Page 27

BANGKALAN

KORAN MADURA

RABU 22 JANUARI 2014| No. 0285| TAHUN III

K

SIKLUS MUSIM

130 Hektare Terendam BANGKALAN - Sebanyak 130 hektare sawah yang tersebar di tiga kecamatan di kabupaten Bangkalan terendam banjir. Tidak hanya itu, banjir juga menggenangi puluhan rumah dan sekolah di Desa Maneron Kecamatan Sepuluh dan Klampis Timur Kecamatan Klampis. “Ratusan hektare sawah yang tergenang banjir diantaranya, Desa Klampis Timur dan Desa Muara Kecamatan Klampis. Sedangkan di Kecamatan Sepulu meliputi Desa Maneron, Nagure, dan Desa Sepuluh. Untuk Kecamatan Tanjung Bumi meliputi Desa Banyu Sangka, Talangoh, Macajeh, Tanjung Bumi dan Desa Tebiruh,” terang Kepala BPBD Bangkalan, Wahid Hidayat. Menurutnya, banjir yang menggenangi tiga kecamatan disebabkan hujan yang mengguyur selama 1 pekan tanpa henti. Selain itu juga terjadi peningkatan air laut di pesisir pantai utara Bangkalan, sehingga air hujan menggenangi ratusan hektare sawah petani dan rumah penduduk. “Ya kalau tergenang terus, padi milik petani terancam poso atau gagal tanam,” ucapnya.

Selain menggenangi area persawahan dan rumah penduduk, banjir juga menggenangi jalan raya. Akibatnya di jalur penghubung di tiga kecamatan diantaranya Jalan Raya Klampis-Sepuluh dan jalan Raya Sepuluh-Tanjung Bumi macet total. Karena banyak kendaraan roda dua dan roda empat mogok, bahkan ada truk pengangkut tabung gas elpiji terperosok di bahu jalan. “Untuk itu kami mengimbau

kepada masyarakat, terutama pengendara yang melintas di jalur tiga kecamatan, karena banyak jalan berlubang yang tertutup air, yang bisa membahayakan pengendara,” ujarnya. Jalan Penghubung Terputus Sementara itu, akibat hujan sejak kemarin jalan penghubung Kecamatan Sepulu dan Kecamatan Tanjung Bumi terendam air setinggi 40 sentimeter. Aktivitas transportasi di jalur tersebut menjadi terganggu, bahkan tak jarang kendaraan roda dua yang melintasinya mogok, karena kemasukan air. Apalagi kondisi jalan aspal yang mengelupas dan berlubang semakin memperparah akses pantura tersebut. Genangan yang terjadi akibat hujan deras juga merendam sejumlah rumah dan areal persawahan kendati tidak terlalu dalam. Namun, aktivitas warga setempat menjadi terhambat. Apalagi saluran air tersumbat, sehingga genangan tidak dapat dihindarkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, saat meninjau lokasi belum bisa memastikan kerugian yang ditimbulkan akibat bencana alam tersebut. Kepala BPBD Bangkalan, Wahid Hidayat menyatakan banjir yang melanda Kecamatan Sepulu dan Tanjung Bumi ini, terjadi akibat hujan deras sejak kemarin. Hal itu diperparah dengan tersumbatnya saluran air menuju sungai. Akibatnya, air hanya menggenang di jalan yang berada di lokasi terendah. Sehingga warga dari Kecamatan Sepulu yang hendak ke Tanjung Bumi menjadi terganggu. “Kami masih mendata semua kerugian yang ditimbulkan. Kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada, mengingat intensitas hujan disertai angin kencang sangat tinggi,” ujarnya. Menurutnya, BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) memperkirakan curah hujan dan angin kencang terjadi pada minggu keempat di bulan Januari hingga awal Februari. Melihat kondisi itu status tanggap darurat bencana yang meliputi banjir, angin puting beliung, abrasi, dan longsor akan terus diberlakukan hingga 16 Maret 2014 mendatang. “Ya intinya tetap waspada, karena bencana bisa datang secara tibatiba,” tandasnya. = MOH. RIDWAN /DONI HERIYANTO/RAH

Petugas KPU membawa contoh kotak suara berbahan kardus di KPU Kota Administrasi Jakarta Selatan, Jakarta. Sejak dua minggu yang lalu logistik Pemilu 2014 didistribusikan ke KPU Kota Administrasi Jakarta Selatan dengan total 11.307 kotak suara dan 15.076 bilik suara untuk 3.769 TPS di Jakarta Selatan.

Kotak dan Bilik Suara Berbahan Kardus Pemilu 2014 Dinilai Aneh BANGKALAN - Rencana pelaksanaan pemilu menggunakan bilik dan kotak suara berbahan kardus, sebagai pengganti ribuan bilik dan kotak suara aluminium yang rusak, memantik respon dari kalangan partai politik (parpol) peserta pemilu. Parpol meminta adanya sosialisasi dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bangkalan terkait konsep yang dianggap aneh tersebut. Pemerintah seakan sudah tidak mampu lagi membiayai pemilu yang diadakannya sendiri. Parpol menilai penggunaan sarana berbahan dasar kardus itu terlalu rentan akan manipulasi data, sehingga guna mengantisipasinya harus terlebih dahulu dilakukan penjelasan dari KPUD, yang hingga saat ini hal tersebut belum dilakukan. “Jujur saya sendiri baru tahu kali ini terkait rencana tersebut, karenanya kami ingin menanyakan hal tersebut dengan meman-

ggil pihak KPUD dalam waktu dekat guna mengklarifikasi hal ini,” kata ketua komisi A DPRD Bangkalan. Menurut Syafi, sapaan akrab pria ini, pihak KPUD seharusnya melakukan sosialisasi kepada peserta pemilu terkait masalah ini, agar pihak parpol bisa mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Adanya sosialisasi dianggap sangat penting agar semua jelas bagi peserta pemilu, termasuk teknis pelaksanaannya, sebab tentu banyak pihak yang kurang puas dengan hal tersebut. Namun demikian, bagi Syafi, hal ini tidak menjadi masalah selama KPUD dapat menjamin

kerahasisaan dan keamanan hasil suara dalam pemilu mendatang. “Gak masalah, selama ada jaminan dari KPU dalam hal keamanan suara,” ungkap anggota legislatif yang juga politisi Gerindra tersebut. Senada dengan Syafi, wakil ketua DPD PKS Bangkalan, Akhmad Moestamin mengaku perlu sosialisasi terkait hal tersebut. Kendati demikian, pihaknya sangat menyesalkan rencana konsep yang kurang masuk akal tersebut. Namun pihaknya berharap hal ini tidak lantas mengurangi sakralnya Pemilu 9 April mendatang. “Ya penting itu, saya harap hal tersebut dapat segera dilakukan. Namun yang saya sesalkan kenapa KPU provinsi melakukan pengadaan ini. Kalau yang dipermasalahkan anggaran, mengapa anggaran yang diajukan ke negara minim?” tandasnya. =DONI HERIYANTO/RAH

e Paper Koran Madura 22 Januari 2014  

Satu Hati untuk Bangsa

e Paper Koran Madura 22 Januari 2014  

Satu Hati untuk Bangsa

Advertisement