Issuu on Google+

NILAI TUKAR RUPIAH Mata Uang Kurs Dollar Australia 10,182.92 Dollar Brunei 7,868.45 Yuan China 1,536.70 Dollar Hongkong 1,243.68 Yen Jepang 10,919.59 Ringgit Malaysia 3,195.36 Riyal Saudi Arabia 2,570.93 Dollar Singapura 7,868.45 Dollar US 9,642.00

EMAS

KARET

Rp. 543.000,-

Lump : Rp. 8.300,Slab Tebal : Rp. 10.500,Slab Tipis : Rp. 15.900,-

DEPT. PERTANIAN HARGA RATA-RATA PASAR SUMSEL

LADA HITAM

KAKAO

KOPI

KOPRA

TBS

Rp. 50.000,-

Rp. 16.000,-

Rp. 15.500,-

Rp. 6.000,-

Rp. 950,-

HARGA PROMOSI

Lokak SARO Bandit Kelas Teri Dibonus Pelor

Plembang Jembatan Ampera Terancam Roboh ....Beban atau kapasitas muatan dua Jembatan Ampera dan Musi 2 sudah melebihi kapasitas (over load). ....

Rp.1000

RA Adiraksa Alias Adi (28) mendapat hadiah timah panas dari petugas jajaran Sat Res krim Polresta Palembang ....

Rp.1.500/Luar PALEMBANG

INFROMASI LIPUTAN

Sumber :

Baca 3

TERBIT SETIAP HARI

Kring

Baca 12

HOTLINE 0711

3267123

(Harga Normal+ONGKOS KIRIM) KAMIS 17 JANUARI 2013Rp |2.500 Nomor 110 | TAHUN I | 12 HALAMAN

ISTRI DIGENJOT RAME-RAME DI KAMAR Suami dan Anak Diikat Perampok BANYUASIN, KORAN LOKAK - Kasus perampokan disertai pemerkosaan menimpa keluarga Suryadi alias Bujang Ratup (36) warga Jalan Tanjung Putus No 41 RT 26 Rw 08 Kelurahan Kedondong Raye Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin. Suryadi tak kuasa melihat penderitaan yang menimpa keluarganya. Raut mukanya kusut dan tatapannya kosong seolah tidak menduga nasib keluarga mengalami musibah ini. Suryadi yang bekerja sebagai sopir Camat Banyuasin III ini tidak hanya harus kehilangan harta benda dan diperlakukan tidak manusiawi karena di pukul, diterjang dan diikat dengan seling oleh enam kawanan rampok yang bersenjata api dan pisau. Yang menyakitkan lagi istrinya, Fatmawati (34) sempat digenjot (baca:perkosa) oleh salah satu pelaku dikamar tempat tidur miliknya. Aksi perampokan sadis dan keji ini terjadi, Rabu (16/1/2013) pukul 02.30 dini hari dengan pelaku yang di berjumlah enam

Jajaran Polres Banyuasin saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Bujang Ratup

orang dengan bersejata api dan pisau. Satu diantaranya menggunakan sebo dan saat ini dalam penyelidikan Satreskrim Polsek Pangkalan Balai dan Polres Banyuasin. Harta benda milik korban yang berhasil dibawa kabur para pelaku diantaranya uang sebesar Rp 1 juta, 1 unit ponsel merek Nokia N70, Mito, Nexxcom, serta rokok dan minuman yang ada dalam warung milik korban. Kerugian materi mencapai Rp 10 juta lebih. Informasi yang dihimpun Koran Lokak, aksi perampokan ini terjadi Rabu (16/1/2013) sekitar pukul 02.30 dini hari bermula dari korban Suryadi berniat tidur dan mematikan mesin genset. Berselang 20 menit kemudian, tiba-tiba pintu depan Baca 11

FOTO KORAN LOKAK/ WALUYO

Dapatkan... Disetiap

R

Gerai TIKI Terdekat

www.tiki-online.com

Hanya Satu Titipan Kilat

Informasi Berlangganan & Pasang Iklan Koran Lokak dapat di TIKI

Pemkab Mura Dituntut Digilas KA Babaranjang Rugi Secara Tunai Kepala dan Tangan Bocah“Potel” Ganti # Bupati Muba Surati Mendagri

CALON

BUPATI BANYUASIN 2013-2018

H. ASKOLANI, SH, MH. Yakin..! Lebih

PDI Perjuangan

a Sejahter FOTO KORAN LOKAK/ MARSHAL

Jenazah Dinda Safitri (5) ketika di RSD Muara Enim Sumsel.

Mohon Do’a Restunya

Untuk Membangun Banyuasin CV. MEGAH SENTOSA

BILLBOARD NEON BOX NEON SIGN 2 2 SPANDUK / UMBUL UMBUL2 HURUF TIMBUL ALUMINIUM COMPOSITE

DIGITAL PRINTING CUTTING STICKER

MUARA ENIM. KORAN LOKAK - Sungguh tragis nasib Dinda Safitri (5) warga Dusun IV Desa Tanjung Raja Kecamatan Muara Enim. Lagi asyik duduk di rel kereta api (KA) menonton teman-temannya bermain layangan, bocah malang ini tewas digilas KA Babaranjang. Kejadian memilukan sekaligus mengerikan itu terjadi di Stasiun Tanjung Enim Baru Desa Tanjung Raja Kecamatan Muara Enim, Rabu (16/1/2013)

sekitar pukul 14.00 WIB. Akibat kejadian tersebut,

tubuh mungilnya belah, kepala dan tangan putus dengan usus terburai. Informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi tepat di jalur IV Stasiun Tanjung Enim Baru Dusun IV Desa Tanjung Raja Kecamatan Muara Enim. Pada saat kejadian korban sedang duduk dijalur rel kereta api (jalur IV) sedang menonton teman - temannya yang sedang bermain layang layang. Dengan tanpa ada seorangpun yang melihat Baca 11

(14/1) di Palembang tentang rapat penyelesaian permasalahan batas antara kabupaten Mura dan Kabupaten Muba. Berita acara itu ditandatangani Bupati Musi Rawas a.n Sekda Mura, H Raidusyahri, Ketua DPRD Mura, Hj Sri

SEKAYU, KORAN LOKAK Penyelesaian sumur gas Suban IV yang sudah disepakati kembali ke kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus ditindaklanjuti hingga tuntas. Untuk itu, Bupati Muba, H Pahri Azhari dalam konferensi persnya kemarin segera menyurati Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi. Hal ini terkait kesepakatan bersama yang tertuang dalam berita acara rapat pada Senin

Baca 11

Terkini Sampah Ngambur Dipasar 10 Ulu Baca 2

2 Hari Aktivitas Perbankan Nyaris Baca 3 Lumpuh

Kapolda Sumsel

"Baku Panjangkan" Perwira Nakal PALEMBANG, KORAN LOKAK - Gerbong mutasi jabatan di Polri Sumsel mulai berjalan. Sebanyak 27 perwira ditempatkan ke jabatan baru, berdasarkan

Pertemuan PTBA dengan Massa Deadlock Baca 4

sprint Kapolda Sumsel. No ST/35/1/2013. Hal ini dikatakan anggota Humas Polda Sumsel AKBP Nuchrowi, Rabu (16/1). Diantaranya, Baca 11

Hama Tikus Rusak Sawah Petani Baca 5

lokakers on fesbuk

hal 2

Irjen Pol Iskandar Hasan

Drs. H. Dalton Iswandi, MM Kandidat Wakil Bupati Banyuasin

"Maju Bersama Meneruskan Pembangunan Banyuasin"

BERSAMA INDEPENDEN Pak De Slamet Calon BUPATI BANYUASIN

Syamsuri H. A. J Calon WAKIL BUPATI BANYUASIN

MENUJU PERUBAHAN BANYUASIN www.koranlokak.com

Facebook : koranlokak

twiter : koranlokak

email : redaksi @ koranlokak.com


4

KABAR DAERAH

Sampah di Depan TPS Pasar Sukajadi Membludak

17 JANUARI 2013 | NOMOR 110

Pertemuan PTBA dan Massa Deadlock MUARA ENIM, KORAN LOKAK - Pertemuan PTBA & Massa Deadlock, Meskipun perundingan telah dilakukan berkali-kali, hasilnya tetap mengambang. Sebab masingmasing pihak masih tetap dengan pendirian masing-masing.

Sampah Didepan TPS Pasar Sukajadi.

FOTO KORAN LOKAK/ WAHYU

BANYUASIN, KORAN LOKAK - Kekumuhan Jalan SukajadiPangkalan Benteng belakangan ini semakin menjadi oleh banyaknya tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) depan pasar maupun juga sepanjang jalanantersebut . Kondisi sampah yang sudah berceceran disepanjang jalan tersebut membuat resah masyarakat. Masyarakat Kelurahan Sukajadi Najib (45) mengatakan banyaknya sampah tidak terlepas dari kurangnya mobilitas daya angkut mobil sampah dan efektifitas petugas kebersihan. Sampah yang saat ini menumpuk di berbagai jalan juga pasar berasal dari limbah rumah tangga yang tidak diangkut petugas. ''Masalah sampah ini tentu menjadi perhatian kita bersama, banyak sampah limbah rumah tangga yang dibuang oleh masyarakat,”katanya Diungkapkannya sampah berserakan dapat dilihat di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) pasar Sukajadi, di simpang jalanpasar,disimpang jalan Sukajadi –Pangkalan Benteng serta juga di kiri kanan jalan arah perumahan handayani Sukajadi . “Untuk di TPS Pasar menumpuk, entah siap yang disalahkan, petugas sampah, petugas pasar atau memang masyarakat ”katanya. Sementara Kepala Pasar Sukajadi Muin dikonfirmasi mengakui pihak mendapatkan klaim dari pedagang dan masyarakat terkait masalah sampah yang berada disekitar TPS pasar sukajadi yang terus menumpuk hingga kejalan . Adanya makanisme baru sejak Januari 2013 tentang perubahan tugas pengangkutan sampah di TPS pasar dari Dinas Pasar Ke Dinas Kebersihan, diduga menjadi salah satu penyebab penumpukan sampah tersebut . “Memang sejak tahun baru, tanggung penuh sampah di TPS di tangani Dinas Kebersihan , sementara pengumpulan sampah dari pedagang ke TPS masih menjadi tanggung jawab petugas Dinas Pasar,”katanya Hal yang menjadi permasalah hingga kini sampah tidak diangkut-angkut , sementara konfirmasi dari petugas kebersihan ke petugas pasar Sukajadi tidak ada, entah itu karena lupa, lalai , atau memang malas-malasan, sementara masyarakat , pedagang dan pengguna lalu lintas terus mendatangi kantor dinas pasar sebagai sasaran protes ke kumuhan ''Insyaallahdalam minggu ini petugas K ebersihan bisa tanggap mengakut sampah di TPS pasar Sukajadi .''katanya waluyo

Warga Gunung Cahya Harapkan Pembangunan Siring Pasang MUARADUA,KORAN LOKAK - Warga Desa Gunung Cahya Kecamatan.Buay Rawan Kabupaten OK U Selatan berharap adanya pembangunan siring pasang di Desanya, karena di waktu musim hujan sekerang ini air hujan menggenang di depan-Depan rumah penduduk dan ada rumah yang sudah di masuki air apa lagi di jalan raya air hujan menggenang kalau mobil lewat Cipratan air bisa membashi rumah-rumah penduduk di karena kan di desa ini tidak adanya siring pasang . Saleh Novi ( 35 ) warga Desa Gunung Cahya mengatakan di saat musim penghujan sekarang ini Khususnya di desa ini sangat Khwatir dengan genangan air di depan rumah –rumah penduduk anak-anak kecil bermain di air di takutkan terjangkit penyakit dengan mudah menyerang anak -anak, besar harapannya siring pasang di desanya dapat di bangun”Imbunya. Kepala Desa Gunung Cahaya Farizal mengharapkan pihak terkait Dinas PU pemerintah OKU Selatan dan DPRD OKU Selatan bisa melihat dan menganggarkan untuk dapat membangun siring Pasang di Desa Gunung Cahya. “Apalagi Desa Gunung Cahya Ibu Kota adalah Kecamatan saleh Buaya Rawan,” ungkap Rizal.

Sebaiknya Anda Tau

“Kami berikan waktu hingga Senin, nanti untuk memberikan jawaban. Jika masih tidak ada kejelasan kami akan kembali membawa massa yang lebih besar lagi," pinta koordinator sembilan LSM Sulbahri didampingi pimpinan LSM dan perangkat desa ring I PTBA Tanjungenim, Muaraenim, Rabu (16/1), pukul 14.00. Menurut Sulbahri, pihaknya dari awal sudah meminta perwakilan manajemen PTBA yang benar-benar bisa memutuskan dan mengambil kebijakan, jangan lagi dikirim yang hanya bisa mendengarkan saja. Sebab kami sudah bosan dengan pertemuan tetapi tidak ada hasilnya. Memang saat ini yang lulus sebanyak 499 orang yang katanya berasal dari masyarakat di Kecamatan Lawang Kidul, tetapi apakah itu benar seluruhnya orang dari kecamatan Lawang Kidul.

Dari hasil investigasi yang kami lakukan ternyata banyak yang alamatnya tidak jelas. Pihaknya meminta setiap desa di Kecamatan Muara enim yakni Desa Karang Raja dan Tanjung Raja. Sedangkan untuk Kecamatan Lawang Kidul yakni Desa Keban Agung, Darmo, Lingga, Tegal Rejo, Kelurahan Tanjung enim, Kelurahan Pasar Tanjung enim, Keluarahan Tanjung enim Selatan, mendapatkan jatah masing-masing 15 orang. “Sebagai contoh di Desa Lingga itu sebanyak 77 orang, namun ketika kami cek ternyata hanya 24 orang. Kami minta tes dibatalkan dan 80 persen harus putra daerah. Kami anggap proses perekrutan sudah tidak transfaran dan sarat KKN," tukasnya. Sedangkan perwakilan manajemen PTBA yang diwakili GM UPTE Wibisono dan SM SDM M Hatta, pihaknya belum bisa

Ratusan Wara ketika melakukan unjuk rasa di depan Kantor PTBA Muara Enim Sumsel. Dalam aksi ini, pertemuan antar pihak PTBA dan warga Deadlock.

memutuskan dan memenuhi tuntutan dan keinginann warga tersebut tetapi ia berjanji akan menyampaikan aspirasi masyarakat tersebut ke Direksi PTBA. Namun perlu diketahui, bahwa pihaknya secara tegas tidak pernah menjanjikan jumlah

Apa Manfaatnya Air Hangat ?

Resensi Film The Call Sutradara : Brad Anderson Produser : Robert Stein, Michael A. Helfant, Bradley Gallo, Michael Luisi, Jeffrey Graup Penulis Naskah : Richard D'Ovidio Pemain : Halle Berry, Abigail Breslin, Michael Imperioli, Morris Chestnut, Michael Eklund, Justina Machado, Ella Rae Peck, Roma Maffia "The Call" bercerita tentang seorang wanita yang bertugas sebagai operator darurat. Ia harus menghadapi pembunuh dari masa lalunya untuk menyelamatkan nyawa seorang gadis remaja

Saat ini, banyak isu yang miring terhadap penerimaan PTBA. Tetapi kita biarkan proses ini berjalan dengan fair dan benar-benar bersih,” ungkap Wibisono di tengah tengah massa. marshal

Muzakir Sai Sohar Kembali di Demo # GEMASS kembali datangi KPK dan Kementeriaan ESDM Jakarta

FOTO KORAN LOKAK/ WAHYU

Ratusan Massa GEMASS saat melakukan Aksi didepan Gedung KPK dan Kantor kementerian ESDM.

PRABUMULIH, KORAN LOKAK - Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Generasi Muda Sumatera Selatan (GEMASS) kembali melakukan aksi di depan gedung Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dan kantor kementerian ESDM, Rabu (16/1) pukul 11.00 Wib. Kedatangan mereka tersebut menuntut agar bupati Muara Enim, Ir Muzakir Sai Sohar segera diperiksa oleh KPK yang diduga penyalahgunaan wewenang jabatan mengeluarkan 13 izin eksplorasi pertambangan batubara dengan prosedur fiktif sehingga merugikan negara sebesar Rp8,9 miliar serta dugaan gratifikasi ratusan miliar. Dalam aksi tersebut, Koordinator Aksi Usman Firiansyah SH mengatakan, kedatangan mereka kembali untuk merespon permintaan KPK untuk melengkapi berkas terdahulu.

“Ini yang kedua kali kami demo ke KPK. Kami kesini menepati janji permintaan KPK,” tegas Usman. Untuk itu, ia meminta KPK untuk segera memproses Bupati Muaraenim Ir Muzakir Sai Sohar perihal masalah dugaan yang mengeluarkan 13 izin eksplorasi pertambangan batubara dengan prosedur fiktif. “Ya, negara sudah dirugikan Rp8,9 miliar. Dan dalam kasus ini juga ada dugaan gratifikasi mencapai puluhan miliar. Serta KPK juga harus mengungkap kasus Money Laundry atau pencucian uang dengan pola pembuktian terbalik sesuai amanah UU No. 15 tahun 2002 yang telah diubah dengan UU Nomor 25 tahun 2003,” pungkas Usman yang juga berprofesi advokat dan Tokoh Demonstran Reformasi tahun 1998. Bahkan bukan itu saja, menurut Usman, Bupati

Muaraenim Ir Muzakir Sai Sohar juga sedang mempersiapkan tujuh surat izin ekplorasi tanpa prosedur dan fiktif. “Kita minta KPK untuk tidak pandang bulu. Ini sudah merugikan negara,” ungkapnya. Bahkan, dirinya sangat serius dalam dugaan kasus tersebut. “Kami kemarin sudah melaporkan dan menyerahkan berkas ke Komisi 3 DPR RI. Berkas kami sudah diterima oleh anggota Komisi 3 dari Fraksi PKS KH Buchori Yusuf. Beliau (Pak Buchori, red) akan menindaklanjuti ini ke KPK. Serta berkas kami juga sudah diterima oleh staf anggota Komisi 3 dari Fraksi PDIP Trimedya Pandjaitan,” tegas Usman sambil mengatakan akan melakukan aksi ini kembali ke kantor Dirjen Pertambangan Umum. Lebih jauh, ia juga menyayangkan pemkab Muaraenim tidak berpihak ke masyarakat Muaraenim. "Giliran tambang rakyat tidak diberikan izin. Ini kan namanya mementingkan diri sendiri," tegasnya. Ia juga melihat adanya permainan tingkat atas dalam kebijakan pemberian izin yang terkesan mementingkan kelompok yang mempunyai “duit” lebih banyak. Ketimbang memberikan izin tambang rakyat yang bisa menyerap tenaga kerja warga lokal disekitarnya. Berdasarkan pantauan,

Batang Roboh Nyaris Makan Korban

Tidak diragukan lagi manfaat dari minum air putih. Air putih yang cukup dalam tubuh akan meningkatkan sistem kekebalan sehingga sulit diserang virus atau bakteri yang mengancam kesehatan. Jumlah pasokan air yang sebaiknya diminum berbeda-beda, namun idealnya air putih sebaiknya diminum 6-8 gelas per hari. Ternyata, selain air putih biasa, manfaat air hangat yang dikonsumsi cukup dan teratur dapat membantu menghilangkan timbunan lemak dalam tubuh, melancarkan peredaran darah dan meningkatkan sistem metabolisme. Waktu minum air hangat yang paling baik adalah saat bangun tidur sebelum mencuci muka. Sebelum ada zat yang masuk ke dalam perut, teguklah air hangat terlebih dahulu, dua kali sehari. Rutinitas ini dapat membuang racun-racun di dalam tubuh.

tertentu dan porsi maksimal untuk penerimaan PTBA. Namun untuk prioritas putra daerah memang ada. “Kami tidak bisa melakukan penerimaan secara kelokalan sebab melanggar prinsip Hak Azasi Manusia (HAM) dan NKRI.

FOTO KORAN LOKAK/ WAHYU

MUARAENIM, KORAN LOKAK - Tanpa hujan tanpa angin, tiba-tiba sebuah batang Akasia sepanjang lebih kurang selebar jalan, tiba-tiba roboh. Meskipun tidak ada korban namun sempat tukang ojek nyaris kena kotban dan membuat jalan macet sebab pohon menutup seluruh badan jalan, di Jalan M Zen, Muara enim, Rabu (16/1) pukul 16.00. Ketika di tanyakan kepada pegawai toko Elektronik Columbus di depannya mengatakan tidak tau sama sekali kejadian tersebut padahal di depan tokonya aneh bin ajaib kejadian yang menghebohkan tersebut tidak tau berarti mereka tidur menjaga dagangannya pecat saja orang yang seperti itu kata warga yang berada di sekitar itu kemaren sambil emosi kelhatannya. Akhirnya wartawan lokak mencari Informasi dan data dilapangan tersebut, bahwa pohon tersebut roboh tepat ke badan jalan. Diduga penyebabnya pohon sudah tua dan rapuh sehingga

FOTO KORAN LOKAK/ MARSHAL

Batang akasia dijalan M Zen Muara Enim yang roboh dan menutupi badan jalan.

ambruk sendiri. Untungnya pada saat kejadian kondisi lalulintas sedang sepi hanya ada beberapa motor yang lewat sehingga tidak ada korban jiwa. Padahal dilokasi tersebut hampir setiap sore terjadi antrian kendaraan mengisi BBM di SPBU yang hanya berjarak sekitar 20 meter. Menurut warga sekitar yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan bahwa pada saat kejadian kebetulan ia akan melintas, namun untung dari kejauhan ia melihat batang Roboh tersebut. Padahal

sebelumnya ia melihat ada sepeda motor yang melintas didepannya namun selamat. Atas kejadian tersebut, ia berharap kepada pihak terkait untuk memeriksa pohon-pohon lindung terutama yang berada dipinggir jalan dalam kota Muara enim untuk di periksa. Jika memang kondisinya sudah membahayakan diharapkan untuk di tebang atau dipangkas. “Aku kira batang itu sudah tue sehinga tanpa angin tanpa hujan tibe-tibe roboh,” ungkapnya. marshal

massa yang tergabung dalam GEMASS mendatangi gedung KPK pukul 11.00 Wib. Setelah melakukan orasi didepan KPK dan menyampaikan berkas pengaduan rombongan tersebut melakukan orasi di depan gedung kementeriaan ESDM. Setelah menyampaikan maksus tujuannya, mereka bubar. Untuk diketahui, sebelumnya Rabu (9/1) GEMASS juga melakukan aksi serupa di depan gedung KPK. Mereka meminta agar

Bupati Muaraenim untuk segera diperiksa perihal masalah dugaan penyalahgunaan jabatan yang mengeluarkan 13 izin ekplorasi pertambangan batubara dengan prosedur fiktif sehingga merugikan negara mencapai Rp8,9 miliar. Dalam orasi, GEMASS, meminta agar pemberian izin ini ditinjau ulang dan Pemkab Muara Enim harus berpihak kepada rakyat. bambang/mon

Terancam Macet, Perusahaan Rugi Milyaran Rupiah # Aktivitas Penambangan Terpaksa Distop LAHAT, KORAN LOKAK Pelarangan melintasi Jalan Lintas Timur (Jalinsum) bagi angkutan Batubara menjadi pukulan telak para perusahaan. Dimana tidak hanya merugikan para pengemudi angkutan Batubara. Imbas dari aksi peraturan tersebut saat ini kian dirasakan para pengusaha atau perusahaan Batubara, pasalnya dalam kurun waktu enam belas hari kerugian yang dicapai mencapai Rp 1 Milyar lebih, sehingga berharap agar Gubernur Sumsel dapat lebih memikirkan nasib para pengemudi yang terancam perekonomian jika tidak beraktivitas. KTT PT DAS Alexis Mansyur mengatakan, saat ini aktivitas penambangan terpaksa distop untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar. Apalagi selama pelarangan melintas diJalinsum membuat perusahaan tidak dapat melakukan aktivitas penjualan dan tentunya hal ini tidak hanya memberikan dampak pada perekonomian melainkan kendaraan yang ada tidak sedikit yang masih kredit. “Kalau tidak bisa melakukan penjualan tentu tidak ada pemasukan dan jika terus berlanjut jangankan mau membayar kredit membayar gaji karyawan juga bisa susah,”ujarnya. Dijelaskannya, sebelum edaran larangan melintas diJalinsum diberlakukan dalam satu hari pihak perusahaan dapat mengoperasikan 200 hingga 800 unit kendaraan bermuatan delapan ton sehingga dalam kurun waktu selama enam belas hari terak hir dapat dibayangkan berapa kerugian yang sudah didapat jika dikalikan Delapan ton muatan untuk satu unir kendaraan. “Kendaraan yang ada

semuanya berstatus berbeda dimana sebagian milik perusahaan penuh, rental dan ada yang masih k redit. Yang ditakutkan adalah tidak menutup kemungkinan akan adanya pengurangan karyawan jika perusahaan terus rugi,”imbuhnya. Senada HR D PT ATP (Aman Toebilah Putera) Sukijan menuturkan, saat ini pihak perusahaan masih berpikir bagaimana kedepan jika kondisi yang ada terus berlanjut. Dan saat ini pihak perusahaan masih tetap mengharapkan adanya pertimbangan dari Gubernur Sumsel H Alex Noerdin untuk tetap melintasi Jalinsum sebelum kondisi jalan Batubara diperbaiki. Sedangkan untuk k redit macet yang menjadi ancaman juga menjadi salah satu mimpi buruk jika situasinya tidak berubah. “Jika tidak beroperasi tentu kita tidak dapat melakukan penjualan dan berpengaruh kepada omzet perusahaan. Jangankan mau membauar k redit untuk gaji karyawan kedepan bisa terhambat seandainya perusahaan tidak melakukan produksi,”pungkasnya. Kepala Distamben (Dinas Pertambangan dan Energi) kabupaten Lahat Ir Misri melalui Kabid Pertambangan Kosasih menuturkan, pihaknya akan tetap mematuhi instruksi dari Gubernur Sumsel. Sedangkan untuk aktivitas pertambangan Pemkab Lahat melalui Distamben akan tetap melakukan pengawasan khususnya pada menurunnya tingkat produksi yang terjadi saat ini. “Kita tetap mengacu pada aturan yang ada, apalagi itu kebijakan Gubernur. Jika pak H Alex Noerdin kembali memberikan kebijakan untuk melintas diJalinsum tentu akan berpengaruh pada kewibawaan beliau sendiri,”pungkasnya. Idham


17 JANUARI 2013 | NOMOR 110

KABAR DAERAH

Hama Tikus Rusak Sawah Petani PAGARALAM, KORAN LOKAK - Petani Sawah Desa Tegur Wangi Kelurahan Pagar Wangi Kecaamatan Dempo Selatan Kota Pagar alam resah karena areal persawahan mereka saat ini diserang hama tikus. Lantaran serangan hama penggerek batang dan pemakan buah padi tersebut warga Desa Tegur Wangi mengeluh dan kualahan mengatasi serangan hama tersebut. Pasalnya dalam semalam serangan hama tersebut sudah merusak hektaran sawah warga. Tingginya intensitas hujan yang berdampak kelembapan yang meningkat drastis menjadi penyebab serangan hama tikus tersebut. “Serangan hama tikus ini sudah terjadi sejak sebulan terak hir ini, akibatnya banyak sawah warga yang rusak dengan batang dan buah padi yang sudah rusak,”ungkap Wardi (45) petani padi warga setempat.

Menurutnya tingginya intensitas hujan yang melanda areal persawahan akhirakhir ini menjadi penyebab serangan hama tikus tersebut. Sementara sebagai upaya penanggulangan warga sudah berusaha memberikan racun tikus. Namun lantaran jumlah tikus yang cukup banyak membuat petani kesulitan mengatasi serangan hama tikus tersebut. “Akibat serangan hama tikus ini hasil panen menjadi merosot,”terangnya saraya berharap agarkiranya pihak terkait dapat membantu petani mengatasi serangan hama tersebut. Ungkapan senada disampaikan petani padi lainya

Yamin (51), warga Dusun Tegur Wangi, Kelurahan Tegur Wangi dimintai keterangan. Menurutnya serangan hama tikus menghabisi sebagian bidang padi, tidak hanya terjadi di wilayah ataghanDusun Tegur Wangi, melainkan hampir pula di sebagian besar wilayah pertanian Kota Pagaralam, dalam mengantisipasi serangan hama tikus ini, para petani pemilik sawah telah melakukan berbagai upaya, seperti melakukan kegiatan penyemprotan racun tikus, pamasangan bubu hingga perangkap tikus, akan tetapi tetap serangan hama tikus tak bisa teratasi. “Rata-rata padi dirusak hama tikus, berumur sekitar 3 – 4 bulan dan siap panen, dengan bagian padi dirusak mulai pangkal batang, daun hingga bulir padi. Yang membuat tanaman padi tidak dapat tumbuh lagi. Selain

FOTO MI.COM

ILUSTRASI HAMA TIKUS

hama tikus, yang tak kalah mengganggu juga, adanya serangan burung pemakan padi yang selalu mengintai, bila tidak rutin dipantau, tanaman padi juga akan ikut rusak,” kata Yamin. Sementara dikatakan Kepala Dinas Pangan dan Holtikultura Jumaldi Jani mengatakan untuk menanggulangi

serangan hama tersebut pihaknya akan segera menerjunkan petugas untuk melakukan pengecekan kelapangan dan segera mencarikan solusinya. “Selain pemberantasan, hendaknya para petani dapat lebih waspada dan kebih memperhatikan pola jarak tanam,”katanya. tauf ik

SPJ Dewan Banyuasin Tahun 2012 Hanya Cair 9 Bulan # Diduga Ludes Dimakan Jin BANYUASIN, KORAN LOKAK- Aneh memang, dana yang dianggarkan satu tahun bagi 45 anggota DPRD Banyuasin tahun 2012 untuk melakukan berbagai kegiatan baik dalam daerah maupun keluar daerah sudah ludes pada bulan September, sehingga aktipitas para Dewan pada tahun tersebut mulai bulan Oktober hingga Desember 2012 benar-benar nihil, sebab dana untuk SPJ yang seyogiyanya sampai akhir tahun 2012 ini sudah ludes dimakan jin pada bulan Septeber 2012 saja, ujar salah seorang anggota dewan yang berinisial H saat dibincangi koran ini dan meminta agar nama lengkapnya tidak disebut dalam pemberitaan. H mengakui,memang selama tiga bulan diakhir tahun 2012 sebagai anggota DPRD Banyuasin ini sudah

tidak ada aktipitasnya lagi, sebab sudah tidak keluar lagi SPJ nya, dananya sudah habis sampai bulan September. Akibat ludesnya dana SPJ tersebut hamper semua anggota dewan itu enggan mengantor. Lihat saja setiap hari, paling ada satu dua orang anggota saja yang ada dalam ruangan masingmasing Komisi ini. Menurut H, walaupun ada program kerja yang harus dilaksanakan oleh dewan, tetapi tidak ada dananya lagi. "Kawan-kawan itu jelas ngantor sekalian. Jangankan untuk SPJ keluar daerah yang nilainya mencapai jutaan rupiah, sedangkan untuk dalam Kabupaten saja pun sudah tidak ada dananya, " beber H, Rabu (16/1/2013). Demikian juga dikeluhkan oleh B dan S yang juga sebagai anggota wakil rakyat

Banyuasin, menurut mereka diruang komisi III mengatakan bahwa memang benar dana untuk SPJ para Dewan di Banyuasin ini sudah ludes sampai bulan September lalu dan kami selaku anggota wakil rakyat pada tahun 2012 ini tidak dapat berbuat banyak. "Kalau besarannya dana per anggota dewan itu tergantung perjalanan dinasnya, apakah itu diluar atau kedalam daerah, jika dihitung ya tidak pula besar nilanya, tetapi masalahnya dana SPJ itu sudah lenyap dimakan jin," guraunya. B dan S menyarankan kepada wartawan yang meminta keterangan terkait dengan dana SPJ tersebut meminta untuk dikonfirmasikan kepada Ketua DPRD saja. "Kan ada 4 orang dan

beliau itulah yang berkapasitas untuk memberikan penjelasan bahkan nama para pimpinan dewan itu bisa alian tulis besar-besar," tambahnya. Sementara itu Ketua DPRD Banyuasi H Agus Salam saat dikonfirmasi diruang kerjanya tidak berhasil dan dihubungi ponselnya aktif namun tidak diangkat, termasuk Sekertaris Dewan, H Ismed Elmundo SE untuk diminta keterangannya dikatakan Stafnya bahwa Bapak masih ada tamu diruangnya dan Staf tersebut meminta untuk menunggunya diluar saja. Tetapi menurut Kabag humas dan Persidangan DPRD Banyyasin, Aminuddin yang berhasil dijumpai diruang kerjanya kemarin terkait persoalan dana SPJ Dewan dikatakan bahwa perjalanan dinas bagi para

dewan itu disesuaikan dengan kebutuhan. Walaupun benar dana SPJ dewan itu sudah nihil misalnya, tetapi perjalanan dinas dewan itu dinilai sangat prinsip dan harus dilakukan, Sekwan pun tidak boleh menolak dan harus mengusahakan dananya. Sebab kalau memang itu penting dan semua pimpinan dewan menyetujui tidak boleh tidak Sekwan harus mencarikan dana itu, tegas Kabag Humas Dewas yang dikenal padai deplomasi itu. Disinggung dengan ludesnya dana SPJ Dewan tersebut Aminuddin tidak banyak memberikan komentar, bahkan berusaha mengalihkan perbincangannya kepersoalan lain, tetapi seyogiyanya anggaran itu untuk satu tahun, sambungnya singkat. waluyo

Sumsel Tuan Rumah POM ASEAN Ke-17

FOTO KORAN LOKAK/ WAHYU

Gubernur H Alex Noerdin menyerahkan bendera Pataka POM Kepada Rektor Unsri.

PALEMBANG, KORAN LOKAK - Setelah sukses menyelenggarakan SEA Games ke-26 tahun 2011 lalu, kini Sumsel kembali dipercaya menjadi tuan rumah event olahraga tingkat

Asia Tenggara dalam ajang ASEAN University Games atau Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) ASEAN XVII 2014. Gubernur Sumsel, Ir H Alex Noerdin, pada acara sosialisasi Pekan Olahraga

Mahasiswa (POM) ASEAN ke-17 tahun 2014 di Graha Sriwijaya Universitas Sriwijaya (Unsri), Rabu (16/1/13) mengatakan Sumsel siap menyelenggarakan perlehatan olah raga tingkat Asia Tenggara tersebut. Sosialisasi POM ASEAN ke-17 di Unsri ini dihadiri juga Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri), Badia Perizade dan Ketua KONI Sumsel, Muddai Madang. Pada kesempatan itu, Gubernur Alex Noerdin juga menyerahkan Bendera Pataka kepada Rektor Unsri Badia Ferizade sebagai symbol bahwa SumSel Resmi sebagai tuan rumah POM ASEAN ke 17 tahun 2014. Alex mengatakan

masyarakat Sumsel harus berbangga dengan ditunjuknya Sumsel sebagai tuan rumah perhelatan POM ASEAN ke-17 ini. "Ajang internasional ini harus didukung oleh seluruh rektor dan komponen masyarakat khususnya masyarakat Sumsel," kata Alex. Ajang multi even ini, lanjut Alex, akan menjadi pembuktian bahwa pasca SEA Games XXVI lalu, Sumatera Selatan menjadi perhatian dan lirikan dunia Internasional. "Ini bukti, bahwa pasca SEA Games lalu, semua pembangunan khususnya di kawasan Jakabaring Sport City (JSC) bermanfaat untuk kemajuan olahraga kita," ungkapnya.

Alex menambahkan jika pada penutupan POM ASEAN ke-17 tahun 2012 di Vientiane, Laos lalu Duta Besar RI untuk Laos, Fahmi Pasaribu meyakini bahwa Universitas Sriwijaya (Unsri) sebagai penyelenggara dan Sumsel sebagai tuan rumah akan lebih sukses karena sebelumnya telah sukses menyelenggarakan PON dan SEA Games. Sementara, Ketua KONI Sumsel, Muddai Madang mengatakan persiapan POM ASEAN ke-17 akan segera dilakukan. Mudai Madang memperkirakan akan ada sekitar 5000 lebih atlet dari Asia Tenggara yang akan memeriahkan POM ASEAN ke-17 ini. "Kita menargetkan, Sumsel menjadi juara wah umum," katanya.

Gubernur Sumsel Diminta Warning Pengusaha Tambang LAHAT, KORAN LOKAK Terkait aksi ratusan sopir trukaAngkutan batubara yang melakukan Long march dari halaman kantor Gubernur menuju kantor DPRD Provinsi Sumsel dan akan menginap hingga mendapatkan keputusan yang jelas dari H Alex Noerdin selaku Gubernur Sumsel. Dimana Aksi Demontrasi ratusan supir truk yang berkerja dengan pengusaha tambang yang ada di Sumatera Selatan atas dikeluarkanya Peraturan Gubernur No.5 tahun 2011 tentang Oprasional angkutan Batu bara dilarang menggunakan Jalan Umum dalam melakukan Pengangkutan Batubara,melainkan harus melalui jalan Khusus Angkutan Batubara yang telah dibangun PT.SERVO LINTAS RAYA beberapa waktu lalu,namun sampai saat ini jalan tersebut belum selesai pelaksana anya 100%. Sehingga mengakibatkan ktivitas Kegiatan Tranportasi dalam pengangkut Batubara yang dilakukan oleh perusahaan Tambang

Batubara menjadi terhenti dan Berimbas kepada ratusan para sopir Truk kehilangan pekerjaan yang dilakukanya guna untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Selain mendapatkan Tanggapan Serius Komisi IV DPRD Sumsel ,melalui Dialog Pengusaha Tambang ,Para Sopir Truk dan Komisi IV DPRD sehingga menghasilkan 7 buah kesimpulan diantaranya dapat memberikan izin Penggunaan Jalan Umum sampai Pembangunan Jalan Khusus Angkutan Batubara yang telah dibangun PT.SERVO LINTAS RAYA selesai dilaksanakan . Hal ini mendapat tanggapan masyarakat umum Kota Lahat Aam, Rabu ( 16/1) yang tidak mengerti politik menyampaikan, Wajar kalau Gubernur Sumsel mengambil sikap tegas untuk melakukan Larangan Pengunaan Jalan Umum bagi Kegiatan Aktivitas Pengangkutan Batubara yang dilakukan oleh Perusahaan Tambang Batubara ,mengingat telah banyak masyarakat Sumatera Selatan jatuh korban kecelakaan lalu lintas,karna kesewenang wenangan para sopir pengangkut Batu bara,

dengan melakukan kebut kebutan maupun melakukan Aksi Kompoi Panjang kendaraan dumptruk yang terlihat besar ini ditambah dengan Penuhnya muatan Batubara sehingga mengakibatkan Jalan Umum yang digunakan Masyarakat menjadi mengecil dan sangat sulit untuk melewatinya, disamping itu pula H Alex Noerdin Gubernur Sumsel telah Dua kali berjanji kepada masyarakat bahwa nanti Khusus Kendaraan Angkutan Batubara akan memiliki Jalan Sendiri dan tidak akan mengunakan jalan umum lagi, jadi kalau Bapak Gubernur Lemah dalam menentukan Sikap dan memberikan izin kembali kepada pegusaha Tambang untuk dapat mempergunakan jalan umum guna untuk melakukan Aktivitasnya kembali maka Janji yang telah diucapkan Gubernur itu sebuah kata Omong Besar dan Masyarakat Tidak Akan Percaya kepada bapak gubernur sumsel katanya. Aam juga sedikit memberikan saran kepada Bapak Gubernur Sumsel H Alex Noerdin.untuk dapat

melakukan Rapat Musyawarah bersama Pengusaha Tambang Batubara yang melakukan Kegiatan Eploritasi Produksi juga melaksanakan Pengangkutan untuk dapat bersama sama dan Bahu Membahu dalam mencarikan Solusi yang Terbaik untuk Kebersamaan tanpa ada kerugian yang diderita oleh salah satu pihak, yaitu Masyarakat, Pengusahan Tambang dan Pemerintah , Dengan cara, Bila dari pihak PT SERVO LINTAS RAYA Kurang baik dalam melaksanakan Pembangunan jalan Khusus bagi kendaraan yang mengangkut Batubara milik perusahaan tambang ,dikarnakan Jalan Tersebut bila dipergunakan pada Cuaca Panas akan berdebu, jika bila dipergunakan saat Cuaca Hujan maka akan Licin yang berakibat terjadi kecelakaan , maka Solusinya Bapak Gubernur harus dapat memerintahkan Para Pengusaha Tambang Batu Bara yang ada disumatera selatan untuk dapat menyumbang Dana dari hasil Kegiatan Eploritasi, Produksi maupun Kegiatan

Pengangkutan Batubara yang selama ini dilakukanya, guna untuk dapat bersama sama melakukan Perbaikan Jalan yang telah dilaksanakan oleh Pihak PT.SERVO LINTAS RAYA,seperti menghitung kembali kekurangan Dana untuk dapat segera memperbaiki jalan yang kurang baik,setelah diketahui berapa dana yang dibutuhkan untuk dapat memperbaiki jalan itu,maka secara kebersamaan ,Berapa Besaran Dana per satu Perusahaan Tambang dapat menyumbang dana untuk dapat menyelesaikan serta memperbaiki Kendala dari jalan Khusus Kendaraan Tambang,Bukan seperti yang terjadi sekarang Pihak Perusahaan Pertambangan ,megerahkan Para Sopirnya untuk melakukan Aksi Demo,sedangkan para pegusaha tambang duduk manis sambil minum kopi dibelakang meja antiknya sambil menghitung uang dari keuntungan yang didapat dari kegiatan Exploritasi ,Produksi yang selama ini telah dilakukanya,Ungkap Aam. Idham

5

Bupati Banyuasin Diminta Tindak Oknum UPTD Pertamanan Kota BANYUASIN, KORAN LOKAK - Ketua Lembaga Sosial Masyarakat-Komite perempuan Pembrantas Korupsi (LSM-KPPK) Sumsel, Nara W dalam waktu dekat akan melayangkan suratnya kepada Bupati Banyuasin dengan dilaporkan bahwa meminta meng-non aktifkan oknum pejabat UPTD Pertamanan dan Kebersihan Kota Kecamatan Banyuasin berinisial SpM. S.Sos. Menurut dia, bahwa oknum PNS yang satu ini selain jarang mengantor juga melakukan poligami dengan seorang wanita Diskotik berinisial EAS dan wanita tersebut berprofesi sebagai tenaga guru honorer di SDN 24 Talang Kelapa. Sehingga dalam rumah tangga Oknum mantan Bendahara Dinas Kementrian Pendidikan itu menjadi berantakan setelah berpoligami itu. Laporan tertulisnya rencana akan secepatnya dilayangkan, namun sebelumnya kata Nara W pihaknya akan melakukan koordinasi dengan orang nomor satu di Bumi Sedulang Setudung terlebih dahulu, sebab sekalipun oknum tersebut bermoral bejad tetapi merupakan orang dekat dan pilihan Bupati, maka saya masih menghargai hak itu. Nara menambahkan, selain laporannya kebupati juga akan dilayangkan ke Komisi A DPRD Banyuasin, sebab perbuatan oknum pejabat yang satu ini selain menyalahi statusnya sebagai PNS juga melecehkan kaum wanita termasuk kepada istrinya sendiri. Selaku kaum hawa kata Nara, perbuatan oknum pejabat seperti itu tidak dapat dijadikan panutan yang jelas mencendrai kinerja pimpinan, bebernya. Sementara Ka UPTD Kebersihan dan Pertaman Kota Kecamatan Banyuasin III yang dimaksud saat hendak dikonfirmasi kemarin diruang kerjanya tidak berhasil dan menurut beberapa stap Kecamatan yang bersebelahan ruangan mengatakan bahwa mereka sudah keluar ruangan sekitar setengah jam yang lalu Rabu (16/1) sekitar pukul 14.00 wib. Menurut beberapa stap kecamatan tersebut menambahkan jika sudah keluar dari ruangan biasanya tidak lagi kembali kekanntor dan apakan mereka itu langsung pulang atau kemana banyak tidak mengetahuinya. Sedangkan nomor ponsel yang didapat dari keluarganya pun dihubungi tidak diaktifkan. Dikatakan keluarganya memang nomor mantan penjaga sekolah di SMAN I Banyuasin III ini sering berganti-ganti nomor, wajar kalau sulit untuk diminta konfirmasinya. waluyo

Petani Banyuasin Minta Terpal Jemur Padi BANYUASIN, KORAN LOKAK - Memasuki musim panen padi pertengahan Januari 2013 ini para pedagang terpal di beberapa pasar kalangan di perairan dibanjiri pemesan, pedagang terpal juga mulai meraup keuntungan ketiban berkah saat musim panen padi tiba. Berbeda dengan petani yang kurang berhasil, bagi mereka kurang mampu membeli terpaksa memanfaatkan terpal plastik bekas musim tahun lalu. Petani Muara Padang Desa Daya Utama Jalur 18 Bejo misalnya saat diiwawancarai K emarin, sudah mempersiapkan belasan lembar terpal berukuran 4x3 M dengan harga Rp 100 ribu-Rp 150 ribu per lembarnya. Sudah menjadi tradisi mas setiap musim panen biasanya saya menerima pemesanan jemuran padi, kalau upah per karungya Rp 6000, menjelang panen ini juga harga upah jemur masih sama sebab kasihan banyak petani yang merugi akibat serangan jamur padi. Senada dikatakan oleh Yanto, terpal menjadi satu-satunya cara untuk menjemur padi yang baru dipanen dari sawah. "Saat musim panen tiba permintaan terpal di Muara P adang khusunya masih banyak yang peminatnya sebab penjemuran permanen ditempat kami belum ada," jelasnya. Sementara alat pengering padi (Oven) masih disini masih sangat sedikit pemiliknya, hal tersebut tidak sebanding dengan kebutuhan petani, bahkan petani sering mengantri terutama saat musim panen curah hujan tinggi. “Kalau didesa Kami banyak ada belasan penggilingan padi, akan tetapi penggilingan yang memiliki oven hanya dua atau tiga saja. Petani memilih mengupahkan menjemur ditempat jasa jemur padi disekitar," tambahnya. Masyarakat berharap pemerintah memperhatikan kondisi petani yang hendak memasuki panen raya tahun ini mungkin dengan memberi bantuan terpal juga gratis kepada seluruh petani. “Petani saat ini sedang menyambut musim panen padi, alangkah tepatnya bantuan terpal masuk ke tempat kita,” katanya. Disamping terpal, Kebutuhan oven gabah juga dibutuhkan petani saat musim panen karena kalau ada oven bantuan petani sangat terbantu. “Kalau ada oven petani tidak khawatir menyambut panen tahun ini. waluyo

Petani Kopi Lirik Tanaman Jagung dan Karet MUARADUA, KORAN LOKAK .Petani kopi saat ini banyak beralih ketanaman lain seperti jagung dan karet. Sedangkan harga jagung sekarang ini masih stabil dan harga karet saat ini mengalami FOTO BISNIS.COM Petani kopi penurunan, namun petani sekarang ini merubah pola tanaman tersebut di lakukan sebagai upaya para petani untuk meningkatkan perekonomian mereka, menambah hasil yang dapat di rasakan sekarang ini.sekarang ini sangat di raskan petani kopi harga tidak setabil dan hasil sangat menurun hasilnya Sekarang ini Petani Kopi sedang gencarnya beralih pola menanam Jagung, Karet,dan Sawit yang sangat yang di bayangkan mereka hasilnyamenjanjikan. petani sekarang ini khususnya yang menanam jagung sudah meraskan Hasilnya Ismail (27) petani kopi, warga Tangsi Bumi Agung sekarang ini sudah beralih menanam jagung mengatakan sekarang ini untuk menunjang perekonomian para petani kita sebagian sudah beralih ketanaman jagung. “Kalu kita lihat dari petani yang menanam jagung sangat- sangat menjanjikan itu lah sebabnya kita coba beralih ketanaman ini, “ ungkapnya. Walau sekarang ini pupuk sangat sulit didapat. Akan tetapi dia berharap untuk kepada distributor Pupuk yang ada di Kabupaten OKU Selatan benar-benar bisa menyediakan pupuk untuk kepentingan para petani jangan hanya di buat untuk menyensarakan petani dengan kata lain di timbun dan bisa jual dengan harga lebih mahal dan berharap pihak berwenag bisa menindak pihak distributor pupuk yang nakal” tegas Ismail . Anggota DPRD Kabupaten OKU Selatan Jariadi, S.Sos mengatakan Perubahaan pola tanaman ini bukanlah mudah untuk mengajak petani yang sudah terbiasa dengan tanaman tahunan seperti Kopi Lada dan lainya. “Kita harus melihat petani dari daerah lain yang telah sukses dan apa yang di dapat mereka,dan akhinya masyarakat tertarik dengan pola prubahan tanaman lain, dengan harapan dapat meningkatkan penghasilan mereka,” ujarnya. saleh


BAJULGILING: Ajimat Sakti Milik Jaka Tingkir (#6) Oleh: Mawan Suganda

dimutasi, segera menempati jabatan barunya," katanya Sejumlah perwira di jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) dimutasi secara mendadak. Beberapa periwra dicopot dari jabatannya karena diduga bermasalah. Dalam Surat Telegram (ST) Kapolda Sumsel Irjen Pol Iskandar Hasan Nomor: Kep/6/1/2012 tangal 12 Januari 2013 tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan di lingkungan Polda Sumsel sebanyak 27 orang. Beberapa pamen dan pama yang diduga diberhentikan karena bermasalah antara lain, Kompol Abdulrahman, Kanit II, Subdit 3

Sambungan hal 1

Ditreskrimum Polda Sumsel, dimutasi tanpa jabatan sebagai Pamen Yanma di Polda Sumsel. Pengantinya adalah, Kompol Alpentoni, Kanit 2 Subdit 4 Ditreskrimum Polda Sumsel. Selanjutnya, AKP Menang Kasat Lantas Polres OKU dimutasi sebagai Pama Yanma Polda Sumsel. Pengantinya, AKP Muhammad Yakin Rusdi dari Paur Subbagrendiklat Bagjarkat SPN Betung. Terkena mutasi juga AKP Median Utama, Kasat Reskrim Polres OKU dimutasi ke Pama Polda Sumsel. Pengantinya AKP Zulkarnain dari Paur Subbagminsis Korsis SPN Betung. Pjs Kabid Humas Polda Sumsel AKBP Djarod

Partisipasi Pemilih Hanya 85% Saje PAGARALAM, KORAN LOKAK - Kesadaran dan partisipasi masyarakat Kota Pagar alam dalam rangka menyukseskan Pemilukada yang akan selesenggarakan dalam waktu dekat ini cukup tinggi,salah satu factor pendorongnya adalah para calon wali kota dan wakil wali kota di nilai sudah mewakili semuah elemen serta unsur yang ada di masyarakat Kota Pagar alam. Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Pagaralam, menargetkan angka partisipasi pemilih di Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Pagaralam jatuh 23 Januari 2013, mampu mencapai angka 85% dari total

keseluruhan pemilih. Demikian diungkapkan Kepala Kesbangpolinmas Pagaralam, Firmanudin, Rabu (16/1/2013)n Menurutnya sebagai upaya memenuhi target yang dimaksud terhitung sejak Oktober lalu petugas Kesbangpolinmas telah gencar melakukan sosialisasi, demi meningkatkan partisipasi politik masyarakat pada pelaksanaan pada Pemilukada mendatang. “Angka partisipasi pemilih pada Pemilukada Walikota dan Wakil Walikota Pagaralam di 2008 lalu, hanya sebesar 75% saja, maka Pemilukada tahun 2013 kami menargetkan bisa mencapai angka 75% 85%,” katanya. Dikatakannya sebagai upaya untuk meningkatkan

angka partisipasi pemilih, sebelum memasuki tahapan kampanye monologis dan dialogis ini, petugas yang ada telah menggencarkan sosialiasi kepada masyarakat, baik dalam ruang lingkup formal maupun informal, mulai tingkat kelurahan, kecamatan hingga instansi pemerintahan, buat ikut menyukseskan Pemilukada Kota Pagaralam. “Peningkatan partisipatif pemilih pada Pemilukada Pagaralam 23 Januari 2013 mendatang, mustahil dilakukan tanpa ada peran serta dari seluruh elemen masyarakat, dimana KPU menargetkan angka partisipasi pemilih nanti, berada pada kisaran angka 80% - 90%,” katanya. tauf ik

Pemkab Mura Dituntut Ganti Rugi Secara Tunai Hernalini Nita Utama, Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi, Wakil Ketua DPRD Muba, Aidil Fitri, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin dan Ketua DPRD Provinsi Sumsel Wasista Bambang Utoyo. “Kita juga heran mengapa Permendagri No 63 tahun 2007 ini tiba-tiba muncul, dan baru diketahui setahun kemudian. Jelas Permendagri itu siluman. Sebab dengan munculnya Permendagri tersebut membuat bagi hasil migas Suban IV beralih ke Mura,” ungkap Pahri di Sekayu kemarin. Menurut Pahri, meskipun telah disepakati sumur gas Suban IV berada di Muba namun persoalan hukum lahirnya permendagri 63 terus berlanjut baik secara perdata dan pidana. Pemkab Muba melalui pengacaranya Alamsyah Hanafiah SH & Patrners melakukan proses gugatan perbuatan melawan hukum. Bahkan dalam

tuntutannya melalui pengadilan negeri sekayu meminta tergugat V dalam hal ini Pemkab Mura untu, k membayar ganti rugi secara tunai kepada Pemkab Muba dari hasil sumur gas Suban IV yang sudah diterima Pemkab Mura dari tahun 2008 sampai tahun 2011 sebesar Rp470 Miliar lebih. Dana bagi hasil Suban IV jelas Pahri telah dinikmati Pemkab Mura bahkan proses pencairannya sampai lima triwulan oleh mereka. Lebih lanjut Pahri menjelaskan, perjuangan merebut kembali sumur gas Suban IV sudah berlangsung selama lima tahun. Sehingga dengan kesepakatan bahwa Suban IV kembali ke Muba harus dipatuhi semua pihak. Dengan begitu otomatis Permendagri 63 tahun 2007 gugur dengan sendirinya secara tidak langsung. “Masalah ini selain kita laporkan perdata melalui pengadilan negeri sekayu, maka dilaporkan juga secara pidana baik kekejaksaan,

Solusi untuk mengetahui penyakit dan penyembuhannya Oleh Ustadz : R.M Umar Abdur Rachman.Z.A Dengan petunjuk dari kitab Abu Ma'syar Al-Palaki Kitab Tajulmuluk, Kitab mujarrobatul kubro, Kitab Asrarul hukamaa' dan kitab-kitab Hikmah karangan para Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Insya Allah kami dapat mengetahui penyakit Anda dengan memakai metode Ilmu Hisab (Ilmu Hitung) dan hari ketika Anda datang ketempat kami , dengan Abjad huruf Arab dapat diketahui dengan jelas Apakah penyakit Anda dari gangguan Jin. Apakah dari kiriman manusia (Santet) dan Apakah penyakit Anda cobaan dari Allah SWT. Jika Anda yakin, percayakanlah kepada kami. Kami siap membantu untuk penyembuhan penyakit yang Anda derita. Ingatlah setiap penyakit ada obatnya. Nabi SAW bersabda : Allah tidak menurunkan penyakit, kecuali Dia pula yang menurunkan obatnya. (HR. Bukhori : hal 335 Shf 536) Insya Allah kami juga dapat membantu, Menyatukan pasangan suami istri yang tidak harmonis, perselingkuhan, memindahkan gangguan makhluk halus dari rumah Anda, pagar badan, cincin untuk pengasihan, minyak untuk pengasihan, penglaris dagangan dll.. Catatan : pastikan Anda datang ketempat kami. Hubungi kami terlebih dahulu keHp. 0813 679 55 227. maaf tidak melayani sms

Alamat : Pasar Lemabang Jl. Dahri Sembayu 2 Ilir Gotong Royong. Jl. Kemudi II Rt. 07 Rw. 03 No. 954 Sungai Buah Palembang

Padakova melalui Kabag PPID Bidang Humas Polda AKBP Narowi membenarkan adanya mutasi tersebut. "Memang keluarnya surat mutasi dari Kapolda Sumsel ini, lain dari biasanya," ungkap Narowi di ruang PPID Mapolda Sumsel, Rabu (16/1/2013) siang. Bisanya, lanjut Narowi, mutasi bersamaan dengan anggota bintara, tapi ST kali ini tidak. "Informasinya perwira-perwira yang dimutasi ini ada masalah, sehingga terkena mutasi. Karena bapak Kapolda kita sekarang ini tegas orangnya, jika memang terbukti bersalah siapa saja akan diberi tindakan tegas, termasuk dimutasi dari jabatan," pungkasnya. don

Majalah Misteri

Digilas KA Babaranjang .... keadaan korban dalam keadaan yang berbahaya,korban Dinda tidak terselamatkan dari lindasan KA Babarajang muatan penuh batubara bernomor kereta I BBR 11 ini. Seketika itu juga KA Babaranjang beserta masinis melanjutkan perjalanan menuju Palembang. Kepala Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) PT Kereta Api Indonesia (KAI) Stasiun Tanjung Enim Baru,Yudis yang kebetulan berada ditempat membenarkan adanya KA Babarajang yang telah menabrak warga.Dan mengatakan bahwa kereta yang menabrak tersebut bermuatan penuh isi batubara. "Kereta bernomor I BBR 11 Sambungan hal 1

kepolisian dan KPK,” tegas Pahri. Sementara itu, Anggota DPRD Muba, Yusuf Mahmud yang juga mantan ketua pansus suban IV menilai masyarakat Muba sudah sangat cerdas untuk menilai hasil kesepakatan sumur gas Suban IV kembali ke Muba. Yusuf menilai kesepakatan itu baru merupakan langkah awal, karena diluar perkiraannya untuk kesepakatan itu harus berjuang mati-matian. “Dalam perjuangan bisanya berdarah-darah bahkan ada yang masuk penjara. Namun patut disyukur kita di Muba tidak,” ucap Yusuf sambil tersenyum. Beralihnya sumur gas Suban IV ke Mura lima tahun lalu merupakan upaya penzoliman terhadap masyarakat Muba. Bahkan terhadap masalah tersebut pihak dari kemendagri mengakui ada prosedur yang tidak benar dengan terbitnya Permendagri No 63 tahun

Bajulgiling yang dapat mengangkat derajat, harkat dan martabat pemilik atau pemakainya. Meski sudah banyak sekali orang pintar yang memburu kepala ikat pinggang sakti milik Jaka Tingkir itu, namun hingga kini belum diperoleh informasi apakah sudah ada di antara mereka yang berhasil mendapatkan benda keramat dari alam gaib itu. Saat Misteri berkunjung ke lokasi Makam Sunan Tembayat di Gunung Jabalkat beberapa waktu silam, yang kebetulan ditemani oleh Mbah Diran, seorang paranormal asal dusun setempat, tidak berhasil mendapatkan gambaran gaib mengenai benda ini. ”Sepertinya ada kekuatan gaib yang sangat hebat menutupi keberadaan Timang Kyai Bajulgiling, sehingga Mbah sulat untuk melacak posisinya. Mungkin, faka ini juga yang membuat banyak orang yang memburunya sulit mendapatkan pusaka sakti ini,” ungkap Mbah Diran, yang setia menemani perjalanan Misteri.

2007. “Disini kesannya, pihak kemendagri malu-malu kucing untuk mencabut Permendagri yang sudah cacat hukum,” imbuhnya. Untuk itu dana rakyat muba yang mengendap di kabupaten Mura harus dikembalikan ke Muba, karena diatur dengan aturan yang tidak sah. Dengan begitu perjuangan rakyat Muba masih memerlukan jalan panjang. Kabag Hukum Pemkab Muba, Yudi menuturkan pihaknya juga masih menunggu lahirnya UndangUndang tentang terbentuknya kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) karena akibat konflik Suban IV tersebut terbentuknya kabupaten tersebut terganjal. “Kita akan menghadap Mendagri sehingga aliran dana distop dan berharap masalah tuntas tidak menggantung,” terangnya. wahyu

PENYEMBUHAN IKHLAS SEJATI Ijin Kejari No. B-1135 / F.6.10.2 / dsp.5 / 08 / 2009

Langsung dengan ANANDA

BAHAR

Insya Allah dapat membantu Anda ....... Di bidang penyakit ataupun permasalahan anda Dengan izin Allah SWT Jl. Kh. Wahid Hasyim Lr.sepupu Rt.39 No.2022 Kel. 3-4 Ulu Darat Kec. SU I Kertapati ANANDA BAHAR Hp. 0813 73332074 , 087716848444

Sambungan hal 1

dari Tanjung Enim dengan tujuan Palembang,"jelas Yudis singkat dengan wajah yang sedikit panik. Lamanya datang dari tim inafis Polres Muara Enim membuat gusar dan sedikit marah warga setempat. Kadus Dusun IV Desa Tanjung Raja Kecamatan Muara Enim,Musyirin mengaku terkejut dengan peristiwa ini.Dirinya langsung meninggalkan kerjanya dan menuju lokasi setelah mendapat kabar. "Korban ini warga Dusun IV Desa Tanjung Raja Kecamatan Muara Enim pak,kejadiannya lebih kurang jam due," Dinda Safitri anak bungsu dari enam bersaudara pasangan Beni Suyono (50) yang berprofesi sebagai tukang ojek dan Hermiyati (46) berjualan roti keliling dimata keluarga merupakan anak yang periang. Menurut penuturan

Sambungan hal 1

rumah yang memang tidak memakai terali besi didobrak paksa oleh enam orang pelaku perampokan dengan menggunakan kayu kusen ukuran 7x13 dengan panjang empat meter. Setelah berhasil menghancurkan pintu depan hingga jebol, kawanan rampok ini masuk kedalam rumah dan mengancam korban Suryadi dengan menggunakan senjata api yang waktu itu terbangun untuk memeriksa pintu depan yang terdengar suara gaduh. Korban sempat melawan dan tidak berdaya setelah dipukul, ditendang dan diterjang lalu diikat dengan tali seling oleh kawanan rampok ini. Para pelaku juga menyandera kedua anak korban Nabila (6) dan Tiwi (5) dengan diikat tali kawat dan diancam akan dibunuh jika berteriak. Sedangkan istri korban, Fatmawati (34) dibawa para pelaku untuk menunjukan harta benda miliknya. Namun para pelaku cuma bisa mengambil uang sebesar Rp 1 juta, 1 unit ponsel Nokia N70, Mito, Nexxcom, serta rokok dagangan korban. Tidak puas, salah satu pelaku membawa istri korban kedalam kamar dan memperkosanya sedangkan pelaku lain melakukan cabul dengan meraba-raba tubuh istri korban. Tetangga korban, Pak Lik, yang bermaksud ingin membantu tak luput dari

ancaman kawanan rampok sehingga kembali ke dalam rumah. Setelah puas menjalankan aksinya, para pelaku melarikan diri dengan menggunakan perahu melalui Sungai Bom Berlian yang menembus ke daerah seberang dan simpang PU Tanjung Lago. Kapolres Banyuasin AKBP Agus Setiyawan SIk yang terjun langsung ke rumah korban membenarkan aksi perampokan ini. Pihaknya masih mendalami kasus ini. “Kita masih mendalami kasus ini, dan beri kami waktu untuk mengungkapnya,“ katanya. Diterangkan Agus, dari modus yang dilakukan kawanan rampok ini mirip dengan aksi perampokan yang terjadi di Kelurahan Seterio beberapa waktu lalu. Para pelaku merusak pintu rumah dengan menggunakan kayu kusen dan merampok dua buah rumah yang berdekatan. “Dilihat dari modus sama seperti aksi perampokan di seterio, apakah pelaku sama masih kita dalami,“ katanya. Pihaknya sudah meninjau TKP dan saat ini tengah mengambil keterangan korban termasuk para saksi-saksi warga sekitar yang mengetahui peristiwa perampokan ini. “Yang pasti ini atensi kita untuk segera diungkap,“ tandasnya.

Hermiyati, pada saat kejadian sekitar jam dua siang dirinya tidak menaruh perasaan yang janggal. Siang itu,kata dia,dirinya sedang memarut kelapa tiba - tiba Rakil (kakak korban) berlari tergesa - gesa ke dalam rumah yang mengatakan bahwa adiknya ditabrak kereta api. "Tidak ada firasat,die tuh kurase nonton budak maen layangan soalnye idak maen layangan die tuh," ucap Hermiyati dengan penuh kesedihan. Sementara dari teman teman korban yang sedikit

trauma dan takut ketika diwawancara mengatakan bahwa korban itu duduk di rel kereta api.Pada saat kejadian kereta api berjalan tanpa suara dan korban pun tidak berteriak. Sementara Kapolres Muara Enim,AKBP M Aris melalui Kepala SPK Polres Muara Enim,Aiptu Sulaiman,mengatakan bahwa secara prosedur nanti akan diproses lebih lanjut. "Dan korban akan divisum dahulu di rumah sakit.Nanti kita akan kembangkan kasus ini dengan penyelidikan lebih lanjut,"ungkapnya. marshal

waluyo

don

Yai Beck

Dj, Nangcik

Cek Zenal

Cek Jeanny

Cek Hamdi

Ngatimin

Cek Mat

Cek Adon

Cek Ulfa

Dj. Nona

Dj. Rj

Cek Fadly

Cek Pooja

Man Itam

C” Ahmad

Cek Rose

Fanspage: Ramona Fm / FB : Raden Mohamad Nangcek / TW : @fmramona

Jangan Kemano-mano Mantap be 105,8 Ramona Fm

Direktur

KABAR GEMBIRA !!! INGAT !! SIMPAN BROSUR INI BILA DIPERLUKAN MUDAH DICARI

Kapolda Sumsel “Bangku Panjangkan” Perwira Nakal

Isteri Digenjot Rame-rame ...

KLINIK PENGOBATAN TRADISIONAL

INDONESIA - YPKM - RI AHLI PENYAKIT KRONIS ACUPRESURE PISCOMATIS REFLEXIOLOGY THERAPY TANPA OPERASI DAN INJEKSI

BAPAK RIDWAN A. MAJID

HP. 0813 - 67566082

BUKA TIAP HARI PUKUL : 08.30 S/D 18.00 WIB

INGAT !! PENGOBATAN ADALAH SARANA UNTUK MENUJU MANUSIA SEHAT Ingat tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan kecuali malas berusaha & berobat untuk keluhan yang dirasakan selama ini METODE ini langsung ada penyebab penyakit asal mulanya keluhan yang dirasakan anda. Semoga dengan selembar brosur ini menjadi petunjuk yang tepat untuk menuju ke alam yang sehat (lahir batin). Pengalaman kami terbukti penyakit sembuh dan

PENYAKIT YANG DAPAT KAMI OBATI : Lemah Syahwat TBC Ejakulasi Dini / Mani Encer Spilis / Raja Singa Hermia / Turun Berok Kuning Kanker Prostad Mandul Kanker Rahim / Kandungan Kanker Payudara Kronis/Lambung Keputihan (Petkay) Kista / Mandul Terlambat datang Bulan Bekas Operasi yang sakit Telinga bernanah (Bisuler)

Kanker / Tumor Sakit dada / Batuk Kencing Manis Kencing Tidak Lancar Kencing Batu usus Buntu (Apendik) Sakit Pinggang (Nier) Lever / Tipes Rematik (encok) Asthma / Sesak nafas Asam Urat Paru-paru basah Pengapurah Tulang Susah tidur Darah Tinggi / Rendah Maagh Lumpuh karena strok Ambein (Wasir) Jantung Berdebar Amandel/Polip/Sinusitis Pilek Menahun Jantung Koroner Migran/Sakit Kepala Kolestrol Tinggi Belum punya keturunan Gatal-gatal/Eksim/Sawan Katarak KHUSUS BAGI YANG BELUM PUNYA KETURUNAN DALAM JANGKA WAKTU 44 HARI MASA PENGOBATAN INSYA ALLAH BERHASIL. USIA MAKSIMAL 45 TAHUN BAGI WANITA

Jangan biarkan diri anda ketergantungan obat atau alat bantu jenis apapun yang bisa merusak organ vital anda. Jangan biarkan penyakit anda bertambah parah segera hubungi pengobatan kami

Alamat Praktek Menetap : Jl. D.I Panjaitan Lrg. Kartini No. 1713 Rt.33 Rw. X Kel. Tangga Takat Plaju Palembang

Hubungi : BAPAK RIDWAN A. MAJID HP. 0813 - 67566082

Jl. D.I Panjaitan Masjid Al-Mawardi

Showroom Mobil Trikurnia

Denah lokasi TEMPAT PRAKTEK

YANG MEMBAWA BROSUR INI MENDAPAT DISCOUNT BIAYA PENGOBATAN 10%

INGAT !! SIMPAN BROSUR INI BILA DIPERLUKAN MUDAH DICARI

Tetapi ada pula yang mempercayai ikat pinggang itu hilang secara gaib, yang hilangnya azimat itu juga diketahui dan disadari oleh Sultan. Namun yang jelas, ikat pinggang dengan Timang Kyai Bajulgiling azimat buatan Kyai Buyut Banyubiru itu secara gaib masih tersimpan di seputar makam Sunan Tembayat di Gunung Jabalkat. Karena itu tak heran bila sejak dahulu sampai sekarang banyak orang pintar yang berusaha mengambilnya dari alam gaib, baik untuk dirinya sendiri atau untuk kepentingan orang lain. Hal ini karena adanya kepercayaan, akan kekuatan gaib yang terkandung dalam Timang Kyai Kompol Abdurrahman yang sebelumnya sebagai Kanit 2 Subdit 3 Ditreskrimum Polda, mutasi sebagai Pamen Yanma Polda. Posisinya digantikan oleh Kompol Alpentoni yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit 2 Subdit 4 Direskrimum. Sementara itu Kanit 2 Subdit 4 Direskrimum, akan dijabat oleh Kompol Fitriyanti yang dulunya menjabat sebagai Kasubag Renim Itwada dan sejumlah perwira lainya. Dia menjelaskan dari 27 perwira yang dimutasi terdiri dari 6 perwira berpangkat Kompol, 19 berpangkat AKP dan 2 orang berpangkat Iptu. "Kapolda mengharapkan kepada anggota yang

11

SAMBUNGAN & MISTERI

Lrg. Kartini

17 JANUARI 2013 | NOMOR 110

PALEMBANG DISINI LOKAK KITO


12

LOKAK SARO

17 JANUARI 2013 | NOMOR 110

Bandit Kelas Teri Dibonus Pelor

Pesta Ganja Pelajar Diurungkan Plisi

FOTO KORAN LOKAK/ IDHAM

Dua pelajar yang membawa ganja saat menjalani pemeriksaan di Mapolresta Lahat

LAHAT, KORAN LOKAK – Pemuda adalah generus bangsa, nampaknya kata – kata tersebut tidak begitu melekat kepada dua orang pelajar disalah satu sekolah K ejuruan Negeri (SMKN) dikabupaten Lahat. Betapa tidak bukannya belajar pada malam hari Heru Susanto (18) warga Gang Pandawa Jalan Sentosa Lahat dan M Husni (16) warga desa Manggul kota Lahat ini tertangkapsatuan anti narkotika K epolisian resor (Polres) Lahat sekitar pukul 21.30 WIB, Selasa (15/1), lantaran menyimpan 2 paket sedang dan kecil ganja kering. Kapolres Lahat AKBP Budi Suryanto SH MSi, melalui Kasatres Narkoba, AKP Abu Dani SH, didampingi Kanit II, Brigadir Agus Priadi mengatakan, penangkapan bermula terhadap Husni, yang diketahui dari informasi petugas kedapatan menyimpan satu paket ganja kering siap pakai di bawah jok motornya. Saat digeledah, memang benar, akhirnya tersangka tak berkutik lagi, dan harus di gelandang ke Mapolres. “Dari ‘nyanyian’ Husni, petugas menuju rumah Tewok. Remaja itu tidak dapat bergerak, saat polisi melakukan penggrebekan. Sebab, 2 paket ganja kering yang disimpan dalam dompet berada didepannya, yang saat itu tengah menonton televisi dikediamannya sendiri,”ujarnya. Ditambahkannya, dari tersangka Tewok mengaku mendapatkan ganja itu dari seorang warga K ecamatan Jarai, Kabupaten Lahat. Dirinya membeli tiga paket ganja dengan harga Rp.100 ribu, yang rencananya akan dijual Rp.50 ribu perpaket. “Kepada tersangka Husni, nantinya akan dijerat pasal 111 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dan tersangka Tewok dijerat pasal 114 UU nomor 35 tahun 2009, dan saat ini harus mendekam di tahanan Mapolres Lahat. Idham

Dua Copet Kawasan Ampera Kena Batunya PALEMBANG, KORAN LOKAK - Yusnadi Alias Feri (34), warga Jalan Sungai Jelutung, Tangga Buntung, Palembang, dan M. Ali (32), warga Lorong Cek Latah, RT 11, RW 02, K elurahan 36ilir, Tangga Buntung, Palembang ditangkap ditangkap satuan Reskrim Polresta Palembang saat berada dirumahnya, Selasa (15/1/2013). Kedua tersangka ini diamankan, lantaran laporan dari masyarakat kepada pihak kepolsian yang mengatakan kedua pelaku, sering meelakukan aksi pencopetan dikawasan Monpera, pasar 16 ilir, depan Masjid Agung dan dibawah Ampera. Tak pelak, saat dilakukan penangkapan dan pengeledahan dirumah pelaku dua sekawan ini, polisi mendapati barang bukti berupa satu dompet kosong, satu kartu A TM Mandiri, satu kredit ANZ, Sim C, HP Cross dan satu Hp Sony Erikson. Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIk, melalui Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Djoko Julianto, saat dikonfirmasi membenarkan kalau kedua tersangka telah diamankan pihaknya. " Kedua tersangka kini tengah kita proses, kita juga masih melakukan pengembangan terkait TKP- TKP lainnya dimana tersangka sering melakukan aksi copetnya." ujar Djoko. Aji

Truk “Barang Panas” Diamankan Polisi PALEMBANG, KORAN LOKAK Polsekta Sukarami Palembang menyita satu mobil truk engkel warna merah BG 8761 UH, Selasa (15/1/2013) siang. Begitu diperlihatkan ke pemilik truk, si pemilik membenarkan Truk engkel BG 8761 UH yang diamankan di Polsek Sukarami truk yang disita adalah truknya. Kapolsekta Sukarami Palembang, Kompol Imam Tarmudi, didampingi Kanit Reskrim, Iptu Hanys P amungkas, membenarkan penyitaan truk tersebut. Truk itu hilang dari pemiliknya yang tinggal di Jl Taman Murni Lorong Family Kelurahan AAL sejak Selasa (15/1/2013) dini hari. "Pelapornya bernama A Rahman. Truk hilang sejak Selasa (15/1/2013) dini hari," kata Imam, Rabu (16/1/2013). Dijelaskan Imam, pelaku yang saat ini masih buron diduga menggunakan obeng untuk mencuri truk itu. Mulanya, ia memecahkan kaca bagian belakang truk. Dari sana, ia masuk dan menyalakan truk. Keberadaan truk berhasil diketahui P olsekta Sukarami Palembang di kawasan Talang Buruk AAL Palembang Selasa (15/1/2013) sore. Truk itu dibiarkan terparkir oleh si pencuri di kawasan tersebut. Saat disita, ada beberapa roda di bagian belakang yang sudah dilarikan oleh pelaku. "Kami akan terus mencari keberadaan yang melarikan truk. Untuk saat ini, baru berhasil disita truknya," kata Imam. don

FOTO KORAN LOKAK/ AJI

Adi, tersangka penodongan terhadap Ridho Kurniawan saat dibawa ke Rumah Sakit Bari Palembang

PALEMBANG, KORAN LOKAK- RA Adiraksa Alias Adi (28) warga Jalan Lapangan Pasir Kelurahan18 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang. Mendapat hadiah timah panas dari petugas jajaran Sat Res krim Polresta Palembang , lantaran mencoba melarikan diri saat akan ditangkap. Adi ditangkap di Jalan Kolonel Atmo tepatnya didepan hotel Lembang, Rabu (16/1/2013). Saat sedang membeli nasi bungkus dirumah makan. Penangkapan tersangka ini, berdasarkan laporan dari Mahasiswa bernama Ridho Kurniawan (18) warga Jalan Ahmad Yani Kecamatan SU I yang menjadi korban kekerasan serta penusukan sebanyak dua lobang dikaki kanan oleh RA Adiraksa pada 8 Januari 2013 lalu. Awal kejadian, korban sedang melintas di bawah jembatan IP sambil memegang Handphone miliknya. Ketika itu, tersangka yang melintas didepan korban, langsung merampas HP milik Ridho tanpa alasan. Saat dirampas Ridho sempat melakukan perlawanan terhadap Adi.

MUARAENIM, KORAN LOKAK - Apes sekali nasib warga Desa Padang Bindu, Kecamatan Benakat, Muara enim bernama Saropi (22). Meskipun selamat, namun ia nyaris tewas ditembak oleh tiga perampok yang tidak dikenal dan kehilangan sebuah motor kesayanganya, di jalan desa antara Desa Padang Bindu menuju tempatnya bekerja di Agrolanggeng, Rabu (16/1). Menurut informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, kejadian penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 06.00, ketika korban berstatus karyawan PT Surya Bumi Angro langgeng (SBAL) berniat akan bekerja. Ketika ditengah perjalanan, tiba-tiba dari dalam hutan, keluar tiga pelaku sembari menghadang dan menodongkan pistol ke arah korban. Diduga korban akan melawan sehingga salah seorang pelaku langsung meletuskan pistolnya dan

Susak Kapok

5 2 5 6 Kepala : 2 6 7 5 Ekor : 8 4 7 9 Angka ikut : 34 73 69 Colok Bebas : 7 8 Kamis, 17 Januari 2013

nolong aku, pas kami beduo, dio langsung ku tujah dikakinyo, aku Cuma sekali pak nujahnyo, dak tau kalau yang lain” kilah residivis ini. Adi sendiri sebelumnya telah mendekam ditahanan LP pakjo selama delapan bulan dengan kasus yang sama. “Aku tebuang dulu, nodong jugo pak, keno delapan bulan diPakjo” ungkap bapak tiga anak ini. Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabarudin Ginting melalui Kasat Resk rim Polresta Palembang membenarkan, bahwa pelaku telah ditahan atas laporan korban yang mengalami luka tusukan oleh pelaku. Saat ini Adi sedang berada dipolresta Palembang, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Aji

Warga Padang Bindu Ditimbak Perampok

Gawe Lemak

LOKAK ANGKA KEBERUNTUNGAN

Tersangka yang saat itu sedang membawa senjata tajam , langsung menusuk Ridho dipaha kaki kanan dan satu tusukan di lutut sebelah kanan. Berdasarkan dari pengakuan tersangka ketika berada diPolresta Palembang, saat merampas Hp Ridho dirinya sedang berada dalam pengaruh mabuk lem Aibon. “ Aku tu lagi mabok Aibon pak, dak katek niat aku nak ngambek Hp punyo dio tu, pas lewat bae aku tu langsung narek hp dio. Dio aku tujah kareno goco rai aku, pas Hpnyo nak aku ambek” ujar pedagang martabak ini. Ketika penusukan, Adi tidak seorang diri. Diapun dibantu temannya yang bernama Epol. “ pas kami begoco epol datang pak, langsung

JIKA suami hobi blusukan kok dicurigai. Bukankah blusukan adalah ciri khas pemimpin yang amanah? Tapi nanti dulu, hobi blusukan Mat Lokak, memang sampai ke kamar istri orang segala. Bahkan Pak RT pun sampai gemes, karena lelaki ini sudah kedapatan “mblusuk” sampai tiga kali! Yang namanya kapok atau tobat itu macam-macam. Ada kapok yang sudah taubatan nasuha (kapok benar-benar), tapi banyak pula kapok yang kapok lombok atau tomat (tobat lalu kumat). Artinya, tobatnya hanya sebentar. Nanti jika peluang ada, dia akan kembali kepada perilaku salah

mengenai bagian punggung belakang kiri korban. Setelah tertembak korban ternyata tidak langsung terjatuh masih berupaya mempertahankan harta bendanya sehingga membuat ketiga pelaku emosi dan mengeroyok korban hingga babak belur. Setelah korban tidak berdaya ketiga pelaku langsung kabur membawa motor hasil rampokannya dan meninggalkan korban sendirian di dalam hutan. Namun untung tidaklama kemudian ada warga yang melintas dan memberikan pertolongan dengan membawanya ke desa. Dan oleh keluarga korban langsung di bawa ke RS HM rabain Muara enim. Namun karena luka-lukanya cukup parah, akhirnya korban di rujuk ke RSMH Palembang. Menurut Taufik salah seorang warga setempat, bahwa kejadian perampokan dan penodongan akhir-akhir ini di wilayah Benakat dan

sekitarnya semakin meningkat. Akibatnya warga sangat resah dan merasa tidak tenang lagi melakukan aktiitas sehari-hari terutama ketika di tengah hutan dan malam hari. Untuk itu ia berharap, kepada pihak terkait untuk meningkatkan patroli dan melakukan pengamana di kecamatan Benakat. “Kalau pacak di kecamatan Benakat ini, dibuatkan Polsek sendiri tidak bergabung lagi dengan Polsek Gunung Megang, supaye masyarakat pacak merase lebih aman,” ujarnya. Ketika di konfirmasi ke Kapolres Muaraenim AKBP Muhamad Aris melalui Kapolsek Gunung Megang AKP Jaiz, membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, pihaknya sedang melakukan penyelidikan, dan mudah-mudahan pelakunya cepat terungkap. Sedangkan untuk korban telah di rujuk ke RSMH Palembang. marshal

yang kedua atau ketiga kali dan seterusnya. Dalam urusan selangkangan misalnya, banyak sekali kasus kapok lombok atau tomat itu tadi. Lelaki kapok lombok salah satunya adalah Mat Lokak. Sudah dua kali dia tertangkap ada skandal dengan Karina, wanita simpanannya yang kesepian. Tapi karena skandal itu rasanya kenyal, meski sudah mengaku kapok, masih diulang lagi hingga ketiga kalinya. Entahlah, apakah yang ketiga ini akan disusul yang ke empat kalinya? Awalnya Mat Lokak adalah suami yang kuthuk (rumahan). Sepulang kerja ya langsung ke rumah, ketemu istri dan anak-anaknya. Namun sejak kenal dengan Karina yang cantik dan seksi menggiurkan, karakternya mendadak sontak jadi berubah. Mengacu gaya

pejabat barang kali, sepulang kerja dia malah “blusukan” ke rumah Karina yang sedang pisah ranjang dengan suami. Awalnya dia agak takut-takut juga. Tapi setelah Karina menjamin bahwa suaminya ada di luar kota, gaya blusukan Mat Lokak menjadi lebih dalam lagi. Biasanya hanya di ruang tamu, kini mulai “blusukan” ke kamar Karina dan “mblusukke” sesuatu! Karena ulahnya, sekali waktu kelakuan Mat Lokak digerebak warga. Mereka hanya kena sanksi “jangan mengulangi lagi”. Mereka sepakat menjalaninya. Tapi karena selingkuh itu enak kali, Mat Lokak hanya sebentar kapoknya. Lain waktu, kembali Mat Lokak “blusukan” ke kamar Karina. Nah, untuk kedua kalinya pasangan mesum itu dapat peringatan keras. Memang

Ruko di Kawasan Golf Terbakar

FOTO KORAN LOKAK/ DON

Sebuah mobil pengaduk semen tampak berusaha membantu memadamkan api yang membakar salah satu ruko di Jl AKBP Cek Agus, Palembang.

PALEMBANG, KORAN LOKAK - Kebakaran sebuah ruko terjadi di Jalan AKBP Cek Agus, Palembang sekitar pukul 18.40 WIB. Berdasarkan informasi dari saksi mata, kebakaran tersebut berasal dari lantai dua ruko yang belum diketahui penyebabnya. Namun api dengan cepat dipadamkan dengan dibantu oleh mobil pengaduk semen yang kebetulan melintas di lokasi kebakaran. Pada perisitwa tersebut, api tidak sempat membesar . Namun peristiwa itu menyebabkan kawasan Simpang P atal mengalami kemacetan. Lima mobil pemadam kebakaran yang tiba di tempat kejadian. Kini mereka berjaga dan petugas pemadam kebakaran tetap memeriksa sumber api. don

Lupo Bawa Dompet, Abis Kecopetan, Samo Nak Begancang LAHAT, KORAN LOKAK Banyak alasan agar tidak mau ditilang pengendara yang terjaring razia rutin anggota Sat Lantas Polres Lahat, Rabu (16/1/2013) sore. Pantauan Koran Lokak, Rabu (16/1/2013), anggota Sat Lantas Polres Lahat menggelar razia rutin di simpang tiga kodim lama, Jl Kol H Barlian Kota Lahat. Mereka memberhentikan setiap kendaraan yang melintas, baik sepeda motor, mobil dan angkutan perkotaan (Angkot) serta truk. Para sopir diminta menunjukan surat kelengakapan kendaraan, mulai dari surat izin mengemudi (SIM) serta Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Lucunya beberapa pengguna sepeda motor yang terjaring, mengeluarkan berbagai alasan kepada polisi yang memeriksanya karena ia

tidak bisa menunjukan SIM, atau pun STNK sebagai syarat mutlak yang harus dibawa bagi pengendara. Alasan yang dikemukakan mulai dari ketinggalan dompet karena buru-buru pergi, hingga kecopetan yang menyebabkan surat kelengkapan kendaraan hilang semua. Namun anggota Sat Lantas yang bertugas tidak bergeming, dengan berbagai alasan yang diutarakan pengendara. polisi tetap meminta pengendara yang terjaring razia menepi, untuk diberikan surat tilang. Beberapa warga SIM atau STNK serta sepeda motornya ditahan hanya bisa terdiam, dan mengambil surat tilang yang diberikan petugas. "Sudah pura-pura kecopetan, masih tetap ditilang," gerutu salah seorang pria, dengan logat kental bahasa Kikim. idham

baik dan sabaran benar warga tetangga Karina di Rumah Susun. Hingga akhir tahun 2012 Karina – Mat Lokak sudah tidak blusukan lagi. Tetapi ndilalah kersaning Allah, di awal tahun baru 2013 Karina minta tolong Mat Lokak untuk persiapan acara syukuran di rumah. Lupa akan kasus sebelumnya, lelaki doyan mesum ini menuruti saja. “Oke, saya besuk ke sana”, jawab Mat Lokak dalam SMSnya. Celakanya, SMS itu kemudian terbaca oleh istrinya. Tahu akan hobi “blusukan” suaminya, dia mulai meningkatkan kewaspadaan nasionalnya. Mat Lokak yang tak menyadari hal ini, sore itu pulang kerja langsung ke rumah Karina untuk membantu persiapan acara syukuran nanti malamnya. Nah, ketika melihat situasi

demikian mantap terkendali alias sepi mamring tanpa ana sabawane walang salisik, Mat Lokak jadi ingat hobinya blusukan. Akhirnya keduanya pun masuk kamar, menyempatkan diri bersetubuh sebagaimana layaknya suami istri. Filing Lastri memang kuat. Di saat yang sama dia juga sudah datang dan mengajak warga untuk menggerebek aksi mesum suami sendiri. Maka entah sedang ketanggungan atau baru pemanasan, “blusukan” Mat Lokak kepada Karina itu langsung digerebek. Pak Rt pun datang dan marah-marah. “Kalian lagi, kalian lagi. Sudah digerebek dua kali kok nggak ada kapoknya. Kalian harus nikah, jika tidak dilaporkan ke polisi. Disunatin habis, baru kapok kali. (**)


Edisi 17 Januari 2013