Page 19

Sumenep

KORAN MADURA

RABU 22 JANUARI 2014 | No. 0285 | TAHUN III

C

ANGGARAN PERAWATAN MASJID JAMIK

Disbudparpora: Kami Tidak Bisa Terlalu Masuk SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep belum bisa memasukkan anggaran perawatan Masjid Jamik setempat dalam APBD meski tempat ibadah itu termasuk salah satu cagar budaya. Pemkab tidak bisa terlalu masuk karena dikelola oleh yayasan. Kabid Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep, Sukaryo, mengungkapkan, sampai saat memang belum ada anggaran khusus untuk pemeliharaan masjid. Sebab, keberadaan masjid yang sudah berumur puluhan tahun itu sampai saat ini masih dikelola oleh yayasan. ”Masjid Jamik itu dikelola oleh yayasan, jadi kami tidak bisa terlalu masuk ke dalamnya,” katanya, Selasa (21/1) saat

dikonfirmasi terkait keluhan takmir masjid karena tidak ada anggaran khusus dari pemerintah untuk merawat cagar budaya itu. Selain itu, menurut kabid yang baru bertugas dua bulan, untuk melakukan penganggaran khusus dirinya harus melakukan penyesuaian dengan angaran yang ada. ”Jika memang berkenan, silakan ajukan pada kami. Kalau memang ada anggaran pasti kami bantu,” katanya. Namun demikian, dirinya tidak bisa memastikan akan mendapat kucuran anggaran, sebab dirinya masih harus meminta restu Bupati A. Busyro Karim. ”Kami kan bekerja di bawah naungan Bupati. Jadi itu semua terserah Bupati,” tukasnya. =JUNAEDI/MK

RANGKAP JABATAN

Pengurus PNPM Lebih Senang Jadi Caleg SUMENEP – Enam Pengurus PNPM Mandiri Perdesaan di Sumenep menyatakan mundur sebagai pengurus karena telah tercatat sebagai Caleg 2014. Mereka sudah menandatangani surat pernyataan mundur dan surat itu telah diserahkan pada panwaslu. Demikian disampakan Ketua Panwaslu Sumenep Zamrud Khan. “Hingga saat ini terdapat enam caleg yang sudah resmi mundur dari pengurus PNPM,” katanya, Selasa (21/1). Dari enam orang tersebut, Abdillah Fathori, Pengurus PNPM Kecamatan Manding tercatat sebagai caleg Partai Golkar; Ishak dan Moh Ghafur, Pengurus PNPM Kecamatan Kalianget tercatat sebagai caleg Partai Gokar. Sementara tiga caleg lainnya, Akh Jasuli, Pengurus PNPM Kecamatan Ganding tercatat sebagai caleg Partai Demokrat; Ahmad Homaidi, Pengurus PNPM Kecamatan Ganding tercatat sebagai caleg Partai Nasdem; dan Fathol Ulum, Pengurus PNPM Kecamatan Batuan tercatat sebagai caleg Nasdem. =ALI RIDHO/MK

PERAHU TENGGELAM. Perahu penangkap ikan dan kepiting tenggelam di perairan Pulau Poteran. Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut karena nelayan sudah hendak pulang.

Sumenep Berdamai dengan Malaysia Lembaga Penerbangan akan Membuka Sekolah

Ketua panwaslu Sumenep Zamrud Khan memperlihatkan surat pernyataan pengunduran pengurus PNPM yang menjadi Caleg 2014.

Abdillah Fathoni PNPM Manding

Partai Golkar

Ishak PNPM Kalianget

Partai Gokar

Moh Ghafur PNPM Kalianget

Partai Gokar

Akh Jasuli PNPM Ganding

Partai Demokrat

Ahmad Homaidi PNPM Ganding

Partai Nasdem

Fathol Ulum PNPM Ganding

Partai Nasdem

SUMENEP- Pemerintah Kabupaten Sumenep berencana melakukan kerja sama dengan perusahaan penerbangan Malaysia. Kerja sama tersebut berkenaan dengan keberadaan Bandara Trunojoyo yang mulai dilirik sebuah lembaga pendidikan penerbangan, Asia Pacific Flight Training Sdn Bhd (APFT) SDN BHD, Kota Bharu, Malaysia. Demikian disampaikan Wakil Bupati Soengkono Sidik, Selasa (21/1). Menurutnya, lembaga tersebut akan membuka sekolah penerbangan di Sumenep. Bupati diminta segera ke Malaysia untuk membicarakan hal itu secara lebih jelas. “Sekolah penerbangan yang akan dibuka di Sumenep itu jauh lebih besar dari yang sudah berlangsung selama ini. Dan sepertinya perusahaan ini sangat serius menawarkan, karena saya diminta datang langsung, termasuk biaya perjalanan saya akan ditanggung oleh perusahaan,” katanya. Saat ini, bupati sedang memenuhi panggilan perusahaan tersebut untuk membicarakan lebih lanjut terkait dengan tawaran kerja sama itu. “Maaf, soal penerbangan saya tidak bisa memberikan kete-

rangan sekarang. Sebab, sekarang bupati masih ke Malaysia dan melakukan peninjauan langsung terhadap Flight Training School di Kota Bharu yang hendak menjalin kerja sama,” katanya kepada Koran Madura. Menggapi hal itu, Ketua Komisi C DPRD Hari Punto meminta pemkab tidak terlalu banyak berteori. "Kita sudah banyak mengeluarkan anggaran untuk pembenahan bandara, tujuan kami agar segera beroperasi menjadi penerbangan komersil. Namun, sejauh ini pemkab hanya banyak teori, kita tak perlu banyak teori, tetapi bukti," katanya. Komisi C pada APBD 2014 kembali menganggarkan pembenahan bandara Trujojoya. Sedangkan anggaran yang dikucurkan adalah Rp 9,9 miliar. Hal itu diperuntuk-

Hari Punto

Ketua Komisi C DPRD Sumenep kan untuk perluasan areal bandara seluas 4,5 hektare. "Percuma kan tiap tahun kita menganggarkan untuk pembenahan bandara, tetapi ujung-ujungnya malah seperti ini. Sekali lagi, kami tak perlu sekolah, tetap perlu bukti kapan bandara itu akan menjadi bandara komersil," pungkasnya. =SYAMSUNI/MK

e Paper Koran Madura 22 Januari 2014  

Satu Hati untuk Bangsa