Page 15

KORAN JAKARTA

SEKTOR RIIL

®

Selasa 23 JUNI 2009

Komoditas Unggulan I Pengusaha Akan Alihkan Ekspor ke Afrika dan Timteng

STATISTIK

Ekspor CPO Makin Merosot Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) akan meresmikan pasar fisik lelang terorganisasi komoditi minyak sawit mentah. Diharapkan akan terbentuk harga referensi CPO di dalam negeri. JAKARTA – Pendapatan ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Indonesia merosot hingga 54,02 persen pada triwulan I-2009 dibandingkan dengan triwulan I- 2008. Penurunan pendapatan ekspor secara signifikan dipengaruhi oleh nilai transaksi ekspor per ton, terutama faktor harga yang melorot hingga 48,22 persen. “Ancaman boikot produk CPO Indonesia yang digencarkan oleh pihak-pihak tertentu yang dikaitkan dengan isu-isu lingkungan ternyata tidak memengaruhi permintaan global secara signifikan. Bahkan, volume ekspor ke beberapa negara Uni Eropa justru meningkat,” kata Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia, Elfian Effendi, di Jakarta, Senin (22/6). Pada triwulan I-2009, pen-

dapatan ekspor CPO hanya mencapai 912,37 juta dollar AS. Sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan ekspor menyentuh angka 1.984,26 juta dollar AS. “Namun, dilihat dari segi volume, kinerja ekspor CPO hanya turun 11,2 persen. Pada Januari-Maret 2009, volume ekspor CPO sebanyak 1,91 juta ton sementara pada 2008 mencapai 2,15 juta ton,” papat Elfian. Elfian mengatakan ancaman pemboikotan produk CPO Indonesia di pasar ekspor ternyata tak memberi pengaruh besar. Dia mencontohkan Uni Eropa tetap saja terus mengimpor produk-produk CPO Indonesia, bahkan semakin meningkat volumenya hingga pada periode tiga bulan pertama 2009 ini. Selama Januari-Maret 2009, volume ekspor

Volume dan Nilai Ekspor CPO ke Uni Eropa Nilai (Juta US$) Volume (Ribu Ton) Negara Jan-Mar 2008 Jan-Mar 2009 Jan-Mar 2008 Jan-Mar 2009 Belanda 220,61 105,24 234,06 218,35 Italia 76,61 62,93 83,85 141,87 Jerman 61,30 53,40 73,51 112,81 Spanyol 8,93 1,82 10,20 4,33 Yunani 5,24 3,18 5,25 7,06 Inggris 0,68 3,26 0,70 6,00 Sumber: Greenomics Indonesia, diolah dari data BPS, Depdag, dan Depperin (Juni 2009)

CPO Indonesia ke negara-negara UE meningkat 15,38 persen dibanding periode yang sama pada 2008. Menurut Elfian, naik-turunnya komitmen negara-negara maju terhadap target penurunan emisi global telah menyebabkan pelaku pasar global semakin kurang peduli dengan isu-isu penurunan target emisi, apalagi bahan baku substitusi untuk industri negara-negara maju yag dituntut ramah lingkungan ternyata tidak tersedia secara memadai. “Bahkan, sumber-sumber pasokan bahan baku minyak nabati (biofuel) juga telah banyak diprotes, karena pasokan tersebut ternyata semakin meningkatkan pembukaan hutan

untuk ekspansi lahan pertanian tanaman minyak nabati, yang ujung-ujungnya justru meningkatkan emisi baru dari pembukaan hutan tersebut,” terangnya. Tetap Optimistis Di tengah penurunan ini, para pelaku bisnis CPO tetap optimistis kinerja ekspor CPO akan menggeliat setelah memasuki semester I-2009. Manajer Pengembangan Bisnis Wilmar Internasional, Max Ramajaya, menyatakan agar kinerja ekspor dapat ditingkatkan pengusaha akan mencari peruntungan ke beberapa negara lain. ”Pasar nontradisional akan menjadi sasaran utama peng-

Komoditas

alihan pemasaran. Wilayah Timur Tengah dan Afrika menjadi pasar alternatif untuk menyiasati pasar lama yang sedang lesu,” tutur Max. Untuk mendukung kinerja komoditas CPO, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) akan meresmikan pasar fisik lelang terorganisasi komoditas minyak sawit mentah pada hari ini (23/6). Menurut Direktur BBJ, Edi Susmadi, sebanyak 20 peserta sudah terdaftar untuk mengikuti kegiatan pasar fisik tersebut. “Sebanyak 11 perusahaan bertindak sebagai penjual, dan sisanya bertindak sebagai pembeli,”katanya. Dengan mulai berjalannya pasar fisik tersebut, diharapkan akan terbentuk harga referensi CPO di dalam negeri. Menurut Edi, transaksi awal memang masih akan mengacu pada harga CPO di Malaysia dan Rotterdam. Tetapi setelah satu pekan berjalan, diharapkan sudah menghasilkan harga referensi CPO Indonesia.  ims/N-1 Komentar/saran/kritik berita ini via e-mail: redaksi@koran-jakarta.com, faks: 021 3155 106 SMS: 0813 8181 7227

Wayang Windu II Pasok Listrik 117 MW

22-Juni

^%

- NYMEX Crude

69,55

68,30

-1,80

- Dated Brent

68,30

67,29

-1,48

Gas (AS$/MMBtu) - Nymex Henry Hub

4,04

4,00

-0,92

- Henry Hub*

4,18

4,05

-3,11

Mineral (AS$/Ton kecuali emas AS$/Toz) - Tembaga*

4.901,00

5.020,00

2,43

- Aluminium*

1.589,00

1.642,00

3,34

-Nikel*

14.760,00

15.200,00

2,98

-Timah*

14.900,00

15.000,00

0,67

936,20

925,80

-1,11

- Emas Sumber: Bloomberg, LME, Kitco Metals

Hingga 19.00 *Hingga 18/06 dan 19/06

KOMENTAR GABUNGAN Asosiasi Pengusaha Perikanan Indonesia (Gappindo) menyatakan masih sedikit pengusaha siap menghadapi wajib sertifikasi hasil perikanan tangkap untuk ekspor ke Uni Eropa (UE) pada 2010. Sementara pengamat mengkhawatirkan kesiapan pemerintah dalam membenahi infrastruktur pelabuhan perikanan. (Koran Jakarta, 22/6) Mau tidak mau aturan ini harus dipenuhi. Pemerintah harus bekerja keras membangun pelabuhan yang hegienis. Jangan seperti sekarang kondisinya jorok dan kotor. 081517429xxx

KUOTA Pemda NTB Diminta Jangan Gandeng Asing JAKARTA – Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) keberatan dengan rencana keterlibatan perusahaan asing yang menjadi mitra konsorsium Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam pembelian saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). “Apabila perusahaan asing yang membeli Newmont, sama saja dengan sekarang, Newmont cuma ganti baju,” tutur Menneg BUMN Sofyan Djalil di Jakarta, Senin (22/6). Sejauh ini, dua perusahaan, yakni Amstelco Plc Ltd dan PT Northstar Pacific Indonesia, berminat menjadi mitra dalam membeli 10 persen saham NNT senilai 391 juta dollar AS atau sekitar 4,1 triliun rupiah. Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTB Heryadi Rachmat mengatakan mereka sudah melakukan presentasi di hadapan Pemprov NTB, Pemda Sumbawa Barat, Pemda Sumbawa, serta BKPM. “Kemungkinan pertengahan Juli nanti baru kita buka secara resmi beauty contest untuk mencari perusahaan yang mendanai pembelian saham Newmont,” paparnya. Selain kedua perusahaan tersebut, tutur Heryadi, masih ada peminat lain untuk membeli saham NNT. “Tapi masih bersifat lisan,” katanya.Dua perusahaan pelat merah, PT Aneka Tambang Tbk dan PT Timah Tbk, dikabarkan berminat membeli saham Newmont. Northstar adalah perusahaan investasi keuangan yang berafiliasi dengan Texas Pacific Group, raksasa investasi asal AS. Adapun Amstelco, perusahaan investasi yang berbasis di Inggris, saat ini gencar masuk ke bisnis di sektor sumber daya alam di Asia.  lha/Ant/N-1

Perusahaan Tambang Bangun Rel KA Batu Bara

ANTARA/ADITYA WARDHANA

PASOK LISTRIK I Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro (kedua dari kiri) bersama pemilik Star Energy Prajogo Pangestu (ketiga dari kiri), dan CEO Star Energi Geothermal Bret Mattes (kiri) menyimak penjelasan dari Vice President Geothermal Operation Alex Smillie (kanan) saat peresmian PLTP Wayang Windu II, di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (22/6). Dengan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) itu, total kapasitas listrik dari PLTP Wayang Windu I dan II mencapai 227 MW, sekaligus menjadikannya sebagai salah satu PLTP terbesar di dunia. nomo menyatakan dengan adanya pengoperasian PLTP Wayang Windu Unit II ini, maka total energi panas bumi yang sudah berhasil dibangkitkan selama tahun 2009 ini sebesar 137 MW. Kilang Bojanegara Sementara itu, PT Pertamina (Persero) mengungkapkan penandatanganan pemben-

tukan perusahaan patungan, Banten Bay Refinery, yang akan membangun kilang pengolahan minyak mentah di Bojanegara, Banten, diundur dari sebelumnya 22 Juni menjadi awal Agustus 2009. Menurut Direktur Pengolahan Pertamina Rukmi Hadihartini, pengunduran penandatanganan perusahaan patungan tersebut dikarenakan memberi

kesempatan perusahaan asal Korea Selatan, STX Pan Ocean Co Ltd, masuk dalam konsorsium. Sebelumnya, selain Pertamina, dalam konsorsium itu bergabung National Iranian Oil Refining and Distribution Company (NIORDC) asal Iran dan Petrofield dari Malaysia. Kepemilikan saham Banten Bay Refinery adalah Pertami-

na dan NIORDC masing-masing 40 persen dan Petrofield 20 persen. Pada tahap awal, Kilang Banten dibangun dengan kapasitas 150.000 barel per hari yang mengolah minyak mentah jenis Iranian Extra Heavy Crude sebesar 50 persen dan Iranian Heavy Crude 50 persen yang seluruhnya dipasok NIORDC.  lha/Ant/N-1

Regulasi Perdagangan

50 Perizinan Impor Dilayani secara “Online” JAKARTA – Departemen Perdagangan (Depdag) melayani 50 jenis perizinan impor melalui sistem online yang dihubungkan dengan sistem National Single Window (NSW). Izin yang terbaru adalah untuk menjadi Importir Terdaftar (IT) dan Importir Produsen (IP) besi dan baja yang masuk NSW. “Permohonan izin IT dan IP baja dan besi dapat dilakukan secara elektronik melalui portal NSW sejak 8 Juni 2009. Langkah itu diambil untuk mempermudah custom clearence (proses kepabeanan),” kata Direktur Impor, Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Depdag, Partogi Pangaribuan, di Jakarta, Senin (22/6). Menurut Partogi, hingga saat

19-Juni

Minyak Mentah (AS$/Barel)

Panas Bumi

BANDUNG – Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu II resmi beroperasi pada Senin (22/6). PLTP ini akan menambah keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali dengan tambahan pasokan listrik sebesar 117 MW. Pembangkit yang berlokasi di Pangalengan, Bandung, Jawa Barat, dikembangkan oleh PT Star Energy Geothermal 0Ltd yang melakukan joint operating contract (JOC) dengan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). PLTP ini merupakan bagian dari program percepatan pembangunan pembangkit listrik 10.000 MW. “Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi yang terbanyak mengembangkan energi panas bumi untuk pembangkitan tenaga listrik di Indonesia, yaitu sebesar 1.000 MW atau 88,5 persen dari kapasitas terpasang total pembangkit listrik tenaga panas bumi,” tutur Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro saat peresmian PLTP itu, di Bandung, kemarin. Nilai investasi PLTP Wayang Windu II sebesar 210 juta dollar AS. PLTP ini dioperasikan oleh Magma Nusantara Limited (MNL) yang merupakan anak usaha Star Energy Group. MNL mengantongi Energy Sales Contract (ESC) dengan PLN dan Pertamina untuk pasokan listrik 400 MW selama 30 tahun. CEO and Managing Director Star Energy, Brett Mates, menyatakan dengan beroperasinya PLTP Wayang Windu Unit II ini, maka total kapasitas listrik yang dihasilkan PLTP Wayang Windu I dan II mencapai 227 MW. “Dengan kapasitas tersebut, PLTP ini menjadi salah satu PLTP terbesar di dunia,” tambah Brett. Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Gheothermal Energy Abadi Pur-

15

ini tercatat sebanyak 708 perusahaan memiliki status IP besi dan baja serta 343 perusaaan sebagai IP besi dan baja. Selain impor besi dan baja, perizinan impor lainnya yang sudah dilayani secara online antara lain impor beras, elpiji, tabung gas, cakram optik, garam industri, gula, mainan anak, tekstil, plastik, sepatu, elektronik dan komponennya, serta pelumas. Selama dua tahun belakangan ini, kata Partogi, Depdag memberikan layanan perizinan perdagangan luar negeri dan dalam negeri secara online melalui situs www.inatrade. depdag.go.id. Pemerintah berencana memberlakukan sistem NSW impor dan ekspor secara mandatory mulai Juni

« Permohonan izin IT dan IP baja dan besi dapat dilakukan secara elektronik melalui portal NSW sejak 8 Juni 2009.

»

Partogi Pangaribuan DIREKTUR IMPOR, DITJEN PERDAGANGAN LUAR NEGERI, DEPDAG

2009 dalam melayani penanganan dokumen kepabeanan dan penerbitan perizinan ekspor serta impor di lima pelabuhan utama. Lima pelabuhan dimaksud ialah Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Belawan Medan,

dan Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Setelah itu, pada tahapan selanjutnya, pemerintah akan melaksanakan sistem NSW secara nasional di seluruh pelabuhan internasional di Indonesia, sebelum akhirnya diintegrasikan ke dalam sistem ASEAN Single Window (ASW). Implementasi NSW tahap kesatu mulai 1 Januari 2008 yang diikuti lima instansi pemerintah, yaitu Ditjen Bea dan Cukai, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Pusat Karantina Hewan dan Tumbuhan, serta Pusat Karantina Ikan. Implementasi tahap kedua mulai dilaksanakan Juni 2008 dengan menambah jumlah im-

portir yang dilayani agar dapat menjangkau seluruh IJP dan importir nonmitra utama (MITA) sehingga seluruhnya mencakup sekitar 146 perusahaan/importir. Pada tahap kedua dilakukan perluasan lokasi penerapan yaitu di Tanjung Emas, Tanjung Perak, dan Belawan. Juga dilakukan uji coba awal pengintegrasian sistem NSW-Seaport ke dalam portal NSW. Sementara implementasi tahap ketiga mulai dilakukan pada 23 Desember 2008 dengan memberlakukan sistem NSW impor secara mandatory kepada seluruh importir di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Emas. Jumlah importir diperluas dari 146 menjadi 4.852 importir.  Ant/N-1

PALEMBANG – Sebuah perusahaan tambang batu bara, PT Primamanaya, mengaku berminat membangun jalur transportasi kereta api khusus untuk angkutan batu bara di Sumatra Selatan (Sumsel) sepanjang 150 kilometer. Pemerintah Provinsi Sumsel optimistis keberadaan jalur kereta api ini akan mampu mendongkrak produksi batu bara dari 10 juta ton menjadi 100 juta ton per tahun. Rencana pembangunan tersebut disampaikan direksi Primamanaya saat bertemu Gubernur Sumsel Alex Noerdin, di Palembang, Senin (22/6). “Saat ini tengah dalam tahap pembebasan lahan yang sudah 60 persen. Jalur ini akan mengangkut khusus batu bara blok Lahat dan Prabumulih ke Pelabuhan Tanjung Api-api,” kata Direktur Operasional Primamanaya, Adi Satria. Selain membuat jalur khusus kereta api, Primamanaya tengah membuat jalan raya khusus batu bara hingga ke Muara Enim. “Saat ini jalan tersebut telah dalam pemadatan,” terang Adi. Primamanaya sedang melakukan eksplorasi batu bara di Lahat dan Prabumulih. Produksi di blok Lahat mencapai 1.900 ton per hari, dan untuk blok Prabumulih sebesar 4.500 ton. Gubernur Alex Noerdin mengungkapkan izin prinsip pembangunan rel kereta api dua jalur untuk mengangkut batu bara ke Pelabuhan Tanjung Api-api telah diterbitkan sehingga pembangunannya akan selesai dalam empat tahun. “Dengan selesainya pembangunan infrastruktur pelabuhan dan rel, kapasitas produksi batu bara mampu ditingkatkan dari rata-rata 10 juta ton per tahun menjadi 100 juta ton per tahun,” tuturnya.  PL/N-1

» Wayang Golek

ANTARA/ARIF FIRMANSYAH

»

Dua orang perajin mengecat kepala wayang golek di sentra industri pembuatan wayang golek, Kampung Sirnagalih, Kelurahan Loji, Bogor Barat, Jawa Barat, Senin (22/6). Kerajinan ini sudah menembus pasar Belanda, Inggris, China, Jepang dan Singapura. Harganya 250 ribu rupiah per pasang.

EDISI 373 - 23 JUNI 2009  

Edisi 373 - 23 Juni 2009

EDISI 373 - 23 JUNI 2009  

Edisi 373 - 23 Juni 2009

Advertisement