Issuu on Google+

Edisi 28| 27 Desember 2013 | 24 Safar 1435

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Berbicara soal disiplin biasanya dikaitkan dengan pemenuhan aturan, terutama sekali pemanfatan waktu. Seseorang kita sebut disiplin apabila mengerjakan tugas dan pekerjaan yang diembannya dengan tepat pada waktunya. Contoh lainnya, seseorang dikategorikan disiplin dalam berlalulintas apabila dijalanan mematuhi segenap rambu-rambu lalulintas yang telah digariskan.

Tepat Waktu “ Islam mengajarkan bahwa Demi waktu, sesungguhnya, menghargai waktu lebih utama manusia berada dalam kerugian, sebagaimana firman Allah SWT kecuali orang-orang yang dalam Surah Al-Asr beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.� (Qs: Al- Asr : 1-3) Bahkan setiap hari kita diingatkan dengan apa yang disebut Shalat lima


waktu, Betapa waktu sangat tertata, itu semua dihadirkan oleh Allah SWT, salah satunya adalah pengingat betapa ketepatan waktu dalam aktivitas adalah sesuatu yang mutlak adanya.

Sudah lazim kita dengar pameo mengatakan, “alon-alon asal kelakon.” Barangkali d iera yang kompetitif seperti ini, pameo itu sudah terasa usang. Terlalu statis. Pameo itu dapat kita dinamisasikanlagi. Kalau bisa cepatdan efisien, mengapa harus Hidup yang tertib dan teratur dibuat lambat. Fiman Allah SWT sangat menentukan sukses atau dalam surat As-Sharh ayat 7 tidaknya seseorang dalam mengelola waktu secara disiplin. Oleh karena itu seorang muslim yang baik seyogyanya memanfaatkan waktu secara “Maka apabila engkau telah optimal semata-mata untuk selesai (dari sesuatu urusan), beribadah kepada Allah SWT. tetaplah bekerja keras(untuk Bukan kuantitas waktu itu yang urusan yang lain).”(Qs. As-Sharh jadi soal, melainkan apa yang : 7) kita kerjakan pada waktu yang sama. Sebab, ada orang yang ika saja kita benar-benar hidup dalam waktu24 jam mampu berdisiplin, maka jalan usaha mengurus negara dan dan kerja sebagai perwujudan mengorkestrasi jutaan orang beribadah kepada Allah akan dalam satu gerak dan nafas selalu mendapat keridhaan serta pembangunan. kemudahan dari pada-Nya. Bukan oleh orang lain, akan Karena itu untuk menumbuhkan tetapi hasil usaha kita sendiri. etos kedisiplinan dalam diri kita “ora et labora” bekerja dan dibutuhkan manajemen waktu berdo’a yang harus kita agar kualitas diri kita dapat gaungkan. Apabila kita ingin meningkat. Dan itu semua dapat meraih sukses bangun dari dilakukan sedemikian rupa serta tidurmu, lebih dulu dari ayam mampu mengatur waktu yang 24 berkokok pada pagi hari. Maka jam itu untuk semua urusan. Biar marilah kita mulai dari sekarang cepat, efisien, dan selamat.


dan dari diri sendiri. Kalau belum bisa sekaligus, marilah kita biasakan sedikit demi sedikit, dicicil, tapi rutin.

hidup seperti semula. Bekerja dengan tergesa-gesa tidak lebih baik dari bekerja secara terprogram secara sistematik dapat membuahkan hasil yang Itu tentu akan lebih baik lebih baik pula. ketimbang melakukan semua (Republika.co.id) usaha kedisiplinan akan tetapi hanya sesaat setelah itu kembali

***


Hadis motivasi ‫ب ْالع ِْل ِم ِرضً ا ِب َما َي ْطلُب‬ ِ َ‫ض َع أَجْ ن َِح َت َها ل َِطال‬ َ ‫إِنَّ ْال َمالَ ِئ َك َة لَ َت‬ “Sesungguhnya para malaikat membentangkan sayapnya kerena ridho dengan orang yang menuntut ilmu”

Buletin Jum’at Online Keluarga Muslim Indonesia di Sendai Diterbitkan oleh Divisi Dakwah Keluarga Muslim Indonesia di Sendai 2013-2014


Buletin Jum'at KMI-S edisi 28