Page 1

Sambungan

11

Mengunjungi Goa Tengkorak Mengapa Cincin Pernikahan ditaruh di Jari Manis? di Bukit Tetenona (1) SAMBUNGAN HAL 1

tulang-belulang itu. Namun dari penuturan Panna (40), pemandu yang juga warga setempat menyebutkan jika sebelumnya, selain

tengkorak terdapat pula pecahan guci, mangkuk, keramik berukir, lesung kayu yang sebagai tempat penguburan jenazah.“Waktu saya pertama kali masuk ke goa ini kecil, masih ada

ratusan tengkorak dan banyak guci yang masih utuh. Tapi sekarang tengkorak sudah banyak yang rusak dan guci-guci juga banyak yang hilang,” kata Panna. (Bersambung ke edisi berikutnya)

KENAPA Cincin pernikahan selalu ada di jari manis, kok bukan di jari lain…saya sebetulnya juga bingung tapi setelah baca suatu artikel, menarik juga untuk diperhatikan. Coba deh ikuti langkah berikut ini, kalian pasti takjub karena Tuhan benar-benar membuat keajaiban (ini berasal dari kutipan Cina): 1. Pertama, tunjukkan telapak tangan anda, jari tengah ditekuk ke dalam (lihat gambar). 2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya. 3. Permainan dimulai, 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan. 4. Cobalah membuka ibu jari anda, ibu jari mewakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.

5. Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda, jari telunjuk mewakili kakak dan adik anda, mereka memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita. 6. Sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak-anak. Cepat atau lambat anak-anak juga akan meninggalkan kita. 7. Selanjutnya, tutup jari kelingking anda, bukalah jari manis anda tempat dimana kita menaruh cincin perkawinan anda, anda akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Karena jari manis mewakili suami dan istri, selama hidup anda dan pasangan anda akan terus melekat satu sama lain.(int)

Kisah Hidup Ustadz Jefri Al Buchori (Uje) dan Perjalanan Dakwahnya

K

ISAH Hidup almarhum Ustad Jefri Al Buchori alias Uje adalah contoh nyata manusia yang melakukan tobat nasuha. Tobat nasuha adalah tobat yang dilakukan bersungguhsungguh dan tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama. Kisah kehidupan dahulu sebelum Uje dakwah, ia pernah kenal narkoba, dugem, tetapi akhirnya Uje bertobat. Ustad Jefri bahkan menjadi penceramah agama yang terkemuka, tapi tetap bergaya gaul sehingga sering di juluki dengan sebutan “Ustadz Gaul”. Jefri adalah anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Alm. H. Ismail Modal dan Ustz Dra. Hj. Tatu Mulyana. Sejak kecil Ustad Jefri Al Buchori mendapat pendidikan Islam yang kuat. Saat duduk di Sekolah Dasar kelas 3-5 SD beliau meraih prestasi MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) sampai tingkat provinsi. Dari sumber Wikipedia tentang biografi kisah kehidupan Ustad Jefri Al Buchori mencatat, setelah lulus SD, bersama kedua kakaknya, Alm. Ust. H. Abdullah Riyad dan Ust. H. Aswan Faisal, bersekolah di Pondok Pesantren Daar elQolam Gintung, Jayanti Tangerang. Namun selama kehidupan di pesantren, Uje terbilang nakal. Biasanya pada saat teman-temannya khusyuk beribadah, Uje kabur dari pesantren untuk hanya sekedar main dan nonton bioskop. Akhirnya Uje dikeluarkan dari pesantren tersebut. Lalu kemudian, Uje dipindahkan ke Madrasah Aliyah (MA, setingkat SMA). Namun bukannya bertambah baik, kenakalan Uje justru bertambah. Setelah lulus di tahun 1990 dan Uje kuliah di akademi broadcasting, kenakalan Uje tak berkurang.

Dia bergaul dengan pemakai narkoba dan sering dugem. Bahkan dia akhirnya tak menyelesaikan kuliah. Pernah Jadi Penari dan Pesinetron Pada tahun 1991, Uje menjadi dancer di salah satu club. Uje juga sering nongkrong di Institut Kesenian Jakarta. Di kala para pemain sinetron sedang latihan, kadang-kadang Uje menggantikan salah satunya. Ia pun ikut casting dan mendapat peran. Sinetron yang pernah dibintangi Uje adalah Pendekar Halilintar. Uje pernah dinobatkan sebagai pemeran pria terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI pada 1991. Menikah Siri Kisah pernikahan Uje dan Pipik Dian Irawati seorang model gadis sampul majalah Aneka tahun 1995 asal Semarang, Jawa Tengah. Saat itu, Uje masih berstatus sebagai pemakai. Meski demikian, hal itu tidak menghalangi Pipik yang bersedia dinikah siri pada 7 September 1999. Dua bulan kemudian menikah secara resmi di Semarang. Pernikahan Uje dan Pipik dikaruniai tiga orang anak, Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar AlGhifari, dan Ayla Azuhro. Hal yang membuat Uje sadar dan bertobat dari dunia hitam adalah saat Uje diajak umroh oleh ibu dan kakaknya. Uje mendapat amanah dari kakak tertuanya alm. Ust. H. Abdullah Riyad, untuk melanjutkan dakwah kakaknya di Jakarta. Sebab alm Ust. H. Abdullah Riyad mendapatkan kepercayaan dari MUIS (Majlis Ugame Islam Singapura) untuk menjadi Imam besar di Masjid Haji Mohammad Soleh, bersebelahan dengan Maqam Habib Nuh Al Habsyi, Palmer Road, Singapura. Duet dengan Band Ungu Pertama kali Uje

4 Firasat Selebriti Sebelum Uje Meninggal Dunia

almarhum Ustad Jefri Al Buchori berdakwah di masjid di Mangga Dua. Pipik yang menuliskan teks dakwah saat itu. Hasilnya, honor ceramah sebesar Rp 35.000 dia bawa pulang dan langsung diberikan kepada istrinya. Dari situlah Uje mulai berdakwah lewat majelis taklim, mushola, masjid, sampai seperti sekarang ini. Uje juga menyampaikan dakwah dalam bentuk lagulagu Islami Uje, debut albumnya, Lahir Kembali diluncurkan 2006 lalu. Beberapa lagu diciptakannya sendiri dan dinyanyikan bersama penyanyi lagu-lagu religius muslim, seperti Opick, bahkan pernah Uje berkolaborasi dengan grup band Ungu dalam mini album Ungu bertajuk Para PencariMu (2007). Meninggal Dunia Uje meninggal dunia

dalam usia 40 tahun pada Jumat tanggal 26 April 2013, sekitar pukul 02.00 WIB, dalam sebuah kecelakaan tunggal di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada pukul 2 waktu setempat. Ia menabrak pohon setelah kehilangan kendali atas Kawasaki ER-6n bernopol B 3590 SGQ yang sedang dikendarai. Almarhum Ustadz Jefri Al Buchori sempat dirujuk ke Rumah Sakit Pondok Indah dan Rumah Sakit Fatmawati, namun akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya. Selanjutnya, jenazah Uje dibawa ke rumah duka di Perum Bukit Mas, Jalan Narmada III, Rempoa, Bintaro, Tangerang Selatan, Ustadz Jeffry dimakamkan di TPU Karet Bivak Jakarta Selatan setelah sebelumnya di sholatkan di Masjid Istiqlal. (Diolah dari berbagai sumber)

Jakarta, KR - Ada kejadian-kejadian aneh dalam kehidupan manusia seharihari yang tak masuk akal sehat. Salah satunya adalah firasat kematian seseorang. Semisal dijemputnya Ustadz Jefri Al Buchori oleh malaikat maut pada Jumat (26/4/ 2013), sekitar pukul 02.00 WIB. Uje meninggal dunia setelah motor Kawasaki ER-6n yang dikendarainya menabrak trotoar dan pohon di kawasan elkit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Rupanya, ada sejumlah selebriti yang mempunyai firasat sang dai bakal pergi untuk selamanya. Ini dia empat firasat selebriti sebelum Uje meninggal dunia: 1. Wanda Hamidah “Firasat saya langsung tidak enak, BBM (BlackBerry Messenger) Uje yang menggunakan kata `Mohon maaf bbm ini sudah tidak dipakai lagi mohon maaf lahir batin` Seolah-olah seperti dia mau meninggalkan kita semua. Dan ternyata firasat saya benar. Alhamdulillah saya bisa merasakan sentuhan dakwah dari beliau. Saat umrah, Uje selalu memberi banyak motivasi dan ceramah yang menentramkan hati.” 2. Eko Patrio “Sebelumnya, saya tanya sama istri, `Punya BB-nya Uje?` Setelah dicari tidak ada. BB teman-temannya didelete-delete-in. Makanya kaget saya, saya mau bikin

film Muslim Gaul, tapi belum sempat hubungi almarhum. Ternyata almarhum sudah pergi. Semoga surga menjadi pijakannya.” 3. Opick “Jadi selama tiga hari sebelum beliau meninggal, Uje selalu merasa dirinya banyak kekurangan. Dia seperti orang yang terus menerus merasa bersalah. Dia s e m p a t bilang, `Kalau saya terus yang ceramah, terus siapa dong yang mau ceramahin saya`. Ada ruang taubat yang begitu besar di pengujung hidupnya. Saya merasakan kalau Uje sudah menyadari akan kepergiannya.” 4. Ustadz Solmed “Dia (Ustadz Jefri) bilang sama saya, `Ente harus lanjutin dakwah ane`. Setelah dia bilang seperti itu, saya langsung peluk beliau, saya bilang ke dia `yang namanya dakwah itu tidak boleh berhenti, jadi jangan pernah berpikir untuk berhenti berdakwah`. Dia kasih cincin dan peci sama saya. Saya masih ingat kata-katanya, `ini cincin buat elo, elo terusin dakwah gue, ini peci juga buat elo`. Saya langsung nangis.” Sesungguhnya, tak ada yang benar-benar dapat mengetahui kematian seseorang. Karena hal tersebut adalah rahasia Tuhan Yang Maha Kuasa. Selamat jalan Uje.. Semoga ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT.(*)

Hal 11  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you