Issuu on Google+

Edisi 23| 22 november 2013 | 19 Muharram 1435

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Menurut ri wa ya t Baihaqi dan Ibnu Asaki r, Khalifah Uma r bin Kha ttab pernah berka ta, “Di anta ra keturunanku, ada seseorang yang terdapa t bekas luka di wa jahnya . Dia adalah orang ya ng a kan menegakkan keadilan di muka bumi .� Si a pakah ya ng diramalkan Umar i tu?

Empati Pemimpin Dialah Uma r bin Abdul Aziz bi n Ma rwan bin Haka m bin Abi Ash. Lahi r di kelua rga ulama dan bangsawan, dia mewa risi jiwa kepemi mpinan ka kek buyutnya , Uma r bi n Kha ttab. Ibunya bernama Laila binti Ashim bi n Uma r bin Khattab. Uma r bi n Abdul Azi z diangkat sebagai gubernur Mekah dan Madi nah pada masa Walid bin Abdul Malik, khalifah keena m Bani Uma i yah.

Setelah mangka tnya Sulaiman bin Abdul Malik, khalifah ketujuh Bani Umai yah sekaligus sepupu da ri jalur a yahnya , Umar bi n Abdul Azi z kemudian diangka t sebagai khalifah kedelapan Bani Uma i yah.

Kelak, seja rah menca tat nama Uma r bin Abdul Azi z dengan tinta emas. Seja k menjaba t khalifah, dia langsung meni nggalkan s emua hartanya.


Kesederhanaan adalah pilihan hidupnya . Ketika sedang berbincang dengan istri nya di ranjang kama r, tiba-tiba Uma r bin Abdul Azi z teri nga t a khi ra t. Mukanya berubah puca t, seperti seekor burung yang berada di a tas air. Dia lalu duduk, kemudian menangis . Meliha t i tu, istri nya ya ng bernama Fa ti mah bin Abdul Malik berka ta , “Seandainya saja ja rak anta ra ka mi dan tugas kekhalifahan di jauhkan seperti jauhnya jara k anta ra ba rat dan timur.” Uma r bin Abdul Azi z tida k merasa enak-enakan memegang tampuk kuasa. Dia mengumpul kan sejumlah ulama fi kih di Madinah, seperti Urwah bin Zubai r bin Awwa m, Ubaidillah bin Atabah, Abu Baka r bin Abdurra hman, Sulaiman bi n Yasa r, Qasim bin Muhammad Salim bin Abdullah, Abdullah bi n Ibnu Ami r, Kha rijah bin Zaid, Abu Ba kar bin Sulaiman, dan Abdullah bin Abdullah Ibnu Uma r bin Kha ttab. Mereka semua di minta menulis setiap kezaliman yang mereka liha t. Padahal keadaan rakya t di bawah kepemi mpinan Uma r bi n Abdul Aziz sangat s ejahtera.

Kas nega ra melimpah. Tanahtanah ditana mi. Sumur-sumur ai r meruah. Jalan-jalan lici n. Masji d-masjid banyak dan ramai. Hebatnya , tidak ada orang mis kin yang mau meneri ma sedekah. Gaji pegawai juga menca pai 300 di nar. Tidak di temukan kezaliman menimpa rakya t, ka rena keadilan sangat dijunjung tinggi. Bahkan, salah seorang pejaba t nega ra bernama Ja rah Al -Hukmi pernah di copot ga ra-ga ra mengambil upeti da ri orangorang ya ng sudah masuk Islam. Padahal , Ja rah Al -Hukmi melakukan i tu ka rena paha m bahwa orang-ora ng tersebut masuk Islam sema ta a ga r selamat da ri kewaji ban memba ya r upeti . Tetapi, ketegasan sang khalifah ternya ta tidak tebang pilih. Ti dak hera n, pa ra ulama sepaka t bahwa Uma r bin Abdul Aziz merupakan salah seorang Al -Khula fa Ar-Ras yidun. Seperti dika takan Imam Sya fi ’i, “Al-Khulafa Ar-Ras yidun i tu ada lima . Mereka adalah Abu Baka r As-Shiddiq, Uma r bin Kha ttab, Us man bin Affan, Ali bin Abu Thalib, dan Uma r bin Abdul Azi z.”


Seja rah Islam dipenuhi kisahkisah heroik dan berpenga ruh besa r terhadap pera daban. Sekian lama manusia hidup di masa-masa kelam, kehadi ran Islam jelas merupa kan baba k ba ru sejarah ya ng memanca rkan caha ya benderang. Di balik seja rah gemilang tentu ada sosok-sosok cemerlang di belakangnya . Ka rena , seja rah terhormat pasti lahir da ri aktoraktor terhorma t. Sebaliknya , seja rah menjadi kelam ka rena di kendalikan aktor-aktor pecundang. Ha ri ini , umat Islam di seluruh dunia dan Indonesia khususnya , sedang berada di roda bagian bawah seja rah. Ki ta menanti lahi rnya pemimpinpemimpin besa r yang mampu melambungkan umat Islam ke mercusua r pera daban.

bin Abdul Azi z, Abu Ja’fa r Al Mansur, Al -Mahdi, Ha run Rasyi d, Abdullah Abu Abbas Al Makmun, dan pemi mpin lain s ekaliber mereka.

Na bi dan Rasul i tu berpi ki ran brilian, empati mereka besa r. Misalnya , dengan kebi jakannya yang cerdas, Nabi Yusuf mampu menyela matkan rakya t Mesi r da ri bencana kelapa ran. Persediaan ma kanan di gudang nega ra sangat cukup untuk menghidupi rakya t selama tujuh tahun Mesi r dilanda kekeringan. Bahkan, s tok kebutuhan pokok i tu juga digunakan untuk menyuplai tetangga -tetangga Mesi r ya ng sedang mengalami krisis pangan. Rombongan peminta bantuan berda tangan, termasuk rombongan sauda ra sauda ra Nabi Yusuf da ri Palestina yang dulu sanga t Ki ta meri ndukan sosok memusuhinya. pemimpin ya ng memiliki Juga Nabi Musa ya ng siap pasang kecerdasan brilian dan empa ti besa r sema cam empa t khalifah badan demi menyelama tkan pengganti Rasulullah, Said bi n rakya tnya da ri kekejaman Fi raun Minephtah. Ha ti Nabi Musa Ami r Al -Jumahi , Al -Ala Al Hadhrami , Abdul Malik bi n teri ris-i ris menya ksikan rakya t Bani Is rail di Mesi r menjadi Ma rwan, Walid bin Abdul Mali k, bulan-bulanan ra ja super zalim Sul aiman bin Abdul Ma lik, Umar i tu.


Sementa ra , tidak seorang pun berani menentang ti tah Fi raun, termasuk kebi jakannya untuk membunuh setiap jabang ba yi laki-laki . Rumah-rumah penduduk dimasuki petugas Fi raun untuk memeri ksa setiap ibu ya ng ba ru melahi rkan ba yi . Kesewenang-wenangan i tulah yang menggugah Nabi Musa . Seda ri ba yi hi dup sebagai ana k pungut Fi raun ternya ta tida k menghenti kan tekad Nabi Musa untuk menumpas beraga m kekejaman Fi raun. Semuanya untuk ra kya t Bani Israil. Pemimpin besar terbukti mampu memposisikan perasaan dan keadaan di rinya seperti perasaan a tau keadaan rakya t yang dipi mpinnya . Itulah pemimpi n yang memiliki empati . Tentu empa ti tida k hanya didasarkan a tas keka yaan, jaba tan, keturunan, kepi ntaran, dan pres tasi seseorang. Ba gi pemi mpin besar, s imbol-simbol

bersi fat keduniaan i tu sudah melebur dalam di rinya , berganti rasa kepedulian dan kasih sa yang. Kepada siapa pun, termasuk kalangan jela ta sekali pun, pemimpin besar tida k a kan berlaku pilih kasih. Tidak kenal istilah pandang bul u. Pemimpi n besa r sanga t menci ntai sekaligus di ci ntai rakyatnya. Pemimpin seka rang ha rus menaka r kebesarannya . Memimpin tidak cukup hanya bermodal uang, populari tas , ci tra , apalagi ta mpang. Selain kecerdasan, empati yang besa r mutlak diperlukan dalam tugas kepemi mpinan. Dengan demikian, tidak a kan ada rakya t yang menjadikan pemimpi n sebagai sasaran kebencian dan hinaan. Pejaba t di bawahnya juga akan bekerja seca ra bena r, jujur, dan i khlas. Sel uruh rakya t merasa senang dan bangga ka rena memiliki pemi mpin yang sanga t peduli dengan kehidupan dan kesejahteraan mereka .

*** Buletin Jum’at O nline Keluarga M uslim I ndonesia di Sendai

D iterbitkan oleh D ivisi D akwah Keluarga Muslim Indonesia di Sendai 2013-2014


Buletin Jum'at KMI-S Edisi 23