Issuu on Google+

th.XIV/1 Desember 2016

117

Unika Soegijapranata

Presentasi 3 Calon Rektor Unika

snap QR code

Setelah melalui beberapa tahap penyeleksian bakal calon rektor Unika Soegijapranata periode 2017-2021 yang dimulai bulan September 2016, maka akhirnya muncullah 3 nama calon rektor Unika Soegijapranata yaitu Dr. Ridwan Sanjaya, SE., S.Kom. MS., IEC , Dr. Octavianus Digdo Hartomo, SE, Akt., M.Si dan Prof. Dr. Andreas Lako. “Ketiga calon rektor tersebut mempresentasikan visi – misi dan program kerja dalam rapat senat terbuka di ruang teater, gedung Thomas Aquinas pada hari Kamis (1/12) pukul 09.00 – 13.00 WIB. Turut hadir pula dalam presentasi tersebut tiga panelis yang akan menggali 3 aspek yaitu aspek pertama adalah manajemen universitas termasuk pelaksanaan tri darma, aspek kedua adalah fokus ke soal kesetiaan Unika dalam memelihara dan menghidupi nilai-nilai kekatolikan dan nilainilai Soegijapranata, aspek ketiga adalah bidang yang melinkkan perguruan tinggi dengan dunia industri atau dunia usaha,” jelas Drs. Theodorus Sudimin, MS sebagai ketua panitia. “Ketiga panelis yang hadir adalah Prof. Dr. Yoh. Budi Widianarko, M.Sc, Romo Benedictus Bambang Triatmoko, SJ dan Romo Paul Suparno, SJ” imbuhnya. “Setelah para calon memberikan wawasan kepada anggota senat dan yayasan, maka acara akan dilanjutkan dengan rapat senat tertutup berupa voting dan hasilnya diajukan kepada yayasan disertai berita acara hasil pengumpulan suara, sehingga diharapkan bulan Januari 2017 sudah ada rektor terpilih meskipun nanti rektor terpilih baru akan bekerja pada tanggal 1 September 2017,”pungkasnya. (fyas) Kronik Edisi 117/Th.XIV

1 Desember 2016

1


Raih Juara I Tingkat Nasional Siapa yang mau berjuang, pasti akan menang. Kata-kata tersebut tidak bisa menjadi isapan jempol belaka, namun kata-kata itulah yang membawa Alvonsius Ponco Hadi Heru Cahyono, S.Kom, MM menorehkan prestasi gemilang. Berbagai inovasi yang telah ditawarkan Alvon begitu nama sapaannya, telah dirasakan manfaatnya oleh seluruh civitas Akademika Unika. Mulai inovasi dengan KRS online, AEP online, nilai online, hingga mahasiswa dapat melaksanakan pendaftaran wisuda online yang melekat pada sistem sintak unika berbasis web. Kosongkanlah gelas sebelum bertemu dengan orang lain, hal ini pula yang membuat Alvon tidak bermegah diri meskipun sudah membuat terobosan-terobosan baru. Lulusan Magister Manajemen Unika Soegijapranata ini juga selalu membuka pikiran untuk setiap saran, masukan serta kritikan yang membuatnya terus berkembang. Keberanian untuk selalu bertanya jika tidak tahu, memperbaiki jika terdapat hal yang salah juga dilakukannya untuk menciptakan suatu karya yang tepat guna. Bermula dari penugasan pihak rektorat untuk mengikuti pemilihan tenaga administrasi kependidikan berprestasi, hal ini menjadi langkah awal bagi Alvon untuk menunjukkan karyanya yang telah di terapkan di Unika kepada pihak luar, terlebih dalam mengikuti lomba di Tingkat Kopertis wilayah VI melalui makalah dengan judul “Optimalisasi Administrasi Akademik menggunakan Hybrid Information Technology melalui Unika Menyapa�. Dalam makalahnya dibahas mengenai penggunaan Hybrid Information Technology yang mengkolaborasikan resource in house yang sudah tersedia dalam website SINTAK serta cloud based yang didapatkan dari layanan google play yang diakses melalui Android dalam satu genggaman melalui aplikasi Unika Menyapa. “Saat ini semua orang cenderung ke arah digital natives, mereka cenderung ingin semua serba instan dan serba cepat serta dapat diakses melalui satu genggaman. Melihat peluang ini, haruslah dioptimalkan agar dapat menjawab tuntutan dari berbagai pihak. Maka, dengan inovasi Unika Menyapa diharapkan semua problem yang ada bisa teratasi dalam satu sentuhan tanpa harus bersusah-susah mengurus. Selain dari pihak konsumen diuntungkan, kita pula diuntungkan dengan kemudahan akses informasi tersebut� ungkap Alvon. Inovasi tersebut ternyata berhasil mengantar Alvon sebagai juara II Tenaga kependidikan terbaik di Tingkat Kopertis Wilayah VI. Kendalapun sempat terjadi dalam proses pengajuan makalah tersebut, seperti terjadi perbedaan antara pemahamannya dengan persepsi penilaian para juri tentang sustainability (keberlanjutan) sehingga Alvon tidak menyediakan blueprint dari makalah yang ia presentasikan, sehingga para juri menganggap perencanaannya kurang matang.

Boyong Juara I Tingkat Nasional Tak berhenti sampai di tingkat Kopertis VI saja, ternyata karya Alvon juga dilirik oleh panitia pusat dan beliau kembali didaulat untuk menjadi salah satu peserta dari 10 karya yang terpilih di tingkat Nasional dan dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta yang ikut dalam Pemilihan Tenaga Kependidikan terbaik Tingkat Nasional. Setelah mengetahui bahwa dirinya masuk dalam jajaran nominasi pemilihan tersebut, Alvon yang telah belajar dari kesalahan yang lalu kembali mempersiapkan diri dengan baik dan selalu berkonsultasi dengan Dr. Ridwan Sanjaya yang merupakan pakar IT agar persiapan semakin matang. Selain itu, dengan menyertakan berbagai perlengkapan tambahan, beliau siap untuk mempresentasikan hasil karyanya. Berkat usaha dan hasil kerja keras serta ketekunannya, beliau berhasil memboyong Juara 1 untuk kategori Tenaga Kependidikan Administrasi Akademik di tingkat Nasional sekaligus mengukuhkan bahwa usaha disertai doa akan menghasilkan suatu kepuasan yang sulit dinilai dalam materi apapun. (wahyu)

2

1 Desember 2016

Kronik Edisi 117/Th.XIV


oleh seluruh tenaga kependidikan di lingkungan Unika Soegijapranata.

ESTAFET KEPEMIMPINAN PRANATA ASIH

Tepat pada hari Kamis (10/11) kemarin, Paguyuban Pranata Asih telah berganti kepemimpinan dari pemimpin yang lama kepada pemimpin yang baru yang dijabat oleh Yuliana Sri Wulandari, SE. Acara pergantian kepemimpinan ini diawali dengan ibadat dan pemberkatan pengurus oleh Rm. Y. Gunawan, Pr. Dalam homilinya, Romo Gun mengajak seluruh peserta paguyuban untuk saling bantu dan menolong,“Paguyuban ini haruslah mengembangkan semangat asih, memberi kasih, mencari solusi yang terbaik ketika terjadi permasalahan. Sama seperti Santo Paulus yang mengajak dengan sungguh-sungguh untuk mengenakan kelemahlembutan, welas asih, dan kesabaran,”ucapnya. Turut hadir dan menyaksikan pelantikan pengurus paguyuban tersebut, Rektor Unika Soegijapranata, Prof. Dr. Ir Budi Widianarko, M.Sc, beserta wakil rektor II, Inneke Hantoro, S.TP., M.Sc serta seluruh peserta Paguyuban Pranata Asih.

Dalam institusi pendidikan khususnya di Universitas Katolik Soegijapranata, peran akan tenaga kependidikan sama pentingnya dengan tenaga pendidik yakni memberikan pelayanan terbaik untuk mahasiswa dan setiap orang yang terkait di dalamnya. Namun untuk mencapai pelayanan yang terbaik, tenaga kependidikan memerlukan suatu wadah yang dapat menopang setiap hak dan kewajibannya. Unika Soegijapranata sendiri telah memiliki wadah tersebut yang kemudian disebut dengan Paguyuban Pranata Asih. Paguyuban ini diikuti

Selaku ketua pengurus yang baru Yuliana Sri Wulandari, SE menyampaikan pesan kepada seluruh tenaga kependidikan yang tergabung dalam paguyuban tersebut,“Marilah kita kembangkan semangat asih, seperti visi kampus yang menjunjung nilai-nilai kristiani. Jangan ada yang mengkotak-kotakkan bahwa ada peran yang penting maupun tidak penting, semuanya itu penting bagi kemajuan kampus Unika. Dosen tidak akan bisa bekerja sendiri tanpa adanya tenaga kependidikan, demikian juga sebaliknya, maka marilah bersama kita berkarya di kampus Unika dengan peduli, kasih dan bermakna” pungkasnya. (wahyu)

Sertijab Kofi Milk FHK Unika Sertijab dilakukan secara simbolis dengan penggantian baju seragam pada ketua dan wakil ketua Kofi Milk periode 2016 yakni Ridho dan Faizal. Pemasangan simbolis ini juga disertai dengan ucapan selamat yang diucapkan oleh Ketua dan wakil ketua periode 2015. “Diharapkan di periode 2016 ini Kofi Milk bisa semakin baik lagi. Bisa menambah prestasi lebih banyak dari angkatan sebelumnya. Semoga Kofi Milk juga semakin kompak dalam menjalankan seluruh kegiatan dan produksi film nanti” tutur Federicus Arsel.

Kegiatan regenerasi ketua (Sertijab) Kofi Milk Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) diadakan pada Jumat (11/11) di gedung Antonius 205. Turut hadir dalam kegiatan sertijab ini dosen yang menjadi pendamping UKM perfilman FHK, P. Danardono, SH., Mag.Hum, dengan menggunakan batik berwarna cream.

Tidak lupa juga turut diperkenalkan pula anggota struktural yang baru sembari sharing pengalaman kepada anggota Kofi Milk periode 2016. Setelah itu kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh angkatan. Dengan ini maka Kofimilk FHK siap berdinamika bersama dibawah kepengurusan Progdi 2016. (R.Jeff)

Kronik Edisi 117/Th.XIV

1 Desember 2016

3


Mahasiswa Korea di Unika Ajak Hasilkan Telur-telur Emas Kesempatan memperoleh pendidikan adalah hal yang harus diterima secara adil dan sama oleh semua orang, sama seperti air dan udara. Itulah alasan mengapa Bum Jin Park, anggota Darmasiswa Unika Soegijapranata memilih untuk menjalankan program Real Business Experience (RBE) tiap hari Senin dan Kamis mulai jam 17.00 di ruang Nottingham, gedung Henricus Constant, sebagai persembahannya dalam membantu mengembangkan ketrampilan mahasiswa untuk mengelola sebuah bisnis. Dalam penjelasannya tentang launching RBE, ia berharap bahwa orang-orang Indonesia dapat memiliki kesempatan yang sama dalam pendidikan. Ia menerangkan tentang lima (5) langkah yang akan ia lakukan untuk mencapai visi tersebut di tengah-tengah suasana International Office Roadshow pada Kamis (20/10) di Teater Lantai 3 Thomas Aquinas. Lima langkah tersebut yang sekaligus menandai peresmian bisnisnya bersama dengan mahasiswa dan dosen Unika Soegijapranata yang bergabung, dengan pertama, mereka akan mencari dana melalui crowdfunding, suatu cara penggalangan dana dari sejumlah besar orang berbentuk donasi maupun mencari dana dengan mengundang perusahaan lokal yang mau bergabung dengan misi sosial ini. Kedua, mereka akan memulai bisnis dengan menggunakan pengetahuan mereka. Ketiga, mereka akan melakukan riset untuk

mencari tahu apa yang menjadi kebutuhan dan tren bisnis saat ini. Selanjutnya, keempat, mereka akan menyusun strategi penjualan dan PR. Kelima, mereka akan melakukan penjualan dan mendonasikan seluruh keuntungan yang didapat untuk panti asuhan. gantungan-kunciBum Jin Park mengungkapkan bahwa hal terpenting dari suatu bisnis adalah orang-orang yang bekerja di dalamnya. Ia senang karena ada banyak orang yang membantunya dalam misinya dan berharap ada lebih banyak orang yang tertarik untuk bergabung bersamanya dalam mewujudkan misi sosial ini. Ia sekaligus juga merilis web dan juga logo untuk bisnisnya, Flying Goose. Logo tersebut terinspirasi dari sebuah fabel tentang angsa terbang yang menghasilkan telur-telur emas. Anak-anak merupakan masa depan dari bangsa ini, maka mereka adalah telur-telur emas bagi bangsa. Di akhir penjelasannya sebelum Dr. Ekawati meresmikan kelompok ini dengan memotong tumpeng, Bum Jin Park mengajak warga Unika untuk mendukung anakanak Indonesia memperoleh pendidikan yang baik dengan ikut membeli produk perdana buatan RBE, yaitu gantungan kunci seharga @Rp 35.000 melalui PIC cynthia 085786527771, (sherin)

Humanisasi di Desa Penadaran masyarakat setempat. Kegiatan yang hampir mirip dengan live in ini sering disebut dengan kegiatan ‘Humanisasi’ dan dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 3 -5 November 2016.

Dengan mengambil lokasi di Desa Penadaran, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, para mahasiswa Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) Unika Soegijapranata melaksanakan berbagai kegiatan dalam bentuk pengabdian yang diberikan oleh mahasiswa kepada

4

1 Desember 2016

Dalam kegiatan humanisasi ini para mahasiswa telah didorong untuk berkreasi membuat recycle barang bekas menjadi baju yang nantinya akan dipakai sebagai busana dalam acara fashion show. Selain itu mahasiswa juga mengisi kegiatan dengan menampilkan kegiatan drama, kegiatan amal seperti halnya membagikan sembako kepada warga desa Panadaran dan juga melakukan aksi menanam pohon bersama.

Kronik Edisi 117/Th.XIV


Dalam hal lain, para mahasiswa juga dituntut terlibat dalam kegiatan rutin tuan rumah yang menerima mereka selama live in, misalnya berkebun, beternak dll. Hasil kebun tersebut berupa pisang, mangga, jagung dan beberapa hasil kebun lainnya yang dinilai sangat cocok dengan kondisi tanah yang cukup keras daerah desa Penadaran. Humanisasi, menjadi salah satu kegiatan rutin yang diadakan oleh FHK Unika, dan merupakan kegiatan yang bersifat wajib bagi angkatan 2016 dan selalu memberikan

pengalaman yang tak terlupakan. Keramahan warga setempat juga menjadi nilai tambah pada kegiatan Humanisasi ini. Mahasiswa mengaku diterima dengan sangat hangat di dalam keluarga baru di desa Penadaran ini. “Kegiatan humanisasi ini sangat bermanfaat dan menambah pengalaman baru bagi saya. Sikap warga desa ini juga sangat ramah dan kekeluargaan,� ucap Alex sebagai salah satu peserta kegiatan ini. (R. Jeff)

Dosen Tamu dari University of San Carlos lembaga lembaga internasional diantaranya Chartered Institute of Management Accountant di Inggris serta Sumitomo Foundation di Jepang. Dari hasil penelitiannya, Dr Khanser telah menghasilkan 7 jurnal internasional dan 16 publikasi berupa buku.

Program Dosen tamu atau Visiting Professor ini merupakan implementasi dari Memorandum Of Understanding (MOU) dan Memorandum Of Agreement (MOA) antara Unika Soegijapranata dan University of San Carlos Cebu yang ditandatangani pada tahun 2015. MOU dan MOA tersebut mencakup lecturer exchange, student exchange dan joint research. Untuk kegiatan lecturer exchange pertama telah dilakukan pada bulan Februari 2016 dengan pengiriman dua dosen FEB Unika Soegijapranata, yaitu Dr Octavianus Digdo Hartomo dan Dr Dwihayu Agustini untuk menjadi visiting professor di School of Business and Economics University of San Carlos dan dilanjutkan dengan kedatangan dua dosen San Carlos untuk menjadi dosen tamu atau visiting professor di FEB Unika pada tanggal 30 Oktober 2016 sampai tanggal 6 November 2016 yakni Dr Challoner Matero, CPA dan Marites Khanser, DBA. Dr Challoner Matero yang merupakan Dekan of the School of Business and Economics of the University of San Carlos (USC). Selain menjadi Full Professor di Accountancy Department of USC, Dr Matero juga merupakan praktisi dalam bidang Auditing sebagai partner Kantor Akuntan Publik Matero and Associates serta menjadi president Institute of Internal Auditor Philipine Cebu Chapter. Marites Khanser, DBA yang juga merupakan Full Professor di University of San Carlos Cebu juga pernah menjadi Head of Research di School of Business and Economics USC dan telah benyak memperoleh research grant dari

Selama di FEB Unika Soegijapranata, kedua dosen tamu tersebut memberikan kuliah di program S1 dan S2 Manajemen dan Akuntansi, mengadakan diskusi dan sharing dengan para dosen dalam bentuk collaborative academic meeting, collaborative meeting on certification program. Selain itu pada tanggal 4 November 2016 Dr Chaloner Matero dan Dr Marites Khanser menjadi pembicara dalam Collaborative Seminar bersama dua dosen Unika, yaitu Dr Octavianus Digdo Hartomo dan Dr Rustina Untari. Dalam kunjungan ini dilakukan juga penulisan proposal dan disepakati pelaksanaan penelitian bersama antara tim peneliti dari Unika Soegijapranata dan University of San Carlos dengan topik Asean Corporate Governance Scorecard dan Green Business in Asean yang akan berlangsung selama 6 tahapan dalam 3 tahun. Hasil penelitian bersama tersebut akan dipresentasikan bersama di International Conference di Cebu, Philipina dan akan dikirimkan sebagai publikasi internasional bersama antara Unika Soegijapranata dan University of San Carlos Cebu. Kegiatan lain yang telah juga dilaksanakan sebagai bentuk realisasi MOU antara Unika dan University of San Carlos adalah kegiatan student exchange dalam bentuk pengiriman 30 mahasiswa University of San Carlos ke Semarang pada bulan November 2016 yang dilanjutkan pengiriman 30 mahasiswa FEB Unika Soegijapranata untuk menjadi pembicara dalam Students Forum pada International Conference on Business and Economics 2017 dan mengikuti cultural immersion program yang diadakan di University of San Carlos Cebu pada bulan Februari 2017. Selanjutnya diharapkan kerjasama kedua universitas ini akan terus berlanjut setiap semesternya sehingga masing-masing pihak akan memperoleh manfaat berupa peningkatan kualitas akademik dan pembelajaran serta kualitas riset dan publikasi para dosen dan mahasiswa.

Kronik Edisi 117/Th.XIV

1 Desember 2016

5


SMA Global School Kunjungi Unika

Unika Soegijapranata menjadi salah satu universitas yang diminati oleh siswa-siswi SMA Global School Bekasi. Hal tersebut tampak dari frekwensi kunjungan siswasiswi SMA tersebut yang hampir setiap tahun selalu datang berkunjung ke Unika, untuk melihat langsung dan mengenal lebih dekat tentang kampus Unika Soegijapranata berikut Fakultas serta fasilitas yang ada didalamnya. Peserta yang berjumlah 55 siswa ini, disambut oleh Kepala UPT PRM Vera Retnowati, ST bersama staf dan tim Promosi SGS Unika Soegijapranata di Ruang Seminar LPPM, gedung Mikael lantai 4 (18/10). “Kunjungan siswa SMA Global School Bekasi yang sudah kesekian kalinya hampir setahun sekali mudah-mudahan cukup menjawab kebutuhan siswa-siswi dalam hal pengenalan perguruan tinggi khususnya Unika Soegijapranata,” ucap Vera. Dalam kunjungan ini para siswa mengikuti presentasi tentang berbagai kegiatan, info jurusan dan fakultas yang terdapat di Unika Soegojapranata yang disampaikan secara bergantian oleh tim SGS (Student Get Student) pada program studi masing-masing. Selain kegiatan memperkenalkan jurusan kepada siswa-siswi SMA Global School, para mahasiswa juga memperkenalkan kampus ungu ini dengan cara mengajak keliling dari gedung Justinus hingga Sporthall. Selain itu, ada yang lebih menarik dari kunjungan ini yaitu para siswa-siswi diajak untuk melihat proses pembuatan ice cream di Fakultas Teknologi Pertanian. “ Kirain buat ice cream itu susah, tapi setelah mengetahui prosesnya, jadi kelihatan mudah” ungkap Louise salah satu siswa SMA Global School. Setelah berkeliling para siswa kembali ke ruangan untuk melanjutkan kunjungan-kunjungan kampus yang berada di Yogyakarta. “ Harapannya setelah mengikuti kunjungan di kampus ini, saya bisa mengetahui bagaimana itu kuliah dan bisa mengetahui jurusan-jurusan yang ada di kampus Unika“ tutur Mikael yang ingin memasuki jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual). (andra)

6

1 Desember 2016

Bangun Social Work Melalui AIESEC

“Menjadi mahasiswa pertukaran pelajar ke luar negeri, selain mahir berbicara bahasa Inggris juga harus memiliki softskill yang mumpuni”, demikian ungkap Dr. Ekawati Marhaenny Dukut, M.Hum selaku kepala International Office (IO) Unika Soegijapranata dalam penjelasannya mengenai diadakannya kolaborasi roadshow dengan AIESEC Universitas Diponegoro dengan judul “How to become global citizens with global talents”, pada hari senin (17/10) di ruang Teater, Gedung Thomas Aquinas. Kegiatan puncak roadshow yang dilaksanakan I.O. terbagi atas beberapa hari, yakni tanggal 17, 19 dan 20 Oktober 2016, dengan tujuan agar mahasiswa Unika dapat dan bisa menjadi bagian mahasiswa pertukaran pelajar serta menjadi mahasiswa yang mempunyai Global Talent. Selain itu, di bawah naungan I.O., mahasiswa dapat mengetahui apa saja yang akan dilakukan di luar negeri terutama pada universitas ataupun instansi yang sudah dan akan mempunyai kerjasama dengan Unika Soegijapranata. Semenjak bulan Agustus, I.O. telah mengadakan roadshow dengan presentasi di setiap- fakultas dengan tujuan agar mahasiswa dapat mengetahui dengan lebih dekat bagaimana menjadi mahasiswa yang global. “Sebagai mahasiswa yang mempunyai global talent berarti mahasiswa mempunyai kesempatan untuk melakukan internship atau magang ke luar negeri selama sekitar 4 sampai 6 bulan. Pada saat magang ini mereka dikaryakan di suatu perusahaan sesuai bidang ilmu masing-masing dan mereka akan mendapatkan gaji” ujar Dr. Ekawati Setara dengan KKN Selain menjadi mahasiswa pertukaran pelajar atau Exchange Students dalam skema ACUCA, selama ini dengan mengikuti program Global Talent yang ditawarkan oleh AIESEC, mahasiswa dapat memilih untuk pergi ke suatu

Kronik Edisi 117/Th.XIV


tempat dalam kurun waktu tertentu untuk mempelajari sesuatu sehingga kegiatan itu dapat dianggap setara dengan kegiatan KKL (Kuliah Kerja Lapangan) atau PKL (Praktek Kerja Lapangan) atau bahkan dianggap setara dengan KKN di luar negeri seperti yang saat ini sudah banyak dilakukan oleh universitas lain. Hasil kegiatan ke luar negeri ini diharapkan tidak hanya bermanfaat dalam meningkatkan kemandirian dan pengalaman namun mahasiswa bisa mendapatkan nilai untuk dimasukkan dalam transkipnya. “Namun untuk hal ini, I.O. masih perlu membicarakannya lebih lanjut dengan tiap Fakultas, LPPM dan WR 1 tentang mekanismenya”, tambah Dr. Ekawati “Kami memberikan kesempatan kepada mahasiswa khususnya Unika untuk mengembangkan bakat kepemimpinannya, melaui program AIESEC atau lainnya yaitu, Global Citizen, dimana mahasiswa ditantang untuk melakukan social work tanpa di gaji untuk minimal 2 minggu atau lebih. Apapun program yang mahasiswa lalukan, tentunya hal itu akan membuahkan usaha networking yang luas, selain mengembangkan profesionalitas. Semua itu dapat dimulai dari selembar CV dan letter of interest yang unik sehingga terpilih untuk diberangkatkan ke program-program AIESEC yang sudah

ditawarkan sejak Perang Dunia ke II”, ujar Alysha Paxia Sulilo, wakil presiden program AIESEC. img_5514“Bagi mahasiswa yang bahasa inggrisnya masih basic, tidak perlu khawatir karena AIESEC siap membantu dengan memberikan banyak kegiatan learning and development untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris dan menggali serta memperkuat talenta masing-masing mahasiswa. Dengan terbukanya kerjasama antara I.O. Unika Soegijapranata dan AIESEC Universitas Diponegoro, kedepannya kami akan sering bagikan berbagai strategi agar kemampuan berbahasanya dapat dipahami dan layak untuk berkomunikasi dengan pihak luar. Maka, segeralah mendaftarkan diri untuk menjadi salah satu yang diberangkatkan oleh AIESEC setelah mendapatkan rekomendasi dari I.O. Unika Soegijapranata” tutupnya. (Ajie)

Kenali Public Speaking dari Dekat Rotumiar Pasaribu, SS., M.I.Kom selaku dosen Progdi Ilmu Komunikasi Unika Soegijapranata.

Kemampuan public speaking merupakan salah satu kemampuan yang harus ada didalam jiwa seorang komunikator. Dengan menguasai public speaking kita memiliki kesempatan luas untuk mengaktualisasikan segala potensi di hadapan siapapun. Ini adalah kesempatan untuk promosi diri. Karena bukan siapa yang Anda kenal yang akan membuat hidup Anda berubah, tetapi siapa yang mengenal Andalah yang akan membuat hidup Anda berubah. Mengingat hal tersebut maka Progdi Ilmu Komunikasi Unika Sorgijapranata mengadakan Seminar Public speaking dengan tema “From Zero To Hero” pada Selasa (2/11) berlokasi di theater gedung Thomas Aquinas Unika Soegijapranata, dengan menghadirkan dua pembicara yang memang sudah ahli di bidang komunikasi khususnya public speaking yaitu Ir. Yosafat A. R yang merupakan praktisi sekaligus penyiar berita TVRI Jawa Tengah dan

Dalam sesi pertama yang menjelaskan pentingnya public speaking dengan metode digital public speaking menyimpulkan bahwa public speaking tidak harus dilakukan dengan tatap muka secara langsung kepada banyak orang, melainkan juga dapat dilakukan dengan media. “Jika kalian malu untuk bertatap muka secara langsung. Tidak masalah, karena public speaking tidak hanya berbicara secara langsung. Tetapi dapat kalian lakukan dengan berbicara di depan kamera seperti pada video kreatif yang banyak tersebar di youtube” tutur Rotumiar. Sedangkan pada sesi kedua mahasiswa lebih dijelaskan mengenai tata cara berbicara di depan kamera. Seperti yang ada di televisi, tata cara dan juga peraturan untuk tampill di depan kamera jelas berbeda dengan penampian di depan umum. “Dalam melakukan public speaking kita jelas harus mengenal terlebih dahulu lawan berbicara kita. Karena jika kita tidak mengenal atau memahami secara langsung akan sulit untuk memahami pesan yang disampaikan,” jelas Yosa. (R.Jeff)

Kronik Edisi 117/Th.XIV

1 Desember 2016

7


Temu Orang Tua Mahasiswa Psikologi

Ruang Theater Thomas Aquinas lantai 3. Pertemuan ini bertujuan agar pihak Fakultas Psikologi dan orang tua mahasiswa dapat bekerja sama dalam proses belajar mahasiswa di kampus. “Sudah kita ketahui ketika seorang mahasiswa kuliah tanpa dukungan orang tua, tanpa kerjasama orangtua dan Fakultas, akan menimbulkan banyak hambatan bagi mahasiswa tersebut,” ungkap Dekan Fakultas Psikologi Dr. M. Sih Setija Utami, M. Kes. Atau yang biasa disapa dengan Ibu Cicih. Hambatan-hambatan yang sering muncul biasanya seperti fasilitas studi anak, beban tugas kuliah dan kesibukan ekstrakulikuler anak di kampus. Menurut Ibu Cicih, ternyata para orangtua, baru menyadari hambatan-hambatan yang dialami anak-anaknya ketika mereka sudah menjalaninya selama hampir satu semester. Maka dari itu penyampaian informasi dari Fakultas kepada orangtua disampaikan pada saat para mahasiswa masih menjalani kuliah.

Pada hari Sabtu (5/11) Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata telah mengadakan pertemuan dengan orangtua / wali mahasiswa baru Fakultas Psikologi di

Pada kesempatan yang sama, Fakultas Psikologi juga memperkenalkan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan, informasi keuangan dan akademik, serta dosen-dosen wali di lingkungan Fakultas Psikologi. (sherin)

Unika Kerjasama Beasiswa dengan CIMB “Pihak Universitas selanjutnya mengusulkan nama-nama kepada CIMB Niaga untuk diajukan sebagai penerima beasiswa tersebut. Kemudian pihak CIMB Niaga akan menyeleksi sesuai dengan kuota yang diberikan berdasarkan kualifikasi yang ditetapkan,”papar Agung. Mengenai besaran rupiah yang diberikan kepada penerima beasiswa ini adalah sebesar Rp 20 juta untuk 4 semester, laptop dengan nilai sebesar Rp 4 juta, dan Rp 1 juta untuk pembiayaan skripsi. Total keseluruhan dana yang diterima nantinya sebesar Rp 25 juta per mahasiswa. Program beasiswa CIMB Niaga mencoba untuk memberikan dukungan pendidikan kepada para mahasiswa Unika Soegijapranata melalui program “Edukasi dari Hati untuk Negeri”. Dalam program ini, CIMB Niaga memberikan alokasi lima beasiswa. “Program ini merupakan pertama kali dikucurkan oleh CIMB Niaga untuk 200 universitas unggulan di Indonesia,”jelas A Agung Wibowo sebagai Vice President Branch Manager Cabang Semarang pada saat penandatanganan kerjasama dengan Wakil Rektor IV Unika Dr. Ridwan Sanjaya di ruang hijau Gedung Mikael. Unika Soegijapranata merupakan salah satu dari tiga perguruan tinggi di kota Semarang yang terpilih untuk memperoleh program beasiswa dari CIMB Niaga. Program ini merupakan bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) atau tanggung jawab sosial dari perusahaan CIMB Niaga kepada masyarakat.

8

1 Desember 2016

Yang menarik, “Penerima beasiswa CIMB Niaga ini juga akan menjadi pertimbangan atau poin tersendiri apabila setelah lulus nanti berkeinginan untuk bergabung bekerja di CIMB Niaga,”ucap Agung. “Salah satu syarat penerima beasiswa ini adalah dari kalangan tidak mampu namun punya prestasi akademik, aktif di organisasi kampus, dan pada saat menerima beasiswa tidak sedang menerima beasiswa yang lain,” rinci Josef Teguh Wibowo selaku Bussiner Manager CIMB Niaga dalam kunjungan ke Unika hari Rabu (26/10) lalu. “Pemberian beasiswa CIMB Niaga dilakukan secara otomatis selama 4 semester tanpa ada lagi pengajuan di setiap semester, hanya memang penerima beasiswa harus memberikan laporan di setiap semester”pungkasnya. (Fyas)

Kronik Edisi 117/Th.XIV


Pelatihan Jurnalistik Kronik Unika Soegijapranata mengadakan pelatihan jurnalistik untuk wartawan kampus (kronik) yang diselenggarakan oleh Humas Unika, dengan mengundang Bapak Gunarso sebagai praktisi jurnalistik yang sudah lama menekuni dunia jurnalistik selama kurang lebih 24 tahun. Dalam materinya Pak Gun begitu sapaannya, menjelaskan tentang teknik menulis berita yang baik dan benar. “Berita intinya bercerita, artinya cerita yang faktual dan nyata. Berita tersebut juga harus ada unsur berita yaitu 5W+1H, dan disusun berdasarkan urutan nilai pentingnya berita, artinya sebagai contoh dalam suatu berita yang ditonjolkan bisa ‘apanya’ yang penting atau ‘siapanya’ yang penting, bukan semua informasi harus dimuat,”jelasnya “Demikian juga ketika kita membuat judul berita, maka harus ringkas, jelas dan tegas, intinya secara sederhana, judulnya harus bisa membuat orang tertarik untuk ingin membaca,” tandasnya. Lebih lanjut ia juga menjelaskan tentang konsep minat

yang sangat penting dalam jurnalistik, karena dengan tidak adanya minat maka seorang jurnalis akan kesulitan dalam menuliskan berita. Seorang jurnalis harus memiliki penguasaan materi atas berita yang akan diliput, pengalaman dan wawasan tentang bidang yang akan diliput. Olehkarena itu sangat penting bagi penulis untuk melakukan Observasi langsung dan tidak langsung dari situasi berita, Proses wawancara, Pencarian atau penelitian bahan-bahan melalui dokumen publik atau Partisipasi dalam peristiwa. “Empat nilai agar sebuah informasi layak diangkat sebuah berita yaitu obyektif: berdasarkan fakta, tidak memihak, aktual: terbaru, belum banyak diketahui umum, luar biasa: aneh, janggal, tidak umum, unik, dan penting: Pengaruh atau dampaknya bagi orang banyak; menyangkut pemikiran atau komentar,”tambahnya. Pelatihan dilaksanakan pada Sabtu (5/11) di Gedung Mikael lantai 3 kampus Unika Soegijapranata, dan dihadiri oleh seluruh anggota Kronik Unika. (desi)

Angkringan Lintas Iman : Praktekkan Toleransi di Kalangan Muda “Kota harus tumbuh dengan ide toleransi dan di bagian lain toleransi itu juga harus menjangkau mereka yang lebih luas, yaitu mereka yang miskin, mereka yang tidak punya akses terhadap kesehatan, mereka yang punya problem terhadap hak layak hidup, dan seterusnya”- Akhmad Ramdhon, Sosiolog dan penggiat Kampungnesia. Begitulah potongan pembicaraan dalam talkshow kegiatan Angkringan Lintas Iman yang diselenggarakan Kronik Edisi 117/Th.XIV

1 Desember 2016

9


oleh Campus Ministry Universitas Katolik Sanata Dharma pada hari Sabtu hingga Minggu (29/10-30/10) dan yang dihadiri pula oleh anggota Campus Ministry Universitas Katolik Soegijapranata. Pada awalnya kegiatan ini bernama FORMALIN (Forum Mahasiswa Lintas Iman) yang ada sejak tahun 2010. Kemudian dikembangkan dan disesuaikan dengan gaya anak muda, maka tercetuslah gagasan ‘angkringan’ yang sudah dimulai sejak tahun 2013. Dibawakan secara santai dan bergaya kekinian acara yang berlangsung selama 2 hari ini sangat inovatif. Teman-teman disuguhi oleh gerobak khas angkringan lengkap dengan hidangannya siap menemani selama sesi talkshow. Ada tiga pembicara yang akan membawa pada kesadaran terhadap toleransi, yaitu Pak Supriyadi yang merupakan aktivis kemasyarakatan Kampung Rejowinangun, Pak Akhmad Ramdhon (Sosiolog dan penggiat Kampungnesia), dan yang terakhir adalah Romo In Nugroho Budisantoso, SJ yang adalah Dosen Magister Management Universitas Sanata Dharma. Tak banyak yang mengetahui bahwa di kota budaya,Yogyakarta, menyimpan cerita mengenai praktek intoleran yang cukup menyita perhatian selama sesi pertama dan kedua. Bahwa di tengah kebisingan kota masih banyak kasus pelarangan pendirian rumah ibadat, ketimpangan ekonomi yang kentara dan berbagai kasus intoleran lainnya. Maka hal inilah yang membuat Campus Ministry Universitas Sanata Dharma lebih mengembangkan kepada gerakan dalam menyalakan api toleransi. Karena dengan membangkitkan cerita-cerita mengenai toleransi kita dapat melawan begitu banyak isu-isu intoleransi. Karena praktek toleransi mencakup halhal yang sifatnya sangat luas, tidak hanya terikat kepada hal-hal yang sifatnya mendasar seperti agama, suku atau ras saja. Melainkan bahwa toleransi lebih kepada cara pandang kita bagaimana harus menyikapi suatu hal. Kemudian di malam harinya teman-teman disuguhi oleh

renungan malam yang dilakukan di pinggir Jalan Gejayan. Suasana semakin larut karena seluruh rangkaian kegiatan hari itu ditutup dengan doa malam yang diwakili oleh semua agama yang hadir, ada Islam, Hindu, Buddha, Kristen, dan Katolik.

Konkretkan Toleransi Di balik gedung-gedung tinggi yang ada di kota Yogyakarta, ternyata masih ada pula kampung yang tetap berusaha melestarikan kesederhanaan, toleransi semangat khas orang desa zaman dahulu. Kegiatan di hari kedua membawa kita semua untuk flashback ke zaman ketika kita masih sering bermain kelereng, layangan, kemudian dalam pengambilan keputusan bersama masih menerapkan musyawarah mufakat. Ada dua kampung yang menjadi tempat kami belajar, yaitu Kampung Pancasila di daerah Gowongan dan Kampung Rejowinangun di daerah Kota Gede. Bahwa kekuatan mereka adalah pada rekonsiliasi, yaitu saat dimana jatuh kemudian berusaha untuk bangun kembali. Hal ini ditemukan lewat anak-anak yang sejak dini dilatih untuk diberi tanggung jawab untuk melaksanakan sebuah kepanitiaan. Ditemukan ketika membuat suatu keputusan dan menimbulkan luka pada sebagian orang, memunculkan sebuah kata ‘maaf’. “Acara angkringan kemarin yakni acara yang mempertemukan orang-orang dari lintas agama dalam suasana karya khas Jogja yang selalu erat dengan kata guyubnya, untuk membahas hal-hal yang menyangkut kemanusiaan”, ujar Yohanes Budi, salah satu anggota Campus Ministry Universitas Katolik Soegijapranata. “Dan harapan acara kemarin adalah untuk membangun kepentingan bersama lewat toleransi. Karena membangun toleransi tidak pernah cukup dengan bicara semata” lanjutnya. Seperti yang dikatakan oleh Pak Akhmad Ramdhon bahwa intoleransi tidak bisa dilawan dengan intoleransi. Maka semakin gencar mereka mengkampanyekan tentang intoleransi maka kita harus lebih gencar lagi untuk mengkampanyekan toleransi. (Ast)

Mahasiswa Asing Pelajari Kuliner dan Jamu Herbal Unika Soegijapranata kembali menghadirkan salah seorang warga negara asing dari Madagaskar yang bernama Randrianaivo Mendrika. Ia akrab dipanggil dengan nama Mendrika. Ia merupakan salah satu anggota “Darmasiswa” Unika Soegijapranata tahun 2016/2017 yang saat ini terdaftar juga sebagai mahasiswa di Universitas ESCAM, Antananarivo di Madagaskar.

10

1 Desember 2016

Kronik Edisi 117/Th.XIV


Perempuan berkelahiran 17 April 2000 tersebut yang mempunyai hobby menyanyi ini, mengatakan bahwa ia sangat senang belajar di Unika Soegijapranata. Saat ditanya mengapa ia memilih Unika Soegijapranata sebagai tempat singgah untuk belajar, ia menjawab bahwa hanya di Unika Soegijapranata yang terdapat jurusan Kuliner dan Pariwisata serta Jamu Herbal.

Mendrika berpendapat bahwa ada suatu perbedaan antara negara Indonesia dengan negara Madagaskar. “Kondisi udara di negara Indonesia terasa lebih panas daripada kondisi udara di negara Madagaskar. Selain itu makanan di Indonesia terasa lebih asin daripada makanan di Madagaskar yang dominan dengan rasa manisnya,� ucapnya.

Selama belajar di Unika Soegijapranata, ia mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan baru, misalnya tentang bagaimana cara membuat jamu, bagaimana cara mengolah makanan herbal, bagaimana cara memasak makanan khas Indonesia, dan yang paling mengesankan adalah ia belajar bahasa Indonesia. Ia sangat tertarik dengan sesuatu yang berhubungan dengan kuliner, apalagi kuliner yang ada di Indonesia. Inilah antara lain mengapa ia terdorong untuk mempelajari berbagai makanan yang ada di Indonesia, yang menurutnya terasa lezat dan nikmat. Baginya , pemandangan yang ada di Indonesia juga sangat indah dan menakjubkan.

Sebagai salah satu timbal balik dari mempelajari macam jamu dan makanan serta pariwisata di Indonesia, ia memanfaatkan kesempatan program pengabdian masyarakat yang ditawarkan oleh International Office Unika Soegijapranata dengan membagikan ilmu dan pengetahuannya tentang bahasa dan cara memasak khas negara Madagaskar kepada mahasiswa di Unika Soegijapranata. Mengakhiri sesi wawancaranya, ia menyatakan bahwa ia ingin menjadi seorang yang profesional dalam bidang memasak makanan khas Asia. (vania)

Mahasiswa Madagaskar Pecinta Kuliner Indonesia Perempuan dengan nama lengkap Cynthia Razafinandrasana yang berasal dari Madagaskar ini merasa begitu senang dan bersyukur menjadi bagian dari Darmasiswa Unika 2016/2017. Cynthia, begitu ia biasa disapa, memiliki ketertarikan di bidang kuliner sehingga ia ingin mengetahui lebih banyak tentang kuliner dan pariwisata negara lain. Alasannya memilih Indonesia yaitu karena ia tertarik dengan kekayaan kuliner sekaligus pariwisata yang dimiliki Indonesia. Ia berpendapat bahwa Indonesia adalah negara yang lebih berkembang dibandingkan dengan Madagaskar sehingga ia bisa belajar lebih banyak hal di Indonesia. Indonesia dan Madagaskar terpisah jarak yang jauh secara fisik, tetapi nyatanya Cynthia merasa tidak ada perbedaan yang jauh antara Indonesia dan Madagaskar. Salah satunya yaitu makanan utama masyarakat Madagaskar adalah nasi sama seperti masyarakat Indonesia. Meski terdapat beberapa perbedaan seperti agama mayoritas dan suhu udara Indonesia yang lebih panas, Cynthia tetap merasa senang bisa merasakan tinggal di Indonesia. Cynthia yang di negaranya kuliah di Universitas Amkateo dan pada 20 Juni lalu berusia 17 tahun ini merasa nyaman tinggal di Semarang. Meskipun Cynthia banyak berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, namun ia tidak merasa kesulitan bersosialisasi dengan

teman-temannya di Unika maupun masyarakat lokal. Ia menganggap orang-orang di Semarang dan temantemannya di Unika begitu ramah, baik, dan membuatnya dapat beradaptasi dan bersosialisasi dengan baik. Selama di Unika Soegijapranata, Cynthia melakukan kegiatan pengabdian masyarakatnya bagi para mahasiswa di Unika yang tertarik untuk belajar bahasa negara lain dengan mengajarkan bahasa Malagasy yang merupakan bahasa resmi masyarakat Madagaskar. Sebagai seorang mahasiswa dari luar negara, Cynthia memiliki semangat belajar dan rasa ingin tahu yang besar terhadap budaya, kuliner, dan juga pariwisata Indonesia. Ia belajar bahasa Indonesia, belajar tentang kuliner Indonesia, serta mempelajari bahan herbal dan mengikuti kelas jamu bersama mahasiswa Unika lainnya. Harapan Cynthia adalah ketika masa darmasiswa nya berakhir, ia dapat mempergunakan semua ilmu yang ia dapat selama belajar di Unika untuk mengembangkan bidang kuliner di negaranya. (sherin)

Kronik Edisi 117/Th.XIV

1 Desember 2016

11


SIDANG REDAKSI wakil rektor 4 unika, humas unika REDAKTUR PELAKSANA humas unika REPORTER wahyu, sherin, adjie, andra, jefry, vania, asti, desi LAYOUT e®nanto KANTOR REDAKSI Humas Unika Gedung Mikael Lt. 3 Telp. 024 - 8441 555, 850 5003 ext. 1433 email : kronik@unika.ac.id

12

1 Desember 2016

Kronik Edisi 117/Th.XIV


Kronik edisi 117