehan sebagai band dengan pemain gitar terbaik, bassis terbaik, perfomance terbaik. Kini Arlodia Band ingin fokus ke Pop Rock Orchestra Band dengan mengubah formasi para personilnya yakni Nina (Vokalis), Ale (Gitarsis), Fauzan (Gitaris), Danoe Fattah (Bassis), dan William (Drum). | Tim Trans


TRANS BANTEN

HALAMAN 10

KORAN TRANSAKSI THN 13

NO.272. ‰ TH XIII SENIN, 1-14 JULI 2013

Tempat Hiburan Marak Pemkab Pandeglang Dinilai Tutup Mata Pandeglang, Trans - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Banten, dinilai tutup mata terkait maraknya sejumlah tempat hiburan berkedok rumah makan di wilayah objek wisata Pandeglang Selatan (Pansel). Ironisnya, meski keberadaan tempat hiburan itu jelas-jelas menyalahi aturan, namun Pemkab sejauh ini belum melakukan tindakan apapun terkait tempat hiburan yang disinyalir kerap dijadikan sarang prostitusi tersebut. “Kami menilai Pemkab tutup

mata dengan penomena maraknya tempat hiburan karaoke room di sejumlah wilayah objek wisata di Pansel, yang berkedok restauran dan rumah makan. Parahnya, tidak sedikit tempat hiburan itu secara terang-terangan membuka tempat hiburannya, dengan memasang plang karaoke room,” tegas aktivis Front Anti Coconet (FAC) Pandeglang, Ucu Sadewa, Sabtu (22/6/ 2013). Menurut Ucu, apa yang dilakukan pengusaha “nakal” itu jelas menyalahi aturan, karena tidak men-

Fathullah Hasyim Terpilih Sebagai Ketua KPU Cilegon

FOTO | YUS

room. Kondisi ini selain dinilai merugikan secara Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena fasilitas karaoke room tidak masuk dalam PAD, hal ini juga akan membawa dampak buruk bagi kondisi sosial masyarakat setempat. “Apalagi, disinyalir tempat hiburan itu kerap dijadikan tempat prostitusi seks, serta peredaran minuman keras dan ini akan memperburuk citra Pandeglang sebagai kota seribu santri,” katanya. Ucu mengaku, apabila Pemkab tidak segera melakukan tindakan,

maka pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan aksi demonstrasi menutut Pemkab menutup tempat hiburan itu. Terlebih, menjelang ramadhan ini seharusnya aparat penegak sigap segera melakukan tindakan menyisir tempat-tempat yang berbau prostitusi. “Menjelang ramadhan ini, kami minta tempat-tempat hiburan di Labuan dan Panimbang seperti Srikandi, Cengkar, Café 21 dan sejumlah warung remang-remang di pantai cinta sudah harus steril,” tegasnya.

Cilegon, Trans Mantan Anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon periode 2011-2013, Fathullah Hasyim, terpilih menjadi ketua KPU Kota Cilegon. Kepastian Fahullah menggantikan posisi Syaeful Bahri yang menjadi anggota KPU Banten, setelah berhasil meraih nilai tertinggi pada seleksi calon komisioner KPU Kota Ci-

Pencemaran lingkungan sering terjadi karena banyak industri yang diduga belum memiliki IPAL. Cilegon, Trans - Untuk menindaklanjuti desakan para ak-

tivis LSM Lingkungan di Kota Cilegon, Komisi II DPRD Kota Cilegon, berencana mengunjungi beberapa industri di kawasan KIEC (Krakatau Industrial Estate Cilegon), untuk meninjau langsung keberadaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) industri. Sekretaris Komisi II DPRD Kota Cilegon, Yusuf Amin, mengungkapkan, guna kelancaran tugas tersebut, pihaknya segera menyampaikan surat permo-

Muhammad Tahyar.

FOTO | YUSVIN

honan untuk kunjungan ke kawasan industri tersebut ke Ketua DPRD Kota Cilegon. “Suratnya sedang kami buat, setelah selesai langsung kami sampaikan,”ujar Yusuf Amin ketika dikonfirmasi, Kamis (20/6) lalu. Keterangan yang sama dikatakan Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon, Muhammad Tahyar. “Terkait rencana peninjauan ke kawasan industri tersebut, kami masih mengurus izin dari Ketua DPRD,” ujarnya.

| Yus

| Yus

Cilegon, Trans - Daftar caleg tetap (DCT) akan ditetapkan pada 22 Agustus mendatang. Sementara daftar caleg sementara (DCS) sudah resmi dibagikan kepada 12 partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014 oleh KPU Cilegon, pada Rabu, 12 Juni 2013 lalu. Ketua Pokja Pencalonan, Habibi Haliburton saat dikonfirmasi pekan lalu mengatakan, proses tahapan berikutnya adalah uji publik dan pengaduan dari masyarakat. Masyarakat bisa mengadukan caleg ke KPU atau Panwas mulai tanggal 14 - 27 Juni 2013. “Laporan disertai dengan data dan identitas, kemudian kami verifikasi aduan tersebut, dan akan kami panggil pengurus parpol. Selanjutnya KPU akan mempelajari melanggar atau tidak, apabila melanggar maka kami meminta parpol untuk mengganti bacaleg yang bersangkutan,” ujar Habibi. Sementara itu, Ketua Panwas Kota Cilegon, Achmad Achrom menambahkan, dari tanggal 28 Juni - 4 Juli 2013, adalah verifikasi aduan. “Kita akan minta partai untuk klarifikasi, Panwas akan memproses selama 3 hari, dari masuknya laporan. Bila perlu konfirmasi untuk kelengkapan data maka ditambah 2 hari jadi akan 5 hari,” ujar Achrom. Salah satu bacaleg dari partai Demokrat, Rahmatullah, yang sudah menerima berkas formulir DCS, mengaku pencalegan dirinya tidak mengalami kendala. Dirinya akan menunggu pengumuman daftar calon tetap 22 Agustus mendatang. Ia juga mengaku tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait uji publik. “Saya pikir hanya bacaleg yang berurusan dengan hukum, mudah-mudahan bacaleg dari Demokrat tidak ada,” ujar Rahmat. Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kota Cilegon, M Ibrohim Aswadi, mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan terimakasih kepada 35 bacaleg Gerindra Cilegon, pengurus, anggota dan simpatisan Partai Gerindra yang telah bekerja keras mendukung melewati tahapan demi tahapan. “Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih, alhamdulillah bacaleg Gerindra lolos semua,” ujar Ibrohim yang juga sebagai bacaleg DPRD Provinsi Banten ini. | Yus

WARTAWAN PROFESIONAL TUNJUKAN JATI DIRI Perwakilan Provinsi Banten : Yusvin M Karuyan

Seperti diketahui, sejumlah aktivis LSM serta tokoh masyarakat peduli lingkungan mempertanyakan keberadaan IPAL beberapa industri dalam rapat dengar pendapat antara Komisi II DPRD Kota Cilegon, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Cilegon, beberapa hari lalu. Mereka menduga banyak industri yang belum memiliki IPAL sesuai ketentuan, sehingga sering terjadi pencemaran lingkungan. | Yus

Rehab Terminal Dinilai Asal-asalan

legon, belum lama ini. Ketika dikonfirmasi, Jumat pekan lalu, Fathullah mengatakan, dirinya bersyukur setelah terpilih kembali dan akan melaksanakan amanat tersebut. “Syukur alhamdullilah, saya terpilih kembali. Insya Allah saya akan menjaga manah ini dengan sebaik baiknya. Mohon kerjasamanya dengan teman-teman media,” kata Fathullah. Menurut Fahullah, setelah dirinya dilantik Selasa 18 Juni 2013 di Hotel Le Dian Serang, kini bersama 4 anggota komisioner lainnya yang terpilih, yakni Habibi Haliburton, Irfan Alfi, Rudi Hartono, dan Eli Jumaeli, langsung tancap gas melaksanakan jadwal tahapan pemilu. “Langsung kita ke jadwal tahapan pemilu kang walaupun saat ini kami sedang mengikuti pembekalan masalah pemilu. Namun saat ini kita masih menunggu aduan dari masyarakat terkait uji publik penetapan daftar calon sementara, kami berharap ada ke transparansi dari warga Cilegon apabila ingin mengadukan bacaleg yang bermasalah yakni dilengkapi identitas diri. Nanti akan kami tindak lanjuti aduan tersebut,” ujar Fathullah. Mantan ketua KPU Cilegon yang menjadi anggota KPU Banten, Syaeful Bahri, ketika dikonfirmasi membenarkan hal itu. “Ditetapkannya Fatullah sebagai ketua KPU Kota Cilegon karena ia telah meraih nilai tertinggi pada uji kelayakan beberapa waktu lalu,” ujar Syaeful.

22 Agustus, DCT Ditetapkan

Diketahui, sejauh ini BPPT belum pernah mengeluarkan izin secara spesifik yang mengatur mengenai izin hiburan. Adapun izin yang dikeluarkan khusus untuk di wilayah Pansel itu bhanya sebatas izin usaha atau SITU-SIUP dan juga IMB. Dalam sebuah usaha restaurant diperuntukan fasilitas hiburan, itu pun kapasitasnya terbatas tidak diperbolehkan tempat hiburan atau karaoke itu di sekat-sekat atau istilahnya karaoke room.

Dewan Akan Tinjau IPAL Industri

POLITIK

Fathullah Hasyim.

gunakan izin sesuai peruntukannya. Terlebih, izin yang dikeluarkan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) hanya izin tempat usaha, bukan izin tempat hiburan atau karaoke room. “Ini jelas menyalahi aturan, dan seharusnya Pemkab segera melakukan tindakan dengan keberadaan tempat hiburan itu,” katanya. Apabila tetap dibiarkan kata dia, maka kedepan bisa jadi para pengusaha “nakal” yang hanya mengandalkan izin usaha itu, ramai-ramai akan membuat fasilitas karaoke

FOTO | YUSVIN

Ribuan truk yang akan menyebrang ke Sumatera, terjebak kemacetan di Jalan Cikuasa Atas, hingga kedalam dermaga Pelabuhan Merak, Banten.

Ratusan Truk Antre Di Pelabuhan Merak Merak, Trans - Ratusan truk tujuan Pulau Sumatera antre di Pelabuhan Merak hingga Jalan Raya Cikuasa Atas, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Jalan Raya Cikuasa Atas dijadikan kantong parkir sementara karena areal Pelabuhan Merak sudah tidak dapat menampung volume truk yang terus berdatangan. Menurut Mario S Utomo, Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, kondisi antrean yang terjadi pada Sabtu (22/6) pekan lalu, akibat meningkatnya volume kendaraan pribadi tujuan Pulau Sumatera seiring dengan datangnya masa liburan sekolah. “Benar volume kendaraan pribadi meningkat tajam pada liburan sekolah ini, mau tidak mau kita harus memprioritaskan kendaraan pribadi ketimbang truk ekspedisi sehingga terjadi antrean truk hingga keluar pelabuhan,” ujar Mario.

Kata Mario, antrean ini sudah terjadi sejak jam 04.00 WIB. “Saat ini liburan sekolah sudah serempak di seluruh sekolah, jadi wajar kalau terjadi kepadatan kendaraan dan antrean di Pelabuhan Merak,” lanjut Mario. Sementara data yang diperoleh dari PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, trip kapal sebanyak 84 trip dan telah menyeberangkan penumpang 4.940 orang, kendaraan roda dua 739, kendaraan roda empat 2.636, bus 348, dan truk 2.594. “Untuk mensiasati kondisi antrean dapat cepat terurai, kita percepat aktivitas bongkar muat kapal, yang tadinya satu jam lebih, saat ini satu jam” ujar Mario. Sementara itu, jumlah penumpang Kereta Api (KA) Banten Ekspress meningkat hingga 20 persen. Hal ini tarjadi akibat musim liburan sekolah. Jika dibandingkan hari biasa, penumpang KA Banten Ekspress yang melayani jurusan Merak-Cilegon-Se-

rang-Rangkasbitung-Tanah Abang, di Stasiun Cilegon hanya 100-150 orang setiap harinya, namun saat ini jumlah penumpang naik mencapai 250 orang. Demikian dikatakan Kepala Stasiun Kereta Api Cilegon Daop 1 MerakJakarta, Yudi.”Banyak yang memanfaatkan waktu liburan untuk pergi ke Jakarta atau mengunjungi keluarganya. Mengingat musim liburan telah tiba dan penumpangnya kebanyakan para pelajar, jadi saat ini meningkat 40 persen,” kata Yudi. Ditambahkan, peningkatan ini akan terus terjadi hingga hari Minggu, karena hari ini seluruh sekolah sudah libur sekolah. “Diprediksikan peningkatan akan terus terjadihingga hari puncaknya pada Minggu,”terang Yudi. Selain itu, salah seorang penumpang tujuan Jakarta, Zulfahmi mengaku, sengaja mengajak keluarganya untuk berlibur ke Jakarta. “Saya sekeluarga berkunjung ke saudara di Jakarta, sekalian berlibur,” ungkapnya. | Yus

Pandeglang, Trans - Pelaksanaan proyek pembangunan rehabilitasi terminal Labuan, diduga dikerjakan asal-asalan. Pasalnya, baru beberapa bulan selesai dibangun kondisi sejumlah bagian bangunan terminal mengalami kerusakan, salah satunya bangunan Pos jaga. Menurut pemantauan, sejumlah bagian bangunan terminal saat ini sudah terdapat adanya kerusakan, kerusakan yang paling menonjol, yaitu pada bangunan pos jaga. Dimana, bagian dingding bangunan yang terpasngi batu alam sudah banyak yang terkelupas. Bahkan, bangunan pos terkesan tidak dipergunakan, sebab kondisinya selalu dalam keadaan kosong tanpa ada petugas yang berjaga-jaga. Selain itu, sekitar lingkungan terminal saat ini juga tampak terlihat kumuh, diperparah dengan banyaknya bekas galian yang dibiarkan mengangan sehingga kerap tergenanggi air dan mengakibatkan becek. “Saya melihat kondisi bangunan terminal saat ini masih tampak seperti dulu, tidak memperlihatkan adanya perubahan pasca di rehabilitasi. Buktinya, sudah di bangun saja kondisinya masih seperti semrawut,kotor dan tidak rapih. Malah, bagian pos jaga sudah ada bagian dinding yang rusak,” ujar aktivis Badan Pemantau Pembangunan Provinsi Banten (BP3B), Apandi Jarkasih. Menurut Imam, kondisi terminal seperti itu mengindikasikan jika pembangunan terminal hanya sekedar polesan saja. Bahkan, kuat dugaan pelaksanaan pembangunanya dikerjakan secara asal-asalan. Praduga itu wajar muncul, karena dilihat dari penilaian awam saja, sudah terlihat kalau spesifikasi atau kwalitas bangunan kurang baik. “Saya rasa ini merupakan kasus klise dalam pembangunan kontruksi di Pandeglang. Ini juga merupakan bagian dari lemahnya pengawasan pemerintah terhadap kontraktor yang melakukan pengerjaan,” ujarnya. Terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) terminal Labuan, Sujai mengaku, tidak mengetahui persis mengenai teknis pembangunan tersebut, karena sejauh ini pihaknya hanya menjadi pengguna dari bangunan tersebut. Namun, dirinya mengakui jika kondisi terminal saat ini memang kumuh meski bangunanya sudah direhabilitasi.”Saya nggak tahu masalah pembangunan, kalau saya kan hanya pengguna saja,” kata Sujai singkat. Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Pandeglang, Roni Bahroni menegaskan, jika pembangunan terminal itu tidak sesuai dengan aturan, maka itu perlu ditindak. Bahkan, masalah ini segera di bahas di Laporan Hasil Pemeriksan (LHP). “Kalau bangunan itu tidak sesuai spesifikasi, ya harus ditindak oleh pihak yang berwenang. Untuk mengklarifikasi masalah ini, kami pun kirannya perlu meminta klarifikasi pihak rekanan terkait kondisi terminal yang acak-acakan, dan diduga bangunanya kini sudah banyak mengalami kerusakan itu,” katanya. | Yus

Hasil Sensus BPS, Jumlah Petani Capai 187 Ribu KK Rangkasbitung, Trans Sensus pertanian yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Lebak, Banten, berhasil mendata rumah tangga petani sebanyak 187 000 KK tersebar di 28 kecamatan kabupaten Lebak. Pendataan yang tempuh pada sensus selama satu bulan itu mencakup lahan yang dikuasai, lahan yang dimiliki serta lahan pihak lain.

Menurut Kepala Seksi Produksi BPS Kabupaten Lebak, Solihin, pelaksanaan sensus yang dilakukan BPS selama satu bulan di kabupaten Lebak itu secara umum berjalan lancar dan aman. “Saat ini pihak BPS tengah melakukan tahapan-tahapan selanjutnya seperti melakukan editing hal ini agar hasil sensus yang dilaksanakan hasilnya be-

nar-benar valid dan akurat,” kata Solihina. Ia menjelaskan, sensus pertanian yang dilakukan BPS tentunya sebagai langkah untuk mengetahui secara pasti berapa banyak jumlah petani di daerah ini, luas lahan pertanian dan lainnya. “Hasil sensus ini juga nantinya juga digunakan untuk mendukung kepentingan peta-

ni misalnya memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi, pemenuhan kebutuhan sarana produksi (Saprodi ) dan lainnya yang digunakan para petani,” ujarnya. Hasil sensus yang dilakukan BPS, ujarnya, juga dilaporkan secara langsung ke presiden sebagai input atau masukan bagi pemerintah. “Laporan dari BPS ini sangat

penting untuk dijadikan acuan program ketahanan pangan di bidang pertanian khususnya,” ujarnya. Ia berharap, hasil sensus ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan dapat meningkatkan nilai kesejahteraan para petani yang menggarap usaha di bidang pertanian khususnya di Lebak. | Yus


TRANS JABAR

HALAMAN 11

KORAN TRANSAKSI THN 13

NO. 272. ‰ TH XIII SENIN, 1-14 JULI 2013

Mengikuti Program PPSP | 115 Siswa Asal Papua Belajar Di Jawa Barat Bandung, Trans- Sebanyak 115 siswa sekolah menengah asal Papua akan belajar di Jawa Barat. Mereka ditempatkan di 30 sekolah SMA negeri/swasta di 26 kabupaten dan kota di Jabar. Para siswa tersebut dikirim dari Papua mengikuti Program Peningkatan Sumberdaya Papua (PPSP) yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat. Kepala Dinas Pendidikan

(Kadisdik) Provinsi Jabar, Wahyudin Zarkasy, melalui Kabid Pendidikan Luar Biasa (PLB) Wahyu Aji, saat ditemui wartawan di kantornya di Jl Rajiman Bandung, membenarkan adanya siswa sekolah menengah asal Papua yang akan menuntut ilmu di Jawa Barat. “Benar kita telah menerima siswa asal Papua yang akan belajar dibeberapa sekolah di Jawa Barat. Jumlahnya sesuai kuota pusat memang

115 siswa. Namun yang sudah datang sekarang baru 103 orang sisanya mungkin akan menyusul,” ujar Kadisdik. Menurut Wahyudin, 115 siswa asal Papua tersebut merupakan bagian dari 500 siswa yang dikirim untuk mengikuti program nasional. Selain jabar ada enam provinsi lainnya yang ditunjuk pemerintah pusat selaku penerima program PPSP. Keenam provinsi lainnya itu di an-

taranya provinsi Bali, Banten, DKI, Jatim dan Jateng. Dijelaskan, para siswa tersebut adalah siswa lulusan SMP tahun 2013 yang akan meneruskan ke jenjang SLTA. Mereka dibebaskan dari semua biaya karena sudah dijamin oleh pemerintah. Dan setelah lulus SLTA mereka juga akan meneruskan ke jenjang lebih tinggi, yaitu hingga ke perguruan tinggi. “Ya, mereka itu adalah siswa

yang baru lulus SMP di daerahnya di Papua. Di Jabar seperti juga provinsi lainnya mereka akan melanjutkan ke tingkat SMA dan terus hingga perguruan tinggi. Selama menjalani pendidikan di tingkat SMA baik biaya sekolah maupun pemondokannya semuanya tidak dibebani biaya, karena sudah dijamin oleh pemerintah,” kata Wahyudin. Dia juga menyebutkan, Pemprov

Pasar Tradisional, Pedagang Kecil, Semakin Tersisih Di Negeri Sendiri Para pejabat yang terkait dengan perekonomian hendaknya tahu dasar-dasar ekonomi kerakyatan. Bandung, Trans – Potret nyata yang tampak secara kasat mata saat ini sangat memprihatinkan. Betapa tidak, pasar tradisional, pedagang kecil, semakin tersisih di negeri sendiri. Pembangunan ekonomi yang dilakukan belum menyentuh sendi-sendi ekonomi yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup rakyat Indoneia secara utuh. Kondisinya masih jauh dari harapan yang dicita-citakan para pejuang kemerdekaan menuju Indonesia yang adil dan makmur. Jurang ketimpangan sosial ekonomi rakyat dewasa bahkan semakin lebar. Yang miskin makin miskin, yang kaya makin kaya. Bila dicermati dan dilakukan survey secara jujur, kenyataannya, rakyat Indonesia masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Kalau sakit, tinggal terima nasib, karena mau berobat tidak punya uang. Pengemis, gelandangan ada dimana-mana. Kondisi tersebut tidak bisa disangkal, karena itulah kenyataan yang ada. Bagaikan sebuah potret kemiskinan berbingkai kemewahan yang hanya dimiliki sebagian kecil dari penduduk Negri ini. Sementara bila menengok jauh ke belakang tentang sejarah negeri tercinta ini, bangsa Belanda dahulu menjajah bangsa ini karena kesuburannya. Segala macam tanaman ada di sini, tanaman apa yang tidak ada di negeri ini? Sangat ironis dengan apa yang terjadi saat ini. Bangsa Belanda, walaupun statusnya sebagai penjajah, potensi yang demikian besar, mereka kelola dengan baik. Rakyat dibina dan diberdayakan mengelola alam, memasarkan hasil pertanian. Rakyat diberi modal usaha dan lain sebagainya. Walaupun penjajah, Belanda saat itu, dalam mengelola dan memanfaatkan potensi yang ada benar-benar optimal. Walaupun dalam keadaan jaman penjajahan waktu itu, tidak ada terdengar rakyat Indonesia jadi pengangguran, apalagi kelaparan. Kehidupannya tercukupi, lumbung padi ada dimana mana, persediaan makanan cukup, leuit sebagai tempat penyimpanan hasil panen ada dimana mana, kondisinya aman dan tentram. Semua kebutuhan hidup

| Arso

PENDIDIKAN

FOTO | BUDI

Bupati Karawang, H. Ade Swara menyerahkan secara simbolis bantuan beasiswa dari PT. HM. Sampoerna dan Sampoerna Foundation.

FOTO | ARSO

Pasar Modern.

diperoleh dari dalam negeri, tidak ada barang impor. Alam yang subur betul-betul dilestarikan, tidak dirusak seperti sekarang. Sekarang ada terdengar istilah yang mengataan bahwa jaman itu adalah jaman normal dan sekarang adalah jaman abnormal. Apalagi dewasa ini, arus globalisasi dan era perdagangan bebas telah berimplikasi luas terhadap kehidupan masyarakat. Mereka semakin tersisih di negeri sendiri, sementara pemerintah asyik dengan urusannya sendiri agar tetap survive dalam kekuasaannya. Pasar tradisional mulai tersisih oleh mall yang menjamur dimana mana, bahkan sudah masuk ke tingkat kecamatan. Tak sedikit para pedagang, petani kecil (sebagai penggerak ekonomi kerakyatan) saat ini gulung tikar tak kuat menahan serbuan gelombang pasar moderen baik yang berskala besar maupun kecil. Saat ini mall dan mart tumbuh bagai jamur dimusim hujan, hingga jauh ke pelosok-pelosok desa. Tak ada kendali sama sekali dari pihak penguasa, baik di tingkat pusat maupun di daerah. Di tengah kegetiran yang ada saat ini, ada sosok HD Sutisno (75), tokoh sesepuh nasional yang senantiasa berkomitmen, mengangkat ekonomi kerakyatan—umumnya di tingkat nasional khususnya Jawa Barat, yang diakui di berbagai negara di dunia. Sebagai salah seorang tokoh penggiat yang berjuang untuk meningkatkan harkat dan derajat rakyat Indonesia yang kehidupannya jauh dari makmur, di berbagai kesempatan, HD Sutisno tak bosan-bosannya mendengungkan dan menyuarakan ekonomi kerakyatan. Kalau sudah bicara soal rakyat dan kondisi yang ada, tokoh yang satu ini nampak serius dan berapi api, karena jengkel melihat kondisi sekarang ini. Saat berbincang dengan tim wartawan Trans di rumahnya di

Pasar Tradisional.

kawasan Soekarno-Hatta (Bypass) Bandung, baru baru ini, dia berbicara lantang tentang salah kelola pemerintah dalam mengurus ekonomi kerakyatan dewasa ini. Menurutnya, pemerintah sekarang bukannya membina para pel- HD Sutisno aku ekonomi bangsa, tapi malah membinasakan. “Coba lihat, pasar-pasar moderen tumbuh di mana-mana, sementara pasar tradisional dibiarkan hancur hingga binasa. Tidak ada perhatian sama sekali dari pemerintah. Di Bandung saja contohnya, semua pasar tradisional yang dibangun melalui Inpres sekitar tahun 1970-an dibiarkan hancur begitu saja. Sementara mall dan pasar moderen tumbuh subur sampai jauh ke tingkat kelurahan,” tandas pendiri Pasar Induk Caringin Bandung ini. Di bidang pertanian, HD Sutisno juga merasa prihatin. Bahkan dia sering merasa malu manakala menerima tamu (rekan) bisnis dari berbagai negara yang membicarakan masalah produk pertanian dan holtikultura. Mereka sangat kaget melihat kenyataan bahwa sebagian besar produk pertanian dan holtikultura yang dijual di pasar-pasar Indonesia sebagian besar impor. “Coba anda lihat sekarang, beras, kedele, jagung, jeruk, papaya, pisang, anggur, cabe dan berbagai sayur mayur lainnya, semuanya impor. Padahal negeri kita negeri tersubur di dunia. Belanda saja menjajah kita karena kesuburan negeri kita,” ujarnya bersemangat. Mengapa semua itu terjadi? Menurut HD Sutisno, hal itu terjadi karena pemerintah salah urus. “Padahal, sumber daya kita baik alam maupun manusianya sangat potensial. Apalagi di Jawa Barat, banyak sarjana-sarjana dari perguruan tinggi ternama seperti ITB, Unpad, UPI, IPB

Bogor dan perguruan tinggi swasta lainnya. Sayangnya keilmuan mereka tidak dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah,” tandasnya. Perbankan Kurang Berpihak Penggiat ekonomi kerakyatan kelahiran Samarang, Garut, ini juga menyoroti masalah perbankan nasional, yang menurutnya kurang berpihak kepada masyarakat kecil. “Kalau cukong ngajukan kredit trilyunan cair, kalau bangsa kita (baca : pelaku ekonomi kecil) jutaan saja hese (susah),” tegasnya seraya menambahkan masalah permodalan inilah yang membuat pedagang semakin tiarap. Padahal, lanjutnya, pengembang ekonomi kerakyatan khususnya pelaku pasar (pedagang kecil/tradisional) ini merupakan salah satu pilar pembangunan bangsa. Melalui mereka ekonomi bergerak simultan dan berapa banyak tenaga kerja yang dapat tertampung. Ia mencontohkan di pasar induk Caringin saja sirkulasi keuangan tidak kurang dari Rp 30 miliar perharinya. Belum lagi tenaga kerja atau orang yang menggantungkan hidupnya dari aktifitas Pasar Induk Caringin, yang setiap harinya menampung barang dari 12 propinsi ini. Mencapai puluhan ribu orang jumlahnya. Memandang ke depan untuk menumbuh kembangkan perekonomian rakyat menurut putra daerah Parahyangan yang selalu tampil perlente dan energik ini, simple saja. Majukan pertanian dan gerakkan ekonomi yang berpihak ke rakyat kecil. Pertanian, baik pangan maupun holtikultura harus dikembangkan, sementara impor harus dibatasi, serta gali potensi pasar manca negara. “Korea saja sekarang butuh singkong sebanyak lima juta ton

per bulannya. Ini prospek yang sangat menjanjikan bagi petanipetani kita. Bukan sebaliknya malah impor,” ujarnya. Ditegaskan H.D Sutisno, negeri kita ini bukan warisan dan merdeka bukan karena hadiah. Tapi kakek kita berjuang dengan pertumpahan darah dan nyawa untuk merebutnya. Jadi setelah merdeka kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Dengan kata lain penuhi kebutuhan isi perut warga negara kita dengan mayoritas produk dalam negeri. HD Sutisno melihat perbedaan yang jauh, jaman sekarang dengan sebelumnya. Menurut tokoh yang kerap bicara lantang ini, di jaman Bung Karno pertanian dibina. Begitu juga di jaman Pak Harto, pertanian lebih diintensifkan pembinaannya hingga bisa ekspor ke manca negara. Bahkan di jaman Pak Harto dibuat lembaga bulog, ada inpres pasar, sekolah, puskesmas. “Jadi masyarakat sejahtera. Kenapa sekarang tidak mencontoh ke belakang yang sudah baik itu,” ungkapnya. Kalaulah kesuburan alam, rahmat dari Allah SWT ini benarbenar dimanfaatkan, kata HD Sutisno, tentunya kita akan otomatis bisa menekan angka pengangguran, mengurangi impor sekaligus menghemat belanja negara. Tenaga kerja wanita (TKW) yang dikirim ke luar negeri tentu akan berkurang. Oleh karena itu, para pejabat terkait dengan perekonomian, hendaknya tahu dasar-dasar tentang ekonomi kerakyatan itu. Pemerintah harus benar-benar memperhatikan pembangunan sektor pertanian dan ekonomi masyarakat kecil. Jangan hanya membutuhkan rakyat ketika kampanye saja. Tapi dilupakan setelah memegang tampuk kekuasaan, dan rakyat hanya dijadikan objek kepentingan politik. “Ini bullshit semua. Makanya keenam anak saya tidak ada satupun yang saya izinkan masuk ke dunia politik. Mereka saya arahkan bergerak di sektor ekonomi saja,” tandasnya. | Tim Trio

Perayaan Isra Miraj & Wisuda Santri Masjid Nurul Falah Klari Karawang, Trans - Walaupun dalam kesibukan mengikuti rangkaian agenda acara monitoring evaluasi RPJMD yang berlangsung di Kecamatan Ciampel, Jumat (14/6), Bupati Karawang masih menyempatkan diri menghadiri undangan masyarakat untuk memperingati Isra Wal Miraj Nabi Muhammad SAW, sekaligus wisuda santri di Masjid Nurul Falah, Desa Duren, Kecamatan Klari. Dalam sambutannya Bupati Karawang H. Ade Swara mengatakan sangat mengapresiasi masyarakat Kab Karawang yang hingga kini terus menghormati hari besar Islam seperti Isra Wal

Jabar melalui Dinas Pendidikan sangat mendukung program nasional ini dalam rangka meningkatkan sumber daya anak bangsa, Papua khususnya. Dengan adanya program ini, menurutnya, diharapkan disparitas sumberdaya (SDM) antara Papua dengan daerah-daerah lainnya dapat diminimalisir atau dihilangkan samasekali.

FOTO | BUDI

Wisuda santri di Masjid Nurul Falah, Desa Duren, Kecamatan Klari.

Miraj Nabi Muhammad SAW,

meskipun ceritanya dari dahulu

tidak berubah. “Yang menjadi esensi adalah bagaimana kita dapat mencontoh perilaku Rosululloh Muhammad SAW, tidak hanya merayakan rutin dan seremonial. Cara untuk bisa mengaplikasikannya di antaranya adalah mengkaji mengaji isi dari Al Quran yang dominan orang menganggapnya pedoman hidup. Al Quran adalah sumber dari segala sumber ilmu,” ujarnya. Bupati mengatakan semarak peringatan Isra Miraj ini adalah ciri sudah mulainya terwujud kesalehan sosial di seluruh wilayah Kab. Karawang. “Terwujudnya kesalehan sosial ini

sangat penting dan memiliki pahala yang sangat besar di mata Allah SWT,” ucapnya. Bupati menambahkan, sejak awal bulan Rajab, segenap umat Islam di seluruh pelosok Kab. Karawang, dengan suka cita dan khidmat mengenang proses Isra Wal Miraj Nabi Besar Muhammad SAW. ”Makna yang paling mendasar dari peringatan ajaban ini, adalah untuk mengevaluasi sejauhman uswatun hasanah yang melekat pada diri Rosululloh SAW dapat kita teladani dan kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. | Budi Saputra

Bupati Karawang Serahkan Beasiswa Sampoerna

Karawang, Trans - Bupati Karawang, H. Ade Swara menyerahkan secara simbolis bantuan beasiswa dari PT. HM. Sampoerna dan Sampoerna Foundation bagi siswa tingkat SLTA sederajat di RM. Indo Alam Sari Karawang Barat, Selasa (18/6). Bantuan itu merupakan salah satu bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Sampoerna, sekaligus menegaskan kembali komitmen perusahaan tersebut terhadap pembangunan pendidikan di Kab. Karawang. Bupati Karawang, H. Ade Swara dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa jajaran Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi kepedulian dari pihak Sampoerna yang menunjukkan kepeduliannya dalam pembangunan pendidikan di Kab. Karawang. “Terlebih para siswa penerima beasiswa Sampoerna ini adalah mereka yang berprestasi, yang tentunya akan menjadi asset bagi pembangunan daerah,” ujarnya. Lebih lanjut Bupati mengatakan, sebagai asset pembangunan daerah, para siswa tersebut tentunya memerlukan kemudahan terhadap akses pendidikan dengan kualitas yang sebaik-baiknya. “Hal ini turut disadari Pemerintah Daerah yang telah menjadikan pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan, yang salah satunya ditunjukkan dengan alokasi anggaran pendidikan yang mencapai 35 persen dari total keseluruhan APBD,” imbuhnya. Menurut Bupati Ade Swara, alokasi anggaran pendidikan tersebut telah jauh melebihi dari apa yang diamanatkan Pemerintah melalui Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional yang hanya mensyaratkan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen. Komitmen tinggi Pemerintah Daerah terhadap bidang pendidikan sendiri dilaksanakan untuk menyiapkan sumberdaya manusia Karawang yang unggul, dalam rangka menyongsong perkembangan Kab. Karawang dimasa yang akan datang. “Sehingga masyarakat Karawang tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri,” tambahnya. Sementara itu, perwakilan dari Sampoerna, Andreas Wahyudi menjelaskan bahwa para penerima beasiswa dari Sampoerna adalah merupakan para siswa berprestasi yang telah melalui proses administrasi dan seleksi yang dilakukan secara langsung oleh Sampoerna Foundation. Melalui beasiswa ini, pihaknya berharap agar para siswa dapat memiliki kemudahan untuk bersekolah, guna terus menggapai prestasi, menjadi kebanggaan orangtua, serta mampu memberikan kembali sumbangsih kepada masyarakat,” jelasnya. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan OLahraga Kab. Karawang, Agus Supriatman, menambahkan bahwa selain beasiswa, Sampoerna telah sering bekerjasama dengan Pemerintah Daerah di bidang pendidikan. Sebelumnya, Sampoerna dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga pernah bekerjasama dalam program peningkatan kualitas dan manajemen guru beberapa waktu lalu. Program yang dirasakan sangat berhasil tersebut bahkan akhirnya diadopsi oleh Pemerintah Daerah untuk diterapkan bagi seluruh guru di Kabupaten Karawang. Di sisi lain, Erniasih, Siswi SMK Lentera Bangsa yang merupakan salah satu penerima beasiswa Sampoerna mengemukakan bahwa dengan adanya beasiswa ini dapat memberikan kesempatan bagi dirinya untuk terus bersekolah dan mencapai cita-citanya. Untuk itu, Erniasih yang dimasa depan berharap untuk dapat melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, berharap pihak Sampoerna dapat terus mencapai kesuksesan, sehingga akan lebih banyak lagi siswa yang menerima beasiswa seperti dirinya. | Budi Saputra

WARTAWAN PROFESIONAL TUNJUKAN JATI DIRI Perwakilan Jawa Barat : Surasdi Arso (Kep Perw), Syahirwan S. Kota Bandung : M Rechan RR, Elvin Yos, Novianto Kabupaten Karawang : Budi Saputra Kabupaten Garut : Chrystian


TRANS JABAR

HALAMAN 12

KORAN TRANSAKSI THN 13

NO.272. ‰ TH XIII SENIN, 1-14 JULI 2013

Kejutan Ulang Tahun Bupati Karawang Dalam Acara Saba Desa Di Ciampel Karawang, Trans - Saat mengadakan Saba Desa di Kecamatan Ciampel, Jumat (14/6), Bupati Karawang H Ade Swara banyak menerima masukan dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh pendidikan, yang secara bergantian memberikan usul. Pada kesempatan itu Bupati diminta untuk memperbaiki infrastruktur di sekitar daerah Kecamatan Ciampel untuk memperlancar dan meningkatkan ekonomi kerakyatan masyarakat sekitar, yang secara kebetulan dua hal tersebut termasuk

kepada prioritas pembangunan Kabupaten Karawang. Dalam misi kedua Pemkab Karawang memang disebutkan tentang penguatan struktur dan kelembagaan ekonomi daerah. Dan, misi ketiga meningkatkan pelayanan ketersediaan infrastruktur wilayah. Bupati Karawang H Ade Swara pun menanggapi hal itu secara sigap. “Untuk posting Kebinamargaan di Kecamatan Ciampel sebesar 2,220 M. Untuk posting Keciptakaryaan sekitar 943 juta,” ujarnya. Kemudian Kadis Bina Marga Pen-

gairan Acep Jamhuri menjelaskan, semua keinginan masyarakat sudah diagendakan. “Semua tinggal menunggu waktu. Namun perlu diketahui dan sudah berulang kali saya jelaskan di berbagai daerah, status kepemilikan jalan itu ada tanggung jawab Pemkab, Provinsi maupun Pusat. Kami prioritaskan dahulu jalan milik Pemkab Karawang,” ujar Acep Jamhuri. Selanjutnya, bupati menjelaskan bahwa menggunakan APBD yang merupakan dana rakyat ada mekanisme yang berlaku. Ada proses-pro-

ses yang perlu dilalui untuk pengerjaan satu proyek. “Pada intinya Pemerintah Kabupaten Karawang sudah berusaha semaksimal mungkin, dan terus menaikan budget untuk infrastruktur. Dari tahun ke tahun, terus naik signifikan, tahun ini sudah menyentuh angka Rp 500 miliar lebih untuk seluruh daerah di Kabupaten Karawang,” bebernya. Namun, dari segi geografis Kabupaten Karawang sangat luas dibandingkan dengan Kota/Kabupaten lainnya, sehingga dana APBD sebesar itu pun dianggap kurang

memadai. “Perlu kesabaran dari masyarakat di berbagai daerah,” kata bupati. Acara tersebut juga diselipi penyerahan secara simbolis layanan akte kelahiran dari Disdukcatpil Karawang, Perizinan dari BPMPT Karawang, dan penandatangan Pakta Integritas Janji Para Calon Kades yang bertarung di Pilkades, agar sportif. Namun, masih ada kejutan. Tepat pukul 00:00, 15 Juni, aparat desa dan masyarakat sekitar memberikan kejutan untuk hari ulang tahun Bupati Karawang H Ade Swara yang

ke-53, dengan semarak petasan yang menghiasi langit bersahut-sahutan. Sebuah kue dan potongan tumpeng, yang di atasnya terdapat lilin dibawa ke hadapan H. Ade Swara. Padahal, Bupati H Ade Swara sendiri tidak menyadari bahwa tanggal 15 Juni adalah hari ulang tahunnya. Usai kejutan tersebut, masyarakat sekitar dapat kesempatan makan bareng Bupati H Ade Swara. “Moment yang sangat sulit terjadi,” ujar masyarakat sekitar, seray menikmati hiburan Calung Pop Sunda. | Budi Saputra

Tingkatkan Kualitas Jalan

Satu Triliun Digelontorkan Untuk Jabar Selatan Penutupan Kampung Siaga Bencana Karawang, Trans - Simulasi penanggulangan bencana yang diselenggarakan di Desa Karangligar, Kecamatan Teluk Jambe Barat selama 3 hari dari tanggal 25-27 Juni 2013, ditutup Bupati Karawang H Ade Swara, Kamis (27/6). Penutupan itu dihadiri oleh Staf Ahli Kepresidenan RI Bidang Bencana Alam dan Sosial, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI, Kabid Perlindungan dan Bantuan Sosial pada Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, dan warga masyarakat sekitar Desa Karangligar. Pada kesempatan itu, Bupati Karawang, Drs H Ade Swara MH dikukuhkan sebagai Pembina Tagana oleh Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI, Drs. Margowiyono, M.Si. Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa permasalahan bencana merupakan permasalahan yang tidak dapat kita prediksi kapan akan terjadi, dan kita semua tidak dapat mengelak kapan terjadinya, yang pasti setiap terjadi bencana pasti akan timbul kerugian baik materi maupun kerugian lainnya. Bupati menjelaskan, secara geologis, geografis dan demografis, pemetaan di wilayah Kabupaten Karawang dapat dibagi menjadi bencana alam, bencana non-alam dan bencana sosial. Dalam hal ini, Kabupaten Karawang merupakan daerah potensial dan rentan untuk terjadinya bencana alam terutama banjir, karena dialiri oleh dua sungai yang potensial banjir yaitu sungai Citarum dan Cibeet. Kemudian terdapat sejumlah titik rawan bencana, khususnya bencana banjir, baik karena air pasang atau rob, maupun karena curah hujan yang tinggi. “Bahkan di sejumlah titik, bencana banjir rutin terjadi setiap tahun,” ujarnya. Bupati menambahkan, dengan adanya kampung siaga bencana diharapkan adanya kesiapsiagaan dari masyarakat dalam penanganan resiko bencana. Tujuan diselenggarakan kegiatan Kampung Siaga Bencana (KSB) adalah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari resiko dan ancaman bencana, dengan cara menyelenggarakan kegiatan penanggulangan bencana berbasis masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam dan manusia yang ada pada lingkungan setempat. Sementara itu, dari pihak Kementerian Sosial RI, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Drs. Margowiyono, M.Si, dalam sambutannya, mengatakan bahwa Kampung Siaga Bencana merupakan salah satu program andalan Kementrian Sosial dalam menyikapi bahaya bencana yang sering kali mengakibatkan kerugian dari berbagai aspek. “Perlu kita pahami bahwa baris terdepan dalam penanggulangan bencana tersebut adalah masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu esensi atau inti sari dari program Kampung Siaga Bencana merupakan pelibatan masyarakat setempat dalam pelaksanaan penanggulangan bencana atau dikenal dalam istilah lainnya Community Based Disasters Management (Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat),” tuturnya. Dalam laporannya Kepala Dinas Sosial dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Karawang, Drs. Rokhuyun A. Santosa menyampaikan bahwa sumber biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan ini dari APBN dan APBD tingkat II Karawang. | Budi Saputra

Kegiatan yang sudah on going sejak akhir April, sekarang ratarata sudah mencapai delapan persenan. Bandung, Trans - Ada ungkapan bahwa Jalan merupakan urat nadi perekonomian. Menyadari akan hal itu, Kementerian PU telah mengalokasikan sejumlah dana untuk membangun dan meningkatkan beberapa ruas jalan nasional. Ruas Jabar Selatan misalnya, telah digelontorkan anggaran hingga mencapai satu triliun lebih. Sayangnya anggaran sebesar itu tampaknya tidak terserap semua karena

sedikit terkendala dalam hal pengadaan tanahnya. Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Jabar Selatan, IrArif Budiyono, MT didampingi stafnya Edi, saat berbincang dengan Koran Transaksi, belum lama ini, membenarkan kalau anggaran tahun 2013 tidak akan terserap semuanya akibat belum tuntasnya pembebasan lahan dibeberapa titik kegiatan. “Ya benar, anggaran yang tersedia tahun ini tidak akan terserap semua. Kendalanya ada pada pangadaan atau pembebasan lahan terutama untuk kegiatan pelebaran jalan. Dana yang terserap diperkirakan hanya sekitar Rp 800 miliar saja. Itu pun masih mengalami penurunan akibat belum terpenuhinya pengadaan tanahnya,” ujar Arif Menurut dia, dalam hal pengadaan lahan pembebasannya menjadi kewenangan pemerintah provinsi (Pemprov) Jabar. Di

sana ada panitia (pokja) pembebasan tanah yang dikoordinir oleh Pemprov. Namun demikian, lanjut Arif, karena di beberapa titik lokasi kegiatan di Jabar Selatan banyak tanah perkebunan yang notabenenya pemerintah juga, sehingga pengadaannya cukup mudah dan kegiatan proyek pada titik tersebut berjalan lancar. Dijelaskan Arif, di ruas nasional Jabar Selatan yang panjangnya mencapai 580 kilometer ini ada sembilan PPK yang menangani 22 kegiatan. Pada ruas strategis nasional ini, pihaknya menangani kegiatan pemeliharaan berkala, peningkatan dan pelebaran. Lebar jalan sebelum dilebarkan, lanjutnya, ratarata antara 4,5 hingga lima meter. Bahkan pada titik tertentu ada yang lebarnya hanya tiga meter. Pelebaran diharapkan semaksimal mungkin atau paling tidak

FOTO | BUDI

Sertijab Kapolres Karawang dari AKBP Arman Achdiat kepada AKBP Tubagus Ade Hidayat.

“Insya Alloh saya pribadi siap emban amanah melanjutkan apa yang menjadi kebijakan AKBP Arman senior saya sejak dahulu, Karawang memiliki iklim cuaca sama seperti kota kelahiran saya, yaitu Cilegon. Ada lautan, pantai, pertanian, perindustrian, dan ada banyak buruh,” ujarnya. Sedangkan Bupati Karawang H AdeSwara mengatakan bahwa selama ini jajaran Polres Karawang telah menjalin kerja sama yang baik dengan seluruh unsur forum koordinasi pimpinan daerah Kabupaten Karawang. “Namun sebagai aparat negara, kita menyadari sepenuhnya bahwa perpindahan atau

Menyinggung masalah progres dikaitkan dengan antisipasi arus mudik lebaran, Arif menjelaskan, kegiatan yang sudah on going sejak Akhir April ini sekarang rata-rata sudah mencapai delapan persenan. Dia berharap sebelum lebaran nanti sudah mencapai 30 persenan. “Pokoknya untuk menunjang kelancaran arus mudik lebaran nanti tidak ada jalan yang bolong-bolong,” tegasnya Sebenarnya, kata Arif, dijalur Selatan ini bukan jalur lebaran. Meskipun ada hanya sedikit yaitu di Ciamis-Bts Jawa. Namun di jalur Selatan justru ramai beberapa hari usai lebaran, karena banyak yang berwisata pada objek wisata yang ada di Selatan ini. “Karena itu, kita tetap optimalkan perbaikan menjelang lebaran ini, agar jangan sampai ada jalan yang berlobang,” pungkasnya. | Arso/Iwan

P ela ima Kan wil elayy anan Pr Prima Kanwil BPN en, KKoo t a Di BPN,, Kabupat Kabupaten, Jabar Ditunggu Masyarakat

Sertijab Kapolres Karawang Karawang, Trans - Serah terima jabatan Kapolres Karawang dari AKBP Arman Achdiat kepada AKBP Tubagus Ade Hidayat, di gelar di Aula Husni Hamid Komplek Perkantoran Bupati Karawang, Sabtu (15/6) malam. Arman yang pernah menjabat Kapolrestabes Bandung selama 16 bulan sejak 14 Februari 2012, setelah meninggalkan Polres Karawang, selanjutnya akan menjabat Kasubag di salah satu divisi di Markas Besar Polri Jakarta. Dalam acara lepas sambut, Arman berharap di bawah kepemimpinan AKBP Tubagus Ade Hidayat, Karawang akan semakin maju, terutama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Ia pun berpesan agar jajaran Polres Karawang membantu kinerja Kapolres baru. “Beliau adalah junior saya dan untuk kesekian kalinya posisi saya diganti oleh AKBP Tubagus Ade Hidayat,” ujarnya. Kapolres Karawang baru AKBP Tubagus Ade Hidayat dalam sambutannya menyatakan terima kasihnya kepada Arman yang sukses memimpin Polres Karawang dan menciptakan kondusifitas Kabupaten Karawang.

minimal enam meter hingga berfungsi untuk menyalip tidak langsung. Untuk kegiatan di lapangan, menurut Arif, sebenarnya tidak ada kendala berarti. Karena exiting (aktual) nya tetap dilaksanakan. Misalnya pada pekerjaan-pekerjaan yang tidak memnutuhkan tambahan lahan. Memang banyak paket yang ada pelebaran, namun tidak semuanya. “Prinsipnya yang bisa kita kerjakan kita kerjakan dulu. yang bisa kita lebarkan ya kita lebarkan,” katanya Adapun di daerah Ciwidey Kab Bandung, tantangannya lain lagi. Di kawasan ini selain jalannya sangat sempit hanya sekitar tiga meteran, juga banyak titik yang berbukit. Bahkan tebingnya ada yang tegak lurus hingga 90 derajat. Karena itu, kata Arif, di kawasan yang ekstrim bangat ini pihaknya harus bekerja ekstra hati-hati.

alih tugas dalam rangka pengembangan organisasi dan pengembangan karier personil selalu akan terjadi,” tuturnya. Setelah kata-kata sambutan, pelepasan Arman pun dilakukan. Bersama istri, Arman menyalami satu per satu anggota. Suasana haru pun terjadi, Arman pun resmi meninggalkan Mapolres Karawang. Bupati Karawang beserta Istri, Muspida Karawang, Pejabat Kepala Dinas, LSM, Mitra polri, pimpinan BUMN, Pimpinan Perusahaan swasta menyalami AKBP Arman Achdiat dengan memberikan kenang kenangan berupa cinderamata. | Budi Saputra

Bandung, Trans - Tujuan BPN Pusat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di seluruh kantor BPN, baik di tingkat Pusat/Propinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia—baik baik tentang Persengketaan Tanah maupun Prona dan Larasita—sangat diharapkan dan ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Masyarakat di negeri ini ingin betul-betul merasakan pelayanan prima dari Kantor Badan Pertanahan Nasional. Apalagi di era globalisasi yang mengalir deras seperti sekarang ini. Tanpa pelayanan yang baik (prima) dari BPN, tentunya akan menjadi kendala bagi masyarakat untuk berkompetitif dan berkembang di bidangnya masing masing. Namun, masih terdapat kendala di beberapa kantor BPN Kabupaten/Kota di wilayah Propinsi Jawa Barat. Terutama, saat mau melakukan konfirmasi dan konsultasi tentang kegiatan, terhadap para pejabatnya, seperti terhadap Kakan atau Kasinya. Kenyataannya sangat

FOTO | IWAN

Kakanwil BPN Provinsi Jabar.

sulit untuk ditemui, sehubungan dengan kegiatan kegiatan yang dilaksanakan BPN baik dilapangan maupun di kantor. Kadang kala tidak jarang pihak sosial kontrol, tidak bisa mendapatkan data secara lengkap. Karena tidak bisa melakukan konfirmasi. Harapan kami di daerah, hal seperti itu hendaknya perlu mendapat perhatian serius oleh Kepala BPN RI dan Kakanwil. Agar komunikasi dua arah dapat dilakukan. | Iwan/Arso

Karawang Raih Predikat WDP & Surplus Pendapatan Daerah Karawang, Trans - Bupati Karawang, H. Ade Swara saat menyampaikan Nota Pengantar Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kab. Karawang Tahun Anggaran 2012, dalam Rapat Paripurna DPRD, Kamis (27/6), menyampaikan keberhasilan Pemkab Karawang meraih Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), dan Surplus Pendapatan Daerah. Bupati Ade Swara mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan BPK RI, laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Karawang yang disampaikan pada tanggal 28 Mei 2013 berhasil mendapatkan predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Opini WDP tersebut diberikan, oleh karena ada hal – hal yang bersifat administratif di beberapa satuan kerja pe-

rangkat daerah yang saat ini masih dalam proses tindak lanjut. Kaitan dengan pelaksanaan APBD 2012, Bupati menjelaskan bahwa terdapat surplus sebesar Rp. 245,27 milyar (11,07 %) pada Pendapatan APBD Tahun 2012. Dari semula ditetapkan sebesar Rp. 2,21 trilyun, dapat direalisasikan hingga mencapai Rp. 2,46 trilyun. Terjadinya surplus sendiri diantaranya disebabkan pelampauan realisasi pada Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan. Pendapatan Asli Daerah yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp. 453,48 milyar, terealisasi sebesar Rp. 658,59 milyar atau terjadi surplus Rp. 205,11 milyar atau 45,23 persen. Terjadinya surplus diantaranya disebabkan pelampauan realisa-

FOTO | BUDI

Rapat Paripurna DPRD

si pendapatan yang signifikan dari sumber pendapatan BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan) yaitu mencapai Rp. 352,63 milyar atau mencapai 181 persen dari yang dianggarkan Rp. 194,5 milyar. Sedangkan pada Dana Per-

imbangan, semula ditetapkan sebesar Rp. 1,36 trilyun, terealisasi 1 trilyun Rp. 413,86 milyar atau terjadi surplus Rp. 53,05 milyar (3,90 %). Surplus tersebut terjadi karena pelampauan pendapatan dari Bagi Hasil Pajak sebesar Rp. 39,32 milyar dan

Bagi Hasil Bukan Pajak/ Sumber Daya Alam sebesar Rp. 13,73 milyar. Untuk Belanja Daerah pada APBD Perubahan Tahun 2012, lanjut Bupati, ditetapkan sebesar Rp.2,66 trilyun, terealisasi Rp. 2,41 trilyun. Dengan demikian, terjadi efisiensi Rp. 249,86 milyar. efisiensi tersebut disumbang dengan adanya efisinesi pada Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 57,4 milyar (4,72 %), dan Belanja Langsung sebesar Rp. 192,46 milyar (13,27 %). Komponen kedua dalam penyampaian Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Karawang, lanjut Bupati, adalah Neraca yang menggambarkan posisi keuangan sebagai suatu entitas pelaporan mengenai jumlah aset, kewajiban dan ekuitas Pemerintah Kabupaten

Karawang. Neraca Pemerintah Kabupaten Karawang per 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut : Pertama, nilai aset per 31 Desember 2012 sebesar Rp. 3,91 trilyun yang terdiri dari Aset Lancar sebesar Rp. 541,63 milyar, Investasi Jangka Panjang sebesar Rp. 61,35 milyar, Aset Tetap sebesar Rp. 3,28 trilyun, dan aset lainnya sebesar Rp. 26,29 milyar. Sedangkan Kedua, Nilai Kewajiban per 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp. 64,42 milyar berupa Kewajiban Jangka Pendek sebesar Rp. 63,88 milyar, dan Kewajiban Jangka Panjang sebesar Rp. 534 juta. Sementara Ketiga, Ekuitas Dana sebagai Kekayaan Bersih Pemerintah yang merupakan selisih antara Aset dan Kewajiban Pemerintah per 31 Desem-

ber 2012 adalah sejumlah Rp. 3,85 trilyun. Selanjutnya, laporan keuangan selanjutnya adalah Laporan Arus Kas yang menggambarkan tentang Penerimaan dan Pengeluaran Kas Pemerintah Kabupaten Karawang selama tahun anggaran 2012 menggambarkan bahwa Saldo Awal Kas pada tahun anggaran 2012 tercatat sebesar Rp. 455,31 milyar. Selama tahun anggaran 2012 terdapat kenaikan Kas Bersih sebesar Rp. 44,85 milyar sehingga Saldo Kas per 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp. 500,16 milyar dengan rincian kas di kas daerah sebesar Rp. 211,02 milyar, deposito Rp. 250 milyar, kas di RSUD sebagai BLUD Rp. 38,96 milyar dan Kas di Bendahara Pengeluaran Rp. 175 juta rupiah. | Budi Saputra


HALAMAN 13

KORAN TRANSAKSI THN 13

TRANS REGIONAL

BBM Naik, Jatah Raskin Jadi 15 Bulan Kebijakan penambahan alokasi jatah raskin ini dilakukan untuk mengendalikan stabilitas ketahanan pangan masyarakat yang kurang mampu. Kediri, Trans – Menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), alokasi beras jatah warga miskin (raskin) ditambah. Jika selama ini dalam setahun setiap kepala keluarga (KK) mendapat jatah 12 bulan, mulai Juni 2013 ditambah tiga kali penyaluran. Artinya untuk tahun ini jatah raskin akan dibagikan kepada keluarga miskin (gakin) menjadi sebanyak 15 kali. Penambahan ini diharapkan dapat meringankan beban gakin.

Jadi, kata Kepala Bulog Subdriv V Kediri, Arif Mandu, penyaluran tambahan raskin sebanyak tiga kali itu dilakukan mulai Juni dan berakhir Agustus 2013. Dengan penambahan itu, selama tiga bulan ini, gakin memperoleh jatah dobel. Kalau biasanya setiap KK mendapat 15 kg, kini menjadi 30 kg. “Kalau di PNS ada gaji ke 13, gakin malah mendapat jatah raskin hingga ke 15 kali,” katanya. Pendistribusian raskin tambahan ini, jelas dia, dibersama-

Tiga Hakim PN Jakut Dimutasi Jakarta, Trans – Dari hasil rapat TPM Mahkamah Agung yang dimuat di www. Badilum.com.info yang terbit pada tanggal 29 Mei 2013, diketahui bahwa ada tiga hakim PN Jakarta Utara yang pindah tugas. Salah satunya adalag yakni I Gde Komang Adinatha SH, (pangkat 4D), yang pangkatnya paling tinggi dan paling senior di PN Jakarta Utara (Jakut). Meskipun pangkatnya lebih tinggi daripada Ketua PN Jakarta Utara, namun I Gde Komang Adinatha SH hanya dimutasi jadi hakim biasa di Semarang. Padahal, dia seharusnya sudah menjadi hakim tinggi. Sementara itu, Harsono SH, dipindahkanke PT Maluku Utara dan Zaini SH, dipromosikan sebagai Waka PN Kudus. Dengan demikian masih terdapat beberapa orang hakim senior yang sudah lama bertugas di PN Jakarta Utara, namun belum dimutasi, antara lain Pangeran Napitupulu SH, Supomo SH, PujiAstuti SH, Nengah Sutama SH, Hendri Tarigan, SH. Dari pantauan wartawan, lamanya hakim bertugas di Jakarta rata-rata antara dua sampai tiga tahun. Untuk Ketua-Ketua Pengadilan khususnya di Jakarta lama bertugas rata hanya dua tahun. Ketua PN Jakarta Utara, Siswandriyono SH.MHum, sudah bertugas di PN Jakarta Utara selama 1 tahun 10 bulan. Sementara itu sejumlah hakim juga berharap segera pindah dari PN Jakarta Utara, mengingat pembagian “kue” perkara dinilai tidak merata. Kendati sudah berkali-kali dilakukan perubahan susunan majelis, namun pembagian perkara tetap tidak merata.” Sekali pun ada perubahan susunan majelis, namun perkara

FOTO | ASTON

Humas PN Jakarta Utara, Mangapul Girsang, SH

besar baik perdata maupun pidana tetap jatuh ke tangan hakim tertentu,” kata salah seorang hakim yang minta namanya tidak disebutkan. Berdasarkan data yang diperoleh wartawan, dari 540 perkara yang masuk ke PN Jakarta Utara sampai Mei 2013, sebagian besar perkara “basah” baik Pidana maupun Perdata, dipegang hakim tertentu seperti Puji Astuti, SH, R Anton, SH, Hendri Tarigan SH, I Gde Komang Adinatha SH, dan pendatang baru Zainuri, SH. Pekan lalu, Ketua PN Jakarta Utara, Siswandriyono SH, memegang dan memutus Perkara Perdata Nomor 194/2012, antara Yacob Sugianto. S, sebagai penggugat dan Donalod Guilame Wolf sebagai tergugat dalam kasus tanah BMW yang rencananya bakal dijadikan sebagai stdium olah raga terbesar di Asia. Sayangnya hasil putusan Majelis Hakim Siswandriyono tidak dapat diperoleh wartawan lantaran putusannya masih dikoreksi oleh dan dipelajari oleh Humas.” Ppnya pak Sahmizar tidak masuk kantor. “Jadi saya belum dapatkan datanya,” kata Humas, Mangpul Girsang, SH. | Aston

kan dengan jadwal pembagian raskin regular atau yang selama ini dilakukan. Sehingga gakin bisa langsung mendapat jatah dua kali, masing-masing 15 kg,” terang Arif. Kebijakan penambahan alokasi jatah raskin ini, tambah dia, dilakukan untuk menjaga atau mengendalikan stabilitas ketahanan pangan masyarakat yang kurang mampu sebagai dampak kenaikan harga BBM. Dengan tambahan raskin ini diharapkan masyarakat, khusus-

nya gakin, dapat memenuhi kebutuhan pokok berasnya. Dengan begitu, bersamaan dengan datangnya bulan puasa atau Ramadan, ditambahkan lagi dengan melonjaknya harga kebutuhan pokok, beban gakin sidikit terkurangi karena stok beras sudah terpenuhi. Meski harga kebutuhan pokok pada naik namun pemerintah menetapkan tidak ada kenaikan terhadap harga raskin. Pembelian raskin tetap Rp 1.600 per kilogram.

| Fauzi

SENIN, 1-14 JULI 2013 Wakil Ketua MPR-RI, Hajriyanto Y Thohari:

P engg anti TTauf auf ik Kiemas, engganti aufik Itu Urusan Internal PDI-P Bandung, Trans - Siapa pengganti Taufik Kiemas adalah urusan internal PDIP. Hal itu ditegaskan Wakil Ketua MPR-RI, Hajriyanto Y Thohari menjawab pertanyaan wartawan usai acara penutupan Lomba Cerdas Cermat MPR Sekolah Menengah Tingkat Jawa Barat di Park Hotel Bandung, belum lama ini. Hadir dalam kesempatan tersebut Plt Sekda Jabar, Ferry Suparman. Menurut dia, siapa pengganti Alm Taufik Kiemas adalah urusan internal PDIP. Yang jelas penggantinya harus tetap dari politisi PDIP. Tentang siapa-siapanya, Hajriyanto mengaku belum mengetahuinya. “Oh kita belum tahu. Sampai sekarang belum ada nama yang masuk,” ujarnya “Kita tunggu saja. Pasti masih diproses di internal partai. Kita harapkan pengganti Almarhum orang terbaik dari PDIP. Paling tidak bisa mengikuti reputasi beliau. Begitu ada nama muncul, pasti kita proses cepat,” kata Hajriyanto. Sementara itu, Ahmad, Ketua Panitia Pelaksana Lomba Cerdas Cermat MPR Sekolah Menengah Tingkat Jabar, menyebutkan kegiatan yang dilaksanakan sehari ini diikuti 18 tim utusan dari 26 kabupaten/kota di Jawa Barat. Menurutnya, kegiatan ini merupakan kegiatan MPR, sementara Disdik Jabar hanya memfasilitasinya saja. “Ya ini kegiatan MPR. Semua pembiayaan dan materi soal semua dikelola oleh MPR. Kita hanya membantu kepanitian dan memfasilitasi tempatnya saja,” ujarnya. Dikatakan Ahmad, kegiatan ini dimaksudkan untuk mensosialisasikan empat pilar kebangsaan. Bagi tim peserta yang keluar sebagai pemenang akan diutus mewakili Jabar untuk mengikuti lomba serupa tingkat nasional di Jakarta. | Arso

Hasil Tembakau Kota Blitar Diharapkan Pencanang an & R ak or encanangan Rak akor Bhakti TNI KB K esehat an Kesehat esehatan Berkadar Tar & Nikotin Rendah Blitar, Trans - Guna memaksimalkan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau yang sesuai dengan peraturan yang berlaku maka Pemerintah Kota Blitar melalui Disperindag Kota Blitar terus melakukan gebrakan–gebrakan dalam upaya meningkatan industri pertembakau di Kota Blitar. Di antaranya, mengadakan Sosialisasi Pengembangan Industri Hasil Tembakau dengan kadar Tar dan Nikotin yang rendah, Senin (25/6), di Hotel Puri Perdana. Sosialisasi itu diikuti oleh para petani tembakau dan perusahaan industri rokok Kota Blitar dengan jumlah peserta sebanyak 80 orang. Melalui kegiatan sosialisasi yang diadakan oleh Disperidag Kota Blitar, ini diharapkan para petani dapat secara konkrit meningkatkan produksi tembakau dengan kadar Tar dan Nikotin rendah di Kota Blitar. “Sosialisasi ini juga sekaligus menjadi bukti bahwa Manfaat Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) semakin dirasakan oleh masyarakat Kota Blitar,” ujar Drs Hermansyah Permadi M.Si, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar. Hermansyah mengatakan bahwa pelatihan yang diselenggarakan ini sebagai upaya untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan potensi yang telah ada, terutama untuk mengembangkan industri hasil tanaman tembakau dengan kadar Tar dan Nikotin rendah di Kota Blitar. Hermansyah berpesan, agar para peserta yaitu para petani

FOTO | FAUZI

Sosialisasi Pengembangan Industri Hasil Tembakau dengan kadar Tar dan Nikotin yang rendah, Senin (25/6), di Hotel Puri Perdana.

tembakau mampu menguasai teknik-teknik yang disampaikan oleh nara sumber untuk mengembangkan potensi yang telah dimiliki. Jangan sungkansungkan untuk bertanya kepada narasumber yang memang kompeten di bidangnya. Sedangkan Agus Sulistyorini, S.Sos, Kabid Perindustrian Disperindag Kota Blitar, mengatakan bahwa sosialisasi ini sebagai upaya untuk meningkatkan hasil produksi tanaman tembakau agar sesuai dengan yang diharapkan, yakni hasil tembakau dengan kadar tar dan nikotin rendah. Beberapa materi yang menjadi pembahasan adalah: RTRN dan Residu Kimia pada tembakau, system pengendalian mutu hasil tembakau, Good Manifacturing Practise (GMP) Pabrik Rokok, dan Standart mutu bahan baku rokok. Seda-

Peresmian Kantor Desa Mulyasari Karawang, Trans - Jumat (14/6), Bupati Karawang H Ade Swara melakukan kegiatan di By Pass Karawang, yakni Monitoring Evaluasi RPJMD. Usai solat Jumat, bupati melaksanakan peresmian kantor Desa Mulyasari. Sambutan Bupati Karawang H. Ade Swara berkesan pada pandangan pertama karena menurut Bupati “Kita lihat kantor Desa Mulyasari yang baru dibangun ini ditata dengan sangat indah sekali, bagus, asri, bersih. Penataan kantor seperti ini menjadi suatu contoh untuk pembangunan kantor desa lainnya,” ujar H Ade Swara, bersemangat. Perlu diketahui, saat ini kantor desa yang belum dibangun masih sekitar 113 desa dan 9 kelurahan. “Insya Alloh di APBD perubahan akan bisa dibangun sekitar 30 kantor. Di akhir 2014, semua selesai dengan bangunan prototype,” ujar bupati. Bupati mengingatkan agar jangan dilupakan bahwa kantor desa yang akan dibangun harus menyediakan sertifikat hak kepemilikan tanah sebagai syarat bisanya mendapat bantuan bangunan. Soal pembangunan kantor Desa Mulyasari, menurut bupati dilihat dari fisiknya tidak hanya mengandalkan

Sedangkan untuk biaya akomodasi, seperti ongkos angkut kendaraan ke setiap desa atau tempat pembagian raskin, tetap ditanggung oleh pemerintah dan tidak ada tambahan. Kemudian mekanismenya juga tetap, seperti bulan-bulan sebelumnya. Selama ini, setiap bulannya Bulog Kediri mengalokasikan raskin sebanyak 3.175 ton. Alokasi itu dibagi untuk rumah tangga sasaran yang berada di tiga wilayah, yakni Kabupaten Kediri, Kota Kediri dan Kabupaten Nganjuk. Kemudian jumlah penerima raskin belum ada revisi atau masih sama dengan sebelumnya. Perubahan hanya terjadi pada jumlah alokasi raskin selama tiga bulan mendatang. Sekadar diketahui, di Kota Kediri kuota raskin dapat menjangkau sekitar 14.000 gakin. Padahal sesuai data yang diterimanya dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlahnya lebih dari 20.191 gakin. Dengan data yang berbeda ini, diperkirakan sebanyak 6.000 gakin yang belum menikmati program pemerintah ini. Kondisi ini sempat dibahas di Komisi B DPRD Kota Kediri.

NO. 272. ‰ TH XIII

Bupati Karawang, H Ade Swara, saat meresmikan Kantor Desa Mulyasari.

FOTO | BUDI

bantuan Pemkab Karawang. “Terima kasih ada kontribusi swadaya dari kerja keras masyarakat yang menginginkan kantor desa ini bagus dan layak,” ucapnya. Proses pembangunan kantor desa itu pun hanya sekitar 3 sampai 4 bulan sudah selesai. “Ini patut dicontoh, karena bisa segera meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat,” tutur bupati. Dalam laporannya, Margono A.Md

selaku Kepala Desa Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, menyampaikan luas kantor desa itu 3300 meter persegi. “Kantor ini adalah kebanggaan masyarakat desa. Kami berencana masih akan membangun aula serbaguna,” ujarnya. Ditambahkannya, keberadaan kantor desa akan dijadikan motivasi untuk membuat kinerja aparatur desa lebih optimal sebagai ujung tombak pemerintahan yang langsung pelayanannya dirasakan oleh masyarakat. | Budi Saputra

ngkan narasumber sosialisasi dari BPSMP Provinsi Jawa Timur: Fajar Pratomo, ST. MT. dan Ir. Chusaeri. Perlu diketahui, penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau sebagaimana dimaksud dalam pasal 66 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007, digunakan untuk mendanai kegiatan: a. Peningkatan kualitas bahan baku, b. Pembinaan Industri, c. Pembinaan lingkungan sosial, d. Sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan/atau pemberantasan barang kena cukai. Dalam peraturan yang baru ini, tersirat bahwa Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dapat digunakan untuk pembinaan lingkungan sosial. | Fauzy

Karawang, Trans - Rakor Bhakti TNI KB KES 2013, kegiatan berlangsung di Aula Makodim 0604 Karawang Rabu (19/6), dihadiri Bupati Karawang, Dandim 0604, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala KBPP, danramil seluruh Kab Karawang dan kader KB se –Kab Karawang. Terkait kegiatan itu, Bupati Karawang H Ade Swara mengingatkan bahwa tahun lalu Kabupaten Karawang mendapatkan penghargaan sebagai juara umum. “Prestasi dan penghargaan ini menunjukan suatu kerjasama yang baik antara pemerintah dengan jajaran TNI/POLRI. Pemkab Karawang sangat siap bekerjasama dengan berbagai unsur untuk kegiatan Bhakti TNI KB Kesehatan 2013,” ujarnya Bupati menambahkan, dari data yang didapatkan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Karawang Laju Pertumbuhan Penduduk di Kabupaten Karawang sudah sangat luar biasa melampaui LPP nya tingkat nasional, bila nasional hanya 1,49 % namun di Kabupaten Karawang sudah mencapai 3,8 %. “Itu semua dikarenakan disini terdapat kawasan Industri, jadi selain LPP alami ditambah dengan tambahan penduduk dari migrasi, ini adalah kondisi yang dapat menjadi perhatian serius dari kita semua,” ujarnya. Program KB dilakukan oleh petugas KB beserta OPD terkait lainnya, baik secara individu maupun kelompok melalui komunikasi, informasi dan edukasi, dengan sasaran utamanya adalah : wanita usia subur, pasangan usia muda varitas tinggi dan pasangan usia varitas rendah, dengan menggunakan alat dan metode kontrasepsi efektif terpilih, seperti : IUD, MOW, MOP, Kondom, Implant, Suntik dan Pil. Setelah dicanangkan Bhakti TNI KB Terpadu Kodim 0604 Tahun 2013 ini, diharapkan capaian program KB di Kabupaten Karawang dapat meningkat dan dapat memenuhi PPM atau target yang telah ditetapkan. “Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan dan TNI saja melainkan harus didukung oleh sektor terkait dan seluruh lapisan masyarakat khususnya di Kabupaten Karawang,” ujar bupati. | Budi Saputra

WARTAWAN PROFESIONAL TUNJUKAN JATI DIRI Kota Pagar Alam : Mirwansyah Biro Blitar : Fauzy Effendy

Kantor Desa Garda Terdepan Pelayanan Pemerintahan Daerah Karawang, Trans - Aparatur pemerintahan desa merupakan ujung tombak dan garda terdepan dari pemerintah daerah, dalam upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Baik buruknya kinerja pemerintahan desa tentu akan sangat berpengaruh terhadap baik atau buruknya kinerja pemerintahan pada level di atasnya, mulai dari di tingkat kecamatan, kabupaten, Provinsi, dan Pusat,” ujar Bupati Karawang, H Ade Swara, pada saat peresmian Kantor Desa Sumurkondang, belum lama ini. Bantuan Pemkab Karawang hanya Rp.400 juta untuk kantor desa tersebut, sedang jika dilihat dari fisiknya biaya yang dibutuhkan mungkin lebih dari nilai bantuan tersebut. “Saya yakin ini lebih anggaran yang digunakan. Saya ucapkan terimakasih ada kontribusi swadaya dan kerja keras masyarakat,” ujar bupati. Pesmian ditandai dengan penandatanganan Prasasti oleh

FOTO | BUDI

Bupati Karawang, H Ade Swara, saat meresmikan Kantor Desa Sumurkondang.

Bupati Karawang H Ade Swara, dilanjutkan gunting pita, pemukulan gong, dan diakhiri peninjauan ruang kantor. Pada kesempatan tersebut pula Bupati menandatangani Prasasti peresmian gedung lainnnya antara lain Desa Cibalong Sari dan Poned Kec Klari yang sebelumnya sudah di tinjau oleh Bupati juga

Dalam laporannya Kepala Desa Sumurkondang Kecamatan Klari H. Hamdani, mengatakan bahwa kantor desa ini awalnya sangat tidak layak disebut balai desa. “Setelah kami memiliki sertifikat kepemilikan, kami menerima bantuan pemkab dan membangunnya. Kami memang menambah anggaran sekitar Rp. 75 Juta agar bisa dilihat enak,” ujarnya. | Budi Saputra


HALAMAN 14

KORAN TRANSAKSI THN 13

EKONOMI

TRANS REGIONAL Perbaikan Jalan Pelabuhan Kendal Butuh Rp 120 Miliar

NO.272. ‰ TH XIII SENIN, 1-14 JULI 2013

Sebelum Lebaran Raskin Dipastikan Sudah Didistribusikan

Kudus, Trans - Pendistribusian jatah beras untuk warga miskin (raskin) dipastikan tersalurkan sebelum Lebaran berlangsung. Bahkan hal itu sudah diinstruksikan oleh Menko Kesra melalui surat edaran dengan nomor B.95/MENKO/KESRA/VI/2013 tentang tambahan alokasi pagu raskin provinsi. Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Kudus, Dwi Agung Hartono saat ditemui kemarin menjelaskan, penyaluran raskin yang ke-13 akan dilakukan sebelum Lebaran. Sebab pada bulan Juli kegiatannya sudah terjadwal dan berlangsung. “Maka yang ke-13 dibarengkan dengan raskin bulan Agustus namun jadwalnya dimajukan ke minggu ke empat bulan Juli,” katanya. Ia menambahkan, dalam edaran tersebut juga disampaikan ini dilakukan dalam rangka penyesuaian harga BBM sehingga pemerintah melaksanakan program percepatan dan perluasan perlindungan sosial. Dengan demikian pagu raskin tahun 2013 mendapat tambahan alokasi sebanyak tiga bulan,” jelasnya. Perinciannya, setiap rumah tangga sasaran(RTS) menerima raskin sebanyak 15 kilogram untuk bulan Juni (raskin ke-13), Juli (raskin ke -14) dan bulan September (raskin ke-15). “Sehingga pada bulan tersebut RTS menerima raskin sebanyak 30 kilogram per bulan,” paparnya. Mengenai jumlah RTS yang ada di Kudus pihaknya menjelaskan masih sama yaitu 36.332 RTS dengan jumlah raskin 544.980 kilogram. “Dan diharapkan hal ini bisa tepat sasaran dan tidak menimbulkan konflik,” terangnya. Terkait soal kesiapan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) pihaknya mengaku langsung bergerak. “Saat ini masih tahapan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait dan nantinya akan dilanjutkan dengan musyawarah bersama kepala desa untuk sosialisasi mekanisme penyalurannya agar tepat sasaran,” tandasnya. | Firman K

Kadis Koperindag Pantau Pekerjaan Rehab Pasar Lubuk Basung

Agam, Trans - Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Agam, pantau pelaksanaan pekerjaan rehab los Pasar Serikat Nagari Lubukbasung dan Nagari Garaggahan yang dilaksanakan oleh penyedia CV. Karya Mentawai, Rabu. Dinas Koperindag Kabupaten Agam, Hadi Suryadi mengatakan, komitmen semua pekerjaan selama ini berjalan dengan baik sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang telah ditetapkan, Kamis(27/6). “Pekerjaan rehab ini sesuai yang kita perkirakan sebelumnya dan telah mendekati 90 persen selesai dari semua item pekerjaan yang dilaksanakan,” jelasnya Sebelumnya, beberapa hari yang lalu Dinas Koperindag juga mendampingi Bupati Agam Indra Catri melihat perkembangan pelaksanaan pembangunan Pasar Pakan Ahad Nagari Koto Baru III Jorong Kecamatan Baso yang sumber dananya sama-sama DAK dan DAU. “Untuk pelaksanaan pekerjaannya selama ini cukup baik, namun perkembangan pelaksanaan pekerjaan Pasar Lubuk Basung ini lebih cepat dari perkiraan semula,” tegas Hadi Suryadi. Ditempat terpisah Khairul Koto menjelaskan, bahwa tanggal pelaksanaan pekerjaan kedua pasar sama, namun penyedia (kontraktor) pelaksanaan rehab Pasar Lubuk Basung ini mengerahkan tenaga lebih banyak, mencapai 21 orang terdiri dari tukang dan pekerja, “Dari sebanyak 21 orang tukang dan pekerja diyakini pekerjaan Pasar Lubuk Basung ini selesai sebelum jadwal yang disepakati dalam kontrak,” katanya. Sementara tukang dan pekerja yang dikerahkan oleh penyedia pekerjaan Pasar Pakan Ahad jumlahnya sepertiga tukang dan pekerja di Pasar Lubuk Basung. “Kita akan sarankan agar pihak penyedia menambahkan jumlah tukang dan pekerjanya, apalagi pada minggu kedua Juli sudah masuk bulan puasa, diharapkan kondisi tidak mempengaruhi terhadap perkembangan penyelesaian pekerjaan,” imbuhnya. | Usi

Perbaikan jalan berupa betonisasi baru mencapai sekitar 500 meter yang dimulai dari pintu gerbang pelabuhan dari arah utara ke selatan, dengan anggaran sekitar Rp 4,5 miliar. Kendal, Trans - Perbaikan akses jalan menuju Pelabuhan Kendal di Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu yang kondisinya tidak layak dilalui, membutuhkan anggaran mencapai Rp 120 miliar. Pembangunan jalan sepanjang 4,2 kilometer dari Jalan arteri Lingkar Kaliwungu ke arah utara tersebut, dengan cara dibeton, supaya tidak mudah rusak. Kepala Dinas Perhubungan Kendal, Subarso mengatakan, saat ini, jalan menuju Pelabuhan

FOTO | IST

Pengendara motor melintas di jalan menuju Pelabuhan Kendal yang rusak parah. Pembangunan jalan itu membutuhkan biaya Rp 120 miliar.

Kendal, kondisinya memang sangat parah. Bila musim panas penuh debu beterbangan, sedang setelah hujan, jalan berubah menjadi lumpur. Menurutnya, untuk pembangunan jalan dengan dibeton meng-

FOTO | IST

Kibasan bendera start menandai pelepasan gerak jalan sehat massal dan rangka penutupan Bulan Bung Karno di lapangan Pule, Wonogiri.

lakukan oleh Ketua PAC PDIP Selogiri, Bambang Sadriyanto, dengan kibasan bendera start, yang didampingi Ketua dan Wakil Ketua DPC PDI-P Wonogiri, Joko ‘Jekek’ Sutopo dan Ir Joko Purnomo MH. Ketua DPC PDI-P Joko Sutopo, mengatakan gerak jalan ini dikemas menjadi event pesta rakyat, pestanya wong cilik dari segela strata. Bulan Bung Karno dicanangkan sejak tanggal 1 Juni 2013 lalu, bersamaan dengan upacara bendera peringatan hari lahir Pancasila yang dipusatkan di Kantor DPC Bulusulur, Wonogiri.

Sinergitas Muspida Karawang Tarik Perhatian Pemkab Siak

Karawang, Trans - Kabupaten Karawang kembali menjadi obyek studi banding dari para pemangku kepentingan kabupaten/kota lain di Indonesia. Senin (18/6), rombongan dari Pemerintah Kabupaten Siak Provinsi Riau mengunjungi bumi pangkal perjuangan, guna melihat secara langsung sinergitas yang dibangun oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Muspida) di Kabupaten Karawang. Kedatangan rombongan para pejabat Kabupaten Siak tersebut di Kabupaten Karawang, diterima secara langsung oleh Plt. Sekretaris Daerah Kab. Karawang, Drs. Teddy Rusfendi Sutisna, MM, di Gedung Singaperbangsa Lt. II, Pemda Karawang. Turut mendampingi Plt. Sekda dalam kegiatant tersebut adalah para pejabat daerah dan sejumlah perwakilan dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kab. Karawang. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karawang, H. Ade Swara dalam sambutannya

habiskan anggaran sekitar Rp 120 miliar. Anggaran sebesar itu sudah termasuk penataan taman dan jalan dua lajur. Lebar jalan pelabuhan bervariasi antara 10 meter hingga 15 meter. “Nantinya juga akan dibangun gapura di pintu masuk

Ribuan Warga Ikuti Gerak Jalan Bulan Bung Karno Wonogiri, Trans - Ribuan warga, Minggu (30/6), ramairamai mengikuti gerak jalan sehat massal, dalam rangka penutupan bulan Bung Karno tahun 2013. Acara yang diselenggarakan oleh PDI-P ini, mengambil start dan finish di lapangan Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI-P Kecamatan Selogiri, Bambang Sadriyanto menyatakan, panitia menyediakan 12 ribu lembar kupon gerak jalan. “Seluruh kupon habis, dan masih banyak warga yang ikut tanpa mendapatkan kupon. Karena itu, jumlahnya lebih dari 12 ribu orang,” tegas Bambang Sadriyanto. Gerak jalan sehat massal ini, menyediakan hadiah utama sebuah sepeda motor, masing-masing dua kulkas, mesin cuci dan televisi, tiga sepeda ontel, dan puluhan hadiah barang elektronik lainnya, termasuk jam belasan jam dinding. Semua hadiah dibagikan dengan cara diundi. Selama pengundian berlangsung, disungguhkan panggung hiburan musik dan Orkes Romansa Kabupaten Karanganyar. Pelepasan gerak jalan di-

FOTO | BUDI

Pemerintah Kabupaten Siak studi banding ke Kabupaten Karawang.

yang dibacakan oleh Plt. Sekretaris Daerah mengatakan bahwa Pemerintah daerah sebagai penyelenggara fungsi pemerintahan terdepan senantiasa berupaya meningkatkan kemampuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kemampuan ini tentu saja tidak dapat dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah daerah, akan tetapi dibutuhkan adanya kemitraankemitraan yang mampu menopang kekuatan penyelenggaraan pembangunan daerah

arah utara ke selatan dengan menelan anggaran sekitar Rp 4,5 miliar. Ketinggian pembetonan bervariasi mulai 70 sentimeter hingga dua meter dari permukaan air laut. Menurutnya, hingga akhir 2013 ini, pihaknya menargetkan pembetonan bisa mencapai 2,9 kilometer atau menyisakan sekitar 1,3 kilometer yang belum dibeton. “Tahun ini terdapat anggaran sekitar Rp 19 miliar untuk pembangunan, dimana sebesar Rp 6,5 miliar bantuan dari Pemprov Jateng,” tambah dia. Disinggung kesiapan pelabuhan untuk uji coba September mendatang, Subarso mengatakan, kedalaman laut di sekitar dermaga telah mencapai lima meter. Hal itu memungkinkan kapal dengan berat 5.000 grosston bisa merapat. Kabupaten Kendal memiliki kapal yang diberi nama Kalibodri. Kapal berlantai tiga itu, diklaim mampu menampung 300 orang 150 kendaraan berbagai jenis. “Lantai satu digunakan untuk truk dan lantai dua untuk kendaraan roda empat maupun sepeda motor,” katanya. | Fiq

dalam berbagai sektor. Oleh karena itu, lanjut Bupati, kerjasama yang sinergi antar pemerintahan merupakan salah satu syarat dominan bagi suksesnya penyelenggaraan pemerintahan daerah secara menyeluruh, khususnya di kabupaten karawang dan umumnya di jawa barat dalam rangka mendukung terciptanya kondusifitas serta keberhasilan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Atas dasar tersebut, Pemkab

Selama tempo 30 hari kemudian, diadakan serangkaian kegiatan yang melibatkan elemen masyarakat. Seperti gerak jalan massal, sebelumnya juga dilaksanakan di Kecamatan Giritontro dan Puhpelem. Bersamaan dengan itu, juga digelar sarasehan penanaman jiwa dan semangat nasionalisme dan nilai-nilai empat pilar bangsa kepada semua kader partai berlambang kepala banteng moncong putih. Melalui para personel pengurus dan kader partai di semua strata, dikobarkan semangat perjuangan PDI-P demi rakyat. | Fiq

Karawang senantiasa melibatkan segenap unsur forum koordinasi pimpinan daerah kabupaten karawang (forkominda) dalam setiap pelaksanaan kegiatan pembangunan daerah, termasuk dalam upaya untuk mencari solusi terbaik terhadap berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. Hal itu sebagai salah satu wujud dari sinergitas yang dilaksanakan pemerintah kabupaten karawang dan segenap unsur forum kominda. “Dengan harapan dapat tercipta stabilitas daerah sebagai salah satu modal utama suksesnya program pembangunan,” jelasnya. Bupati Ade Swara pun berharap agar dengan adanya kunjungan kerja ini, benar-benar mampu memberikan kontribusi bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan pada segenap sektor, sehingga harapan seluruh masyarakat akan segera terwujud. “Baik bagi Kabupaten Siak, maupun bagi Kabupaten Karawang sendiri,” imbuhnya. | Budi Saputra

menuju pelabuhan,” katanya, Minggu (30/6). Dia menjelaskan, hingga saat ini, perbaikan jalan berupa betonisasi baru mencapai sekitar 500 meter yang dimulai dari pintu gerbang pelabuhan dari

Penggelapan Pajak Rp. 75 Miliar

Hakim & Jaksa “Sepakat” Tidak dakw aslim Menahan TTer er erdakw dakwaa FX Merhasim TTaslim Jakarta, Trans - Kendati didakwa dalam kasus penggelapan pajak senilai Rp. 75 miliar oleh Jaksa Rugun Saragih, SH, Aji Kalbu, SH, Tamalia Rosa dan Muhammad Nurman, SH, dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, terdakwa FX. Merhasim Taslim, bebas berkeliaran. Dalam sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, yang dibacakan jaksa pengganti dari Kejaksaan Negeri Jakara Utara Rolando Ritonga, SH dan Malini Sianturi, SH, dengan Ketua Majelis Hakim R. Anton Priyono SH, terlihat terdakwa santai dan tidak ada beban. Terdakwa FX.Merhasim Taslim, yang lahir di Tanjung Enim, 28 Juni 1942, menjabat sebagai Bendahara Yayasan Atmajaya (YAJ) sejak tanggal 1 Juni tahun 1999 sampai dengan 31 Mei tahun 2000 dan juga selaku Ketua Komite Rumah Duka Atmajaya (RDA) dan Krematorium periode tahun 2000 sampai dengan tahun 2006, dikenakan status tahanan kota oleh Jaksa Kejaksaan Tinggi DK Jakarta pada tanggal 23 Mei 2013. Dalam persidangan, terdakwa dijerat dengan pasal 39 ayat (1) huruf a atau huruf b UU RI No. 16 tahun 2000 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 6 tahun 1983 tentang ketentuan Umum dan tata cara perpajakan. Selain itu JPU. Rolando Ritonga SH, juga menjerat terdakwa de-

ngan pasal 43 ayat (1) UU RI No. 9 tahun 1994 tentang perubahan atas UU RI No. 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Dalam dakwaan terungkap bahwa terdakwa dengan sengaja tidak mendaftarkan rumah duka Atmajaya sebagai wajib pajak untuk memperoleh nonmor wajib pajak pada kantor Direktorat Pajak yang wilayah kerjanya meliputi rumah duka Atmajaya tempat tinggal atau tempat kedudukan RDA atau tidak menyampaikan surat pemberitahuan, yang dilakukan oleh terdakwa sedemikian rupa, sehingga menimbulkan kerugian Negara sebesar Rp. 57.214.296.053,- miliar. Kasus ini terjadi saat Suwito Muliadi sebagai Ketua Yayasan Naga Sakti, datang menawarkan kerjasama untuk membangun rumah duka, dimana YAI menyediakan tanah di Jalan Pluit Raya No. 2, Penjaringan, Jakarta Utara dilokasi RS.Atmajaya. Dalam perjanjian sewa tanah tahun 2005 , tersebut antara YAJ dengan Yayasan Naga Sakti, sesuai akte notaries Mutia Elfina Sesunan, SH tanggal 23 Januari 1996 disepakati harga sewa Rp. 439.230.000.00,, termasuk pajaki Rp. 39.930.000.00,. Terdakwa sengaja membuat surat perjanjian seolah-olah telah terjadi sewa menyewa antara YAJ dan Yayasan PT. Naga Sakti. | Aston

Bimtek Pelayanan Perizinan Bagi Manajemen Perusahaan & Pelaku Usaha/Masyarakat Karawang, Trans - Guna meningkatkan tertib administrasi perizinan Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BPMPT) Karawang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada para pelaku Usaha/ Masyarakat atau manajemen Perusahaan, Bimtek yang digelar di RM Indo Alam Sari Rabu ( 19/6) di Sakura Room, dan dibuka langsung oleh Bupati Karawang Drs. H Ade Swara, dihadiri 50 peserta Bimtek pada hari pertama, dan 50 Peserta untuk sesi 2 di keesokan harinya. Dalam sambutannya bupati mengatakan, kegiatan Bimtek hendaknya mengedepankan prinsip cepat, tepat, mudah dan murah (efektif, efisien dan berkeadilan) dalam proses pengurusan perizinan dan atau non perizinan. “Saya berharap seluruh peserta bimtek dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, sebagai sarana meningkatkan sumber daya manusia, tentunya materi yang disampaikan

FOTO | BUDI

Kegiatan Bimbingan Teknis.

jadi modal mewujudkan kabupaten karawang yang masyarakatnya semakin cerdas, sehat, produktif dan sejahtera,” harapnya. Terakhir bupati menyampaikan yang pada intinya bahwa kinerja pemerintah saat ini perlu sinergi dengan para pelaku usaha, untuk mencapai satu tujuan yaitu mensejahterakan masyarakat Karawang. “Para investor yang menanamkan investasinya di Kabupaten Karawang perlu ada imbasnya dan dirasakan oleh masyarakat Karawang khususnya,” ujarnya. Sementara itu laporan ke-

tua panitia bimtek yang dibacakan oleh Sekretaris BPMPT Drs. Asep Maulana, dasar dari diadakan nya program Bimtek ini ialah memberikan pemahaman kepada para manajemen tentang suatu perizinan, baik perizinan baru, perpanjangan dan kadaluarsa. Untuk peserta Bimtek sendiri dari unsur management dengan jumlah 100 orang peserta di bagi dua sesi hari ini dan esok hari Narasumber di daulat dari unsur BKPPMD prov Jabar, Kepala BPMPT Karawang, dan lainnya sumber dana yaitu dari APBD Karawang tahun 2013. | Budi Saputra


HALAMAN 15

KORAN TRANSAKSI THN 13

TRANS SUMBAR

Partisipasi Publik Minim Soal DCS Masyarakat dihimbau agar aktif memberikan informasi, namun hanya ada satu tanggapan masyarakat. Padang, Trans - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar hingga hari terakhir masa uji publik terhadap daftar calon legislatif sementara (DCS), Kamis (27/

6), hanya mencatat tiga laporan pengaduan. “Pengaduan yang kami terima hanya bacaleg di kabupaten/ kota, bukan DCS untuk DPRD Sumbar,” ungkap Ketua Pokja Pendaftaran Caleg KPU Sumbar, Agus Catur Rianto. Dari tiga pengaduan itu, dua di antaranya menyangkut dugaan korupsi dan satu lagi menyangkut perilaku bacaleg. Yakni, perilaku bacaleg salah satu partai di Bukittinggi, di Padang dan di Solok Selatan terkait dugaan korupsi. Pengaduan masyarakat itu sudah dikirim ke KPU masingmasing melalui fax. Namun. Agus

Catur enggan menyebutkan nama ketiga bacaleg itu. “Kalau ingin mencari tahu, silakan cek saja di KPU masing-masing,” ulas Catur. Sedangkan DCS DPRD Sumbar, Catur menyebutkan tidak ada. “Kami sejak awal telah mengimbau masyarakat berperan aktif memberikan masukan terhadap DCS yang telah diumumkan. Namun, hanya satu tanggapan yang masuk,” ujarnya. Rekomendasi Bawaslu Sementara itu, menyangkut rekomendasi Bawaslu Sumbar soal Yetti Saputri, bacaleg Gerindra dapil Sumbar IV (Pasbar-

Pasaman) agar KPU memasukkan nama bacaleg itu ke dalam daftar calon tetap (DCT) untuk caleg DPRD Sumbar, belum diputuskan KPU Sumbar. Alasannya, sebut Catur, KPU masih mempelajari rekomendasi Bawaslu yang diterima beberapa hari lalu tersebut. Setelah dipelajari, komisioner memplenokannya untuk menentukan sikap,” terang Catur lagi. Dihubungi terpisah, Wakil Sekretaris DPD Gerindra Sumbar, Hidayat menyambut gembira rekomendasi yang dike-luarkan Bawaslu Sumbar terhadap kadernya yang akan maju ke DPRD Sumbar melalui dapil Sumbar IV

tersebut. “Hasil rekomendasi itu menunjukkan Bawaslu Sumbar memahami duduk persoalan yang dilaporkan partainya. Ini sekaligus menunjukan adanya perbedaan persepsi dari KPU Sumbar dalam memahami aturannya sendiri terkait pencalonan caleg,” kata Hidayat. Bila rekomendasi itu tidak ditanggapi, pihaknya akan menempuh jalur hukum. “Saya masih berpikiran positif, KPU bakal menerima penegasan Bawaslu itu, sehingga bacaleg Yetti Saputri jelas kedudukannya,” kata Hidayat. | Bas

Wabup Agam Canangkan GAM dan Serahkan Penghargaan Agam, Trans - Wakil Bupati (Wabup Agam) Canangkan Gerakan Agam Membaca (GAM) di Halaman Kantor Bupati Agam dengan ditandaikan pelepasan balon udara, Kamis (27/6). Dalam kesempatan itu Wabup mengajak dan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan minat baca serta budaya membaca. Menurutnya, untuk meningkatkan hal itu dengan memanfaatkan waktu untuk menggujunggi perpustakaan, peduli terhadap keberadaan rumah baca maupun taman baca serta kegiatan-kegiatan yang sifatnya mendorong tumbuh kembangnya budaya membaca ditengah-tengah masyarakat. Kemajuan sebuah bangsa tercermin dari budaya masyarakat yang gemar membaca, jadi perlu adanya sinergitas, kerjasama dan kepedulian bersama untuk sukseskan gemar membaca, disamping itu diperlukan gerakan moral yang tumbuh dari bawah atau masyarakat. Wabup berharap untuk bersama-sama menggerakkan dan mendorong berkembangnya minat dan budaya baca ditengah masyarakat. Setelah itu Wabup menyerahkan 2 penghargaan tingkat nasional yaitu, Adiwiyata Mandiri ke SMAN 2 Lubuk Ba-

sung mendapatkan piagam, tophy serta uang tunai senilai Rp.5.000.000,0 dan Kalpataru ke Wali Nagari Koto Malintang mendapatkan piagam, trophy uang tunai Rp. 5.000.000,- . Dilanjutkan dengan penyerahan tingkat Kabupaten Agam, Adiwiyata Kabupaten ke MTSN IV Angkat Candung, SMPN 3 Lubuk Bausng, SMAN 1 Ampek Angkek, SDN 21 Taluak, SMAN 1 Baso, SDN 23 Cibuak Ameh, SDN 63 Surabayo dan SMPN 1 Baso, masing-masing mendapatkan piagam, trophy dan uang tunai Rp.1.500.000. Juara I Lomba Karya tulis tingkat SMA ke Zultrian Melantika SMAN 1 Baso mendapatkan, Juara II Gustian Helenda Putri SMAN 1 Baso, Juara III Lolo Karina Tumanggor SMAN 2 Lubuk Basung, masing-masing mendapatkan piagam, trophu uang tunai 1 juta, Rp.750.000, Rp. 500.000,-. Juara I Lomba Inovasi Pemanfaatan Barang Bekas tingkat SMP diraih oleh Ririn Rizkiyanti Meysi dari SMPN 1 Baso, Juara II Anggi Meiningsih dari MTsN IV Angkek Canduang dan Juara III Anggi Isra Novelia dari MTsN IV Angkek Canduang, masingmasing mendapatkan piagam, trophu uang tunai 1 juta, Rp.750.000, Rp. 500.000,-. Juara I Lomba Inovasi Pemanfaatan Barang Bekas

Tingkat SD diraih oleh Alin Syaqila dari SDN 21 Taluak yang langsung memberikan hasil karyanya ke Wabup Agam, Juara II Airin Aqila SDN 21 Taluak , Juara III Fanica Maisana SDN 21 Taluak, masing-masing mendapatkan piagam, trophu uang tunai 1 juta, Rp.750.000, Rp. 500.000,-. Juara I Kader IMP oleh Elia Noveri Kec.Kamang Magek, Juara I PKB berprestasi oleh Yusnida, Amd, Kep Kec.Kamang Magek, Juara I Penggelola Kelompok UPPKS oleh Kelompok Penggelola Biaro, Juara I Kader Bina Keluarga Balita Hidayah Tilkam, Juara I Keluarga Harmonis Sejahtera Amril Hasan, S.Ag dan Hj.Mufiadi, S.Pd Ampek Angkek, Juara I Lomba Peserta KB Lestari 20 tahun oleh Syafril Tanjung dan Nurlaili, R Ampek Angkek, Juara I tahap tumbuh Olk Remaja AS Syifa MTsN Canduang, Juara I Tahap Tegak Olk Remaja Afro Anson SMAn 2 Tilkan dan Juara I Lomba Tahap Tegar PLK Remaja Aku Cinta Sekolah (ACS) SMAN 1 Canduang. Wabup juga menyerahkan Buku oleh penerbit, Juara I Lomba Pos Layanan Perpustakaan Tingkat Provinsi Perpustakaan Anak Nagari Nagari Koto Tangah Tilkam, Bantuan Rak serta Buku Taman Baca Kecamatan ke Lubuk Basung, Nagari Koto Malintang Tj.Raya dan Mesjid

FOTO | USI

Agam Laksanakan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Keluarga Nasional.

menyadari pentingnya pemanfaatan SDA berkelanjutan. Persoalan lingkunga tidak dapat dilihat sebagai suatu yang berdiri sendiri, namun sangat terkait oleh prilaku manusia teruta-

ma dalam memenuhi kebutuhannya. Perubahan prilaku melalui gaya hidup tentu saja merubah pola ekstraksi sumber daya alam dan energi yang ada. Maka itulah, Kementerian

SENIN, 1-14 JULI 2013

PENDIDIKAN Disdikpora Agam Latih Operator Data Entri Sekolah Agam, Trans - Seluruh operator entry data sekolah SD, SMP, SMA, dan SMK se Kabupaten Agam diberikan pelatihan secara berjenjang bagi guru yang memiliki Nomor Unit Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) di Aula Disdikpora Agam, Rabu (26/6) di Lubuk Basung. FOTO | USI Kepala Bidang Pendataan Informasi dan Mana- Drs. Fauzir jemen Pada Disdikpora Agam, Drs. Eriswandi, MM, mengatakan, seluruh guru yang mempunyai Nomor NUPTK di Kabupaten Agam harus mampu mengunduh melalui Verifikasi dan Validasi (VERVAL) untuk diaktifkan. Dia menjelaskan, bahwa untuk mengaktifkan dan mengisikan kembali NUPTK harus dilanjutkan verifikasi dan validasi ulang karena itu seluruh operator diundang dan diberikan pelatihan. “Ini bertujuan bagi operator entri data dalam rangka pemutakhiran data kependidikan tentang guru, dimana hasil pelatihan ini dapat diterapkan kepada seluruh guru di sekolah masing-masing yang nantinya dapat mengentri melalui wibesite: padamu.kemdikbud.go.id,” katanya. Sedangkan prosedurnya Entry data melalui Verval akan berlanjut sebagai pedoman untuk pelaksanaan evaluasi diri sekolah (EDS). Jadi setiap guru melakukan validasi data NUPTK dan mengisikan ke EDS sekolah, bila tidak mengisi EDS akan beresiko terhadap kepala sekolah, karena tidak adanya kode aktifasi sekolah. “Bila tidak ada EDS dengan sendirinya NUPTK tidak akan terbit dan SK pengusulan tunjungan profesi tidak akan keluar,” katanya. | Usi

Pemutakhiran Data Guru Sangat Penting

FOTO | USI

Wabup Agam Irwan fikri, Sh lakukan Pencanangan Gerakan Agam Membaca (GAM) di Halaman Kantor Bupati Agam

Al-Ikhlas Sungai Tanang Banuhampu. Terakhir Wabup menyerahkan Kartu Peserta Askes kepada

2 Wali Nagari yaitu, Armen Wali Nagari Kampuang Pinang Lubuk Basung dan Reflismen Wali Nagari Duo Koto Tj.Raya. | Usi

Agam Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Keluarga Nasional Agam, Trans - Hari Lingkungan Hidup se-Dunia dan Hari Keluarga Nasional ke-XX tahun 2013 diperingati di Kabupaten Agam. Peringatan ditandai dengan upacara di halaman kantor Bupati, Lubuk Basung, Kamis (27/6), dengan inspektur upacara Kapolres Agam Asep Ruswanda. Dalam acara itu Kapolres Asep Ruswanda membacakan sambutan tertulis Menteri Lingkungan Hidup Prof. Dr. Balthasar Kambuaya MBA. Dikatakan, dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pelibatan masyarakat dan swasta serta pemerintah menjadi aspek penting. Pemerintah perlu mengeluarkan program pro lingkungan, swasta perlu juga

NO. 272. ‰ TH XIII

Lingkungan Hidup bersama seluruh lapisan masayarakat melakukan peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun 2013 dengan mengusung tema “Ubah Prilaku dan Pola Kosumsi Sntuk Selamatkan Lingkungan”. Selain itu, Asep Ruswanda juga membacakan sambutan tertulis Menteri Pemberdayaan Perempuan Hari Keluarga Nasional ke-XX tahun 2013 berisi, bahwa Hari Keluarga Nasional ini bertujuan untuk melakukan intropeksi dan pembenahan ke dalam serta suatu simbol dalam program kependudukan dan keluarga berencana (KB). Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan pencanangan Gerakan Agam Membaca. “Kemajuan sebuah bangsa tercermin

dari budaya masyarakatnya yang gemar membaca,” ungkap Ruswanda dalam membacakan sambutan tertulis Bupati Agam. Menurutnya, selama ini banyak ditemukan masyarakat yang menghabiskan waktu luang dengan kegiatan yang tidak bermanfaat sehingga melupakan membaca yang seharusnya menjadi kebutuhan dalam hidup. Sehubungan dengan itu diperlukan sebuah gerakan moral yang tumbuh dari bawah, bersama-sama menggerakkan dan mendorong berkembangnya minat baca terhadap masyarakat. Usai pelaksanaan upacara, dilakukan penyerahan penghargaan Hari Lingkungan Hidup dan Hari Keluarga Nasional tingkat kabupaten Agam. | Usi

Agam, Trans - Pemutakhiran data guru melalui Verifikasi dan Validasi (Verval) Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) sangat penting sekali, karena terkait langsung dengan guru dan sekolah masing-masing, demikian disampaikan Kepala Disdikpora Agam, Drs. Fauzir, belum lama ini. Dia menjelaskan, memang betul bila tidak dilakukan Verval mengakibatkan kerugian bagi sekolah. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan Verval sebelumnya yang diterima oleh operator entry data kabupaten dari LPMP Provinsi melalui sosialisasi sebelumnya di Padang. Pihaknya mengharapkan seluruh guru melakukan Verval NUPTK dengan tuntas. “Mari kita pedomani petunjuk dan pasword yang telah diberikan saat pelatihan dan menyampaikannya kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah,” katanya Selain itu, untuk mengunduh data melalui website padamu.kemdikbud.go.id. Bila diunduh nanti akan keluar format AO-1, dimana dalam data tertera nama yang bersangkutan di sekolah induk dan nanti dientry oleh operator sekolah. “Ini akan dientrikan lagi bila keluar AO-2 itu adalah untuk guru mutasi, sedangkan bila keluar hasil entry AO3, itu adalah untuk staf TU,” terangnya Makanya bagi guru yang hasil entrinya AO-2 dan AO-3, jika ingin memperoleh AO-1, format AO-1 di print oleh operator dan diantarkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten untuk dientry ulang oleh operator dinas, agar keluar data guru yang bersangkutan AO-1 selanjutnya dimasukkan ke EDS nantinya. Sedangkan Widya Sartika Operator Disdikpora menambahkan, jaringan untuk EDS direncanakan akan dibuka minggu kedua pada awal Juli mendatang. “Entry data sebagai bukti Verval yang dilakukan oleh operator, kemudian guru melakukan aktifasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) melalui bukti Verval-1,” imbuhnya. | Usi

W ART A WAN PROFESIONAL ARTA TUNJUK AN JA TI DIRI TUNJUKAN JATI Perwakilan Sumatera Barat : Amir Husin Koto (Kepala Perwakilan), Bastani Nazar, Syahrul Hamidi Koto, Sudirman Dt. Rky Endah

Mahyeldi Makan Malam Bersama Khafilah MTQ Mahasiswa Padang, Trans - Sekitar 300 orang lebih Panitia dan peserta Kapilah Musabakah Tilawatil Qur’am (MTQ) Mahasiswa Tingkat Nasional Tahun 2013, menghadari undangan makan malam bersama Wakil Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah, SP. di Kediaman Walikota Padang (Palanta) Senin malam (24/6). Pada kesempatan itu, Mahyeldi mengatakan dalam kata sambutannya bahwa malam ta’aruf, merupakan salah satu malam yang dimuliakan Allah. Allah akan memudahkan segala usaha, rezki manusia dan memanjangkan umur serta memberkahinya. Kota Padang sebagai pusat pendidikan terdapat sebanyak 50 Pergurunan Tinggi (PT) luas daerah sekitar 14 Ribu Kilometer, panjang pantai 64 KM, terdapat 19 pulau besar dan kecil, sebanyak 21 sungai besar dan kecil terdiri dari 11 kecamatan dan 104 kelurahan.

FOTO | TAF

Wakil Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah, SP. makan malam bersama Panitia dan peserta Kapilah Musabakah Tilawatil Qur’am (MTQ) Mahasiswa Tingkat Nasional Tahun 2013.

“Sesuai dengan Visi dan Misi Pemerintah Kota Padang menjadi Kota Metropolitan yang religius, sehingga tepat-

lah rasanya MTQ ke 13 tahun 2013 Tingkat Nasional se- Indonesia sebagai tuan rumah di dua Universitas yaitu UNP dan

Unand Padang,” ujar Mahyeldi. Membumikan Al-Qur’an di Kota Padang, betul-betul men-

jadi sebuah kehidupan masyarakat seharian. Sebab, anak yang pintar dapat mengapal ayat-ayat Al-qur’an, di pastikan di sekolah dia akan menjadi anak yang cerdas dan memiliki krakter Islami, hal ini menjadi tuntutan dan tantangan bagi kita semua kedepannya. Lebih jauh, Mahyeldi mengatakan bahwa Masjid dan Mushalla dapat dijadikan pusat pertumbuhan roda perekonomian masyarakat Sumatera Barat pada umumnya dan Kota Padang khususnya, dan sebagai tempat menuntut Ilmu, tempat bermusyawarah dan sebagainya. “Jadikan Masjid sebagai kekuatan dan menyatukan umat, pengurus Masjid bearti mengurus orang banyak atau jamaah masjid di sekitarnya,” tuturnya. Wakil Walikota Padang berharap agar pelaksanaan MTQ Tingkat Nasional ini, tetap diadakan secara terus menerus, dan jangan sampai terputus.

“Dengan ada MTQ ini akan dapat ciptakan Mahasiswa yang Al-Qur’ni dan berakter berdasar Al-Qur’an,” tandasnya. Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Prof. Dr. Phil H. Yanuar Kiram selaku Ketua Rombongan mengucapkan terima kasih banyak atas undangan makan malam bersama dengan Wakil Walikota dan SKPD yang hadir bersama kami dalam jamuan yang istimewa. Dikatakan bahwa Sumatera Barat memiliki alam yang indah yang terdapat diseluruh Kota dan Kabupaten di- Sumbar. Di Kota Padang terdapat tempat objek wisata seperti Malin Kundang, Jembatan Siti Nurbaya, di Pariaman Kuburan Syeh Burhanuddin. Selain itu, dahulun yang menjadi Imam di Arab Saudi dari Sumbar sebanyak 6 orang. Yanuar Kiram mengaku merasa senang serta bangga bahwa Kota Padang memiliki pemimpin yang merakyat dan mempunyai kelebihan. “Dapat

di ibarat Walikota Fauzi Bahar seperti Umar Bin khatab yang tegas dan disiplin dan Wakil Walikota Mahyeldi seperti Usman Bin Afpan yang lemah lembut,” ujarnya. Ketua Dewan Hakim Prof. Said Aqil Almunawar MA, mewakili para kontingen juga mengucapkan terima kasih tak terhingga atas undangan jamuan makan malam bersama Panitia dan Qari/Qariah Mahasiswa Tingkat Nasional oleh Pemko Padang. Said Aqil Almunawar menjelaskan bahwa MTQ Mahasiswa Tingkat Nasional ke-13 tahun 2013, di buka oleh Menteri Pendidikan Nasional (Diknas) Muhammad Nuh, di ikuti 1.442 peserta dari 127 Perguruan Tinggi di Indonesia dan dari 32 Propinsi. “Kita merasa bangga karena dari tahun ketahun peserta MTQ Mahasiswa jumlahnya selalu bertambah, MTQ ke 12 di Makasar hanya jumlah 800 orang peserta,” tuturnya. | Taf



Koran Transaksi Edisi 272