Page 1

Hukum & Kriminal IRT Akhiri Dengan Minum Racun Rumput Ngapa, KR - Entah apa dibenak Indo Upe (35) seorang ibu rumah tangga (IRT), warga Dusun Mattiroawalie, Desa Koreiha Kecamatan Ngapa yang nekat mengakhiri hidupnya dengan minum racun rumput dirumahnya, pekan lalu. Beberapa saat kemudian, aksi nekatnya itu diketahui oleh suaminya, dan langsung dilarikan kerumah sakit umum daerah (RSUD) Djafar Harun, Lasusua untuk medapatkan perawatan medis. Selama empat hari menjalani perawatan intensif dirumah sakit, kondisinya semakin kritis

akibat racun yang sudah menyebar ditubuhnya, dan pihak korban memutuskan agar dikeluarkan saja dari rumah sakit. Korban akhirnya dibawa kekampung halamannya kabupaten Wajo, Sulawesi selatan dan ia meregang nyawa disana. Dan korban meninggal dalam keadaan hamil empat bulan, juga meninggalkan seorang anak. Belum diketahui secara pasti penyebabnya sehingga korban nekat menenggak racun rumput, namun informasi yang diperoleh Kolaka raya jika korban sebelumnya memang sudah beberapa

kali melakukan percobaan bunuh diri, dengan aksi serupa, namun masih sempat digagalkan. “Memang sudah dua kali sebelumnya minum racun, tapi selalu kedapatan,” Kata La Palu, ipar korban. (Ali. As)

“Memang sudah dua kali sebelumnya minum racun, tapi selalu kedapatan,”

Korban Indo Upe, Saat hendak di bawa ke RSUD

3

Buhari Matta Didakwa Korupsi Penjualan Nikel Kendari, KR - Bupati Kolaka nonaktif Buhari Matta (BM) didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi penjualan nikel kadar rendah milik Kabupaten Kolaka sebanyak 191 ribu metrik ton hingga negara mengalami kerugian Rp24 miliar. Hal tersebut dikemukakan tim Jaksa Penuntut Umum yang dipimpin Andar Perdana dalam sidang pembacaan dakwaan perkara tersebut di Pengadilan Negeri Kendari, Rabu.JPU menyatakan terdakwa BM telah melanggar pasal 2 ayat 1 junto 3, junto pasal 4 junto pasal 18 UU No. 20 Tahun 2001 sebagaimana perubahan UU No 31 Tahun 2009 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat 1 KUHP. Disebutkan, terdakwa menjual tanah nikel kadar rendah tersebut beberja sama dengan Atto Sakmiwata Sampetoding selaku Direktur Utama PT Kolaka Mining Internasional (PT KMI). Dari penjualan nikel kadar rendah tersebut jelas JPU Tomo, Pemerintah Kabupaten Kolaka sebagai pemilik tanah nikel, hanya mendapat sekitar Rp15 miliar, sedangkan harga nikel yang dijual Atto Sakwiwata Sampetoding selaku Direktur PT KIM ke negara Cina, senilai Rp78 miliar lebih. Diterangkan JPU, terdakwa BM menjual tanah

nikel milik Pemerintah Kabupaten Kolaka bekerja sama Direktur PT KIM tersebut atas dasar perjanjian kerjasama jual beli antara BM selaku bupati Kolaka dengan Atto Sakmiwata sebagai Direktur PT KIM yang dibuat pada 28 Juli 2010. Dalam perjanjian tersebut kata JPU disepakati akan dijual tanah nikel kader rendah milik Pemerintah Kabupaten Kolaka sebanyak 222 ribu lebih metrik ton. Namun kenyataannya, yang dijual hanya sebanyak 191 ribu metrik ton, sisanya masih menumpuk di lokasi penumpukan tanah nikel di Kolaka. Akibat tindakan terdakwa menjual tanah nikel kepada PT KIM tersebut, negara menderita kerugian kurang lebih Rp24

miliar. JPU juga menyatakan, dalam perjanjian jual beli tersebut tidak melalui mekanisme lelang sebagaimana ketentuan undang-undang tentang penjualan aset pemerintah. Selain itu, perjanjian jual beli antara terdakwa dengan Dirut PT KIM tersebut, dilakukan tanpa sepengetahuan DPRD Kabupaten Kolaka. Pada sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Aminuddin itu, terdakwa BM didampingi kuasa hukumnya, Dahlan Moga Cs. Saat sidang tersebut berlangsung, puluhan massa menggelar aksi demo, memberikan dukungan moril kepada Bupati Kolaka nonaktif, BM. Di tempat yang sama, majelis hakim PN Kendari juga menyidangkan kasus dugaan korupsi terdakwa Atto Sakmiwata Sampetoding, yang terlibat dalam kasus yang sama dengan agenda pledoi atau jawaban JPU atas keberatan kuasa hukum terdakwa. Tim JPU menolak seluruh keberatan terdakwa, dan meminta majelis hakim untuk melanjutkan sidang pemeriksaan materi gugatan. Ketua Majelis Hakim, Effendi Pasaribu yang menyidangkan terdakwa Atto menunda sidang hingga Rabu (8/5) dan meminta terdakwa untuk tetap hadir di persidangan. (Ant/Yus)

Segenap Jajaran Pemerintah Desa Makkuaseng, Kec.Batu Putih Kabupaten Kolaka Utara

Segenap Jajaran Pemerintah Desa Tetebawo, Kec.Batu Putih Kabupaten Kolaka Utara

Segenap Jajaran Pemerintah Kecamatan Tolala Kabupaten Kolaka Utara

Segenap Jajaran Pemerintah Desa Tolala, Kecamatan Tolala Kabupaten Kolaka Utara

Segenap Jajaran Pemerintah Desa Lawaki Jaya, Kec.Tolala Kabupaten Kolaka Utara

Segenap Jajaran Pemerintah Desa Patikala, Kec.Tolala Kabupaten Kolaka Utara

Segenap Jajaran Pemerintah Kecamatan Porehu Kabupaten Kolaka Utara

Segenap Jajaran Pemerintah Desa Tinuha, Kec.Porehu Kabupaten Kolaka Utara

Segenap Jajaran Pemerintah Desa Sarambu, Kec.Porehu Kabupaten Kolaka Utara

Segenap Jajaran Pemerintah Desa Tangga Ruru, Kec.Porehu Kabupaten Kolaka Utara

Segenap Jajaran Pemerintah Desa Loka, Kecamatan Tolala Kabupaten Kolaka Utara

Segenap Jajaran Pemerintah Desa Porehu, Kec.Porehu Kabupaten Kolaka Utara

Segenap Jajaran Pemerintah Desa Bangsala, Kec.Porehu Kabupaten Kolaka Utara

Segenap Jajaran Pemerintah Desa Lele Ulu, Kec.Tolala Kabupaten Kolaka Utara

Segenap Jajaran Pemerintah Desa Larui, Kecamatan Porehu Kabupaten Kolaka Utara

Segenap Jajaran Pemerintah Desa Bahari, Kecamatan Tolala Kabupaten Kolaka Utara

Segenap Jajaran Pemerintah Desa Tobela, Kec.Porehu Kabupaten Kolaka Utara

Segenap Jajaran Pemerintah Desa Ponggi, Kec.Porehu Kabupaten Kolaka Utara

Hal 3  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you