Page 1


F L A N K. EDISI 04|JANUARI 2013|KEKANAKAN

Flank adalah zine yang membahas tema-tema yang tidak kasatmata. Lahir untuk menampung buah pikiran empat orang dengan otak dan kepribadian berbeda. Hizhwati Shabrina Ilham Maulana Lana Syahbani Maorachmansyah R. Cover “behind the wall�


o l l e

INTRO|

h

K sif wasa tingka dimiliki lingkunga kanakan da masih wajar, saat-saat terte sampai orang wooow Flank Zine yang Semuanya b cetar membahana badai but menyik halilintar topan tornado tsukanakann nami kameha-meha ini masuk juga satu ini. di edisi keempat. Pasti para Flankies lanjut (sebutan bagi para pembaca setia Flank :3) la sudah tidak sabar menunggu edisi ini muncul

U

ke permukaan. Setelah tiga edisi lalu mengangkat tema mengenai “ambisi”, “bosan” dan “kecewa”, kini Flank akan membahas tentang suatu tema yaitu “kekanak-kanakan”. Kekanak-kanakan loh bukannya taman kanak-kanak. Bukan juga yang suka bergentayangan di malam Jumat. Well, itu namanya kuntilANAK (gak nyambung parah-lelucon gagal di 2013).


o

| INTRO

Kekanak-kanakan merupakan fat dari orang yang sudah dea secara usia namun memiliki ah seperti anak-anak. Sifat itu bisa oleh setiap orang. Bisa karena faktor an maupun keluarga. Kadar kekanakari sesorang beragam. Ada yang kadarnya dalam artian sifat itu muncul hanya pada entu. Ada juga yang super kekanak-kanakan g disekitarnya kesal dan ingin nampol. bergantung dari bagaimana orang tersekapi dan mengendalikan sifat kekanaknya itu. Nah, lain lagi kalau soal yang . Katanya sih kalau orang yang sudah t usia secara alami akan kembali agi sifat kekanak-kanakannya .

Semoga Flankies bisa merasakan atmosfer dari kekanak-kanakan para penulisnya, haha.

“Tua Itu Pasti, Dewasa Itu Pilihan� (Dari sebuah kutipan)

Hizhwati Shabrina


SISI|

KATANYA SU

Kata : Maorach

P

ernah tidak terpikir oleh kalian bahwa sebenarnya makin kesini kita itu makin kembali pada titik awal kita sebagai manusia. Maksudnya adalah kita kembali menjadi diri kita yang masih unyuunyu tetapi bukan wajah kita. Tentu saja tidak mungkin wajah kita yang sekarang kembali lagi menjadi unyu lagi seperti dulu. Andaikan wajah kita bisa kembali seperti dulu mungkin saya sendiri akan memiliki nasib yang berbeda. Saya bakalan menjadi seorang artis seperti RA (sebut saja dia Raffi Ahmad) yang kemarin lagi asik berpesta narkoba tapi sayangnya keciduk sama aparat. Oh.. RA andai saja kamu mengajak Ki Joko Bodo mungkin nasibmu tidak akan seperti sekarang. Dahulu, kalau saya boleh curhat lagi, saya ini pernah ditawari sebagai bintang iklan salah satu produk susu terkenal masa lampau. Icon dari susu tersebut yakni seekor kura-kura warna ungu, burung hantu warna kuning, ikan mas warna pink, dan tupai warna hijau. Bagi kalian yang gemar minum susu mungkin akan mengetahui susu merk apakah yang

saya maksudkan. Betul sekali, dulu ketika masih kecil dan innocent banyak sekali orang-orang yang menyukai kita. Seakan-akan ingin memelihara kita seperti sebuah boneka yang cocok untuk menjadi pajangan di ruang tamu. Tapi kalau memang begitu adanya pastilah sangat naas bagi yang terpilih. Tetapi saat ini, justru hal tersebut malah menjadi hal yang kerap tidak sadar kita lakukan, menjadi seperti unyu dulu lagi. Seperti yang saya curhatkan tadi, bukan dalam fisik tetapi dalam sifat. Dewasa ini, banyak sekali orangorang yang memiliki sifat yang bisa dibilang kekanak-kanakan. Meskipun saya sebenarnya dari sudut pandang mana kenak-kanakan itu dinilai. Soalnya sampai sekarang, banyak orang bilang kalau saya ini masih kekanakkanakan tapi padahal saya itu tidak merasa seperti itu. Saya hanya mencoba menjadi diri saya sendiri, melakukan apa yang saya suka. Orang dulu bilang kalau sudah besar kita pasti bisa menyentuh telinga kita melewati tulang kepala kita. Susah sekali menjelaskan bagian


| SISI

UDAH BESAR!

hmansyah R. ini, saya harap kalian sudah mengetahuinya, kalau belum mengerti maka silahkan praktekan saja melalui kata-kata saya. Intinya tangan kanan bisa menyentuh telinga sebelah kiri melalui kepala kita. Saya yakin itu sudah cukup jelas. Tetapi kenapa dan mengapa banyak sekali orang yang sudah bisa melakukan hal itu namun masih bersikap seperti bocah ingusan. Kadang masalah percintaan selalu dikaitkan dengan masalah “kamu masih kekanak-kanakan�, tapi apakah mereka sendiri sadar bahwa kadang mereka melakukan hal-hal yang juga kekanak-kanakan? Semoga saja mereka bisa menyadarinya sehingga nanti tahun 2014 ketika ada pemilu lagi hal ini tidak akan terjadi lagi pada pasangan-pasangan yang masih berpasangan di tahun itu. Mestinya kita semua bisa berkaca pada Einstein. Menurut saya pribadi, entah darimana pemikiran ini berasal, Einstein adalah ilmuwan yang kadang melakukan hal kekanakkanakan. Sebagai contohnya, dia pernah berkata bahwa imajinasi itu melebihi ilmu pengetahuan. Me-

mang sih sangat rasional dan benar adanya bahwa imanjinasi lebih epic dari ilmu pengetahuan karena bisa sangat liar dan bisa membuat kita menjadi seorang Tuhan. Disisi lain, berimajinasi menurut saya adalah hal yang kekanak-kanakan, mengapa demikian? Karena ketika berimajinasi kita diharuskan untuk berpikir lebih liar dan unyu daripada biasanya. Dalam berimajinasi kita bisa menuangkan apa yang tidak bisa kita lakukan sekarang dan dahulu. Seperti misalnya, dahulu saya pernah berimajinasi bahwasannya saya ini adalah seorang Ultraman yang memiliki kekuatan tiada batas. Tidak ada tombol ditengah dada saya yang akan kedap-kedip ketika kekuatan saya sudah berkurang. Begitu pula dengan Einstein, mengapa dia bisa menciptakan sebuah teori e=mc kuadrat itu (CMIIW)? Melihat kejadian ini saya jadi kepikiran bahwa setiap orang-orang besar seperti Einstein, ketika menciptakan suatu teori/prototype terkadang berdasarkan imajinasi yang mereka lakukan. Bila kalian tidak percaya, lebih baik sama-sama kita baca lagi


SISI|

tulisan-tulisan yang menceritakan tentang terjadinya sebuah teori/prototype. “Kalau begini, pasti bisa begitu..� ya secara garis besar mungkin seperti itu kala orang-orang hebat itu berimajinasi. Bagaimana dengan kita sekarang? Apakah kita berimajinasi untuk memuaskan nafsu liar kita dan tidak menciptakan apa-apa? Sungguh sayang sekali bilamana hal tersebut kerap kita lakukan. Saya juga tidak tahu siapa saja yang membaca zine ini, maksudnya dari umur berapa hingga berapa, kalau masih banyak pembaca yang merasa muda, saya akan memakluminya. Namun jika banyak pembaca zine ini yang tidak muda lagi alias ABG++ saya mau memberitahukan kepada kalian sebuah paradigma yang baru saja saya ciptakan beberapa saat lalu. Tidak ada salahnya berimajinasi dan melakukan banyak hal yang terkesan kekanak-kanakan saat ini. Selain menyenangkan hati, melakukan hal-hal tersebut bisa membuat kita lebih mengenal bagaimana kita dahulu. Tapi ada baiknya jika kita melakukan ritual kekanak-kanakan seperti itu sebaiknya diiringi dengan sebuah pergerakan yang nyata yakni dengan menghasilkan sesuatu yang berharga dan positif kepada kita dan orang sekitar. Seperti, bermain Airsoft Spring Gun, mungkin bagi kalian yang suka perang-perangan dari kalian masih

kecil akan mengenal apa yang saya maksud. Bermain tembak-tembakan seperti ini sekarang banyak digandrungi ABG++ yang memang bisa dibilang mau mengenang masa kecil dan mengenang keseruan seperti dulu atau dalam bahasa keren masa kini yakni melakukan hal kekanakkanakan. Kalau kalian rasional dan berpikir positif mungkin ada benarnya tetapi disisi lain ini memberikan hal yang positif dan baik bagi kita terutamanya. Kita bisa jadi lebih sehat karena dalam permainan ini kita dituntut untuk bergerak lebih gesit dari biasanya atau kata lainnya adalah dalam permainan ini kita dituntut untuk berolahraga sambil bermain tembak-tembakan. Sekianlah percakapan yang saya bisa sampaikan pada tulisan pada edisi ini. Seperti yang saya bilang tadi bahwa melakukan hal yang kekanakkanakan pada masa kini bukanlah hal yang negatif tapi ada baiknya kita lebih banyak bertanya pada diri kita tentang apa yang kita hasilkan dengan melakukan hal-hal tersebut. Karena tidak semua hal yang kekanak-kanakan itu childish tapi juga ada maksud tersembunyi dibalik semua itu. Percayalah kawan dan renungkan lah kicauan ngalor-ngidul saya ini. ***


| SISI


SISI|

S

elamat datang Januari. Walau ditulis di bulan April tapi tak apa-apa. Karena ini tak ada hubungannya dengan ulang tahun Avril Lavigne ataupun hari lahirnya Kartini. saya teringat ketika kelas 2 SD ada guru saya bernama Bu Nursiah Sani. Tapi lupa panggilannya apa. Tapi yang jelas walaupun dulu guru-guru SD suka ngeselin tapi tetap saja guru SD itu banyak pahalanya karena mengajarkan ilmu pengetahuan. Lanjut ke topik utama. Ketika saya kelas 2 SD dan berumur sekitar 8 tahun tepat pada tanggal 21 April, guru berhijab tapi tidak hijab gaul berkata. “Sekarang hari apa?”. Jawabannya agak ngawur. Karena bingung tahun 1999 tanggal 21 April itu persisnya hari apa. Saya tak benar-benar ingat. Kemudian ditanya lagi, “Hari ini tanggal berapa?”. “21 APRIIIIIIIIIIIIIIIIILLL” jawab teman sekelas. Dan sang guru itu bertanya lagi, ”Kalian tahu 21 April itu hari apa?”. Sekelas diam. Namun, karena saya diberkahi oleh Allah Subhanahu Wataala kecerdasan yang luar biasa. Hayo, siapa yang bisa menciptakan otak hingga sekarang. Pada dasarnya manusia itu pintar sebenarnya. Bahkan lebih jenius dibanding computer database YouTube di 2013 sekalipun. Saya menjawab, ”Hari ulang tahunnya RA Kartini”. situasi sedikit awkward (aneh) terjadi karena pengucapan ulang tahun dan Kartini. aneh sekali korelasinya antar ulang tahun dan RA Kartini di suasana kelas di sekolah. Sebenarnya saya kurang suka kata-kata dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dicampur. Kesannya sok intelek dan fasih berbahasa. Jika ditanya tentang materi grammar: past progressive continuous tense pasti masih banyak yang lupa atau bingung. (Kembali ke topik), sang guru, Bu Nursiah Sani meluruskan bahwa jawaban yang paling benar adalah “Hari lahirnya RA Kartini”. Saya sedikit menyadari, apakah ketika mbak Kartini berulang tahun dia dalam kondisi megang trumpet dan topi ultah, ataukah ketika dia sedang dilahirkan tak diberikan ASI tapi langsung makan kue ulang tahun berbentuk pancake, black forest, atau kue kampung yang enak sekalipun. Dan sebelum kue tersebut dimakan, lilin berbentuk angka 0 dicopot terlebih dahulu? Hanya mereka dan Allah yang tahu. Bahkan di buku sejarahpun tak diberi tahu RA Kartini pernah merayakan ultah atau tidak. Pernah disiram kue bacem atau telur ayam desa atau tidak. Entahlah. Di lain sisi, saya sangat suka telur ayam kampung sejak balita. Kembali lagi ke anak-anak. Sejatinya manusia itu adalah anak-anak. Tidak ada yang berubah. Yang ada hanyalah… (kalau paragraf ini mempunyai kalimat pegecualian berarti kalimat utama atau kalimat pokok tersebut berargu-


| SISI mentasi salah). Ya, anak-anak dan dewasa sangatlah berbeda. Mulai secara fisik, hormon, dan pemikiran. Orang mengatakan “tua itu pasti dan dewasa itu pilihan�. Tapi secara tidak langsung walaupun kita tak berniat menjadi orang dewasa atu sok dewasa sekalipun. Orang yang bertambah umurnya pasti akan cenderung berubah ke arah dewasa. Walaupun secara pendidikan dia merasakan tua tidak. Begitulah manusia, walaupun orang zaman dulu tepatnya orang zaman dulu di Indonesia. Tak tahu zaman dulunya dulu yang seperti apa atau tahun berapa sebelum masehi. Walaupun, bisa dikatakan buta huruf, tak membaca psikologi orang dewasa. Namun, alam mengajarkan. Yang tua mengajarkan kepada yang muda tentang kearifan manusia seutuhnya. Sejujurnya saya agak bingung dengan tulisan saya yang sekarang. Terserahlah kalian menyebut saya sok pintar, ngawur, tak mengenal tata cara penulisan yang baik atau tidak. Tapi yang jelas, tulisan ini masih ada sangkut pautnya dengan tema sekarang. Yaitu, kekanak-kanakan. Tapi ngomong-ngomong terkait masalah tata cara penulisan saya jadi terpikir tentang skripsi yang baru saya edit beberapa jam lalu. Tapi dimohon sekali, tulisan disini tak ada hubungannya dengan skripsi dan dosen pembimbing. Tidak sekalipun. Bagaimana kalau kita ngomongin The Strokes? Sudah bosan nampaknya. Tulisan saya harus sedikit demi sedikit jauh dari musik. Supaya lebih mengekspansi saja. Dan benar, saya sudah mengenal musik dari sejak SD. Entah itu Ruth Sahanaya, OST. Kera Sakti di Indosiar yang membuat saya jadi bisa nge-rap, atau sedikit lagu dari Westlife di album Coast to Coast. Kita lewatkan dulu ngomongin musiknya dan berimajinasi ke suasana lain. Sir Issac Newton pernah berkata, “Saya berpikir tentang diri saya sendiri adalah sebagai seorang anak-anak. Saya berimajinasi sangat liar dan terbebas dari belenggu dunia, seperti anak kecil yang berlari-lari ke pantai. Tanpa beban�. Sejujurnya menggunakan beban di kaki untuk latihan fisik dapat menyebabkan merenggangnya sendi kaki di bagian bawah. Tidak tahu apa yang dikatakan Newton itu benar atau tidak. Entah pencitraan atau pelarian pusingnya belajar filsasat, fisika mekanika, dan dasar-dasar penemuan kalkulus. Lanjut? Lanjuuuuuuuuut. Baiklah. Nama saya Ilham. Bukan Irham. Lebih tepatnya Ilham Maulana. Tidak ada yang salah dengan menjadi anak-anak. Itu hanyalah sebuah sudut pandang dan kerelativan seperti yang dikatakan Albert Einstein. Sebagai contoh, coba saja ketika kita sudah berkepala dua dan sudah duduk di bangku kuliah. Teman di kelas satu sama lain, memanggil dan nyeletuk nama dari


SISI| orang tua yang sedang dipanggil. Itu sungguh sebuah keanehan dan kekonyolan di masa anak-anak. Aneh kalau dipikir-pikir. Dan bingung juga dimana letak lucunya. Namun, jika kita melihat data statistik dari penelitian tentang anak-anak dan tertawa. Tiap harinya, anak-anak itu tertawa kurang lebih 30 kali. Coba kita bandingkan dengan umur kita sekarang. Berapa kali kita tertawa dalam sehari. Jawab saja masing-masing. Tapi jangan merasa stress atau merasa frustasi dengan angka segitu. Itu normal. Yang tidak normal adalah anda terlalu serius dan ketika mencapai puncak anda menjadi sering tertawa, tak terkontrol, hilang kendali, menggelinjang ke kiri dan kenan, ke atas dan ke bawah. Kemudian, beberapa individu berseragam hijau muda toska atau putih membawa anda dengan modil L-300 Mitshubisi bersirine masuk ke dalam mobil tersebut. Lalu, anda direhabilitasi dan setiap ada perawat yang lewat anda mengakui dan berteriak anda masih waras dan tidak gila. Jangan sampai itu terjadi. Tetap jalani hidup ini, berapapun umur anda. Jangan kenal lelah, apalagi berputus asa. Asa itu harapan. Jadi secara harafiah pengertiannya adalah putus harapan dan tidak mau berusaha dari target yang ingin anda capai. Tapi kekanak-kanakan sangat baik buat kesehatan, walaupun anda adalah seorang perokok berat Dunhill Mild. Juga faktor-faktor yang lain. Mempunyai imajinasi yang tanpa batas, cepat melupakan kesalahan orang lain, tak merasakan duka yang mendalam, dan tidak diliputi masalah yang membelenggu. Tapi, marilah kita maju dan melihat ke dapan. Jujur, saya tidak menyukai kata-kata “move on�. Karena saya cinta Bahasa Indonesia. Saya juga anak dari lak-laki ahli sastra dan budaya Indonesia. Aku cinta papa. Cintailah produk Indonesia. Jika punyak anak dan keponakan, ajarilah dia supaya cinta Indonesia dan dukung Timnas apapun yang terjadi. Walaupun sekarang sudah sangat kacau balau. Umur semakin bertambah, tanggung jawab di depan semakin besar, songsong masa depan yang gemilang, petualangilah, ambil intisari kehidupan tersebut, dan jangan menunda pernikahan. Apalagi sudah lebih 4 tahun berpacaran. Karena kalau kita sudah menikah, otomatis akan membuka peluang kita mempunyai anak dalam ikatan yang sah dan jadi anak yang shaleh. Kenapa tidak anak yang Muhammad, yang Yusuf, yang Idris, ataupun yang Yunus. Karena Shaleh dan Saleh itu sangatlah berbeda. Selamat berproduktivitas! Dan sekali lagi, cintailah produk-produk Indonesia (Titik Puspa dan Alim Markus). ***


| OBROLAN

Kapan Kapan kamu kamu merasa merasa kekanakkekanakkanakan? kanakan? Selain pemikiran dari Arin, Ilham, Lana dan Mao, mari kita simak halhal yang menyangkut isu Flank kali ini dari obrolan ringan berikut. Premis dasarnya, kapan kamu merasa kekanak-kanakan? Mulai dari kisah dipalak di angkot sampai basah kuyup di pantai, jadi bagian yang menghubungkan masa sekarang dengan masa kanak-kanak mereka. TIVANI KAMALIA ANNISA “Kapan kamu ngerasa kayak anak-anak lagi?” “Waktu lagi main di pantai dan basah kuyuuuuuuuup!” “Wah, kok bisa?” “Dari alam bawah sadar feel-nya langsung kebawa ajaaaaaaaaa” “Hmmm, ada kenangan masa kecil yang menyangkut sama pantai, ya? Hehe” “Iyaaa. Dari kecil rutinitas pantai selalu kaya gitu, Lan. Main air basah kuyup. Sampai sekarang udah kepala dua juga tetap gitu” “Selain ngerasa kayak anak-anak, apa aja perasaan yg didapet dari main di pantai sampe basah kuyup?” “Puas, Lan. Haha. Da kelihatan kalau bumi itu indah banget. Aku mah lebay banget masalah pantai”


OBROLAN| MADE MAHARDIKA “Kapan kamu ngerasa kekanak-kanakan?” “Pas minta sesuatu sama orang tua hehehe soalnya tetap ngerasa masih anak-anak biar juga uda kuliah tapi masih ga bisa ilang” “Hmmm, selain itu?” “Ada lagi sih pas ketemu mainan-mainan yg dulu waktu kecil dimainin kaya main gundu, layangan, atau robotrobotan, I’m totally child rasanya” RUKII NARAYA “Kapan kamu ngerasa kekanakan?” “Kekanakan itu kayak gimana?” “Ya, merasa kayak anak-anak lagi” “Enggak bisa diprediksi. Haha” “Loh?” “Hmmm. Aku sih udah lupa masa anak anak ku kayak gimana. Beneran lupa, cuma ingetnya waktu kecil di-bully mulu. Jadi kalo merasa kanak-kanak.. hmmmm” “Di-bully kenapa?” “Kalo diangkot dipalakin terus. Nah, sekarang kalo diangkot trus ada tukang ngamen yang mabok, ya, gitu. Gak mau ribet ya kasih aje duit. Tuh ngerasa balik ke jaman kecil” “Masa kecil yang kelam…” “Dulu (sekarang juga sih) saya cupu banget, gak bisa berantem, cengeng. Nah, itu doang ingetnya. Masa bahagianya ... Hmm kapan ya … biasa aja” “Menurut kamu yang identik sama dunia anak itu apa sih?” “Dunia anak itu mikir simple, berpetualang, mikir cuma karena pingin misalnya, spontan kadang, gitu deh. Kalo udah dewasa mikirnya kan pake pertimbangan sana sini. Waktu kecil sih nekat nekat aja” “Kenapa semua itu hilang pas kita udah gede, ya?” “Karena udah banyak pengalaman, baik visual sama informasi yang didapat. Tapi, ini bicara masa kanak-kanak ku, ya, yang belum gampang nyari informasi. Kalo sekarang,


| OBROLAN aku gak tau. Anak-anak jaman sekarang berkembang lebih cepat. Teknologi informasi bisa di dapet dimana mana. Yang jelas kesamaannya, menurutku sesuatu dilihat mata anak-anak itu semuanya permainan” ACIL FARDIAZ “Kapan kamu ngerasa kekanak-kanakan?” “Setiap kali dengerin lagu “ “Kenapa?” “Karena tanpa musik ga akan ada kehidupan” “Hmmm” “Ga nyambung ya? Haha” “Bingung hubungannya di mana” “Apapun juga berhubungan kok. Kalau menurut Acil, itu ada hubungannya. Jadi gini, setiap Acil dengerin lagu itu, Acil ngerasa diri Acil itu terasa bebas dan nikmat, mau lagu yang gimana pun” “I got it!” “Simple: If I can dance, it’s my life and my revolution!“ “Asoy!” “Dan satu lagi nih, kalau ketemu temen-temen juga ngerasa kekanak-kanakan. Soalnya banyak output yang capruk (bahasa kerennya: Imajinatif). Seserius apapun itu, kita masih bisa tertawa lepas” “Iya juga sih” “Apalagi kalau ngeliat lawan jenis yang kece, suka grogi ga jelas. Hahahaha” “Haha. Kalo aku sih, ngeliat lawan jenis meskipun enggak kece juga masih suka grogi” “Jiah, hahaha. Keren! Kalau yang ga berjilbab sebenernya masih bisa diatasi sih kalau Acil. Kalau udah ketemu lawan jenis yang berjilbab atau berambut pendek, udah ancur banget konsetrasi itu -__-” “Sama kaya si mao, kalo liat cewe cantik rambut pendek langsung freak out” “Hahahaha, ya dan si Mao yang ngenalin saya ke Saori Hara” “Siapa itu?” “JAV Idols, hkhkhkhkhk”


OBROLAN| (ekspresi kaget) “Tapi tetep, saya kagum banget ama Hana Tajima. Orang jepang kece, berjilbab pulak. Jadi kesimpulannya, saya kekanak-kanakan kalau dengerin lagu, kumpul sama temen-temen, dan ngeliat cewe berjilbab atau cewe berambut pendek. x) Kalau kata Puthut EA itu ‘dada itu jadi berdesir, serrrr’ “ “Agak absurd tapi boleh lah” “Hahaha” SURYA RIANTO “Kapan kamu merasa kayak anak-anak lagi?” “Pas lagi kumpul sama temen2 jaman SD” “Kenapa tuh?” “Soalnya, suka bertingkah sama seperti dulu waktu masih anak-anak. Jadi berasa kayak dulu masih bocah lagi deh” “Bertingkah kayak apa aja misalnya?” “Ya bercandaannya itu, kayak cengcengan nama orang tua dan sebagainya” “Berarti kamu ngerasa kayak anak-anak lagi waktu saling bully gitu?” “Iya, pas lagi saling bully dengan gaya bully jaman bocah dulu. Haha” “Ada lagi ga momen selain itu yang bikin inget sama masa kecil?” “Paling kalau liat anak-anak maen bola di jalan, gawangnya pake batu. Itu inget waktu bocah aja tiap sabtu maen bola kayak begitu. Haha” “Kalo inget Tsubasa gimana? “Kalo dari anime gitu kurang sih, Lan, karena si kartunnya terus ada sampe gede juga. Haha” “Film apa kira-kira yang nyessss banget bikin inget sama masa kecil?” “Kamen Rider Black yang jadul banget itu, paling kena tuh” “Itu kan jepang-jepangan juga! Haha” “Tapi, bedanya itu udah jarang ada lagi pas udah gede di Tv, Lan. Jadi spesial gitu”


SISI|

Mandi Bola Kata : Lana Syahbani

A

rti akhir pekan bagi para pekerja dan anak sekolah begitu besar. Hanya pada Sabtu dan Minggu mereka bebas dari rutinitas kantor dan sekolah. Celakanya mereka juga terjebak rutinitas mingguan menghabiskan akhir pekan. Hal yang membuat saya mengerti, kehidupan perkotaan telah menjebak mereka dalam sekat-sekat waktu tertentu. Saya pun begitu, hari ini menghabiskan akhir pekan dengan keluarga. Saat itu, ada dua pemandangan yang membuat saya berpikir dua kali. Mengingatkan saya pada masa kecil dan membuat saya bertanya-tanya, apakah saya dulu seperti itu? Seorang anak menangis sangat keras sambil menengok ke belakang. Ia baru saja meninggalkan arena bermain perosotan dan mandi bola. Ia terus merengek kepada orangtuanya, kedengarannya masih ingin bermain. Orangtua si anak itu malah marah dan menarik tangan anak yang masih terus menangis sambil menengok ke arena bermain. Sebegitu menyenangkannya kah arena bermain itu? Kalau pada akhirnya orangtua dari anak itu memarahi anaknya karena ingin bermain lagi, kenapa ia membawa anaknya ke arena bermain? Lantas saya berpikir hal-hal lain yang menyebabkan betahnya anak-anak di arena bermain. Mungkin saja keadaan


| SISI

di rumah mereka tidak lebih menyenangkan dari di sana. Mereka lebih memilih berontak dengan menangis daripada ikut tuntunan orangtua mereka. Toh anak-anak memang pada dasarnya suka bermain. Sudah seharusnya rumah menjadi tempat menyenangkan yang bisa menunjang kesenangan mereka. Mungkin kalau di rumah keadaannya menyenangkan, mereka tak perlu lagi ke area mandi bola dan perosotan di mall. Sedari tadi, di sebelah saya ada seorang ibu yang duduk memangku anaknya yang masih balita. Tak lama dari pemikiran saya tentang anak menangis itu muncul, tiba-tiba datang anak-anak berlarian ke arah saya. Lebih tepatnya ke ibu yang duduk di sebelah saya. Mereka berkeringat, tersenyum, dan menyapa ibu mereka. Baik orangtua maupun anak, keduanya kelihatan gembira. Tak ada tangis atau amarah seperti peristiwa yang beberapa menit lalu terjadi. “Gimana, dek, capek ya? Udah puas kan mainnya?� tanya si ibu sambil senyum. Anak-anaknya pun mengangguk sambil melap keringat. Simpulkan lah, mungkin sesuatu yang membuat anak betah di rumah bukan hanya mainan, melainkan kehangatan orang-orang yang tinggal bersama mereka. ***


FOTO|

Happy birthday Qais! Ilham Maulana


| FOTO

Hmmm. Sepertinya pikiran kita sama tentang kemeja ini. Ilham Maulana


FOTO|

Games praktikum pendidikan konservasi. Implementasi pendidikan lingkungan hidup, Desa Cibanteng, Ciampea, Bogor. Ilham Maulana


| SISI

Jejak Tsubasa Ozora Kata : Hizhwati Shabrina

P

ernah nonton film kartun yang judulnya Captain Tsubasa? Kalau belum itu tandanya masa kecilmu kurang bahagia. Ini adalah kartun favoritku semasa dulu. Berkat kartun inilah aku menjadi satu-satunya perempuan yang tergila-gila dengan olahraga sepak bola. Sampai-sampai kebanyakan teman-teman dikelas 1-i (ketika itu aku masih kelas satu SMP di SMPN 1 Cimahi) memanggilku Tsubasa. Tsubasa versi perempuan. You know what? Saking aku tergila-gilanya dengan kartun ini aku sampai sering memainkan kartu tepok bergambar tsubasa dan tokoh lainnya di kartun itu sendirian di kelas. Agak freak memang ya. Sebagian anak dikelas, apalagi yang tergolong anak-anak gaul sering memandangku aneh dan remeh, tapi lain lagi ketika pelajaran olahraga atau saat class meeting, banyak yang menginginkan aku masuk kedalam timnya. Padahal sih sesungguhnya aku gak jago main bola. Cuma sok jago dengan raut wajah yang meyakinkan kalau aku memang jago sepakbola. Kalau kamu pikir setelah dewasa ini aku tidak menyukai lagi kartun ini kamu salah besar. Aku masih sangat suka dengan kartun ini. Ingin rasanya menonton lagi. Dulu sih aku punya koleksi vcd-nya, tapi sekarang sudah hilang entah kemana. Kalau suatu saat Captain Tsubasa ditayangkan lagi di televisi kemungkinan besar aku tidak akan melewatkannya satu episodepun. Aku akan duduk manis di depan tv sambil heboh sendiri dan pasti orang tuaku berkata, “udah mahasiswa nontonnya masih film cemen”. Padahal waktu itu suka nonton kartun “Curious George” loh. Georgenya lucu katanya. Saat itu ingin rasanya bilang, “mama nonton film kartun, mau ikut-ikutan cemen kayak aku ya?”. Kartun Captain Tsubasa sendiri bercerita tentang seoarang anak bernama Tsubasa Ozora yang mempunyai mimpi besar untuk menjadi pesepakbola handal dunia. Langkah perjuangannya dimulai ketika iya baru saja pindahan dan masuk di sebuah sekolah bernama Nankatsu. Ia langsung masuk ke


SISI| klub sepakbola yang ketika itu kaptennya adalah si botak Ishizaki. Ya walaupun permainan sepakbola Ishizaki memang tidak bagus. Karena kehebatan Tsubasa dalam bermain si kulit bundar, akhirnya Tsubasa menjadi kapten tim Nankatsu SC (Nankatsu Soccer Club) dengan nomor punggung sepuluh dan posisi sebagai gelandang tengah. Tsubasa mampu membawa team sepak bola sekolahnya menjadi juara walaupun itu suatu hal yang tidak mudah. Kehebatan permainan Tsubasa tak lepas dari peran seorang mantan pemain Brazil bernama Roberto Honggo yang sering melatihnya. Di Nankatsu, Tsubasa memiliki pasangan emasnya yaitu Taro Misaki. mereka memiliki tingkat kerjasama yang baik. Di Nankatsu juga terdapat pasangan perak yaitu Taki dan Sugi. Lawan terberat dari tim Nankatsu SC adalah Meiwa FC (Meiwa Football Club) yang di dalamnya ada Kojiro Hyuga. Tendangan sakti Tsubasa dikenal sebagai “tendangan jarak jauh�. Setelah tiga tahun membela Nankatsu, Tsubasa masuk ke dalam timnas sepakbola Jepang melawan pemain-pemain handal dunia. Selang beberapa waktu Tsubasa memutuskan pergi menyusul Roberto dan membela klub Brazil yaitu Blancos, sesudah ia membela Blancos Tsubasa melanjutkan petualangannya ke klub Spanyol yaitu Catalan. Di klub Catalan itu Tsubasa sedikit kesulitan untuk memasuki tempat utama karena ia harus diuji terlebih dahulu oleh pelatihnya. Tsubasa harus mencetak lebih dari lima belas gol dan sepuluh assist ke gawang lawan sebelum ia dapat memasuki tim inti Catalan. Hebatnya, Tsubasa melewati tugas itu hanya dengan dua pertandingan saja. Tsubasa kembali untuk membela Jepang pada piala dunia. Tsubasa berhasil mengalahkan beberapa negara raksasa sepakbola di dunia seperti Jerman, Italia, Prancis, Argentina, dan Inggris. Film kartun Tsubasa bukan kartun yang dibuat sembarangan. Kartun yang awalnya hanya dibuat oleh Yoichi Takahasi dalam versi komik saja di tahun 1981 bertujuan untuk membuat anak-anak di Jepang menyukai sepak bola sehingga sepak bola bukan lagi dianggap sebagai olahraga alternatif. Hal itu terbukti terwujud. Anak-anak dijepang yang dulu menonton kartun ini berlatih keras untuk bisa seperti Tsubasa dan generasi mereka setelah dewasa mampu mengharumkan nama Jepang dalam dunia sepak bola. Terbukti timnas sepak bola Jepang berasil mengalakan timnas Spanyol yang sekarang sering disebut “raja sepak bola� pada olimpiade di London 2012 lalu. Fernando Torres yang


| SISI

merupakan binang klub sepak bola Chelsea dan seorang pemain sepak bola asal Jepang bernama Hidetoshi Nakata yang sedang menginvasi eropa dan pernah menjadi deputi Pangeran Roma, Francesco Totti mengkau bahwa inspirasinya dalam bermain sepakbola adalah kecintaan terhadap tokoh Captain Tsubasa karena semasa kecil mereka sangat menyukai kartun ini. Namun kartun Tsubasa yang disaksikan Torres di Spanyol ditayangkan dalam judul Oliver (Tsubasa) y Benji (Wakabayashi-kiper). Kartun kapten Tsubasa bukan hanya menjadi inspirasi bagi orang-orang Jepang, tetapi juga bisa membuat pecintanya mengeluarkan sisi kekanakkanakan. Terbukti ada seorang yang sudah dewasa di Jepang membuat suatu video berjudul “Captain Tsubasa Opening In Real Life�. Lelaki yang padahal sudah dewasa itu dibantu beberapa pemeran pendukung menirukan gerakangerakan yang ada di opening film kartun Captain Tsubasa. Sama persis loh. Laki-laki itu menjadi setiap pemeran laki-laki yang ada di kartun itu dengan menyesuaikan dandanannya dengan tokoh yang sedang ditiru. Kocak, masa kecil kurang bahagia nampaknya, haha. Untuk lebih jelas dan lengkapnya bisa liat di www.youtube.co.id/ watch?v=5UUvOOfy_yo . Selamat jadi kekanak-kanakan lagi dengan nostalgia bersama Tsubasa Ozora! ***


INTERPRETASI LIRIK |

BANDA NEIRA DI ATAS KAPAL KERTAS D

Kata : Lana Syahbani

uo akustik ini terdengar absurd dari segi lirik, tapi tetap enak dinikmati. Meskipun mereka bernyanyi tentang gadis kecil di lagu ini, rasanya anak kecil tak akan paham apa sebenarnya yang Rara Sekar dan Ananda Badudu coba sampaikan melalui lagu ini, kecuali kakak, ibu guru atau orangtua mereka menjelaskan. Inti dari lagu ini sebenarnya hanya si gadis kecil yang melakukan perjalanan dalam kehidupan. Ada harapan dan ada rintangan, ada suka dan ada duka. Ia gadis kecil yang pemalu karena bersembunyi di balik tirai. Ia ingin menatap dunia tapi dihantui perasaan takut dan bayangan seram tentang kota. Kapal kertas adalah keberanian yang jadi tunggangannya untuk melawan semua. Sayangnya, hujan bakal merusak keberaniannya yang cuma terbuat dari kertas. Gadis ini tak pantang menyerah dalam menambal dan menyulam, dalam berusaha dan berharap. Kenapa harus kapal kertas? Itu pertanyaan saya ketika mendengar lagu ini. Mainan kapal kertas sangat lah old-fashioned dan kurang kekinian. Anak-anak jaman sekarang mungkin lebih memilih kapal dengan remot atau setidaknya yang terbuat dari plastik. Memilih perumpamaan dan kata dalam sebuah lagu mungkin bukan hal yang mudah. Kapal kertas sendiri bagi saya terdengar indah dan menimbulkan nostalgia, meskipun sangat sederhana. Kapal laut atau lazim disebut perahu kertas (mungkin lagu ini tak akan seajaib sekarang kalau memakai pilihan kata kedua), kedua-nya terdapat dalam memori masa kecil saya, atau mungkin kalian. ***


| IMAJI

lET’S MAKE WAR NOT LOVE

Kata : Maorachmansyah R.

S

aya ini bukan tipe laki-laki yang menyukai sepak bola atau bahasa kerennya yakni soccer. Saya sendiri tidak tahu ada berapa tim sepak bola yang ada di liga Inggris karena KTP saya masih bertuliskan Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung. Jadi saya lebih baik memilih untuk lebih mengenal tim sepak bola asal Bandung yang hingga saat ini saya tidak pernah hafal satu persatu pemain sepak bolanya. Berbicara tentang sepak bola Inggris, saya hanya mengenal beberapa tim besar yang ada disana yakni Chelsea, Manchester United, Liverpool, Manchester City, West Ham United, Arsenal, dan sisanya saya tidak hafal. Walaupun saya tidak begitu menyukai sepak bola dan tidak mendukung salah satu tim yang ada didunia persepak bolaan dunia tetapi saya sendiri cukup menikmati kala menonton di layar kaca. Tadi saya sempat menyebutkan beberapa tim asal Inggris ya? Setelah saya telusuri lebih lanjut, ternyata tim-tim itu diberi nama sesuai dengan daerah asal tim tersebut. Lalu bagaimana dengan salah satu kota di Inggris yang terkenal pada Perang Dunia II, Birmingham? Ketika menulis tulisan ini, kota ini tiba-tiba langsung tersirat dipikiran saya. Ada apakah gerangan disana? Di kota yang terkenal sebagai kota kedua terbesar di Inggris ini? Di kota yang terkenal dengan industri senjatanya pada PD II? Selidik punya selidik ternyata kota ini kota asal dari beberapa band yang hingga saat ini saya masih mengincar discography mereka, Black Sabbath dan Judas Priest. Selain itu, kota ini juga terkenal dengan salah satu pabrik mereka yang sudah tidak asing lagi ditelinga orang-orang saat ini. Betul! Mereka memiliki pabrik bernama Birmingham Small Arms Company atau yang bisa disingkat BSA. Tidak asing lagi bukan? Dahulu kota ini menjadi salah satu kota pemasok senjata tentara Inggris


IMAJI | tetapi seiring perkembangan zaman, mereka juga merambah pada dunia otomotif salah satunya adalah sepeda motor yang menurut saya cukup manly (baca. Jantan). Pada PD II, tentara Inggris lebih banyak memilih sepeda motor buatan dalam negeri yakni sepeda motor yang dibuat oleh BSA. Pada masa tersebut pabrik ini mengeluarkan motor yang memiliki tenaga sekitar 770cc++. Sungguh motor yang sangat cociks digunakan ketika perang. Setelah PD II BSA juga mulai mengeluarkan sepeda motor yang bisa digunakan untuk umum. Jadi jangan heran jika di Indonesia sekarang sepeda motor ini banyak dicari orang terutama kolektor. Karena nilai dari sejarah dan desain keseluruhan dari motor ini memang menjanjikan. Hal yang menarik lainnya dari Birmingham selain pabrik BSA yakni bandbandnya. Saya juga agak terkejut bahwa band-band yang terkenal berasal dari kota ini merupakan band yang WOW. Black Sabbath misalnya, band ini dianggap sebagai salah satu band pencetus aliran heavy metal, selain itu Judas Priest yang juga dikenal sebagai band yang berpengaruh pada aliran heavy metal dunia. Walaupun saya tidak begitu suka dengan band beraliran heavy metal tetapi mengenal aliran ini dari roots membuat saya makin tahu bahwasannya memang daerah-daerah Eropa sana banyak memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam perkembangan musik dunia. Terlebih bukan hanya musik, dari industri pun mereka selangkah lebih maju daripada Negaranegara di Asia tetapi sekarang malah Asia lah yang menjadi penguasa pasar untuk barang-barang yang sering kita gunakan sehari-hari. Lalu bagaimana dengan negeri kita tercinta? Seharusnya kita semua harus bisa lebih mencintai produk dalam negeri kita. Tentara Inggris saja menggunakan motor dan senjata buatan negeri mereka sendiri ketika perang, mirisnya kita lebih percaya pada buatan negeri orang daripada negeri sendiri. Semoga dengan adanya tulisan ini kita semua jadi lebih sadar bahwa memang negeri orang diluar sana memang bisa dibilang selangkah lebih maju tetapi kita jangan melupakan roots kita sendiri dengan mulai mencintai dan memakai barang-barang hasil dari dalam negeri kita. HIDUP INDONESIA! LET’S MAKE WAR NOT LOVE! *** Note : jangan terlalu berpikiran negatif pada kalimat akhir tulisan ini. Saya hanya menggebu-gebu ketika menulis ini. Hahaha.


FLA N K

“We will not grow old” EDISI 04|JANUARI 2013|KEKANAKAN

Flank - Kekanakan  

Flank adalah zine yang membahas tema-tema yang tidak kasat mata. Lahir untuk menampung buah pikiran empat orang dengan otak dan kepribadian...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you