Issuu on Google+


14

Pertanian

Rakyat Empat Lawang, Rabu 11 Juni 2014

H Budi Antoni Aljufri H Syahril HanaďŹ ah Bupati

Wakil Bupati

Ir Dadang Munandar

Ir Helmi Darmansyah

Sekretaris

Kepala Badan

Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Empat Lawang

Limbah Pasar, Alternatif Penyedia Hijaun Pakan Ternak

Produktivitas ternak sangat dipengaruhi oleh ketersediaan pakan, baik secara kualitas maupun kuantitas. Pakan dasar ternak ruminansia adalah hijauan. Namun saat ini ketersediaan lahan untuk penanaman pakan ternak sangat terbatas. Apalagi di perkotaan lahan padang rumput banyak dikonversi untuk perumahan, sehingga untuk pakan ternak kambing harus dicarikan alternatif pengganti hijauan. Salah satu alternatif

tersebut adalah limbah sayuran yang sangat banyak tersedia di pasar yang dibuat dalam bentuk wafer sebagai alternatif pengganti hijauan. Limbah pasar merupakan bahan-bahan hasil sampingan dari kegiatan manusia yang berada di pasar dan banyak mengandung bahan organik. Selama ini pengolahan sampah organik hanya menitikberatkan pada pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos, padahal sampah dapat

dikelola menjadi bahan bakar/sumber energi dan pakan ternak yang baik. Hal ini akan lebih bernilai ekonomis dan lebih menguntungkan. Bila sampah organik langsung dikomposkan maka produk yang diperoleh hanya pupuk organik. Na m u n b i l a d i o l a h menjadi pakan, sampah tersebut dapat menghasilkan daging pada ternak dan pupuk organik dari kotoran ternak. Dengan demikian nilai tambah yang diperoleh akan lebih tinggi sekaligus dapat memecahkan pencemaran lingkungan dan mengatasi kekurangan pakan ternak. Pemanfaatkan limbah sayuran pasar sebagai pakan ternak dapat menjamin ketersedian hijauan dimusim kemarau, peternak tidak membutuhkan waktu dan tenaga untuk mencari rumput dan dapat membantu pemerintah dalam mengatasi masalah sampah. Limbah sawi Jenis limbah sawi yang banyak di pasaran yaitu

Oleh:

Fitria Agustini, SP Penyuluh Pertanian Empat Lawang

limbah sawi hijau/caisim dan sawi putih. Sawi memiliki kadar air yang cukup tinggi, mencapai lebih dari 95%, sehingga umumnya sawi cenderung lebih mudah untuk diolah menjadi asinan. Jika akan diolah menjadi silase, terlebih dahulu sawi harus dilayukan/dijemur atau dikering-anginkan untuk mengurangi kadar airnya. Nilai energi dan protein kedua jenis sawi ini setelah ditepungkan hampir sama.

Limbah kol Limbah kol yang didapatkan di pasar, merupakan bagian kol hasil penyiangan. Limbah kol di Pasar Induk Kramat Jati, dapat mencapai 17,2% dari total jumlah kol yang masuk setiap hari. Kol juga termasuk sayuran dengan kadar air tinggi (> 90%) sehingga mudah mengalami pembusukan/kerusakan. Limbah kulit kecambah taoge Kulit kecambah taoge pada umumnya menjadi limbah di pasar-pasar tradisional. Belum banyak orang yang memanfaat-kan kulit kecambah taoge, hanya sebagian kecil orang yang memanfaatkan ku-lit kecambah taoge un-tuk campuran pakan itik. Dari berbagai jenis lim-bah organik pasar yang pernah digunakan dalam pengkajian tepung limbah organik pasar, kulit toge merupakan jenis limbah yang paling berpotensi un-tuk dibuat menjadi tepung limbah. Pengeringan den-gan menggunakan sinar matahari hanya membu-tuhkan waktu rata-rata

2 hari, dengan kadar air 65 – 70%. Limbah daun kembang kol Daun kembang kol merupakan bagian sayuran yang umumnya tidak dimanfaatkan untuk konsumsi manusia. Meski demikian, hasil analisa menunjukkan bahwa tepung daun kembang kol mempunyai kadar protein yang cukup tinggi, yaitu 25,18 g/100g dan kandungan energi metabolis sebesar 3523 kcal/kg. Limbah jagung Limbah pasar yang berasal dari jagung ada dua

macam, kulit jagung dan tongkol jagung/janggel. Kulit jagung manis mempunyai kadar gula yang cukup tinggi, sehingga berpotensi untuk dijadikan silase. Sedangkan tongkol jagung/janggel merupakan bagian dari buah jagung setelah bijinya dipipil. Limbah jagung pada umumnya mempunyai kelemahan kadar protein yang cenderung rendah serta serat kasar yang cenderung tinggi. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, limbah jagung sesuai untuk diolah menjadi silase.(*)

JENIS TANAMAN AGROFORESTRY Agrofore str y mer upakan suatu sistem yang mengkombinasikan antara komponen hutan dengan komponen pertanian. Sehingga akan dihasilkan suatu bentuk pelestar ian alam yang dapat memberikan nilai ekonomi bagi pelakunya serta jaga dapat digunakan untuk p elestar ian alam. Agroforestry merupakan ilmu baru dengan t e k n i k l a ma, m a k s u d nya bahwa sebenarnya agroforestry sudah diaplikasikan oleh masyarakat pada jaman dahulu dan sekarang tehnik ini digunakan kembali, karena dirasa sangat bermanfaat bagi alam dan masyarakat sekarang. S i s t e m a g ro f o re s t r y adalah suatu sistem pertanian menetap yang melibatkan banyak jenis pepohonan (berbasis pohon) baik sengaja ditanam

maupun yang tumbuh secara alami pada sebidang lahan dan dikelola petani mengikuti p ola tanam dan ekosistem yang menyerupai hutan. Di dalam sistem ini, selain terdapat beraneka jenis pohon, juga tanaman perdu, tanaman memanjat (liana), tanaman musiman dan rerumputan dalam jumlah banyak. Jenis Tanaman Kayu-kayuan Je n i s t a na ma n ya ng sesuai fungsinya dikelompokkan kedalam tujuh kelompok, yaitu : 1. Tanaman Pokok 2. Tanaman Sela/ Penguat teras 3. Tanaman Tepi 4. Tanaman Pengisi 5. Tanaman Sisipan 6. Tanaman Pagar 7. Tanaman Palawija Jenis Tanaman Serbaguna Selain jenis tanaman

kayu-kayuan, dalam usaha agroforestry dikembangkan jenis tanaman tahunan yang serbaguna ( Mu l t y P u r p o s e T re e s Species ). Jenis tanaman MPTS yang potensial untuk kembangkan,diantaranya Jenis Tanaman Tumpangsari a. Tujuan Tujuan pelaksanaan tumpangsari (terutama dalam pembangunan hutan tanaman ) : 1.Meningkatkan produktivitas lahan hutan tanaman sehingga kualitas tanaman pokok, p ro d u k s i tu mp a ng sa r i dan kesuburan tanah meningkat 2.Meningkatkan lapangan kerja dan peran serta masyarakat setempat dalam pembangunan hutan tanaman s ecara par tisipatif, baik secara per-

Nama Daerah Mangium Pulai Rasamala Jabon Mindi Johar Sengon buto Puspa Meranti Suren

Nama Ilmiah Acacia mangium Alstonia scholaris Altingia excelsa Anthocephalus cadamba Azadirahcta indica Cassia siamena Enterolobium cyclocarpum Schima walichi Shorea sp Toona sureni

Linda Danita Harahap, S. Hut Penyuluh Kehutanan Pertama Empat Lawang

orangan maupun melalui kelembagaannya, 3. Membantu penyediaan pangan bagi wilayah sekitar hutan produksi 4.Meningkatkan tingkat pendapatan masyarakat. b.Sasaran Kegiatan Tumpangsari

Tabel 2. Jenis tanaman MPTS

Tabel 1. Jenis tanaman kayu-kayuan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Oleh:

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Nama Daerah Sagu Kemiri Sukun Melinjo Jambu mete Aren Dukuh Durian Petai besar Matoa

Nama Ilmiah Metroxylon sagu Aleuritas molucana Artocarpus altilis Gnetum gnemon Anacardium ocidentale Arenga pinata Lansium domesticum Durio zibethinus Parkia speciosa Pometia pinata

1. Terbina dan terorganisasinya masyarakat setempat dalam wadah kelompok tani hutan sebagai peserta tumpangsari 2. Tersedianya pangan bagi masyarakat setempat. 3. Terlaksananya upaya/tindakan konservasi tanah dalam pembangunan hutan tanaman 4. Terciptanya suatu kondisi optimalisasi lahan 5. pada areal pembangunan hutan tanaman. c. Area tumpangsari Area tumpangsari adalah lahan sela antara larikan tanaman pada blok tanaman dalam pembangunan hutan tanaman yang dapat dimanfaatkan selama jangka waktu 2 (dua) tahun. d. Jenis tanaman tumpangsari Jenis tanaman tumpangsari yang dapat dikembangkan antara lain : Jenis tanaman tumpangsari yang tidak dianjurkan diantaranya : Jenis Tanaman Bawah Tegakan Jenis tanaman bawah tegakan adalah jenisjenis tanaman yang t a h a n nau n g a n d a l a m pertumbuhannya. Kegunaannya biasanya untuk pangan, obat-obatan dan pakan ternak.(*)

Tabel 3. Jenis tanaman tumpangsari No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Nama Daerah Kacang tanah Bayam Padi gogo Kacang hijau Jagung Terung Kacang panjang Sorghum Semangka Mentimun

Nama Ilmiah Arachis hypogea Amaranthus sp Oryza sativa Vigna radiate Zea mays Solanum menlongena Vigna sinensis Sorghum bicolor Citrullus lanatus Cucumis sativus

Tabel 4. Jenis tanaman tumpangsari yang tidak dianjurkan No 1 2 3 4 5

Nama Daerah Ketela pohon Pisang buah Tebu Rumput gajah Sereh wangi

Nama Ilmiah Manihot utilisima sp Musa paradisiacal Sacharum oďŹƒcinarum Penisetum purpueum Androphogon sp

Tabel 5. Jenis tanaman bawah tegakan No Nama Daerah 1 2 1 Jaringao 2 Iles-iles 3 Sirih 4 Kumis kucing 5 Suweg 6 Talas 7 Gadung 8 Sentro 9 Jalakan 10 Rumput hamil

Nama Ilmiah 3 Acorus calamus Amorphalus variabilis Piper betel Orthosipon aristatus Amorphalus companulates Colocasia esculenta Dioscorea hispida Centrosema pubescens Desmodium grroides Panicum maximum

Kegunaan 4 Obat-obatan Obat-obatan Obat-obatan Obat-obatan Pangan Pangan Pangan Pakan ternak Pakan ternak Pakan ternak

SANITASI Dukung Program Bebas Sanitasi Buruk 2018 H Budi Antoni Aljufri H Syahril HanaďŹ ah Bupati

Wakil Bupati

Kelompok Kerja Sanitasi dan AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan)

H Nanti Kasih

KEPALA BAPPEDA

H Basri Soni SEKDA


Bisnis & Lifestyle

Rakyat Empat Lawang, Rabu 11 Juni 2014

15

Piala Dunia, Pro AB Chicken Buka 24 Jam

FOTO: OLISH/REL

SIAP: Pro AB Chicken siap melayani masyarakat dalam menyantap makanan siap saji, foto dijepret kemarin

Pemimpin Sekolah Harus Berjiwa Interpreneurship REL, Pendopo - Pemimpin sekolah profesional berujung pada kemampuan Guru yang profesional, guru yang profesional bermuara pada kualitas anak didik yang capable dan kompeten sebagai siswa. Untuk memenuhi kriteria dimaksud mau tidak mau kita harus mempedomani PP No 19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Bicara masalah standar tersebut berarti kita akan memenuhi / membahas kriteria minimal tentang sistem penyelenggaraan pendidikan. Seorang yang perduli dan terlibat aktif dalam pendidikan akan memahami dan mengakui bahwa standar tersebut harus dipenuhi atau setidaktidaknya berusaha dan bekerja keras untuk melaksanakan standar tersebut. Namun demikian sebaikbaiknya 8 ( delapan ) standar

tersebut direalisasikan, akan mandul apabila kita tidak m e m p e d o ma n i St a n d a r Kepala Sekolah / Madrasah ( Permendiknas No 13 Tahun 2007). Yang menarik buat kita permasalahan adalah bukan syarat untuk menjadi Kepala Sekolah, akan tetapi lebih pada kompetensi / kemampuan dan kemauan psykologis seorang pemimpin sekoalh. Seorang pemimpin sekolah yang mempunyai kemampuan dan kemauan psyikologis yang kuat untuk menjadi yang terbaik maka dia akan profesional. Profesional merujuk pada kpribadian yang kuat untuk menjadi pemimpin sekolah, menjadi teladan, lider integrity dan yang terpenting mempunyai kpribadian yang kuat untuk mengembangkan

Di Jual Rumah Ukuran Bangunan 10 x 6 M, Ukuran Tanah 203 M2. Bangunan Permanen. Fasilitas : Listrik, Sumur, WC Lokasi : Dari Simpang Harga Hanya Dengan Rp.55 Juta (Nego) Empat (+- 300) Mekar Jaya (Bisa dibayar dua Kali) Tebing Tinggi

HP : 081330461637

Di Jual Tanah Kapling Siap Bangun

Ukuran Panjang Ukuran Lebar

: 15M2 L : 62M2

TERSEDIA 3 KAPLING

Harga Nego Hub : 0813 6771 4443 Jalan Poros Tebing Tinggi – Pendopo KM 2 (Dekat SMP Negeri 2)

LJ Electronic & Furniture Agus Direktur Menyediakan : Alat-alat elektronik, furniture, dan rumah tangga. Juga siapkan Orange TV

Alamat : - Jln Abu Bakardin No 17 Lingkungan Pasar Ulu Tebing Tinggi - Jln Lintas Sumatera Tanjung Kupang (Depan SD 5) Tebing Tinggi

Telp (0702) 21141 HP : 0819 7788 8882

OT. PAPENTI 2009 TEBING TINGGI 0812 7835 1456

diri sebagai seorang decision maker di sekolah. Sebagai seorang manager seorang pemimpin sekolah harus mampu membuat perencanaan, memberdayakan school resources dan yang utama mampu memberdayakan guru / staff. Sangat penting untuk kita pedomani lebih lanjut bahwa induk semua permasalahan tesebut adalah pemimpin sekolah harus berjiwa interpreneurship. Interpreneurship manager akan bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah sebagai organisasi belajar

yang efektif dan efisien, mempunyai motivasi yang kuat, pantang menyerah dan selalu berusaha melaksanakan supervisi serta tindak lanjutnay (Problem Solving ). Oleh karena itu faktor kemampuan tidak cukup kalau tidak mempunyai kemauan yang keras untuk berbuat yang terabaik. Ranah bahasanya menekankan pada unsur psykologis, karena interpreneur adalah masalah pribadi / jiwa / psykis / cinta yang kuat untuk berbuat maju dan berkembang . (semoga bermanfaat untuk kita semua ) (Mg05)

REL, Empat LawangMasyarakat Kecamatan Tebing Tinggi tidak perlu lagi bingung apabila akan nonton bareng piala dunia, sebab rumah makan siap saji Pro AB Chicken bakal buka 24 jam. Owner Pro AB Chicken, Fauzan mengungkapkan nonton bareng di Pro AB Chicken tidak ada edisi khusunya, cukup membeli paket di Pro AB masyarakat sudah dapat menyaksikan tim kesayangannya. “Beli paketnya, dan silakan nanti nikmati pertandingan bolanya,”ucap Fauzan kepada koran REL, Selasa (10/6) Lanjut Fauzan, bagi pengunjung yang datang bersama tim pendukung

salah satu tim ada nanti beberapa paket yang disediakan, dan dijamin seru nonton bolanya di Pro AB Chicken. Fauzan kembali menceritakan dibukanya Pro AB Chicken mengingat belum adanya bisnis makanan yang serupa di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati. Selain itu ungkap Fauzan, Kabupaten Empat lawang yang usianya tujuh tahun belum memiliki tempat tongkrongan anak muda yang fasilitasnya tentunya terjangkau bagi para anak muda. “Selama ini kita ketahui kaula muda nongkrongnya di simpang tugu EMASS, jembatan, nah disini mer-

eka bisa nongkrong sepuasnya ditemani pacarnya mungkin, sembari menyantap makanan dari kami,”ucap Fauzan yang didampingi Dani. Lanjut Fauzan, untuk harga, pihaknya menyatakan menyediakan beberapa paket, mulai dari paket Rp 11 ribu hingga paket RP 19 ribu. Sa m b u n g Fau z a n menunya sendiri chicken, burger, dan steak yang bahan bakunya diracik secara alami tanpa pengawet. “Dan yang paling tentu halal, dan bisa delivery juga, silahkan masyarakat hubungi085267247171,08 1273157714”ujar Fauzan. (12)

Caesar Studio Siap Terima Orderan REL, Tebing Tinggi – Doni salah satu pekerja video shoting caesar studio mengugkapkan, untuk wilaya kota Tebing Tinggi pihaknya siap menerima orderan, foto pernikana, pelepasan, siswa perpisahan, dan lainnya apa bila ingin di abadikan, baik dalam bentuk video maupun fofto. “Dalam setiap poto, baik pernikahan atau acara – acara lain tergantung berapa rol foto yang di pakai, setiap rol mencakup harga Rp 300,

satu rol itu terdiri dari 40 lembar foto dalam satu album, biasanya, kebanyakan pengalaman yang sudah – sudah ini, minimal dua rol yang di pakai, jadi 80 lembar dalam satu album,” ungkap doni. Kemarin Sambungnya, mereka juga menerima orderan perpaket, paket juga bermacam – macam ada paket biasa dan paket yang bagus yang hasilnya memakai etalase,, paket tersebut mulai dari Rp. 1.200.00 untuk paket biasa, dan kalau paket yang

memakai etalase harganya mulai dari Rp. 2.700.000. Dalam paket ini semua sudah siap bersih, mulai dengan foto selesai cekat, album, dan video jadi yang telah di masukan kedalam CD. Dikatakannya, selama ia bekerja di Caesar Studio ini, hasil yang di dapatkan lumayan banyak, bukan hanya dari segi materi saja, tetapi ia juga mendapatkan ilmu dan pengalaman baru mengenai fofo graper dan video shoting yang baik dan benar. (Mg03)

Artikel

Layakkah Siswa “Bengal” yang Kurang Mahir Berhitung Mendapat Vonis “Bodoh”? Guru yang baik adalah guru yang mampu memenuhi tugasnya sebagai pendidik, bukan hanya sebagai pengajar. Tugas mendidik meliputi tugas membina sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Tugas mengajar hanya sebatas tugas mentransfer ilmu dari materi yang ingin diajarkan guru kepada peserta didik. Kelemahan dari tugas guru sebagai pengajar adalah hanya mampu menyentuh ranah pengetahuan peserta didik saja. Guru tidak bisa menggali potensi peserta didik dari segi sikap dan keterampilan dengan hanya mengandalkan kempuan mengajarnya saja. Selama malang melintang di dunia pendidikan, tentunya guru sebagai pendidik telah mengalami manis pahitnya pengalaman mendidik. Guru adalah orang tua, penilai, pengamat, sekaligus pembina bagi peserta didiknya. Namun pada kenyataannya peran sebagai pengamat dan pembina inilah yang masih kurang maksimal kinerjanya. Kurangnya kinerja untuk mengamati dan membina peserta didik ini terlihat dari masih adanya kesahan paradigma guru dalam menentukan tingkat kecerdasan siswa, dan fatalnya, kesalahan ini telah menjangkit pada kebanyakan guru. Pada tatap muka pembelajaran seringkali peserta didik yang dianggap cerdas oleh guru adalah peserta didik yang mendapat nilai ulangan di atas Kriteria Ketuntasan Minimal terutama ulangan mata pelajaran eksak, dengan watak yang pendiam dan mudah menuruti nasihat guru. Se-

mentara peserta didik yang setiap harinya membuat onar di kelas, kurang mahir dalam mata pelajaran eksak yang memerlukan hitung-hitungan, dan sangat susah untuk dinasehati adalah peserta didik yang mendapat cap sebagai anak bodoh. Paradigma yang salah seperti inilah yang harus diubah. Pembuat onar sebenarnya bukanlah anak-anak yang dalam tanda kutip “bodoh”. Seandainya guru memang benar-benar cermat dalam mengamati karakter peserta didiknya, peserta didik itu tidak bisa disamaratakan ukuran kecerdasannya. Karakteristik peserta didik pada dasarnya terkelompok dalam tiga macam tipe. Tipe tersebut adalah tipe visual, tipe audio, dan tipe kinestetik. Peserta didik dengan tipe visual adalah peserta didik yang lebih mengandalkan sisi visualnya dalam mencerna penjelasan guru. Ciri peserta didik dengan tipe visual adalah selalu seksama dalam memperhatikan penjelasan guru dengan indra penglihatannya. Posisi tempat duduk mereka di kelas biasanya lebih menyukai posisi di depan yang paling dekat dengan papan tulis. Mereka adalah anak-anak pendiam, handal dalam mata pelajaran eksak, dan mudah untuk dinasehati setiap kali mereka melakukan kesalahan. Biasanya anak-anak dengan tipe inilah yang sering dielu-elukan oleh kebanyakan guru sebagai peserta didik yang cerdas. Peserta didik dengan tipe audio adalah peserta didik dengan kemampuan menghapal yang bagus. Mereka tidak terlalu mem-

Oleh:

Bondan Setiawan, S.Pd Guru SDN 1 Tebing Tinggi

perhatikan penjelasan guru selama kegiatan pembelajaran berlangsung, namun indra pendengaran mereka selalu terpasang untuk merekam apa yang dijelaskan oleh guru. Peserta didik seperti ini biasanya tidak menyukai posisi duduk di depan guru. Mereka lebih menyukai posisi di tengahtengah kelas karena lebih suka untuk berbicara dengan teman sebangkunya daripada memperhatikan penjelasan guru. Terkadang mereka juga lebih menyukai mendengarkan penjelasan guru sambil mencorat-coret bukunya, padahal mereka juga masih tetap menyimak. Sebenarnya mereka mempunyai kemampuan mendengarkan dan berbicara yang handal asalkan guru dapat menggali dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Peserta didik yang bertipe kinestetik adalah peserta didik yang sering dianggap paling nakal di kelas oleh kebanyakan guru. Kemampuan motorik mereka maju dengan pesatnya, sementara kemampuan menganalisis mereka belum. Mereka adalah anak-anak yang paling

tidak tahan untuk diam memperhatikan penjelasan guru. Selalu saja ada tingkah laku mereka untuk mengganggu ketanangan belajar temannya. Posisi duduk mereka biasanya paling belakang. Karena di belakang adalah tempat yang seringkali luput dari pengawasan guru. Peserta didik dengan tipe inilah yang seringkali divonis oleh guru sebagai anak yang sudah bengal, dalam tanda kutip “bodoh” pula. Dari keheterogenan tipe peserta didik tersebut, tentunya guru dalam kapasitasnya sebagai pendidik tidak boleh lagi menyamaratakan ukuran kecerdasan peserta didiknya. Ukuran kecerdasan anak tipe visual dan audio adalah aspek pengetahuannya, ukuran kecerdasan anak tipe kinesteik adalah motoriknya. Adalah benar-benar salah seandainya kemampuan menjawab soal ulangan merupakan ukuran mutlak kecerdasan dari ketiga tipe peserta didik tersebut. Tu g a s g u r u s e b a g a i pendidik adalah menemukan kelebihan dari setiap peserta didiknya, yang nantinya bisa digali dan dikembangkan hingga bisa memberikan manfaat bagi kehidupan peserta didik di masa mendatang. Anakanak visual adalah calon ilmuwan, peneliti, ataupun guru besar yang hebat. Anak-anak audio adalah calon pembicara, negosiator, ataupun pemimpin yang ulung. Anak-anak kinestetik adalah calon pekerja lapangan yang tangguh, seniman yang hebat, ataupun atlet dari berbagai cabang olahraga yang handal. Lantas tindakan apa yang paling tepat

untuk mensolusikan anakanak kinestetik yang sering dicap sebagai anak bengal? Jawabannya adalah berikan tugas yang sesuai dengan tipenya. Sebagai guru yang sadar dengan kewajiban untuk mendidik, tentunya sangat tidak tepat kalau peserta didik bertipe kinestetik yang dicap nakal terus menerus dipaksa untuk mahir menghitung dalam pelajaran eksak seperti Matematika dan IPA dengan bahan pembandingnya adalah peserta didik yang bertipe visual. Sampai kapanpun mereka tidak akan bisa menyamai kemampuan anak-anak visual dalam berhitung. Tugas yang paling tepat untuk anak kinestetik adalah tugas yang berkaitan dengan seni dan olahraga. Anak-anak yang dicap nakal akan bersemangat seandainya meraka mengikuti pelajaran seni dan olahraga, dan luarbiasanya mereka sangat cerdas dalam kedua bidang tersebut. Apakah anak-anak kinestetik layak untuk dicap bodoh? Mari kita renungkan, Tukul Arwana, Caisar Aditya Putra sang pencipta goyang caesar, maupun Entis Sutisna “Sule” bukanlah orang yang mampu menganalisis hitungan rumus relativitasnya Albert Einstein, apakah mereka bodoh? Tentu saja tidak! Mereka bertipe kinestetik. Ukuran kecerdasan mereka bukanlah pada kemampuan berhitungnya. Mari para guru, kembalikan jiwa mendidik kita. Peserta didik adalah anak titipan sang Maha Kuasa untuk kita cerdaskan, bukan tempat melampiaskan gelar bodoh padanya.(*)


Rakyat empat lawang, 11 juni 2014