Issuu on Google+


2

BERANDA Redaksi Penasihat Muhammad Fuadi Gelar S. Ramdhani Penanggung Jawab Muhammad Nur Falah Dani Sugeng P Hanna Liza Utami Pimpinan Redaksi Agung Setiabudi Humas Atika Samy Kencana Editor Muftihat Israr Silvia Masri Anggi Putri Riandi Tata Letak Kurniasari Nur Rahman Anggi Satria Siburian Putri Risma Dewi Dara Kartika Sari Kontributor Saindra Arsa Gumilang Dresiani Mareti Dian Agnintia Gusti Ayu Diah Permata Dewi Fergy Christin Maitimu Dita Septiani Rizki Amalia Oki Tristanty

Desain Sampul Anggi Satria Siburian

Dari Kami Suatu pengabdian tanpa hentinya berkarya merupakan hal yang terpuji. Begitu juga Caninus yang tak pernah berhenti mengemban amanah sebagai penyalur ilmu pengetahuan dan berita masa kini seputar kedokteran gigi. Kami berharap, Caninus senantiasa mampu menjadi media tempat para mahasiswa kedokteran gigi berkarya. Hidup Mahasiswa! Agung Setiabudi Pimpinan Redaksi

www.psmkgi.org


3

DAFTAR ISI HEADLINE: Klinik Digital UMS 4 HOT ISSUE: Menolak Pasien, Salahkah? 5 PROFILE: Dokter Gigi Pengabdi Masyarakat yang Terikat Sumpah 7 TECHNOLOGY: Alat Orthodontik Biasa atau Invasalign? 9 TIPS & TRICK: Tips Sukses Saat Ujian 11 CAMPUS EVENT: TDM : Aksi Tanggap Darurat Mahasiswa FKGUI 13 GAMES 15 REVIEW: Review Buku : The Geographic of Bliss 16 PSMKGI in Action 18

www.psmkgi.org


4

Headline

KLINIK DIGITAL

UMS

Wawasan tentang rencana pembukaan klinik digital gigi dan mulut di sampaikan oleh rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta.

-----------------------------------------

R

ektor UMS, Pof.Bambang Setiadji mengemukakan klinik yang di bangun klinik gigi digital berbasis komputer. Saat ini sedang dilakukan renovasi dan diharapkan bulan febuari masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan klinik gigi tersebut.Pembangunan klinik gigi sebagai salah satu upaya untuk memenuhi Direktorat jendral pendidikan tinggi yang mewajibkan bagi perguruan tinggi mempunyai rumah sakit pendidikan. Dekan fakultas kedokteran gigi menambahkan, klinik tersebut nantinya akan menyediakan 80 ruang pelayanan gigi terdiri dari dua ruang bedah mulut minor, 10 pelayanan VIP dan sisanya umum. Sebanyak tujuh dokter gigi spesialis dan delapan dokter gigi umum siap melayani masyarkat yang datang berobat. Klinik tersebut juga akan digunakan untuk coas kedokteran gigi sebagai praktik pendidikan"drg soetomo". Dian Agnintia (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) www.psmkgi.org


5

Hot Issue Menolak Pasien

S

SALAHKAH?

ekitar akhir November tahun lalu, masyarakat Indonesia sempat digegerkan dengan berita kasus Dokter Ayu, seorang dokter yang diduga melakukan kelalaian malpraktik di bidang kesehatan. Tidak adanya kepastian hukum dan persepsi yang sama tentang praktik kedokteran, baik pasien, tenaga ahli, dan segala yang terkait didalamnya, termasuk masalah malpraktik medis, malah semakin menambah kehebohan yang terjadi di kalangan media. Bahkan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) sempat bersatu menyerukan aksi solidaritas dokter yang diwarnai aksi mogok kerja sebagai bentuk protes atas kriminalisasi profesi dokter dengan merujuk pada kasus tersebut. Pembahasan mengenai hal ini begitu panjang dan rumit, baik dari segi hukum maupun isu-isu yang beredar di masyarakat. Ketika lulus kompetensi program profesi, setiap dokter wajib diambil sumpahnya agar mengamalkan ilmunya untuk menolong sesama. Hal tersebut sebenarnya merupakan janji usaha semata, yang berarti dokter akan mengusahakan pasien selamat dalam setiap tindakan perawatan. Namun bukan berarti setiap usaha tersebut hasilnya selalu positif. Hasil akhirnya bisa berupa positif maupun negatif. Bukankah dalam setiap tindakan tidak pernah ada hasil pasti yang dapat diramalkan?

Itulah pentingnya etika profesi dibuat. Para pekerja medis sudah sepantasnya melakukan perawatan sesuai prosedur yang seharusnya, membuat rekam medik, dan menjalankan profesinya sebagaimana kode etik dan standard yang berlaku. Toh masih ada sistem rujukan seperti yang selama ini selalu diajarkan dalam kurikulum pendidikan. Jika memang dirasa kurang mampu menangani pasien tersebut, rujuklah kepada yang lebih mampu menanganinya. Tentunya dalam setiap penolakan pasien, dokter atau lembaga medis memiliki pertimbangan masing-masing sesuai dengan kondisinya. Walaupun dalam prakteknya, setiap lembaga medis memiliki peraturannya sendiri-sendiri yang sudah ditetapkan sebelumnya. Sudah ada manajemen dan tata cara yang mengatur jalannya administrasi suatu rumah sakit, sehingga bukan tidak mungkin untuk menolak pasien yang dianggap tidak memenuhi syarat yang sudah ditetapkan tersebut. Lagipula, selalu ada pengecualian dalam hal ini. Misalnya pada pasien gawat darurat, tenaga medis yang kurang kompeten, fasilitas kurang memadai, waktu yang terbatas, atau situasi mendesak lainnya yang tidak memungkinkan untuk menangani pasien tersebut. Namun alangkah baiknya jika alasan penolakan tersebut memang didasari dengan empati sosial. Jadi penolakan pasien www.psmkgi.org


6 bukanlah dikarenakan alasan ekonomi semata, yang sudah jelas bukan merupakan alasan yang dapat diterima oleh manusia yang mempunyai hati nurani. Melalui tulisan ini, kita sebagai kalangan profesional sekaligus makhluk sosial yang juga merupakan manusia biasa, tidak perlu sungkan menolak

dan tidak perlu sungkan menolak dan menganggap bahwa menolak pasien itu adalah hal yang salah. Tidak selalu penolakan itu salah, selama tidak merugikan diri sendiri dan orang banyak. Tentunya kita ingin memberikan pelayanan yang terbaik agar bermanfaat bagi semua, kan?

Dresiani Mareti Universitas Sumatera Utara

www.psmkgi.org


7

Profile

“Terkadang kita hidup sebagai dokter tidak melulu mengejar materi, tetapi perlu kita ingat kembali bahwa dokter adalah seorang pengabdi dan pelayan masyarakat sesuai dengan sumpah kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.� Tak bisa dipungkiri terkadang ada dilema didalam hati ketika kelak nanti kita menjadi seorang dokter gigi. Mau jadi dokter gigi seperti apa kita? Tersirat tergiurkan menginginkan materi mudah saja kita kejar tetapi perlu kita renungkan sumpah kepada Tuhan yang telah kita ucapkan untuk menjadi pelayan dan pengabdi masyarakat merupakan hal yang harus kita pertanggungjawabkan. Pada dasarnya manusia makhluk ekonomi, kelak saat profesi kita sebagai dokter gigi kelak diharuskan membuat semua itu harus berjalan beriringan. Hal ini pun yang dilakukan Hillda Herawati, drg., Sp.Ort salah satu staff pengajar di Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi, walaupun tetap sibuk dengan

menjadi pendidik dan menjadi dokter mitra di RS. Al-Islam Bandung beliau tetap aktif menjadi penggurus Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-langit [YPPCBL], yaitu suatu yayasan sosial non profit yang bergerak dibidang sosial medis dengan tujuan utamanya adalah membantu penderita kelainan celah pada bibir dan langit-langit dari keluarga yang tidak mampu sebagai Tim Paripurna. www.psmkgi.org


9 8

Sejak tahun 1995, beliau mengabdikan diri dan melayani masyarakat melalui yayasan ini. Setiap tahun drg.Hillda aktif mengikuti kegiatan sosial keliling Indonesia untuk membantu sesama. Mulai pasien yang hanya kasus ringan (celah bibir satu sisi saja) sampai kasus berat (celah sampai ke mata atau pasien yang terlihat tua wajahnya satu sisi) pernah datang. Mereka adalah pasien-pasien yang tidak mampu yang mempunyai kesulitan dengan bayi-bayi mereka yang baru di lahirkan. Terkadang menjadi asisten operasi, kemudian memberikan penyuluhan sebelum dan sesudah operasi beliau lakukan dengan senang hati. Karena dari sinilah kita dapat bersyukur menjadi manusia yang lahir

dengan sempurna dan tak kekurangan suatu apapun ucap beliau. “Suatu kebanggaan bisa bekerja di cleft center senang rasanya melihat pasien yang tadinya tak bisa tersenyum bisa tertawa tanpa malu tanpa harus menutupi bibirnya ketika mereka bergaul, senang rasanya menjadi bagian dari mereka yang bekerja di cleft center oleh karena itu sampai sekarang saya senang melakukan pengobatan bagi mereka walaupun sebagai tenaga suka-

relawan di cleft center.� Ujar dokter gigi yang lahir di Bandung, 15 Desember 1967 ini. Kebahagiaan seperti itu kadang lebih terasa indah ketika ikhlas kita lakukan tanpa pamrih. Sudah sepantasnya kita sebagai dokter gigi mengaplikasikan ilmu dan sumpah dokter kita dengan berdampingan. Sebagai perpanjangan tangan tuhan tak dapat kita berdiam diri, terkadang ada saatnya kita mengesampingkan materi dan membiarkan Tuhan Yang Maha Esa membalas semua hal yang kita lakukan. Dita Septiani Universitas Jendral Achmad Yani www.psmkgi.org


9

Technology

Dalam bidang orthodontik, kita umumnya mengenal ada 2 jenis metode perawatan, dengan menggunakan alat orthodontik lepasan maupun penggunaan alat orthodontik cekat. Jenis perawatan dengan kedua metode ini sudah dikenal luas dan sudah bertahun-tahun menjadi pilihan para dokter gigi maupun para pasien. Namun, seiring berkembangnya teknologi, perawatan untuk merapikan gigi geligi pun berkembang. Hal ini diikuti dengan lahirnya metode invisalign. Di beberapa negara berkembang, teknologi invisalign bukanlah hal yang baru dan sudah menjadi pilihan para pasien. Invisalign merupakan suatu merk dagang untuk alat ortodonti lepasan buatan Amerika Serikat, dimana alat ini terbuat dari bahan yang terbuat plastik bening yang dibuat secara khusus untuk setiap individu. Umumnya alat ini digunakan selama selama dua minggu selama 20-22 jam setiap harinya. Alat ini hanya dilepas ketika makan dan saat menggosok gigi. Setelah dua minggu, posisi gigi umumnya akan www.psmkgi.org


10 mulai berubah sehingga diperlukan penyesuaian kembali model alat dan penggantian sampai gigi menjadi rapi. Invisalign memanfaatkan teknologi komputer, dimana berdasarkan hasil cetakan gigi pasien akan dibuatkan model 3 dimensinya yang kemudian akan dikirm ke Amerika Serikat. Setelah selesai, alat invisalign yang sudah jadi akan dikirim kembali ke si pemesan langsung dari Amerika Serikat. Dokter gigi yang bisa memberikan perawatan dengan metode invisalign adalah para dokter gigi yang telah memiliki sertifikat khusus berkaitan dengan pemasangan invisalign. Umumnya masa perawatan dengan menggunakan invisalign adalah 1 tahun, tetapi memang dapat berbeda pada tiap individu. Teknologi invisalign ini meang patut diacungi jempol atas penggunaan teknologi yang mutakhir, dimana pergerakan gigi diperhitungkan secara mendetail secara 3 dimensi, memungkinkan para pasien juga bisa secara langsung melihat rencana perawatan dan pergerakan gigi yang diatur lewat penggunaan invisalign secara 3 dimensi. Harga yang harus dibayarkan pasien meng tidfaklah murah untuk dapat menggunakan invisalign ini. Kisaran biaya perawatan menggunakan invisalign memang masih di atas biaya perawatan alat orthodontik cekat maupun lepasan, yakni sekitar US$3.000 hingga 4000. Namun,hal ini dikarenakan desain alat yang harus didatangkan alngsung dari Amerika Serikat. Teknologi dalam kedokteran gigi akan selalu berkembang dan tidak akan pernah berhenti. Sebagi dokter gigim kitalah yang harus bisa memutuskan dengan bijaksana perkembangan seperti apa yang sekiranya ingin kita perkenalkan kepasa pasien-pasien kita. Fergy Christin Maitimu Universitas Trisakti

www.psmkgi.org


11

Tips & Trick

Tips Sukses Saat Ujian Ujian ??? mungkin hampir seluruh orang malas mendengar kata ujian. Karena ujian adalah salah satu penentu kelulusan. Baik itu UAN, UTS, Ujian Akhir, dan masih banyak ujian-ujian lainnya. Tapi, kali ini ada beberapa cara agar suskes dalam ujian. Ayo dibaca dan dicoba .. Persiapkan materi ujian dengan baik Materi saat perkuliahan tentu saja sangat banyak. Terkadang ada beberapa materi yang tercecer atau terlupakan. Oleh karena itu, ada baiknya jauh-jauh hari sebelum ujian, cek semua materi yang diberikan oleh dosen. Pilah materi sesuai dengan judul mata kuliah, jika bisa sebaiknya dijilid agar rapi.

Buat catatan-catatan kecil Dengan materi ujian yang sangat banyak, tentu saja menyulitkan kita untuk mempelajarinya. Buatlah catatan-catatan kecil hal-hal yang penting dari materi tersebut. Agar lebih menarik, gunakan tinta yang berbeda di setiap materi ujian. Catatan ini sangat memudahkan kita untuk menghapal materi. Karena, pada saat kita menulis catatan tersebut kita setidaknya perlu membaca materi yang kita ringkas.

Bentuk grup belajar Ketika kita kurang mengerti tentang salah satu materi kuliah, kita bisa bertanya kepada teman yang lebih mengerti. Dalam grup belajar ini, kita bisa saling bertukar informasi mengenai hal-hal yang kita ketahui. Selain itu, dalam kelompok belajar ini kita bisa melakukan tanya jawab untuk lebih menguatkan materi-materi yang telah kita pelajari.

Persiapkan diri dengan baik Selain 'senjata berperang' yang perlu dipersiapkan, diri kita sendiri perlu dipersiapkan dengan baik. Menjelang ujian, sebaiknya kita perlu menjaga kondisi. Baik secara fisik, mental, maupun rohani. Jika kita sakit, kita tidak bisa belajar dengan baik. Dalam keadaan stres, materi yang kita pelajari tidak akan bisa masuk secara maksimal. www.psmkgi.org


12 Jangan gunakan sistem SKS ( Sistem Kebut Semalam ) Banyak mahasiswa yang masih menggunakan sistem ini. Dimana mereka akan belajar sehari sebelum ujian. Dengan materi ujian yang sangat banyak, sistem ini sangat tidak efektif. Belajarlah jauh-jauh hari sebelum ujian, agar materi ujian lebih 'menempel' di dalam pikiran kita. Jangan takut bahwa belajar jauh-jauh hari sebelum ujian, materi yang kita pelajari akan hilang dari pikiran kita. Jika belajarnya setengah hati, mungkin bisa saja terjadi.

Cari referensi lain Hal ini salah satu bagian yang penting. Karena terkadang dosen hanya memberi intiinti materi pada saat perkulihan. Jadi kita memerlukan refrensi lain yang bisa menambah ilmu saat ujian berlangsung. Apalagi terkadang ada dosen yang memberikan soal yang tidak ada pada materi kuliah yang diberikan, tapi masih berhubungan dengan materi tersebut. Jadi, tak ada salahnya mencari informasi tambahan.

Jangan lupa berdoa Tak ada salahnya berdoa sebelum melakukan sesuatu, meminta restu kepada Tuhan agar semuanya dilancarkan.

Selamat mencoba ya, dan semoga sukses untuk ujiannya .

Diah (Universitas Mahasaraswati)

www.psmkgi.org


13

Campus Event TDM : AKSI TANGGAP DARURAT MAHASISWA FKG UI

B

encana yang melanda banyak daerah di Indonesia bulan Januari lalu menyedot banyak perhatian. Bencana meletusnya gunung Sinabung di Sumatera Utara, banjir di beberapa daerah, hingga tanah longsor, mengakibatkan jatuhnya korban. Korban – korban ini membutuhkan bantuan dari aspek fisik maupun psikis. Sudah menjadi keniscayaan bahwa mahasiswa harus berperan dalam penanganan korban bencana. Kita sebagai mahasiswa bisa berkontribusi sesuai dengan core competence kita yaitu kesehatan. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk kita berkontribusi di luar core competence kita seperti memberikan bantuan dana, menghibur korban bencana, membangun sarana prasarana untuk korban dan lain sebagainya. Hal ini merupakan salah satu dasar beberapa mahasiswa FKG UI untuk membuat komunitas bernama Tim Darurat Medis (TDM). TDM pertama kali berdiri berada di bawah naungan Departemen Pengabdian Masyarakat (Pengmas) BEM FKG UI sebagai Badan Satu Minat (BSM) pada tahun 2011. Aan Mi'dad (FKG UI 2009) sebagai ketua pertama TDM setelahnya diamanahkan kepada Laila Novpriati (FKG UI 2010) yang juga kontributor Majalah Caninus. Dengan mengusung tagline “aktif, responsif, kontributif”, Laila membuat TDM menjadi semakin kondusif sebagai sebuah organisasi. Keuangan,

keanggotaan, program kerja, regulasi organisasi, kerjasama eksternal, dan kaderisasi sudah semakin membaik dan nama TDM-pun semakin dikenal di telinga civitas. Hingga akhirnya berdasarkan penilaian dari BEM dan BPM, TDM dinaikan statusnya menjadi Badan Semi Otonom (BSO) yang tidak lagi berada di garis komando BEM pada masa kepemimpinan Latifolia H (FKG UI 2011) sebagai ketua yang ketiga yang juga merupakan staff Komisi C PSMKGI. Sesuai dengan namanya, TDM berkonsentrasi untuk memberikan bantuan medis di dalam keadaan darurat. Tapi di dalam perkembangannya, TDM tidak hanya memberikan bantuan medis, tetapi juga melakukan tindakan darurat lainnya, seperti tanggap bencana kebakaran. Hal ini membuat TDM menjadi lebih mahir dalam menghadapi situasi darurat. Dalam menanggapi bencana yang terjadi, TDM melakukan penggalangan dan penyaluran bantuan.

Foto Pelatihan TDM FKG UI

Bencana yang pernah ditanggapi oleh TDM seperti kebakaran, banjir, gempa, dan lain sebagainya. Selain menyalurkan bantuan melalui lembaga – lembaga yang ada, TDM juga sering turun langsung ke lapangan, seperti kebakaran di Mangga Besar dan Banjir yang melanda Jakarta. Tidak hanya bencana yang terjadi di Jakarta, TDM juga pernah menyalurkan bantuan secara langsung ke korban banjir di Karawang, Jawa Barat bekerja sama dengan Komisi C PSMKGI. www.psmkgi.org


14

Foto Kiri: Pelatihan tanggap bencana kebakaran; Foto Kiri : TDM (berompi hijau) dan Kastrat BEM FKG UI 2012 dalam aksi penolakan kenaikan harga BBM

Tidak hanya bencana yang menjadi konstentrasi TDM. Dalam beberapa kesempatan, TDM juga hadir sebagai tim medis pada aksi masa yang dilakukan mahasiswa UI. TDM pernah ikut dalam aksi penolakan kenaikan harga BBM di DPR Senayan, aksi penolakan penggusuran kios stasiun Jabodetbek, aksi tolak korupsi di depan Istana Negara, dan sebagainya. Nama TDM-pun semakin dikenal di kalangan fakultas lain karena selalu disebut ketika ketua BEM FKG UI, Kabid Sospol, Kadep Kastrat, maupun mahasiswa FKG lainnya berorasi di depan masa aksi. Tidak hanya dari mahasiswa FKG, bahkan ketika ketua BEM UI berorasi, beliau mengapresiasi FKG dengan adanya TDM. TDM juga melakukan banyak sekali pencerdasan kepada civitas tentang kedaruratan melalui akun twitternya (@TDMFKGUI) sehingga diharapkan civitas juga mengerti tentang kegawatdaruratan. Kemahiran anggota TDM dalam menanggapi situasi darurat ditunjang

dengan adanya kegiatan pelatihan. Pelatihan yang diadakan bekerjasama dengan pihak eksternal yang berkompeten seperti BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia). Pelatihan dilakukan secara serius dengan adanya penilaian untuk menentukan apakah anggota TDM lulus dari pelatihan. Apabila tidak lulus, maka anggota TDM tersebut harus mempelajari materi pelatihan kembali dan mengikuti remedial. Hal ini membuat anggota TDM bersungguh – sungguh dalam mendalami materi. Penulis berharap tulisan ini dapat menginspirasi mahasiswa kedokteran gigi seluruh Indonesia untuk berkontribusi dalam menanggapi bencana. Twitter : @TDMFKGUI Blog : tdmfkgui2013.blogspot.com

Saindra Arsa Gumilang FKG Universitas Indonesia

www.psmkgi.org


15

Games

MENDATAR 1. Denyut nadi lebih tinggi dari normal 2. Sebutan Obat untuk kontriksi pembuluh darah 3. Oral Hygiene Index Simplified 4. Used for removal of plaque and calcified deposists from crown of a tooth 5. Lawan dextra 6. Rumah Sakit Gigi Mulut 7. Solid palpable lesion, size > 1 cm 8. Alat untuk menentukan tekanan darah 9. Bonded appliance to connect multiple teeth with the goal of improving tooth stability MENURUN 1. Kualitas kesadaran yang acuh tidak acuh 2. Teknik untuk memberantas/menghindari organisme patogen 3. Eksostosis tulang, dapat berlobus, umum terjadi di palatum 4. Satuan kecepatan handpiece 5. Acute or chronic reduced salivary flow 6. Titik terdepan dari sutura fronto nasalis 7. Cedera saraf parah, putusnya batang saraf 8. Candidiasis Pesudomembran 9. Penulisan resep yang menyatakan nama dokter, SIP., alamat/Hp/kota/tempat, tanggal menulis resep 10. Obat terpilih untuk syok anafilaksis 11. Kedalaman struktur gigi yang mencapai D3 menurut klasifikasi karies ICDAS

Oki Tristanty Universitas Syiah Kuala www.psmkgi.org


Review

16

REVIEW BUKU Atlas Kebahagiaan dalam “The Geography of Bliss� Ditulis oleh Rizki Amalia Kontributor Caninus FKG UI Judul Buku : The Geography of Bliss Penulis : Eric Weiner Penerjemah : M. Rudi Atmoko Penerbit : Edisi Terjemahan diterbitkan oleh Penerbit Qanita Tahun Terbit : Cetakan VI Mei 2013 Jumlah Halaman : 512 Halaman Bagaimanakah kita mendefinisikan kebahagiaan? Apakah hal-hal yang membuat Anda bahagia? Lalu apakah sekarang Anda sudah cukup merasa bahagia? Tahukah Anda bahwa sekarang terdapat jurnal yang meneliti kebahagiaan? Tahukah Anda bahwa Raja Bhutan menggunakan indikator kebahagiaan rakyat sebagai prioritas nasional? Dua pertanyaan terakhir mungkin membuat kening Anda berkerut. Nah, untuk Anda yang senang berkontemplasi mengenai kebahagiaan atau sedang terlibat dalam 'pencarian kebahagiaan', The Geography of Bliss adalah memoar perjalanan unik yang akan memperkenalkan berbagai macam kebahagiaan di berbagai negara. Tulisan perjalanan ini ditulis oleh Eric Weiner, seorang jurnalis National Public Radio (NPR) yang telah melaporkan berbagai berita dari 30 negara. Keinginannya untuk menjelajahi dunia dengan dana pihak lain merupakan hal yang mendorongnya menjadi jurnalis. Buku ini dibuka dengan pengakuan Eric Weiner yang merasa bahwa dirinya bukanlah orang yang bahagia. Dengan bekalnya sebagai jurnalis, ia mengunjungi berbagai negara untuk mencari tahu apa yang membuat orang-orang di sana bahagia atau murung. www.psmkgi.org


17 Pencarian kebahagiaan ini membuat Eric Weiner mengunjungi Belanda yang terkenal dengan World Database of Happiness (WDH Database Kebahagiaan Dunia). Hasil riset kebahagiaan itu justru membuat Eric bingung, sehingga ia memutuskan membuat atlas kebahagiaan versi dirinya sendiri dan mengunjungi negara-negara yang termasuk di dalam atlasnya untuk melihat indikator kebahagiaannya. Apakah rakyat Swiss bahagia karena negaranya demokratis atau karena toilet mereka yang sangat bersih? Apakah penduduk Qatar bahagia dengan uang yang berlimpah dan tak perlu membayar pajak? Apakah Indikator Kebahagiaan Rakyat (Gross National Happiness) yang merupakan kebijakan Bhutan menunjukkan rakyat Bhutan yang benar-benar bahagia? Atau kebahagiaan Islandia dengan kegelapan siang hari? Eric Weiner mengupas berbagai macam alasan kebahagiaan yang ditemukan di setiap negara dengan pengetahuan yang cerdas dan mendalam. Ada 10 negara yang dibahas dalam 10 bab buku ini yang akan membuat kita tak hentinya berpikir ulang mengenai 'indikator kebahagiaan' yang selama ini telah kita susun. Dalam setiap poin temuannya, Eric Weiner membahasanya dengan standar ilmiah dan membalutnya dengan sindiran khas, membuat buku ini menjadi bacaan berwawasan namun ringan. Kisah Eric Weiner di Qatar dengan Pena yang Harganya Konyol merupakan salah satu kisah yang menggelitik untuk mengenali kebahagiaan. Demi dapat diterima dalam usahanya mencari kebahagiaan di Qatar, ia berusaha menjalani hidup layaknya penduduk asli sana dengan membeli Pena yang Harganya Konyol. Eric Weiner akhirnya kehilangan pena tersebut dan kembali menggunakan pena 99 sennya. Walaupun ia merindukan Pena yang Harganya Konyol itu, namun ia tahu itu hanyalah ilusi kebahagiaan sementara. Fatamorgana. Epilog kisah ini, ditutup dengan pertanyaan apakah kita sudah sampai? Ya, dan hanya kita sendirilah yang tahu apakah kita sudah berhasil memaknai kebahagiaan kita dan menjadi orang yang bahagia? Bahkan Eric Weiner sendiri menutupnya dengan “saya tidak 100 persen bahagia. Hanya feevty feevty.� The Geography of Bliss memberikan banyak perspektif baru tentang kebahagiaan dan berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkannya. Terkadang sesuatu yang kecil mampu membuat kita tersenyum berhari-hari dan sesuatu yang besar justru membuat kita semakin menuntut kebahagiaan yang lebih besar lagi. Di bagian akhir buku terdapat beberapa pertanyaan yang menarik untuk didisuksikan dengan teman Anda yang juga membaca buku ini. Sehingga Anda dapat menemukan indikator kebahagiaan di sekitar Anda. Jadi, kebahagiaan seperti apa yang Anda cari? Selamat menjelajahi 'Atlas Kebahagiaan'! www.psmkgi.org


PSMKG in Action

16

Pada hari Sabtu, tanggal 22 Februari 2014 telah dilaksanakan kegiatan Penyaluran Bantuan Bencana Kelud, bertempat di daerah Kepung dan Pare dalam rangka bantuan bencana meletusnya Gunung Kelud. Kegiatan penyaluran bantuan kurang lebih berlangsung dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Dalam kegiatan ini, mereka yang hadir adalah dari DRPP PSMKGI, SDT UNAIR, dan DDT UGM. Adanya penggalangan dana dan logistik dari donatur dan persiapan panitia menuju lokasi. Rangkaian acara yang dilakukan diantaranya penyaluran bantuan logistik, kebutuhan korban, dan trauma healing. Terimakasih atas bantuan dan doa yang disampaikan. (Komisi D PSMKGI) TOTAL PEMASUKAN (Rek. PSMKGI PEDULI Khusus Kelud): Rp. 4.200.000 25. Pasta gigi 168 buah Rekap logistik bantuan Kelud 26. Sikat gigi 141 buah 1. Buku dan tempat pensil 16 paket 27. Handwash 10 buah 2. Buku cerita 147 buah 28. Pembalut wanita 450 buah 3. Buku cerita 293 buah 29. Tisu basah 1 karton 4. Boneka 6 buah 30. Pampers bayi 228 buah 5. Celana perempuan 54 buah 31. Gula pasir 40 kg 6. Celana laki-laki 9 buah 32. Teh celup 24 kotak 7. Baju wanita 164 buah 33. Teh gelas 4 kardus 8. Baju laki-laki 42 buah 34. Mie telor 2 kardus 9. Sepatu 2 buah 35. Sabun bayi 1 kardus 10. Ttas wanita 4 buah 36. Susu 2 kardus 11. Selimut 15 buah 37. Sabun 2 kardus 12. Baju pria 5 buah 38. Teh bubuk 2 karton 13. Kerudung 20 buah 39. Handuk 24 buah 14. Jaket perempuan 2 buah 40. Pakaian dalam wanita 70 buah 15. Kaos kaki 1 buah 16. Susu bayi 1-3 bulan 400 g = 12 buah 41. Autan 10 boks 42. Pakaian dalam laki-laki 30 buah 17. Susu 3-5 ahun 400 g = 12 buah 43. Tetes mata 46 buah 18. Sardines cabai 60 buah 44. Minyak kayu putih 60 ml 39 buah 19. Sardines tomat 60 buah 45. Kayu putih 30 ml 75 buah 20. Biskuit bayo 12 buah 46. Multivitamin (stimuno) 360 tablet 21. Susu ultra coklat 48 buah 47. Paracetamol 100 tablet 22. Susu ultra strawberry 48 buah Total= 10.070.300 23. Minyak goreng 36 buah Sisa uang cash: 2.840.500 24. Sabun mandi 48 buah www.psmkgi.org


PSMKG in Action

16

www.psmkgi.org


Caninus Magz edisi Februari 2014