Page 10

10

BURSA EFEK

Jumat 19 JUNI 2009

Bakrieland Development Tbk

Rp275 Rp265

18 Mei

18 Jun

ANALISIS: PERSEROAN berencana melakukan ekspansi bisnis ke sektor infrastruktur, yakni bisnis jalan tol dan penyediaan air bersih. Alasannya agar perseroan bisa memiliki pendapatan tetap dan kemungkinan akan beralih dari bisnis pengembang properti yang tingkat volatilitasnya tinggi. Target harga

» Rp350 » BELI

Kim Eng Securities

KOMENTAR PASCA laporan final dari MAPPI, Bapepam-LK memeriksa akuisisi tersebut terkait transaksi dengan pihak terafiliasi sehingga mengandung unsur benturan kepentingan. Pasalnya, ada dugaan dana akuisisi oleh Bumi sebenarnya mengalir ke grupnya (Koran Jakarta, 18/6). Saya ragu Bapepam-LK sebagai otoritas di pasar modal mengaku sulit menemukan transaksi afiliasi atau benturan kepentingan dalam akuisisi Bumi itu. Bukan tidak bisa, tetapi lebih karena tidak mau. Bapepam nggak ada goodwill untuk menuntaskan kasus itu. 08181645xxx

BULLS & BEARS Koreksi Masih Bayangi BEI JAKARTA – Kinerja bursa domestik pada perdagangan akhir pekan ini masih berpotensi diwarnai aksi ambil untung atau profit taking sehingga melanjutkan koreksi seiring bursa regional dan global yang tetap dalam tekanan ke zona negatif. “Koreksi itu wajar, apalagi indeks kita naik cukup tinggi. Secara teknikal, peluang rebound cukup terbuka, namun masih bergantung dengan faktor regional dan global,” kata analis pasar modal Albert Panjaitan di Jakarta, Kamis (18/6). Investor diperkirakan masih akan merealisasikan keuntungan atau profit taking sehingga indeks masih berpotensi terkoreksi. Akan tetapi, koreksi tersebut masih dalam kisaran terbatas karena tidak ada sentimen negatif yang menjadi alasan investor melepas kepemilikan saham di bursa domestik. Apalagi dari sisi fundamental, perekonomian Indonesia masih menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan di tengah kondisi ekonomi global yang negatif. Untuk saat ini, investor memilih untuk menunggu hingga pekan terakhir Juni. Pekan terakhir Juni ini diperkirakan akan digunakan oleh hegde fund untuk kembali “belanja” portofolio. Ini merupakan bagian untuk meningkatkan kinerja keuangan pada semester I-2009. “Mereka melepas saham-saham yang sudah menguat tajam, untuk kemudian kembali membeli saham yang sudah terkoreksi dalam. Jadi terjadi switching. Ini merupakan strategi untuk meningkatkan pendapatan mereka di semester satu ini,” tambah Albert. Selain itu, aktivitas perdagangan domestik masih terpengaruh kinerja bursa regional dan global. Penguatan nilai tukar mata uang dollar AS diperkirakan masih akan membuat harga minyak dan komoditas berfluktuasi dengan kecenderungan melemah. Pada perdagangan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi signifikan sekitar 3,65 persen menjadi 1.950,98 poin. Pelemahan ini dipengaruhi oleh kinerja bursa utama Asia yang mayoritas ditutup pada zona merah. Aktivitas perdagangan berlangsung moderat. Frekuensi transaksi tercatat 112.816 kali. Sedangkan volume perdagangan hanya 8,83 miliar lembar senilai 4,23 triliun rupiah.  hps/E-1

London Sumatera Plantation Tbk

Rp5.550

Rp5.750

18 Mei

18 Jun

KORAN JAKARTA ANALISIS: KINERJA perseroan akan meningkat di kuartal berikutnya seiring dengan pulihnya harga CPO di kuartal II-2009. Apalagi saat ini perseroan berada dalam posisi net cash sebesar 106 rupiah per saham dibanding net gearing sebesar 0,09 kali.

Target harga

» Rp8.000 » BELI

Samuel Sekuritas Indonesia

Perusahaan Gas Negara Tbk

Rp2.825 Rp2.625

18 Mei

18 Jun

®

ANALISIS: PGN menikmati kenaikan biaya transmisi, distribusi, dan volume transmisi. Penurunan biaya modal rata-rata dari 13,5 persen menjadi 11,5 persen mencerminkan tingkat risiko yang lebih rendah. Permintaan gas domestik akan terus kuat seiring program pemerintah untuk mengurangi subsidi. Target harga Credit Suisse

» Rp4.000 » BELI

Kepemilikan Efek I Pelaporan Minimal 5% Wajib Diumumkan ke Publik

Bapepam Pacu Transparansi Bapepam-LK mewajibkan kepemilikan saham emiten minimal 5 persen dilaporkan tidak hanya ke regulator, tetapi juga ke publik, untuk meningkatkan transparansi di pasar modal. JAKARTA – Bapepam-LK akan meningkatkan transparansi kepemilikan efek di pasar modal. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan diwajibkan memerinci perubahan atau posisi kepemilikan efek 5 persen atau lebih atas suatu emiten. ”Kita ingin pelaporan yang lebih transparan karena pelaporan kepemilikan yang sebelumnya hanya ke Bapepam-LK nantinya juga wajib diumumkan ke publik,” kata Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK Nurhaida di Jakarta, Kamis (18/6). KSEI nantinya juga wajib memberikan tembusan la-

poran tersebut ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Otoritas bursa tersebut wajib mengumumkan laporan perubahan kepemilikan sebesar 5 persen atau lebih tersebut paling lambat pada hari bursa berikutnya setelah bursa menerima tembusan laporan dari KSEI. Selama ini, perubahan kepemilikan efek 5 persen atau lebih hanya wajib dilaporkan ke Bapepam-LK. Namun, peraturan belum menerapkan standar atau poin-poin apa saja yang wajib dilaporkan. Pada Agustus 2008, Bapepam-LK menerbitkan aturan baru terkait laporan Biro Admi-

nistrasi Efek (BAE) serta emiten atau perusahaan publik yang menyelenggarakan administrasi efek sendiri. Aturan nomor X.H.I itu mewajibkan emiten melaporkan secara detail jumlah dan persentase pemegang saham di bawah 5 persen kepada Bapepam-LK. Dengan aturan ini, tergambar detail komposisi pemegang saham publik dari emiten dan perusahaan publik, baik dari segi jumlah maupun persentase kepemilikan. ”Perubahan peraturan ini bertujuan meningkatkan kualitas laporan oleh BAE maupun emiten,” kata Ketua BapepamLK Fuad Rahmany. Dalam draf revisi Peraturan Pasar Modal Nomor X.C.1 tentang Laporan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, diperinci beberapa hal yang wajib dilaporkan, yakni nama pemegang rekening, nama pemodal (pemegang subrekening efek),

dan nama emiten atau perusahaan publik penerbit saham. Selain itu, persentase kepemilikan terakhir, baik sebelum maupun sesudahnya, terjadi perubahan dari total saham yang diterbitkan emiten. Terakhir, tanggal pemindahbukuan pada subrekening efek atau tanggal pertama kali tercatat pada subrekening efek untuk saham yang baru tercatat dalam penitipan kolektif di KSEI. Selain laporan perubahan posisi kepemilikan tersebut, KSEI wajib melaporkan berbagai dokumen ke Bapepam-LK, yakni laporan harian mengenai mutasi transaksi, laporan bulanan, laporan keuangan tengah tahunan, dan laporan keuangan tahunan yang sudah diaudit akuntan publik. Laporan Elektronik Selain laporan perubahan kepemilian saham tersebut, perubahan aturan X.C.1 akan

mewajibkan KSEI memberikan laporan harian secara elektronik kepada Bapepam-LK. Sebelumnya, laporan harian hanya disampaikan dalam bentuk hard copy paling lambat hari kerja berikutnya. ”Dengan sistem elektronik ini, kami harap nantinya pelaporan dari KSEI akan lebih cepat dibanding dengan pelaporan dalam bentuk hard copy,” kata Nurhaida. Direktur KSEI Trisnadi Yulrisman menyatakan kesiapan KSEI untuk melakukan perubahan dalam aturan itu. ”Dari sisi sistem kami tidak ada masalah. Hanya saja nanti perlu diidentifikasi dulu lebih lanjut kapan waktu yang paling tepat untuk penyampaian laporannya ke Bapepam-LK,” katanya.  nse/E-1 Komentar/saran/kritik berita ini via e-mail: redaksi@koran-jakarta.com, faks: 021 3155 106 SMS: 0813 8181 7227

» Penurunan Terbesar

Pialang tertidur » pada perdagangan sesi pertama di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (18/6). Pada perdagangan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok 3,65 persen, sekaligus menjadi penurunan terbesar harian dalam tiga bulan terakhir ke level 1.950,98 poin. Kondisi itu terjadi akibat pelemahan bursa regional maupun global.

PORTOFOLIO Regulator Akan Lindungi Pelapor Dugaan Kejahatan JAKARTA – Masyarakat tidak perlu takut melaporkan pelanggaran aktivitas pasar modal kepada otoritas jika memang memunyai bukti kuat. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) akan melindungi secara hukum secara bagi pelapor (whistle blower). “Selama ini, banyak whistle blower yang melapor kepada kita. Namun mereka enggan untuk menandatangani laporan pengaduan, padahal itu penting sebagai alat bukti di pengadilan, jadi tidak bisa kita tindak lanjuti,” ujar Kepala Badan Pengawas Pasar Modal Fuad Rahmany di Jakarta, Kamis (18/6). Hal tersebut bisa dipahami karena selama ini para whistle blower sangat rentan akan intimidasi dan ancaman karena status hukumnya (di Indonesia) tidak diakui. Dalam kasus pidana korupsi, mereka biasanya hanya disebut sebagai para pelapor. Oleh karena itu, tambah Fuad, sistem hukum di Indonesia harus bisa menjamin keamanan para whistle blower. “Kita mau, tidak hanya Bapepam yang melindungi para pelapor, tapi juga penegak hukum lainnya seperti pengadilan dan kejaksaan. Bapepam tidak bisa bekerja sendiri, tetapi semua perangkat hukum,” tambah Fuad. Dalam tata hukum nasional, masyarakat Indonesia sebenarnya sudah memiliki Undang-Undang No 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Namun UU ini dinilai belum bisa menjamin keberadaan whistle blower. Fuad menambahkan Bapepam pernah melakukan kajian dengan Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) untuk membuat peraturan khusus melindungi whistleblower tersebut. Hingga saat ini, biro hukum Bapepam tengah mempelajari format yang pas untuk melindungi pelapor. Praktik Kebablasan Ketua KNKG, Mas Ahmad Daniri, beberapa waktu lalu mengungkapkan pentingnya membuat sistem pengaduan (whistleblower system). Sistem ini dibentuk untuk mencegah pelanggaran anggota bursa sejak dini. Apalagi saat ini, perusahaan sekuritas atau anggota bursa sudah semakin canggih dan kreatif dalam aktivitas transaksi saham. Hal tersebut membuka potensi terhadap terjadinya pelanggaran di pasar modal. “Para pelaku pasar modal itu kan sangat kreatif, saking kreatifnya kadang kebablasan. Nah sistem ini dibuat untuk mencegah agar pelanggaran yang dilakukan oleh anggota bursa bisa dideteksi sedini mungkin,” ujar Daniri yang juga pernah menjabat Direktur Utama Bursa Efek Jakarta.  hps/E-1

KORAN JAKARTA/WACHYU AP

REKSA DANA

Perdagangan Efek

Asing Tinggalkan Pasar Saham Domestik JAKARTA – Setelah terjadi di pasar obligasi, keluarnya dana asing kini juga terjadi di pasar saham. Investor asing merealisasikan keuntungan (profit taking) setelah rally saham yang signifikan dalam tiga bulan terakhir ini. Pada perdagangan kemarin, transaksi investor asing mencatat jual bersih sebesar 328,57 miliar rupiah atau meningkat dibandingkan sebelumnya hanya sebesar 99,38 miliar rupiah. “Aksi jual banyak terjadi di saham-saham unggulan sektor tambang dan otomotif oleh investor asing. Ini memicu sentimen yang akhirnya diikuti oleh investor lokal,” kata seorang pialang di perusahaan sekuritas yang tak mau disebutkan jati dirinya seperti dikutip AFP di Jakarta, Kamis (18/6). “Ini merupakan hal yang wajar, setelah indeks naik tinggi dan periode membeli saham untuk sementara berakhir,” kata pengamat pasar modal Albert Panjaitan. Sebelumnya, di pasar obligasi, kepemilikan asing di Surat Utang Negara (SUN) juga terus menurun setelah melemahnya harga obligasi pemerintah AS. Kepemilikan asing di pasar SUN anjlok hingga 3,12 triliun dalam sepekan, dari 89,52 triliun rupiah menjadi 86,40 tri-

liun rupiah per 16 Juni 2009. Namun, menurut Albert, keluarnya dana asing dari bursa domestik diperkirakan hanya akan berlangsung dalam jangka pendek. Investor asing diperkirakan akan kembali masuk pada akhir Juni ini pada saat laporan keuangan semester pertama berakhir dan kembali memborong saham-saham yang mengalami koreksi cukup dalam. Dalam pandangan investor asing, Indonesia masih tetap

« Ini merupakan hal yang wajar setelah indeks naik tinggi dan periode membeli saham untuk sementara berakhir.

»

Albert Panjaitan PENGAMAT PASAR MODAL

merupakan tempat investasi yang menarik dan menjanjikan. Sama halnya di China dan India yang masih mengalami pertumbuhan PDB pada saat resesi global berlangsung. Titik Terendah Di pasar global pun harga saham kembali jatuh ke titik terendah dalam tiga pekan terakhir bersamaan dengan turunnya harga minyak pada perdagangan Kamis (18/6).

Investor kembali ragu untuk mengambil risiko lebih lanjut sebelum adanya sinyal konkret dari pemulihan ekonomi. Data penjualan ritel di Inggris, di luar dugaan, turun pada Mei 2009, sementara order industri yang turun bulan Juni 2009. Kekhawatiran atas sektor perbankan juga bertambah setelah S&P memangkas peringkat 18 bank pada Rabu lalu. Kekhawatiran sektor perbankan dan data makroekonomi di Inggris itu cukup mengkhawatirkan investor setelah benchmark indeks global naik 40 persen antara Maret hingga awal Juni. “Kenaikan sebelumnya sudah di atas rata-rata. Akibatnya, terbuka peluang bagi profit taking. Pemulihan yang kita lihat sejak Maret benar-benar sangat cepat dan mengejutkan,” kata Mike Lenhoff dari Brewin Dolphin Securities. Kemarin, indeks MSCI global turun sepertiga persen setelah Rabu menyentuh titik terendah dalam tiga pekan terakhir. Di kawasan regional, bursa Jepang terkoreksi 1,4 persen dan mencatat penurunan 5 persen sejak pekan lalu. Sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong turun empat hari berturut-turut, dan kemarin ditutup melemah 1,7 persen.  nse/hps/AFP/Rtr//E-1

“Hedge Fund” Mulai Bangkit Kembali

S

etelah sempat terpuruk sejak krisis global tahun lalu, para pengelola dana besar jangka pendek atau lebih dikenal hedge fund kini kembali berancang-ancang bangkit. Tren perbaikan kondisi pasar saham menjadi faktor utama. Ini tecermin dari sejumlah hedge fund yang telah mulai meningkatkan lagi daya ungkit (leverage) dalam beberapa pekan terakhir ini. Kalangan broker utama dan kreditur lain meningkatkan sokongan dana ke mereka menyusul pasar saham yang lebih stabil. Menurut Henry Bregstein, pengacara di Katten Muchin Rosenman, sejumlah strategi seperti multistrategi dana dan funds of funds secara tentatif mulai meningkatkan leverage hingga 50 persen dalam enam pekan terakhir. “Kita mulai melihat beberapa leverage balik lagi ke industri hedge fund,” katanya kepada Reuters. “Dengan dana yang lebih kuat, kita mulai melihat beberapa hedge fund beraktivitas transaksi dengan leverage baru. Pasar tampak telah stabil,” lanjutnya. Tahun lalu, pinjaman oleh kalangan hedge fund merosot setelah para broker utama

memangkas kucuran kredit ke mereka untuk mengurangi arus neraca mereka sehingga kalangan hedge fund akhirnya juga mengurangi transaksi akibat pasar terpuruk. Berdasarkan data dari Britain’s Financial Services Authority, leverage rata-rata dari broker utama di Inggris turun sekitar 1,15 kali pada Oktober 2008 dibanding sekitar 1,9 kali pada Oktober 2007. Kendati demikian, menurutnya, transaksi yang didasarkan pada leverage tinggi seperti yang terlihat di obligasi pemerintah, mata uang, dan efek beragun aset tampaknya tidak akan balik. Salah satu prospektus hedge fund tahun lalu menunjukkan proposal leverage dana hingga 99 kali. “Tingkat leverage ini sulit dipercaya. Kita tidak akan melihatnya sebelumnya, mungkin tidak selama hidup saya,” tuturnya. Bregstein adalah anggota praktisi jasa keuangan, ketua praktik produk terstruktur, dan manajer mitra Katten Muchin Rosenman di New York. Dia dikenal sebagai konsultan jasa keuangan bagi bank, hedge fund domestik maupun luar negeri, asuransi jiwa, broker-diler.  nse/Rtr/E-1

EDISI 369 - 19 JUNI 2009  

EDISI 369 - 19 JUNI 2009

EDISI 369 - 19 JUNI 2009  

EDISI 369 - 19 JUNI 2009

Advertisement