Page 11

KORAN JAKARTA

KORPORASI

®

PERTANIAN

PERTAMBANGAN

INDUSTRI DASAR 189.478

1595.768

1502.210

405.742

PROPERTI 470.373 142.181

465.200

16 Jun

+0,85% 22 Jun

16 Jun

+2,79% 22 Jun

16 Jun

–1,18% 22 Jun

16 Jun

–2,03% 22 Jun

Sektor Perkebunan I Gozco Plantations Butuh Dana Tunai Rp465 Miliar

Fasilitas kredit dari perbankan akan digunakan Gozco Plantations untuk membiayai akuisisi 100 persen saham Palma Sejahtera. Akuisisi senilai 465 miliar rupiah itu akan direalisasikan pada Juni 2009.

Dana Tunai Menurut Tjandra, pihaknya memerlukan dana tunai untuk mendanai akuisisi 100 persen saham Palma Sejahtera dengan harga 465 miliar rupiah pada akhir Juni 2009. Akuisisi ini untuk membeli obligasi wajib konversi yang dimiliki pemegang saham Palma, Delta Investment Limited. Obligasi bernilai nominal 300 miliar rupiah itu akan

dikonversi menjadi saham baru Palma sebanyak 300 ribu lembar saham. Perseroan juga akan membeli seribu lembar saham Palma dari dua pemegang saham Palma. Saham itu bernilai satu juta rupiah per lembar dengan nilai total satu miliar rupiah, mewakili 100 persen dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor di Palma. Selain dengan mencairkan kredit bank, kata Tjandra, sisa akuisisi bisa didanai dari utang kepada pemegang saham Palma dan dibayar secara mencicil. Seperti diketahui, perseroan semula berencana menerbitkan obligasi I senilai 500 miliar rupiah pada Juni 2009. Surat utang ini akan berjangka waktu lima tahun dengan tingkat bunga tetap. Bunga obligasi nantinya akan dibayarkan setiap tiga bulan sesuai tanggal pembayaran dan jatuh tempo obligasi pada 2014. Perseroan sudah menunjuk PT Bahana Sekurities sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan PT Bank Mega Tbk sebagai wali amanat. Palma merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan, pertanian, perindustrian, dan jasa. Menurut Tjandra, perusahaan ini memiliki delapan kebun yang diminati oleh Gozco. Dengan rencana akuisisi ini, kapasitas produksi perseroan diharapkan meningkat dari sembilan ribu ton per jam saat ini. Akuisisi ini adalah rencana manajemen yang dijanjikan saat penawaran saham perdana (IPO) tahun lalu. Namun dalam laporannya, dana hasil IPO hingga 2008 tersisa 287,7 miliar rupiah yang disimpan di Bank Danamon dan Bank Yudha Bhakti. Per Desember 2008, kas

16 Jun

22 Jun

DATA&AGENDA

Akuisisi Lahan CPO Tuntas Juni JAKARTA – Perusahaan perkebunan, PT Gozco Plantations Tbk, akan menggunakan fasilitas kredit perbankan sebesar 200 miliar rupiah disebabkan tertundanya rencana penerbitan obligasi senilai 500 miliar rupiah. Utang itu diperlukan untuk membayar akuisisi terhadap PT Palma Sejahtera senilai 465 miliar rupiah pada Juni. Direktur Utama Gozco Plantations Tjandra Mindharta Gozali mengatakan pihaknya masih memiliki fasilitas kredit, di antaranya dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk senilai 200 miliar rupiah. “Ini bisa kami cairkan untuk mendanai akuisisi yang akan dilakukan akhir bulan ini,” ujarnya, barubaru ini. Produsen minyak sawit mentah (CPO) ini menggunakan fasilitas kredit disebabkan tertundanya penerbitan obligasi senilai 500 miliar rupiah akibat belum diperolehnya pernyataan efektif dari Bapepam–LK. Saat mengajukan proposal, Bapepam-LK meminta perseroan menunda pelaksanaan RUPSLB yang membahas rencana tersebut karena masih harus menelaah dokumen rencana transaksi material yang disampaikan perseroan.

137.976

1814.687

–3,44% 22 Jun

KONSUMSI 402.232

185.949

1978.531

–0,70% 16 Jun

ANEKA INDUSTRI

11

Selasa 23 JUNI 2009

WAKTU

EMITEN

AGENDA

23 Juni 2009

PT Perusahaan Gas Negara Tbk

RUPS

23 Juni 2009

PT Medco Energi International Tbk

RUPS

23 Juni 2009

PT Indal Aluminium Industry Tbk

RUPS

23 Juni 2009

PT Bristol Myers Squibb Indonesia Tbk

RUPS

23 Juni 2009

PT Ratu Prabu Energi Tbk

RUPS

23 Juni 2009

PT Betonjaya Manunggal Tbk

RUPS

23 Juni 2009

PT Mustistrada Arah Sarana Tbk

RUPSLB

KOMENTAR SAT Nusapersada tidak bisa menghindari PHK karena kinerja terus merosot setelah order dari pelanggannya turun. Penurunan kinerja itu mulai terlihat pada kuartal I-2009 dengan rugi bersih mencapai 8,3 miliar rupiah (Koran Jakarta, 22/6). Kalau penjualan anjlok, perusahaan mau tidak mau harus memangkas jumlah karyawannya. Namun, karena krisis ekonomi ini hanya sementara, mengurangi jam kerja atau merumahkan karyawan mungkin bisa menjadi solusi yang terbaik sehingga saat perekonomian pulih, perusahaan juga tidak akan kekurangan sumber daya manusia. 08111156xxx

JENDELA Ricky Putra Pasok Pakaian World Cup 2010

ANTARA/JAFKHAIRI

FASILITAS KREDIT I Seorang pekerja mengangkut kelapa sawit di sebuah perkebunan di Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Perusahaan perkebunan, PT Gozco Plantations Tbk, akan menggunakan fasilitas kredit perbankan sebesar 200 miliar rupiah untuk membiayai akuisisi disebabkan tertundanya rencana penerbitan obligasi senilai 500 miliar rupiah. perseroan sekitar 326,28 miliar rupiah. Total kewajiban sekitar 517,2 miliar rupiah dan ekuitasnya 881,77 miliar rupiah. Kepala Riset E-Samuel Securities, Christin Salim, sebelumnya, menilai saat ini cukup

tepat bagi emiten perkebunan untuk membeli lahan baru. Pasalnya, harga CPO yang masih rendah akan membuat harga rata-rata kebun sawit di Indonesia lebih murah dari tahun lalu. Namun, dia mengingat-

kan, ekspansi dengan utang baru perlu memperhatikan beban bunganya.  did/E-7 Komentar/saran/kritik berita ini via e-mail: redaksi@koran-jakarta.com, faks: 021 3155 106 SMS: 0813 8181 7227

JAKARTA – Perusahaan tekstil dan garmen, PT Ricky Putra Globalindo Tbk, mendapat lisensi sebagai produsen dan distributor merchandise pakaian untuk Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Perolehan lisensi itu merupakan strategi perseroan untuk meningkatkan penjualan tahun ini. “Perseroan mendapat hak produksi dan distribusi World Cup 2010 di Afrika Selatan untuk memasok pakaian di kawasan Indonesia dan ASEAN,” ujar Corporate Secretary Ricky Putra Globalindo, Tjiong Tek Siong, Senin (22/6). Dia menjelaskan selain menjadi pemegang hak merchandise Piala Dunia, perseroan akan melanjutkan program pemasaran dan melakukan pembaruan kemasan. Ketiga hal itu dilakukan sebagai strategi perseroan untuk menggenjot penjualan tahun ini. Perusahaan yang dikenal dengan produk pakaian dalam pria merek GT Man itu menargetkan penjualan dan laba bersih tahun ini tumbuh 10 persen. Namun, menurut dia, target pertumbuhan itu masih dipengaruhi oleh kondisi industri tekstil dalam negeri. Direktur Ricky Putra Globalindo Tirta Heru Citra menambahkan, peran pemerintah dalam membantu industri tekstil akan mendukung pertumbuhan penjualan. Peran tersebut di antaranya dengan menstabilkan nilai tukar rupiah. Jika nilai tukar rupiah berada di kisaran 9.000 rupiah per dollar AS, dia optimistis ekspektasi usaha garmen akan positif hingga akhir tahun ini.  wiw/E-7

Sinar Mas Tak Bagi Dividen Prospek Bisnis

Omzet Distribusi Ditaksir Rp4,1 Triliun JAKARTA – Perusahaan perdagangan dan distribusi, PT Enseval Putra Megatrading Tbk, pada semester I-2009, diprediksi mampu membukukan pendapatan sekitar 4,1 triliun rupiah atau tumbuh 16 persen dari periode sama tahun lalu, terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan dari pihak ketiga. Direktur Utama Enseval Putra Megatrading, Vidjongtius, mengatakan perkembangan bisnis distribusi tahun ini cukup bagus, setidaknya hingga enam bulan pertama. “Kirakira tumbuh 16 persen secara tahunan,” kata dia, pekan lalu.

Pendapatan perseroan, hingga akhir triwulan II-2008, tercatat sebesar 3,53 triliun rupiah. Dengan asumsi pertumbuhan 16 persen, pendapatan hingga Juni tahun ini diperkirakan bisa sekitar 4,1 triliun rupiah. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari target 2009 yang sebesar 11 persen. Penjualan selama triwulan II-2009 tercapai 2,15 triliun rupiah. Nilai ini masih lebih besar dari penjualan selama triwulan I-2009 yang 1,94 triliun rupiah dan triwulan IV-2008 yang 2,02 triliun rupiah. Vidjongtius menjelaskan pertumbuhan pendapatan pada triwulan II-2009 tersebut didorong

penjualan dari pihak ketiga yang tumbuh lebih 17 persen dari periode sama tahun lalu. Pertumbuhan penjualan dari produk induk usahanya, PT Kalbe Farma Tbk, lebih rendah, yakni hampir 14 persen. Vidjongtius belum bisa menyampaikan laba bersih hingga semester I-2009 ini. Namun, menurutnya, margin keuntungan perseroan masih relatif stabil karena strategi portofolio produk yang dijual dan efisiensi biaya. Penurunan harga BBM kemarin juga tidak terlalu memengaruhi tarif distribusi karena sumbangannya terhadap margin hanya 0,2 persen.

Penawaran Tender Sementara itu, Kalbe Farma, yang mengakuisisi Enseval sejak 2005, berencana meningkatkan kepemilikannya di Enseval dari 58 persen saat ini hingga menjadi 90 persen. Vidjongtius, yang merangkap direktur keuangan di Kalbe Farma, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan dana sekitar 600 miliar rupiah untuk menggelar penawaran tender terhadap 31,8 persen saham Enseval dari pasar. ”Sekarang volume perdagangan saham Enseval di pasar tidak likuid. Lagi pula investor yang sudah beli saham Kalbe

bisa sekaligus memiliki Enseval,” ujarnya. CIMB-GK Securities, dalam riset harian 19 Juni 2009, menilai pertumbuhan laba Enseval dalam lima triwulan terakhir lebih cepat dari induknya, Kalbe Farma. Penjualan produk dari pihak ketiga dalam dua tahun terakhir naik dua kali lipat karena perusahaan ini memiliki kualitas layanan yang sangat baik dan diversifikasi dari Kalbe. Dua segmen yang tumbuh pesat adalah peralatan medis dan pelayanan kesehatan. Margin pun diprediksi akan terus naik.  did/E-7

JAKARTA – Perusahaan pembiayaan PT Sinar Mas Multiartha Tbk tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2008 disebabkan keuntungan perseroan anjlok hingga 50,81 persen. Laba tahun lalu sebesar 262,342 miliar rupiah ditempatkan sebagai laba yang ditahan. Corporate Communication & Public Relation Sinar Mas Multiartha, Diar Primalembana, mengatakan perseroan membukukan penurunan laba bersih tahun 2008 sebesar 50,81 persen menjadi 262,342 miliar rupiah, dibandingkan periode sama tahun 2007 sebesar 533,354 miliar rupiah. Penurunan laba bersih itu dipicu oleh meningkatnya beban underwriting asuransi perseroan tahun lalu yang peningkatannya mencapai 29,11 persen menjadi 6,381 triliun rupiah, dibandingkan periode tahun sebelumnya yang sebesar 4,942 triliun rupiah. Akibat beban biaya yang meningkat itu, keuntungan perseroan anjlok hingga 50,81 persen menjadi 262,342 miliar rupiah. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham kemarin, perseroan juga mengangkat Doddy Susanto masuk ke dalam jajaran direksi dan menggantikan posisi Edward Harijadi sebagai direktur utama.  Ant/E-7

A HARGM UMU

Dampak Krisis

Emiten Pulp Minta Keringanan Utang JAKARTA – Perusahaan kertas dan bubur kertas, PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk, untuk pertama kalinya berencana mengajukan pengurangan beban cicilan utang kepada kreditor. Itu disebabkan anjloknya penjualan perseroan sebesar 39 persen menjadi 376 juta dollar AS akibat dampak krisis global. Berdasarkan laporan keuangan triwulan I-2009, pendapatan perseroan hanya sebesar 375,93 juta dollar AS atau sekitar 3,8 triliun rupiah, turun 38,6 persen dari periode sama tahun lalu sebesar 611,9 juta dollar AS. Akibatnya, keuntungan perseroan anjlok 105 persen sehingga perseroan menderita

rugi bersih 3,16 juta dollar AS, dari sebelumnya mencetak laba bersih 61,14 juta dollar AS. Anjloknya omzet membuat arus kas dari kegiatan usaha minus 1,76 juta dollar AS. Menurut Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Indah Kiat Pulp and Paper, Agustian Partawijaya, penurunan kinerja dampak dari krisis global. ”Karena krisis harga produk turun drastis. Meskipun volume masih tumbuh satu digit, pendapatan mau tidak mau turun,” katanya, Senin (22/6). Harga Kertas Berdasarkan data, hingga akhir Maret 2009, harga kertas berada di kisaran 700 dollar AS

BW FC BW FC BW FC

28.000/mmk 38.000/mmk 32.000/mmk 40.000/mmk 17.000/mmk 32.000/mmk

PENGUMUMAN/LELANG

BW

7.500/mmk

EKSPOSURE

BW FC

2.000.000/kavling 3.000.000/kavling

BANNER HALAMAN 1

FC

52.000/mmk

CENTER SPREAD

BW FC

35.000/mmk 40.000/mmk

FC

9.000.000/Kav/Ins

BW FC BW FC

34.000/mmk 52.000/mmk 10.000/mmk 15.000/mmk

BW

21.000/baris

BW

25.000/mmk

BW

100.000/kavling

DISPLAY Y ADVERTORIAL

«

Karena krisis harga produk turun drastis. Meskipun volume masih tumbuh satu digit, pendapatan mau tidak mau turun.

»

Agustian Partawijaya DIREKTUR/SEKRETARIS PERUSAHAAN INDAH KIAT PULP AND PAPER

per ton, sedangkan harga bubur kertas (pulp) sekitar 450– 550 dollar AS per ton. Padahal, pada Oktober tahun lalu harga pulp masih sekitar 850 dollar AS per ton. Penurunan likuiditas internal akibat merosotnya peneri-

maan itu membuat produsen kertas dan pulp seperti Indah Kiat meminta keringanan pembayaran utang kepada kreditor. Agustian mengatakan perseroan berhak mengajukan hal tersebut karena tertuang dalam perjanjian restrukturisasi atau Master Restructuring Agreement (MRA). MRA, yang ditandatangani pada 30 Oktober 2003, merupakan perjanjian antara Asia Pulp & Paper Co Ltd (APP) dan pihak kreditor untuk merestrukturisasi seluruh kewajiban grup sebesar 14 miliar dollar AS atau setara 128,8 triliun rupiah saat itu. APP merupakan lini bisnis kertas dan pulp dengan beberapa perusahaan terafiliasi,

seperti Indah Kiat Pulp and Paper, Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, dan PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills. Analis E-Samuel Securities, Bimo Haryo Pamungkas, dalam risetnya tahun lalu, menilai biaya bunga tahunan perseroan rata-rata sebesar 75 juta dollar AS. Nilai itu cukup besar karena setara 33 persen dari laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) dan 82 persen dari laba bersih. Derajat leverage keuangan yang mencapai 150 persen membuat laba bersih per saham (EPS)-nya sangat sensitif terhadap margin usaha perseroan.  did/E-7

HOTLINE: 021-315.2550 EXT: 111, 112 FAX: +62-21-315.4601 iklan@koran-jakarta.com

LAPORAN KEUANGAN

KUPING

COVER EKONOMI COVER RONA

ISLAND AD OBITUARI BARIS KOLOM BARIS FOTO

KHUSUS PROPERTI & OTOMOTIF

EDISI 373 - 23 JUNI 2009  

Edisi 373 - 23 Juni 2009

EDISI 373 - 23 JUNI 2009  

Edisi 373 - 23 Juni 2009

Advertisement