Page 1


2

BERANDA Redaksi Penasihat Muhammad Fuadi Gelar S. Ramdhani Penanggung Jawab Muhammad Nur Falah Dani Sugeng P Hanna Liza Utami Pimpinan Redaksi Agung Setiabudi Humas Atika Samy Kencana Dara Kartika Sari Editor Muftihat Israr Rizki Andarini Anggi Putri Riandi Tata Letak Kurniasari Nur Rahman Anggi Satria Siburian Putri Risma Dewi Kontributor Saindra Arsa Gumilang Hari Mulyana Pradipta Rizka Malisa Sinaga Nur Aini Afifah Rizki Amalia Alviani Kurnia Dresiani Mareti Febrina Audina

Desain Sampul Anggi Satria Siburian

Dari Kami Memasuki era pemilihan umum, Caninus edisi Juni 2014 ingin turut berpartisipasi dalam merayakan pesta rakyat lima tahunan ini. Dari sini, kami mencoba menyuguhkan sudut pandang baru mengenai pemilu, yaitu dari segi kedokteran gigi. Kami berharap, apa yang kami sajikan dalam edisi ini dapat menambah wawasan pembaca sehingga pembaca akan lebih bijak dalam menghadapi Pemilu Presiden yang akan digelar 2 bulan lagi. Akhir kata, kami selaku redaksi memohon maaf apabila masih terdapat banyak kekurangan di dalam pembuatan majalah ini. Kritik dan saran senantiasa kami tunggu dari pembaca sekalian. Salam Pemilu 2014!

www.psmkgi.org


3

DAFTAR ISI Headline Mahasiswa di Tahun Politik (4)

Hot Issue Pemerintahan baru, barukah nasib dokter gigi?(6) Isu Kesehatan Masih Dinomorduakan (14)

Technology Dental Tattoo: Deteksi Dini Penyakit Lewat Jalan Napas (8) Prospek Pencegahan Karies dengan Vaksin (12)

Profile (10) PSMKGI News LKMM-Nas 2014 (17)

Tips & Trick (19) Games (21) (22)

www.psmkgi.org


4

Headline Mahasiswa di Tahun Politik

T

ahun pemilu memang sangat meriah dan menyenangkan untuk didiskusikan. Pandangan dari ahli politik pun menjadi topik yang sangat hangat untuk dibicarakan. Masyarakat mulai dijejali dengan berita tentang partai politik, janji politik, kuis – kuis untuk menaikkan pamor tokoh dari partai politik, dan lain sebagainya yang berbau politik. Dan di tahun 2014 inilah diadakan pesta demokrasi (pemilu). Anggota parlemen dan presiden akan dipilih di tahun 2014 ini. Kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai politis pun bermunculan, bahkan kebijakan dari tahun 2013 dianggap politis dan dianggap sebagai “persiapan 2014�. Setelah tiba di tahun 2014, atmosfer pemilu mulai terasa, dari kampanye media yang cukup “mengotori� jalanan dan televisi, pencitraan tokoh dari partai politik tertentu, bahkan ada juga deklarasi calon presiden dari beberapa partai politik yang sudah sangat percaya diri akan meraih suara lebih dari 20% dalam pemilihan legislatif. Setelah pemilihan legislatif atmosfer ini tidak meredup, manuver partai politik untuk ikut berkuasa sangat beragam. Ada yang mendekat ke partai yang besar suaranya dan

ada juga isu yang berkembang bahwa akan terbentuk koalisi partai politik yang sama-sama berbasiskan agama. Atmosfer ini membuat beberapa mahasiswa melakukan gerakan, berikut analisis penulis mengenai gerakan ini. Gerakan mahasiswa sejatinya harus dilandaskan pada asas kepentingan rakyat. Ketidakadilan yang dirasakan rakyat sudah seharusnya menjadi latar belakang mahasiswa untuk bergerak. Karena memang mahasiswa merupakan kaum muda yang memiliki semangat dan kondisi fisik paling baik sehingga cocok untuk menjadi pejuang meskipun secara militan. Selain itu mahasiswa juga memiliki intelektualitas yang cukup baik sehingga tidak mudah dibodohi oleh mulut manis penguasa. Menuntut keadaan yang ideal untuk rakyat, itulah yang menjadi inti dari gerakan mahasiswa. Tetapi di tahun politik ini, penulis melihat gerakan mahasiswa tidak lagi menjadi gerakan netral yang berjalan di atas garis gerakan mahasiswa yang seharusnya.

www.psmkgi.org


5

Menurut Hariman Siregar dalam bukunya yang berjudul Gerakan Mahasiswa, Pilar ke-5 Demokrasi, salah satu ciri gerakan mahasiswa adalah bukan agen politik di luar kampus yang artinya independen dari kelompok kepentingan tertentu. Tetapi, dalam pandangan penulis ada sebagian mahasiswa yang bergerak atas nama partai politik tertentu, mungkin tidak secara langsung mendeklarasikan diri sebagai pendukung. Tetapi ada juga yang terang-terangan mengaku ke publik kalau mendukung, bahkan ikut berkampanye. Itulah yang penulis pikir sebagai gerakan mahasiswa yang tidak sesuai dengan kodratnya yaitu gerakan mahasiswa harus dilandaskan oleh kepentingan rakyat. Memang partai politik dalam promosinya selalu mengangkat kepentingan rakyat sebagai keniscayaan yang dijadikan landasan partai politik itu ada. Tapi, ingatkah beberapa kali kita dikecewakan oleh partai politik? Seperti korupsi yang dilakukan kader partai politik, bahkan petinggi partai politik. Hal ini terjadi tidak semata-mata karena keinginan mahasiswa untuk menjadi simpatisan partai, tetapi usaha partai politik untuk berpenetrasi ke mahasiswa. Mahasiswa merupakan kaum intelektual muda yang memiliki semangat, kesadaran politik, dan pengaruh ke masyarakat. Hal ini lah yang membuat mahasiswa menjadi sasaran yang menggiurkan bagi partai politik. Penetrasi ini dilakukan dengan berbagai macam gerakan seperti sosial, ekonomi, pendidikan, atau bahkan agama. Penulis tidak ingin melihat gerakan mahasiswa yang seperti ini menjadi gerakan yang blunder dan mengakibatkan masyarakat tidak lagi mendukung gerakan mahasiswa. Di era kemudahan akses informasi seperti sekarang, ketika mahasiswa tidak lagi fokus memperjuangkan meningkatkan elektaibiltas partai politik dengan menggembor-

gemborkan partai politik, bahkan promosi lewat media sosial, masyarakat mungkin melihat bahwa gerakan mahasiswa sudah berlandaskan dengan kepentingan partai politik. Tidak bisa dihindari jika masyarakat akan ikut sakit hati kepada mahasiswa ketika partai politik yang digadang mahasiswa melakukan hal yang menyakitkan hati kelak saat berkuasa. Atau akankah kita tega bergerak sebagai garda terdepan ketika pemerintah yang berasal dari partai yang kita bela saat pemilu melakukan ketidakadilan pada rakyat kelak? Itu adalah konsekuensi untuk mahasiswa ketika melakukan gerakan seperti ini. Memang sudah menjadi hak kita sebagai manusia untuk menentukan landasan bergerak, pun dengan mahasiswa. Ketika mahasiswa sudah siap dengan semua konsekuensi yang akan diterima ketika bergerak, maka mahasiswa itu punya hak untuk bergerak. Tetapi yang perlu diingat sebagai mahasiswa, gerakan mahasiswa harus dilandaskan pada kepentingan rakyat, karena sudah menjadi tanggung jawab mahasiswa untuk membuat rakyat merasa adil dan merasa terbela ketika ditindas. HIDUP MAHASISWA !

Sandra Arsa Gumilang Universitas Indonesia

www.psmkgi.org


Hot Issue

6

PEMERINTAHAN BARU, BERUBAHKAH NASIB DOKTER GIGI?

I

ndonesia baru saja melaksanakan pemilihan legislatif pada tanggal 9 April 2014. Ini merupakan pemilihan langsung oleh masyarakat yang ketiga kalinya setelah sebelumnya pada tahun 2004 dan 2009. Pada edisi sebelumnya dimenangkan dengan mutlak oleh partai yang didirikan oleh presiden RI saat ini bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Tahun ini pemilu diikuti oleh 12 partai nasional dan 3 partai lokal di provinsi Aceh. Tidak jauh berbeda dengan edisi sebelumnya, pemilu kali ini juga dimeriahkan dengan berbagai macam spanduk, poster, maupun baliho yang memperkenalkan para calon legislatif baik itu tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun pusat. Tidak sedikit dari berbagai macam media promosi tersebut yang mengumbar janji-janji baik para calon maupun partai dari calon tersebut. Semua memberikan janji untuk menjadi wakil rakyat yang bisa dipercaya dan mengubah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini ke arah yang lebih baik. Pada hasil quick count yang dilakukan beberapa LSM memberikan gambaran pemenang pemilu tahun ini adalah PDI-P diikuti Partai Golkar dan Partai Gerindra masing-masing di tempat kedua dan ketiga. Sementara itu, pemenang pemilu tahun 2009 Partai Demokrat hanya menempati peringkat 4 bahkan dengan persentase suara yang tidak

sampai di angka 10% dari jumlah pemberi suara. Partai pendatang baru yang diusung oleh Surya Paloh, yang sangat gencar melakukan sosialisasi dan promosi dengan jargon “Restorasi Indonesia”-nya hanya menempati peringkat 9 dari 12 partai nasional. Sementara di Provinsi Aceh, partai Lokal setempat yaitu Partai Aceh, menang dengan presentase yang cukup meyakinkan yaitu sekitar 25% dari total pemberi hak suara di provinsi tersebut. Berbicara tentang “Restorasi”, secara harfiah restorasi berarti pengembalian atau pemulihan hingga seperti keadaan semula. Bagi profesi dokter gigi kata tersebut bukanlah kata-kata yang asing, Restorasi merupakan perawatan untuk mengembalikan struktur anatomi dan fungsi gigi yang disebabkan oleh karies, fraktur , abrasi, erosi dan atrisi. Sehubungan dengan pemilu, banyak dokter gigi yang berharap akan ada perubahan atau pembaharuan yang akan meningkatkan kesejahteraan dokter gigi. Hasil pemilu juga diharapkan benar-benar bisa merestorasi peraturan-peraturan yang dianggap timpang yang berhubungan dengan profesi dokter gigi.berhubungan dengan profesi dokter gigi. Sebagaimana kita ketahui, pada awal tahun ini telah diterapkan sistem kesehatan terbaru yang bernama Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS). Ketua PDGI, drg. Zaura Rini Anggraeni., MDS

www.psmkgi.org


7 setelah diwawancara oleh surat kabar kompas menyatakan bahwa, JKN sendiri menetapkan biaya kapitasi untuk praktik dokter gigi hanya Rp.2000. Sedangkan, biaya kapitasi minimum harusnya senilai Rp.3.270,-, dan dengan biaya kapitasi tersebut praktik dokter gigi bisa melakukan perawatan dasar seperti konsultasi, emergency, pencabutan gigi tanpa anastesi, dan penambalan gigi tanpa melibatkan saraf. Drg. Zaura juga mengatakan, sudah rahasia umum bahwa biaya perawatan gigi dan mulut tidak murah, apalagi masih banyak provinsi-provinsi yang tingkat kesadaran mereka akan kesehatan gigi dan mulut masih rendah, padahal sudah banyak penelitian-penelitian yang menyatakan bahwa banyak penyakit-penyakit sistemik yang bisa disebabkan dari buruknya kesehatan gigi dan mulut. Drg.Zaura berharap biaya kapitasi bisa ditingkatkan, sehingga bisa memaksimalkan pelayanan pada masyarakat. Selain itu, biaya kapitasi juga akan digunakan untuk kegiatan promotif dan preventif. Selain peningkatan kapitasi, drg. Zaura juga berharap adanya pemberian insentif tetap per bulannya bagi dokter gigi di layanan primer. Insentif diberikan supaya dokter gigi tak ketarketir memikirkan pendapatan per bulannya, yang dapat berubah sesuai penggunaan kapitasi saat itu. Namun, ia belum tahu berapa insentif per bulan yang diusulkan untuk dokter gigi di fasilitas layanan primer. Melalui era JKN, drg. Zaura berharap kesehatan gigi tak lagi dianaktirikan. Kesehatan gigi turut menentukan status gizi masyarakat, baik anak maupun dewasa. Dengan gizi yang baik, seseorang bisa tumbuh kembang dan bekerja dengan maksimal. Kembali pada hasil pemilu legislatif, terlepas dari partai apa yang memenangkan pemilu dan siapa presiden Indonesia yang baru, sudah sewajarnya para mahasiswa kedokteran gigi dan dokter gigi berharap akan ada perubahan-perubahan yang bisa memajukan bangsa Indonesia, terutama pada profesi yang kita cintai ini. Semoga semua permasalahpermasalahan dokter gigi di Indonesia bisa teratasi, terutama masalah pemetaan ataupun penyebaran dokter gigi yang secara adil dan

Kedokteran Indonesia dari 25.194 dokter gigi teregistrasi yang ada di Indonesia, 21.440 berada di pulau Sumatera, Jawa, dan Bali. Dan dari 2.282 dokter gigi spesialis 2.148 berada pada wilayah yang sama. Dan juga masalah profesi tukang gigi yang belakangan sudah memenangkan pengadilan atas tuntutan PDGI terhadap profesi mereka dengan alasan Hak Asasi Manusia. Kita bisa melihat betapa sejahteranya profesi dokter gigi di Amerika Serikat dibandingkan dengan di negara kita Indonesia. Dokter gigi di Amerika berada pada posisi kedelapan dalam survey pendapatan rata-rata tertinggi dalam satu tahun dengan rata-rata US$158.770 (Rp.1,3 milyar), dokter gigi bahkan mengalahkan pendapatan rata-rata tahunan dari CEO perusahaan ternama di Amerika, dan merupakan profesi medis dengan pendapatan rata-rata paling tinggi di negara tersebut. Di Indonesia, profesi dokter gigi bahkan tidak menyentuh 15 besar. Hal ini memperlihatkan tingginya tingkat kesadaran masyarakat di Amerika Serikat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Semoga pemerintahan baru tidak menganaktirikan profesi dokter gigi dan membanding-bandingkannya dengan profesi medis yang lain. Dokter gigi bukan hanya berkutat pada pencabutan, penambalan, ataupun pembuatan gigi tiruan, dokter gigi juga bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat. Dan semoga masyarakat mengerti dokter gigi juga perpanjangan tangan Tuhan yang diutus langsung untuk memastikan seluruh manusia bisa hidup dengan kesehatan yang layak. Hari Mulyana Pradipta Universitas Syiah Kuala

www.psmkgi.org


8

Technology Dental Tattoo Deteksi Dini Penyakit Lewat Napas oleh :

Rizka Malisa Sinaga -----Univ. Sumatera Utara----Kecanggihan teknologi terus meningkat mengikuti perkembangan zaman. Bidang kedokteran gigi pun tidak lepas dari kemajuan teknologi. Tidak hanya sebagai tujuan kosmetik sebagaimana menjadi popular di masyarakat saat ini, perkembangan teknologi juga meningkat dalam membantu preventif dan terapi kedokteran gigi.

Setelah sebelumnya banyak dilakukan dental tattoo atau tato gigi sebagai tujuan estetik dan kosmetik, pada tahun 2012 lalu telah ditemukan dental tattoo yang berfungsi sebagai pendeteksi penyakit yang disebabkan oleh bakteri di dalam tubuh. Dental Tattoo ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Michael McAlpine beserta sekelompok mahasiswa dari Princeton University, Amerika Serikat. Dental tattoo dibuat dari sutera yang larut air, graphene (lapisan tipis atom karbon yang tersusun pada sarang lebah) yang berfungsi sebagai sensor, lapisan tipis emas sebagai antena dan peptida untuk mengikat sel bakteri dan ditangkap oleh sensor sehingga muncul sinyal pada layar komputer. Kandungan material tersebut juga bermanfaat dalam pembuatan alat sehingga diperoleh ukuran sangat kecil, fleksibel, dan memiliki sensitivitas tinggi dalam mendeteksi bakteri. Alat ini ditempelkan pada permukaan email gigi kemudian saliva akan melarutkan sutera, tapi graphene sensor dan antena tetap melekat pada permukaan email gigi. Semua digunakan dengan jaringan wireless.

www.psmkgi.org


9 Cara kerja dental tattoo ini adalah menangkap sensor dari napas yang dihembuskan pengguna kemudian menampilkan hasil sensor ke layar yang sudah terhubung sehingga operator dapat menginterpretasi dan mengetahui bakteri apa saja yang ada pada pengguna dental tattoo tersebut. Saat dilakukan tes, dental tattoo ditempelkan pada mahkota gigi sapi kemudian salah satu mahasiswa menghembuskan napas ke permukaannya dan alat tersebut menangkap molekul bakteri yang ada pada napas tersebut dan mentransmisi sinyal yang diterima ke layar komputer.

Alat ini tidak hanya berfungsi untuk mendeteksi bakteri penyebab penyakit pada rongga mulut saja, tapi juga mampu mendeteksi bakteri penyebab infeksi pasca operasi dan penyebab tukak lambung.

Saat dipublikasikan, alat ini masih menggunakan gigi sapi sebagai percobaan. Selanjutnya akan terus dilakukan perbaikan terutama dari segi biokompatibilitas bahan dasar yang digunakan karena umumnya biosensor bersifat keras dan kasar yang sangat mengganggu kenyamanan pengguna. Selain itu, juga masih perlu pengembangan dalam hal perlindungan sensor dari berbagai kerusakan terutama karena menyikat gigi.

Kedepannya alat ini akan sangat bermanfaat dalam melakukan tindakan pencegahan dan deteksi awal suatu penyakit sehingga dapat dilakukan perawatan sedini mungkin baik di rongga mulut maupun bagian tubuh lain karena kesehatan rongga mulut sangat berpengaruh terhadap kesehatan organ tubuh lainnya.

www.psmkgi.org


10

Profile

S

oleh :

Nur Aini Afiah Universitas Andalas

enyum dengan deretan gigi yang rapi dan bersih merupakan keinginan setiap orang. Tak jarang dari mereka datang ke dokter gigi bukan untuk berobat tetapi juga untuk mempercantik penampilan. Selain itu, gigi juga menjadi salah satu parameter estetika wajah yang akan meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Perawatan kedokteran gigi estetik menjadi kebutuhan terutama bagi profesi yang membutuhkan penampilan ideal seperti artis, trainer, dan sebagainya.

Perawatan kedokteran gigi estetik menjadi kebutuhan terutama bagi profesi yang membutuhkan penampilan ideal seperti artis, trainer, dan sebagainya. Perawatan ini juga harus memperhatikan kesehatan gigi dan mulut. Banyak hal yang dipertimbangkan agar hasil perawatan tidak merugikan pasien. Melihat kenyataan ini, sekarang sudah ada organisasi baru bernama Ikatan Kedokteran Gigi Estetik Indonesia (IKGEI) yang diketuai oleh Rudi Wigianto, drg., PhD. Organisasi ini didirikan saat acara Global Aesthetics in Bali (GaiB) yang berlangAda beberapa jenis perawatan yang sung pada tanggal 2-6 Mei 2008 untuk dilakukan untuk meningkatkan menindaklanjuti diakuinya kedokteran estetik seseorang, yaitu: gigi estetik sebagai cabang ilmu ke1. Perawatan Orthodonti dokteran gigi oleh Konsil Kedokteran 2. Pemutihan gigi (bleaching) Gigi Indonesia. 3. Labial veneering www.psmkgi.org


11

Perawatan Orthodonti Perawatan ini bertujuan untuk memperbaiki susunan gigi sehingga didapatkan susunan gigi yang rapi. Susunan gigi tidak hanya dilihat dari sisi depan saja saat seseorang tersenyum, tetapi juga harus bersifat menyeluruh termasuk gigi bagian belakang. Hal ini disesuaikan dengan kaidah kedokteran gigi sehingga didapatkan gigitan yang ideal, baik pada saat oklusi (gigitan) sentrik (diam) maupun oklusi (gigitan) fungsional (saat berfungsi). Perawatan ortodonti juga dapat mengoreksi profil wajah. Perawatan ortodonti harus dilakukan oleh dokter gigi spesialis ortodonti atau disebut juga ortodontis.

Pemutihan Gigi Susunan gigi yang rapi akan semakin indah jika warnanya putih alami. Pemutihan gigi/bleaching merupakan prosedur mencerahkan warna gigi menggunakan bahan pemutih gigi. Prosedur pemutihan gigi seharusnya tidak boleh mengakibatkan rusaknya struktur gigi, sehingga harus diperhatikan dosisnya dan lama prosedur pemutihannya. Bahan pemutih gigi menggunakan bahan yang mengandung natrium peroksida. Bahan tersebut jika diaplikasikan pada permukaan gigi akan masuk ke dalam pori-pori gigi sehingga warna gigi akan lebih cerah. Kecerahan/perubahan warna gigi kearah yang lebih bagus pada pasien tidak sama dan tidak bisa diprediksi, karena banyak faktor yang berpengaruh terhadap warna gigi. Keterangan gambar : (urut dari atas kebawah) - Sebelum perawatan orthodonti tampak depan - Sebelum perawatan orthodonti tampak samping kanan - Sebelum perawatan orthodonti tampak samping kiri - Setelah perawatan orthodonti tampak depan - Setelah perawatan orthodonti tampak samping kanan - Setelah perawatan orthodonti tampak samping kiri

www.psmkgi.org


12

Labial Veneering Labial veneering adalah tindakan melapisi permukaan depan gigi untuk memperbaiki strukur dan warna gigi menjadi tampak lebih putih sehingga gigi pun terlihat lebih sempurna. Bahan yang digunakan adalah porselen yang akan direkatkan pada permukaan luar gigi sesuai garis senyum pasien.

Parameter estetika gigi tidak hanya terlihat dari susunan maupun warna gigi yang bagus, tetapi juga dari kontur dan warna gigi. Kadangkala, ditemukan pasien dengan struktur gusi yang besar/dominan, warna gusi yang kurang baik, dan sebagainya. Pada kasus-kasus seperti itu diperlukan tindakan rekonstruksi gigi agar didapatkan senyum yang lebih sempurna.


13

Technology Prospek Pencegahan Karies dengan Kampanye 'mencegah lebih baik daripada mengobati' ternyata juga tidak luput diaplikasikan dalam dunia kedokteran gigi. Karies gigi atau yang lebih dikenal sebagai penyakit gigi berlubang hingga saat ini telah dilawan dengan berbagai metode pencegahan. Salah satunya yang paling umum digunakan adalah kampanye sikat gigi bersama dan berkumur dengan air yang mengandung fluoride. Namun, pencegahan dengan metode tersebut tidaklah cukup. Vaksin karies dikembangkan untuk meningkatkan pencegahan penyakit gigi berlubang.

Vaksin sebagai substansi imunobiologis bekerja merangsang produksi perlindungan spesifik terhadap penyakit tertentu dengan menstimulasi produksi antibodi spesifik dan mekanisme imun lainnya. Vaksin dapat berasal dari makhluk hidup, bakteri nonaktif atau bagian sel yang diekstraksi. Vaksin karies umumnya menggunakan S. mutans yang telah dimatikan yang selanjutnya akan menstimulasi produksi S-IgA. Dalam jurnal yang diterbitkan oleh International and American Association for Dental Research (IADR/AADR) pada tahun 2011, dijelaskan bahwa Shi et al menggunakan protein rekombinan flagellin yang berderivat dari Salmonella sebagai pembawa mukosal untuk vaksin DNA anti-karies. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat peningkatan produksi S-IgA pada saliva hewan percobaan dengan imunisasi intranasal. Peningkatan ini selanjutnya diikuti oleh terjadinya hambatan kolonisasi S. mutans di permukaan gigi. www.psmkgi.org


14 Prospek keberhasilan vaksin karies dengan komposisi yang berbeda ini memberikan harapan bahwa terdapat inovasi baru dalam pencegahan karies gigi. Target utama vaksin karies adalah anak-anak. Penggunaan vaksin karies dianggap lebih efektif karena imunisasi dilakukan 6 bulan sebelum gigi sulung erupsi, dimana masa ini dikenal sebagai window of infectivity yang pertama. Pemberian imunisasi pada masa tersebut diduga dapat menurunkan kolonisasi bakteri pada periode awal gigi sulung erupsi. Selain itu, pemberian imunisasi dapat dilakukan dengan rute yang berbeda baik melalui oral, intranasal, subkutan atau imunisasi pasif dengan Bersama-sama dengan menggunakan obat kumur yang dapat di- metode pencegahan yang telah sesuaikan dengan kenyamanan pasien, ada, vaksin karies akan walaupun belum terdapat penelitian yang melengkapi metode pencegahmembuktikan rute pemberian imunisasi an karies di masa depan. mana yang paling efektif menurunkan risiko karies. Walaupun vaksin karies memberikan prospek cerah dalam pencegah-an karies ditinjau dari segi efektivitasnya, namun masih banyak hal yang masih harus menjadi perhatian sebelum vaksin ini diproduksi secara massal. Dana untuk pengembangan vaksin dan kemampuan finansial pasien untuk mendapatkan vaksin, masalah keamanan untuk mendapatkan sertifikasi FDA dan studi lebih lanjut mengenai efek samping dan lamanya respon imun mampu bertahan merupakan tantangan yang harus diselesaikan. Pencegahan karies gigi akan terus menjadi tantangan bagi dokter gigi dan vaksin karies memberikan harapan akan metode pencegahan yang lebih efektif dan modern.

Referensi. : 1. International & American Association for Dental Research. “DNA vaccines show promise in preventing dental caries.� ScienceDaily, 25 October 2011. www.siencedaily.com/releases/2011/10/ 111025143526.htm 2. Shivakumar KM, Vidya SK, Chandu GN. Dental caries vaccine. Indian J Dent Res 2009, 20:99-106

oleh:

Rizki Amalia Univ. Indonesia

Penggunaan vaksin intranasal www.psmkgi.org


15

Hot Issue ISU KESEHATAN MASIH DINOMORDUAKAN

T

ahun 2014 akrab disapa sebagai tahun politik. Pada tahun ini semua partai politik berlomba-lomba menarik simpati rakyat. Banyak yang bersiap namun tak jarang yang curi start. Beragam strategi dilancarkan, baik itu melalui media atau turun langsung menemui masyarakat. Berbagai visi, misi, dan jualan program digelontorkan bak bola panas oleh calon wakil rakyat. Tujuannya hanya satu, sebuah kursi. Kursi yang jika seseorang sudah duduk diatasnya akan sulit rasanya untuk melepaskan diri. Isu-isu yang ditawarkan pun semakin marak, mulai dari isu korupsi, pemberantasan terorisme, pendidikan, kemajuan ekonomi, kesehatan hingga kesetaraan gender. Meskipun begitu, tetap saja isu korupsi masih menjadi primadona di setiap era pemilu. Korupsi di Indonesia memang miris, membuat hati teriris. Namun, siapa juga yang tidak menangis menyaksikan ribuan jiwa mati siasia akibat pelayanan kesehatan yang buruk? Masalah kesehatan di Indonesia mungkin tidak memiliki daya jual yang tinggi jika dibandingkan dengan masalah korupsi. Hanya saja masalah kesehatan tidak boleh di�anak tiri�kan. Bukankah sudah kewajiban pemerintah untuk menyehatkan dan menyejahterakan warganya?. Seharusnya para calon legislator lebih peka dan aware

terhadap isu kesehatan yang tak kunjung usai. Begitu banyak persoalan pelayanan kesehatan yang masih perlu perhatian. Minimnya anggaran kesehatan juga patut diperjuangkan. Dalam UU No. 36 tahun 2009 jelas tertuang kewajiban Pemerintah pusat dan daerah untuk mengalokasikan 5% dari APBN dan 10% dari APBD untuk membiayai sektor kesehatan. Semua anggaran itu dipakai untuk membiayai upaya kesehatan warga mulai dari upaya preventif, promotif, kuratif, hingga rehabilitatif. Masalah kesehatan yang menghantui publik diantaranya gizi buruk, sarana dan prasarana kesehatan yang kurang, akses kesehatan yang kurang, dan mahalnya fasilitas kesehatan. Mulai 1 Januari 2014 lalu, polemik masalah kesehatan bertambah seiring dengan berubahnya sistem kesehatan Indonesia. Perubahan sistem Kesehatan Indonesia akan berdampak besar pada masyarakat karena kesehatan merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi manusia. Tahun ini, Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) diberlakukan, pemerintah akan mentransformasi berbagai asuransi kesehatan untuk warga Indonesia menjadi satu sebagai Jaminan Kesehatan www.psmkgi.org


16

“

“

Pemilu 2014 diharapkan mampu melahirkan orang-orang yang dapat mengawal kebijakan kesehatan demi Indonesia yang lebih baik

Nasional (JKN). Tidak ada lagi ASKES (Asuransi Kesehatan), JAMSOSTEK (Jaminan Sosial Tenaga Kerja), dan JAMSOSMAS (Jaminan Sosial Masyarakat) semua melebur menjadi JKN. Jaminan Kesehatan Nassional diselenggarakan dengan menggunakan metode asuransi kesehatan sosial dan bersifat wajib berdasarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 tentang SJSN, dengan tujuan memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak, yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah. Dalam pelaksanaannya yang baru seumur jagung, masalah terkait JKN bermunculan. Utamanya, karena kurangnya sosialisasi pemerintah mengenai JKN sehingga tidak sedikit masyarakat yang buta informasi mengenai JKN. Belum lagi mengenai belum adanya payung hukum yang kuat dan kejelasan mengenai siapa yang memvalidasi kepesertaan JKN ini. Selain dari sisi sistem, sisi pengalihan

pun tidak luput dari permasalahan. JAMKESDA yang sudah mempunyai regulasi yang cukup baik, harus dileburkan dalam sistem JKN yang mengusung Grand Design Universal Health Coverage. Pada pelaksanaannya, JKN justru tidak mampu mengcover masalah tuberculosis, thalasemia, dan demam berdarah yang sebelumnya sudah menjadi ranah cakupan JAMKESDA. Hal lain yang diperdebatkan adalah isu bahwa program ini membuat tekor tenaga kesehatan. Terlepas dari itu semua, kita sebagai tenaga kesehatan harus optimis demi keberhasilan program ini. Karena tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat banyaknya masyarakat tersenyum memiliki raga yang sehat. Bangsa yang hebat tidak melulu berindikator kemajuan ekonomi pesat, tetapi juga didukung oleh jiwa dan raga yang sehat. Semoga hasil pemilu legislatif 2014 ini dapat melahirkan para legislator yang mampu menciptakan dan mengawal kebijakankebijakan kesehatan, demi terciptanya Indonesia yang lebih baik.* Alfiani Kurnia (Universitas Gadjah Mada)

* diolah dari berbagai sumber

www.psmkgi.org


PSMKGI News

17

LATIHAN KEPEMIMPINAN MANAJEMEN MAHASISWA NASIONAL (LKMM NAS) 2014 .....................................................................................................

A

ssalamu'alaykum .. Hallo mahasiswa kedokteran gigi se-Indonesia. Baa kabanyo ? lai segeh-segeh seh. Andeh yo lah ndak saba kami manyambuik kadatangan dunsanak calon kawan sajawat di ranah minang ko. Ada yang penasaran itu artinya apa ? Tahan penasarannya sampai di ranah minang ya. Ada sebuah alur kaderisasi wajib yang harus dipunyai calon pengurus PSMKGI kedepannya. Dalam kegiatan tersebut akan diasah dan ditempa lagi kemampuan kepemimpinan, organisasi dan lainlain. Ada yang tau? Ya. LKMMNAS. LKMMNas atau

yang akrab kita kenal dengan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Nasional kali ini insya Allah akan diselenggarakan di Fakultas Kedokteran Gigi Unand – Padang, Sumatera Barat. FKG Unand yang didirikan pada tahun 2008 ini mencoba mengambil andil dalam ajang nasional berharap 'sikecil' ini mampu untuk memberikan yang terbaik untuk semua delegasi. Pada kesempatan kali ini panitia mengangkatkan tema : “Ranah Minang Nan Elok Babudayo, Basamo Kito Mawujudkan Pamimpin Nan Didahulukan Salangkah, Ditinggikan Sarantiang”.

www.psmkgi.org


18

LKMMNas yang insya Allah dilaksanakan pada tanggal 04 – 08 Juni 2014 di Convention Hall Universitas Andalas Limau Manis. Pembukaan dilaksanakan pada tanggal 04 Juni 2014 dimulai jam 17.00 – 21.00 di Convention Hall Universitas Andalas. Pada kesempatan itu dijadwalkan pembukaan dan makan malam bersama dengan gubenur Sumatera Barat Prof. Irwan Prayitno. Agenda opening LKMMnas ialah perkenalan delegasi dan penyerahan tanda peserta secara simbolis oleh Gubenur Sumatera Barat. Materi LKMMnas sendiri dimulai dari tanggal 05-07 Juni 2014. Terdiri dari 11 materi yaitu : Analisis organisasi oleh Sekjen PSMKGI Periode 2008/2010 drg. Danny Aerosta. Pengembangan organisasi oleh Pimpinan telkomsel cabang padang. Pelatihan jurnalistik oleh pimpinan padang ekspress (Koran Lokal). Materi Wacana Publik oleh drg. Ugan Gandra. Materi Kajian strategis oleh. Materi Manajemen Forum oleh Edi Kurniawan, SS. Materi Pengabdian masyarakat oleh Koor. Komisi C PSMKGI Tommy Frahdian, S.KG. Materi Komunikasi oleh Sofwan Karim. Talkshow PSMKGI oleh drg.Ufo Pramigi (Wasekjen PSMKGI 2010/2012), Muhammad Fuadi, S.KG (Sekjen PSMKGI 2012/2014) dan Gelar Ramadhani (Wasekjen PSMKGI 2012/2014). Materi Meet the expert oleh drg. Zaura Anggaraini (Ketua PB PDGI Pusat) dan materi terakhir wawasan kebangsaan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Gamawan Fauzi, Wakil Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Musliar Kasim dan Presma BEM KM Unand Muhammad Taufik. Dan yang Terakhir ialah Materi resolusi konflik berbentuk FGD.

Pada tanggal 07 Juni 2014 jam 17.00 – 21.00 setelah FGD akan dilaksanakan closing LKMMNas yang sebelumnya didahului oleh minang expo yaitu kegiatan dimana delegasi bisa sepuasnya mengenal budaya minangkabau seperti makanan, adat, dan lainnya. Pada minang ekspo ini akan ada stand makanan khas minangkabau yang bisa dibeli oleh delegasi sepuasnya. Setelah minang expo masuk ke acara closing. Eits, penasaran dengan konsep closing dari panitia? tahan penasarannya ya. Karena dari panitia akan ada kejutan-kejutan di acara closing LKMMNas XII PSMKGI 2014. Pada tanggal 08 Juni 2014 city tour dan outbond ke Malibo Anai – Bukittinggi dan Puncak

lawang. Malibo Anai merupakan tempat rekreasi keluarga, Bukitinggi merupakan kota wisata dengan segala macam peninggalan sejarahnya seperti jam gadang dan goa jepang tentu saja dengan makanan khasnya seperti sanjai dan karipik balado yang rugi kalau tidak dibawa pulang sedangkan puncak lawang merupakan panorama danau maninjau yang sangat eksotis dengan view danau maninjau dan dikelilingi oleh sawah yang masih tampak asri. Diharapkan dengan rangkaian acara yang sudah disusun sedemikian rupa oleh panitia, mampu mewujudkan esensi dari LKMMnas itu sendiri sehingga mampu mewujudkan calon pengurus baru PSMKGI yang tangguh dan berdedikasi tinggi untuk negeri. Hidup Mahasiswa !! Kami tunggu yo dunsanak kasadonyo di ranah minang.

www.psmkgi.org


19

Tips&Trick Entrepeneur Dentist Siapa bilang dokter gigi nggak bisa jadi entrepreneur? Yuk kita tunjukan kalau dokter gigi juga bisa menjadi entrepreneur yang keren. Ini nih tips-tipsnya 10 step to be entrepreneur! 1. Start with your DREAM Bermimpilah sebesar-besarnya. Karena mimpi merupakan modal awal kamu untuk melakukan suatu perubahan terutama dalam membuat suatu usaha. 2. Love the product/services Tak kenal, maka taksayang. Mulailah dari hal yang kamu sukai. Kamu tidak akan mudah bosan dan akan lebih niat untuk menggeluti lebih dalam. 3. Learn the basic business Dalam membuat usaha, tentu kita tidak boleh lupa untuk mempelajari dasar-dasar dari bisnis. Sama seperti anatomi, untuk menjadi dokter gigi kita harus tau anatomi dulu bukan? 4. Willing to calculate risk Berbisnis tidak berarti tidak beresiko. Tapi bukan berarti kita tidak dapat menanggulangi resiko. Makadari itu, agar dapat berjalan lancar, kita harus dapat menghitung resiko apa saja yang akan kita dapatkan dan bagaimana cara menanggulanginya. 5. Seek advice, but follow your believe Bertanya kepada pakar tentulah penting dalam membuat suatu usaha. Sering-seringlah mencari atau berbicara dengan orang-orang yang memiliki bisnis, niscaya kamu akan mendapat ilmu baru. Tanyakan pendapat orang lain tentang bisnismu. Tapi kamu juga jangan sampe kehilangan kepercayaanmu sendiri ya!

6. Salesmanship and costumer relationship Tentukan bagaimana cara kamu akan bergelut dengan bisnis. Tentukan siapa target pasarmu serta bagaimana cara menyampaikan bisnismu kepada target pasarmu. 7. Workhard! Kerja keras! 8. Make friends as much as possible Kalo kata pepatah, tebarlah jaring selebarlebarnya. Ini berguna banget loh! Karena sampai sekarang mouth to mouth marketing yang paling efektif! 9. Deals with failures Segala sesuatu yang kita lakukan tentu pasti pernah gagal. Untuk dapat menaiki anak tangga selanjutnya, kadang kita harus mundur dua atau tiga anak tangga. Asal kita tetap gigih, optimis, dan berusaha, pasti ada jalan! 10. Just do it, Now!!! Ayo tunggu apalagi, lakukan SEKARANG!

Trimayusiana Universitas Padjadjaran

www.psmkgi.org


20

Games

6

2 9

7

4

8 2 1 0 53 Oleh : Dresiani Mareti

www.psmkgi.org


21

Games “Ah gak mau nyoblos ah, toh gak ada ngaruhnya juga di aku.”

“Bentar lagi mau pemilu presiden ya? Emang calonnya siapa aja sih? Kaga tau ane, gan.” *kemudian tertawa bangga*

“Politik mah isinya duit semua, bro. Udahlah jadi golput aja gue.”

Pernah denger yang seperti itu? Sebenarnya, sedikit banyaknya hidup kita diatur oleh politik. Siapa yang menentukan mekanisme ujian SNMPTN? Siapa yang menentukan harga barang-barang? Siapa yang bikin ini harus ini, ini harus itu? Orang-orang yang duduk di pemerintahan did that. Nanti pada tanggal 9 Juli 2014, kita akan milih siapa Presiden & Wakil Presiden kita. Yuk mari mengenal beberapa bakal calonnya. Ada yang tau nama-nama di bawah ini? Febrina Audina Universitas Sumatera Utara

1

a.Mahfud MD

4

b.Abu Rizal Bakrie

2

c.Prabowo Subianto

5

d.Anies Baswedan e.Joko Widodo

3

f.Gita Wirjawan

6 www.psmkgi.org

Caninus juni 2014 PSMKGI  

e-Magz PSMKGI edisi Juni 2014 : Headline. Mahasiswa di Tahun Politik 2014 Hot issue. Issue kesehatan dinomor duakan Pemerintah baru, Beruba...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you