Issuu on Google+


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

Pesan terakhir yang penuh makna Kalau seseorang yang kita kasihi meninggal, maka kita mencoba mengingat pengalaman-pe ngalaman bersama dengan orang tersebut, baik pengalaman suka maupun duka. Namun, ter utama kita mencoba mengingat apa yang di ucapkan pada saat-saat menjelang ajalnya, ka rena pesan pada saat-saat terakhir adalah pen ting dan penuh makna. Dalam tulisan ini, maka kita akan melihat tujuh pesan Yesus yang diucapkan-Nya pada saat Dia tergantung di kayu salib, saat-saat akhir hi dup-Nya. Dari pesan terakhir ini, kita akan dapat menangkap hal-hal yang terpenting yang ingin disampaikan-Nya kepada kita. Tujuh pesan Ye sus terdapat dari: 1. Luk 23:34 “Ya Bapa, am punilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.“; 2. Luk 23:43 “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada ber sama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” 3. Yoh 19:26-27 “Ibu, inilah, anak mu!” dan “Inilah ibumu!“; 4. Mar 15:34 “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?“; 5. Yoh 19:28 “Aku haus!“; 6. Yoh 19:30 “Sudah selesai“; 7. Luk 23:46 “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.“ Dari pesan ini, kita melihat bagaimana Yesus ingin membawa keselamatan bagi semua orang dengan memberikan pengampunan kepada umat manusia, sehingga manusia dapat bersatu dengan Allah di dalam Kerajaan Sorga, sama seperti Yesus membawa pencuri di sebelah kanan-Nya ke Firdaus. Bagaimana cara untuk mencapai Kerajaan Sorga? Yesus menunjukkan agar kita dapat me nerima Maria sebagai bunda kita, senantiasa berharap pada Allah dalam ke sulitan, haus akan jiwa-jiwa untuk diselamatkan, serta terus setia terhadap pang gilan kita sampai akhir hayat kita, sampai tiba saatnya kita menyerahkan nyawa kita kepada Bapa dan kemudian memulai kehidupan baru di dalam Kerajaan Sorga. 1. Luk 23:34 “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Pada saat Yesus tergantung di kayu salib, di tahta-Nya yang dipandang hina oleh banyak orang, Dia melihat dengan jelas drama kehidupan manusia, mulai dari serdadu yang kejam, murid-muridnya yang pengecut, kaum Farisi yang iri hati, orang-orang yang tidak melakukan apapun ketika mereka melihat ketidak adilan. Di kayu salib dan juga dalam permenungan-Nya di taman Getsemani, (bersambung ke hlm. 33)

EDISI PASKAH - APRIL 2012

1


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

Dari Bilik Redaksi

DAFTAR ISI

Pesan Terakhir Shaloom pembaca yang dikasihi Tuhan, Yang Penuh Makna 1 gembira rasanya kami dapat menjumpai 2 Anda semua melalui media kita tercinta Dari Bilik Redaksi Surat dari Romo Paroki 5 ini setelah sempat absen pada edisi Paskah Kristiani Natal 2011 yang lalu. Sedih memang & Paskah Yahudi 7 WP harus istirahat kembali waktu itu, Doa Senakel walaupun selama ini sudah kebanyakan dan Gerakan Imam Maria 9 istirahat dengan jadwal tampil hanya Mengenal Sosok 13 tiga kali setahun. Yah...tapi apa mau Rm. FA Widiantara MSF 20 dikata, semua itu harus dilakukan demi Fokus Pastoral 2012 kebaikan serta kesehatan dari media ini Agenda Kegiatan Dewan Paroki sendiri, sehingga masa absen itu diper April 2012 28 gunakan untuk meluruskan kembali, Sekilas Tentang Lilin Paskah Agenda Kegiatan Dewan Paroki membenahi segala sesuatu yang kiranya Mei - Juni 2012 29 dianggap tidak beres atau pun tidak Laporan Keuangan Tahun 2011 benar, baik dari sisi administratif mau Panitia APP 30 pun teknis. Banyak hal yang perlu di Agenda Kegiatan Dewan Paroki 31 tata ulang dengan tujuan memberikan pe Juli 2012 Pemberkatan layanan informatif yang bermanfaat dan 35 sehat bagi umat paroki kita. Jadi tidak Dan Peresmian Biara MSF Mgr. Soegijapranata SJ, berlebihanlah rasa gembira itu kami Mini Biografi 36 utarakan kepada Anda, karena di awal Ngudo Roso Mo Semar 42 tahun ini WP dapat menjumpai Anda Tim Kerja sekalian di hari yang sangat membahagia Sosial Kematian 46 kan kita sebagai murid Kristus, yaitu Agenda Kegiatan Dewan Paroki 49 Hari Raya Paskah, hari raya kemenang Agustus 2012 Agenda Kegiatan Dewan Paroki an kita. Dan kali ini kami dapat hadir September - Desember 2012 54 sesuai jadwal, tidak molor dan ngaret seperti biasanya, sehingga rasanya malu kalau melihat umat membaca sambil tersenyum kecut karena iklan Ucapan Selamat Paskah-nya yang sudah keburu basi. Pada edisi ini kami coba tampil dengan tata letak yang mungkin sedikit ber beda dari biasanya, demikian pula dengan ukuran dan jenis huruf yang di gunakan. Mungkin pembaca agak sedikit bingung dan ribet harus membalikbalik halaman untuk mencari potongan artikel yang kami sajikan. Semua itu kami lakukan dengan harapan agar pembaca tidak merasa bosan dengan 

  









 









 





2

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

membaca secara berurutan halaman seperti biasanya, namun lebih aktif membuka halamanhalaman lain agar seluruh isi WP dapat terbaca (termasuk iklannya) semua. Ada satu hal yang mungkin juga sempat menjadi tanda-tanya di antara pembaca / umat, khususnya partisipan yang biasa melakukan pemasangan iklan. Sistem yang kini diterapkan merupakan bagian dari upaya perbaikan inter nal segi administratif buletin, agar lebih rapi, dan lebih tertib serta bertanggungjawab. Dan bagi para partisipan yang urung memasang iklan pada edisi kali ini karena sesuatu hal, kami, Redaksi mohon maaf sebesar-besarnya ka rena terpaksa menolaknya. Semoga niat baik para partisipan tersebut dapat terwujudkan pada edisi WP berikutnya. Sebagai kata akhir, kami juga ingin menyampai kan kepada pembaca yang budiman, bahwa kami tim Redaksi WP merasa kesulitan dalam mencari bahan berita otentik mengenai kegiatan di dalam paroki kita, termasuk kegiatan di lini lingkungan atau wilayah. Kami sangat men dambakan bantuan Anda sekalian yang masih cinta kepada paroki, untuk memberikan sumbangsih berupa buah pikir, tulisan maupun sumbang saran, kritikan positif yang dapat membangun gereja kita ke arah yang lebih tang guh dan dewasa. Silahkan kirim semuanya itu ke alamat e-mail kami : komsosgsp@gmail.com atau Tim Redaksi, dan kami sangat berterima kasih atas segala kontribusi anda. Selamat Paskah dan selamat membaca. Berkah Dalem.

WARTA PAULUS MEDIA KOMUNIKASI PAROKI SANTO PAULUS SENDANGGUWO - SEMARANG

Pelindung Pastor Kepala Paroki

Penasehat Ketua Bidang Yan Mas Dewan Paroki

Penanggungjawab Koord. Tim Kerja KomSos Dewan Paroki

Pemimpin Redaksi J Paryadi

Staf Redaksi Drs. St. Suripto Admosuwito Drs. A Mardiyono Pius Koesdyantoro M Yunus Waas

Artistik Alf. Sungging V Suparyanto B Riyanto

Tata Letak J Paryadi M Yunus Waas

Distribusi Ketua - Ketua Lingkungan

Penerbit Dewan Paroki Santo Paulus Jl. Dr. Muwardi 7, 024 - 6711509 Sendangguwo Semarang

Alamat E-mail komsosgsp@gmail.com

Percetakan Kuala Mas Offset

Edisi 87, Paskah 2012 5 April 2012

Cover Depan ‘Pembagian bingkisan untuk anak jalanan’

Redaksi. EDISI PASKAH - APRIL 2012

desain oleh : V Suparyanto

3


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

4

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

SURAT DARI ROMO PAROKI Berkah Dalem Saudara-saudariku umat Paroki Santo Paulus Sendangguwo yang terkasih. Pertama-tama, kami bersama seluruh pastor paroki mengucapkan Selamat Hari Raya Paskah 2012, semoga peristiwa Paskah semakin membawa kita menjadi orang Katolik sejati yang peduli dan berbagi dengan sesama. Tahun 2012 ini merupakan tahun kedua ARDAS KAS 2011-2015. Paroki kita telah menetapkan fokus pastoral yang akan dilaksanakan tahun ini, yaitu (1) Terjadinya pembelajaran pokok-pokok iman dan peningkatan keintiman dengan Allah di paroki dan lingkungan-lingkungan, (2) Optimalnya pemberdayaan KLMTD, dan (3) Meningkatnya tanggung jawab dan keterlibatan umat dalam gerakan pemeliharaan lingkungan hidup. Dari ketiga fokus tersebut kemudian dibuat program-program kerja yang akan dilaksanakan selama tahun 2012. Selain program kerja yang mengacu pada fokus pastoral, semua bidang juga membuat program kerja bidang masing-masing. Kami mengharapkan seluruh umat ‘nyengkuyung’ program kerja-program kerja yang telah dibuat tersebut. Agenda pokok kegiatan paroki kita dapat dibaca pada bagian lain Warta Paulus ini. Saudara-saudariku umat Paroki Santo Paulus Sendangguwo yang terkasih. Berbicara tentang fokus pastoral kita, selain sejalan dengan ARDAS KAS, kita juga mendasari fokus pastoral kita berdasarkan pada visi dan misi paroki, serta situasi nyata di paroki kita.Hasil ini kita peroleh dari pendataan umat dan survey individual ARDAS yang telah dilakukan Bidang Penelitian dan Pengembangan.Dengan fokus pastoral ini, kami mengharapkan bahwa pada tahun ini semakin banyak umat yang mengerti dan memahami ajaran Katolik dan mampu menjelaskan pada umat lain maupun orang lain yang bertanya kepada kita, semakin peduli dan berbagi dengan sesama, serta memberi perhatian yang serius untuk memelihara keutuhan ciptaan.Oleh karena itu, kami mengundang seluruh umat untuk dapat terlibat dalam program-program Dewan Paroki ini. Program Dewan Paroki telah ditetapkan pada Sidang Dewan Pleno yang berlangsung pada hari Minggu, 26 Februari 2012. Sidang Dewan Pleno yang dihadiri setiap unsur yang ada di Dewan Paroki, yakni Pengurus Dewan Inti, Ketua Wilayah, Ketua Lingkungan dan tokoh-tokoh lain berlangsung dengan lancar dan penuh kekerabatan. Semoga Program Kerja kita tahun ini dapat berlangsung dengan baik, dengan harapan iman mendalam dan tangguh serta visioner. Selain dari hal-hal tersebut di atas, pengembangan dan pemeliharaan gereja dan sekitarnya juga menjadi bagian tak terpisahkan Program Kerja Dewan Paroki. Pada tahun ini sesuai dengan recant dan program Dewan Paroki,diharapkan keamanan dan kenyamanan beribadat juga semakin baik. Dalam hal ini, telah diangkat dua orang Satpam guna membantu keamanan di EDISI PASKAH - APRIL 2012

5


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

lingkungan gereja, dan akan segera dibangun gardu jaga/pos satpam. Gedung gereja tahun ini juga direncanakan untuk diplitur untuk daun pintu dan genteng di cat ulang, dan lain-lain, yang semuanya itu diharapkan dapat menjadi tempat perjumpaan dengan Tuhan yang lebih personal dan intens. Saudara-saudariku umat Paroki Santo Paulus Sendangguwo yang terkasih. Melalui Warta Paulus ini, kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada setiap umat yang telah berperan aktif dalam pengembangan iman, baik secara pribadi maupun bersama-sama. Bagi setiap umat yang dengan tulus selalu membantu dan bekerjasama dalam perawatan gereja, memberikan bantuan dan dukungan yang berupa apa saja. Paroki kita tidak akan hidup dan bersinar tanpa peran serta seluruh umat paroki. Akhirnya, semoga Peringatan Kebangkitan Kristus yang kita rayakan akan membawa kehidupan iman kita dan seluruh umat di paroki kita semakin signifikan dan relevan Salam kami

Gereja Santo Paulus kini juga memiliki sarana informasi dunia maya berupa Blog. Kunjungi gsp-sendangguwo.blogspot.com dan jadi pengunjung setia kami.

Telp. 024 - 6733834

6

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

PASKAH KRISTIANI & PASKAH YAHUDI oleh: y.eric soewarno Kortimja HAK

Dalam pertemuan-pertemuan umat di lingkungan, terutama pada masa seputar Paskah dan pra-Paskah, penulis sering mendapat pertanyaan-pertanyaan ; -Apakah sama antara Paskah Kristiani dengan Paskah Yahudi ? -Ataukah berbeda ?. Di mana perbedaannya ?. Menanggapi pertanyaan tersebut, biasanya penulis jawab dengan nyelèlèk : Oh iya, sama ! Sama-sama tersusun oleh huruf-huruf p-a-s-k-a-h !. Mungkin di lingkungan-lingkungan lain juga sering muncul pertanyaan tersebut. Bagi penulis, pertanyaan tersebut tidaklah aneh. Wajar. Karena bagi kita, untuk dua peristiwa yang berbeda itu, kita gunakan terminologi yang sama : Paskah. Namun di tempat lain, sebut saja misalnya umat yang berbahasa Inggris, dua peristiwa itu dibedakan dengan Passover untuk Paskah Yahudi, dan Easter untuk Paskah Kristiani. Paskah Yahudi. Menurut ritual Yahudi, perayaan Paskah bermula dari peristiwa pesakh (bahasa Ibrani), artinya peristiwa melewati, yakni peristiwa malam ketika Tuhan lewat untuk menghukum bangsa Mesir karena tegar tetap memperbudak bangsa Yahudi. Firaun tidak mengijinkan Musa membawa bangsa Yahudi ke gurun untuk beribadah. Peristiwa pesakh adalah puncak tulah Tuhan bagi bangsa Mesir setelah sembilan tulah yang lain: darah, katak, nyamuk, lalat, sampar, barah, es, belalang, dan kegelapan, tidak mampu melenturkan ketegaran penolakan Firaun terhadap permintaan Musa (Kel.7:14-10:29). Tulah ke-10 (terakhir) ini adalah : Tuhan membunuh anak sulung seluruh keluarga Mesir dan juga semua anak sulung ternak orang Mesir (Kel.12:29). Namun Tuhan hanya lewat saja, tidak menulahi keluarga-keluarga Yahudi, tidak ada anak sulung Yahudi yang mati (Kel.12:23). Dalam ritual Yahudi, ada tiga Hari Raya Utama, yakni Hari Raya Paskah, Hari Raya Tujuh Minggu, dan Hari Raya Pondok Daun (Ul.16:1-12). Perayaan Paskah Yahudi, bukanlah perayaan bernuansa pesta. Satu-satunya ritual yang agak bernuansa pesta adalah pada hari pertama (malam) tanggal 14 bulan-pertama (Adib) menurut kalender Yahudi. Pada senja hari itu, diawali dengan penyembelihan anak domba paskah. Dagingnya harus dihabiskan malam itu juga. Itu (bersambung ke hlm. 12) EDISI PASKAH - APRIL 2012

7


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

8

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

DOA SENAKEL DAN GERAKAN IMAM MARIA Ada yang baru dalam salah satu program Bidang Pewartaan Dewan Paroki Santo Paulus, yaitu program penyelenggaraan Doa Senakel. Program yang rencananya akan diadakan setiap Sabtu pertama dalam bulan tersebut, tentunya menjadi pertanyaan banyak umat, ada acara doa apa ini? Baiklah kita simak beberapa uraian berikut; Apa itu doa Senakel ? Senakel berasal dari kata Latin ’cenaculum’ yang berarti ruang makan di loteng.Doa Senakel adalah sebuah bentuk doa yang mengenangkan peristiwa waktu para murid berkumpul di ruang loteng di Yerusalem bersama Ibu Maria, berdoa bersama menantikan Roh Kudus, sebagaimana diceritakan dalam Kis. 1: 1-14. Doa Senakel ini merupakan bagian dari Gerakan Imam Maria (GIM). Apa itu Gerakan Imam Maria? Gerakan Imam Maria didirikan oleh pastor Don Stefano Gobbi, beliau sekaligus sebagai Pimpinan Internasional dari gerakan ini. Gerakan Imam Maria (GIM) adalah suatu gerakan rohani dalam Gereja Katolik saat ini, yang muncul dari kesadaran dan tanggungjawab para Imam sendiri maupun dari umat, terhadap kesucian hidup imamat para imam dalam berbagai aktivitas dan karya kerasulannya demi kehidupan dan perkembangan Gereja dan masyarakat serta komunitas kristiani. Hal ini sesuai dan sejalan dengan pesan-pesan Ibu Maria, Ratu para Rasul, yang disampaikan lewat berbagai peristiwa penampakan di berbagai belahan dunia, khususnya yang disampaikan Ibu Maria lewat lokusi batin yang didalami secara khusus dan luar biasa oleh Pastor Don Stefano Gobbi dan ditulis dalam buku “Our Lady Speaks To Her Beloved Priests”. Buku ini banyak membantu kita untuk lebih mengenal asal-usul GIM, cara menjadi anggota GIM, bagaimana penyebaran GIM, dan ter utama mengerti pesan-pesan Ibu Maria sendiri yang telah di sampaikan bagi para Imamnya lewat lokusi yang diterima Don Stefano Gobbi. Ibu Maria menghendaki agar para Imam dan umat beriman bersatu dalam Gerakan Imam Maria dan berdoa Senakel. Pastor Don Renzo Del Fante, (salah seorang mantan Pembimbing Rohani Pastor Gobbi), penyusun dan penulis buku pegangan GIM “Pesan Bunda Maria Kepada Para Imamnya” menjelaskan tentang Gerakan Imam Maria (Moviemto Sacerdotale Mariano) sebagai berikut : “Bagiku, GIM adalah seumpama biji kecil yang ditanam Ibu Maria di kebun Gereja.” Dalam waktu yang relatif singkat, biji itu telah tumbuh menjadi sebatang pohon. Dalam hal ini, EDISI PASKAH - APRIL 2012

9


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

Ibu Maria dan Gereja, dengan tanpa keraguan mengulurkan tangan kepada para beriman, terutama para Imam. GIM merupakan hadiah Ibu Maria bagi Gereja yaitu anak-anaknya. Lebih lanjut, buku pegangan GIM menjelaskan tentang gerakan ini dengan menguatkan kembali tentang kesaksian dari Pastor Gobbi sendiri. Jelas juga karya ini menggunakan sarana tertentu, diantaranya ialah Don Stefano Gobbi yang istimewa itu. Kesaksian Pastor Gobbi : “Saya seolah-olah mendengar kembali ucapan mashur dari St. Paulus : ”Allah telah memilih yang lemah dari dunia ini…….” Salah satu dari lokusi itu berbunyi demikian : “Aku telah memilih kamu, karena kamu adalah alat yang tepat. Jadi tak ada orang yang akan mengatakan bahwa ini adalah karyamu. GIM haruslah merupakan karyaku sendiri. Melalui kelemahanmu aku akan menyatakan kekuatanku. Melalui ketidakberdayaanmu aku akan menyatakan kuasaku.” Hendaknya GIM menjadi suatu gerakan yang dipuji bukan karena banyak status dan pimpinan, atau karena digerakkan oleh Imam dan beberapa tokoh kuat, melainkan lebih karena suatu “semangat”, sebagaimana secara intuisi dirasakan juga oleh Paus Yohanes Paulus II. Bagi Imam-imam, mempercayakan diri kepada Ibu Maria, berarti semakin peka dan sadar akan penyerahan diri yang sudah diberikan oleh Allah dan dibuat untuk Allah sendiri.

10

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

GIM adalah suatu gerakan yang terbuka bagi setiap Imam, tanpa mem bedakan umur ataupun kedudukan. Beberapa Imam sudah merasakan manfaat yang besar dari gerakan ini karena merasa memperoleh semangat dan kegembiraan baru. Melalui gerakan ini sejumlah Imam juga berhasil merefleksikan masa silam hidup pribadinya yang negatif dan karya kerasulan nya yang kurang berhasil serta mencoba bangkit darinya. Latar belakang timbulnya Gerakan Imam Maria dan perkembangannya Sejak 1973, mulai dalam Kapel Apparitions di Fatima, dan sampai sekarang di banyak tempat lainnya di berbagai belahan bumi ini hingga di Indonesia. Don Stefano Gobbi telah mendapat secara istimewa pembicaraan dan pesan-pesan khusus Ibu Maria lewat lokusi yang disampaikan secara bertahap, dan ditujukan oleh Ibu Maria, kepada para putera yang dikasihinya secara istimewa, yaitu para Imam. (Cfr. Buku Our Lady Speaks To Her Beloved Priests). Lewat pesan Ibu Maria kepada para Imamnya itu, beliau menghendaki terbentuknya gerakan ini yaitu agar para Imam dan umat beriman secara tetap bersatu dalam Gerakan Imam Maria ini, dan dalam kegiatan khususnya yaitu Doa Senakel. Pada berbagai kesempatan Ibu Maria menampakkan diri, beliau selalu meyampaikan banyak pesan dan permintaan kepada manusia. Permohonan (bersambung ke hlm. 14)

EDISI PASKAH - APRIL 2012

11


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

(dari hlm. 7, Paskah Kristiani & Paskah Yahudi)

pun hanya boleh diolah secara dibakar, tanpa bumbu (seder). Tujuh hari lamanya perayaan ini, orang hanya boleh makan roti tak ber-ragi (matzah) dengan sayur pahit saja. Selama hari perayaan ini, orang dan juga ternak dilarang bekerja. Kegiatan yang diperbolehkan hanyalah mengadakan pertemuan liturgis untuk mengenang peristiwa eksodus (keluaran) dari perbudakan di Mesir. Liturgi berupa kisah-kisah yang dialami bangsa Yahudi selama lebih dari 40 tahun ber-eksodus, disertai komentar/ulasan-ulasannya, diselingi hymne (nya nyian puja-puji) kepada Allah yang telah membawa mereka keluar dari perbudakan Mesir ke tanah terjanji. Paskah Kristiani. Hari Raya Paskah Kristiani adalah Hari Raya Kebangkitan Kristus dari kematian, setelah wafat disalib karena dosa-dosa manusia. Hari Kemenangan atas maut akibat dosa. Hari Keselamatan, terlepas dari jerat dosa. Satu Hari Raya utama menurut Kalender Liturgi Gereja. Umat Gereja Purba mengaitkan perayaan ini dengan perayaan Paskah Yahudi. Adalah wajar karena sebagian besar mereka adalah orang-orang Yahudi. Keyakinan mereka masih berupa sekte/kelompok, yang masih menyatu dengan ritual agama Yahudi. Apalagi rangkaian peristiwa Kebangkitan Kristus memang terjadi pada waktu berlangsungnya perayaan Paskah Yahudi. Yesus ditangkap, diadili, disiksa, disalib, dan dikubur pada hari pertama perayaan Paskah Yahudi. Pada waktu itu jatuh pada hari Jumat, yang sekarang diperingati sebagai Hari Raya Jumat Agung. Setelah lepas dari sekte agama Yahudi dan menjadi agama Kristen (Kis.11:26), ketika akan merayakan Paskah Kristiani, selalu terjadi perbantahan (kontrover si) yang berkepanjangan. Akhirnya pada tahun 325 AD, Konsili Nicaea --kota ini sekarang bernama Iznik, wilayah Turki-- bersepakat : untuk merayakan Paskah ditetapkan pada hari Minggu, ketika seputar bulan penuh/purnama, antara 22 Maret – 25 April. Untuk tahun 2012 ini, Paskah jatuh pada 8 April, hari Minggu Pahing, bersamaan dengan tanggal 16 Jumadil Awal, tahun 1945 Wawu, menurut kalender Jawa. Jadi jelas sekali perbedaan antara Paskah Yahudi dengan Paskah Kristiani. Terlebih dari segi eskatologis. Oleh karena itu, mungkin perlu dipertimbangkan Hari Raya PASKAH KRISTIANI itu dipopulerkan dengan terminologi Hari Raya SANG TIMUR (sebagai terjemahan dari kata EASTER). 

12

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

Mengenal Sosok ROMO F.A. WIDIANTARA, MSF Romo Fransiskus Asisi Widiantara, MSF yang kesehariannya akrab disapa Romo Wid, memang belum lama berkarya di Paroki St. Paulus Sendangguwo Semarang. Maka wajar kalau belum banyak umat yang mengenal secara lebih jauh kehidupan beliau. Untuk itu WP edisi Paskah kali ini menyuguh kan tulisan yang mengungkap tentang siapa dan bagaimana sosok Romo Wid itu, maksudnya agar umat semakin mengenal dan menyayangi gembala nya. Anak Semarang Asli. Romo Wid lahir di Kota Semarang pada tanggal 16 Juni 1939, tinggal bersama keluarga sederhana, menghuni rumah di Jl. Widosari, Brumbungan Semarang. Anak Semarang asli ini pernah membuat heboh di kelasnya, waktu pelajaran agama tengah berlangsung, pasalnya ia menanyakan: “Mengapa romo tidak kawin”. Mendengar pertanyaan itu, spontan teman sekelasnya mentertawakan dan mengejeknya, karena mereka menganggap aneh. Untunglah Rm. Albertus Winkel, SJ (pastor Belanda) yang mengajar agama waktu itu berlaku bijak. Setelah suasana tenang beliau menjelaskan: ‘Begini anak-anak, Romo memang tidak kawin, tujuannya agar Romo dapat sepenuhnya menyerahkan hidupnya, mencurahkan tenaganya untuk melayani umat demi kemuliaan Tuhan. “Inilah wujud kasih sejati, seperti yang telah diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.“ Wid, anak kelas VI SD Xaverius ini sangat terkesan penjelasan Rm. Winkel, SJ, gurunya itu. Turunnya Rahmat Panggilan Suatu hari, Romo Winkel, SJ dari Paroki Kebon Dalem itu datang ke rumah Wid, mengajaknya untuk ikut serta mengunjungi orang-orang yang menderita sakit kusta di Plantungan, Kabupaten Kendal. Sesampainya di sana Wid me nyaksikan bagaimana Romo Winkel, SJ menyapa dan melayani mereka deng an penuh kasih sayang. Ia tertegun heran dan bertanya dalam hati: “ Mengapa Romo yang berkebangsaan Belanda ini mau meninggalkan negeri dan keluarga nya untuk berkarya melayani bangsa lain yang jauh dari negerinya? Bukankah ini pekerjaan yang mulia dan luhur?. Ia teringat pada kasus pertanyaan di dalam kelas: ”Mengapa Romo tidak ka win?”, dan penjelasan tentang melayani sesama. Kedua hal tersebut mengesan dalam benaknya, meski kunjungan ke Plantungan itu sudah lama berlalu. Mata (bersambung ke hlm. 23) EDISI PASKAH - APRIL 2012

13


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

(dari hlm. 11, Doa Senakel)

khusus agar berdoa Rosario untuk empat intensi : • Berdoa untuk bertobatnya orang-orang berdosa, dan supaya manusia menjalani hidup yang baik di dunia ini. • Berdoa untuk pertobatan orang komunis. • Berdoa untuk kekudusan semua keluarga Katolik. • Berdoa bagi kekudusan para Imam dan pertumbuhan yang subur benih panggilan hidup rohani dalam Gereja. Dokumen Konsili Vatikan II, P.O no.9, alinea terakhir menegaskan dan sekaligus mengajak kaum beriman agar mereka turut bertanggungjawab serta mendukung kehidupan para Imamnya. Hal ini terlebih diminta dan diharapkan dari keluarga dekat para Uskup-Imam-Biarawan/ti, dan para seminaris. Tugas para umat beriman ialah : taat, solider, dan berdoa. Situasi perkembangan dunia dan era globalisasi •

Kemajuan-kemajuan dunia dalam berbagai bidang kehidupan akan mem pengaruhi dan mendesak kehidupan rohani dan nilai-nilai rohani dari perhatian manusia modern.

Ancaman-ancaman terhadap kehidupan Gereja Katolik oleh banyak pihak yang sengaja mengadu domba dan merusak nilai-nilai utama dalam kehidupan Gereja Katolik.

Hidup keluarga dalam jaman modern yang selalu terganggu dengan kemajuan jaman.

Tujuan Gerakan Imam Maria 1. Mengajak dan menggugah para Imam dan segenap umat beriman untuk mempersembahkan dan selalu memperbaharui penyerahan diri kepada Hati Kudus Yesus Yang Mahakudus dan Hati Maria Yang Tak Bernoda. Meng hayati dengan sungguh-sunggguh penyerahan diri kepada Hati Maria Yang Tak Bernoda, yang membimbing kita menuju penyerahan total kepada Hati Yesus Yang Mahakudus. 2. Mengingatkan dan menggugah kembali kesadaran dalam diri para Imam dan umat beriman awam akan pentingnya ketaatan dan persatuan dengan Bapa Suci. Hal ini juga mengacu kepada ketaatan terhadap segala pokokpokok penting ajaran Gereja, untuk diketahui dan dihayati secara benar; ketaatan kepada Hirarki, ketaatan dan kesetiaan kepada pembesar Gereja, Superior Biara / Tarekatnya, kepada Uskup, terus-menerus dikembangkan dan diperbaharui, dalam hubungan dengan Sri Paus serta Gereja yang ber satu dengan beliau. 3. Menghimpun dan membawa sebanyak mungkin para umat beriman kepada suatu devosi yang lebih hidup dan benar kepada Ibu Maria, melalui kegiatan (bersambung ke hlm. 16)

14

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

EDISI PASKAH - APRIL 2012

15


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

(dari hlm. 14, Doa Senakel)

Gerakan Imam Maria, dalam doa Senakel. Hal ini mengacu kepada suatu ajakan dan himbauan bagi para Imam agar sungguh-sungguh menghayati imamatnya secara baik dan bagi para umat beriman agar menjalani hidup sebagai orang Katolik yang baik, sesuai dengan harapan Hati Yesus Yang Mahakudus. Maksud Gerakan ini 1. Melalui gerakan ini Ibu Maria mau menarik para Imam dan kaum beriman dalam rangkulannya. Sekali mereka tertarik kepada Hati Ibu Maria, maka mereka akan dihantar kepada keakraban dengan Hati Yesus Yang Maha kudus untuk hidup di dalam tubuh Mistik Yesus sendiri yaitu Gereja-Nya. 2. Melalui gerakan ini Ibu Maria mau mempersiapkan kejayaan Hati Maria Yang Tak Bernoda di masa mendatang, di mana semua orang akan tertarik ke dalam perlindungan dan bimbingan yang istimewa dan penuh kasih dari Hati Maria Yang Tak Bernoda, dan dengan demikian semua orang akan dihantar untuk bersatu dengan Yesus sendiri. 3. Jaman sekarang ini, di mana dunia penuh dengan dosa, kejahatan, pengkhianatan, kekerasan, kemurtadan, kesombongan, peperangan, percabulan, permusuhan dan sebagainya, sebagai akibat pengaruh kuasa setan yang mau menghancurkan Gereja Kristus, dengan menyerang wewenang mengajar Sri Paus, menyelusup ke dalam jantung Gereja yaitu para Uskup dan Imam; maka Ibu Maria mau melindungi Gereja, melindungi Sri Paus, para Uskup dan Imam terhadap serangan setan dan kuasa kegelapan. Ibu Maria sebagai ibu rohani mau melindungi Gerejanya dan segenap umat beriman, melalui berbagai ujud pesan-pesannya lewat pastor Stefano Gobbi, dalam Gerakan Imam Maria dan Senakelnya. Perkembangan Gerakan Imam Maria dari waktu ke waktu, sejak awal sampai sekarang Gerakan Imam Maria dimulai di Fatima tahun 1973, sebagai satu benih kecil yang ditabur oleh Ibu Maria sendiri dalam kebun Gerejanya, ketika Ibu Maria mulai menyampaikan pesan-pesannya ke pada para Imam lewat lokusi yang diterima Don Stefano Gobbi untuk pertama kalinya. Sejak saat itu, mentaati pesan Ibu Maria, Pastor Gobbi mulai berdoa dengan beberapa Imam, dengan demikian terbentuklah Senakel pertama kalinya sesuai dengan pesan Ibu Maria sendiri. Berbagai ujud khusus Gerakan Imam Maria, yaitu untuk kepentingan para Imam dipersembahkan dalam Senakel ini. Maka oleh karena itu gerakan ini pada mulanya timbul dan berkembang sebagai satu ungkapan / perwujudan rasa solidaritas rohani diantara para imam sendiri: Doa oleh Imam dan untuk sesama Imam.

16

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

Perkumpulan doa ini disebut Doa Senakel; karena dijiwai oleh semangat dan nilai-nilai utama dari Senakel Yerusalem dahulu. Senakel dari kata Latin cenaculum yang berarti ruang makan di loteng, di mana para murid bersama Ibu Maria berdoa bersama-sama sehati dan sejiwa menantikan turunnya Allah Roh Kudus pada Hari Pentakosta. Dengan doa Senakel Gerakan Imam Maria ini, para Imam secara berkala ber kumpul untuk berdoa, saling mengaku dosa dalam kasih persaudaraan sehati sejiwa, saling mendoakan, saling meneguhkan, untuk kesucian hidup imamat masing-masing, untuk panggilan, untuk persatuan Gereja, untuk Paroki dan Keuskupannya, untuk Sri Paus, para Uskup, untuk umatnya sendiri, ataupun ujud-ujud lain yang berkaitan dengan segala tugas-tugas dan hidup imamatnya (Intercessory Prayer) Pada mulanya sesuai dengan keinginan dan pesan Ibu Maria sendiri, Gerakan Imam Maria mempunyai tujuan dan ujud-ujud dan ciri khusus antara lain : ber doa untuk pemulihan dan silih terhadap Hati Maria yang Tak Bernoda, berdoa bagi Bapa Suci dan persatuan dengan Gereja, berdoa untuk perkembangan devosi yang benar kepada Ibu Maria serta mempersembahkan hidup dan karya kerasulan para Imam kepada Hati Maria Yang Tak Bernoda, dan kepada Hati Yesus Yang Mahakudus. Dalam perkembangan selanjutnya, GIM dan doa Senakel ini juga berkembang dan meningkat dalam ujud dan intensinya, di

EDISI PASKAH - APRIL 2012

17


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

mana doa-doanya selain untuk para Imam, juga untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan Gereja, untuk para Biarawan/ti untuk bertumbuh suburnya benih panggilan rohani dalam Gereja Katolik. Maka dalam perkembangan selanjutnya, berdasarkan pesan khusus Bunda Maria, GIM tidak hanya merupakan perkumpulan doa bagi para Imam saja, tetapi juga berkembang dan sangat terbuka kesempatan, malahan secara khusus melibatkan secara aktif para umat beriman awam di dalamnya. Di banyak negara, keuskupan dan paroki-paroki, kelompok doa Senakel yang ber kembang justru adalah karena keterlibatan dan tanggungjawab awam amat besar di dalamnya. Sampai saat ini, kelompok doa Senakel terdapat di Jawa terbanyak keanggotaan adalah para awam, ketimbang para Imam sendiri. Satu hal yang khusus terdapat pada kelompok doa Senakel GIM di Flores dan Timor (NusRa), keanggotaannya lebih banyak dari kalangan keluarga dekat dari para Uskup, Imam, Biarawan/ti dan keluarga dari para seminaris. Dengan keanggotaan dan pengikut GIM yang semakin bertambah, gerakan ini telah tersebar di banyak negara di lima benua besar di dunia, bersamaan dengan tersebar luasnya buku pegangan gerakan ini yang berjudul ”Our Lady Speaks To Her Beloved Priests” – “Pesan Bunda Maria kepada para ImamNya”……dengan buku acara doa Senakel GIM yang menjadi buku doa dan pegangan tetap bagi para anggota. Buku pegangan ini telah pula diterjemahkan ke dalam bermacam-macam bahasa di dunia, termasuk ke dalam bahasa Indonesia yang kemudian disetujui penyebarannya dan pemakaiannya (Imprimatur) oleh Uskup Ruteng. Sampai saat ini di seluruh dunia tercatat 10 juta lebih umat beriman awam yang menjadi anggota gerakan ini, dan didukung pula kurang lebih 5.000 Imam, ratusan Uskup. Di Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir ini Gerakan Imam Maria dan puluhan kelompok doa Senakelnya dapat dinilai telah berkembang dengan cukup baik dan mantap, khususnya di beberapa paroki dalam Keuskupan Agung Jakarta. Banyak umat awam, dan para Imam, Biarawan/ti terlibat aktif di dalamnya. Setelah Jakarta berkembang pula beberapa keuskupan lain di pulau Jawa dan di luar pulau Jawa. Secara khusus berkembang pula dengan baik pada beberapa keuskupan di Flores dan Timor. Gerakan Imam Maria sebagai suatu organisasi rohani dan kelompok doa Gerakan Imam Maria sejak awal oleh Ibu Maria melalui Don Stefano Gobbi ditekankan untuk berkembang bukan sebagai suatu organisasi dengan suatu pengakuan yuridis khusus, dengan anggaran dasar dengan lambang organisasi yang khusus dengan berbagai persyaratan;……..tetapi gerakan ini merupakan suatu gerakan rohani dalam Gereja Katolik, yang mengkhususkan diri dalam kerasulan doa, dengan berbagai ujud khusus : • Untuk Bapa Suci dengan berbagai tugas dan tanggungjawabnya dalam menggembalakan Gereja dan sebagai wakil Kristus di dunia ini. (bersambung ke hlm. 21)

18

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

EDISI PASKAH - APRIL 2012

19


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

FOKUS PASTORAL 2012 PAROKI SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG Tidak terasa setahun telah lewat, program kerja Dewan Paroki untuk tahun 2011 telah usai, dengan segala keberhasilan dan ke kurangan atau kendala. Evaluasi tengah tahun dan akhir tahun pun telah dilakukan dengan saling memberikan laporan hasil kerja dari masing-masing bidang, dan ditelaah ber sama. Dan awal tahun 2012, pada awal bulan Janu ari, secara marathon bidang-bidang mulai menyusun rencana kerja baru yang sesuai dengan Ardas KAS dan memiliki ciri khas paroki. Sedikit alot, namun dengan melalui beberapa pertemuan kecil bersama Pastor Kepala Paroki, akhirnya disepakati untuk menyusun rencana kerja yang lebih simpel, tepat sasaran dengan mengacu program visioner paroki untuk tahun 2012. Dari program visioner itulah kemudian masing-masing bidang mengembangkannya atau menerapkannya dalam program kerja mereka masing-masing. Adapun program visioner atau fokus pastoral Paroki Santo Paulus untuk 2012 sebagai berikut; 1. Terjadinya pembelajaran pokok-pokok iman dan peningkatan keintiman dengan Allah di paroki dan lingkungan-lingkungan 2. Optimalnya pemberdayaan KLMTD 3. Meningkatnya tanggung jawab dan keterlibatan dalam gerakan peme liharaan lingkungan hidup Setelah mengalami berbagai perbaikan ran cangan dan dirasa sudah mantap, maka pada hari Minggu, 26 Februari 2012 telah diselenggarakan Sidang Dewan Pleno Paroki Santo Paulus Sendangguwo di Aula SDK Sang Timur Semarang, dengan agenda utama Sidang Dewan Pleno adalah Laporan Kinerja Dewan Paroki 2011 dan Penetapan Program Kerja serta RAPB 2012. Walaupun tidak sebanyak peserta sidang tahun lalu, Sidang Dewan Pleno dihadiri lengkap seluruh unsur yang terdiri dari Dewan Inti, Ketua Lingkungan, Ketua Wilayah, tokoh umat, kelompok kategorial dan undangan lain. Sidang berlangsung lancar dan penuh dengan persaudaraan sebagai umat Kristus. Selamat!  Mar.

20

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

(dari hlm. 18, Doa Senakel)

Untuk kepentingan hidup dan karya kerasulan para Imam, para Uskup, para Biarawan/ti dan para calon Imam. • Untuk bertumbuh suburnya benih panggilan hidup rohani dalam Gereja. • Bagi tugas-tugas dan karya Gereja (khususnya yang berkaitan dengan tugas dan pelayanan para Imam). GIM sebagai satu kelompok doa yaitu doa Senakel GIM, meminta dari para anggotanya untuk coba mentaati beberapa ketentuan : • Semua anggota GIM hendaknya tetap bersekutu dan berkumpul dalam acara doa Senakel GIM, yang secara berkala diadakan. Setiap anggota GIM adalah juga kelompok doa Senakel. Pertemuan doa Senakel, sebaik nya diadakan setiap bulan sekali, pada hari Sabtu pertama bulan (Sabtu Imam). Namun bila situasi dan kondisi tidak memungkinkan boleh ditentu kan hari lain yang lebih sesuai. • Setiap anggota sebaiknya juga memiliki buku doa GIM, Rosario dan buku pegangan GIM “Pesan Bunda Maria kepada para Imamnya” Kitab Suci diperlukan terutama bila diadakan Misa GIM sesudah Doa Senakel, dan bila doa Rosario dalam Senakel diselingi dengan renungan dengan ayat-ayat dari Kitab Suci. Setiap anggota Senakel GIM hendaknya menyadari bahwa buku pegangan utama ialah Buku Pegangan Pesan Bunda Maria kepada Imamnya dan Kitab Suci (Alkitab) • Acara doa Senakel GIM, hendaknya mengikuti petunjuk dalam buku doa GIM (buku tipis). Bagi kelompok doa Senakel yang baru hendaknya perlu diberikan penjelasan khusus tentang acara doa Senakel GIM. Selain meng ikuti secara tetap doa Senakel, setiap anggota juga tetap mendoakan doa Senakel itu dalam keluarga / komunitas masing-masing. Sehingga tiap hari kita tetap juga bersekutu dalam Senakel keluarga, Senakel Komunitas, Senakel Pastoran, dsbnya. Acara doa Senakel keluarga, biasanya tanpa pentahtaan sakramen, dan dapat diatur lebih singkat namun tidaklah mengurangi hal-hal penting di dalam tuntutan utama satu Senakel. • Bagi para anggota secara pribadi juga tetap berdoa (doa wajib) seperti dalam kartu anggota, yaitu doa persembahan kepada Hati Maria Yang Tak Bernoda, tiap hari pagi atau sore / malam sebelum tidur. • Dalam doa Senakel bersama keluarga-pribadi hendaknya intensi-intensi GIM selalu didoakan khusus. • Tiap kelompok doa Senakel, juga dapat mengupayakan jenis doa-doa khusus lainnya selain yang tersedia dalam teks doa GIM, misalnya doa untuk Bapa Suci, para Uskup, dan para Imam, doa untuk panggilan hidup rohani, dsbnya. • Bila mungkin, secara tetap diatur bervariasi agar selalu ada misa bersama bagi anggota GIM dan berbagai kegiatan rohani lainnya seperti retret atau rekoleksi GIM, kebangunan rohani Maria dalam gaya dan roh GIM, ziarah

(bersambung ke hlm. 34) EDISI PASKAH - APRIL 2012

21


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

22

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

(dari hlm. 13, mengenal sosok Romo Widi))

hatinya tersentuh, lalu timbullah niat dan tekad kuat untuk mengikuti jejak guru nya, ia ingin menjadi romo. Masuk Seminari. Romo Winkel, SJ menyambut gembira ketika mengetahui Wid mau masuk Seminari. Beliau merespon keinginan tersebut dengan mengusahakan dana dari donatur guna membiayai sekolah di Seminari. Th 1954 Wid kecil mulai belajar di Seminari Menengah Mertoyudan. Hidup ini memang tidak pernah lepas dari godaan dan hambatan serta tantangan. Begitu pula yang dialami oleh Wid waktu belajar di Seminari, misalnya ia pernah di hasut oleh teman-temannya diajak keluar, namun hasutan itu ditolaknya deng an tegas. Kemudian ketika ia duduk di kelas akhir, tahun 1957, Rm. Winkel, SJ meninggal dunia, akhirnya biaya pendidikan macet. Wid sangat sedih dan bi ngung karena Rm. Winkel-lah satu-satunya yang membiayai sekolahnya. Sampai pada suatu ketika pihak Seminari menagih biaya sekolah ke rumah orang tua Wid di Semarang. Namun karena situasi, pihak keluarga tidak bisa membiayai. Masalah ini dibawa ke Paroki Kebon Dalem, namun Romo Kepala Paroki Kebon Dalem Rm. Gunawan waktu itu tidak mau tahu, bahkan setuju kalau Wid keluar saja dari Seminari. Wid semakin sedih dan bingung dengan masalah yang dihadapinya. Untunglah dari pihak Seminari dapat memberikan solusinya, sehingga ia boleh melanjutkan sekolah. Tahun 1961 Wid masuk Novisiat MSF yang waktu itu di Jl. Supadi Yogyakarta. Selama 7 tahun hidup membiara, studi ilmu Filsafat dan Teologi. Menjelang akhir studinya muncul-lah hambatan baru lagi, gara-gara ulah “Dosen Killer�, ia bersama teman-teman mahasiswa yang lain dua kali gagal dalam menempuh ujian. Mereka protes pada lembaga, dan diterima, dosen killer pulang ke negeri Belanda dan diganti dosen lain, akhirnya mereka dapat lulus dalam menempuh ujian ulang. Dari 36 orang seangkatan Wid, hanya 6 orang yang akhirnya lulus dan ditahbiskan menjadi imam, salah satunya adalah Alm. Rm. Martowiryana, MSF yang waktu itu menjadi adik kelasnya. Berkarya di ladang Tuhan Cita-cita anak paroki Kebon Dalem untuk menjadi Romo itu akhirnya terwujud. Pada tanggal 30 November 1968 Frater Wid ditahbiskan menjadi imam oleh Mgr. Yustinus Kardinal Darmoyuwono, Uskup Keuskupan Agung Semarang di Banteng, Yogyakarta. Mulailah Romo Fransiskus Asisi Widiantara, MSF, me napaki kehidupannya sebagai pastor. Beliau mengawali tugasnya sebagai pastor pembantu di Paroki Banteng tahun 1968. Kemudian selama 9 tahun berturut -turut bertugas sebagai pastor pembantu di paroki Pati, Rawamangun Jakarta dan Paroki St. Ignatius Magelang. Sebagai Pastor Kepala Paroki mulai tahun 1978 sampai tahun 1989 di Paroki Temanggung. Kemudian secara berturut-turut bertugas di Paroki Purwosari (bersambung ke hlm. 25) EDISI PASKAH - APRIL 2012

23


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

24

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

(dari hlm. 23, mengenal sosok Romo Widi)

Solo, Boyolali, Bontang-Kaltim, Tanah Grogot- Kaltim, dan Juwana. Pada waktu bertugas di Boyolali ada kesempatan memimpin ziarah ke Tanah Suci Tahun 2002 kembali bertugas di Paroki Banteng Yogyakarta selama 7 tahun, terus di Paroki Kudus 2 tahun. Mulai Agustus 2011 beliau bertugas di paroki Santo Paulus Sendangguwo Semarang. Kesan dan harapan. Kesan menarik yang sulit dilupakan ketika bertugas di Pati. Suatu hari seorang Bapak umat paroki meminta Romo untuk memberkati rumah barunya. Setelah rumah itu diberkati oleh Romo Wid, Bapak itu akan memberikan rumah tersebut kepada Romo Wid dan supaya mendiaminya bersama putrinya. Tentu saja permintaan yang bernuansa jebakan tersebut ditolaknya dengan tegas. Di Pati, Romo Wid juga pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Pati, mewakili unsur Sekber Golkar, tetapi belum genap 5 tahun beliau dipindah ke Rawamangun Jakarta. Keanggotaan sebagai anggota DPRD berhenti, tetapi be liau tetap gembira karena pada waktu itu mendapat kenang-kenangan kado berupa sepeda motor baru. Ketika WP menanyakan bagaimana kesan dan harapan beliau selama di paroki St. Paulus Sendagguwo Semarang. Beliau menjawab : di Paroki St. Paulus ini saya senang dan sudah krasan, relasi dan hubungan antar romo di sini sangat akrab dan baik. Saya berterima kasih kepada Romo Agus Aristyanto, yang sudah menyiapkan kamar untuk saya, lengkap dengan AC yang baru. Hubungan antar umat juga baik, guyub-rukun, ada kebersamaan, juga hubung an antara umat dengan para romo yang ada di sini. Harapan saya: Saya sangat senang apabila dilibatkan untuk bias berbagi da lam kelompok - kelompok kategorial umat yang ada di Paroki St. Paulus ini, misalnya Kelompok PD Karismatik Katolik, Kelompok Ibu-Ibu Paroki, Kelompok Warakawuri, dan lain sebagai nya. Khusus mengenai PD Karismatik Katolik saya ba nyak pengalaman sebagai Pembina PDKK di berbagai tempat, bahkan pernah mengikuti kegiatan PDKK di Roma, Vatikan. Saya sangat senang ketika ibu-ibu warakawuri mengajak saya untuk mendampingi mereka ziarah dan rekolek si, satu-satunya kelompok yang sudah melibatkan saya setelah hampir satu tahun saya tinggal di Paroki St. Paulus ini. Harapan yang lain, semoga ada juga umat (calon mempelai) yang menghendaki perkawinannya saya berkati, sebab sampai saat ini, belum pernah ada umat yang memintanya. Entah mengapa saya sendiri heran dan tidak tahu. Padahal saya sering memberkati peng antin di paroki lain. EDISI PASKAH - APRIL 2012

25


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

Demikian sekilas hasil bincang-bincang Tim Redaksi WP dengan Romo Fransiskus Asisi Widiantara, MSF yang mengaku mempunyai Motto :”Semuanya milik kamu, tetapi kamu adalah milik Kristus”. Terima kasih Romo, Selamat Paskah dan semoga Tuhan memberkati.  Medio Maret 2012 St. Suripto Admosuwito

gsp-sendangguwo.blogspot.com menyajikan berbagai informasi baik tentang kegiatan paroki maupun seputar kehidupan Katolik

AGENDA KEGIATAN DEWAN PAROKI APRIL 2012 Hr

Tgl

Sn Km Jm Sb Sn Sl Km Mg Sn Mg Km KmJm Sb

2 5 6 7 9 10 12 15 16 22 26 2629 28

Reading Club Penerbitan Warta Paulus Visualisasi Kisah Sengsara Yesus Doa Senakel (misa harian) Pendataan Umat (yang belum) Baptisan dewasa PKS Kemisan Rekoleksi Warakawuri Gerakan Doa keluarga di lingkungan Pelatihan FGD (Focus Group Discussion) PKS Kemisan

Pelaksana/Penanggung jawab Timja perpustakaan Bidang Yanmas Timja Mudika Promosi Panggilan Bidang Litbang Timja PPS Timja KKS Timja warakawuri Bidang Pewartaan Bidang Litbang Timja KKS

Kursus persiapan perkawinan

Timja PK

Kursus persiapan perkawinan

Timja PK

Kegiatan

Ikutilah Doa Senakel dengan Pentahtaan Sakramen Maha Kudus Setiap Sabtu pertama dalam bulan mulai pukul 17.00 WIB Di Kapel Susteran PIJ ‘Sang Timur’ Jl. Wanara Timur Raya no. 1 26

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

EDISI PASKAH - APRIL 2012

27


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

S ek i l as t en t an g

LILIN PASKAH Perayaan Paskah yang meriah selalu diawali dengan upacara Cahaya yang bernuansa keindahan, ketenangan dan keagung an. Upacara prosesi diawali dari luar gereja. Setelah memberikan salam dan berkatnya, Imam menorehkan tanda salib pada Lilin Paskah, menancapkan lima biji dupa sebagai tanda 5 luka Kristus, dan menyalakan api baru yang sudah diberkati, kemudian Lilin Paskah diangkat tinggi-tinggi oleh pembantu Imam diiringi dengan nyanyian ‘Kristus Cahaya Dunia’, dan arakarakan Lilin Paskah pun dimulai. Awal Mula. Perayaan yang tidak pernah lepas dengan upacara cahaya de ngan Lilin Paskah ini, ternyata mempunyai riwayat sendiri. Upacara Cahaya yang dipakai sekarang ini, konon berasal dari ritus penggunaan lampu atau api pada tradisi Yahudi, yang kemudian dimaknai secara baru oleh orang Kristen. Referensi tertua perihal Lilin Paskah ini ditemukan pada surat Hironymus (th.384) kepada Diakon Praesidius di Peacenzsa. Referensi lain ditulis oleh Santo Agustinus yang berisi pujian (buat) Lilin Paskah yang ditulisnya sekitar th. 391. Puncak popularitas Lilin Paskah dapat ditemukan dalam dekrit Paus Zosimus th. 417. Makna Lilin Paskah. Aura api lilin yang memancar redup lalu dibagi-bagikan ke lilin-lilin kecil yang lainnya yang dibawa oleh umat itu memberikan penerangan yang lebih jelas, seakan Tuhan Yesus sendiri yang mulanya redup karena kematian-Nya, setelah bangkit membagikan kehangatan-Nya buat seluruh umat yang dikasihi-Nya. Menurut Santo Agustinus, ada 3 unsur yang terdapat pada Lilin Paskah yaitu : Lilin yang secara tradisi dibuat dari hasil lebah, sumbu dan nyala api. Ketiga unsur tersebut mempunyai makna : • Lilin lebah merupakan lambang Tubuh Kristus • Sumbu adalah jiwa Kristus • Nyala api adalah buah pikiran Kristus. Ketika kita memandang Lilin paskah, dengan hati terbuka dan iman yang mendalam, muncullah kesadaran akan bersatunya kehidupan kita dengan Kristus. Dalam pembaptisan, kita lahir dalam Kristus, seluruh kehidupan kita diterangi oleh Kristus. Kita mati, dibangkitkan, dan hidup selamanya bersama Kristus.  (G. Yonk)

28

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

AGENDA KEGIATAN DEWAN PAROKI MEI 2012 Hr

Tgl

Jm Sb Sn Mg

4 5 7 13

JmSb Jm

1826 18

Mg Sn Sl Mg

20 21 22 27

Sl Rb

29 30

Adorasi Ekaristi Doa Senakel (misa harian) Reading Club Rekoleksi Ketua wilayah & lingkungan Pertemuan Tenaga Medis Novena Roh Kudus

Pelaksana/Penanggung jawab Bidang Liturgi Promosi Panggilan Timja perpustakaan Korwil Timja Kesehatan Bidang Liturgi

Temu mitra usaha KLMTD (visioner 2) Legio Maria Senior Penerimaan Sakramen Penguatan Pelantikan misdinar baru Kunjungan keluarga di lingkungan Seminar musik liturgi Kursus katekis muda kevikepan Pengadaan Buku KGK Pembelajaran KGK (visioner 1)

Timja PSE Legio Maria Timja PPS Timja misdinar Timja PK Timja koor Timja katekis Bidang Pewartaan Bidang Pewartaan

Kegiatan

AGENDA KEGIATAN DEWAN PAROKI JUNI 2012 Hr

Tgl

Jm Sb Mg

1 2 3

Sn Mg Sn Km Mg SnRb KmMg SbMg Mg Sn Rb

4 10 11 14 17 1820 2124 2324 24 25 27

Km Jm

28 29

Adorasi Ekaristi Doa Senakel (misa harian) Pelatihan perawatan jenasah Donor darah Reading Club Penerimaan komuni pertama Kunjungan Dewan Harian ke Wilayah D1 PKS Kemisan Sarasehan remaja Camping rohani misdinar (paroki MSF)

Pelaksana/Penanggung jawab Bidang Liturgi Promosi Panggilan Timja sosial kematian Timja kesehatan Timja perpustakaan Timja PPS Koorwil Timja KKS Timja PIR Timja misdinar

Kursus persiapan perkawinan

Timja PK

Misa alam di lereng merapi (Desa Sumber) dan olah vocal Pelatihan “Pangrukti Laya” Kenduri HUT Gereja Pembelajaran KGK (visioner 1 & 3) Pengadaan Buku tentang Pelestarian Keutuhan Ciptaan PKS Kemisan Penerbitan Warta Paulus Misa Jawa HUT Gereja Festival koor separoki

Timja Lektor

Kegiatan

EDISI PASKAH - APRIL 2012

Timja S2K Timja HAK Bidang Pewartaan Bidang Sarpra Timja KKS Bidang Yanmas Timja peribadatan Timja koor

29


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

PANITIA APP PAROKI SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

LAPORAN KEUANGAN DANA APP PERIODE 1 JANUARI 2011 S/D 31 DESEMBER 2011 I SEBELUM REALISASI DANA APP TAHUN 2011 : SALDO AWAL per 1 Januari 2011

Rp

600.000,00

Rp

850.000,00

PEMASUKAN 1. Penerimaan Angsuran Pinjaman Tahun 2011

Rp

850.000,00

( Januari s/d Mei 2011 ) Jumlah Pemasukan PENGELUARAN 1. Penyerahan ke PSE ( 31 Mei 2011 )

Rp

(1.450.000,00)

Jumlah Pengeluaran

Rp

(1.450.000,00) 0,00

SALDO AKHIR per 31 Mei 2011` II SETELAH REALISASI DANA APP TAHUN 2011 : PENERIMAAN : SALDO AWAL per 1 Juni 2011

0,00

PEMASUKAN 1. APP Tahun 2011 ( Diterima 3 Juni 2011 )

Rp

10.545.000,00

2. Penerimaan Angsuran Pinjaman Tahun 2011

Rp

3.300.000,00

( Juni s/d Desember 2011 ) Jumlah Pemasukan

Rp

13.845.000,00

Rp Rp

(11.000.000,00) 2.845.000,00

PENGELUARAN 1. Karitatif Pemberdayaan

Rp

2. Karitatif Murni

Rp

(500.000,00)

3. Pengembangan Usaha

Rp

(9.000.000,00)

4. Bantuan Perbaikan Rumah

Rp

(1.000.000,00)

Jumlah Pengeluaran SALDO AKHIR pada 31 Desember 2011

Ketua APP

AB Mardjuki

30

(500.000,00)

Semarang, 31 Desember 2011 Bendahara APP

Rita Purwita

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

AGENDA KEGIATAN DEWAN PAROKI JULI 2012 Hr

Tgl

Mg

1

Sn Jm

2 6

Sb Km SbMg SbMg Mg Sn Sl Mg Rb Km SbMg Mg

7 12 1415 1415 15 16 17 22 25 26 2829 29

Kegiatan Tebat paroki Khitanan massal Reading Club Adorasi Ekaristi Kursus katekis dasar Doa Senakel (misa harian) PKS Kemisan Pelatihan Gerakan pelestarian keutuhan ciptaan Rekoleksi Prodiakon

Pelaksana/Penanggung jawab Timja HAK Timja kesehatan Timja perpustakaan Bidang Liturgi Bid. Pewartaan Promosi Panggilan Timja KKS Bidang Sarpra Timja prodiakon

Pendampingan Usaha dan permodalan Kunjungan Dewan Harian ke Wilayah D2 Kunjungan keluarga di lingkungan Diskusi Milatansi iman dan kaum muda Pembelajaran KGK (visioner 1) PKS Kemisan Penanaman Penghijauan Seputar Gereja

Bidang Yanmas Koorwil Timja PK Bidang Persaudaraan Timja katekis Timja KKS Bidang Sarpra

Bincang-bincang kawin campur

Timja PK

EDISI PASKAH - APRIL 2012

31


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

KOMUNITAS MARRIAGE ENCOUNTER (ME) PAROKI SENDANGGUWO Mengucapkan

SELAMAT HARI RAYA PASKAH 2012 Mengundang Pasutri bergabung pada WEEKEND ME 20-22 April 2012 22-24 Juni 2012 21-23 September 2012 23-25 November 2012 Hubungi kami, Koordinator ME Paroki Teguh - Ike 085641651422 - 085641111514

32

Tempat : KSED Bandungan

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

(dari hlm. 1, Pesan Terakhir Yang Penuh Makna)

Kristus juga melihat dosa-dosa seluruh umat manusia, mulai dari Adam dan Hawa sampai manusia terakhir. Ini berarti Dia juga melihat semua dosa kita. Ini lah yang menyebabkan Yesus meneteskan keringat darah. Santo Tomas Aquinas menyatakan bahwa ada tiga pengetahuan di dalam Kristus dalam kodrat-Nya sebagai manusia, yaitu: 1) pengetahuan yang di perolehnya dari pengalaman / pembelajaran (acquired knowledge), 2) pe ngetahuan yang ditanamkan dari Allah (infused knowledge); dan 3) pandangan kesempurnaan surgawi (beatific vision). Acquired knowledge ini adalah sama seperti pengetahuan yang kita dapatkan dari kita belajar kehidupan sehari-hari maupun mendapatkan pengetahuan tentang pengetahuan-pengetahuan yang lain. Hal ini dinyatakan di dalam Alkitab ketika dituliskan “Dan Yesus makin ber tambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.“(Luk 2:52). Infused knowledge adalah pengetahuan seperti yang diperoleh oleh nabi-nabi maupun para malaikat. Allah sendiri mem berikan inspirasi dan dengan akal budi mereka, para nabi mengekspresikannya dengan ungkapan dan kata-kata mereka sendiri. Bagaimana dengan beatific vision? Pengetahuan inilah yang dipunyai oleh Kristus sejak Dia dikandung dan sampai selama-lamanya. Pengetahuan ini memungkinkan Kristus senantiasa berada dalam persatuan dengan Allah Bapa walaupun Dia mengambil kodrat manusia. Pada saat yang bersamaan, pengetahuan ini memungkinkan Kristus dapat memilih untuk membawa seluruh umat manusia dalam doa-Nya di taman Getsemani. Bayangkan ketika orang tua merenungkan dosa-dosa yang diper buat oleh anaknya. Dalam keterbatasan melihat dosa-dosa anaknya, hati mere ka dapat menjerit dan merasakan kepedihan yang mendalam. Inilah yang di alami oleh Musa, ketika dia mengetahui bahwa bangsa Israel akan mengalami kehancuran karena telah menyembah berhala. Dia berkata ”Ah, bangsa ini te lah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi me reka. Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu–dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kau tulis.” (Kel 32:32) Sekarang coba bayangkan, apa yang dialami oleh Yesus, ketika Dia melihat se cara jelas seluruh dosa-dosa manusia, dari manusia pertama sampai manusia yang terakhir. Dan gambaran seluruh dosa-dosa manusia lebih jelas dibanding kan dengan kejelasan Musa melihat dosa-dosa umat Israel. Dengan beatific vi sion-Nya, Kristus melihat kesombongan manusia, orang-orang yang meninggal kan Gereja-Nya, orang-orang yang memecahkan diri dari Tubuh Mistik Kristus, orang-orang yang sibuk dengan pekerjaan mereka dan lupa akan Tuhan yang telah memberikan rejeki kepada mereka. Dia juga melihat dosa-dosa yang kita lakukan, yaitu saat kita lebih memilih kesenangan kita dibandingkan dengan mengikuti perintah Allah, atau saat kita egois, atau saat kita marah dan me ngeluh ketika ada pencobaan datang. Namun, pada saat yang bersamaan, se (bersambung ke hlm. 38) EDISI PASKAH - APRIL 2012

33


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

(dari hlm. 21, Doa Senakel)

GIM, seminar Maria, dll. Terlibat / membantu berbagai kerasulan doa khusus dalam paroki atau Dekanat / Keuskupan dimana GIM dengan sifat khususnya dapat mem bangun. Satu hal penting yang juga perlu disadari oleh para anggota ialah bahwa Senakel bagi kita merupakan suatu undangan untuk berdoa, dengan meneladani / mencontoh Senakel Yerusalem. Pesan Ibu Maria, pada latihan rohani dalam bentuk Senakel dengan para Imam GIM se-Indonesia, lewat lokusi batin Don Stefano Gobbi di Cisarua-Bogor, 21 Okt 1993 yang lalu : “………..Keluarlah dari Senakel ini dalam sukacita, pulanglah ke rumahmu masing-masing dalam damai, dan hendaklah kamu menjadi rasul-rasul dari gerakanku ini, di seluruh pelosok Nusantara yang sangat luas ini……..” •

Sebagai catatan: Saat ini di paroki kita sudah ada sebuah kelompok kecil doa Senakel di lingkungan Ignatius 3 dan 4 wilayah D1, yang berkumpul berdoa setiap Sabtu pertama dalam bulan d e n g a n p e n t a h t a a n S a k r am e n Mahakudus, dimulai pukul 17.00 ber tempat di Kapel Susteran PIJ ( Sang Timur ), jl. Wanara Timur Raya 1.  MYW

Dicuplik dari : • Gerakan Imam Maria, Desember 2000, www.keuskupanbogor.org, by Rm. Yosef Tarong, Pr - Moderator Marian Centre Indonesia

34

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

PEMBERKATAN DAN

PERESMIAN BIARA MSF Hari Senin, 19 Maret 2012 yang bertepatan dengan Hari Pesta Santo Yusuf suami SP Maria, telah dilakukan pemberkatan dan peresmian Biara MSF di Jl. Guntur No. 20 Semarang, dengan Misa Kudus yang dipimpin Bapa Uskup Mgr. J. Pujasumarto, PR didampingi Pater Jenderal MSF dan Romo Propinsial MSF, yang dihadiri Romo, Bruder, Suster dan Umat dan berlangsung khidmat. Sebelum Misa selesai dilakukan upacara seremonial : Pemotongan pita oleh Pater Jenderal MSF didampingi Romo Prosinsial. Penanda tanganan prasasti oleh Uskup Mgr. J. Pujasumarto PR dan Pater Jenderal MSF • Sambutan – sambutan • Pemberian kenang – kenangan

• •

Pembangunan yang direncanakan selama 12 bulan dapat diselesaikan dalam waktu 10 bulan. Tarekat MSF berkarya di Jawa sejak tahun 1932, awalnya Propinsialat MSF bertempat di Jl. Mataram (sebelah Utara Susteran OSF Bangkong Semarang), kemudian pindah ke Jl. Gayam No. 9 Semarang. Namun karena tempat tersebut sering dilanda banjir dan bangunan terlalu kecil, maka pada tahun 1980 membeli tanah di Jl. Guntur No. 20 Semarang. Di tempat tersebut dibangun Propinsialat MSF yang diberkati pada tahun 1982, untuk tempat tinggal dan berkarya bagi Romo Propinsial dan Staf Propinsi. Seiring berjalannya waktu dan makin bertambahnya anggota Tarekat MSF, maka bertambah pula tugas pelayanan, karya pastoral dan kerasulan. Semakin banyak pula anggota Tarekat MSF yang berkarya di luar Keuskupan Agung Semarang, di luar Pulau Jawa, bahkan di luar negeri. Maka dibutuhkan tempat singgah dikala libur dan tidak ada tempat untuk menginap. Disamping itu banyak anggota yang telah memasuki usia tua dan ada juga yang menderita sakit sehingga tidak mampu lagi untuk melayani, maka dibutuhkan tempat tinggal yang memadai, layak dan pantas bagi mereka. Namun dengan belum adanya tempat, maka dititipkan di beberapa pastoran paroki dan biara – biara MSF. Pada tahun 2000 bangunan Propinsialat sebagian harus mengalami perubahan fungsi, beberapa ruangan diubah menjadi kamar tidur, agar dapat dipakai ang gota MSF yang telah memasuki usia tua, purnakarya atau sakit. Dengan makin bertambahnya penghuni sehingga tidak mampu lagi untuk tempat tinggal para Romo MSF yang tua, purnakarya dan sakit maupun tempat tinggal Dewan (bersambung ke hlm. 39) EDISI PASKAH - APRIL 2012

35


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

MGR. A SOEGIJAPRANATA SJ Mini Biografi Soegija lahir pada tanggal 25 Nopember 1896 di Surakarta dari pasangan Bapak Karjosudarmo dan Ibu Supiah. Pada usia 13 tahun meninggalkan orang tuanya dan saudara– saudaranya di Yogyakarta untuk belajar dan tinggal di asrama Muntilan. Soegija di lingkungan yang baru harus melakukan aktivitas dan masuk lingkungan dengan kebiasa an yang baru yaitu sekolah dan asrama yang bercorak Katolik. ”Romo, saya datang di sini untuk belajar, tetapi aku tidak mau menjadi Katolik,” demikian kata–kata Soegija remaja kepada Romo Pembina Studi ketika datang di Muntilan untuk memulai studi dan yang kira–kira disampaikan kepada orang tuanya ketika memutuskan untuk belajar di Muntilan. Meskipun memiliki prinsip yang kuat, pemuda Soegija tidak dapat menolak ke hendak Allah yang memanggilnya, sehingga pada tanggal 24 Desember 1909 menerima Sakramen Baptis setelah mendapat ijin dari orang tuanya. Soekardjo membahasakan peristiwa itu dengan ” Rahmat Allah perlahan–lahan menyusup dalam pikiran, apa yang ia rasakan, apa yang ia saksikan menggugah hati.” Ketika mempertimbangkan cita–cita hidupnya, aneka macam profesi diper timbangkan masak–masak. Akhirnya Soegija memilih menjadi Imam, dan pada tanggal 15 Agustus 1931 menerima tahbisan sebagai Imam di Belanda. Romo Albertus Soegijapranata SJ, sebagai Vikaris Apostolik pertama, setelah Vikariat Semarang memisahkan diri dari Vikariat Batavia pada tanggal 25 Juni 1940 dan sebagai putra pribumi Jawa yang diangkat oleh Paus Pius XII pada tanggal 1 Agustus 1940. Dan pada tanggal 6 Nopember 1940 ditahbiskan se bagai Uskup. Pada pendudukan Jepang (1942–1945), seluruh tenaga misi yang berkebang saan Belanda ditangkap dan ditahan, fasilitas yang berkaitan dengan penye lenggaraan karya pelayanan misi disita dan diambil alih oleh tentara Jepang. Tentara Jepang akan meminta Gereja Katedral Semarang untuk kepentingan Jepang, namun dipertahankan dengan menyatakan ”Ini tempat yang kudus serta alat perlengkapan yang dikuduskan. Saya tidak akan dapat mengijinkan. Anda hanya dapat memenggal kepala saya dulu baru sesudah itu anda dapat memakai tempat itu.” Dengan cerdik pula Mgr. Soegijapranata SJ, memerintah kan semua kamar di pastoran Atmodirono ditempeli nama–nama penghuni kamar meskipun kamar tersebut kosong. Hal ini dilakukan karena pastoran Atmodirono akan diminta tentara Jepang. Mgr. Soegijapranata SJ, bertindak tidak hanya dalam menghadapi tentara Jepang, tetapi juga menghadapi situasi kota dan penduduk yang menghadapi kesulitan besar dan kekacauan, banyak nyawa pemuda pejuang terancam (bersambung ke hlm. 41)

36

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

EDISI PASKAH - APRIL 2012

37


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

(dari hlm. 33, Pesan Terakhir Yang Penuh Makna)

lain dosa-dosa kita, Kristus juga melihat perbuatan kasih yang kita lakukan. Ini berarti pada saat kita melakukan perbuatan kasih, maka kita juga menghibur Kristus pada saat Dia berdoa di taman Getsemani. Pada waktu Kristus berdoa inilah, segala yang terjadi di masa lalu maupun masa depan, dihadirkan oleh Kristus. Dengan demikian, jika kita berdoa dan melakukan perbuatan kasih di masa kini, kita menemani dan menghibur Kristus pada saat Dia mengalami pen deritaan di Taman Getsemani. Kita mengikuti apa yang diperintahkan oleh Kris tus sendiri, ketika Dia mengatakan “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” (Mat 26:38). Jangan biarkan kita lengah sehingga Kristus menegur kita dengan mengatakan “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?” (Mat 26:40). Bagaimana dengan pengetahuan manusia seperti kita? Kita dapat mempunyai pengetahuan eksperimental atau kalau Tuhan menghendaki, seseorang juga dapat mempunyai infused knowledge. Bahkan dengan seijin Tuhan, Rasul Paulus mungkin mengalami beatific vision ketika dia mengatakan bahwa dia mengenal seseorang yang diangkat ke tingkat ketiga dari Sorga (lih. 2Kor 12:24). Namun, menjadi kodrat dari manusia untuk belajar secara bertahap. Penge tahuan manusia akan Tuhan didapatkan secara bertahap. Hal ini berbeda de ngan para malaikat yang mendapatkan pengetahuan secara lengkap secara langsung. Inilah sebabnya Tuhan dapat mengampuni dosa manusia dan mem berikan kesempatan kepada manusia berulang-ulang untuk memperbaiki dosa nya, namun kepada malaikat yang berdosa, Tuhan tidak dapat memberikan ke sempatan kedua, mengingat kesempurnaan pengetahuan yang telah diberikan kepada mereka. Kita ketahui bahwa sebagian dari para malaikat memilih untuk menolak dan melawan Tuhan. Dengan melihat kodrat manusia ini, Kristus berdoa “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (lih. Luk 23:34). Kristus tahu bahwa manusia memang berdosa karena dipengaruhi oleh ke lemahan-kelemahannya akibat dosa asal. Dengan demikian, apa yang diper buat oleh manusia bisa saja terjadi karena ketidaktahuannya. Namun tidak se mua ketidaktahuan mengakibatkan orang terbebas dari dosa. Ketidaktahuan yang tak terhindari (invincible ignorance) membuat orang tidak berdosa, namun ketidaktahuan yang disebabkan oleh ketidakpedulian orang itu sendiri (culp able ignorance) menyebabkan seseorang tetap bersalah. Rasul Petrus me ngerti bahwa orang-orang yang menyalibkan Yesus bertindak karena ketidak tahuan mereka, sehingga dia mengatakan “Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu.” (Kis 3:17) Bagaimana dengan kita yang telah menerima Kristus? Kita tidak mempunyai alasan lagi bahwa kita tidak tahu. Oleh karena itu, tanggung jawab kita lebih berat, karena barang siapa diberi banyak akan dituntut lebih banyak (lih. Luk (bersambung ke hlm. 45)

38

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

(dari hlm. 35, Pemberkatan dan Peresmian Biara MSF)

Pimpinan dan Staf Propinsi MSF Jawa. Akhirnya diadakan Kapitel Luar Biasa MSF Propinsi Jawa pada tanggal 15 16 Juli 2010 di Skolastikat MSF Yogyakarta. Kapitel memutuskan untuk memba ngun sebuah rumah MSF baru berlantai 3 di Jl. Guntur No. 20 Semarang. Di atas tanah seluas kurang lebih 1.970 M2, dan bangunan terletak di samping Pusat Pendampingan Keluarga yang didirilan tahun 1995. Peletakan batu pertama pada hari Sabtu, 16 April 2011 yang dipimpin Romo Ag. Purnomo S, MSF yang dihadiri Romo, Bruder, Suster, Umat, Kepala Kelurahan Gajah mungkur dan warga sekitar. Bangunan berlantai 3 ini terdiri dari 38 kamar tidur, kapel, ruang pertemuan, ruang kerasulan dsb.nya, dan dimanfaatkan sebagai tempat tinggal dan berkarya bagi Dewan Pimpinan MSF Propinsi Jawa beserta staf, tempat tinggal para anggota yang sakit, purnakarya dan tua, tempat singgah bagi semua anggota, sekaligus sebagai Pusat Kerasulan, Misioner, Kerasulan Panggilan dan Tim Dokumentasi MSF.  Pius Koesdyantoro

EDISI PASKAH - APRIL 2012

39


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

Telp. 024 - 76738287

40

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

(dari hlm. 36, Mgr. Soegijapranata SJ)

dibunuh. Ketokohan Mgr. Soegijapranata SJ, semakin meluas dengan diangkat nya beliau sebagai Uskup Angkatan Perang ( APRI ) pada tanggal 18 Januari 1950 yang mendampingi iman anggota angkatan perang yang beragama Katolik. Sementara bersamaan dengan didirikannya Hirarki Gereja Katolik Indonesia pada tanggal 3 Januari 1961, beliau menjabat sebagai Uskup Agung. Mgr. Soegijapranata SJ, tidak hanya seorang Uskup pemimpin Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang, dalam kiprahnya sebagai tokoh bangsa yang se cara aktif mengajak umat Katolik untuk ikut serta mengarahkan perjalanan bangsa ke arah yang sebenarnya. Setiap kali berbicara umat Katolik selalu di kaitkan dengan kedudukannya sebagai warga nusa dan bangsa; bahkan ketika membicarakan tentang keluarga Katolik beliau memberikan penekanan pada perannya dalam kehidupan nusa dan bangsa. Muncul semboyan yang sangat terkenal ”100 % Katolik dan 100 % Indonesia” dan ”Pro Ecclesia et Patria,” yang bukan sekedar hanya ingin menangkis segala tuduhan baik dari tentara Jepang maupun masyarakat bahwa ”Katolik sebagai agama dan berpihak ke pada penjajah (Belanda).” Kita adalah sungguh–sungguh Katolik dan kita adalah sebenar–benarnya patriot juga. Oleh karena kita merasa patriot seratus persen sebab itu kita pun merasa Katolik seratus persen pula. Puncak dari pengakuan ketokohan Mgr. Soegijapranata SJ dalam kehidupan nusa, bangsa dan negara pada peristiwa wafatnya pada hari Senin 22 Mei 1963 di Steyl Tegelen Nederland pukul 22.20 waktu setempat. Peristiwa wafat nya menjadi berita besar baik di tanah air dan Belanda. Misa Requiem dipimpin oleh Kardinal Alfrink. Kebingungan terjadi pada tiga Romo yang mendampingi beliau pada saat pengobatan dan istirahat, yaitu Romo Harso Susanto, Romo Kartosiswojo dan Romo Mangunwidjaja. Pertanyaan ”Romo Kanjeng mau di makamkan di mana ?” selalu menghinggapi tiga Romo tadi. Kebingungan terjawab pada tanggal 24 Juli 1963 pukul 20.00, melalui interlokal dari KBRI Bonn, Jerman Barat, dikatakan Presiden Soekarno menghendaki jenasah Romo Agung Soegijapranata dibawa kembali ke Indonesia dan di makamkan di Indonesia. Setelah sampai di Indonesia jenasah disemayamkan di Gereja Katedral Jakarta. Presiden Soekarno kemudian mengeluarkan surat keputusan pengangkatan Mgr. Soegijapranata SJ sebagai Pahlawan Nasional. Jenasah Romo Agung di makamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang pada tanggal 30 Juli 1963, dan dianugerahkan Pangkat Jendral TNI Kehormatan. Betapa pentingnya eksistensi Negara dan umat Katolik hidup didalamnya yang sekaligus menjadi warganya, maka umat Katolik dituntut untuk setia kepada Gereja dan Negara sekaligus.  Pius Koesdyantoro Lingk. St. Linus 1 EDISI PASKAH - APRIL 2012

41


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

NGUDO ROSO

(Mo Semar)

Berkah Dalem, kang Gareng, e koq njanur gunung ketemu di acara APP Lingkungan. Lo kenapa kang, di masa Prapaskah gini ulatmu koq njethutut-njaprut, anjlekethut kaya siomay diremet -remet!? Gareng: Berkah Dalem juga, adiku sing bagus mbangir, lencir kuning, sing sok bego kaya Pinokio. Dalam masa Prapaskah ini kakangmu se benarnya lagi prihatin koq Truk, ngrasakake mbakyumu Cangik sing lagi bikin ulah. Petruk: Lho, rak bener firasatku to kang, di balik dahimu sing kerinyut tersimpan unek-unek kecut? Kalau tak punya nyali ngomong sama Mo Semar, curhat sama adikmu si Kantong Bolong ini pasti bakal murakabi, ketimbang sutris njur mati ngenes! Gareng: Ya mula bener Truk, atiku lagi nggak enak ngrasakke mbokne thole, sambat-sambat: �Piye pakne, kendhile lagi miring?� Lha wis piye jal, omahe lagi wae kebanjiran, dompete pas thong pes, bingung durung bisa mbayar iuran kematian Santa Maria, mikirin persembahan Paskah dan APP, malah disambati mbokne thole. Petruk: O kuwi to kang, sing bikin wajahmu ruwet kaya kertas diremetremet! Sakbenere bukan cuma kamu sendiri koq kang, sing ngalami masalah seperti itu. Sejak negarane dhewe ngalami krisis global, dampaknya nyebar tekan ngendi-endi, akeh per usahaan gulung tikar, makin banyak warga di-PHK, di prapatanprapatan sumebar anak jalanan padha ejreng-ejreng mbarang. Otomatis kan banyak orang gigit jari, sambat sebut ekonominya morat-marit. Gareng: Itulah Truk, sing dadi beban pikiranku saat iki. Tapi aku heran, anehnya koq akeh umat sing senasib kaya aku koq katon tenangtenang, ora ketok bingung atau posing ngadhepi kabeh kuwi? Petruk:

(bersambung ke hlm, 48)

42

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

EDISI PASKAH - APRIL 2012

43


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

44

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

(dari hlm. 38, Pesan Terakhir Yang Penuh Makna)

12:48). Menyadari bahwa manusia dengan kekuatannya sendiri tidak dapat menjalankan semua perintah Allah, Kristus menyediakan Diri-Nya sendiri untuk disalibkan, sehingga rahmat yang berlimpah dapat mengalir kepada kita umat Allah. Bahkan kesalahan-kesalahan yang dibuat umat Allah dapat dihapuskan dengan melakukan pengakuan dosa. Dan kalau seseorang tidak mensyukuri dan menggunakan semua kemudahan untuk mendapatkan pengampunan dosa, maka orang tersebut tidak lagi mempunyai alasan apapun kalau sampai dia kehilangan keselamatan kekal. 2. Luk 23:43 “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” Keselamatan kekal bagi manusia adalah yang menjadi alasan bagi Kristus untuk turun ke dunia, rela menanggung sengsara, menerima semua kesengsa raan dan penderitaan, serta taat kepada Bapa untuk mati di kayu salib. Seluruh kehidupan-Nya ditujukan untuk mengemban misi ini, dan Kristus telah melak sanakannya dengan sempurna. Bahkan sampai pada menjelang akhir wafatNya, Dia tidak membuang kesempatan sedikitpun untuk menyelamatkan pen curi yang disalibkan bersama-Nya. Uskup Agung Fulton Sheen mengatakan bahwa dalam peristiwa penyaliban, terjadilah suatu drama dari keinginan (wills) dari dua pencuri yang disalibkan bersama dengan Yesus.[1] Ada begitu banyak hal yang terjadi di luar diri kita, yang sering terjadi di luar kontrol kita. Namun, satu hal yang dapat kita kendali kan adalah keinginan kita. Di luar mungkin saja terjadi sesuatu yang begitu me nyesakkan, membuat marah, namun kita tetap dapat memutuskan untuk tetap tenang. Bagi umat Katolik, ketenangan ini bersumber dari Kristus yang men derita, wafat dan bangkit. Oleh sebab Kristus telah mengatasi segalanya, maka kita dapat tetap tinggal tenang, sebab tak ada sesuatupun yang dapat terjadi di luar rencana Allah. Menjadi sesuatu yang umum, bahwa pada saat seseorang disalibkan, maka dia akan menyumpahi orang yang menyalibkannya, bahkan menyumpahi diri nya, menyumpahi Tuhan dan hari kelahirannya. Namun, dua pencuri yang di salibkan mendengarkan seseorang yang disalib di tengah-tengah mereka me ngatakan, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Luk 23:34). Pengampunan ini mendatangkan rahmat. Paling tidak salah satu dari pencuri ini menyambut rahmat Allah. Bahkan ketika pen curi di sebelah kiri mengatakan “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamat kanlah diri-Mu dan kami!” (Luk 23:39), maka pencuri di sebelah kanan Yesus menjawab “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah” (Luk 23:40-41). Percakapan ini mungkin ter lihat sepele. Namun, kita jangan melupakan bahwa setiap kata yang keluar dari (bersambung ke hlm. 51) EDISI PASKAH - APRIL 2012

45


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

TIM KERJA SOSIAL KEMATIAN ( SEKSI SOSIAL KEMATIAN ) Tugas / Aktivitas ♦ Membantu umat melakukan perawatan jenasah (ngrukti laya) apabila diminta / dibutuhkan. ♦ Menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan Pangrukti Laya. ♦ Memberikan persetujuan santunan sesuai dengan ketentuan dan kesepakatan bersama.

Syarat dan Ketentuan keanggotaan  Umat Katolik Paroki Santo Paulus Sendangguwo Semarang.  Membayar iuran bulanan Rp 2.000,- / per KK, atau sesuai dengan ketentuan bersama.

 Iuran dihimpun bersama-sama oleh Ketua Lingkungan.  Ketua Lingkungan menyetorkan ke paroki. Ketentuan Santunan 1. Bila ada anggota keluarga yang meninggal, maka ahli waris

46

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

2. 3. 4. 5. 6.

mendapatkan santunan sebesar Rp 1.000.000,- ( satu juta rupiah ) bagi yang beragama Katolik atau Rp 500.000,- bagi yang bukan Katolik. Anggota keluarga adalah nama-nama yang tercantum dalam Kartu Keluarga dan ada ikatan darah (orangtua, adik-kakak, anak). Oom, Tante, Pakdhe, Budhe, pembantu tidak berhak memperoleh santunan walaupun namanya tercantum dalam Kartu Keluarga. Oom, Tante, Pakdhe, Budhe menjadi KK tersendiri dan dapat men jadi anggota dengan ber - iuran sendiri. Bayi yang lahir meninggal berhak atas ketentuan nomor 1. Yang dimaksud bayi lahir meninggal adalah bayi yang sudah saat nya lahir dan dalam proses kelahiran meninggal.

Cara mengurus permohonan Santunan Mengisi Formulir yang disediakan di Sekretariat Pastoran dengan dilampiri : a. Fotokopi Kartu Keluarga b. Fotokopi KTP yang meninggal (Akte Kelahiran bagi yang belum memiliki KTP) c. Fotokopi Daftar keanggotaan S2K dari Lingkungan. d. Fotokopi bukti pembayaran iuran bulan terakhir. e. Fotokopi Surat Kematian. Pengurusan Santunan hanya oleh Ketua Lingkungan atau Pengurus Lingkungan, bukan ahli waris.

Prosedur Pencairan Santunan 1. Ketua Lingkungan melengkapi syarat-syarat yang ditentukan dan menyerahkannya ke bendahara paroki (sekarang dijabat oleh sdr. Leonardo / Leo) 2. Kortimja Sosial Kematian akan mengklarifikasi kebenaran data dan kelengkapan syarat. Apabila memenuhi syarat akan ditandatangani persetujuan pencairan dana. Apabila kurang lengkap akan dikembalikan untuk dilengkapi. 3. Apabila persyaratan lengkap, proses pencairan memakan waktu maksimal 1 (satu) minggu. 4. Ketua Lingkungan dapat mengambil Santunan di bendahara paroki —Sabtu sore atau Minggu sore— 5. Pengurusan maksimal 1 (satu) bulan sesudah peristiwa kematian.

EDISI PASKAH - APRIL 2012

47


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

(dari hlm. 42, Ngudo Roso)

Mosok kang Gareng seperti tak tahu aja. Dalam masa Prapaskah ini semua masalah, apa saja yang bikin susah, kesulitan, keprihatinan dan masalah hidup justru perlu kita sikapi dengan cara menyatukannya dengan Salib Kristus, sebagai kurban yang kita persembahkan kepada Tuhan. O alah, ngomong si gampang Truk. Coba kamu sendiri yang ngalami, bisa-bisa kamu koleps kena serangan jantung atau terkena setruk terkapar lunglai utawa malah langsung game. E, e, e, ana apa anak-anakku Gareng, Petruk, koq padha pethenthengan? Sejak tadi Mo Semar nguping rembuganmu koq katon serius, sampai aku tak tahan untuk tidak nimbrung sama kalian berdua. Itu lho Mo, kang Gareng itu jadi orang koq gampang njaprut, dahinya kerinyut hanya masalah yu Cangik sambat sebut kendhile miring! Ya nyuwun sewu Mo Semar, iki anakmu lagi curhat masalah dapurku sing lagi gonjang-ganjing. E, koq si Kantong Bolong dengan enaknya ngomong : itu salib hidup kita, yang perlu kita persembahkan kepada Tuhan di masa Prapaskah ini!. O itu to sing dadi underaning rembug. Mo Semar sudah maklum kalau sekarang ini banyak keluarga dilanda krisis ekonomi. Macam-macam keprihatinan menyusup di relung hati orang dan juga dalam keluargamu Truk. Memang bener adimu si Kantong Bolong, semua masalah itu kita sebut salib kehidupan. Ya okelah Mo, itu Salib hidupku, tapi masalahnya bagaimana anakmu ini sanggup memikulnya, aku nggak mudeng ?!? Woo, dasar Kang Gareng ki irunge mlungker, jadi otake gampang kena piler. Wong katolik kok ora mudheng masalah Salib to ya! Petruk:

Gareng:

Semar:

Petruk:

Gareng:

Semar :

Gareng: Petruk:

48

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

Semar : Ngene lo anakku Nolo Gareng, yen ana Salib ya ana Paskah. Saiki

sengsara, ning besuk mulya bungah. Paskah kuwi saka tembung Yunani ’pessach’, sing tegese terbebaskan. Seperti umat Israel dulu, dibebaskan dengan darah anak domba yang dioleskan di jenang pintu, demikian juga kita sekarang dibebaskan dengan darah Yesus yang disalibkan. Yesus menderita dan wafat di kayu Salib, tetapi kemudian bangkit dengan mulia. Barang siapa mau menyatukan salib hidupnya dengan salib Yesus, akan diselamatkan di surga dengan mulia dan sukacita. Mo Semar hanya berharap, agar kita semua tidak takut memanggul salib kehidupan dan mau menyatukan salibnya dengan Salib Kristus. Percayalah habis gelap terbit terang. Habis salib dan derita, datang Paskah yang terang benderang. Gareng dan Petruk (manthuk-manthuk tanda setuju dan mathuk):

Amin, amin, Mo. Sugeng Paskah, Sugeng Riyadi Wungu Dalem Gusti.  AGENDA KEGIATAN DEWAN PAROKI AGUSTUS 2012 Hr

Tgl

Jm Sb SbMg Sn Km SbMg Sn

3 4

Km Jm Sn KmMg Jm Sn Rb Km

4-5 6 9 11-12 13 16 17 20 23-26 24 27 29 30

Adorasi Ekaristi Doa Senakel (misa harian)

Pelaksana/Penanggung jawab Bidang Liturgi Promosi Panggilan

Kursus katekis muda kevikepan

Timja katekis

Reading Club PKS Kemisan Penghijauan di lingkungan-keluarga

Timja perpustakaan Timja KKS Bidang Sarpra

Perayaan Ekaristi/ Pesta Nama St. Tarsisius PKS Kemisan Parade koor OMK Kunjungan Dewan Harian ke Wilayah D3

Timja misdinar

Kursus persiapan perkawinan

Timja PK

Pertemuan Ketua Wilayah & Lingk. Penjelasan BKSN Pembelajaran KGK (visioner 1) PKS Kemisan

Korwil Timja KKS Timja katekis Timja KKS

Kegiatan

EDISI PASKAH - APRIL 2012

Timja KKS Timja koor Koorwikl

49


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

50

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

(dari hlm. 45, Pesan Terakhir Yang Penuh Makna)

orang yang disalibkan adalah merupakan suatu penderitaan, karena setiap tarikan nafas menjadi suatu siksaan. Pencuri di sebelah kanan, yang menurut tradisi bernama Dimas, dalam keterbatasannya telah memberikan nyawanya untuk Kristus, dan dia juga menaruh pengharapan di dalam Kristus, sehingga dia memohon kepada Yesus “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” (Luk 23:42) Sungguh suatu ungkapan pengharapan dan iman yang begitu sederhana dan dalam. Terhadap ungkapan iman dan kasih ini, Yesus menjawab “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Luk 23:43) Mari, dalam masa Paskah ini, kita bersama-sama merenungkan, bahwa kita yang telah menerima baptisan sakramental, seharusnya mempunyai sikap se perti yang ditunjukkan oleh Dimas, bahkan dituntut lebih. Mengapa? Karena kita telah menerima rahmat Allah yang begitu istimewa dalam Sakramen Baptis, seperti: (a) rahmat pengudusan, (b) menjadi anak-anak Allah dan dipersatukan dalam Tubuh Mistik Kristus, (c) menerima tiga kebajikan ilahi (iman, pengharapan dan kasih), (d) menerima tujuh karunia Roh Kudus seperti yang disebutkan di dalam Yes 11:2-3 (kebijaksanaan, pengertian, nasihat, ke perkasaan, pengenalan, kesalehan, dan takut kepada Allah). Dengan rahmatrahmat ini kita dimampukan untuk mengikuti perintah Kristus, yang menuntun kita kepada keselamatan kekal. 3. Yoh 19:26-27 “Ibu, inilah, anakmu!” dan “Inilah ibumu!” Dengan penebusan-Nya di kayu salib, Kristus telah membuka jalan keselamatan bagi semua orang. Dia telah memberikan Diri-Nya dengan sehabis-habisnya. Dia telah memberikan Tubuh dan Darah-Nya di kayu salib, yang telah diantisipasi dalam Perjamuan Suci (lih. Mat 26:26-29, Mar 14:22-25, Luk 22:19-20). Namun rupanya ini tidak cukup. Memandang dari kayu salib, Kristus melihat dua orang yang dikasihi-Nya, yaitu Ibu-Nya, Bunda Maria dan murid-Nya yang terkasih, rasul Yohanes. Dengan sisa-sisa nafas-Nya, Kristus memberikan pesan yang begitu penting kepada kita, yaitu pesan ketika Kristus memandang Ibu-Nya dan murid-Nya dan berkata “Ibu (RSV = Woman), inilah, anakmu!.. dan inilah ibumu” (Yoh 19:26-27). Dalam bukunya, uskup agung Fulton Sheen mengatakan bahwa dengan menyebut woman (perempuan) dan bukan ibu, maka Kristus menginginkan bahwa Bunda Maria bukan hanya menjadi bunda Kristus saja, namun dia menjadi bunda seluruh umat beriman. Inilah sebabnya Kristus menyerahkan ibu-Nya kepada kepada murid yang dikasihi-Nya – tanpa nama, untuk menyatakan bahwa perintah ini ditujukan kepada semua murid Kristus. Sebaliknya Kristus juga menyerahkan murid-Nya untuk menjadi putera Bunda Maria. Satu-satunya anak Maria memang tidak tergantikan, yaitu Kristus. Namun, Kristus ingin memberikan hubungan yang baru antara Maria dengan seluruh umat beriman. Kristus menginginkan agar Maria dapat menerima seluruh umat beriman sebagai anaknya, karena Kristus sendiri hadir dan EDISI PASKAH - APRIL 2012

51


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

bersatu dalam diri setiap umat beriman, sama seperti Kristus sendiri meng umpamakan Diri-Nya sebagai pokok anggur dan seluruh ranting-ranting ber satu dengan-Nya (lih. Yoh.15:5). Ini berarti, Kristus menginginkan agar Bunda Maria turut berpartisipasi dalam karya keselamatan Kristus dan memperlaku kan seluruh umat beriman sebagai anaknya. Suka atau tidak suka, Kristus menginginkan hal ini dan memberikan Maria sebagai bunda bagi seluruh umat beriman. Kalau Kristus tidak berkeberatan untuk dididik oleh Maria dan Maria dipandang baik oleh Kristus sebagai Bunda Allah, maka siapakah kita yang me mandang bahwa kita tidak perlu menghormati Bunda Maria, bahkan ada yang menyingkirkan Bunda Maria dari kehidupannya? Apakah ada seorang pria yang merasa bahwa pacarnya terlalu berlebihan karena dia menghormati ibu nya juga? 4. Mrk 15:34 “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Disaksikan oleh Bapa-Nya di Sorga dan ibuNya di kaki kayu salib, Yesus berkata “Allahku, Allahku, mengapa Engkau mening galkan Aku?” Kalimat yang berkesan ke putusasaan. Mungkin jeritan yang sama, sering kita teriakkan dalam kesesakan dan penderitaan kita. Kita mengetahui bahwa Kristus adalah sungguh sama seperti kita, yang telah mengecap semua yang kita alami, termasuk penderitaan. Namun, di da lam penderitaan-Nya, Dia telah menunjuk kan adanya suatu kepercayaan yang kokoh akan rencana Allah. Perkataan Eli, Eli Lamasabakhtani, merupakan permulaan dari Mazmur 22, bagi umat Yahudi, kalau seseorang memulai kalimat pertama dari Mazmur, maka berarti orang bermaksud untuk menyelesaikannya. Dan dalam kondisi tersalib, sungguh tidak mungkin untuk menyelesaikan peng ucapan keseluruhan Mazmur tersebut. Ini berarti, bahwa kalimat pertama dari Mazmur 22 harus dimengerti dalam konteks keseluruhan, yaitu untuk mem percayai dan menggantungkan segala sesuatunya ke dalam tangan Bapa, yang pada akhirnya akan membawa kemuliaan, di mana seluruh ujung bumi akan mengingat dan berbalik kepada Tuhan (lih. Mzm 22:27). Ini adalah suatu pengajaran dari Kristus yang harus diikuti oleh seluruh murid Kristus tentang bagaimana menaruh pengharapan di dalam Tuhan dalam kondisi apapun. Cara dan sikap dalam menghadapi penderitaan adalah salah satu perbedaan antara orang yang mengenal Kristus dan yang tidak mengenal Kristus. Bahkan rasul Paulus mengatakan “Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu (bersambung ke hlm. 56)

52

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

EDISI PASKAH - APRIL 2012

53


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

AGENDA KEGIATAN DEWAN PAROKI SEPTEMBER 2012 Hr

Tgl

Sb

1

SbMg Mg Rb Jm Mg

1-9

SbMg Mg Sn Sl Mg

1516 16 17 18 23

2 5 7 9

Kegiatan Doa Senakel (misa harian) Pameran HPS kevikepan Gerakan berbagi buku

Pelaksana/Penanggung jawab Promosi Panggilan Timja PSE Timja Perpustakaan

Lomba lektor & mazmur Temu Mitra Kemasyarakatan Adorasi Ekaristi Pelatihan kewirausahaan (pembuatan makanan kering

Timja lektor Timja PK3 Bidang Liturgi Bidang Sarpra

Rekoleksi pendamping PIA separoki

Timja PIA

Lomba Lektor Kunjungan Dewan Harian ke Wilayah E Kunjungan keluarga di lingkungan Diskusi : Peran Ibu dalam Pendidikan iman Bincang-bincang ibu paroki

Timja Lektor Koorwil Timja PK Timja ibu paroki

AGENDA KEGIATAN DEWAN PAROKI OKTOBER 2012 Hr

Tgl

Sn Jm Sb SbMg

1 5 6 6-7

Sn

15

Jm Km KmMg Jm Mg

19 25 2528 26 28

54

Kegiatan Reading Club Adorasi Ekaristi Doa Senakel (misa harian) Live In Misdinar di Biara-Novisiat

Pelaksana/Penanggung jawab Timja perpustakaan Bidang Liturgi Promosi Panggilan Timja Misdinar-Promosi Panggilan

Kunjungan Dewan Haria ke Wilayah F1 dan F2 Pertemuan Ketua Wilayah Lomba paduan suara antar paroki

Korwil Timja koor

Kursus persiapan perkawinan

Timja PK

Lomba paduan suara antar paroki Misa OMK

Timja koor Timja PIR

Koorwil

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

AGENDA KEGIATAN DEWAN PAROKI NOVEMBER 2012 Hr

Tgl

Jm Sb

2 3

Sn Km Rb Jm Sn Sl Km

5 8 14 16 19 20 22

Kegiatan Adorasi Ekaristi Doa Senakel (misa harian) Tebat paroki Reading Club PKS Kemisan Pembekalan pemandu Adven lingk. Pertemuan Ketua Wilayah & Lingk. Kunjugan Dewan Harian ke Wilayah G Kunjungan keluarga di lingkungan PKS Kemisan

Pelaksana/Penanggung jawab Bidang Liturgi Promosi Panggilan Timja HAK Timja perpustakaan Timja KKS Timja katekis Korwil Korwil Timja PK Timja KKS

AGENDA KEGIATAN DEWAN PAROKI DESEMBER 2012 Hr

Tgl

Kegiatan

Sb Sn Jm KmMg Mg Jm Sl Rb Sn

1 3 7 1316 16 21 25 26 31

Doa Senakel (misa harian) Reading Club Adorasi Ekaristi

Pelaksana/Penanggung jawab Promosi Panggilan Timja perpustakaan Bidang Liturgi

Kursus persiapan perkawinan

Timja PK

Pembagian Bingkisan Natal 2012 Pertemuan Ketua Wilayah Penerbitan Buku Profil Paroki Penerbitan Warta Paulus Misa Tahun Baru

Timja Karitatif Korwil Bidang Litbang Bidang Yanmas Timja Mudika

Kirimkan buah pikir Anda, sumbangsumbang - saran, artikelartikel - artikel, kritikan positif, dalam bentuk tulisan dan kirimkan ke :

komsosgsp@gmail.com EDISI PASKAH - APRIL 2012

55


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

(dari hlm. 52,)

menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” (Rom 5:3-5) Kalau seseorang menjadi murid Kristus, maka dia akan mengikuti apa yang di lakukan oleh Kristus, termasuk adalah cara menghadapi permasalahan dan penderitaan. Karena dengan penderitaan-Nya, Kristus dapat memenangkan be lenggu dosa, maka dengan menyatukan segala penderitaan kita dengan Kristus, kita akan memperoleh kemenangan, yaitu kemenangan yang menyela matkan, yang mengantar kita pada kehidupan kekal. Kuncinya adalah mengha dapi permasalahan dengan terus bertekun dalam doa yang didasarkan iman, pengharapan dan kasih, seperti yang dilakukan oleh Kristus. Mungkin ada yang bertanya, kalau Yesus memang Tuhan, mengapa pada saat disalib, Dia berdoa? Sebenarnya, Yesus berdoa tidak hanya terbatas pada waktu Yesus disalib, namun Yesus berdoa dalam berbagai kesempatan (lih. Mt 16:23; Mt 26:36; Mk 14:32; Lk 3:21; 6:12;Lk 9:18, 28; Lk 11:1-2; Lk 18:1). Santo Thomas Aquinas membahas tentang definisi doa, dimana dia mengata kan bahwa doa adalah membuka keinginan kita kepada Tuhan, sehingga Dia dapat memenuhinya.”[2] Karena di dalam Kristus (satu pribadi) ada dua ke hendak, yaitu kehendak manusia dan kehendak Tuhan, maka menjadi hal yang wajar, kalau Yesus berdoa karena Dia mempunyai kodrat manusia. Sama seperti kita sebagai orang beriman, kita menyatakan keinginan / kehendak kita di hadapan Allah. Alasan kedua adalah Yesus berdoa untuk kepentingan manusia. Yesus dapat saja berdoa dalam hati, namun Dia ingin menunjukkan kepada kita bagaimana seharusnya sebagai manusia kita berdoa, yaitu bahwa kita harus senantiasa tunduk kepada kehendak Allah Bapa, meskipun di dalam situasi yang paling sulit sekalipun. Yesus berdoa tanpa henti, untuk mengajar manusia senantia sa berdoa di dalam segala kesempatan tanpa henti (lih. Mt 16:23; Mt 26:36; Mk 14:32; Lk 3:21; 6:12;Lk 9:18, 28; Lk 11:1-2; Lk 18:1). Yesus mengajarkan kepada manusia bahwa di dalam doa yang terpenting adalah untuk mengikuti kehendak Tuhan, seperti yang dikatakan-Nya dalam doa-Nya di Taman Get semani, dimana Dia berkata “”Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagiMu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku ke hendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.” (lih. Mt 26:36; Mk 14:32-36). Yesus mengajarkan doa yang sempurna, yaitu doa Bapa Kami, yang terdiri dari tujuh petisi (lih. Mt 6:9-13). Yesus menunjukkan bahwa di dalam setiap pencobaan, maka Tuhanlah yang menjadi kekuatan dalam doa, seperti yang ditunjukkan oleh Yesus di dalam drama penyaliban (Mt 27:46; Mk 15:34; Lk 23:46). Yesus juga mengajarkan pentingnya untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita, seperti yang ditunjukkan oleh Yesus dengan ber doa “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka

56

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

perbuat.” (lih. Lk 23:34). Dan masih begitu banyak contoh yang lain, yang me nyebabkan pengikut Kristus tahu bagaimana untuk berdoa, karena Tuhan sen diri –melalui Kristus– yang menunjukkan kepada manusia bagaimana seharus nya berdoa. Dengan demikian, maka kita dapat melihat bahwa doa Yesus di atas kayu salib sungguh merupakan doa yang berpengharapan yang me nyelamatkan dan memberikan contoh bagi seluruh umat beriman. 5. Yoh 19:28 “Aku haus!” Contoh apalagi yang ingin diberikan oleh Kristus sebelum dia menghembus kan nafas-Nya yang terakhir ketika Dia mengatakan “Aku haus!“? Dikatakan di ayat Yoh 19:28 bahwa perkataan Yesus “Aku Haus” adalah untuk memenuhi nubuat di dalam Kitab Suci. Ini adalah pemenuhan dari Mzm 69:21 yang mengatakan “… dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum ang gur asam.” Dengan demikian, pernyataan Yesus merupakan penegasan bahwa Yesus yang tersaliblah yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama. Memang dalam kodrat-Nya sebagai manusia, Yesus mengalami penderitaan dan kehausan yang begitu sangat. Namun, kehausan dalam kapasitas yang lebih dalam adalah kehausan untuk meyelamatkan jiwa-jiwa. Ini adalah drama pencarian Tuhan akan manusia. Drama di mana Tuhan yang dari Sorga turun ke dunia untuk menjangkau jiwa-jiwa yang tercerai berai. Kehausan ini meng ingatkan kita akan permintaan Yesus kepada wanita Samaria “Berilah Aku minum” (Yoh 4:7). Dan percakapan ini pada akhirnya membawa keselamatan kepada wanita Samaria dan juga orang-orang di kota tersebut. Keselamatan wanita Samaria dan orang-orang di kota tersebut tidaklah cukup bagi Yesus, sehingga di atas kayu salib, Dia tetap merasa kehausan, karena Dia ingin menjangkau seluruh umat manusia, ingin menemukan dan mengantar seluruh umat manusia pada keselamatan dan pengetahuan akan kebenaran (lih. 1Tim 2:4). Karena Tuhan senantiasa dalam pencarian akan manusia, maka sejak dari Perjanjian Lama dikatakan “apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku” (Yer 29:13-14). Inilah sebabnya ketika seseorang menyadari bahwa dia memerlukan Tuhan, ketika seseorang me lihat penderitaan dalam kacamata iman, ketika seseorang menerima pen deritaan dengan tabah, ketika seseorang mau menyangkal dirinya dan me mikul salibnya dan mengikuti Kristus, maka Tuhanlah yang sebenarnya men jadi penggerak utama dari semuanya itu. Dalam drama penyaliban, terutama perkataan Yesus bahwa Dia haus, kita menyaksikan akan drama tentang Tuhan yang sungguh mencintai manusia dengan sehabis-habisnya. Bagai mana tanggapan manusia? Bagaimana tanggapan kita? 6. Yoh 19:30 “Sudah selesai” Setelah prajurit memberikan bunga karang yang telah dicelupkan pada anggur asam, lalu Yesus meminumnya dan berkata “sudah selesai” (lih. Yoh 19:30). Kita dapat melihat adanya tiga hal yang berkaitan dengan “sudah selesai”. Di EDISI PASKAH - APRIL 2012

57


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

dalam Kitab Kejadian, setelah Tuhan menyelesaikan penciptaan, maka pada hari ke tujuh, Dia mengatakan “Ketika Allah pada hari ketujuh telah me nyelesaikan pekerjaan (finished His work) yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. ” (Kej 2:2) Dan Kitab Wahyu menuliskan “Semuanya telah terjadi (it is done). Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.” Ini berarti, penciptan dunia dan kemenangan di Sorga hanya dapat terjadi kalau pekerjaan yang di lakukan Yesus telah selesai. Dan dalam konteks inilah Yesus mengatakan “sudah selesai” untuk menyatakan bahwa Dia telah menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh Bapa dengan sempurna, bukan dengan keputusasaan dan kegetiran, namun dengan dasar kasih yang sempurna. Inilah yang membuat persembahan Kristus di kayu salib dapat menyenangkan hati Bapa – yaitu karena didasarkan kasih yang sempurna. Ini juga yang seharusnya mendorong kita dalam perjalanan kehidupan kita. Sama seperti Rasul Paulus, kita juga ingin berlari ke tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan Sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus (lih. Flp 3:14). 7. Luk 23:46 “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Kata yang terakhir dari Yesus setelah mengatakan “sudah selesai” adalah “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku“. Dalam satu kalimat ini, kita dapat melihat hubungan yang sungguh dalam dan tak terpisahkan antara Bapa dan Putera. Bapa begitu mencintai manusia, sehingga Dia mengutus PuteraNya yang tunggal untuk menebus dosa dan menyelamatkan manusia (lih. Yoh 3:16). Kristus datang ke dunia dan senantiasa melaksanakan kehendak Bapa. Dari umur duabelas tahun, Kristus telah mengatakan bahwa Dia harus berada di dalam rumah Bapa-Nya (Luk 2:49). Dalam seluruh karya-Nya, Kristus senantiasa melakukan apa yang berkenan kepada Bapa (lih. Yoh 8:29). Sampai pada akhirnya, Kristus menyerahkan nyawa-Nya ke dalam tangan Bapa (lih. Luk 23:46). Dengan kebebasan-Nya, Kristus melakukan kehendak Bapa. Bagaimana dengan kita? Bagaimana kita menggunakan kebebasan kita? Orang sering salah dalam mengartikan kebebasan. Orang sering meng artikan kebebasan sebagai “kebebasan dari / freedom from” dan bukan “kebebasan untuk / freedom for“. Kebebasan yang lebih menekankan “kebebas an dari” merupakan ekspresi akan keinginan yang terbebas dari hal-hal yang dianggap mengikatnya, termasuk tanggung jawab. Orang yang menginginkan kebebasan untuk minum minuman keras tanpa mau dibatasi jumlahnya, cepat atau lambat akan menemukan bahwa dirinya tidak lagi bebas. Dia akan terikat akan minuman keras, dan tidak lagi mempunyai kebebasan untuk mengatakan tidak terhadap minuman keras. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa mengumbar kebebasan tanpa adanya batasan yang jelas dapat membuat manusia menjadi tidak bebas lagi. Katekismus Gereja Katolik mendefinisikan kebebasan sebagai berikut: KGK, 1731. Kebebasan adalah kemampuan yang berakar dalam akal budi dan

58

WARTA PAULUS NO. 87


GEREJA SANTO PAULUS SENDANGGUWO SEMARANG

kehendak, untuk bertindak atau tidak bertindak, untuk melakukan ini atau itu, supaya dari dirinya sendiri melakukan perbuatan dengan sadar. Dengan ke hendak bebas, tiap orang dapat menentukan diri sendiri. Dengan kebebasan nya, manusia harus tumbuh dan menjadi matang dalam kebenaran dan kebaikan. Kebebasan itu baru mencapai kesempurnaannya apabila diarah kan kepada Allah, kebahagiaan kita. Dari definisi di atas, kita dapat melihat bahwa kebebasan seharusnya juga di barengi dengan kebenaran (truth) dan kebaikan (good). Tanpa dibarengi dengan kebenaran dan kebaikan, maka kebenaran akan menjadi suatu tindak an yang tidak bertanggungjawab. Semakin tinggi kebenaran dan kebaikan itu, maka kebebasan itu akan semakin membebaskan. Karena tidak ada kebenar an dan kebaikan yang lebih tinggi dari Tuhan -sebab Tuhan adalah kebaikan dan kebenaran itu sendiri– maka kebebasan sejati adalah kebebasan yang di dasarkan atas ketentuan dari Tuhan. Kristus sendiri, sebagai jalan, kebenaran dan hidup (lih. Yoh 14:6) telah mengatakan bahwa kebenaran akan membebas kan (lih. Yoh 8:32). Dengan demikian, dalam kata yang terakhir di kayu salib, Kristus telah menunjukkan bahwa Dia secara bebas menjalankan kehendak Bapa dan secara bebas memberikan nyawa-Nya untuk Bapa. Inilah kebebasan yang sejati. Mari, dalam masa Paskah ini, kita merenungkan sejauh mana kita telah meng

EDISI PASKAH - APRIL 2012

59


TIM KERJA KOMUNIKASI SOSIAL DEWAN PAROKI

gunakan kebebasan kita. Apakah kita telah menggunakan kebebasan kita de ngan bertanggungjawab berdasarkan kebenaran dan kebaikan, sehingga dapat mengarahkan kita kepada keselamatan diri kita maupun membantu ke selamatan orang-orang di sekitar kita? Jika kita telah mati dari dosa kita – karena Sakramen Baptis– yang kita terima, dan membuat kita dapat bangkit bersama Kristus, maka kita juga harus mengikuti teladan Kristus. Kita dapat menyerahkan kebebasan kita kepada Tuhan sehingga kita dapat semakin bebas untuk melaksanakan seluruh perintah Tuhan. Melaksanakan tujuh pesan terakhir Yesus mengantar kita kepada keselamatan Dari pemaparan di atas, kita dapat melihat bahwa tujuh pesan terakhir Yesus sungguh penuh makna yang mendalam. Kalau kita terus merenungkan pesanpesan ini sepanjang masa Paskah ini, maka kita akan semakin menghargai pe ngorbanan Yesus. Apapun kondisi kita, di masa Paskah ini, Kristus menawar kan pengampunan kepada kita semua. Yesus menginginkan agar semua ma nusia dapat sampai pada tujuan akhir, yaitu Sorga. Tidak ada kata terlambat. Sejauh kita masih hidup dan bertobat, sama seperti pencuri yang disalibkan di sisi kanan Yesus, maka Kristus akan memberikan janji yang sama, yaitu keselamatan kekal. Demikian pula, Kristus menyerahkan Bunda-Nya menjadi Bunda segenap umat beriman, agar kita dapat memohon dukungan doanya agar dapat sampai kepada keselamatan. Tujuan akhir ini juga harus dihadapi dengan pengharapan akan Allah, sehingga pencobaan dan penderitaan tidak menjadikan kita perputus asa. Dalam perjalanan kita menuju Sorga, kita juga harus mempunyai semangat untuk membawa orang-orang di sekitar kita untuk memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Dan ini harus kita lakukan sampai akhir hidup kita, sampai tugas kita selesai dan sampai kita menyerahkan nyawa kita ke dalam tangan Bapa. Dengan menjalankan pesan Kristus ini, maka kita dapat mencapai tujuan akhir dengan selamat. Semoga Hari Raya Paskah membawa kita pada permenungan yang lebih men dalam akan misteri Paskah Kristus.  Disadur dan di edit dari Katolisitas.org Catatan: Artikel ini dipakai untuk pendalaman Kitab Suci di Paroki Regina Caeli – Pantai Indah Kapuk, tanggal 20 April 2011.

60

WARTA PAULUS NO. 87



Warta Paulus 87 _ 5 April 2012 _ Edisi Paskah 2012