Page 1

l Senin Kliwon l 22 Oktober 2018 TAHUN KE-33 NO: 172

Harga Eceran Rp 3.000 Harga Langganan Rp 70.000

Marquez Belum Puas Raih 7 Titel Juara

MOTEGI - Tujuh gelar juara dunia belum memuaskan Marc Marquez. Pembalap Honda Repsol ini mengaku masih berambisi menambah koleksi gelarnya. Marquez memenangi balapan MotoGP Jepang untuk memastikan gelar juara dunia MotoGP 2018. Dengan meraup 296 poin, pembalap Spanyol itu tidak terkejar lagi oleh rival terdekatnya Andrea Dovizoso. Kedua pembalap berjarak 102 poin, sedangkan kejuaraan tinggal menyisakan tiga seri. Gelar tahun ini menjadi titel juara ketujuh Marquez di sepanjang kariernya. Di kelas MotoGP sendiri, pebalap berusia 25 tahun itu kini memiliki lima gelar, yang empat gelar sebelumnya diperoleh di 2013, 2014, 2016, dan 2017. Sedangkan dua lainnya didapat Marquez di kelas 125 cc (2010) dan Moto2 (2012). Lima gelar MotoGP itu mensejajarkan Marquez dengan pembalap legendaris Australia, Mick Doohan. Marquez hanya berjarak dua gelar dari Valentino Rossi (7) dan Giacomo Agostini (8), yang menempati posisi dua teratas pemegang gelar terbanyak di kelas primer. Bersambung ke hal 7 kol 1 FOTO BERSAMA: Marc Marquez, Pembalap Honda Repsol berfoto dengan para penggemarnya usai memenangi balapan di Motegi, Jepang, Minggu malam (21/10). n Foto:dtc

69 Dusun di Temanggung Krisis Air TEMANGGGUNG - Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan sejumlah daerah mengalami kesulitan air bersih. Di Kabupaten Temanggung daerah yang dilanda kekeringan menyebar di 69 dusun di 30 desa yang ada di 12 kecamatan. Bahkan delapan desa di lima kecamatan termasuk daerah baru yang mengalami kekurangan air bersih. “Ke delapan desa tersebut yakni Desa Pagergunung, Bansari dan Wonotirto, Kecamatan Bulu. Kemudian di Kecamatan Gemawang terjadi di Desa Ngadisepi, Kecamatan Kledung di Desa Kledung, di Kecamatan Pringsurat ada di Desa Klepu dan Karangwuni serta di Kecamatan Jumo di Desa Jetis dan Ketitang,” kata pelaksana tugas Kepala BPBD Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi. Gito mengatakan, berdasarkan prakiraan Badan Meteoro-

logi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di Kabupaten Temanggung diprediksikan hingga akhir Oktober atau awal November mendatang. Diakuinya , di wilayah Kabupaten Temangung sudah terjadi turun hujan, namun sifatnya masih lokal, belum menyeluruh dan hingga sekarang masih terjadi kekeringan. Ia mengatakan, kekeringan pada 2018 tergolong panjang dan menyebabkan jumlah wi-

Menjaga Marwah Santri PRESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo menghadiri Hari Santri Nasional (HSN) ke-4 di Benteng Vastenburg, Solo. Tema yang diusung “Santri Mandiri Indonesia Hebat”. Menurut KH Abdul Ghafar Rozin Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama ( RMI NU ) untuk peneguhan semangat foto:dok kemandirian santri. Multazam Ahmad Ada tiga kemandirian dalam perayaan yang diusung di Hari Santri Nasional (HSN). Pertama, mandiri dalam tradisi, yakni tradisi keilmuan dan budaya pesantren yang harus dijaga dan tidak boleh luntur termakan zaman. Dalam catatan sejarah mengingatkan pula berdirinya sebuah pondok Bersambung ke hal 7 kol 3

layah yang mengalami krisis air bersih lebih banyak dibandingkan tahun 2017 lalu. “Tahun ini hampir 40 dusun di delapan kecamatan yang mengalami kekurangan air bersih. Tahun kemarin hanya beberapa desa saja. Sebab tahun kemarin termasuk kemarau basah,” katanya. Meskipun jumlah wilayah yang mengalami kekeringan bertambah, distribusi air bersih di sejumlah wilayah tersebut secara bergiliran. “Kami terus Bersambung ke hal 7 kol 3

AIR BERSIH: Sejumlah warga di Kecamatan Kledung sedang antre mengambil air bersih dari kran umum dan harus berjalan kaki dari rumahnya.n Foto: Widiyas Cahyono

Tim Jokowi-Ma’ruf Siapkan Jurus Jitu Raup Suara SEMARANG – Tim Kampanye Daerah (TKD) paslon Jokowi – Ma’ruf, mempunyai jurus jitu untuk meraih suara, di wilayah yang selama ini dikenal sebagai kantong pendukung paslon nomor urut 02. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua TKN paslon urut 01 Abdul Kadir Karding, di sela pelantikan TKD Jateng di DPD PDIP Jateng, Panti Marhaen, Semarang, Sabtu (20/10). “Jateng kita optimis sebagai salah satu lumbung suara, bagi paslon Jokowi-Maruf, meski demikian kita tetap melakukan berbagai terobosan dan kegiatan, untuk bisa meraih kegiatan. Termasuk juga di wilayah-wilayah, yang selama ini dikenal sebagai basis pendukung paslon nomur urut 02,” paparnya.

Wilayah tersebut diantaranya, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau hingga Jawa Barat. Menurutnya, di daerah-daerah tersebut, pihaknya akan melakukan kampanye secara khusus. Terutama dalam menyampaikan berbagai program dan pembangunan, yang sudah dilakukan didaerah tersebut. “Jadi tidak secara umum, namun lebih spefisik lagi. Harapannya, masyarakat tahu dan mengerti, bahwa selama ini pemerintahan Jokowi memberi perhatian disana. Selain itu, kebijakan apa yang sudah kita lakukan, misalnya di Jambi, apa saja yang sudah dibangun disana, atau program yang kita laBersambung ke hal 7 kol 1

FOTO BERSAMA - Capres petahana Joko Widodo berfoto bersama para pengurus TKN, TKD Jateng serta perwakilan partai pengusung disela pelantikan pengurus TKD Jateng di kantor DPD PDIP Jateng, Panti Marhaen, Semarang, Sabtu (20/10).n Foto Arixc Ardana

Merti Dusun & Kirab Budaya di Gabahan

Warga Usung Hasil Bumi Keliling Kampung

Tolak Oplas

\ARTIS Ratna Listy mengaku banyak mendapat tawaran untuk operasi plastik (oplas), supaya tetap cantik. Tapi hal itu ditolaknya, dengan alasan biayanya lumayan mahal. “Mahal, mencapai Rp 90 juta, mending buat biaya sekolah anak,’’ katanya. Bahkan meskipun ditawari gratis, sekalipun dia mengaku menolaknya. ‘’Saya takut sama Allah. Biar kayak gini cantik alami, cukup olahraga rutin. Mending alami, tidak perlu neko-neko,’’ katanya. n buyil-skh Foto: Buyil

Warga Dusun Jogag/Gabahan, Desa Sumberadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Minggu (21/10), melakukan pawai budaya keliling kampung dalam acara Merti Dusun.

ADA sekitar 18 barisan yang setiap peserta mengenakan pakaian adat, gunungan serta barisan bregodo yang menjadi ciri khas barisan Keraton Jogjakarta. Karnaval budaya yang di lepas Kepala Desa Sunberadi, Drs Hadi Sunyoto itu, menempuh jarak sekitar 2.000 meter (2 km) itu. Sepanjang rute yang dilalui karnaval, mendapat perhatian serius warga, termasuk pengguna jalan yang dilalui arak-arakan pawai

tersebut. Sedangkan iring-iringan karnaval budaya diawali dengan

barisan bergodo yang lengkap dengan tombak, disusul barisan anak-anak klub sepak bola, ada

KARNAVAL BUDAYA : Warga Dusun Jogag/Gabahan, Desa Sumberadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, melakukan pawai budaya keliling kampung. n Foto: ali subchi

juga barisan bergodo lombok abang dari Rt 06, serta beberapa gunungan, ada juga barisan ibuibu yang mengenakan pakaian adat Jawa, serta barisan hadroh. Kepala Desa Sumberadi, Drs Hadi Sunyoto menjelaskan, karnaval budaya yang digelar warga Dusun Jodag/Gabahan ini, merupakan kegiatan yang mampu meningkatkan kebersamaan dan kerukunan warga, sekaligus menjadi ajang silaturrahmi antarwarga. Dengan demikian, kegiatan ini sangat positif dan harus mendapatkan dukungan semua pihak, khususnya pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten. “Karnaval budaya ini, jadi momentum untuk pemerintah desa, agar kegiatan ini bisa dilakukan hingga tingkat desa. Maka karnaval budaya warga JoBersambung ke hal 7 kol 3


Senin Kliwon, 22 Oktober 2018

Sesuaikah Kurikulum 2013 dengan Dunia Kerja? ■ Catatan Materi Silabus Bahasa Inggris SMK

Media Ditumtut Bijak

Oleh Nur Lailatul Izzah SPd

TIDAK bisa dipungkiri, dalam masa kampanye Pemilu 2019 ini terdapat kecenderungan terjadinya polarisasi keberpihakan media massa, khususnya televisi, terhadap dua kubu calon presiden yang akan bertarung dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Ada sejumlah media penyiaran yang cendereung berpihak ke kubu Jokowi-Ma’ruf Amin, dan ada pula yang terkesan kuat condong pada kubu Prabowo-Sandiaga. Kita berharap, fenomena tersebut tidak berlanjut pada bentuk-bentuk pemihakan yang membabi-buta, tanpa memperhatikan kepentingan publik dan misi idealisme media. Undang-Undang No,40 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik secara gamblang menyatakan bahwa pers atau media harus menjaga independensinya demi kepentingan publik. Pers yang profesional akan menempatkan dirinya pada posisi yang netral, berimbang, dan adil dalam pemberitaan. Namun, selain masalah independensi atau netralitas media secara politik, juga semakin banyak pihak yang mengeluhkan tentang kualitas program acara di hampir semua stasiun televisi swasta. Meskipun dari aspek kreativitas patut diacungi jempol, namun dari aspek edukasi dan kualitas kontrol sosialnya masih sangat memprihatinkan. Persaingan yang semakin ketat di industri penyiaran kiranya menjadi penyebab, pragmatisnya stasiun televisi dalam merancang program-program siarannya. Mereka terjebak hanya ingin memenuhi keinginan publik, dan bukan kebutuhan publik. Banyak stasiun televisi yang mengabaikan aspek pendidikan, moralitas, dan nilai kemanfaatan bagi masyarakat. Maka tak mengherankan jika banyak program televisi hanya berorientasi pada rating atau popularitas. Karena itu, secara jujur harus kita akui, banyak stasiun televisi atau lembaga penyiaran pada umumnya yang menyimpang dari fungsi sesungguhnya. Banyak program-program acara di televisi yang bersifat membodohi akal sehat masyarakat. Hal itu terbukti dengan semakin banyaknya program acara yang bersifat “konyol-konyolan”, drama-drama veriety show atau reality show yang seolah-olah tidak direkayasa. Contoh lain adalah semakin banyaknya program-program acara yang mempertontonkan kekerasan, adu fisik, perkelahian bebas yang dikermas secara sangat menghibur. Tentu saja, hal itu akan membawa dampak buruk, terutama bagi anak-anak dan remaja kita, meskipun program-program tersebut disiarkan selepas pukul 22.00 WIB . Pada sisi lain, adegan-adegan konyol atau guyonan yang kelihatannya ringan dan dalam suasana candaan, sesunguhnya juga memiliki dampak buruk. Misalnya mendorong teman hingga terjengkang, aksi membully teman secara berlebihan, aksi mencaci maki teman yang disambut gelak tawa penonton. Bahkan, terkadang ada aksi kasar seperti memasukkan barang tertentu ke mulut teman demi mengundang tawa penonton. Belum lagi aksi-aksi bergaya “bencong” yang dipertontonkan hingga mengundang tawa penonton. Bahkan tidak sedikit pembawa acara yang keceplosan berbicara kasar atau jorok. Kita mengingatkan kepada seluruh media massa agar semakin dewasa, arif, cerdas, dan bermartabat dalam memproduksi program atau tayangan dalam bentuk apa pun, karena media memang tidak pernah berada di ruang hampa.■

D

Kurikulum 2013 mungkin lebih sesuai dengan kebutuhan siswa SMA karena SMA bertujuan menyiapkan siswa untuk siap melanjutkan studi yaitu di perguruan tinggi. Sedangkan SMK tujuan utamanya adalah menyiapkan siswa yang siap kerja dan produktif.

I TENGAH tengah semangatnya pemerintah memajukan pendidikan khususnya vokasi, kebijakan-kebijakan baru telah dibuat. Di dalamnya termasuk mengubah ketentuan-ketentuan dalam standar isi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun, ternyata perubahan-perubahan tersebut tidak semuanya sesuai dengan apa yang dibutuhkan siswa SMK di dunia kerja setelah mereka lulus nantinya. Hal ini dapat terlihat dari alumni SMK Negeri 1 Batealit. Banyak dari alumninya bekerja di perusahaa garmen, pembuatan sepatu, kabel dan perusahaan jasa lainnya. Rata-rata mereka bekerja sebagai operator atau pegawai pembantu administrasi perkantoran. Dalam melaksanakan tugas-tugas, mereka terkadang memerlukan keterampilan berbahasa Inggris meskipun secara pasif atau aktif dalam komunikasi yang sederhana. Alumni-alumni tersebut masih menggunakan standar isi Kurikulum 2006 atau kurikulum KTSP pada saat mereka masih di sekolah. Hampir 80% mereka mengakui bahwa materi bahasa Inggris yang mereka dapatkan sangat membantu mereka dalam bekerja. Dengan kata lain materi dalam silabus Kurikulum 2006 sudah mampu memenuhi kebutuhan mereka dalam dunia kerja. Namun sejak 2017, kebijakan berganti dan mengharuskan semua jenjang sekolah tingkat dasar dan menengah wajib melaksanakan Kurikulum 2013. Namun, pada standar isi yang termaktub dalam standar kompetensi dan silabus Bahasa Inggris kurikulum 2013 materi yang harus disampaikan kepada siswa sangatlah berbeda dengan kurikulum KTSP. Materinya jauh lebih kompleks untuk siswa

SMK dan yang paling disayangkan adalah kurang sesuainya materi dengan kebutuhan siswa di dunia kerja setelah mereka lulus nantinya. Materi yang ada di silabus Bahasa Inggris kurikulum KTSP untuk keterampilan berkomunikasi aktif di antaranya How to reserve hotel/travel/ticket, How to make make and handling complain, dan how to operate something. Sedangkan untuk keterampilan memahami teks tema yang disajikan adalah The Application letter, Description of a company, The history of a company dan The biography of success people. Jika kita perhatikan materi-materi tersebut lebih praktis dan sangat sesuai dengan kebutuhan para siswa ketika mereka terjun di dunia kerja. Siswa sangat memerlukan pembelajaran tentang bagaimana membuat surat lamaran pekerjaan, bagaimana menghadapi wawancara kerja, bagaimana menghadapi konsumen dan bagaimana mengoperasikan peralatan. Sedangkan yang materi pemahaman teks siswa belajar tentang sejarah suatu perusahaan dan biografi tokoh-tokoh yang suskses dalam bidangnya. Dalam kurikulum KTSP kebutuhan-kebutuhan pembelajaran tersebut di atas bisa didapatkan. ■ Lebih Sulit Sedangkan dalam Kurikulum 2013, materi yang disampaikan cenderung lebih kompleks atau sulit untuk siswa SMK, khususnya di sekolah pinggiran seperti di sekolah di mana penulis mengajar. Materi yang ada dalam silabus Bahasa Inggris kurikulum 2013 di antaranya, getting attention, application letter, making a caption, factual report (about nature, ani-

Usulan dana saksi dari APBN banyak diprotes. Parpol ingin terus dimanjakan negara. *** Bupati Pekalongan ajak mahasiswa jauhi korupsi. Termasuk mengajak diri sendiri dan kolega.

Sumpah Pemuda 1.Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu,tanah air Indonesia 2.Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia PENDIRI PEMIMPIN UMUM PEMIMPIN REDAKSI/PENANGGUNG JAWAB PEMIMPIN PERUSAHAAN WAKIL PEMIMPIN PERUSAHAAN

: Ir H Budi Santoso : Irianto Joko Moelyono : Muhammad Aulia A : Sarsa Winiarsih Santoso : Djoko Sutedjo

REDAKTUR SENIOR: Sosiawan, Widiyartono R. REDAKTUR PELAKSANA: Budi Sutomo, Achmad Ris Ediyanto. KOORDINATOR LIPUTAN: Heri Suyanto, Didik Saptiyono PERSONALIA REDAKSI: Samsudin Bakrie. REDAKTUR: Eddy Tuhu PW, Adlan Heriyudi, Sosro Margono, Sucito, Kusmiyanto, Aman Ariyanto, Yunan Hidayat, Soetjipto, Wisnu Setiaji, Yanuar Dwi Sarjono, Sunarto, Siti Khajarwati. Reporter: Unggul Subagyo, Sapto Sari Jati, Felek Wahyu, Jaka Nuswantara, Nurul Wahid, Rusmanto Budi, Ernawaty, Sunardi, Arix Ardana. Koresponden Kedu: Tri Budi Hartoyo (Koordinator), Widyas Cahyono, Ali Subechi. Banyumas: Joko Santoso (Koordinator), Hermiana Englaningtyas, Ady Purwadi. Pekalongan : Janti Artati (Koordinator), Eko Saputro, Hadi Waluyo, Probo Wirasto. Pati : Wahono (Koordinator), Budi Santoso, Ali Bustomi. Surakarta: Tulus Premana (Koordinator), Bagus Atas Adji W, Sutyatmoko W, Suti Hapsoro.

3.Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

S

ETIAP tanggal 28 Oktober seluruh bangsa Indonesia tidak lupa selalu memperingati Hari Sumpah Pemuda, hari yang bersejarah. Sejak kali pertama dibacakan pada 28 Oktober 1928 lalu, Sumpah Pemuda menjadi sarana pemersatu. Nilai-

REKENING BANK : PT Sarana Pariwara Semarang BANK JATENG 1.034.07578.9 CIMB NIAGA 453.0100081.00.0 PENERBIT : PT Sarana Pariwara Semarang/Anggota SPS. IZIN TERBIT : SK Menpen RI No. 027/ SK/Menpen/SIUPP/A7 Tanggal 23 Januari 1986. TERBIT PERDANA : Tanggal 17 Maret 1986

nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda sangatlah tinggi dan luhur sehingga seharusnya selalu ditanamkan di setiap jiwa rakyat Indonesia. Akan tetapi dewasa ini, nilainilai Sumpah Pemuda seolah luntur oleh modernisasi. Di era milenial ini seakan orang bebas melakukan segala sesuatu tanpa batas. Hedonisme, dimana kesenangan dan kenikmatan adalah tujuan dalam hidup, banyak dilakukan oleh para generasi muda kita. Hal ini terjadi karena dari dampak negatif kemajuan tehnologi yang ada. Sering kita saksikan banyak dari generasi muda kita yang menginginkan hidup senang dengan jalan pintas. Mereka rela melakukan apa saja demi mendapatkan kesenangan semata. Padahal hedonisme cenderung menimbulkan sikap individualisme dalam diri manusia. Hilangnya rasa cinta kasih dan putusnya persaudaraan dengan sesama, hanya memprioritaskan diri sendiri dan tak peduli dengan orang lain, sifat egoisme, di kalangan kawula muda adalah salah satu bukti yang nyata dari

kehidupan hedonis yang akan merusak nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat. Saat ini kita lihat semakin lunturnya makna kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Perselisihan,tawuran antarpemuda, demo yang berujung anarkisme merupakan contoh nyata sehari-hari yang sering kita saksikan. Pada abad mileneal ini, dimana semua bisa diakses dengan mudah, membuat semua budaya asing masuk tanpa kontrol ke Indonesia. Hal ini dibuktikan banyaknya kawula muda Indonesia yang lebih mengenal budaya asing dibandingkan budaya sendiri. Mulai cara berpakaian, bahasa pergaulan, dll, kini semakin jauh dari bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Imperialisme modern dewasa ini kini telah memporak porandakan nilai-nilai yang terkandung dalam amanat Sumpah Pemuda. Jiwa nasionalisme makin lama semakin menurun digantikan sikap individualisme yang makin lama semakin meningkat. Untuk itu sudah selayaknya kita mulai menata kembali se-

mangat untuk mempertahankan dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Dengan cara mengurangi perselisihan, tidak mudah terprovokasi dan diadu domba serta meminimalisir setiap perbedaan yang ada di antara rakyat Indonesia. Sebagai pemuda Indonesia, kita harus bisa memahami dan menghargai citacita luhur para pemuda terdahulu yaitu menjadikan bangsa Indonesia menjadi satu kesatuan yang utuh, berkembang dan maju. Penulis berharap, peringatan Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi rutinitas saja yang tanpa makna, akan tetapi memberikan dampak bertambahnya kualitas pemuda-pemuda di Indonesia. Terus meningkatkan kemampuan diri serta tidak mudah menyerah untuk mewujudkan cita-cita luhur para pendahulu. Bukan sebagai penerus semua hal yang negatif yang ada sebelumnya. Pemuda adalah aset yang berharga bagi kemajuan bangsa. Terus semangat dan tetap berkarya.■ Penulis, guru SMK Negeri 2 Sragen.

Kolaborasi Sekolah dengan Lingkungan

MANAJER IKLAN/PROMOSI: Agung Wahyu Jawoto. MANAJER PEMASARAN: Teguh Slamet Widodo. MANAJER SDM: Sosro Margono SH MANAJER TU: Yetti Ismiyati. KABAG KEUANGAN: Siti Aisyah. ALAMAT REDAKSI : Jl. Kawi No 20 Semarang - 50251, Telp (024) 8507070, Faks (024) 8502727 redaksi@koranwawasan.com ALAMAT IKLAN - PEMASARAN : Jl. Kawi No 20 Semarang-50251, Telp. (024) 8507070 Faks (024) - 8313717 iklan@koranwawasan.com pemasaran@koranwawasan.com ALAMAT TATA USAHA Kompleks Pertokoan Simpang Lima Blok A/10 Semarang Telp.: (024) 8314170 Faks. (024) 8317113

Penulis, guru SMK Negeri 1 Batealit, Jepara.

Lunturnya Nilai-nilai Sumpah Pemuda di Abad Milenial Oleh Dra Wiwid Retno Wijayaningsih

(Hanya ingin dimanjakan kalau di rumah)

mal, place,nature phenomenon) and song. Materi-materi tersebut lebih dominan tentang penelaahan teks daripada penggunaan Bahasa Inggris secara praktis dalam berkomunikasi. Dalam kurikulum terbaru tersebut siswa lebih mendalamai tentang telaah teks dan penggunaan bahasa untuk kepentingan yang lebih ilmiah. Misalnya saja tentang materi lagu, siswa belajar tentang makna tersirat dari sebuah lagu. Di sini siswa dituntut untuk mengkaji lebih dalam tentang makna-makna kebahasaan yang tentunya menuntut daya pikir yang tinggi. Namun, hal tersebut kurang relevan dalam dunia kerja. Mungkin semua pihak akan setuju kalau sistm pembelajaran harus bisa menstimulasi siswa untuk mampu berfikir dengan “HOTS” (High Order Thinking Skill), tetapi tentunya terpenuhinya kebutuhan siswa setelah mereka lulus adalah tetap yang utama. Perlu diingat bahwa tujuan pendidikan menengah umum dan pendidikan vokasi adalah berbeda. Jadi materi pembelajarannya pun selayaknya berbeda, disesuaikan dengan kebutuhannya masing-masing. Kurikulum 2013 mungkin lebih sesuai dengan kebutuhan siswa SMA karena SMA bertujuan menyiapkan siswa untuk siap melanjutkan studi yaitu di perguruan tinggi. Sedangkan SMK tujuan utamanya adalah menyiapkan siswa yang siap kerja dan produktif. Dengan paparan tersebut di atas kami sebagai pendidik di SMK terutama di sekolah pinggiran berharap supaya pemerintah bisa membuat kebijakan yang benar-benar mampu memenuhi kebutuhan warganya, khususnya siswa SMK dengan tepat dan efektif.■

Oleh Rofiatun SPd SD

S

EKOLAH tempat menaruh harapan besar bagi orangtua siswa, sehingga diharapkan mampu memberikan pelayanan prima terhadap peserta didiknya. Di mana pelayanan pendidikan yang ramah terhadap anak, mampu memenuhi tuntutan masyarakat, dan sesuai perkembangan zaman. Ini seiring dengan tuntutan akan mutu pendidikan, sehingga kadang masalah jarak dan biaya dikesampingkan orangtua siswa. Sekolah yang tidak mampu

memenuhi tuntutan perkembangan pendidikan akan ditinggalkan masyarakat. Belum lagi kalau guru-guru di sebuah sekolah terkenal galak-galak, maka orangtua siswa pun enggan menyekolahkan anaknya di tempat itu. Apalagi kalau sekolah kurang fasilitas, pasif dan kurang kegiatan ekstrakurikulernya sehingga dijauhi masyarakat. Lalu bagaimana sekolah menyikapi kondisi yang ada? Guru sebagai pelayan pendidikan harus lebih terbuka, serta menjaga hubungan baik dengan wali murid, komite dan masyarakat umum. Saling kerja sama sangat dibutuhkan, misalnya menyangkut hubungan institusional, yaitu kerja sama antara satu sekolah dengan lainnya baik negeri maupun swasta. Kolaborasi demikian penulis menyebut bentuk kerja sama, interaksi, kompromi beberapa ele-

men yang terkait baik individu, lembaga atau pihak-pihak yang terlibat secara langsung dan tidak langsung yang menerima akibat dan manfaat. Nilai-nilai yang mendasari sebuah kolaborasi adalah tujuan yang sama, kesamaan persepsi, kemauan untuk berproses, saling memberikan manfaat, kejujuran, kasih sayang serta berbasis masyarakat (CIFOR/PILI,2005). ■ Kolaborasi Contoh kolaborasi warga sekolah dan lingkungan ada berbegai macam. Misalnya, sekolah dengan Puskesmas menyangkut program kesehatan. Begitu pula sekolah dengan kepolisian menyangkut pencegahan kenakalan siswa seperti tawuran, minum-minuman keras hingga sosialisasi akan bahaya narkoba. Lebih dari itu dengan pemer-

intahan desa setempat. Misalnya, sekolah dapat mengirimkan siswa dalam kegiatan pentas seni yang diselenggarakan desa, hingga kerja bakti. Begitu pula sebaliknya pemerintah desa melakukan hal yang sama sehingga akan berdampak positif terhadap hubungan lembaga pendidikan dengan lingkungan setempat. Dengan terjalinnya kolaborasi sekolah dengan lingkungannya diharapkan tercipta kemajuan di bidang pendidikan. Kekurangan sekolah di bidang tertentu mampu ditutup berkat adanya kolaborasi antara sekolah dengan instansi di sekitar lingkungannya. Sekolah mampu berkembang sesuai dengan harapan masyarakat, sehingga tercapailah tujuan pendidikan nasional.■ Penulis, guru SD N 3 Tubanan, Kembang, Jepara.


Senin Kliwon, 22 Oktober 2018

Sekolah Harus Inovatif Hadapi Tantangan Zaman MUNTILAN- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi menegaskan, lembaga pendidikan yang baik dan berkualitas akan menjadi instrumen penting bagi keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. Pasalnya penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas bagi sebuah negara merupakan aspek penting dan strategis untuk menentukan masa depan kehidupan negara itu sendiri. “Untuk itu, diperlukan inovasi dan kreativitas dari kalangan penyelenggara pendidikan untuk merespon setiap kebutuhan dan kemajuan zaman,” katanya, dalam kuliah umum sebagai rangkaian acara Cabang dan Ranting Muhammadiyah Expo 2018 di SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring, Muntilan, Magelang, Sabtu (20/10) malam. Orientasi terhadap pencapaian kualitas dimaksud, lanjut

Mendikbud, perlu dimbangi dengan pencapaian pemerataan kualitas di antara lembaga pendidikan yang satu dengan lainnya. “Kualitas jangan hanya ada di satu sekolah saja, akan tetapi perlu ada pemerataan pencapaian kualitas, sehingga ke depan tak terjadi kesenjangan kualitas di antara lembaga pendidikan yang ada di Indonesia,” tandas Muhadjir. Di masa mendatang, masih kata mendikbud, tidak ada lagi penyebutan identitas sekolah favorit dan tidak favorit. Karena semua harus menjadi lembaga pendidikan favorit sesuai potensi dan ciri khas masingmasing. Dalam hal ini perlu

ada kerjasama, kolaborasi dan sinergi di antara sekolah-sekolah, sehingga kualitas penyelenggaraan pendidikan bisa diwujudkan secara merata. Muhadjir Effendy menekankan lima hal penting yang perlu ditanamkan bagi para peser- ta didik di setiap lembaga pendidikan. Antara lain, berpikir kritis, memiliki kemampuan komunikasi secara lisan dan tulisan, kreatifitas, membangun kerjasama dan kepercayaan diri. Terkait kegiatan Cabang dan Ranting Muhammadiyah Ekspo 2018, Muhadjir Effendy dengan bangga memberikan apresiasi positif. Karena dengan adanya pameran keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing cabang dan ranting seperti dalam bidang pendidikan dan ekonomi maka diharapkan akan diketahui terkait potensi-potensi yang ada. Potensi itu menjadi modal penting dalam melakukan kerja-

sama secara sinergis dangat dibutuhkan untuk mencapai kemajuan bersama. Ikut hadir, Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi, Bendahara PP Muhammadiyah

Marpuji Ali, Ketua PW Muhammadiyah Jateng Tafsir dan Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PP Muhammadiyah Ahmad Norma Permata. Ada juga Plt

Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Magelang Haryono, Ketua PD Muhammadiyah Jumari dan Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang Eko Muh Widodo.■ TB-skh

KULIAH UMUM: Mendikbud Muhadjir Effendy saat memberikan kuliah umum dalam rangkaian Cabang dan Ranting Muhammadiyah Ekspo 2018 di Gunungpring, Muntilan, Magelang.■ Foto: Tri Budi Hartoyo

LPPM Undip Bantu Inovasi Teknologi UKM Dilema Rasa Delima Oleh: Marfu’ah SPd.SD

S

AAT kita pertama menjadi seorang guru, apa yang ada dibenak pikiran kita? Pastilah tanggung jawab sepenuhnya terhadap anak didiknya. Kenyataaanya kalau sudah terjun di dunia pendidikan bukanlah hanya mengajar, mendidik dan membimbing siswa, akan tetapi semua tugas tambahan melekat pada seorang guru. Pemimpin! Guru! Alangkah hebatnya, pekerjaan menjadi pemimpin di dalam sekolah, menjadi guru dalam arti yang spesial, yakni ‘pembentuk akal dan jiwa anak- anak’, terutama sekali di zaman kebangkitan, hari kemudiannya manusia adalah didalam tangan guru itu,menjadi manusia. Guru menurut undang- undang (UU) No.14 Tahun 2005, Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Guru dikatakan sempurna apabila mempunyai tanggung jawab yang dijalankan dengan baik. Karena guru adalah seorang pendidik yang juga merupakan pembimbing. Dalam bidang kemanusiaan di sekolah, guru harus bisa menjadi dirinya sebagai orang tua kedua bagi siswa. Tugas dan Tanggung jawab seorang guru sebagai pendidik adalah mendidik sekaligus mengajar. Yaitu membantu peserta didik untuk mencapai kedewasaan, dalam proses pembelajaran tugas utama guru selain sebagai pengajar juga sebagai pembimbing. Guru hendaknya memahami semua aspek pribadi peserta didik baik fisik maupun psikis dan mampu memahami tingkat perkembangan peserta didiknya yang meliputi kebutuhan pribadi, kecakapan, kesehatan mentalnya dan lain-lain. Perlakuan bijaksana akan muncul apabila guru benar- benar memahami seluruh aspek kepribadian peserta didiknya. Berkenaan dengan guru sebagai direktur pembelajaran, guru hendaknya senantiasa menumbuhkan, memelihara dan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar, untuk itu guru juga harus mampu mengenal dan memahami setiap siswa baik sebagai individu maupun kelompok. Memberikan berbagai informasi yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Juga memberikan kesempatan yang memadai agar setiap siswa dapat belajar sesuai dengan karakter pribadinya. Selanjutnya membantu (membimbing) setiap siswa dalam mengatasi masalah yang dihadapinya; kelima, menilai keberhasilan siswa. Oleh karena itu, tugas yang diemban oleh seorang guru tidaklah ringan, karena guru yang baik tidak hanya memberitahu, menjelaskan atau mendemonstrasikan, tetapi juga dapat menginspirasi. Seorang guru harus mampu memandang perubahan jauh ke depan. Guna mewujudkan itu semua, seharusnya di sekolah dasar itu mempunyai tenaga administrasi, karena kenyataaanya guru SD sekarang tidak hanya untuk mengajar, mendidik, dan membimbing siswa, namun banyak sekali tugas tambahan yang dibebankan kepada guru kelas. Bendahara BOS, yang tugasnya menyusun laporan setiap Tri Wulan bahkan setiap waktu dan setipa saat, OPS, juga banyak sekali tugas yang harus diselesaikan , dan masih banyak lagi tugas lainnya, padahal guru kelas juga harus mengerjakan semua administrasi. Inilah yang menjadi dilema guru SD selama ini, di satu sisi ingin selalu ada di dekat anak didik kita, disisi lain, karena banyaknya tugas tambahan yang diberikan kepada guru tersebut yang harus dikerjakan mendesak juga, akhirnya mau tidak mau kita harus mengerjakan semuanya. Antara tugas dan tanggungjawab yang tidak pada tugas dan fungsinya, “ Serasa makan Delima” Asam dan Manis. Akhirnya, untuk mewujudkan suatu tanggung jawab guru terhadap peserta didiknya dan agar supaya tidak ada dilema bagi guru SD. salah satunya adalah dengan adanya tenaga administrasi di Sekolah Dasar yang benar-benar tenaga administrasi sekolah, dengan tujuan supaya guru SD fokus terhadap siswanya, supaya guru mampu mengajar, mendidik dan membimbing anak didiknya dengan baik dan sepenuh hati. ■ Penulis, Guru Kelas SDN 4 Cepogo, Kecamatan Kembang, Jepara.

SEMARANG – Tim Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Undip melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM,) bersama kelompok usaha kecil menengah (UKM) produksi krupuk di Noloprayan, Kabupaten Klaten. Diketui Wahyu Hidayat, beranggotakan Ari Wibawa Budi Santosa dari Fakultas Teknik dan Ibnu Pratikto (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), tim tersebut memberikan pendampingan agar pelaku usaha tetap bisa berproduksi krupuk, meskipun dalam musim hujan. “Para pelaku UMKM kerupuk di wilayah tersebut, perlu sentuhan teknologi dan pembinaan manajemen pemasaran produk. Terlebih saat ini mulai memasuki musim hujan, diperlukan inovasi teknologi tepat guna, sehingga mereka bisa terus berproduksi dan tidak terkendala cuaca,” papar Wahyu Hidayat di kampus Undip Tembalang, Sabtu (20/10).

Dipaparkan, dalam pendampingan tersebut, pihaknya menerapkan pemanfaatan gas buang dari proses industri pembuatan kerupuk, untuk membantu pengeringan kerupuk basah. Dengan suhu pengeringan antara 25-60 derajat celcius, cara ini bisa mempercepat waktu pengeringan kerupuk, sekitar 2-3 jam dengan kadar air sekitar 24 persen. Hal senada juga disampaikan Ari Wibawa Budi Santosa. Menurutnya, dengan alat pengering ini pengusaha kerupuk tidak akan kebingungan, jika cuaca hujan atau mendung sehingga tidak ada sinar matahari untuk menjemur. “Selama ini proses pengeringan masih memanfaatkan matahari, dengan alat ini pelaku usaha tidak bergantung lagi. Karena dengan alat pengering kerupuk, yang memanfaatkan gas buang dari dandang pengukus kerupuk, produksi akan tetap berjalan,” terangnya. Tidak hanya itu, sejauh ini dengan alat pengering tersebut, jumlah produksi kerupuk bisa di-

tingkatkan karena tidak bergantung pada cuaca. Selain itu, tekstur kerupuk lebih higienis dan aman dari predator, serta efektifitas waktu

pengeringan lebih cepat. Selain itu, alat pengering ini juga bisa untuk penyimpanan kerupuk, agar tidak terkena jamur. ■ Rixskh

MONITORING: Kegiatan monitoring dan evaluasi kegiatan PKM Kemenristekdikti, oleh tim pemonev dari Undip dr Aji Prasetyaningrum di pabrik krupuk, Noloprayan, Kabupaten Klaten, kemarin.■ Foto dok

Berawal dari Ekskul, Smart Band Banyak Prestasi SEMARANG - Smart Band, yang beranggotakan siswa SD H Isriati Baiturrahman 1 Semarang, patut diacungi jempol. Pasalnya, band yang lahir dari kegiatan ekstrakurikuler ini banyak mendapatkan prestasi.

Band yang mengusung aliran Pop Rock tersebut digawangi Rayhan Adesta Anandaputra selaku vokal, Kevin Chandrawinata Askar Saputra (drum), Arsya Fausta Nayottama (bass), Haafizh Azmi Khairiil Qais (keyboard),

BAND: Smart Band, yang beranggotakan siswa SD H Isriati Baiturrahman 1 Semarang. ■ Foto: dok

Rizqi Wahyu Pratama Putra (gitar). Personel band yang saat ini duduk di kelas lima dan enam tersebut telah banyak mengantongi prestasi. Di antaranya Juara 1 Kabupaten Semarang Expo 2018, Juara 1 lomba bakat anak Festival Anak Kreatif 2018, Juara 2 Lomba Festival Band Emansipasi Jaman Now Patrajasa 2018, Juara 2 band Ramadhan with Ada Setiabudi 2018, Juara 2 band Competition Kids Talent Competition 2018. Selain itu, juga Juara 1 lomba bakat anak band Pekan Kreatif Nusantara 2017 Kabupaten Semarang, Juara 3 band Competition Dacon Student Got Talent 2017, Juara harapan I Lomba Bakat Anak Band Kids Tallent Nasmoco Competition 2017, Juara harapan II lomba Bakat Anak Band Suzuki 2017, Juara 3 Student Accoustic Competition @Cafewalk DP Mall Smg tahun 2016, dan Juara Harapan 3 lomba

Bakat Anak Band tahun 2016. Smart Band, merupakan band anak yang lahir dari ekstrakurikuler sekolah saat seluruh personel duduk di kelas tiga SD H. Isriati Baiturrahman 1 Semarang, tahun 2015. Personel Smart Band mengaku terinspirasi dari J-Rock dalam menentukan kostum yakni basic warna baju sama, tetapi dengan model berbeda. “Kami terinspirasi dari J-Rock (band dari Jakarta,red.) saat menentukan kostum. Jadi seragam, tetapi tidak sama persis. Yang seragam hanya basic warnanya, tetapi modelnya beda,” kata Deasy Kurniawati, salah satu orang tua murid dari personel Smart Band di Semarang, kemarin. Untuk mendukung penampilan terbaik di panggung, lanjut Deasy, Smart Band pun menggandeng penjahit dan desainer untuk menghasilkan kostum terbaik tidak hanya baju, tetapi juga jaket, dan sepatu.■ M13-skh

Kompetisi Dokter Muda Makin Kompleks SEMARANG- Tantangan dan kompetensi dokter muda saat ini makin kompleks. Pasalnya, jumlah lulusan Fakultas Kedokteran di Indonesia relatif banyak. Setiap tahunnya, 9.000 lulusan pendidikan dokter dari 73 Fakuktas Kedokteran di Indonesia, dicetak. ‘’Oleh karena itu, butuh keahlian dan perjuangan dari dokter-dokter muda yang baru lulus,’’ kata Dekan FK Unissula Semarang, Dr dr Setyo Trisnadi SpKf dalam pengambilan sumpah dokter ke 108, Fakultas Kedokteran (FK) Unissula, Minggu (21/10). Jumlah yang diambil sumpah 84 dokter. Sedangkan sampai ini FK Unissula sudah meluluskan 4. 098 dokter yang tersebar di seluruh Indonesia, dan bekerja di perusahaan swasta ataupun negeri. Menurutnya, dokter muda harus magang dulu selama delapan bulan di rumah sakit dan empat bulan di Puskesmas. Belum lagi, saat ini memasuki era jaminan kesehatan

nasional(JKN). Sekarang terdapat istilah dokter BPJS dan nonBPJS. Pasien berbondong bondong ke dokter BPJS sehingga tejadi overload pelayanan. Di satu sisi, dokter umum, yang praktik sendiri, kurang pasien. ‘’Kesuksesan tidak lepas dari proses pendidikan yang kompleks. Oleh karena itu, asahlah terus kemampuan kalian,’’ jelasnya. Di satu sisi, tantangan lain adalah beragamnya penyakit degeneratif, dampak dari meningkatnya usia harapan hidup masyarakat Indonesia. Kondisi ini memunculkan sejumlah penyakit yang harus ditangani. Kendati demikian kian banyaknya lulusan kedokteran tetap harus ditanggapi optimistis. Artinya, kini semakin banyak lahir tenaga parademis kompeten untuk membantu meningkatkan derajad kesehatan rakyat. Para dokter dipastikan juga akan berlomba meningkatkan kompetensi supaya bisa melayani pasien secara maksimal.

‘’Tahun ini tahun berkah bagi FK Unissula, kita meluluskan 100 persen. Kita akan memperbaiki sistem pembelajaran. Kita meran-

cang pembukaan prodi Profesi Apoteker,’’ jelasnya. Forum itu juga dihadiri Wakil Rektor I Dr Bejo Santoso.■ skh-jie

SERAHKAN SK: Dekan FK Unissula Semarang Setyo Trisnadi menyerahkan SK pada dokter muda, lulusan kampus itu Minggu (21/10).■ Foto: Siti KH


AKADEMIKA

Senin KLiwon, 22 Oktober 2018

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Hukum, MK Gandeng PT SALATIGA - Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga meluncurkan Pusat Studi Hukum dan Teori Konstitusi Fakultas Hukum (FH) UKSW di Hotel Laras Asri, Sabtu (20/10). Sebelumnya, ditempat yang sama dilakukan pula penandatanganan kerja sama antara UKSW dengan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) Jumat (19/10) malam. Peluncuran pusat studi ini ditandai dengan ditandatanganinya piagam oleh Rektor UKSW dan Dekan FH UKSW Ari Siswanto, SH MHum yang dilanjutkan dengan penyerahan piagam kepada direktur pusat studi Dr Umbu Rauta SH MHum. Kegiatan yang diadakan dalam rangka Dies Natalis ke-59 FH UKSW ini dirangkai dengan Seminar Nasional Mewujudkan Pileg dan Pilpres Serentak yang Berintegritas. Direktur Pusat Studi Dr Umbu Rauta SH MHum mengarahkan Pusat

Studi Hukum dan Teori Konstitusi Fakultas Hukum UKSW yang baru diluncurkan diharapkan akan dapat menjadi inisiator untuk melakukan aktivitas-aktivitas kajian tentang Hukum Konstitusi dan Teori Konstitusi yang jauh lebih ekstensif lagi secara tema maupun kuantitas. “Pusat studi ini diharapkan akan dapat menjadi inisiator untuk melakukan aktivitasaktivitas kajian tentang Hukum Konstitusi dan Teori Konstitusi yang jauh lebih ekstensif lagi secara tema maupun kuantitas,” kata Umbu Rauta. Pendirian Pusat Studi Hukum dan Teori Konstitusi oleh Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana ini didukung oleh rekam jejak cukup panjang dalam aktivitas-aktivitas kajian di bidang Hukum Konstitusi dan Teori Konstitusi,” imbuhnya. Sementara itu, terkait nota kesepahaman antara UKDW

dengan MK RI berkaitan tentang peningkatan pemahaman hak konstitusional warga negara dan mutu pendidikan tinggi hukum. Hadir langsung melakukan penandatanganan Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara SE MSc PhD, Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi Prof Dr M Guntur Hamzah SH MH dan Ketua Mahkamah Konstitusi Dr Anwar Usman SH MH. Dalam sambutannya, Guntur Hamzah mengatakan, kerja sama MK dengan perguruan tinggi (PT) tidak hanya kebutuhan tetapi keniscayaan sejarah perjalanan konstitusi. Disampaikannya ada tiga hal yang mendasarinya, yang pertama ada peran perguruan tinggi dalam sejarah proses lahirnya MK. Kedua, agar tidak ada jarak dengan masyarakat Indonesia MK bersinergi dengan perguruan tinggi dan yang terakhir perguruan tinggi terutama adalah simpul ilmu pengetahuan dan

PENANDATANGANAN : Penandatanganan nota kesepahaman antara UKSW dengan MK RI. ■ Foto : Ernawaty pengembangan pengetahuan. “Kerjasama dengan perguruan tinggi terus dirawat,

ini merupakan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan hukum dapat

dilakukan,” ungkap Sekretaris Jenderal MK RI Prof Dr M Gun tur Hamzah SH MH. ■ rna-skh

Mahasiswa S3 Diwajibkan Lahirkan Jurnal Terindeks Scopus SOLO -Fakultas hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar The 2nd International Conference on Globalization of Law & Local Wisdom (ICGLLW). Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dan menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri bertujuan mendorong mahasiswa program doktor ilmu hukum melahirkan jurnal terindeks Scopus.

‘’Calon lulusan Program Doktor Ilmu Hukum UNS diwajibkan untuk bisa melahirkan jurnal internasional terindeks Scopus“, kata Kaprodi S3 Ilmu Hukum UNS, Prof Hartiwiningsih di sela sela

kegiatan The 2nd International Conference on Globalization of Law & Local Wisdom (ICGLLW) yang berlangsung di Solo, Sabtu (20/10). Prof Hartiwiningsih lebih lanjut mengemukakan,

konferensi internasional ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan Prodi S3 Ilmu Hukum UNS. Konferensi digelar dengan mempertimbangkan bahwa globalisasi telah mengubah sistem internasional kontemporer. Pemilihan kegiatan didasarkan pula alasan rezim khusus hukum internasional publik telah berkembang menjadi daerah yang sebelumnya dimonopoli oleh negara, seperti Hak Asasi Manusia, Hukum Lingkungan, Hukum Perdagangan dan Kearifan Lokal. Alasan berikutnya, peraturan yang

diundangkan oleh organisasi antar pemerintah dan perusahaan transnasional semakin menonjol. Proses global telah mengubah hukum negara dengan cara yang luar biasa. Pada saat sama, undangundang negara sangat adaptif dan memainkan peran penting dalam membangun ulang perkembangan transnasional. Lebih penting lagi, perbedaan antara hukum negara dan negara saat ini semakin kabur dalam praktik. Hasil dari interaksi ini menuntut dipikirkan kembali apa itu hukum. Karena itu, konferensi ini perlu untuk

mengundang pembicarapembicara yang memang konsen terhadap isu-isu global. Diantaranya dengan menghadirkan Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Dr Anwar Usman, Dekan FH UNS Prof Supanto, Prof Ida Madeiha Abdul Ghani Azmi dari Internasional Islamic University of Malaysia, Prof Yuzuru Shimada dari Nagoya University, Japan, Dr Albertjan Tollenar dari Universitas Of Groningen Netherlands, Prof Anis Bajrektarevic the Chainperson for International Law and Global Policy Studies In Vienna, Austria.

Pada bagian lain juga dikemukakan forum yang digelar diharapkan dapat membawa diskusi-diskusi ilmiah yang dapat menyegarkan atmosfir hukum di Indonesia seiring berkembangnya tatanan global. Sehingga Fakultas Hukumk UNS dapat senantiasa memfasilitasi perkembangan hukum di Indonesia melalui diskusi-diskusi di forum-forum ilmiah. Melalui internasional conference ini juga menjadi salah satu upaya melahirkan jurnal internasional terindeks scopus. ■

K-2/skh

Pendidikan Karakter untuk Mencegah Perilaku Negatif

Angka Untuk Siswa BELAJAR pada hakikatnya mempunyai tujuan untuk menguasai ilmu/materi/ketrampilan. Seberapa jauh tujuan belajar tersebut dapat dicapai oleh seorang siswa, idealnya harus dapat dimonitor melalui data kuantitatif dan kualitatif yang tertera di raport atau buku laporan hasil belajar siswa. Seorang guru dituntut untuk menguasai kemampuan memberikan penilaian kepada peserta didiknya. Kemampuan ini adalah kemampuan terpenting dalam evaluasi pembelajaran. Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum, berharga atau tidak, dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai (value judgement). Secara khusus, dalam konteks pembelajaran di kelas, penilaian dilakukan untuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar peserta didik, mendiagnosa kesulitan belajar, memberikan umpan balik/perbaikan proses belajar mengajar, dan penentuan kenaikan kelas. Ketika guru telah memahami benar tujuan pembuatan soal yang sesuai dengan indikator dalam standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dikuasai oleh siswa, maka guru yang bersangkutan akan dengan mudah membuat soal-soal test yang akan diujikan. Dari situlah guru melakukan bobot penilaian yang telah ditentukan lebih dahulu dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Bila semua itu telah direncanakan dengan baik, maka tujuan pembelajaran akan tercapai. Hal ini terlihat dari prestasi siswa yang menggembirakan. Pengukuran (measurement) adalah proses pemberian angka atau usaha

Oleh: Rissetyaning SPd.SD

memperoleh deskripsi numerik dari suatu tingkatan di mana seorang peserta didik telah mencapai karakteristik tertentu. Dengan angka-anagka kita dapat mengetahui ketercapaian siswa dalam menguasai Standar Kompetensi yang sudah diajarkan. Sedangkan penilaian (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi peserta didik. Memberi nilai adalah cara untuk membantu siswa memperoleh pengetahuan. Beberapa guru berpikir bahwa itulah cara paling efektif dalam membantu siswa. Ketika berbicara nilai, maka siswa akan tunduk. Itulah lambang otoritas guru. Perlukan Ranking? Ranking, sebagai salah satu bentuk data kuantitatif yang tertera di raport, dapat menunjukkan posisi atau urutan prestasi seorang siswa dilihat dari prestasi seluruh siswa dalam kelas atau sekolahnya. Salah satu pertanyaan yang kerapkali diajukan orangtua kepada guru walikelas, pada momen pembagian raport anaknya adalah pertanyaan mengenai ranking. Adanya kebijakan sekolah untuk tidak lagi mencantumkan

ranking di raport, tidak jarang memancing pendapat-pendapat yang pro dan kontra. Segi negatif dari pemberian ranking adalah adanya kecenderungan untuk memberi label pada anak. Pada anak yang memperoleh nilai ranking yang baik (misalnya 5 atau 10 besar), maka secara tidak langsung akan di cap pintar sehingga bukan tidak mungkin akan membuat anak menjadi sombong. Selain itu, pemberian ranking juga bisa membuat sebagian anak menjadi merasa tertekan atau merasa stress, karena ia merasa kalah bersaing dengan teman-temannya. Walaupun demikian, pemberian ranking sebenarnya juga masih memiliki manfaat, misalnya bagi siswa dengan gaya belajar tertentu (menyukai tantangan), maka dengan adanya ranking bisa memacu semangat belajarnya. Melihat segi negatif yang lebih banyak ketimbang segi positif dari pemberian ranking di raport siswa, seperti diuraikan di atas, maka kebijakan untuk tidak mencantumkan ranking di raport tampaknya dapat menjadi alternatif yang bijaksana. Keberhasilan bukanlah sekedar sebuah angka me lainkan sebuah perjuang an. Setiap peserta didik adalah pejuang, setiap anak adalah juara. Bila peserta didik mengalami kemalasan diri atau ada masalah dalam dirinya, maka tugas guru dan orang tua harus bekerjasama menggali lebih jauh masalah yang dihadapinya, lalu kemudian mencari solusinya agar peserta didik meraih keberhasilan, menjadi juara dalam bidangnya. ■ Penulis, Guru SD Negeri 5 Tubanan.

PENDIDIKAN Karaker merupakan hal yang sangat penting dalam proses pembentukan watak anak bangsa untuk berperan penting dalam memajukan dan melanjutkan kehidupan setiap bangsa. Dengan pendidikan karakter kita para pendidik dan orang tua dapat menanamkan nilai-nilai perilaku yang baik dalam diri anak-anak dari sedini mungkin. Menurut, Koesoema (2010:116) menegaskan bahwa pendidikan karakter bisa menjadi salah satu sarana pembudayaan dan pemanusiaan. Peran pendidikan karakter bukan saja bersifat integratif, dalam arti mengukuhkan moral intelektual subjek didik, melainkan juga bersifat kuratif, baik secara personal maupun sosial, yakni bisa menjadi salah satu sarana penyembuh penyakit sosial. Peran pendidikan karakter bukan saja bersifat integratif, dalam arti mengukuhkan moral intelektual subjek didik, melainkan juga bersifat kuratif, baik secara personal maupun sosial, yakni bisa menjadi salah satu sarana penyembuh penyakit sosial. Dengan pendidikan karakter yang ditanamkan pada usia dini dharapkan dapat membetuk pribadi anak yang baik sesuai dengan harapan bangsa, pendidik, dan orangtua. Walaupun sebenarnya pendidikan karakter ini merupakan warisan bangsa yang harus kita jaga bersamasama sebagai perwujudan watak bangsa, terkadang menemui banyak kendala untuk tetap melestarikannya. Maka pemerintah menjaga karakter bangsa Indonesia yang telah dikenal dunia sebagai bangsa yang santun dan ksatria dengan memasukkan pendidikan karakter di sekolah dari jenjang dasar sampai dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dengan harapan bangsa ini dapat menjaga identitas bangsa yang telah dikenal di seluruh dunia. Karakter bangsa yang tertuang dalam kurikulum dipastikan dapat menjadi alat yang dapat menunmbuhkembangkan budaya perilaku peserta didik yang baik. Pengembangan

Oleh: Sarwijiyanti, S.Pd.SD

keseluruhan karakter pada setiap RPP yang dirancang oleh guru kelas maupun guru mata pelajaran untuk diterapkan pada setiap pembelajaran. Adapun 18 nilai karakter tersebur adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, senang membaca, peduli sosial, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. Megajarkan pendidikan karakter pada anak usia dini perlu perhatian yang lebih serius, karena perkembangan jiwa peserta didik akan lebih peka pada usia dini, dimana mereka mulai membentuk pribadi dari mencontoh atau meniru. Karakter adalah sifatsifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. Pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak yang bertujuan untuk membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik dengan kriteria secara umum adalah nilai-nilai sosial tertentu, yang banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. Di era sekarangpun pendidik harus dapat menjadi teladan bagi peserta didik dalam berperilaku, namun saat ini banyak kita jumpai perilaku pendidik yang tidak dapat menjadi teladan peserta didiknya. Hal inilah yang menjadi keprihatinan bangsa kita, sisi lain pendidikan

Sejarah pendidikan dasar di Indonesia menunjukkan bahwa bukan baru di tahun dua ribuan ini, pendidikan karakter diberikan di sekolah. Pada Zaman dimana bangsa kita dijajahpun pendidikan karakter telah diajarkan sebagai tonggak pembentukan watak berani dan rela berkorban, di era tahun tujuh puluhan. Para pendidik juga berpe rilaku dapat ‘digugu dan ditiru’, sebagai padanan kata dari guru, bahkan para pendidik waktu iu tidak hanya sebagai guru tetapi juga sebagai panutan peserta didik dalam segala hal karakter digalakkan namun di sisi lain pengham batnya datang dari para orang dewasa yang di dalamnya adalah orangtua, pendidik, dan para pemimpin bangsa ini. Inilah problema yang harus kita hadapi bersama, pendidikan karakter harus tetap berjalan sesuai harapan bangsa untuk menjadi bangsa yang besar dan bermartabat. Pendidikan karakter sebagai tindakan yang dilakukan secara sadar untuk mengantisipasi munculnya karakter tercela, dimana pelaksanaannya dikaitkan dengan pembelajaran moral, agama, seni budaya, olahraga kesehatan dan pengetahuan. Juga dapat dilakukan dalam kegiatan rutinitas sekolah sebelum masuk kelas secara keseluruhan melalui apel pagi yang dipimpin oleh guru piket harian dibantu tenaga pendidik dan kependidikan lainnya. Seperti yang sudah dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 3 Keling selama lima tahun terhitung sejak penulis ditugaskan sebagai kepala sekolah. Kegiatan apel pagi diawali dengan baris berbaris dalam posisi gerakan di tempat, berdoa, dan diakhiri oleh guru piket dengan arahan jitunya yang berkaitan dengan kejadian-kejadian hangat yang berkaitan dengan perkembangan emosional peserta didik. Di sinilah sekolah mempunyai peran aktif untuk mencegah terjadinya hal-hal yang kurang baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. ■ Penulis, Kepala Sekolah SD Negeri 3 Keling


Senin Kliwon, 22 Oktober 2018

UNGARAN-SALATIGA-SOLO RAYA

■ Dari Kunker di Kepulauan Seribu

Jenazah Diangkut Seprahu dengan Turis Guna optimalisasi peran kehumasan, pada 17-20 Oktober 2018, Humas Pemkab Wonogiri melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kepulauan Seribu, dan Pulau Pramuka dengan mengajak sejumlah wartawan yang bertugas di Wonogiri. Berikut catatan dalam kunjungan tersebut. UNTUK sampai ke Kepulauan Seribu, rombongan Humas dan Wartawan Wonogiri mengendarai perahu boat, dengan kecepatan rata-rata 80-100 Km/jam. Kebetulan ombak tidak terlalu besar, kendati demikian sudah membuat deg-degan bagi yang jarang mengendarai perahu. Menjelang sampai pulau yang dituju, terlihat ada gapura masuk di pinggir pantai. Dan perahu rombongan masuk di pintu gapu ra tersebut. Perahu pun ditambat kan dan semua penumpang melangkah ke daratan. Ternyata, gapura yang disambung dengan tanggul kira-kira se lapangan sepakbola itu, merupakan tempat parkir perahu, layaknya halaman

parkir di kantor-kantor pada umumnya. Jangan harap naik mobil di ibukota kabupaten yang memiliki luas 7.006,48 KM² dengan luas darat 8,98 KM² dan Luas Laut 6.997 KM² . Sebab di sana tidak ada mobil, sedangkan sepeda motor hanya ada beberapa gelintir saja. Untuk fasilitas terlihat ada sebuah rumah sakit yang tidak terlalu luas, namun di sebelahnya terdapat perahu Puskesmas keliling yang siap melayani masya rakat yang tinggal di pulau-pulau kecil selain Pulau Pramuka. Sesampai di Kantor Kabupaten, rombongan dari Wonogiri yang dipimpin Teguh MM, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Wono giri,

disambut hangat oleh Suku Dinas Komunikasi, Informasi dan Satatistik (Kominfotik) Kepulauan Seribu di plaza Kabupaten, Pulau Pramuka. Teguh menjelaskan bahwa kunjungannya terebut dilakukan untuk mendapatkan informasi terkait tata kelola kehumasan bersama mediamedia yang ada Kepulauan Seribu. Di tempat yang sama, Kasudin Kominfotik Kepulauan Seribu, Bandok Eko Priambodo mengapresiasi dan menyambut baik maksud dan tujuan Pemkab Wonogiri, terutama dalam tata kelola kehumasan. “Kegiatan ini untuk meningkatkan komunikasi timbal balik antar pemerintah dan publik, arus informasi dan aksesbilitas serta koordinasi dalam penyebarluasan kebijakan publik,” tandasnya. Di hadapan rombongan dari Wonogiri, Bandok memaparkan bahwa di Kepulauan Seribu tidak ada wartawan dan media

cetak, namun informasi dari pemerintah untuk masyarakat disampaikannya lewat radio streaming. ‘’Karena di sini tidak ada blankspot untuk sinyal hanphone jadi warga lebih suka mendapatkan informasi melalui streaming radio,’’ jelasnya. Tanpa malu-malu, Bandok ju ga memaparkan perihal masih sulitnya mendapatkan air ber sih. ‘’Untuk kebutuhan makan dan minum, pemerintah membe rikan subsidi untuk pembelian air. Sedangkan untuk mencuci dan mandi, masyarakat menggu nakan air asin,’’ tambahnya. ■ Perahu Jenazah Kendala lain yang dihadapi warga Kepulauan Seribu belum adanya perahu jenazah. ‘’Untuk warga yang sakit dan tidak bisa diatasi di Puskesman sini, biasanya dirujuk ke Jakarta. Namun bila tetap tidak tertolong, ada kendala untuk membawa jenazah kembali ke Kepulauan Seribu, karena kita

TUKAR CINDERAMATA: Kasudin Kominfotik Kepulauan Seribu, Bandok Eko Priambodo bertukar cinderamata dengan Teguh MM, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Wonogiri. ■ Foto: Tulus PE/SR belum mempunyai perahu jenazah. Terpaksa jenazah diangkut ke sini mengunakan perahu umum. Tidak jarang diangkut bersamaan dengan turis, sehingga kadang membuat turis menjadi ketakutan,’’ aku Bandok. Keberadaan perahu jenazah dirasa sangat penting, lantaran Kabupaten Kepulauan Seribu terdiri atas 11 Pulau Pemuki-

man, 47 Pulau Perdagangan/Jasa, 38 Pulau PHU Penghijauan, 8 Pulau Zona Kon servasi, 3 Pulau Cagar Budaya dan 2 Peruntukan Khusus (PHB & Tambang). ‘’Dari 109 pulau tersebut 60 pulau dikuasai pribadi/resort, 11 Pulau Pendu duk dan 38 pulau milik Peme rintah. Semua pulau tersebut total dihuni 27.400 jiwa, (5.954 Kepala Keluarga). ■ Pm/SR

■ Berharap Aktor Utama Terungkap

Mulyono Dukung Pansus Bank Salatiga SALATIGA - Langkah Fraksi PDIP DPRD Kota Salatiga akan membentuk Pansus PD BPR Bank Salatiga diapresiasi advokat Sri Mulyono SH MH. Dia berharap dengan dibentuknya pansus akan terungkap siapa aktor utamanya sehingga bank milik Pemkot Salatiga itu kebobolan miliaran rupiah. ‘’Menurut saya Pansus sangat perlu. Saya sangat mengapresiasi langkah tersebut, namun saya berharap rencana pembentukan pansus jangan hanya untuk komuditas atau akrobat politik saja, tetapi benar-benar untuk mengupas tuntas permasalahan yang terjadi di Bank Salatiga,’‘ tegasnya, per telepon Minggu (21/10). Menurut Mulyono, jika memang pansus DPRD serius, pihaknya siap menghadirkan saksi mahkota, Sunarti dan Widhi untuk dimintai keterangan oleh pansus. ‘’Kami berharap dengan adanya pansus akan diketahui

siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas persoalan di tubuh Bank Salatiga yang ditengarai mencapai Rp 25 juta,’‘ ujarnya. ■ Tak Tandingi Seperti diketahui, langkah Fraksi PDIP agardibentuk Pansus PD BPR Bank Salatiga akhirnya ditandatangani semua anggota Fraksi PDIP, akhir pekan lalu. Ketua Fraksi PDIP Salatiga, Suniprat Minggu (14/10) siang mengatakan, permohonan dibentuknya pansus ini bukan untuk ikut campur tangan atau menjadi tandingan penanganan pidana yang telah

ditangani Kejari Salatiga. Melainkan, lebih kepada mempertanyakan soal aset PD BPR Bank Salatiga. Sejauh ini, Bank Salatiga penyertaan modalnya juga melibatkan DPRD Salatiga. Jika pada akhirnya penyidikan Kejari Salatiga menyebut terdapat dugaan kerugian negara hingga mencapai Rp 25 miliar, diyakinin Suniprat tidak hanya tersangka Muh Habieb Sholeh (MHS) saja yang menikmati atau pun mengetahuinya. Hal senada disampaikan Ketua DPRD Salatiga, Teddy Silistio. Ia menyebutkan saat ini, semua anggota Fraksi PDIP Salatiga sepakat agar dibentuk pansus. Teddy berharap, setelah ditandatangani oleh semua anggota Fraksi PDIP akan segera dibentuk Banmus untuk dilanjut hingga digelarnya paripurna. Kuasa hukum MHS, Suroso ‘Ucok’ Kuncoro SH MH juga

KPU Kawal Data Pemilih

Foto: Dok

Sri Mulyono memastikan pihaknya bersama tim kuasa hukum Muh Habieb Sholeh (MHS), tersangka dugaan korupsi PD BPR Bank Salatiga bersedia dimintai keterangnnya oleh Pansus DPRD Salatiga. Namun Ucok berharap, pansus jelas tujuannya dan untuk kepentingan apa. “Selama jelas tujuannya kami siap hadir,” tegas Ucok. ■ SR

Keluarga Tersangka Bank Salatiga Diduga Tertipu SALATIGA - Kasi Intel Kejari Salatiga, Subhan menduga keluarga Muh Habieb Sholeh (MHS), tersangka dugaan korupsi PD BPR Bank Salatiga telah ditipu oknum yang mengatasnamakan dirinya meminta uang Rp 50 juta sebagai janji akan ada penangguhan penahanan terhadap MHS yang ditahan atas dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan di PD BPR Bank Salatiga. Ketika <I>Wawasan<P> mengkonfirmasi dugaan penipuan uamh dialami keluarga MHS, Subhan membenarkan. Saat ditemui di Kantor Kejari Salatiga pekan lalu, Subhan mengungkapkan kronologi dugaan penipuan dialami keluarga MHS. “Iya betul itu. Setelah anak MHS mentransfer uang ke rekening BNI di Salatiga atas nama Bayu sejumlah Rp 50 juta langsung menemui saya di kejaksaan sambil menunjukkan bukti transfer serta “screenshoot” percakapan. Dengan tegas kami mengatakan tak ada kami bermain-main dengan hal seperti ini, apalagi kasus korupsi,” tegas Subhan. Subhan pun menceritakan kronologis ihwal hingga putra MHS yang diketahui bekerja di

PD BPR Bank Salatiga ceroboh melakukan transfer uang senilai Rp 50 juta melalui rekening BNI 46 di Salatiga. “Awalnya, oknum yang mengaku saya sebagai Kasi Intel Kejari menelpon Kabag Hukum Pemkot (Pak Arief),” ujar Subhan. Kemudian, ditelepon tersebut pelaku menjanjikan memberikan penangguhan penahanan terhadap MHS asal menyerahkan/mentransfer uang Rp 50 juta ke sebuah rekening. Kabag Hukum Pemkot Salatiga, Arief pun berkomunikasi dengan pihak keluarga MHS. Entah bagaimana, cerita oknum yang mengaku Kasi Intel Kejari Salatiga ini ditelan mentah-mentah oleh pihak keluarga MHS. “Dari cerita anaknya MHS, dia didatangi Kabag Hukum Pak Arief ini. Ceritalah, kalau orang yang mengaku saya dan meminta uang Rp 50 juta dan bisa memberikan penangguhan penahanan terhadap MHS. Pak Arief kemudian menyampaikan agar mengkomunikasikan ke Kasi Intel terkait penangguhan penahanan status penahanan MHS. Keduanya, kemudian berangkatlah ke BNI 46 Salatiga untuk mentransfer. No

rekeningnya 050-769-6829,” paparnya. ■ Terkejut Selang 30 menit setelah transfer, anak MHS beserta ibunya (istri MHS) mendatangi Kejari Salatiga menemui Subhan. Dapat diduga, Subhan pun terkejut, bahkan saat ditunjukkan bukti tranfer atau sama Bayu Ari Sandi. Dimana, uang yang telah ditransfer telah diambil di Bogor. Terkait nama Bayu Ari Sandi, Kasi Intel kembali menandaskan dan memastikan, tidak ada staf Kejari, apalagi begaian keuangan atas nama itu. Ketika disinggung adakah Staf Kejari bernama Ari, ia membenarkan. “Ada yang namanya Ari, bagian Datun Kajari Salatiga. Namun tak ada kaitannya dengan penipuan ini,” sebutnya gamblang. Atas penipuan yang dialami keluarga MHS, Kasi Intel menyarankan agar melaporkan ke polisi agar dapat ditindaklanjuti. Pihaknya juga mengimbau kepada pejabat pemda atau pun BUMD di Salatiga dan sekiranya dihubungi pihak-pihak mengatasnamakan Kejari atau pun pegawai kejaksaan untuk tidak menanggapi. Apalagi meminta

sejumlah uang dengan janji-janji tertentu. “Imbauan kami, jika ada oknum mengatasnamakan pihak-pihak Kejari Salatiga jangan ditanggapi. Langsung diinformasikan ke kami agar bisa dilakukan penangkapan,” tuturnya. Sementara itu pihak keluarga MHS saat dikonfirmasi tak bersedia berbicara. Saat <I>Wawasan<P> coba menghubungi No telepon istri MHS, Maria, yang bersangkutan tak mengeluarkan sepatah kata pun. Begitu pula saat nomor telepon putra MHS saat dihubungi tak ada respon. Salah satu tim kuasa hukum MHS, Suroso Kuncoro saat dikonfirmasi menegaskan pihaknya redaksi mengetahui sama sekali dugaan penipuan dialami keluarga MHS. “Tidak tahu menahu. Karena memang keluarga MHS tidak ada yang menyampaikan ke kami sebagian kuasa hukum,” ujar Ucok, akhir pekan lalu. Terpisah, Kasat Reskrim Polres Salatiga, Aris Munandar saat dikonfirmasi menyebutkan belum ada laporan yang masuk terkait keluarga MHS tertipu Rp 50 juta. ■ rna/SR

UNGARAN - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang, Guntur Suhawan, KPU melibatkan tokoh dan elemen masyarakat di 235 desa/kelurahan untuk menyukseskan Gerakan Mengawal Data Pemilih Pemilu 2019. Gerakan itu secara serentak dilakukan mulai Rabu (17/10) hingga Minggu (28/10) mendatang. ‘’Kita undang tokoh dan eleen masyarakat untuk bersamasama mencermati data pemilih yang ada. Kita juga mengundang perwakilan partai politik,’’ ungkapnya, Minggu (21/10). Guntur menjelaskan, adanya gerakan mengawal data pemilih tersebut untuk menyikapi data pemilih Pemilu 2019 apakah ada yang tidak memenuhi syarat atau ada yang mengalami perubahan. Karena selama masa pemeliharaan data pemilih hingga pencoblosan nanti dimungkinkan ada warga yang pindah atau mutasi alamat, meninggal dan sudah berumur 17 tahun. ‘’Data pemilih harus dikawal untuk mendapatkan data yang mutakhir, proses ini masih berjalan. Pengawalan data pemilih ini nantinya akan menghasilkan DPT hasil perbaikan,’’ jelasnya. Guntur mengungkapkan, hasil pantuan KPU di sejumlah desa dan kelurahan masih ditemukan data pemilih yang perlu disempurnakan. Adanya temuan itu dikarenakan data pemilih pemilu memang bersifat dinamis. ‘’Sehingga data pemilih perlu kita kawal. Sekaligus menyisir keberadaan pemilih pemula, termasuk menyisir warga yang sudah punya KTP elektronik atau sudah rekam data KTP elektronik tetapi belum masuk dalam DPT yang telah ditetapkan,’’ ungkapnya. Guntur menambahkan, rekap data hasil pengawalan data pemilih yang nantinya disusun setelah 28 Oktober 2018 akan dilaporkan berjenjang ke KPU Provinsi Jawa Tengah dan KPU RI. ■ rbd/SR

Angka Kematian Ibu Melahirkan Menurun BANYUBIRU - Tren angka kematian ibu dan anak saat proses kelahiran di Kabupaten Semarang tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2017 lalu. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang mencatat angka kematian ibu melahirkan tahun 2017 sebanyak 15 kasus, sedangkan tahun 2018 hingga Oktober ada 6 kasus. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang, dr Ani Raharjo menjelaskan, terjadinya kasus kematian ibu saat melahirkan dipengaruhi beberapa faktor. Antara lain keterlambatan karena mendiagnosa ibu yang akan melahirkan sehingga saat periksa tidak secepat menemukan kelainan. ‘’Selain itu keterlambatan warga melakukan rujukan, karena budaya masyarakat yang mengedepankan rembugan keluarga. Padahal disaat genting segera diambil tindakan medis saat proses lahiran,’’ jelasnya usai meresmikan pembukaan Klinik Kurnia Utama di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Minggu (21/10). Ani mengatakan, penurunan angka kematian ibu melahirkan juga bisa dilakukan karena berbagai upaya. Misalnya, penggunaan group WhatsApp antarmasing-masing tenaga medis di semua klinik memudahkan untuk penanganan ibu melahirkan denganbaik guna menekan angka kematian ibu. Ani menyebutkan, saat ini 70 klinik utama di wilayah Kabupaten Semarang, sedangkan klinik pratama ada 5 klinik. Klinik utama memiliki dokter spesialis dan memiliki fasilitas rawat inap, sedangkan pratama bersifat klinik umum tanpa ada fasilitas rawat inap. ‘’Adanya dokter spesialis kebidanan di semua klinik utama di Kabupaten Semarang bisa menjadi jejaring Pemkab Semarang dalam pelayanan ibu dan anak,’’ katanya. Pemilik sekaligus pimpinan Klinik Utama Kurnia Utama, Muhammad Pratikno mengatakan, fasilitas di kliniknya sesuai standarisasi pemerintah. ‘’Di sini klinik khusus kandungan, ada dokter spesialis kandungan satu orang, dokter umum empat orang, dan bidan ada 20 orang,’’ ujarnya.■ rbd/SR

Tata Wajah Kota, Pemkot Gandeng Arsitek Kelas Dunia YOGYA – Untuk membangun wajah Kota Salatiga, Walikota Yuliyanto akan menggandeng arsitek kelas dunia yang berasal dari Kota Salatiga. Hal itu dikatakan walikota saat kegiatan pengembangan jaringan kerja, sinergitas pengelolaan infrastuktur Salatiga di Hotel Harper, Yogjakarta, akhir pekan lalu. Kegiatan yang diikuti Kasubid PU dan Perkim Bappeda Kota Yogjakarta itu dihadiri pula sejumlah Kepala OPD di Salatiga dan tuan rumah berakhir, Minggu (21/10) ini. Menurut walikota, keberadaan arsitek kelas dunia

yang berasal dari Kota Salatiga dianggap perlu karena akan ada ide maupun konsep yang bisa dituangkan secara bersama. “Dengan bergabungnya mereka akan ada sumbang saran atas konsep bangunan yang akan dibangun nantinya. Saya harapkan akan ada konsep yang bagus, serius, kekinian dan zaman now, serta sesuai dengan tata letak kota ini seperti apa,” kata walikota. Ia memaparkan, pembangunan wajah Kota Salatiga diperlukan adanya sinergitas dan tahapan konsep yang matang. Karena dengan pandangan yang sama

diharapkan upaya membangun insfrastuktur kota ini bisa terlaksana dengan baik. “Saya berikan apresiasi ke Dinas PUPR Kota Salatiga karena kegiatan ini sudah kali kedua digelar. Kegiatan ini saya rasa sangat penting karena akan menambah ilmu dan bentuk penyegaran di dalam sebuah kedinasan,” katanya. Menurut walikota, kegiatan yang dilandasi dengan kebersamaan, saling pengertian dan tanggung jawab pada akhirnya akan bisa mewujudkan apa yang menjadi harapan bersama. “Seperti yang berkaitan dengan tugas

pembangunan fisik yang diamatkan oleh pemerintah kota, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) adalah salah satu dinas yang mempunyai peran strategis selain dinas yang lain,” kata Yuliyanto. Karena program pembangu nan Kota Salatiga sudah tertuang dalam RPJMD tahun 2017-2022 berupa penataan wajah Kota Salatiga maka Dinas PUPR mempunyai andil besar dalam mewujudkannya. Pihaknya menginginkan Dinas PUPR agar bisa membangun pusat pelayanan kota yang terpusat di Kota Salatiga

ISI MATERI: Wakil Walikota Salatiga, Muh Haris ikut menjadi pemateri pada kegiatan pengembangan jaringan kerja, sinergitas pengelolaan infrastuktur salatiga di Hotel Harper, Yogjakarta yang berakhir, Minggu (21/10). ■ Foto: Ernawaty/SR sehingga akan diperlukan desain perkantoran yang sesuai peruntukannya untuk kegiatan

kantor, perdagangan jasa, maupun kegiatan masyarakat bisa digelar di sini. ■ rna/SR


Senin Kliwon, 22 Oktober 2018

Pembukaan Pekan Batik Sedot Pengunjung Asing

POLYTRON merilis mini compo terbarunya, Polytron tipe BB 3501 Big Band. Dengan desain yang mewah dan atraktif, Polytron mencoba menghadirkan sebuah compo modern dengan speaker yang besar Polytron Home Theatre Big Band HIFI BB-3501 RC Hitam, dilengkapi 3+2 Ways Speaker System Bazzoke, CD-R/CD-RW, DVD(-/+)RW, Port USB, dan Surround. Nikmati hadiah langsung Senin hari ini untuk semua transaksi. ■ Ct-skh

PEKALONGAN–Pembukaan Pekan Batik Nusantara (PBN) 2018, Sabtu (20/10), yang diselenggarakan Pemkot Pekalongan di halaman Museum Batik mengundang perhatian berbagai kalangan, termasuk para pengunjung asing dari beberapa negara seperti Peru, Ukraina, Mesir dan Belanda. Bahkan beberapa duta besar ikut menyemarakkan acara itu Pembukaan PBN sendiri dihadiri berbagai tamu undangan baik baik dari Malang, Madura dan Lampung, serta kabupaten/kota se Jawa Tengah. Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE menuturkan, jika PBN merupakan acara tahunan yang sudah berjalan 10 tahun sejak 2008 silam, dengan tujuan mempopulerkan batik ke penjuru dunia. Dan diketahui, jika batik merupakan warisan budaya yang telah diakui Unesco tentunya wajib dilestarikan. Dengan digelarnya PBN, para perajin batik bisa memamerkan karyanya tidak hanya dari Kota Pekalongan saja, namun juga dari berbagai daerah lainnya. “Kami berharap even ini bisa menjadi jendela budaya dan ekonomi serta wisata,” katanya. PBN yang akan berlangsung selama empat hari menampilkan berbagai karya batik tak hanya karya lokal

Electrolux Tipe EWF 12933 Berteknologi Ultramix

TOREHKAN WARNA: Walikota bersama duta besar yang hadir menorehkan warna batik ke logo Kota Pekalongan. Foto: Janti Artati Pekalongan. Karya batik dari Sumatera, Kalimantan dan berbagai perajin batik dari berbagai daerah di Indonesia ikut memeriahkan acara ini. Pemkot Pekalongan optimistis acara akan berlangsung meriah, mengingat tahun lalu, pengunjung mencapai 90 ribu orang, dengan total pemasukan sebesar Rp 6 miliar lebih.”Untuk tahun ini, target pengunjung lebih dari 100 ribu orang dengan transaksi sekitar Rp 10 miliar,“ kata Walikota. ■ Inovasi Produk Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jateng, Arif Sambodo berharap para perajin batik di Kota Pekalongan melakukan inovasi produk. Tujuannya, agar bisa bersaing dengan produk-produk dari mancanegara. “Batik sudah menjadi warisan budaya, jika para perajin melakukan ino-

vasi baik dari model dan corak, kami yakin batik dari Pekalongan akan lebih mendunia. Terlebih, jika inovasi corak bisa mengaplikasikan ciri khas suatu daerah, atau suatu negara yang akan dijadikan tujuan pemasaran,” ujarnya. Agar batik Pekalongan mendunia, keunikan model dan corak harus dijaga, karena keunikan menjadi identitas. Selain itu, para pengusaha juga harus memperhatikan pengolahan limbah, dan mulai beralih ke bahan-bahan alami seperti serat pisang, atau pewarna dari kayu secang. Selain itu, pihaknya meminta agar pengusaha selalu melakukan inovasi corak yang dipadukan dengan ciri khas suatu daerah, atau suatu negara yang akan dijadikan tujuan pemasaran. Seperti jika ingin memasarkan ke India, corak Taj Mahal harus ditonjolkan. Begitu juga misalnya jika tujuan pe-

masaran ke Afrika bisa memasarkan batik dengan corak gajah atau lainnya. Dengan begitu, dipastikan batik semakin bisa bersaing dan diminati. Sementara untuk para perajin hendaknya pembuatan batik juga harus memperhatikan kualitas, kuantitas sertaan kontinyu produksi (K3), dan berusaha melalui berbagai cara memperluas jaringan. Pekan Batik Nasional diikuti 192 stan pelaku batik yang ada di Indonesia. Salah satu stan yang menarik pengunjung yakni Rumah Kreatif Batik yang baru diresmikan Walikota. Lantaran disitu dipajang batik-batik warisan seniman legendaris seperti Oey Soe Tjoen, Liem Ping Wie, dan Fathiah yang karyanya berumur lebih dari 100 tahun. Tidak mengherankan, nampak kolektor batik dari penjuru Nusantara sengaja datang menyaksikan hal itu. ■ K-28/Ct

‘Batik Bukan Hanya untuk Kondangan Saja,’ PEKALONGAN-Meski batik sudah terkenal, kenyatannya di kalangan anak muda masih ada yang enggan menggunakannya. Dalihnya, batik itu hanya cocok dipakai orang tua dan hanya digunakan untuk kondangan (resepsi) saja. Imej semacam itu diakui atau tidak, hingga kini masih terjadi di Kota Pekalongan. Menepis hal itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bekerja sama dengan Diskominfo Kota Pekalongan menggelar ‘Acara Bincang Budaya dan Menulis Kreatif’ dalam rangka Hari Batik Nasional 2018, kemarin. Acara memang sengaja ditujukan untuk mempromosikan batik kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda. Mereka diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam melestarikan batik sebagai identitas bangsa. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Dinkominfo), Sri Budi Santoso menuturkan, jika Kota Pekalongan sebagai World’s City of Batik dan memperingati Hari Batik Nasional setiap tahun yakni tanggal 2 Oktober. Dikatakan, jika batik kini semakin membahana, namun ada sebagian pemuda yang memang belum akrab. Dan dalam Pekan Batik Nusantara

yang dimeriahkan oleh acaraacara yang menarik seperti batik business meeting, workshop, gelar seni, Festival Kampung Wisata Kuliner Nusantara, Pekan Batik Karnaval, dan beragam lomba-lomba diharapkan para kalangan muda semakin lebih mencintai batik. “Batik ini untuk semua kalangan, apalagi berbagai variasi ataupun motif sangat memukau dan menawan,” katanya. Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz menuturkan penyelenggaraan Pekan Batik Nusantara tahun ini dengan tema Pesona Batik Peranakan Wujud Alkuturasi Budaya. Setiap motif batik peranakan

mendapat pengaruh dari masyarakat dan budaya Gujarat, Tiongkok, Arab yang tinggal dan menetap di Kota Pekalongan. Diharapkan, PBN kali ini mampu mengajak para generasi milenial untuk lebih tahu dan memahami batik baik history dan filosofi yang terkandung di dalamnya, sehingga nantinya bisa dijadikan referensi atau bahan tulisan. “Saat ini generasi muda terkadang masih belum bisa membedakan motif batik, baik cap, tulis ataupun kain bermotif batik,” katanya. Sementara dari Kementerian Kominfo RI, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi

ANTUSIAS: Para peserta bersama pejabat antusias membincangkan batik peranakan dengan generasi milenial. ■ Foto: Janti Artati

Publik, R Niken Widiastuti mengatakan jika untuk melesta rikan dan mempromosikan budaya batik khususnya Batik Pekalongan perlu adanya dukungan dari semua pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, media dan masyarakat. Menurutnya, generasi muda sekarang lebih akrab dan tidak bisa lepas dari media sosial. Pihaknya mengundang para nara sumber dari para ahli batik, akademisi dan seorang influencer blogger yang sudah mumpuni di bidangnya untuk menyampaikan materi dan berbagi informasi tentang batik dan penulisan kreatif blog mengenai bagaimana mempromosikan budaya batik di Pekalongan. “Jika melalui batik, di dalam setiap motifnya terkandung nilai-nilai filosofi masyarakat dan akulturasi budaya yang dapat menjadi alat pemersatu masyarakat,” katanya. Acara Bincang Budaya diikuti 150 peserta yang terdiri dari kalangan muda dari berbagai komunitas, mahasiwa dan masyarakat umum di Kota Pekalongan. Pada acara tersebut juga dihadirkan Guru Besar Sosiologi Batik UNS Solo Prof Dr Mahendra Wijaya, dosen FISIP UNS Solo Drs Sudarshono MA dan Founder Emak-Emak Blogger, Mira Sahid. ■ K-28/Ct

■ Destinasi Wisata Baru di Pekalongan

Tugu Myl Paal Area Selfie Baru PEKALONGAN-Meski beberapa destinasi wisata telah dibuat, agaknya Pemkot Pekalongan terus menggenjot berbagai area yang potensial untuk bisa

Polytron Hadirkan Home Theatre Big Band

dijadikan ruang publik terbuka untuk masyarakat sekaligus untuk berselfi. Kini lokasi yang dipilih yakni titik 0 KM, lebih terkenal disebut Myl Paal, yang

DIPERCANTIK: Titik Nol Kota Pekalongan menjadi area selfi baru untuk masyarakat yang dipercantik dengan renovasi. ■ Foto: Janti Artati

berada di komplek kawasan budaya, Jalan Jatayu. Gagasan itu dinilai tepat lantaran area tersebut setelah direvitalisasi dengan dana Rp 134 juta dari APBD. Padahal sebelumnya, Tugu Nol itu tidak begitu diperhatikan, meski telah ada sejak 1908 dan menjadi saksi sejarah adanya Jalan Pos Jawa maupun berdirinya Kota Pekalongan. Kini tugu itu pun telah dipercantik dengan ornamen warna putih setinggi 1,5 meter. Selain itu juga dihiasi letter sign atau lampu huruf yang bisa menyala bertulis “KM 0 Pekalongan”. Sementara keberadaan batu alam yang diberikan corak bunga branding Kota Pekalongan semakin mempercantik lokasi. ”Ini sebagai

salah satu identitas Kota Pekalongan sekaligus sejarah jika Kota Pekalongan telah mampu berkembang saat jaman kolonial Belanda dan ini saksi bisunya,” kata Walikota. Berdasarkan catatan, titik 0 KM sering dikenal dengan sebutan Myl Paal, yang dibangun semasa Gubernur Harmen William Deandles. Ketika itu bersamaan membangun Jalan Raya Oos, yang lokasinya berada di Lapangan Jetayu, Kota Pekalongan. Tugu Myl Paal merupakan salah satu penanda peninggalan sejarah Jalan Deandles, sehingga penataannya juga mempertahankan bentuk aslinya. Dengan begitu harapannya, nilai sejarah tidak rusak. ■ K-28/Ct

ELECTROLUX tipe EWF 12933 merupakan mesin cuci tipe front loading berkapasitas 9 kg. Mesin cuci ini dirancang dengan teknologi UltraMix, untuk memberikan hasil pencucian yang sangat bersih meski pada suhu 30 derajat Celcius. Dilengkapi dengan berbagai macam fitur untuk menjaga pakaian terlihat baru dan cerah lebih lama. Fitur menarik, Wrinkle-free Clothes, mengusung program Vapour Refresh, Automatic Load Sensor yang mampu mendeteksi berat pakaian yang dicuci. Dapatkan hadiah langsung dan cashback Rp 300.000. ■ Ct-skh

Bandara Kertajati Buka Rute Semarang MAJALENGKA–Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka membuka rute penerbangan baru, yaitu KertajatiSemarang dan Kertajati-Bandar Lampung dengan maskapai Transnusa. Dua rute pulang pergi ini direncanakan mulai beroperasi awal November 2018 mendatang. Direktur Utama BIJB, Virda Dimas Ekaputra mengaku pemberlakuan dia rute ini merupakan permintaan konsumen dan potensi pasar layanan penerbangan ke wilayah tengah dan barat di Indonesia yang masih menggiurkan. Bahkan, pihaknya membidik rute Kertajati-Yogyakarta setelah Semarang. “Semoga ini bisa menjadi starting point penerbangan baik ke depannya, baik itu untuk BIJB dan Transnusa. Sebelumnya layanan menuju Surabaya sudah dibuka Citilink yang kini beroperasi setiap hari dari Kertajati,” ujar Virda di Bandung, Jumat (19/10). Menurut Virda, pemberlakuan rute Kertajati-Bandar Lampung juga ditargetkan akan menjadi rute perintis lainnya di Pulau Sumatera, seperti rute ke Medan, Palembang, Jambi, Riau, Aceh dan Batam. ■ vvn-Ct

LANDASAN: Landasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati Majalengka. ■ Foto: vvn

Perbankan Terus Genjot Layanan Digital JAKARTA–Perbankan Indonesia terus melakukan ekapansi bisnisnya di bidang financial technology atau fintech. Biaya pengembangan usaha pun ikut bergeser. Dikutip, Minggu 21 Oktober 2018, dari survei survei yang dilakukan PricewaterhouseCoopers (PWC) Indonesia tahun ini, 86 persen strategi dan biaya pengembangan bisnis perbankan saat ini untuk meningkatkan Foto: vvn layanan mobile banking Antonius Hari yang dimiliki. Kemudian diikuti, pengembangan internet banking 68 persen dan penambahan ATM sebesar 48 persen. Selanjutnya, 46 persen strategi bisnis bank adalah kolaborasi dengan pelaku financial technology atau fintech. Dan untuk digital branches sebanyak 44 persen Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan, Otoritas Jasa Keuangan Antonius Hari mengungkapkan hal yang sama. saat ini perbankan lebih fokus mengembangkan infrastruktur bisnisnya ke arah layanan digital. Hal tersebut pun menurutnya, tercermin dari Rencana Bisnis Bank (RBB), yang dilaporkan perbankan beberapa tahun terakhir yang mulai mengurangi pembu kaan cabang dan layanan offline lainnya. ■ vvn-Ct


Senin Kliwon, 22 Oktober 2018

Hari Ini Ratna Diperiksa JAKARTA - Penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap tersangka kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet. Ratna akan diperiksa pada Senin (22/10) siang. “Ada jadwal pemeriksaan tambahan Ratna S pukul 13.00 WIB,” kata Kasubdit Jatanras Ditkrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian, Minggu (21/10). Penyidik sebelumnya sudah menganalisis seluruh keterangan tersangka Ratna Sarumpaet dan saksi dalam kasus hoax penganiayaan. Penyidik juga sudah mulai menyusun berkas untuk dikirimkan ke kejaksaan. “Tentunya untuk kasus Ratna kami sedang melengkapi berkas tersebut. Artinya melengkapi itu ada penyusunan resume, satu persatu keterangan ahli, tersangka, saksi, kami akan segera kirim ke kejaksaan,” kata Kabid

69 Dusun ....(Sambungan hlm 1)

Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya. Dalam kasus ini, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi antara lain, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Amien Rais, Plt Kadisparbud DKI Asiantoro. Ikut juga diperiksa driver dan staf Ratna Sarumpaet. Selain itu, polisi juga sudah memeriksa koordinator juru bicara Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo SubiantoSandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak dan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nanik S Deyang. Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka penyebaran berita bohong alias hoax untuk membuat keonaran. Ratna disangkakan dengan UU Peraturan Hukum Pidana dan UU ITE. ■ dtc—sn

Tim...(Sambungan hlm 1) kukan agar harga karet dan sawit agar tetap bagus,” tandas politisi PKB tersebut. Tidak hanya itu, pihaknya juga mendorong agar seluruh kader partai pengusung, termasuk dari para caleg dan TKD, untuk membantu mensosialisasikan capaian pembangunan dan kebijakan yang sudah dilakukan Jokowi, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Harapannya, informasi ini bisa tersampaikan secara benar,hingga ke pelosok, ke desa-desa. Infrastruktur terus dibangun, ekonomi kita tumbuh, kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi,” tegasnya. Dalam waktu dekat ini, seluruh TKD akan melakukan rakernas di Surabaya, dalam rangka konsolidasi dalam pemenangan paslon presdien nomor urut 01. Dalam kesempatan tersebut, akan dibahas lebih detail lagi program yang akan dilakukan, sehingga diharapkan mampu meraih kemenangan. “Kalau saya secara pribadi, Jokowi-Maruf secara nasional minimal dapat meraih suara 60-65 persen suara,” tandasnya. Sementara, dalam pelantikan TKD Jateng dihadiri langsung oleh calon Presiden petahana Jokowi, Ketua TKN Erick Thohir, Wakil Ketua TKN Moeldoko, Ketua TKD Jateng Bambang Wuryanto, serta perwakilan dari seluruh parpol pendukung.■ Rix—sn

Marquez...(Sambungan hlm 1) Mengingat usianya yang masih muda, ambisi Marquez masih berpotensi diwujudkan. “Aku tidak pernah berpikir tentang rekor-rekor karena setiap musim berbeda,” ucap dia dilansir Crash. “Tapi aku masih punya kontrak dua tahun dengan Honda dan dua tahun itu, aku akan mencoba bersaing memperebutkan gelar juara. “Di pramusim, aku akan bekerja untuk memburu titel juara lagi dan begini caranya. Aku tahu bahwa aku akan memiliki tekanan, seperti pebalap-pebalap top lainnya, tapi semua pebalap top juga bekerja untuk memenangi kejuaraan.” “Kalau Anda finis kedua, memang masih musim yang bagus tapi targetnya tidak tercapai. Selama aku di sini, aku akan mencoba menambah gelarku,” lugas Marquez. ■ sn

TRUSSINDO STEEL Rangka Atap Baja Ringan.Kwalitas Utama Bergaransi CV. Graha Paramitha 024-76745858 WWS 22 J20

Star Alm, Folding Gate,Rdoor, Tkrey. MT.Haryono 664 Ph.3511181-3586666 WWS 22 J20

Savitri Canopy, PGR,Balkon, RTangga F.GATE. PH: 3541874-08566511117 WWS 22 J20

- SUMUR/WC -

menyalurkan bantuan air bersih, jangan sampai ada warga Temanggung yang kekurangan air bersih dan tidak menda-

Warga ...(Sambungan hlm 1) gag/Gabahan bisa menjadi contoh untuk dilakukan di tingkat desa,” ujar Kades Sumberadi, Hadi Sanyoto usai melepas karnaval. Kadus Jodag/Gabahan, Suwignyo menjelaskan, padukuhan Jodag/Gabahan terda-

Menjaga... (Sambungan hlm 1) pesantren yang saat ini mencapai lebih dari 27.230 pondok pesantren di Indonesia (data Kementerian Agama 2013). Pimpinan pondok pesantren atau kiai memilki tugas sangat strategis.Di samping jumlah santri yang sangat banyak, mereka dituntut menjdi agen-agen pembangunan dan pembaharuan di berbagai bidang kehidupan, seperti bidang pendidikan, mencetak kader ulama, ekonomi dan juga agen-agen yang lain. Kiai dan santri memiliki tugas pokok untuk memahami agama secara mendalam dan benar untuk menjawab persoalan-persoalan keumatan. Artinya santri dan masyarakat adalah dual hal yang tidak boleh terpisahkan. Spirit ini sebagaimana dijelaskan “ Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiaptiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”(QS.At taubah 122). Kedua, secara politik santri atau pondok pesantren untuk tidak menjadi objek politisasi lima tahunan, terlebih dalam saat pileg maupun pilpres yang akan berlangsung.Kita bisa mencontoh kemandirian dan loyalitas santri terhadap bangsa Indonesia tempo dulu yang tidak pernah lekang walaupun dalam kondisi darurat .Sering kita saksikan, ketika kaum muslimin Indonesia menghadapi delima sebuah kepentingan agama dan dan kebangsaan ,para kiyai dan

STNK R4570YLan.Retno Sholihatun Kaliori Rt1/1,Karanganyar,Pbg

SEDOT WC MAMPET (GRNSI) Wastafel Sal Got Tnp Bongkar.082322503878 WWS 22 J20

PUTRA KEMBAR SdtWC/Lmbh, Mrh,24Jm Tdk Bau.085600080030/ 08121535300 WWS 22 J20

SANTOSOJAYAKRS WC&LBH,TANJUNG 8 (024)3542438 - 3542439 - 3548090 WWS 22 J20

WWS 22 J20

STNK AA5561RL an Ani P Ds.Bandung,Kc.Kutoarjo,Purworejo WWS 22 J20

WWS 22 J20

STNK AA8545EL an Iwa Kartiwa Pangenjurutengah 1/7,Purworejo WWS 22 J20

WWS 22 J20

STNK AA9279CL an Martinho Be S Kledungkradenan,Banguurip,Pwrejo WWS 22 J20

RUMAH BPK Atapnya Di Makan Rayap Mau Di Ganti Atap Baja Ringan Bpk Tdk Usah Pindah Dari Rumah& Plapon Tdk Rusak, Hub/SMS:085 641 334 723

- KENDARAAN SEWA SEWA BUS PARIWISATA AC/ NON AC 27,31,35,39,55 Seat,SEWA Non AC Dpt AC Ekonomi,, menerima antar jemput karyawan. Hub. 024-6718303 /0851 0911 2889 /0851 0044 5558 WWS 22 J20

- PAKET PESTA -

WWS 22 J20

- PENGIRIMAN BARANG SRT MOVERS Jasa Pindahan Rumah Packing,Trucking. Hub: 024-761 8570 081 2853 7261 / 081 701 96266

Penyelesaian Kartu Kredit/KTA hanya bayar 30% hutang lunas 100% Legal 0812 81539552 Tinah WWS 22 J3

GADAI SEGALA MACAM ELEKTRONIK Tnp Potongan,Trima Utuh,Bs Jemput Terdaftar OJK Hub:0857 4000 5670 WWS 22 J20

kebersamaan warga sangat bagus, dan ini harus dipertahankan. Semangat kebersamaan inilah yang harus dipupuk agar tetap lestari, sehingga dibutuhkan peran serta pemerintah desa supaya kebiasaan baik ini tetap terjaga,” ujar Suwignyo. Kebersamaan dan kerukunan

warga ini, tidak hanya pada kegiatan Merti Dusun, namun setiap Lebaran Idul Fitri, warga juga punya tradisi unik, yakni halal bihalal yang digelar di jalan kampung. Warga bersalansalaman usai menunaikan ibadah sholat Idul Fitri, dan tradisi itu tetap terjaga hingga sekarang,” ujarnya. ■ ali—sn

santri mampu mengambil sikap yang tegas untuk kemaslahatan umat. Sebagai langkah konkret sikap tegas para kiai setelah beberapa bulan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pemerintah kolonial Belanda lewat organisasi Netherlands Indies Civil Administration ( NICA) berusaha melaksanakan misinya kembali untuk menjajah lagi Indonesia dengan licik membonceng tentara sekutu. Melihat gelagat ini KH Hasyim Asy’ari (pendiri NU) bersama para ulama lainya di seluruh Jawa dan Madura berkumpul di Surabaya pada 22 Oktober 1945 untuk tetap memertahankan kemerdekaan sebagai perang suci alias jihad yang lebih populer disebut deklarasi “Resolosi Jihad”. Isinya menegskan bahwa membela Tanah Air hukumnya fardhu ain (kewajiaban perorangan) untuk setiap muslim Indonesia wajib untuk ikut berperang melawan penjajah mempertahankan kemerdekaan. Menurut Gunaji (2009) Resolosi Jihad yang dipelopori KH Hasyim Asy’ari dan kaum santri lainya merupakan penentu berlanjut atau tidaknya kemerdekaan Indonesia dan mempertahankan kedaulatan NKRI. Kemandirian kiprah santri untuk mengurus bangsa tidak diragukan lagi,bahkan kita melihat pada era sebelum kemerdekaan mengenal tokohtokoh ternama yang notebene dari kalangan santri. Seperti, KH Mas Mansur,KH Hasyim Asy’ari,KH Ahmad Dahlan,Ki Bagus Hadikusumo,KH Kahar Muzakkir,Abdul Hamid Hakim, HOS Cokroaminoto dan lainlain. Bisa jadi apresiasi pemerintah Presiden Jokowi dengan pertimbangan tersebut ditetapkan 22 Oktober sebagai

Hari Santri Nasional. Ketiga kemandirian secara ekonomi. Kehidupan pesantren sejak dulu swadaya masyarakat untuk menghidupi pendidikan pesantren.Karena pesantren tidak ada yang negeri semua swasta dan tidak bergantung pada APBD maupun APBN. Saat sekarang upaya kemandirian pesantren melalui unit-unit usaha cukup menggembirakan meski tidak semua pondok pesantren memiliki unit usaha. Misalnya, pondok pesantren Sidogiri Pasuruhan Jawa Timur, memilki banyak unit usaha MBT UGT,Ritel Basmalah, yang sangat signifikan untuk menopang kehidupan pesantren. Ada lagi unit usaha pondok Pesantren Pertanian Bogor Jawa Barat,yang memilki unit usaha pertanian dan peternakan. Unit-unit usaha tersebut sangat besar kontribusinya dalam kemandirian pondok pesantren. Potensi pengembangan usaha di kalangan pesantren sangat setrategis . Ada dua hal yang menjadi catatan dalam menghidupi lembaga pesanten. Pertama, perlu managemen yang baik dalam pengelolaan pondok pesantren untuk mencari alternatif membentuk unit usaha. Kedua, mengoptimalkan peran Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama ( RMI NU ) sebagai wadah pesantren untuk melihat keberhasilan pesantren yang telah memilki usaha. Harus membangun kebersamaan antar pesantren ,jangan sampai ada istilah pesantren kurus dan gemuk.

Wahid, dan lainya tampil sebagai pemimpin bangsa baik di legislatif maupun eksekutif. Bahkan yang paling mutakhir KH Ma’ruf Amin sebagai calon Wapres untuk mendamping Presiden Jokowi yang akan datang juga dari kalangan santri. Ada beberapa pertanyaan yang sering menggoda dilontarkan ke penulis setiap kita ngobrol di warung kopi membicarakan tentang eksistensi santri di kancah politik. Apakah marwah santri di kancah politik tetap terjaga? Pertanyaan tersebut bukan berarti tidak beralasan. Merujuk kata SP Huntington(1968) ,bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara selalu diikuti dengan rasionalisasi kekuasaan. Kekuasaan yang semula bercorak religius,biasanya tibatiba akan di ambil alih kekuasaan yang bercorak sekuler. Lebih jauh lagi menurut Biingham Powel (1978) ,bahwa sekularisai dalam pengelolaan negara akan menghilangkan etika politik. Asumsi itulah yang harus kita jawab dalam memperingati Hari Santri Nsional (HSN) ke ke-4. pertanyaan tersebut dijadikan pintu masuk untuk meneguhkan kelompok santri agar tetap dapat menjaga marwahnya sebagai tradisi keilmuan. Sehingga pada giliranya dapat menjawab tantangan zaman dalam situasi apa pun. Sehingga dapat dapat berkiprah pula untuk bangsa dan negara sebagaimana santri zaman dulu. Hari Santri Nsional (HSN) di jadikan spirit sebagai kekuatan moral sebagai misi santri untuk amar makruf nahi mungkar.

STNK AA4757CC an Tobrani Kel.Baledono RT.5/8, Purworejo WWS 22 J20

STNK AA6709TL an Lilik M Ds.Tegalrejo,Banyuurip,Purworejo WWS 22 J20

STNK AA5058LC an Yuli Wahono Ds.Ketosari,Kec.Bener,Purworejo WWS 22 J20

STNK AA3912CV an Yuli Wahono Ds.Ketosari,Kec.Bener,Purworejo WWS 22 J20

STNK AA5410GV an Giyanto Dk.Dadapan,Ds.Plipir,Purworejo

STNK AA9633HC an Pemda Prworejo Jl.Proklamasi No.02, Purworejo WWS 22 J20

STNK AA2254UV an Samiran Ds.Keburuhan,Ngombol,Purworejo WWS 22 J20

STNK AA2086ML an Wagiman Ds.Kalijambe,Kec.Bener,Purworejo

WWS 22 J20

STNK AA3378AV an Deddy S Pandekluwih RT.2/12, Purworejo

STNK AA2125RV an Elin W Kel.Baledono 4/8, Purworejo WWS 22 J20

DAIHATSU LUXIO th.2012 Putih Tangan 1 dr Baru.0858 2608 0805

WWS 22 J20

- SUZUKI -

SEGALA MACAMALAT PARALEL TELPON Service Instalasi Hub:M.Suyudi29 WWS 22 J20

PISTOL GAS/ KECIL (FN & Rev) Pluru mimis + Ijin=8Jt Khs Peg/ Pengsaha. 081.39.260.1551 WWS 22 J20

ERTIGA 2018 GX M/T Putih (H) Mobil Lee,3549494 - 085100708749 WWS 22 J20

WWS 22 J20

EXIST EX GRAHA VIT. Shiatsu & Reflexi.KM Dlm/Jam 60Rb. Jl.Ruko Jurnatan A17 (Bubaan) Ph.3545618 WWS 22 J20

WWS 22 J20

JUAL TNH SHM 1,5H Lok.Cangkiran dpn Teras Bali Hp:0878 3207 3192 WWS 22 J20

JUAL TNH di GENUK SMG ls.3860m HM,Pinggir Jln.Hub:081 129 8859 WWS 22 J20

TANAH HM Lt.1393 m2 Di Patemon UNNES Semarang. Hub:O851OO2O4O5O WWS 22 J20

Jl.SRIWIJAYA5C,RUKO 2Lt,5x15x2m Rp.75Jt/Th, 08122923435.OPEN LIST

WWS 22 J20

WWS 22 J20

- TOYOTA FORTUNER 2.5G A/T`2013 VNTurbo Tangan 1,Istimewa, HP.081228919136 WWS 22 J20

T.Avanza G `09 Antik.KM sedikit Tg1,Rekot Nas,SptBr-085100301253 WWS 22 J20

WWS 22 J20

KIJANG INNOVAReborn`16Type:Q. Diesel.Sprti Baru.08122650567

WWS 22 J20

Mnrima Pggl ke Htl, Pijet Urut Reflexi Terapi ED Maks 2Jam.Tarif 300rb. Tlp: 081391087435 (No SMS)Open 24Jam

Suzuki R3.14(K).Silver Br.Muda. type GL.Manual.Istw 081.127.6887

INNOVA G Mtc/putih,bensin 2016 R,Tg 1,KM43rb,97%mls.0811281482

Dbthkn sgr: 1.Customer Service, 2.Marketing,3.Satpam:-Min SMA, Usia Max 27 Th,poin 1. Blm menikah,poin 2 pny kendaraan& SIM Lam di Kirim ke PT BPR Sejahtera Artha Sembada KC Ambarawa Jl.Jend Sudirman No 57 Komp AmbarawaPermai B3 Ambarawa (Plg Lmbt 2 mggu Stlh Iklan dimuat )

KONT:GUDANGSiapPakai,Ls650m, Tgh KotaDptU/ProduksiSrikuncoro3/116 Dkt Kalibanteng Owner Wa 08122888122

WWS 22 J20

JAZZ RS A/T`09(H) ISTIMEWA SKL Tegalsari Brt Ry 8 :085101393697

WWS 22 J20

WWS 22 J20

WWS 22 J20

DIKONTRAKKAN RUMAH 5KT,2KM Halaman Depan & Blkng Luas,Garasi Luas, Dapur, Kitchen Set Rp.35Jt/Th, Jl.Kumudasmoro Timur 1/9 Smg WA:082137514040 & 082358666267

WWS 22 J20

- NISSAN -

RENOVASI SOFA K.Tamu, Ukir,K.Mkn Dll.Budiman.3515411/ 085100128709

Jl.SRIWIJAYA5C,RUKO 2Lt,5x15x2m Rp.75Jt/Th,08122923435.OPEN LIST

- HONDA -

SERENA CT MATIC`2007 HITAM, Barang 90% Seperti Baru,Pol H,75Jt Khusus Pembeli: 081.39.260.1551

STNK AA1671C an Defi Sutanto Ds.Jati,Kec.Bener,Kab.Purworejo

WWS 22 J20

WWS 22 J20

WWS 22 J20

IC Smg adalah Pakar soal CAT CPNS Trprcaya sejak 1993 buktikan. 0856 59700671 (Kurnia) / 085640095960 (Asih)

- DAIHATSU -

WWS 22 J20

WWS 22 J20

STNK AA5978HL an Nur Afingah Cangkrep Lor 4/2, Purworejo STNK R6384RCan.Slamet,Sidareja Rt4/2,Kaligondang,Purbalingga

BISNIS SYARIAHMODAL 165rb. Potensi jt-an Tanpa Batas. SMS: 081252525573 Ketik Daftar_(Nama)_(Kota)

WWS 22 J20

WWS 22 J20

STNK AA4697TC an Amat Marsudi Ds.Pekutan,Kec.Bayan,Purworejo

WWS 22 J20

WWS 22 J20

Penulis: Alumni Pesantren APIKA Muhammadun KajenPati,Fungsionaris Pergunu PW Prov Jawa Tengah dan Sekretaris MUI Prov Jateng

WWS 22 J20

WWS 22 J20

- SIUP/NPWP/TDP/TDR -

PERUSH PLASTIK Bth Staf Produksi, Max 30Th,Pria,Jujur,Mau Krj Krs,D3/ Sdrjt, Pny Kend.Sndri. Lam.Ke:CV JAYA PROPINDO RAYA,Jl.Smg-Pwd Km 17 Kalitengah Rt.2 Rw.2 Mranggen

STNK AA4345BV an Palupi P Pangenjurutengah 1/7, Purworejo

STNK AA2289LL an Tugiyono Ds.Kaliurip,Kec.Bener,Purworejo

Cctv Murah kualitas bening 2mp 2jtan Grnsi 3th,hdd cctv -081225677604

■ Di Kancah Politik Sejak era reformasi bergulir, tokoh-tokoh besar yang notabene dari dunia pesantren bermunculan dan ikut mewarnai di kancah politik. Seperti Gus Dur,Amien Rais, Hidayat Nur

STNK AA3071MV an Septiyan Dwi C Ds.Bencorejo,Banyuurip,Purworejo

WWS 22 J20

SPESIALIS....AC,AC, Kulkas,m.cuci Lbr buka,024-7624896-081229772224

WWS 22 J20

WWS 22 J20

WWS 22 J20

WWS 22 J20

NPWP,SIUP,TDP,CV,PT KRK,IMB,HO, Merk,Visa,Dll. OmOen:081390464850

pat delapan rukun tetangga (RT) yang tersebar di dua RW. Kegiatan pawai budaya ini, merupakan rangkaian kegiatan Merti Dusun. Sebelumnya, warga juga mengadakan pengajian, kegiatan sosial donor darah, karnaval dan ditutup dengan pentas wayang kulit. “Tingkat kerukunan dan

WWS 22 J20

- SERVIS (PANGGILAN) -

WWS 22 J20

STNK AA4318YC an Adi Saputra Kel.Sindurjan 1/2, Purworejo

STNK AA4350RC an Fahruri Perum Mranti 77 RT.2/5,Purworejo

WWS 22 J20

SERVICE TV LED,LCD.085109100075 SONY,TOSHIBA,SHARP,LG,POLYTRON

Namun bantuan ini hanya untuk keperluan makan dan minum saja, sedangkan untuk kebutuhan lain diharapkan masyarakat bisa berusaha sendiri,” harapnya. ■ Ias—sn

STNK AA2697IF an Iben Malendi Perum Boromukti,Banyuurip,Pwrejo

WWS 22 J20

HADIRKAN Suasana Beda Acara Reuni Gathering,Promnite,Syukuran,Arisan, Pisah Sambut,dll.dg ViewLaut Kota Smg Hny di Star Cruise Venue Alam Indah Resto. Menu Buffet Start dr 55rb/pax. RSVP: 7472632 / 081 228 775 450

perangkat desa bisa meneruskan laporan ke BPBD. “Jika sudah ada laporan akan kami survei, jika memang sudah benar-benar membutuhkan air bersih akan segera kami kirim bantuan.

WWS 22 J20

STNK AA5073CL an Karyanto Dk.Droko,Wonotulus,Purworejo

STNK AA2236NL an Suratiningsih Kel.Bulus,Kec.Gebang,Purworejo

- JASA PROPERTY -

patkan bantuan,” ujarnya. Ia berharap, bagi masyarakat yang sudah mengalami kekurangan air bersih untuk segera melaporkan kepada perangkat desa setempat, dengan harapan

WWS 22 J20

JUAL RMH 2Lantai,Jl.Kanguru Utara Raya,Lt/Lb:136m/180m.5mnt dari Jln Raya. 1M/Nego, Hub:081 215 30 30 30

WWS 22 J20

WWS 22 J20

WWS 22 J20

Jual PERUM PONDOK INDAH Jatisari Mijen Smg,Lt.120m2,Type:36,42,50, SHM. 380Jt-an, Call/WA:085641197008 WWS 22 J20

JUAL RUKO MEWAH TENGAH KOTA LT/LB 237/850 HRG:11,5M NEGO HUB. 0813 8167 8000;LL02486452777 WWS 22 J20

REPARASI Shockbreaker & Onderstel Benar2 Ahlinya & Berpengalaman Pak To, Dr Cipto 65 Ph:3583779 Smg

Dijual Tanah HM Tepat di Blkg RSUD Ketileng,Siap Bangun, LT:156m\`b2 (6x26), HP 325jt.Hub.08122811340

2 Unit Rmh Br Siap Huni, Harga tidak Naik,SHM,Type85 Lt.120m2,3Kt,2Kmd R.Tamu,R.Kel,Dpr,Carport,Baja ringan, Gntg Beton, Plafon Gypsum, Lt.Granit, Sdh Pgr dpn/blk, Jl.Prambanan Tgh II Manyaran, dkt Akses Tol /Bandara, Bebas banjir, Hub:081 225 6767 09 WWS 22 J20

SALON ANASTASIA, Jl.Sriwijaya 240 Smg Ph.8316994 Terima Potong Cuci Blow Cream Bath, Semir,Sanggul. Menerima Kursus Salon Program 3-5x Prtemuan WWS 22 J20

JUAL ALAT2 SALON MURAH,LENGKAP Kyoto Salon,AgusSalim34(3542116) WWS 22 J20


Senin Kliwon, 22 Oktober 2018

Konser Bela Indonesiaku Satukan Bangsa SEMARANG - Konser ‘Kebangsaan Bela Indonesiaku, Solidaritas untuk Bangsa’ yang digelar RRI di Aula Balairung UPGRIS Jalan Sidodadi Timur 24 Semarang Timur, mendapat sambutan meriah pengunjung yang memadati aula, Sabtu malam (20/10). Berbagai ragam tarian daerah, tarian kolosal dengan penari-penari yang cantik, masih muda dan energik ikut mewarnai konser yang ditonton siswa SMK, mahasiswa, dan dihadiri kalangan pejabat Pemerintah Kota, Provinsi Jawa Tengah, Direktur Utama, Jajaran Direksi serta Kepala RRI dari berbagai daerah di Indonesia, ikut memeriahkan acara akbar konser ke-4, dan live diberbagai televisi swasta dan TVRI, kembali sukses luar biasa. Demikian pula, pada saat penyanyi kondang Didi Kempot muncul di atas panggung, teriakan histeris pengunjung bergema tiada henti. Penyanyi sekaligus pencipta lagu-lagu Jawa yang dinyanyikan sendiri itu, tampil membawakan empat lagu antara lain ‘Sewu Kutho, Stasiun Balapan, Banyu Langit’ dan serentak pengunjung ikut menyanyikan lagu-lagu langgam Jawa tersebut. Direktur Utama LPP RRI Rohanudin pada kesempatan itu juga sempat membacakan puisi ‘Mari Berpantun’. Konser Kebangsaan Bela Indonesiaku, Solidaritas untuk Bangsa juga diisi teater yang disajikan oleh pemain-pemain dari insan RRI dengan mengambil tema ‘Kemaritiman’. Rohanudin mengatakan, konser ini bukan konser biasa, tetapi konser untuk menyatukan

bangsa. Lagu-lagu kebangsaan juga mengiringi konser ‘Kebangsaan Bela Indonesiaku - Solidaritas untuk Bangsa. Ketua KPU Jawa Tengah Ikhwanuddin Anshor yang ikut hadir di tengah - tengah konser menyatakan, saat yang tepat RRI menggelar konser dengan tema ‘Kebangsaan Bela Indonesiaku Solidaritas untuk Bangsa’ menjelang Pemilu 2019. “Konser ini luar biasa dan keren, kita sosialisasikan terus, Pemilu yang bermartabat,” kata Ikhwanudin Anshor menjawab pertanyaan ‘Memilih itu Juara’ yang juga disisipkan dalam program RRI. Ia mengatakan bahwa pemilih pemuda atau pemilih milenia adalah sebagai penerus bangsa. Kepala LPP RRI Semarang Anhar Ahmad mengatakan, kesuksesan konser ‘Kebangsaan Bela Indonesiaku - Solidaritas untuk Bangsa’ merupakan bagian dari media yang ikut mendukung acara konser. “Kementerian Pertahanan, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta Pemerintah Kota Semarang juga ikut mendukung acara ini,” kata Anhar. Konser akbar RRI ini, kata Anhar Anshor juga didukung Kampus Undip, Unnes dan UPGRIS dan penyanyi-penyanyi muda dari ibukota. Penyanyi Didi Kempot yang memiliki nama asli Didi Prasetyo, kata Anhar dinilai juga memiliki kharisma terhadap anak-anak muda. “Lagu-lagunya yang diciptakan lagu Jawa dan mengena. Kami dalam konser juga menyisipkan gamelan yang merupakan budaya asli peninggalan leluhur dan enak dinikmati,” ucapnya. ■ bgy—sn

BEKAS GEMPA: Sejumlah warga korban tsunami dan gempa di Palu melihat lokasi bekas tempat hunian mereka, setelah porakporanda dihantam gempa dua pekan lalu. ■ Foto: detik

■ Apel Akbar Santri Nusantara di Surakarta

1.000 BLK Dibangun di Ponpes SOLO - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menegaskan, terdapat beberapa program yang masuk pesantren tahun ini diantaranya bank wakaf mikro untuk ekonomi umat dan Balai Latihan Kerja (BLK) . Jumlah BLK di pesantren akan terus dilipat gandakan mengingat di Indonesia terdapat 28.000 pondok pesantren. Program bank wakaf itu mungkin baru ada di 33 pondok pesantren. Kalau BLK baru di 50 pondok pesantren Tetapi tahun depan insyaallah kita akan perbanyak kurang lebih 1.000 Balai Latihan Kerja di pondok pesantren“, tandas Presiden Joko Widodo dalam amanatnya ketika membuka Apel Akbar Santri Nusantara di Ben-

teng Vastenburg Kota Surakarta , Sabtu (20/10) malam. Pada acara yang dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Presiden Joko Widodo mengemukakan, pembangunan BLK di pondok pesantren akan terus dilipatgandakan jumlahnya. Sebab keberadaan BLK sangat bermanfaat dan bisa meningkatkan sumberda-

ya manusia. Selain itu Indonesia memiliki kurang lebih 28.000 pondok pesantren dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai pulau Rote. Dikemukakan, tiga tahun yang lalu selaku presiden menandatangani Keppres mengenai penetapan hari santri . Dan sejak saat itu kita memperingati hari santri tanggal 22 Oktober . Hal ini merupakan penghormatan negara, penghargaan negara , rasa terimakasih negara kepada para kyai, alim ulama, santri dan seluruh pemain bangsa. Menjadi santri adalah menjadi Islam yang cinta bangsa. Santri yang berakhlakul kharimah. Ketua Umum Rabithah

Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) melaporkan terdapat sekitar 48 ribu santri nusantara yang berkumpul dalam Apel Akbar Santri Nusantara. Merreka datang ntuk merayakan Hari Santri Nusantra ke-4. Kedua untuk mengukuhkan bahwa mereka datang siap menjadi garda depan menjaga NKRI. Hadir juga perwakilan para santri dari pesantren di 34 provinsi di Indonesia. Momentum ini bukan sekedar perayaan. Hari santri bukanlah momen semua beramai ramai menengok ke belakang mengenang jasa heroisme santri. ■ K-2—sn

Nelayan Diminta Tidak Buang Plastik ke Laut MEMBLUDAK: Konser Kebangsaan Bela Indonesiaku di Balairung UPGRIS Jalan Sidodadi dipadati pengunjung hingga mbludak di dalam aula. ■ Foto: bgy

Peringati Bulan Bahasa, FBB Untag akan Terbitkan Kumpulan Puisi SEMARANG - Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 telah menempatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang telah terbukti mampu mempersatukan berbagai suku bangsa yang berbeda-beda latar belakang sosial, budaya, agama, dan bahasa daerahnya menjadi satu kesatuan bangsa Indonesia. ‘’Meskipun tiap Oktober kita peringati sebagai bulan bahasa, kenyataannya masih banyak orang yang melupakannya. Padahal secara konstitusional, UUD 1945, Pasal 36, telah mendasari kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara yang harus difungsikan sebagai bahasa resmi dalam penyelenggaraan negara dan pemerintahan,’’ ujar Suwardi, mahasiswa FISIP Untag saat mengikuti lomba pidato memperingati bulan bahasa yang digelar Fakultas Bahasa dan Budaya Untag Semarang, Sabtu (20/10). Suwardi merupakan salah satu peserta lomba yang mengambil tema ‘Merengkuh dan Merayakan Keberagaman Budaya’ tersebut. Kegiatan itu dibuka Dekan FBB Untag, Drs Yosep Bambang Margono Slamet MSi MA PhD yang digelar di auditorium kampus FBB Untag di Jalan Seteran tersebut. Sebagai penghargaan yang monumental terhadap bulan bahasa yang digelar para mahasiswa, FBB akan mengumpulkan puisi terbaik karya mahasiswa Untag menjadi sebuah buku kumpulan puisi. ‘’Kumpulan puisi karya mahasiswa Untag akan diterbitkan menjadi sebuah buku kumpulan puisi, sehingga karya puisi mereka menjadi sebuah monumental yang bisa dibaca orang lain,’’ ujar Bambang. Dalam kegiatan itu ada tiga kategori yang dilombakan yakni musikalisasi puisi, lomba pidato bahasa Indonesia, dan cipta puisi. ‘’Fakultas mengimbau kepada para mahasiswa mendukung program ini dengan menyumbang karya puisi, sehingga akan terkumpul berbagai karya puisi,’’ katanya. Peserta lomba tak hanya berasal dari para mahasiswa FBB, tetapi juga diikuti para mahasiswa dari berbagai fakultas di Untag.■ bgy—sn

PIDATO: Suwardi, mahasiswa FISIP salah satu peserta lomba pidato memperingati bulan bahasa dengan semangat menyampaikan materi pidato di depan juri.■ Foto:ist

SEMARANG - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengimbau semua nelayan Kota Semarang tidak membuang sampah plastik ke laut. Sebab perilaku tersebut tidak dihentikan sejak dini diperkirakan tahun 2030 menjaring ikan di laut bukannya dapat ikan justru mendapat plastik. “Indonesia negara bank sampah terbesar kedua di dunia. Jika tidak dihentikan perilaku buang sampah di laut, ekosistem laut terancam punah,” kata Susi Pudjiastuti saat bertemu dengan nelayan tambak Lorok di Semarang, Sabtu (20/10). Susi menyebut, plastik merupakan komponen sampah membahayakan ekosistem bawah laut. Dimana jika perilaku buang sampah di laut akan menimbun puluhan tahun ke depan. “Nanti kalau begini terus, kita buang plastik 9 juta sampai 10 juta ton tiap tahun diperkirakan 2030 nelayan menjaring ikan dilaut justru dapatnya sampah plastik,” ujarnya.

Lebih lanjut untuk upaya mereduksi sampah plastik bisa dilakukan dengan memperbaiki gaya hidup setiap hari. Bagi nelayan yang hidupnya berada di tepi pantai diminta untuk menghentikan pemakaian plastik. “Ya upayakan jangan pakai kresek. Polanya berubah, misal kalau minum pakai muk, dan gelas. Jangan sedikit-sedikit beli barang, pakai plastik ujungnya nanti dibuang ke laut,” ungkapnya. Dia mengingatkan kepada nelayan bila plastik memiliki senyawa yang tidak bisa diurai saat mengapung dilautan. Bahkan sampah plastik baru bisa hancur dalam air laut selama 450 tahun. “Plastik kresek itu dilaut 450 tahun baru bisa hancur bayangkan. Gimana kalau laut kita banyak sampah plastik,” jelasnya. Untuk mengatasi aksi pembuangan sampah palstik di laut, nantinya mengajak masyarakat dan sejumlah instansi untuk mencanangkan gerakan bersih-bersih sampah disepan-

jang harus pantai Semarang. “Kami dari KKP akan berikan permudah perizinan kapal, jika nelayan ganti kapal fiber. Sebab kapal fiber dianggap lebih enteng dibanding kapal kayu. Untuk kapal diatas 10 gross ton wajib urus izinnya,” kata Susi Pudjiastuti saat berada di perkampungan nelayan Tambaklorok, Semarang, Sabtu

(20/10). Data yang dihimpun dari Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah terdapat kurang lebih 222.000 jiwa nelayan yang berdomisili di wilayahnya. “ Dari jumlah nelayan di Jateng, rata-5 total hasil tangkapan mereka di tahun 2017 kemarin telah mencapai 376.000 ton,” ungkapnya.■ m17—sn

SAMBANGI NELAYAN: Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyambangi nelayan di kampung Tambak Lorok. ■ Foto: Danny

Sultan: Presiden Tak Bisa Hanya Kibarkan Benderanya Sendiri YOGYA - Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan siapa pun presidennya yang terpilih pada 2019 nanti harus dihormati dan dihargai karena itu sudah menjadi pilhan rakyat. Di sisi lain Presiden yang terpilih harus pula merangkul semua partai dan pendukung. Sebab begitu presiden terpilih dia adalah milik rakyat. Hal itu dikatakan Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya di hadapan wartawan parlemen dan pimpinan MPR yang sedang mengadakan Press Gathering di Yogyakarta. Pembukaan dilakukan Wakil Ketua MPR Mahyudin. Hadir juga Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani, pimpinan fraksi di MPR di antaranya Fary Djemi Francis (Ketua Fraksi Gerindra), Arwani Thomafi (Ketua Fraksi PPP), Capt Jhoni Rolindrawan (Ketua Fraksi Hanura), Ayub Khan (Sekretaris Fraksi Demokrat), Agathi Sulie (Fraksi Partai

Golkar), El Nino (Fraksi Partai Gerindra), dan Sesjen MPR Ma’ruf Cahyono serta Kepala Biro Humas Siti Fauziah. ‘’Seorang presiden tidak hanya bisa mengibarkan benderanya sendiri, tapi pemimpin harus bisa mengibarkan bendera yang lain. Bagaimana seorang pemimpin yang ber-

kuasa merasa tidak berkuasa, karena kekuasaan sepenuhnya diabdikan untuk rakyatnya,’’ kata Sultan. Hanya dengan dasar kebersmaaan itu, katanya, Presiden memberikan ruang biarpun kecil. ‘’itu harapan saya kita selalu bisa membangun komunikasi yang baik dengan siapa pun,’

BAHAS KEBANGSAAN: Para ketua fraksi membahas masalah kebangsaan dalam kegiatan Pragathering wartawan parlemen dengan pimpinan MPR di Yogya. ■ Foto: arya

katanya. Artinya presiden sampai bupati/wali kota yang didukung partai begitu jadi pimpinan daerah atau negara tidak membawa partainya. Harus bisa melayani semua partai, semua masyarakat. Pimpinan harus membangun komunikasi dengan partai mana pun yang ada di parlemen. Sementara itu Wakil Ketua MPR Mahyudin mengakui demokrasi di Indonesia adalah demokrasi yang berbiaya mahal. “Jika dikaitkan banyak kepala daerah berurusan dengan hukum karena kasus korupsi, kita akui bahwa demokrasi kita mahal,” katanya. Mahyudin mencontohkan ketika ditawari maju menjadi gubernur Kaltim, dia menghitung sedikitnya perlu Rp 50 miliar untuk menjadi calon gubernur. Dia berujar uang sebesar itu lebih baik untuk membuat kebun sawit. ■ aa—sn


Senin Kliwon, 22 Oktober 2018

9

24°C 33°C

24°C 34°C

24°C 34°C

24°C 33°C

24°C 34°C

23°C 31°C

Sumber : BMKG Jawa Tengah

Musim Hujan, Waspadai Bencana BALAIKOTA- Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, sebab, beberapa kali Kota Semarang sudah mulai diguyur hujan. Warga juga diminta untuk peduli menjaga kebersihan lingkungannya.

Hendrar Prihadi

‘’Belakangan ini sudah beberapa kali tutun hujan. Artinya mulai ada peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Masyarakat harus waspada dan peduli, misalnya jika ada pohon rawan tumbang harus segera dilaporkan, ujarnya, Minggu (21/10). Hendi sapaan akrabnya menerangkan, seperti tahun lalu, setiap musim hujan kekhawatiran di Kota Semarang ada dua, yakni banjir dan tanah longsor serta pohon tumbang. Pihaknya meminta agar masyarakat bisa memahami itu,

n Ketentuan Sehingga jangan sampai penyelesaian pekerjaan molor dari ketentuan waktu yang ditentukan oleh dinas. Pihaknya meminta agar semua pekerjaan tersebut selalu dilakukan pengecekan setiap waktu. Jangan sampai mereka molor, musim hujan telah tiba sementara pekerjaan drainase belum selesai, tandasnya. Berdasarkan pemetaan wilayah rawan bencana oleh BPBD Kota Semarang, sedikitnya ada 9 kecamatan rawan Longsor, yakni Gajahmungkur, Gunung-

Bersambung ke hlm 10 kol 6

MEMAPARKAN: Komisioner PKY Jateng Muhammad Farhan saat memaparkan materi dalam kongkow bareng di Upgris, baru-baru ini. n Foto: SMNetwork-Ks

PIMPIN APEL: Walikota Semarang Hendrar Prihadi memimpin apel peringatan HSN yang dilaksanakan di Halaman Balaikota Semarang , kemarin . n Foto: Shodiqin-Ks

Santri Bisa Bangun Bangsa Lebih Hebat BALAIKOTAPeringatan Hari Santri Nasional (HSN) tidak hanya dipusatkan di Solo Jawa Tengah, namun juga dilaksanakan di daerah-daerah Kabupaten atau Kota di Jawa Tengah. Salah satunya dilaksanakan di halaman Balaikota Sema-

kan memiliki nilai luhur tersendiri, di antaranya mengatur hubungan yang baik antara manusia dengan Sang Pencipta dan antar sesama manusia. “Yang paling penting bahwa kebersamaan ini harus dibangun, ada kelompok santri,

rang, Minggu (20/10) tampak ratusan santri melakukan kirab juga melaksanakan apel HSN. Dalam upacara yang langsung dihadiri oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat menjadi inspektur upacara menyampaikan, pendidi-

KARANGKIDUL- Penegakan hukum dilakukan oleh empat profesi, yakni polisi, jaksa, hakim, dan advokat. Masyarakat, termasuk mahasiswa yang posisinya berada diluar profesi itu berhak untuk menilai kinerja aparat penegak hukum. Sinergitas masyarakat bersama Komisi Yudisial diperlukan dalam rangka mewujudkan peradilan bersih. Pernyataan ini diungkapkan komisioner Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Jateng Muhammad Farhan dalam kongkow bersama PKY Jateng dan

Fakultas Hukum Universitas PGRI Semarang (Upgris) di gedung pusat lantai dua Upgris, baru-baru ini. ‘’Kedudukan KY dari penegakan hukum terlahir dari amandemen tiga UUD 1945. Lahirnya lembaga KY ini masuk dalam bab kekuasaan kehakiman,’’ jelas Farhan saat memaparkan materi dihadapan ratusan mahasiswa Fakultas Hukum Upgris. Menurut dia, penegakan hukum memang belum maksimal pasca 20 tahun reformasi. Namun, mahasiswa sebagai gene-

rasi muda harus bisa optimis karena bisa saja mereka kedepan dapat menjadi aparat penegak hukum. KY sendiri memiliki tugas mengusulkan pengangkatan hakim agung dan hakim ad hoc di Mahkamah Agung (MA) kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan. Selain itu menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim.

n Pelaksanaan Tugas lainnya menjaga dan menegakkan pelaksanaan kode etik dan atau pedoman

kan kesempatan mempraktekkan membuat berita dan menyusun mading koran. Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi menjadi empat kelompok yakni, Merdeka Suaraku, Suara Remaja, Suara Hati Kita dan PMR Makmur. Para peserta seolah-olah menjadi wartawan sungguhan. Ananda yoga (16) salah satu peserta mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut. Siswa SMA Islam Hidayatullah Banyumanik itu berharap bisa menjadi jurnalis. “ Acaranya seru, di sini kita

bisa belajar bareng. Tadi diminta buat tiga berita yakni tentang pengalaman pribadi, pengalaman kegiatan ini dan berita yang terakhir tentang perasaannya ikut kegiatan PMI,” tuturnya. Selain pelatihan jurnalistik mereka juga diberi materi tentang teknik fotografi yang disampaikan Fotografer Jurnalis Suara Merdeka, Maulana M Fahmi. Saat sesi fotografi jurnalistik, peserta digembleng teknik dasar fotografi serta foto jurnalistik dasar. Mereka juga diberikan kesempatan untuk mempraktekkan membuat foto jurnalistik dari moment

peristiwa yang ada di sekitar kawasan PMI Semarang. n Apresiasi Dalam kesempatan itu, foto jurnalistik karya Mutiara siswi SMA Hidayatullah mendapat apresiasi sebagai foto terbaik dalam pelatihan tersebut. Ia menyajikan foto dengan mengangkat pesan tentang maraknya parkir di area larangan. Maulana M Fahmi, jurnalis foto Suara Merdeka yang juga Ketua Pewarta Indonesia (PFI) SeBersambung ke hlm 10 kol 3

15 Pasangan Suami Istri Raih Penghargaan Leprid Jodoh, umur dan rezeki, Tuhan yang mengatur. Hal tersebut, tergambarkan pada ke-15 pasangan suami istri ini. Tidak hanya saling mengenal satu dan lainnya, pasangan ini berasal dari satu angkatan, di sekolah yang sama. Teman tapi menikah (TTM). Maka tidak mengherankan jika para alumni SMAN 1 Semarang angkatan 1993 ini, meraih penghargaan Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid).

“BARU kali ini ada, teman satu angkatan dari satu sekolah, yang menikah sebanyak ini. Maka dengan bangga kami berikan penghargaan pasangan terbanyak, yang menikah dengan satu angkatan 1993 SMA Negeri 1 Semarang yaitu 15 pasangan,” papar Ketua Umum Leprid Paulus Pangka, disela penyerahan dalam perayaan Reuni Perak Star 93 di Aula SMAN 1 Semarang, Sabtu (20/10). Kebahagiaan juga terpancar

Bersambung ke hlm 10 kol 3

Kinerja Penegak Hukum Perlu Dinilai

40 Kader PMR Semarang Dilatih Jurnalistik BULU- Sebanyak 40 siswa SMA di Semarang yang tergabung dalam anggota Palang Merah Remaja (PMR) mengikuti pelatihan jurnalistik dasar bersama Suara Merdeka Institute di gedung PMI Kota Semarang, Jalan Mgr Sugiyopranoto No 31 Semarang, Sabtu (20/10). Mereka digembleng dengan pelatihan jurnalistik dasar seperti teknik penulisan straightnews, teknik wawancara dan pemilihan angle berita yang menarik oleh Kepala Desk Semarang Metro, Aris Mulyawan. Tak hanya itu, siswa siswa tersebut juga diberi-

organisasi nasionalis, dan sebagainya semua bersatu membangun bangsa kita, khususnya kota Semarang,” kata Hendi, sapaan akrabnya. Ia juga menyatakan, jangan menonjolkan kelompoknya, ja-

dari salah satu pasangan, Arri Handayani. Dosen Bimbingan Konseling UPGRIS ini mengaku, bahwa jodoh sudah diatur oleh Tuhan YME. “Awalnya juga tidak mengira kalau teman saya ini, jodoh saya. Ini semua karena kuasa Tuhan,”paparnya tertawa

sembari melirik sang suami, yang ada disebelahnya. Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut Leprid juga memberikan penghargaan kepada SMAN 1 Semarang, sebagai sekolah negeri di ibukota provinsi yang memiliki lahan terluas.

FOTO BERSAMA: Para pasangan suami istri dari angkatan 93 SMAN 1 Semarang, foto bersama Ketum Leprid Paulus Pangka dalam puncak Reuni Perak Star 93, Sabtu (20/10). n Foto Arixc Ardana-Ks

Seluruh komplek sekolah tersebut, mencapai 4,2 hektare dengan fasilitas lengkap untuk menunjang proses belajar mengajar. n Pensiunan Ratusan alumni 1993 juga turut menghadiri Reuni Perak Star 93 tersebut. Termasuk para pensiunan guru, yang pernah mengajar siswa angkatan 1993. Ketua Panitia Reuni Perak Star ‘93 Smansa, Tri Buwono Paksi mengatakan ini merupakan acara puncak reuni, yang sebelumnya sudah diadakan berbagai rangkaian kegiatan. “Rangkaian kegiatannya mulai bulan Maret sampai sekarang, ada delapan kegiatan dan hari ini, Sabtu (20/10) kegiatan puncaknya,” katanya. Tak hanya itu, dalam kesempatan reuni juga diluncurkan aplikasi khusus alumni 1993 yaitu aplikasi untuk menghubungkan teman-teman satu sama lain. Bersambung ke hlm 10 kol 6

perilaku hakim (KEPPH). Ketentuan itu diatur dalam pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 18/ 2011 tentang Perubahan Atas UU Nomor 22/ 2004 tentang Komisi Yudisial. Mendasari hal itu, pihaknya meminta kepada mahasiswa supaya bisa melapor adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan hakim dalam penanganan suatu perkara. Kongkow bersama PKY dibuka oleh Dekan Fakultas Hukum Upgris Dr Sapto Budoyo SH MH. Bersambung ke hlm 10 kol 6

Senin, 22 Oktober 2018 DHUHUR 11.27

14.34

17.36

Selasa (23/10)

18.44

03.58

Sumber: Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah.Ks

Aktif Penyiar

DUNIA broadcasting sudah menjadi keseharian gadis manis bernama lengkap Hanny Nurmalita ini. Betapa tidak, di sela-sela kesibukannya menuntut ilmu di Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Undip, dara kelahiran Semarang 8 April 1996 ini, juga aktif sebagai penyiar radio serta presenter berita televisi. “Menjadi penyiar sudah sekitar 6 tahun ini. Mulai dari SeninSabtu mulai pukul lima sampai sembilan pagi. Programnya Bersambung ke hlm 10 kol 3

Foto: Arixc Ardana

foto:dok

artinya persiapkan dengan baik terutama yang tinggal di daerah rawan bencana. Kalau mereka tetap merasa khawatir, mereka kami tawarkan tinggal ke Rusunawa yang lebih aman. Atau mencari tempat tinggal lain yang sekiranya aman, imbuhnya. Dia juga meminta warga berperan aktif apabila menemukan kondisi mengkhawatirkan dan langsung melaporkan ke instansi terkait. Ia juga meminta agar pekerjaan sejumlah drainase segera dikebut.


10 SIMPANGLIMA Idea Talks FISIP Undip IDEA TALKS 2018 kembali digelar, dengan tema ‘Technocreative For Our Succeeding Prospect’, di Auditorium FISIP Undip Tembalang, 28 Oktober. Hadir sebagai speaker Gofar Hilman (CEO of Lawless Jakarta), Maulana Bayu (Co-Founder Madhang.id), Irvan Subekti, B.A (Founder Is Creative), Imam Supriono (Editor of Local Magazine) dan Ezra Mcgaiver (Music Producer of Dream Makers). Informasi dan pendaftaran Mahardhika (081906123629). ■ Rix-Ks

Meet and Great Youtuber Atta Halilintar YOUTUBER Atta Halilintar akan datang ke Waroeng Kaligarong Semarang , 10 November 2018. Kegiatan dimeriahkan dengan meet and great, lomba lagu, peluncuran menu, lomba makan dan foto. Tiket dan informasi @waroengKaligarong, 087731345445. ■ Rix-Ks

Ekpose Potensi & Prestasi Siswa SMK Pangudi Luhur Tarcisius, menghadirkan Ekspose Potensi dan Prestasi Siswa, pada 10 November 2018. Kegiatan disemarakkan dengan berbagai lomba menarik untuk siswa SMP se-Kota Semarang, mulai dari lomba mural & grafiti, akustik, lomba Mapel UN, dan donor darah. Dimeriahkan oleh pentas seni kreatifitas siswa siswi SMK Pangudi Luhur Tarcisius, SMP Dominico Savio dan ditutup dengan bintang tamu DJ Boe & Sendau Gurau.■ rix-Ks Bagi pembaca di Kota Semarang yang akan mengadakan kegiatan di sekitar lingkungan maupun organisasi, bisa mengirimkan agenda kegiatan tersebut melalui email: simpanglima@koran wawasan.com. (Red)

Kolaborasi Kesenian Siswa dan Orang Tua PEDURUNGAN- Kolaborasi kesenian apik, antara siswa dan orang tua tercipta dalam pentas seni di SMPN 12 Semarang yang bertajuk Spirit Putih Biru, the Miracle of Art di halaman sekolah, baru-baru ini. Sebanyak 35 beragam penampilan disuguhkan, mulai pentas musik keroncong, pop rock, rebana, gamelan, dan menari. Selain menjadi ajang penyaluran bakat, pentas seni ini mengisi kekosongan saat penerimaan rapor midsemester. Menariknya, orang tua siswa kelas 7 turut terlibat menjadi panitia pentas seni. ‘’Ini menjadi rutinitas sekolah menyelenggarakan pentas seni di tengah semester. Bisa dilihat penampilan duet anak dan bapak, bahkan seorang siswa menjadi basis dalam band orang tua siswa atau komunitas musik Semarang,’’ kata Kepala SMPN 12 Semarang Suwarno Agung Nugroho didampingi ketua panitia, Kavendi disela-sela pentas seni yang disaksikan ribuan penonton. Menurut dia, SMPN 12 mempunyai komunitas orang tua yang bermanfaat untuk memperkuat jalinan komunikasi dengan sekolah. Pentas ini sekaligus menjadi upaya melestarikan budaya disekolahnya dengan menampilkan grup gamelan yang kerap menjadi juara dalam lomba. Selain itu ada penampilan keroncong yang tak kalah menariknya. ‘’Orang tua main keroncong, sudah biasa. Tapi kalau anak muda atau remaja, jarang ditemui dan ini terjadi di SMPN 12 Semarang,’’ ungkap Agung. ■ Menghibur Pihaknya bersama para guru juga main band untuk menghibur penonton dengan menampilkan dua lagu, yakni Layang Kangen dan Suket Teki. Lagu Layang Kangen didendangan dengan nuansa musik bosas. Terdapat stan kuliner yang menampilkan beragam makanan khas seperti risoles, nasi ayam, pecel, dan lainnya. Di sisi lain, Kavendi menegaskan, tidak ada dana dari sekolah, sehingga orang tua berupaya mencari sponsor untuk menyukseskan pentas seni. ‘’Kegiatan ini positif bagi siswa untuk menyalurkan bakat dan potensinya. Ada band dari SMPN 44 Semarang juga mengisi acara ini,’’ jelasnya. ■ SMNetwork-Ks

PENAMPILAN KERONCONG: Siswa SMPN 12 Semarang saat menampilkan musik keroncong dalam pentas seni di sekolahnya, baru-baru ini. ■ Foto:SMNetwork-Ks.

SEMARANG HARI INI

Senin Kliwon, 22 Oktober 2018

Pengendara Motor Tewas Dihantam Truk BANYUMANIK -Yudi Iswanto (41), warga Sumurboto, Banyumanik tewas setelah sepeda motor Yamaha Mio H-3048-AVG yang dikendarainya ditabrak truk yang belum diketahui identitasnya. Kecelakaan itu terjadi saat pria tersebut melintas di persimpangan Jalan Setiabudi, Sukun, Banyumanik, Minggu (21/10) pukul 03.00. Yudi tewas karena mengalami luka di bagian kepala. Informasi yang dihimpun, kecelakaan yang merenggut nyawa Yudi Iswanto bermula saat pria tersebut mengendari sepeda motor dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per jam. Saat itu dia melaju dari arah Ngesrep menuju ke arah Sukun. Namun saat melintas di dari arah berlawan melaju truk yang belum

diketahui identitasnya itu. “Saat bersamaan ada truk yang melaju dari arah Sukun yang hendak berbelok ke arah pintu tol,” ungkap Kanit Laka Satlantas Polrestabes Semarang AKP Sugito, kemarin. Dalam posisi tersebut, lanjut dia, truk dan sepeda motor yang dikendarai Yudi bertabrakan. Tabrakan keras tersebut membuat sepeda motor oleng tak

terkendali hingga kendaraan bersama pengendaranya itu jatuh ke aspal jalan. Sementara truk tersebut terus melaju meninggalkan lokasi kejadian tersebut. Mendapati itu warga di sekitar lokasi langsung menuju ke tempat pengendara sepeda motor itu untuk menolong. Namun saat ditolong Yudi sudah tidak bernyawa. Oleh warga kejadian tersebut dilaporkan ke Satlantas Polrestabes Semarang. ■ Lokasi Petugas yang mendapat laporan tersebut langsung mendatangi lokasi. Begitu tiba di lokasi mereka langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)

dan dilanjutkan mengevakuasi jenazah pengendara tersebut. Jenazah pengendera sepeda motor tersebut kemudian dibawa ke RSUP dr Kariadi. Disinggung terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut Sugito mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti. Namun dari hasil pemeriksaan sementara diduga pengendara sepeda motor kurang waspada. “Pengedara dari arah Ngesrep ke Sukun diduga kurang wasapada saat melintasi persimpangan. Ada dugaan juga kecepatannya cukup tinggi hingga tabrakan dengan truk dari arah Sukun berbelok Gerbang Tol tak terhindarkan,” jelasnya. ■ SMNetwork-Ks

Pendampingan Budidaya Tanaman Indigofera GUNUNGPATI – Pewarna, menjadi salah satu elemen penting untuk menciptakan karya seni batik, yang indah dipandang mata. Selama ini, pengrajin kesulitan mendapatkan pewarna alami terutama dari tanaman indigofera. Hal tersebut yang mendorong Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Unnes, melakukan pendampingan kepada di Kampung Alam Malon, Kelurahan Gunungpati, Semarang. Beranggotakan Dr Ning Setiati MSi, Dra Ely Rudyatmi MSi dan Drs Krispinus Kedati Pukan MSi, dengan biaya dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, tim tersebut berupaya mengembangkan tanaman indigofera sebagai perwarna alami batik. “Kampung Alam Malon Gunungpati ini, menjadi salah satu dari puluhan kampung tematik yang dicanangkan oleh Pemkot Semarang. Disatu sisi, para pengrajin disana menghadapi persoalan terkait pewarna alami batik, yang semakin sulit didapatkan. Terutama dari tanaman indigofera, sehingga harus mendatangkan dari luar kampung Malon,” papar Dr Ning Setiati MSi di kampung Malon, Minggu (21/10). ■ Bengkok Sementara, diwilayah tersebut terdapat lahan eks bengkok seluas kurang lebih 9.400 m2 yang potensi, dan pernah ditanami Indigofera, namun tidak berhasil karena kendala air. “Bermitra

Aktif... (Sambungan hlm 9) lagu-lagu slow rock dan nostalgia. Seru-seru aja kok, apalagi pendengarnya juga banyak,” papar Hanny,panggilan akrabnya. Menurutnya, menjadi seorang penyiar radio bukan perkara yang mudah, namun juga bukan persoalan yang sulit selama ada kemauan. “Kalau soal suara, itu bisa dibentuk. Meski memang dari awal sudah ada kriteria seperti apa suara yang dicari. Umumnya, disesuaikan dengan program yang akan dibawakan,” terangnya. Selain itu, menjadi penyiar radio juga harus memiliki referensi yang cukup tentang pro-

40 Kader...(Sambungan hlm 9) marang mengatakan foto karya Mutiara mampu memberitakan sebuah pesan secara gamblang, lugas dan jelas tentang keberadaan parkir di kawasan larangan. Karya Mutiara saya apresiasi dan menjadi terbaik karena kekuatan visualnya, baik dari sudut

Santri...(Sambungan hlm 9) ngan menonjolkan etnis-etnisnya. Tapi harus dipikirkan adalah bagaimana kemudian dengan banyaknya kelompok, termasuk santri-santri bisa membangun bangsa ini lebih baik, lebih maju, dan lebih hebat. Menurutnya, pendidikan pesantren memiliki keunggulan tersendiri, “yang menarik dari pendidikan pesantren adalah tidak hanya mengajarkan sisi pengetahuan, tapi juga akhlak”, ungkapnya, “hablum minallah dan hablum minannas. Sehingga saya yakin justeru lulusan pesantren menghasilkan insan generasi yang lebih mumpuni karena jiwa, raga dan keilmuan tersiapkam dengan baik,” terangnya. ■ Bagian Walikota Semarang ini lebih

PANEN : Tim PKM Unnes bersama kelompok tani saat memanen tanaman indigofera, sebagai pewarna alami batik di Kampung Alam Malon Gunungpati, kemarin. ■ Foto :Arixc Ardana-Ks bersama kelompok Tani Gunungpati 03 kampung Alam Malon, dan kelompok Tani Gunungpati 02 Desa Nglarang Kelurahan Gunungpati, untuk memulai menanam Indigofera di lahan yang belum dimanfaatkan. Harapannya, hasil ini dapat digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan warna alami batik, dengan harga relatif lebih murah,” lanjutnya. Target khusus, tersedianya tanaman indigofera yang berkualitas, dengan kriteria daun berwarna hijau tua (hijau kebiruan) dan ber-

bentuk oval, dengan biji berwarna coklat kehitaman. Dari 1.000 bibit ditarget, dapat menghasilkan tanaman indigo yang berkualitas siap panen dalam waktu 3 bulan, selanjutnya setiap 2 bulan panen ulang. “Beberapa kegiatan telah dilaksanakan, antara lain sosialisasi pengabdian dihadiri oleh anggota kelompok sejumlah 36 orang. Serta diskusi aktif tentang manfaat dan income tambahan, yang diperoleh kalau menanam indigo. Kita juga memberikan pelatihan membuat pasta warna alami tanaman indigo, yang diikuti oleh 15

gram yang dibawakan. Sebab informasi tersebut, perlu disampaikan di sela-sela siaran. “Misalnya, lagu A, penyanyinya di B, bercerita tentang apa. Selain itu juga harus menguasai hal-hal terbaru, lebih ke umum. Ini berguna sebagai lead atau pembuka siaran, agar lebih menarik pendengar,” tandas pemilik nama udara, Nita Celia ini. Kini kesibukannya juga bertambah, seiring dipercaya sebagai presenter berita di tv nasional daerah. “Ada perbedaan yang khas banget dari penyiar radio dan TV, kalau radio, kita bisa masuk kurang lebih 10 menit sebelum siaran dimulai. Namun kalau TV, kita harus

sudah siap 2 jam sebelumnya,” terangnya. Hal tersebut, terutama berkaitan dengan penampilan saat membawakan berita televisi. “Harus makeup dahulu, penampilan fisik benar-benar diperhatikan. Kalau penyiar radio kan lebih santai dari segi penampilan,” ungkapnya. Kedepan dirinya pun bercitacita bisa menembus tingkat nasional atau bahkan internasional di bidang broadcasting.”Inginnya jadi penyiar berita nasional, atau bahkan internasional.Namun untuk sekarang, fokusnya menyelesaikan skripsi dahulu,”pungkas Hanny sembari tersenyum. ■ Rix-Ks

momentum petugas parkir dan pemarkir kendaraan maupun penyajian background foto yang menampilkan rambu larangan parkir sebagai penguat penyampai pesan, jelasnya jurnalis foto yang juga pengajar Fotografi di Universitas Dian Nuswantoro tersebut. Usai digembleng ilmu jurna-

listik pemberitaan dan foto, peserta kemudian diberikan pem - bekalan tentang lay out desain oleh layouter Suara Merdeka, Moh Buwono. Ketua Panitia Pelatihan, Puji Yuniarto mengatakan, pelatihan ini diselenggarakan untuk menyemarakkan HUT PMI ke-73. Sekolah yang ikut serta diantaranya

seperti SMAN 9 Semarang SMKN Jawa Tengah, SMAN 5 Semarang dan SMKN 7 Semarang. Kami berharap peserta kelak menjadi kontributor PMI di masa depan untuk menyosialisakan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan PMI Kota Semarang maupun PMR di masing-masing pangkalan, jelasnya.■ SMNetwork-Ks

memaknai perayaan HSN sebagai bagian dari cara mengisi kehidupan berbangsa dan bernegara, “kita harus ingat bahwa kita hidup di Indonesia. Semua ilmu kita, semua kemampuan kita pada saatnya nanti kita darma baktikan untuk Indonesia,” pungkasnya Hal senada dikatakan oleh Ketua Panitia HSN PCNU Semarang, KH Ulil Albab Syaichun yang mana meriahnya perlombaan yang diadakan merupakan sarana untuk menambah persaudaraan. Bukan sebatas adu gengsi dan prestasi. “Intinya kita cari saudara, memang kejuaraan pada dasarnya untuk menjadi juara, tapi fungsinya untuk persaudaraan. Prinsipnya sedulur sewu kurang akeh, mungsuh siji wes kakean,” ucapnya mengutip petuah bijak leluhur bangsa, (memiliki seribu saudara masih kurang banyak,

memiliki seorang musuh sudah terlalu banyak, jawa-red) Perlu diketahui, peringatan HSN 2018 PCNU Kota Semarang dirangkai dengan berbagai perlombaan. Menariknya, animo pesantren dalam kejuaraan yang ada mengalami peningkatan, sehingga jumlah peserta melebihi yang telah ditagetkan Panitia. Bahkan, katanya, saat mendekati waktu temu teknik masih banyak pendaftar. Ulil mencontohkan pada lomba Futsall. Meski sudah ada 40 peserta yang telah resmi mendaftarkan, namun masih banyak tim yang berminat ikut. Hanya saja, untuk efektifitas waktu, pihaknya sengaja memberikan batasan, “kalau tidak kita batasi waktunya akan semakin lama. Ini saja sudah diperkirakan 2 hari 2 malam baru selesai,” ungkapnya. ■ M13-Ks

Musim....

peserta, dengan mendatangkan pelatih yang sudah berpengalaman,” terangnya lagi. Tidak hanya itu, pihaknya juga membangun dua bak penampungan air di tempat yang berbeda, sebagai upaya pengaturan drainase yang disalurkan melalui paralon ke tanaman indigo. “Hasil kegiatan telah memenuhi target, yaitu tersedianya pasta pewarna alami, kompos kotoran ternak, bibit indigofera, tandon air 2 unit, tanaman indigofera siap dipanen di lahan eks bengkok seluas 9.000 m2,”pungkas Dr Ning. ■ Rix-Ks

15 Pasangan... (Sambungan hlm 9) “Jadi untuk almuni yang di luar kota, jika masuk ke aplikasi bisa mengetahui dimana saja alumni 1993 berada. Kedepan aplikasi ini akan terus dikembangkan, tidak hanya untuk alumni 93 tetapi juga bisa untuk angkatan lainnya,” jelasnya. Paksi berharap dengan reuni dan peluncuran aplikasi ini bisa menyambung tali silaturahmi dan memperkuat ikatan alumni 1993. ■ Arixc Ardana-Ks

(Sambungan hlm 9) pati, Candisari, Ngaliyan, Tugu, Tembalang, Semarang Se- latan, Semarang Barat, dan Banyumanik. Sementara untuk daerah rawan banjir berada di Kecamatan Semarang Utara, Semarang Barat, Semarang Timur, Tugu, Candisari , Gayamsari, Pedurungan, Tembalang, dan Genuk. ■ SMNetwork-Ks

Kinerja .... (Sambungan hlm 9) Dalam kesempatan itu, Sapto mengapresiasi kehadiran PKY untuk memberikan tambahan wawasan pengetahuan. ‘’Kegiatan ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang akan bertambah wawasannya,’’ tandasnya.■ SMNetwork-Ks


11

Senin Kliwon, 22 Oktober 2018

IKUTI REHAB : Sejumlah napi narkoba jalani terapi rehabilitasi narkoba di Lapas Kedungpane.■ Danny-Ks Area lampiran

Antisipasi Kecanduan Narkoba, Napi LP Kedungpane Diterapi NGALIYAN-Sebanyak 20 narapidana kasus narkotika jalani terapi Spiritual Emosional Fredom Tecnique (SEFT) sebagai upaya menghilangkan rasa kecanduan obat-obatan terlarang selama menjalani hukumannya di Lapas Kelas I A Kedungpane.

Kenaikan UMK Harus Untungkan Pengusaha dan Buruh BALAIKOTA- Kalangan DPRD Kota Semarang menyoroti kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Salah satu untuk menekan angka tersebut dengan melakukan kebijakan untuk sarana trasportasi publik, infastruktur dan impor. Hal itu diungkapkan oleh, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono, Minggu (21/10). Menurutnya, kenaikan UMK memang selalu terjadi setiap tahun harus dicarikan kebijakan yang terbaik bagi para burhn dan pengusaha. ‘’Hal tersebut, menjadi beban bagi para pengusaha. Disisi lain peerintah harus memberikan kemudahan kepada parapengusah. Misalnya dalam bentuk intensif perpajakan, sehingga para pengusaha tidak terlalu merasa keberatan,’’ ujarnya, Minggu (21/10). Meski nilai UMK Kota Semarang belum disetujui, namun dengan nilai kenaikan tersebut ditunggu-tunggu para buruh. Menurutnya, selain instentif pajak, pemerintah juga harus menggencarkan belanja untuk perbaikan infrastruktur dan sarana transportasi. Sehingga bisa menekan kenaikan harga kebutuhan pokok. ‘’Jadi harus ditekankan untuk meningkatkan sarana transportasi publik. Kenaika UMK harus dikaji dengan bijak agar tidak ada pihak yang dirugikan,’’ imbuhnya. Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo menilai nantinya pemerintah kota tetap akan mengacu PP 78/2015 dengan pertumbuhan ekonomi + inflasi sebesar 8, 03 persen. Sehingga nilainya sekitar Rp 2,5 juta. Sebelumnya, Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) Kota Semarang mengusulkan kenaikan UMK Kota Semarang 2019 sebesar 2,8 juta. Ketua FKSPN Kota Semarang, Heru Budi Utoyo menilai Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan (PP 78/2015) mengakibatkan kembalinya rezim upah murah. Menurutnya, adanya PP 78/2015 tersebut membuat hak berunding serikat buruh untuk menentukan upah minimum hilang. Pihaknya menolak kebijakan kenaikan upah minimum 2019 sebesar 8,03 persen sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Menaker. Sebab, kenaikan sebesar itu akan membuat daya beli kaum buruh makin menurun akibat kenaikan upah minimum yang rendah.■ SMNetwork-Ks

“Jadi terapi spiritual ini lebih pada warga binaan pemasyarakatan supaya bisa lebih mengontrol diri dari segi emosi dan fisik, agar mereka tidak lagi ketergantungan obat-obatan terlarang,” kata Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Kedungpane, Ari Ochtia Sari saat ditemui di Lapas Kedungpane, kemarin. Dalam terapi tersebut, dimana tiap narapidana melakukan terapi diminta pendalaman agama masing-masing

sebagai upaya detoksifikasi pada narkoba. Metodenya sendiri merupakan penggabungan antara sisi spiritual melalui doa dan psikolog “Tidak terapi saja, narapidana dengan agama kepercayaan. Selain doa, metode ini gunakan teknik tapping atau ketuka ringan pada sembilan titik tertentu pada tubuh. Cukup beberapa kali pertemuan maka pasien bisa sembuh total,” jelasnya. Ia berharap bahwa adanya

kegiatan ini dapat berjalan karena masih banyak narapidana yang butuh terapi ini. ”Hanaya beberapa kali pertemuan kalau yakin, pasti pasien sembuh dari kecanduan narkoba,” ungkapnya. ■ Ketergantungan

Seorang narapidana narkoba Ali mengaku senang mendapatkan terapi ini. Nantinya dengan terapi ini bisa membebaskannya dari ketergantungan narkoba. “Lu-

mayan bisa ngurangi rasa penat dan bisa kendalikan emosi saya,” ujar Ali yang sudah menjalani hukuman empat tahun. Lebih lanjut Ali atas kondisi saat ini dia sudah bertaubat atas perbuatannya dimasa lalu. Namun terkadang rasa ingin menggunakan barang haram itu masih terus membayangi. “Dengan ikuti program ini saya dapat merasakan dampak positif. Sekaligus juga tambah semangat untuk berhenti,” kata Ali.■ M17-Ks

Industri Kreatif Tak Luntur di Era Disrupsi SEKARAN – Memasuki era disrupsi, perlu diwaspadai karena dipastikan akan merambah ke sisi budaya. Meski tidak akan terjadi dalam waktu yang cepat, namun perlu dilakukan kreasi dan inovasi untuk menghambatnya. Hal tersebut disampaikan dalang, seniman sekaligus budayawan Sujiwo Tejo, dalam Seminar Nasional Budaya ‘Urgensi Nilai Budaya di Era Disrupsi’, yang digelar Himpunan Mahasiswa Sosiologi dan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Unnes, di Auditorium Kampus Sekaran Gunungpati, Sabtu (20/10). “Sebut saja pekerjaan kreatif batik tulis, yang seperti ini tidak akan mudah tergantikan oleh robot ataupun kemajuan teknologi dalam waktu dekat. Namun perlu diwaspadi juga, sebab kecerdasan buatan yang dibuat, saat ini bisa mengalahkan bahkan menggilas pembuatnya. Contohnya, ada seorang grand master catur asal Rusia belum lama ini dikalahkan oleh komputer, dalam permainan catur,” terang pria yang memiliki nama asli Agus Hadi Sudjiwo

ini. Menurutnya, budaya adalah sebuah nilai yang berkesinambungan, termasuk industri kreatif yang ada di dalamnya. Dalam ilmu matematika misalnya, menurut Sujiwo Tejo, ilmu tersebut merupakan ilmu melihat sebuha pola yang tidak terpola. Dirinya mencontohkan motif parang, bisa dimodifikasi agar tidak tertinggal jaman dan bisa disukai berbagai kalangan dengan bentuk lain. Sama halnya dengan kain lurik, yang pada dasarnya punya tiga garis warna yang berbeda, bisa dimodifikasi agar tidak dikalahkan oleh era disrupsi.

bisa disesuaikan dengan permintaan ataupun karakteristik pemakainya. Ini juga menyesuaikan sasaran pasar, termasuk melestarikan serta mengenalkan batik sebagai identitas bangsa Indonesia di kalangan genersi milenial, dengan cara melakukan inovasi dan kreasi,” terangnya. Contoh lainnya, saat menyasar pangsa pasar Jepang, pihaknya membuat batik tulis berbentuk kimono. Sementara, untuk kawasan Eropa , dengan

memadukan antara jas dengan batik. “Kita berusaha menyesuaikan pasar yang ada. Sejauh ini, dapat diterima dengan baik bahkan bisa dibilang, Identix jadi penguasa market produk kreatif berbasis budaya di luar negeri. Kita juga terus berinovasi serta terus berkembang menyesuaikan perubahan jaman. Salah satunya adalah membuat motif-motif zaman now, yang disukai kalangan milenial,”pungkas Irma.■ RixKs

■ Jelaskan

Sementara itu, pemilik Identix Batik Tulis Indonesia, Irma Susanti menjelaskan jika industri kreatif yang berkaitan dengan budaya memiliki peluang atau potensi yang cukup besar untuk bertahan di era disrupsi. “Karena industri kreatif punya pasar yang luas, bahkan kita bisa menentukan pasar sendiri. Batik Identix misalnya, punya konsep batik tulis custom yang

MODERN – Penampilan para model saat membawakan busana dari Identix Batik Tulis Indonesia, di sela Seminar Nasional Budaya ‘Urgensi Nilai Budaya di Era Disrupsi’, Sabtu (20/10).■ Foto: Arixc Ardana-Ks


KEDU - BANYUMAS

Senin Kliwon, 22 Oktober 2018

Masterplan Tiga Kecamatan Disiapkan PERMADANI - Usai Wisuda Bregada 37 di Pendopo Merapi Rumah Dinas Bupati Magelang, foto bersama.■ Foto ali dubchi

Wisuda Bregada 37 Permadani MUNGKID - Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Kabupaten Magelang, menggelar prosesi Wisuda Bregada 37 di Pendopo Merapi Rumah Dinas Bupati Magelang, Sabtu (20/10) malam. Permadani, turut melestarikan dan menyebarkan serta memperkenalkan budaya nasional, khususnya budaya Jawa yang adiluhung. Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Ahmad Husein, mengatakan, Permadani adalah organisasi budaya yang sudah memperlihatkan darma baktinya dalam membantu Pemerintah, melestarikan dan menyebarkan atau memperkenalkan budaya nasional, khususnya budaya Jawa yang adiluhung. “Permadani dalam mengadakan pelatihan ini bukan hanya mencetak pembawa acara dan pembicara yang pandai dalam berbicara maupun olah vokal dengan menggunakan bahasa Jawa, namun mempunyai cita-cita yang tinggi, yaitu mencetak manusia yang mempunyai budi pekerti yang luhur dan kepribadian yang sesuai dengan jati diri bangsa,” terang Ahmad Husein. Permadani didirikan pada 4 Juli 1984 di Semarang, merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang kebudayaan yang terbuka, umum, bebas dari pengaruh politik. “Dalam perjalanannya dari waktu ke waktu, Permadani di awal berdirinya memulai dengan menjaga untuk menggali, mengangkat dan mengembangkan kebudayaan daerah sebagai usaha memperkuat jatidiri kebudayaan nasional Indonesia,” lanjutnya. Setiap tahun, Permadani Kabupaten Magelang paling tidak melaksanakan wisuda satu angkatan atau bregada. Pada wisuda Bregada 37 ini, ada satu peserta didik termuda, Alya Adzro Nisrina, usia 11 tahun. Peserta didik yang diwisuda berjumlah 40 orang siswa yang memiliki berbagai macam latar belakang profesi dan usia. Turut hadir dalam acara tersebut, jajaran Forkompimda, Kepala SKPD, Kepala Dewan Pengurus Pusat Permadani, Kepala Dewan Pengurus Wilayah Permadani Wilayah Jawa Tengah dan serta Pamong Permadani di wilayah Jawa Tengah.■ aliad

PURWOREJO-Menyambut pengembangan kawasan Borobudur oleh Badan Otorita Pariwisata Borobudur (BOB), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Purworejo menyiapkan penyusunan masterplan pengembangan wisata di tiga kecamatan terdekat yakni Loano, Bener, dan Kaligesing. Penyusunan masterplan bekerjasama dengan pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu ditargetkan selesai sebelum akhir tahun ini. Kepala Dinparbud Purworejo, Agung Wibowo mengatakan, ada dua wilayah di Kabupaten Purworejo yang masuk dalam kawasan BOB, yakni di Kecamatan Loano dan Bener total seluas 309 Hektar. Adapun masterplan yang disusun yakni untuk wilayah yang berada di luar kawasan BOB namun masih di sekitarnya, meliputi tiga kecamatan Loano, Bener, dan Kaligesing. Konsep dalam masterplan yang disusun disesuaikan dengan visioning dari BOB. “Yang jelas keterpaduan dengan visioning BOB, kita nanti

lebih ke pengembangan wisata alam, homstay, dipadukan dengan sentra-sentra seni budaya,”ungkapnya, Sabtu 20/10). ■ Berbasis Pedesaan Sejauh ini, di wilayah tersebut sudah mulai bermuculan wisata berbasis pedesaan dan komunitas. Seperti curug, view pemandangan, dan jalur tracking memanfaatkan potensi alam yang ada di sekitar. Nantinya, setelah masterplan selesai disusun kemudian akan dipadukan dengan siteplan yang disusun desa untuk mendetailkan. “Kita berharap masterplan ini menjadi acuan desa dalam mengembangkan pariwisata seni

dan budaya yang ada di desa. Di masterplan ditentukan kawasankawasan, kemudian desa tinggal mendetailkan siteplannya,” paparnya. Dibuatnya masterplan tersebut sekaligus sebagai antisipasi jangan sampai pengembangan yang dilakukan tidak terarah. Dicontohkan, seperti di salah satu kecamatan, masyarakat mengembangkan curug dan membuat gardu pandang, tetapi mereka tidak memperhitungkan menara itu justru menghalangi pandangan ke curug. “Kalau masterplan ini dalam taraf yang lebih besar, artinya kita membuat kawasan atau peruntukannya. Misal untuk kawasan parkir, kawasan pengembangan pariwisata, kemudian detailnya di siteplan sehingga tidak bermasalah di kemudian hari,” imbuhnya. Agung berharap, ke depan pengembangan Kawasan Otorita Borobudur akan berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan ke Purworejo, baik wisatawan domestik maupun manca negara. “Tentunya ini multiplier

efeknya akan berimbas pada perekonomian masyarakat,” katanya. Sebelumnya, Ketua DPRD Purworejo, Luhur Pambudi mengatakan, dalam menghadapi empat proyek nasional strategis DPRD juga menekankan perlunya antisipasi pengaturan perencanaan tata ruang wilayah melalui revisi Perda No 27 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Menurutnya, Kabupaten Purworejo akan menghadapi empat pembangunan strategis nasional yang besar. Meliputi pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo yang berbatasan dengan Purworejo, pembangunan Bendungan Bener, pembangunan jalan tol Jogja-Purwokerto yang melewati Purworejo, serta pengembangan kawasan strategis Borobudur yang sebagian mencakup wilayah di Purworejo. “Menghadapi empat proyek besar strategis itu, Kabupaten Purworejo harus menyiapkan diri,” katanya.■ SMN/H87-ad

Cabang & Ranting Muhammadiyah Buka Lapangan Kerja MUNTILAN- Organisasi Muhammadiyah yang semakin berkembang diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara internal semata, tetapi perlu memiliki orientasi bagi kepentingan bagi umat dan bangsa. Khusus terkait kondisi ekonomi saat ini, sudah ada beberapa cabang dan ranting Muhammadiyah yang memiliki unit usaha yang terbukti cukup mampu memenuhi kebutuhan operasional organisasi secara mandiri dan membuka ruang bagi munculnya lapangan kerja baru. “Dengan keberadaan Cabang dan Ranting Muhammadiyah di setiap kecamatan serta desa memberikan kontribusi bagi pemerataan kesejahteraan masyarakat,” kata Ahmad Norma Permata, Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, pada pembukaan Cabang-Ranting Expo 2018 di SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring, Muntilan, Kabupaten

Magelang, Jumat (19/10) malam. Keunggulan Cabang dan Ranting Muhammadiyah pada bidang ekonomi, kata dia, akan memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas. Antara lain, dalam aspek penciptaan lapangan kerja dan tumbuhnya wirausaha baru. ■ Perkuat Peran Di masa mendatang, dia berharap, cabang dan ranting dengan segala potensi yang dimiliki mulai dari keberadaan populasi jumlah jama’ah dan amal usaha bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi, semakin memperkuat peran dan kontribusi Muhammadiyah bagi kehidupan umat maupun bangsa. Di tempat terpisah, Ketua PP Muhammadiyah, Ahmad Dahlan Rais, di sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LPCR di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Magelang, mengatakan, bahwa keberadaan cabang dan ranting perlu didorong

BERBICARA: Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting PP Muhammadiyah berbicara dalam pembukaan Cabang-Ranting Ekspo 2018 di Gunungpring, Muntilan, Magelang.■ Foto: Tri Budi Hartoyo-ad agar dapat senantiasa memperloleh informasi mengenai kebutuhan masyarakat. Mengingat hal itu sangat penting untuk dijadikan pertimbangan dalam proses penentuan format gerakan dakwah dan program pemberdayaan masyarakat di lingkun-

gannya masing-masing. “Informasi dan data mengenai kebutuhan masyarakat yang dimiliki cabang dan ranting akan turut menentukan atas keberhasilan kegiatan dakwah maupun pemberdayaan yang dilakukan,” katanya.■ TB-ad

Beberapa Jabatan Eselon II & III akan Diisi SEMINAR LGBT: Artis Marissa Grace Haque saat menjadi pembicara Seminar Nasional Kesehatan “Ancamanan LGBT Terhadap Kesehatan Reproduksi” di Stikes Muhammadiyah Gombong, Kebumen Sabtu (20/10).■ Foto: SMN/Supriyanto-ad

Marissa Haque Ajak Waspadai Gerakan LGBT GOMBONG - Artis Marissa Grace Haque mengajak semua elemen masyarakat untuk mewaspadai gerakan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Pasalnya, LGBT bukan saja perilaku dan orientasi seksial, namun sebuah gerakan sistematis dan ideologis. “Sebagai sebuah gerakan, LGBT Family sudah digagas sejak akhir tahun 50-an di Amerika,” ujar Marissa Haque saat menjadi narasumber Seminar Nasional Kesehatan “Ancaman LGBT Terhadap Kesehatan Reproduksi” yang digelar di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong, Kebumen, Sabtu (20/10). Seminar yang diselenggarakan oleh MSA Stikes Muhammadiyah Gombong, Prodi DIII Kebidanan bekerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kebumen itu menghadirkan sejumlah pembicara. Selain Dr Marissa Haque, hadir Ketua Prodi DIII Kebidanan Stikes Gombong Eka Novriyana SST MPH, Direktur FAST Consulting Mintara Eman Surya LC MS dan Nani Narimawati dari IBI Kebumen. Seminar diikuti 789 peserta yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, umum, mahasiswa, dan tenaga kesehatan. Dalam seminar yang dibuka oleh Ketua Stikes Gombong Hj Herniyatun MKep SpMat itu juga diungkap fenomena LGBT serta meningkatnya angka HIV/AIDS serta membedah LGBT dalam perspektif hukum Islam. Lebih lanjut, Marissa mengajak peserta seminar untuk mewaspadai dan memahami agresifitas gerakan LGBT. Dia menunjukkan argumen politik kaum gay, melalui Jeffrey Satinover dalam buku “Homosexuality and the Politics of Truth” yang mengatakan homoseksual diturunkan secara biologis, homoseksual tidak dapat dibuah secara psikologisi, dan homoseksual adalah hal normal secara sosiologis. “Untuk itu, perlu adanya sinergitas untuk membentengi fenomena dan ancaman gerakan LGBT,” ujar doktor yang saat ini menjadi dosen Indonesia Banking School tersebut. Selain mendorong meningkatkan peran keluarga untuk menerapkan akhlak Islamiyah yang bersumber dari Alquran hadist, ancaman LGBT perlu dukungan pemerintah, organisasi non pemerintah. ■ SMN/J19-ad

PURBALINGGA - Gerbong rotasi dan mutasi pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemkab Purbalingga, pekan ini. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Purbalingga Heriyanto SPd MSi, Minggu (21/10). “Ada beberapa jabatan eselon II dan III yang kosong akan diisi. Pengisian akan dilakukan pada pekan ini,” katanya. Mantan Kepala Dinas dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga ini menambahkan, pengisian jabatan kosong kali ini tak ada promosi jabatan. Sehingga tak perlu membentuk panitia seleksi (pansel). Rencananya, pengisian jabatan kosong ini akan diikuti dengan

mutasi besar-besaran yang akan dilaksanakan, Desember mendatang. “Untuk pengisian jabatan Desember baru ada promosi jabatan. Sehingga perlu dibentuk pansel,” ujarnya. Ketika ditanya apakah jabatan Kepala Dindikbud yang kosong akan menjadi jabatan yang akan diisi, pekan ini? Heri mengatakan bukan menjadi salah satu jabatan yang akan diisi. “Belum,” tegasnya. Kemungkinan besar, menurutnya pengisian jabatan kepala Dindikbud baru akan diisi pada Desember mendatang. “Tapi untuk pastinya kita tunggu saja,” tambahnya. ■ Melalui Mekanisme Dia mengungkapkan,

pengisian tersebut sudah mendapatkan persetujuan dari Kementrian Dalam Negeri dan Komisi ASN. Sebab, dengan status Dyah Hayuning Pratiwi, hanya sebagai Plt Bupati Purbalingga, maka pengisian jabatan di lingkungan Pemkab Purbalingga harus melalui mekanisme persetujuan tersebut. Sementara itu, berdasarkan data yang ada ada sejumlah jabatan eselon II dan III yang kosong. Jabatan eselon II yang kosong diantaranya adalah Kepala Dindikbud, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Sekretaris DPRD dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Sebelumnya Plt Bupati Dyah

Hayuning Pratiwi (Tiwi) mengisyaratkan akan melakukan penataan pejabat di Pemkab Purbalingga. Langkah itu dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja jajarannya. Penataan jabatan diutamakan bagi aparatur sipil Negara (ASN) yang benar-benar mempunyai kompetensi dan memiliki keunggulan kinerja. “Sesuai arahan dari Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemendagri) Soni Sumarsini, penataanpejabat tidak harus menunggu kasus hukum Bupati non aktif Tasdi selesai. Karena kewenangan Plt. Bupati sama seperti Bupati dan diperkenankan melakukan penataan pejabat,” imbuhnya.■ ST-ad

30 Kyai Pimpin Doa untuk Pilkades Serentak PURBALINGGA - Sebanyak 30 Kyai atau pemuka agama di Kabupaten Purbalingga memimpin doa dalam acara Purbalingga Berdoa di Alun-alun Purbalingga, Sabtu (20/10) malam. Kegiatan yang bertemakan ‘Bersama Santri Damailah Negeri’ ini merupakan bagian dari Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2018. Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) menyampaikan kepada seluruh hadirin, masyarakat untuk turut partisipasi dalam Purbalingga Berdoa ini. Salah satunya yakni mendoakan agar penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 16 Desember 2018 mendatang berlangsung aman dan lancar. “Dalam Purbalingga berdoa ini marilah kita juga mendoakan karena sebentar lagi ada banyak kegiatan pesta demokrasi, mulai dari Pilkades serentak di 184 desa di Purbalingga. Sedangkan 2019 juga akan ada Pileg dan Pilpres. Mari kita doakan agar seluruh kegiatan pesta demokrasi bisa berjalan lancar, suasana Purbalingga aman nyaman dan kon-

dusif,” ungkapnya. Ia menambahkan agar dalam pelaksanaan pesta demokrasi tersebut masyarakat Purbalingga bisa menyatukan hati. Tentunya agar perbedaan-perbedaan yang ada tidak membuat terpecah belah dan tidak membuat permusuhan antar pribadi maupun antar warga masyarakat.

■ Ikhlas Pada kesempatan ini Plt Bupati Tiwi juga mengingatkan kembali akan tragedi bencana alam gempa bumi yang menimpa beberapa daerah di Indonesia seperti Lombok, Palu, Donggala dan Situbondo. Dari kejadian tersebut banyak dari korban yang kehilangan rumah,

DOA BERSAMA : Sebanyak 30 kyai melakukan doa bersama dalam acara Purbalingga Berdoa di alun-alun Purbalingga, Sabtu (21/10) malam. Doa dilakukan agar Pilkades serentak tanggal 16 Desember berjalan aman.■ Foto :Joko Santoso-ad

harta benda bahkan nyawa. Oleh karena itu ia juga mengajak kepada masyarakat Purbalingga agar kejadian yang sama tidak menimpa Kabupaten Purbalingga. “Oleh karena itu di kegiatan ini kami ingin seluruh masyarakat mengikhlaskan hati mengangkat kedua tangan mendoakan Kabupaten Purbalingga agar dijauhkan dari musibah dan bencana, senantiasa diberi keselamatan dan kesejahteraan. Kita juga berdoa agar para pimpinan diberikan kekuatan, kemudahan lahir batin untuk mengemban amanah,” katanya. Proses doa bersama ini dipimpin oleh 30 kyai yang terdiri dari pimpinan pondok pesantren, tokoh agama desa, pengurus dan ketua PD Muhammadiyah serta ketua Majelis Talim. Acara diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al Quran, Khotmil Quran oleh KH Mashudi Munir, Asmaul Husna oleh H Ahmad Muhdir SAg MM serta tausiyah yang diisi oleh KH Abror Musodik. Acara ini juga dihibur oleh grup Arabian AlJazeera Gambus.■ ST-ad


13

PANTURA TIMUR

Senin Kliwon, 22 September 2018

■ Di Masjid Agung Demak dan Kadilangu

Perwakilan Pemuda se-Indonesia Napak Tilas Kebhinnekaan DEMAK - Puluhan pemuda perwakilan 34 provinsi seIndonesia berikut organisasi massa kepemudaan peserta Kirab Pemuda 2018 singgah di Kota Wali, Sabtu (20/10). Selama tiga hari mereka diajak mengenal lebih jauh kabupaten yang masyur dengan wisata religi dan konservasi mangrovenya. Termasuk napak tilas kebhinnekaan di Masjid Agung Demak dan Kadilangu, terkait sejarah Demak sebagai pusat penyebaran ajaran Islam di Pulau Jawa pada abad XV. Di masjid peninggalan Walisanga yang juga cagar budaya nasional mereka disambut jajaran takmir. Sebagian yang muslim langsung mengikuti dzikir tahlil di Makam Sultan Fattah dan Rajaraja Kesultanan Demak Bintoro, sementara yang nonmuslim diajak melihat-lihat isi museum, sembari disampaikan sejarah benda-benda pusaka ada di dalamnya yang dilestarikan karena terkait ihwal pendirian Masjid Agung Demak dan

Kesultanan Demak Bintoro oleh Sultan Fattah. Pun di Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, pemudapemudi beragam suku, budaya dan agama itu kembali diperkenalkan sejarah Sunan Kalijaga menyebarkan ajaran Islam di Jawa bersama Walisanga. Termasuk kekhasan Sunan Kalijaga yang mengolaborasikan budaya lokal dengan ajaran Islam, sehingga masyarakat Jawa ketika itu menjadi muslim secara damai tanpa ada kekerasan. Serta mampu hidup rukun berdampingan dengan penganut agama dan kepercayaan lainnya. Syahmadi, perwakilan pemuda dari Kalimantan Selatan menuturkan, keberuntungannya bisa menjadi peserta Kirab Pemuda 2018. “Seleksinya sangan berat. Namun saya bersyukur bisa lolos, sehingga berkesempatan mempelajari beragam budaya yang ada di negeri ini. Termasuk Demak, yang

Arus Kendaraan ke Simpang Lima Dialihkan GROBOGAN - Terkait pengerjaan proyek gorong-gorong mengakibatkan kemacetan di sekitar jalur menuju Simpang Lima Purwodadi. Untuk itu, Satlantas Polres Grobogan melakukan penutupan jalan ke arah Jalan R Soeprapto. Hal tersebut diungkapkan langsung Kanit Turjawali Ipda Joko Susilo. Iptu Joko mengatakan, pengalihan arus ditujukan memecah arus lalu-lintas di bundaran Simpang Lima Purwodadi. “Penutupan ini dilakukan untuk memecah arus lalu-lintas di bundaran Simpang Lima Purwodadi khususnya untuk kenda raan beroda empat atau lebih, hal ini dilakukan karena ada pengerjaan gorong-gorong,” jelas Ipda Joko. Karenanya, untuk menghindari kemacetan pihaknya melakukan pengalihan arus lalu-lintas bagi para pengendara yang akan menuju ke arah utara. “Jika arus tak dialihkan bisa dipastikan akan terjadi kemacetan parah. Untuk itu, kendaraan yang dari arah selatan tak bisa langsung menuju ke Jalan R Suprapto. ‘’Kendaraan yang dari arah selatan kita arahkan menuju ke barat terlebih dahulu menuju jalan Untung Suropati,’‘ tambah dia. ■ lek/SR

ternyata kaya sejarah juga keistimewaan,” ujarnya. Hal sama disampaikan Ikfal Al Fazri, perwakilan Kontingen Jabar. Menurut penyiar radio di Cirebon yang juga urnalis di media online nasional itu, bisa berkeliling Nusantara bersama kelompok Zona II mulai dari Meraoke, Ambon, Poliwalimandar, Wakatobi, hingga kemudian singgah di Demak adalah suatu anugerah. “Apalagi kami tak hanya dikenalkan sejarah Walisanga, namun juga diajarkan cara berta nam mangrove, serta dikenal kan aneka produk unggulan yang tentu saja belum tentu ada di daerah lain. Menjadikan kami semakin cinta Indonesia karena keragamannya,” kata dia. ■ Agenda Rutin Di sisi lain, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Demak Drs Abdul Charis MM didampingi Koordinator Kirab Pemuda 2018 di Kota Singgah Demak Drs Joko Sari menjelaskan, Kirab Pemuda

merupakan agenda rutin Kemenpora RI, dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme, persatuan dan kesatuan pemuda. Sehingga mereka mampu menjadi motor penggerak pemersatu kebhinnekaan, yang mandiri, kreatif, kompetitif dan terampil di segala bidang khususnya ekonomi. Menjadi kota singgah untuk acara berlevel nasional tentu saja dimaksimalkan untuk mengenalkan keistimewaan Kabupaten Demak berikut beragam keunggulan yang dimiliki. Termasuk sebagai destinasi wisata religi dengan pengunjung terbanyak kedua se-Indonesia setelah Borobudur. Maka sebagaimana arahan Bupati HM Natsir serta selaras program Kemenpora RI pada Kirab Pemuda 2018 ini, pemuda-pemudi terbaik di Indonesia itu diajak mengenal Demak Kota Wali lebih dalam. Mulai dari sejarah hingga beragam potensi unggulan yang dimiliki. Sehingga mereka terkesan, dan mengabarkannya

SEJARAH DEMAK: Takmir Masjid Agung Demak saat menjelaskan benda-benda pusaka di museum masjid, yang tak hanya terkait sejarah pembangunan masjid oleh Walisanga pada abad XV, namun juga sebagai tonggak Sultan Fattah mendirikan Kesultanan Demak Bintoro. ■ Foto : sari jati/SR kepada masyarakat di daerah asal agar turut singgah ke Demak. “Di samping sekaligus sebagai inspiraai juga motivasi pemuda-pemudi Demak, agar

terpacu menjadi yang terbaik sebagaimana para peserta Kirab Pemuda 2018,” tandas Kabid Kepemudaan dan Kepra mukaan Dinpora Kabupaten Demak itu. ■ ssi/SR

Kudus Darurat TBC KUDUS - Masyarakat di Kabupaten Kudus diminta mewaspadai penyebaran virus penyakit tuberkulosis (TBC) dan HIV karena temuan kasusnya selama beberapa tahun terakhir semakin meningkat. Dalam beberapat tahun terakhir ini, tercatat ribuan warga yang sudah tertular TBC. “Bisa dibilang Kudus saat ini darurat TBC. Berdasarkan data yang ada, temuan kasus TBC saat ini bisa mencapai ribuan kasus, sedangkan HIV mencapai ratusan kasus dan puluhan orang di antaranya meninggal dunia,” kata Koordinator Komunitas Peduli TBC-HIV Aisyiyah Kudus Teguh Santoso, Minggu (21/10). Senada, anggota komunitas lainnya, Eni Mardiyanti yang juga pegiat HIV/AIDS Kudus mengungkapkan bahwa temuan kasus TBC semua tipe di Kabupaten Kudus dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Pada tahun 2015 tercatat ada 955 kasus, kemudian tahun 2016 ditemukan

sebanyak 955 kasus, dan tahun 2017 naik menjadi 1.351 kasus dan triwulan kedua tahun 2018 kasus yang ditemukan sebanyak 767 kasus. Sementara untuk kasus HIV di Kudus, katanya, dalam kurun waktu 2017 sebanyak 171 kasus, sebanyak 26 orang di antaranya meninggal dunia. Ia menganggap penyakit TB dan HIV merupakan infeksi opportunistik sehingga orang dengan kekebalan tubuh menurun sangat mudah sekali terinfeksi kuman TBC. Pada prinsipnya, kata dia, penyakit menular jika semakin banyak dan semakin cepat ditemukan semakin bagus karena

segera mendapatkan penanganan sehingga tidak berisiko menularkan kepada orang lain. Kedua penyakit tersebut, lanjut dia, merupakan penyakit menular yang mematikan yang cara penularannya sangat mudah, terutama TBC menular melalui udara yang bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal status sosial. ■ Hidup Sehat Ia mengajak semua lapisan masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, berolahraga dan makan makanan bergizi. “Biasakan memakai masker, memberikan ventilasi udara dan cahaya di dalam rumah serta selalu waspada terhadap gejala utama batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh dan memperkuat iman, setia terhadap pasangan agar tidak terinfeksi HIV,” ujarnya. Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus sebagai leading sektor yang bertanggung jawab akan kesehatan masyarakat Kudus

Foto: Tom

Teguh Santosa didorong lebih memperhatikan masalah tersebut secara serius dan komprehensif agar ada tindakan promotif, preventif dan kuratif secara masif agar tidak menjadi bom waktu dikemudian hari. ”Ini butuh peran pemerintah, jika tidak booming penderita TBC akan terus terjadi,” tandasnya. ■ tom/SR

Bupati Blora Ingin Bandara Cepu Beroperasi 2020 PENGALIHAN: Sat Lantas Polres Grobogan melakukan pengalihan arus lalu-lintas guna hindari penumpukan kendaraans dari Solo ke Kudus. ■ Foto: Felek Wahyu/SR

Pendaftar ASN Minim BLORA – Proses seleksi pendaftar calon aparatur sipil negera (ASN) di Blora telah rampung. Hasilnya terdapat 392 orang pendaftar tidak lulus administrasi. Praktis, dari 3.254 pendaftar pada 508 lowongan, hanya 2.862 peserta yang bisa melanjutkan proses ujian berbasis CAT. Menurut Kepala Bidang Perencanaan dan Administrasi Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Blora, Rini Setyowati, Minggu (21/10), banyaknya peserta yang tidak lulus terkait berkas pendaftaran tidak lengkap. Berkas pendaftaran tidak lengkap itu, seperti tidak adanya ligalisir foto copy ijasah, tidak disertai surat lamaran, akreditasi tidak dilampirkan, dan masih ada alasan lain. Padahal, lanjutnya, kelengkapan administrasi menjadi syarat dalam pendaftaran, sehingga dalam proses verifikasi tim BKD Blora tidak meloloskan 392 pendaftar. Selain itu, lanjut Rini, dalam pendafataran calon ASN ada satu pendaftar tidak sesuai formasi pada penjaga tahanan, karena di Blora tidak ada formasi ini, terpaksa tidak diloloskan. Selanjutnya setelah pengumuman, peserta yang lulus administrasi bisa mencetak kartu ujian melalui laman sscn.bkn.go.id. Tahap berikutnya, pesera akan mengikuti ujian computer assisted test (CAT), yang nantinya pendaftar Blora akan melakukan tes CAT di Sragen. “Jadwal seleksi kopetensi dasar, akan diumumkan di laman BKD Blora,’’ jelas Rini lagi. Terpisah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKD Kabupaten Blora Joko Ristriyono mengatakan, secara keseluruhan dari pendaftar CASN tahun ini tergolong sangat minim. Sebabnya, BKD menargetkan pendaftar ada 10.000 pendaftar, ternyata pendaftar hanya 3.254 orang. ■ K-9/SR

BLORA - Bupati Blora, H Djoko Nugroho, bertekat bandar udara (bandara) Cepu bisa beroperasi pada 2020, sehingga diperlukan langkah cepat dalam merealisasi pembebasan tanah. Untuk keperluan itu, tim percepatan reaktivasi telah menyiapkan perubahan masterplan pembangunan bandara, yakni sebagai dasar pelaksanaan pembebasan lahan tambahan. “Tim reaktivasi bandara harus terus bersinergi dengan pihak terkait, khususnya Pemprov Jateng,” jelasnya saat mensupport atlet Blora yang berlaga di Porprov Jateng XV, Minggu (21/10). Selain itu, lanjutnya, dalam berbagai kesempatan Bupati Blora selalu melaporkan perkembangan Bandara Cepu pada Gubernur Jawa Tengah. Bahkan dalam hal-hal lain, seperti sebagai venue cabang olahraga aeoromodelling Porprov XV, juga disampaikan pada Gubenur Jateng. “Terkait pembebasan lahan tambahan, secara resmi akan kami konsultasi ke Pak Gubernur,” tandas Djoko. Sebelumnya dalam rapat bersama Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara

DIMULAI: Inilah lokasi Bandara Cepu di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Blora, mulai dikembangkan dengan diawali pemagaran keliling. ■ Foto: Wahono/SR Kelas III Trunojoyo, Indra Triyantono, sebagai satuan pelaksana pembangunan Bandara Cepu dari Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub RI, bupati menginginkan pembebasan lahan bisa segera dilakukan. ■ Perpanjangan Menurut Bupati Blora, saat ini lahan yang ada baru untuk perpanjangan landasan pacu saja, perlu lahan untuk akses jalan masuk dan terminal yang luasannya harus diperinci.

Sedangkan Kepala Unit Penye lenggara Bandar Udara Kelas III Trunojoyo, Indra Triyantono, berharap bandara Cepu didarati pesawat jenis ATR-72. Untuk mewujudkan rencana itu, minimal pada tahapan awal ada pembebasan lahan baru minimal seluas 6,2 hektar, lahan yang berada gandeng dengan asset lama. Menurutnya, lahan 6,2 hektar ini bentuknya seperti apa, dan posisinya bagaimana, harus dimasukkan dalam masterplan dahulu.

Jadi, lanjutnya, agar dalam pembebasan lahannya bisa jelas, harus dimasukkan dalam master plan, karena pembasan lahan akan dilakukan bersama Pemkab dan Pemprov. Perlu diketahui, perencanaan tahap I Bandata Cepu dengan runway 1650 m x 30 m, sehingga bisa didarati dengan pesawat Turbo Propeler ATR72-600 (buatan Perancis-Itali). Tahap II dengan runway 1850 m x 45 m, dengan pesawat Turbo Fan Embraer 195 (buatan Brasil), kemudian tahap III, dengan runway 2500 m x 45 m dengan pesawat Turbo Fan B737-NG (buatan Amerika Serikat). Masih menurut Indra, bahwa pada 2019 nanti pihaknya dari Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas III Trunojoyo telah menganggarkan anggaran sebesar Rp 40 miliar dari APBN untuk melakukan overlay dan perpanjangan landasan. Sedangkan tahun ini, sedang berlangsung proses pemagaran keliling aset tanah bekas bandara lama. Terpisah, Wakil Ketua Komi si D DPRD Jawa Tengah, H Hadi Santoso, menyatakan kese diaannya mendukung dan mengawal proses pembangunan Bandara Cepu, Blora. ■ K-9/SR

2.500 Pesepeda Ramaikan ‘Gowes BPR BKK Demak’ DEMAK - Banyak cara dilakukan untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat utamanya para nasabah. Seperti ‘Gowes Bareng Bupati’ yang diadakan PD BPR BKK Demak dalam rangka Gelar Ceria Gempita Tamades 2018, yang diikuti tidak kurang dari 2.500 pesepeda, Minggu (21/10). Direktur Utama PD BPR BKK Demak, Sunoto SKom menyampaikan, Gelar Ceria Gempita Tamades merupakan wujud apresiasi atau penghargaan PD BPR BKK Demak kepada nasabah, yang telah mempercayakan pengelolaan keuangannya kepada PD BPR BKK Demak. Di samping memanfaatkan produk-produk PD BPR BKK

Demak untuk pengembangan usaha, khususnya UMKM. “Maka itu Gempita Undian Tamades diagendakan setiap tahun, agar nasabah semakin semangat menabung dan menginvestasikan uangnya untuk mendukung pembangunan daerah. Sekaligus semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat atas kinerja PD BPR BKK Demak,” ujarnya. Pada 2018, rangkaian kegiatan Ceria Gelar Gempita Tamades yang dipusatkan di lapangan Desa Wonosalam dilaksanakan tiga hari. Pertama, yakni ‘Gowes Bareng Bupati’, yakni selain menyehatkan dan gowes tengah menjadi tren, juga agar masyarakat semakin mengenal PD BPR BKK Demak

beeikut produk-produknya yang 70 persen untuk mendukung UMKM. ■ Kesenian Rakyat Hari kedua, lanjut Sunoto, dalam rangka gelar budaya pula masyarakat akan dihibur dengan kesenian rakyat barongan. Grup Kesenian Barongan Kusumo Joyo dari Bonang dipilih sebagai penampil utama, dimaksudkan menggugah semangat masyarakat nguri-nguri budaya dan seni tradisi leluhur. Sedangkan hari ketiga sekaligus sebagai puncak acara, akan dilaksanakan pengundian hadiah utama Gelar Ceria Gempita Tamades 2018. Yakni satu unit mobil, dua paket umroh serta sejumlah hadiah

menarik yang jumlahnya serba sembilan. “Alasan penetapan jumlah sembilan di setiap hadiah hiburan utama, karena PD BPR BKK Demak memiliki sembilan cabang. Antara lain Kantor Pusat Operasional, Karangtengah, Karanganyar, Sayung, Wonosalam, Wedung, Gajah, Mijen dan Mranggen,” jelasnya. Turut bergabung mendampingi Bupati HM Natsir gowes bareng masyatakat dan klub-klub sepeda Demak adalah Sekda, dr H Singgih Setyono, staf ahli bupati, serta para asisten sekda. Juga para camat, utamanya yang terdapat kantor cabang PD BPR BKK Demak. ■ ssi/SR

UNDIAN KEJUTAN Sekda, dr H Singgih Setyono didampingi Dirut PD BPR BKK Demak Sunoto saat mengundi hadiah kejutan Gowes Bareng Bupati pada Gelar Ceria Gempita Tamades 2018 di Lapangan Desa Wonosalam. ■ Foto : sari jati/SR


PANTURA BARAT

Senin Kliwon, 22 Oktober 2018

Kepemilikan Data Kependudukan Dipercepat PEMALANG - Untuk mempercepat kepemilikan data kependudukan di Kabupaten Pemalang, Dinas Kepen dudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pemalang membentuk petugas register di tiap-tiap desa. Untuk tahap pertama sebagai percontohan pembentukan dilakukan di Kecamatan Pulosari dan Belik, sebagai pembekalan mereka mendapatkan pelatihan antara lain dari lembaga Kompak yang merupakan kerjasama Indonensia-Australia.Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Andrea Heru Cahyono, didampingi Kepala Bidang Pengelolaan informasi administrasi kependudukan dan pemanfaatan data, Agus Syarief Hidayatuloh, Minggu (21/10), menjelaskan bahwa pembentukan petugas register di tiap desa bertujuan untuk meningkatkan percepatan data kepemilikan khususnya akte

kelahiran, kartu keluarga, pendaftaran penduduk dan KTP. ”Mereka yang ditunjuk dengan surat keputusan kepala desa, selanjutnya akan membantu proses dari bawah sekaligus melakukan sosialisasi sehingga akan sangat membantu Disdukcatpil,” jelasnya. ■ Lebih Tertib Karena tugasnya yang membutuhkan pengetahuan, maka petugas yang telah di tunjuk dari dua kecamatan percontohan yakni Belik dan Pulosari telah mendapatkan pelatihan selama dua hari, sehingga begitu selesai akan

langsung dapat bertugas membantu masyarakat. Mereka nantinya juga akan memiliki akses khusus ke Disdukcatpil, sehingga tidak disamakan dengan pemohon biasa.Kepala Disdukcatpil menambahkan, dengan adanya petugas register maka ke depan pengurusan diharapkan akan lebih tertib, karena merekalah yang diberikan tugas dan kewenangan dari pihak desa. Tidak seperti selama ini dimana seringkali yang mengurus berganti-ganti dari perangkat desa yang satu ke perangkat desa yang lain. Dan petugas ini merupakan petugas resmi, sehingga masyarakatpun tidak perlu khawatir. Ke depan petugas register juga akan dibentuk di setiap desa, sehingga akan sangat membantu masyarakt desa yang tidak bisa melakukan pengurusan data kependudukan secara langsung

ANTRI - Pemohon dokumen kependudukan di Kantor Disdukcatpil ke depan akan berkurang dengan dibentuknya petugas register di desa-desa. ■ Foto : Probo Wirasto. baik di kecamatan maupun di Kantor Disdukcatpil, terlebih

Orang Dapat Memahami Alquran dengan Benar BREBES – Kegiatan Bedah Tafsir Al Azhar Karangan Buya Hamka (Prof Dr Hamka) diadakan di Masjid Al Ikhwan Komplek SDI Al Azhar 53 Brebes, Kelurahan Limbangan Kulon, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Sabtu (20/10). Menurut Direktur Dikti Renbang Diklat YPI Al Azhar Pusat, Dr M Djafar Hasan MM yang tempil sebagai pembicara dalam acara tersebut mengatakan, melalui Tafsir Al Azhar Buya Hamka ini diharapkan, orang dapat memahami makna Alquran dengan benar dan gampang. Sehingga, dalam perjalanannya dapat mempraktekkannya sebagai bentuk pedoman dalam hidup beragama. “Dengan adanya bedah tafsir ini, diharapkan orang-orang bisa turut mengaji. Sehingga, orang Islam tahu sumber hukumnya dan dapat menjalankan sebaikbaiknya. Inilah maksud yang disasar dalam acara bedah tafsir ini,” kata Djafar. Djafar menambahkan, dalam

Tafsir Al Azhar dijelaskan pula bagaimana sulitnya orang dalam memahami makna dalam sebuah tafsir. Orang tidak begitu saja tibatiba dan dalam perjalanannnya pasti mengalami banyak hal. Itulah yang dinamakan perjuangan dan diharapkan

melalui perjuangan ini dapat memaknai setiap orang. “Bahwa semuanya harus diperjuangkan untuk mencapai tujuannya. Dengan makna yang saya sampaikan ini, diharapkan orang dapat menghargai sebuah karya dan mempelajarinya serta

BEDAH BUKU : Dr M Djafar Hasan MM didampingi Ketua Yayasan Khusnul Khotimah H Hani Purwanto serta Sekretaris Disdikprora Kabupaten Brebes Drs Ujangpuri menunjukkan Buku Tafsir AL Azhar Buya Hamka usai acara bedah buku yang diadakan di Masjid Al Ikhwan (Komplek SD I Al Azhar 53 Brebes), Limbangan Kulon, Sabtu (20/10). ■ Foto. Eko Saputro

mengambil hikmah bahwa semua harus diperjuangkan dan tidak bisa datang dengan sendirinya,” papar Djafar. Terima Cobaan Lebih dari itu, lanjutnya akhlak orang bisa menerima cobaan sebagai sebuah pendorong semangat dan bukannya malah menjadi semacam hukuman. Sehingga, nantinya akan mengubah sebagai suatu kebahagiaan. “Muaranya melalui bedah buku ini, diharapkan jamaah akan selalu lekat dengan masjid dan sekolah, Sehingga, tidak lari ke mana-mana dan tempat satusatunya hiburan dan mengaji adalah masjid. Bukannya di tempat lain yang justru tidak terkontrol,” tegas Djafar. Ketua Yayasan Khusnul Khotimah, H Hani Purwanto menerangkan, kegiatan Bedah Tafsir Al Azhar sebagai salah satu bagian dari syiar agama Islam yang dipimpin Dr M Djafar Hasan MM di SDI AL Azhar 53 Brebes. ■ ero-ad

lagi untuk masyarakat yang bertempat tinggal jauh dari

tempat-tempat pelayanan. ■ Obo-ad

Dorong Hasil Penelitian jadi Industri KAJEN - Direktur Sistem Inovasi Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Ophirtus Sumule menyatakan hasil penelitian anak bangsa harus didorong untuk menjadi sebuah industri. Jika tidak, maka hasilhasil penelitian itu akan berhenti di perguruan tinggi, lembaga litbang, dan tidak bisa diproduksi massal agar bisa digunakan oleh masyarakat. “Penelitian anak bangsa ini sangat tinggi. Mindsetnya harus dirubah, karena mereka berhenti sampai di situ saja. Penelitian itu harus didorong untuk menjadi sebuah industri. Untuk menjadi industri harus memenuhi standar-standar, ini yang memerlukan kebijakan, supaya standarnya ditetapkan, izinnya ditetapkan, dan lain-lain. Itu bagian dari Dirjen Penguatan Inovasi di Kemenristek Dikti,” kata Ophirtus Sumule ditemui usai Uji Coba Produk PPBT (Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi) Di Masyarakat di Gedung Pemuda, Kota Kajen, Sabtu (20/10) sore. Dikatakan, kegiatannya siang hingga sore hari itu untuk mensosialisasikan kepada masyarakat pentingnya hasil-hasil penelitian anak bangsa untuk masuk dunia industri dan digunakan oleh masyarakat. Langkah ini, kata dia, untuk menghindari banyaknya teknologi yang masuk dari luar negeri. Produk yang disampaikan dalam acara itu, seperti traktor portabel, helm, dan sebagainya adalah produk-produk karya anak bangsa yang dikembangkan oleh perguruan tinggi, lembaga litbang, dan akan digunakan oleh masyarakat. “Kami bersyukur bahwa teman-teman di legislatif sangat mendorong itu. Ini menjadi kesempatan kami untuk mensosialisasikan bahwa sangat penting untuk mendorong hasil-hasil penelitian kita, baik oleh perguruan tinggi, litbang, maupun oleh masyarakat, supaya itu kita gunakan. Jika semuanya kita impor, maka habis kita,” tandasnya. ■ haw-ad


Timnas Kalah

Senin Kliwon, 22 Oktober 2018

TIMNAS Indonesia U-19 kalah 5-6 dari Qatar, dalam pertandingan kedua Grup A Piala Asia U-19 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (21/10). Dengan kekalahan ini, peluang Indonesia untuk tampil sebagai juara grup menjadi berat. Pasalnya, UEA kini mengoleksi enam poin, Qatar (3) dan Indonesia (3). Di laga terakhir, Indonesia harus menghadapi UEA, untuk memastikan kelolosannnya. ■ Am-Yn

15

Jatim Fighter Juarai Kudus Relay Marathon KUDUS- Pelari asal Jatim yang tergabung dalam kelompok 104 Jatim Fighter, berhasil menjadi juara lari Tiket.com Kudus Relay Marathon (TKRM) 2018, yang digelar pertama kalinya di Kudus, Minggu (21/10). Keempat pelari yang terdiri dari Sri Wahyuni, Dedy Yusuf, Ivon Sholihin, dan Ari Masrudi itu, berhasil menempuh jarak 42,195 kilometer dengan catatan waktu tercepat, 2:53:55. Atas raihan itu, Jatim Fighter berhak mendapat hadiah utama senilai Rp 25 juta. Salah satu personel Jatim Fighter, Sri Wahyuni mengungkapkan, dirinya tidak mengira berhasil menjadi pemenang. Apalagi Kudus merupakan tempat timnya untuk pertama kali menjajal even Relay Marathon. Meskipun sama-sama dari Jatim, kata dia, anggota timnya berasal dari daerah yang berbeda-beda, seperti dirinya dari Surabaya, Dedy Yusuf (Lumajang), Ivon Sholihin (Situbondo), sedangkan Ari Masrudi asal Mojokerto. “Ini pertama kalinya buat kami sebagai tim, karena sebelumnya bertemu saat lomba lari,” ujarnya. Untuk bisa meraih waktu tercepat, imbuh dia, timnya harus jeli mengatur strategi menentukan urutan pelari dalam tim. “Tantangannya harus punya taktik dalam menentukan urutan pelari. Misalnya, karena saya wanita

RELAY MARATHON: Para pelari saat melakoni start, yang berada di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. ■ Foto: Ali Bustomi menjadi pelari pertama, supaya teman-teman bisa mengejar kalau ada ketertinggalan,” ujarnya. Sukses meraih podium utama di even ini, Sri berharap, agar nomor relay marathon semakin populer di Indonesia. Dia juga mengapresiasi penyelenggaraan relay marathon untuk yang pertama kalinya di Kudus ini. Di kategori Half Marathon Male, juara berhasil diraih Hadi Firmansyah yang mencetak waktu 01:23:05, sedangkan di Half Marathon Female waktu tercepat 01:40:29 diraih Laura Bee asal Jakarta, dan berhak mendapatkan hadiah masingmasing sebesar Rp 12 juta.

10K Male juara pertama diraih Lamek Yunias Banu dengan raihan waktu 00:35:32, kemudian di 10K Female juara diraih Sharfina Sheila Rosada, dengan catatan waktu 00:43:20 dan keduanya mendapatkan hadiah sebesar Rp 8 juta. Co-Founder dan Chief Marketing Officer Tiket.com, Gaery Undarsa mengungkapkan, kejuaraan lari bertajuk Tiket.com Kudus Relay Marathon 2018 ini, Kudus menjadi kota pertama yang menjadi tuan rumah kejuaraan yang terinspirasi dari Ekiden, lomba lari estafet beregu, yang lebih dulu populer di Jepang. TKRM terang Gaery, diikuti sebanyak 5.500 pelari, yang terbagi dalam lima kategori race, yakni Relay Marathon (42,195

■ Go International Sementara untuk kategori

Sri Sugiyanti Diguyur Bonus Rp 100 Juta

Patih Sampun FC Pertahankan Gelar KAJEN- Patih Sampun FC dari Pondok Pesantren (Ponpes) Tarbiyatul Mubtadiin, dibawah asuhan KH M Nasirudin dari Desa Rowokembu, Kecamatan Wonopringgo, berhasil mempertahankan gelar juara Liga Santri Pekalongan (LSP). Sebelumnya, Patih Sampun FC menjadi juara LSP pada 2017 lalu. Dalam babak final yang digelar di Stadion Widya Manggala Krida, Kedungwuni, Jumat (19/10) lalu, mereka berhasil mengalahkan Nurul Quran FC dari Pondok Pesantren Nurul Quran, asuhan KH M Thoha dari Desa Podo, Kecamatan Kedungwuni, dengan skor akhir 2-0. Final LSP dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ini, memperebutkan Piala Bupati Pekalongan, dan

BONUS: Bupati Grobogan Sri Sumarni, saat menyerahkan bonus atas prestasi yang diraih Sri Sugiyanti di ajang Asian Para Games 2018. Foto: Felek wahyu PURWODADI- Meski tampil tidak diunggulkan, namun Sri Sugiyanti, atlet paracycling warga Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabuptaen Grobogan, berhasil mengoleksi empat medali (3 perak dan 1 perunggu), di ajang Asian Para Games 2018 yang baru lalu. Raihan empat medali di ajang Asian Para Games, membuat Sri Sugiyanti mendapatkan bonus senilai Rp 100 juta, dari Bupati Grobogan. Tak hanya itu saja, berkat prestasi yang luar biasa itu, ucapan selamat dan pujian terus mengalir untuknya tanpa henti. “Pada Asian Games ada Aries Susanti Rahayu yang mendapatkan dua medali emas di cabang panjat tebing. Sekarang, ada Sri Sugiyanti yang dapat tiga medali perak dan satu

kilometer), Half Marathon (21,1 kilometer), 10K, 5K, dan Kids Fun Run. Selain diikuti pelari dari berbagai daerah, even ini juga diramaikan dengan hadirnya para legenda bulutangkis dunia, seperti Hariyanto Arbi, Hastomo Arbi, Edi Gunawan, Susi Susanti, Alan Budi Kusuma, Christian Hadinata. Mereka pun ikut berlari bersama-sama dengan peserta lain. Bupati Kudus Muhammad Tamzil berharap, perlombaan ini bisa memunculkan atlet-atlet marathon. “Mudah-mudahan perlombaan ini bisa lebih go international, meski pada ajang ini, juga sudah diikuti enam pelari asing dari empat negara,” ujarnya. ■ tom-Am

perunggu di cabang paracycling Asian Para Games. Ini tentunya sangat membanggakan kami,” kata Bupati Grobogan, Sri Sumarni, usai penyerahan bonus kepada Sri Sugiyanti, Jumat(19/10) lalu. Medali perak diraih Sugiyanti saat tampil pada nomor 1 km putri (B), Road Race Putri 70 km dan individual pursuit 3.000 meter putri (B). Sedang medali perunggu diraih di nomor Woman Time Trial Kelas B. “Saya tidak menyangka, dukungan warga Grobogan sangat besar. Saya sangat bangga menjadi warga Grobogan. Bahkan ada yang datang langsung ke Jakarta, menemani bapak saya untuk memberikan dukungan,” katanya. ■ lek-Am

disaksikan langsung Bupati Asip Kholbihi, Ketua PCNU KH Muslih Khudori, beserta para pengurus dan seluruh pengasuh ponpes di Kabupaten Pekalongan, serta ribuan santri dan masyarakat umum. Usai pertandingan, Bupati Asip Kholbihi menyampaikan apresiasinya kepada pemenang final LSP dan para juara lainnya. “Hari ini kita menyaksikan final Liga Santri Pekalongan tahun 2018, yang diselenggarakan Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU (RMI-NU) Kabupaten Pekalongan, dengan pemenangnya adalah Patih Sampun FC dari Pondok Pesantren Tarbiyatul Mubtadiin asuhan KH M Nasirudin, putra almarhum Romo KH RM Syariffudin, dari Desa Rowokembu, Kecamatan Wonopringgo,” ujar Bupati.■ haw-Am

PIALA BERGILIR: Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, menyerahkan piala bergilir LSP 2018 kepada kapten Patih Sampun FC. ■ Foto: Hadi Waluyo

DATA PERTANDINGAN ■ JADWAL PERTANDINGAN ■ PREMIER LEAGUE Arsenal vs Leicester City MNC TV Live (Selasa 23/10, Pukul 02.00 WIB) ■ LA LIGA Real Sociedad vs Girona Bein Sport 2 Live (Selasa 23/10, Pukul 02.00 WIB) ■ SERIE A Sampdoria vs Sassuolo ■ HASIL & KLASEMEN SEMENTARA ■ PREMIER LEAGUE Chelsea 2 - Manchester United 2 AFC Bournemouth 0 - Southampton 0 Cardiff City 4 - Fulham 2 Manchester City 5 - Burnley 0 Newcastle United 0 - Brighton & Hove Albion 1 West Ham United 0 - Tottenham Hotspur 1 Wolverhampton Wanderers 0 - Watford 2 Huddersfield Town 0 - Liverpool 1 1. Man City 9 7 2 0 26-3 23 2. Liverpool 9 7 2 0 16-3 23 3. Chelsea 9 6 3 0 20-7 21 4. Tottenham H 9 7 0 2 16-7 21 5. Arsenal 8 6 0 2 19-10 18 6. Bournemouth 9 5 2 2 16-12 17 7. Watford 9 5 1 3 13-12 16

8. Wolves 9. MU 10. Leicester City

9 9 8

4 4 4

3 2 0

2 9-8 3 15-16 4 14-12

■ LA LIGA Celta de Vigo 0 - Deportivo Alavés 1 Real Madrid 1 - Levante 2 Valencia 1 - Leganes 1 Villarreal 1 - Atletico Madrid 1 Barcelona 4 - Sevilla FC 2 1. Barcelona 9 5 3 1 2. Alavés 9 5 2 2 3. Sevilla FC 9 5 1 3 4. Atletico Madrid 9 4 4 1 5. Real Madrid 9 4 2 3 6. Espanyol 8 4 2 2 7. Levante 9 4 1 4 8. Real Valladolid 8 3 3 2 9. Real Betis 8 3 3 2 10. Real Sociedad 8 3 2 3 ■ SERIE A AS Roma 0 - SPAL 2 Juventus 1 - Genoa 1 Udinese 0 - Napoli 3 1. Juventus 9 2. Napoli 9

8 7

1 0

15 14 12

23-11 12-8 20-12 10-5 13-9 11-7 14-15 7-6 5-6 12-11

18 17 16 16 14 14 13 12 12 11

0 19-6 2 18-10

25 21

3. Internazionale 4. Lazio 5. Sampdoria 6. AS Roma 7. Fiorentina 8. Sassuolo 9. Parma 10. Genoa

8 8 8 9 8 8 8 8

5 5 4 4 4 4 4 4

1 0 2 2 1 1 1 1

2 12-6 3 11-9 2 12-4 3 16-12 3 14-6 3 15-14 3 10-9 3 13-15

16 15 14 14 13 13 13 13

■ BUNDESLIGA Eintracht Frankfurt 7 - Fortuna Düsseldorf 1 Bayer Leverkusen 2 - Hannover 96 2 FC Augsburg 0 - RB Leipzig 0 Nurnberg 1 - TSG Hoffenheim 3 VfB Stuttgart 0 - Borussia Dortmund 4 VfL Wolfsburg 1 - Bayern Munich 3 Schalke 04 0 - Werder Bremen 2 1. Dortmund 8 6 2 0 27-8 2. Werder Bremen 8 5 2 1 15-8 3. Bayern Munich 8 5 1 2 15-9 4. RB Leipzig 8 4 3 1 16-9 5. Gladbach 7 4 2 1 15-9 6. Hertha Berlin 7 4 2 1 12-7 7. Eintracht Ft 8 4 1 3 19-12 8. Hoffenheim 8 3 1 4 14-13 9. FC Augsburg 8 2 3 3 14-13 10. Mainz 7 2 3 2 4-4

20 17 16 15 14 14 13 10 9 9


16

Senin Kliwon, 22 Oktober 2018

■ Upaya Pertahankan Gelar Juara Umum

Hendi Makin Optimistis SOLO- Di hari ketiga penyelenggaraan Pekan Olahrga Provinsi (Porprov) 2018, Kota Semarang telah mengoleksi 16 medali emas, 10 perak, dan 12 perunggu. Perolehan itu menjaga Kota Semarang menempati urutan teratas di klasemen sementara.

Posisi Kota Lunpia masih terhitung aman. Karena Kabupaten Banyumas yang menduduki peringat kedua, baru mengoleksi 11 medali emas, 10 perak, dan 12 perunggu. Sedangkan di posisi ketiga dihuni Kabupaten Kudus dengan 10 medali

emas, 10 perak, dan enam perunggu. Melihat klasemen sementara ini, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengaku puas. Pasalnya, nyaris seluruh cabor yang memang membidik medali emas, bisa direalisasikan semua.

‘’Ini kan baru sementara, semoga target juara umum dengan medali di atas 150 emas, bisa diraih,” ucapnya, ketika bertandang ke Solo untuk melihat performa kontingen Kota Semarang, pada Minggu (21/10). Sejak pagi, Hendi sengaja berkeli-

ling ke beberapa tempat pertandingan di Solo. Seperti Gulat dan kempo. Setelah itu, Hendi geser ke Gedung Lamin Etam, Sukoharjo, untuk memberikan selamat kepada Mutiara Habiba, yang baru saja meraih emas di cabor Taekwondo.■ Jie-Am

SOLO- Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Semarang, berhasil menyumbang satu medali emas, satu perak, dan tiga perunggu, pada lima nomor taekwondo Porprov, yang digelar di Gedung Lamin Etam, Sukoharjo, Minggu (21/10). Emas taekwondo pertama untuk Kota Semarang, dipersembahkan Mutiara Habiba dari nomor poomsae. Perak didapat dari Sari Icha Hustina di nomor kyorughi senior female, setelah mengakui kekuatan Sekarningtyas Channatya Westri dari Sukoharjo. Sedangkan taekwondoin yang digadanggadang bisa mencuri medali emas, justru hanya mendapat perunggu. Dia adalah atlet yang pernah mencicipi pelatnas, Pamungkas Fauzi Akbar. Melihat hasil ini, salah satu pelatih Pengkot TI Semarang, Dereck Afsa mengaku, pihaknya telah beruBERI SELApaya maksimal untuk bisa meMAT: Walikota Semanyumbang medali emas bagi rang, Hendrar Prihadi, Kota Semarang, demi memperberfoto bersama taekwondoin tahankan gelar juara umum. Semarang, Mutiara Habiba, “Kami sudah lakukan peryang merebut medali emas siapan semaksimal mungkin,” Porprov.■ Foto: Wisnu terangnya, ketika ditemui usai Aji pertandingan. Meski hanya mendapat satu medali emas, taekwondoin Semarang patut berbangga, karena didatangi Walikota Semarang, Hendrar Prihadi. Hendi datang di akhir kompetisi, untuk memberikan ucapan selamat. Selain itu, dia juga diberi kesempatan untuk mengalungkan medali emas bagi Mutiara Habiba di atas podium, saat prosesi upacara penyerahan medali.■ Jie-Am

Kaikea (Banyumas) Rebut Emas & Perak SOLO- Perenang Kabupaten Banyumas, Kaikea Boyum, merebut satu medali emas dan satu perunggu di hari pertama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XV/2018, di kolam renang Tirtomoyo, Manahan, Solo, kemarin. Medali Emas diraih di nomor spesialisainya, gaya punggung 200 meter, perak di nomor 400 meter gaya ganti. Di hari pertama cabor renang, Banyumas menyabet total dua medali emas, satu perak

dan dua perunggu. Medali emas lain diraih tim putra di nomor 4x200 m estafet gaya bebas, dengan kuartet perenang Ataulah Zumar, Masido S, M Rafi Zaharsyah dan Kaikea Boyum. Perunggu direbut Femia Miftah (400 m gaya ganti) dan 4x200 m gaya bebas, dengan atlet Femia Miftah, Ziza Ozora R, Zefanya Trifenya dan Fatiya Amalia. Kaikea merupakan putra mantan atlet renang Nasional asal Banyumas, Meitri Widya Pangestika dengan Cyrus Crews. Perenang kelahiran 4 Desember 2002 itu, diharapkan menjadi atlet renang masa depan. Kemunculan Kaikea dan perenangEMAS: perenang lain BaPerenang nyumas menjadi Banyumas sinyal kembaliKaikea (kiri), bernya kejayaan sama rekan-rekan sedaerah itu timnya, usai merebut emas di kolam estafet 4x200 meter, di kolam renang. renang Tirtomoyo, Manahan, Surakarta, kemarin.■ Foto: smn

■ Lima Keping Pelatih renang Banyumas, Purwito mengatakan, Keikea diharapkan bisa menyabet lima atau enam keping emas di Porprov ini. Nomor andalannya adalah gaya punggung. Di hari pertama baru dimainkan gaya puggung jarak 200 meter, masih ada jarak-jarak lain. Perenang itu juga turun di gaya bebas dan kupu-kupu. Dengan hasil hari pertama itu, Purwito sudah membuktikan prediksinya, bahwa di Porprov 2018 tim Banyumas tidak akan mengulang pengalaman pahit tanpa medali emas. Keyakinan Purwito akan meraih medali emas itu diucapkan sekitar 18 bulan lalu, sebelum pelaksanaan multicabang Jateng ini. Melihat potensi itu, Bupati Banyumas Ahmad Husein memberi perhatian besar pada Kaikea. Kepala Daerah itu menjemput langsung perenang itu yang baru tiba dari Amerika, di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, Kamis (18/10) lalu. Bupati lalu beramah tamah dengan Meitri, dan ayahnya L Wijonarko, yang merupakan tokoh pembina renang Banyumas, dan telah menelurkan banyak perenang-perenang andal daerah itu.■ SMN-Am

Pengprov PBVSI “Seleksi” Atlet SOLO- Pengprov PBVSI Jateng, akan memanfaatkan ajang bola voli pantai Porprov ini, sebagai sarana pemantauan bakat bagi pemain-pemain yang akan disiapkan ke Pra PON 2019. Menurut Kabid Voli Pantai PBVSI Jateng, Alexander Gunawan, pihaknya telah menerjunkan tim pemandu bakat untuk memonitor pelaksanaan Porprov yang berlangsung di Lapangan voli 1 Manahan. “ Kami berharap, para peserta dapat memperlihatkan penampilan terbaiknya pada pertandingan ini,” katanya, saat ditemui di lokasi pertandingan kemarin. Pada Porprov kali ini, cabor voli pantai diikuti 14 tim putra dan 14 tim putri dari 13 kabupaten/kota. “Mereka terjaring melalui babak kualifikasi. Kami bersyukur, peserta berasal dari perwakilan seluruh karesidenan yang ada di Jateng.” ujarnya. Sementara tim putri Kabupaten Semarang, berhasil mencatat kemenangan kemarin. Tim Kabupaten Semarang 2 yang turun d Pool X, mengalahkan Cilacap dengan skor 2-0 (21-10, 21-16) dan tim Kabupaten Semarang 1 menaklukkan Kabupaten Magelang juga dengan skor 2-0 (21-10, 21-12).■ Jie-Am

IVR Antisipasi Protes Cabor Silat SOLO- Penggunaan Instant Video Replay (IVR) di dalam sistem penilaian cabang silat Porprov XV/2018, ternyata sangat efektif, guna mengantisipasi protes peserta. Sejumlah protes dari peserta karena merasa dirugikan oleh keputusan wasit, berhasil diselesaikan IVR yang memang bertugas merekam pertandingan. “Kami memang ingin Porprov kali ini mengedepankan profesionalisme dan fairplay dalam pertandingan. Jika ada peserta protes, kami akan melihat tayangan ulang pertandingan lewat IVR. Dari video ini akan dilihat, misalnya pukulan atau tendangan yang dipersoalkan dinyatakan sah masuk atau tidak. Ini dijadikan pegangan wasit dan juri ketika memberikan keputusan akhir,’’ kata Ketua Umum Pengprov IPSI Jateng, Harry Nuryanto, saat menunggui laga silat di GOR Manahan, Solo, Minggu (21/10). Menurut Yanto, panggilan akrab-

nya, sistem IVR mengadopsi sistem di Asian Games 2018 lalu. Selain IVR, hal pembeda lainnya yaitu, penggunaan ketebalan matras sepanjang lima centimeter, yang sebelumnya hanya tiga centimeter. Ketebalan matras ini yang menyangkut safety para atlet yang berlaga. Menurut dia, pada Porprov kali ini tingkat rivalitas peserta sangat kompetitif. Dalam babak kualifikasi saja, tingkat kepesertaan sangat tinggi, yaitu 32 kabupaten/kota yang lolos ke Porprov. Bahkan pesilat yang digodok di PPLOP saja mampu bersaing dengan seniornya. ■ Babak Penyisihan Memperebutkan 21 medali emas, tambah Yanto, Porprov akan digunakan sebagai ajang kaderisasi atlet. Bahkan ada penjaringan untuk atlet yang diproyeksikan masuk tim bayangan Pra-PON.

LIHAT REKAMAN: Para juri dan wasit menyaksikan rekaman video, ketika ada peserta melancarkan protes dalam cabor pencak silat di Porprov XV/2018 Jateng, yang digelar di GOR Manahan Solo, kemarin. ■ Foto: Wisnu Aji

‘’Kami benar-benar memanfaatkan ajang Porprov ini sebagai bahan untuk menyiapkan atlet lapis kedua Jateng. Dan pelatih, pembina serta pengurus punya visi bersama, berharap agar silat Jateng di PON 2020 masih digdaya,’’ kata pengusaha transportasi itu. Sementara itu, cabor silat masih menggelar babak. penyisihan. Di nomor tanding kelas E putra, pesilat Kabupaten Grobogan Wisnu Bayu Murti, harus berjuang keras untuk mengalahkan Amar Abdullah (Kudus) dengan skor 3-2. Masih di kelas yang sama, Arif Ma’ruf (Wonosobo) berhasil mengalahkan Bagus Saiful (Boyolali) 5-0. Di kelas A Putra, pesilat Kota Semarang Dandi Riyas Samita, menaklukkan Ovdian Ahmad (Boyolali) 4-1. Di bagian.putri kelas A, atlet tuan rumah Poppy Shintya, sukses menundukkan Febria Puspa (Pemalang) dengan skor 4-1.■ Jie-Am

WAWASAN 22 Oktober 2018  

KORAN WAWASAN

WAWASAN 22 Oktober 2018  

KORAN WAWASAN

Advertisement