Page 29

Lintas Madura KORAN PROBOLINGGO MADURA

Laporan Khusus

Eksklusif DARI BALI

Abrari Alzael

Madura Bisa Menjadi Bali

Apabila Pemerintah dan Rakyat Menghendaki

Bali setelah dihuni beberapa hari, sebenarnya tidak terlalu istimewa. Bali memiliki panjang 153 km dan lebar 112 km. Luas wilayah Provinsi Bali 5.636,66 km2 atau sedikit lebih besar dari Pulau Madura 5.168 km2. Bali terbagi atas 8 kabupaten, 1 kotamadya, 55 kecamatan, dan 701 desa/kelurahan. Kecuali kabupaten dan kotamadya, Bali pun tidak jauh

Pantai Lombang, Sumenep. Kelebihan Kuta hanyalah lebih luas (panjang), ribuan tenda berjejer tempat berjemur para turis, bir, alkohol, bra, zwempak, dan kebebasan. Begitu juga hotel, diskotek, bar, klab, dan pedagang cindera mata yang memanjang di Legian, tak jauh dari pantai Kuta. Lebih dari itu, sampah, babi guling dan gerombolan anjing; suatu

berbeda dengan Madura. Tetapi mengapa Bali tidak seperti Madura dan Madura tidak seperti Bali, inilah yang patut ditelisik. Madura sejatinya bisa jika hendak dijadikan Bali, kalau mau. Pertama, dari sisi pantai, Madura memiliki keindahan yang sama bahkan jauh lebih indah. Kuta, yang namanya tersohor sampai ke manca negara tidak jauh lebih indah dari

hal yang nyaris tak pernah ada di sejumlah pantai, di Madura. Begitu juga Sanur yang juga tersohor, hanya lebih luas saja dan tidak jauh lebih indah dari Pantai Talang Siring di Pamekasan. Tanah Lot di Bali yang merupakan Tanjung, juga tidak jauh berbeda dibanding Jumiang di Pamekasan. Jalan Tol di Benoa, sebuah jalan tol di atas laut, di Madura juga memiliki hal yang sama. Yang berbeda hanya jurusan dan tingkatan jalan. Di Suramadu hanya satu jurusan dan satu tingkat, di Tol Benoa lebih dari itu dan karenanya lebih indah, dari sektor ini. Kemudian dari sisi religiusitas, setiap rumah, kantor, atau tempat wisata, memiliki pura. Di Madura pun, masyarakat yang dikenal sebagai warga yang religius, memiliki langgar pada hampir setiap rumah khususnya di Kabupaten Sampang dan Bangkalan. Pada segmen keberagamaan meski dalam anutan yang berbeda, Bali-Madura sama, tetapi tidak sama dalam keyakinan dan mayoritas beragama. Yang prinsip dalam kesamaan Madura dan Bali terletak pada potensi alam meski pada potensi tertentu Madura tidak punya seperti Bedugul dan Kintamani. Sedangkan pada hal-hal lain, Madura bisa setara atau lebih maju, bila mau dan jika mampu menerima semua kemungkinan lain yang akan terjadi seperti kebebasan yang sejauh ini tabu dalam masyarakat Madura dipertontonkan pada khalayak meski seringkali terjadi hal yang jauh lebih buruk dalam ruangan yang lebih tertutup. =ABE

Hidupnya Ruang Berkesenian Ada yang menarik dalam kegiatan berkesenian di Bali. Seniman bisa hidup tanpa harus menggantungkan nasibnya pada pemerintah. Peran pemerintah hanya menyediakan panggung untuk selanjutnya senimanlah yang melakukan improvisasi. Di padepokan ini, kelompok seni setiap hari berganti-ganti dalam memanfaatkan ruang pertunjukan. Pengelola seni bekerja sama dengan biro travel. Hampir setiap rombongan turis baik lokal maupun manca negara singgah di tempat ini untuk menikmati jenis tarian. Tentu ini tidak gratis. Setiap penonton dipatok harga Rp. 100 ribu dalam sekali petunjukan. Tetapi jika dalam satu

rombongan, berapapun isinya kendaraan, cukup hanya membayar Rp. 600 ribu. Padahal, dalam satu sesi pertunjukan baik Tarian Barong, Kecak, Pendet atau tarian khas Bali lainnya, pengunjung lebih dari lima atau enam rombongan. “Inilah cara kami menghidupkan kesenian lokal,” kata Wayan, seseorang yang menjadi gaet dalam rombongan wisatawan. Sementara di daerah lain termasuk Madura, sebagian seniman menggantungkan kepada pemerintah. Itu pun, pemerintah masih tergantung ke pertunjungan “dalam ranka”. Misalnya, dalam rangka hari jadi, dalam rangka hari besar nasional, dan hari besar lainnya, baru kesenian menda-

pat order. Ini membuat seniman kurang bergairah. Padahal jika pemerintah bersemangat, care, dan merasa memiliki

kesenian lokal, seni bisa lebih hidup daripada dibiarkan karena pemerintah sibuk ngurusi fisik yang lain. =ABE

Sampang M M

KORAN MADURA

RABU 22| JANUARI 2014 SELASA 21 JANUARI 2014 No. 0284 | TAHUN III

No. 0285 | TAHUN III

KHUSUK : Seorang anak kecil memasrahkan diri di antara gapura berwajah pura di gerbang menuju lokasi Tanah Lot

Budaya Proteksi Dibanding Madura dan sebagian daerah lainnya, ada hal yang patut ditiru dari Bali sebagaimana Padang dalam konteks arsitektur. Rumah-rumah penduduk dan gedung perkantoran, berasitektur Bali. Inilah yang berbeda dengan daerah lain pada umumnya. Sehingga seseorang yang masuk ke Bali, suasana di sekitarnya menjelaskan bahwa daerah tersebut adalah Bali. Sedangkan pada saat seseorang masuk ke Madura, wajah kemaduraan dalam konteks arsitektur tidak bisa dikenali dengan sempurna meski sebenanrnya Madura bisa melakukan ini. Cuma, sampai hari ini Madura belum melakukannya baik karena tidak mau atau sesungguhnya tidak sepenuhnya mampu. Sehingga, wajah Madura sampai hari ini tidak memiliki ingatan kolektif karena tidak bisa dikenali dari sesuatu yang dasariah, aura! Bali boleh jadi bahagia disebut dengan daerah 1000 pura karena kenyataannya memang seperti itu. Bahkan jika dihitung mulai dari turun dari kapal Gilimanuk memanjang ke Nusa Dua, jumlah pura pasti lebih banyak dibanding angka 1000. Ini fenomena menarik disandingkan dengan program pemerintah dengan gerakan menanam 1 juta pohon tetapi jika dihitung, jumlah bibit yang ditanam tidak sampai pada angka 1 juta. Di Madura juga terlalu asik ketika orang luar menamakan Madura sebagai serambi Medinah menyusul Aceh yang karena religiusitasnya disebut serambi Mekkah. Bahwa prilaku yang ditampilkan Madura pada religiusitas hari-hari tidak serupa di Medinah, ini lain soal karena Madura masih pantas diduga lebih asik pada simbol. Tetapi yang perlu diadaptasi dari Madura ketika harus berguru kepada daerah luar, adalah semangat untuk maju dan menerima pluralitas maupun keanegaragaman. Ini penting agar Madura tidak sensitif dan dengan mudah mengatakan “sesat” pada sesuatu yang berbeda. =ABE

e Paper Koran Madura 22 Januari 2014  

Satu Hati untuk Bangsa

Advertisement