Page 23

PAMEKASAN

KORAN MADURA

RABU 22 JANUARI 2014| No. 0285| TAHUN III

G

PELANGGARAN PEMILU

Kampanye Dini di Facebook

ant/siswowidodo

Pekerja menyelesaikan pembuatan baliho calon legislatif (caleg) di sebuah tempat usaha percetakan digital print di Kota Madiun, Jatim. Menjelang Pemilu Legislatif, pemesanan reklame digital print terdiri baliho dan spanduk caleg mengalami peningkatan hingga dua kali lipat dari sebelumnya.

Panwaslu Makin Tak bertaji

Perang Baliho Caleg Pindah ke Jalan Desa PAMEKASAN – Baliho ditertibkan di wilayah Perkotaan, Calon Legislatif DPRD, DPRD Jawa Timur dan DPR RI kini beralih memasang alat peraganya di jalan lingkungan dan pedesaan. Alat peraga kampanye (APK) nyaris di temui di berbagai sudut jalan-jalan kampung. Seperti yang berada di jalan dusun Malangan Timur Desa Pademawu Timur Kecamatan Pademawu, baliho caleg dari berbagai parpol mulai ukuran kecil hingga berukuran besar berjejeran di jalan kampung tersebut. Padahal, secara aturan, para caleg ini hanya diperbolehkan masang satu baliho dalam satu desa, dengan ukuran paling besar 7 meter x 1,5 meter. Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, Sidik menuding Panitia Pengawas Pemilu (panwaslu) Kabupaten Pamekasan tak bertaji dan masih setengah hati dalam menjalankan tugasnya menertibkan APK Caleg yang menyalahi peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 15 tahun 2013. Panwaslu selama ini, kata

Sidik, hanya melempar tanggung jawab kepada Pol PP, yang hanya menindaklanjuti rekomindasi Panwaslu dalam melakukan penertiban. “Bagaimana Pol PP mau melakukan penertiban, sementara rekomindasi penertiban tidak ada dari panwaslu,” ujarnya. Menurut Sidik, fungsi Panwaslu dalam penegakan PKPU tentang APK Caleg, masih belum maksimal. Sehingga kesannya panwaslu hanya bisa melakukan penegakan di daerah perkotaan dan kecamatan yang ada dipinggir kota. Sementara di wilayah pelosok desa, panwaslu belum bertaji. Dihubungi melalui polselnya, Divisi Hukum dan Tindak Lanjut Panwaslu Pamekasan, Sapto Wahyono menyampaikan Panwaslu hanya berhak memberikan rekomindasi, sementara untuk pen-

ertibannya menjadi kewenangan penuh Pol PP. Menurut Sapto, dalam menjalankan tugas penegakan terhadap APK Caleg, Panwaslu berpedoman terhadap regulasi yang sudah tertuang dalam PKPU yang ditindaklanjuti dalam Peraturan Bupati nomor 19 tahun 2013. Ia menjelaskan KPU sudah mensosialisasikan kepada masing-masing partai politik peserta pemilu, tentang PKPU Nomor 15 Tahun 2013 tersebut. Namun masih saja ada sebagian kader parpol yang tidak mematuhi PKPU tersebut. “Tugasnya kami hanya mengawasi dan menindaklanjuti PKPU, jika ada pelanggaran pasti kami berikan sanksi,” kata Sapto. Sekalipun demikian, Sapto tidak menampik banyaknya APK caleg yang bertebaran di area terlarang. Caleg masih banyak yang belum memahami secara utuh tentang PKPU, khususnya yang berkenaan dengan APK. “Ini akibat tidak maksimalnya sosialisasi yang dilakukan KPU terhadap parpol dan kader parpol,” ucapnya. =FAKIH AMYAL/RAH

PAMEKASAN – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pamekasan mengingatkan semua bentuk kampanye dengan memanfaatkan media sosial internet (facebook) termasuk pelanggaran pemilu, karena tidak masuk pada tahapan kampanye dan tidak sesuai dengan ketentuan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Larangan itu dikeluarkan setelah banyak Calon Anggota Legislatif (Caleg) dan partai politik peserta pemilu yang menggunakan media tersebut untuk berkampanye. Menyusul pesatnya perkembangan alat komunikasi internet saat ini menjadi salah satu cara bagi para caleg untuk mendulang suara dengan berkampanye lebih awal baik yang dilakukan oleh patai politik (parpol) maupun calon wakil rakyat itu, meskipun cara tersebut telah melanggar jadwal kampanye. Ketua Panwalu Pamekasan, Achmad Zaini mengatakan masa kampanye bagi Caleg DPR dan DPRD telah diatur oleh Komisi Pemiliahan Umum (KPU), baik waktu dan tempatnya. Sedang saat ini belum masuk pada tahapan kampanye. Ia menjelaskan saat ini yang diperbolehkan hanyalah pemasangan alat peraga pada tempat yang telah diatur, yaitu pada jalan desa dan dusun. Sementara untuk kampanye yang lebih luas dan terbuka seperti di media catak dan elektronik serta media online belum diperbolehkan. “Caleg yang memiliki akun facebook belum diperbolehkan melakukan kampanye di media tersebut. Karena dalam aturan itu jelas disebutkan ada media

sosial, jika itu terjadi adalah sebuah pelanggaran tahapan pemilu,” katanya. Masa kempanye yang diperbolehkan menggunakan media cetak dan elektronik itu akan dimulai pada 16 Maret hingga 5 April mendatang. Untuk itu pihaknya mengimbau agar caleg itu mematuhi aturan tersebut. Jika Panwaslu menemukan kasus caleg yang melakukan pelanggaran berupa kampanye di facebook sebelum masa kampanye yang telah ditentukan, maka lembaga tersebut akan mengambil langkah penulusuran terhadap akun facebook yang bersangkutan. “Kami akan melihat apakah yang diunggah ke facebooknya ada unsur kampanye atau tidak. Kalau ada unsur kampanye kami akan meminta penjelasan dari yang bersangkutan dan parpolnya,” kata Zaini. Saat ini, kata dia, pihaknya telah mendapat informasi beberapa nama yang memilki akun media sosial facebook yang disinyalir menggunkannya sebagai media untuk berkampanye. Panwas akan segera melakukan rapat komisoner untuk menyikapi hal itu. Namun, pihaknya masih akan mengumpulkan bukti-bukti berupa materi yang diunggah. Sehingga dalam rapat komisioner yang akan segera dilaksanakan sudah bisa diketahui namanama caleg dan partai politik yang melakukan pelangaran. Sayangnya Zaini belum bersedia menyebutkan nama caleg yang dia maksudkan itu dengan alasan masih akan melakukan pengkajian unsur kampanyenya. =ALI SYAHRONI/MUJ/RAH

Panwaslu bersama Satpol PP Kota Banda Aceh menertibkan paksa baliho dan alat peraga kampanye bergambar atau bertuliskan nama calon anggota legislatif (caleg) dari partai lokal dan nasional di Lampaseh, Banda Aceh. Panwaslu bersama Satpol PP Kota Banda Aceh dibantu aparat TNI/ Polri melakukan penertiban alat kampanye yang melanggar peraturan KPU Nomor 15/2013 tentang pedoman pelaksanaan kampanye.

e Paper Koran Madura 22 Januari 2014  

Satu Hati untuk Bangsa

Advertisement