Page 8

KORAN MADURA PROBOLINGGO 8KORAN MADURA Lintas Jatim

RABU 22 JANUARI 2014 No. 0285 | TAHUN III

RABU 22 JANUARI 2014 | No. 0285 | TAHUN III

OPINI 8

e hana diman/koran madura

UNJUK RASA. Sekitar 30 Siswa SD Muhammadiyah Surabaya, Selasa (21/1) melakukan aksi unjuk rasa di depan KBS Surabaya. Mereka menuntut agar konflik internal segera diselesaikan dan para pengelola fokus mengurus hewan liar yang disangkar di taman satwa tersebut.

Siswa SD Demo Selamatkan KBS SURABAYA - Sebanyak 30 siswa SD Muhammadiyah Surabaya, Selasa (21/1) melakukan aksi damai di depan Kebun Binatang Surabaya (KBS). Aksi tersebut sebagai bentuk keprihatinan mereka terhadap konflik internal KBS yang berbuntut pada mati dan hilangnya sejumlah satwa di taman satwa tersebut. Dalam aksinya, para murid SD yang masih menggunakan baju seragam tersebut membawa sebuah spanduk raksasa. Isinya, KBS bukan Kuburan Binatang Surabaya, dukung Walikota selamatkan KBS. Mereka juga membawa huruf-huruf

yang membentuk kalimat selamatkan hewan KBS dari kematian. Meski masih sangat muda, para siswa SD ini sangat piawai berorasi. Dalam orasinya mereka meminta kepada para pengelola dan pengurus KBS

untuk menghentikan konflik dan konsentrasi menyelamatkan satwa-satwa tersebut dari kematian. "Karena kalau hewannya pada mati terus kami harus lihat satwa dimana lagi. Masak hanya lihat di tv saja. Jadi sudah saatnya untuk menghilangkan kepentingan pribadi dan mari bersama-sama selamatkan hewan-hewan dari kematian," kata Ahmad Musaki, siswa kelas 5. Menurutnya, keberadaan KBS yang letaknya di jantung kota Surabaya ini sangat

mempermudah siswa untuk mengetahui berbagai jenis satwa, termasuk dari mana asalnya. Sementara itu, kemarin Walikota Surabaya Tri Rismaharini melaporkan dugaan hilangnya sekitar 420 satwa koleksi KBS ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Jenis satwa yang hilang diantaranya komodo dan jalak Bali. Ada 2 komodo yang hilang dan diperkirakan seharga Rp 600 juta hingga Rp 900 juta. Sedangkan jalak Bali yang

hilang diperkirakan lebih dari 50 ekor. Menurut Risma, harga burung pintar itu diperkirakan mencapai Rp 50-100 juta per ekor. Tidak hanya hilang, satwa liar di KBS juga satu per satu mati. Pada bulan November 2013 lalu misalnya, seekor jaguar langka berusia 22 tahun, bernama Dainler tewas. Kemudian pada Januari ini, seekor singa bernama Michael dan kambing gunung juga ditemukan mati mengenaskan. = E HANA DIMAN

e Paper Koran Madura 22 Januari 2014  

Satu Hati untuk Bangsa