Page 8

KORAN JAKARTA

8

SPORT

Selasa 23 JUNI 2009

Mimpi Buruk Italia Zlatan Ibrahimovic

Juara Dunia Italia gagal mempertahankan gengsinya di ajang Piala Konfederasi. Kondisi ini membuat Marcello Lippi harus berusaha keras kembali membangun kekuatan untuk mempertahankan gelar di Piala Dunia 2010 nanti.

REUTERS/BOB STRONG

Lampu Hijau Ibrahimovic MILAN – Zlatan Ibrahimovic kemungkinan besar meninggalkan Inter Milan. Lampu hijau diberikan Inter untuknya meniti karier bersama klub lain. Lima puluh persen jalan terbuka bagi striker asal Swedia itu bersama rekan setimnya, bek Maicon. Memenuhi keinginan mereka sendiri keluar dari Italia. Real Madrid dikabarkan paling siap menampung Ibrahimovic. Pekan ini, Presiden Inter Massimo Moratti akan bertemu Presiden Madrid Florentino Perez membicarakan kepindahan Ibrahimovic. ”Sebagai fans, saya ingin keduanya tetap tinggal. Tapi sebagai presiden, saya membuka mata. Mereka bisa pergi sesuai keinginannya. Jika tidak, akan menghancurkan produktivitas dengan menahan mereka,” ungkap Moratti. Sebetulnya Moratti tak sepenuhnya merelakan kepergian dua pilar utama Inter itu. Dia masih menyediakan tempat jika Ibrahimovic dan Maicon berubah pikiran. ”Saya memberikan keduanya kesempatan lima puluh persen untuk tinggal bersama Inter,” sebutnya. Antusiasme Madrid untuk merekrut Ibrahimovic merupakan penghalang keinginan mempertahankannya. Pembicaraan pun sudah dilakukan dengan Barcelona, namun raksasa Catalan itu tidak begitu tertarik membahas kesepakatan. Maicon lebih realistis dijaga karena Madrid kurang berminat meminangnya. ”Madrid kurang tertarik. Sesungguhnya sama sekali tidak. Sayang sekali, padahal Maicon full back terbaik di dunia,” terang Moratti. Harga Ibrahimovic yang dilempar ke pasaran sangat tinggi. Mencapai 80 juta pounds (1,3 triliun rupiah). Setara dengan banderol pembelian Cristiano Ronaldo dari Manchester United (MU). Sedangkan Maicon bernilai 40 juta euro (609,78 miliar rupiah). Pintu juga dibuka AC Milan untuk Andrea Pirlo. Presiden Milan Silvio Berlusconi akan mempertimbangkan penawaran pada gelandang berusia 30 tahun itu. ”Kalau ada penawaran, akan dipertimbangkan,” ucap Berlusconi. Melepas Pirlo bukan pilihan Milan selama ini. Mustahil melego pemain Italia yang berperan penting menghidupkan permainan Milan. Besarnya pengeluaran untuk menggaji Pirlo menjadi pertimbangan klub. ”Ini pertama kali mengatakan Pirlo seharusnya tinggal. Tapi, manajemen menunjukkan nilai gajinya. Lihat saja apa yang akan terjadi nanti,” sebut Berlusconi. Belum diketahui kebenaran ucapan pria yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri Italia itu. Sebab dia pernah melontarkan tidak akan ada lagi kepindahan pemain dengan transfer besar setelah Kaka hengkang ke Madrid. Milan mendapatkan pemasukan 62 juta pounds (1,06 triliun rupiah) dari hasil penjualan gelandang Brasil itu. Akan halnya Pirlo, Chelsea dipercaya mau menampungnya. Apalagi Carlo Ancelotti sedari awal kepergiannya ke Stamford Bridge terang-terangan mengajak Pirlo. Sedangkan Alex Ferguson dipusingkan dengan kecilnya kemungkinan mendatangkan Karim Benzema. Striker Lyon itu ingin setahun lagi membela klubnya.  Rtr/sin/S-1

PRETORIA – Juara dunia 2006 Italia gagal melangkah ke semifinal Piala Konfederasi. “Gli Azzuri” harus menelan pil pahit di laga pamungkas setelah tak berkutik menghadapi Brasil 0-3 di Loftus Versfeld Stadium, Pretoria, Senin (22/6) dini hari. Kalah dari tim “Samba” membuat Italia harus tersingkir lebih cepat dari ajang pemanasan Piala Dunia ini. Tiga poin yang dimiliki Italia tak menolong karena di saat bersamaan Amerika Serikat mengempaskan perjuangan Mesir 3-0 di Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg. “Kami kecewa dengan performa kami dan kami sadar akan hal itu. Ini tak menggambarkan permainan kami sesungguhnya. Kami tidak berada dalam penampilan terbaik,” kata pelatih Italia Marcello Lippi. Kekalahan ini menjadi kisah paling buruk dalam perjalanan “Azzuri” di kancah sepak bola. Ini pertama kalinya sejak 1957 atau hampir 52 tahun Italia mengantongi kekalahan cepat tiga gol di babak pertama. Mimpi buruk Italia di laga pertama ini diawali di menit 37. Luis Fabiano berhasil mengecoh kiper terbaik Italia

Gianluigi Buffon. Hanya berselang enam menit, Fabiano kembali menggetarkan gawang Italia. Lebih miris, gol ketiga Brasil dicetak karena gol bunuh diri Andrea Dossena di menit ke-45. Tersingkirnya Italia, kabarnya dikarenakan performa para pemain muda yang belum menyatu dengan seniornya. Minimnya pengalaman dituding menjadi kendala besar untuk peraih empat kali gelar dunia ini menyaingi permainan indah tim Brasil meski mereka tampil trengginas bersama klubnya. “Saya tak melihat para pemain muda membawa perubahan berarti. Mungkin ini karena liga domestik beberap tahun ini tak lagi kompetitif,” ujar Buffon mengomentari performa pemain muda. Tak hanya pemain muda, menurunnya kemampuan pemain senior seperti Gennaro Gattuso, Fabio Cannavaro, dan sederet punggawa lainnya yang tiga tahun lalu membawa gelar dunia di Jerman juga mulai menurun. Kondisi ini terlihat ketika mereka bersama klubnya mulai terpinggirkan. Meski gagal di Piala Konfederasi, kini Lippi yang pernah membawa Italia di

puncak prestasi pada 2006 berjanji akan mengembalikan performa timnya tahun depan di Piala Dunia sesungguhnya. Meski begitu, Italia masih harus melewati perjuangan berat di babak kualifikasi grup 8 zona Eropa. Walau kini masih berada di puncak klasemen, dengan empat sisa pertandingan, posisi itu belum aman untuk lolos ke Afrika Selatan. Gagalnya Italia lolos ke semifinal juga mengejutkan Kaka. Bintang Brasil yang musim depan akan memperkuat Real Madrid tak menyangka timnya akan sangat mudah meraih kemenangan atas Italia. Betapa tidak, Kaka masih ingat benar performa Italia di Piala Dunia 2006. Determinasi dan permainan atraktif Italia sulit ditembus tim mana pun. “Hasil ini sungguh mengejutkan. Tentunya memalukan untuk Italia karena terlempar lebih cepat meski mereka masih memiliki kekuatan di setiap lini. Tapi seingat saya, jauh berbeda dengan 2006,” jelas Kaka. Terlepas dari hasil Italia, Brasil berhasil menyamai rekor Spanyol dengan sembilan poin dari tiga kemenangan. Di semifinal pada 25 Juni di Coca-Cola Park, Johannesburg, “Seleção Brasileira” menghadapi tuan rumah Afrika Selatan. Menghadapi “Bafana Bafana”, pelatih Brasil Dunga tak berani menganggap remeh lawan meski timnya lebih diprediksi dapat unggul dari mereka. Faktor pelatih Joel Santana yang berasal dari Brasil akan menjadi penentu tim tuan rumah menghadapi timnya.

“Afrika Selatan adalah tim yang kuat. Terutama fisik dan tentu dukungan penuh penonton. Kami harus waspada,” ucap Dunga. Apalagi dalam pertemuan pertama di Olimpiade Sydney pada 2000, Brasil pernah takluk dari Afsel. Tepatnya kalah 1-3 di babak penyisihan grup. Kejutan Amerika Di laga lain, terjadi kejutan besar dari tim Amerika Serikat. Tim yang sudah mengantongi dua kekalahan telak dari Brasil (0-3) dan Italia (1-3) itu berhasil membalikkan keadaan dan mengikuti jejak Brasil ke semifinal dengan mengalahkan Mesir 3-0. Sukses ini berkat gol Charlie Davis di menit ke-22, Michael Bradley di menit ke-63, dan Clint Dempsey di menit ke-71. Bagi pelatih Amerika Serikat Bob Bradley, keberhasilan ini merupakan bukti timnya bukan tim penghibur dalam kompetisi ini. “Ini hasil luar biasa, dan saya tak dapat menjelaskan bagaimana ini dapat terjadi. Ini sekaligus membuktikan prediksi orang salah,” jelas Bradley. Namun di semifinal, jalan terjal harus dihadapi Amerika, yakni melawan juara grup A, Spanyol, yang sedang mengejar rekor tak terkalahkan dalam 36 pertandingan terakhir. Apalagi dalam empat pertemuan terakhir sejak 1950, Amerika tak pernah menang dari “La Roja”.  AFP/tya/S-1 Komentar/saran/kritik berita ini via e-mail:redaksi @koran-jakarta.com, faks: 021 3155 106 SMS: 0813 8181 7227

TERPURUK I Penjaga gawang Italia Gianluigi Buffon duduk di depan gawang setelah kebobolan saat menghadapi Brasil di ajang Piala Konfederasi, Senin (22/6) WIB. Italia tersingkir dari persaingan setelah kalah 3-0 dari Brasil. AFP/ROBERTO SCHMIDT

Jacksen F Tiago (Pelatih Persipura Jayapura) DOK/KJ

Persipura Tetap Waspada JAKARTA – Sukses meraih kemenangan meyakinkan di laga pertama saat unggul 3-1 atas Deltras Sidoarjo, 19 Juni lalu, tak membuat Persipura Jayapura terlena. Sebaliknya kewaspadaan tinggi dibangun tim “Mutiara Hitam” menjelang leg kedua semifinal Indonesia melakoni laga kedua melawan Deltras di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa (23/6). Bangkitnya Deltras diwaspadai pelatih Persipura, Jacksen F Thiago, menjadi bumerang meski timnya diunggulkan lolos ke final. Catatan pertemuan di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini yang membuat Jacksen patut mewaspadai “The Lobster”. Ketika itu, Persipura yang masih dibesut Raja Isa tak berkutik saat kalah 0-1 dari Deltras. “Meski kami unggul 3-1, saya selalu mengingatkan pemain bahwa pertandingan belum selesai dan kami tak boleh meremehkan Deltras. Mereka tim kuat,” kata Jacksen. Bukti kekuatan Deltras juga terbaca ketika mereka menginjakkan kaki di semifinal. Pasukan M Zein Alhadad di luar prediksi mampu menyingkirkan klub Persija Jakarta di delapan besar. Selain catatan itu, Jacksen juga mewaspadai para pemain asing Deltras. Yakni Danilo Fernando, Gustavo Chena dan Junior yang memiliki permainan apik di lini pertahanan lawan. Meski kemungkinan Chena tidak akan tampil karena terkena hukuman akumulasi kartu. Agar tidak kecolongan, Persipura tetap akan menurunkan pemain terbaiknya. Fokus utama adalah lini pertahanan yang harus mumpuni menghadapi para penyerang Deltras. “Kami tidak akan main-main. Persipura akan turun dengan skuad terbaik,” jelas Jacksen. Di lini depan, trio Alberto “Beto” Goncalves, Ernest Jeremiah, dan Boaz Solossa akan jadi andalan. Tiga penyerang utama Persipura ini sudah membuktikan ketajamannya di setiap lini, terutama Boaz, yang menurut Jacksen saat ini dalam performa terbaiknya. Di pihak lain, Deltras juga percaya diri menghadapi laga kedua. Selain akan tampil di hadapan ribuan pendukungnya, Deltras akan menjadikan laga ini sebagai tantangan baru untuk timnya. Ini yang diungkapkan M Zein yang akrab dipanggil Mamak. “Peluang ke final masih ada. Dengan motivasi membalikkan keadaan akan jadi pemicu untuk kami mengubah situasi dan prediksi. Kami akan menyiapkan pemain terbaik,” jelas Mamak. Minus Chena dan Cornelis yang tak bisa tampil karena tidak diizinkan bertanding menyangkut statusnya sebagai pemain pinjaman dari Persipura, Mamak yakin timnya mampu mengimbangi determinasi dan permainan cepat juara ISL musim ini. Antisipasi sudah disiapkan secara matang oleh Mamak untuk mengisi posisi yang kosong ini, terutama mengandalkan Danilo dan Boy Jati. Agar ambisi untuk dapat membalikkan keadaan dapat terlaksana, Mamak berharap timnya tidak kecolongan lebih awal. Dalam pertandingan pun, Mamak akan menegaskan kepada para pemainnya untuk lebih tenang dan disiplin menghadapi gempuran Persipura. “Kami tahu dapat menggapai ini, kami harus lebih keras upayanya dibandingkan laga sebelumnya. Dalam menyerang dan bertahan kami harus tenang dan disiplin, itu kuncinya,” jelas Mamak.  tya/S-1

Real Madrid Dituding Tak Peka Situasi

D

alam dua tahun ini situasi ekonomi dunia terguncang akibat krisis global. Puluhan bank yang memiliki kapasitas dunia harus gulung tikar. Bahkan, sebagian besar berada di negara adi daya Amerika Serikat. Kondisi lebih parah dialami negara-negara berkembang dan miskin. Menyusul krisis ini, olah ragaolah raga mahal seperti Formula 1 bahkan harus melakukan perubahan besar dengan mesin-mesin “jet darat”. Langkah ini kemungkinan diikuti cabang lain yang menyedot dana besar. Namun, kepekaan atas situasi ini tidak dimiliki Real Madrid. Seusai kompetisi pada akhir Mei lalu, “Los Blancos” mengejutkan banyak pihak atas keputusan kubu Floren-

tino Perez dkk mengeluarkan dana fantastis untuk mendatangkan para pemain bintang. Tengok saja kiprah Madrid dalam dua pekan ini. Hanya dalam waktu lima hari, untuk mendatangkan dua pemain yakni Kaka (AC Milan) dan Cristiano Ronaldo (Manchester United), “El Real” rela mengeluarkan dana sebesar 2 triliun rupiah lebih. Yakni 65 juta poundsterling (1,1 triliun rupiah) untuk Kaka dan 80 juta poundsterling (1,3 triliun rupiah) untuk CR7. Kontroversi terus bergulir. Kabarnya, Madrid juga masih berniat membidik pemain lainnya untuk mengisi skuad baru “Los Merengues” musim mendatang. Nama pemain Valencia David Villa kabarnya menjadi target berikutnya dengan harga 40 juta poundsterling

atau 697 miliar rupiah lebih. Begitu juga andalan Bayern Muenchen Franck Ribery yang dibanderol dengan harga 42 juta poundsterling atau 707,5 miliar rupiah. Tindakan Madrid ini sempat menimbulkan protes keras dari berbagai pihak. Terutama kecaman dari rivalnya

Barcelona. Begitupun dari Presiden UEFA Michel Platini yang menuding tindakan Madrid membuyarkan makna fair play. Kabar teranyar, Presiden Milan Silvio Berlusconi juga buka mulut. Meski timnya ambil bagian dalam transaksi besar Madrid,

Florentino Perez

AFP/PHILIPPE DESMAZES

8-SPORT.indd 1

Perdana Menteri Italia ini ikut mengecam aksi klub ibu kota Spanyol tersebut. Dengan berani Berlusconi menyebut Madrid sebagai figur buruk dalam sepak bola. “Mereka menjadi contoh gila dalam sepak bola. Tindakan mereka di luar akal sehat. Dan mereka tidak menyesuaikan dengan perekonomian normal, mereka tidak peka dan sopan,” tegas Berlusconi. Pastinya, kapitalisme yang dibangun Madrid di tengah sportivitas dunia olah raga merusak sistem, begitu tudingan Berlusconi. Betapa tidak, dengan dana besar yang dimiliki Madrid atau klub kaya mana pun, mereka dapat memiliki skuad lebih tangguh dibandingkan tim-tim gurem yang hanya jadi pelengkap.

Tak pelak lagi, uang dapat mengubah wujud tim kelas bawah menjadi pesaing papan atas. Contoh konkret pernah dialami Chelsea. “The Blues” yang dulu tak pernah dilirik kini di tangan taipan Roman Abramovich menjadi pesaing berat Manchester United (MU), Liverpool, dan Arsenal. Nama lain tentu Manchester City. Sejak dibeli pengusaha asal Arab, City kini memiliki para pemain bintang kelas dunia, sebut saja Robinho. Meski belum menunjukkan kualitasnya, boleh jadi City di masa mendatang tak berbeda jauh dengan Chelsea. Terlepas dari dana untuk membangun prestasi. Diisi para bintang, klub dapat meraih keuntungan lebih dari nama besar mereka.  tya marenka/S-1

6/22/09 10:37:36 PM

EDISI 373 - 23 JUNI 2009  

Edisi 373 - 23 Juni 2009

EDISI 373 - 23 JUNI 2009  

Edisi 373 - 23 Juni 2009

Advertisement