Issuu on Google+

Edisi Perdana

ageGo

Bulletin

Media Penyambung Informasi Antar Sedulur Pati di Yogyakarta

Salam GageGo Dengan segala dukungan dan partisipasi para pihak, terutama oleh KOMPAYO (Komunitas Pati di Yogyakarta) serta KMPP (Keluarga Mahasiswa Pelajar Pati), buletin GageGo hadir sebagai media penyambung komunikasi antar sedulur Pati yang ada di Yogyakarta. Banyaknya wong-wong Pati yang ada di Yogyakarta, kehadiran buletin GageGo ini menjadi penting untuk memberikan warta kepada kita semua. Baik kabar KMPP dan KOMPAYO maupun kabar aktual mengenai Pati, sedikit banyak bisa kita

Alamat GageGo

Headline

Kabar Opo Leh?

Outbond KMPP Yogyakarta Hal. 3 Aksi KMPP Yogyakarta Hal. 4

Jagongan KMPP

Agenda Rutinan Berjanjen Hal. 5 Kelap-Kelip KMPP Hal. 6

Jagongan KOMPAYO

Jagongan Bareng Sesepuh Hal. 7

Opini

Menghidupkan Pemberdayaan Pendidikan Hal. 8

ProďŹ l

Optimis Mengawal KMPP Hal. 9

Ndang Gage Diwoco

Wisma Dangkang (Depan Radio Sasando) Gowok - Sleman Yogyakarta

Bahasa Pati yang Unik Hal. 10 Gallery KMPP Hal. 11

Intermezzo

http://kmpp-jogja.blogspot.com gagego@iht.or.id 085743944125

Makrab KMPP Yogyakarta Hal. 2

TTM (Teka-Teki Miring) Hal . 12

GaGe Go | Maret 2013


2

Headline

Makrab KMPP Yogyakarta 2012

K

eluarga Mahasiswa Pelajar Pati atau yang kita kenal dengan KMPP Yogyakarta telah sukses mengadakan Malam Keakraban (Makrab) di Wisma Alkindi-Kaliurang pada tanggal 24-25 November 2012. Makrab kali ini dihadiri kurang lebih 90 peserta dari anggota lama, baru, dan tamu undangan dari KMPP semarang. Makrab ini diharapkan m a m p u mempererat t a l i silaturrahim a n t a r Mahasiswa Pati dari berbagai e l e m e n d a n Universitas di Yogyakarta. "saya harap dengan adanya makrab tahun ini, kita bisa lebih memper erat tali silaturrahim antar warga KMPP yogyakarta." ujar Edy Susilo, ketua panitia Makrab. Acara makrab ini dimulai pada pukul 20.00 WIB yang diisi dengan pembukaan, kemudian sambutan Ketua Panitia. Dilanjutkan dengan sambutan Ketua KMPP Yogyakarta, Aunal Hasib yang sekaligus pengenalan proďŹ l KMPP kepada semua peserta makrab. Kemudian acara selanjutnya diisi dengan motivasi yang sampaikan oleh perwakilan dari KOMPAYO (Komunitas Pati di Yogyakarta), yaitu Ir. Joko Pamungkas yang akrab dipnggil Pak JP dan sesepuh KMPP Said Tyo Hadi atau Kang Suwung. keduanya memberikan materi tentang pentingnya berorganisasi dan berwirausaha di kalangan Mahasiswa agar terbentuk mental yang mandiri. Tepat pada pukul 11.30 WIB, semua peserta berkumpul di halaman wisma al-kindi untuk mbakar jagung bersama. dimeriahkan dengan alunan gitar yang semakin mempererat suasana. semua peserta

GaGe Go | Maret 2013

bernyanyi bersama sambil menikmati enaknya jagung. selepas itu, semua peserta dan panitia mempersiapkan diri untuk beranjak ke pulau mimpi. Keesokan harinya acara dilanjutkan dengan senam bersama sambil mengkondisikan peserta untuk berkumpul di depan Wisma. Setelah selesai, Panitia memberi intruksi kepada Peserta menuju lapangan untuk melanjutkan acara Outbond yang diisi berbagai permainan untuk memupuk solidaritas dan bekerja sama dengan sesama. Setelah permainan outbond selesai, semua peserta kembali ke Wisma untuk istirahat dan bersih-bersih diri sambil menunggu sarapan siap. makan sambil ngobrol, itulah gaya yang paling asik ketika makrab. Dilanjutkan dengan pesan-kesan dari peserta maupun panitia, sekaligus penutupan makrab dan diakhiri dengan bersalaman dan foto bersama. [Gondrong]

“

Makrab ini bertujuan untuk mempererat tali silaturrahim antar warga KMPP Yogyakarta.�


Kabar Opo Leh?

3

Outbond KMPP Yogyakarta

M

akrab KMPP (Keluarga Mahasiswa Pelajar Pati) yang dilaksanakan di wisma al-Kindi, kaliurang, Yogyakarta pada 24-25 November 2012 lalu, berlangsung dengan meriah. ada sebanyak 90 mahasiswa turut menghadiri acara makrab tersebut. yang paling menarik dari acara makkrab tersebut adalah outbond yang diadakan oleh panitia makrab. semua peserta makrab Kmpp ramairamai bermain bersama-sama. Banyak permainan yang ditawarkan oleh paitia yang diantaranya adalah permainan puzzel, kapal karung, menara evel dan lain sebagainya. Permainan yang di rencanankan oleh panitia itu supaya rasa keakraban antara warga pati-yogyakarta semakin erat. "Tujuan dari permainan ini sebenarnay untuk menjalin keakraban antara teman-teman pati yang berada di perantauan (belajar di yogyakarta). maka dari itu, harapan besar adanya permainan ini tidak lain adalah agar kita sesame orang pati lebih mengenal satu dengan yang lainnya." tutur Edy Susilo, ketua panitia makrab KMPP. Permainan yang memakan banyak tenaga dan pikiran yang dimulai dari jam 5.00 WIB sampai jam 09.00 WIB pagi. Dalam permainan ada salah satu anggota yang jail yang sukanya mengganggu konsentrasi teman- teman yang lain, sebut saja namanya Suyanto yang akrab di panggil Baser. ketika menata puzzle, si baser sering melakukan kecurangan kepada kelompok lain. Di tengah permainan yang hampir selesai, baser membuat kegaduan yang mengakibatkan

keributan sehingga para peserta emosi. Permainan yang hampir selesai banyak perselisihan yang muncul di sebabkan kurang adanya sportiďŹ tas yang di lakukan oleh pemandu permainan. Akirnya banyak peserta yang protes dan brontak kepada panitia karena kurang bijak mengambil keputusan ketika penilaian. walaupun protes dan bentrok sempat membuat panitia panik dan lepas kontrol, tapi semuanya bisa diredam ketika panitia mengakhiri outbone itu. Setelah selesai permainan, semua peserta di kumpulkan untuk menyampekan pesan kesan untuk memberikan masukan yang positif pada KMPP. tujuanya untuk menambah kekayaan dan ilmu baru bagi anggota KMPP dan panitia kusunya supaya makrab kedepannya jauh lebih baik. masukkan- masukkan yang terus di lontarkan di dalam forum di tanggapi sangat baik dari pihak panitia maupun KMPP.. Acara terus berlanjut para peserta menggrojok pertanyaanpertanyaan yang di sampekan kepada kKMPP. ketua KMPP menjawab sambil memberikan pengarahan yang sifatnya motifasi kepada anggota- anggota baru tengtang KMPP. "untuk menjaga keakraban dan kekeluargaan di KMPP, kita harus terus menjalin komunikasi secara intens terkait dengan kemajuan dan masa depan KMPP. maka dari itu, pertisipasi teman-teman semua sangat kita harapkan." tegas ketua KMPP, Asif. (Juri-anto)

“

Outbond merupakan permainan edukatif untuk menyatukan emosional dan kekompakan antar anggota�

GaGe Go | Maret 2013


4

Kabar Opo Leh? Aksi KMPP Yogyakarta dalam Aliansi PATI (Pribumi Asli Tolak Intervensi)

Aliansi ini berangkat atas keprihatinan Mahasiswa terhadap ekonomi dan pendidikan di Pati”

persen,” jelasnya. Aliansi PATI, kata Nur Kholis juga menuntut peningkatan mutu pendidikan, ketertiban dilingkungan masyarakat, memaksimalkan pembangunan infrastruktur jalan, keamanan yang kondusif, dan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. Menanggapi aksi unjuk rasa mahasiswa Aliansi PATI itu, Anggota Komisi I DPRD Pati, M Ali Gufron dalam audensi di ruang rapat gabungan mengaku, berterima kasih. Karena kontribusi Aliansi PATI melalui unjuk rasa itu, dapat menjadi bahan evaluasi kinerga dewan. “Masalahnya banyak tuntutan mereka (Aliansi PATI, red) yang masuk. Ketika dilapangan banyak juga temuan-temuan yang sudah disampaikan ke eksekutif (Pemerintah) belum terealisasi. Seperti masalah-masalah perekonomian dan pendidikan, kenyataannya seperti itu,” katanya. A k s i A l i a n s i PAT I m e n d a p a t k a n pengamanan satu unit pasukan dari Satuan Perintis Sabhara Polres Pati, hingga selesainya unjuk rasa. Aliansi Pribumi Asli Tolak Intervensi (PATI) sendiri merupakan gabungan dari Keluarga Mahasiswa dan Pelajar Pati (KMPP) yang tersebar disejumlah kota, seperti Yogyakarta, Solo, Jakarta, Semarang, dan Pati.(*)

(Pati, Kota) - Duapuluhan mahasiswa Pati dari beberapa perguruan tinggi berunjuk rasa ke Gedung DPRD Kabupaten Pati. Para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi P r i b u m i A s l i To l a k Intervensi (PATI) ini, menuntut perhatian pemerintah untuk menyelesaikan pemasalahan disegala bidang yang terjadi di Pati sekarang ini. Unjuk rasa Aliansi PATI ke gedung dewan, Kamis pagi, 5 Juli 2012 itu, untuk menyampaikan tujuh butir tuntutan. Karena selama ini, pemerintah dinilai lalai terhadap urusan rakyat, akibat terlalu asik dengan permainan politiknya. Koordinator Umum Aliansi PATI, Nur Kholis didampingi Koordinator Lapangan Syaiful Huda kepada PAS Pati mengatakan, unjuk rasa yang dilakukannya untuk mendesak birokrat di Pemkab Pati, segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Pati selama ini. “Pertama bebaskan Pati dari kepentingan politik transaksional. Ini banyak para birokrat di Pati ketika mencalonkan itu ada dukungan-dukungan politik uang. Kemudian Sumber: http://pasfmpati.com yang kedua, sejahterakan rakyat dari belenggu kemiskinan, kemarin kami mengambil data di website resmi Pemkab Pati, jumlah warga miskin di Pati masih tinggi, sekitar 41,79

GaGe Go | Maret 2013


Jagongan KMPP

5

Agenda Rutinan Berjanjen

M

alam jum'at itu, tepatnya tanggal 6 Desember 2012 suasana Wisma Dangkang tidak begitu ramai seperti biasanya. Langit terlihat coklat pekat dan rintik hujan terus mengguyur bumi Jogjakarta. Hanya ada lima orang yang melantunkan syair-syair sholawat dengan nada keras dan merdu. Acara rutinan berjanjen setiap malam jum'at tetap berjalan. Selain sholatan merupakan kegiatan rutinan anak-anak KMPP-UIN (Komunitas Mahasiswa Pelajar Pati) Jogja, juga mempunyai nilai positif untuk selalu bersholawat kepada kanjeng nabi SAW. Di sela-sela bacaan maulid berjanjen, celetukan keras seperti kata "Shollu alannabi muhammad, bisa menyulut semangat anakanak KMPP dan menambah suasana lebih ramai. Lalu dengan spontan anak-anak KMPP lainnya menjawab, "Allahumma sholli alaih". "Serasa nabi muhammad berada ditengahtengah kita" tutur syaiful huda,pelantun syair sholawat. Kadang-kadang pula ada yang menyanyikan lagu yang kocak, seperti ngerep gitu. Namun itu tak menjadi masalah, yang demikian itu akan menambah nuansa berjanjen lebih berbeda dari yang lain. Nuansa berjanjen juga terkadang diiringi dengan alat-alat terbang yang di situ juga bisa menambah susana lebih gemruyuk (ramai). Dengan adanya kumpul bersama seperti itu, mereka bisa saling ngobrol (jagonganrembok), bercanda, dan tertawa lepas. Kadangkadang ada istilah "gasak-gasa'an" yang bisa saling mengakrabkan satu sama lain. Dengan sering bertemu lewat rutinan acara berjanjen, soliditas mereka pun akan tetap terjaga. Mereka

juga bisa saling berbagi pengalaman dan tukar pikiran. Setiap habis berjanjen, biasanya ada suguhan makan yang di masak oleh anak-anak KMPP sendiri. Nasi ditaruh di atas nampan atau "tapsi", walau lauknya seadanya, namun nafsu makan mereka tetap lahap. Rasa kebersamaanlah yang sepertinya membuat kenikmatan itu hadir. Kadang-kadang jika uangnya mencukupi biasanya dibelikan lauk ayam. "Sekali-kali makan yang lebih enak tho.... mosok lawohe ngangggo tempe karo tahu terus" tutur suyanto, juru masak (koki) wisam dangkang. Acara rutinan berjanjen sebenarnya sudah berjalan hampir dua tahun ini, sejak kepemimpinannya saudara Jurianto sampai beralih ke kepemimpinannya saudara Salman, acara itu alhamdulillah masih tetap berjalan sampai hari ini. Semangat dan keteguhan temen-temen KMPP lah yang membuat acara itu kiranya masih berjalan sampai sekarang. Mudah-mudahan acara berjanjen akan tetap eksis dan berjalan sampai ke generasi-generasi berikutnya.

GaGe Go | Maret 2013


6

Jagongan KMPP Kelap-Kelip KMPP Yogyakarta

S

etengah tahun sudah KMPP dibawah kepemimpinan Ahmad Aunal Hasib, tetapi masih banyak program yang belum dilaksanakan. Begitu juga dengan pengurus komsat-komsat yang tersebar diberbagai kampus-kampus di Yogyakarta. Ibarat sebuah lampu, semuanya kelap-kelip. Bagitulah kondisi KMPP saat ini. "sebenarnya banyak program yang kita anggendakan, baik ditingkat KMPP pusat maupun ditingkat komtas-komsat." Tutur hasib saat ditemui reporter gageGo di warung kopi toman pada selasa (15/1) kemarin. Banyak program yang diagendakan, akan tetapi minim realisasi. Program-program di masing-masing kompastpun demikian. Komsat UIN misalnya, sudah tumpukan program yang ada di buku tebal dibawah kepengurusan salman. Program hanya berhenti di buku, aplikasinya belum nampak sama sekali. Inilah yang banyak menjadi sorotan masyarakat KMPP di yogaykarta. Mantan ketua komsat KMPP UIN sunan kalijaga Yogyakarta periode 2009-2010, yoyok, mengaku prihatin dengan kondisi KMPP saat ini. menurutnya, KMPP baik ditingkat pusat maupun komsat,belum ada program kerja yang dilakukan dengan baik, jauh berbada dengan kondisi KMPP dulu yang begitu enerjik dalam mengawal perjalanan KMPP. Program-program kerjapun banyak yang dilaksanakan dengan baik. "kalau boleh jujur, kondisi KMPP saat ini semakin kehilangan taringnya. Dulu, banyak kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota KMPP dan semuanya kompak. Saat ini, bisa meakukan satu kegiatan saja itu sudah alhamdulillah. Seharusnya semakin tahun KMPP harus menunjukkan gregete " Tutur yoyok. Kondisi semacam ini seharusnya menjadi pekerjaan rumah para punggawa KMPP untuk segara merealisasikan program-program yang dilakukan.

GaGe Go | Maret 2013


Jagongan KOMPAYO

7

Jangongan Bareng Para Sesepuh di Restoran Bale Ayu

P

ada Minggu (16/9) lalu, sesepuh Kompayo (Keluarga Pati di Yogyakarta) mengadakan acara jagongan (bincangbincang) rutin di Restoran Bale ayu, Timoho Yogyakarta. acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturrahim antara sesepuh pati yang ada di Yogyakarta. dimulai padapukul 19.30-22.30 WIB, jagongan sesepuh berlangsung dengan ramai. Selain itu, beliau membawa pasangan masing-masing yang membuat suasana jagongan semakin akrab. "kami sangat apresiatif dengan kedatangan bapakbapak dan ibu-ibu yang bersedia meluangkan waktunya untuk sejenak menghakdiri jagongan rutin yang diadakan Kompayo ini. meskipun kita berbeda-beda profesi dan disibukkan dengan rutinitas harian, tapi kita tidak lupa dengan Kompayo." Ujar Pak Arief Budiman, Ketua Kompayo. Acara ini rutin di adakan oleh kompayo minimal satu tahun sekali agar kominikasi antar anggota kompayo bisa terjalin baik. Dalam setiap pertemuan, anggota kompayo selalu memperbincangkan hal-hal yang sifatnya bisa memberikan kontribusi untuk masa depan pati. Meskipun sudah menetap di Yogyakarta, tetapi hirahKompayo untuk memajukan Pati tetap terwujudkan. Salah satu yang menjadi agenda Kompayo saat ini adalah upaya kompayo untuk mengadakan audiensi kepada pemerintah kota (Pemkot) Pati agar organisasi daerah yang ada di Yogyakarta diberikan tempat singgah secara tetap oleh Pemkot. "salah satu yang penting untuk kita usulkan saat ini adalah mengenai tempat singgah atau basecamp untuk organisasi Pati yang ada di Yogyakarta sebagaimana organisasi-organisasi daerah lainnya." ujar Pak Arief Salah satu anggota kompayo juga

mengusulkan agar membantu kesulitan yang di alami oleh anak-anak pati dalam memenuhi biaya sekolah maupun kuliah. Sasarannya adalah daerah-daerah pedalaman di Pati yang sangat minim sekali sentuhan dari pemerintah kota. Dalam jagongan itu, beliau-beliau juga berkeinginan untuk menghidupkan kembali koperasi KOMPAYO yang beberapa tahun ini mati suri karena kurangnya komunikasi antar

anggota. Hal ini agar anggota Kompayo bisa menjalin komunikasi intens lewat koperasi tersebut. [Asib]

GaGe Go | Maret 2013


8

Opini Menghidupkan Pemberdayaan Pendidikan

P

roblem pendidikan memang menjadi isu yang tak pernah habis untuk dibicarakan. Dengan Oleh: Syaiful Huda pendidikan, wawasan seseorang semakin Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga terbuka lebar. Individu yang berwawasan luas, niscaya Yogyakarta akan semakin matang dalam menyikapi dan menyelesaikan persoalan kehidupan. Dengan pendidikan yang berkualitas, seseorang akan mampu memperoleh kualitas dalam dirinya. Pendidikan seolah-olah telah menjadi "dewa pengubah" untuk merubah manusia menjadi yang tadinya tidak tahu lalu menjadi tahu, menjadikan manusia yang tadinya bodoh lalu menjadi pintar. Intinya pendidikan mampu merubah seseorang untuk menjadi yang lebih baik dan maju. Dalam konteks di kota Pati, sektor pendidikan tentunya menjadi terobosan penting untuk memajukan Pati yang lebih baik. Pendidikan di Pati masih menjadi barang mahal untuk bisa memperolehnya. Bagi kalangan orang-orang kaya, menyekolahkan anak tidak terlalu menjadi masalah, tapi berbeda dengan kalangan orang-orang miskin, untuk mencukupi kebutuhan seharihari saja sudah susah, apalagi untuk menyekolahkan anaknya. Realitas semacam itu masih banyak terdapat di masyarakat kota Pati, khususnya di pelosokpelosok desa. Gara-gara masalah tak punya biaya mereka akhirnya putus sekolah. Rata-rata yang mampu melanjutkan di Perguruan Tinggi hanyalah orang-orang kalangan menengah ke atas. Inilah yang menjadikan pemerataan pendidikan di kota Pati masih belum maksimal. Digelontorkannya program bantuan operasional sekolah (BOS) oleh pemerintah juga tak menjadi solusi. Sebab, penyaluran dana BOS sendiri rawan korupsi. Kini, tak sedikit kepala sekolah yang menyelewengkan bantuan itu, sedikit demi sedikit bantuan itu disunat demi kepentingan pribadi, maka tak heran jika ada kepala sekolah yang tiba-tiba mendadak kaya. Yang memprihatinkan lagi ketika guru-guru (Pengajar) terkena penyakit "pragmatisme". Mereka lupa akan kewajibannya sebagai guru. Sebagai guru, disamping menyampaikan materi pelajaran yang diampunya, guru juga harus mengajarkan pendidikan karakter pada muridnya. Sebab, kata orang jawa, "guru iku wajib ditiru lan digugu". Pada titik inilah tugas guru menjadi berat dan penuh tantangan. Pendidikan Karakter Dalam dunia pendidikan, baik formal ataupun non-formal, pendidikan karakter merupakan representasi keberhasilan akan sebuah pendidikan. Sebab, pendidikan karakter adalah sebuah gerakan yang mendorong peserta didik untuk mengenal budi-pekerti yang baik, melalui penekanan pada nilai-nilai universal yang kita rasakan bersama (Tjahyo Tamtomo, 2010). Menurut pedagog Jerman FW Foerster (1869-1966), tujuan pendidikan adalah untuk pembentukan karakter yang terwujud dalam kesatuan esensial si subyek dengan perilaku dan sikap hidup yang dimilikinya. Bagi Foerster, karakter merupakan sesuatu yang mengualiďŹ kasi seorang pribadi. Karakter menjadi identitas yang mengatasi pengalaman kontingen yang selalu berubah. Dari kematangan karakter inilah, kualitas seorang pribadi diukur. Untuk itu, masyarakat Pati khususnya Dinas Pendidikan, harus segera meningkatkan dan memberdayakan sektor pendidikannya, baik pendidikan secara universal maupun pendidikan karakter. Namun pendidikan karakter menurut hemat penulis, akan lebih menghantarkan menuju pada pendidikan yang "humanis". Pendidikaan yang humanis mesti melihat pelestarian eksistensi manusia; menjadi manusia lebih manusiawi dan berbudaya. Pendidikan seperti ini dalam bahasa Ki Hajar Dewantara disebut pendidikan yang memiliki metode among. Metode yang berdasar pada asih, asah, dan asuh (Ing ngarsa sung tulada, ing madya mbangun karsa, tut wuri handayani).

GaGe Go | Maret 2013


ProďŹ l

9

Optimis Mengawal KMPP Aunal Hasib Ketua KMPP Yogyakarta 2012/2013

M

engawal sebuah organisasi kedaerahan seperti KMPP (keluarga mahasiswa pelajar pati) bukanlah hal yang mudah, perlu komitmen dan kekuatan untuk menjadi seorang pemimpin. Layaknya pemimpin, Ia harus mempu menyatukan emosional antara anggotanya untuk bersama mengembangkan organisasi kedaerahan. Jika pemimpin tidak mempu merangkul anggota-anggotanya, Ia belum bisa dikatakan sukses menjadi seorang pemimpin. Begitu juga dengan Ahmad Aunal Hasib sebagai ketua KMPP (2012-2013) yang saat ini mulai melebarkan sayapnya untuk merangkul semua anggota KMPP. Sosok yang lahir di desa Plosorejo Kec. Pucakwangi Kab. Pati ini, selain menjadi ketua KMPP juga sibuk di berbagai organisasi lain seperti halnya PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indoensia), IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) dan IKAMARU (Ikatan Alumni Madrasah Raudlatul Ulum). Meskipun demikian, api semangat untuk mengawal KMPP agar lebih baik dan maju, terus di kobarkan. " Aw a l n y a a k u m a s u k k e s e b u a h oganisasi ekstra di kampus dengan niatan agar aku bisa belajar dan dapat mengimbangi peradaban baru itu. Disana aku mulai mendapatkan sedikit pengalaman tentang beroganisasi, tentang bagaimana pentingnya sebuah diskusi di warung kopi atau malahan sekedar duduk dan menghisap rokok." Tutur pria kelahiran 25 Mei 1991. Dengan gaya dan penanmpilan yang ala kadarnya (apa adanya), putra dari Bapak Suwarji ini berani mengabdikan dirinya untuk kemajuan KMPP tanpa iming-iming gaji. Semua yang dilakukannya murni untuk kebaikan orang-orang pati yang ada di yogyakarta. Satu hal yang menjadi

kegelisahannya selama ini adalah minat anggota KMPP untuk jogongan bareng atau sekedar ngobrol tentang KMPP. "untuk mengumpulkan kabeh (semua) anggota KMPP yang ada diberbagai kampus, saya akui memang sangat susah. Selain banyaknya kesibukan konco-konco (temanteman) di kampus maupun organisasinya masing-masing, kita juga jarang ketemu. Paling kalau ketemu, ya... sekedar ngopi dan ngobrol santai saja. terkadang untuk mengumpulkan konco-konco, aku harus mendatangi dari kost ke kost agar mereka mau diajak ketemu dan ngombrol bareng" sindir Pak Ketua. Banyak krikil-krikil yang menggembosi semangat anggota KMPP untuk bersama memajukan dan menghidupkan organisasi kedaerahan ini. Akan tetapi semangat yang berkobar tidak akan pernah padam. "meski jalannya terjal dan berliku, bila memang itu untuk kemajuan pati, apapun akan saya lakukan." Tegas Hasib. [Cholis]

GaGe Go | Maret 2013


10

Ndang Gage Diwoco Bahasa Pati yang Unik

T

ergelitik dengan status teman malam ini, soal uniknya bahasa Jawa yang digunakan di Pati. Memang beda ya..? Sepertinya sih begitu. Tak hanya ujaran sebetulnya. Tapi logat Pati pun berbeda. Dalam perjalananku pulang dari Bogor atau dari Bali ke Pati, aku akan mudah membedakan mana penumpang yang berasal dari Pati, mana yang dari Semarang, (apalagi dari Jawa Timur), dan seterusnya, hanya dari logatnya. Emang apa yang membedakannya..? Emmh, apa ya, aku sendiri susah menjelaskannya, entah pada tekanannya di suku kata terakhir entah pada.. Pokoknya yang jelas beda !!

Kadang kami juga memplesetkan sedikit huruf dari suatu kata. Jika di tempat lain mereka biasa berujar “jare” yang berarti “kata” maka orang Pati lebih familiar menyebutnya “hare”. Jika mereka lebih sering menyebut sisir dengan kata “jungkas”, kadang kami lebih suka menyebutnya “jungkat”. Apakah keunikan ujaran ini hanya milik orang Pati.. Tentu saja tidak. Aku juga masih takjub mendengar temanku yang dari Pekalongan mengucapkan kata “pa’é”.

Kembali pada ujarannya yang unik, masih teringat dulu seorang dosen pernah berkata padaku, “Ada 2 hal yang saya ingat dari Pati : tanahnya yang kering, nela bahasa Jawanya dan akhiran em/nem untuk menunjukkan kata ganti milik”. Saat itu, barulah aku sadar. Iya..ya.. Orang Pati mana pernah bilang, “bukumu, omahmu, nggonmu, sepedamu..dst” pasti nyebutnya, “bukunem, omahém, nggonem, sepedaem..” Kenapa begitu ya.. Bagi orang Pati sendiri, kami memandang ada 2 ujaran khas yang diucapkan wong “Pati njekek”, yaitu “leh” dan “go”.. Apa artinya ? Menurutku si ga ada, hanya penekanan saja. Misalkan, “piye leh..ayo go ndang mangkat..” yang berarti “gimana si, ayolah segera berangkat..” Apalagi yang lain ? Emmh, mungkin kata “tétér” yang berarti rusak. Ato kata “nda-ndeh” yang mungkin bisa diartikan apa-apa. Kata ini biasanya mengikuti “ga ana” yang jika digabung “ga ana nda-ndeh” akan berarti tidak ada apa-apa.

GaGe Go | Maret 2013

Kupikir tadinya berarti bapak/ayah. Namun ternyata berarti “arep” dalam bahasa Jawa umum atau “akan” dalam bahasa Indonesia. Kalau orang Pati si menyebutnya “ameh/ape”.

http://deeadewie.wordpress.com/2010/01/13/ bahasa-pati-yang-unik-ndang-gage-diwaca-2/


Gallery

11

Gallery KMPP Yogyakarta

GaGe Go | Maret 2013


12

Teka-Teki Miring 1 4

3

2 6 7

8

9

12

11

10

13

16

GaGe Go | Maret 2013

14

15

5


Bulletin GaGeGo Edisi Perdana