Page 1

PT. BALI SECURITIES Daily Investment Guide MARKET OVERVIEW

15-Jun-09 2,090.94

Jakarta Composite Index

12-Jun-09 Up 1.358 (0.06%) 2,089.59 2,089.79 2,073.3369 - 2,106.9761 1,089.34 - 2,419.26

Trade date Change: Prev Close: Open: Day's Range: 52wk Range:

World Major Index

12-Jun-09 Close

% Change

2,090.94 18,889.68 2,743.76 2,377.07 10,135.82 4,461.87 8,770.92

Up 1.358 (0.06%) Up 98.65 (0.52%) Down 53.558 (1.91%) Down 4.74 (0.20%) Up 154.49 (1.55%) Up 25.12 (0.57%) Up 31.90 (0.37%)

Previous

Close %Change

Indexes

IHSG Hang Seng Shanghai STI Nikkei 225 FT100* DJIA* *11june

IDX Index List

12-Jun-09

No. Index 1 COMPOSITE 2 AGRI 3 MINING 4 BASIC-IND 5 MISC-IND 6 CONSUMER 7 PROPERTY 8 INFRASTRUC 9 FINANCE 10 TRADE 11 MANUFACTUR 12 LQ45 13 JII 14 MBX 15 DBX 16 BISNIS-27

2,089.59 1,698.91 2,081.76 194.55 417.77 464.74 146.43 624.36 248.01 227.14 369.58 406.30 335.92 585.75 358.21 187.97

10 Most Active Stocks

No. Stocks 1 BTEL 2 TRUB 3 KIJA 4 BUMI 5 CTTH 6 ASIA 7 BNBR 8 LPKR 9 ELSA 10 PNLF

Close

Change

153 205 120 2,225 73 196 94 710 405 111

154 205 127 2,225 80 194 94 720 385 116

1 0 7 0 7 -2 0 10 -20 5

Sell

Volume Value Volume Value

Foreign Sell Value Net

0.06 -0.95 0.35 0.54 0.17 1.06 1.16 0.56 -0.85 -0.45 0.62 -0.01 0.63 0.17 -0.72 -0.09 12-Jun-09

Previous

Daily Trading Summary

Buy/Sell Buy

2,090.94 1,682.77 2,088.94 195.61 418.48 469.68 148.13 627.85 245.89 226.13 371.86 406.28 338.04 586.74 355.61 187.80

% Change

up down up down up down down up down up

0.7 0.0 5.8 0.0 9.6 -1.0 0.0 1.4 -4.9 4.5 12-Jun-09

Foreign Investor

Domestic Investor

450,229,464 798,330,316,440 630,984,464 1,019,801,374,440

8,574,138,005 3,101,671,151,482 8,393,383,005 2,880,200,093,482 221,471,058,000

Highlights and General Market Analysis IHSG pada perdagangan hari Jumat minggu lalu sideways pada range yang tipis. IHSG Jumat minggu lalu ditutup naik tipis point ke level. Konsolidasi terjadi pada saham-saham unggulan dengan band yang tipis. Hal ini disebabkan oleh banyaknya saham unggulan yang udah rebound dan berada pada level long term resistant. Volume transaksi beberapa saham unggulan mengecil pada beberapa hari ini sehingga kemungkinan kecil IHSG akan tembus ke level 2.200 dalam jangka pendek. Ini juga tercermin dari bahwasannya saham-saham yang most active adalah saham-saham second liner seperti BTEL, KIJA, TRUB, CTTH dan lain-lain, sementara saham unggulan dalam LQ45 tidak bergerak (-0,01%). Namun demikian tidak tertutup kemungkinan 2.200 tembus setelah investor kembali masuk kesaham-saham unggulan atas dorongan investor asing.Pada hari Jumat minggu lalu investor asing pertama kali membukukan net sell sebesar Rp.221 M.

Sementara indeks bursa Asia mix Jumat minggu lalu. Dengan demikian kami perkirakan bahwa periode ini adalah periode konsolidasi teknikal pada kondisi dalam negeri masing-masing selain juga keyakinan investor terpecah pada arah pemulihan bursa yang belum didukung oleh fundamental yang benar-benar tumbuh secara nyata di sektor riil. Investor pada saat ini dianjurkan untuk selalu menjaga emosi terutama untuk tidak terpancing terlalu dalam untuk masuk ke saham-saham non unggulan yang bergerak sangat aktif tanpa didasari pada pengetahuan dan valuasi yang nyata dari saham-saham ini. Walaupun saham-saham ini terkoreksi jauh dari true valuenya selama krisis tahun lalu dan sekarang sedang bangkit, investor hendaknya menyediakan waktunya sedikit untuk melihat faktor fundamental bisnis dari emiten ini untuk mengetahui potensi bisnis dan potensi gain yang wajar dari saham tersebut. Indeks hari ini diprediksi akan melemah kembal terutama dikarenakan oleh sentimen dari bursa regional yang masih jelek. Investor dianjurkan untuk tetap membeli saham-saham yang mempunyai fundamental bagus. Penurunan saham sementara memberi kesempatan untuk investor mengumpulkan saham-saham dengan harga yang lebih murah. Prediksi kedepan IHSG akan dapat mencapai 2.300 sampai 2.500 dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Ketut Tri Bayuna Research Analyst ketut.tri.bayuna@balisecurities.co.id Dokumen ini dibuat dari opini analis yang dibuat untuk membantu investor memahami pasar saham Indonesia. Dokumen ini dibuat berdasarkan sumber-sumber yang kami percaya dan dapat diandalkan. Walaupun demikian Bali Securities tidak dapat menjamin keakuratan data dan kelengkapannya. Investor dianjurkan untuk membaca secara utuh dan lengkap dokumen ini sebagai saran dalam berinvestasi dan mengambil langkah yang hati-hati dalam berinvestasi. Keputusan investasi yang diambil tetap merupakan tanggung jawab investor semata. PT Bali Securities Bank Permata Tower Lt.3 Jl.Jend Sudirman Kav 27 Tel.5237815, 5237899 Fax. 2500638

Page 1 of 2


Page 2 of 2

15-Jun-09

Daily Investment Guide

Jakarta Composite Index Chart COMPOSITE

P

2550

2550

P

2500 2450 2400

O

2350 2300

2500

P P O O

2450 2400

P O

2350 2300

P

2250

2250

2200 2150

P OO

O

2100 2050

P

2200 2150 2100 2050

2000

2000

P

1950

P

1900

1950

P

1850

1900 1850

O

1800 1750 1700 1650

O

P P P O O

1450 1400

P P

1350

P

O

1250

P

P O O

1200

P OO

O

1550 1500 1450 1400

P O

1350 1300 1250 1200 1150

O

O

1100

O

O

P O

P

1300

1150

1650 1600

1550 1500

1700

O

P

1600

1800 1750

P

O

1100

1050

1050

1000

1000

30000

30000

24999

24999

20000

20000

15000

15000

10000

10000

5000

5000

x1000000

12

19

x1000000

26

2 9 June

16

23

30 7 July

14

21

28

4 11 Augus t

19

25

1 8 15 Septem ber

22

29 13 20 October

27

3 10 17 Novem ber

24

1 9 15 Decem ber

22

30 2009

12

19

27

2 9 February

16

23

2 10 March

16

23

30 6 April

13

20

27

4 May

11

18

25

1 8 June

15

90 80 70 60 50 40 30 20 10

Money Flow Index

90 80 70 60 50 40 30 20 10

80 70 60 50 40 30 20

Relative Strength Index

80 70 60 50 40 30 20

COMPOSITE

2550 2500 2450 2400 2350 2300 2250 2200 2150 2100 2050 2000 1950 1900 1850 1800 1750 1700 1650 1600 1550 1500 1450 1400 1350 1300 1250 1200 1150 1100 1050 1000

2550 2500 2450 2400 2350 2300 2250 2200 2150 2100 2050 2000 1950 1900 1850 1800 1750 1700 1650 1600 1550 1500 1450 1400 1350 1300 1250 1200 1150 1100 1050 1000

20000

20000

10000

10000

x1000000

12

19

x1000000

26

2 9 June

16

23

30 7 July

14

21

28

4 11 Augus t

19

25

1 8 15 Septem ber

22

29 13 20 October

27

3 10 17 Novem ber

24

1 9 15 Decem ber

22

30 2009

12

19

27

2 9 February

16

23

2 10 March

16

23

30 6 April

13

20

27

4 May

11

18

25

1 8 June

15

What's in the News Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) menyatakan keyakinannya bahwa penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak hanya temporer menjelang pemilu presiden saja. "Saya rasa kondisi Indonesia bagus, pemilu legislatif yang kemarin juga bagus, kondisi domestik sangat bagus," kata Ketua Bapepam A.Fuad Rachmany di Jakarta, Jumat. Ia menyebutkan, masa bottom (terburuk) pasar modal Indonesia sudah lewat namun tetap harus hati-hati karena tidak ada yang tahu persis bagaimana perkembangan ekonomi global yang akan terjadi. "Kita tetap harus waspada karena kita tidak tahu seperti apa pertumb uhan Amerika, itu kan juga ikut mempengaruhi pergerakan indeks kita," katanya. Menurut dia, dari sisi domestik, perkembangan IHSG sudah menggembirakan, namun perkembangan global hingga saat ini belum stabil. "Itu harus diperhitungankan, sekalipun domsetik sudah baik," katanya. Meski suku bunga acuan (BI rate) sudah turun beberapa kali hingga menjadi 7 persen, namun suku bunga pinjaman bank tidak beranjak dan nampaknya sulit turun, karena disinyalir para bankir masih menunggu keputusan politik yang sangat penting yakni hasil Pemilu Presiden yang akan digelar pada 8 Juli mendatang. "Nampaknya pihak perbankan masih menunggu siapa yang menjadi pemimpin RI periode 5 tahun mendatang," kata Direktur Institute for Development of Economics and Finance, M Ikhsan Modjo, di Jakarta Jumat. Menurutnya pi hak perbankan bagaimana pun ingin mengetahui siapa presiden RI mendatang dan hal ini akan menjadi pertaruhan ke depannya. "Jadi bagi bank akan menurunkan bunga kredit setelah ada presiden yang difinitif," ujarnya. Ikhsan mengatakan selain faktor politik, penyebab sulitnya perbankan menurunkan bunga kredit adalah karena masalah klasik, seperti, biaya dana (cost of fund) dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah (SUN) sebesar 12 persen. "Buat apa bank menurunkan bunga kredit, lebih baik memilih menempatkan dana bank ke SUN," katanya. Bank Dunia, Kamis mengatakan, ekonomi global diperkirakan mengalami kontraksi sekitar 3,0 persen pada tahun ini, lebih curam dari perkiraan sebelumnya, dan mendesak lebih banyak bantuan untuk negara-negara berkembang di tengah meluasnya krisis. Estimasi pertumbuhan terbaru ditandai revisi yang signifikan terhadap perkiraan bank sebelumnya pada akhir Maret, yaitu kontraksi 1,75 persen dan muncul jelang pertemuan dua hari para pemimpin keuangan Kelompok Delapan (G8) yang akan dibuka Jumat di Lecce, Italia. "Pasar keuangan tampak telah rusak, jatuh dalam beberapa bulan lalu, tetapi disana jelas ada kerentanan dan masih berisiko," kata Pr esiden Bank Dunia Robert Zoellick dalam sebuah konferensi dengan wartawan. "Ekomi-ekonomi maju tampak tampak menjadi mengalami kontraksi pada kecepatan yang lebih lambat, tetapi pengaruh dari kecenderungan turun ekonomi global berdesir ke seluruh dunia dan masih sangat banyak melukai negara-negara berkembang," katanya. Sumber IQ Plus.


Daily Investment Guide June 15 2009  

IDX Index List 2,090.94 No. Stocks Previous Close Change % Change Trade date Change: Prev Close: Open: Day's Range: 52wk Range: Up 1.358 (0....

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you